STRUKTUR KOMPOSIT DENGAN METODE LRFD

(LAOD AND RESISTANCE FACTOR DESIGN) (Ir. As’at Pujianto, MT) A. Pendahuluan. Struktur komposit (Composite) merupakan struktur yang terdiri dari dua material atau lebih dengan sifat bahan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan sehingga menghasilkan sifat gabungan yang lebih baik. Umumnya srtuktur komposit berupa : 1. Kolom baja terbungkus beton / balok baja terbungkus beton (Gambar 1.a/d). 2. Kolom baja berisi beton/tiang pancang (Gambar 1.b/c). 3. Balok baja yang menahan slab beton (Gambar 1.e).

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

Gambar 1. Macam-macam Struktur Komposit Perencanaan komposit mengasumsi bahwa baja dan beton bekerja sama dalam memikul beban yang bekerja, sehingga akan menghasilkan desain profil/elemen yang lebih ekonomis. Dismping itu struktur komposit juga mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah lebih kuat (stronger) dan lebih kaku (stiffer) dari pada struktur nonkomposit. Metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) sebenarnya merupakan suatu metode yang baru dan telah lama diperkenalkan, namun di Indonesia relatif masih jarang disentuh oleh kalangan akademisi maupun praktisi di lapangan, Oleh sebab itu pada makalah ini mencoba sedikit membahas penggunaan metode LRFD.

1

Metode LRFD. yang memperhitungkan secara jelas keadaan batas. B. Metode Pelaksanaan Stuktur Komposit. yaitu desain tegangan kerja (oleh AISC diacu sebagai Allowable Stress Design. baik beban maupun resistensi. Dalam perkembangan selanjutnya. LRFD merupakan suatu perbaikan terhadap perencanaan sebelumnya. ASD) dan desain keadaan batas (oleh AISC diacu sebagai LRFD). Metode ini diperkenalkan oleh Amrican Institute of Steel Construction (AISC). pada tahun 1986 di Amerika Serikat diperkenalkanlah suatu filososfi desain yang baru. yaitu desain keadaan batas yang disebut LRFD. sedangkan faktor beban digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelebihan beban. Dalam perencanaan struktur baja dikenal dua macam filosofi desain yang sering digunakan. LRFD adalah suatu metode perencanaan struktur baja yang mendasarkan perencaannya dengan membandingkan kekuatan struktur yang telah diberi suatu faktor resistensi ( φ ) terhadap kombinasi beban terfaktor yang direncanakan bekerja pada γ iQi ). 2 . atau dengan kata lain LRFD menggunankan konsep memfaktorkan. Dalam desain tegangan kerja. Faktor resistensi diperlukan untuk menjaga kemungkinan struktur tersebut ( Σ kurangnya kekuatan struktur. Desain ASD telah lama dikenal dan digunakan sebagai filosofi utama dalam perencanaan struktur baja selama + 100 tahun. aneka ragam faktor beban dan faktor resistensi.B. fokus perencanaan terletak pada kondisi-kondisi beban layanan (tegangan-tegangan unit yang mengasumsikan struktur elestis) yang memenuhi persyaratan keamanan (kekauatan yang cukup) bagi struktur tersebut. dengan diterbitkannya dua buku “Load and Resistance Factor Design Spesification for Structural Steel Buildings” (yang dikenal sebagai LRFD spesification) dan Load and Resistance Factor Design of Steel Construction (LRFD manual) yang menjadi acuan utama perencanaan struktur baja dengan LRFD.

Beban mati sekunder serta beban-beban lain akan didukung oleh balok komposit yang akan berfungsi jika beton telah mengeras dan menyatu dengan baja. balok baja akan mendukung beban mati primer selama beton belum mengeras. Spesifikasi AISC/LRFD telah menetapkan lebar effektif untuk slab beton yang bekerja secara komposit dengan balok baja. selama beton belum mengeras beban mati primer akan dipikul oleh pendukung. Untuk gelagar luar (tepi). 3 . Lebar Effektif. Lebar Effektif Struktur Komposit C. dengan b’ = jarak dari as balok ke tepi slab. Setelah beton mengeras dan penunjang dilepas maka seluruh beban akan didukung oleh balok komposit. Dengan pendukung. sebagai berikut : 1.Perancangan balok komposit disesuaikan dengan metode yang digunakan di lapangan. Jika tanpa pendukung. Ada dua metode yang biasanya digunakan dalam pelaksanaan dilapangan yaitu dengan pendukung (perancah) dan atau tanpa pendukung. beff < L/8 beff < L1/2 + b’ dengan L = Panjang bentang. beff beff b’ b1’ L1 L2 b2’ b3’ L3 Gambar 2. Dalam struktur komposit. konsep lebar effektif slab dapat diterapkan sehingga akan memudahkan perencanaan.

Prosedur untuk menentukan besarnya kapasitas momen ultimit. beff t a g. d Fy (a) (b) d1 T Fy Fy (c) 0. Kekuatan Batas Penampang Komposit. Untuk gelagar dalam. kekuatan ‘slab’ beton dan kapasitas interaksi alat penyambung geser yang menghubungkan balok dengan ‘slab’.85 f’c C g. Kekuatan batas penampang komposit bergantung pada kekuatan leleh dan sifat penampang balok baja. beff < L/4 beff < (L1 + L2)/2 dengan L = Panjang bentang. tergantung apakah garis netral yang terjadi jatuh pada ‘slab’ beton atau jatuh pada gelagar bajanya. L1 = jarak antar as balok.2.n.85 f’c Cc d”2 d’2 T Cs Gambar 3. Untuk menentukan besarnya kekuatan batas beton dianggap hanya menerima tegangan desak. Jika jatuh pada ‘slab’ dikatakan bahwa ‘slab’ cukup untuk mendukung seluruh gaya desak. Kekuatan batas yang dinyatakan dalam kapasitas momen batas memberi pengertian yang lebih jelas tentang kelakuan komposit dan juga ukuran faktor keamanan yang tepat. dan apabila garis netral jatuh pada gelagar baja dikatakan ‘slab’ tidak cukup 4 . D. walaupun sesungguhnya beton dapat menahan tegangan tarik yang terbatas. Faktor keamanan yang sebenarnya adalah rasio kapasitas momen batas dengan momen yang sesungguhnya bekerja. Distribusi tegangan pada kapasitas momen ultimit.n 0. Lebar effektif yang dipakai dipilih yang terkecil.

Garis netral jatuh di irisan ‘slab’ (Gambar 3. f ' c . Hitung dan gambarkan tegangan yang terjadi. b.66 in.85 f’c .mendukung beban desak. ‘slab’ dari beton dengan f’c = 3 Ksi. t Contoh 1 Tentukan kapasitas momen batas penampang komposit pada gambar 4. 1. atau dengan kata lain bahwa ‘slab’ hanya menahan sebagian dari seluruh gaya desak dan sisanya didukung oleh gelagar baja. Harga gaya tekan batas : Harga gaya tarik batas : C = 0. dan profil baja W21x44 (dengan As = 13 in2. Jika diketahui.b). d1 = T . beff .45 in2) dengan Fy = 36 Ksi. jika momen beban hidup = 560 Kft.5 in.85. d = 20. = tebal plat. a.a/2 Dengan demikian didapat kapasitas Momen Batas Mu = C . dan n = 9. bf = 6. F y As Fy 0. yaitu sebesar : a= <t d1 = d/2 + t .beff Dengan menyamakan antara harga C dan T maka didapat harga a. dan t f = 0. 30’ 3 x 10’ 5 . d1 dengan : C = gaya tekan pada balok baja. a T = As . Tentukan Kapasitas Momen. f’c = tegangan ijin tekan beton beff = lebar effektif plat.

13. 0.6225 K/ft MD = 1/8 .663 . Letak garis netral : a= As Fy 0. Besarnya gaya C = T = 13 . Berat beton (plat) = 4.06 in < t = 4. f 'c . 6.031 Kft 6 .5 .beff T = 13. maka garis netral terletak pada ‘slab’ beton. 20.5/12 . Menentukan kapasitas Momen.15 = 0. 36 = 468 Kips.8 in.36 = 2. q .85 f’c C d1 W21x44 Fy Gambar 4.66/2 + 4.5 . 0. Penampang Komposit Penyelesaian : a. b.5625 K/ft Berat balok baja Berat total = 0.85. 0. 19.5” a 0.1/12 . Jarak d1 = 20.06/2 = 13. Lebar effektif : beff = 30 . 12 / 4 = 90 in.0600 K/ft q = 0.5 in. beff = (10 + 10) . Besarnya kapasitas Momen : Mu = 468 . baja akan mendukung beton.78 inc4. 10 .763 = 886. = 538.3. 302 = 70.8 = 6458.2. Is = 1/12 . dengan demikian dipakai lebar effektif = 90 in.05. Tegangan yang terjadi pada komposit. Tanpa dukungan (sebelum beton mengering).90 karena a < t. 12 / 2 = 120 in.2 Kft.85. 6.4 Kip-in.beff 4. l2 = 1/8 .62252 .

6695 = 23.46 = 1491.56 Sb Dengan dukungan (setelah terjadi komposit.452 St MD 560.6695 2 .1491. = 0.2242 = 886.501 Ksi. = 51.78 = = 85.467 Ksi.7800 = 2126.56 Sb = 0. 10.5933 Ic = 3041. = = 9.845 inc3.03112 .79 Is ya Is yt 2 7.845 Sa Tanpa dukungan (Setelah beton mengering.12 = 9.33 ya MD 70.435 Ksi.6695 inc4 Sa = St = Sb = fa = ft = fb = = = 3041.12 = 1236.12 yb MD 560.560 inc3.03112 .789 Ksi.0747 21. = 5.Sa = S b = fa = fb = Is 886.1491.043) / 9 = (90 .04 3041. 85. = 6. Is 3041. = 9.031 Kft) fa = ft = fb = MD 630.04 .12 = 131. = 131. 12. = 57. 2. MD + ML = 630. = 1236.563 Ksi.022) / 9 = Is 13 .03112 . = 131.115 Ksi. 452 St MD 630.452 inc3. = 1236 . Ic = (1/12 . 90 .014 nS a MD 630.6695 2 .014 nS a MD 560.079 Ksi.03112 .014 inc3. 1. ada tambahan ML = 560 Kft). 7 . 2.

beff . t 2 Dengan menyertakana gaya tekan Cc dan Cs kapasitas batas Mu pada kasus ini dapat ditentukan yaitu sebesar : 8 . Gaya tekan pada balok baja diatas garis netral sebesar Cs = As .85. Dengan Pendukung a. Fy .079 5.789 + 9. Tanpa pendukung Gambar 5. Fy .c.115 0.Cs Jika C’ besarnya sama dengan T’ maka didapat : maka dan Cs = Cs = As Fy − Cc 2 As Fy − 0. f’c = tegangan ijin tekan beton beff = lebar effektif plat. f 'c . dengan demikian didapat gaya tekan batas pada plat beton sebesar : Cc = 0. Fy .0.85 f’c beff t dengan. dengan demikian berdasarkan prinsip kesetimbangan didapat gaya tarik batas T’ sebesar : C’ = Cc + Cs dan juga T’ = As .Cs Cc + Cs = As .563 57. Jika tinggi blok tegangan a yang diperoleh melampaui tebal plat (t) distribusi tegangan akan seperti Gambar 3.354 6.868 0.789 51.435 = 60. t = tebal plat. Tegangan soal nomor 1 2.c).467 b.501 9. Garis netral jatuh di irisan baja (Gambar 3. Cc = gaya tekan pada balok baja.501 4.

3. f 'c .9. d2 = 21.34) = 12. misal = y.875 inc). 4. 12. beff = (10 + 10) .9.875 . 0. dengan demikian dipakai lebar effektif = 90 in.36 = 5. 3 .34 . 12. d”2 Contoh 2 Jika soal pada nomor 1 dirubah profil bajanya dengan W21x111 (As = 32. Letak garis netral : a= As Fy 0.875 + 19. Letak garis netral baja tarik terhadap sisi bawah.91 . Gaya desak baja Cs = (As .76 .285 inc.7. Menentukan kapasitas Momen. d = 21. Gaya desak beton Cc = 0.225 Kips.76 .875 + 0.85. b.2 . Gambar 6. Hitung Kapasitas Momen.1032. 90 .755 + 0. Letak garis netral pada baja Jarak d1 = 21. Ff .13 in > t = 4. d’2 + Cs .91 + 4. maka garis netral terletak pada daerah baja. t = 0. 21.7 inc2. 12 / 2 = 120 in.51 .34 . maka : y (12.34 inc. 0.63/2 = 11.75 Kips. 9 . 0.5/2 = 13.85 .195 35.5 in.8617 y = 355. 0. beff . Hitung dan Gambar Tegangan yang terjadi pada Komposit Penyelesaian : a.4379 + 19.0.90 karena a > t.4563 y = 9.58 inc. 10.75)/2 = 72. maka : a. 0.Cc)/2 = (1177.5 = 1032. 12 / 4 = 90 in.63 . dan t f = 0.34 . bf = 12.51 . f’c .85 .875 .Mu = Cc .63 . 0.beff = 32 .91 inc.85.51 inc. Lebar effektif : beff = 30 .

465.75 .5625 K/ft Berat balok baja Berat total 2 2 = 0. 13.767 = = 266. d2 = 1032. 10 .1/12 .513 .767 inc4.6945 . 0.167 inc3.7 .285 = 1511. = 10578. Ic = (1/12 . l = 1/8 .6945 K/ft MD = 1/8 .34 .067 inc3.13 Kft Sa = S b = Is 2862 . 21.Besarnya kapasitas Momen : Mu = Cc .763 = 2862.214 5.9 Kft.522 Ksi. = = 3.53) / 9 (90 . ada tambahan ML = 560 Kft). 647 Kips-inc. baja akan mendukung beton.248 = 2862.882) / 9 Is 32. 266.1312 .117 inc3. = 1259. Berat beton (plat) = 4.575 Ksi.214 = 20.214 inc4 Sa = St = Sb = = = 6664 . 4. q .15 = 0. Is = 1/12 .180 Sa fa = fb = Tanpa dukungan (Setelah beton mengering. 11. Tegangan yang terjadi pada komposit. 2.767 = 3352.1252 Is ya Is yt = 75. 10 . 10. 10. Tanpa dukungan (sebelum beton mengering). b.88 yb MD 56012 .85 + 72.1299 . 302 = 78. = 9. 90 .755 ya MD 78. = 319.937 = 373. 4.25 . 12. 19.1320 K/ft q = 0.31 6664 . d1 + Cs .067 nS a fa = = 0.214 0.5/12 .261 Ic = 6664. 11. 0.5 . Is 6664 .180 inc3.63 = 1299.

MD 638. Gaya geser horisontal yang timbul antara ‘slab’ beton dan balok baja selama pembebanan harus ditahan agar penampang komposit bekerja secara monolit. 1299 .12 = 319 .055 Ksi. Dengan Pendukung a. Tanpa pendukung Gambar 7.157 0.522 21.522 + 3. 10578. Untuk menjamin adanya lekatan antara beton dan balok baja maka harus dipasang alat penyambung geser mekanis (shear Connector) diatas balok yang berhubungan dengan 11 . 067 nS a = 0.167 Sb = 23.724 Ksi.1312 .725 23. = 9 . = = 0. E. 0.08 0.652 0.992 b.575 4.6353 Ksi.12 = = 0. MD + ML = 630. Tegangan soal nomor 2 Dengan dukungan (setelah terjadi komposit.1312 . = 319 .1312 .167 Sb = 21.992 Ksi.055 0.071 0. atau dengan kata lain agar terjadi interaksi antara ‘slab’ beton dan balok baja.117 St M D 638.071 0.117 St MD 560. Alat Penyambung Geser (Shear Connector). 10578 .635 = 24.575 3.577 0.031 Kft) fa = ft = fb = MD 638.ft = fb = MD 560.652 Ksi.

‘slab’ beton. dengan.5 t ) L f w c f ' c . ksi. Channal connector c. Banyaknya alt sambung geser yang dibutuhkan dapat dihitung dengan rumus : Cmax Tmax N= Q n = Q n dengan Qn adalah kekuatan satu alat sambung geser. ksi Asc = Luas penampang stud. Kuat desak beton : 2. beff . Macam-macam Shear Connector dan bentuknya. diantaranya adalah : 1. Qn = 0. Kuat tarik baja : Cmax = 0.3 (t + 0. Disamping itu fungsi dari pada shear Connector adalah untuk menahan / menghindari terangkatnya ‘slab’ beton sewaktu dibebani.5 A sc f ' c . ksi 2. Qn = Kuat tarik stud. Macam-macam shear Connector yang ada dipasaran sampai dengan saat ini sangat banyak macam dan bentuknya. Ec = Modulus Elastis Beton. Ec 12 . Fbu f’c = Kuat tekan beton. Ec < Asc Fbu = Kekuatan satu stud.b). a. Spiral connector Gambar 6. Dalam merencanakan alat samabung geser dapat dilaksanakan berdasarkan : 1.a). Qn = 0. kips. inci2. Stud connector b. Connector berbentuk ‘Cannal’ (Gambar 6. ts Tmax = As Fy dipilih yang terbesar sehingga menghasilkan jumlah alat sambung geser yang lebih banyak.85 f’c . Connector dari ‘Stud’ baja berkepala (Gambar 6.

kemudian rencanakan ‘shear connector’ nya. kips. Fbu f’c = Kuat tekan beton. f’c . 3 . maka h/d = 3/0. Digunakan ‘stud’ sebanyak 15 buah untuk setengan bentang. Gaya Geser Beton : Tmax = 0. t = 0. Contoh 3 Gunakan soal nomor 2. Misal dipakai ‘stud’ diameter 3/4 “ dengan panjang 3”. inci.2 Kips. inci. 4. = 82. Ec = Modulus Elastis Beton. Letak pemasangan ‘stud’ 13 . beff .19 buah 82 . = Tebal badan kanal. ksi. Qn = Kuat tarik stud.c). 36 = 1177. ksi Lc = Panjang kanal.7 . Connector berbentuk ‘Spiral’ (Gambar 6. Gambar 9. maka : Qn = 0. Penyelesaian : Gaya Geser Baja : Cmax = As .2 = = 14.2 Kips.75 Kips Gaya geser baja yang dipakai = 1177. 90 .75 = 4 Untuk h/d > 4. Ec π . 0.29000 ≈ 15 buah. Fy = 32.5 = 1032.dengan.85 . inci. jika diketahui Ec = 29000 Ksi.25 . = Kekuatan satu stud.5 (0.5 Asc = 0.96 Kips Jumlah ‘stud’ yang dibutuhkan = Cmax 1177 .96 Qu f ' c . tf tw = Tebal flen kanal.85 .752) 3. ksi 3.

Secara umum. F  d + t − a   y  2 s 2 14 . desain harus dimulai dengan mengasumsikan letak garis netral berada pada ‘slab’ beton.F.85. dengan demikian luas As yang dibutuhkan untuk penampang baja tersebut adalah : Mu As = φ. Desain dengan LRFD (Load dan Resistance Factor Design). Untuk sebuah balok komposit berlaku φ Mp > Mu dengan φ = 0.