Senin, 29 Juni 2009

Contoh Proposal Skripsi Manajemen Keuangan "Analisis Kinerja Keuangan Pada PT. Kimia Farma (Persero). Tbk"

PROPOSAL SKRIPSI

”ANALISIS

KINERJA KEUANGAN PADA PT. KIMIA FARMA (PERSERO). TBK”

OLEH: ADITYA RIEZKAN WAHDINE

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

TAHUN 2009

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai salah satu negara sedang berkembang dituntut untuk senantiasa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui pembinaan pilar ekonomi yang dianggap mampu menopang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Selain Koperasi, Swasta, maka salah satu pilar ekonomi yang dianggap mampu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa setelah bangsa ini terkena imbas dari krisis global pada akhir tahun 2008 menyebabkan perekonomian dunia

mengalami keterpurukan di sektor keuangan. Berbagai bidang usaha yang dengan susah payah dibangun oleh pemerintah kepada perusahaan yang satu persatu mengalami kebangkrutan dan bahkan tidak cukup hanya sampai disitu para karyawan pun menuai dampak lebih parah dengan PHK secara besar-besaran. Dalam kondisi yang semakin terpuruk tersebut, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan pembenahan, meski belum menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, akan tetapi Badan Usaha Milik Negara merupakan salah satu pelaku ekonomi yang diangap mampu dan dapat diandalkan untuk menjadi lokomitif ekonomi Indonesia dalam kompetisi ekonomi Nasional maupun Internasional. Dalam upaya perbaikan ekonomi pasca krisis tersebut, pemerintah pun melakukan kegiatan restrukturisasi yang dilakukan dengan memasukkan - swasta beserta seluruh jaminan kreditnya menjadi milik pemerintah, sehingga dengan demikian 80% aset produktif bangsa Indonesia berada dalam manajemen BUMN.

Penilaian kinerja keuangan swasta umumnya menggunakan anaslisis likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas. Hasil penilaian kinerja keuangan swasta tidak diatur secara baku dengan peraturan pemerintah, sedangkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai kesehatannya dengan menggunakan peraturan yang sudah dibakukan. Penilaian meliputi aspek keuangan, operasional dan administrasi yang diberikan suatu bobot tertentu, meliputi yang bergerak dibidang infrastruktur dan non infrastruktur. Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN berlaku bagi selur BUMN non jasa keuangan maupun BUMN

jasa keuangan kecuali Persero Terbuka dan BUMN yang dibentuk dengan UndangUndang tersendiri. (Arifin, 2003: 91) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaku ekonomi terbesar di Indonesia diharapkan untuk mampu terus tumbuh dan berkembang agar mampu melakukan kompetisi di era yang semakin terbuka. Dengan aset yang begitu besar dan bergerak pada dua jenis BUMN yakni BUMN Infra struktur dan Non Infrastruktur hampir semua bidang ekonomi seperti : Industri dan perdagangan, Kawasan Industri dan Jasa Konstruksi, dan Konsultasi, Perhubungan telekomunikasi dan Pariwisata, pertanian dan perkebunan, pelayanan umum, dan lain-lain. Sehingga dengan demikian kinerja BUMN dianggap sangat berpengaruh terhadap kinerja perekonomian Indonesia pada umumnya. PT. Kimia Farma (Persero). Tbk. Merupakan sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, bergerak dari hulu ke hilir, yaitu : industri, marketing, distribusi, ritel, laboratorium klinik dan klinik kesehatan. Sebagai perusahaan publik sekaligus BUMN, Kimia Farma berkomitment penuh untuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik sebagai suatu kebutuhan sekaligus kewajiban sebagaimana diamanatkan Undang-undang No. 19/2003 tentang BUMN. Dengan dukungan kuat Riset dan Pengembangan, segmen usaha yang dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat tradisional, yodium, kina dan produk-produk turunannya, serta minyak nabati. Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia merupakan tulang punggung dari segmen industri, dimana kelimanya telah mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan

Tbk . (Llyod's. Hasil produksi yang di buat oleh Pabrik Farmasi perusahaan baik produk obatobat kimia. dibagi dalam 6 (enam) lini produksi yaitu etikal. TUV).kimiafarma.co. Kimia Farma. obat bebas. ISO 9002 dan ISO 14001 dari institusi luar negeri. SGS. Tbk adalah sebagai berikut yang tertera di bawah ini : Tabel 1 Ringkasan Laporan Keuangan PT. (Sumber : www. narkotika. Hampir semua kelas terapi diakomodasi oleh produk perusahaan yang terdiri lebih dari 260 item produk dan dipasarkan keseluruh Indonesia serta di ekspor ke beberapa negara melalui jaringan distribusi perseroan atau yang memiliki perjanjian dengan perseroan. generik. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya Kimia Farma berkomitmen untuk memastikan pasokan obat generik yang tetap ke pasar dalam negeri sesuai dengan misi perusahaan.sertifikat ISO 9001.id) Keadaan keuangan PT. lisensi dan bahan baku. Formulasi dan herbal. Kimia Farma.

598.905.142 16.57 4.721 478.982 390.551.186 908.639 497. kenaikan hutang sebesar 22.799.224.149.927. Laba sebelum PPh . Tbk Tahun 2007-2008 KETERANGAN Aktiva Hutang Ekuitas Laba/Rugi Sebelum PPh Badan 2007 1.739.764.256.886.641 2007 1.748. Kimia Farma (Persero).01 4.53 Sumber : Laporan Keuangan PT.57%.469.739. Kimia Farma (Persero).721 478.542.669.95 Sumber : Laporan Keuangan PT.95 22.027.Tahun 2006-2007 KETERANGAN Aktiva Hutang Ekuitas Laba/Rugi Sebelum PPh Badan 2006 1. 2009) PT.027.386.927.386.149.693. Kimia Farma (Persero).856. Tbk pada tahun 2007 .445. ekuitas naik 4.29 67.105.25 4.mengalami kenaikan aktiva sebesar 9. 2008) Tabel 2 Ringkasan Laporan Keuangan PT.261.042 96.570.535 % 9.634.711.469.186 908.95%.551.341 870.598. Tbk (diolah. Kimia Farma.839 947. Tbk (diolah.800 % 4.535 2008 1.155 82.042 21.38 82.711.29%.628.653.

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalh maka rumusan masalah dalam peneltian ini adalah : . PT. Dan juga meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan mengembangkan sistem informasi perusahaan.155 dan tahun 2007 memperoleh laba sebesar Rp. Kimia Farma (Persero).25%. Tahun 2006 PT. PT.927. ekuitas naik 4. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertaik untuk melakukan penelitian mengenai kondisi keuangan PT. Kimia Farma (Persero). Tbk dan bagaiman kinerja keuangan tahun kedepan. 82. 67.628. Sebagai BUMN yang mempunyai tujuan mengembangkan industri kimia dan farmasi dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk yang inovatif dan mengembangkan bisnis pelayanan kesehatan terpadu (health care provider) yang berbasis jaringan distribusi dan jaringan apotek. 2.042.469. KEP-100MBU/2002 mulai berlaku sejak tahun 2002. Laba sebelum PPh Badan mengalami kenaikan sebesar 16.38%. Kimia Farma (Persero). Karena Menteri Badan Usaha Milik Nomor.01%.Badan naik sebesar 21. Selain itu perusahaan juga mempunyai tujuan untuk memperoleh laba.95% dibandingkan tahun 2006. Kimia Farma memperoleh laba sebesar Rp.53% dibandingkan tahun 2007.693. Tbk harus menempuh langkah langkah yang diperlukan sehingga perusahaan dapat memaksimalkan laba. Tbk pada tahun 2008 . kenaikan hutang sebesar 4.mengalami kenaikan aktiva sebesar .

Tbk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002. Kimia Farma (Persero). Kimia Farma (Persero). 3. Tbk ).Bagaimana kinerja keuangan pada PT. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah 1. Kimia Farma (Persero). diharapkan dapat member masukan kepada perusahaan tentang kinerja keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. Tbk berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002. Bagi perusahaan. 4. (PT. .

