Job sheet mikro No.

1 Juni 2013

JOB SHEET
Program Keahlian Mata Diklat Standar Kompetensi Kompetensi Dasar A. Tujuan : 1. Siswa dapat menghitung kecepatan putar dan kecepatan pemotongan secara matematis dan sesuai dengan bahan baku yang digunakan secara tepat 2. Siswa dapat menggunakan seluruh alat bantu yang ada pada mesin bubut, seperti cekam rahang tiga, pelat pembawa, penyangga, eretan melintang, dan kepala lepas secara tepat B. Keselamatan Kerja : 1. Pakailah pakain kerja praktik yang telah ditentukan. 2. Pakailah alat pelindung badan, tangan, wajah dan mata serta sepatu karet. 3. Bekerjalah dengan penuh konsentrasi, jangan bersendagurau. 4. Jangan coba-coba diluar prosedur pengelasan yang benar. 5. Jangan menghidupkan mesin selama melakukan pengamatan komponen mesin bubut C. Alat dan Bahan : a. Alat : b. Bahan : 1. Tool box 1. Mesin bubut dan perlengkapannya 2. Pahat bubut 3. Jangka sorong D. Langkah Kerja : 1. Persiapkan alat dan bahan 2. Identifikasi bagian – bagian mesin bubut 3. Identifikasi parameter - parameter yang terdapat pada mesin bubut a. Mengatur kecepatan putar mesin bubut b. Mengatur kecepatan pemotongan mesin bubut c. Mengatur kecepatan pemakanan mesin bubut 4. Catat dan tulis data yang diperoleh pada lembar kerja. 5. Pengaturan bagian – bagian dari mesin bubut seperti, cekam, pelat pembawa, penyangga, eretan melintang, eretan memanjang dan kepala lepas secara tepat . 6. Bila sudah selesai bersihkan alat dan bahan praktek : Teknik Pemesinan : Kompetensi Kejuruan (Mesin Bubut) : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Pengoperasian Mesin Bubut Kelas: XI_TPM

GAMBAR BENDA KERJA .1.

2. Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Dari kerja ini. MATERI AJAR MESIN BUBUT Mesin bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. sedangkan pisau bubut bergerak memanjang dan melintang. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. A. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. antara lain : membubut luar membubut dalam membubut tirus membubut permukaan memotong membuat ulir - . putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. dihasilkan sayatan dan bentuk benda kerja yang umumnya simetris. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Prinsip Kerja Mesin Bubut Prinsip kerja mesin bubut adalah benda kerja yang berputar. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Melalui roda gigi penghubung. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Pekerjaan pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh mesin bubut. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci. Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Oleh klem berulir.

Kepala lepas ( tail stock ) e. Tempat pahat ( tool post ) i. Ulir pembawa ( lead screw ) g. Spindel (spindle ) c. Bagian-bagian Mesin Bubut Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Bagian-bagian mesin bubut a. Kepala tetap ( head stock ) b. j. Poros spindel akan memutar benda kerja melalui cekal. Poros penjualan ( feed rod ) h. Alas ( bed ) f. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Gb. Cara Membubut Dasar-dasar membubut adalah sebagai berikut :  Pasang benda kerja pada cekam ( chuck ) cukup kuat. Eretan ( carriage ) d. Alas putar (swivel base ) Lemari roda gigi ( Gear box ) C. artinya tidak lepas pada waktu mesin dihidupkan dan sedang melakukan penyayatan .B.

dengan menggunakan rumus sebagai berikut : . Persamaan kecepatan potong : πDo N v= 1000 Do = diameter awal N = kecepatan putar (rpm) Gerak makan. Pasang/ setel kedudukan pahat bubut agar posisi ujung potong pahat tepat pada titik center dari kepala lepas. artinya putaran benda tidak oleng/ simetris dan periksa apakah ada bagian yang tertabrak yang membahayakan dan merusak mesin. apakah posisinya sudah benar. Untuk membubut tirus dapat dilakukan dengan dua cara. Cara Membubut Tirus Pada bagian-bagian mesin. selain poros denagn bentuk rata memanjang atau bertingkat. kemudian lanjutkan membubut benda kerja sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Arah gerak makan bisa aksial (pada reduksi diameter dan pembuatan ulir) atau radial (pada facing) Kedalaman potong. dengan menggeser kepala lepas. Periksa kedudukan benda kerja tersebut pada saat cekan diputar dengan tangan. yaitu : Kecepatan potong. berhubungan dengan kecepatan putar dan diameter awal. Cara pertama. Parameter pada proses bubut ada 5. diatur dengan tuas pemilih gerak makan. Untuk mengatur possisi tersebut dapat menggunakan ganjal dari plat tipis atau dengan menggunakan tempat pahat model perahu ( american tool post ). tidak boleh terlalu dalam karena pemotongan yang terlalu dalam akan menyebabkan pahat cepat rusak Waktu potong berhubungan dengan panjang pemesinan Panjang pemesinan menentukan waktu potong dengan persamaan T = L fr  1) 2) 3) 4) 5) T = waktu potong (menit) = panjang pemesinan (mm) fr = feed rate (mm/menit) L Cara membubut ada beberapa macam antara lain: 1. ada juga poros bebrbentuk tirus.

781 0.180 1.445 0.700 0.122 0. maka dapat dicari besarnya sudut x dengan melihat daftar di bawah ini : xo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tg 0.965 1.600 0.674 0.070 0.286 0.230 0.212 0.105 0.087 0.753 0.052 0.305 0.466 0.577 xo 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 tg 0. dengan menggeserkan alas putar ( swifel base ) dengan menentukan besarnya sudut.X Dimana : x = Jarak geser kepala lepas dari garis sumbu spindle D = Diameter terbesar d = Diameter terkecil L = Panjang benda kerja l = Panjang yang ditiruskan Cara kedua.900 0.194 0.404 0.324 0.839 xo 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 tg 0.017 0.071 1.809 0.649 0.249 0.344 0.038 0.110 1.000 1.191 .624 0.531 0.554 0.364 xo 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Tg 0.424 0. Dimana tg x = Tangen x D = Diameter terbesar d = Diameter terkecil l = Jarak yang ditentukan Setelah diketahui tangen x.869 0.158 0.509 0.140 0.035 1.267 0.383 0.487 0.932 0.176 xo 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tg 0.726 0.

3. Yaitu pada saat akan memulai pembubutan .pahat potong / alur .  Pasang pahat bubut pada tempat pahat. seperti kekerasan bahan. bentuklah pahat tersebut sesuai dengan sudut yang dibutuhkan.pahat kasar kanan . Apabila pahatnya belum tersedia. bentuk. bila sampai pada akhir ulir.pahat kasar kiri . yaitu : o + Ulir metrik dengan sudut 60 o + Ulir whit worth ( WW ) dengan sudut 55 Maka pasanglah pahat bubut dengan sudut yang sesuai. langsung handle otomatis dijalankan. antara lain : .  Setiap memulai pembubutan harus menggunakan lonceng. Cara Membubut Ulir Cara membubut ulir segitiga adalah sebagai berikut :  Ulir segitiga ada 2 macam. maka pahat bubut dibuat sedemikian rupa sehingga masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri.pahat halus . dan jenis benda kerja.pahat permukaan kiri . handle otomatis dilepas. jarum dengan angka yang ditentukan harus tepat bertemu.pahat permukaan kanan . Atur kedudukan alas putar sehingga o membentuk sudut 90 dengan garis sumbu spindel. Bentuk-bentuk Pahat Agar sesuai dengan penggunaannya.2. Hal ini dikerjakan berulang-ulang.

sudut pisau bubut untuk beberapa logam Bahan V W S Alumunium o o o o o 8 30 .sudut potong sisi ( 45 – 60 ) o o .sudut baji ( 30 – 82 ) o o .sudut jalan bebas ( 8 – 15 ) o o .50 32 – 52 Perunggu o o o o o 10 – 15 40 15 – 40 Kuningan o o o o o 12 – 15 50 25 – 28 . Sudut-sudut geometris tersebut terdiri dari : o o .Agar menghasilkan kemampuan penatalan yang baik. maka pahat bubut memiliki sudut-sudut geometris. Di bawah ini adalah daftar sudut-sudut pahat bubut untuk beberapa logam : Sudut.sudut siduk ( 10 – 52 ) Bentuk pahat untuk benda kerja dengan bahan yang lebih keras akan berlainan dengan bentuk pahat untuk benda kerja dengan bahan yang lebih lunak.

Dan makin lunak benda kerja atau makin kecil diameternya. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC) . Mesin Bubut Konvensional 4. kecepatan spindle makin tinggi. Mesin Bubut Khusus 3. Jenis-jenis Mesin Bubut Ada beberapa jenis-jenis mesin bubut antara lain: 1. dapat dilihat di bawah ini : Bahan Pengerjaan kasar Menghaluskan Baja (mild steel) 30 40 Baja tuang 20 30 Baja paduan 15 25 Kuningan perunggu 50 70 Tembaga 30 40 Alumunium 70 100 Plastik 80 120 5. Untuk menghitung kecepatan spindel dapat menggunakan rumus sebagai berikut : N Dimana : N = kecepatan spindle dalam rpm s = kecepatan potong D = diameter benda kerja0 Daftar kecepatan potong untuk masing-masing bahan. Kecepatan Spindel Kecepatan spindel harus disesuaikan dengan kekerasan dari benda kerja yang akan dibubut. kecepatan spindle makin rendah.2 Baja sampai 60 kg / mm 2 Baja 60 kg / mm ke atas Besi tuang Pahat ulir 8 8 6 8 o o o o 62 68 74 82 o o o o 20 14 10 - o o o 4. Mesin Bubut Universal 2. makin keras benda kerja atau makin besar diameternya. Yaitu.

........................................................................... b................................................................................................................. 6)………………………………….............. 8)………………………………… 1 Alat bantu pada mesin bubut Cekam a............... Fungsi..................................... 2)..... Komponen-komponen mesin bubut 1)....... b...................... 3 Poros transportir a.... Prinsip kerja....... Fungsi.................................. 2........................ 1..... ………………………………… ………………………………… .................................... Fungsi..... 2 Poros pembawa a...LEMBAR KERJA Program Keahlian Mata Diklat Standar Kompetensi Kompetensi Dasar NO : Teknik Pemesinan Kelas: XI_TMP : Kompetensi Kejuruan (Mesin Bubut) : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Pengoperasian Mesin Bubut Fungsi Gambar Komponen ALAT BANTU MESIN BUBUT 1 Gambar mesin bubut a............... 4)....................... 5).. ..... Dipasang pada..... Letaknya di........................................ b................ 7)………………………………….............. ................................. 3).............

............... Dipasang pada.............................................. Fungsi............................................................. ............................................................................... 6 Eretan memanjang a.................................................................. 4 Penyangga a....... 5 Eretan melintang a............................ b................................. b............ . .... Dipasang pada....... Terletak di….... Letaknya di …………… ... ....................... ............................................. Terletak di…............................... 7 Kepala lepas a.. Fungsi.................................................................... Fungsi...................... b.b.................... ......... b................ Fungsi.......................... ...........

SOAL 1. Berapa berat geram yang terjadi NILAI AKHIR = 30+30+40 = 100 . 3. berdiameter awal 75 cm akan dibubut hingga diameternya menjadi 50 cm. agar benda itu center untuk dilakuakan pengeboran? (bobot 30) Sebutkan sifat-sifat baja potong cepat (HSS)? (bobot 30) Sebuah poros terbuat dari besi (Wrought Iron) dengan ρ=7000 kg/cm 3.Tentukan: ( bobot 40) a. b.2 mm/putaran. Berapa putaran memesin yang diijinkan. Bila mesin bubut mempunyai kecepatan potong 60 cm/menit. Jelaskan bagaimana cara pemasangan cara benda kerja berbentuk kotak pada mesin bubut. 2. panjang poros 2000 mm dan umpan 2 mm juga dalamnya pemotongan 0.

5% dengan tambahan Vanadium.7 = 1.2 mm/putaran Ditanya : Jawab: a. hanya saja pencekam dengan chuck yang digunakan adalah four jaw chuck (cekam rahang 4).KUNCI JAWABAN 1.7 kg/m = (4. MRR =? b. berat geram yang terbentuk adalah: (volume benda sebelum di bubut – volume benda setelah di bubut) x ρ = [(3.6 m/menit Panjang poros = 2000 mm = 2 m Umpan = 2 mm = 0. Wolfram & Chrom 5. Sifat-sifat HSS (baja potong panjang) adalah : o Tahan aus yang cukup baik hingga suhu 650° C o Ulet atau kekerasan relative tinggi o Mengandung Fe=18%.5 m V = 60 cm/menit = 0. N=? b).255mm / rev πxD0 3.14 x 0.14 x 0.002 m Dalam pemotongan = 0.14 x 750 a). dan Kobalt 3. 2.75m x 2m) – (3.14) x 0.099 kg 3 .71 – 3.5m x 2m)] x 0. Molibdenum. N = V 600 = = 0.75 m D1 = 50 cm = 0. Cara pemasangan sama dengan pemasangan benda berbentuk silindris. Diket : Do = 75 cm = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful