P. 1
Teori Erikson

Teori Erikson

|Views: 105|Likes:
Published by Fadzlun Jamali

More info:

Published by: Fadzlun Jamali on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2014

pdf

text

original

Latar Belakang Manusia merupakan penduduk bumi yang diciptakan paling sempurna dibandingakan dengan mahluk yang lainya

, di dalam tubuh manusia dari mulai sejak lahir sampai dengan lanjut usia tubuh manusia terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat spesifik, untuk itu oleh para ahli sebutan manusia adalah makhluk yang misteri, Ilmu-ilmu seperti filsafat, ekonomi, sosiologi, antropologi juga psikologi dan beberapa ilmu lainnya adalah ilmu yang membahas tentang manusia dengan perspektif masing-masing.Manusia mempunyai keperluan asas yang sama dan perkembangan mereka bergantung kepada tindak balas terhadap keperluan tersebut. pertumbuhan manusia berjalan sesuai prinsip epigenetik yang menyatakan bahwa kepribadian manusia berjalan menurut delapan tahap. Berkembangnya manusia dari satu tahap ke tahap berikutnya ditentukan oleh keberhasilannya atau ketidakberhasilannya dalam menempuh tahap sebelumnya. Erik Erikson adalah salah satu diantara para ahli yang melakukan ikhtiar itu. Dari perspektif psikologi, ia menguraikan manusia dari sudut perkembangannya sejak dari masa 0 tahun hingga usia lanjut. Erikson beraliran psikoanalisa dan pengembang teori Freud. Kelebihan yang dapat kita temukan dari Erikson adalah bahwa ia mengurai seluruh siklus hidup manusia, termasuk disini adalah bahwa Erikson memasukkan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi perkembangan tahapan manusia, tidak hanya sekedar faktor libidinal sexual. Erik Erikson lahir di Franfrurt Jerman, pada tanggal 15 Juni 1902. Dia adalah ahli analisa jiwa dari Amerika, yang membuat kontribusi-kontribusi utama dalam pekerjaannya di bidang psikologi pada pengembangan anak. Ayahnya meninggal dunia sebelum ia lahir. Saat remaja, ibunya menikah lagi dengan psikiater yang bernama Dr. Theodor Homberger. Waktu kecil Erikson tidak menyenangi sekolah yang formal. Ia pun tidak sempat menyelesaikan program diploma. Perjalanan Erikson ke beberapa negara dan perjumpaannya dengan ahli analisa jiwa dari Austria yaitu Anna Freud, menjadikannya seorang ilmuwan sekaligus seniman yang diperhitungkan. Ia mulai mempelajari ilmu tersebut di Vienna Psychoanalytic Institute, kemudian ia mengkhususkan diri dalam psikoanalisa anak. Terakhir pada tahun 1960 ia dianugerahi gelar profesor dari Universitas Harvard. Setelah menghabiskan waktu dalam perjalanan panjangnya di Eropa Pada tahun 1933 ia kemudian berpindah ke USA dan ditawari untuk mengajar di Harvad Medical School. Selain itu ia memiliki pratek mandiri tentang psiko analisis anak. Terakhir, ia menjadi pengajar pada Universitas California di Berkeley, Yale, San Francisco

maupun lansia. Erikson Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia.Psychoanalytic Institute. menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan atau kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan.Buku-buku karyanya antara lain yaitu: Young Man Luther (1958). yang menjadi salah satu buku klasik di dalam bidang ini. menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan. teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis. Saat ia melanjut pekerjaan klinisnya dengan anakanak muda. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan atau masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern. Akan . Austen Riggs Center. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Oleh sebab itu. baik anak. Bersama dengan Sigmund Freud. antara lain :  pertama. Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Erikson mengembangkan konsep krisis perasaan dan identitas sebagai suatu konflik yang tak bisa diacuhkan pada masa remaja. Insight and Responsibility (1964). Perkembangan Kepribadian Erik H. Gandhi's Truth (1969): yang menang pada Pulitzer Prize and a National Book Award dan Vital Involvement in Old Age(1986). dan Center for Advanced Studies of Behavioral Sciences.  Kedua. B. satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud.  Ketiga. Erikson berpendapat bahwa pandangan sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. dewasa. Buku pertamanya adalah Childhood dan Society (1950). Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia. teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan. Identity (1968). Teori Erikson berkaitan dengan kehidupan pribadinya.

