Perbedaan demokrasi liberal dan demokrasi pancasila

Demokrasi liberal merupakan demokrasi yang dicetuskan semasa perang dingin yaitu dicetuskan oleh tiga orang eropa Thomas Hobbes, John Locke, dan JeanJacques Rousseau. Demokrasi ini sangat bertentangan dengan demokrasi Komunisme. Demokrasi ini hanya dipakai untuk orang orang borjuis yang mengatasnamakan rakyat. Semboyan yang paling akrab dari demokrasi ini adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Bahkan ada sebagian yang mengatakan bahwa suara rakyat adalah Suara Tuhan. Demokrasi ini dipakai untuk sistem presindensil dan sistem parlemen, dimana rakyat memilih presiden dan wakil rakyat. Demokrasi ini sering dipakai oleh negara Amerika Serikat, Kanada, Australia dan juga lainnya termasuk Indonesia. Demokrasi ini diaplikasikan dalam pemilihan presiden/perdana mentri, dan juga wakil rakyat yang terimplementasikan didalam DPR dan MPR dengan sistem kepartaian. Sementara dinegara Indonesia sendiri sampai dengan saat ini berlaku sistem multi partai. Dan Pemilihan presiden, wakil presiden dan wakil rakyat dilaksanakan dalam suatu Pemilihan Umum. Pemilihan Umum biasanya dilakukan oleh negara Indonesia 5 tahun sekali. Sistem demokrasi liberal ini memakan biaya yang sangat sangat tidak sedikit dalam pelaksanaannya. Bahkan mencapai triliyunan rupiah dalam setiap pelaksanaanya untuk tingkatan negara dan puluhan milyar rupiah untuk tingkat daerah. Sistem Demokrasi ini sangat memerlukan biaya pelaksanaan maupun biaya untuk menjadi orang terpilih yaitu presiden dan wakil rakyat. Sistem pemilihan ini mengutamakan siapa yang memperoleh suara terbanyak merekalah yang akan terpilih menjadi presiden, wakil presiden dan wakil rakyat, walaupun kualitas dari mereka sendiri sangat diragukan. Dikarenakan biaya untuk menjadi orang terpilih sangat memakan biaya yang sangat besar maka sangat pantas jika mereka kembali memikirkan bagaimana mengembalikan uang yang telah keluar bahkan kalo bisa untung. Walaupun ada juga yang ikhlas demi persatuan negara, tapi itu sedikit sekali. Sistem demokrasi ini lebih berorientasi kepada suara terbanyak yang berpartisipasi, walaupun bisa jadi justru lebih banyak suara yang tidak

1. terdapat perbedaanperbedaan mendasar antara sistem politik demokrasi liberal dengan sistem politik Demokrasi Pancasila. Rakyat hanya dibutuhkan hanya pada saat pemilihan umum. sedangkan Demokrasi Pancasila mengakui bahwa manusia adalah makhluk pribadi dan makhluk sosial. dan para pelaksana demokrasi ini tidak mempedulikan akan suara Golput. Bahkan Lenin sendiri mengatakan bahwa sistem demokrasi liberal ini hanya akal akalan dari kaum borjuis. Demokrasi liberal mengakui adanya kebebasan individual sehingga memiliki paham individualis. sedangkan pada sistem politik Demokrasi Pancasila menggunakan falsafah Pancasila. sebagai berikut. apalagi mengharapkan seorang Ir. Sistem politik demokrasi liberal menggunakan falsafah liberalisme. Soekarno dan juga Satria Piningit. seperti Presiden Iran Ahmadinejad. Kebebasan individu tidak . Walaupun ada beberapa negara yang dapat memilih pemimpin yang baik. tetapi setelah pemilu selesai dan rakyat kembali diabaikan. Kedua hal tersebut harus seimbang dan selaras. Dari pembahasan diatas sangat susah rasanya kita akan mendapatkan seorang pemimpin yang kita idam-idamkan akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang jaya.berpartisipasi (golput). Bisa jadi mereka yang Golput memang sudah tidak menghendaki demokrasi ini. Penyebabnya adalah adanya perbedaan pandangan hidup (falsafah) dari negara-negara yang mempraktikkannya. antara lain. Masihkah sistem demokrasi ini kita pilih untuk bisa memajukan Bangsa??? Meskipun sama-sama menggunakan sistem demokrasi. Perbedaan-perbedaan tersebut. Ini terbukti dimana kemudian suara rakyat ditendang dan dikhianati dengan kebijakan kebijakan yang diambil oleh para penguasa hanya menguntungkan dirinya dan segelintir orang. Apakah rakyat dapat merasakan manfaat dari hasil demokrasi liberal ini? Sangat sedikit manfaat yang diperoleh oleh rakyat dengan sistem pemilihan ini. walaupun golput bisa lebih besar dari pada yang berpartisipasi.

begitu juga kerja sama warga tidak boleh merusak kebebasan individu. Demokrasi merupakan prinsip universal. sedangkan negara dalam Demokrasi Pancasila adalah sosial religius. bahkan hampir semua negara di dunia menganut ajaran demokrasi ini. Negara dalam demokrasi liberal adalah negara sekuler.boleh merusak kerja sama antarwarga. Salah satunya adalah musyawarah untuk mufakat yang menjadi dasar bagi sistem politik di Indonesia. Demokrasi Pancasila adalah sistem demokrasi yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia karena pada dasarnya. 2. meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Pancasila merupakan nilai-nilai kehidupan yang telah ada sebelum negara ini diproklamasikan. SEANDAINYA AKU BISA BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK NEGERI INI… .