P. 1
Pemeriksaan

Pemeriksaan

|Views: 8|Likes:
Published by Reizkhi Fitriyana
kedokteran
kedokteran

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Reizkhi Fitriyana on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

1. Pemeriksaan rangsang meningeal.

Bila selaput otak meradang atau di rongga subarakhnoid terdapat benda asing, maka hal ini dapat merangsangselaput otak dan terjadilah iritasi menigeal. Manifestasi subjektif dari keadaan ini adalah keluhan yang dpat berupa sakit kepala, kuduk terasa kaku, fotofobia dan hiperakusis (peka terhadap suara) Pemeriksaan rangsang meningeal berupa pemeriksaan kaku kuduk, tanda Lasseque, Kernig, Brudzinski I dan Brudzinski II. • Kaku Kuduk (nuchal rigidity) Tangan pemeriksa ditempatkan di bawah kepala pasien yang sedang berbaring. Kemudian kepala ditekukkan (fleksi) dan diusahakan agar dagu mencapai dada. Selama penekukan ini diperhatikan adanya tahanan. Bila terdapat kaku kuduk kita dapatkan tahanan dan dagu tidak dapat mencapai dada. Kaku kuduk dapat bersifat ringan atau berat. Pada kaku kuduk yang berat, kepala tidak dapat ditekuk, malah sering kepala terkedik ke belakang. Pada keadaan ringan, kaku kuduk dinilaik dari tahanan yang dialami waktu menekukkan kepala. Pada pasien yang koma kadang-kadang kaku kuduk menghilang atau berkurang. Untuk mengetahui adanya kaku kuduk pada penderita dengan kesadaran menurun, sebaiknya penekkukan kepala dilakukan sewaktu pernafasan pasien dalam kadaan ekspirasi, sebab bila dilakukan dalam keadaan inspirasi, biasanya dapat juga ada tahanan, dan hal ini dapat mengakibatkan salah tafsir. Pada kaku kuduk oleh rangsang meningeal, tahanan didapatkan bila kita menekukkan kepala, sedangkan bila kepala di rotasi, biasanya dapat dilakukan dengan mudah dan umumnya tahanan tidak bertambah, demikian juga gerak hiperekstensi dapat dilakukan. • Tanda Lasseque Pasien yang sedang berbaring diluruskan (ekstensi) kedua tungkainya. Kemudian satu tungkai diangkat lulrus, dibengkokkan (fleksi) pada persendian panggulnya. Tungkai yang satu lagi harus selalu berada dalam keadaan ekstensi (lurus). Pada keadaan normal, kita dapat mencapai sudut 70 o sebelum timbul rasa sakti dan tahanan. Bila sudah timbul rasa sakti dan tahanan sebelum mencapai 70o, maka disebut tanda Lasseque positif. Namun demikian, pada pasien yang sudah lanjut usia diambil patokan 60 o. Tanda Lasseque positif ditemukan pada: rangsang selaput otak, ischialgia dan iritasi pleksus lumbosakral. • Tanda Kernig

Bila terdapat tahanan dan rasa byeri sebelum tercapai sudut ini. Tangan yang satu lagi sebaiknya ditempatkan di dada pasien untuk mencegah diangkatnya badan. sedang tungkai yang satu lagi berada dalam keadaan eksensi. Cara pemeriksaan hemiparese 3. Biasanya kita dapat melakukan ekstensi ini sampai sudut 135 o. 2. • Tanda Brudzinski II Pada pasien yang sedang berbaring. maka tanda Brudzinski II positif. iritasi akar lumbosakral atau pelksusnya. satu tungkai difleksikan pada persendian panggul. Antara tungkai bawah dan tungkai atas.Penderita yang sedang berbaring difleksikan pahanya pada persendian panggul sampai membuat sudut 90 o. maka tindakan ini mengakibatkan fleksi kedua tungkai. maka dikatakan bahwa tanda Kernig positif. Gejala dan tanda infeksi susunan saraf pusat Meningitis viral Gejala: • • • • • • Ringan sampai berat Demam Gejala agak berat: nyeri kepala dan kaku kuduk Malaise Muntah Eksantema Tanda: • Demam . Sebab jika lumpuh tungkai tidak akan difleksikan. Bila tanda Brudzinski positif. • Tanda Brudzinski I Dengan tangan yang ditempatkan dibawah kepala pasien yang sedang berbaring kita tekukkan kepala sejauh mungkin sampai dagu mencapai dada. Sebelumnya perlu diperhatikan apakah tungkai tidak lumpuh. sedangkan iritasi unilateral. Setelah itu tungkai bawah diekstensikan pada persendian lutut. Bialtungkai yang satu ini ikut terfleksi. Tanda kernig positif pada: kelainan meningen. Pada meningitis biasanya tanda Kernig positif bilateral.

• • • • Emboli Thrombosis Perdarahan Perdarahan subarachnoid progresivitas lambat . Gejala. glukosa rendah.• • GRM: (-)/(+) LP: pleiositosis limfositer Meningitis bakteri akut Gejala: • • • • sakit kepala nyeri retroorbital nyeri otot didahului penyakit lain. hasil kultur (+) bakteri Meningitis tuberkulosa Gejala: • • 4. seperti: infeksi nasofaring. otitis media Tanda: • • • Demam GRM (+) LP. tanda dan hasil pemeriksaan penunjang. CCS: pleiositosis polinuklearis >1000/mm 3. protein meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->