BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Banyak kalangan yang melihat perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan. Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya disorientasi dan perpecahan. Pandangan di atas sungguh wajar dan tidak mengada-ada. Krisis yang dialami oleh Indonesia ini menjadi sangat multidimensional yang saling mengait. Krisis ekonomi yang tidak kunjung henti berdampak pada krisis sosial dan politik, yang pada perkembangannya justru menyulitkan upaya pemulihan ekonomi. Konflik horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang terjadi, yang tentu akan melahirkan ancaman disintegrasi bangsa. Apalagi bila melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural

seperti beragamnya suku, budaya daerah, agama, dan berbagai aspek politik lainnya, serta kondisi geografis negara kepulauan yang tersebar. Semua ini mengandung potensi konflik (latent sosial conflict) yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa (Hadi, 2002). Dewasa ini, dampak krisis multidimensional ini telah memperlihatkan tanda-tanda awal munculnya krisis kepercayaan diri (self-confidence) dan rasa hormat diri (self-esteem) sebagai bangsa. Krisis kepercayaan sebagai bangsa dapat berupa keraguan terhadap kemampuan diri sebagai bangsa untuk mengatasi persoalan-persoalan mendasar yang terus-menerus datang, seolah-olah tidak ada habis-habisnya mendera Indonesia. Aspirasi politik untuk merdeka di berbagai daerah, misalnya, adalah salah satu manifestasi wujud krisis kepercayaan diri sebagai satu bangsa. Tantangan bagi setiap negara dalam era globalisasi dimana hampir tidak ada batasan dan tidak ada kendala dalam hal akses teknologi dan informasi menyebabkan bergesernya nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa. Unrestricted information menyebabkan suatu perubahan hampir dalam segala aspek kehidupan sosial dan bernegara, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan sendi-sendi kehidupan yang lainnya.

Pergeseran nilai yang dianut suatu bangsa akan menciptakan suatu perubahan, dan perubahan menjadi mutlak diperlukan atau merupakan suatu keniscayaan bagi setiap bangsa. Yang membedakan suatu bangsa menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang tertinggal/terbelakang adalah bagaimana respon atau sikap bangsa tersebut menghadapi perubahan. Indonesia sebagai bangsa yang besar juga tidak luput menghadapi tantangan serupa. Pergeseran nilai-nilai di kehidupan masyarakat bisa dilihat misalnya pada awal-awal tahun 1998 dimana kebangkitan reformasi dimulai, terlihat, penyampaian aspirasi sering dilakukan di jalanan, anggota dewan yang merupakan

representasi rakyat ketika harus bersidang tidak lagi menjadi “yes man” dalam pengambilan keputusan. Perubahan juga terlihat dalam pemilihan umum, baik pemilihan presiden/wakil presiden atau pemilu kepala daerah. Disinilah pentingnya bagi setiap orang untuk melakukan review kembali arti pentingnya wawasan kebangsaan. B. Perumusan Masalah Bagaimana cara mengaktualisasikan wawasan kebangsaan kedalam sendi kehidupan bernegara, sehingga menjadi bangsa yang mandiri dengan semua potensi yang ada. Apabila krisis yang melanda sampai pada tataran dimana berpotensi untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang miskin, terjajah, dan terbelakang akibat krisis yang berkelanjutan dan menghilangkan kepercayaan diri, maka eksistensi Indonesia sebagai bangsa (nation) sedang dipertaruhkan. Boleh jadi persoalanpersoalan yang kita hadapi saat ini berawal dari kesalahan dalam menghayati dan menerapkan konsep awal “kebangsaan” yang menjadi fondasi ke-Indonesia-an. Kesalahan inilah yang dapat menjerumuskan Indonesia, seperti yang ditakutkan Sukarno, “menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-

bangsa.”Bahkan lebih buruk lagi dari kekuatiran Sukarno, “menjadi bangsa pengemis dan pengemis di antara bangsa-bangsa” (Basari dan Dahm, 1987).

C. Tujuan Perubahan-perubahan yang terjadi di dunia mempengaruhi semua negara, bahkan

pengaruhnya terjadi dalam semua sendi kehidupan baik bernegara atau secara pribadi, seperti dikatakan Darmono (2010) :

Namun bagaimana bangsa tersebut menghadapi perubahan. Manfaat Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini. D. Suatu bangsa akan lebih mudah menghadapi dan mengelola perubahan apabila telah ada pengertian dan pemahaman yang benar dalam wawasan kebangsaannya. Perubahan-perubahan yang terjadi bila tidak disikapi dengan arif akan menimbulkan konflik. Tujuan dari tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pemikiran tentang wawasan kebangsaan yang sangat penting bagi perjalanan hidup bangsa Indonesia ke masa depan. di bidang politik adanya demokratisasi dan HAM serta dibidang Informasi terbentuknya jejaring sosial (social network) yang menafikan batas negara. Seperti dikatakan oleh Yudhoyono (2004) bahwa: Perubahan merupakan suatu keniscayaan bagi setiap bangsa.Globalisasi yang terjadi berpengaruh terhadap aktualisasai wawasan kebangsaan. antara lain: 1. 2. Sarana saling berbagi ilmu dan penguatan idealisme terhadap sesama peserta Diklat Prajabatan Golongan III dalam upaya membangun wawasan kebangsaan. di sanalah letak perbedaan bangsa yang maju dengan bangsa yang terus tertinggal dan terbelakang. Sarana membekali peserta Diklat Prajabatan Golongan III dengan pemahaman yang bermakna untuk ikut serta membina dan memelihara persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara dalam era globalisasi. dibidang ekonomi terbentuknya perdagangan bebas. yang secara perlahan akan mendorong perubahan paradigma „faham negara mengatasi faham perseorangan‟ mengarah pada „faham perseorangan harus eksis dalam faham negara‟. Dan penanganan konflik yang terjadi membutuhkan manajemen yang baik pula. . Sehingga terbentuk new life style dalam kehidupan masyarakat.