Kimia Farma (Persero).1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bagi pemrintah atau pihak lain yang berwenang diharapkan dapat memberi masukan untuk pengambilan keputusan dan membuat kebijan yang akan diambil mengenai PT. Oleh karna itu memahami latar belakang penyusunan dan .1. dan Rifka Julianty (2002: 3) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan obyek dari analsis terhadap laporan keuangan. Sedangkan Dwi Prastowo D. Landasan Teori 2. Laporan Keuangan Menurut Munawir (2002: 2) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.2. 3. diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai bagaiman cara menilai tingkat kesehatan BUMN dengan menggunakan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 dan sebagai bahan referensi untuk penelitian yang berikutnya dimasa yang akan datang. Bagi Akademis.1.Tbk sehingga kinerja perusahaan dapat semakin meningkat yang dampaknya akan dirasakan masyarakat.

M. pemerintah. Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca dan laporan laba rugi utnuk menggambarkan sumber penggunaan kas selama periose tertentu dalam sejarah hidup perusahaan (Keown.anajemen juga berkepentingan terhadap informasi yang disajikan pada laporan keuangan. kreditor usaha lainnya. kreditor. kewajiban. Laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk informasi yang menyangkut posisi keuangan. Houston (2001: 78). laporan keuangan melaporkan posisi perusahaan pada suatu waktu tertentu dan operasinya selama beberapa periode yang lalu. Laporan laba rugi menggambarkan pendapatan bersigh dari kegiatan operasi perusahaan selam periode tertentu. dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk periode trertentu. pemasok. 2002 : 5) Ada tiga laporan keuangan dasar yang bias digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan yaitu neraca. masyarakat. karyawan. (Prastowo. pelanggan. Juliaty. kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Brigham dan Joel F. Menurut Eugne F. laporan laba rugi da laporan arus kas. dan para pemengang saham. 2001 : 107) .penyajian laporan keuangan merupakan langkah yang sangat penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri. Pemakai laporan keuangan meliputi berbagai macam pihak seperti investor dan calon investor. Akan tetapi riil dari laporan keuangan adalah fakta bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk membantu memprediksi laba dan dividen masa depan. Neraca memberikan gambaran mengenai aktiva.

Dua jenis laporan keuangan yang dibuat umumnya oleh setiap perusahaan adalah neraca dan laporan laba rugi (biasanya deilengkapi dengan laporan perubahan modal). arus kas. Sedangkan laporan keuangan adalah neraca.Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. maka analis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan mejadi unit informas yang lebih kecil dan melihat hubungannya bersifat signifikan atau mempunyai makna . akan tetapi keduanya mempunyai hubungan yan erat dan saling terkait. Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai kemampuan (potensi) perusahaan dalam menghasilakn laba (kinerja) selama periode tertentu. laporan perubahan posisi keuangan. dan dana. Dengan menggabungkan dua pengertian ini.ateri penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. catatan dan laporan lain serta m. laporan laba. Neraca adalah laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan (aktiva. serta merupakan suatu siklus. kewajiban. Analsis Laporan Keuangan Sofyan Syafri Harahap (1998: 189) berpendapat bahwa analisis laporan keuangan dijelaskan melalui arti masing-masing kata.1. 2002 : 16) 2. laporan laba rugi. Antara laporan neraca dan laporan laba rugi sering dihubungkan dengan suatu laporan yang disebut laporan perubahan modal (laba Ditahan) yang memberikan mengenai perubahan modal (laba ditahan)n selanm periode tertentu.2. (Prasotowo. Julianty. Analisis yaitu menguraikan suatu unit menjadi berbagai unit yang lebih kecil. dan ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. Meskipun neraca dan laporan laba rugi merupakan dua dokumen yang terpisah. termasuk juga skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan.