dan akan selalu terjadi pada setiap tahap perkembangan hingga berakhir pada tahap dewasa. Bagi Erikson. dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. yang dikenal dengan istilah “delapan tahap perkembangan manusia”. bahkan dia sering meminggirkan masalah insting dan alam bawah sadar. Adapun tingkatan dalam . Erikson berpendapat bahwa tiap tahap psikososial juga disertai oleh krisis. yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. yang mana hal ini sangat dominan. karena pertumbuhan dan perkembangan antar personal dalam sebuah lingkungan tentang suatu peningkatan dalam sebuah sikap yang mudah sekali terkena serangan berdasarkan fungsi dari ego pada setiap tahap. dan di lain pihak menambahkan dimensi sosial-psikologis pada konsep dinamika dan perkembangan kepribadian yang diajukan oleh Freud. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Erikson berdalil bahwa setiap tahap menghasilkan epigenetic. Selanjutnya. Sedangkan konsep perkembangan yang diajukan dalam teori psikoseksual yang menyangkut tiga tahap yaitu oral. diperluasnya menjadi delapan tahap sedemikian rupa sehingga dimasukkannya cara-cara dalam mana hubungan sosial individu terbentuk dan sekaligus dibentuk oleh perjuangan-perjuangan insting pada setiap tahapnya. Oleh sebab itu.tetapi. Perbedaan dalam setiap komponen kepribadian yang ada didalam tiap-tiap krisis adalah sebuah masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan. anal. Konflik adalah sesuatu yang sangat vital dan bagian yang utuh dari teori Erikson. dan genetic yang berarti “emergence” atau kemunculan. Epigenetic berasal dari dua suku kata yaitu epi yang artinya “upon” atau sesuatu yang sedang berlangsung. Erikson membuat sebuah bagan untuk mengurutkan delapan tahap secara terpisah mengenai perkembangan ego dalam psikososial. dan genital. maka di satu pihak ia menerima konsep struktur mental Freud. Hal ini terjadi karena dia adalah seorang ilmuwan yang punya ketertarikan terhadap antropologis yang sangat besar. Gambaran dari perkembangan cermin mengenai ide dalam setiap tahap lingkaran kehidupan sangat berkaitan dengan waktu. Delapan tahap/fase perkembangan kepribadian menurut Erikson memiliki ciri utama setiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial. Dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” tahun 1963.

dapat mendorong perasaan tidak percaya diri pada anak yang di asuh. Tingkat pertama teori perkembangan psikososial Erikson terjadi antara kelahiran sampai usia satu tahun dan merupakan tingkatan paling dasar dalam hidup. Jika anak berhasil membangun kepercayaan. Infancy (0-1 thn) Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan) Terjadi pada usia 0 s/d 18 bulan. Doubt Initiative vs Guilt Industry vs Inferiority Identity vs Identity Confusion Intimacy vs Isolation Generativity vs Stagnation Ego Integrity vs Despair 1. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. atau menolak. perkembangan kepercayaan didasarkan pada ketergantungan dan kualitas dari pengasuh kepada anak. . Pengasuh yang tidak konsisten. Oleh karena bayi sangat bergantung. dia akan merasa selamat dan aman dalam dunia. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. suara asing. perlakuan asing dan sebagainya. tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. tempat asing.delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut : Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini : Developmental Stage Infancy (0-1 thn) Early childhood (1-3 thn) Preschool age (4-5 thn) School age (6-11 thn) Adolescence (12-10 thn) Young adulthood ( 21-40 thn) Adulthood (41-65 thn) Senescence (+65 thn) Basic Components Trust vs Mistrust Autonomy vs Shame. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya. Ia bukan saja tidak percaya kepada orang-orang yang asing tetapi juga kepada benda asing. tidak tersedia secara emosional.

saat anak belajar berjalan. tetapi mereka masih dapat mengolahnya menjadi baik. alasan Erikson cukup berbeda dari Freud.Pada dasarnya setiap manusia pada tahap ini tidak dapat menghindari rasa kepuasan namun juga rasa ketidakpuasan yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan ketidakpercayaan. Erikson percaya bahwa belajar untuk mengontrol fungsi tubuh seseorang akan membawa kepada perasaan mengendalikan dan kemandirian. sementara yang tidak berhasil akan merasa tidak cukup dan ragu-ragu terhadap diri sendiri. Kejadian-kejadian penting lain meliputi pemerolehan pengendalian lebih yakni atas pemilihan makanan. Seperti Freud. 3. hal inilah yang akan menjadi dasar kemampuan seseorang pada akhirnya untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik. maupun untuk menyentuh benda-benda lain. memeluk. sehingga melalui masa ini akan nampak suatu usaha atau perjuangan anak terhadap pengalaman-pengalaman baru yang berorientasi pada suatu tindakan/kegiatan yang dapat menyebabkan adanya sikap untuk mengontrol diri sendiri dan juga untuk menerima control dari orang lain. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orangtuanya terdapat suatu sikap/tindakan yang baik. Akan tetapi. mainan yang disukai. maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Tingkat ke dua dari teori perkembangan psikososial Erikson ini terjadi selama masa awal kanak-kanak dan berfokus pada perkembangan besar dari pengendalian diri. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Early childhood (1-3 thn) Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu Terjadi pada usia 18 bulan s/d 3 tahun. Anak yang berhasil melewati tingkat ini akan merasa aman dan percaya diri. Di mana setiap individu perlu mengetahui dan membedakan kapan harus percaya dan kapan harus tidak percaya dalam menghadapi berbagai tantangan maupun rintangan yang menghadang pada perputaran roda kehidupan manusia tiap saat. Erikson percaya bahwa latihan penggunaan toilet adalah bagian yang penting sekali dalam proses ini. Adanya perbandingan yang tepat atau apabila keseimbangan antara kepercayaan dan ketidakpercayaan terjadi pada tahap ini dapat mengakibatkan tumbuhnya pengharapan. 2. Misalnya. Tetapi. memegang tangan orang lain. dan juga pemilihan pakaian. Nilai lebih yang akan berkembang di dalam diri anak tersebut yaitu harapan dan keyakinan yang sangat kuat bahwa kalau segala sesuatu itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Selama masa usia prasekolah mulai menunjukkan kekuatan dan kontrolnya akan dunia melalui permainan langsung dan interaksi sosial . Pada usia ini menurut Erikson bayi mulai belajar untuk mengontrol tubuhnya. Preschool age (4-5 thn) Inisiatif vs Kesalahan Terjadi pada usia 3 s/d 5 tahun.

sehingga anak juga dapat mengembangkan sikap rendah diri. guru harus memberi perhatian. teman harus menerima kehadirannya. School age (6-11 thn) Kerajinan vs Inferioritas Terjadi pada usia 6 s/d pubertas. Masa-masa bermain merupakan masa di mana seorang anak ingin belajar dan mampu belajar terhadap tantangan dunia luar. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun. apakah itu di sekolah atau ditempat bermain. maka dituntut perilaku aktif dan bertujuan. Tahap ketiga ini juga dikatakan sebagai tahap kelamin-lokomotor (genitallocomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Anak yang berhasil dalam tahap ini merasa mampu dan kompeten dalam memimpin orang lain. Melalui tuntutan tersebut anak dapat mengembangkan suatu sikap rajin. semuanya akan terbalik apabila tujuan dari anak pada masa genital ini mengalami hambatan karena dapat mengembangkan suatu sifat yang berdampak kurang baik bagi dirinya yaitu merasa berdosa dan pada klimaksnya mereka seringkali akan merasa bersalah atau malah akan mengembangkan sikap menyalahkan diri sendiri atas apa yang mereka rasakan dan lakukan. Saat anak-anak berada tingkatan ini area sosialnya bertambah luas dari lingkungan keluarga merambah sampai ke sekolah. Tingkatan ini menunjukkan adanya pengembangan anak terhadap rencana yang pada awalnya hanya sebuah fantasi semata. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. namun berkembang seiring bertambahnya usia bahwa rencana yang ada harus dapat diwujudkan yaitu untuk dapat berhasil dalam belajar. . Akan tetapi. dan lain sebagainya. Anak pada usia ini dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil. Berbeda kalau anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (inferioritas). serta mempelajari kemampuan-kemampuan baru juga merasa memiliki tujuan. Mereka lebih tertantang karena menghadapi dunia sosial yang lebih luas. misalnya orang tua harus selalu mendorong. Adanya peningkatan rasa tanggung jawab dan prakarsa. Erikson yakin bahwa kebanyakan rasa bersalah dapat digantikan dengan cepat oleh rasa berhasil. sehingga pada usia ini orang tua dapat mengasuh anaknya dengan cara mendorong anak untuk mewujudkan gagasan dan ide-idenya. dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.lainnya. 4. sehingga semua aspek memiliki peran. Dikarenakan sikap inisiatif merupakan usaha untuk menjadikan sesuatu yang belum nyata menjadi nyata.

orangtua harus mengizinkan remaja menjelajahi banyak peran dan jalan yang berbeda dalam suatu peran khusus. anak mulai mengembangkan perasaan bangga terhadap keberhasilan dan kemampuan mereka. ciri-ciri yang khas dari dirinya. Permasalahan yang dapat timbul pada tahun sekolah dasar adalah berkembangnya rasa rendah diri. yakni usia 10 s/d 20 tahun. pekerjaan dan romantisme. jika jalan masa depan positif tidak dijelaskan. Anak dihadapkan memilikibanyak peran baru dan status sebagai orang dewasa. Selama masa remaja ia mengekplorasi kemandirian dan membangun kepekaan dirinya. guru. jika remaja tidak secara memadai menjajaki banyak peran. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran. maka kebingungan identitas merajalela. Dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri.Melalui interaksi sosial. misalnya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitas diri pada remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan. identitas positif akan dicapai. dan kemana mereka menuju dalam kehidupannya (menuju tahap kedewasaan). Anak yang menerima sedikit atau tidak sama sekali dukungan dari orang tua. Erikson yakin bahwa guru memiliki tanggung jawab khusus bagi perkembangan ketekunan anak-anak. bagaimana mereka nantinya. sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Anak dihadapkan dengan penemuan siapa mereka. 5. mereka mengarahkan energi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual. Anak yang didukung dan diarahkan oleh orang tua dan guru membangun perasaan kompeten dan percaya dengan keterampilan yang dimilikinya. perasaan tidak berkompeten dan tidak produktif. Jika remaja menjajaki peran-peran semacam itu dengan cara yang sehat dan positif untuk diikuti dalam kehidupan. . dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya. Yang man ditandai adanya kecenderungan identity – Identity Confusion. sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Prakarsa yang dicapai sebelumnya memotivasi mereka untuk terlibat dengan pengalaman-pengalaman baru. atau teman sebaya akan merasa ragu akan kemampuannya untuk berhasil. Ketika beralih ke masa pertengahan dan akhir kanak-kanak. Jika suatu identitas remaja ditolak oleh orangtua. Adolescence (12-10 thn) Identitas vs Kekacauan Identitas Terjadi pada masa remaja. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak.

sahabat. maka akan muncul rasa keterasingan dan jarak dalam interaksi dengan orang. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting. 7. mereka melanjutkan membangun hidupnya berfokus terhadap karir dan keluarga. Dalam konteks teorinya. Erikson percaya tahap ini penting. Wilayah cinta yang dimaksudkan disini tidak hanya mencakup hubungan dengan kekasih namun juga hubungan dengan orang tua. dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego. perasaan mandiri dan control dirinya akan muncul dalam tahap ini. kesendirian dan depresi. kekasih. Sedangkan elitisme menunjukkan sikap yang kurang terbuka dan selalu menaruh curiga terhadap orang lain. 6. maka akan merasa bahwa mereka berkontribusi . cinta berarti kemampuan untuk mengenyampingkan segala bentuk perbedaan dan keangkuhan lewat rasa saling membutuhkan. Pencapaian identitas pribadi dan menghindari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Young adulthood ( 21-40 thn) Keintiman vs Isolasi Terjadi selama masa dewasa awal (20an s/d 30an tahun).Selama masa ini. dan lain-lain. Bagi mereka yang tidak yakin terhadap kepercayaan diri dan hasratnya. Mereka sudah mulai selektif untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu. Jika mengalami kegagalan. kecenderungan antara keintiman dan isoalasi harus berjalan dengan seimbang guna memperoleh nilai yang positif yaitu cinta. Mereka yang berhasil dalam tahap ini. akan mengembangkan hubungan yang komit dan aman. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang memiliki sedikit kepekaan diri cenderung memiliki kekurangan komitemen dalam menjalin suatu hubungan dan lebih sering terisolasi secara emosional. tetangga. kepekaan diri. Oleh sebab itu. akan muncul rasa tidak aman dan bingung terhadap diri dan masa depannya. Erikson percaya bahwa identitas personal yang kuat penting untuk mengembangkan hubungan yang intim. dan lain-lain. Afilisiasi menunjukkan suatu sikap yang baik dengan mencerminkan sikap untuk mempertahankan cinta yang dibangun dengan sahabat. Ritualisasi yang terjadi pada tahan ini yaitu adanya afiliasi dan elitisme. Mereka yang berhasil di tahap ini. Adulthood (41-65 thn) Generativitas vs Stagnasi Terjadi selama masa pertengahan dewasa (40an s/d 50an tahun).Namun bagi mereka yang menerima dukungan memadai maka eksplorasi personal. yaitu tahap seseorang membangun hubungan yang dekat dan siap berkomitmen dengan orang lain.

akan merasa bahwa hidupnya percuma dan mengalami banyak penyesalan. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi. meskipun saat menghadapi kematian. 8.Mereka yang berhasil melewati tahap ini. Selama fase ini cenderung melakukan cerminan diri terhadap masa lalu. tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut. akan merasa tidak produktif dan tidak terlibat di dunia ini. Mereka yang gagal melalui tahap ini. Harapan yang ingin dicapai pada masa ini yaitu terjadinya keseimbangan antara generativitas dan stagnansi guna mendapatkan nilai positif yang dapat dipetik yaitu kepedulian. Ritualisasi dalam tahap ini meliputi generasional dan otoritisme. Senescence (+65 thn) Integritas vs Keputusasaan Terjadi selama masa akhir dewasa (60an tahun). Mereka yang tidak berhasil pada fase ini. Individu ini akan mencapai kebijaksaan. salah satu tugas untuk dicapai ialah dengan mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Dalam teori Erikson. Melalui generativitas akan dapat dicerminkan sikap memperdulikan orang lain. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya. karena . Generativitas adalah perluasan cinta ke masa depan.terhadap dunia dengan partisipasinya di dalam rumah serta komunitas. Individu akan merasa kepahitan hidup dan putus asa. Sedangkan otoritisme yaitu apabila orang dewasa merasa memiliki kemampuan yang lebih berdasarkan pengalaman yang mereka alami serta memberikan segala peraturan yang ada untuk dilaksanakan secara memaksa. semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. pada masa ini. Generasional ialah suatu interaksi atau hubungan yang terjalin secara baik dan menyenangkan antara orang-orang yang berada pada usia dewasa dengan para penerusnya. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada. Pemahaman ini sangat jauh berbeda dengan arti kata stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri dan sikap yang dapat digambarkan dalam stagnasi ini adalah tidak perduli terhadap siapapun. sehingga hubungan diantara orang dewasa dan penerusnya tidak akan berlangsung dengan baik dan menyenangkan. berarti ia dapat mencerminkan keberhasilan dan kegagalan yang pernah dialami.

stages. Kesulitan tersebut dapat diatasi jika di dalam diri orang yang berada pada tahap paling tinggi dalam teori Erikson terdapat integritas yang memiliki arti tersendiri yakni menerima hidup dan oleh karena itu juga berarti menerima akhir dari hidup itu sendiri.files. yang diartikan Erikson sebagai sikap sumpah serapah dan menyesali kehidupan sendiri. keseimbangan antara integritas dan kecemasan itulah yang ingin dicapai dalam masa usia senja guna memperoleh suatu sikap kebijaksanaan. Adulthood (41-65 thn) Generativitas vs Stagnasi. jika kecenderungan kecemasan lebih kuat dibandingkan dengan integritas maupun secara malignansi yang disebut dengan sikap menggerutu.haveford. DAFTAR PUSTAKA http://deviarimariani. Senescence (+65 thn) Integritas vs Keputusasaan.gunadarma. Adolescence (12-10 thn) Identitas vs Kekacauan Identitas. Kecenderungan terjadinya integritas lebih kuat dibandingkan dengan kecemasan dapat menyebabkan maladaptif yang biasa disebut Erikson berandai-andai. sikap ini akan bertolak belakang jika didalam diri mereka tidak terdapat integritas yang mana sikap terhadap datangnya kecemasan akan terlihat. Early childhood (1-3 thn) Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu.id/2009/09/1445/ http://www. sementara mereka tidak mau menghadapi kesulitan dan kenyataan di masa tua.ac. Namun. Sebaliknya.htm/ . Preschool age (4-5 thn) Inisiatif vs Kesalahan.edu/psych/ddavis/p1099/erikson.orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna. Oleh karena itu.wordpress. yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. Kesimpulan Jadi dapat disimpulkan menurut Erik Erikson perkembangan di bagi dalam delapan tahap/fase perkembangan kepribadian yang memiliki ciri utama disetiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial. Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut : Infancy (0-1 thn) Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan).com/2008/11/erik-eriksoi. Young adulthood ( 21-40 thn) Keintiman vs Isolasi.doc http://wartawarga. BAB III PENUTUP A. School age (6-11 thn) Kerajinan vs Inferioritas.

Jerman pada 15 juni 1902. iaitu pada peringkat umur 0 hingga 18 bulan. kanak-kanak akan terus bersikap berdikari dengan meneroka persekitaran dan kemahiran baru yang digemarinya. Sebagai contoh. Setiap peringkat akan timbul tingkah laku positif dan negatif yang membawa masalah penyelesaian psikologikal kerana konflik emosinya. Sebaliknya. Pada peringkat ini. membuang air. Erik Erikson merupakan seorang tokoh psikologi yang membentuk satu teori yang komprehensif tentang perkembangan manusia berdasarkan jangka masa kehidupan mereka. emosi dan faktor sosial. manusia berpotensi mengalami perkembangan psikologi yang sihat dan mampu mengatasi kesulitan mengikut masa dan pringkat perkembangan tertentu. kanak-kanak yang ingin cuba makan dan minum sendiri. Pada peringkat ini. Beliau membentuk teori berdasarkan kepada pengalaman kehidupannya sendiri.com/social-sciences/education/2102731-teori-perkembanganpsikososial-erik-erikson/#ixzz2BjE5asQg Teori Perkembangan Erik Erikson Erik Homburger Erikson dilahirkan di Frankurt.http://id. Sebagai contoh. dapat dilihat pada kebanyakan bayi yang baru lahir. Kanak-kanak yang diberi sokongan untuk meneroka perlakuan fizikal ini akan mempunyai keyakinan diri atau autonomi manakala yang tidak diberi peluang akan merasa ragu-ragu terhadap kebolehan lawan rasa bersalah pula akan ditempuhi oleh kanak-kanak yang berumur 3 hingga 6 tahun. Berdasarkan Teori Perkembangan Erik Erikson. Pada peringkat ini bayi mula menjalinkan hubungan kasih sayang dan kepercayaan dengan ibu bapa atau membentuk perasaan tidak percaya. bayi akan menangis jika tidak melihat Peringkat kedua ialah fasa autonomi lawan keraguan yang berlaku pada kanakkanak berumur 18 bulan hingga 3 tahun. Peringkat pertama ialah fasa kepercayaan lawan kecurigaan. Buku pertamanya adalah Childhood dan Society (1950) yang menjadi salah satu buku klasik dalam bidang psikologi. memakai kasut dan sebagainya. Bayi akan berasa selamat dan percaya pada ibu bapanya serta dapat merasai kasih sayang yang dicurahkan sepenuh hati. kanak-kanak akan cuba berdikari untuk melakukan aktiviti fizikal tanpa memerlukan bantuan orang dewasa. Terdapat lapan peringkat perkembangan emosi manusia yang dikaji oleh Erik Erikson. Teori beliau digelar psikososial kerana beliau menggabungkan tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan individu faktor kendiri.shvoong. Mereka suka dan kerap kali bertanyakan soalan dan mahukan penjelasan untuk setiap situasi yang .

Mereka yang tidak dapat membina keintiman akan rasa terasing dan akan menghindari berhubung dengan orang lain Peringkat ketujuh ialah fasa generatif lawan stagnasi akan dilalui oleh individu dalam lingkungan umur 20-an hingga 50-an. kanak-kanak yang tidak diberi peluang atau dihukum akan rasa bersalah dan tidak yakin terhadap dirinya sendiri. Secara teori. Individu yang berjaya . Setiap kanak-kanak akan menghadapi peringkat pembelajaran kemahiran baru atau menghadapai risiko perasaan rendah diri jika menemui kegagalan atau tidak cekap terhadap sesuatu perkara. bidang pekerjaan. Kegagalan akan membawa kepada perasaan kecewa dan tidak berpuas hati serta mementingkan diri sendiri. di samping itu. Individu ini mula mengenali diri sendiri. Generatif merujuk kepada usaha seseorang untuk memberi sumbangan untuk generasi akan datang. Memasuki fasa intim lawan bersendirian. Manakala. Contohnya dapat dilihat pada kanak-kanak yang telah memasuki alam persekolahan. krisis utama ialah membentuk hubungan intim melalui perkahwinan serta membina kehidupan berkeluarga. peringkat keempat ialah fasa berdaya usaha lawan rendah diri yang wujud pada kanak-kanak yang berumur 6 hingga 12 tahun. mereka juga akan menjalani kehidupan berkeluarga dan berkerjaya yang baik. Pada peringkat ini. Individu pada peringkat ini sudah berupaya menjaga dan melindungi individu lain (suami atau isteri dan anak) tanpa hilang identiti diri. Mereka mula dan sentiasa mencari identiti diri sama ada dalam personaliti. politik dan agama. Mereka akan berusaha sadaya upaya untuk mendapat kedudukan terbaik di dalam kelas. Kanak-kanak ini akan berasa rendah diri apabila gagal mencapai apa yang diinginkan. Individu yang telah sampai ke peringkat ini telah melalui pelbagai pengalaman dan cabaran dalam hidupnya. Mereka sering bersaing dengan rakan dalam apa jua aktiviti yang dilakukan. mereka keliru terhadap identiti diri seterusnya mudah persekitaran sosial mereka.berlaku. Peringkat kelapan ialah fasa integriti lawan rasa kecewa berlaku pada individu yang menjangkau umur lebih 50 tahun. Seorang dewasa akan berpuas hati sekiranya dapat mambantu masyarakat dan Negara. perasaan jantina. Pada peringkat keenam ini. individu yang dalam lingkungan umur 20an mula membina hubungan rapat sama ada sebagai kawan atau kekasih. Sokongan yang diberi akan menggalakkan inisiatif dalam diri kanak-kanak tersebut. Peringkat kelima ialah fasa identiti lawan ego rendah yang berlaku pada kanakkanak yang sudah meningkat remaja.

Menurut Erikson. Persamaan ego adalah perasaan sadar yang kita kembangkan melalui interaksi sosial. Persamaan ego merupakan element utama dalam teori tingkatan psikososial yang diprakarsai oleh Erikson. Adapun tingkatan yang dijelaskan oleh Erik Erikson meliputi: No Tingkatan 1 2 3 4 5 Trust Vs Mistrust Autonomy Vs Shame and doubt Initiave Vs Guilt Industry Vs Inferiority Identity Vs Identity Confusion Usia 0-1 tahun 1-3 tahun 4-5 tahun 6-11 tahun 12-20 tahun .doc Erik Erikson ialah seorang yang memiliki tujuan hidup untuk mencari identitas dalam hidup dan teorinya. Masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas dan mengedepankan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi. Erikson juga percaya bahwa kemampuan memotivasi sikap dan perbuatan dapat membantu perkembangan menjadi positif. Pada usia 25 tahun. Menurut Erikson. terdapat delapan tahap perkembangan terbentang ketika kita melampaui siklus kehidupan. http://deviarimariani. perkembangan ego selalu berubah berdasarkan pengalaman dan informasi baru yang kita dapatkan dalam berinteraksi dengan orang lain. Beranjak dari penerapan metode Montessori yang Erikson pelajari maka Erikson kembali mendalami teori Psikoanalisis yang di prakarsai oleh Freud sehingga Erikson menemukan identitas profesinya. inilah alasan mengapa teori Erikson disebut sebagai teori perkembangan psikososial. Erikson memaparkan teorinya melalui konsep polaritas yang bertingkat/bertahapan. krisis ini bukanlah suatu bencana. Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial.com/2008/11/erik-eriksoi. tetapi suatu titik balik peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi. Menurut Erikson. Saat itulah ketertarikannya terhadap pendidikan anak-anak sehingga ia mengikuti dan tamat di sekolah pendidikan guru dengan penerapan metode Montessori.files. Bagi Erikson.wordpress.malaui segala krisis perkembangan akan membawa kepada kedudukan dan kekecewaan di hari tua. Erikson diminta untuk mengajar disebuah sekolah di Wina.

Ketika mereka masuk dunia sekolah mereka lebih tertantang dibanding ketika masih bayi.6 7 8 Intimacy Vs Isolation Generality Vs Stagnation Integrity Vs Despair 21-40 tahun 41-65 tahun +65 tahun 1. Sering munculnya berbagai kemauan anak setelah memperoleh kepercayaan dari pengasuh. bayi mulai menemukan bahwa mereka memiliki kemauan yang berasal dari diri mereka sendiri. Otonomi (Autonomy) VS malu dan ragu-ragu (shame and doubt) Tahap perkembangan kedua yang berlangsung pada masa bayi dan baru mulai berjalan (1-3 tahun). Pada usia ini.Inisiatif (Initiative) vs rasa bersalah (Guilt) Merupakan tahap ketiga yang berlangsung selama tahun-tahun sekolah. Suatu rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekuatiran akan masa depan. Anak-anak diharapkan aktif untuk menghadapi tantangan ini dengan rasa tanggung jawab atas perilaku mereka. Anak yang mendapatkan kasih sayang dan perlindungan yang cukup dari orangtua atau orang dewasa disekitarnya. Rasa kepercayaan menuntut perasaan nyaman secara fisik dan jumlah ketakutan minimal akan masa depan.Ini terjadi pada usia dari lahir sampai satu tahun. Kebutuhan-kebutuhan dasar bayi dipenuhi oleh pengasuh yang tanggap dan peka. Setelah memperoleh rasa percaya kepada pengasuh mereka. Bila bayi cenderung dibatasi maka mereka akan cenderung mengembangkan rasa malu dan keragu-raguan. Kepercayaan pada masa bayi menentukan harapan bahwa dunia akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan. Anak-anak . Akan mempersepsikan dunia ini sebagai tempat yang aman untuk hidup sehingga ia percaya diri. 2. berjalan dan sering sekali harus menghadapi konflik dengan orang dewasa di sekitarnya. mainan mereka. Mereka menyadari kemauan mereka dengan rasa mandiri dan otonomi mereka. 3. anak-anak sudah mulai mengenal dunia dengan cara merangkak. bayi mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah atas kehendaknya. dan hewan peliharaan mereka. Mereka menegaskan rasa otonomi atau kemandirian mereka. Mereka menyadari kemauan mereka. Trust vs Mistrust (percaya vs tidak percaya) Suatu tahap psikososial pertama yang dialami dalam tahun pertama kehidupan.

perasaan bersalah yang tidak menyenangkan dapat muncul jika anak-anak tidak bertanggung jawab dan dibuat merasa terlalu cemas.bertanggung jawab meningkatkan prakarsa. Ketika anak mulai masuk SD. Jika anak menjajaki berbagai peran dan menemukan peran positif maka ia akan mencapai identitas yang positif. dia sudah bisa merasakan nilai sebuah prestasi. bila anak tidak diberi kepercayaan dan dibuat mereka sangat cemas. dan ke mana mereka akan menuju masa depannya. Namun. Tidak ada masalah lain yang lebih antusias dari pada akhir periode masa awal anak-anak yang penuh imajinasi. perasaan bersalah dapat muncul. bagaimana mereka nanti. mereka mengarahkan energi mereka pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan intelektual yang berbahaya pada tahap ini adalah perasaan tidak berkompeten dan tidak produktif. Pada tahap ini mereka dihadapkan oleh pencarian siapa mereka. Ini terjadi pada usia 4 sampai 5 tahun. maka akan mengembangkan inisiatif dan kreativitas anak. Yang berbahaya pada tahap ini adalah perasaan tidak kompeten dan tidak produktif. Ketika anak-anak memasuki tahun-tahun sekolah dasar. Orang tua yang memotivasi anak untuk berprestasi ini akan mengembangkan kapasitas industri. mereka lebih tertantang dan perlu mengembangkan perilaku yang lebih bertujuan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini. . Dia juga sudah mulai mengenal dunia luar. Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas) Tahap kelima yang dialami individu selama tahun-tahun masa remaja. Tidak ada masalah lain yang lebih antusias dari pada akhir periode masa awal anak-anak yang penuh imajinasi. Pada usia ini anak sudah mulai punya kemampuan motori dan mental yang bagus. Ketika anak-anak prasekolah menghadapi dunia sosial yang lebih luas. 4. Namun. Penjajakan karir merupakan hal penting. 5. Anak-anak diharapkan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Ketika anak-anak memasuki tahun sekolah dasar. Satu dimensi yang penting adalah penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. Orang tua yang memberikan kesempatan kepada anak ntuk bereksplorasi melalui permainan. Industry vs inferiority (tekun vs rasa rendah diri) Berlangsung selama tahun-tahun sekolah dasar. Orangtua harus mengijinkan anak remaja menjajaki banyak peran dan berbagai jalan. Jika orangtua menolak identitas remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak peran dan juga tidak dijelaskan tentang jalan masa depan yang positif maka ia akan mengalami kebingungan identitas. mereka mengarahkan energi mereka pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

Perasaan belum melakukan sesuatu untuk menolong generasi berikutnya adalah stagnation. Pada masa ini individu dihadapi tugas perkembangan pembentukan relasi intim dengan orang lain. keintiman akan dicapai. Tahap ketujuh perkembangan yang dialami pada masa pertengahan dewasa. kalau tidak. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu. Sesuai dengan namanya masa dewasa. dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Tahap keenam yang dialami pada masa-masa awal dewasa. kecakapannya cukup banyak. Intimacy vs isolation (keintiman vs keterkucilan) Individu menghadapi tugas perkembangan pembentukan relasi yang akrab dengan orang lain. pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. bagaimana mereka kira-kira nantinya. tetapi kehilangan diri sendiri pada diri orang lain. Pengetahuannya cukup luas. Kalau pada masa sebelumnya. Saat anak muda membentuk persahabatan yang sehat dan relasi akrab yang intim dengan orang lain. Penjajakan karir merupakan hal penting. Persoalan utama adalah membantu generasi muda mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna (generality). dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.Individu dihadapkan pada temuan siapa mereka. tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan . 7. Generativity vs Stagnation (Bangkit vs Stagnan) Persoalan utama ialah membantu generasi muda dalam mengembangkan dan mengarahkan kehidupan yang berguna. Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh. sehingga perkembangan individu sangat pesat. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativity-stagnation. isolasi akan terjadi. Mereka sudah mulai selektif. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas. Satu dimensi yang penting ialah penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya. dan ke mana mereka menuju dalam kehidupannya. dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. 6. namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy – isolation. Erikson menggambarkan keakraban sebagai penemuan diri sendiri.

Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan ego integrity – despair. jika ia menganggap selama kehidupan lalu dengan cara negatif maka akan cenderung merasa bersalah dan kecewa. hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai.html. sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya. Pemahaman ini sangat jauh berbeda dengan arti kata stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri dan sikap yang dapat digambarkan dalam stagnasi ini adalah tidak perduli terhadap siapapun. kita menoleh ke belakang dan mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama hidup. Jika ia telah melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan lalu maka integritas tercapai. Teori Perkembangan Jean Piaget & Erik Erikson (http://ratih-f-a-fpsi05. 8. Untuk Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai. Menoleh kembali kemasa lalu dapat bersifat positif (keutuhan) atau negarif (putus asa). Sebaliknya.id/artikel_detail-43566-PsikologiUmumITEORIPERKEMBANGANJEANPIAGET&ERIKERIKSON. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada. 2012. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Tahap kedelapan yang dialami pada masa dewasa akhir. Psikologi Umum I. Integrity vs despair (integritas vs putus asa) Individu menoleh masa lalu dan mengevaluais apa yang telah mereka lakukan dalam kehidupan mereka. sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Generativitas adalah perluasan cinta ke masa depan. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Pada tahun terakhir kehidupan. Sumber bacaan : Ratih Fatma Ardini. Melalui generativitas akan dapat dicerminkan sikap memperdulikan orang lain. tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut.ac. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia.kecakapan.web. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. diakses tanggal 11 November 2012) .unair. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi. Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan.

Teori Perkembangan Menurut Erik Erikson & Sigmund Freud (http://my-blog-pamungkas.htm.shvoong.com/social-sciences/education/2102731-teori-perkembanganpsikososial-erik-erikson/#ixzz2BjE5asQg .blogspot. diakses tanggal 11 November 2012) Yanwar Abu Ukasyah.ac.html. 8 Tahap Perkembangan Anak Menurut Eric Erikson (www.htm/ http://id.haveford.com/teori-erikson.stages.edu/psych/ddavis/p1099/erikson. 2012.scribd. diakses tanggal 11 November 2012) http://wartawarga.psikologizone. Teori Erikson (www.Psikologi Zone. 2010.com/teori-perkembangan-menurut-erick-erikson-&sigmund-freud.com/8-Tahap-Perkembangan-Anak-Menurut-Eric-Erikson. diakses tanggal 11 November 2012) Galih Pamungkas.id/2009/09/1445/ http://www.gunadarma. 2012.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->