.

Konsep Wawasan Kebangsaan 1. ekonomi dan pertahanan keamanan. tinjauan. dan bermartabat serta dijiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan nasional sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan bagi bangsa Indonesia dan bisa ikut dalam setiap kegiatan ketertiban dunia. melalui pengembangan kebudayaan dan peradaban yang sesuai dengan kepribadian nasional dalam rangka ikut berperanserta mewujudkan perdamaian yang abadi bagi dunia dan kemanusiaan.====================================================== ===== BAB II GAMBARAN KEADAAN A. berdaulat. yang bersatu dan berdaulat dalam suatu wilayah negara kesatuan Indonesia. Kebangsaan menurut Utomo dkk (2010: 35) berasal dari bangsa dapat mengandung arti ciri-ciri yang menandai golongan bangsa tertentu dan dapat pula mengandung arti kesadaran diri sebagai warga negara. seperti berikut. sosial budaya. serta mengenai diri dan lingkungan berdasarkan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka. Secara etimologi istilah wawasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989) dalam berarti hasil mewawas. Pengertian Pengertian atau istilah dari wawasan kebangsaan bila dilihat dari bentukan katanya terdiri dari dua kata yaitu “wawasan” dan “kebangsaan”. kebangsaan menunjukkan pengertian kesadaran dan sikap yang memandang dirinya sebagai suatu kelompok bangsa yang sama dengan keterikatan sosio-kultural yang disepakati bersama. pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang. . Keterikatan ini menjadi titik tolak untuk menyepakati tindakan yang akan dilakukan dalam upaya mewujudkan cita-cita bersama. Dengan kata lain. Beberapa ahli telah memberikan definisi tentang wawasan kebangsaan. Hargo (2010) mengemukakan bahwa wawasan kebangsaan adalah usaha dalam rangka meningkatkan nasionalisme dan rasa kebangsaan warga negara sebagai suatu bangsa. Wawasan kebangsaan sangat identik dengan wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan politik.

ingin memartabatkan bangsa dan negaranya (Darmono. ekonomi. bahwa jatuh dan bangunnya sebuah bangsa sangat tergantung kepada konsep wawasan kebangsaan yang mereka anut serta ideologi yang mendukungnya. ideologi. budaya. yang bersatu dan berdaulat dalam suatu wilayah negara kesatuan Indonesia.Wawasan kebangsaan merupakan perspektif. dan pertahanan-keamanan. persepsi. Berbagai penafsiran terhadap wawasan kebangsaan. Sejarah telah membuktikan. ingin menjaga. pemahaman. Semua itu berkaitan dengan konsep sebuah bangsa dalam mensejahterakan rakyatnya. horizon. pada hakikatnya adalah sama. kesatuan sosial budaya. bangsa terhadap eksistensi dan hal-hal yang terkait dengan bangsa dan negaranya. bahwa wawasan kebangsaan adalah cara seseorang atau sekelompok orang melihat keberadaan dirinya yang dikaitkan dengan nilai-nilai dan spirit kebangsaan dalam suatu negara. rasa memiliki. Kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi. 2010). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Utomo. melalui pengembangan kebudayaan dan peradaban yang sesuai dengan kepribadian nasional dalam rangka ikut berperanserta mewujudkan perdamaian yang abadi bagi dunia dan kemanusiaan. pandangan. Permasalahan tersebut terutama dalam di bidang politik. yaitu tentang kesamaan cara pandang ke dalam (inward looking) dan cara pandang ke luar (outward looking) sebuah bangsa terhadap berbagai permasalahannya. dkk (2010: 34). cara pandang warga negara. Wawasan kebangsaan adalah usaha meningkatkan nasionalisme dan rasa kebangsaan suatu bangsa. Dalam dinamika kehidupan berbangsa aktualisasi wawasan kebangsaan akan berwujud pengetahuan warga negara serta rasa cinta. berbangsa dan bernegara. mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. kesatuan politik. Menurut Muladi dan Suyatno (2009). sosial. dan tergantung kepada kemampuannya dalam menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan yang selalu terjadi. 2. Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan . rasa hormat. ingin memajukan. kesatuan ekonomi dan kesatuan pertahanan dan keamanan. wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya.

f. wawasan kebangsaan menegaskan bahwa manusia seutuhnya adalah pribadi atau subyek dari semua usaha pembangunan bangsa. Tanpa itu. bangsa Indonesia dengan gampang terpecah-belah dan tidak akan mampu bertahan dan beradaptasi dengan berhasil dalam zaman yang berubah dengan cepat. Berdasarkan nilai-nilai dasar itu. Bahkan lebih dari itu. sebagai berikut. Wawasan kebangsaan membentuk manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya sebagai obyek dan subyek pembangunan nasional menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan falsafah hidup Pancasila. dan mandiri akan berhasil dengan persatuan dan kesatuan bangsa yang kukuh dan berjaya. b. Demokrasi atau kedaulatan rakyat. merdeka.Nilai-nilai dasar wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa menurut Utomo dkk (2010: 37-39) memiliki enam dimensi manusia yang mendasar. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas. Hal ini juga sekaligus mengungkapkan hormat terhadap solidaritas manusia yang mengakui hak dan kewajiban asasi tanpa diskriminasi atas dasar apapun. d. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia menunjukkan bahwa wawasan kebangsaan menempatkan manusia pada pusat hidup bangsa. Semua usaha pembangunan dalam segala bidang kehidupan berbangsa bertujuan agar masing-masing pribadi bangsa dapat menjalankan hidupnya secara bertanggung jawab demi persatuan dan kesatuan bangsa. maju. Cinta akan tanah air dan bangsa menegaskan nilai sosial yang mendasar. Cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur. wahana kehidupan religius diwujudkan dengan memeluk agama dan menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dilindungi oleh negara dan sewajarnya mewarnai hidup kebangsaan. . Wawasan kebangsaan menempatkan penghargaan tinggi atas nilai-nilai kebersamaan yang melindungi setiap warga dan menyediakan tempat untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. c. Cinta akan tanah air dan bangsa. dan bersatu. e. Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini berarti bahwa dalam persatuan dan kesatuan bangsa masing-masing pribadi harus dihormati. a. Kesetiakawanan sosial. Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang merdeka.

