Zakat termasuk rukun islam yang ketiga.

Hukum berzakat adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimat yang telah mencukupi syarat-syaratnya. Selain itu, zakat mempunyai peran yang sangat penting bagi umat islam, sebab zakat dapat membersihkan dan mensucikan hati umat manusia, sehingga terhindar dari sifat tercela, seperti kikir, rakus, dan gemar memupuk harta. Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta benda sebagai sedekah wajib, sesuai perintah Allah SWT. Begitu pentingnya kedudukan zakat, sehingga dalam Al-Qur’an, kata zakat selalu disebut sejajar dengan kata shalat, dan itulah yang menjadi dasar kewajiban zakat. 1. Pengertian Zakat

Menurut bahasa zakat berasal dari kata tazkiyah yang berarti suci, tumbuh, berkembang, dan berkah. Sedangkan menurut istilah, Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta benda sebagai sedekah wajib, sesuai perintah Allah SWT. Kepada orang-orang-orang yang memenuhi syarat-syaratnyadan sesuai pula dengan ketentuan hukum islam. Zakat diperintahkan kepada Muzaki, yaitu orang-orang yang telah memenuhi syarat-syaratnya untuk berzakat dan sesuai dengan syariat islam (hukum islam). Dan diberikan kepada orangorang Dhuafa (lemah) yang kategorinya sebagai mustahiq.

2. Perundang-Undangan Tentang Zakat

Dalam rangka meningkatkan kualitas umat islam Indonesia, pemerintah telah membuat peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, sebagai berikut:

a.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.

b. Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.

c.

Keputusan Menteri Agama RI Nomor 373 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan UndangUndang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.

Dengan Peraturan Perundang-Undangan tersebut, diharapkan pengelolaan zakat dari kaum muslimin diIndonesia dapat berjalan dengan mulus, yang pada gilirannya dapat membangun umat islam menuju “Baldatun Thayibatun Wa Rabun Ghafur”.

1

d) 3. Meningkatnya pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama. Lembaga atau Organisasi Pengelola Zakat Bab III Pasal 6 1. sebagai berikut: a) Nasional oleh Presiden atau usul Menteri. Meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat . Pembentukan badan amil zakat. terdapat 4 (empat) aspek penting yang menjadi substansi tentang zakat. 3. Badan amil zakat disemua tingkatan memiliki hubungan kerja yang bersifat koordinatif. B. harta yang wajib dizakati. yaitu tujuan zakat. lembaga pegelolaan zakat. 2. dan pendayagunaan zakat. konsultatif. Kecamatan oleh Camat atau usul kepala kantor urusan Agama Kecamatan. Tujuan Zakat Terdapat dalam Bab II Pasal 5 Pengelolaan zakat bertujuan sebagai berikut: 1.Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat tersebut. c) Daerah Kabupaten atau Kota oleh Bupati atau Wali Kota atau usul kepala kantor Departemen Agama Kabupaten atau Kota. Pengelolaan zakat dilakukan oleh badan amil zakat yang dibentuk oleh pemerintah. b) Daerah Provinsi oleh Gubernur atau usul kepala kantor wilayah Departemen Agama. 2. Meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial. A. 2 . dan informatif.

2. Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai dengan ketentuan agama. unsur pengawas. C. dan unsur pelaksana. Rikaz. Harta yang Wajib Dizakati Bab IV Pasal II Ayat (2) Harta yang dikenai zakat. 4. Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat berdasarkan prioritas kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang produktif. Perdagangan dan Perusahaan. 2. 7.dan hasil perikanan.4. 5. Pendayagunaan Zakat Bab V Pasal 16 Ayat (1-3) 1. Hasil pertimbangan. Hasil pertanian. 3. D. Hasil pendapatan dan jasa. sebagai berikut: 1. Pengurusan badan amil zakat terdiri atas unsur pertimbangan. dan Uang. Hasil peternakan. hasil perkebunan. Persyaratan dan Prosedur Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan keputusan menteri. 3. 6. 3 . Emas. Perak.

Penerapan Ketentuan Perundang-Undangan tentang Zakat Ketentuan perundang-undangan tentang zakat sebagaimana telah dijelaskan diatas. Begitu pula. Badan Amil Zakat (BAZ) juga memiliki keterikatan yang sama dengan undang-undang tersebut. Oleh BAZ Kabupaten. Contoh Pengelolaan Zakat Berdasarkan Undang-Undang tersebut. semua terikat oleh peraturan perundang-undangan tentang zakat tersebut. Ketentuan perundang-undangan zakat tersebut sebenarnya telah cukup memadai untuk dilaksanakan oleh umat islam dinegara ini. Oleh UPZ desa. hendaknya dapat diternapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal penerapan perundang-undangan zakat ini. mulai dari tingkat pusat sampai ketingkat daerah sampai tingkat desa. Selain itu. dana zakat dapat dikeloladengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan fungsi dan tujuan. pengurus Badan Amil Zakat berkewajiban mengingatkannya dengan penuh Kesabaran dan keikhlasan. Maksudnya. jika ada salah satu pihak yang melanggar ketentuan dalam undang-undang harus dikenai sanksidan hukuman sesuai peraturan yang tercantum dalam undang-undang tersebut. 4. Dalam Undang-Undang Zakat tersebut terdapat kewajiban membayar zakat bagi orang yang telah memenuhi persyaratan tertentu. misalnya membantu para pengusaha kecil dan menengah. Dengan demikian. jika ada orang/pihak yang berpura-pura menjadi 4 . terdapat hak-hak bagi mereka yan memenuhi persyaratan tersebut untuk menerimanya. kemudian disampaikan ke BAZ Kabupaten. kemudian dana zakat tersebut didistribusikan kepada para mustahiq yang sangat membutuhkan dana atau digunakan untuk kegiatan produktif yang sangat menyerap banyak tenaga kerja. Zakat fitrah sebagianya kita titipkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa. Mereka itu disebut mustahiq (penerima zakat). Baik muzaki maupun mustahiq. Badan dan Lembaga tersebut pada saat ini telah terbentuk kepengurusannya. Sebab jika ada mizaki yang enggan membayar zakat. Oleh sebab itu. Contohnya setiap tahun kita mengeluarkan zakat fitrah. penglola dana zakat atau amilin yang dalam undang-undang zakat tersebut. peran amilin atau Badan Amil Zakat lebih dominan dan lebih urgen bagi keberhasilan pelaksanaan undang-undang. Orang-orang tersebut dinamai muzaki (pemberi zakat). kaum muslimin yang berkuwajiban membayar zakat hendaknya dapat menitipkannya melalui badan atau lembaga zakat yang ada didaerahnya masing-masing. Begitu pula. jika amilin melakukan pelanggaran atas ketentuan undang-undang.3. maka baginya harus dikenai sanksi dan hukuman. maka zakat harus dikelola oleh negara melalui suatu badan yang diberi nama Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ). sebab mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Artinya. disampaikan kepada BAZ Kecamatan.

mustahiq padahal dia memiliki kemampuan yang cukup. maka pengurus BAZ harus menegurnya dan berhak menolak atau mencabut dana zakat yang telah diberikannya. 5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful