P. 1
BAB II

BAB II

|Views: 2|Likes:
Published by Zihan Miniee ZeeZee
u
u

More info:

Published by: Zihan Miniee ZeeZee on Jun 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2014

pdf

text

original

BAB II TINJAU PUSTAKA

DIABETES MELITUS Definisi Menurut American Diabetes Association (ADA) tahun2010, Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin,atau kedua-duanya.

Etiologi

Patofisiologi Diabetes tipe 2 ditandai dengan kelainan sekresi insulin serta kelainan kerja insulin. Pada awalnya tampak terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. Insulin mula-mula mengikat dirinya ke permukaan reseptor sel-sel tertentu, kemudian terjadi reaksi intraselular yang menyebabkan mobilisasinya pembawa GLUT 4 glukosa dan meningkatkan transpor glukosa menembus membran sel. Pada pasien-pasien dengan diabetes tipe 2 terdapat kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor. Kelainan ini dapat diakibatkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor pada membran sel yang selnya responsif terhadap insulin atau akibat ketidaknormalan reseptor insulin intrinsik.akibatnya terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan sistem transpor glukosa. Ketidaknormalan postreseptor dapat mengganggu kerja insulin, pada akhirnya timbul kegagalan sel beta dengan penurunan jumlah insulin yang beredar dan kadar insulin ini tidak lagi memadai untuk mempertahankan keadaan euglikemia (Price, 2006).

kesemutan. polidipsia. polifagia. dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya Keluhan lain dapat berupa: lemah badan. gatal.Gejala Klinis Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. dan disfungsi ereksi pada pria. Apabila ditemukan keluhan klasik maka perlu dipikirkan penyakit diabetes melitus tipe 2 seperti di bawah ini:   Keluhan klasik DM berupa: poliuria. serta pruritus vulvae pada wanita Komplikasi Klasifikasi Adapun klasifikasi diabetes melitus menurut Perkumpulan (PERKENI) berdasarkan dalam Konsensus Pengelolaan Melitus
Tipe
2 Di
Indonesia tahun 2011 Endokrinologi dan Pencegahan Indonesia Diabetes . mata kabur.

0 mmol/L). 3. dan disfungsi ereksi pada pria. kesemutan.Penegakan Diagnosis Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa darah. TTGO sulit untuk dilakukan berulangulang dan dalam praktek sangat jarang dilakukan karena membutuhkan persiapan khusus. maka dapat digolongkan ke dalam kelompok toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT). Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥126 mg/dLdengan adanya keluhan klasik. Kecurigaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM seperti di bawah ini:   Keluhan klasik DM berupa: poliuria. 1. namun pemeriksaan ini memiliki keterbatasan tersendiri. Meskipun TTGO dengan beban 75 g glukosa lebih sensitif dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa.8-11. polidipsia. maka pemeriksaan glukosa plasma sewaktu >200 mg/dLsudah cukup untuk menegakkan diagnosis DM 2. TGT: Diagnosis TGT ditegakkan bila setelah pemeriksaan TTGO didapatkan glukosa plasma 2 jam setelah beban antara 140 – 199 mg/dL (7. bergantung pada hasil yang diperoleh. Guna penentuan diagnosis DM. Berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan darah plasma vena. Jika keluhan klasik ditemukan. Untuk tujuan pemantauan hasil pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan glukosa darah kapiler dengan glukometer. apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM. dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya Keluhan lain dapat berupa: lemah badan. Diagnosis tidak dapat ditegakkan atas dasar adanya glukosuria. polifagia. . mata kabur. Langkah-langkah diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa adalah sebagai berikut. Tes toleransi glukosa oral (TTGO). serta pruritus vulvae pada wanita Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara: 1. gatal.

9 mmol/L)dan pemeriksaan TTGO gula darah 2 jam < 140 mg/dL.2. GDPT: Diagnosis GDPT ditegakkan bila setelah pemeriksaan glukosa plasma puasa didapatkan antara 100 –125 mg/dL (5. .6 – 6.

branastomosis satu dengan yang lainnya dan bersama arteria ciliaris anterior membentuk circulus arteriosus major iris. arteriae palpebrales mediales ke kedua kelopak mata dan arteria supraorbitalis serta supratrochlearis. Arteriae ciliares posteriores breve memperdarahi koroid dan bagian-bagian nervus opticus. vena ciliaris anterior dan vena centralis retinae. yang juga menampung darah dari vena verticosae. Arteri ini memasok darah ke sklera. Vena ini membentuk hubungan langsung antara kulit wajah dan sinus cavernosus yang fatal pada infeksi superfisial di kulit periorbita. dan dengan pleksus venosus pterigodeus melalui fissura orbitalis inferior. yang memasuki nervus opticus sekitar 8-15 mm di belakang bola mata. serta ikut membentuk circulus arterialis major iris. . Vena opthalamica berhubungan dengan sinus cavernosus melalui fissura orbitalis superior. arteria ciliaris posterior longus dan brevis. cabang-cabang muskularis ke berbagai otot orbita. Cabang ini berjalan di bawah nervus optikus dan bersamanya melewati kanalis optikus menuju ke orbita. limbus. Drainase vena-vena di orbita terutama melalui opthalamica superior dan inferior. Cabang-cabang arteria opthalamica yang paling anterior ikut membentuk aliran-aliran arteri yang berkelok-kelok di kelopak mata yang membuat anastomosis dengan sirkulasi karotis eksterna melalui arteria facialis. dan konjungtiva. ketiga vena tersebut mengalirkan darah dari kulit di daerah periorbita.ANATOMI MATA Sistem Pendarahan Arteri utama orbita dan bagian-bagiannya berasal dari arteria opthalmica. Cabang lain arteria opthalamica adalah arteria lacrimalis. Cabang intraorbital pertama adalah arteria centralis retinae. yang mendarahi glandula lacrimalis dan kelompak mata atas. yaitu cabang besar pertama arteri carotis interna bagian intrakranial. episklera. Kedua arteria ciliares posterior longa mendarahi corcus. Vena opthalamica superior mulamula terbentuk dari vena supraorbital dan supratrochlearis serta dari satu cabang vena angularis. Arteria ciliaris anterior berasal dari cabang-cabang muskularis dan menuju ke musculi recti.

Konjungtiva bersambungan dengan kulit pada tepi palpebra (suatu sambungan mukokutan) dan dengan epitel kornea limbus. konjungtiva. Konjungtiva palpebralis melapisi permukaan posterior kelopak mata dan melekat erat ke tarsus. Konjungtiva bulbaris melekat longgar ke septum orbitale di fornices dan melipat berkali-kali. Konjungtiva Merupakan membran mukos atransparan dan tipis yang membungkus permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebralis) dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbaris). Konjungtiva bulbaris melekat longgar pada kapsul tenon dan sklera di bawahnya. lunak dan mudah bergerak (plica semilunar) terletak di kantus internus dan merupakan selaput pembentuk kelopak matadalampada beberapa hewan kelas rendah. fasia bulbii dan episklera menyatu. konjungtiva melipat ke posterior (pada forniks superior dan inferior) dan membungkus jaringan episklera menjadi konjungtiva bulbaris. Di dekat limbus. Pada titik tempat fasia bulbii ditembus tendo-tendo otot ektraokular dalam perjalanannya menuju tempat insersinya di . Lipatan konjungtiva bulbaris yang tebal. kecuali di limbus (tempat kapsul tenon dan konjungtiva menyatu sepanjang 3 mm). Adanya lipatan-lipatan ini memungkinkan bola mata bergerak dan memperbesar permukaan konjungtiva sekretorik. Fasia Bulbii Adalah kapsul fibrosa yang membungkus bola mata dari limbus sampai nervus opticus. permukaan dalam fasia bulbii berhadapan langsung dengan sklera dan sisi luarnya berhadapan langsung dengan lemak orbita dan struktur-struktur lain dalam kerucut otot ekstraokular.2 mm.Bola Mata Bola mata orang dewasa normal hampir bulat dengan diameter anteroposterior sekitar 24. Struktur epidermoid kecil semacam daging (caruncula) menempel secara superfisial ke bagian dalam plica semilunar dan merupakan zona transisi yang mengandung baik elemen kulit maupun membran mukosa. Lebih posterior lagi. Di tepi superior dan anterior tarsus. (duktus-duktus kelenjar lakrimal bermuara ke forniks temporal superior).

Permukaan luar sklera anterior dibungkus oleh sebuah lapisan tipis jaringan elastik halus. Segmen bawah fasia bulbii tebal dan menyatu dengan fasia musculus rectus inferior dan musculus obliquus inferior membentuk ligamentum suspensorium bulbii (ligamen lockwood) tempat terlekatnya bola mata. lekukan kecil yang melingkar pada sambungan ini disebut sulcus scleralis. fasia yang menyatu ini akan melebar ke struktur sekelilingnya dan ke tulang orbita perluasan fasia ini cukup kaku dan membatasi kerja otot ekstraokular sehingga dikenal sebagai ligamen check. membran descemet dan lapisan endotel. memiliki tampilan yang homogen dengan mikroskop . kapsul ini membentuk lipatan tubular di sekeliling otot-otot tersebut. yang hampir seluruhnya tterdiri dari kolagen. kornea mempunyai lima lapisan berbeda.bola mata. Lipatan-lipatan fasia ini akan menyatu dengan fasia ototnya. Kornea dewasa rata-rata memiliki tebal 550 µm di pusatnya diameter horizontal sekitar 11. lapisan epitel (yang berbatasan dengan lapisan epitel konjungtiva bulbaris).75 mm dan vertikalnya 10. episklera yang mengandung banyak pembuluh darah yang mendarahi sklera. Ligamen ini mengatur arah gerak otot-otot ekstraokular dan berfungsi sebagai origo mereka. Kornea Kornea ini disisipkan ke dalam sklera pada limbus. bagian ini tersusun atas serat-serat kolagen. Stroma kornea menyusun sekitar 90% ketebalan kornea. dari anterior ke posterior. Pita-pitia kolagen dan jaringan elastin membentang di sepanjang foramen sklera posterior membentuk lamina cribosa yang diantaranya dilalui oleh berkas akson nervus opticus. yang membentuk lapisan luar ruang suprakoroid. Membran descemet merupakan lamina basalis endotel kornea. stroma. Lapisan epitel mempunyai lima atau enam lapis sel.6 mm. lapisan bowman. Lapisan bowman merupakan lapisan jernih aselular yang merupakan bagian stroma yang berubah. Jaringan ini padat dan berwarna putih serta berbatasan dengan kornea di sebelah anterior dan durameter nervus opticus di posterior. Lapisan berpigmen coklat pada permukaan dalam sklera adalah lamina fusca . Sklera dan Episklera Sklera adalah pembungkus fibrosa pelindung mata di bagian luar.

Iris Merupakan perpanjangan corpus ciliare ke anterior. pars pilicata (2 mm). Otot ini mengubah tegangan pada kapsul lensa sehingga lensa dapat mempunyaiberbagai fokus baik untuk objek berjarak dekat maupun yang . memisahkan bilik mata depan dari bilik mata belakang. corpus ciliare terdiri atas zona anterior yang bergelombang. Kedua lapisan berpigmen pekat pada permukaan posterior iris merupakan perluasan neuroretina dan lapisan epitel pigmen retina ke arah anterior. Ada dua lapis epitel siliaris: satu lapisan tanpa pigmen di sebelah dalam yang merupakan perluasan neuroretina ke anterior dan salah satu lapisan berpigmen di sebelah luar yang merupakan perluasan lapisan epitel pigmen retina. Endotel hanya memiliki satu lapis sel tetapi lapisan ini berperan dalam mempertahankan deturgensi stroma kornea. Di dalam stroma iris terdapat sfingter dan otot-otot dilator. Iris mengendalikan banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata ukuran pupil ditentukan oleh keseimbangan antara konstriksi akibat aktivitas parasimpatis yang dihantarkan melalui nervus kranialis III dan dilatasi yang ditimbulkan oleh aktivitas simpatis. Endotel kornea cukup rentan terhadap trauma dan kehilangan selselnya seiring dengan penuaaan. Fungsi serat-serat sirkular adalah untuk mengerutkan dan relaksasi serat-serat zonula. Kegagalan fungsi endotel akan menimbuklan edema kornea. Processus ciliares dan epitel siliaris pembungkusnya berfungsi sebagai pembentuk aqueous humor. zona posterior yang datar dan pars plana (14 mm). sirkular dan radial. Iris berupa permukaan pipih dengan apertura bulat terletak di tengah pupil. terutama terbentuk dari kapiler dan vena yang bermuara ke vena-vena vorticosa. tersusun dari gabungan seratserat longitudinal. yang berorigo di lembah-lembah di antara procesus ciliares. Corpus ciliare Organ ini secara kasar berbentuk segitiga pada potongan melintang. yang masing-masing berisi aqueus humour.cahaya. Procesus ciliares berasal dari pars plicata. membentang ke depan dari ujung anterior koroid ke pangkal iris (sekitar 6mm). Musculus ciliaris. Iris terletak bersambungan dengan permukaan anterior lensa.

65% lensa terdiri atas air. yang tersusun atas banyak fibril-fibril ini berasal dari permukaan corpus cilliare yang menyisisp ke dalam ekuator lensa. zonula menghubungkannya dengan corpus ciliare. Ruang suprakoroid terletak di antara koroid dan sklera. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Koroid tersusun atas tiga lapis pembuluh darah koroid. Lensa tergantung pada zonula di belakang iris.berjarak jauh dalam lapang pandang. serta kandungan kaliam lebih tinggi pada lensa di banding jaringan tubuh lainnya. avaskular. Lensa Adalah suatu struktur bikonveks. Koroid melekat erat ke posterior pada tepi-tepi nervus opticus. sedang. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel (sedikit lebih permeabel daripada dinding kapiler) yang akan memperbolehkan air dan elektrolit masuk. Tidak ada serat nyeri. Koroid Adalah segmen posterior uvea. Serat-serat longitudinal musculus ciliaris menyisip ke dalam anyaman trabekula untuk mempengaruhi besar porinya. koroid bergabung dengan corpus ciliare. . Di sebelah depan terdapat selapis epitel subskapular. di antara sklera dan retina. Nukleus dan korteks berbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. Semakin dalam pembuluh terletak dalam koroid semakin lebar lumennya. Di sebelah anterior lensa terdapat aqueous humor di sebela posteriornya. Lensa ditahan ditempatnya oleh ligamentum suspensorium yang dikenal sebagai zonula (zonula zinnii). Seiring dengan bertambahnya usia. serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi sehingga lensa perlahan-lahan menjadi lebih besar dan kurang elastik. Di sebelah anterior. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. kecil. Bagian dalam pembuluh darah koroid dialirkan melalui empat vena vorticosa. terdapat sedikit mineral. Koroid di sebelah dalam dibatasi oleh membran Brunch di sebelah luar oleh sklera. vitreus. Tebalnya sekitar 4mm dan diameternya 9 mm. pembuluh darah dan saraf pada lensa. sekitar 35% nya protein (kandungan proteinnya tertinggi dalam tubuh). besar. satu di tiap kuadran posterior. tak berwarna dan hampir transparan sempurna.

dan taji sklera (scleral spur). Saluran-saluran aferen dari kanal schlemm berhubungan dengan sistem vena episklera. Sudut Bilik Mata Depan Sudut bilik mata depan terletak pada pertautan antara kornea perifer dan pangkal iris. disebut anyaman korneoskleral. Serat-serat longitudinal otot siliaris menyisip ke dalam anyaman trabekula tersebut. retina dan epitel . Retina Retina adalah lembaran jaringan saraf tipis dan semitransparan yang melapisi bagian dalam dua pertiga posterior dinding bola mata. koroid dan sklera. Anyaman trabekula berbentuk segitiga pada potongan melintang dengan dasar yang mengarah ke corpus ciliare. Anyaman ini tersusun atas lembar-lembar berlubang jaringan kolagen elastik yang membentuk suatu filter dengan pori yang semakin mengecil mendekati kanal schleman. Garis schwalbe menandai berakhirnya endotel kornea. kemudian ke perifer menuju sudut bilik mata depan. aqueous humor melalui pupil dan masuk ke bilik mata depan.Aqueous Humor Aqueous humor diproduksi oleh corpus cilliare. Setelah memasuki bilik mata belakang. Pada diskus optikus dan ora serata. Retina membentang ke anterior hampir sejauh corpus ciliare dan berakhir pada ora serrata dengan tepi yang tidak rata. Taji sklera merupakan penonjolan sklera ke arah dalam antara corpus ciliare dan kanal schlemm. tempat iris dan corpus menempel. Ciri-ciri anatomis utama dari sudut ini adalah garis Schwalbe anyaman trabekula (yang terletak di atas kanal Schlemm). Permukaan luar retina sensoris bertumpuk bertumpuk dengan lapisan epitel berpigmen retina sehingga juga berhubungan dengan membran brunch.

Permukaan dalam retina berhadapan dengan vitreus. (5) lapisan inti dalam badan-badan sel bipolar. Permukaan luar vitreus. (1) membran limitans interna. (2) lapisan serat saraf mengandung akson-akson sel ganglion yang berjalan menuju nervus opticus. tetapi segera berkurang di kemudia hari. pars plana lapisan epitel. Vitreus mengandung air sekitar 99% sisa 1% meliputi dua komponen kolagen dan asam hialuronat yang memberi bentuk dan konsistensi mirip gel pada vitreus karena kemampuannya mengikat banyak air. Vitreus mengisi ruangan yang dibatasi oleh lensa. disertai penurunan lapang pandang dan peningkatan intraokular. (3) lapisan sel ganglion. Lapisan-lapisan retina dari dalam ke luar adalah sebagai berikut.pigmen retina saling melekat kuat sehingga perluasan cairan subretina pada ablasi retina dapat dibatasi. retina dan caput. Vitreus Adalah suatu badan gelati yang jernih dan avaskular yang membentuk dua pertiga volume dan berat mata. amakrin dan horisontal. Di awal kehidupan vitreus kuat pada kapsul lensa dan caput nervi optici. membran hyaloid normalnya berkontak dengan struktur-struktur berikut. serat-serat zonula. Mekanisme peningkatan tekanan intraokular pada glaukoma adalah gangguan aliran . (6) lapisan pleksiform luar yang mengandung sambungan sel bipolar dan sel horizontal dengan foto reseptor. Lapisan dalam membran brunch merupakan membran basalis epitel pigmen retina. kapsul lensa posterior. Basis vitreus mempertahankan penempelan yang kuat seumur hidup ke lapisan epitel pars plana dan retina tepat di belakang ora serata. (4) lapisan pleksiform dalam. dan diskus optikus. retina. (9) lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar sel batang dan sel kerucut. (10) epitel pigmen retina. (8) membran limitans eksterna. nervi optii. Lapisan-lapisan epitel pada permukaan dalam corpus ciliare dan permukaan posterior iris merupakan perluasan retina dan epitel pigmen retina ke anterior. GLAUKOMA Glaukoma adalah neuropati optik yang didapat ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. (7) lapisan inti luar sel foto reseptor. yang mengandung sambungan sel ganglion dengan sel amakrin dan sel bipolar.

inspeksi diskus optikus. Pada semua pasien glaukoma perlu tidaknya diberikan terapi da efektifitas terapi ditentukan dengan melakukan pengukuran tekanan intraokular (tonometri).keluar aqueous humor akibat gangguan sistem drainase sudut bilik mata depan (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses aqueous humour ke sistem drainase (glaukoma sudut tertutup). dan pengukuran lapang pandang secara teratur. Klasifikasi .

.

piruvat dan laktat yang lebih tinggi. dan kecepatan pembentukannya mengikuti variasi diurnal yaitu 2. urea dan glukosa yang lebih rendah kandungannya di banding di plasma. Volumenya dalah sekitar 250 µL. . Tekanan osmotinya sedikit lebih tinggi dibandingkan plasma.5 µL / menit. protein. Adapun aqueous humor itu sendiri adalah suatu cairan jernih yang mengisi bilik mata depan dan belakang. Komposisi aqueous humor seperti plasma namun terdapat perbedaan dalam kandungan askorbat.Fisiologi Aqueous Humor Tekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan pembentukan aqueous humor dan tahanan aliran keluarnya dari mata.

Sejumlah kecil aquoeus humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris ke ruang suprakoroid dan ke dalam sistem vena corpus ciliare. membentuk suatu saringan dengan ukuranpori-pori yang semakin mengecil sewaktu mendekati kanal Schlemm. Anyaman trabekular terdiri atas berkas-berkasjaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular. Pada glaukoma tekanan normal. lalu masuk ke anyaman trabekular di sudut bilik mata depan. Pada glaukoma sudut terbuka primer tekanan intraokular tidak meningkat lebih dari 30 mmHg dan kerusakan sel ganglion mungkin teradi setelah waktu lama.Aqueous humor diproduksi oleh corpus ciliare. tekanan di jaringan vena episklera menentukan nilai minimum tekanan intraokular yang dapat dicapai oleh terapi medis. dan bukan sistem vena. Saluran eferen dari kanal Schlemm (sekitar 30 saluran pengumpul dan 12 vena aqueous) menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Efek peningkatan tekanan intraokular dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan besar peningkatan tekanan intraokular. Pada glaukoma sudut tertutup akut. Selama itu terjadi pertukaran dan diferensiasi komponen-komponen aqueous humor dengan darah di iris. Diskus optikus menjadi atrofik. koroid dan sklera (aliran uveoskleral). Aliran aqueous humor ke dalam kanal Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklis di lapisan endotel. dapat menimbulkan kerusakan iskemik akut pada iris yang disertai edema kornea dan kerusakan nervus opticus. Ultrafiltrat plasma yang dihasilkan di stroma processus ciliares dimodifikasi oleh fungsi sawar dan prosesus sekretorius epitel siliaris. Kontarksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam anyaman trabekular memperbesar ukuran pori-pori di anyaman tersebut hingga kecepatan drainase aqueous humor juga meningkat. setelah beberapa tahun. disertai pembesaran cawan optik. sel-sel ganglion retina mungkin rentan mengalami kerusakan . Tahanan utama aliran keluar aqueous humor dari bilik mata depan adalah jaringan junkstakanalikular yang berbatasan dengan lapisan endotel kanal Schlemm. tekanan mencapai 60 – 80 mmHg. Patofisiologi dan Gejala Klinis Mekanisme utama penurunan penghliatan pada glaukoma adalah apoptosis sel gangglion retina yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan lapisan inti dalam retina serta berkurangnya akson di nervus opticus. Namun. Setelah masuk ke bilik mata depan.

Adapun untuk patofisiologi glaukoma primer adalah sebagai berikut. Glaukoma Sudut Tertutup Primer Peningkatan tekanan intraokular terjadi karen sumbatan aliran keluar aqueous humor yang disebabkan adanya oklusi anyaman trabekular oleh iris perifer.akibat tekanan intraokular dalam kisaran normal. Gejala klinis yang ditemukan pada onset awal penyakit masih susah terdeteksi. c. Penegakan diagnosisnya melalui pemeriksaan segmen anterior dan gonoskopi. Setelah itu baru ditemukan tanda kelainan glaukomaltosa iseratpada diskus optikus dan lapang pandang yang disertai dengan peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma Sudut Tertutup Akut Glaukoma ini terjadi bila terbentuk iris bombe yang menyebabkan oklusi sudut bilik mata depan oleh iris perifer. Glaukoma Sudut Terbuka Primer Pada glaukoma sudut terbuka primer ini adanya proses degeneratif anyaman trabekular. Pasien yang pertama kali menyadari adanya keluhan kehilangan lapang pandang biasanya telah terjadi kerusakan nervus opticus yang bermakna. Selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun baru timbul gejala yang menandakan adanya kelainan pada diskus optikus dan lapang pandang. Istilah glaukoma sudut tertutup primer hanya digunakan bila penutupan sudut primer telah menimbulkan kerusakan nervus opticus dan kehilangan lapang pandang. b. atau mekanisme kerusakannya yang utama mingkin iskemia caput nervi optici.sehingga diperlukannya pemeriksaan skrining aktif pada pasien. a. Peningkatan tekanan intraokular ini mendahului kelainan diskus optikus dan lapang pandang. Sehingga menghambat aliran keluar aqueous dan tekana . termasuk pengendapan materi ekstraselular di dalam anyaman dan di bawah lapisan endotel kanal Schlemm. Keadaan ini dapat bermanifestasi sebagai suatu kedaruratan oftamologik atau dapat tetap asimptomatik sampai terjadi penurunan penghliatan. sehingga terjadi gangguan drainase aqueous humour kemudian menimbulkan peningkatan tekanan intraokular.

tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut bilik mata depan disertai pembentukan sinekia anterior perifer. dan injeksi siliar. bilik mata depan dangkal. sering dengan penyempitan lapang pandang yang ekstensif di kedua mata. halo.intraokular meningkatr dengan cepat. faktor-faktor yang berperan sama seperti pada tipe akut yang membedakannya pada tipe subakut ini peninghkatan tekanan intraokularnya berlangsung singkat dan rekuren. kemerahan. Temuan klinis dari glaukoma sudut tertutup akut ini adalah timbul kekaburan penghliatan mendadak yang disertai nyeri hebat. dan penghliatan kabur. Dapat juga disebabkan oleh obat-obatan dengan efek antikolinergik atau simpatomimetik. pupil berdilatasi sedang yang terfiksasi. Pasien seperti ini memiliki maniestasi klinis mirip seperti pasien glaukoma sudut terbuka primer. kornea berkabut. Gejala lainnya berupa peningkatan tekanan intraokular yang mencolok. Glaukoma Sudut Tertutup Kronik Pasien dengan predisposisi anatomik penutupan sudut bilik mata depan mungkin tidak pernah mengalami episode peningkatan tekanan intraokular akut. tetapi mengalami sinekia anterior perifer yang semakin meluasdisertai dengan peningkatan tekanan intraokular secara bertahap. d. . Penutupan sudut membaik secara spontan. Kadang-kadang glaukoma jenis subakut ini dapat berkembang menjadi glaukoma sudut tertutup akut. Sesekali pasien-pasien tersebut mengalami serangan penutupan sudut subakut. saat pencahayaan berkurang. Didapatkan riwayat serangan berupa nyeri. menimbulkan nyeri hebat. Serangan sering terjadi pada malam hari dan sembuh dalam semalam. kemerahan dan kekaburan penghliatan disertai halo di sekitar cahaya pada satu mata. mirip dengan gejala gastrointestinal akut. yang terjadi secara spontan di malam hari. serta mual dan muntah. Glaukoma Sudut Tertutup Subakut Pada glaukoma jenis ini. e. serangan akut ini sering dipresipitasi oleh dilatasi pupil.

Selain akibat primer. peningkatan tekanan intraokular yang terjadi sebagai maniestasi dari penyakit lain disebut glaukoma sekunder. Glaukoma mula-mula timbul akibat sumbatan oleh membran fibrovaskular. Pada banyak kasus terjadi kehilangan penghliatan dan diperlukan prosedur siklodestruktif untuk mengontrol tekanan intraokular. Glaukoma Neovaskular Neovaskularisasi iris (rubeosis iridis) dan sudut bilik mata depan paling sering disebabkan oleh iskemia retina yang luas seperti terjadi pada retinopati diabetik stadium lanjut dan oklusi vena centralis retinae iskemik. tetapi kontraksi membran selanjutnya menyebabkan penutupan sudut. a. Adapun glaukoma sekunder yang dikaitkan dengan diabetes melitus adalah glaukoma neovaskular. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->