karena tanpa demokrasi. Wawasan kebangsaan Indonesia menegaskan bahwa demokrasi tidak sama dengan soal menang atau kalah. Hal ini bukan saja berbahaya bagi kalangan minoritas dalam bangsa yang bersangkutan. Nasionalisme atau kebangsaan selalu berkaitan erat dengan demokrasi. esensi nasionalisme adalah suatu tekad bersama yang tumbuh dari bawah untuk bersedia hidup sebagai suatu bangsa dalam negara merdeka. yaitu rasa kebangsaan. Setiap orang tentu memiliki rasa kebangsaan dan memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran. atau berbagai bentuk kepicikan pikiran sebagai nasionalisme yang sempit jelas ditolak bangsa Indonesia. dan kelompok-kelompok sosial untuk berkiprah memenuhi kebutuhan secara adil. paham kebangsaan. Fasisme. sekalipun yang belakangan ini juga dimungkinkan. mayoritas atau minoritas. dan kesatuan. Dengan demikian. kebangsaan/nasionalisme adalah paham kebersamaan. Dalam realitas. paling tidak di dalam hati nuraninya. Nazisme. terdapat tiga unsur yang penting dan perlu dipahami. Kesejahteraan sosial boleh disebut kesejahteraan umum yang mencakup keseluruhan lembaga dan usaha dalam kehidupan sosial. Wawasan kebangsaan menegaskan bahwakesejahteraan rakyat lebih utama ketimbang kesejahteraan perorangan atau sekelompok orang. Dalam demokrasi kita segala sesuatu dapat diputuskan dengan cara musyawarah dan tidak mengutamakan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak.Paham kebangsaan dapat bersifat luas dan dapat pula bersifat sempit. Salah satu ciri khas negara demokratis yang membedakannya dari negara yang totaliter adalah toleransi. Kesetiakawanan sosial sebagai nilai-nilai merupakan rumusan lain dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dalam konsep ini tersedia peluang yang cukup bagi setiap orang. keluarga. Unsur Wawasan Kebangsaan Dalam membicarakan wawasan kebangsaan. tetapi juga berbahaya bagi bangsa lain dan kemanusiaan umumnya. rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami. persatuan. Dengan kata lain. 3. Hal yang sama nampak dalam kerukunan hidup beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Namun ada getaran atau resonansi . dan semangat kebangsaan. kebangsaan akan mati bahkan merosot menjadi fasisme/nazisme atau berbagai bentuk isme berpikiran sempit.

dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan memberi dasar keberadaan ( raison d‟entre) bangsa-bangsa di dunia. yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat. serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Menurut Utomo dkk (2010: 39). Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing-masing. serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya. Kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang kuat atau besar.dan pikiran ketika rasa kebangsaan tersentuh. Dengan demikian rasa kebangsaan bukanlah sesuatu yang unik yang hanya ada dalam diri bangsa kita karena hal yang sama juga dialami bangsa-bangsa lain (Hadi. . tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa kekuatannya. Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri. yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya. dan aspirasi perjuangan masa lampau. 2010). yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan. masyarakat dan bangsa terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. sejarah. rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa. manakala kita secara individu maupun kolektif tidak merasa memiliki bangsanya. Rasa kebangsaan sebenarnya merupakan sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat. Sedangkan menurut Hadi (2010). dihormati. rasa kebangsaan adalah suatu perasaan seluruh komponen bangsa terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalananmenuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita-cita bangsa berkembang menjadi wawasan kebangsaan. timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme. Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu bangsa. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu.

Menurut Kartasasmita (1994). sebagai berikut : Pertama. Substansi dari paham kebangsaan adalah pengertian tentang bangsa. Dengan demikian setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan tidak ada diskriminasi diantara warga masyarakat. Paham kebangsaan merupakan pemahaman rakyat dan masyarakat terhadap bangsa dan negara Indonesia yang diploklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. maupun etnis. etnis dan agama. Bangsa ini lahir dari buah persatuan bangsa yang solid dan kesediaan saling berkorban dalam waktu yang panjang dari para pendahulu kita. budaya. Atas “Rahmat Allah Yang Maha Kuasa” pada tanggal 17 Agustus 1945. Warga negara Indonesia bukan saja orang-orang bangsa Indonesia asli. etnis maupun golongan. Pemahaman tersebut harus sama pada setiap anak bangsa meskipun berbeda dalam latar belakang pendidikan. kuat dan terhormat. Dengan benturan budaya dan kemudian bermetamorfosa dalam campuran budaya dan sintesanya. agama. hanya karena perbedaan suku. melainkan didasarkan pada persamaan nasib untuk menjadi suatu bangsa yang besar. . pengalaman serta jabatan. bagaimana pun konsep kebangsaan itu dinamis adanya. Dalam kedinamisannya. meliputi apa bangsa itu dan bagaimana mewujudkan masa depannya. antar-pandangan kebangsaan dari suatu bangsa dengan bangsa lainnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Bangsa Indonesia lahir tidak didasarkan sentimen atau semangat primordialisme agama. keturunan Belanda dan keturunan Arab yang bertempat tinggal di Indonesia dan mengaku Indonesia sebagai tanah airnya serta bersikap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah disahkan sesuai dengan undang-undang. yang terdiri dari bermacam-macam suku. melainkan termasuk bangsa lain seperti keturunan Tionghoa. kiranya bentrokan-bentrokan antar anak bangsa tidak perlu terjadi. termasuk upaya pembelaan negara. Apabila setiap warga negara konsisten dengan kesepakatan bersama yang dihasilkan oleh para pendahulu kita itu. Setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum dan pemerintah. maka derajat kebangsaan suatu bangsa menjadi dinamis dan tumbuh kuat dan kemudian terkristalisasi dalam paham kebangsaan. bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia lahirlah sebuah bangsa yaitu “bangsa Indonesia”. Barangkali masih belum banyak diantara kita yang mengerti tentang “paham kebangsaan”. Uraian rinci tentang paham kebangsaan Indonesia.

pemerintah. Keberhasilan pembangunan nasional tidak semata-mata tidak menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Pada umumnya keberhasilan suatu negara dalammencapai tujuannya ditentukan lima komponen bangsa. ekonom (pengusaha) dan angkatan bersenjata. bersatu. dan berbeda dalam satu lingkungan masyarakat dengan lingkungan lainnya. Berbicara semangat kebangsaan. kita tidak boleh lepas dari sejarah bangsa. berdaulat. Sedangkan yang bersifat nonfisik diarahkan kepada pembangunan watak dan karakter bangsa yang mengarah kepada warga negara yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha esa dengan mengedepankan sifat kejujuran. Untuk mewujudkan masa depan bangsa Indonesia menuju ke masyarakat yang adil dan makmur. dimana semangat kebangsaan diwujudkan dalam semboyan “Merdeka atau Mati”. Paham kebangsaan berkembang dari waktu ke waktu. Semangat kebangsaan atau yang biasa disebut dengan nasionalisme merupakan perpaduan atau sinergi dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan yang terpancar dari kualitas dan ketangguhan bangsa tersebut dalam menghadapi berbagai ancaman. antara lain: agamawan. kebenaran dan keadilan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Dalam sejarah bangsa-bangsa terlihat banyak paham yang melandaskan diri pada kebangsaan.Kedua. Paham kebangsaan merupakan pemahaman rakyat dan masyarakat terhadap bangsa dan negara Indonesia. pemerintah telah melakukan upaya-upaya melalui program pembangunan nasional baik fisik maupun non fisik. Uraian tersebut adalah tujuan akhir bangsa Indonesia yaitu mewujudkan sebuah masyarakat yang adil dan makmur. dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Dari semangat kebangsaan akan mengalir rasa kesetiakawanan sosial. Semangat kebangsaan . Sasaran pembangunan yang bersifat fisik ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. semangat rela berkorban. antara lain Peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya dan Peristiwa 15 Desember 1945 di Ambarawa. cendekiawan. adil dan makmur. tetapi partisipasi semua komponen bangsa. bagaimana mewujudkan masa depan bangsa ? Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah mengamanatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah mengantarkan rakyat Indonesia menuju suatu negara yang merdeka. Lebih jauh Utomo dkk (2010: 40) menekankan bahwa substansi paham kebangsaan adalah pengertian tentang bangsa dan cara mewujudkan masa depannya.

semangat rela berkorban dan dapat menumbuhkan jiwa patriotisme. Semangat kebangsaan diharapkan mampu ditransformasikan kepada masyarakat sebagai perekat kesatuan.merupakan motivasi untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila sebagai dasar negaranya. Secara jujur kita akui bahwa pada saat sekarang kondisi jiwa semangat berkorban bangsa Indonesia sudah mengalami erosi. kekhawatiran akan terjadinya ancaman terhadap keutuhan dan kesatuan bangsa akan dapat dielakkan. bukan hanya pada saat perjuangan kemerdekaan saja. Dari semangat kebangsaan akan mengalir rasa kesetiakawanan sosial. Ketiga. disamping memiliki semangat rela berkorban. Ketiga hal tersebut satu sama lain berkaitan dan saling mempengaruhi. mengandung makna adanya rasa satu nasib dan sepenanggungan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua sepakat bahwa semangat rela berkorban tersebut. Kesetiakawanan sosial. Pertama. Yang ada sekarang adalah rela mengorbankan orang banyak demi terwujudnya kepentingan pribadi. jiwa patriotik. semangat rela berkorban. Sebagai bangsa besar sepatutnya kita semua wajib menghormati para pahlawan pejuang kemerdekaan. Kedua. Motivasi tersebut bagi rakyat Indonesia harus dibentuk. . Hadirnya rasa kepedulian terhadap sesama anak bangsa bagi mereka yang mengalami kesulitan akan mewujudkan suatu rasa kebersamaan sesama bangsa. Sudah banyak korban para Kusuma Bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan tersebut. dipelihara. kelompok maupun golongannya. manakala orang tersebut tahu untuk apa mereka berkorban. Jiwa patriotik akan melekat pada diri seseorang. tetapi sekarang juga kita masih mendambakan adanya kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dalam pembangunan. juga harus di dukung dengan jiwa patriotik yang tinggi. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi. lepas dari penjajahan. Kita sadar betul bahwa kondisi bangsa yang pluralisme atau kebhinekaan memerlukan suatu pengelolaan yang baik. kesediaan untuk berkorban demi kepentingan yang lebih besar atau demi negara dan bangsa telah mengantarkan bangsa Indonesia untuk merdeka. sehingga tidak menjadi ancaman bagi keutuhan dan kesatuan bangsa. rasa kesetiakawanan sosial akan mempertebal semangat kebangsaan suatu bangsa. Bagi bangsa yang ingin maju dalam mencapai tujuannya. dan dimantapkan sehingga memiliki semangat rela berkorban bagi NKRI.

menghempas Bangsa Indonesia pada jurang ketidakberdayaan. kondisi faktual diantaranya klaim Malaysia terhadap blok Ambalat di Kalimantan Timur. Meningkatnya semangat sempit primordialisme.B. kondisi keterpurukan akibat krisis multi dimensi yang belum sepenuhnya pulih. Penurunan rasa nasionalisme dan patriotisme disinyalir Letkol. Masih ada kemungkinan ancaman lain dari luar yang dapat merugikan Indonesia dalam upaya mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. serta semakin maraknya praktek-praktek Kolusi-Korupsi-Nepotisme. dengan mengesampingkan kepentingan negara”. penghayatan dan degradasi aktualisasi wawasan kebangsaan. gelombang besar globalisasi. Indikasi itu nampak dengan mementingkan kelompok. yaitu adanya fenomena yang secara jelas mengindikasikan sebagai bentuk kemerosotan moral. yang merupakan Dandim 0714 Salatiga dalam acara sosialisasi wawasan kebangsaan pada 15 Juli 2008 sebagai “Kondisi bangsa secara keseluruhan saat ini terdapat penurunan nasionalisme dan rasa memiliki bangsa. termasuk menebalnya ego kedaerahan seiring penerapan otonomi daerah serta meningkatnya ancaman separatisme. . Bukti nyata yang sudah terjadi adalah lepasnya Timor Timur dari pangkuan ibu pertiwi dan klaim pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia. Nusa Tenggara Timur berada di posisi gerbang Selatan kawasan Asia Pasifik dan secara teritori berdekatan dengan negara Timor Leste dan negara Australia bagian Utara. klaim batas wilayah laut oleh Singapura dan batas-batas negara Indonesia di daratan pulau Kalimantan. Selain hal tersebut di atas. Sedangkan di dalam negeri sendiri masih ada isu disintegrasi bangsa yang dilakukan oleh kelompoktertentu seperti diwilayah propinsi Irian jaya (Papua) yang mengarah kepada konflik vertikal dan kerusuhan sosial yang terjadi di beberapa daerah yang mengarah kepada konflik horizontal apabila dibiarkan terus berkembang maka dapat mengancam kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa.. Inf. sedangkan bukti sejarah jelas-jelas menyatakan bahwa pulau Sipadan dan pulau Ligitan adalah bagian dari wilayah Nusantara dan merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Bulungan di Kalimantan Timur. Dwi Wahyu W. Kondisi Saat Ini Salah satu efek buruk dari borderless world di era keterbukaan dan globalisasi dimana tidak ada batasan jelas dalam interaksi sosial dan kehidupan bernegara. pulau Irian Jaya dan pulau Timor. merupakan contoh nyata yang perlu diangkat. dan kehilangan kepercayaan diri serta makin pudarnya jati diri Bangsa.

Kehidupan berbangsa merupakan kehidupan yang dinamis dimana terjadi interaksi yang kompleks antar warga negara atau interaksi bernegara dengan negara lain. sedangkan keanekaragaman ras. Dengan demikian apa yang sudah dirintis oleh nenek moyang bangsa Indonesia dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit perlu dipertahankan dan dilestarikan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam kerangka NKRI dengan sesanti Bhineka Tunggal Ika. Tetapi untuk mencapai tujuan yang demikian itu diperlukan kerja keras dan pemahaman yang benar tentang wawasan kebangsaan.C. sudah waktunya dilakukan suatu rekonstruksi seperti apa wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia masa depan. Wawasan kebangsaan bukanlah sesuatu yang bersifat statis dan tak berubah dari waktu ke waktu. Artinya bahwa secara prinsip. Seperti halnya membangun suatu rumah tangga. Tatakrama dan bersikap didunia internasional tentulah sangat berpengaruh terhadap kehidupan bernegara. agama dan bahasa daerah merupakan khasanah budaya merupakan unsur pemersatu bangsa yang sangat dinamis. suku. Globalisasi tidak perlu kita takuti. Indonesia berlandaskan pada Pancasila sebagai Negara Kesatuan. ada bagian yang tidak mudah untuk diubah dan ada bagian yang relatif mudah berubah (Yudhoyono. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila semestinya tetap dilestarikan. Dengan jiwa dan rasa kebangsaan kita yang kuat dan jati diri kita yang kita pegang teguh niscaya Indonesia masa depan adalah Indonesia yang cemerlang. dan kita tidak perlu antipati dengan tatanan global yang begitu dinamis. seperti dikatakan oleh Yudhoyono (2004) bahwa: . 2004). Kondisi yang Diharapkan Dari kondisi saat ini seperti yang sudah digambarkan di atas. Namun bukan berarti juga wawasan kebangsaan tersebut dapat diubah-ubah sekehendaknya. sebaliknya ia bersifat dinamis.

sekolah menengah. . sekolah dasar. Wawasan kebangsaan masyarakat yang tinggi sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia apabila berkaca pada negara-negara maju seperti Amerika. bertahap dan berlanjut secara otomatis. tidak ada korupsi. Apabila hal ini dilakukan maka akan meningkatkan kualitas kebangsaan masyarakat yang tercermin dengan berbagai hal seperti etos kerja. perubahan lingkungan tersebut akan sulit dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemajuan bangsa dan negara. Inggris. Hal ini dapat dilihat bagaimana cara bekerja mereka yang sangat tinggi kinerjanya dibandingkan dengan bangsa Indonesia. Apabila pendidikan kebangsaan dilakukan secara teratur dan berlanjut maka akan nampak hasilnya beberapa tahun mendatang dengan indikasi kinerja bangsa Indonesia yang sejajar dengan bangsa lain seperti adanya transparansi. Upaya meningkatkan wawasan kebangsaan dapat dilakukan melalui pendidikan yang berkelanjutan (Santoso. tidak adanya kolusi. Kemudian dilanjutkan di tempat kerja maupun di lingkungan pemukiman. Tanpa adanyapemahaman wawasan kebangsaan yang benar. korupsi dan nepotisme. semangat kerja. rasa harga diri yang tinggi. kolusi. Mengingat wawasan kebangsaan masyarakat saat ini rendah dengan berbagai indikasi maka perlu upaya peningkatan wawasan kebangsaan masyarakat melalui pendidikan kebangsaan. kekerasan masyarakat dan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. sampai perguruan tinggi. metode dan doktrin yang telah disusun dalam bentuk kurikulum pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak. Korea. Ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan oleh adanya perubahan itu. 2008). Pendidikan wawasan kebangsaan tidak boleh terputus karena akan tidak berlanjutnya kelangsungan sistem. tidak adanya pelanggran hukum. sekolah lanjutan. dan nepotisme. Seperti yang sekarang terjadi masih dapat dilihat di media cetak dan elektronik yang mengemuka dengan adanya kasus-kasus korupsi.Pemahaman wawasan kebangsaan yang benar merupakan syarat keharusan untuk dapat mengelola perubahan agar mampu menghasilkan bangunbangsa dan negara seperti yang kita cita-citakan bersama. Apabila wawasan kebangsaan sudah tinggi maka hal ini akan tidak terjadi karena adanya rasa nasionalisme yang tinggi. dedikasi yang tinggi serta semangat kerja yang tinggi. Perubahan lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi suatu bangsa senantiasamemiliki aspek positif maupun negatif. budaya malu. Apabila hal ini dilakukan maka tidak ada celah-celah kekosongan dalam pendidikan wawasan kebangsaan sehingga pendidikan wawasan kebangsaan selalu dilakukan secara terencana. Singapura maupun Jepang.

di lingkungan kerja. Metode ini perlu pula didukung oleh sarana dan prasarasana yang memadai. mengatur kegiatan dalam pendidikan kebangsaan serta mengawasi jalannya pendidikan kebangsaan masyarakat. pengorganisasian dalam pendidikan kebangsaan. Dengan metode ini maka diharapkan masyarakat akan mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi sehingga timbul kesadaran untuk berbangsa dan bernegara yang lebih baik dari sekarang. Hal ini sangat penting agar supaya dipahami oleh bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan. penataran dan pelatihan di masyarakat baik di lingkungan pendidikan. maupun lingkungan pemukiman. Masyarakat sebagai obyek perlu menyiapkan diri dan tidak perlu resistensi terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah karena ini adalah untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia mendatang dalam rangka membentuk nasionalisme dan pembangunan karakter bangsa Indonesia. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan melaksanakan perencanaan pendidikan. .Pemerintah merupakan subyek yang dominan dalam menyelenggarakan pendidikan kebangsaan guna meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat.

.

b. Letak geografis Indonesia yang strategis. Strenght (Kekuatan) a. 2. UUD 1945 merupakan kompas dalam menentukan arah Indonesia di masa depan. seperti termaktup dalam Pembukaan UUD 1945. sumber daya manusia belum optimal. Perjalanan panjang Indonesia dalam meraih kemerdekaan memberikan inspirasi dan semangat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk tidak lagi menjadi bangsa yang terjajah. Perjalanan panjang Indonesia dalam meraih kemerdekaan membentuk karakter bangsa yang tangguh dalam menghadapi dinamika peradaban dunia.====================================================== ===== BAB III ANALISIS SWOT A. Jaminan adanya pemenuhan hak azasi manusia. Weakness (Kelemahan) a. d. kesejahteraan. b. Pengelolaan dan manajemen sumber daya alam. Modalitas sumber daya alam. sumber daya manusia yang sangat melimpah. e. Penegakan hukum belum optimal. d. dan pembangunan belum merata di wilayah Indonesia. . b. Visi Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang adil dan makmur. c. Opportunity (Peluang) a. Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai filosofis yang sangat tinggi dan mendalam yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur dalam bermasyarakat dan bernegara. Analisis Eksternal 1. Analisis Internal 1. Perilaku korup yang sudah mengakar (membudaya). f. Pendidikan. c. B.

yang semuanya itu dapat membahayakan integritas bangsa yang besar ini. mendapatkan pendidikan. kolusi. Pendidikan. bangsa yang saling menghargai. yaitu dengan adanya praktik-praktik korupsi. dan ideologi. Wujud penjajahan yang mungkin biasa terjadi adalah penjajahan budaya. Jaminan adanya pemenuhan hak azasi manusia. 2. Treat (Ancaman) a. kesejahteraan.c. d. menghormati dan bekerjasama serta merupakan „mesin‟ untuk mensinergikan segala sumberdaya yang ada dalam rangka menuju Indonesia masa depan. dan pembangunan yang belum merata di wilayah Indonesia sering kali menjadikan alasan/pemicu terjadinya disintegrasi bangsa. Pancasila sebagai dasar negara merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bagi terpeliharanya bangsa yang besar. e. dan berpendapat serta beragama merupakan modal yang sangat luar biasa dalam membangun sendi berbagnsa dan bernegara. berkumpul. antar suku. Pengelolaan dan manajemen sumber daya alam. sumber daya manusia belum optimal sehingga kesejahteraan rakyat juga belum merata dapat menimbulkan rasa iri antar daerah. dan lain-lain. b. Modalitas sumber daya alam. c. nepotisme dan berkembangnya „aji mumpung‟. sumber daya manusia yang sangat melimpah memberikan peluang lebih besar bila dikelola dengan baik. antar etnis. . Penegakan hukum yang belum optimal dapat menjadikan nilai-nilai kebangsaan luntur. ekonomi. diantaranya adalah Kebebasan untuk berserikat. ======================================================= ==== BAB IV PEMBAHASAN Sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam upaya meraih kemerdekaan memberikan inspirasi dan semangat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara supaya tidak lagi kembali menjadi bangsa yang terjajah dalam arti yang lebih luas.

Jaminan adanya pemenuhan hak azasi manusia. menghormati dan bekerjasama serta merupakan „mesin‟ untuk mensinergikan segala sumberdaya yang ada dalam rangka menuju cita Indonesia madani. dan pembangunan dengan menambah anggaran. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan rasa cinta tanah air harus dikenalkan secara dini kepada anak-anak Indonesia melalui pendidikan sekolah dan perguruan tinggi sesuai dengan strata pendidikannya secara merata dan diwadahi melalui kurikulum pendidikan. misalnya dengan mengenalkan lagu-lagu nasional atau lagu kebangsaan. melakukan program pertukaran pelajar antar daerah. Pencapaian ini diyakini sebagai sebuah upaya segenap elemen bangsa secara bersama-sama berupaya mewujudkan cita-cita Indonesia madani tersebut. Melakukan upaya-upaya intensif dan langkah-langkah yang strategis untuk menanamkan rasa nasionalisme dan menumbuhkan semangat patriotisme melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi dan .Undang Undang Dasar 1945 merupakan kompas yang menjadi acuan dalam menentukan arah Indonesia di masa depan. mendapatkan pendidikan. bangsa yang saling menghargai. dalam hal kesejahteraan dapat dilakukan dengan program padat karya (jangka pendek) seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). diantaranya adalah kebebasan untuk berserikat. berkumpul. Sebuah kondisi yang mencerminkan kemandirian bangsa dalam aspek yang sangat luas. dan memberikan pelatihan enterpreunership untuk masyarakat bekerjasama dengan organisasi pengusaha atau LSM atau organisasi nirlaba lainnya. Menjaga eksistensi wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat. Modal bangsa yang sangat potensial dan melimpah berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memiliki latar belakang beraneka ragam memberikan peluang cukup besar bila dikelola dengan baik dalam rangka mengembalikan integritas bangsa yang mulai terkikis. Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa yang terpelihara dan telah teruji kesaktiannya sebagai wujud ketahanan bangsa yang besar. Menjamin mutu pendidikan. kesejahteraan. Arah pembangunan Indonesia ini adalah pembangunan manusia Indonesia yang madani. dan berpendapat serta beragama merupakan modal yang sangat luar biasa dalam membangun sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. pengenalan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai Dasar Hukum Negara. bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui jalur formal dalam lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.

Reformasi dilakukan dalam rangka menjamin kepastian hukum. 4. kegiatan ini juga bertujuan untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat. Memberikan pembekalan atau penanaman jiwa dan semangat kebangsaan sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.menciptakan berbagai simulasi yang bersifat persuasif dan edukatif terhadap masyarakat umum melalui forum/lembaga kemasyarakatan yang ada. membuat proyek percontohan tentang pemanfaatan lahan pertanian dan budi daya laut serta pelaksanaan kegiatan dan pencapaian hasil dimaksud agar mencapai hasil serta keuntungan yang diinginkan melalui penerapan sistem ekonomi pasar sosial. terhadap elite politik dan terhadap pemerintah NKRI. Internal masyarakat yang saling menghargai dalam berbagai keaneka ragaman yang ada terhadap pimpinan di daerahnya. suku. namun lebih kepada menjalin kerjasama antarbangsa yang saling menguntungkan dalam rangka turut menjamin ketertiban dunia. 2. antara lain : 1. Melakukan reformasi bidang hukum dan lebih intensif dalam kerjasama penegakan hukum antarlembaga pemerintahan seperti Kementerian Hukum Dan HAM. 3. Melakukan kerjasama dengan pihak asing yang lebih maju dalam hal teknologi dalam rangka transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan rasa nasionalisme dan menjaga supaya tidak terjebak dalam paradigma sesaat. Selain itu. Masyarakat terhadap hukum yang berlaku di wilayah NKRI. Kepolisian. ekonomi. Perlu senantiasa diupayakan adanya program yang konsisten dan berkelanjutan dalam rangka menghindari disintegrasi untuk meningkatkan derajat kepatuhan dan kesetiaan segenap elemen bangsa secara vertikal. Hukum menjadi panglima yang menjadi payung yang melindungi kepentingan segenap lapisan bangsa tanpa memperhatikan kedudukan sosial. Seluruh komponen bangsa ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan mempertahankan kondisi geografis NKRI dalam ikatan ke-Bhineka Tunggal Ika-an guna menjaga integritas NKRI. politik dan kepentingan individu atau golongan tertentu. Kejaksaan. Masyarakat terhadap pemimpinan non-formal. Untuk mencapai kondisi tersebut dilakukan melalui upaya pengarahan dan penyuluhan tentang pentingnya letak geografi Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan pertahanan negara. . dan lainlain.

. 3. 2. Pemerintah daerah terhadap pemerintah daerah lainnya. Kelompok masyarakat terhadap kelompok masyarakat lainnya Masyarakat terhadap kebudayaan (norma dan tata nilai).Dalam rangka menghindari disintegrasi harus ada program untuk meningkatkan derajat kepatuhan dan kesetiaan secara Horizontal: 1. peningkatan akses informasi dan pengaduan masyarakat misalnya program dari kepolisian dengan “Halo Polisi”. Melalui upaya pembinaan yang diharapkan maka perilaku yang bertentangan dengan karakter masyarakat daerah konflik dapat ditangkal karena masyarakat senantiasa mengutamakan kemaslahatan umat dengan memerangi segala macam bentuk kemaksiatan dan kezaliman dengan lebih mengemukakan kebijakan. “Kotak Pos 5000” dan lain -lain pada tingkat pusat sampai ke daerah-daerah. ragam budaya yang ada di Indonesia Pemberdayaan masyarakat untuk dapat mengenali dan melakukan identifikasi keunggulan dan potensi daerahnya sehingga memicu percepatanpembangunan dan peningkatan derajat kesejahteraan dengan jalan penerapan teknologi yang tepat guna. etnis. Pembinaan yang dilaksanakan selama ini kepada penduduk di daerah konflik adalah meningkatkan sumber daya manusia masyarkat melalui jalur formal dan non formal serta menanamkan rasa kebangsaan sebagai bagian dari bangsa ini agar terhindar dari pengaruh dan propaganda pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Membuka akses pendidikan yang merata bagi peserta didik dan mahasiswa serta penerapan beasiswa yang tepat sasaran serta menempatkan tenaga terdidik dan terlatih yang memiliki kompetensi dari berbagai disiplin ilmu ke seluruh wilayah pelosok Indonesia akan menjembatani pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara serta memperkokoh ikatan persaudaraan antar ras.selanjutnya akan tertanam rasa nasionalisme yang tinggi guna meningkatkan ketahanan nasional di daerah konflik Menanamkan nilai-nilai bela negara dari tataran pendidikan terendah (anak-anak TK atau SD) sampai dengan mahasiswa dan masyarakat dalam porsi yang sesuai dengan kapasitasnya masingmasing disamping tentu saja TNI sebagai garda terdepan dalam bela negara. Kegiatan yang konsisten dan berkelanjutan dalam rangka melakukan upaya penegakan hukum melalui program-program “Masyarakat Sadar Hukum”. suku bangsa.

.

Pemahaman wawasan kebangsaan yang benar merupakan syarat keharusan untuk dapat mengelola perubahan agar mampu menghasilkan bangun bangsa dan negara seperti yang kita citacitakan bersama. kepentingan nasional. serta mengenai diri dan lingkungan berdasarkan ide nasional yang dilandasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dan lain-lain. akan tetapi membutuhkan kerja keras dan energi yang tidak sedikit supaya mewujudkan hasil yang optimal. Tanpa adanya pemahaman wawasan kebangsaan yang benar. sebagai aspirasi suatu bangsa yang merdeka.====================================================== ===== BAB V P E N U T U P Paham kebangsaan berkembang dari waktu ke waktu. atas dasar agama seperti dipecahnya India dengan Pakistan. Karena keberhasilan yang diinginkan dipengaruhi oleh banyak aspek kehidupan. Dalam sejarah bangsa-bangsa terlihat betapa banyak paham yang melandaskan diri pada kebangsaan. Secara etimologi istilah waw asan berarti hasil mewawas. ekonomi dan pertahanan keamanan. dan bermartabat serta dijiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan nasional sehingga kesejahteraan dapat diwujudkan bagi bangsa Indonesia dan bisa ikut dalam setiap kegiatan ketertiban dunia. atas dasar ideologi atau atas dasar geografi atau paham geopolitik. misalnya penegakan HAM. tinjauan. Akan tetapi pengertian atau istilah dari wawasan kebangsaan bila dilihat dari bentukan katanya terdiri dari dua kata yaitu “wawasan” dan “kebangsaan”. Wawasan kebangsaan sangat identik dengan wawasan nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagaikesatuan politik. Perubahan lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi suatu bangsa senantiasa memiliki aspek positif maupun negatif. sosial budaya. . dan berbeda dalam satu lingkungan masyarakat dengan lingkungan lainnya. atas dasar ras dan agama seperti Israel-Yahudi. pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang. keamanan. berdaulat. proses demokrasi. Ada pendekatan ras atau etnik seperti Nasional-sosialisme (Nazisme) di Jerman. globalisasi. Ada pihak yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan oleh adanya perubahan itu. dan konsep Melayu-Islam di Malaysia. Revitalisasi pemahaman wawasan kebangsaan bukanlah suatu pekerjaan mudah.

Bambang. Jakarta: Brighten Press. ======================================================= ==== DAFTAR KEPUSTAKAAN Basari. Makalah. 2008. 1987.madinask.perubahan lingkungan tersebut akan sulit dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemajuan bangsa dan negara. 27 Pebruari 2007. Disajikan dalam Training Kader Trainer HMI Cabang Malang.php?option=com_ content&do_pdf=1&id=5175. Wawasan Kebangsaan Menurun.com/index.php?option=com_content&task=view&id=24444&It emid=48. Yudhoyono. Kepemimpinan Nasional. Dody Usodo. 16 – 20 Januari 2008. Makalah. http://www. 2009. Menuju Negara Kebangsaan Modern. Hasan dan Dahm. Dwi W. 2008. Bibit. modern dengan tetap memegang teguh nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam Pancasila. 2007. Mari kita ciptakan sejarah baru yang lebih cemerlang untuk Indonesia tercinta dengan segala modalitas yang kita miliki dan dengan segala keterbatasan yang ada. bergandengan tangan menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik. Graha Widya Dirgantara Seskoau Lembang Bandung Barat. . Darmono. Kartasasmita. “Wawasan Kebangsaan dan Politik (Dalam Bidang Kependidikan Nasional)”. Universitas Nusa Cendana Kupang. Hargo. 2008. Ginandjar. http://www. Jakarta : LP3ES. di sanalah letak perbedaan bangsa yang maju dengan bangsa yang terus tertinggal dan terbelakang. Selasa. Bernhard. Untuk itu mari kita rapatkan barisan. Jakarta: Wahana Semesta Intermedia. 2004. Diakses tanggal 24 Agustus 2010. Adi. R.wawasandigital. Sukarno dan Perjuangan Kemerdekaan. Rahmadhany. 2010. 2010.com/index2. Syam. Jakarta: Sarasehan Nasional Wawasan Kebangsaan tanggal 9 Mei 1994. Santoso. Mohammad Noor. Diakses tanggal 24 Agustus 2010. 1994. Juni 2010. maju. “Pembangunan Nasional dan Wawasan Kebangsaan”. Upaya Meningkatkan Wawasan Kebangsaan melalui Pendidikan. Pembekalan kepada Perwira Siswa Sesko Ketiga Angkatan. Namun bagaimana bangsa tersebut menghadapi perubahan. Muladi dan Sujatno.” Materi Kuliah Umum. 198 “Pemahaman Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Kebangsaan Indonesia dalam Rangka Membangun Ketahanan Nasional. Wahyu. Susilo Bambang. Wawasan Kebangsaan Perekat Persatuan Pemuda Kepri. Wawasan Kebangsaan dan Indonesia Masa Depan. Kita bangun Indonesia yang mandiri. Perubahan merupakan suatu keniscayaan bagi setiap bangsa. Di situs Gerbang Informasi Kota Batam. Tanggal 30 Januari 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful