P. 1
SD Kelas 6 - Terampil Dan Cerdas IPS

SD Kelas 6 - Terampil Dan Cerdas IPS

4.22

|Views: 120,672|Likes:
Published by Priyo Sanyoto
Buku teks pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas VI
Buku teks pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD / MI Kelas VI

More info:

Published by: Priyo Sanyoto on May 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2015

pdf

text

original

24Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas VI

Pada awalnya wilayah laut Indonesia pada saat proklamasi kemerdekaan

17 Agustus 1945 masih mengikuti Teritorialle Zee en Maritieme Ordonantie

1938. Menurut hukum tersebut lebar laut wilayah Indonesia adalah 3 mil

diukur dari garis terendah dari masing-masing pantai pulau Indonesia. Hal

tersebut tentu merugikan bagi keutuhan dan kesatuan negara Kesatuan

Republik Indonesia yang berbentuk kepulauan.

Oleh karena itu, upaya untuk menjadikan wilayah Indonesia sebagai

wilayah yang utuh terus diperjuangkan. Salah satu bentuk upaya tersebut

adalah dengan dikeluarkannya pernyataan yang selanjutnya dikenal dengan

Deklarasi Djuanda 1957. Isi pokok Deklarasi Djuanda adalah menyatakan

laut teritorial Indonesia adalah selebar 12 mil laut diukur dari garis dasar

yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau Indonesia.

Deklarasi Djuanda dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tentang

perairan Indonesia yang berisi:

a.perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan

pedalaman Indonesia;

b.laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut; dan

c.perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada

sisi dalam dari garis dasar.

Keluarnya Deklarasi Djuanda 1957

tersebut mendorong lahirnya gagasan

Wawasan Nusantara. Berdasarkan konsep

tersebut laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi

sebagai penghubung. Negara Indonesia

adalah satu kesatuan wilayah yang berciri

nusantara.

Deklarasi Djuanda terus diperjuangkan

dalam forum internasional agar wilayah

teritorial tersebut mendapat pengakuan dan

pengukuhan sekaligus mempunyai kekuatan

hukum di mata internasional. Melalui per-

juangan yang panjang akhirnya Deklarasi Djuanda mendapat pengakuan dunia

internasional pada Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982.

Berdasarkan atas beberapa bagian laut tersebut dan telah disepakati PBB,

wilayah perairan Indonesia terdiri atas beberapa bagian laut yaitu perairan

nusantara, laut wilayah, landas kontinen, dan Zone Ekonomi Eksklusi (ZEE).

a.Perairan Nusantara

Perairan nusantara atau perairan pedalaman adalah semua laut yang

terletak pada sisi dalam atau ke arah darat dari garis pangkal laut teritorial

yang menjadi hak kedaulatan mutlak Republik Indonesia. Perairan nusantara

meliputi laut, teluk, dan selat yang menghubungkan pulau-pulau yang ada di

kawasan nusantara.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006

Gambar 1.35 Wilayah laut bagi negara kepulauan

berfungsi sebagai penghubung.

25

Bab 1 Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah Indonesia

b.Laut Teritorial

Laut teritorial (laut wilayah) adalah batas laut yang ditarik dari garis

dasar (pulau terluar) dengan jarak 12 mil ke arah laut bebas. Syarat garis

dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung pulau

ke ujung pulau lainnya dalam wilayah negara. Suatu negara yang mempunyai

batas laut teritorial mempunyai kedaulatan penuh untuk mengelola dan

memanfaatkan kekayaan alam yang ada di dalam wilayah tersebut. Sementara

itu kapal negara asing mempunyai hak lintas damai.

c.Batas Landas Kontinen

Landas kontinen adalah dasar laut yang merupakan lanjutan dari daratan

(benua). Kedalaman landas kontinen umumnya tidak lebih dari 200 m. Batas

dan jarak landas kontinen suatu negara tidak tentu, namun jarak terjauhnya

tidak boleh lebih dari 200 mil laut. Kewenangan suatu negara terhadap

wilayah landas kontinen adalah hak untuk memanfaatkan sumber daya alam

yang terdapat di dalam dan di bawah wilayah itu. Sementara kewajibannya

adalah tidak mengganggu lalu lintas pelayaran damai.

d.Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah wilayah laut Indonesia yang diukur

dari garis dasar sampai sejauh 200 mil laut ke arah laut bebas. Pada zona ini

negara Indonesia berhak memanfaatkan sumber daya alamnya baik di laut, di

dasar, maupun di bawah perairan. Sementara itu negara asing bebas melakukan

pelayaran, penerbangan dan memasang pipa atau kabel laut. Namun negara-

negara asing tersebut tidak boleh mengambil atau memanfaatkan sumber daya

alam yang ada di wilayah tersebut.

Keterangan:

A:Laut Wilayah

B:ZEE

C:Laut Bebas

Garis dasar pantai

A

Sumber: Dokumen Penerbit, 2008

Gambar 1.36 Bagan zona perairan laut Indonesia.

12 mil

200 mil

B

C

Dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa wilayah perairan

Indonesia sangat luas. Bahkan dibandingkan dengan wilayah daratannya, wilayah

lautnya lebih luas. Seperti yang telah dijelaskan di atas, menurut Konvensi

Hukum Laut Internasional wilayah laut teritorial Indonesia meliputi laut teritorial,

26Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas VI

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->