Jenis Data Menurut Skala Pengukuran Skala Pengukuran merupakan peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran.

Menurut skala pengukuran data dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio. 1. Data Nominal Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya (Hasan, 2005:34). Data nominal biasanya digunakan sebagai kode. Hanya mengelompokkan kategori berdasarkan kelompok tertentu. Ciri dari data ini yaitu (a) kategori data bersifat saling lepas ( satu obyek hanya masuk pada satu kelompok saja) dan (b) kategori data tidak disusun secara logis. Contoh: * Jenis kelamin: 1 untuk pria dan 0 untuk wanita. * Opsi Jawaban benar salah: 0 jika jawaban salah, 1 jika jawaban benar 2. Data Ordinal Data ordinal merupakan data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya, jarak/rentang data tidak harus sama. Ciri dari jenis data ini adalah kategori data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki. Selebihnya memiliki ciri yang sama dengan data nominal. Contoh: mengubah nilai angka ke nilai huruf: 86-100 medapat nilai A 71-85 mendapat nilai B 61-70 mendapat nilai C 46-60 mendapat nilai D 0-45 mendapat nilai E 3. Data Interval Data interval merupakan data dimana obyek / kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap obyek/kategori sama. Besar interval dapat di tambah atau dikurangi. Ciri dari jenis data ini sama dengan data ordinal, tetapi urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. Contoh: A B C D E 1 2 3 4 5 Interval A sampai C adalah 3-1=2, kedua interval dapat dijumlahkan. Pada data ini yang dijumlahkan buka kuantitas atau besaran, melainkan intervalnya, pada data ini tidak terdapat titik nol absolut. 4. Data Rasio Data rasio memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal dan data interval, dilengkapi dengan titik nol absolut. Karena terdapat angka nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Angka pada data menunjukkan nilai yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur. Contoh: Nilai si-O sebesar 50, nilai si-Z sebesar 100. Ukuran rasionya dapat dinyataka bahwa nilai si-Z adalah 2 kali nilai si-O. Daftar Pustaka: Hasan, Iqbal. 2005. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta: Bumi Aksara
a

Jenis Data Menurut Skala Pengukuran
Skala Pengukuran merupakan peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Menurut skala pengukuran data dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu data nominal, data ordinal, data interval, dan data rasio.

Ciri dari jenis data ini adalah kategori data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki. Data nominal biasanya digunakan sebagai kode. Ciri dari data ini yaitu (a) kategori data bersifat saling lepas ( satu obyek hanya masuk pada satu kelompok saja) dan (b) kategori data tidak disusun secara logis. Data Nominal Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya (Hasan. dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya. Contoh: o Jenis kelamin: 1 untuk pria dan 0 untuk wanita. kedua interval dapat dijumlahkan. Data Interval Data interval merupakan data dimana obyek / kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap obyek/kategori sama.1. Besar interval dapat di tambah atau dikurangi. 2005:34). 1 jika jawaban benar 2. Data Ordinal Data ordinal merupakan data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya. Pada data ini yang dijumlahkan buka kuantitas atau besaran. Karena terdapat angka nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. Angka pada data menunjukkan nilai yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur. o Opsi Jawaban benar salah: 0 jika jawaban salah. Data Rasio Data rasio memiliki sifat-sifat data nominal. melainkan intervalnya. Selebihnya memiliki ciri yang sama dengan data nominal. pada data ini tidak terdapat titik nol absolut. Contoh: mengubah nilai angka ke nilai huruf: 86-100 medapat nilai A 71-85 mendapat nilai B 61-70 mendapat nilai C 46-60 mendapat nilai D 0-45 mendapat nilai E 3. data ordinal dan data interval. Hanya mengelompokkan kategori berdasarkan kelompok tertentu. dilengkapi dengan titik nol absolut. Contoh: ABCDE 12345 Interval A sampai C adalah 3-1=2. Ciri dari jenis data ini sama dengan data ordinal. 4. tetapi urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. jarak/rentang data tidak harus sama. .

1 jika jawaban benar . nilai si-Z sebesar 100.  Metrik atau kuantitatif (data berupa angka). tingkat pendidikan  Ordinal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori. Misalnya pengukuran Suhu. Misalnya pengukuran berat badan. Skala Nominal merupakan skala pengukuran yang bersifatmembedakan saja. Nilai nol mutlak adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skal yang lain. yaitu:  langsung dari responden (wawancara. Iqbal. 2005:34). perkalian dan pembagian. Menurut skala pengukuran data dibedakan menjadi 4 jenis. yaitu data nominal. 2005. variabel yang diukur menggunakan skala interval dan ratio umumnya merupakan variabel metrik Skala pengukuran dibedakan menjadi :  Nominal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori. atau sifat kategorik yang menunjukkan atau menggambarkan suatu subjek. Contoh: o Jenis kelamin: 1 untuk pria dan 0 untuk wanita. karenanya nilai-nilai dalam skala ini dapat dibandingkan dan dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan. data ini bisa berupa atribut. Daftar Pustaka: Hasan. pengurangan. tinggi badan. Juga disebut sebagai skala kategorik. Jenis Data Menurut Skala Pengukuran Skala Pengukuran merupakan peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. melainkan nilai nol kesepakatan.Contoh: Nilai si-O sebesar 50. luas area. Skala pengukuran ini bersifatmembedakan. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Tidak memiliki nilai nol mutlak. juga dapat mengetahui jarak diantara dua pengukuran. departemendepartemen. mengurutkan danmempunyai nilai nol mutlak. karakteristik. Hanya mengelompokkan kategori berdasarkan kelompok tertentu. Misalnya seseorang diminta untuk mengurutkan tiga buah produk berdasarkan tingkat kepuasan terhadap produk. dan diantara kategori tidak ada suatu urutan. pengukuran. Data nominal biasanya digunakan sebagai kode. Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sifatnya membedakan dan mengurutkan. data ordinal.  Interval: skala ini disamping dapat membedakan urutan. Ciri dari data ini yaitu (a) kategori data bersifat saling lepas ( satu obyek hanya masuk pada satu kelompok saja) dan (b) kategori data tidak disusun secara logis. Misalnya : jenis Kelamin (Laki-laki atau perempuan).pengamatan)  tidak langsung dari responden (didapat dari berbagai sumber data. Ukuran rasionya dapat dinyataka bahwa nilai siZ adalah 2 kali nilai si-O. data interval. o Opsi Jawaban benar salah: 0 jika jawaban salah. lembaga penelitian) Ada dua Jenis Data dasar. 1. yaitu:  Non-Metrik atau kualitatif (data tidak berupa angka). Jakarta: Bumi Aksara engumpulan data dapat dilakukan dengan 2 cara.  Rasio: Skala pengukuran ini bersifat membedakan. dan diantara kategori ada suatu urutan. Data Nominal Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya (Hasan. mengurutkan dan memiliki jarak yang sama. pengukuran dilakukan sehingga suatu subjek dapat diketahui perbedaannya dalam jumlah atau derajat. dan data rasio.

Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta: Bumi Aksara http://ghiovanidebrians. Ciri dari jenis data ini sama dengan data ordinal. Contoh: ABCDE 12345 Interval A sampai C adalah 3-1=2. Contoh: Nilai si-O sebesar 50. Contoh: mengubah nilai angka ke nilai huruf: 86-100 medapat nilai A 71-85 mendapat nilai B 61-70 mendapat nilai C 46-60 mendapat nilai D 0-45 mendapat nilai E 3.com/2013/02/jenis-data-menurut-skala-pengukuran. jarak/rentang data tidak harus sama. 2005. pada data ini tidak terdapat titik nol absolut. 4. data ordinal dan data interval. Data Interval Data interval merupakan data dimana obyek / kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap obyek/kategori sama. Data Ordinal Data ordinal merupakan data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya. Besar interval dapat di tambah atau dikurangi. Daftar Pustaka: Hasan. Ukuran rasionya dapat dinyataka bahwa nilai siZ adalah 2 kali nilai si-O. Data Rasio Data rasio memiliki sifat-sifat data nominal. kedua interval dapat dijumlahkan. Angka pada data menunjukkan nilai yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur. Selebihnya memiliki ciri yang sama dengan data nominal.html . Pada data ini yang dijumlahkan buka kuantitas atau besaran. Iqbal.2. dilengkapi dengan titik nol absolut. Ciri dari jenis data ini adalah kategori data dapat disusun berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya karakteristik yang dimiliki.blogspot. Karena terdapat angka nol maka pada data ini dapat dibuat perkalian atau pembagian. nilai si-Z sebesar 100. melainkan intervalnya. tetapi urutan kategori data mempunyai jarak yang sama. dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.