P. 1
SPESIFIKASI TEKNIS (1)

SPESIFIKASI TEKNIS (1)

|Views: 22|Likes:
Published by Marwan Sinaga
ntah lah
ntah lah

More info:

Published by: Marwan Sinaga on Jun 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS

PASAL 01 : URAIAN UMUM
1.1. Nama Pekerjaan ini adalah : PEMBANGUNAN RUMAH NELAYAN RAMAH BENCANA di KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI 1.2. Pelaksanaan pekerjaan harus dilaksanakan menurut Gambar-Gambar Bestek, RKS dan

juga Semua Syarat-Syarat, Ketentuan-Ketentuan dan Cara-Cara yang disebutkan dalam Rencana Pekerjaan ini dan Penjelasan-penjelasan tambahan, yang dicatat atau dimuat dalam Risalah Berita Acara Pemberian Penjelasan Pekerjaan serta Segala Petunjuk, Saran dan Perintah Lisan dan Tertulis dari Pemimpin Proyek maupun Pengawas Lapangan selama pekerjaan berlangsung.
1.3. Pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah semua pekerjaan yang tercantum dalam

Rencana Anggaran Biaya yang dibuat berdasarkan BQ (Bill of Quantity) yang

dibuat oleh Perencana.
1.4. Pekerjaan meliputi mendatangkan bahan bangunan, alat-alat, perkakas dan pengerahan

tenaga kerja. Disamping itu Pemborong juga harus melaksanakan pekerjaan persiapan serta keperluan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga pekerjaan bisa diselenggarakan dengan cepat, tepat waktu, tepat mutu, baik dan sempurna sesuai dengan RKS yang ada.
1.5. Pemborong berkewajiban untuk meneliti Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknik yang

ada, Gambar-gambar Rencana lengkap dengan Gambar-gambar Penjelasan dan Dokumen-dokumen lainnya, memeriksa kebenaran dan kondisi pekerjaan, meninjau tempat dimana pekerjaan akan dilaksanakan, melakukan pengukuran-pengukuran dan mempertimbangkan seluruh lingkup pekerjaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian dan kelengkapan pelaksanaan kegiatan. PASAL 02 : PENJELASAN RKS DAN GAMBAR
2.1. Pemborong wajib meneliti semua gambar dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)

termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).
2.2. Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), maka

dokumen yang mengikat / berlaku adalah RKS. Bila gambar tidak cocok dengan gambar lain, maka gambar yang mempunyai skala yang lebih besar yang berlaku. Begitu pula apabila dalam RKS tidak tercantumkan, sedang gambar ada, maka gambarlah yang mengikat.
2.3. Bila

perbedaan-perbedaan itu menimbulkan keragu-raguan dalam pelaksanaan menimbulkan kesalahan, Pemborong wajib menanyakan kepada Pengawas dan Pemborong mengikuti keputusan.

2.4. Dalam penelitian tersebut dilakukan juga terhadap volume pekerjaan.

PASAL 03 : PEKERJAAN PERSIAPAN 3.1. Sebelum kegiatan fisik dimulai Pemborong harus : a. Membongkar rumah eksisting bagi nelayan yang mendapat bantuan untuk dibangun rumah ramah bencana berupa rumah panggung. Pembongkaran harus sedemikian rupa sehingga tidak menggangu rumah tetangganya. Pembongkaran

rumah dapat menyertakan pemilik rumah dalam upaya dapat menyelamatkan barang-barang mereka yang dapat dimanfaatkan. b. Melaksanakan uitzet dan pengukuran dengan pesawat ukur. c. Memasang patok-patok tetap, patok-patok bantu, bouwplank profil yang peilpeilnya diambil dari titik acuan (bench mark) yang ditetapkan oleh Direksi. 3.2. 3.3. 3.4. Patok titik tiap bangunan harus ditempatkan di lokasi yang aman dari gangguan sehingga tidak berubah posisinya. Patok as profil bouwplank yang dipasang harus kokoh tidak goyah/ berubah. Ketepatan dan ketelitian uitzet yang dikerjakan oleh Pemborong harus mendapat pengesahan dari Direksi. Untuk itu sesudah pekerjaan uitzet selesai, Pemborong harus meminta Direksi untuk melakukan pengecekan dan mengesahkannya. PASAL 04 : DAERAH KERJA, DIREKSI KEET/ BARAK KERJA,GUDANG 4.1. 4.2. Pemborong wajib mempersiapkan tempat kerja dan daerah kerja agar lahan kerja siap digunakan. Pemborong sebelum mulai kegiatan fisik harus membuat atau menyewa tempat untuk barak dan Direksi Keet dengan ukuran sesuai dengan BQ dengan ketentuan : a. Ruang kerja berukuran 3 x 4 m dengan kondisi sebagaimana Direksi Keet. b. Gudang berukuran secukupnya dengan ketentuan : - Konstruksi dan dinding kayu yang baik - Lantai beton tak bertulang / Mutu Bo tebal 5 cm - Memenuhi syarat untuk menyimpan PC dan bahan-bahan pabrikan lainnya. c. Barak berukuran secukupnya untuk dapat menampung tenaga kerja yang diperlukan dan cukup sehat untuk dihuni. 4.3. Pemborong harus menjamin Direksi Keet dan Kelengkapannya dipersiapkan dan diadakan sedemikian rupa dapat berfungsi dengan baik

PASAL 05 : JALAN KERJA 5.1. Jalan yang dipergunakan untuk kegiatan pelaksanaan harus disiapkan oleh Pemborong sendiri, dengan lebar dan kondisi jalan kerja harus memenuhi syarat untuk lalu lintas kendaraan roda 4 atau lalu lintas kerja dengan aman. Pihak Pemborong wajib memelihara dan memperbaiki jalan masuk atau jalan desa, gorong-gorong jembatan desa yang rusak akibat lalu lintas kegiatan pekerjaan.

5.2.

PASAL 06 : PAPAN NAMA PEKERJAAN 6.1. Pemborong harus membuat papan nama pekerjaan ukuran 0.90 m x 1.80 m, sebanyak 1 (satu) buah, dengan bentuk standar yang dipasang di tepi jalan masuk pekerjaan atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Papan nama pekerjaan harus sudah dipasang sebelum fisik pekerjaan dimulai. PASAL 07 : UITZET, PROFIL DAN BOUWPLANK

6.2.

c. bagian gambar yang belum tersedia gambar detailnya harus dibuat Pemborong sendiri dan dimintakan persetujuannya kepada pengawas Direksi lapangan. bahan Kayu Meranti.2.3. b. Pemborong harus memberitahukannya kepada Direksi untuk penentuan lebih lanjut. Pelaksanaan fisik konstruksi harus dikerjakan sesuai dengan gambar perencanaan (gambar bestek) dan gambar detail serta gambar-gambar perubahan yang telah disetujui Pemimpin Proyek. Pemborong harus mengembalikan kondisi lahan seperti semula yaitu jalan kerja harus sudah dibenahi. Direksi keet selama masa pemeliharaan menjadi tanggungan Pemborong untuk menjaganya. d. 10. diserut pada sisi yang digunakan dan dilengkapi dengan notasi as serta angka duga tinggi peil yang ditulis dengan cat warna merah. Duga ketinggian (peil) diambil dari titik ikat yang telah ditetapkan Proyek. Tiang bouwplank untuk tinggi maksimal 2 m harus terbuat dari balok Kayu Meranti sekurang-kurangnya dengan ukuran 5/7 cm. Sebelum meninggalkan lokasi dimaksud. PASAL 09 : MENINGGALKAN TEMPAT / DAERAH KERJA 9. Uitzet harus dilakukan dengan menggunakan pesawat ukur. c. Papan bouwplank sekurang-kurangnya memiliki ukuran 2/20 cm. 10. 8.1.7.1.1. . 10. Bouwplank dipasang dengan peil yang diambil dari titik ikat pada bouwplank harus ditegaskan posisi as dan angka peilnya. Pemborong wajib menjamin kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pekerja dan lingkungan sekitarnya dengan melakukan langkah-langkah antisipatif. 7. 8. Penginapan untuk pekerja harus layak dan memenuhi syarat kesehatan. Profil dan Bouwplank : a. terpasang kokoh dan tidak berubah selama masa konstruksi.4.2. Uitzet : a. 9. Apabila terhadap ketidaksesuaian antara gambar pelaksanaan (gambar bestek) dengan gambar detail maka gambar detail yang lebih mengikat.2. Bouwplank bila diperlukan dibuat dengan konstruksi kayu dan papan jenis Kayu Meranti b. Di Direksi Keet Pemborong harus menyediakan obat-obatan untuk memberi pertolongan pertama/darurat bila ada pekerja yang sakit. Apabila terdapat ketidaksamaan antara gambar dengan keadaan di lapangan. PASAL 08 : KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 8.3.2.1. bekas-bekas bongkaran diangkut keluar lokasi kegiatan dan lain sebagainya. PASAL 10 : GAMBAR RENCANA PELAKSANAAN DAN GAMBAR DETAIL 10. Untuk pekerjaan yang memerlukan gambar detail. Profil bangunan dibuat sesuai dengan rencana bentuk konstruksi dan terpasang kokoh.

Setiap selesainya pekerjaan. Pemborong dapat membuat patok bantu dari beton dengan duga ketinggian “diambil” dari peil pokok/titik ikat yang ditetapkan. Untuk memperlancar pelaksanaan. 12. Peil/duga ketinggian pokok menggunakan elevasi lokasi setempat dimana bangunan akan dibangun dan disetujui oleh Direksi. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) dengan gambar rencana.10. 10. 12. Ukuran-ukuran yang belum tercantum atau kurang jelas dapat ditanyakan pada Direksi. Ukuran-ukuran pokok struktur yang akan dibuat dapat dilihat pada gambar-gambar pelaksanaan. Gambar tersebut butir a berkelanjutan sampai pekerjaan selesai 100 % c. Patok beton diatas dibuat secukupnya dan ditempatkan sedemikian agar aman selama berlangsungnya pekerjaan dan sampai selesainya pekerjaan. 11. b.2. apabila sudah disetujui oleh Pemimpin Proyek. maka RKS yang lebih mengikat. Gambar terbangun/as built drawing : a. 11. terutama yang berkaitan dengan pengajuan permintaan pembayaran/termijn atas hasil fisik pekerjaan. Terhadap hal ini Direksi berhak agar pekerjaan tersebut dibongkar dan Pemborong wajib melaksanakannya.3. Patok bantu dibuat dari beton bertulang campuran 1 : 3 : 5 berukuran 20 x 20 x 50 dengan diberi paku pada bidang atasnya.6. Disamping gambar konstruksi yang telah ada gambar revisi / perubahan / penyempurnaan selama pelaksanaan yang mungkin ada. Ukuran skala gambar.3. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara skala gambar dengan angka ukuran yang tercantum maka ukuran yang mengikat dengan aturan : a. Apabila ukuran dalam gambar pelaksanaan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan.5. . 10. b.7. PASAL 12 : UKURAN 11. 12. 12. Hal ini menjadi tanggung jawab Pemborong sendiri. menjadi tanggungan Pemborong sendiri.1. Atas dasar duga ketinggian pokok tersebut Pemborong harus mengadakan pengukuran dan uitzet untuk penentuan bentuk dan tinggi bangunan yang akan dikerjakan. mengikat untuk penyelesaian pekerjaan. Dalam hal Pemborong melaksanakan pekerjaan diluar ketentuan tanpa persetujuan Pemimpin Proyek maka hasil fisik pekerjaan tidak dapat diperhitungkan dalam prestasi pekerjaan.4.2. Sebagai kelengkapannya dibuat Berita Acara atas gambar terbangun tersebut. Pemborong wajib membuat gambar terbangun (as built drawing) yang mendapat persetujuan oleh Direksi/Pemimpin Proyek. Pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan gambar yang telah disetujui oleh Pemimpin Proyek.1. Pemborong harus memberitahukan kepada Direksi untuk penentuan ukuran selanjutnya. Ukuran tertulis. 11. PASAL 11 : PEIL/DUGA KETINGGIAN 10.4.8.

Pemborong dapat menyusun kembali rencana kerjanya. Dalam hal tenaga kerja setempat kurang/tidak mencukupi tenaga. pasang surut dan lain-lain. pemakaian bahan bangunan. perubahanperubahan pelaksanaan. Grafik-grafik tenaga kerja. Driver (Pengemudi) menjadi tanggungan Pemborong. 15. . 15. Data lapangan misalnya : curah hujan.3. Mekanik.2.2. dengan persetujuan Direksi. 14. dapat mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah. misalnya Operator. Pemborong memperoleh Surat Ijin memulai pekerjaan fisik/Surat Penunjukan (Gunning) dari Pemimpin Proyek. Pemborong wajib memberitahukan/laporan kepada Pemerintah/penguasa setempat tentang rencana kegiatan pelaksanaan pekerjaan.1.PASAL 13 : IJIN KERJA 13. Tenaga kerja dari proyek yang diperbantukan pada pelaksanaan pekerjaan ini. PASAL 14 : RENCANA KERJA 14.2.4. Pemborong harus membuat : Gambar-gambar detail yang menunjukkan bagian-bagian kegiatan yang sedang dilaksanakan/ telah diselesaikan. Apabila diperlukan. Pemborong wajib mengadakan penyempurnaan atas rencana kerja tersebut atau sehubungan dengan adanya keterlambatan.3. Untuk memulai pelaksanaan pekerjaan. Pemborong selaku pelaksana pekerjaan ini wajib menugaskan personalia yang cakap dan berpengalaman sesuai bidang tugasnya untuk menyelesaikan tugastugas di lapangan.1. Rencana pengerahan dan penggunaan tenaga Volume kegiatan bagian-bagian pekerjaan Rencana penggunaan bahan bangunan Gambar tahapan kegiatan pekerjaan dan lain-lain 14.1. 16. PASAL 16 : PERSONALIA DAN TENAGA KERJA 16. PASAL 15 : GAMBAR DAN GRAFIK KEMAJUAN PELAKSANAAN 15. 16. Semua data dan gambar di atas harus sudah ditempel di Direksi Keet selambatlambatnya 14 hari kalender terhitung dari penunjukkan pekerjaan. Grafik-grafik kemajuan pekerjaan. 13. Pemborong harus sudah menyerahkan program/rencana kerja terperinci untuk pelaksanaan pekerjaan.1. Gambar kegiatan dan grafik-grafik diatas harus diplot setiap hari.2. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender terhitung dari tanggal penunjukan/penetapan pemenang pelelangan. Rencana Kerja berupa Time Schedule detail yang dilengkapi dengan 14. Tenaga kerja yang dikerahkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini diusahakan menggunakan tenaga kerja setempat.3. Rencana kerja diatas dibuat oleh Pemborong dan dimintakan persetujuan Pemimpin Proyek. angin.

Perubahan segala jenis bahan bangunan baik jenis bahan.2.4. Pemeriksaan bahan oleh Direksi didasarkan syarat-syarat bahan seperti tersebut dalam pasal 24 Bab II RKS ini. e. Segala biaya dan tanggung jawab pengadaan bahan-bahan ini menjadi beban Pemborong sepenuhnya.3. dengan tetap memperhitungkan waktu penyelesaian pekerjaan dan dengan mengingat peraturan perburuhan yang berlaku di tiap daerah yang bersangkutan. Untuk menjamin kelancaran pekerjaan. b. Pemborong berkewajiban mengadakan/mendatangkan bahan-bahan guna pelaksanaan pekerjaan dan menyerahkan contoh bahan kepada Direksi untuk diperiksa. Bila Pemborong dengan sengaja memberikan bahan-bahan yang ditolak / afkir tersebut di lokasi pekerjaan maka Pemborong akan dikenakan denda kelalaian. PASAL 18 : BAHAN / MATERIAL BANGUNAN UNTUK PELAKSANAAN PEKERJAAN 18.1. 17. Dalam hal Pemborong akan bekerja diluar jam kerja/lembur maka Pemborong harus memberitahukan kepada Pengawas/Direksi pekerjaan secara tertulis sekurangkurangnya 24 jam sebelumnya. 18.2. Pekerjaan mendatangkan bahan-bahan ke lokasi pekerjaan : a. Dalam hal ini Pemborong perlu mengetahui/mempelajari data pasang surut air laut dikaitkan dengan program kerjanya. 17. f. Pemeriksaan bahan bangunan dan kualitas pekerjaan : a. 17. PASAL 17 : JAM KERJA 17. maka pada pekerjaan selesai. Bahan-bahan yang didatangkan di lokasi pekerjaan tetapi tidak memenuhi persyaratan dan ditolak oleh Direksi.4. Bahan-bahan tersebut tidak boleh ditarik keluar guna pekerjaan Pemborong di tempat pekerjaan yang lain. Apabila Pemborong mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah. Pemborong diwajibkan mengembalikan tenaga kerja tersebut ke tempat asalnya (demobilisasi). d. c. ukuran maupun kualitas harus mendapat persetujuan Pengawas/Direksi.16. . harus dibawa keluar lokasi pekerjaan dengan batas waktu paling lama 48 (empat puluh delapan ) jam atau dua hari terhitung dari keputusan penolakan oleh Direksi. Biaya pengeluaran bahan tersebut menjadi beban Pemborong. maka bahan tersebut masuk di gudang/Job Site dibawah pengawasan Direksi pekerjaan. khususnya untuk Portland Cement (PC) Pemborong supaya memberikan jaminan secara tertulis bahwa telah siap/mempunyai order pembelian PC yang cukup untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Pemborong menentukan sendiri jam kerja bagi petugas dan pekerja yang dikerahkan untuk melaksanakan pekerjaan ini.1. Bahan-bahan yang datang dan setelah diperiksa Direksi dapat diterima/disetujui. Dalam rangka mempercepat penyelesaian pekerjaan agar dapat mencapai target pelaksanaan fisik/tepat pada waktunya ataupun karena sifat/syarat pelaksanaan pekerjaan tidak boleh terputus maka Pemborong dapat melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja/lembur bila perlu sampai malam hari.

Direksi / Pemimpin Proyek berhak meminta kepada Pemborong untuk memeriksakan kualitas bahan bangunan yang akan digunakan ke laboratorium yang ditunjuk dengan biaya ditanggung oleh Pemborong. 20. b. Apabila dari hasil pemeriksaan diketahui kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah ditetapkan. c. Dan bila dari hasil pemeriksaan ulang ternyata memang tidak memenuhi syarat. 19.3. Direksi berhak memerintahkan untuk melaksanakan pemeriksaan laboratorium mengenai kualitas pekerjaan yang menggunakan bahan tersebut. Wakil Pemborong atau Pelaksana harus hadir di tempat pekerjaan selama waktu pemeriksaan. sebagian pekerjaan atau guna permintaan pembayaran.2.2. b. . b. maka apabila Direksi meragukan kualitas bahan tersebut.Kedua buku tersebut harus ditandatangani bersama-sama oleh Pemborong dan Pengawas Lapangan. Buku-buku tersebut harus diserahkan kepada Direksi. bahan yang ditolak dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan perkerjaan. Apabila dipandang perlu. Pada serah terima pekerjaan selesai/penyerahan pertama kalinya. PASAL 19 : PEMERIKSAAN PEKERJAAN 19. Bila Direksi pekerjaan/Petugas Proyek menganggap perlu untuk memeriksa pekerjaan. Catatan bahan meliputi : bahan yang datang.1. baik jenis maupun jumlahnya. Mencatat semua instruksi / catatan Direksi yang diberikan oleh Direksi/Pengawas kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang selanjutnya disebut “Buku Direksi”. Pemborong harus membuat Laporan Harian. atau bila Pemborong memintanya secara tertulis untuk penyerahan seluruh pekerjaan. Hasil pemeriksaan ditulis pada laporan hasil pekerjaan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yang memeriksa.3. Biaya yang timbul akibat pekerjaan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong. Laporan Harian dibuat/diisi setiap hari untuk mencatat hal-hal sebagai berikut : a. Penggunaan bahan .b. 18. maka Pemborong. Biaya pemeriksaan ini menjadi tanggungan Pemborong. Pemborong wajib minta kepada Direksi/Petugas Proyek untuk memeriksa pekerjaan yang telah selesai dikerjakan sebelum melaksanakan pelaksanaan selanjutnya. PASAL 20 : LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN 20.bahan yang belum diperiksa : a. Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja bekerja pada hari itu serta tenaga personalia dari Pemborong sendiri.1. Apabila Pemborong menggunakan/memasang bahan-bahan yang belum diperiksa oleh Direksi. Pemborong harus membongkar pekerjaan tersebut dan mengganti dengan bahan-bahan yang sesuai dengan spesifikasi. maka barang tersebut dinyatakan afkir dan harus dikeluarkan dari lokasi pekerjaan. Buku untuk mencatat tamu/ Owner /wakil owner yang datang ke lokasi pekerjaan selama masa pelaksanaan yang selanjutnya disebut “Buku Tamu”. c. Pemborong wajib menyediakan 2 (dua) buah buku besar yang digunakan untuk : a. Direksi/Petugas Proyek berhak mengadakan pemeriksaan ulang terhadap bahan-bahan yang sudah diterima. 19.

Pencatatan Buku Harian dilakukan oleh Pemborong dan diperiksa/diketahui kebenarannya oleh Pengawas Pekerjaan/Direksi. Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan harus ditandatangani oleh Pemborong dan Direksi. 20. Hasil fisik pekerjaan yang dicapai. Disamping foto-foto kemajuan pekerjaan. 20.4. Pemborong wajib membuat laporan mingguan dan laporan bulanan dalam rangkap 4 (empat) yaitu untuk : 1 (satu) berkas untuk Pemimpin Proyek 1 (satu) berkas untuk Pimpinan Sub. harus dipasang papan nama pekerjaan dengan format yang telah ditetapkan. . tanggal dan prestasi fisik yang saat itu telah dicapai. Pemborong diwajibkan menyetor foto ukuran 20R sebanyak 2 (dua) buah lengkap dengan bingkainya. 20. slide dan video kaset sekurang-kurangnya : Kemajuan fisik 0%. Foto tersebut dicetak dengan ukuran 3R dalam rangkap 5 dan ditata dalam satu album. Kemajuan dan kegiatan pelaksanaan pekerjaan harus didokumentasikan dengan foto. 1 (satu) berkas untuk arsip Pemborong. Jumlah alat baik bersangkutan. Kemajuan fisik 100%. Kemajuan fisik 50%. d. Setiap pengambilan foto dibidik dari 3 arah dengan titik pengambilan yang tetap. Apabila pekerjaan yang tidak lancar yaitu tidak sesuai dengan rencana kerja.8.6. 1 (satu) berkas untuk Pengawas Lapangan. Pemborong wajib mengambil foto pada keadaan tertentu misalnya gelombang besar yang mengakibatkan kerusakan bangunan.1. Setiap pengambilan foto dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. g. Keadaan cuaca (hujan. Apabila Pemborong ternyata dengan sengaja tidak mengindahkan peringatanperingatan 21. Pada akhir pelaksanaan pekerjaan. data lapangan. banjir.7. Hambatan/kendala yang ada 20. ramalan pasang surut dan lain-lain). Proyek yang bersangkutan.Jenis kegiatan bagian konstruksi yang dilaksanakan pada hari tersebut dan besarnya kuantitas pekerjaan yang diselesaikannya. PASAL 21 : PEKERJAAN YANG TIDAK LANCAR 21. dan lain sebagainya.1. Laporan Bulanan yang dilampiri Laporan Mingguan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 5 bulan berikutnya. maka Direksi Pekerjaan akan memberikan peringatan-peringatan/teguran-teguran secara tertulis kepada Pemborong. Setelah masa pemeliharaan berakhir/penyerahan kedua.3.c. e. yang dioperasikan dan lamanya operasi alat yang f. di atas dan telah cukup diberi peringatan dan teguran-teguran 20.5. Laporan dimaksud didasarkan pada Buku Harian Pelaksana. Disamping membuat Laporan Harian.2. terlalu lambat atau terhenti sama sekali. 21. 20. perubahan galian yang sudah peil.

mengingat pertimbangan teknis/konstruksi. Pekerjaan tambah yang dilakukan oleh Pemborong diluar ketentuan ayat 22. Alat peralatan dimaksud harus dalam keadaan siap pakai. 22. bagian pekerjaan/jenis pekerjaan tidak perlu dikerjakan.3.6.4. Volume perkerjaan akan diperhitungkan sebagai pengurangan dalam hal terdiri atas : a. ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong.1. Dalam hal di dalam Rencana Anggaran Biaya tidak tercantum harga satuannya. Terhadap hal tersebut diatas akan diperhitungkan sebagai biaya kurang/tambah setelah ada persetujuan tertulis dari Pemimpin Proyek dan perhitungan biayanya didasarkan pada harga satuan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya Negosiasi yang ada. akan dihitung berdasarkan harga bahan dan upah yang terlampir pada surat penawaran dan dihitung dengan analisa pekerjaan sesuai yang berlaku (analisa BOW) PASAL 23 : ALAT DAN PERALATAN KERJA PEMBORONG 23. Biaya angkutan. 23. Dijumpai kondisi lapangan yang menyebabkan/diperlukan penyesuaian/ perubahan konstruksi sehingga menimbulkan pengurangan volume pelaksanaan pekerjaan sebagaimana persetujuan tertulis dari Pemimpin Proyek. Dijumpai kondisi lapangan yang memerlukan penyesuaian/perubahan konstruksi dan jika dilaksanakan akan menimbulkan penambahan biaya. b. Genset untuk lampu penerangan. Pekerjaan tambah dan kurang hanya boleh dilakukan oleh Pemborong atas perintah tertulis Pemimpin proyek. Beton Mixer (Beton Molen). pengadaan maupun biaya operasional semua peralatan menjadi tanggungan Pemborong.tertulis 3 kali berturut-turut.1. mengingat pertimbangan teknis/kontruksi dipandang perlu dilaksanakan suatu tambahan pekerjaan. Pompa air. kerusakan yang terjadi selama pelaksanaan agar segera diperbaiki atau dicarikan gantinya. 22. 23.1. b. 22.5. Volume pekerjaan akan diperhitungkan sebagai penambahan dalam hal : a. Pemborong wajib menyediakan sendiri semua jenis alat peralatan maupun perlengkapan kerja yang diperlukan untuk kegiatan pelaksanaan pekerjaan. PASAL 22 : PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG 22. Alat pemadat beton (Vibrator). 22. Atas instruksi pemimpin proyek secara tertulis.2.2. Peralatan langsir bahan. maka Pemimpin Proyek berhak melakukan pemutusan kontrak secara sepihak. 22. Untuk pekerjaan ini Pemborong wajib menyediakan peralatan antara lain : Alat angkat dan alat angkut secukupnya.3. . Atas instruksi tertulis dari Pemimpin Proyek. Alat pemadat tanah/pasir (Stamper).

2. terutama sekali pada lantai tempat penyimpanan tadi harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah. PASIR a. c. 3. Tiap-tiap penerimaan semen harus disimpan sedemikian rupa sehingga dapat dibedakan dengan penerimaan-penerimaan sebelumnya. Ukuran batu yang akan digunakan untuk pasangan batu kali adalah 15-20 cm. Kantung-kantung semen yang kosong harus segera dikeluarkan dari lapangan. Pengawas berhak untuk memeriksa semen yang disimpan dalam gudang pada setiap waktu sebelum dipergunakan dan dapat menyatakan untuk menerima atau tidak semen-semen tersebut. . tahan lama menurut persetujuan Direksi.4. Semen yang digunakan harus merupakan produk dari satu pabrik yang telah mendapat persetujuan terlebih dahulu. serta bersih dari campuran besi. Batu belah/batu pecah yang dipakai pada pekerjaan adalah seperti yang ditunjukkan dalam gambar-gambar seperti pasangan batu kali. Semen dalam kantung-kantung semen tidak boleh ditumpuk lebih tinggi dari dua meter. kandungan lumpur yang terkandung dalam pasir tidak boleh lebih besar 5%. Jenis semen lainnya dapat dipergunakan atas persetujuan Direksi.23. Keamanan alat selama pelaksanaan menjadi tanggung jawab Pemborong sendiri. e. pasir. Pasir harus memenuhi persyaratan PUBBI 1970 atau NI-3. d. Pemborong wajib menyediakan tambahan peralatan jika peralatan yang ada dinilai tidak mencukupi. Tiap semen yang menurut pendapat Direksi sudah mengeras atau sebagian mati harus ditolak dan segera dikeluarkan dari lokasi.5. Pemakaian semen harus diatur secara kronologi sesuai dengan penerimaan. SEMEN PORTLAND a. cacat atau ketidaksempurnaan lainnya. Pemborong harus menyediakan tempat / gudang penyimpanan emen pada tempattempat yang baik sehingga semen-semen tersebut senantiasa terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang dapat merusak semen termasuk kemungkinan kena ombak pasang. b. Pasir yang digunakan harus pasir yang berbutir tajam dan keras. noda-noda. BATU BELAH a. sedangkan batu dengan ukuran lebih kecil dapat digunakan sebagai pengisi. 23. c. NI-8. b. b. Batu belah yang digunakan haruslah batu alam hasil pecahan dengan muka minimal 3 sisi dan bukan batu glondong. harus bersih dan keras. lubang-lubang. PASAL 24 : SYARAT-SYARAT BAHAN Bahan-bahan yang dibutuhkan harus memenuhi spesifikasi sebagaimana point-point tersebut di bawah ini : 1. Semen yang digunakan dalam pekerjaan harus semen portland sesuai dengan merk yang disetujui dan memenuhi standar nasional Indonesia.

Agregat kasar untuk beton adalah batu pecah dan mempunyai kadar air yang merata dan stabil. Batu Pecah harus mempunyai ukuran yang hampir sama antara 10 sampai 20 mm. harus air tawar yang bersih dari bahan-bahan yang berbahaya dari penggunaannya seperti minyak. Batu Pecah harus cukup keras. sulfat. padat. silt (lanau). e. pasir tidak dapat digunakan sebelum persetujuan Pengawas mengenai mutu dan jumlahnya. serta susunan butir gradasinya menurut kebutuhan. Dalam penggunaannya batu pecah harus dicuci terlebih dahulu. Kadar sulfat maksimum yang diperkenankan adalah 0.c. Air yang digunakan harus bersih dari kotoran yang bisa menurunkan kualitas adukan dan jika memungkinkan dipakai air yang memenuhi syarat untuk air minum. Pasir harus diletakkan di lokasi dimana tidak terjangkau pengaruh ombak air pasang surut. b. AIR a. Pemborong tidak diperkenankan menggunakan air dari rawa. bahan organik. pasir laut tidak dapat digunakan kecuali untuk pasir urug. pasangan batu belah. Air yang digunakan untuk bahan adukan beton. bahan pencuci agregat dan untuk curing beton. sumber air yang berlumpur dan air sungai. Dalam membuat adukan baik untuk digunakan plesteran maupun pembetonan. Pasir yang ditolak oleh Pengawas harus segera disingkirkan dari lapangan kerja. Kadar silt (lanau) yang terkandung dalam air tidak boleh lebih dari 2 % dalam perbandingan beratnya.5% atau 15 gr/lt. d. jika lebih maka batu pecah tersebut harus dicuci. alkali. Batu Pecah yang dipergunakan harus memenuhi syarat PUBBI-1970 dan PBI-1971 dapat digunakan batu pecah mesin atau pecah tangan. harus cukup keras. tidak porous dan tidak terselaput material lainnya.5 % atau 5 gr/lt. Kadar lumpur maksimum 1 %. b. pasangan batu bata dan plesteran digunakan pasir yang berasal dari sungai atau gunung. 4. adukan pasangan. . Pasir harus dihindari dari hujan asam dengan cara ditutup dengan terpal/plastik kuat yang bersih. Pasir yang digunakan untuk cor beton. sedangkan kadar chloor maksimum 1. dianjurkan untuk mengirimkan contoh air tersebut ke Laboratorium pemeriksaan yang diakui. 5. Batu pecah harus disimpan jauh dari pengaruh ombak air pasang dan ditutupi dengan terpal/plastic tenda untuk menghindari dari pengaruh hujan asam. d. Batu pecah yang sudah tersedia tidak dapat langsung digunakan sebelum mendapat persetujuan dari pengawas baik mengenai mutu ataupun jumlahnya. e. BATU PECAH a. Sebagaimana juga pada pasir. garam. f. c. d. c. Jika terdapat keraguan mengenai air.

kasar dan tidak bercacat seperti retak dan lain-lain. kerikil dan air yang digunakan sesuai dengan yang disebutkan pada pasal sebelumnya. Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga. Batu bata merah tidak gampang rapuh. sebelum. Tulangan harus dipasang pada tempatnya sesuai dengan gambar bestek. ADUKAN a. Seperti yang disyaratkan dalam NI-2-1971 Bab 3.7. c. Jumlah tiap bagian dari komposisi adukan beton harus diukur dengan teliti sebelum dimasukkan ke dalam alat pengaduk dan diukur dapat berdasarkan berat dan volume. d. CAMPURAN BETON a. Mutu dari semen. pasir. Beton konstruksi menggunakan mutu beton K-225 atau setara campuran 1Pc : 2 Ps : 3 Kr. Tulangan baja harus disimpan jauh dari tanah dan diganjal untuk mencegah perubahan bentuknya. f. Adukan untuk pekerjaan pasangan harus dibuat dari semen portland dan pasir dengan perbandingan isi 1 : 4 atau seperti ditentukan dalam gambar untuk tiap jenis pekerjaan. TULANGAN a. Tulangan baja untuk beton harus sesuai dengan gambar rencana dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia NI-2. b. e. Membengkok dan meluruskan tulangan harus dilakukan bahan dalam keadaan dingin dan dengan cara yang tidak merusak bahan tersebut. Melunakkan kembali dari adukan tersebut tidak diperkenankan. Semua baja tulangan yang digunakan harus memenuhi syarat bebas dari kotoran-kotoran. BATU BATA MERAH a. memelihara dan menggunakan alat pengaduk mekanis (beton mollen) yang harus selalu berada dalam kondisi baik. selama dan sesudah pengecoran tidak bergeser tempatnya. 8.6. e. Cara dan alat yang dipakai untuk mencampur haruslah sedemikian rupa sehingga jumlah dari setiap bahan adukan bisa ditentukan secara tepat dan disetujui Direksi. Pemborong harus menyediakan. . 7. b. Pemborong harus bertanggung jawab atas mutu adukan beton yang dibuatnya. b. batu bata merah harus disimpan dan terlindung dari pengaruh pasang surut atau ombak pasang atau hujan asam. d. sehingga dapat dihasilkan mutu adukan yang homogen. g. b. Baja tulangan harus memenuhi ketentuan dalam SKSNI T 15-1991-03 dengan mutu U24 untuk tulangan polos dan U 32 untuk tulangan ulir. lapisan minyak. c. 9. c. Kawat pengikat harus berukuran minimal berdiameter 1 mm. Adukan harus dicampur sebanyak yang diperlukan untuk dipakai dan adukan yang tidak dipakai selama 30 menit harus dibuang.

apabila Direksi sudah memeriksa dan memberi persetujuan terhadap acuan yang telah dibuat. 3. Penggunaan bahan-bahan lain yang belum tercantum dalam spesifikasi teknis ini dilakukan sesuai dengan petunjuk Direksi. Acuan harus dipasang dengan sempurna. BEKISTING a.10. Jika dibutuhkan oleh Direksi acuan untuk permukaan beton yang tetap tampak harus sedemikian rupa. sehingga menghasilkan permukaan yang halus tanpa adanya garisgaris atau patahan-patahan yang kelihatan. Bilamana 11. Tiap kali sebelum pembetonan dimulai. maka pengecoran plat lantai/dak menggunakan tripleks. Bahan yang digunakan untuk cetakan beton non cor di tempat harus dari kayu jenis yang sesuai dengan NI-3-1970 dan NI-5-1961 atau yang setaraf dan disetujui oleh Pengawas. acuan harus diperiksa dengan teliti dan dibersihkan. sesuai dengan bentukbentuk dan ukuran-ukuran yang benar dari pekerjaan beton. d. e. PASAL 25 : BAGIAN-BAGIAN PEKERJAAN Pekerjaan yang harus dilakukan pada kegiatan ini meliputi : 1. Direksi berpendapat bahwa usul Pemborong untuk membuka acuan belum pada waktunya. Pekerjaan Penunjang : Mencakup seluruh kegiatan yang diperlukan untuk menunjang terlaksananya kelancaran kegiatan fisik antara lain : a. yang ditunjukkan dalam gambar. f. Pekerjaan Persiapan 2. Pembetonan hanya boleh dimulai. baik berdasarkan perhitungan cuaca atau dengan alasan lainnya. Permukaan untuk acuan beton sedemikian rupa untuk mencegah hilangnya bahan-bahan dari beton dan bisa menghasilkan permukaan beton yang padat. Administratif . maka ia boleh memerintahkan Pemborong untuk menunda pembukaan acuan dan Pemborong tidak boleh menuntut kerugian atas penundaan tersebut. Acuan harus dibuat tetap kaku selama pengecoran dan pengerasan dari beton. c. Pembuatan Rumah panggung nelayan dan WC/Kamar Mandinya. b. Agar didapatkan hasil pengecoran yang rata. BAHAN-BAHAN LAIN g. Acuan hanya boleh dibuka dengan ijin Direksi dan pekerjaan pembukaan setelah mendapat ijin harus dilaksanakan di bawah pengawasan seorang mandor yang berwenang.

maka dasar/alas dimana tanah/pasir yang akan ditimbun harus dibersihkan terlebih dahulu dari tanaman. . Dalam hal rawan air pasang. sampah dan bahan lainnya yang dapat membusuk yang nantinya dapat menyebabkan labilnya timbunan berupa longsoran. Dokumentasi c.2. Penggalian harus dikerjakan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Teknis pelaksanaan galian yang dilakukan dengan untuk memperbesar volume pekerjaan tanah. Hal tersebut di atas tidak dapat diperhitungkan sebagai tambahan pekerjaan/volume pekerjaan. tambahan volume pekerjaan tanah tersebut di atas.4. kecuali ditetapkan lain oleh Direksi berhubung dengan pertimbangan keadaan setempat.1. Sebelum pekerjaan galian tanah dimulai. 27. Sebelum ada persetujuan Direksi atas kebenaran kedalaman galian tersebut.5. tidak diperkenankan mengambil dari pasir dari laut atau pantai. dan lain-lain. Kemiringan talud galian dibuat maksimum (paling landai) 1:1 Dalam hal galian tanah tertimbun kembali akibat adanya sebab seperti : Longsoran pantai galian dan sejenisnya Adanya rembesan dll. sebelum memulai pekerjaan timbunan. Mobilisasi dan demobilisasi e. Galian yang telah sampai pada peil yang ditentukan harus segera dilaporkan kepada Direksi untuk diadakan pemeriksaan. Pekerjaan timbunan yang berfungsi konstruktif. tidak dapat diterima. Pekerjaan ini dihampar lapis demi lapis maksimum setebal 20 cm setiap lapis dan dipadatkan dengan alat pemadat sesuai dengan material timbunan sehingga mencapai kepadatan minimum standart proctor 90 %. tidak dapat diperhitungkan sebagai pekerjaan tambahan. Pemborong harus mengadakan cek bersama pengawas pekerjaan atas duga tinggi/peil awal permukaan tanah. 26. Material yang dipakai adalah pasir atau tanah. 26. PASAL 26 : PEKERJAAN GALIAN TANAH/PASIR dan URUGAN KEMBALI 26.3. Pemborong tidak dibenarkan memulai pekerjaan pasangan pondasi. Pekerjaan pengurugan kembali pada fondasi footplate dapat menggunakan tanah eks galian.Penjagaan d. 26.b. 26. penurunan atau hal-hal lainnya. PASAL 27 : PEKERJAAN URUGAN TANAH/PASIR 27. Pengajuan atas perbedaan/kelainan setelah Pemborong melakukan pekerjaan galian. sehingga apabila terdapat perbedaan antara lapangan dengan gambar rencana dapat segera diketahui secara dini. 26. pengecekan dapat dilakukan sekurang-kurangnya satu hari sekali. dan melaporkannya kepada Direksi. tidak dapat dibenarkan. 26.1.2.6.7.

29.55 (dari beratnya) untuk kelas III dan jangan melampaui 0. kerikil dan air sebagaimana ditentukan dan tidak boleh ada campuran bahan-bahan lain tanpa persetujuan Direksi. 29. atau sesuai dengan peraturan sehingga menghasilkan mutu beton yang disyaratkan.3.4.10. Perbaikan Permukaan Beton . atau caracara yang disetujui yang akan menjaga agar permukaan selalu basah. Perbandingan antara bahan-bahan pembentuk beton yang dipakai untuk berbagai pekerjaan (sesuai kelas mutu) harus dipakai dari waktu ke waktu selama berjalannya pekerjaan. 29. demikian pula pada saat pengecoran. Beton tetap basah paling sedikit 14 hari terus menerus (segera sesudah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan) dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air atau dengan pipa-pipa berlubang-lubang. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang dihisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0.3. pasir yang digunakan adalah pasir local.7.4. pasir. Bila sesudah pembukaan cetakan ada beton yang tidak menurut gambar atau ternyata ada permukaan yang rusak atau keluar dari garis sesuai dengan spesifikasi ini.5 cm. penyiram mekanis.2. dan dilaksanakan sesuai dengan standart pengerjaan beton bertulang yang berlaku. tetapi Kontraktor boleh memakai Zat pelambat untuk mempermudah persiapan pembuatan dan cara pemakaiannya harus mendapat persetujuan Direksi.6. Air yang digunakan dalam perawatan (curing) harus memenuhi maksud-maksud spesifikasispesifikasi air untuk campuran beton a. Dan apabila tanah dasar/alasnya tidak baik. Banyaknya semen untuk tiap-tiap kubik beton tidak kurang dari 325 kg. Bahan harus dicampur sesuai dengan perbandingan campuran yang ditetapkan dan ditakar dengan ukuran takaran yang sama sehingga menghasilkan mutu beton yang disyaratkan yaitu Mutu K225. pada saat selesai dicor untuk mengurangi kehilangan air secara cepat.9. Beton yang belum mengeras harus dilindungi dari hujan.27. 27. 29. beton perlu dirawat dengan penyiraman air secara berkala sampai mencapai umur kekuatan 100 %. demikian juga pemeriksaan terhadap agregat dan beton yang dihasilkan. Pencampuran bahan harus dilakukan sampai campuran beton tersebut benar-benar homogen dengan menggunakan molen.8.5. Timbunan tanah/pasir dihampar lapis demi lapis maksimum setebal 20 cm setiap lapis dan dipadatkan dengan alat pemadat sesuai dengan material timbunan sehingga mencapai kepadatan minimum standart proctor 90 %. 27. yang diperkirakan dapat merugikan konstruksi. PASAL 29 : PEKERJAAN BETON 29.1. 29. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator (penggetar adukan). maka dasar/alas tersebut harus digali dulu sampai pada lapisan dasar tanah yang baik. Beton dan adukan harus dibuat dari semen. Perawatan beton dilakukan dengan penyiraman air.60 (dari beratnya) untuk kelas lainnya. harus dibuang dan diganti oleh kontraktor atas bebannya sendiri kecuali bila Direksi memberikan izinnya untuk menambal tempat yang rusak. Kekentalan adukan harus memenuhi nilai slump test sebesar 10-12.5. 29. 29. 29. Dalam hal untuk mencapai mutu yang disyaratkan. 29. Pekerjaan urugan pasir sebagai lantai kerja dilaksanakan setebal 15 cm dan pondasi footplate 10 cm.

Cacat lubang-lubang baut angker dan tempat cukilan dari sarang kedu yang akan diperbaiki. Pelaksanaan pengecoran beton harus seijin Direksi dan diawasi Pengawas Pekerjaan. dan seterusnya disempurnakan. lobang-lobang karena keropos. d. Spesi penambal harus dikerjakan dengan lapisan-lapisan yang tipis dan selalu dipadatkan dengan alat yang cocok. Sambungan “cor “ Beton a. dalam jumlah yang diperinci oleh pabrik dan dengan air yang cukup sehingga sesudah bahan-bahan spesi dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan dicampur akan melekat satu sama lain dan apabila diremas-remas menjadi bola dan ditekan dengan tangan tidak akan mengeluarkan air. Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus sampai ketempat sambungan cor yang disediakan sebelum permulaan pembetonan. maka Penyedia Jasa Konstruksi harus mengatur rencana pelaksanaan sedemikian rupa. Sebelum beton yang baru dicor disamping beton sudah mengeras. ketidak rataan oleh pengaruh sambungan-sambungan cetakan dan bergeraknya cetakan. Kerusakan yang memerlukan pembongkaran dan perbaikan ialah yang terdiri dari sarang kerikil. harus diisi dengan dua bagian pasir beton bersama dengan bahan pengisi yang susut. Semua lubang harus terus menerus dibasahi selama 24 Jam sebelum dicor. f. c. Sambungan cor harus rapat air. Beton tidak diijinkan untuk dijatuhkan atau digelincirkan secara tak terkendali dari ketinngian lebih dari 1. Dimana pekerjaan beton mmemanjang atau meluas dan jika menurut pendapat Direksi mungkin dilaksanakan. dan harus dibentuk dalam garis-garis lurus dengan acuan yang kaku tegak lurus pada garis tegangan pokok dan sejumlah mungkin dapat dilaksanakan pada tempat gaya lintang yang terkecil .11.13. 29. sehingga dengan penambahan saja akan menghasilkan sebuah dinding yang tidak memuaskan kelihatannya. beton yang lama harus dibersihkan dari batuan-batuan diatas seluruh . c.5 M tanpa harus diaduk lagi. Tempat sambungan harus ditempatkan sedemikian rupa.dalam hal mana penambalan harus dikerjakan seperti yang telah tercantum dalam pasal-pasal berikut. Ketelitian diharapkan pada pengisian baut-baut angker dan lubang-lubang pipa hingga seluruhnya dapat diisi penuh dengan spesi yang padat 29. Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan untuk menutupi saluran dinding (dengan spesi plester) demikian juga dinding yang berbatasan (yang bersambungan). g. b. 29. Penjelasan dan kedudukan dari tempat sambungan-sambungan cor harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan pekerjaan berlangsung. Itu harus disetujui oleh Direksi. lubanglubang baut. sehingga pengaruh dari penyusutan dan suhu dapat diperkecil. Ketidak rataan dan bengkok harus dibuang dengan pemahatan atau dengan alat lain dan seterusnya digosok dengan batu gurinda. b.12. sesuai dengan instruksi dari Direksi. sehingga beton sudah mempunyai umur 4 minggu sebelum beton baru diletakkan terhadapnya. jika menurut pendapat Direksi hal-hal yang tidak sempurna pada bagian bangunan – bangunan yang akan terlihat sedemikian. e. kerusakan karena cetakan. yang disetujui oleh Direksi.

3. 31. Pekerjaan Pasangan Batu Bata a. Galian pondasi minimal dkerjakan sesuai gambar.1. akan tetapi batu yang lebih kecil dapat dipakai atas persetujuan Direksi. bila bagian yang digali ternyata tanahnya lunak. 30.2.4. Pekerjaan plesteran dikerjakan sampai ketebalan maksimal 2 cm. PASAL 32 : PEKERJAAN BANGUNAN 32.1. Adukan untuk pekerjaan plesteran harus memenuhi persyaratan untuk bahan dan campuran. Pekerjaan pasangan digunakan campuran 1 Pc : 4 Ps Jika pemasangan pondasi batu belah terpaksa dihentikan maka ujung penghentian pondasi harus bergigi agar pada penyambungan berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna. Galian Pondasi harus cukup lebar untuk bekerja dan sisi-sisinya dijaga dari longsor.5 M dan ukuran mendatar harus tidak lebih dari 7 M tanpa mendapat persetujuan lebih dahulu dari Direksi. diberi kolom pengaku/kolom praktis dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran pasti (jadi) 15 x 15 cm. Di atas lubang-lubang pintu dan jendela harus diberi balok latai dengan adukan 1Pc : 2 Ps : 3 Kr dan diplester dengan adukan 1 Pc : 3 Ps. Pasangan batu harus terdiri batu yang dipecahkan dengan palu secara kasar dan berukuran sembarang.2. sehingga kalau dipasang bisa saling menutup. 30. 30. Semua pekerjaan pasangan untuk pondasi boleh dikerjakan atau dimulai apabila galiannya telah diperiksa dan disetujui ukurannya/kedalamannya serta kedudukan as-asnya oleh Direksi. Setiap batu harus berukuran minimun 20 cm. Semua pekerjaan pasangan tembok menggunakan adukan dengan campuran spesi 1 Pc : 4 Ps b. tempat-tempat tertentu sesuai dengan gambar kerja dan perhitungan beton.5. pemasangan batu kali tidak boleh dijatuhkan dari atas. Plesteran dinding bangunan diplester dengan adukan 1 PC : 3 PS dan diaci dengan semen dan air.6. 30. d. dan ukuran yang disesuaikan dengan perhitungan beton untuk tiap-tiap bentangan. PASAL 30 : PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI 30. Ukuran vertikal dari beton yang dituangkan pada saat hari pelaksanaan harus tidak lebih dari 1. PASAL 31 : PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN 31. Pada dinding setengah bata. 30. c. .penampangnya dan meninggalkan permukaan kasar tak teratur serta bebas dari buih semen.1. maka diteruskan hingga mencapai tanah keras sesuai petunjuk Direksi. jadi harus diatur dengan baik agar tidak berongga.

ukuran jadi tidak boleh kurang dari 5. 32. Jendela a.5. . Tiap pintu tunggal diberi satu kunci tanam yang baik mutunya dengan 2 (dua) kali putaran.3. rata. disiram dengan air semen baru kemudian diplester. tidak boleh menggunakan paku besi/ baja tetapi paku kayu / bambo dan atau paku pasak kayu. Kemiringan rabat beton dibuat ke arah saluran dengan kemiringan 1 %. Sambungan rangka untuk daun pintu dan jendela menggunakan cara pen dan lobang serta lem kayu kualitas harferine.2.4. Pada plesteran beton adukan yang digunakan adalah 1Pc : 3 Ps dan permukaan beton-beton yang diplester harus dibuat kasar terlebih dahulu. b. d.5/11.5/20 cm2 . Setiap jarak tertentu sesuai dengan gambar diberi nat dengan lebar 2 cm. Untuk mengalirkan air yang jatuh. e. datar ataupun tegak lurus dan pada bagian-bagian sudut harus betul-betul siku dan tegak lurus ke atas. 32. Untuk KM/WC menggunakan pintu double multiplek 3 mm rangka Kayu Meranti bagian dalam dilapis aluminium foil. Pekerjaan Rabat Beton a. Untuk daun pintu digunakan engsel pintu Nylon Arch 14 Cm sebanyak 3 (tiga) buah. sesuai dengan gambar. Jendela krepyak menggunakan kayu Meranti diserut ukuran 2/5 cm susun sirih pemasangannya harus dilakukan dengan baik dan diberi toleransi untuk kemungkinan menyusut (diberi renggangan). dasar rabat beton diratakan dengan menggunakan pasir urug setebal 5 cm. Daun Pintu. b. Pekerjaan Pasangan Plesteran Batu Bata a.32. Pekerjaan Besi. Pekerjaan Kosen. Tebal plesteran tidak boleh kurang dari 1 cm. c. Untuk rangka daun pintu dan jendela menggunakan kayu Meranti diserut dengan ukuran untuk pintu ambang atas dan tengah menggunakan ukuran 3. c. Untuk rabat beton digunakan campuran 1 Pc : 3 Ps dan 5 Kr d. Sebelum pelaksanaan lokasi harus dibersihkan dari semua kotoran dan disiram dengan air dan dipadatkan dengan menggunakan stamper sehingga tidak mengalami penurunan saat dicor. Pekerjaan plesteran akhir harus betul-betul lurus. Setiap kosen pintu harus dipasang angkur paling sedikit 3 buah pada masingmasing sisi tegaknya dan untuk kosen jendela dipasang angkur paling sedikit 2 buah pada masing-masing sisi tegaknya. dan untuk rangka jendela ukuran 3/8 cm2 . Dan Pengunci a. c. Sebelum dicor. 32.5/10 cm 2 dan ambang bawah 3. e. b. Penggantung.5 cm2 b. atau lebih dari 2 cm kecuali ditetapkan lain. f. Kosen untuk bangunan menggunakan kayu Meranti diserut ukuran 6/12 Cm2. dengan acian dari Pc.

d.7. Drainasi dari kamar mandi dilengkapi dengan bak kontrol dimana dimensi dan f. d. semua bidang permukaan dinding-dinding diplamur sampai halus dan rata. Air buangan drainase diresapkan ke base beton diameter 1m lainnya (terpisah dengan septictank) 32.sambungan kayu harus menggunakan meni kayu. Pekerjaan Saniter a. Semua kosen dicat warna ditentukan kemudian. c. g. Pekerjaan Cat a. jendela. Untuk plafond dan daun pintu serta partisi pemisah dinding kamar dari Multipleks 3 mm dicat dengan cat tembok. f. h. kemudian dicat dengan cat dasar satu kali kemudian dengan cat penutup dengan cat warna sebanyak 3 (tiga ) kali sampai baik. Pada sambungan. Bak mandi dari pasangan batu bata yang diplester dan diberi acian. dicat dengan mengkilat. c. sedangkan pipa udara menggunakan pipa galvanis ∅ 2”. Semua kayu dan sambungan kayu yang dihubungkan dengan beton atau pasangan harus dimeni 2 kali. b. d. Semua dinding tembok bagian dalam yang akan dicat sebelumya harus diplamur dengan plamur tembok. Kosen pintu engkel harus dipasang 6 (enam) batang angkur ∅ ½” dan dua batang dook. Warna harus asli dari kalengnya dan tidak dibenarkan menggunakan warna campuran. Septictank merupakan base beton dengan diameter 1 m (bentuk dan ukuran sesuai dengan gambar). e. Tembok mempergunakan cat dengan mutu yang baik / dengan merk Decolith atau yang setara kualitasnya.c. kosen. dan untuk bagian pekerjaan kuda-kuda kayu harus menggunakan teer. e. Semua daun pintu. Sedangkan semua dinding luar tidak perlu diplamur tetapi langsung dicat minimal 3x pengecatan sampai rata. demikian pula dengan bagian-bagian pekerjaan besi (angkur dan sebagainya ) yang berhubungan dengan kayu. Untuk WC menggunakan kloset jongkok teraso. Semua kayu yang akan dicat terlebih dahulu harus diamplas sampai halus dicat dengan meni 2 (dua ) kali diplamur dan dihaluskan. i. bahannya dapat dilihat dari gambar kerja. Kosen pintu gendong dipasang 6 (enam) batang angkur ∅ ½” dan empat batang dook. Saluran air kotor dari closet WC/KM memakai gorong-gorong ukuran diameter 20 cm. Sedangkan kerangkanya dicat dengan cat kayu. Cat yang dipakai tidak boleh mengandung endapan yang sudah membatu bila diaduk keras menjadi homogen dapat dicatkan dengan mudah / menggunakan merk DECOLUX atau yang setara kualitasnya.6. b. 32. .

j. Pekerjaan Instalasi Listrik : o Yang dimaksud pekerjaan listrik adalah pemasangan listrik dalam bangunan lengkap dengan stop kontak. 32. Pekerjaan Instalasi Listrik a.50 meter dari muka lantai untuk sakelar dan stop kontak. 32. o Stop kontak dan sakelar digunakan merk Broco dan kualitas yang baik dan disetujui oleh Direksi.10. Pekerjaan Instalasi Plumbing saluran air bersih . o Pelaksanaan pekerjaan listrik harus oleh Badan Usaha terdaftar sebagai Instalater yang telah mendapat pengesahan dari PLN. o Sedang untuk semua lampu TL (20 watt) digunakan dengan kualitas baik merk Philips (asli bukan tiruannya). sedangkan stop kontak dan sakelar dengan merk Broco. d. Rangka atap menggunakan rangka kayu meranti yang pemasangannya sesuai dengan gambar yang ada. 32. sakelar dan lain-lain.8. b. b. Warna cat tembok dinding sebelah dalam dan sebelah luar akan ditentukan kemudian (sesuai petunjuk dari Direksi). Pekerjaan lampu : o Lampu softone (10 watt) dan lampu pijar (10 watt) yang digunakan ialah lampu SL merk Philips ex dalam negeri dengan daya sesuai dengan gambar. tidak termasuk dalam penyambungan dari PLN. Pekerjaan Atap a. Atap dan bubungannya menggunakan genteng buatan lokal. Dipasang pada ketinggian 1. Pemborong wajib menyediakan gambar-gambar kerja (shop drawing) dan diminta persetujuannya kepada direksi. o Pemborong diwajibkan menyediakan gambar-gambar kerja (shop drawing) dan gambar hasil akhir pemasangan gambar revisi sesuai dengan standar PLN setelah terlebih dahulu disetujui Direksi.9. o Penilaian baik terhadap hasil pekerjaan diputuskan oleh hasil pemeriksaan Direksi. Kuda-kuda atap harus sesuai dengan gambar detail yang ada. o Untuk Instalasi listrik/ titik lampu stop kontak biasa digunakan kabel jenis dan ukuran sesuai dengan gambar serta memenuhi persyaratan untuk tegangan 220 Volt. c. o Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disebutkan dalam VDE / DIN dan Peraturan Umum Instalasi Listrik yang dikeluarkan oleh PLN.

Pemasangan instalasi air/pipa-pipa air bersih yang masuk pada bangunan dan harus melekat pada dinding bata harus dipasang sebelum tembok diplester. Pekerjaan Pemasangan Dinding Kayu Pemasangan dinding Kayu menggunakan papan kayu meranti diserut uk. Pemborong harus memperbaiki ataupun mengulangi perkerjaan tersebut hingga memenuhi syarat. Diameter pipa sesuai dengan gambar. 2/20 cm susun sirih harus diperkuat dengan kayu 5/7 yang diangkur kedalam balok/kolom yang ada. 3. untuk itu sambungan-sambungan pipa mengacu persyaratan yang berlaku sesuai fungsinya. Pipa air yang digunakan adalah pipa PVC Medium ukuran ¾ ”. Septictank dibuat dari base beton berdiameter 1 m. f. PASAL 33 : PEKERJAAN KURANG SEMPURNA Pekerjaan yang kurang sempurna berdasarkan pemeriksaan Direksi/Petugas Proyek. 32. Bagian atas dari septictank ditutup dengan plat beton bertulang dan diberi tempat pemeriksaan yang ditutup dengan plat besi.11. diberi pengangkat dan juga pipa hawa dari besi diameter 2 inch dengan ketinggian sesuai gambar kerja. 32. Pipa air bersih dan air kotor tidak dibenarkan dipasang pada lubang galian yang sama. Biaya perbaikan pengulangan pekerjaan ini menjadi tanggungan Pemborong. d. e. c.a. Pola perkuatan kayu dapat dilihat dari gambar kerja yang ada. Termasuk dalam pekerjaan ini ialah penyediaan/penyambungan air bersih dari sumber air yang ada dimana penyediaan air bersih menjadi tanggung jawab Pemda setempat. Kelalaian mengakibatkan pembongkaran dinding/plesteran tersebut tidak dibenarkan. dipasang sedemikian rupa sehingga tidak bocor. Septictank dipasang lengkap dengan pipa gorong-gorong diameter 20 cm yang merupkan penyaluran dari closet.12. . Bahan yang tidak disebutkan dalam syarat-syarat uraian. b. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pemasangan saluran pipa-pipa air bersih dengan komponen-komponen sambungannya. Pekerjaan Septictank dan Peresapan 1. h. harus ada persetujuan dari Direksi. Pemasangan pipa harus dilaksanakan dengan baik. 2. g.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->