2002 : 54) Metode anasisli vertical adalah metode analiss yang dilakukan denga cara menganaslisi laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu. Analisis vertical.antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat. Disebut analisis horizontal karena nalais ini membandingkan pos yang sama untuk periode berbeda. Teknik analsis yang termasuk pada metode ini antara lain analsis perbandingan. yaitu analsis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberpa peride sehinggga dapat diketahui perkembangannya. Munawir (2002: 36) ada dua metode analisis yang dapat digunakan yaitu : 1. Metode analsis horizontal adalah metode analsis yang dilakukan dengan cara membadingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode) sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Julianty. yaitu dengan cara membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut sehuingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada periode itu saja. yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya pada laporan keuangan . analisis sumber dan penggunaan dana. 2. analiss trend (index). Menurut S. analisis perubahan laba kotor. dilakukan apabila laporan keuangan yang dianalsis hanya meliputi satu periode. (Prastowo. Anaslis horizontal.

Dengan menganalsis prestasi keuangan.3. analisis laporan keuangan digunakan untuk membantu mengantisipasi kondisi masa depan sebagai titik awal utnuk perencanaan tindakan yang akan mempengaruhi peristiwa dimasa depan.1. Analisis Kinerja Keuangan BUMN Sesuai KEPMEN BUMN Nomor: KEP100/MBU/2002 Pasal 2 keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002: penilaian tingkat kesehatan BUMN berlaku bagi seluruh BUMN non jasa keuangan maupun maupun BUMN jasa keuangan kecuali persero terbuka dan . (Prastowo. analsis laporan keuangan digunakan untuk memprediksi masa depan. seorang analis keuangan akan dapat menilai apakah manajer keuangan dapat merencanakan dan mengimplementasikan ke dalam setiap tindakan secara konsisten dengan tujuan memaksimjumkan kemakmuran pemegang saham. Disamping itu. (Sartono. Julianty. 2001 : 114) Dari sudut pandang investor. Houston. 2001 : 114) 2. Teknuik nalsis yang termasuk pada klasifikasi metode ini antara lain analsis prosentase per komponen (Common Size). Sedangkan bagi calon investor untuk memproyeksikan prospek perusahaan di masa depan. (Brigham. Sedangkan dari sudut pandang manajemen. analisis rasio dan analisis impas. analisis semacam ini juga dapat dipergunakan oleh pihak lain seperti bank. untuk menilai cukup beralasan (layak) untuk memberikan tambahan dana atau kredit. 2002 : 55) Analisis keuangan akan membantu dalam menilai prestasi manajemen dimasa lalu dan prosepeknya dimasa depan.yang sama untuk tahun (periode) yang sama.

yang terdiri dari : CCC apabila 20 <> CC apabila 10 <> C apabila TS <> . Pasal 3 keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002: tingkat kesehatan BUMN diglongkan menjadi: 1. yang terdiri dari: AAA apabila skor (TS) lebih besar 95 AA apabila 80 <> A apabila 65 <> 2. asuransi. Kurang sehat. Sehat. Tidak sehat.BUMN yang dibentuk dengan undang-undang tersendiri. jasa pembiayaan dan jasa penjaminan. yang terdiri dari : BBB apabila 50 <> BB apabila 40 <> B apabila 30 <> 3. BUMN non jasa keuangan adalah BUMN yang bergerak dalam bidang usaha perbankan.

yang bidang usahanya meliputi: 1. lapangan terbang dan bandara. Bendungan dan irigasi BUMN non infrastruktur adalah BUMN yang bidang usahanya selain bidang usaha tersebut diatas. Pasal 5 Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002: BUMN infrastruktur adalah BUMN yang kegiatannya menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat luas. 4. 3. dermaga pelabuhan laut atau danau. aspek opersional. Pembagnkitan.Aspek dan bobot nilai yang digunakan dalam penilaian tingkat kesehatan BUMN yaitu aspek keuangan. Pasal 9 keputusan MEnteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP1--/MBU/2002: BUMN wajib menerapkan penilain tingkat kesehatan berdasarkan . Pengadaan dan atau pengoperasian sarana pendukung pelayanan andkutan barang atau penumpang baik laut. udara. dan aspek administrasi. Jalan dan jembatan tol. transmisis atau pendistribusian tenaga listrik. atau kereta api. Pasal 4 keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP100/MBU/2002: Penilaian tingkat kesehatan BUMN yang bergerak dibidang non jasa keuangan dibedakan antara BUMN yang bergerak dalam bidang infrastruktur selanjutnya disebut BUMN infrastruktur dan BUMN yang bergerak dalam bidang non infrastruktur dan BUMN yang bergerak dala bidang non infrastruktur yang seklanjutnya disebut BUMN non infrastruktur. 2.

keputusan ini kepada anak perusahaan BUMN sesuai dengan bidang usaha anak BUMN yang bersangkutan. Imbalan kepada pemengan saham atau Return on Equity (ROE) ROE = Laba Setelah Pajak X 100% Modal Sendiri Keterangan 1. non produktif. Laba setelah pajak adalah laba setalah pajak dikurangi dengan laba hasil penjualan dan aktiva tetap. Indikator yang dinilai dan bobot dapat dinilai dibawah ini : 1. Modal sendiri adalah seluruh komponen modal sendiri dalam neraca perusahaan pada posisi akhir tahun buku dikurangi dengan komponen modal sendiri yang digunakan untuk membiayai aktiva tetap dalam pelaksanaan dan laba tahun berjalan. 2. . Aktiva tetap dalam pelaksanaan adalah posisis akhir tahun buku aktiva tetap yang sedang dalam pelaksanaan. dan lain-lain serta saham penyertaan langsung.

Capital Employed = Total aktiva – Aktiva dalam kontruksi atau pelaksanaan. Imbalan Investasi atau Return on Invesment (ROI) dihitung dengan rumus EBIT + Penyusutan ROI = Capital Employed X 100% Keterangan 1. aktiva lain-lain. 3. Setelah ROI dihitung selanjutnya diberi nilai skor. Penyusutan adalah depresiasi. amortisasi dan deplasi. 2. EBIT adalah laba sebelum bunga dan pajak dikurangi laba dari ahsil penjualan dari: aktiva tetap.Setelah ROE dihitung. dan saham penyertaan langsung. 2. selanjutnya diberi nilai skor. Rasio kas atau cash ratio dihitung dengan rumus Cash Ratio = Kas + Bank + Surat berharga jangka pendek X 100% Kewajiban Lancar Keterangan: . 3. aktiva non produktif.

dan Surat Berharga Jangka Pendek adalah posisi masing-masing pada akhir tahun buku. Current Ratio atau rasio lancer dihitung dengan rumus sebagai berikut: Aktiva Lancar Current Ratio = Kewajiban Lancar X 100% Keterangan: 1. Kewajiban lancer adalah posisi total kewajiban lancer pada akhir tahun buku.1. 4. Kas. Selanjutnya hasil Current Ratio diberi nilai skor sebagai berikut: 5. Setelah dihitung selanjutnya diberi nilai skor. Collection Periods (CP) dihitung dengan rumus berikut: Total Piutang Usaha Collection Periods = Total Pendapatan Usaha X 365 hari Keterangan: . Bank. Aktiva lancar adalah posisi total aktiva lancer pada akhir tahun buku 2. 2. Kewajiban Lancar adalah posisi seluruh kewajiban lancer pada akhir tahun buku.

Perputaran Persediaan (PP) atau inventory Turnover dengaqn rumus sebagai berikut : Total Persediaan PP = Total Pendapatan Usaha X 365 hari Keterangan : 1. Total Pendapatan Usaha adalah total pendapatan usaha dalam tahun buku yang bersangkutan. Total Piutang Usaha adalah posisi piutang usaha setelah dikurangi cadangan penyisihan piutang pada akhir tahun buku. 2. 7. dan persediaan barang jadi ditambah persediaan peralatan dari suku cadang. Total Persediaan adalah seluruh persediaan yang digunakan untuk proses produksi pada akhir tahun buku yang terdiri dari persediaan bahan baku. Selanjutnya hasil Collection Periods diberi nilai skor. persediaan barang setenganh jasi. 2. Total Pendapatan Usaha adalah jumlah pendapatan usaha selama satu tahun buku. Selanjutnya hasil Perputaran Persediaan diberi nilai skor. Perputaran Total Aset atau Total Aset Turnover (TATO) dihitung dengan rumus berikut : .1. 6.

2. 8. Selanjutnya hasil Total Aset Turnover (TATO) diberi nilai skor. Rasio total modal sendiri terhadap total asset. . Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku total aktiva dikurangi aktiva tetap dalam pelaksanaan. Total modal sendiri adalah seluruh komponen modal sendiri pada akhir tahun buku diluar dana-dana yang belum ditetapkan statusnya. TMS (total modal sendiri) terhadap TA (total aser) dihitung dengan rumus sebagai berikut ini : Total Modal Sendiri TMS terhadap TA = Total Asset X 100% Keterangan : 1. Total Pnedapatan adalah total usaha dan non usaha tidak termasuk pendapatan dari hasil penjualan aktiva tetap.Total Peendapatan TATO = Capital Employed X 100% Keterangan : 1.

yang disebabkan adanya peningkatan pada ROE.5 digolongkan menjadi kurang sehat (BB). dan TATO. Hasil penelitian menunjukan pada tahun 2001 mengalami peningkatan dari kurang sehat atau predikat BBB (dengan skor 54) pada tahun 2000 menjadi sehat atau predikat A (dengan skor 76). 2. Tahun 2004 mengalami penurunan menjadi 28.5 digolongkan menjadi kurang sehat (BB). Perbedaannya adalah objek penelitian dan tahun penelitian. Aay Muhaimin (2006): Analisa tingkat Kesehatan dari Aspek Keuangan Pada PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Cabang Banjarmasin. Heny Rosana (2005): Analisis Kinerja Keuangan Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Banjarmasin. Penelititan Terdahulu 1. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah analisis dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 pada aspek keuangan. Pada tahun 2003 mengalami kenaikan skor menjadi 42. 2. ROI.5 digolongkan menjadi kurang sehat (BBB).2. Penelitian dilakukan selama lima tahun dari tahun 2002004.2. Pada tahun 2002 kinerja keuangan tidak mengalami perubahan dibandingkan 2001 yaitu sehat atau predikat A (dengan . Total asset adalah asset dikurangi degnan dana-danan yang belum ditetapkan statusnya pada posisi akhir tahun buku bersangkutan. Hasil penelitian menunjukan tingkat kesehatan pada aspek keuangan PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Banjarmasin dati tahun 2002-2004. Pada tahun 2002 skor diperoleh 32.

yang disebabkan adanya penurunan ROE. Pada tahun 2003 kinerja keuangan mengalami penurunan menjadi sehat atau predikat BBB (dengan skor 55). Sedangkan tahun 2004 kinerja keuangan kembali mengalami peningkatan menjadi sehat atau predikat AA (dengan skor 43. 3. Tbk. 2007. Untuk mendapatkan data keuangan tahun 2006. Collection Period. Kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Bagan 1 Kerangka Pikir . Hasil dari perhitungan akan menunjukan tingkat kesehatan dinilai dari aspek keuangan. 2008 (laba/rugi) dengan menggunakan metode trend. yang disebakan adanya peningkatan pada ROE. Kimia Farma (Persero).5). Kemudian dihitung kinerja keuangan dari tahun 2006-2008 dengan menggunakan delapan indicator sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002.skor 74). dan TATO. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan adalah analisis dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 pada aspek keuangan. Kerangka Pikir Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan laporan keuangan PT. Perbedaannya adalah objek penelitian dan tahun penelitian serta penelititan ini menganalisis kinerja keuangan untuk trend kedepan. ROI.

Tbk yang beralamat Jl. .PT. 9 Jakarta. Tbk Laporan Keuangan Tahun 2006-2008 Analisis Rasio (8 Indikator) Tahun 2006-2008 Analisis Kinerja Tahun 2006-2008 Bedasarkan KEPMEN BUMN No. KEP-100/MBU/2002 BAB III METODE PENELITIAN 3. Kimia Farma (Persero). Kimia Farma (Persero). Periode penelitian dari tahun 2006-2008 dan penelitian ini adalah penelitian deskriptif.1. Veteran No. Gambaran Umum Objek Penelitian Objek dari penelitian adalah PT.

serta minyak nabati. Lima fasilitas produksi yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia merupakan tulang punggung dari segmen industri.3. Dengan dukungan kuat Riset & Pengembangan. . perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur. yodium. kina dan produk-produk turunannya. Berbekal tradisi industri yang panjang selama lebih dari 187 tahun dan nama yang identik dengan mutu. Kimia Farma Trading & Distribution sangat berperan penting dalam upaya peningkatan penjualan produk-produk Kimia Farma. ketika NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Sejak tanggal 4 Juli 2001 Kimia Farma tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. segmen usaha yang dikelola oleh perusahaan induk ini memproduksi obat jadi dan obat tradisional. pada tahun 1958 pemerintah melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah menjadi Perseroan Terbatas.. hari ini Kimia Farma telah berkembang menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan utama di Indonesia yang kian memainkan peranan penting dalam pengembangan dan pembangunan bangsa dan masyarakat. Cikal bakal perusahaan dapat dirunut balik ke tahun 1917. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda.1. didirikan. menjadi PT Kimia Farma (Persero). Unit Distribusi yang direpresentasikan oleh PT.1 Sejarah Perusahaan Kimia Farma merupakan pioner dalam industri farmasi Indonesia.

dalam upaya meningkatkan kontribusi penjualan untuk memperbesar penjualan konsolidasi PT. Korea Selatan. Kimia Farma juga telah melakukan ekspansi bisnisnya tidak hanya di tingkat nasional tapi juga mulai memasuki tingkat perdagangan internasional. Uni . Pakistan. Produk Jadi dan Kosmetik telah dipasarkan ke Yemen. Taiwan and New Zealand. Menangkap peluang dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya arti Kesehatan. Jepang. Sudan. pembentukan unit usaha baru ini terutama ditujukan untuk memberikan layanan pemeriksaan Laboratorium Klinik dan Pemeriksaan Mikrobiologi Industri. Produk-produk Kimia Farma yang mencakup produk obat jadi dan sediaan farmasi serta bahan baku obat seperti Iodine dan Quinine telah memasuki pasar dinegara : Erope. Layanan yang diberikan.PT. adalah anak perusahaan yang dibentuk oleh Kimia Farma untuk mengelola Apotek-apotek milik perusahaan yang ada. India. Kimia Farma Apotek. Demikian juga untuk produk-produk herbal yang berasal dari bahan alami juga telah dipersiapkan proses registrasinya untuk memasuki pasar baru seperti : Filipina. Kimia Farma Tbk. Singapura. Myanmar. Vietnam. Malaysia. and Papua New Guinea. yaitu : • • • • • Pemeriksaan Atas Permintaan Sendiri (APS) Pemeriksaan Atas Permintaan Dokter(APD) Medical Check Up Pemeriksaan Mikrobiologi Industri Pemeriksaan Rujukan PT.

Oman. Data kuantitatif.2. Jenis Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Isu tentang akan mergernya Kimia Farma dengan BUMN Farmasi lainnya sudah dimulai dari tahun 2001. Saat ini sedang dirancang merger antara Kimia Farma dan Indofarma yang diharapkan selesai plaing lambat Quarter I tahun 2010. Adapun sumber data dalam penelititan ini adalah data sekunder. Produk Herbal merupakan target utama korporasi untuk periode mendatang mengingat banyaknya peminat dan pembeli potensial yang telah menunjukkan minat untuk melakukan hubungan bisnis dengan perusahaan. Teknik Pengumpulan Data . seperti sejarah singkat perusahaan dan bidang usaha perusahaan. Namun sampai saat ini merger tersebut belum terealisasi. 3. yaitu data yang tidak dinyatakan dalam bentuk angka. yaitu data yang diperoleh tidak langsung atau melalui perantara (dicatat dan diolah oleh pihak lain) 3. 2. Bahrain and Bangladesh.3. Data kualitatif.Emirat Arab. yaitu laporan keuangan perusahaan (neraca dan laporan laba rugi). yaitu data yang berupa angka-angka yang menunjukan jumlah atau banyaknya sesuatu.

4. yaitu pengumpulan dasar-dasar teori dan penelitian terdahulu. . 3. 3. 5.4. Current Ratio atau rasio lancer adalah kas lancer dibagi dengan kewajiban lancer dikali seratus persen untuk tahun 2006-2008. Cash Ratio atau rasio kas adalah hasil dari kas ditambah bank ditambah surat berharga jangka pendek dibagi dengan kewajiban lancer dikali seratus persen untuk tahun 2006-2008. 2. Return on Investment (ROI) atau imbalan investasi ROI merupakan hasil pendapatan sebelum bungan dan pajak ditambah penyusutan dibagi capital employed dikali seratus persen untuk tahun 2006-2008. ROE merupakan perbandingan antara laba setelah pajak dibagi dengan modal sendiri. Return on Equity (ROE) atau umbalan kepada pemegang saham merupakan imbalan atau bagian yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegangn sahamnya. serta segala informasi yang berkaitan dengan peneltian yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas. Collection Periods (CP) atau perputaran piutang merupakan total piutang usaha dibagi total pendapatan usaha dikali 365 hari untuk tahun 2006-2008. seperti informasi didapat di internet maupun lainnya.Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam melakukan penelitian ini adalah Penelitian kepustakaan. Definisi Operasional variabel Variabel yang digunakan adalah: 1.

8. Imbalan kepada pemengan saham atau Return on Equity (ROE) ROE = Laba Setelah Pajak X 100% Modal Sendiri 10. Rasio Total Modal sendiri terhadap total asset merupakan total modal sendiri dibagi total aset dikali seratus persen utnuk tahun 2006-2008. 7. Imbalan Investasi atau Return on Invesment (ROI) dihitung dengan rumus EBIT + Penyusutan ROI = Capital Employed X 100% 11.6. Inventory Turnover atau perputaran persediaan adalah total persediaan dibagi total pendapatan usaha dikali 365 hari untuk tahun 2006-2008. Rasio kas atau cash ratio dihitung dengan rumus Cash Ratio Kas + Bank + Surat berharga jangka pendek X 100% .5. Total Asset Turnover (TATO) atau perputaran total asset adalah total pendapatan dibagi dengan capital employed dikali seratus persen untuk tahun 2006-2008. 3. Teknik Analisis Data 9.

= Kewajiban Lancar 12. Perputaran Persediaan (PP) atau inventory Turnover dengaqn rumus sebagai berikut : Total Persediaan PP = Total Pendapatan Usaha X 365 hari . Current Ratio atau rasio lancer dihitung dengan rumus sebagai berikut: Aktiva Lancar Current Ratio = Kewajiban Lancar X 100% 13. Collection Periods (CP) dihitung dengan rumus berikut: Total Piutang Usaha Collection Periods = Total Pendapatan Usaha X 365 hari 14.

yang terdiri dari : .15. Kurang sehat. Rasio total modal sendiri terhadap total asset. Perputaran Total Aset atau Total Aset Turnover (TATO) dihitung dengan rumus berikut : Total Peendapatan TATO = Capital Employed X 100% 16. TMS (total modal sendiri) terhadap TA (total aser) dihitung dengan rumus sebagai berikut ini : Total Modal Sendiri TMS terhadap TA = Total Asset X 100% Tingkat kesehatan BUMN sesuai Pasal 3 keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002: tingkat kesehatan BUMN digolongkan menjadi: 4. Sehat. yang terdiri dari: AAA apabila skor (TS) lebih besar 95 AA apabila 80 <> A apabila 65 <> 5.

2004. Financial Statement Analysis Buku ke-2. Analisa Laporan Keuangan Edisi keempat. Brigham dan Joel F. Salemba Empat • Munawir. Yogyakarta • Harahap. Tidak sehat. S. Wild. 2005.BBB apabila 50 <> BB apabila 40 <> B apabila 30 <> 6. Jakarta: Eralangga • John J. PT Raja Grafindo Persada.2006. 2001. K. Halsey. Liberty. R Subramanyam dam Robert F. Jakarta . Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Manajemen Keuangan Buku ke-1. yang terdiri dari : CCC apabila 20 <> CC apabila 10 <> C apabila TS <> DAFTAR PUSTAKA • Eugene F.Houston.

Alfabeta. Metode Penelitian Bisnis.kimiafarma.id Sugiyono.co.• http//:www.2005. Bandung • .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful