1

KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.1: Sejarah, Karakteristik Wirausaha, Membangun Kewirausahaan Oleh: Nahiyah J. Faraz, M.Pd, M.Lies Endarwati, M.Si., & Dyna Herlina S., SE,SIP.

A. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan lebih memahami materi tentang sejarah dan pengertian kewirausahaan, karakteristik wirausaha, pentingnya kewirausahaan, dan membangunkewirausahaan. B. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. Menjelaskan sejarah kewirausahaan. 2. Menjelaskan dan memberi contoh pengertian kewirausahaan. 3. Menjelaskan dua pendekatan kewirausahaan. 4. Menjelaskan dan memberi contoh karakteristik wirausaha. 5. Menjelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan. 6. Menjelaskan watak wirausahawan. 7. Menjelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson 8. Menjelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha. 9. Menjelaskan model proses kewirausahaan. 10. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya kewirausahaan. 11. Menjelaskan dan memberi contoh cara membangun kewirausahaan.

C. Materi I. PENGANTAR Upaya menyerasikan atau membuat kebutuhan dan ketersediaan akan barang menjadi pas, hampir-hampir mustahil untuk dilakukan, tetapi kesenjangan keduanya justru memberikan nilai tambah tersendiri bagi lahirnya sebuah kreativitas. Banyak orang belajar dari serba kekurangan bukan dari serba kecukupan. Karena itu perlu kita renungkan kembali bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah ini sebenarnya bermakna keberuntungan atau ketergantungan. Modul ini tidak berpretensi untuk menjawabnya, kecuali menyadarkan suatu konsep yang sebenarnya telah lama dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa ini, yakni kewirausahaan. Leluhur bangsa kita terkenal sebagai kaum bahari dan daya tahan hidupnya sangat tergantung dari kegiatan wirausaha.

2

Modul yang dimaksudkan sebagai salah satu bahan pelatihan kewirausahaan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai sejarah, pengertian, dan arti penting dari kewirausahaan. II. SEJARAH dan PENGERTIAN Para wirausahawan dunia modern muncul petama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke XVIII. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa adalah orang-orang yang mempunyai uang, tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah ke bawah, yang didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Kewirausahaan dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan entrepreneur. Diduga, kata itu diadopsi dari bahasa Perancis yang berarti between-taker atau go-between (perantara). Istilah kewirausahaan yang masuk dalam kamus bisnis tahun 1980-an memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada dua pendekatan yang dilakukan di dalam mendefinisikan kewirausahaan, fungsional yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan dalam kewirausahaan sisi penawaran. Pendekatan menekankan peranan kewirausahaan perekonomian seperti mengemban suatu resiko karena melakukan pembelian pada suatu tingkat harga tertentu dan menjualnya pada tingkat harga yang tidak menentu, melakukan kegiatan-kegiatan produksi dan inovasi, serta menyebabkan atau memberikan reaksi terhadap gejolak-gejolak ekonomi. Pendekatan kewirausahaan sisi penawaran menekankan kepada sifat-sifat individual yang dimiliki para pengusaha. Pendekatan ini mengatakan bahwa sifat-sifat tertentu seperti keinginan untuk berprestasi dan kemampuan untuk mengontrol serta menanggung resiko dari tindakan yang mereka lakukan sebagai sifat-sifat dari wirausaha. Entrepreneur dan fungsinya yang unik sebagai penanggung resiko, pertama kali dikemukakan oleh Richard Cantillon, seorang Irlandia yang berdiam di Perancis. Entrepreneur disini dimaksudkan sebagai upaya membeli barang dan jasa-jasa dengan harga ”tertentu”, untuk dijual dengan harga ”yang tidak pasti” di masa yang akan datang. Karena itu, pada awalnya, kewirausahaan diartikan sebagai ”pengambil resiko” (risk taker). Di awal abad ke-18, Richard Cantillon mengobservasi bahwa seorang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko pembelian dan penjualan. Beberapa ahli teori manajemen mengatakan bahwa kewirahusahaan adalah kehebatan dalam pembentukan perusahaan baru yang di dalamnya mengandung pemanfaatan peluang dan pengambilan resiko. Peter F. Drucker mendefinisikan kewirausahaan dengan lebih optimis, yakni

3

sebagai seorang yang berfokus kepada peluang, bukan resiko. Bapak manajemen yang terkenal ini juga menyebutkan bahwa kewirausahaan ini bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko. Adam Simth dan Jean Baptisay (1803) mengatakan bahwa seorang wirausaha adalah seorang yang menyatukan faktor-faktor produksi. Joseph Schumpeter (1934) memberi makna kewirausahaan dengan kata inovator. Dalam bukunya, The Management Challenge, James M.Higgins (1994) menguraikan bahwa secara historis, kewirausahaan dianggap sebagai salah satu fungsi ekonomi. Higgins mengatakan pula bahwa yang membedakan para wirausaha dengan para manajer terletak pada pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Para wirausaha bukan hanya memecahkan masalah atau bereaksi terhadap masalah, melainkan juga mencari peluang. Dua pendekatan mengenai definisi dari kewirausahaan di atas dibantah oleh Howard cukup Stevenson. Menurutnya, tak satupun dari kedua pendekatan tersebut yang menjelaskan teori kewirausahaan. Menurut Stevenson, kewirausahaan

merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis, yakni: 1) orientasi strategis; 2) komitmen terhadap peluang yang ada; 3) komitmen terhadap sumberdaya; 4) pengawasan sumberdaya; 5) konsep manajemen; dan 6) kebijakan balas jasa. Dari keenam ciri di atas, dihasilkan dua bentuk pelaku bisnis dengan corak yang berbeda, yakni: Promotor dan Trustee. Promotor, yaitu orang yang percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Trustee, yaitu orang yang lebih menekankan penggunaan sumberdaya yang telah dimilikinya secara efisien. Kemudian, Stevenson mengatakan bahwa dalam bentuk strategi suatu perusahaan, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada penggunaaan peluang terhadap sumberdaya yang tersedia. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain, mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Kemudian bahwa para wirausaha berusaha untuk mendapatkan hasil optimal dengan sumberdaya tertentu. Selain itu, bahwa pola tingkah laku kewirausahaan mencakup kemampuan untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki orang lain, seperti keahliannya, ide-idenya atau bakat-bakatnya, serta memutuskan sumberdaya apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Terakhir, bahwa kebijakan balas jasa, sebagai faktor yang mendorong tingkah laku kewirausahaan, merupakan harapan-harapan individu serta persaingan kemampuan yang akhirnya menciptakan sistem balas jasa yang adil dalam perusahaan.

Robert Hisrich dan Michael Peters (1995). dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaga. b. kewirausahaan sebagai etika (akhlak. Sedangkan menurut Alma (2008:5) menyatakan sebagai berikut: Wirausahawan adalah seorang inovator. dan Soemanto (2002) baik dilihat dari asa etimologis. sinonim maupun terminologi. tetapi dikenal pula secara umum dalam masyarakat. moralitas) ekonomi modern (etika kewirausahaan). psychological. dengan selalu berusahan mencari dan melayani lebih banyakndan lebih baik. seperti dikutip Buchari Alma (2000). Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru. Makna ini dapat dikelompokkan menjadi dua. ada banyak makna tentang kewirausahaan. dan sosial. mengatakan bahwa kewirausahaan adalah the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort. melalui keberanian mengambil risiko. moralitas) ekonomi/isnis (etika kewirausahaan) berkaitan dengan makna kewirausahaan sebagai resep bertindak guna menumbuhkembangkan sistem perekonomian (bisnis) yang modern. e. yang merupakan gabungan dari lima hal. dan kewirausahaan sebagai etika (akhlak. pengenalan barang. kejiwaan. d. apabila memiliki wirausahawan sekitar 2% dari jumlah penduduknya. bahwa suatu negara akan mampu membangun. mengingat bahwa modernisasi dalam bidang ekonomi. metode produksi baru. and social risks and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction (merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda. kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen. menanggung resiko keuangan. Kewiausahaan sebagai Etika Ekonomi Modern. sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaannya. Pemaknaan seperti ini tidak saja berlaku secara tekstual. assuming the accompanying financial. tetapi menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadi). Sutrisno (2003). kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban. Dengan berpegang pada paparan Alma (2008). moralitas) sosial modern (etika Kewirausahaan sosial). pelaku dan kemapuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat. mempunyai semangat.4 Dalam bukunya Entrepreneurship. Jumlah penduduk Indonesia saat ini . pasar-pasar baru. Pandangan tekstual bahwa kewirausahaan terkait dengan etika ekonomi (bisnis) dapat dicermati pada pendapat Salim Siagian (dalam Sutisno 2003:4-5) yang menyatakan sebagai berikut: Kewirausahaan adalah semangat. organisasi industri baru. serta menciptakan dan mnyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien. sumber bahan mentah baru. sebgai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang. yakni: a. Karena itu tidak mengherankan jika PBB menyatakan. Bertolak dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wirausaha sangat penting. yakni kewirausahaan sebagai etika (akhlak. c.

bahwa konsep-konsep. Hal ini tercermin pada pendapat McClelland (1987:86) yang menyatakan sebagai berikut: 1) Perilaku Kewiraswastaan: a. menciptakan.000 orang (Alma. Dalam Instruksi Presiden RI No. karena kewirausahaan juga meliputi seorang aspek sikap mental Jadi dan perilaku yang mencerminkan karakteristik wirausaha. sikap. kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta.5 200. memikul risiko-risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. 2008:4). Berbagai teori pembangungan menyatakan. III. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. bahwa wirausahawan tidak saja memberikan kemanfaatan bagi dirinya sendiri-pekerjaan dan pendapatan secara mandiri.000. c. Mengingat. Indonesia hanya memiliki wirausahawan sekitar 0. pembahasan masalah . tetapi juga bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA Kewirausahaan bukanlan sekadar ketrampilan manajerial dan bisnis belaka. ide-ide atau dalil-dalil yang tercantum di dalam kewirausahaan bisa diberlakukan sebagai resep bertindak yang bersifat universal. Namun kenyataannya. perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. sikap. gagasan-gagasan.000 jiwa. mengumpulkan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan suatu negara. bahwa keberhasilan suatu negara dalam proses percepatan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaan yang dimiliki suatu negara. sehingga paling tidak harus memiliki wirausahawan sebanyak 4. 2) Minat terhadap peerjaan kewiraswastaan sebagai suatu akibat dari martabat dan “sikap berisiko: mereka. b. tetapi juga dalam bidang kemasyarakatan guna mewujudkan kehidupan suatu masyarakat modern (kewirausahaan sosial). 4 Tahun 1995. yakni tidak saja dalam bidang bisnis.000. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. d. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. berkaitan dengan adanya kenyataan. menerapkan cara kerja. 2008). uang sebagai ukuran atas hasil. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat.18% dari jumlah penduduk (Suruji. tanggung jawab pribadi. Kewirausahaan sebagai Etika Sosial Modern.

manusia harus kreatif. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep 10D. melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa. Sebaliknya hal-hal yang dapat merintangi munculnya sebuah kreativitas adalah sebagai berikut: Lebih menekankan pada perilaku dan struktur birokrasi. Konsep decisiveness. kreativitas yang berkesinambungan dan seringkali susah ditebak sebelumnya. Kesepuluh konsep itu adalah. Kesukaan pemirsa televisi terhadap film Mac Gyver adalah karena Mac Gyver senantiasa menampilkan keunikan dan kreativitas yang berkesinambungan. mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan. Kewirausahaan selalu tak terpisahkan dari kreativitas dan inovasi. Details. memperkecil ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan. Destiny. rasa keingintahuan yang tinggi. Dollars. antara lain : keterbukaan pada pengalaman. kreativitas merupakan titik permulaan dari setiap inovasi. keunikan. Film ini telah mengilhami Stephen Covey. dapat menerima perbedaan. Kreativitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan. mengagungkan tradisi dan budaya yang dibuat. . Untuk dapat memberikan respons terhadap perubahan. Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan. Kesamaan antara entrepreneur. pemikiran. bahwa seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. and Distribute.6 kewirausahaan berarti juga menyoroti mengenai profil seorang manusia yang memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat khas. Dengan demikian. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Konsep dream. dimaksukan bahwa seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya. Dream. Kreativitas berbeda dengan inovasi. komunikasi yang lemah. sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan uang dengan menggunakan ide-ide baru tersebut. karena lingkungan cepat sekali berubah. menekankan pentingnya prosedur yang baku. menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan. Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri. independen dalam pertimbangan. Doers. sistem pengendalian yang kuat. Determination. Inovasi adalah kerja keras yang mengikuti pembentukan ide dan biasanya melibatkan usaha banyak orang dengan keahlian yang bervariasi tetapi saling melengkapi. menekankan denda atau hukum atas sebuah kegagalan. dan menekankan pada nilai yang menghalangi pengambilan resiko. Decisiveness. percaya pada diri sendiri. dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut. dan tindakan. Dedication. Bahwa ia selalu mengubah “kesempitan menjadi kesempatan”. Inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas yang tinggi. menyebutnya Mac Gyver factor. dalam bukunya First Thing First. Devotion. Kreativitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru.

artinya seorang wirausaha mencintai pekerjaannya dan produk yang dihasilkannya secara gila-gilaan. begitu seorang wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya. seperti tergambar dalam tabel berikut : . Menurut Meredith (1996) wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis. Konsep dedication. Konsep distribute. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis. seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang–orang kepercayaannya. seorang wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan. Dengan kata lain. seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. melupakan hubungan dengan keluarganya sementara. Konsep dollars. Mereka berasumsi. uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Konsep destiny. Mereka bekerja tidak mengenal lelah. Motivasinya bukan untuk memperoleh uang. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. Baginya. Artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan. guna memastikan kesuksesan. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin yang dia sanggup. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain. para wirausaha adalah individu yang berorentasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya. Konsep doers. jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas memperoleh uang atau keuntungan. Konsep details. Konsep determination. Dia tidak mau mengabaikan faktor kecil sekalipun yang dapat menghambat kegiatan usahanya. dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi.7 Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil diatasi. Ciri dan Watak Wirausahawan menurut Meredith (1996). kadang-kadang dia mengorbankan hubungan kekeluargaan. Konsep devotion. seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci.

Serba bisa .Suka tantangan . keinginan untuk berprestasi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi.Dapat bergaul dengan orang lain . Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan kemudian menilainya. Seorang wirausaha menginginkan tanggungjawab pribadi bagi pencapaian tujuan.Ketekukan dan ketabahan .Inovatif dan kreatif . Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang. yang biasanya diidentifikasikan sebagai need of achievement (n-Ach). yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumberdaya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggungjawab sendiri terhadap hasil yang dicapai.Perseptif 2.Mempunyai dorongan kuat . Pengambil risiko 4.Keyakinan .Berorientasi laba . tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.Individualitas . Kedua.Punya banyak sumber . Berorienntasi tugas dan hasil 3. Penggerak utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. 1996) Karakteristik wirausaha.Menanggapi saran dan kritik . preferensi kepada resiko-resiko menengah. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting.Kebutuhan akan prestasi . keinginan untuk bertanggungjawab. Berorientasi ke masa depan Tabel-1. Keempat. .Pandangan ke depan .Ketidaktergantungan .Bertingkah laku sebagai pemimpin .8 Ciri-ciri 1.Fleksibel . Wirausaha bukanlah penjudi. Ketiga. adalah sebagai berikut: Pertama. menurut McClelland. Keorisinilan 6.Kemampuan mengambil risiko . suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras.Optimisme . mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia.Tekad dan kerja keras . Ciri dan Watak Wirausaha (Meredith. Percaya Diri Watak . Kepemimpinan 5. persepsi pada kemungkinan berhasil.Energik dan inisiatif .

9 Kelima. menyatakan bahwa kewirausahaan . Di Amerika Serikat. Usaha ini memang tidak menciptakan sesuatu. tetapi mereka umumnya bukanlah wirausaha. Produk akhir yang dihasilkannya. ketrampilan dalam pengorganisasian. Apakah usaha kecil identik dengan wirausaha? Tidak setiap bisnis kecil identik dengan wirausaha. Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Apa yang mereka lakukan adalah yang telah berulangkali mereka lakukan sebelumnya. Ketujuh. Pada akhirnya kita perlu membedakan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. tetapi mereka sama sekali tidak menciptakan kepuasan baru atau permintaan konsumen yang baru. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. nilai apa yang berharga bagi pelanggan? Kemudian standarisasi produk. rangsangan oleh umpan balik. sikap terhadap uang. Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. Gagasan Nasution. Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. pasti menghadapi resiko. perancangan proses dan peralatan. dan ciri wirausaha secara lebih meyakinkan. wirausaha diartikan sebagai seseorang yang memulai bisnis baru. aktivitas energik. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. yaitu dengan bertanya. Sebaliknya usaha McDonald adalah wirausaha. Akan tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen. wirausaha dengan usaha kecil. Suami-istri yang membuka warung tegal (warteg) yang baru. Mereka mengadu untung dengan makin banyaknya orang yang suka makan di luar rumah di daerah itu. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. jiwa. orientasi ke masa depan. Inilah yang menjadi alasan bahwa McDonald adalah wirausaha. apakah umpan baliknya baik atau buruk. dan Soemanto (2002) tentanng watak. Noer dan Suef (2001). pada mulanya. juga dapat dibuat oleh setiap restoran Amerika lainnya yang dilakukan jauh sebelumnya dan biasa-biasa saja. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standar yang diinginkan. Kedelapan. kecil dan milik sendiri. Tidak setiap bisnis kecil bersifat wirausaha. Keenam. maka McDonald secara drastis meningkatkan hasil dari sumber-sumber yang ada. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan. Kesembilan. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. di daerah pinggiran kota.

• Bertekad menyebarluaskan segala apa yang baik bagi kepentingan umum. Hal ini dapat dicermati pada tabel-2 berikut ini: No. • Selalu mensyukuri yang kecil-kecil yang ada pada dirinya. dan mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir. • Percaya pada diri sendiri. Jiwa atau semangat wirausaha 3. • Tidak gila pangkat dan gelar. • Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah atau dari atas. • Rasa keadilan yang seimbang. • Bergairah dan mapu menggunakan daya penggerak dirinya. Kategori Watak Wirausaha Penjelasan • Berwatak maju (tidak cupet nalar). • Setia kawan. • Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya. • Beirisiatif tapi disiplin diri. • Memelihara seni berbicara dan kesopanan. • Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri yang makin menjulang tinggi. • Menolak cara berpikir. bersikap. • Sangat menghargai waktu. • Pandai bergaul. • Tidak berlebihan dalam hal apa pun (over acting). • Bersedia melakukan pekerjaan kasar (pengorbanan). • Berani mengambil risiko yang diperhitungkan. • Rasa tanggung jawab yang tinggi atas tugasnya dalam kehidupan. 2. rakus atau serakah. • Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri.10 tidak saja dapat diberlakukan sebagai etika ekonomi. dan berbuat negatif. apalagi mengemis. • Tidak gila kekuasaan • Selalu tepo seliro. • Tahu menimbanng antara kebergantungan dan kemandirian. bersikap mental dan berbuat positif. • Bertekad mengutamakan kemajuan kemanusiaan dan lingkungan. tahu cita-cita hidupnya. bukan menjual harga diri. Ciri wirausaha . tidak lekas putus asa. • Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri. • Tahu apa maunya. • Keinginan untuk memperoleh umpan balik secara cepat. • Berpandangan positif dan kreatif. banyak senyum) • Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak. • Ulet dan tekun. • Bertanggungjawab • Memilih akibat moderat. • Rasa percaya diri akan keberhasilan perorangan. 1. • Beriman dan berbuat kebaikan. tetap juga sebagai tika sosial (kewirausahaan sosial). • Lebih mengutamakan memberi daripada meminta. • Berkepribadian yang menyenangkan (ramah. • Menghormati tertib hukum.

Manusia modern percaya bahwa manusi dapat belajar mengendalikan lingkungan alamnya dalam rangka mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Manusia modern menjalankan kehidupan secara berencana dan terorganisasi. bersedia dan menghargai kepercayaan. Mendasarkan tindakan pada perolehan pendapatan. 8. 9. Mereka menghargai tepat waktu. Orang-orang di sekeliling mereka dapat dipercayai akan memenuhi kewajiban dan tanggung jawab merea masing-masing. dan ciri wirausaha dapat pula dihubungkan dengan ciri-ciri manusia modern sebagai berikut: 1. Manusia modern mempunyai pandangan yang luas terhadap sejumlah masalah dan isu yang terjadi tidak hanya di lingkungan langsung tetapi juga di lingkungan yang lebih luas. 6.11 • • • • Punya semangat tinggi Berorientasi pada masa depan. dan ini biasanya diperoleh melalui mass media dan pendidikan. Manusia modern percaya akan keampuhan ilmu dan teknologi. Manusia modern percaya bahwa kehidupan alam dunia dapat diatur dan diperhitungan. sikap. Karena itu. Manusia modern tidak pasrah kepada lingkungan alamnya. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. keturunan. Manusia modern lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan. dan apa yang dimiliki orang tersebut (Ikeles. sikap dan pendapat yang berlainan. lalu dibandingkan dengan watak. tampak bahwa keduanya memiliki prinsip yang sama. jiwa. jiwa dan ciri wirausaha adalah bermuatan tipe ideal yang bersifat umum sehingga dapat diterapkan dalam bidang ekonomi maupun kemasyarakatan. Dalam Instruksi Presiden RI No. karena itu mereka lebih punya kesiapan uuntuk menghormati oarng lain. Manusia modern percaya bahwa penghargaan dan kemuliaan diberikan sesuai dengan apa yang telah diperbuat seseorang. kurang berorientasi ke masa lampau. bukan menurut kedudukan. Manusia modern menyadari akan harga diri dan kemudian oarng lain. watak. Manusia modern adalah manusia yang punya pola pikir terbuka kepaa inovasi dan perubahan. dan siap untuk menerima pengalaman baru. Jiwa. dengan mencermati ciri-ciri manusia modern. Marzali. dan Ciri Wirausaha Tabel-2 dan gagasan McClelland (1987) menunjukkan bahwa watak. dan ciri wirausaha. 5. jiwa. 4. Hanya dengan cara-cara seperti itulah persoalan hidup dapat diselesaikan dengan baik. Bahkan yang tidak kalah pentingnya. perilaku dan . Pendek kata. Berkenaan dengan itu Suparman (1978) menyatakan. Mampu mengorganisasi. dan ciri wirausaha secara substansial sama dengan cita-cita membentuk manusia modern dalam bidang ekonomi maupun sosial. 2. Manusia modern juga harus mempunyai yang lebih demokratis. jiwa. 7. 2005:100-101) 3. Ini berarti bahwa manusia modern tersebut perlu terarah kepada kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. disiplin kerja. 4 Tahun 1995. maka cita-cita mewujudkan manusia yang memiliki watak. Tabel-2. dan hidup teratur. 1980:87100. bahwa wirausaha pada dasarnya adalah pendekar kemajuan. Watak.

mengumpulkan sumberdayasumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. Dalam era yang kompetitif ini. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. menciptakan. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN Dalam era globalisasi sekarang ini. menerapkan cara kerja. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.12 kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. di mana pertumbuhan angkatan kerja jauh lebih besar daripada pertumbuhan kesempatan kerja. Namun realitas atau kondisi empirik yang ada sekarang ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan kesempatan kerja. sikap. Hanya saja membutuhkan lahirnya karakteristik tertentu yang tidak hanya sekedar tekun dan ulet tetapi juga kreatif dan inovatif. jika tidak ingin dilindas zaman. Hanya sekitar 30-40 persen saja alumni pendidikan tinggi yang terserap di dunia kerja (Wahjoetomo:1995). membuka jalan bagi perusahaanperusahaan kecil. memang memiliki peran strategis dalam membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas. perhatian orang tertuju pada kiat-kiat yang harus diciptakan untuk bisa ikut bergabung dan bermain bersama dalam era ini. Tidak hanya itu. Dunia pendidikan. Permasalahan lainnya adalah tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja nyata yang ditandai oleh tingginya tingkat pengangguran tenaga kerja terdidik. melainkan terutama kesiapan memasuki dunia kerja nyata. IV. maupun setiap bangsa dituntut untuk selalu bersikap kreatif dan inovatif. tidak hanya dalam penguasaan ilmu. Dengan demikian persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja itu tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. karena memiliki . perilaku dan kemampuan kewirausahaan. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memeroleh keuntungan yang lebih besar. setiap kelompok orang. merupakan keharusan bahwa setiap orang. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. Singkatnya. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang.

tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. daya adaptasi tinggi. Gagasan ini diperkuat oleh Everet Hagen (dalam Marzali. termasuk Indonesia. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. Krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia Tenggara. MODEL PROSES MEMBANGUN SIKAP WIRAUSAHA Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. 2007:10). Pertama. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. Betapa pentingnya kedudukan wiirausahawan dalam konteks modernisasi. begitu pula amoral failist.13 tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. namun uang bukan segala-galanya. ternyata banyak perusahaan kecil yang tetap eksis. telah terjadi tindakan PHK secara besar-besaran. dapat dicermati dari gagasan McClelland (1987) yang menyatakan. bukan politikus atau konsultan ahli dari negara-negara maju. bahwa kaum wirausahawan domestik yang paling bertangung jawab bagi modernisai. telah melahirkan dua kenyataan. Model Proses Kewirausahaan Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave (dalam Alma. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. Wirausahawan memang melakukan kegiatan bertujuan mencari uang. menjadi urutan langkah-langkah berikut: . ketika berbagai perusahaan besar. 1. terhantam krisis yang luar biasa. melainkan yang lebih penting adalah niat yang kuat untuk mencapai prestasi gemilang melalui penampilan kerja yang baik. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. Kedua. sejak 1997. Hal ini disebut motivasi berprestasi atau kebutuhan berprestasi. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. V. dengan selalu berpikir dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru guna memperbaiki kualitas kerja yang dicapainya. 2005) yang menyatakan. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. milik konglomerat. kerja keras.

keinginan menanggung resiko. warisan. pengalaman dan kreativitas. memiliki ketrampilan. misalnya memiliki tabungan. Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan. hobi dan sebagainya. dan faktor pengalaman. Tidak diragukan lagi pengalaman adalah sebagai guru yang berharga yang memicu perintisan usaha apalagi oleh adanya peluang dan kreativitas. Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). 2) Proses pemicu Beberapa faktor personal yang mendorong pemicu artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah: a. memiliki bangunan yang lokasinya strategis. Sedangkan faktor-faktor environment mendorong inovasi adalah: adanya peluang. Keberanian menanggung risiko. b. Adanya persaingan dalam dunia kehidupan. adanya sifat penasaran. dan komitmen atau minat yang tingi . faktor pendidikan. c. Adanya inovasi yang berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha. Faktor-faktor environment yang mendrong menjadi pemicu adalah sebagai berikut: a. b. tidak ada pekerjaan lain. modal.14 Innovation (Inovasi) Triggering Event (Pemicu) Implementation (Pelaksanaan) Growth (Perumbuhan) 1) Proses Inovasi Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi. d. Dorongan karena faktor usia. Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. terhadap bisnis.

Budaya perusahaan jika sudah terbentuk dan diiuti dengan penuh tanggunng jawab oleh seluruh karyawan maka pertumbuhan perusahaan akan berkembang pesat. c. pandangan yang jauh ke depan guna mencapai keberhasilan. d. Adanya hubungan-hubungan atau relasi dengan orang lain. Sekarang banyak kursuskursus bisnis dan lembaga menejemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihanIncubator Bisns. misalnya kualitas makanan. b. pembanu utama. dan bimbingan usaha yang dilakukan oleh Depnaker. c. adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam usaha. c. dan sebagainya. andanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan. Adanya tim yang kompak dalm menjalankan usaha. adanya dorongan orangtua untuk membuka usaha. manajemen. adanya visi. Sedangkan faktor environment yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah sebagai berikut: a. adanya seorang wirausaha yang sudah siap mental secara total. Adanya produk yang dibanggakan. 4) Proses Perumbuhan Proses pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain adalah: a. kebijakan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam ijin lokasi usaha ataupun fasilitas kredit. d. 3) Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personal yang mendorong pelksanaandari sebuah bisnis adalah sebagai berikut: a. atau keistimewaan yang dimilkik. Dunia persaingan sekarang sangat tajam. b.15 c. personalia. mengikuti latihan-latihan atau Incubator Bisnis. d. adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya. lokasi usaha. adanya bantuan famili dalam berbagai kemudahan. yang mempunyai keunikan produk. Adanya strategi yang mantap sbagai produk dari tim yang kompak. Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan. Ada berbagai bentuk persaingan yang ada di pasar. Sedangkan faktor Sosiologis yanng menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah: a. adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis. d. b. . Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya. mulai dari pengusaha pasar yang sangat dominan. sehingga semua rencana dan pelksanaan operasional berjalan produktif. e.

Dalam istilah pemsaran mereka ini terdiri atas market leader. dan market nicher. Merek ini market share nya paling banyak/uas. Kemudian menyusul penantang pasar (market challenger). d. Setelah itu ada market follower yang ikutikutan saja karena modal terbatas. market follower. yaitu: 1) Personal Attributes 2) Personal Environment Personal Attributes David McClelland di dalam bukunya The Achieving Society.Ceper di Klaten. market challenger. Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinyu. menyatakan bahwa seoarang wirausaha adalah seseorang yang memilki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak brwirausaha. atau merek yang dijual di pasar ada merek yang melekat di hati konsumen. misal Desa Manding di Bantul. yang masih bisa dimanfaatkan. Cibaduyut di Bandung. hanya 18% menyatakan ingin memperoleh uang. ini disebut market leader. c. Di negara kita. Faktor Environmental Di samping faktor personal yang ada di dalam diri pribadi wirausaha maka ada pengaruh faktor luar terhadap pembentukan watak wirausaha. Dalam suatu penelitian di Inggris menyatakan bahwa motivasi seseorang membuka bisnis adalah 50% ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri. Tanggulangin di Jawa Timur. dan 10% menyatakan jawaban membuka bisnis untuk kesenangan. . Garut. e. Tasikmalaya. Ngunut di Tulungagung. Juwana di Pati. Adanya sumber-sumber yang tersedia. tantangan atau kepuasan pribadi dan melakukan kreativitas. Indonesia. merek belum terkenal dan terakhir market nicher yang menjual produknya pada relung-relung/celah pasar yang belum terisi oelh merek lain. hobi. Wedi di Klaten. Kotagede di Yogyakarta. ini ada beberapa daerah atau lokasi yang bannyak wirausahanya. Sedangkan penelitian di Rusia 80% menyatakan mereka membuka bisnis karena ingin menjadi boss dan memperoleh otonomi serta kemerdekaan pribadi. b. Di pasar ditemukan pemimpin pasar. Pada setiap produk. yang berusaha menunggu kesempatan mengatasi leader.16 kekuatan yang sedang dan yang lemah. Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan. Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan Melihat uraian di atas muncul pertanyaan apakah sebenarnya yang paling mendorong seseorang untuk memasuki karir wirausaha? Jawabannya menyangkut dua hal.

7) Memiliki tanggung jawab. Padang. sebagian besar ingin menjadi pegawai (mental buruh). 3) Penuh perhitungan. yaitu: 1) Berani memulai. 8) Memiliki etika dan moral. dan berbagai jasa konsultan. 5) Tidak cepat puas dan utus asa. pergudangan. Faktor penyebab tersebut antara lain pola pikir masyarakat yang diwujudkan dalam cita-cita. bahkan di beberapa negara.17 Madura. Dalam hal pendidikan kewirausahan. Bali. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. merasa tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri. dan pemerintah kurang begitu tanggap untuk mengubah pola pikir masyarakat.. dan sebagainya. Agar langkah-langkah untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang. . Banyak faktor penyebab yang mengakibatkan masyarakat belum berani memulai suatu kegiatan yang disebut wirausaha. Untuk melangkah ke suatu hal yang baru akan terasa berat dan gelap. Sebenarnya untuk memulai segala sesuatau yang masih baru. Demikian pula suasana lingkungan yang lain yang bisa kita jumpai pada sejumlah dosen serta alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang mendirikan sejumlah perusahaan. khususnya masyarakat menengah ke bawah. Menurut Kasmir ada bebrapa jurus awal yang harus segera dilakukan jika mau berwirausaha. 6) Optimis dan penuh keyakinan. Suasana semacam ini sangat berpenaruk kepada warga masyarakata untuk menumbuhkan minat wirausaha. apa pun nama kegiatannya. Akan tetapi. Pengusaha-pengusaha MIT ini saling bekerja sama dan mendorong pertumbuhan bisnis dan perkembangan teknlogi di Amerika. setelah memasuki dunia baru tersebut. pasti akan terasa segan dan canggung. kita akan merasa adanya perbedaan (Kasmir. maka perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah. 4) Memiliki rencana yang jelas. perbankan. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). Sejak perang dunia ke-2 sampai tahun1988 telah didirikan 636 perusahaan oelh dosen dan alumni MITI ini. Demikian pula di Amerika terkenal daerah Silcon Valley di mana dijumpai banyak pengusaha-pengusaha besar. Jurus Awal Menjadi Pengusaha Sulitnya memutuskan untuk memulai berwirausaha hampir melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia. pendidikan kewirausahaan telah dilakukan puluhan tahun lalu. 2. 2006:8). transportasi. Langkah-langkah ini oleh Kasmir (2006) diartikan sebagai jurus yang akan membimbing dan mengarahkan seseorang sebelum memulai usaha. Di daerah tersebut dijumpai kegiatan wirausaha membeli dan menjual barang.

Rencana yang akan dijalankan ini memuat apa saja yang harus dialkukan. harus siap rugi terlebih dahulu sehingga bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha nantinya. seorang calon pengusaha dituntut untuk berani menanggung sehala risiko. . Untuk itu. Kemudian. baik risiko kerugian. Ada istilah ekstrem bahwa jika ingin berwirausaha. barulah diketahui kekurangan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan lanjut. Perhitungan yang dibuat sebaiknya dituangkan dalam suatu rencana yang lengkap. Bahkan seorang calon yang hebat selalu haus akan kemajuan dan selalu akan merasa kurang. semakin besar peluang untuk maju dan meraup keungtungan. Agar peluang memperoleh keuntungan tidak hilang dan segala kendala risiko yang bakal dihadapi dapat diatasi atau diminimalkan. Hal yang perlu diingat adalah menjalankan segala sesuatu dengan perhitungan matang dan selalu memiliki sikap optimis bahwa semua masalah dapat diatasi. Untuk memulai pertama kali suatu usaha memang terasa sangat berat. kapan akan dilakukan. Langkah selanjutnya. Kalupun teradi risiko yang harus ditanggung nantinya. memulai usaha dari hal-hal yang paling kecil sesuai dengan kemampuan si calon pengusaha. itu pun tidak terlalu meleset dari perhitungan. Kegagalan merupakan sukses yang akan tertunda. pengusaha juga diharuskan untuk tidak cepat putus asa atas segala kegagalan yang dialaminya. sebelum melakukan bisnisnya seorang calon pengusaha perlu memperhitungkannya. Seorang calon pengusaha tidak akan pernah cepat puas atas hasil yang akan dicapai. Banyak orang mengatakan bahwa membuka usaha gampang.18 9) Dan lainnya. berapa besar biaya yang dikeluarkan. Penyakit takut rugi atau bangkrut. Banyak kendala yang dihadapi. Tanpa rencana yang matang dan lengkap sulit untuk mencapa suatu tujuan yang akan dicapai. Kemudian. paling tidak berpikir untuk berusaha. seorang calon pengusaha diminta untuk memiliki naluri dan daya pikir yang hebat. yakni untung atau rugi. Penyakit seperti ini harus dikikis habis. Artinya bisnis yang akan dijalankan pasti memiliki risiko dan untung. Perlu diingat bahwa dalam usaha (bisnis) hanya ada dua pilihan. Sikap untuk tida cepat putus asa ini akan memotivasi pengusaha untuk terus maju. siapa yang akan melaksanakannya. bagaimana melakukannya. Kalkulasi dalam prediksi apa yang akan terjadi sangatlah penting dan perlu dibuat di atas kertas kerja. rencana yang sudah dibuat akan dijadikan sebagai pedoman dalam melangkah ke depan. tetapi memulainya sangat slt. Rencana dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha harus dibuat selengkap mungkin. Terkadang niat dan motivasi yang kuat untuk berusaha tidak akan pernah terealisasi tanpa berani mulai saat ini juga. bangkrut atau risiko lainnya. Hal yang terpenting adalah memulai terlebih dahulu. Perlu dicamkan pula bahwa semakin besar risiko yanng dihadapi. Berani memulai artinya seseorang harus segera memulai. Seorang calon pengusaha harus berani mengambil risiko sebesar dan seberat apa pun. ini juga menjadi momok bagi calon wirausahawan baru. seperti dari mana dimulainya usaha tersebut dan apa yang perlu dipersiapkan.

Jangan pernah ada rasa keraguan yang dapat menghentikan usaha yang akan dijalankan. Di samping itu. mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang . ataupun kepada pihak-pihak luar perusahaan. atau pihak-pihak yang berhubungan dengan prusahaan sesuai dengan etika yang berlaku. baik dalm hal memberikan kesejahteraan maupun keamanan mereka dalam bekerja. Hal ini perlu dijunjung tinggi mengingat etika dan moral berbisnis merupakan dasar untuk melakukan suatu bisnis yang baik. dalam hal komitmen untuk mengembalikan sesuatu yang wajib dilakukan. kepada masyarakat. calon pengusaha juga harus memiliki tanggung jawab terhadap para pegawainya.19 Selidiki dengan teliti penyebab kegagalan tersebut dan segera perbaiki sehingga kegagalan tersebut tidak akan pernah terulang lagi. Pengusaha harus mampu menghargai karyawan. tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. kewirausahaan merupakan suatu polah tingkah laku manajerial yang terpadu. Seseorang yang tidak memiliki sikap optimistis akan sulit untuk menembus setiap halangan atau rintangan yang akan dihadapinya. Mereka muncul dari kelas menengahbawah. Pengusaha juga diahruskan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap usaha yang sedang dijalankan. Optimistis dan keyakinan akan berhasil merupakan bayangan yang akan terus mengikuti perasaan bahwa kita harus berhasil dalam menjalankan perusahaan. yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. Tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan karena tanpa masyarakat usaha kita tidak akan pernah maju. D. Misalnya. masyarakat. epngusaha selalu berusaha bertindak untuk lebih baik dari sebelumnya. pelanggan. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa adalah orang mempunyai uang. Menurut Stevenson. didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. optimistis dan penuh keyakinan tentunya harus penuh perhitungan yang matang. Rangkuman Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke delapan belas. Terakhir. Namun. Pengusaha juga harus mampu unuk menciptakan dan atau mencai peluang-peluang bau yang lebih memberikan harapan. seorang calon pengusaha harus memiliki etika dan moral dalam menjalankan usahanya. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Sifat optimistis dan penuh keyakinan bahwa usaha yang sedang dijalankan akan memberikan hasil selalu ditanamkan kepada setiap calon pengusaha. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan. Dengan demikian.

keinginan bertanggungjawab. Kesepuluh konsep itu adalah. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality.Tidak hanya itu. Singkatnya. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. berorientasi tugas dan hasil. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. Dedication. kepemimpinan. Determination. Details. Everet Hagen yang menyatakan. dan berorientasi ke masa depan. 3) komitmen terhadap sumberdaya. begitu pula amoral failist. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis. preferensi pada risiko menengah. . Persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. yaitu: keinginan berprestasi. dan sikap terhadap uang. pengambil risiko. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Dream. 5) konsep manajemen. and Distribute. 2) komitmen terhadap peluang yang ada. yakni: 1) orientasi strategis. Sedangkan Meredith merumuskan 6 ciri wirausaha yaitu percaya diri. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. Destiny. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. aktivitas energik. keorisinilan. orientasi ke masa depan. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep10 D. Menurut McClelland karakteristik wirausaha ada 9. dan 6) kebijakan balas jasa. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. 4) pengawasan umberdaya. membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan kecil.20 tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. persepsi atas keberhasilan. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. rangsangan oleh umpan balik. karena memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. ketrampilan dan pengorganisasian. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. Devotion. Doers. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. Dollars. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. Decisiveness.

2007) Seorang Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Jelaskan 10 karakteristik wirausaha menurut William Bygrave! 9. Jelaskan pengertian kewirausahaan ! 2. . Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. (2) Proses Pemicu. Cerita Sukses : KISAH SUKSES PENGUSAHA BURGER (Nopember 10. sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Kini. Jelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha! 5. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Sebutkan dan jelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson! 6. 5) Memiliki rencana yang jelas. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. dan (4) Proses Pertumbuhan. Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave. 8) Memiliki tanggung jawab. 4) Penuh perhitungan. 6) Tidak cepat puas dan utus asa. Sejak kecil. Secara ekonomi. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. saya terbiasa ditempa bekerja keras. Pertanyaan Konseptual 1. Jelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan! 4. Bayangkan. 7) Optimis dan penuh keyakinan.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. ia memiliki 10 pabrik dan 2. sumbangan apa yang dapat diberikan oleh wirausaha untuk dirinya sendiri dan bangsa? 13. Segalanya tentu tak mudah diraih. Sebutkan dan jelaskan dua pendekatan kewirausahaan! 3. (3) Proses Pelaksana. Jelaskan Jurus Awal Menjadi Pengusaha ! II. 9) Memiliki etika dan moral. daya adaptasi tinggi. Malah kalau dipikir-pikir. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). E.21 Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta. kerja keras. Jelaskan watak wirausahawan menurut Meredith! 10. menjadi urutan langkah-langkah berikut: (1) Proses Inovasi. Berikan minimal 2 contoh untuk masing-masing karakteristik! 8. Latihan I. Bahkan. Jelaskan 2 karakteristik wirausaha! 7. 10) Dan lainnya. Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Sedangkan Kasmir merumuskan jurus awal menjadi pengusaha adalah: 1) Berani memulai. Jelaskan model proses kewirausahaan ! 14. Mengapa setiap orang perlu memiliki sifat kewirausahaan! 12. Jelaskan watak wirausahawan menurut McClelland! 11.

tak ada salahnya mencoba. Lalu. saya hijrah ke Jakarta. Made Arsani Dewi. dan mentega. Pada 25 Desember tahun itu. Tak berhenti sampai di situ. saya hidup mengontrak. dimakan sendiri. Banyak suka dan duka yang saya alami. Saya harus menjual rumah dan mobil. Masih untung karena istri saya bekerja. Seminggu berkutat di dapur. sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. seperti roti. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan.%27detail_images%27. Saya pindah ke Perumnas Klender.Bahan-bahan pembuatan burger. saya pulang ke kampung halaman. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. upaya saya berhasil. saya ecer di berbagai tempat. Kalau mau punya uang. saya nyaris disambar petir. Untuk mengembangkan usaha. Setelah lulus STM. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. daging. Saya pikir.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusahaburger/realview%28%27detail_images. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang. tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Tanpa sengaja. Sungguh luar biasa. sayur. tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an. Saya menjalani rute Kampung Melayu . Sumber: http://cepiar. Baru setelah tahu murah. saya menikah dengan perempuan sedaerah. Saya hanya mematok harga Rp 1.asp?act=1&id=10094&imageid=22178%2 7. ya. Tahun 1985. Ternyata. Padahal. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. tapi tak juga diluluskan.22 tiap pergi ke sekolah.5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Akhirnya. Susahnya kalau hujan turun.Cililitan. setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Kerugian makin membengkak. Mereka mungkin berpikir. Roti tak laku. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. saya tak bisa jalan. ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang. masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Saya beli satu peti telur di pasar. sebenarnya tidak. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1. usaha saya mandeg. Dibantu seorang teman. Awalnya berjalan lancar. saya potong-potong. saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Dalam dua tahun. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta. lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur.wordpress.700 per buah. Di awal-awal saya jualan. saus. Rasanya miris sekali. saya pun jatuh bangkrut. pembeli mulai ketagihan. saya melihat orang berjualan burger. gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusaha-burger/ . Pernah juga gara-gara hujan.%27500%27%29. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri.%27516%27. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji.wordpress. http://cepiar. lalu dijual ke pasar. NYARIS TERSAMBAR PETIR Titik cerah muncul di tahun 1990. padahal seharian saya mengayuh gerobak. burger itu pasti mahal. tak pernah saya diberi uang jajan. hasilnya tak mengecewakan. Saya berjualan telur. Saya nekad meminjam uang ke bank. Burger dagangannya saya labeli Lovina. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.Pulogadung .

. Alma. Yogyakarta:BPFE. 2007 4. Geoffrey G. 2005. Binis (Jilid 1). 1996 (terjemahan). Teori dan Praktek. Meredith. 5. 7. A. Jakarta:PPM. Mutis. 3. Marzali. 2. Masykur. Jakarta:Cresindo. Carilah tokoh serupa di sekitar lingkungan Anda. Kewirausahaan yang Berproses. 2007. dan Ebert. Thoby. Jakarta:Prehallindo.23 Pertanyaan diskusi: 1.et al. Kewirausahaan. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. 1996. Wiratmo. Griffin. Pengantar Kewiraswastaan. . Bandung: Alpabeta. RW. Bagaimana ia mengatasi kegagalannya? 3. 1995. 1997. Kewirausahaan. Identifikasi karakteristik wirausaha apa yang dimiliki oleh tokoh di atas? 2. Jakarta: Prenada Media. Daftar Pustaka 1. RJ. Kewirausahaan. tanyalah mengapa ia ingin menjadi wirausaha? Kegagalan dan keberhasilan apa yang pernah ia alami? Bagaimana ia menyikapi hal tersebut? F. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Kasmir. Buchari. 6.

Mereka memiliki peranan nyata dalam membentuk pola pikir. G.Lies Endarwati.. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil risiko. Menjelaskan dan memberi contoh jiwa kepemimpinan. anak-anak di rumah memerlukan orangtua yang dapat memimpin anaknya. H.24 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. Menjelaskan sebab-sebab munculnya pemimpin 3.Si. 8. 9. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil keputusan. M. 5. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. 10. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi mengambil keputusan. Menjelaskan langkah-langkah dalam mengambil keputusan. 6. Materi I. dan manajemen waktu. Faraz. kelompok agama memerlukan pemimpin. sosial. dan banyak lagi kelompok-kelompok manusia yang memerlukan pemimpin yang hebat. Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan.. C. KEPEMIMPINAN 1. Pentingnya Pemimpin Where have all the leaders gone? (ke mana gerangan para pemimpin yang memiliki kaliber tentunya). M. Menjelaskan pendekatan studi kepemimpinan. & Dyna Herlina S. Menjelaskan teori-teori kepemimpinan. organisasi politik memerlukan pemimpin.SIP. perusahaan memerlukan pemimpin yang tangguh dan berkualitas. 4. Dunia ini memerlukan banyak pemimpin yang dapat membawa keadaan ke arah yanng lebih baik. 2. Menjelaskan. Kebayakan negara menginginkan para pemimpinnya untuk maju ke depan serta mengatasi krisis ekonomi. Negara memerlukan pemimpin. berani mengambil risiko. M. Mereka berfungsi sebagai simbol dari kesatuan moral yang diharapkan adalah peserta mampu pelatihan dapat menerapkan jiwa kepemimpinan. SE. 7. memberi contoh dan menerapkan manajemen waktu. .Pd. demikian ada orang bertanya. guna memberi motivasi pada para pekerja dan memberi garis arahan yang paling baik bagi masa mendatang.2: Kepemimpinan Oleh: Nahiyah J. Menjelaskan ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan. para pemuda memerlukan figur pemimpin yang dapat memberikan keteladanan dan inspirasi.

Setiap kelompok atau organisasi membutuhkan pemimpin. menentukan tujuan-tujuan untuk mereka sendiri dan orang lain. efesiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan yang dipimpin. jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan. Efektivitas wirausaha sebagai pemimpin ditentukan oleh hasil-hasil yang dicapai wirausaha. memfokuskan perhatian pada tujuantujuan perusahaan. Seseorang dapat menjadi pemimpin yang berhasil. mereka hanya mencapai beberapa tujuan. mengkoordinasikan perubahan. mengalokasikan sumberdaya yangblangka. Bahkan kelompok/organisasi yang menggunakan pendekatan partisipasif terhadap pemecahan masalah juga membutuhkan adanya konseling. Pemimpin mengekspresikan etika kerja dan nilai-nilai yang merangku masyarakat. Prestasi total sebuah bisnis terutama ditentukan oleh sikap dan tindakan dari sang wirausaha. melepaskan mereka berjalan sendir. Statistik perkembangan perusahaan menunjukkan bahwa setiap 100 perusahaan yang baru berdiri. Pemimpin diprlukn untuk menentukan tujuan. Tidak ada satu faktor pun yang memberikan lebih banyak manfaat terhadap sebuah organisasi daripada pemimpin yang efektif. Organisasi kerja tanpa pemimpin tidaklah lebih daripada propaganda “ kue di langit”. kurang pengarahan. memulai proyekproyek mengumpulkan sumber daya manusia dan finansial yang diperlukan untuk melaksanakan proyek. dan masukan yang hanya dapat diberikan oleh pemimpin yang dihargai. Pada umumnya kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak efektif. Kenyataan dalam manajemen menunjukkan bahwa kelompok pekerja yang dibiarkan sendiri tanpa pemimpin. mengendalikan diri sendiri. Dari hakikat pekerjaannya mereka adalah pemimpin. membina kontak antar pribadi dengan pengikutnya. Berbagai kekeliruan terjadi di bawah kepemimpinannya. baik pemimpin yang timbul sendiri dari kelompok tau yang ditugaskan. . mereka tidak mampu memimpin karyawan. dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. dan disiplin. Semata-mata merupakan kenyataan hiduplah bahwa kelompok-kelompok dengan pemimpin dapat melakukan hal-hal tersebut secara lebih efisien dan lebih benar daripada kelompok tanpa pemimpin. baik yang memimpin beberapa atau beratus-ratus karyawan. karena mereka harus mencari peluang-peluang. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. kira-kira 50% gagal dalam tempo 2 tahun dan pada akhir tahun kelima hanya tinggal 30% yang masih jalan. bimbingan.25 masyarakat. tidak bisa bekerja sama dengan oarng lain atau mereka tidak bisa menguasai. menetapkan arah yang benar atau yang paling baik bila kegagalan terjadi. Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil. Pimpinan perusahaan merupakan unsur pokok dan sumber yang langka di dalam setiap perusahaan.

orang yang perilakunya akan lebih memengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang memengaruhi mereka. Banyak lagi definisi tentang kepemimpinan. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. . dan juga perilaku pemimpin sendiri yang tidak bisa menjadi contoh. haruslah yang dapat menguasai dan mengembangkan diri sendiri. kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian penngaruh pada kegiata-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. demikian pula dengan relasi perusahaan tidak terjalin kerjasama yang baik. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan. memberi nasehat. Leadership is the activit of influencing people to strive willingly for group objectives. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. memberi imbalan yanng cukup kepada karyawan. state that leadership is influencing people to follow in the achivement of a common goal. kemungkinan pemimpin harus menggunakan berbagai cara misalnya memberi hadiah. dan juga mampu menguasai serta mengarahkan dan mengembangkan para karyawannya. Seorang wirausaha yang baik adalah seorang pemimpin dalam bisnis. Definisi Kepemimpinan Banyak definisi diberikan tentang kepemimpinan. seperti bawahan atau para pengikut. antara lain: George R. Kedua. Seorang wirausaha tidak hanya mengingatkan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu memajukan perusahaan. Stoner. Jadi wirausaha harus pandai merangkul dan melibatkan para karyawan dalam segala aktivitas perusahaan. kurang disiplin. kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan.Terry. dan sebagainya. sama seprti banyaknya orang yang membuat definisi itu. memberikan definisi kepemimpinan sebagai “suatu interaksi antar anggota suatau kelompok. Kepemimpinan timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi anggota lainnya di dalam kelompok”. 2. Harold Koontz and Cyril O’Donnell. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan. Untuk melibatkan para karyawan. kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan.26 Misalnya karyawan tidak bisa dimotivasi untuk bekerja lebih baik. Handbook of Leadership. Pemimpin merupakan agen perubahan. kepemimpinan melibatkan orang lain. Ada tiga implikasi penting yang tercakup dalam kepemimpinan dari beberapa definisi di atas yaitu: Pertama. Ketiga.

Sebab-sebab Munculnya Pemimpin Menurut Kartini Kartono (1983:29). 4. dididik dan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat di kemudian hari. Kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan. yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektivitas situasi gaya kepemimpinan tertentu.27 Seorang wirausaha juga harus dapat memberi contoh yang baik. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasi perilaku-perilaku (behaviors) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif. dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin. yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Dia memeng sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. dorongan. Pandangan ini telah menimbulkn pendekatan “contingency” pada kepemimpinan. 3. perilaku. Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan Penelitian-penelitian dan teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektivitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi/tugas-tugas yang dilakukan. Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga. 3) Teori Ekologis atau Sintetis Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak. dan sebagainya. Teori ini menganut pandangan deterministis artinya pandangan yang sudah ditentukan sejak dulu. 2) Teori Sosial Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan. Ketiga pendekatan tersebut akan dibahas secara kronologis. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifatsifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun di mana dia berada. sebagai berikut: . ketrampilan dan pengharaan bawahan. bagaimana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yanng diperintahkan. ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: 1) Teori Genetis Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak ahir dan tidak dapat dibuat. dan situasional (“contingency”) dalam studi tentang kepemimpinan.

dan b) mengidentifikasi ciri-ciri dan sifat-sifat yang dimiliki oleh para pemimpin efektif.28 Sifat-sifat  perilaku  situasional . Antara pemimpin dan bukan pemimpin dapat dilihat dengan mengidentifikasi sifat-sifat kepribadiannya. Seorang peneliti. Usaha sistemik pertama yang dialkukan oelh para psikolog dan para peneliti untuk memahami kepemimpinan adalah mengidentifikasikan sifat-sifat pemimpin. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut: a) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksanan fungsi-fungsi dasar manajemen. pengendalian dan keseimbangan mental maupun emosional. pergaulan sosial dan persahabatan. terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain. Pendekatan psikologis ini untuk sebagian besar didasarkan atas pengakuan umum bahwa perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian. kepercayaan diri. sering menemukan bahwa pemimpin cenderung mempunyai tinngkat kecerdasan lebih tinggi. Mereka percaya bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya. antusiasme.contingency 1) Pendekatan Sifat-sifat (Traits Approach) Para teoritisi kesifatan adalah kelompok pertama yang bermaksud menjelaskan tentang aspek kepemimpinan. berani. Penelitian lain mencoba untuk membandingkan sifat-sifat pemimpin yang efektif dan tidak efektif. bentuk fisik. dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukkan sifat-sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. . Berbagai sifat dipelajari untuk menentukan apakah hal-hal tersebut berhubungan dengan kepemimpinan efektif. kepandaian berbicara. lebih ramah. Berbagai studi pembandingan sifat-sifat pemimpin dn bukan pemimpin. imajinasi. Edwin Ghiselli. pengetahuan dan kecerdasan. Daftar sifat-sifat ini dapat menjadi sangat panjang tetapi cenderung mencakup energi. dorongan. belum pernah ditemukan. integritas. pandangan. Sebagian besar penelitian-penelitian awal tentang kepemimpinan ini bermaksud untuk: a) membandingkan sifat-sifat orang yang menjadi pemimpin dengan sifat-sifat yang menajdi pengikut (tidak menjadi pemimpin). Tetapi kombinasi sifat-sifat tertentu yanng akan membedakan antara pemimpin atau calon pemimpin dari pengikut. dan sebagainya. dan lebih percaya diri daripada yang lain dan mempunyai kebuthan akan kekuasaan lebih besar.

Namun. akan membantu Anda dalam upaya melakukan perbaikan-perbaikan. yang dalam berbagai hal berbeda satu dengan yanng lain. (2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial. pemikiran kraetif dan daya pikir. Mao Tse-Tung. pemimpin. Megawati. Alexander the Great. atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah. c) Kecerdasan. mencakup kebijakan. walaupun semua sifat yang dikemukakan para peneliti dapat menjadi yang diinginkan ada dalam diri pemimpin. mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan sukses. Susilo Bambang Yudhoyono dan sebagainya. (3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi. Akhirnya. tidak tampak sifat-sifat kepemimpinan yang ditemukan secara umum pada semua tokoh tersebut. Mahatma Gandhi. Ada banyak keterbatasan dalam pendekatan yang melihat sifat-sifat kepemimpinan. Kepercayaan diri. Sedangkan Keith Davis mengikhtisarkan emapt ciri/sifat utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi: (1) Kecerdasan. Abraham Lincoln. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. dan (4) sikap-sikap hubungan manusiawi. Inisiatif. Kesadaran bahwa Anda sendiri yang menentukan kadar kemampuan kepemimpinan Anda. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru . d) e) f) Ketegasan. atau inovasi. Para atau wirausaha seperangkat adalah ciri-ciri individu-individu ideal yang telah mengembangkan dan gaya kepemimpinan mereka sendiri. Mengembangkan Sifat Kepemimpinan Sifat-sifat kepemimpinan harus dikembangkan sendiri karena sifat-sifat ini berbeda-beda pada setiap orang. Namun demikian sifat-sifat kepemimpinan perlu dikembangkan sebagi upaya untuk melahirkan pemimpin. Dalam kenyataannya. tetapi tidak satupun sifat yang secara absolut esensial. Winston Churchill. Sebagai contoh. Adolf Hitler. Suharto. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. Abdurahman Wahid. Ada juga berbagai kasus di mana seorang pemimpin sukses dalam suatu situasi tetapi tidak dalam situasi lain. Tidak ada cara terbaik untuk menjadi pemimpin.29 b) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. Soekarno. telah banyak orang tahu tentanng tokoh-tokoh seperti Napoleon. maka bakat keterampilan kepemimpinan Anda tidak akan pernah berkembang sepenuhnya. banyak dari mereka mempunyai sifat yang berbeda. Jika Anda meniru secara buta seorang pemimpin lain.

2) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) Di akhir tahun 40-an. Anda dapat merancangkan peluang-peluang mereka mengembangkan meningkatkan kemampuan individual mereka. Anda pun harus menilai pengalamanpengalaman mereka untuk mengukur keberhasilan mereka dan kegiatan serta tanggungjawab tambahan yang dapat mereka pikul di masa depan. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain. Daripada berusaha menemukan sifat-sifat. Pekerjaan Anda sekarang harus dapat memberikan sejumlah peluang untuk mempraktekan dalam kepemimpinan. akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo sliro. mempraktekkan ketrampilan Anda adalah dengan menyadari adanya peluangpeluang untuk menunjukkan kemampuan Anda memimpin dalam kegiatan seharihari. Setelah melakukan hal itu. Untuk sebagian besar. semakin besarlah ketergantungan Anda pada karyawan untuk mendukung dan memikul tanggungjawab Anda.30 Keperibadian Anda akan ikut memengaruhi perilaku kepemimpinan Anda. maka potensi Anda sebagai . Mendelegasikan tanggung jawab akan mengembangkan rasa percaya dan keyakinan yang diperlukan karyawan Anda untuk pemimpin pun juga tercapai. Anda dengan Situasi untuk meningkatkan Cara yang kemampuan baik untuk kepemimpinan Anda dapat ditemui dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari Anda dan pergaulan karyawan Anda. peneliti mlai mengeksplorasi pemikiran bahwa bagaimana seseorang berperilaku menentukan keefketifan kepemimpinan seseorang. Pada tahun 1947. Uji coba kemampuan Anda dalam memimpin ini akan menyiapkan Anda untuk peranan kepemimpinan yang lebih penting. Karena karyawan merupakan harta yang paling penting dalam organisasi Anda. kepemimpinan adalah suatu sikap yang terlihat dalam ancangan para wirausaha terhadap pencapaian tugas-tugasnya. Semakin Anda berkualitas sebagai seorang pemimpin. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik ialah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan“. bagi harus Anda untuk putuskan bagaimana dan meningkatkan prestasi setiap orang. Pemimpin biasanya bersedia menerima tantangan yang mengandung baik risiko maupun peluang yang besar. Kalau potensi karyawan Anda terwujud. Seorang pemimpin mengerti tugas keseluruhan yang harus dicapai dan seringkali memutuskan cara-cara baru dan inovatif untuk mencapainya. Sebagai seorang pemimpin Anda bertanggung jawab untuk mengembangkan karyawan dengan cara yang paling efektif. Rensis Likert mulai mempelajari bagaimana cara yanng paling baik unuk mengelola usaha dari individu-individu untuk mencapai kinerja dan mencapai potensi mereka sepenuhnya. maka selanjutnya para peneliti meneliti perilaku dan pengaruhnya pada prsetasi dan kepuasan dari pengikut-pengikutnya.

e) Berminat mencapai peningkatan produktivitas. Melalui wawancara dengan pemimpin dan pengikutnya. Perhatian pada orang dilihat sebagai suatu hal mewah yang tidak dapat selalu dipenuhi pemimpin. Seorang pemimpin dengan orientasi pekerjaan/tugas cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan staffnya. b. dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka. Data didapat dari ribuan karyawan yanng melakukanberbagai macam tugas. Studi dilakukan pada berbagai jenis organisasi: kimiawi. d) Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan. disebut sebagai job-centered/ berpusat pada pekerjaan dan employee-centered/ berpusat pada karyawan. mulai dari pekerjaan yang tidak terampil sampai dengan pekerjaan penelitian dan pengembangan yang berketerampilan tinggi. absensi. mengarahkan dan membimbing.31 kepuasan sebagaimana yang diinginkan. Tingkat turnover. Tujuan dari kebanyakan penelitian kepemimpinan yang diilhami oleh Tim Likert di University of Michigan (UM) adalah untuk menemukan prinsip dan metode kepemimpinan yang efektif. peralatan berat. yakni tujuan-tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas. Baiya e. seperti perencanaan dan . Produktivitas per jam kerja. Pemimpin yang job-centered/berpusat pada pekerjaan (tugas) menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melaksanakan tugas dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. petroleum. d. Kepuasan kerja dari anggota organisasi. c) Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu. Pemimpin ini mengandalkan kekuatan paksaan. b) Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tetapi dapat dicapai. makanan. Motivasi karyawan dan manajerial. Bahan terbuang f. rumah sakit. asuransi. imbalan. Pemimpin yang kadar orientasi-pekerjaannya rendah cenderung menjadi tidak aktif dalam mengarahkan perilaku yang beorientasi tujuan. dan agen pemerintahan. dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. c. peneliti mengidentifikasikan dua gaya kepemimipinan yang berbeda. sarana umum. atau pengukuran lainnya yang mirip dari keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan produksinya. dan sakit hati. elektronik. dan hukuman untuk memengaruhi sifat-sifat dan prestasi penngikutnya. Kriteria keefektifan yang digunakan dalam banyak studi tersebut adalah: a. bank.

keinginan-keinginan. Pemimpin yang berpusat pada karyawan memiliki perhatian dan memotivasi terhadap kemajuan. melarang dan menghakimi. Pengertian dan pengetahuan tentang diri .32 penjadwalan. g) Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. perasaan dan ide-ide karyawan. tujuan-tujuan. b) Menunjukkan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. batas-batas dan kemampuan mereka sendiri. Ciri-ciri umum yang terdapat pada pemimpin yang orientasi-karyawannya tinggi meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Mereka mengerti kebutuhan. Mereka bersifat membujuk ketimbang menghukum. pertumbuhan. memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan ketimbang kerjasama. melainkan mereka dapat menangani pelbagai macam orang dengan efektif. jika timbul. d) Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan staff. f) Mendelegasikan kekuasaan dan tanggungjawab. mengarahkan dan mengambil inisiatif daripada mengkritik. dan prestasi pribadi pengikutnya dan membina hubungan manusiawi. Orang-orang yang orientasi-orangnya tinggi belum tentu merupakan orang-orang yang ramah dan sosial. Mereka memberikan pengaruh kuat dan pengarahan yang kuat namun dengan cara yang tidak menimbulkan dendam. Mereka cenderung bekerja seperti para karyawan lain dan tidak membedakan peranan mereka sebagai pemimpin organisasi secara jelas. Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku yang diberi imbalan akan bertambah dalam frekuensinya. Orang-orang yang kuat dalam orientasiorang cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan. e) Menerapakan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. mengkoordinasi. nilai-nilai. percaya dalam mendelegasikan pengambilan keputusan dan membantu penngikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara membentuk suatu lingkungan kerja yang suportif. Dalam hubungan mereka dengan karyawan. Tindakan-tindakan ini diasumsikan dapat memajukan pembentukan dan perkembangan kelompok. serta mendorong inisiatif. Pemimpin yang orientasi-orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam hubungan dengan karyawan mereka. dan bahwa perilaku yang tidak diberi imbalan (dihukum) akan berkurang dalam frekuensinya. tujuan-tujuan. mereka cenderung memberikan nasehat. Pemimpin yang berpusat orang/karyawan. Mereka menunjukkan ketrampilan yang tinggi dalam bidang hubungan antar manusia. c) Menunjukkan pengertian dan rasahormat pada kebutuhan-kebutuhan. serta tidak mendelegasikan kekuasan dan tanggungjawab.

mereka membantu orang untuk memenuhi kebutuhan ini. . atau pendekatan orientasi pekerjaan/tugas dibanding pendekatan orientasi karyawan dari sisi lain. Maka teori kepemimpinan situasional mengusulkan bahwa keefektifan kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara kepribadian. apakah ada gaya mendelegasikan kepemimpinan normatif atau ideal. sikap. Melalui berkomunikasi dengan para karyawan mereka. c) Mereka dapat menerima dan menghargai nilai-nilai dan gaya hidup yang berlainan. Di lain pihak. beberapa penelitian membuktikan pula bahwa pendekatan otokratik di bawah berbagai kondisi. berdiskusi dan berdebat. kekuatan. Banyak praktisi manajemen merasa konsep tersebut membuat peningkatan prestasi dan perbaikan sikap. Mereka menunjukkan kemampuan dan kesediaan untuk berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali berbeda dengan mereka. b) Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain. Di samping itu. kedua-duanya berjalan seiring. sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer di bawah seluruh kondisi.33 sendiri ini merupakan suatu prasyarat yang diperlukan untuk hubungan yang baik dengan orang lain. pada kenyataannya lebih efektif dibanding pendekatan lain. d) Mereka melibatkan para karyawan mereka dalam tujuan perusahaan dengan memahami kebutuhan-kebutuhan mereka dan kekuasaan serta membagi tanggungjawab. Telah terjadi perdebatan untuk mencari jawaban. Perdebatan ini biasanya berpusat pada gagasan ideal itu ada: yaitu gaya yang secara aktif melibatkan bawahan dalam penetapan tujuan dengan menggunakan teknik-teknik manajemen partisipatif dan memusatkan perhatian baik terhadap karyawan dan pekerjaan. tugas. mengajukan pertanyaan. 3) Pendekatan Situasional – Contingency Pendekatan kesifatan dan perilaku belum sepenuhnya dapat menjelaskan kepemimpinan. dan menggunakan informasi yang mereka terima untuk mengarahkan dan melibatkan karyawan mereka dalam tindakan yang efektif. bahwa kepemimpinan adalah kompleks dan gaya kepemimpinan yang paling tepat tergantung pada beberapa variabel yang saling berhubungan. mereka mendengarkan. Jadi pengalaman-pengalaman kepemimpinan mengungkapkan bahwa dalam berbagai situasi pendekatan partisipatif yang lebih efektif. para pemimpin dapat mengarahkan usaha-usahanya secara lebih efektif sehingga tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan. Kesimpulan yang dapat dibuat. e) Mereka memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik.

dan (3) teori siklus-kehidupan dari Harsey dan Blanchard. yaitu: a) Kekuatan-kekuatan dalam diri manajer. (3) desakan waktu. dan (4) harapan mereka mengenai keterlibatan dalam pembuatan keputusan. Teori situasional yang terkenal adalah: (1) rangkaian kesatuan kepemimpinan dari Tannembaum dan Schmidt. Rangkaian Kesatuan Kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt Robert Tannenbaum dan Warren Ha. b) Kekuatan-kekuatan dalam diri para baahan. meliputi: (1) kebutuhan mereka akan kebebasan. mencakup: (1) tipe organisasi. (2) kebutuhan mereka akan peningkatan tanggungjawab. (3) apakah mereka tertarik dalam dan mempunyai keahlian untuk penanganan masalah.34 persepsi dan situasi. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kepemimpinan Mary Parker Follet. dan (4) perasaan aman dan tidak aman. Pendekatan yang paling efektif . seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini: Kemampuan dan Kualitas Pemimpin Situasi Situas Kemampuan dan Kualitas Bawahan Follett juga menyatakan bahwa para pemimpin seharusnya berorientasi pada kelompok dan bukan berorientasi pada kekuasaan. yaitu (1) pemimpin. dan (4) sifat masalah itu sendiri. (2) efektivitas kelompok. Mereka mengemukakan bahwa manajer harus mempertimbangkan tiga kumpulan “kekuatan” sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan. c) Kekuatan-kekuatan dari situasi. yang mengembangkan Hukum Situasi. Ketiganya saling berhubungan dan beriteraksi. Konsep Tannenbaum dan Schmidt ini disajikan sebagai suatu rangkaian kesatuan kepemimpinan (leadership continum). dan (3) situasi. (2) kepercayaan terhadap bawahan. mengatakan bahwa ada tiga variabel kritis yang memengaruhi gaya kepemimpinan. (2) toeri “contingency” dari Fiedler.Schmidt adalah di antara para teoritisi yang menguraikan berbagai faktor yang memengaruhi pilihan gaya kepemimpinan oleh manajer. (3) kecenderungan kepemimpinan sendiri. (2) pengikut atau bawahan. yang mencakup: (1) sistem nilai.

Fiedler mengidentifikasikan ketiga unsur dalam situasi kerja ini untuk membantu menentukan gaya kepemimpinan mana yang akan efektif yaitu hubungan pimpinan anggota. Konsep dasar teori siklus-kehidupan adalah bahwa strategi dan perilaku pemimpin harus situsional para dan terutama didasrkan berikut pada akan kedewasaan membantu atau untuk ketidakdewasaan pengikut. Bila situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan hanya moderat. Definisi-definisi memahami teori ini: . Teori “Contingency” dari Fiedler Suatu teori kepemimpinan yang komplek dan menarik adalah contingency model of leadership effectiveness dari Fred Fiedler. mereka perlu menyesuaikan gaya-gaya kepemimpinannya terhadap situasi. Situasi dirumuskan dengan karakteristik: (1) Derajat situasi di mana pemimpin menguasai.35 sebagai manajer. Bila pemimpin mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk mengubah kepribadian dasar dan gaya kepemimpinannya. Teori ini sangat dipengaruhi oleh penelitian-penelitian kepemimpinan sebelumnya. dan posisi kekuasaan pemimpin yang didapatkan dari wewenang formal. adalah sedapat mungkin fleksibel. dan (2) derajat situasi yang mengahadapkan manajer dengan ketidak pastian. atau pemimpin harus dipilih yang gayanya cocok dengan situasi yang ada. mengendalikan dan memengaruhi situasi. Pada dasarnya. tipe kemmpinan hubngan manusiawi yang toleran dan lunak akan sangat efektif. Studi Fiedler ini tidak melibatkan variabel-variabel situasional lainnya. pengalaman pemimpin dan anggota kelompok. Tetapi seharusnya pemimpin dapat mengubah-ubah gaya-gaya kepemimpinan mereka untuk memenuhi persayaratan/kebutuhan situasi tertentu dan seharusnya mereka dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang efektif. Teori Siklus-Kehidupan dari Harsey dan Blanchard Satu lagi teori kepemimpinan penting yang mempergunakan pendekatan “contingency” adalah teori siklus kehidupan (Life-cycle theory) dari Paul Harsey dan Kenneth Blanchard. maupun memilih perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan dalam waktu dan tempat tertentu. teori ini menyatakan bahwa efekivitas suatu kelompok atau organisasi tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan sitasi. Maka dapt disimpulkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang paling efektif. seperti motivasi dan nilai-nilai bawahan. Situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan apabila dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas akan efektif. Sitasi dinilai dalam istilah situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. struktur tugas. menurut mereka. situasi harus diubah.

Perilaku hubungan. daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. saat berinteraksi dengan para bawahan. berani. dan keinginan dan kemampuan mereka untuk mengambil tanggung jawab. menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan. . ada beberapa tipe kepemimpinan yang dikenal adalah sebagai berikut: 1) Tipe Kharismatis 2) Tipe Paternalistis dan maternalistis 3) Tipe Militeristis 4) Tipe Otokratis 5) Tipe Laissez Faire 6) Tipe Populistis 7) Tipe Administratif 8) Tipe Demokratis Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi.36 Kedewasaan (maturity) adalah kapasitas/kemampuan individu atau kelompok untuk menetapkan tujuan tinggi tetapi dapat dicapai. dan cara-cara penyelesaian pekerjaan. Iini mencakup besarnya dukungan yang disediakan oleh pemimpin dan tingkat di mana pemimpin menggunakan komunikasi antar pribadi dan perilaku pelayanan. Pentingya fleksibilitas Dalam organisasi. di mana. 11. Sebagai manajer. Tetapi semua orang juga harus menggunakan pengamatannya sendiri untuk memelajarinya melalui analisa terhadap hasil-hasil. dan bagaiman tugas-tugas diselesaikan. Vaiabel-variabel kedewasaan ini yang dipertimbangkan hanya dalam hubungannya dengan tugas tertentu yang dilaksanakan. seprti dalam kehidupan lainnya. dan sebagainya. Ini tergantung pola-pola perancangan organisasi. Perilaku tugas adalah tingkat di mana pemimpin cenderung untuk mengorganisasikan dan menentukan peranan-peranan para pengikut. berkenaan dengan hubungan pribadi pemimpin dengan individu atau apra anggota kelompoknya. Sebagai manajer. semua oarng harus berhati-hati terhadap berbagai macam gaya kepemimpinan yang tersedia. Ini membantu untuk menanggapi terhadap orang-orang dan situasi secara tepat dan membuat penyesuaian bila terjadi penyimpangan dari antisipasi. manusia super. kapan. Pemimpin ini mempunyai keistimewaan tertentu misalnya mempunyai kekuatan gaib. saluran komunikasi. dibutuhkan fleksibilitas. Tipe Kepemimpinan Dalam Kartini Kartono (1983:69). Pengetahuan tentang teori akan membantu untuk mengidentifikasikan perilaku kepemimpinan yang paling tepat. perilaku kepemimpinannya akan dipelajari pada jabatannya.

Tipe militeristis banyak menggunakan sistem perintah. dan c) Conceptual Skills Technical Skills. Pemimpinnya hanya merupakan simbol yang tidak memiliki keterampilan. . Walaupun seorang wirausaha merupakan pemimpin yang dapat menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu pekerjaan. Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya. tidak mampu mengawasi karyawan. Setiap perintah ditetapkan tanpa konsultasi. kekuasaan sangat absolut. Keterampilan Kepemimpinan (Ladership Skills ) Menurut Keith Davis. menghendaki bawahan agar selalu patuh. berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal dia menjadi raja. Pemimpin ini tidak berwibawa. yaitu: a) Technical Skills. namun dia harus mampu melaksanakan sendiri pekerjaan-pekerjaan tertentu. mengetik. Tipe administratif ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. menggunakan bberapa alat sederhana dan sebagainya. b) Human Skills. Human Skills. Tipe demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya. Dengan kepemimpinan administratif diharapkan muncul perkembangan tknis. Kekuatan organisasi tipe demokrasi terletak pada partisipasi aktif dari setiap karyawan. Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunyasendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan.37 Tipe paternalistis bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seoranng ibu yang penuh kasih sayang. 12. Tipe otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yanng mutlak harus dipatuhi. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan. manajemen modern dan perkembangan sosial. pekerjaan komputer dasar. Pemimpin tipe ini kurang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. ada tiga keterampilan kepemimpinan. penuh acara formalitas. sistem komando dari atasan ke bawahan sifatnya keras sangat otoriter. Keterampilan tersebut misalnya keterampilan pembukuankeuangan. berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemmpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. tidak mampu mengkoordinasi suasanan kerja tidak kooperatif.

dan dijadikan dokumen perusahaan yang mungkin diperlukan di lain kesempatan. keuangan. memotivasi. harus menguasai berbagai pengetahuan tentang manajemen bisnis. Pandangan lain menyatakan bahwa skills yang diperlukan dalam kewirausahaan dapat diklasifikasikan dalam tiga hal. negosiasi dengan pihak lain dan menjalin networking. seni memimpin. • Teknologi ini mencakp berbagai teknologi untuk keperluan proses produksi. sebaginya. harus dijalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan karyawan dan dengan pihak luar perusahaan. seorang wirausaha harus mampu mendengar dan mampu menerjemahkan apa yang didengar baik dari karyawan maupun dari pihak luar. mengatasi konflik dalam organisasi. Atau keterampilan menulis diperlukan guna membuat sebah memo yang menarik dalam hubungan dengan pihak lain.lingkungan sekitar lokasi perusahaan. sitem kontrol. • Mampu menyusun organisasi. apakah dengan karyawan ataupun dengan pihak eksternal atau pada seluruh stakeholder bisnis.38 Conceptual Skills berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep lain dalam memudahkan pekerjaan. • Menguasai linkungan. pesaing. ini diperlukan untuk mencatat apa yang perlu dicatat. baik lingkungan internal perusahaan seperti dengan karyawan maupun lingkungan eksternal dengan pihak pemasok. peralatan kantor dan . sekarang ini ada kecenderunga dunia usaha tidak lagi bersaingan. • Komunikasi lisan. meyakinkan. • Hubungan antar manusia. • Listening. komputer. ataupun melakukan “Downsizing” (perampingan organisasi). tahun depan misalnya. membentuk jaringan usaha yang saling teknologi komunikasi. • Business Management. bagaimana menggerakkan orang-orang. • Membangun jaringan kerja. dan sebagainya. jeas sangat penting buat berbicara. yaitu: a) Technical Skills seperti: • Menulis. kapan perlu menambah karyawan. manajemen pemasaran. akan tetapi satu sama lain saling mendekati/merangkul menguntungkan. ini penting misalnnya pada saat kapan diperlukan membentuk sebuah tim kerjasama.

 Negotiation. agar jalannya usaha tidak goyang dalam keraguaguan. dapat pula dielaborasi oelh karyawan dalam langkah-langkah yanng lebih rinci. tetap berpijak pada landasan disiplin.  Accounting.  Pemasaran. tidak lupa daratan. Tim juga perlu guna membangun kebersamaan yang kompak dalam organisasi.  Mengambil resiko. strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target market yang telah ditetapkan serta mampu mencari/mengumpulkan informasi sebgai bahan pengambilan keputusan. baik global maupun detail. tawar-menawar. rapat. mampu melihat peluang-peluang yang ada taupun mencipatakan peluang baru.  Managing growth. . seorang wirausaha harus mampu membimbing karyawan agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. memiliki keterampilan mencatat. sehingga pada satu keputusan. loby sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bisnisnnya. hasil penemuan baru dalam berbagai bidang bisnis. b) Business Management Skills seperti:  Merencanakan. memiliki keterampilan menggunakan hasil-hasil penelitian. menciptakan taktik dan strategi jitu menuju perkembangan yang feasible sehingga tidak salah arah yang mengakibatkan kerugian. operasional dan sebagainya. • Membangun tim. finansial. mengetahui pasar sasaran. organisasi.  Membuat keputusan. berdasarkan data atau informasi yang terkumpul seorang wirausaha harus mampu secra cepat dan tepat mengambil keputusan. seorang wirausaha harus mampu membuat rencana. tidak lengah. terampil meramal resiko dan antisipasi resiko. memiliki keterampilan berunding. menghitung efisiensi dan sebagainnya.39 • Membimbing. c) Personal Entrepreneurial Skills seperti:  Disiplin. Namun tidak takut menghadapi resiko karena sudah diperhitungkan dengan menganalisis data dan fakta yang ada. Apabila dibuat rencana global. pada saat pertumbuhan bisnis. ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan percepatan pencapaian tujuan organisasi. harus mampu memimpin perkembangan bisnis. jika perlu sanggup memberi contoh.  Inovasi.  Keuangan meiliki keterampilan mencari sumber modal jangka panjang ataupun jangka pendek. embaca penerimaan dan pengeluaran keuangan.

II. tergantung pada: (a) daya tarik setiap alternatif. Dengan bertambah besarnya perusahaan. Apakah seorang wirausaha memilih alternatif yang "mengandung risiko" atau alternatif "konservatif". Namun. mampu memberi contoh bagaimana bekerja yang baik. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. semua tahap pekerjaan mengandung risiko. Semakin besar kemungkinan kerugian. (c) kemungkinan relatif sukses dan gagal. maka bertambah banyak dan ruwetlah persoalan perusahaan. 1) Apakah Situasi Berisiko Itu? Situasi berisiko terjadi jika diminta membuat pilihan antara dua alternatif atau lebih. Anda juga mempunyai kemungkinan membeli sebuah perusahaan dengan masa depan tidak pasti. semakin besar risikonya. bagaimana cara melakukan pekerjaan. tapi mampu menjangkau masa depan. (b) sejauh mana wirausahawan bersedia rugi. Umpamanya. dan sebagainya. (d) seberapa jauh wirausahawan dapat meningkatkan kemungkinan sukses dan mengurangi kemungkinan gagal.40  Tepat dalam pekerjaan. Anda mungkin mempunyai sebuah pekerjaan yang aman. memiliki pandangan jauh ke depan tentang bisnisnya. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. yang merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. Ringkasnya. MENGAMBIL RISIKO Para wirausaha/pimpinan menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil: mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilan-keterampilan mereka. Perusahaan tersebut . Jadi situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing-masing situasi itu. sambil menimbang kemungkinan sukses dan ruginya. Situasi ini mengandung potensi kegagalan dan potensi sukses. yang bakal hasilnya tidak diketahui dan harus dinilai secara obyektif. dengan gaji Rp 10 juta per tahun dan dengan kemungkinan promosi setiap lima tahun. tidak terpaku dengan keungtungan sekarang ini. tetapi gaji pemiliknya sekarang adalah Rp 20 juta per tahun. Seorang wirausaha akan bekerja di bawah tekanan-tekanan dan kondisi pengambilan risiko dan harus mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada. Sebagai pengambil risiko seorang wirausaha harus mengambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian.  Visioneary leader. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan menghendaki bahwa pimpinan/wirausahawan tidak takut mengambil keputusan dan bersedia menerima risiko-risiko tertentu.

atau mengambil risiko dan mungkin mendapat imbalan karir dan keuangan yang sangat tinggi.41 mungkin bisa berhasil terus. la akan membeli bila upaya yang dapat dilakukannya untuk meraih sukses besar. secara sistematik dan menyeluruh serta sampai di mana upaya-upayanya dapat memengaruhi kemungkinan tersebut. tidak puas dengan posisinya yang sekarang dan mencari "peluang-peluang emas" agar cepat menjadi kaya. Mereka tidak memerhatikan kemungkinan sukses dan tidak memertimbangkan tingkat usaha yang dikehendaki dari mereka. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari pada kedua tipe orang di atas. Semakin besar keyakinan wirausaha pada kemampuan sendiri. apapun kemungkinan suksesnya. Orang lain lebih "beringas". Unsur lain yang penting dari ancangan wirausaha terhadap situasi pengambilan risiko adalah kesediaan menerima tanggungjawab pribadi atas akibat-akibat keputusan. Kebanyakan ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. c) Pengetahuan realistik seorang wirausaha mengenai kemampuankemampuannya sendiri juga penting. Orang seperti ini mau mempertaruhkan semuanya lalu hanya berharap-harap atau menolak semua situasi risiko karena mereka merasa tak dapat memengaruhi hasilnya. seperti persaingan dengan perusahaan besar atau campur-tangan pemerintah. Mereka lebih suka tetap pada posisi aman. Realisme demikian akan membatasi . Orang lain merasa berat menerima tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mungkin membawa kepada kegagalan. Tertarik oleh harapan muluk tentang basil yang tinggi dengan usaha sedikit. Ada orang yang sama sekali tidak mau mengambil risiko demikian. baik yang menguntungkan maupun tidak. Orang-orang ini cenderung dipengaruhi oleh besarnya jumlah imbalan yang ditawarkan. dan mereka seringkali menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka dengan nasib atau kekuatan-kekuatan di luar pengendalian mereka. meskipun wirausaha juga mempunyai persamaan ciri-ciri dengan mereka. atau mungkin juga gagal dalam waktu satu atau dua tahun. Beberapa kaitan itu antara lain demikian: a) Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. b) Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Hal ini lebih-lebih berlaku pada perilaku pengambilan risiko. Pilihan Anda tersebut terletak di antara tetap tinggal pada pekerjaan yang aman dengan imbalan keuangan dan karir yang sedang-sedang saja dan dapat diramalkan. mereka ini adalah penjudi murni. semakin besar keyakinan wirausaha akan kesanggupannya untuk memengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaan wirausaha untuk mencoba apa yang dilihat orang lain sebagai risiko. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu.

dan problemnya semakin sukar dipecahkan. teman-teman dan tetangga-tetangga akan membantu wirausaha memeroleh pengalaman untuk menilai kemungkinan-kemungkinan. Namun semua perilaku pengambilan risisko tidak sedingin dan seobyektif seperti apa yang digambarkan di atas. juga berguna dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Jika wirausaha tidak bersedia mengambil risiko. Wirausaha adalah orang yang bertanggungjawab. maka kinilah waktunya memikul tanggungjawab demi perbaikan. dan ada dorongan serta antusiasme untuk memastikan bahwa konsekuensi-konsekuensinya penuh dengan kesuksesan. Jika tidak. hal ini berarti bahwa peranan wirausaha atas masa depannya sendiri kecil. . Kalau orang itu lalu sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam kehidupannya. suatu perhatian untuk masa depan. karena mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan sendiri mengurangi ketergantungan pada orang lain. Ada unsur kegairahan seorang wirausaha terhadap ketidakpastian. 2) Pengambilan Risiko Pribadi Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dalam merealisasi potensi diri sendiri sebagai seorang wirausaha.42 kegiatan-kegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat dipengaruhi hasilnya. Situasi-situasi yang mengandung risiko pribadi haruslah menantang kemampuan dan kapasitas wirausaha sungguh-sungguh. Jangan remehkan nilai diri sendiri. Pengalaman dalam pengambilan risiko dalam hubungan pribadi dengan isteri/suami. dan sebuah keinginan untuk hidup di masa sekarang. Pengambilan risiko merupakan bagian penting dalam pertumbuhan pribadi. Jika orang lain bertanggungjawab atas tindakan-tindakan wirausaha. mengambil risiko seperlunya dan mengelakkan risiko yang kecil ganjaran potensialnya. Sebagai seorang wirausaha. dia tidak akan pernah dapat mewujudkan bakatnya. Beberapa risiko yang terpenting adalah risiko yang membawa wirausaha belajar mengenai sesuatu yang baru tentang dirinya sendiri. haruslah sadar bahwa pertumbuhan datang dari pengambilan keuntungan peluang-peluang masa sekarang dalam kehidupan pribadi maupun bisnis dan pengambilan risiko untuk mencapai tujuan. Pertumbuhan pribadi dan profesional wirausaha datang dari hidup di masa sekarang dan mengambil risiko yang perlu untuk mencapai tujuan-tujuan wirausaha di masa depan. karena mungkin Anda mampu mencapai jauh lebih banyak daripada yang Anda capai sekarang. makin lama situasi akan makin buruk. Pengambilan risiko dalam hidup wirausaha melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa lampau. Seseorang tidak akan dapat hidup secara penuh karena orang tersebut tidak memikul tanggungjawab pribadi atas perbuatannya sendiri.

Faktor-faktor yang paling terwujud namun paling penting adalah bakat-bakat. yang akan menghasilkan suatu perbaikan. hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan dengan keyakinan yang lebih besar yang pada gilirannya akan mengurangi risiko. jika wirausaha bersedia dan mampu mengambil risiko yang perlu dengan penuh perhitungan. . kemampuan-kemampuan dan pengalaman pribadi masa lampau. Jika seseorang telah mengembangkan suatu ide yang kreatif. karena ada masanya wirausaha tergoda untuk mempertaruhkan semuanya demi satu ide. Jika dapat memilih dari sejumlah ide-ide yang baik. Wirausaha bertanggungjawab atas segala sesuatu dalam hidupnya. Sebaiknya wirausahawan tidak mengambil risiko yang lebih besar daripada yang dapat ditanggungnya. sukses akan dapt diperoleh dengan lebih mudah.43 Risiko itu timbul ketika seseorang menerima tanggungjawab atas keputusan dan tindakannya sendiri. Sampai tingkat tertentu semua orang kreatif. saran-saran berikut mungkin dapat menolong: a) Coba utarakan ide Anda kepada suami/isteri atau teman-teman Anda. Atas keputusan-keputusan itulah seseorang bertanggungjawab. Ini merupakan peringatan. dimungkinkan mengembangkan bakat kreatif seseorang. Seringkali lebih baik membicarakan suatu ide sebelum dituliskan. 3) Mengembangkan Ide-ide Kreatif Pengambilan risiko dan kreativitas merupakan dua ciri penting para wirausaha. Pada umumnya. Menerangkan suatu ide akan mengantar kepada suatu diskusi. Sebagai seorang wirausaha janganlah mengambil risiko yang tidak perlu. Namun. Untuk mengurangi risiko ditolaknya suatu ide. Tugas pertama wirausaha adalah memutuskan apakah tujuan itu cukup penting untuk dapat membenarkan risiko tersebut. maka wirauasaha akan lebih siap mengambil risiko yang perlu untuk malaksanakan ide-idenya yang paling produktif. termasuk kesuksesan dan kegagalannya sendiri. mungkin risiko tertentu akan menyertai pelaksanaannya. Dalam beberapa hal. barulah dituliskan. Wirausahawan harus dapat menguasai emosi dan hanya mengambil risiko jika keuntungan-keuntungannya sama atau lebih besar daripada risiko yang terkandung. wirausaha juga menjadi lebih sadar akan ide-ide yang lebih produktif. Mungkin sukar memisahkan antara tujuan pribadi dengan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian dari hidup wirausaha. Intuisi seseorang akan ikut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil-hasil yang mungkin diperoleh. wirausaha harus menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko. Hanya setelah ide itu menjadi pasti. Dengan berusaha menjadi lebih kreatif.

Jangan pernah memaksakan ide Anda pada seseorang. Orang memerlukan waktu sebelum dapat menerima sesuatu yang baru. karena perilaku mereka akan dapat diramalkan dan akan membawa kestabilan organisasi. pengalaman lalu. Ide yang melibatkan masa depan organisasi mengandung risiko. Beberapa wirausaha dapat disebut "praktis". Setiap ada risiko biasanya agak ragu-ragu. sedikit banyak pada sejauh mana dia dipengaruhi orang lain. Sebagian besar pekerja harus termasuk ke dalam pengambil risiko tipe ini. Janganlah mengusulkan ide Anda kepada perusahaan Anda sewaktu mengalami krisis. Pilihlah waktu ketika orang lain paling terbuka terhadap sesuatu yang baru. Orang-orang ini dapat dianggap sebagai pengambil risiko. Agar berhasil dalam bisnis. mereka cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan mereka sampai pada apa yang mungkin terlaksana saja. Namun. Ketepatan waktu sangatlah penting dalam mengemukakan suatu ide. Wirausaha yang sangat kreatif dan inovatif biasanya adalah pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Manajer-manajer tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedurprosedur dan fungsi-fungsi. Pada tingkat-tingkat bawah organisasi dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalarn melaksanakan hal-hal yang rutin. barulah secara rinci dikemukakan. terdapat lebih banyak kemungkinan untuk pengambilan risiko. karena organisasi mereka tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari diri wirausaha sendiri. 4) Tipologi Pengambil Risiko Seseorang termasuk tipe pengambil risiko yang mana. Pertama-tama. dan dengan semakin tertariknya orang pada ide Anda. yang sedikit saja risikonya. wirausaha haruslah mengambil risiko dalam mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan. Pada tingkat manajemen menengah.44 b) Pilihlah tempat dan waktu untuk mengemukakan ide Anda kepada orang lain. namun dampak mereka atas keseluruhan organisasi haruslah minim. Dengan berlalunya waktu. ajukan konsep totalnya. Dalam bisnis dibutuhkan pelbagai tips pengambil risiko. c) Kemukakan ide Anda sedikit demi sedikit. Para wirausaha. mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif. Organisasi seharusnya berada dalam suatu keadaan kurang lebih stabil sebelum ide baru diperkenalkan. mencoba pelbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang-bidang . yang berada pada tingkat teratas dalam struktur organisasi. Mereka bersedia menerima perubahan. Wirausaha yang praktis berorientasi kepada hasil dan cukup yakin akan ide-ide mereka hingga berani menerima risiko demi terlaksananya ide itu. situasi dia sekarang dan pengharapan-pengharapan dia terhadap masa depan.

umpan balik yang diterima pemimpin. maka keputusan untuk mengambil risiko atau tidak menjadi sangat penting.45 bisnis baru. Sekali suatu rencana tindakan telah dirancangkan. Mempromosikan keputusan pimpinan dan memeroleh dukungan orang lain akan ikut mensukseskan keputusan itu. pemimpin haruslah dapat menilai situasi itu secara realistik dan mencoba memecahkannya. pimpinan perlu mempunyai keterikatan penuh pada keputusannya sampai masalah itu terpecahkan. Pertama-tama. Para wirausaha yang sangat inovatif ini biasanya menjadi tokoh dalam bisnis. Rencana-rencana alternatif boleh juga dirancang. Mereka mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi-kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan ide mereka. Dalam suatu situasi risiko. Sebagai seorang wirausaha haruslah menjadi seorang perencana dalam arti bahwa dapat membayangkan ide-ide kreatif dapat digunakan. Alternatif-alternatif ini memungkinkan fleksibilitas bila permasalahannya berubah. juga harus memilki kemampuan mengambil risiko agar mampu melaksanakannya sampai berhasil. memecahkan Jika pimpinan yakin bahwa serangkaian tindakan tertentu akan akan ikut persoalan maka tindakan-tindakan tertentu pemimpin menentukan hasilnya. 5) Melaksanakan Perubahan Dalam setiap kegiatan pertama-tama wirausaha/pemimpin harus dapat menentukan apakah terkandung risiko atau tidak. haruslah dilaksanakan. mengenai keputusannya tidak banyak. yang mungkin akan mengandung risiko tertentu. Namun. Jika pemimpin memutuskan untuk mengambil risiko. kalau rencana pertama tidak berhasil. kekuatan. b) Kesediaan mereka untuk menggunakan kemampuan mereka sepenuhnya untuk mengubah keadaan demi keuntungan mereka. Pada tahap-tahap pertama setelah keputusan itu dilaksanakan. Bila suatu keadaan risiko jelas bagi pemimpin. Kekurangan umpan balik ini mungkin menciptakan keraguraguan dalam benak pemimpin. Jika pemimpin tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam bisnisnya. . Kemampuan mengambil risiko seorang wirausaha/pemimpin akan ditingkatkan oleh: a) Keyakinan pada dirinya. barulah pemimpin dapat mengetahui dan mengerti risikorisiko yang terkandung. Pemimpin haruslah bersedia mengambil tindakan korektif yang diperlukan. posisi dan kewenangan pemimpin akan mendapat tantangan. Keyakinan pemimpin dalam menangani persoalan itu sangatlah menentukan. c) Kemampuan mereka untuk menilai situasi risiko secara realistik dan kemampuan mereka untuk mengubah kesempatan/kemungkinan d) Menghadapi suatu situasi risiko menurut tujuan-tujuan mereka yang telah ditentukan. Hanya jika rencana itu dilaksanakan. pemimpin harus malaksanakan suatu rencana pasti dalam memulai tindakan.

. akan tetapi untuk dapat mencapai keputusan itu diperlukan tidak hanya sekedar pengetahuan berdasarkan pengalaman belaka. Keputusan akan menjadi tidak terstruktur. Perlu dipertimbangkan seringnya kebutuhan akan keputusan tidak terstruktur. Data kuantitatif biasanya tersedia untuk mengambil keputusan rutin. Akan tetapi. Para impinan yang tahu dan berpengalan sukarnya mengambil keputusan tidak terstruktur. jika tidak ada metoda yang baku untuk mengatasi masalahnya. walaupun para ahli tidak cukup memiliki pengalaman yang menyediakan pengetahuan dan perangkat aturan keputusan dalam sistem ahli. ada prosedur pengambilan keputusan yang pasti dan alternatif pemecahan masalah yang jelas. sangat tidak dipercaya bahwa ternyata sistem ahli dapat dibuat untuk keputusan yang sangat tidak terstruktur. dan sistem nilai. sangat jarang dibuat program. III.46 Tindakan mengambil risiko merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. sistem bekerja dengan pengetahuan di luar rangkaian aturan yang dipunyainya. dibuat program. semakin sedikit informasi relevan yang tersedia. Suatu keputusan terprogram ataupun tidak. tegantung pada apakah keputusan itu terstruktur atau tidak terstruktur. Masa depan organisasi ditentukan oleh putusan pimpinan. tetapi fakta dan angka ini kerap tidak berarti bagi keputusan tingkat puncak yang memengaruhi masa depan organisasai. Aplikasi organisasi melibatkan pertimbangan kebutuhan pribadi. Hampir seluruh keputusan rutin yang berulah dengan menggunakan data kuantitatif dan memiliki prosedur keputusan yang telah pasti. Pengetahuan heuristik. persepsi. lalu menggunakan semua kemampuan dan bakat untuk mencapai tujuan. Walaupun demikian. tentu tidak akan menyerahkan kontrol keputusan pada komputer yang kurang dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadapi masalah seperti ini. Pada umumnya semakin penting keputusan yang diambil. semakin besar risikonya. Keputusan tidak terstruktur melibatkan serangkaian proses yang tidak selalu sama polanya dan tidak pula ada seperangkat jawaban yang jelas serta baku dalam suatu organisasi. Semakin tinggi tujuan. Wirausaha haruslah menetapkan sasaran yang tinggi untuk dirinya. yang mengarahkan penilaian yang berhasil berdasarkan pola perilaku manusia sukar untuk didefinisikan karena membentuk gugus tugas dengan menggali sumber informasi dari kepala seorang pimpinan adalah suatu hal yang tidak mungkin. sasaran. jika datanya dapat dikuantitatifkan. MENGAMBIL KEPUTUSAN Komputer telah menjadi alat pengambilan keputusan selama beberapa dekade ini. Keputusan tidak terstruktur. atau jika struktur keadaannya sangat komplek atau sukar dipahami. Akan tetapi ada peluang dibuat program.

1) Tipe-tipe Keputusan Walaun para pimpinan di berbagai organisasi dapat berbeda-beda berdasarkan latar belakang. Biasanya suatu keputusan dicapai melalui prosedur tetap. tetapi tidak dapat menggantikan intuisi. yang mendasari sejumlah besar keputusan kewirausahaannya. Suatu keputusan dapat baik dan jelek. gaya hidup. jarak. Data kuantitatif dapat membantu penilaian wirausaha. Sebuah persoalan utama dapat dibagi-bagi sehingga sebagian daripadanya dapat dipecahkan dengan segera—biasanya karena ada kebutuhan mendesak yang hasilnya cukup pasti. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang baku. yang dimengerti dengan baik oleh manajemen. Sukses bagi wirausaha/pemimpin tergantung pada kemampuannya mengambil keputusan-keputusan yang meningkatkan kemampu labaan bisnis yang akan datang. Pasti. laporan. Dengan berbuat demikian wirausaha akan menjadi lebih obyektif. tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Kemampuan mengambil keputusan secara intuitif. Mungkin wirausaha harus memandang sebuah persoalan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkannya. Untuk mengambil keputusan para pimpinan . Kemampuan itu diperoleh dari pengalaman harus membuat keputusan-keputusan penting selama bertahun-tahun dalam situasi-situasi yang semakin ruwet. dan mungkin ini hasil musyawarah. adalah “harta” seorang wirausaha yang sangat berharga. karena banyak orang yang tidak bersedia memikul tanggungjawab pribadi atas keputusan tadi.47 Dalam perusahaan besar. namun wirausaha harus cepat menyadarinya dan mengambil tindakan pembetulan. dan anjungan komite. sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnis seluruhnya. semakin banyak pula keputusan intuitif yang harus diambil. karena wirausaha harus membuat keputusan baik tanpa bantuan data kuantitatif atau dengan dukungan staf yang berpengalaman. dan sebagainya. yaitu harus mengambil keputusan. manajemen senior biasanya mengambil keputusan atas dasar data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei. sesuai dengan teknik-teknik pemecahan persoalan. Semakin berubah lingkungan bisnis. jika seorang wirausaha merasa bahwa terlalu terlibat secara emosional. Sebagai seorang wirausaha/pemimpin harus kreatif daripada manajer konvensional. kesalahan-kesalahan akan terjadi. tergantung dari bagaimana dilaksanakannya. Dudukkan setiap persoalan dalam konteksnya yang lebih luas. Dalam beberapa situasi wirausaha dapat membayangkan sebelumnya hasil-hasil yang akan terjadi dari serangkaian tindakan. Seorang wirausaha harus memutar otak dengan mengandalkan intuisi dan ide-idenya. Dalam kasus-kasus lain. Tidak ingin bertindak konvensional berarti wirausaha selalu harus bertanggungjawab sepenuhnya atas tindakan-tindakannya. hendaknya dengan sengaja berusaha mengenali kelemahan-kelemahan dalam rencana itu.

Tidak ada suatu prosedur pun yang ada untuk menangani masalahnya. Secara tradisional. membedakan dua tipe keputusan. selain karena tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya. a) Bagaimana Ada dapat menjaga kepercayaan diri ketika mengambil keputusan penting. para manajer membuat keputusan tidak terprogram berdasarkan proses pemecahan masalah yang umum. b) Keputusan tidak terprogram. keputusan dapat dibuat program jika masalahnya berulang dan rutin sehingga prosedur baku dapat dibuat untuk mengatasinya. Sayangnya. sedikit sekali kita mengetahui keterlibatan proses manusia dalam keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.48 mengahadapi situasi yang melibatkan beberapa alternatif dan keputusannya melibatkan perbandingan dari alternatif dengan evaluasi hasilnya. Jika suatu situasi tertentu sering muncul. b) Contoh-contoh manakah selama enam bulan terakhir ini yang menggambarkan kemampuan Ana mengambil keputusan realistik c) Apakah kelemahan atau ketakutan Anda sewaktu mengambil keputusan? d) Dengan cara bagaimanakah Anda menggunakan kreativitas dan/atau intuisi dalam mengambil keputusan? . yaitu: a) Keputusan terprogram. Pada sisi lainnya. Pada dasarnya kedua klasifikasi ini memilki perbedaan penting. Herbert Simon (1960). biasanya prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya. Berarti. Hubungan informal maupun formal antar manajer dapat digunakan untuk mengatasi masalah. Sebaliknya. Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu menaksir kemampuan Anda sekarang dalam mengambil keputusan. intuisi dan kreativitas. Para ahli mengembangkan beberapa cara untuk mengklasifikasi keputusan. prosedur operasi standar dan struktur organisasi yang mengembangkan prosedur yang spesifik untuk mengatasi masalah. juga karena masalahnnya kompleks atau sangat penting. Pada satu sisi pimpinan mengahdapi begitu banyak keputusan terprogram setiap harinya. keputusan tidak terprogram harus diperhatikan secara cermat karena memelukan alokasi jutaan rupiah setiap tahunnya. para manajer untuk membuat keputusan terprogram menggunakan aturan. Masalah seperti ini membutuhkan perlakuan khusus. penilaian. Keputusan seperti ini mesti diperlukan tanpa menggunakan segala sumber daya yang tidak perlu. semakin besar pula kepercayaan diri Ada akan semakin berorientasi pada tindakan. 2) Menjadi Seorang Pengambil Keputusan Semakin Anda berpengalaman dalam mengambil keputusan. Keputusan tidak terprogram jika hal yang baru dan tidak terstruktur.

Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan dengan cepat agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. k) Bagaimana cara Anda menggunakan sumber-sumber daya di lingkungan . g) Laksanakanlah jalan penyelesaiannya. “metode ilmiah” itu tidak akan menjamin keberhasilan suatu cara penyelesaian tertentu. Namun. karena berdasarkan atas pengalaman masa lampau. c) Indentifikasikanlah problem-problem utama d) Carilah sebab-sebab problem itu e) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu. kepemimpinan dan kekuasaan anda diperlukan untuk pelaksanaan cara penyelesaian dengan berhasil. b) Tentukan fakta-fakta yang penting yang berkaitan dengannya. 3) Pemecahan Persoalan Kita telah memperhatikan secara panjang lebar segi-segi rasional dari pengambilan keputusan “metode ilmiah” pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan. mungkin Anda mampu mengambil keuntungan sewaktu timbul peluang-peluang bisnis. Biasanya prosedur-prosedur itu meliputi langkah-langkah berikut: a) Kenalilah persoalannya secara umum. h) Periksalah apakah cara penyelesaian itu tepat. Pemecahan dan cara-cara penyelesaian tidaklah sukar jika anda bekerja dalam lingkungan yang sudah biasa bagi anda. Biasanya keputusan-keputusan dapat dibuat dengan cepat dan tepat.49 e) Hikmah apa yang Anda petik dari kesalahan-kesalahan yang Anda buat dalam keputusan yang lalu? f) Dengan cara bagaimanakah Anda menangguhkan dan menunda pengambilan keputusan? g) Bagaimana keluwesan Anda dalam mengadakan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan-perubahan di lingkungan Anda? h) Apakah Anda biasanya dipaksa membuat keputusan? i) j) Tindakan apakah yang biasanya Anda ambil setelah mencapai sebuah keputusan? Bagaimana cara Anda memimpin agar tercapau hasil-hasil yang diinginkan? Anda dalam mengambil keputusan-keputusan? l) Bagaimana cara Anda memanfaatkan kontak professional dan pribadi Anda untuk memperoleh informasi yang akan membantu anda mengambil keputusan? Jika Anda mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal. f) Pilihlah jalan keluar yang paling dapat dilaksanakan. Ancangan rasional ini merupakan cara yang logis dan masuk akal dalam memecahkan persoalan-persoalan bisnis.

3) Mengambil Keputusan Banyak masalah utama dapat dipecahkan dengan jalan yang berlain-lainan. hanya dapat melihat bagianbagian dari persoalan. mungkin lebih baik bagi Anda meneruskan saja apa yang telah berhasil di masa lampau. Keputusan-keputusan jenis ini haruslah dipikirkan selama jangka waktu tertentu. Kebanyakan orang dalam organisasi anda.50 Agar efektif. karena terlihat dalam kegiatan khusus dan terbatas. penalaran. dan memungkinkan Anda menilai hasil-hasilnya sebelum mengikatkan diri secara penuh pada keputusan itu. jika tidak terdapat ketidakpastian yang besar. maka keputusan-keputusan diambil dalam keadaan yang sangat tidak pasti. b) Identifikasi bidang manakah dari persoalan tadi yang tidak berdasarkan fakta. Bersedialah untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan. dan intuisi untuk mencapai keputusan. akan lebih anda sadari perbedaan-perbedaan yang besar antara “bagaimana kenyataannya” dan “bagaimana seharusnya” dari sesuatu. anda harus mampu melihat setiap aspek dari sebuah persoalan dan juga mengerti/memahaminya secara keseluruhan. Hal ini mengurangi risiko Anda. e) Keputusan-keputusan haruslah diuji coba dahulu. . Jika fakta-fakta saja tidak mencukupi sebagai bagian besar pemilihan suatu arah tindakan. d) Ambillah resiko yang sedang-sedang saja. di mana risiko mungkin tidak dikenal. g) Meskipun sebuah keputusan bukan merupakan keputusan yang terbaik. Menggunakan cara-cara yang belum dicoba dan mencoba-coba dengan ide-ide baru dapat menyebabkan malapetaka. c) Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastik susunan organisasi Aanda yang sekarang. Pedoman untuk mengambil keputusan kunci adalah sebagai berikut: a) Tentukan fakta dari persoalan yang sudah Anda kenal. Janganlah mencampuradukkan antara fakta dan opini. Di bidang yang tidak dikenal inilah Anda harus menggunakan logika. Hasil keputusan dipengaruhi oleh sejauh mana wewenang dan dukungan Anda atas keputusan yang dibuat. Di tangan andalah terletak tantangan untuk memadukan semua bagian itu sehingga menjadi suatu pandangan yang menyeluruh atas persoalan tersebut. f) Dalam keadaan-keadaan tertentu. keputusan itu bisa saja memberikan hasil-hasil yang sangat berhasil. Dari semua ini. Pengalaman lampau dan intuisi anda akan memungkinkan anda memilih factorfaktor dan hal-hal yang vital dari setiap persoalan.

Perasaan aman ini memungkinkan Anda membuat keputusan kunci tanpa takut pada akibat-akibatnya. Salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan waktu yang produktif adalah dengn memulai pelbagai kegiatan secara serempak. Oleh sebab itu. karena mengetahui bahwa masa depan terletak di tangan Anda sendiri. Anda seharusnya merasa aman. Wirausaha haruslah menggunakan sebagian besar waktunya untyuk sasaransasaran dan problem-problem yang memengaruhi organisasi sebagai keseluruhan. Wirausaha memelopori. dan kunci menggunakan waktu secara efektif adalah melalui manejemn yang lebih baik. dan semua tugas lainnya hendaklah diberi prioritas lebih rendah serta dikerjakan kemudian. Kreativitas. IV. Mereka menentukan standar-standar keberhasilan mereka sendiri. Kebanyakan wirausaha tidak takut pada pengambilan keputusan karena mereka tidak memanntikan kegagalan. . Anda hanya menangani persoalan utama. Di akhir hari tak ada sisa waktu yang dapat digunakan. menentukan batas waktu. Sebagai seorang wirausaha. Anda harus mengkhususkan waktu untuk hal-hal tersebut. Jangan membuang waktu dengan ragu-ragu. semakin sore Anda sungguh semakin kehilangan waktu. dan pencarian peluang-peluang.51 Keberanian dan antusiasme adalah perlu dalam menerapkan sebuah keputusan. merupakan ciri khas wirausaha. Umpamanya. menjatah waktu untuk setiap kegiatan penting. dan orang-orang lain mengikuti. Organisasi Anda haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang pasti dan jelas untuk dicapai. Sekali Anda telah memulai menerapkan suatu keputusan. Anda harus berfikir positif tentang hasil-hasil masa depan keputusan. namun tergantung kepada Andalah untuk mewujudkan waktu menjadi harta yang penting bagi semua karyawan Anda. Semua wirausaha perlu memanajemeni waktu secara efektif. MANAJEMEN WAKTU Waktu adalah sesuatu yangbtidak dapat Anda tabung. sedang staf Anda menangani empat kegiatan yang berkaitan. Anda tidak saja harus mengunakan waktu Anda dengan efektif. Perasaan aman ini juga memungkinkan Anda memasuki bidang-bidang bisnis yang baru. Anda akan mencapai hasil yang lebih baik. pemecahan persoalan. Anda meski menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan hal-hal yang Anda yakini sebagai sangat penting. Waktu merupakan salah satu harta perusahaan Anda yang paling pentingn. Anda harus bersifat tegar dalam tindakan-tindakan Anda. semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang. melainkan harus juga berminat pada efektivitas penggunaaan waktu perusahaan Anda. Caracara khusus untuk membuat penggunaan waktu Anda lebih baik mencakup penetapan tujuan-tujuan. Melalui penganggaran waktu.

52

Namun waspadalah agar Anda jangan terlalu banyak menggunakan waktu untuk problem-problem yang Anda suakai dan terlalu sedikit waktu untuk problem yang paling tidak Anda kenal. Anda haruslah mengenal problem utama yng dihadapi organisasi Anda dan menanganinya menurut urutan prioritasnya, dengan mendahulukan problem jangka pendek daripada jangka panjang. Teknik Manajemen Waktu Manajemen waktu itu menyerupai kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik. Penggunaan waktu yang terbaik semata-mata berarti mencapai keluaran maksimum dalam waktu yang tersedia. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara yakni: a) Identifikasi tujuan-tujuan khusus harian. Pastikan bahwa Anda memahami apa yang ingin dicapai setiap hari. Sebelum sampai atau segera setelah Anda sampai di tempat kerja, susunlah tujuan kerja Anda menurut urutan pentingnya. Jangan biarkan pengeruh luar menghentikan penyelesaian tujuan. b) Motivai dari dalam. Para wirausaha biasanya adalah individu yang bermotivasi tinggi, dan tampaknya menikmati pekerjaan apa pun yang mereka kerjakan. Kebanykan orang mampu mencapai tujuan-tujuan yang mirip dengan apa yang mereka inginkan. Namun, wirausaha mampu memotivasi dirinya untuk memproduksi keluaran tinggi pada pekerjaan yang harus mereka lakukan. c) Tetapkan batas waktu. Lebih banyak pekerjaan yang dapat Anda kerjakan, jika Anda menetapkan batas waktu realistik. Sekali setelah ditetapkan Anda haruslah berbuat apa pun untuk memenuhi batas waktu. d) Memanfaatkan telepon. Telepon merupakan hubungan komunikasi utama antara Anda dan dunia kerja Anda. Persoalan-persoalan dapat dipecahkan dengan lebih cepat melalui penggunaan telepon, karena dapat berkomunikasi dua arah. e) Buatlah catatan. Sediakanlah selalu sebuah buku catatan. Pencatatan isi-isi pokok mengabadikan isi rapat, diskusi dengn pelanggan, dan pikiran-pikiran Anda sendiri. f) Janganlah melakukan segala-galanya. Sebuah pepatah lama berbunyi: “Jika Anda ingin menjadikan sesuatu suruhlah seseorang yang sibuk untuk melakukannya”. Wirausaha sibuk, namun tindakan-tindakannya ada tujuannya. Pusatkan perhatian Anda hanya pada yang pentingpentingn. Dengan berorientasikan tujuan Anda harus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada hail-hasil yang berarti. Bersifatlah selektif dalam kegiatan-kegiatan kerja Anda dan jangan melakukan segalanya. Belajarlah untuk mengatakan “tidak” kepada

53

kegiatan-kegiatan yang memakan waktu, yang tidak berkaitan dengan tujuan prioritas Anda. g) Tetapkan waktu. Tetapkanlah waktu Anda untuk melakukan tugas-tugas utama, selama tiga atau empat jam pada saat Anda biasanya merasa paling efektif dalam satu hari. h) Ajukan pertanyaan-pertanan sebelum memulai pekerjaan. Hampi semua pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sebelum memulainya, jawablah lebih dulu pertanyaan ini: Apa? Kapan? Dimana? Siapa? Bagaimana? Mengapa? Untuk setiap langkah kegiatan, tanyalah diri Anda: “mengapa saya perlu melakukan ini?” Jawaban-jawan Anda akan membantu dalam menentukan tugas-tugas terpenting kegiatan itu. i) Berorientasilah pada tindakan. Sekali Anda memutuskan untuk memecahkan suatu persoalan tertentu, rancangnlah tindakan Anda dan mulaialah. Sekali Anda mulai, cobalah selesaikan sebanyak mungkin secepat-cepatnya. merencanakan j) Dengan kata dan lain, lalu sediakan luangkan waktu waktu untuk untuk pekerjaanAnda

mengerjakan rencana Anda. Berlakukan reflektif. Berpikir secara reflektfi berarti memetik hikmah dari kegiatan-kegiatan masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Kebanyakan kita tidak berpikir banyak mengenai apa yang kita lakukan dan mencari waktu untuk berefleksi sangatlah sukar. k) Rencanakan hari esok secara terperinci. Pada akhir setiap hari, siapkan suatu jadwal untuk kegiatan-kegiatan hari berikutnya. Bahkan Anda mungkin dapat mulai dengan satu kegiatan sebelumna, sehingga besoknya Anda lebih lancar mulai bekerja dan tidak menunda-nunda. l) Bergurulah pada pengalaman Anda. Meninjau kembali pengalaman lampau Anda membantu Anda menentukan pengelaman mana yangn menarik, dan produktif dan mana yang membosankan, menghbiskan waktu dan tidak produktif. m) Tanyakan pengguanaan waktu Anda. Agar Anda dapat memanejemeni waktu dengan baik, ajukan pertanyaan berikut ini: (1) Kegiatan-kegiatan manakah yang sedang saya lakukan, yang seharusnya tidak saya lakukan atau dapat didelegasikan kepada orang lain? (2) Apakah saya menetapkan prioritas ketika memutuskan kegiatankegiatan yang harus saya lakukan? (3) Apakah kegiatan-kegiatan saya terjadwal sehingga dapat dilaksanakan dalam jangka waktu masuk akal?

54

(4) Apakah saya mampu berkonsentrasi atas satu kegiatan secara berturut-turut? D. Latihan Pertanyaan Konsep 1. Jelaskan pengertian kepemimpinan ! 2. Jelaskan mengapa wirausaha harus mempunyai jiwa kepemimpinan ! 3. Jelaskan pendekatan studi kepemimpinan! 4. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi tugas ! 5. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi karyawan ! 6. Jelaskan ketrampilan yang dibutuhkan oleh pemimpin ! 7. Jelaskan tipe-tipe pemimpin ! 8. Jelaskan karakeristik pemimpin yang efektif ! 9. Jelaskan pengertian risiko dalam kewirausahaan ! 10. Evaluasilah kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. Beberapa pertanyaan bagi Anda sebelum mengambil keputusan yang mengandung risiko adalah, sebagai berikut: 1) Apakah risiko itu sepadan dengan hasilnya? 2) Bagaimanakh risiko dapat dikurangi? 3) Informasi apakah yang diperlukan sebelum risiko diambil? 4) Orang-orang dan sumber-sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencapai tujuan. 5) Mengapa risiko ini penting? 6) Apakah ketakutan Anda dalam mengambil risiko ini? 7) Apakah Anda bersedia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini? 8) Apakah yang akan dapat Anda capai dengan mengambil risiko itu? 9) Persiapan-persiapan apakah yang perlu Anda buat sebelum mengambil risiko itu? 10) Bagaimana Anda dapat mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan Anda telah tercapai? 11) Apakah halangan-halangan terbesar dalam mencapai tujuan itu? a. Susunlah rencana kegiatan Anda dalam satu tahun ke depan (mencakup faktor: Apa, mengapa, dimana, kapan, siapa, dan bagaimana) b. Susunlah kegiatan 1 hari ke depan secara detail dari menit ke menit.

Dengan cara itu diharapkan iklim investasi bisa membaik karena keributan antara pengusaha dan buruh bisa dihindarkan. Tahun lalu. ada 68 serikat buruh. setidaknya 43 perusahaan Korea dan 10 perusahaan Jepang hengkang dari Indonesia antara lain karena persoalan buruh di samping masalah legal dan keamanan. Jelaskan kelebihan dan kelemahan strategi kepemimpinan yang ia terapkan! . terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggantikan Suparwanto.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index.tokohindonesia. Apindo di bawah kepengurusan baru akan segera membentuk sekretariat kerja bersama dengan serikat buruh untuk memperlancar komunikasi dan menyelesaikan persoalanpersoalan perburuhan secara bipartit. daya kompetisi buruh Indonesia juga sudah kalah dari Cina dan Vietnam. Komunikasi Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea. "Hal pertama yang kami kerjakan adalah konsolidasi pengusaha." tutur Sofjan Wanandi hari Kamis 15/5/03. "Kami akan membuka Sekretariat Bersama dengan buruh sehingga kalau ada masalah bipartit bisa kita selesaikan sendiri sebelum ribut. "Kami usulkan para pimpinan serikat buruh ketemu paling sedikit sekali sebulan sehingga komunikasi lancar agar persoalan bisa kita selesaikan sebelum ribut. katanya. Sumber: http://www. dengan tujuan ikut memberi kontribusi membangun republik ini. Selain itu." ujar Sofjan." ujarnya. Kami betul-betul ingin membuat suatu iklim investasi yang kondusif karena banyak dari pengusaha asing selalu mempersoalkan masalah buruh ini sebagai salah satu dari masalah besar mereka. Rabu (14/5).shtml Pertanyaan diskusi: 1. Jadi tidak usah lewat pemerintah dulu selama kita bisa selesaikan masalah-masalah kita.55 Pertanyaan Kasus Kasus : Sofjan Wanandi : Ketua Umum Apindo Usahawan dari Grup Gemala Sofjan Wanandi (62). Selain itu Apindo akan bekerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk meningkatkan kualitas buruh dan sekaligus pengusaha sehingga dapat terbentuk kemitraan yang bertujuan memperbaiki iklim investasi karena semakin baiknya saling pengertian. Jelaskan orientasi kepemimpinan yang dilakukan oleh tokoh di atas! 2. sementara yang memiliki anggota hanya sekitar 38 buah.

Binis (Jilid 1). Kewirausahaan yang Berproses. Teori dan Praktek.tokohindonesia. Kewirausahaan. Meredith. Ivancevich..com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. Jakarta: Salemba Empat.et al. Yogyakarta:BPFE. Yogyakarta:BPFE.56 E. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Buchari. 1997. 2007. 9. Proses. Jakarta:Prehallindo. Donnely. Manajemen. Daftar Pustaka 1. Jakarta: Binarupa Aksara. Geoffrey G. Alma. Bandung: Alpabeta. 8. b. Suryana. 4. http://www. Thoby. 7. Jakarta:Cresindo. 2.shtml . Mutis. Mas’ud & Mahmud. Kewirausahaan. 2005.. 1996 (terjemahan). RW. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. 1997 (terjemahan) 3. Kewirausahaan. Dan Ebert. Hani Handoko. Bandung: Alfabeta. 2005. Wiratmo. Gibson. Jakarta:PPM. 2006. Struktur. Griffin. RJ. 5. 6. 1995. Pengantar Kewiraswastaan. Yogyakarta:BPFE. 1996. Organisasi: Perilaku. 1997. Moko P. a. Astamoen. Masykur.

. Menjelaskan dan memberi contoh kerangka rencana usaha. I. Menjelaskan dan memberi contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. Menjelaskan dan memberi contoh bentuk formal rencana usaha. Menjelaskan dan memberi contoh tahapan perencanaan usaha. yaitu: (1) Merintis usaha baru. 5. Menjelaskan dan memberi contoh memilih lokasi usaha. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya perencanaan usaha 9. Menjelaskan dan memberi contoh meraih peluang. ide.Lies Endarwati. 6. J. & Dyna Herlina S. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. b) Persekutuan (partnership). M. 3. 2. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan dapat menyusun proposal rencana usaha baru yang fisible. Menjelaskan dan memberi contoh cara memasuki usaha baru. . dan manajemen yang dirancang sendiri. 10. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal berupa saham. organisasi.Pd. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. 4.SIP.. M. C. M.57 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. Menjelaskan dan memberi contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh.Si. Cara Memasuki Dunia Usaha Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha. Menjelaskan dan memberi contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki.3: Perencanaan Usaha Oleh: Nahiyah J. Materi 1. 7. 11. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. Faraz. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: a) Perusahaan milik senidiri (sole proprietorship). yaitu kerjasama (asosiasi) antara dua orang atau lebih. Menjelaskan dan memberi contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. c) Perusahaan berbadan hukum (corporation). SE. 8.

penetapan standar. rencana bangunan. latar belakang. konsultasi. sedangkan sebanyak 46% sisanya dikarenakan hobi. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. Sebanyak 1 dari 10 responden (11% dar wirausaha) yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. yaitu alat pengambangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. 2.58 (2) USAHAMembeli perusahaan orang lain (buying). pembelian peralatan. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang dirintis. dan perusahaan lainnya. Mereka melihat keterampilan sendiri. . dan akuntansi. 2006). dan sumber-sumber permodalan. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan. pengendalian kualitas. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing bersumber dari: (a) Surat kabar (b) Laporan periodik tentang perubahan ekonomi (c) Jurnal perdagangan dan pameran dagang (d) Publikasi pemerintah (e) Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham. yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar. Merintis Usaha Baru Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy lambing (dalam Suryana. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. b) Pendekatan outside-in yang disebut juga opportunity recognition. Menurut Lambing. riset. Mereka mengatahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: a) Pendekatan Inside-out atau disebut dengan idea generation. nasehat hukum. universitas. promosi. Sebayak 15% responden telah mencoba dan merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. kemampuan. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide usaha dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. (3) Kerjasama manajemen (franachising) yaitu kerjasama antara wirausaha (franachisee) dengan perusahaan besar (franachisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba).

memelihara. d) Organisasi usaha yang akan digunakan. Tentu saja. Dalam merintis usaha baru. barang dan jasa yang akan dijadikan objek usaha tersebut harus memiliki pasar. maupun orang. d) Kemampuan hubungan. Bagan berikut menunjukan proses usaha yang diawali dengan kepribadian dan ide.59 Menurut Lambing keunggualan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentfikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. f) Jaminan usaha yang mungkin diperoleh. c) Tempat usaha yang akan dipilih. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi. Dalam memasuki arena usaha atau memulai usaha baru. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan: a) Bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Setelah ide. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. e) Lingkungan usaha yang akan berpengaruh. baik barang. seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. Menurut Norman Scarborough. uang. yaitu kemampuan tentang bagaimana memeroleh sumber-sumber dana dan bagaimana cara menggunakannya. . b) Kemampuan pemasaran. Oleh karena itu. dan mengembangkan relasi. b) Bentuk usaha dan kepemilikan yanng akan dipilih. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Berdasrakan pendekatan Inside-out. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. kompetensi usaha yang diperlukan adalah: a) Kemampuan teknik. c) Kemampuan finansial. Bagan Proses Usaha: † Ide † Anda Uang + Fasiitas Kredit Orang Barang Jasa Pasar Uang Profit Pada bagan di atas dapat diketahui bahwa usaha baru harus diawali dengan ide. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Sumber dana tersebut adalh berasal dari badan-badan keuangan seprti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. untuk memulai usaha. Ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk abarang dan jasa yang laku di pasar.

Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. dan ekspor-impor. dan Katering. meliputi potong rabut. . dan bata. yaitu: a) Perusahaan perorangan. (f) Jasa keuangan. dan koperasi. (h) Jasa umum. bebas dalam pengelolaan. meliputi usaha perdagangan kecil (ritel). (d) Konstruksi. wartel dan distribusi. asuransi. galian tanah. (c) Pabrikasi. perakitan. meliputi usaha konstruksi bangunan. pergudangan. meliputi usaha galian pasir. jembatan.60 Bidang dan Jenis Usaha yang akan Dimasuki Beberapa bidang usaha yang dapat dimasuki adalah: (a) Pertanian. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. c) Perseroan. merupakan anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yanng disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. yaitu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oelh satu orang. yaitu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham. yaitu: (a) Sekutu umum. batu. dan perkebunan. (i) Jasa wisata. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. (e) Perdagangan. (b) Pertambangan. terdapat 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. Berdasarkan UU No. Dalam persekutuan terdapat dua macam anggota. meliputi usaha pertanian. dan meiliki daya rangsang yang lebih tinggi. grosir. laundry. (g) Jasa perorangan. b) Persekutuan. pengairan. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor. meliputi usaha perbankan. biaya operasi rendah. yaitu: (1) Kelompok usaha jasa pariwisata (2) Penngusahaan objek dan daya tarik wisata (3) Usaha sarana pariwisata. dan jalan raya. meliputi usaha pengangkutan.9/1990 tentang Kepariwisataan. meliuti usaha industri. agen. meliputi berbagai kelompok. (b) Sekutu terbatas. kehutanan. dan sintesis. salon. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha yang bisa dipilih.

administrasi. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Gambar berikut merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan: Wirausaha Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan (a) Struktur Organisasi Usaha Sederhana . Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Organisasi yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup. b) Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. cakupan.61 d) Firma. Bagian-bagian kegiatan usaha tertentu seperti bagian penjualan. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b) Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c) Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan pembantu lain seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha perlu dipertimbangkan aspek efsiensi dan efektivitas. Untu menentukan lokasi atau tempat usaha. bila memungkinka. Tempat Usaha yang Akan Dipilh Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal berikut ini: a) Apakah tempa usaha ersebut mudah dijangkau oelh konsumen. Pada lingkup usaha pada skala usaha kecil pada umumnya berperan sebgai manajer pemilik usaha atau operator usaha kecil. baik bagi perusahaan maupun konsumen. c) Kerjasama bai hasil. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri tetapi harus melibatkan orang lain. maka keuntungan dibagi bersama. terdapat beberapa alternatif yang bisa dipilih: a) Membangun bila ada tempat yang strategis. Sebalknya semakin kecil lingkup usaha maka semakin sederhana organisasinya. pembelian. Bila untung. yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersaa. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan manajer pemilik usaha kecil. Semakin besar lingkup usaha semakin kompleks organisasinya. dan keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan bantuan orang lain. dan skala usaha yang akan dimasuki.

fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan manajmen. dalam perusahaan besar. dalam perusahaan kecil. direksi mengangkat beberapa orang manajer. maka semakin besar pula fungsi manajerial. dewan dierktur. . karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya. Sebaliknya. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen dan kemampuan. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar.62 Wirausaha Manajer Manajer Karyawan (b) Struktur Organisasi Usaha Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Pemasaran Keuangan SDM Produksi Karyawan (c) Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan CV. sedankan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. maka semakin besar fungsi kewirausahaan. dan tim manajer. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris. Secara hierarkis. semakin besar perusahaan. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi kegiatan direksi dalam menjalankan perusahaan. yaitu rapat umum pemegang saham. Oleh sebab itu. Sebaliknya semakin kecil perusahaan. karena yang mendasari adalah motivasi dan kemauan. organisasi perusahaan terdiri atas beberapa tingkatan. dewan komisaris.

pelanggan/konsumen. karyawan. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. Hal ini bisa dicapai apabila bahan baku dari pemasok bekualitas. dan lainnya. Jika tidak. dan akan merugikan perusahaan. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar.Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memeroleh manfaat dari perusahan. masa depan yang terjamin. maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. 5) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. majikan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. di antaranya adalah: 3) Pemasok Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran.63 Lingkungan Usaha yang Akan Berpengaruh Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. pemegang saham. harga. 6) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memeprlancar penjualan. misalnya akibat mutu. yaitu dari laba perusahaan ke manfaat bagi pemilik kepentingan. direksi. Semangat kerja yang tinggi. Lngkungan yang dapat memengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro. maka karyawan akan kurang termotivasi. 4) Pembeli atau pelanggan Pemebeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. tepat waktu. manajer. . pelayanan yang baik. kurang produktfi. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. Lingkungan usaha dapat mejadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. kurang kreatif. distributor. dan waktu yang tidak memadai. dan cukup jumlahnya. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. a) Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yanng ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Yang termasuk kelompok yang berkepentingan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan. Konsumen yang kecewa karena tidak memeroleh manfaat dari perusahaan. seperti pemasok. maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang dan jasa yang bermutu tinggi.

dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Namun demikian. dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh terhadap tingkah laku masyarakat. regional. (3) Lingkungan Sosiopolitik Kekuatan sosial politik. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam meproyeksikan usahanya. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memerluas skala industri secara keseluruhan. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. tingkat bunga. yang meliputi: (1) Lingkungan Ekonomi Kekuatan ekonomi lokal. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasikan keuangannya. Demikian juga bidang jasa. telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. gaya hidup. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. Dalam beberapa hal. sperti tingkat inflasi. nasional.64 b) Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. kebiasaan. Teknologi baru telah memunculkan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. dan fluktuasi mata usang asing. baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perusahaan. Kelompok-kelompok masyarakat. kecenderungan. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. pendapatan. (2) Lingkungan Teknologi Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahan sangat beropengaruh terhadapperusahaan. Misalnya adanya kekacauan politik dan kerusuhan selalu membawa sentimen pasar. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oelh perubahan demografi dan gaya hidup. Variabel-variabel ekonomi. Oleh karena itu kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan. dan struktur masyarakat bisa menjadi .

Merek dagang (trade –mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasaran. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak peten. Banayak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. yaitu: Langkah 1: Tetapkan bahwa yang ditemukan betul-betul baru. Pada prinsipnya. Hak peten hanya diberikan kepada penemu sebenarnya. Langkah 3: Telusuri paten-paten yang telah ada. identitas dan nama perusahaan. Dengan adanya jaminan perusahaan yang diperoleh maka keberadaan perusahaan terlindungi. Temuan tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi.65 peluang. terutama untuk penemuan-penemuan. nama. Perlindunganproduk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usahausaha peniruan dan penduplikasian yang dilakukan oelh pihak lain. b) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdangan atau perusahaan. Langkah 2: Dokumentasikan produk yang ditemukan tersebut. Beberapa hak perlindungan perusahaan yang mungkin diperoleh adalah: a) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga berwewenag atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. bukan kepada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. Penemuan yang telah diberikan hak paten tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (liensi) dari penemmunya. Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh Jaminan usaha sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Untuk . Langkah 4: Pelajari hasil Telusuran. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol.loo slogan. Ada bebrapa langkah untuk menadaptkan hak paten. alat yang dicipatakan harus betul-betul baru (bukan produk perbaikan). Untuk mendapatkan hak paten. semua lingkungan di atas bisa mencipatakan peluang bagi wirausaha. dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. menggunakan. serta keorisinilan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. bahkan menjadi poduk pesaing dan mematikan perushaan penemu. Langkah 5: Mengajukan lamaran paten. Pemberian hak monopoli atas produk dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemmu. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinian produk atau membedakannya dengan produk lain di pasar.

66

menetapkan merek dagang, harus dipilih kata yang khas, mudah dikenal dan diingat, serta unik bagi pelanggan sehingga menjadi merek terkenal. c) Hak Cipta Hak cipta (copyright) dalah hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya, misal karangan, musik, lagu, dan hak untuk memproduksi, memperbaiki, mendistribusikan, atau menjual. 3. Perencanaan Usaha Pada umumnya, dalam usaha terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, terdapat kegiatan-kegiatan kewirausahaan, yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari usaha Anda. Memeroleh survei-survei pemasaran, melaksanakan riset produk dan merancangkan anggaran, kesemuanya ini merupakan aspek-aspek perencanaan usaha. Kedua, terdapat aspek-aspek usaha yang dapat dianggap rutin. Ini meliputi menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk. Anda dapat menguji manajer dan penyelia untuk melaksanakan kegiatankegiatan rutin itu, namun Anda harus terlibat secara mendalam dalam aspek-aspek wirausaha bisnis Anda. Sangatlah sukar mendelegasikan pertanggungjawaban atas kegiatan-kegiatan wirausaha, dan jika Anda mendelegasikannya, Anda akan kehilangan pengendalian efektif atas usaha Anda. 1) Mengapa perlu Disusun Perencanaan Usaha Perencanaan usaha perlu disusun karena merupakan legitimasi dari sebuah usaha yang akan didirikan. Orang perlu mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan Anda sehingga tertarik untuk bekerja sama. Ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun perencanaan usaha (Bygrave:1994:115 dalam Alma:2007:217), antara lain: a) To sell yourself on the business b) To obtain bank financing c) To obatin investment funds d) To arrange strategic alliances e) To large contracts f) To attract key employes g) To complete mergers and acquisitions h) To motivate and focus your management team.

67

Jadi tujuan menyusun rencana usaha adalah: a) Menyatakan bahwa Anda sebagi pemilik dan pemegang insiatif dalam membuka usaha baru. Anda yakin akan keberhasilan usha itu dan Anda juga harus meyakinkan orang lain tidak akan merugi bila melakukan kerjasama dengan Anda. Dengan adanya bantuan kerjasama dari berbagai pihak maka diharapkan usaha Anda akan maju dengan pesat. Bantuanyang diharapkan itu antara lain berupa pinjaman melalui bank atau pinjaman melalui pihakpihak lain yang potensial. b) Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah ada dan saling menguntungkan misalnya dari para produsen yang dapat diharapkan memasok barang buat perusahaan Anda ataupun perusahaan-perushaan yang lebih besar memberi pekerjaan atau kontrak yanng dapat dikerjakan oleh perusahaan Anda. c) Perencanaan Usaha juga dapat mengundang orang-orang tertentu yang potensial atau mempunyai keahlian untuk bergabung bekerjasama dengan Anda. Mungkin saja Anda memerlukan orang-ornga yang mempunyai kemampuan untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan Anda namun Anda harus berhati-hati menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan perusahaan Anda yanng baru berdiri. d) Perencanaan usaha juga berguna untuk melakukan merger dan akuisisi misalnya Anda menjual perusahaan Anda ke sebuah perusahaan besar maka perusahaan besar tersebut harus membaca prencanaan usaha Anda atau mungkin juga Anda ingin membeli perusahaan lain maka rencana usaha yang Anda susun dapat memberi keyakinan kepada perusahaan lain yang mau diakuisisi. e) Perencanaan usaha bertujuan untuk menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga rencana usaha menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang benar. 2) Perencanaan dan Pengendalian Tindakan wirausaha berarti perencanaan dan pengendalian. Wirausaha mengidentifikasi aspek-aspek usaha yang vital bagi perkembangan masa depannya. Mereka selalu berhasrat untuk meningkatkan prestasi mereka, untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan, meningkatkan kekuatan dan belajar baik bagi keberhasilan maupun kegagalan, dan merencanakan, mengorganisasi masa depan perusahaan. Dalam perencanaan kewirausahaan yang efektif, tidak boleh ada keputusan penting yang ditetapkan tanpa pengetahuan dan persetujuan Anda. Keadaan yang selalu

68

berubah menghendaki agar Anda menguasai pengendalian atas usaha Anda. Maksud utama perencanaan adalah agar Anda mendapat informasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. Keterlibatan pribadi dalam semua aspek usaha biasanya mustahil, dan hal itu akan berarti penggunaan waktu Anda yang tidak efektif. Bagi Anda yang penting adalah memegang kendali yang ketat atas aspek yang lebih bersifat wirausaha bisnis dan mendelegasikan pengendalian atas aspek-aspek rutin lainnya kepada staf. Perencanaan yang baik tampak dalam perumusan tujuan-tujuan dan sasaran yang spesifik, dan membantu karyawan Anda memahami apa yang diharapkan dari mereka. Waktu yang Anda gunakan untuk merencanakan, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil-hasil perencanaan akan ikut menentukan keberhasilan Anda. Perencanaan yang baik mencakup pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk menerapkan rencana dengan sukses. 3) Menetapkan Prioritas Perencanaan usaha mencakup pula penentuan prioritas. Dalam menghadapi persoalan-persoalan, terdapat beberapa bidang-bidang kunci tertentu, yang kalau direncanakan, akan mempunyai akibat-akibat langsung pada usaha. Umpamanya, dalam kebanyakan perusahaan biaya dapat dikurangi dan penghematan-penghematan yang besar dapat dicapai. Uang harus dibelanjakan dengan cara yang paling efisien. Tinjaulah jenis-jenis biaya berikut mempertimbangkan di mana kemungkinan melakukan pengurangan-pengurangan dapat dibuat: a) Biaya langsung, seperti biaya karyawan dan bahan untuk menghasilkan produk. b) Biaya tidak langsung, seperti bahan bantu dan karyawan yang tidak digunakan secara langsung untuk menghsilkan produk, dan biaya umum pabrik untuk penerangan dan bahan bakar. c) Biaya administrasi, seperti pemngeluaran-pengeluaran kantor serta gaji manajemen dan staf. d) Biaya penjualan, yang mencakup semua biaya dalam penjualan produk, seperti iklan, gaji dan pengaluaran staf penjualan dan promosi penjualan. Masing-masing bidang biaya di atas dapat dibagi ke dalam bagian-bagian terpisah. Anda haruslah mampu mengenali bidang manakah yang biayanya tinggi, dan manakah yang rendah. Kalau seminggu sekali informasi mengenai hal ini diperoleh, Anda sangat dibantu dalam memonitor biaya. Dengan mengetahui mana biaya yang paling besar, atau mana biaya yang baru-baru ini bertambah, kita dapat mengenal bagaimana biaya dapat dikurangi.

karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang. Tepat kediaman berarti tempat peusahaan beroperasi. yaitu: (1) Lokasi Perkantoran. . Canon dan Wichert menyatakan cirri-ciri merek yang baik adalah: (1) Short – pendek (2) Simple – sederhana (3) Easy to spell – mudah dieja (4) Easy to remember – mudah diingat (5) Pleasing when read – enak dibaca (6) No disagreeable – tak ada nada sambung (7) Does not go out of date – tak ketinggalan zaman (8) Ada hubungan dengan barang dagangan (9) Bila diekspor gampang dibaca oelh orang luar negeri (10) Tidak menyinggung perasaan kelompok / orang lain atau tidak negatif (11) Membayangkan apa produk itu atau memberi segesti penggunaan produk tersebut. biasanya jika perusahaan itu mengalami kemajuan maka namanya atau mereknya ikut popular juga. Antara tempat kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan sebagai berikut: (a) Tempat yang baik untuk badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan. (2) Lokasi perusahaan. biasanya mengelola perusahaan yang berada di tempat lain. Namun persyaratan memberi merek atau nama seperti di atas patut dipertimbangkan. Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan hanya berorientasi kepada factor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya. disebut tempat kedudukan. Apapun merek yang diplih. disebut tempat kediaman. b) Lokasi Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih. Tempat kedudukan berarti tempat (kantor) badan usaha.69 4) Kerangka Rencana Usaha Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang mencakup antara lain: a) Nama Perusahaan Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik.

(2) Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barangbarang atau jasa tertentu.dan sebaginya. Jadi kesempatan untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu. Misalnya seorang penulis akan menerbitkan bukunya dan menemui kesulitan mencari penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya. (c) Suatu badan usaha yang mempunyai beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan itu. Atau pemilik perusahaan memuunyai selera khusus tentang makanan. baik berupa barang atau jasa. c) Komoditi yang Akan Diusahakan Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tegantung kepada pemilik usaha. sebab factor-faktor yang memengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama (ad pertimbangan berbeda) (d) Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapakan. Gunung Kidul. transport tenaga kerja. LAlu penulis tersebut membuka usaha penerbitan dan percetakan sendiri. seperti keuntungan yang ditimbulkan oelh proses produksi. Pemilik usaha tetarik dengan suatu komoditi karena di memeroleh informasi dari lingkungannya atau dia memunyai pengalaman dengan komoditi tersebut atau dia memunyai relasi khusus untuk mengusahakan komoditi tersebut. murahnya bahan baku. Sedangkan tempat kedudukan badan usaha mementingkan segi hukumnya. (4) Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama. Apakah konsumen bertempat tinggal di lingkungan usaha? Ataukah perusahaan akan menjangkau konsumen yang lebih jauh.70 (b) Memilih tempat badan usaha lebih mudah daripada memilih tempat perusahaan. Contohnya tempat badan usaha ada di Kota Yogyakarta dan tempat kediaman perusahaan ada di Bantul. d) Konsumen yang Dituju Dalam hal ini perlu dianalisa calon-calon konsumen yang diharapkan. (3) Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan. dan Kulon Progo. lalu dia membuka restoran. .

menggunakan promosi secar gencar dan sebagainya.71 Prospek konsumen ini didasrkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. atau perelung pasar. Pengikut pasar sangat mengetahui cara-cara untuk memertahankan langganan yang sudah ada dan selalu mencari pelanggan baru. Jadi. Misalnya usaha trnasportasi. dia harus tetap berjaga-jaga untuk memertahankan pangsa pasarnya. layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya. e) Pasar yang Akan Dimasuki Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaanya sebagai pemimpin pasar. dalam menghitung total permintaan harus memertimbangakan masa-masa libur untuk meramalkan jumlah permintaan. Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalakan konsumen dari lingkungan took tersebut. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah dari ancaman-ancaman perusahaan lain. Umumnya perusahaan kecil menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mereka melarikan diri untuk memasuki relung pasar. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik. Mereka mencoba untuk menonjolkan keunggulan produk dan memberikan servis yang istimewa kepada pelanggannya. Pengikut pasar merupakan sasaran serangan balik dari kelompok penantang pasar. pengikut pasar harus berhati-hati dalam menjaga mutu produk dan layanan yang diberikan ekapad pelanggannya. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan. membuat produk baru. dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar. Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar. Segala macam taktik akan digunakan untuk mengatasi pemimpin pasar misalnya dengan perang harga. Namun demikian kita perlu menganalisa total permintaan yang dapat diharapkan. penantang pasar. Mengenai jumlah total permintaan yang dimaksud bukanlah suatu jumlah permintaan yang bersifat permanent tetapi perlu dipertimbangkan kondisikondisi tertentu. Pemimpin pasar memilki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. pengikut pasar. Perelung pasar ini berasal dari pengikut pasar yang berusaha untuk menjadi pemimpin di pasar kecil atau memasuki relung pasar. Akan tetapi ada pula strategi perusahaan besar membuka unit-unit usaha kecil yang ditujukan untuk . Perusahaan ini dapat mengendalikan harga.

Strategi ini sangat mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan yang murni sebagai perelung pasar.dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas. Jika ditemukan ada penyelewengan. Angota yang memiliki tanggung jawab terbatas tidak memiliki suara dalam mengoperasikan perusahaan sehari-hari. Kadang-kadang melihat penampilan seseorang kita berkesimpulan dia jujur. kecuali dalam keadaan tertentu.72 melayani relung-relung pasar. Jumlah anggota yang mempunyai tanggung jawab terbatas tidak dibatasi jumlahnnya. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba. Jika tidak dijelaskan pembagian naggota dalam bentuk ini. tetapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan usaha. Ada dua macam partnership yaitu: (1) General partnership (2) Limited partnership Bentuk General partnership semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan usaha. g) Personil yang Dipercaya Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit. . Maka perlu ada pengamatan dan pemantauan. maka semua anggota dianggap sebagai general partner. sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara sebagi suatu kekerabatan. Bentuk partnership dapat mengatsi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan. Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama. Hendaknya pemantauan yang dilakukan tidak menimbulkan syak wasangka atau kecurigaan dari personil yang dipantau. Dalam peraturuan mereka tidak dibenarkan menarik modal penyertaannya. termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan. Adakalanya sulit mencari oranng jujur. sebab ini menyangkut masalah karakter. Bentuk limited partnership memilki anggota sekurang-kurangnya satu orang ayng bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawa terbatas. dan kemampuan seseorang. tetapi behak atas laba yang pembagiannya ditetapkan bersama. tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untik mencari laba. kejujuran. f) Partner yang Akan Diajak Kerjasama Definisi partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. sama-sama bertanggungjawab.

Para relasi dapat membantu bahan. mak segeralah ambil tindakan sebijaksana mungkin yang tidak akan menimbulkan permusuhan dan kerusuhan. Peralatan usaha pertokoan. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Nanti jika usaha sudah maju. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan. atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. h) Jumlah Modal yang Diharapkan Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. Untuk pertama kali membuka usaha. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju. rak-rak. sebab akan mengganggu uang kas. yang masing-masing menyetorkan modalnya. Di luar itu jangan dibeli. cukup pakai mesin hitung yang murah saja.73 ketidakberesan. i) Peralatan Perusahaan yang Perlu Disediakan Peralatan yang perlu disediakan. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan perlatan: (1) Ekonomis (2) Prestise Wirausaha yang ekonomis sangat memerhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. Akan tetapi banyak di antara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan. barang yang dibutuhkan. akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Setelah usaha berjalan. Dia bisa cari peralatan itu di pasar bekas. meja. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha. kejujuran selalu tetap dipertahankan. reputasi semakin baik. baru boleh menonjolkan prestise. mesin hitung. adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Dia merasa belum perlu membeli cash register. ini sangat ekonomis. Kemudian harus menjallin hubungan baik dengan bank. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah. bahkan uang tunai pun dapat dipinjamkan. syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. menjual harta. Relasi inilah yang biasanya sangat dominant menunjang perkembangan suatu wirausaha. . baru beli yang serba mahal dan mewah. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner. Melalui bank kita bisa memeroleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sbelum digunakan. maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. Inilah sumber-sumber modal yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan.

berisi keterangan dengan gambar disertai foto dan daftar harga barang yang ditawrakan. Ini pun tidak salah.74 Berbeda dengan wirausaha yang prestisius. ini pada umumnya dibuat dari kain yang ditulis. yaitu berupa iklan di berbagai media. apakah akan menonjolkan harga murah. lokasi strategis dan sebagainya. (4) Public relation. (2) Poster. yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting. didirikan di pinggir jalan di tempat strategis sehingga jelas dipandang. (3) Katalog. Dipasang atau direntang di jalan-jalan ataupun di depangedung/bangunan tertentu. asal sifat prstisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan serta konsumen yang akan dilayani serta disesuaikan dengan kemapuan keuangan. akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serba mahal. dihiasi tulisan. artinya menyangkut memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan. j) Penyebaran Promosi Sebagai suatu usaha baru. yaitu berupa tulisan singkat tentang apa yang dipromosikan di atas kertas atau kain. Oleh karena itu harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. hadiah. kecil mungil.tentu belum dikenal oelh masyarakat. yang membuat masyarakat memiliki image (citra) baik terhadap perusahaan. merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman) (3) Sales promotion. keunggulan apa yang akan ditunjukkan. dan foto. Adapun elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain: (1) Advertising. obral. baik menyangkut produk. (4) Folder. Bentuk-bentuk advertising yang sering digunakan antara lain: (1) Papan reklame. Gambarnya agak mencolok. undian-undian kupon dan sebagainya. gambar. ini dibuat dalam bentuk kertas yang dilipat-lipat sehingga menarik. kualitas prima. (2) Personal selling. . (5) Spanduk. ini juga dibuat di atas kertas dengan desain menarik. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi. manajemen dan sebagainya. kadang-kadang diberi gambar. tempat/media mempromosikan.

(5) Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang usaha Anda. (4) Memberitahukan kawan-kawan. (3) Menyebarkan brosur-brosur. relasi tentang usaha yang baru dibuka dan mengundang mereka untuk dating berkunjung. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. selebaran. Jika mereka puas.75 (6) Slide. terpenuhi needs dan wants-nya. Lama kelamaan wirausaha Anda akan makin maju. agar masyarakta mengetahui kegiatan apa yang sedang berjalan di tempat tersebut. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. Jangan takut pada persaingan. 5) Tahapan Perencanaan Usaha a) Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit).” Dan menonjolkan keunggulan-keunggulan produknya. Dengan promosi secara sederhana tersebut. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Contoh : Situasi Anda Kemungkinan Usaha Calon Konsumen . (8) Papan nama perusahaan. sebgai pemberitahuan keberadaan wirausaha baru tersebut. biasanya dilakukan dengan cara sebgaai berikut: (1) Memasang papan nama perusahaan. (7) Iklan. ini merupakan bahan yang diproyeksikan di dalam bioskop sehingga menjadi bahan iklan yang ditayangkan sebelum pemutaran film. Rasa ingin tahu mereka akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap perusahaan. akan menarik konsumen dating ke lokasi usaha Anda. (2) Memasang spanduk yang menyatakan: “Sudah dibuka usaha …. biasa diasang di tempat usaha. Juga mereka akan menyebarkan informasi kepada relasi agar mereka mencoba produk usaha tersebut. maka lain kali mereka akan datanng kembali. majalah atau media elektronik seperti televise dan radio. adalah jenis reklame yang dipasang pada media cetak seperti surat kabar. Bagi sebuah wirausaha kecil ataupun menengah yang baru berdiri dan merasa perlu mengadakan promosi sederhana. Termasuk ketika memulai usaha. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang.

Modal dapat berupa uang tunai. modal patungan dan modal pinjanman. Misalnya Anda akan melayani seluruh remaja usia 9-15 tahun di Kotamadya Yogyakarta atau 1000 keluarga di Perumahan ‘Puri Mas’. definisikan dengan jelas skala perusahaan. demografis. Taksirlah setiap modal yang Anda dapatkan dalam uang tunai untuk mendapatkan informasi jumlah modal Anda. peralatan dan perlengkapan.76 suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Tentukan secara kuantitatif. aset tetap. dompet dst) berjualan pulsa anak-anak dan remaja pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. Setelah menentukan modal. Hal ini akan sangat berguna untuk menaksir likuiditas dan penyusutan. anak kost gadis remaja dan ibu-ibu pemilik handphone b) Deskripsi Perusahaan Pada bagian ini Anda harus mulai memikirkan dan memutuskan darimana mendapatkan modal. Minimal ada 3 bidang pekerjaan yang harus dilakukan saat . Perumusan ini akan membuat Anda berkonsentrasi pada segmen yang spesifik sehingga dapat menjadi acuan strategi bisnis. Gambarkan dengan detail siapa yang akan membantu Anda menjalankan usaha. dan kuantitatif siapa konsumen yang akan Anda layani. Modal dapat diperoleh dari modal pribadi. Sehingga Anda dapat memasukannya dalam kategori biaya.

mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguh-sungguh. (2) Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. strategi penetapan harga. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. Buatlah deskripsi kerja untuk tiap bidang dan alur kerja yang efisien. (3) Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. (6) Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. strategi produk. pemasaran dan keuangan. Strategi Penetrasi Pasar: (1) Siapa pesaing Anda yang telah lebih dahulu memasuki pasar? . jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. Anda perlu mengumpulkan beberapa informasi berikut ini. Deskripsi dan alur kerja bermanfaat untuk Anda dan karyawan Anda. Agar dapat merumuskan strategi pemasaran. Tidak perlu takut pada persaingan. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. bunga rendah) (4) Perhatikan lokasi usaha Anda. c) Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. (5) Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. (7) Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja.77 memulai usaha yaitu bagian produksi. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. Tips: (1) Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva).

kualitas dst. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) Strategi Harga: Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) Strategi Distribusi: (1) Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? (2) Berapa biayanya? (3) Hambatan apa yang kira-kira akan dihadapi untuk mendistribusikan produk? (4) Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut? Strategi Komunikasi Pemasaran: (1) Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? (2) Apa promosi yang digunakan? .78 (2) Bagaiman strategi pemasaran yang mereka lakukan? (3) Apa kelemahan dan kelebihan strategi tersebut? (4) Kapan waktu yang tepat memperkenalkan produk Anda? (5) Bagaimana promosi yang tepat pada saat itu? (6) Berapa target penjualan dalam 6 bulan pertama? Strategi Produk: (1) Apa sifat berwujud produk Anda? (2) Apa sifat tidak berwujud produk Anda? (3) Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) (4) Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. buat protipe! (5) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? (6) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? (7) Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) (8) Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) (9) Siapa pemasok Anda? (10)Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya.

b) Daftar isi . target biaya (distribusi. nama orang yang bertanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui telepon. target penjualan. adminitrasi. alokasi modal. : Rp …………. karyawan). Rp ……………… Rencana Arus Kas Maret April Mei Juni Rencana Keuangan Kinerja 6) Bentuk Formal Rencana Usaha Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bentuk rencana usaha. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. target waktu modal kembali (break event point/BEP).79 (3) Berapa biayanya? d) Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. : Rp …………. (1) Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih Beban Pajak Biaya Bunga Pinjaman (jika ada) Keuntungan Setelah Pajak (2) Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari : Rp …………. : Rp ………….. target laba. : Rp …………. akan tetapi pada umunya rencana usaha memuat hal-hal berikut: a) Halaman depan Di halaman ini dicantumkan nama dan alamat perusahaan. : Rp ………….

Latihan a. Jelaskan dan berikan contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. i) Permodalan Di sini diungkapkan rencana permodalan dan proyeksi permodalan. Rangkuman eksekutif merupakan inti perencanaan yang sangat menarik perhatian pembaca. d) Penjelasan tentang perusahaan Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. Jelaskan dan berikan contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. j) Apendix Disini dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi rencana usaha. NPWP. SIUP. dan pendapatan. f) Barang dan jasa yang dihasilkan Di sisni diungkapkan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. sertifikat tanah. c) Rangkuman eksekutif Rangkuman eksekutif ini sangat penting karena pembaca ingin melihat secar cepat apa isi dari keseluruhan rencana usaha tersebut. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di bebagai daerah. tenaga penjual yang digunakan. KTP. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di berbagai daerah. g) Usaha meningkatkan penjualan h) Di sini dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. Jelaskan dan berikan contoh memilih lokasi usaha. D.80 Harus dibuat daftar isi secara rinci dengan nomor-nomor halamannya. Jelaskan dan berikan contoh cara memasuki usaha baru 2. . 6. Jelaskan dan berikan contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. Jelaskan dan berikan contoh meraih peluang. 4. 7. Jelaskan dan berikan contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. 5. aliran kas. dan sebagainya. e) Pemasaran Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. Latihan Konsep 1. 3. neraca pendahuluan. Misalnya akte pendirian perusahaan. tenaga penjual yang digunakan.

anak kost Calon Konsumen anak-anak dan remaja . sehingga Anda dapat memanfaatkannya untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan usaha Anda di masa yang akan datang. Seluruh informasi yang termuat dalam rencana usaha hendaklah akurat (sesuai dengan keadaan sebenarnya) dan terkini. Jangan takut pada persaingan. dompet dst) berjualan pulsa pemilik handphone gadis remaja dan ibu-ibu Kemungkinan Usaha penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. Termasuk ketika memulai usaha. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. Anda perlu membuat rencana usaha. Jelaskan dan berikan contoh pentingnya perencanaan usaha 9. 10. Jelaskan dan berikan contoh tahapan perencanaan usaha. 11.81 8. Jelaskan dan berikan contoh bentuk formal rencana usaha b. Latihan Kasus Sebelum menjalankan usaha. Rencana ini dibuat dalam bentuk proposal yang berguna untuk menarik investor dan mengendalikan usaha di masa depan. Contoh : Situasi Anda suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. Jelaskan dan berikan contoh kerangka rencana usaha. Langkah-langkah pembuatan rencana usaha: 1.

Berdasarkan informasi di atas isilah pertanyaan di bawah ini Produk/jasa Nama : Jenis : Kisaran Harga : Calon konsumen Jenis kelamin Usia : Tempat tinggal: Kebiasaan berbelanja calon konsumen Frekuensi : Jumlah pembelian: Tempat pembelian: Besarnya transaksi: Simpanlah informasi ini baik-baik sebagai acuan untuk menentukan strategi berikutnya. Deskripsikan tugas masing-masing bagian! e. Tentukan tempat perusahaan dijalankan (di rumah. Coba gambarkan alur kerja (bagan organisasi) yang melibatkan seluruh bagian! Tips: : . harga. jumlah. 2. Tentukan darimana Anda mendapatkan modal usaha (modal pribadi. Deskripsi Perusahaan Kegiatan 2 a. toko sewaan. modal patungan. Coba pikirkan hobi.82 Kegiatan 1: a. Tanyailah beberapa calon konsumen Anda tentang produk macam apa yang mereka inginkan (jenis. situasi di sekitar Anda yang memungkinkan untuk dibuat usaha! b. sekecamatan. tempat pembelian)! c. Tentukan siapa yang membantu Anda menjalankan usaha? (bagian produksi. toko pribadi dst) dan ruang lingkup usaha Anda secara geografis (melayani konsumen sekampung. modal pinjaman) dan berapa besarnya? b. pemasaran dan keuangan) d. sekabupaten dst)! c. cara pelayanan) dan perhatikan bagaimana calon konsumen Anda berbelanja (frekuensi.

Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran. c. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan? (minimal 2) b. strategi penetapan harga. Kapan saat yang tepat mengenalkan produk? e. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. g. Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. Perhatikan lokasi usaha Anda. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguhsungguh. Kegiatan 3 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a.83 a. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. Berapa target penjualan? . e. strategi produk. Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. Bagaimana cara agar konsumen Anda mengenal produk/jasa yang Anda tawarkan untuk pertama kali? d. Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? Berapa biayanya? g. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. Tidak perlu takut pada persaingan. Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) f. f. Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. bunga rendah) d. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. b. 3. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. Siapa calon konsumen Anda? c.

: Rp …………. Kegiatan 4 : Isilah skema di bawah ini! a. buat protipe! c. Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. adminitrasi. target waktu modal kembali (break event point/BEP). : Rp ………….84 h. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? e. target biaya (distribusi. - . Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) f. target penjualan. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi produk. Siapa pemasok Anda? h. Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan.. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? d. : Rp …………. Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. Persaingan dapat dimenangkan melalui strategi produk yang baik. target laba. Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? Apa promosi yang digunakan? Berapa biayanya? 4. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) b. distribusi atau penjualan. Rencana Kinerja Keuangan Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih : Rp …………. ada baiknya konsentrasi pada salah satu tahapan usaha seperti produksi. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) 5. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) g. Jika Anda baru memulai usaha. Kegiatan 4 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. Strategi Produk Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. karyawan). alokasi modal. kualitas dst.

Yogyakarta:BPFE. 17. Rencana Arus Kas Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari Maret April Mei Juni E. 2006.et al. 1996 (terjemahan). Jakarta:Cresindo. 16. Dan Ebert. Mas’ud & Mahmud.. Jakarta: Binarupa Aksara. Donnely. Proses. Jakarta:Prehallindo. RW. 1997. Kewirausahaan. Yogyakarta:BPFE. Masykur. 13. 2007. 1997. Kewirausahaan yang Berproses. 15. 1995. 18. Pengantar Kewiraswastaan. Griffin. Hani Handoko. Binis (Jilid 1). 2005. Thoby. + : Rp ……………… : Rp ……………… - Biaya Bunga Pinjaman: Rp …………. Struktur. Jakarta: Salemba Empat. Wiratmo. 11. Kewirausahaan. Suryana. Geoffrey G. Jakarta:PPM. Ivancevich. RJ. Buchari. 1997 (terjemahan) 12. Astamoen. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Bandung: Alfabeta. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. 14. Gibson. Alma. Organisasi: Perilaku. Bandung: Alpabeta. 2005. Mutis. Meredith. Kewirausahaan. Daftar Pustaka 10. Yogyakarta:BPFE. 1996. Total Biaya Pajak & Bunga Keuntungan Bersih b. 19. Moko P. . Manajemen.. Teori dan Praktek.85 Beban Pajak : Rp ………….

maka langkah selanjutnya adalah menjalankan bisnis/usaha. Menjelaskan cara mendirikan badan usaha. Menjelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. Menjelaskan pengertian strategi bersaing Porter. 4. 9. yang diharapkan adalah peserta pelatihan memahami cara menjalankan bisnis/usaha dan mampu menjalankan bisnis/ M. M. SE.Si.Lies Endarwati.SIP. Menjelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. Menjelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. Menganalisis kelayakan usaha rintisan/baru.4: Menjalankan Usaha Oleh: Nahiyah J. L. 8. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi usaha. Untuk itu. menetapkan prioritas utama. Faraz. 2) Mengajukan HO (Hinder Onderneming) atau ijin Tempat Usaha di Dinas Perdagangan Kabupaten. 2. 6.. Materi Tahapan setelah mempersiapkan bisnis dengan menyusun proposal usaha. 1. 7. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan selama menjalankan bisnis yaitu memerhatikan aspek legalitas usaha dengan menyiapkan ijin usaha. Menjelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni 10. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. K. meningkatkan efisiensi.86 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. Memutuskan strategi bersaing yang dipilih. perusahaan perlu: 1) Membuat Akte Pendirian (AD pendirian usaha) di notaris setempat. Menyiapkan Badan Usaha Langkah pertama adalah menyiapkan pendirian usaha. M.. meminimalkan risiko. 3. M. Menjelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. .Pd. & Dyna Herlina S. dan menyusun rencana strategis (evaluasi hasil usaha). Menjelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. 5.

dan Perseroan Terbatas (PT). Mengajukan HO di Dinas Perek. 5) Membuka Rekening Giro di Bank setempat. Mengajukan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak Kota/Kab. Mengajukan SIUP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. 4) Mengajukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) di Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten.87 3) Mengurus SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) di Dinas Perdagangan Kabupaten. Perusahaan Patungan (CV/Firma). Bentuk badan usaha yang bisa dipilih adalah Perusahaan Perorangan. Membuka Rekening Giro di Bank Mengajukan DRM ke Gubernur Skema Pendirian Usaha . atau Koperasi. Kab. Membuat Akta Pendirian di Kantor Notaris Mengajukan TDP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. 6) Membuat Faktur penjualan dan faktur pajak.

.88 Proses Penerbitan SIUP/SIUI PENGUSAHA MENYERAHKAN PERSYARATAN SIUP/SIUI PENERIMAAN FORMULIR DIISI OLEH PENGUSAHA FORMULIR DISERAHKAN KE DISPERINDAG & PM DAN SELANJUTNYA DITELITI KEBENARANNYA SALAH DIKEMBALIKAN KE PENGUSAHA UNTUK DIPERBAIKI BENAR DISPERINDAG & PM MENERBITKAN SIUP/SIUI PENYERAHAN SIUP/SIUI OLEH PETUGAS Ada beberapa perusahaan yang dibebaskan dari SIUP/SIUI yaitu: 1) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan memergunakan SIUP perusahaan pusat.

menambah mesin baru. membuka usaha dagang.89 2) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha industri memergunakan SIUI perusahaan pusat. dan lain sebagainya. mendirikan perusahaan jasa. Pedagang Pinggir Jalan 2. peluang. 3) Perusahaan yang telah mendapat Ijin Usaha yang setara dari Dinas Teknis berdasarkan Peraturan Perundang-undangan 4) BUMN / BUMD 5) Perusahaan Kecil Perorangan meliputi Pedagang Keliling. memperluas cakupan usaha. apakah keuntungan tersebut memadai dan dapat diperoleh secara terus-menerus dalam waktu yang lama? Secara teknis. threat – SWOT) Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus. Kelayakan Usaha Sebelum usaha baru dimulai atau dikembangkan. pabrikasi atau perakitan. misalnya untuk menambah kapasitas pabrik. kelemahan. 2) Mengembangkan usaha yang sudah ada. Untuk itu. dan lain sebagainya. misalnya membuka toko. Pedagang Kaki Lima. mungkin saja usaha tersebut layak dilakuakn tetapi secara ekonomis dan sosial. proyek A atau proyek B. yaitu: a. memperluas skala usaha. Analisis kekuatan. dan ancaman (strength. Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk: 1) Merintis usaha baru. misalnya pilihan usaha dagang. pilihan usaha barang atau jasa. dan sebagainya. ada dua studi atau analisa yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bisnis untuk dimulai dan dikembangkan. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha. membangun pabrik. Studi kelayakan usaha b. Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan usaha di antaranya: 1) Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan) . harus diadakan penelitain tentang apakah bisnis/usaha yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak. Bila menguntungkan. 3) Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan. weakness. kemungkinan kurang memberikan manfaat. opportunity. mengganti peralatan/mesin.

2) Investor dan Penyandang Dana Bagi investor dan penyandang dana. perdagangan. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi. pedoman. 2) Tahap Formulasi Tujuan Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. atau jenis usaha lainnya yang dianggap paling layak. Banynak kemungkinannya. investor. usaha jasa. studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan. studi kelayakan usaha sangat penting dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu. perakitan. Dalam kewirausahaan. studi kelayakan sangat penting untuk memertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya. sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan wirausaha itu sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. misalnya kemungkinan-kemungkian bisnis yang paling memberikan peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. dan bahan pertimbangan merintis dan mengembangkan usaha atau melakukan investasi baru.90 Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada ketidak pastian. Proses kelayakan usaha dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini: 1) Tahap Perumusan Ide atau Gagasan Tahap penemuan ide adalah tahap di mana wirausaha memiliki ide untk merintis usaha barunya. seperti visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah bisnis tersbut diidentifikasi: apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng. atau apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut . seperti bagaimana dampak lingkuan. studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan. Bagi pemerintah. Demikian juga bagi penyandang dana yang mengajukan persyaratan tertentu seperti bankir. dan pemerintah. 3) Masyarakat dan Pemerintah Bagi masyarakat. studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi yang dilakukan. Oleh investor. misalnya bisnis industri. apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. apakah positif atau negatif.

dan struktur pasar serta strategi pesaing. lokasi dan tata letak pabrik atau tempat usaha. mengolah. lingkungan. Adapun aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis tersebut meliputi: (1) Aspek pasar. (2) Aspek teknik produksi/operasi. meliiputi sumber dana dan penggunaanya proyeksi biaya. tenaga kerja. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisi sebab perusahaan harus mandapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan. kepemilikan. harga. ukukran. maka langkah berikutnya adalah tahap pengambilan keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. 3) Tahap Analisis Tahap penelitian. yaitu proses sistematis yang dilakukan untk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. (3) Aspek manajemen/penglolaan. (4) Aspek finansial/keuanga. Nilai Sekarang Bersih(Net present Value-NPV). tenaga kerja. perkembangan.91 benar-benar menjadi kenyataan atau tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaha hanya dua. meliputi organisasi. peluang permintaan dan penawaran. aspek pengelolaan. dipelajari. yaitu dimulai dengan mengumpulkan data. dan menarik kesimpulan. metode produksi. mesin dan peralatan. gedung bangunan. segmentasi. maka kepuusan binis biasanya berdasarkan bebrapa kriteria investasi. meliputi lokasi. pendapatan. menganalisis. mencakup produk yan kan dipasrkan. Tahapan ini dilakuakn seperti prosedur proses penelitian ilmuah lainnya. dianalisis. yuridis. seperti Periode Pembayaran Kemabli (Pay Back Period-PBP). Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko. pasar sasaran. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR) dan sebaginya. yaitu dilaksanakan atau tidah dilaksanakan. Secara ringkas. dan sebagainya. dan hasilnya meyakinkan. proses studi kelayakan di atas dapat digambarkan sebagai berikut: . 4) Tahap Keputusan Setelah dievalusi. dan arus kas. bahan baku dan bahan penolong. keuntungan.

Pasar 2. Manajemen 4. Ekonomi Keputusan Dilaksanakan Tidak Dilaksanakan Ada lima (5) macam analisis kelayakan usaha yaitu: a.92 Gagasan Usaha Tujuan (Visi dan Misi) Analisis/Evaluasi 1. Keuangan 5. Kelayakan Legal dan Sosial 1) Kelengkapan Dokumen “Ijin Usaha” (a) Adakah Akta Pendirian (b) Adakah Surat Ijin Tempat Usaha/HO (c) Adakah Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Produk/Operasi 3.

Dalam analisia pasar. mulai dari pemaok. Jika segmentasi pasar teridentifikasi. misalnya berapa harga setelah ke konsumen. Target psar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai. maka potensi pasar tinggi. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. diantaranya: 1) Kebutuhan dan keinginan konsumen. Kelayakan Pemasaran Untuk menganalisis aspek pemasaran. 2) Segmentasi Pasar. agen. berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebuthan dan keinginan konsumen. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi. 3) Target. seorang wirausaha terlebih dahulu harus melakukan penelitian pemsaran dengan menggunakan sitem informasi pemasaran yang memadai berdasarkan analiis dan prediksi apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. (a) Berapa target yang ingin dicapai? (b) Apakah konsumen loyal terhadap bisnis? (c) Apakah produk yang ditawarkan dapat memberi kepuasan atau tidak? Jika konsumen loyal.93 (d) Adakah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Ijin Usaha Industri (SIUI) (e) Adakah NPWP (f) 2) Adakah Surat Rekomendasi KADIN Kelengkapan Dokumen “Ijin Lokasi” (a) Adakah Sertifikat Tanah (b) Adakah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) (c) Adakah KTP dan Bukti Diri Pendiri (d) Adakah Bukti Pembayaran PBB 3) Kelengkapan Dokumen “AMDAL” (a) Adakah Dokumen AMDAL (b) Adakah Persetujuan RT/RW/Desa/Kecamatan/Kab/Kota b. biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati. 4) Nilai Tambah. demografi. (a) Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? (b) Berapa banyak yang mereka buthkan? Bagaimana daya beli mereka? (c) Kapan mereka membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi. dan sosial budaya. hingga konsumen akhir. misalnya berdasarkan geografi. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran. Dengan mengatahui nilai tambah setiap .

berarti potensi pasar tinggi. Kelayakan Teknis 1) Ketepatan Letak Perusahaan (a) Tersedia bahan baku . maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui-tinggi atau rendah. berarti pasar potensial. Harus dianalisi apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termauk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli. berarti ukuran pasar cukup besar. 6) Struktur Pasar. jaringan distribusi. Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. 8) Ukuran Pasar. 10) Laba Kotor. atau pasar persaingan sempurna. Harus dianalisis juga apakah produk industri baru atau industri lama sudah mapan atau produk industri justru sedang menurun. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. maka potensi pasar tinggi. oligopoli. promosi. harga. Jiak volume penjualan tinggi. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing dilihat dari stratgei produk. 9) Pertumbuhan Pasar. 5) Masa Hidup Produk. Jika produk industri baru sedang tumbuh. dan tingkat penggunaan teknologi. Jika masa produk lebih lama. Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi dibandingkan bila produk termauk pasar persaingan sempurna. berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Jika pesaing lebih unggul. 7) Persaingan dan Strategi Pesaing. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. Untuk memenangkan persaingan. berarti binis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20 persen). Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. dan monopolistik). Apakah perkiraan margin labakotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen. bahkan setelah lima tahun mencapai 40 persen.94 rantai pemasaran. berarti potensi pasar tinggi. Jika persaingan tinggi. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. 11) Pangsa Pasar. berarti peluang pasar rendah. tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing. Misalnya dengan volume penjualan usaha skala kecil sebear Rp5 milyar per tahun atau sebesar Rp10juta per hari. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba samai modal kembali atau tidak. berarti pasar potensial. c.

Jenis organisasi apa yang diperlukan? Apakah organisasi lini. 2) Organisasi. atau bentuk lainnya. Kelayakan Manajemen Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen. 4) Karyawan. telepon) 2) Kondisi Bangunan (a) Luas dan ruang bangunan (b) Model bangunan 3) Mesin dan Alat Produksi yang dipakai (a) Periode kembalinya investasi (b) Net Present Value (NPV) nilai bersih investasi 4) Jumlah Skala Produksi (a) Break Even Poin (BEP) (b) Optimasi Laba d. Karyawan harus disesuaikan denga jumlah dan kualifikai yang diperlukan. 2) Sumber dana. yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien. yaitu sumber dan internal (misalnya modal disetor . misalnya besarnya dana untuk aktiva tetap. Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional. staf atau lini dan staf. hal ini bergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha. maka sebaiknya dibentuk tim manajemen yang solid. modal kerja. (a) Apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV. terdapat beberapa unsur yang harus dianalisis seperti: 1) Kepemilikan.95 (b) Tersedia konsumen (c) Tersedia tenaga kerja (d) Tersedia transportasi (e) Tersedia power (listrik. e. Seperti telah dijelasakan sebelumnya. air. Kelayakan Keuangan Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut: 1) Kebutuhan dana. dan bentuk badan usaha lainnya)? (b) Apa saja keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang dipilih tersebut? Hendaknya diilih yang tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan. Bila bisnis merupakan skala besar. ada beberapa sumber dana yang layak digalli. PT. 3) Tim manajemen.dan pembiayaan awal.

Menetapkan Prioritas Utama Banyak hal yang perlu dikerjakan untuk menjalankan bisnis dengan baik agar mendapatkan keuntungan dan mempertahankan bisnis dari persaingan. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di masa yang akan datang. Sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan. yaitu: (a) Arus kas masuk. aktiva tetap. kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih. maka Anda harus memberi perhatian penuh pada kelompok ini. 3) Pastikan karyawan bekerja dengan efektif dan mampu mengatasi tiap masalah yang mereka hadapi. . Namun ada 5 hal utama yang harus menjadi prioritas yaitu: (www. pahamilah kompetisi yang sedang Anda hadapi agar Anda mampu menyusun rencana-rencana baru untuk memenangkan persaingan. Dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keungannya. serta kondisi keuangan lainnya. (c) Arus kas masuk bersih. Konsumen adalah raja. Langkah awal pilihlah karyawan yang tepat.com) 1) Konsentrasi mendapatkan dan memertahankan konsumen. (b) Arus kas keluar. Pastikan seluruh penjualan dan tagihan tercatat dengan baik dan dilakukan tepat waktu. 3. 3) Proyeksi neraca.bhpinfosolution. merupakan selisih dari arus kas mauk dan arus kas keluar ditambah penyusutan dengan perhitungan bunga setelah pajak. biaya. kewajiban jangka pendek. Komponennya meliputi proyeksi penjualan. dan laba rugi bersih.96 dan laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya penerbitan obligasi dan pinjaman). 4) Proyeksi laba-rugi. Berusaha terus memahami keinginan konsumen Anda. merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak. Selain itu bauran promosi yang komprehensif dan terus-menerus perlu dilakukan agar citra perusahaan dan produk tetap bertahan di benak konsumen 2) Awasi arus kas perusahaan dengan teliti. 4) Tingkatkan kemampuan Anda menjual produk. pimpin dan motivasi mereka meraih tujuan bersama dan awasi kinerja melalui diskusi dan penyelesaian masalah. merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan. 5) Proyeksi arus kas. misalnya saldo lancar. Ada tiga jenis arus kas.

Selain itu untuk menghindari biaya bunga dan denda. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu seperti: (a) Susun dan kerjakan kebijakan yang langsung pada masalahnya. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan. 4.com) 1) 2) 3) Sebisa mungkin gunakan teknologi informasi yang memadai. (c) Atur waktu kerja dengan efisien. Hindari mengulang-ulang penyelesaian masalah yang sama. Meningkatkan Efisiensi Kerja yang efisien (tepat waktu dan tepat guna) dapat mengurangi biaya usaha. pengawasan. Rencana Strategis (Evaluasi Hasil Usaha) Tujuan jangka pendek perusahaan adalah mendapatkan modal kembali (break even point/BEP). Hindari masalah hukum. Kendalikan arus kas. Manfaatkan internet dan e-mail untuk mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan para pihak. 4) Tingkatkan kemampuan karyawan sehingga mereka mampu bekerja lebih efisien.bhpinfosolution. 5) Kendalikan biaya perusahaan Anda karena ini cara tercepat mendapatkan keuntungan jangka pendek. Biaya usaha dapat diminimalkan dengan cara-cara berikut ini: (www. Simpanlah data yang dimiliki perusahaan Anda.97 Pastikan Anda dan seluruh karyawan mampu melayani konsumen dengan baik. jika terpaksa terjadi pastikan Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Meminimalkan Risiko Seperti yang telah dijelaskan di atas. Risiko dapat dikendalikan dengan melakukan beberapa hal berikut ini: (www. pencurian atau perusakan. (b) Simpan informasi dengan baik. 5. Tepati seluruh kewajiban perusahaan tepat waktu sehingga pemasok dan rekanan percaya. buatlah salinannya jika datanya berbentuk digital. Biaya usaha yang rendah mampu mendatangkan keuntungan jangka pendek.com) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika perlu manfaatkan asuransi yang dapat menolong Anda jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran. Setelah hal itu tercapai pastikan perusahaan bergerak menentukan .bhpinfosolution. 6. seorang wirausahawan harus berani menghadapi risiko. Bangun loyalitas konsumen yang telah dimiliki. dan insentif.

Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah . yaitu probe (penelitian dan pengembangan) sehingga menjadi 5P. Di dalamnya tercakup penelitian dan pengembangan produk. tempat. Identifikasi peningkatan kemampuan internal perusahaan. dan promosi. Berbagai Pengertian Strategi 1) Strategi adalah Perencanaan Kosep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan. Akan tetpai. Wirausaha berkembang dan berhasil karena memiliki kemampuan peneliltian dan pengembangan yang memadai sehingga tercipta barang-barang yang bernilai dan unggul di pasar Dalam manajemen strategis yang baru. probe selalu ditambahkan di awal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi: 1) Penelitian dan Pengembangan (Probe) 2) Barang dan jasa (Product) 3) Harga (Price) 4) Tempat (Place) 5) Promosi (Promotion) Penelitian dan pengembangan dalma kewirausahaan merupakan strategi utama karena meliki keterkaitan dengan kreativitas dan inovasi. dan permainan atau taktik (play). harga. perspektif (perspective). 7. Dalam riset pemasaran.com) 1) 2) 3) 4) Perhatikan kembali proposal rencana bisnis yang telah dibuat. posisi (position). pola (patern).98 tujuan jangka panjang. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan Dalam konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P yaitu: 1) Barang dan jasa (Product) 2) Harga (Price) 3) Tempat (Place) 4) Promosi (Promotion) Dalam kewirausahaan. yaitu perencanaan (plan). atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan di masa depan. Identifikasi persaingan yang sedang dihadapi perusahaan. a. Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha : (www. Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi. arahan. Tetapkan tujuan jangka panjang perusahaan berdasarkan kemampuan internal dan situasi persaingan. tidak selamanya stratgei adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. 4P tersebut ditambahkan satu P. Cocokan apakah perusahaan Anda telah memenuhi target yang ditetapkan.bhpinfosolution.

yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu. yaitu ke satu titik bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan. 2) Strategi adalah Pola Menurut Mintzberg. Inilah yang menjadi strategi perusahaan McDonald”s. karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. Contoh lain. Masing-masing mempunyai strategi posisi yang berbeda di pasaran Marlboro memosisikan diri sebagai rokok kaum pria sejati yang menyukai tantangan alam seperti digambarkan dalam iklan-iklannya. yaitu melihat visi utama dari perusahaan. Suatu merek. Perusahaan rokok Marlboro dan Sampoerna Mild merupakan perusahaan rokok yang paling serius mempromosikan produknya di Indonesia.Porter (1997) mengungkapkan beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk bersaing. dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. atau disebut juga realized strategy karena telah dilakukan oelh perusahaan. 3) Strategi adalah Posisi Definisis strategi ketiga menurut Mintzberg. Mercedes sejak awal secara konsisten menjual mobil untuk segmen pasar tingkat atas atau yang disebut dengan high-end strategy. sedang A-Mild lebih ditujukan kepada kaum muda sehingga produk rokoknya dibuat berkadar tar dan nikotin ringan. Sebagai contoh. misalnya. strategi adalah pisisi. McDonald”s selama bertahun-tahun telah memegang teguh dan secara konsisten melaksanakan prinsip kualitas. yaitu ke dalam organisasi. meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi. Michael P. misal pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. stratgei adalah pola yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy. b. Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan ke luar. Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy. pelayanan.99 dilakukan sebelumnya. dan kebersihan. 4) Strategi adalah Perspektif Definisi strategi yang keempat adalah perspektif. Beberapa asek inti teori Porter tersebut adalah: . maka sebaliknya dalam perspektif cenderung lebih melihat ke dalam. dan ke atas. Strategi sebagai posisi menurut Mintzberg cenderung melihat ke bawah. 5) Strategi adalah Permainan Strategi adalah manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing.

Keunggulan biaya berasal dari: (1) Pengerjaan berskala ekonomis (2) Teknologi milik sendiri (3) Akses prferensi ke bahan baku (b) Diferensiasi. Perusahaan yang berhasil dengan strategi biaaya rendah memiliki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang memilki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang lebih efisien dibandingkan pesaing. Keunggulan bersaing menggambarkan cara perusahaan memilih dan mengimplementasikan strategi generik (biaya rendah. keunggulan bersaing menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis. 4) Kedua jenis dasar keungulan bersaing di atas menghasilkan tiga strategi generik (Porter. antara lain: (1) Diferensiasi produk (2) Diferensiasi sistem penyerahan/penyampaian produk (3) Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran (4) Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi (5) Diferensiasi dalam citra produk. dan fokus) untuk mencapai dan memertahankan keunggulan bersaing. Diferensiasi dapat dilakukan dalam bebrapa bentuk. Semua keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri. Keunggulan biaya yang relatif rendah dalam mennghasilak barang dan jasa. .100 1) Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. 2) Keunggulanbersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli. yaitu biaya rendah dan diferensiasi. 3) Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing. Tanpa berani bersaing keberhasilan tidak mungkin dapat diperoleh (Porter. Strategi ini mengandalkan keungulan biaya yang relatif dalam menghasilkan barabg dan jasa. diferensiasi. 1997) yaitu: (a) Biaya rendah. Stratgei bersaing dimaksudkan untuk memertahankan tingkat keuntungan dan posisi yang langgeng ketika menghadapi persaingan. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan untuk dapat bersaing. 1997). Strategi ini berasal dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dapat dihargai oleh konsumen. dan pelayanan lainnya. Sedangkan diferensiasi adalah kemampuan untuk menghasilakn barang dan jasa unik serta memiliki sifat-sifat khusus. Dengan kata lain.

Keunggulan bersaing merupakan kinerja perusahaan yang dapat tampil di atas rata-rata. Fokus diferensiasi. dilakukan dengan mengusahakan diferensiasi dalm segmen sasarannya. Strategi fokus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Strategi The new 7S’s (D’Aveni) . Diferensiasi 4. Oleh Porter (1997). Fokus Diferensiasi Namun. yaitu pembeli dengan pelayanan paling baik dan berbeda dengan yang lainnya. Dari uarian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi generik pada dasrnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan keunggulan. tiga strategi generik tersebut diringkas seperti pada gambar berikut ini: KEUNGGULAN BERSAING Biaya Rendah Target Luas Target Sempit 1. dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya.101 (c) Fokus. Melalui keunggulan bersaing. Terdapat dua fokus. Fokus Biaya Diferensiasi 2. yaitu: (1) (2) Fokus biaya. perusahaan dapat memiliki kinerja di atas rata-rata industri lain. strategi ini tidak luput dari risiko sepeti yang ditunjukkan oleh Porter (1997) pada tabel berikut ini: Biaya Rendah Pesaing meniru Teknologi berubah Difernsiasi Pesaing meniru Basis diferensiasi kurang penting bagi pembeli Diferensiasi tidak bertahan lama Fokus Strategi fokus ditiru Segmen sasaran menjadi tidak menarik Struktur rusak dan permintaan tidak muncul Keunggulan biaya tidak bertahan lama 8. Kepemipinan dalam biaya 3.

Oleh karena itu. dan keunikan aset tidak berwujud uuntuk menciptakan keunggulan. yang diperlukan saat ini adalah strategi jangka panjang yang dinamis.102 Seperti Mahoney dan Pandian (1992) dari mazhab strategi berbasis sumber daya. D’Aveni mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti. Richard A. making it difficult to find generic or sustainable strategies that are associated with high performance. D”Avedni mengajukan tujuh kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis yang dikenal dengan “The New 7-S’s. sperti diungkapkan D’Aveni (1994:253): “Today’s cause of high performance will not work tomorrow. D’Aveni (1994:253) mengemukakan bahwa konsep keuntungan neoklasik maupun konsep strategi dinamis dari Porter (1991) memiliki orientasi jangka pendek yang bersifat statis.” . pengetahuan. advantages create profit” Untuk mengahadapi kondisi yang semakin dinamis seperti sekarang ini. Sering dengan perubahan global. Only entrepreneurial discovery of new opportunities and creative destruction of oppnent’s.

tidak hanya pemegang saham. Strategi yang kedua ini berfokus pada sasran. 6) Signaling strategic intent. namun juga pemasok. manajer. Perusahaan harus segera mengomunikasikannya ke pasar agar segera dikenal konsumen. Dengan memberi kepuasan kepada setiap pemilik kepentingan tersebut.103 Konsep “The New 7-S’s” ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut: 1) Superior stakeholder satisfaction. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melalui barang atau jasa-jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan. Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar. 5) Shifting the role of game. konsumen. kontribusi pajak. konsumen akan bertambah jumlahnya dan menyebarluaskan perusahaan. dan sebagainya. karyawan akan lebih semangat dan tinggi produktivitasnya karena merasa puas dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan. dan masyarakat sekitarnya. 4) Positioning for surprise. pemasok bahan baku akan mempertinggi kualitas pasokannya karena mendapatkan manfaat perusahaan. Kunci utama “The New 7-S’s” adalah menggunakan insiatif untuk merebut persaingan. relasi. karyawan. Menurut D’Aveni “The New 7-S’s” menyangkut penciptaan sesuatu yang baru . 2) Soothsaying. dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan. manajer dan pimpinan perusahaan akan semakin bersemangat karena mendapat keuntungan atau imbal hasil dari investasinya. maka kinerja perusahaan akan semakin tinggi. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. 3) Positioning for speed. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda. 7) Simulatinous and sequential strategic thrusts. Sebagai contoh. Kedekatan dengan para karyawan. artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. Strategi yang perta dari “The New 7-S’s” ini bertujuan memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan. masyarakat dan pemerintah akan sangat mendukung karena merasakan manfaat kehadiran perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. Strategi ketujuh adalah mengembangkan faktor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasan kepada konsumen. pemerintah.

kapabilitas.104 dan berbeda untuk masa yang akan datang. Ketiga faktor tersebut saling berhubungan dan bekerjasama mengembangkan visi. dan taktik. D’Aveni mengelompokkan “The New 7-S’s” di atas menjadi tiga kelompok yang sangat efektif untuk mengganggu pasar serta meliputi visi. . Tujuan “The New 7-S’s” adalah menciptakan gangguan melalui penciptaan keunggulan-keunggulan baru yangn berkesinambungan. Kerangkan kerja “The New 7-S’s” berdasar pada strategi penemuan dan pengembangan keunggulan yang berkesinambungan dan keseimbangan yang sempurna. kemampuan. dan taktik untuk menciptakan gangguan pasar. Konsep “creating a new and different future” yang dikemukakan oleh D’Aveni identik dengan konsep “ability to create the new and different” pada kewirausahaan yang dikemukakan oleh Drucker (1969:61). Strategi ini dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimilki oleh pesaing.

Latihan a. Pada saat bersamaan koperasi dimana Andi bergabung bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 12% setahun. Jelaskan cara mendirikan badan usaha. 4. 7. 5.000. 6. b.000. Latihan Konsep 1. 9. Saat ia menceritakan niatnya pada teman-temannya. perlengkapan dan sewa tempat adalah Rp 20. Kasus Andi berniat mendirikan perusahan yang memproduksi dan menjual kentang goreng. Jelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. Jelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni. peralatan. Jelaskan pengertian strategi bersaing Porter. Tetapi Wawan tidak memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya dan terkenal kurang jujur.105 N. Jelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. Wawan bermaksud untuk bergabung dengan Andi dan berjanji memberikan tambahan modal. Tetapi ia tidak memiliki modal yang cukup.000 tetapi ia hanya memiliki Rp 15. Jelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. Jelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. modal awal yang diperlukan Andi untuk membeli bahan baku.000. 3. 2. Setelah berjalan selama 3 bulan. Berdasarkan hasil observasi. Berikut adalah laporan rugi/laba perusahaan yang didirikan oleh Andi: Laporan rugi/laba . Jelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI.

2 dari 4 karyawan masih kurang cekatan melayani pembeli sehingga waktu tunggu pembelian yang awalnya diperkirakan 5 menit menjadi molor 10 menit bahkan 13 menit.000. 5) Selama 6 bulan beroperasi.000 9.000.000 3.000 1.200.000 200.000 200.000.100.000 1.000 100.000 50.000.000 2.000.000. Outlet terdekat “Top” berjarak 100 meter dari outlet milik Andi. Selain itu . Air paling sering digunakan untuk mencuci kentang.000 450.000 Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan bisnis kentang goreng: 1) Biaya komisi diberikan pada pemasok bahan baku.106 Perusahaan “Kentang Goreng” Untuk periode berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan: Penjualan Harga pokok penjualan: Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya operasional: Biaya komisi Biaya transportasi Biaya listrik. muncul perusahaan lain yang menjual produk singkong goreng yang dikemas menyerupai kentang goreng dengan harga yang lebih murah. 3) Saat Andi memasuki bisnis ini telah ada merek “Top” yang telah lebih dahulu terkenal dan memiliki banyak pelanggan.000 7.000 300. 4) Beberapa bulan setelah Andi memulai bisnis.000 1. telpon. air Biaya gaji pegawai Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan inventaris Total Laba operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya pajak Laba/(rugi) bersih 500. Andi telah memiliki pelanggan tetap setidaknya 100 orang yaitu para mahasiswa yang tinggal di dekat warung Andi.000. 2) Andi tidak benar-benar tahu siapa yang paling banyak menggunakan alat elektronik dan telpon.900.000 2. 6) Meski telah dilatih selama 1 minggu.000 6.000 10.000 1.000 4.000.000.

D’Aveni. Astamoen. Yogyakarta:BPFE. Modul Pelatihan: Kewirausahaan..com . Pertanyaan: 1. Thoby. www. Wiratmo. Suryana. 1995. 31. 33. Donnely. Ivancevich. 1996. Jakarta:Prehallindo. Berdasarkan laporan rugi/laba biaya apa yang dapat dikendalikan oleh Andi? Cara apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan biaya tersebut? 3. Masykur. Kewirausahaan. 30. Gibson. Hypercompetion: Managing The Dynamics of Strategic Maneuvering. 22. Strategi apa yang harus dilakukan oleh Andi untuk mengelola karyawannya? E. Moerdiyanto.et al. Bandung: Alpabeta. Binis (Jilid 1). Alma. 2007. A. 27. New York: The Free Press Ian C. Bagaimana strategi memenangkan persaingan tersebut? 5.. 2005.bhpinfosolution. 1997 (terjemahan) 23. Proses. Yogyakarta: Multi UNY. Michael E. Apa cara yang dapat dilakukan oleh Andi untuk mempertahankan pelanggan? 6. Mas’ud & Mahmud. 28. 21. 32. 2005. Porter. Berdasarkan kasus di atas. Teori dan Praktek. RJ. 26. Kewirausahaan. Griffin. Kewirausahaan yang Berproses. 29. Struktur. Kewirausahaan. 1996 (terjemahan). 2005. Jakarta: Binarupa Aksara. Dan Ebert. MacMillan. Meredith. 1994. Competitive Strategy. jenis badan usaha apa yang sebaiknya dipilih oleh Andi? Mengapa? 2. 25. RW. Daftar Pustaka 20. New York: Pree Press. Bandung: Alfabeta. Jakarta:PPM. 1997. Jakarta: Salemba Empat. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. 2006.Richard. Geoffrey G. Buchari. 24. Yogyakarta:BPFE. Yogyakarta:BPFE. Manajemen. Mutis. Hani Handoko. Pengantar Kewiraswastaan. Organisasi: Perilaku. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Jakarta:Cresindo. Moko P. 1997. Identifikasi persaingan apa yang dihadapi oleh Andi? 4.107 beberapa pelanggan mengeluhkan rasa yang tidak sama jika dilayani oleh karyawan yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful