P. 1
Modul PLPG Kewirausahaan.pdf

Modul PLPG Kewirausahaan.pdf

|Views: 26|Likes:
Published by samasamasama30

More info:

Published by: samasamasama30 on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Kompetensi
  • B. Indikator
  • C. Materi
  • I. PENGANTAR
  • II. SEJARAH dan PENGERTIAN
  • III. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
  • IV. PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN
  • V. MODEL PROSES MEMBANGUN SIKAP WIRAUSAHA
  • 1. Model Proses Kewirausahaan
  • 1) Proses Inovasi
  • 2) Proses pemicu
  • 3) Proses Pelaksanaan
  • 4) Proses Perumbuhan
  • 2. Jurus Awal Menjadi Pengusaha
  • D. Rangkuman
  • E. Latihan
  • I. Pertanyaan Konseptual
  • II. Cerita Sukses :
  • Pertanyaan diskusi:
  • F. Daftar Pustaka
  • KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.2: Kepemimpinan
  • G. Kompetensi
  • H. Indikator
  • C. Materi
  • I. KEPEMIMPINAN 1. Pentingnya Pemimpin
  • 2. Definisi Kepemimpinan
  • 3. Sebab-sebab Munculnya Pemimpin
  • 4. Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan
  • 1) Pendekatan Sifat-sifat (Traits Approach)
  • Mengembangkan Sifat Kepemimpinan
  • 2) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach)
  • 3) Pendekatan Situasional – Contingency
  • Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kepemimpinan
  • Rangkaian Kesatuan Kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt
  • Teori “Contingency” dari Fiedler
  • Teori Siklus-Kehidupan dari Harsey dan Blanchard
  • Pentingya fleksibilitas
  • 11. Tipe Kepemimpinan
  • a) Technical Skills seperti:
  • b) Business Management Skills seperti:
  • c) Personal Entrepreneurial Skills seperti:
  • II. MENGAMBIL RISIKO
  • 1) Apakah Situasi Berisiko Itu?
  • 2) Pengambilan Risiko Pribadi
  • 3) Mengembangkan Ide-ide Kreatif
  • 4) Tipologi Pengambil Risiko
  • 5) Melaksanakan Perubahan
  • III. MENGAMBIL KEPUTUSAN
  • 1) Tipe-tipe Keputusan
  • 2) Menjadi Seorang Pengambil Keputusan
  • 3) Pemecahan Persoalan
  • 3) Mengambil Keputusan
  • IV. MANAJEMEN WAKTU
  • Teknik Manajemen Waktu
  • D. Latihan
  • Pertanyaan Konsep
  • Pertanyaan Kasus
  • Sofjan Wanandi : Ketua Umum Apindo
  • Komunikasi
  • E. Daftar Pustaka
  • I. Kompetensi
  • J. Indikator
  • 1. Cara Memasuki Dunia Usaha
  • 2. Merintis Usaha Baru
  • Bidang dan Jenis Usaha yang akan Dimasuki
  • Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih
  • Tempat Usaha yang Akan Dipilh
  • Organisasi yang Akan Digunakan
  • Lingkungan Usaha yang Akan Berpengaruh
  • 3) Pemasok
  • 4) Pembeli atau pelanggan
  • 5) Karyawan
  • 6) Distributor
  • (1) Lingkungan Ekonomi
  • (2) Lingkungan Teknologi
  • (3) Lingkungan Sosiopolitik
  • (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup
  • Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh
  • 3. Perencanaan Usaha
  • 1) Mengapa perlu Disusun Perencanaan Usaha
  • 2) Perencanaan dan Pengendalian
  • 3) Menetapkan Prioritas
  • 4) Kerangka Rencana Usaha
  • a) Nama Perusahaan
  • c) Komoditi yang Akan Diusahakan
  • d) Konsumen yang Dituju
  • e) Pasar yang Akan Dimasuki
  • f) Partner yang Akan Diajak Kerjasama
  • g) Personil yang Dipercaya
  • h) Jumlah Modal yang Diharapkan
  • i) Peralatan Perusahaan yang Perlu Disediakan
  • j) Penyebaran Promosi
  • 5) Tahapan Perencanaan Usaha a) Analisis pasar
  • Strategi Penetrasi Pasar:
  • Strategi Produk:
  • Strategi Harga:
  • Strategi Distribusi:
  • Strategi Komunikasi Pemasaran:
  • (1) Rencana Kinerja Keuangan
  • (2) Rencana Arus Kas
  • 6) Bentuk Formal Rencana Usaha
  • D. Latihan
  • a. Latihan Konsep
  • b. Latihan Kasus
  • Langkah-langkah pembuatan rencana usaha: 1. Analisis pasar
  • Situasi Anda Kemungkinan Usaha Calon Konsumen
  • Kegiatan 1:
  • 2. Deskripsi Perusahaan Kegiatan 2
  • 3. Kegiatan Pemasaran
  • Kegiatan 3 : Jawablah beberapa pertanyaan ini!
  • 4. Strategi Produk
  • Kegiatan 4 : Jawablah beberapa pertanyaan ini!
  • 5. Perencanaan Keuangan
  • Kegiatan 4 : Isilah skema di bawah ini! a. Rencana Kinerja Keuangan
  • Keuntungan
  • K. Kompetensi
  • L. Indikator
  • M. Materi
  • 1. Menyiapkan Badan Usaha
  • 2. Kelayakan Usaha
  • 1) Tahap Perumusan Ide atau Gagasan
  • 2) Tahap Formulasi Tujuan
  • 3) Tahap Analisis
  • 4) Tahap Keputusan
  • 2) Kelengkapan Dokumen “Ijin Lokasi”
  • 3) Kelengkapan Dokumen “AMDAL”
  • b. Kelayakan Pemasaran
  • c. Kelayakan Teknis
  • d. Kelayakan Manajemen
  • e. Kelayakan Keuangan
  • 3. Menetapkan Prioritas Utama
  • 4. Meminimalkan Risiko
  • 5. Meningkatkan Efisiensi
  • 6. Rencana Strategis (Evaluasi Hasil Usaha)
  • 7. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan
  • 2) Strategi adalah Pola
  • 3) Strategi adalah Posisi
  • 4) Strategi adalah Perspektif
  • 5) Strategi adalah Permainan
  • KEUNGGULAN BERSAING
  • N. Latihan a. Latihan Konsep
  • Perusahaan “Kentang Goreng” Untuk periode berakhir 31 Desember 2008
  • Pendapatan:
  • Harga pokok penjualan:
  • Pertanyaan:

1

KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.1: Sejarah, Karakteristik Wirausaha, Membangun Kewirausahaan Oleh: Nahiyah J. Faraz, M.Pd, M.Lies Endarwati, M.Si., & Dyna Herlina S., SE,SIP.

A. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan lebih memahami materi tentang sejarah dan pengertian kewirausahaan, karakteristik wirausaha, pentingnya kewirausahaan, dan membangunkewirausahaan. B. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. Menjelaskan sejarah kewirausahaan. 2. Menjelaskan dan memberi contoh pengertian kewirausahaan. 3. Menjelaskan dua pendekatan kewirausahaan. 4. Menjelaskan dan memberi contoh karakteristik wirausaha. 5. Menjelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan. 6. Menjelaskan watak wirausahawan. 7. Menjelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson 8. Menjelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha. 9. Menjelaskan model proses kewirausahaan. 10. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya kewirausahaan. 11. Menjelaskan dan memberi contoh cara membangun kewirausahaan.

C. Materi I. PENGANTAR Upaya menyerasikan atau membuat kebutuhan dan ketersediaan akan barang menjadi pas, hampir-hampir mustahil untuk dilakukan, tetapi kesenjangan keduanya justru memberikan nilai tambah tersendiri bagi lahirnya sebuah kreativitas. Banyak orang belajar dari serba kekurangan bukan dari serba kecukupan. Karena itu perlu kita renungkan kembali bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah ini sebenarnya bermakna keberuntungan atau ketergantungan. Modul ini tidak berpretensi untuk menjawabnya, kecuali menyadarkan suatu konsep yang sebenarnya telah lama dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa ini, yakni kewirausahaan. Leluhur bangsa kita terkenal sebagai kaum bahari dan daya tahan hidupnya sangat tergantung dari kegiatan wirausaha.

2

Modul yang dimaksudkan sebagai salah satu bahan pelatihan kewirausahaan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai sejarah, pengertian, dan arti penting dari kewirausahaan. II. SEJARAH dan PENGERTIAN Para wirausahawan dunia modern muncul petama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke XVIII. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa adalah orang-orang yang mempunyai uang, tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah ke bawah, yang didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Kewirausahaan dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan entrepreneur. Diduga, kata itu diadopsi dari bahasa Perancis yang berarti between-taker atau go-between (perantara). Istilah kewirausahaan yang masuk dalam kamus bisnis tahun 1980-an memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada dua pendekatan yang dilakukan di dalam mendefinisikan kewirausahaan, fungsional yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan dalam kewirausahaan sisi penawaran. Pendekatan menekankan peranan kewirausahaan perekonomian seperti mengemban suatu resiko karena melakukan pembelian pada suatu tingkat harga tertentu dan menjualnya pada tingkat harga yang tidak menentu, melakukan kegiatan-kegiatan produksi dan inovasi, serta menyebabkan atau memberikan reaksi terhadap gejolak-gejolak ekonomi. Pendekatan kewirausahaan sisi penawaran menekankan kepada sifat-sifat individual yang dimiliki para pengusaha. Pendekatan ini mengatakan bahwa sifat-sifat tertentu seperti keinginan untuk berprestasi dan kemampuan untuk mengontrol serta menanggung resiko dari tindakan yang mereka lakukan sebagai sifat-sifat dari wirausaha. Entrepreneur dan fungsinya yang unik sebagai penanggung resiko, pertama kali dikemukakan oleh Richard Cantillon, seorang Irlandia yang berdiam di Perancis. Entrepreneur disini dimaksudkan sebagai upaya membeli barang dan jasa-jasa dengan harga ”tertentu”, untuk dijual dengan harga ”yang tidak pasti” di masa yang akan datang. Karena itu, pada awalnya, kewirausahaan diartikan sebagai ”pengambil resiko” (risk taker). Di awal abad ke-18, Richard Cantillon mengobservasi bahwa seorang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko pembelian dan penjualan. Beberapa ahli teori manajemen mengatakan bahwa kewirahusahaan adalah kehebatan dalam pembentukan perusahaan baru yang di dalamnya mengandung pemanfaatan peluang dan pengambilan resiko. Peter F. Drucker mendefinisikan kewirausahaan dengan lebih optimis, yakni

3

sebagai seorang yang berfokus kepada peluang, bukan resiko. Bapak manajemen yang terkenal ini juga menyebutkan bahwa kewirausahaan ini bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko. Adam Simth dan Jean Baptisay (1803) mengatakan bahwa seorang wirausaha adalah seorang yang menyatukan faktor-faktor produksi. Joseph Schumpeter (1934) memberi makna kewirausahaan dengan kata inovator. Dalam bukunya, The Management Challenge, James M.Higgins (1994) menguraikan bahwa secara historis, kewirausahaan dianggap sebagai salah satu fungsi ekonomi. Higgins mengatakan pula bahwa yang membedakan para wirausaha dengan para manajer terletak pada pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Para wirausaha bukan hanya memecahkan masalah atau bereaksi terhadap masalah, melainkan juga mencari peluang. Dua pendekatan mengenai definisi dari kewirausahaan di atas dibantah oleh Howard cukup Stevenson. Menurutnya, tak satupun dari kedua pendekatan tersebut yang menjelaskan teori kewirausahaan. Menurut Stevenson, kewirausahaan

merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis, yakni: 1) orientasi strategis; 2) komitmen terhadap peluang yang ada; 3) komitmen terhadap sumberdaya; 4) pengawasan sumberdaya; 5) konsep manajemen; dan 6) kebijakan balas jasa. Dari keenam ciri di atas, dihasilkan dua bentuk pelaku bisnis dengan corak yang berbeda, yakni: Promotor dan Trustee. Promotor, yaitu orang yang percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Trustee, yaitu orang yang lebih menekankan penggunaan sumberdaya yang telah dimilikinya secara efisien. Kemudian, Stevenson mengatakan bahwa dalam bentuk strategi suatu perusahaan, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada penggunaaan peluang terhadap sumberdaya yang tersedia. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain, mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Kemudian bahwa para wirausaha berusaha untuk mendapatkan hasil optimal dengan sumberdaya tertentu. Selain itu, bahwa pola tingkah laku kewirausahaan mencakup kemampuan untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki orang lain, seperti keahliannya, ide-idenya atau bakat-bakatnya, serta memutuskan sumberdaya apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Terakhir, bahwa kebijakan balas jasa, sebagai faktor yang mendorong tingkah laku kewirausahaan, merupakan harapan-harapan individu serta persaingan kemampuan yang akhirnya menciptakan sistem balas jasa yang adil dalam perusahaan.

sebgai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang. kewirausahaan sebagai etika (akhlak. pengenalan barang. Pemaknaan seperti ini tidak saja berlaku secara tekstual. psychological. mengatakan bahwa kewirausahaan adalah the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort. Sedangkan menurut Alma (2008:5) menyatakan sebagai berikut: Wirausahawan adalah seorang inovator. serta menciptakan dan mnyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien. dan kewirausahaan sebagai etika (akhlak. seperti dikutip Buchari Alma (2000). mempunyai semangat. Sutrisno (2003). yakni kewirausahaan sebagai etika (akhlak. assuming the accompanying financial. Pandangan tekstual bahwa kewirausahaan terkait dengan etika ekonomi (bisnis) dapat dicermati pada pendapat Salim Siagian (dalam Sutisno 2003:4-5) yang menyatakan sebagai berikut: Kewirausahaan adalah semangat. kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen. and social risks and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction (merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda. apabila memiliki wirausahawan sekitar 2% dari jumlah penduduknya. menanggung resiko keuangan. kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban. ada banyak makna tentang kewirausahaan. tetapi menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadi). Robert Hisrich dan Michael Peters (1995). dan Soemanto (2002) baik dilihat dari asa etimologis. dengan selalu berusahan mencari dan melayani lebih banyakndan lebih baik. moralitas) ekonomi/isnis (etika kewirausahaan) berkaitan dengan makna kewirausahaan sebagai resep bertindak guna menumbuhkembangkan sistem perekonomian (bisnis) yang modern. e. moralitas) sosial modern (etika Kewirausahaan sosial). Dengan berpegang pada paparan Alma (2008). Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru. Karena itu tidak mengherankan jika PBB menyatakan. yakni: a. c. metode produksi baru. melalui keberanian mengambil risiko. moralitas) ekonomi modern (etika kewirausahaan). b. Bertolak dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wirausaha sangat penting. dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaga. mengingat bahwa modernisasi dalam bidang ekonomi. organisasi industri baru. Jumlah penduduk Indonesia saat ini . pelaku dan kemapuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat. Makna ini dapat dikelompokkan menjadi dua. sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaannya.4 Dalam bukunya Entrepreneurship. tetapi dikenal pula secara umum dalam masyarakat. yang merupakan gabungan dari lima hal. sinonim maupun terminologi. dan sosial. bahwa suatu negara akan mampu membangun. Kewiausahaan sebagai Etika Ekonomi Modern. kejiwaan. sumber bahan mentah baru. pasar-pasar baru. d.

b. kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta. memikul risiko-risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. gagasan-gagasan. Namun kenyataannya. mengumpulkan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. pembahasan masalah . Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. Indonesia hanya memiliki wirausahawan sekitar 0.000 jiwa. Dalam Instruksi Presiden RI No. sehingga paling tidak harus memiliki wirausahawan sebanyak 4. ide-ide atau dalil-dalil yang tercantum di dalam kewirausahaan bisa diberlakukan sebagai resep bertindak yang bersifat universal.000. Mengingat. tanggung jawab pribadi. bahwa konsep-konsep. Berbagai teori pembangungan menyatakan. 2008). 4 Tahun 1995. Hal ini tercermin pada pendapat McClelland (1987:86) yang menyatakan sebagai berikut: 1) Perilaku Kewiraswastaan: a. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. Kewirausahaan sebagai Etika Sosial Modern. tetapi juga dalam bidang kemasyarakatan guna mewujudkan kehidupan suatu masyarakat modern (kewirausahaan sosial). Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan suatu negara.000. tetapi juga bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja. karena kewirausahaan juga meliputi seorang aspek sikap mental Jadi dan perilaku yang mencerminkan karakteristik wirausaha. menerapkan cara kerja. sikap. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA Kewirausahaan bukanlan sekadar ketrampilan manajerial dan bisnis belaka. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. bahwa wirausahawan tidak saja memberikan kemanfaatan bagi dirinya sendiri-pekerjaan dan pendapatan secara mandiri. menciptakan. perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari.000 orang (Alma. d. III. yakni tidak saja dalam bidang bisnis. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. sikap. uang sebagai ukuran atas hasil.18% dari jumlah penduduk (Suruji.5 200. bahwa keberhasilan suatu negara dalam proses percepatan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaan yang dimiliki suatu negara. 2008:4). 2) Minat terhadap peerjaan kewiraswastaan sebagai suatu akibat dari martabat dan “sikap berisiko: mereka. pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan. c. berkaitan dengan adanya kenyataan.

keunikan. Bahwa ia selalu mengubah “kesempitan menjadi kesempatan”. Kesamaan antara entrepreneur. Kesukaan pemirsa televisi terhadap film Mac Gyver adalah karena Mac Gyver senantiasa menampilkan keunikan dan kreativitas yang berkesinambungan. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep 10D. menekankan denda atau hukum atas sebuah kegagalan. Untuk dapat memberikan respons terhadap perubahan. dimaksukan bahwa seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya. and Distribute. sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan uang dengan menggunakan ide-ide baru tersebut. dan tindakan. Kreativitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan. bahwa seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut. menyebutnya Mac Gyver factor. dalam bukunya First Thing First. dapat menerima perbedaan. mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan. Inovasi adalah kerja keras yang mengikuti pembentukan ide dan biasanya melibatkan usaha banyak orang dengan keahlian yang bervariasi tetapi saling melengkapi. Sebaliknya hal-hal yang dapat merintangi munculnya sebuah kreativitas adalah sebagai berikut: Lebih menekankan pada perilaku dan struktur birokrasi. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Film ini telah mengilhami Stephen Covey. mengagungkan tradisi dan budaya yang dibuat. percaya pada diri sendiri. Konsep dream. kreativitas yang berkesinambungan dan seringkali susah ditebak sebelumnya. menekankan pentingnya prosedur yang baku. Kreativitas berbeda dengan inovasi. Kreativitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru.6 kewirausahaan berarti juga menyoroti mengenai profil seorang manusia yang memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat khas. melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa. independen dalam pertimbangan. Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan. Devotion. karena lingkungan cepat sekali berubah. Details. manusia harus kreatif. komunikasi yang lemah. Determination. Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri. Dollars. Dedication. Dengan demikian. Doers. Konsep decisiveness. dan menekankan pada nilai yang menghalangi pengambilan resiko. kreativitas merupakan titik permulaan dari setiap inovasi. menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan. . Kesepuluh konsep itu adalah. Destiny. antara lain : keterbukaan pada pengalaman. rasa keingintahuan yang tinggi. Inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas yang tinggi. Decisiveness. Dream. sistem pengendalian yang kuat. Kewirausahaan selalu tak terpisahkan dari kreativitas dan inovasi. memperkecil ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan. pemikiran.

dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. artinya seorang wirausaha mencintai pekerjaannya dan produk yang dihasilkannya secara gila-gilaan. Konsep dollars. jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas memperoleh uang atau keuntungan. Motivasinya bukan untuk memperoleh uang. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin yang dia sanggup. kadang-kadang dia mengorbankan hubungan kekeluargaan. Konsep distribute. Baginya. Dia tidak mau mengabaikan faktor kecil sekalipun yang dapat menghambat kegiatan usahanya. Konsep destiny. seperti tergambar dalam tabel berikut : . Mereka bekerja tidak mengenal lelah. Dengan kata lain. seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang–orang kepercayaannya. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. guna memastikan kesuksesan. seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian.7 Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Konsep dedication. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya. Konsep determination. begitu seorang wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya. Mereka berasumsi. uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. melupakan hubungan dengan keluarganya sementara. Artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan. para wirausaha adalah individu yang berorentasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. Menurut Meredith (1996) wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat. walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil diatasi. Ciri dan Watak Wirausahawan menurut Meredith (1996). Konsep details. Konsep doers. Konsep devotion. seorang wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan.

Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi.8 Ciri-ciri 1.Fleksibel .Perseptif 2.Kemampuan mengambil risiko . Ciri dan Watak Wirausaha (Meredith. Kepemimpinan 5.Ketekukan dan ketabahan . keinginan untuk berprestasi.Punya banyak sumber . Penggerak utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia. suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras. tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.Energik dan inisiatif . Percaya Diri Watak .Kebutuhan akan prestasi . yang biasanya diidentifikasikan sebagai need of achievement (n-Ach).Dapat bergaul dengan orang lain . . menurut McClelland.Pandangan ke depan .Optimisme .Bertingkah laku sebagai pemimpin . 1996) Karakteristik wirausaha.Ketidaktergantungan . Pengambil risiko 4. Seorang wirausaha menginginkan tanggungjawab pribadi bagi pencapaian tujuan. preferensi kepada resiko-resiko menengah. Keempat.Keyakinan . Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan kemudian menilainya.Berorientasi laba .Tekad dan kerja keras .Individualitas . mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting. persepsi pada kemungkinan berhasil.Suka tantangan . Keorisinilan 6.Serba bisa . adalah sebagai berikut: Pertama.Inovatif dan kreatif .Menanggapi saran dan kritik . keinginan untuk bertanggungjawab.Mempunyai dorongan kuat . Ketiga. Berorientasi ke masa depan Tabel-1. Mereka memilih menggunakan sumberdaya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggungjawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Kedua. Wirausaha bukanlah penjudi. yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Berorienntasi tugas dan hasil 3. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang.

rangsangan oleh umpan balik. jiwa. wirausaha dengan usaha kecil. perancangan proses dan peralatan. Produk akhir yang dihasilkannya. Pada akhirnya kita perlu membedakan. menyatakan bahwa kewirausahaan . Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Kesembilan. Di Amerika Serikat. pasti menghadapi resiko. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. Usaha ini memang tidak menciptakan sesuatu. tetapi mereka umumnya bukanlah wirausaha. Gagasan Nasution. kecil dan milik sendiri.9 Kelima. dan ciri wirausaha secara lebih meyakinkan. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. wirausaha diartikan sebagai seseorang yang memulai bisnis baru. Mereka mengadu untung dengan makin banyaknya orang yang suka makan di luar rumah di daerah itu. dan Soemanto (2002) tentanng watak. dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. ketrampilan dalam pengorganisasian. Tidak setiap bisnis kecil bersifat wirausaha. apakah umpan baliknya baik atau buruk. pada mulanya. maka McDonald secara drastis meningkatkan hasil dari sumber-sumber yang ada. di daerah pinggiran kota. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Apa yang mereka lakukan adalah yang telah berulangkali mereka lakukan sebelumnya. Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Noer dan Suef (2001). Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Sebaliknya usaha McDonald adalah wirausaha. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. Keenam. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standar yang diinginkan. juga dapat dibuat oleh setiap restoran Amerika lainnya yang dilakukan jauh sebelumnya dan biasa-biasa saja. Ketujuh. Kedelapan. orientasi ke masa depan. Apakah usaha kecil identik dengan wirausaha? Tidak setiap bisnis kecil identik dengan wirausaha. yaitu dengan bertanya. nilai apa yang berharga bagi pelanggan? Kemudian standarisasi produk. tetapi mereka sama sekali tidak menciptakan kepuasan baru atau permintaan konsumen yang baru. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan. Akan tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen. Inilah yang menjadi alasan bahwa McDonald adalah wirausaha. sikap terhadap uang. aktivitas energik. Suami-istri yang membuka warung tegal (warteg) yang baru.

2. • Tahu apa maunya. • Ulet dan tekun. • Sangat menghargai waktu. dan berbuat negatif. • Berani mengambil risiko yang diperhitungkan. • Tahu menimbanng antara kebergantungan dan kemandirian. • Bertekad menyebarluaskan segala apa yang baik bagi kepentingan umum. tetap juga sebagai tika sosial (kewirausahaan sosial). • Rasa keadilan yang seimbang. • Bergairah dan mapu menggunakan daya penggerak dirinya. • Beirisiatif tapi disiplin diri. • Berkepribadian yang menyenangkan (ramah. bukan menjual harga diri. • Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah atau dari atas. • Lebih mengutamakan memberi daripada meminta. • Bertanggungjawab • Memilih akibat moderat. • Tidak berlebihan dalam hal apa pun (over acting). 1. apalagi mengemis. • Rasa percaya diri akan keberhasilan perorangan. • Bertekad mengutamakan kemajuan kemanusiaan dan lingkungan. • Beriman dan berbuat kebaikan. Jiwa atau semangat wirausaha 3. • Bersedia melakukan pekerjaan kasar (pengorbanan). rakus atau serakah. • Tidak gila pangkat dan gelar. • Memelihara seni berbicara dan kesopanan. Kategori Watak Wirausaha Penjelasan • Berwatak maju (tidak cupet nalar). • Rasa tanggung jawab yang tinggi atas tugasnya dalam kehidupan. dan mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir. • Pandai bergaul. • Selalu mensyukuri yang kecil-kecil yang ada pada dirinya. bersikap. • Menghormati tertib hukum. Ciri wirausaha . • Berpandangan positif dan kreatif. • Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri.10 tidak saja dapat diberlakukan sebagai etika ekonomi. • Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya. Hal ini dapat dicermati pada tabel-2 berikut ini: No. tidak lekas putus asa. banyak senyum) • Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak. • Percaya pada diri sendiri. • Tidak gila kekuasaan • Selalu tepo seliro. • Keinginan untuk memperoleh umpan balik secara cepat. tahu cita-cita hidupnya. • Menolak cara berpikir. • Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri. • Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri yang makin menjulang tinggi. • Setia kawan. bersikap mental dan berbuat positif.

dengan mencermati ciri-ciri manusia modern. Jiwa. Manusia modern menyadari akan harga diri dan kemudian oarng lain. watak. 6. bersedia dan menghargai kepercayaan. Ini berarti bahwa manusia modern tersebut perlu terarah kepada kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. Pendek kata. Manusia modern percaya bahwa penghargaan dan kemuliaan diberikan sesuai dengan apa yang telah diperbuat seseorang. Bahkan yang tidak kalah pentingnya. Watak. Manusia modern lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan. 4. dan hidup teratur. Mereka menghargai tepat waktu. dan ciri wirausaha secara substansial sama dengan cita-cita membentuk manusia modern dalam bidang ekonomi maupun sosial. Manusia modern juga harus mempunyai yang lebih demokratis.11 • • • • Punya semangat tinggi Berorientasi pada masa depan. sikap dan pendapat yang berlainan. 8. Mendasarkan tindakan pada perolehan pendapatan. Manusia modern menjalankan kehidupan secara berencana dan terorganisasi. 9. tampak bahwa keduanya memiliki prinsip yang sama. dan siap untuk menerima pengalaman baru. Manusia modern mempunyai pandangan yang luas terhadap sejumlah masalah dan isu yang terjadi tidak hanya di lingkungan langsung tetapi juga di lingkungan yang lebih luas. maka cita-cita mewujudkan manusia yang memiliki watak. jiwa. keturunan. Mampu mengorganisasi. Manusia modern percaya akan keampuhan ilmu dan teknologi. lalu dibandingkan dengan watak. Berkenaan dengan itu Suparman (1978) menyatakan. Karena itu. Marzali. perilaku dan . 4 Tahun 1995. Manusia modern adalah manusia yang punya pola pikir terbuka kepaa inovasi dan perubahan. kurang berorientasi ke masa lampau. Manusia modern tidak pasrah kepada lingkungan alamnya. 5. bahwa wirausaha pada dasarnya adalah pendekar kemajuan. Tabel-2. sikap. dan ini biasanya diperoleh melalui mass media dan pendidikan. dan ciri wirausaha. dan apa yang dimiliki orang tersebut (Ikeles. bukan menurut kedudukan. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. jiwa. Hanya dengan cara-cara seperti itulah persoalan hidup dapat diselesaikan dengan baik. jiwa dan ciri wirausaha adalah bermuatan tipe ideal yang bersifat umum sehingga dapat diterapkan dalam bidang ekonomi maupun kemasyarakatan. 7. dan ciri wirausaha dapat pula dihubungkan dengan ciri-ciri manusia modern sebagai berikut: 1. Orang-orang di sekeliling mereka dapat dipercayai akan memenuhi kewajiban dan tanggung jawab merea masing-masing. disiplin kerja. 1980:87100. Manusia modern percaya bahwa kehidupan alam dunia dapat diatur dan diperhitungan. jiwa. Dalam Instruksi Presiden RI No. 2. Manusia modern percaya bahwa manusi dapat belajar mengendalikan lingkungan alamnya dalam rangka mendapatkan kehidupan yang lebih baik. karena itu mereka lebih punya kesiapan uuntuk menghormati oarng lain. dan Ciri Wirausaha Tabel-2 dan gagasan McClelland (1987) menunjukkan bahwa watak. 2005:100-101) 3.

Dalam era yang kompetitif ini. Tidak hanya itu. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. sikap. membuka jalan bagi perusahaanperusahaan kecil. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. setiap kelompok orang. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. Namun realitas atau kondisi empirik yang ada sekarang ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan kesempatan kerja. di mana pertumbuhan angkatan kerja jauh lebih besar daripada pertumbuhan kesempatan kerja. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. Permasalahan lainnya adalah tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja nyata yang ditandai oleh tingginya tingkat pengangguran tenaga kerja terdidik. memang memiliki peran strategis dalam membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas. Hanya sekitar 30-40 persen saja alumni pendidikan tinggi yang terserap di dunia kerja (Wahjoetomo:1995). mengumpulkan sumberdayasumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. IV. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. melainkan terutama kesiapan memasuki dunia kerja nyata. Dengan demikian persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja itu tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. tidak hanya dalam penguasaan ilmu. Hanya saja membutuhkan lahirnya karakteristik tertentu yang tidak hanya sekedar tekun dan ulet tetapi juga kreatif dan inovatif. PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN Dalam era globalisasi sekarang ini. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Singkatnya. perhatian orang tertuju pada kiat-kiat yang harus diciptakan untuk bisa ikut bergabung dan bermain bersama dalam era ini.12 kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. merupakan keharusan bahwa setiap orang. menerapkan cara kerja. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memeroleh keuntungan yang lebih besar. Dunia pendidikan. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. karena memiliki . bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. jika tidak ingin dilindas zaman. menciptakan. maupun setiap bangsa dituntut untuk selalu bersikap kreatif dan inovatif.

termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. terhantam krisis yang luar biasa. V. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. Gagasan ini diperkuat oleh Everet Hagen (dalam Marzali. namun uang bukan segala-galanya. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. begitu pula amoral failist. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. telah melahirkan dua kenyataan. Wirausahawan memang melakukan kegiatan bertujuan mencari uang. 2005) yang menyatakan. sejak 1997. Pertama. Kedua. bukan politikus atau konsultan ahli dari negara-negara maju. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. kerja keras. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. dapat dicermati dari gagasan McClelland (1987) yang menyatakan. dengan selalu berpikir dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru guna memperbaiki kualitas kerja yang dicapainya.13 tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. MODEL PROSES MEMBANGUN SIKAP WIRAUSAHA Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. Model Proses Kewirausahaan Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave (dalam Alma. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. ternyata banyak perusahaan kecil yang tetap eksis. bahwa kaum wirausahawan domestik yang paling bertangung jawab bagi modernisai. ketika berbagai perusahaan besar. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. daya adaptasi tinggi. 1. termasuk Indonesia. milik konglomerat. 2007:10). melainkan yang lebih penting adalah niat yang kuat untuk mencapai prestasi gemilang melalui penampilan kerja yang baik. Krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia Tenggara. telah terjadi tindakan PHK secara besar-besaran. Hal ini disebut motivasi berprestasi atau kebutuhan berprestasi. menjadi urutan langkah-langkah berikut: . Betapa pentingnya kedudukan wiirausahawan dalam konteks modernisasi.

2) Proses pemicu Beberapa faktor personal yang mendorong pemicu artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah: a. Faktor-faktor environment yang mendrong menjadi pemicu adalah sebagai berikut: a. dan komitmen atau minat yang tingi . Dorongan karena faktor usia. hobi dan sebagainya. b. Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan. Sedangkan faktor-faktor environment mendorong inovasi adalah: adanya peluang. terhadap bisnis. Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. dan faktor pengalaman. modal. Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). c. b. tidak ada pekerjaan lain. memiliki ketrampilan. adanya sifat penasaran.14 Innovation (Inovasi) Triggering Event (Pemicu) Implementation (Pelaksanaan) Growth (Perumbuhan) 1) Proses Inovasi Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi. keinginan menanggung resiko. Keberanian menanggung risiko. Adanya persaingan dalam dunia kehidupan. pengalaman dan kreativitas. Tidak diragukan lagi pengalaman adalah sebagai guru yang berharga yang memicu perintisan usaha apalagi oleh adanya peluang dan kreativitas. Adanya inovasi yang berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha. warisan. d. misalnya memiliki tabungan. faktor pendidikan. memiliki bangunan yang lokasinya strategis.

mulai dari pengusaha pasar yang sangat dominan. pandangan yang jauh ke depan guna mencapai keberhasilan. adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya. c. e. misalnya kualitas makanan. adanya bantuan famili dalam berbagai kemudahan. Ada berbagai bentuk persaingan yang ada di pasar. b. mengikuti latihan-latihan atau Incubator Bisnis. 4) Proses Perumbuhan Proses pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain adalah: a. yang mempunyai keunikan produk. Sedangkan faktor environment yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah sebagai berikut: a. andanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan.15 c. b. b. Adanya produk yang dibanggakan. dan bimbingan usaha yang dilakukan oleh Depnaker. Adanya hubungan-hubungan atau relasi dengan orang lain. Adanya strategi yang mantap sbagai produk dari tim yang kompak. 3) Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personal yang mendorong pelksanaandari sebuah bisnis adalah sebagai berikut: a. Dunia persaingan sekarang sangat tajam. Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan. adanya visi. atau keistimewaan yang dimilkik. dan sebagainya. . Sekarang banyak kursuskursus bisnis dan lembaga menejemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihanIncubator Bisns. lokasi usaha. Budaya perusahaan jika sudah terbentuk dan diiuti dengan penuh tanggunng jawab oleh seluruh karyawan maka pertumbuhan perusahaan akan berkembang pesat. adanya seorang wirausaha yang sudah siap mental secara total. sehingga semua rencana dan pelksanaan operasional berjalan produktif. adanya dorongan orangtua untuk membuka usaha. d. Adanya tim yang kompak dalm menjalankan usaha. kebijakan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam ijin lokasi usaha ataupun fasilitas kredit. adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam usaha. adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis. d. d. manajemen. d. c. c. personalia. Sedangkan faktor Sosiologis yanng menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah: a. pembanu utama. Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya.

hanya 18% menyatakan ingin memperoleh uang. . hobi. Tasikmalaya. Merek ini market share nya paling banyak/uas. dan market nicher. Juwana di Pati. Faktor Environmental Di samping faktor personal yang ada di dalam diri pribadi wirausaha maka ada pengaruh faktor luar terhadap pembentukan watak wirausaha. atau merek yang dijual di pasar ada merek yang melekat di hati konsumen. yaitu: 1) Personal Attributes 2) Personal Environment Personal Attributes David McClelland di dalam bukunya The Achieving Society. ini ada beberapa daerah atau lokasi yang bannyak wirausahanya. Setelah itu ada market follower yang ikutikutan saja karena modal terbatas. b. Sedangkan penelitian di Rusia 80% menyatakan mereka membuka bisnis karena ingin menjadi boss dan memperoleh otonomi serta kemerdekaan pribadi. yang berusaha menunggu kesempatan mengatasi leader. Dalam suatu penelitian di Inggris menyatakan bahwa motivasi seseorang membuka bisnis adalah 50% ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri. Di pasar ditemukan pemimpin pasar. Adanya sumber-sumber yang tersedia. Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinyu. menyatakan bahwa seoarang wirausaha adalah seseorang yang memilki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak brwirausaha. Ngunut di Tulungagung. tantangan atau kepuasan pribadi dan melakukan kreativitas. c. d. misal Desa Manding di Bantul. Pada setiap produk. Dalam istilah pemsaran mereka ini terdiri atas market leader. yang masih bisa dimanfaatkan. Tanggulangin di Jawa Timur. dan 10% menyatakan jawaban membuka bisnis untuk kesenangan. ini disebut market leader. Cibaduyut di Bandung. market follower. market challenger. Indonesia. Garut. e. Kemudian menyusul penantang pasar (market challenger). merek belum terkenal dan terakhir market nicher yang menjual produknya pada relung-relung/celah pasar yang belum terisi oelh merek lain. Kotagede di Yogyakarta.Ceper di Klaten.16 kekuatan yang sedang dan yang lemah. Di negara kita. Wedi di Klaten. Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan Melihat uraian di atas muncul pertanyaan apakah sebenarnya yang paling mendorong seseorang untuk memasuki karir wirausaha? Jawabannya menyangkut dua hal. Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan.

8) Memiliki etika dan moral. transportasi. khususnya masyarakat menengah ke bawah. 4) Memiliki rencana yang jelas. Dalam hal pendidikan kewirausahan. Sejak perang dunia ke-2 sampai tahun1988 telah didirikan 636 perusahaan oelh dosen dan alumni MITI ini. 3) Penuh perhitungan. pendidikan kewirausahaan telah dilakukan puluhan tahun lalu. bahkan di beberapa negara.17 Madura. Menurut Kasmir ada bebrapa jurus awal yang harus segera dilakukan jika mau berwirausaha. Di daerah tersebut dijumpai kegiatan wirausaha membeli dan menjual barang. 6) Optimis dan penuh keyakinan. Jurus Awal Menjadi Pengusaha Sulitnya memutuskan untuk memulai berwirausaha hampir melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). apa pun nama kegiatannya. pergudangan. 7) Memiliki tanggung jawab. maka perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah. Langkah-langkah ini oleh Kasmir (2006) diartikan sebagai jurus yang akan membimbing dan mengarahkan seseorang sebelum memulai usaha. yaitu: 1) Berani memulai. Demikian pula suasana lingkungan yang lain yang bisa kita jumpai pada sejumlah dosen serta alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang mendirikan sejumlah perusahaan. merasa tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri. dan pemerintah kurang begitu tanggap untuk mengubah pola pikir masyarakat. Bali. 2006:8). Agar langkah-langkah untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang. Faktor penyebab tersebut antara lain pola pikir masyarakat yang diwujudkan dalam cita-cita. Akan tetapi. Sebenarnya untuk memulai segala sesuatau yang masih baru. sebagian besar ingin menjadi pegawai (mental buruh). 5) Tidak cepat puas dan utus asa. Suasana semacam ini sangat berpenaruk kepada warga masyarakata untuk menumbuhkan minat wirausaha. pasti akan terasa segan dan canggung. perbankan. setelah memasuki dunia baru tersebut. Pengusaha-pengusaha MIT ini saling bekerja sama dan mendorong pertumbuhan bisnis dan perkembangan teknlogi di Amerika. Banyak faktor penyebab yang mengakibatkan masyarakat belum berani memulai suatu kegiatan yang disebut wirausaha. . Demikian pula di Amerika terkenal daerah Silcon Valley di mana dijumpai banyak pengusaha-pengusaha besar. dan berbagai jasa konsultan. kita akan merasa adanya perbedaan (Kasmir. Padang.. Untuk melangkah ke suatu hal yang baru akan terasa berat dan gelap. dan sebagainya. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. 2.

Perhitungan yang dibuat sebaiknya dituangkan dalam suatu rencana yang lengkap. Artinya bisnis yang akan dijalankan pasti memiliki risiko dan untung. baik risiko kerugian. Berani memulai artinya seseorang harus segera memulai. Sikap untuk tida cepat putus asa ini akan memotivasi pengusaha untuk terus maju. Seorang calon pengusaha tidak akan pernah cepat puas atas hasil yang akan dicapai. siapa yang akan melaksanakannya. Banyak kendala yang dihadapi. harus siap rugi terlebih dahulu sehingga bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha nantinya. Kalupun teradi risiko yang harus ditanggung nantinya. Hal yang terpenting adalah memulai terlebih dahulu. sebelum melakukan bisnisnya seorang calon pengusaha perlu memperhitungkannya. Hal yang perlu diingat adalah menjalankan segala sesuatu dengan perhitungan matang dan selalu memiliki sikap optimis bahwa semua masalah dapat diatasi. berapa besar biaya yang dikeluarkan. Banyak orang mengatakan bahwa membuka usaha gampang. yakni untung atau rugi. . Tanpa rencana yang matang dan lengkap sulit untuk mencapa suatu tujuan yang akan dicapai. Rencana yang akan dijalankan ini memuat apa saja yang harus dialkukan. Penyakit seperti ini harus dikikis habis. Kemudian. tetapi memulainya sangat slt. Kemudian. Perlu dicamkan pula bahwa semakin besar risiko yanng dihadapi. memulai usaha dari hal-hal yang paling kecil sesuai dengan kemampuan si calon pengusaha. Perlu diingat bahwa dalam usaha (bisnis) hanya ada dua pilihan. Untuk itu. kapan akan dilakukan. Kegagalan merupakan sukses yang akan tertunda. Untuk memulai pertama kali suatu usaha memang terasa sangat berat. bangkrut atau risiko lainnya. semakin besar peluang untuk maju dan meraup keungtungan. seorang calon pengusaha dituntut untuk berani menanggung sehala risiko. Agar peluang memperoleh keuntungan tidak hilang dan segala kendala risiko yang bakal dihadapi dapat diatasi atau diminimalkan. barulah diketahui kekurangan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan lanjut. paling tidak berpikir untuk berusaha. bagaimana melakukannya. Penyakit takut rugi atau bangkrut.18 9) Dan lainnya. Terkadang niat dan motivasi yang kuat untuk berusaha tidak akan pernah terealisasi tanpa berani mulai saat ini juga. pengusaha juga diharuskan untuk tidak cepat putus asa atas segala kegagalan yang dialaminya. itu pun tidak terlalu meleset dari perhitungan. Rencana dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha harus dibuat selengkap mungkin. seperti dari mana dimulainya usaha tersebut dan apa yang perlu dipersiapkan. Ada istilah ekstrem bahwa jika ingin berwirausaha. rencana yang sudah dibuat akan dijadikan sebagai pedoman dalam melangkah ke depan. Langkah selanjutnya. Kalkulasi dalam prediksi apa yang akan terjadi sangatlah penting dan perlu dibuat di atas kertas kerja. Seorang calon pengusaha harus berani mengambil risiko sebesar dan seberat apa pun. Bahkan seorang calon yang hebat selalu haus akan kemajuan dan selalu akan merasa kurang. ini juga menjadi momok bagi calon wirausahawan baru. seorang calon pengusaha diminta untuk memiliki naluri dan daya pikir yang hebat.

D. Pengusaha harus mampu menghargai karyawan. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang . Menurut Stevenson. Di samping itu. kewirausahaan merupakan suatu polah tingkah laku manajerial yang terpadu. Tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan karena tanpa masyarakat usaha kita tidak akan pernah maju. Pengusaha juga harus mampu unuk menciptakan dan atau mencai peluang-peluang bau yang lebih memberikan harapan. Sifat optimistis dan penuh keyakinan bahwa usaha yang sedang dijalankan akan memberikan hasil selalu ditanamkan kepada setiap calon pengusaha. Misalnya. pelanggan. Dengan demikian. Jangan pernah ada rasa keraguan yang dapat menghentikan usaha yang akan dijalankan. kepada masyarakat. epngusaha selalu berusaha bertindak untuk lebih baik dari sebelumnya. masyarakat. Seseorang yang tidak memiliki sikap optimistis akan sulit untuk menembus setiap halangan atau rintangan yang akan dihadapinya. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. calon pengusaha juga harus memiliki tanggung jawab terhadap para pegawainya. Beberapa adalah orang mempunyai uang. Namun. optimistis dan penuh keyakinan tentunya harus penuh perhitungan yang matang. ataupun kepada pihak-pihak luar perusahaan. atau pihak-pihak yang berhubungan dengan prusahaan sesuai dengan etika yang berlaku. mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Hal ini perlu dijunjung tinggi mengingat etika dan moral berbisnis merupakan dasar untuk melakukan suatu bisnis yang baik. baik dalm hal memberikan kesejahteraan maupun keamanan mereka dalam bekerja. dalam hal komitmen untuk mengembalikan sesuatu yang wajib dilakukan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Terakhir. yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Rangkuman Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke delapan belas. Pengusaha juga diahruskan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap usaha yang sedang dijalankan. seorang calon pengusaha harus memiliki etika dan moral dalam menjalankan usahanya.19 Selidiki dengan teliti penyebab kegagalan tersebut dan segera perbaiki sehingga kegagalan tersebut tidak akan pernah terulang lagi. Mereka muncul dari kelas menengahbawah. Optimistis dan keyakinan akan berhasil merupakan bayangan yang akan terus mengikuti perasaan bahwa kita harus berhasil dalam menjalankan perusahaan.

Menurut McClelland karakteristik wirausaha ada 9. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis. dan berorientasi ke masa depan. yaitu: keinginan berprestasi. 5) konsep manajemen. mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Singkatnya. Dollars. orientasi ke masa depan.Tidak hanya itu. dan 6) kebijakan balas jasa. Devotion. kepemimpinan. begitu pula amoral failist. 3) komitmen terhadap sumberdaya. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. Dedication. pengambil risiko. keinginan bertanggungjawab. dan sikap terhadap uang. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. yakni: 1) orientasi strategis. Determination. berorientasi tugas dan hasil. . Everet Hagen yang menyatakan. keorisinilan. aktivitas energik. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality.20 tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. ketrampilan dan pengorganisasian. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep10 D. Doers. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. rangsangan oleh umpan balik. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. preferensi pada risiko menengah. 4) pengawasan umberdaya. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. Destiny. Sedangkan Meredith merumuskan 6 ciri wirausaha yaitu percaya diri. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. Details. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. Kesepuluh konsep itu adalah. and Distribute. karena memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. Dream. membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan kecil. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain. Decisiveness. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. 2) komitmen terhadap peluang yang ada. persepsi atas keberhasilan.

Malah kalau dipikir-pikir. 4) Penuh perhitungan. 9) Memiliki etika dan moral. dan (4) Proses Pertumbuhan. Sebutkan dan jelaskan dua pendekatan kewirausahaan! 3. Kini. Jelaskan 10 karakteristik wirausaha menurut William Bygrave! 9. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave. Mengapa setiap orang perlu memiliki sifat kewirausahaan! 12. sumbangan apa yang dapat diberikan oleh wirausaha untuk dirinya sendiri dan bangsa? 13. . Sebutkan dan jelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson! 6. ia memiliki 10 pabrik dan 2. Sedangkan Kasmir merumuskan jurus awal menjadi pengusaha adalah: 1) Berani memulai. Berikan minimal 2 contoh untuk masing-masing karakteristik! 8. kerja keras. daya adaptasi tinggi. E. Segalanya tentu tak mudah diraih. 8) Memiliki tanggung jawab. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Bahkan. Bayangkan.21 Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. 10) Dan lainnya. Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. saya terbiasa ditempa bekerja keras. Jelaskan model proses kewirausahaan ! 14. 6) Tidak cepat puas dan utus asa. Jelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan! 4. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). Pertanyaan Konseptual 1. Jelaskan 2 karakteristik wirausaha! 7. Jelaskan watak wirausahawan menurut McClelland! 11. Latihan I. (3) Proses Pelaksana. 5) Memiliki rencana yang jelas. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. Jelaskan watak wirausahawan menurut Meredith! 10. Jelaskan Jurus Awal Menjadi Pengusaha ! II. 7) Optimis dan penuh keyakinan. 2007) Seorang Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Cerita Sukses : KISAH SUKSES PENGUSAHA BURGER (Nopember 10. sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Jelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha! 5. (2) Proses Pemicu. menjadi urutan langkah-langkah berikut: (1) Proses Inovasi. Secara ekonomi. ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. Jelaskan pengertian kewirausahaan ! 2. Sejak kecil.

saya menikah dengan perempuan sedaerah. Dalam dua tahun. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Di awal-awal saya jualan. burger itu pasti mahal. hasilnya tak mengecewakan.700 per buah. Tak berhenti sampai di situ. saus. Burger dagangannya saya labeli Lovina. Dibantu seorang teman. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1. tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. Lalu.%27detail_images%27.%27500%27%29. Sungguh luar biasa. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Made Arsani Dewi. Saya harus menjual rumah dan mobil. saya pulang ke kampung halaman. Untuk mengembangkan usaha. pembeli mulai ketagihan. Kalau mau punya uang. lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur.wordpress. kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang. Masih untung karena istri saya bekerja. Saya pikir. saya melihat orang berjualan burger.Cililitan. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta. saya ecer di berbagai tempat. NYARIS TERSAMBAR PETIR Titik cerah muncul di tahun 1990. tapi tak juga diluluskan. http://cepiar. setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan.5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Sumber: http://cepiar.asp?act=1&id=10094&imageid=22178%2 7. Awalnya berjalan lancar. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah.%27516%27. Saya menjalani rute Kampung Melayu . masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Roti tak laku. Saya nekad meminjam uang ke bank. Rasanya miris sekali. tak pernah saya diberi uang jajan. dan mentega. sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Akhirnya. sebenarnya tidak. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Saya hanya mematok harga Rp 1.Pulogadung . Mereka mungkin berpikir. saya pun jatuh bangkrut. Ternyata. Pada 25 Desember tahun itu. daging. ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang. Saya berjualan telur. upaya saya berhasil. seperti roti. lalu dijual ke pasar. usaha saya mandeg. sayur. padahal seharian saya mengayuh gerobak. ya.wordpress. Pernah juga gara-gara hujan. Banyak suka dan duka yang saya alami. saya hijrah ke Jakarta. saya tak bisa jalan.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusahaburger/realview%28%27detail_images. Setelah lulus STM. Saya beli satu peti telur di pasar. Tahun 1985. Baru setelah tahu murah. saya hidup mengontrak. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusaha-burger/ .22 tiap pergi ke sekolah. saya nyaris disambar petir. Susahnya kalau hujan turun. gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Kerugian makin membengkak. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. Padahal. tak ada salahnya mencoba.Bahan-bahan pembuatan burger. saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. saya potong-potong. Saya pindah ke Perumnas Klender. saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Seminggu berkutat di dapur. Tanpa sengaja. dimakan sendiri. tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an.

6. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. tanyalah mengapa ia ingin menjadi wirausaha? Kegagalan dan keberhasilan apa yang pernah ia alami? Bagaimana ia menyikapi hal tersebut? F. 2. 1995. Bandung: Alpabeta. 1996. Masykur. RW. Jakarta:Cresindo. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Meredith. Mutis. Identifikasi karakteristik wirausaha apa yang dimiliki oleh tokoh di atas? 2. Jakarta: Prenada Media. A. Yogyakarta:BPFE. Kasmir.23 Pertanyaan diskusi: 1. Teori dan Praktek. Jakarta:PPM. dan Ebert. Binis (Jilid 1). Buchari. 7. Alma. 2007 4. Marzali. Bagaimana ia mengatasi kegagalannya? 3. Pengantar Kewiraswastaan. Carilah tokoh serupa di sekitar lingkungan Anda. 1996 (terjemahan). Geoffrey G. . Wiratmo. Jakarta:Prehallindo. Thoby. 2007. 1997.. Kewirausahaan yang Berproses. 5. Kewirausahaan. Daftar Pustaka 1. Kewirausahaan. Kewirausahaan.et al. 2005. 3. RJ. Griffin.

sosial.2: Kepemimpinan Oleh: Nahiyah J. organisasi politik memerlukan pemimpin. berani mengambil risiko.Si. Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan. Negara memerlukan pemimpin. Menjelaskan. Pentingnya Pemimpin Where have all the leaders gone? (ke mana gerangan para pemimpin yang memiliki kaliber tentunya).Lies Endarwati. anak-anak di rumah memerlukan orangtua yang dapat memimpin anaknya. G. . 4.24 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. 8. dan manajemen waktu. SE. 10. Dunia ini memerlukan banyak pemimpin yang dapat membawa keadaan ke arah yanng lebih baik. Menjelaskan ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan. Menjelaskan teori-teori kepemimpinan. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi mengambil keputusan. H. Materi I. guna memberi motivasi pada para pekerja dan memberi garis arahan yang paling baik bagi masa mendatang. M. Mereka memiliki peranan nyata dalam membentuk pola pikir. kelompok agama memerlukan pemimpin. Menjelaskan langkah-langkah dalam mengambil keputusan. 5. Menjelaskan pendekatan studi kepemimpinan. para pemuda memerlukan figur pemimpin yang dapat memberikan keteladanan dan inspirasi. KEPEMIMPINAN 1. memberi contoh dan menerapkan manajemen waktu. Menjelaskan sebab-sebab munculnya pemimpin 3. Menjelaskan dan memberi contoh jiwa kepemimpinan. 7.SIP. 2. M. C. 6. M. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil risiko. Mereka berfungsi sebagai simbol dari kesatuan moral yang diharapkan adalah peserta mampu pelatihan dapat menerapkan jiwa kepemimpinan. Faraz. dan banyak lagi kelompok-kelompok manusia yang memerlukan pemimpin yang hebat. 9. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. & Dyna Herlina S.. demikian ada orang bertanya. perusahaan memerlukan pemimpin yang tangguh dan berkualitas.Pd.. Kebayakan negara menginginkan para pemimpinnya untuk maju ke depan serta mengatasi krisis ekonomi. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil keputusan.

menetapkan arah yang benar atau yang paling baik bila kegagalan terjadi. memfokuskan perhatian pada tujuantujuan perusahaan. melepaskan mereka berjalan sendir. jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan. Setiap kelompok atau organisasi membutuhkan pemimpin. menentukan tujuan-tujuan untuk mereka sendiri dan orang lain. Efektivitas wirausaha sebagai pemimpin ditentukan oleh hasil-hasil yang dicapai wirausaha. Semata-mata merupakan kenyataan hiduplah bahwa kelompok-kelompok dengan pemimpin dapat melakukan hal-hal tersebut secara lebih efisien dan lebih benar daripada kelompok tanpa pemimpin. bimbingan. mengendalikan diri sendiri. Pemimpin mengekspresikan etika kerja dan nilai-nilai yang merangku masyarakat. mereka tidak mampu memimpin karyawan. mereka hanya mencapai beberapa tujuan. tidak bisa bekerja sama dengan oarng lain atau mereka tidak bisa menguasai. baik pemimpin yang timbul sendiri dari kelompok tau yang ditugaskan. kurang pengarahan. Pada umumnya kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak efektif. Seseorang dapat menjadi pemimpin yang berhasil. karena mereka harus mencari peluang-peluang. mengkoordinasikan perubahan. membina kontak antar pribadi dengan pengikutnya. Bahkan kelompok/organisasi yang menggunakan pendekatan partisipasif terhadap pemecahan masalah juga membutuhkan adanya konseling. Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil. Berbagai kekeliruan terjadi di bawah kepemimpinannya. Organisasi kerja tanpa pemimpin tidaklah lebih daripada propaganda “ kue di langit”. baik yang memimpin beberapa atau beratus-ratus karyawan. efesiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan yang dipimpin. dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. Dari hakikat pekerjaannya mereka adalah pemimpin. Pemimpin diprlukn untuk menentukan tujuan. Kenyataan dalam manajemen menunjukkan bahwa kelompok pekerja yang dibiarkan sendiri tanpa pemimpin. Pimpinan perusahaan merupakan unsur pokok dan sumber yang langka di dalam setiap perusahaan. kira-kira 50% gagal dalam tempo 2 tahun dan pada akhir tahun kelima hanya tinggal 30% yang masih jalan. dan disiplin. Prestasi total sebuah bisnis terutama ditentukan oleh sikap dan tindakan dari sang wirausaha.25 masyarakat. dan masukan yang hanya dapat diberikan oleh pemimpin yang dihargai. memulai proyekproyek mengumpulkan sumber daya manusia dan finansial yang diperlukan untuk melaksanakan proyek. mengalokasikan sumberdaya yangblangka. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Tidak ada satu faktor pun yang memberikan lebih banyak manfaat terhadap sebuah organisasi daripada pemimpin yang efektif. . Statistik perkembangan perusahaan menunjukkan bahwa setiap 100 perusahaan yang baru berdiri.

kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Kepemimpinan timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi anggota lainnya di dalam kelompok”. state that leadership is influencing people to follow in the achivement of a common goal. Ada tiga implikasi penting yang tercakup dalam kepemimpinan dari beberapa definisi di atas yaitu: Pertama. haruslah yang dapat menguasai dan mengembangkan diri sendiri. kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian penngaruh pada kegiata-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.Terry. dan sebagainya. Leadership is the activit of influencing people to strive willingly for group objectives. Seorang wirausaha yang baik adalah seorang pemimpin dalam bisnis. kepemimpinan melibatkan orang lain. memberi nasehat. Harold Koontz and Cyril O’Donnell. memberi imbalan yanng cukup kepada karyawan. dan juga perilaku pemimpin sendiri yang tidak bisa menjadi contoh. Seorang wirausaha tidak hanya mengingatkan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu memajukan perusahaan. . dan juga mampu menguasai serta mengarahkan dan mengembangkan para karyawannya. orang yang perilakunya akan lebih memengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang memengaruhi mereka. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. Definisi Kepemimpinan Banyak definisi diberikan tentang kepemimpinan. Stoner. Jadi wirausaha harus pandai merangkul dan melibatkan para karyawan dalam segala aktivitas perusahaan. memberikan definisi kepemimpinan sebagai “suatu interaksi antar anggota suatau kelompok. kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan. Kedua. Untuk melibatkan para karyawan. kurang disiplin. 2. seperti bawahan atau para pengikut. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan. Pemimpin merupakan agen perubahan. antara lain: George R. demikian pula dengan relasi perusahaan tidak terjalin kerjasama yang baik. Banyak lagi definisi tentang kepemimpinan. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. Handbook of Leadership. kemungkinan pemimpin harus menggunakan berbagai cara misalnya memberi hadiah. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan. sama seprti banyaknya orang yang membuat definisi itu.26 Misalnya karyawan tidak bisa dimotivasi untuk bekerja lebih baik. Ketiga.

Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektivitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi/tugas-tugas yang dilakukan. 3. 4. Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifatsifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun di mana dia berada. 2) Teori Sosial Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan. Dia memeng sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak. Teori ini menganut pandangan deterministis artinya pandangan yang sudah ditentukan sejak dulu.27 Seorang wirausaha juga harus dapat memberi contoh yang baik. dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasi perilaku-perilaku (behaviors) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif. dan sebagainya. perilaku. ketrampilan dan pengharaan bawahan. Sebab-sebab Munculnya Pemimpin Menurut Kartini Kartono (1983:29). bagaimana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yanng diperintahkan. dorongan. Pandangan ini telah menimbulkn pendekatan “contingency” pada kepemimpinan. ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: 1) Teori Genetis Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak ahir dan tidak dapat dibuat. Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak. dididik dan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat di kemudian hari. yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan Penelitian-penelitian dan teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. dan situasional (“contingency”) dalam studi tentang kepemimpinan. sebagai berikut: . 3) Teori Ekologis atau Sintetis Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin. Ketiga pendekatan tersebut akan dibahas secara kronologis. Kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan. yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektivitas situasi gaya kepemimpinan tertentu.

Berbagai sifat dipelajari untuk menentukan apakah hal-hal tersebut berhubungan dengan kepemimpinan efektif. Daftar sifat-sifat ini dapat menjadi sangat panjang tetapi cenderung mencakup energi. Antara pemimpin dan bukan pemimpin dapat dilihat dengan mengidentifikasi sifat-sifat kepribadiannya. Mereka percaya bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya. Seorang peneliti. . Pendekatan psikologis ini untuk sebagian besar didasarkan atas pengakuan umum bahwa perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian. dorongan.28 Sifat-sifat  perilaku  situasional . terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain. pergaulan sosial dan persahabatan. sering menemukan bahwa pemimpin cenderung mempunyai tinngkat kecerdasan lebih tinggi. pengendalian dan keseimbangan mental maupun emosional. pengetahuan dan kecerdasan. Sebagian besar penelitian-penelitian awal tentang kepemimpinan ini bermaksud untuk: a) membandingkan sifat-sifat orang yang menjadi pemimpin dengan sifat-sifat yang menajdi pengikut (tidak menjadi pemimpin). Penelitian lain mencoba untuk membandingkan sifat-sifat pemimpin yang efektif dan tidak efektif. integritas. Tetapi kombinasi sifat-sifat tertentu yanng akan membedakan antara pemimpin atau calon pemimpin dari pengikut. dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukkan sifat-sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. lebih ramah. kepandaian berbicara. Edwin Ghiselli. dan lebih percaya diri daripada yang lain dan mempunyai kebuthan akan kekuasaan lebih besar. belum pernah ditemukan. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut: a) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksanan fungsi-fungsi dasar manajemen. kepercayaan diri. bentuk fisik. Usaha sistemik pertama yang dialkukan oelh para psikolog dan para peneliti untuk memahami kepemimpinan adalah mengidentifikasikan sifat-sifat pemimpin. dan sebagainya.contingency 1) Pendekatan Sifat-sifat (Traits Approach) Para teoritisi kesifatan adalah kelompok pertama yang bermaksud menjelaskan tentang aspek kepemimpinan. pandangan. antusiasme. dan b) mengidentifikasi ciri-ciri dan sifat-sifat yang dimiliki oleh para pemimpin efektif. Berbagai studi pembandingan sifat-sifat pemimpin dn bukan pemimpin. berani. imajinasi.

atau inovasi. Sebagai contoh. Abraham Lincoln. Para atau wirausaha seperangkat adalah ciri-ciri individu-individu ideal yang telah mengembangkan dan gaya kepemimpinan mereka sendiri. atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah. tetapi tidak satupun sifat yang secara absolut esensial. Kesadaran bahwa Anda sendiri yang menentukan kadar kemampuan kepemimpinan Anda. telah banyak orang tahu tentanng tokoh-tokoh seperti Napoleon. Ada juga berbagai kasus di mana seorang pemimpin sukses dalam suatu situasi tetapi tidak dalam situasi lain. (2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial. Ada banyak keterbatasan dalam pendekatan yang melihat sifat-sifat kepemimpinan. Alexander the Great. akan membantu Anda dalam upaya melakukan perbaikan-perbaikan. Winston Churchill. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru . Namun demikian sifat-sifat kepemimpinan perlu dikembangkan sebagi upaya untuk melahirkan pemimpin. Adolf Hitler. yang dalam berbagai hal berbeda satu dengan yanng lain. Soekarno. Tidak ada cara terbaik untuk menjadi pemimpin. Inisiatif. pemikiran kraetif dan daya pikir. mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan sukses. Akhirnya. banyak dari mereka mempunyai sifat yang berbeda. Mao Tse-Tung. Kepercayaan diri. (3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. Mengembangkan Sifat Kepemimpinan Sifat-sifat kepemimpinan harus dikembangkan sendiri karena sifat-sifat ini berbeda-beda pada setiap orang. Mahatma Gandhi. tidak tampak sifat-sifat kepemimpinan yang ditemukan secara umum pada semua tokoh tersebut. c) Kecerdasan. d) e) f) Ketegasan. Namun. Megawati. dan (4) sikap-sikap hubungan manusiawi. Suharto. walaupun semua sifat yang dikemukakan para peneliti dapat menjadi yang diinginkan ada dalam diri pemimpin. Abdurahman Wahid. mencakup kebijakan. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. Susilo Bambang Yudhoyono dan sebagainya. pemimpin. Sedangkan Keith Davis mengikhtisarkan emapt ciri/sifat utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi: (1) Kecerdasan. Jika Anda meniru secara buta seorang pemimpin lain.29 b) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. Dalam kenyataannya. maka bakat keterampilan kepemimpinan Anda tidak akan pernah berkembang sepenuhnya.

Daripada berusaha menemukan sifat-sifat. maka potensi Anda sebagai . Mendelegasikan tanggung jawab akan mengembangkan rasa percaya dan keyakinan yang diperlukan karyawan Anda untuk pemimpin pun juga tercapai. bagi harus Anda untuk putuskan bagaimana dan meningkatkan prestasi setiap orang. peneliti mlai mengeksplorasi pemikiran bahwa bagaimana seseorang berperilaku menentukan keefketifan kepemimpinan seseorang. Semakin Anda berkualitas sebagai seorang pemimpin. 2) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) Di akhir tahun 40-an. Uji coba kemampuan Anda dalam memimpin ini akan menyiapkan Anda untuk peranan kepemimpinan yang lebih penting. Pada tahun 1947. maka selanjutnya para peneliti meneliti perilaku dan pengaruhnya pada prsetasi dan kepuasan dari pengikut-pengikutnya. Anda dapat merancangkan peluang-peluang mereka mengembangkan meningkatkan kemampuan individual mereka. Sebagai seorang pemimpin Anda bertanggung jawab untuk mengembangkan karyawan dengan cara yang paling efektif. Anda dengan Situasi untuk meningkatkan Cara yang kemampuan baik untuk kepemimpinan Anda dapat ditemui dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari Anda dan pergaulan karyawan Anda. Anda pun harus menilai pengalamanpengalaman mereka untuk mengukur keberhasilan mereka dan kegiatan serta tanggungjawab tambahan yang dapat mereka pikul di masa depan. semakin besarlah ketergantungan Anda pada karyawan untuk mendukung dan memikul tanggungjawab Anda. mempraktekkan ketrampilan Anda adalah dengan menyadari adanya peluangpeluang untuk menunjukkan kemampuan Anda memimpin dalam kegiatan seharihari. kepemimpinan adalah suatu sikap yang terlihat dalam ancangan para wirausaha terhadap pencapaian tugas-tugasnya. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain. Karena karyawan merupakan harta yang paling penting dalam organisasi Anda. Rensis Likert mulai mempelajari bagaimana cara yanng paling baik unuk mengelola usaha dari individu-individu untuk mencapai kinerja dan mencapai potensi mereka sepenuhnya. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik ialah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan“. Pekerjaan Anda sekarang harus dapat memberikan sejumlah peluang untuk mempraktekan dalam kepemimpinan. Kalau potensi karyawan Anda terwujud. Setelah melakukan hal itu.30 Keperibadian Anda akan ikut memengaruhi perilaku kepemimpinan Anda. Untuk sebagian besar. Pemimpin biasanya bersedia menerima tantangan yang mengandung baik risiko maupun peluang yang besar. Seorang pemimpin mengerti tugas keseluruhan yang harus dicapai dan seringkali memutuskan cara-cara baru dan inovatif untuk mencapainya. akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo sliro.

asuransi. b) Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tetapi dapat dicapai. peralatan berat. Tujuan dari kebanyakan penelitian kepemimpinan yang diilhami oleh Tim Likert di University of Michigan (UM) adalah untuk menemukan prinsip dan metode kepemimpinan yang efektif. Tingkat turnover. imbalan. Bahan terbuang f. Pemimpin ini mengandalkan kekuatan paksaan. dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka. dan hukuman untuk memengaruhi sifat-sifat dan prestasi penngikutnya. rumah sakit. seperti perencanaan dan . Data didapat dari ribuan karyawan yanng melakukanberbagai macam tugas.31 kepuasan sebagaimana yang diinginkan. Kepuasan kerja dari anggota organisasi. petroleum. disebut sebagai job-centered/ berpusat pada pekerjaan dan employee-centered/ berpusat pada karyawan. Melalui wawancara dengan pemimpin dan pengikutnya. dan sakit hati. Baiya e. c. Motivasi karyawan dan manajerial. b. d) Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan. elektronik. dan agen pemerintahan. e) Berminat mencapai peningkatan produktivitas. Studi dilakukan pada berbagai jenis organisasi: kimiawi. Pemimpin yang job-centered/berpusat pada pekerjaan (tugas) menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melaksanakan tugas dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. Seorang pemimpin dengan orientasi pekerjaan/tugas cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan staffnya. Perhatian pada orang dilihat sebagai suatu hal mewah yang tidak dapat selalu dipenuhi pemimpin. peneliti mengidentifikasikan dua gaya kepemimipinan yang berbeda. yakni tujuan-tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas. bank. makanan. mulai dari pekerjaan yang tidak terampil sampai dengan pekerjaan penelitian dan pengembangan yang berketerampilan tinggi. c) Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu. Pemimpin yang kadar orientasi-pekerjaannya rendah cenderung menjadi tidak aktif dalam mengarahkan perilaku yang beorientasi tujuan. d. mengarahkan dan membimbing. absensi. Produktivitas per jam kerja. Kriteria keefektifan yang digunakan dalam banyak studi tersebut adalah: a. sarana umum. atau pengukuran lainnya yang mirip dari keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan produksinya.

Orang-orang yang kuat dalam orientasiorang cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan. nilai-nilai. Pemimpin yang berpusat orang/karyawan. Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku yang diberi imbalan akan bertambah dalam frekuensinya. b) Menunjukkan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. percaya dalam mendelegasikan pengambilan keputusan dan membantu penngikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara membentuk suatu lingkungan kerja yang suportif. Dalam hubungan mereka dengan karyawan. Ciri-ciri umum yang terdapat pada pemimpin yang orientasi-karyawannya tinggi meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Mereka mengerti kebutuhan. f) Mendelegasikan kekuasaan dan tanggungjawab. e) Menerapakan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. serta tidak mendelegasikan kekuasan dan tanggungjawab. Mereka menunjukkan ketrampilan yang tinggi dalam bidang hubungan antar manusia. Orang-orang yang orientasi-orangnya tinggi belum tentu merupakan orang-orang yang ramah dan sosial. dan bahwa perilaku yang tidak diberi imbalan (dihukum) akan berkurang dalam frekuensinya. Tindakan-tindakan ini diasumsikan dapat memajukan pembentukan dan perkembangan kelompok. memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan ketimbang kerjasama. Pemimpin yang berpusat pada karyawan memiliki perhatian dan memotivasi terhadap kemajuan. tujuan-tujuan.32 penjadwalan. Mereka bersifat membujuk ketimbang menghukum. batas-batas dan kemampuan mereka sendiri. tujuan-tujuan. serta mendorong inisiatif. melarang dan menghakimi. pertumbuhan. d) Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan staff. dan prestasi pribadi pengikutnya dan membina hubungan manusiawi. jika timbul. c) Menunjukkan pengertian dan rasahormat pada kebutuhan-kebutuhan. melainkan mereka dapat menangani pelbagai macam orang dengan efektif. g) Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. perasaan dan ide-ide karyawan. mengarahkan dan mengambil inisiatif daripada mengkritik. mengkoordinasi. Mereka cenderung bekerja seperti para karyawan lain dan tidak membedakan peranan mereka sebagai pemimpin organisasi secara jelas. Pengertian dan pengetahuan tentang diri . Pemimpin yang orientasi-orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam hubungan dengan karyawan mereka. Mereka memberikan pengaruh kuat dan pengarahan yang kuat namun dengan cara yang tidak menimbulkan dendam. keinginan-keinginan. mereka cenderung memberikan nasehat.

tugas. pada kenyataannya lebih efektif dibanding pendekatan lain. para pemimpin dapat mengarahkan usaha-usahanya secara lebih efektif sehingga tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan.33 sendiri ini merupakan suatu prasyarat yang diperlukan untuk hubungan yang baik dengan orang lain. berdiskusi dan berdebat. Maka teori kepemimpinan situasional mengusulkan bahwa keefektifan kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara kepribadian. 3) Pendekatan Situasional – Contingency Pendekatan kesifatan dan perilaku belum sepenuhnya dapat menjelaskan kepemimpinan. dan menggunakan informasi yang mereka terima untuk mengarahkan dan melibatkan karyawan mereka dalam tindakan yang efektif. kekuatan. mereka membantu orang untuk memenuhi kebutuhan ini. beberapa penelitian membuktikan pula bahwa pendekatan otokratik di bawah berbagai kondisi. apakah ada gaya mendelegasikan kepemimpinan normatif atau ideal. sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer di bawah seluruh kondisi. kedua-duanya berjalan seiring. d) Mereka melibatkan para karyawan mereka dalam tujuan perusahaan dengan memahami kebutuhan-kebutuhan mereka dan kekuasaan serta membagi tanggungjawab. mengajukan pertanyaan. sikap. c) Mereka dapat menerima dan menghargai nilai-nilai dan gaya hidup yang berlainan. Di lain pihak. Mereka menunjukkan kemampuan dan kesediaan untuk berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali berbeda dengan mereka. Jadi pengalaman-pengalaman kepemimpinan mengungkapkan bahwa dalam berbagai situasi pendekatan partisipatif yang lebih efektif. Banyak praktisi manajemen merasa konsep tersebut membuat peningkatan prestasi dan perbaikan sikap. Kesimpulan yang dapat dibuat. Telah terjadi perdebatan untuk mencari jawaban. mereka mendengarkan. Melalui berkomunikasi dengan para karyawan mereka. Perdebatan ini biasanya berpusat pada gagasan ideal itu ada: yaitu gaya yang secara aktif melibatkan bawahan dalam penetapan tujuan dengan menggunakan teknik-teknik manajemen partisipatif dan memusatkan perhatian baik terhadap karyawan dan pekerjaan. Di samping itu. atau pendekatan orientasi pekerjaan/tugas dibanding pendekatan orientasi karyawan dari sisi lain. e) Mereka memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik. b) Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain. . bahwa kepemimpinan adalah kompleks dan gaya kepemimpinan yang paling tepat tergantung pada beberapa variabel yang saling berhubungan.

(3) kecenderungan kepemimpinan sendiri. b) Kekuatan-kekuatan dalam diri para baahan. Pendekatan yang paling efektif . (3) apakah mereka tertarik dalam dan mempunyai keahlian untuk penanganan masalah. dan (4) perasaan aman dan tidak aman. dan (3) teori siklus-kehidupan dari Harsey dan Blanchard. Mereka mengemukakan bahwa manajer harus mempertimbangkan tiga kumpulan “kekuatan” sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan.34 persepsi dan situasi. mencakup: (1) tipe organisasi. (2) kebutuhan mereka akan peningkatan tanggungjawab. dan (3) situasi. (2) pengikut atau bawahan. meliputi: (1) kebutuhan mereka akan kebebasan. mengatakan bahwa ada tiga variabel kritis yang memengaruhi gaya kepemimpinan.Schmidt adalah di antara para teoritisi yang menguraikan berbagai faktor yang memengaruhi pilihan gaya kepemimpinan oleh manajer. dan (4) sifat masalah itu sendiri. Ketiganya saling berhubungan dan beriteraksi. dan (4) harapan mereka mengenai keterlibatan dalam pembuatan keputusan. c) Kekuatan-kekuatan dari situasi. (2) toeri “contingency” dari Fiedler. seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini: Kemampuan dan Kualitas Pemimpin Situasi Situas Kemampuan dan Kualitas Bawahan Follett juga menyatakan bahwa para pemimpin seharusnya berorientasi pada kelompok dan bukan berorientasi pada kekuasaan. Teori situasional yang terkenal adalah: (1) rangkaian kesatuan kepemimpinan dari Tannembaum dan Schmidt. Konsep Tannenbaum dan Schmidt ini disajikan sebagai suatu rangkaian kesatuan kepemimpinan (leadership continum). yang mengembangkan Hukum Situasi. yaitu: a) Kekuatan-kekuatan dalam diri manajer. yaitu (1) pemimpin. (2) efektivitas kelompok. yang mencakup: (1) sistem nilai. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kepemimpinan Mary Parker Follet. Rangkaian Kesatuan Kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt Robert Tannenbaum dan Warren Ha. (2) kepercayaan terhadap bawahan. (3) desakan waktu.

Sitasi dinilai dalam istilah situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. mengendalikan dan memengaruhi situasi. Tetapi seharusnya pemimpin dapat mengubah-ubah gaya-gaya kepemimpinan mereka untuk memenuhi persayaratan/kebutuhan situasi tertentu dan seharusnya mereka dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang efektif. Bila pemimpin mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk mengubah kepribadian dasar dan gaya kepemimpinannya. adalah sedapat mungkin fleksibel. Situasi dirumuskan dengan karakteristik: (1) Derajat situasi di mana pemimpin menguasai. atau pemimpin harus dipilih yang gayanya cocok dengan situasi yang ada. menurut mereka. situasi harus diubah. Pada dasarnya. struktur tugas. pengalaman pemimpin dan anggota kelompok. maupun memilih perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan dalam waktu dan tempat tertentu. Maka dapt disimpulkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang paling efektif. Bila situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan hanya moderat. Teori ini sangat dipengaruhi oleh penelitian-penelitian kepemimpinan sebelumnya. Studi Fiedler ini tidak melibatkan variabel-variabel situasional lainnya. Fiedler mengidentifikasikan ketiga unsur dalam situasi kerja ini untuk membantu menentukan gaya kepemimpinan mana yang akan efektif yaitu hubungan pimpinan anggota.35 sebagai manajer. Definisi-definisi memahami teori ini: . seperti motivasi dan nilai-nilai bawahan. dan posisi kekuasaan pemimpin yang didapatkan dari wewenang formal. dan (2) derajat situasi yang mengahadapkan manajer dengan ketidak pastian. teori ini menyatakan bahwa efekivitas suatu kelompok atau organisasi tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan sitasi. tipe kemmpinan hubngan manusiawi yang toleran dan lunak akan sangat efektif. mereka perlu menyesuaikan gaya-gaya kepemimpinannya terhadap situasi. Situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan apabila dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas akan efektif. Teori Siklus-Kehidupan dari Harsey dan Blanchard Satu lagi teori kepemimpinan penting yang mempergunakan pendekatan “contingency” adalah teori siklus kehidupan (Life-cycle theory) dari Paul Harsey dan Kenneth Blanchard. Teori “Contingency” dari Fiedler Suatu teori kepemimpinan yang komplek dan menarik adalah contingency model of leadership effectiveness dari Fred Fiedler. Konsep dasar teori siklus-kehidupan adalah bahwa strategi dan perilaku pemimpin harus situsional para dan terutama didasrkan berikut pada akan kedewasaan membantu atau untuk ketidakdewasaan pengikut.

Sebagai manajer. di mana. Iini mencakup besarnya dukungan yang disediakan oleh pemimpin dan tingkat di mana pemimpin menggunakan komunikasi antar pribadi dan perilaku pelayanan. Vaiabel-variabel kedewasaan ini yang dipertimbangkan hanya dalam hubungannya dengan tugas tertentu yang dilaksanakan. Pengetahuan tentang teori akan membantu untuk mengidentifikasikan perilaku kepemimpinan yang paling tepat. menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan. dan keinginan dan kemampuan mereka untuk mengambil tanggung jawab. semua oarng harus berhati-hati terhadap berbagai macam gaya kepemimpinan yang tersedia. Pemimpin ini mempunyai keistimewaan tertentu misalnya mempunyai kekuatan gaib. dan cara-cara penyelesaian pekerjaan. Perilaku tugas adalah tingkat di mana pemimpin cenderung untuk mengorganisasikan dan menentukan peranan-peranan para pengikut. Ini membantu untuk menanggapi terhadap orang-orang dan situasi secara tepat dan membuat penyesuaian bila terjadi penyimpangan dari antisipasi. kapan. Tetapi semua orang juga harus menggunakan pengamatannya sendiri untuk memelajarinya melalui analisa terhadap hasil-hasil. Tipe Kepemimpinan Dalam Kartini Kartono (1983:69). Pentingya fleksibilitas Dalam organisasi. ada beberapa tipe kepemimpinan yang dikenal adalah sebagai berikut: 1) Tipe Kharismatis 2) Tipe Paternalistis dan maternalistis 3) Tipe Militeristis 4) Tipe Otokratis 5) Tipe Laissez Faire 6) Tipe Populistis 7) Tipe Administratif 8) Tipe Demokratis Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi. saluran komunikasi. dibutuhkan fleksibilitas. dan sebagainya.36 Kedewasaan (maturity) adalah kapasitas/kemampuan individu atau kelompok untuk menetapkan tujuan tinggi tetapi dapat dicapai. berani. perilaku kepemimpinannya akan dipelajari pada jabatannya. berkenaan dengan hubungan pribadi pemimpin dengan individu atau apra anggota kelompoknya. manusia super. daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. dan bagaiman tugas-tugas diselesaikan. . Perilaku hubungan. Sebagai manajer. saat berinteraksi dengan para bawahan. Ini tergantung pola-pola perancangan organisasi. seprti dalam kehidupan lainnya. 11.

pekerjaan komputer dasar. Dengan kepemimpinan administratif diharapkan muncul perkembangan tknis. menggunakan bberapa alat sederhana dan sebagainya. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal dia menjadi raja. Tipe otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yanng mutlak harus dipatuhi. tidak mampu mengkoordinasi suasanan kerja tidak kooperatif. Pemimpin ini tidak berwibawa. Kekuatan organisasi tipe demokrasi terletak pada partisipasi aktif dari setiap karyawan. manajemen modern dan perkembangan sosial. Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. Pemimpinnya hanya merupakan simbol yang tidak memiliki keterampilan. . dan c) Conceptual Skills Technical Skills. mengetik. menghendaki bawahan agar selalu patuh. berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain. 12. Tipe militeristis banyak menggunakan sistem perintah. Walaupun seorang wirausaha merupakan pemimpin yang dapat menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu pekerjaan. penuh acara formalitas. Keterampilan tersebut misalnya keterampilan pembukuankeuangan. Keterampilan Kepemimpinan (Ladership Skills ) Menurut Keith Davis. Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunyasendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan. b) Human Skills. kekuasaan sangat absolut. Tipe administratif ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. yaitu: a) Technical Skills. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya. Tipe demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya. namun dia harus mampu melaksanakan sendiri pekerjaan-pekerjaan tertentu. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan. tidak mampu mengawasi karyawan. Pemimpin tipe ini kurang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemmpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Human Skills. ada tiga keterampilan kepemimpinan.37 Tipe paternalistis bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seoranng ibu yang penuh kasih sayang. Setiap perintah ditetapkan tanpa konsultasi. sistem komando dari atasan ke bawahan sifatnya keras sangat otoriter.

jeas sangat penting buat berbicara. pesaing. harus menguasai berbagai pengetahuan tentang manajemen bisnis. dan dijadikan dokumen perusahaan yang mungkin diperlukan di lain kesempatan.38 Conceptual Skills berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep lain dalam memudahkan pekerjaan. • Membangun jaringan kerja. ataupun melakukan “Downsizing” (perampingan organisasi). Pandangan lain menyatakan bahwa skills yang diperlukan dalam kewirausahaan dapat diklasifikasikan dalam tiga hal. meyakinkan. dan sebagainya. tahun depan misalnya. • Mampu menyusun organisasi. • Teknologi ini mencakp berbagai teknologi untuk keperluan proses produksi. membentuk jaringan usaha yang saling teknologi komunikasi. manajemen pemasaran. Atau keterampilan menulis diperlukan guna membuat sebah memo yang menarik dalam hubungan dengan pihak lain. bagaimana menggerakkan orang-orang. • Business Management. • Hubungan antar manusia. seni memimpin.lingkungan sekitar lokasi perusahaan. sitem kontrol. baik lingkungan internal perusahaan seperti dengan karyawan maupun lingkungan eksternal dengan pihak pemasok. apakah dengan karyawan ataupun dengan pihak eksternal atau pada seluruh stakeholder bisnis. sebaginya. • Listening. ini penting misalnnya pada saat kapan diperlukan membentuk sebuah tim kerjasama. peralatan kantor dan . memotivasi. keuangan. • Menguasai linkungan. negosiasi dengan pihak lain dan menjalin networking. seorang wirausaha harus mampu mendengar dan mampu menerjemahkan apa yang didengar baik dari karyawan maupun dari pihak luar. mengatasi konflik dalam organisasi. kapan perlu menambah karyawan. yaitu: a) Technical Skills seperti: • Menulis. komputer. akan tetapi satu sama lain saling mendekati/merangkul menguntungkan. sekarang ini ada kecenderunga dunia usaha tidak lagi bersaingan. ini diperlukan untuk mencatat apa yang perlu dicatat. harus dijalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan karyawan dan dengan pihak luar perusahaan. • Komunikasi lisan.

memiliki keterampilan berunding.  Negotiation.  Mengambil resiko. • Membangun tim.39 • Membimbing. seorang wirausaha harus mampu membimbing karyawan agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. operasional dan sebagainya.  Managing growth. tawar-menawar. pada saat pertumbuhan bisnis. embaca penerimaan dan pengeluaran keuangan. tidak lengah. strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target market yang telah ditetapkan serta mampu mencari/mengumpulkan informasi sebgai bahan pengambilan keputusan. baik global maupun detail. memiliki keterampilan mencatat.  Keuangan meiliki keterampilan mencari sumber modal jangka panjang ataupun jangka pendek. b) Business Management Skills seperti:  Merencanakan. agar jalannya usaha tidak goyang dalam keraguaguan. mampu melihat peluang-peluang yang ada taupun mencipatakan peluang baru. menciptakan taktik dan strategi jitu menuju perkembangan yang feasible sehingga tidak salah arah yang mengakibatkan kerugian. . menghitung efisiensi dan sebagainnya. terampil meramal resiko dan antisipasi resiko. hasil penemuan baru dalam berbagai bidang bisnis. tetap berpijak pada landasan disiplin.  Inovasi. mengetahui pasar sasaran. finansial. organisasi. memiliki keterampilan menggunakan hasil-hasil penelitian. jika perlu sanggup memberi contoh. harus mampu memimpin perkembangan bisnis. seorang wirausaha harus mampu membuat rencana. Tim juga perlu guna membangun kebersamaan yang kompak dalam organisasi. loby sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bisnisnnya. ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan percepatan pencapaian tujuan organisasi. rapat. dapat pula dielaborasi oelh karyawan dalam langkah-langkah yanng lebih rinci. c) Personal Entrepreneurial Skills seperti:  Disiplin.  Accounting. sehingga pada satu keputusan. tidak lupa daratan.  Pemasaran. Namun tidak takut menghadapi resiko karena sudah diperhitungkan dengan menganalisis data dan fakta yang ada. Apabila dibuat rencana global.  Membuat keputusan. berdasarkan data atau informasi yang terkumpul seorang wirausaha harus mampu secra cepat dan tepat mengambil keputusan.

yang bakal hasilnya tidak diketahui dan harus dinilai secara obyektif. Situasi ini mengandung potensi kegagalan dan potensi sukses. Perusahaan tersebut . II. dengan gaji Rp 10 juta per tahun dan dengan kemungkinan promosi setiap lima tahun. Seorang wirausaha akan bekerja di bawah tekanan-tekanan dan kondisi pengambilan risiko dan harus mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada. memiliki pandangan jauh ke depan tentang bisnisnya. tergantung pada: (a) daya tarik setiap alternatif. Semakin besar kemungkinan kerugian. Jadi situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing-masing situasi itu. bagaimana cara melakukan pekerjaan. Sebagai pengambil risiko seorang wirausaha harus mengambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian. MENGAMBIL RISIKO Para wirausaha/pimpinan menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil: mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilan-keterampilan mereka. sambil menimbang kemungkinan sukses dan ruginya. Apakah seorang wirausaha memilih alternatif yang "mengandung risiko" atau alternatif "konservatif". dan sebagainya. semua tahap pekerjaan mengandung risiko.40  Tepat dalam pekerjaan. Dengan bertambah besarnya perusahaan. tapi mampu menjangkau masa depan. (c) kemungkinan relatif sukses dan gagal. yang merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. (b) sejauh mana wirausahawan bersedia rugi. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. tidak terpaku dengan keungtungan sekarang ini. Ringkasnya. mampu memberi contoh bagaimana bekerja yang baik.  Visioneary leader. Umpamanya. Anda juga mempunyai kemungkinan membeli sebuah perusahaan dengan masa depan tidak pasti. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan menghendaki bahwa pimpinan/wirausahawan tidak takut mengambil keputusan dan bersedia menerima risiko-risiko tertentu. Anda mungkin mempunyai sebuah pekerjaan yang aman. maka bertambah banyak dan ruwetlah persoalan perusahaan. semakin besar risikonya. (d) seberapa jauh wirausahawan dapat meningkatkan kemungkinan sukses dan mengurangi kemungkinan gagal. Namun. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. tetapi gaji pemiliknya sekarang adalah Rp 20 juta per tahun. 1) Apakah Situasi Berisiko Itu? Situasi berisiko terjadi jika diminta membuat pilihan antara dua alternatif atau lebih.

41 mungkin bisa berhasil terus. c) Pengetahuan realistik seorang wirausaha mengenai kemampuankemampuannya sendiri juga penting. mereka ini adalah penjudi murni. Pilihan Anda tersebut terletak di antara tetap tinggal pada pekerjaan yang aman dengan imbalan keuangan dan karir yang sedang-sedang saja dan dapat diramalkan. Tertarik oleh harapan muluk tentang basil yang tinggi dengan usaha sedikit. baik yang menguntungkan maupun tidak. Kebanyakan ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. secara sistematik dan menyeluruh serta sampai di mana upaya-upayanya dapat memengaruhi kemungkinan tersebut. b) Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Mereka tidak memerhatikan kemungkinan sukses dan tidak memertimbangkan tingkat usaha yang dikehendaki dari mereka. apapun kemungkinan suksesnya. meskipun wirausaha juga mempunyai persamaan ciri-ciri dengan mereka. Beberapa kaitan itu antara lain demikian: a) Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Orang-orang ini cenderung dipengaruhi oleh besarnya jumlah imbalan yang ditawarkan. dan mereka seringkali menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka dengan nasib atau kekuatan-kekuatan di luar pengendalian mereka. Orang lain lebih "beringas". Mereka lebih suka tetap pada posisi aman. Hal ini lebih-lebih berlaku pada perilaku pengambilan risiko. Orang lain merasa berat menerima tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mungkin membawa kepada kegagalan. semakin besar keyakinan wirausaha akan kesanggupannya untuk memengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaan wirausaha untuk mencoba apa yang dilihat orang lain sebagai risiko. la akan membeli bila upaya yang dapat dilakukannya untuk meraih sukses besar. atau mungkin juga gagal dalam waktu satu atau dua tahun. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari pada kedua tipe orang di atas. seperti persaingan dengan perusahaan besar atau campur-tangan pemerintah. Realisme demikian akan membatasi . Semakin besar keyakinan wirausaha pada kemampuan sendiri. atau mengambil risiko dan mungkin mendapat imbalan karir dan keuangan yang sangat tinggi. Ada orang yang sama sekali tidak mau mengambil risiko demikian. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. tidak puas dengan posisinya yang sekarang dan mencari "peluang-peluang emas" agar cepat menjadi kaya. Orang seperti ini mau mempertaruhkan semuanya lalu hanya berharap-harap atau menolak semua situasi risiko karena mereka merasa tak dapat memengaruhi hasilnya. Unsur lain yang penting dari ancangan wirausaha terhadap situasi pengambilan risiko adalah kesediaan menerima tanggungjawab pribadi atas akibat-akibat keputusan.

Sebagai seorang wirausaha. Kalau orang itu lalu sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam kehidupannya. Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan sendiri mengurangi ketergantungan pada orang lain. karena mungkin Anda mampu mencapai jauh lebih banyak daripada yang Anda capai sekarang. Wirausaha adalah orang yang bertanggungjawab. Jika wirausaha tidak bersedia mengambil risiko. Situasi-situasi yang mengandung risiko pribadi haruslah menantang kemampuan dan kapasitas wirausaha sungguh-sungguh. dan sebuah keinginan untuk hidup di masa sekarang. karena mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri. makin lama situasi akan makin buruk. Pengambilan risiko merupakan bagian penting dalam pertumbuhan pribadi. Ada unsur kegairahan seorang wirausaha terhadap ketidakpastian. suatu perhatian untuk masa depan. Pertumbuhan pribadi dan profesional wirausaha datang dari hidup di masa sekarang dan mengambil risiko yang perlu untuk mencapai tujuan-tujuan wirausaha di masa depan. Namun semua perilaku pengambilan risisko tidak sedingin dan seobyektif seperti apa yang digambarkan di atas. Jangan remehkan nilai diri sendiri. haruslah sadar bahwa pertumbuhan datang dari pengambilan keuntungan peluang-peluang masa sekarang dalam kehidupan pribadi maupun bisnis dan pengambilan risiko untuk mencapai tujuan. hal ini berarti bahwa peranan wirausaha atas masa depannya sendiri kecil. Pengambilan risiko dalam hidup wirausaha melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa lampau. Pengalaman dalam pengambilan risiko dalam hubungan pribadi dengan isteri/suami. maka kinilah waktunya memikul tanggungjawab demi perbaikan. juga berguna dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. mengambil risiko seperlunya dan mengelakkan risiko yang kecil ganjaran potensialnya. dan problemnya semakin sukar dipecahkan. dan ada dorongan serta antusiasme untuk memastikan bahwa konsekuensi-konsekuensinya penuh dengan kesuksesan. Jika tidak. . Jika orang lain bertanggungjawab atas tindakan-tindakan wirausaha. teman-teman dan tetangga-tetangga akan membantu wirausaha memeroleh pengalaman untuk menilai kemungkinan-kemungkinan. Beberapa risiko yang terpenting adalah risiko yang membawa wirausaha belajar mengenai sesuatu yang baru tentang dirinya sendiri. 2) Pengambilan Risiko Pribadi Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dalam merealisasi potensi diri sendiri sebagai seorang wirausaha. Seseorang tidak akan dapat hidup secara penuh karena orang tersebut tidak memikul tanggungjawab pribadi atas perbuatannya sendiri. dia tidak akan pernah dapat mewujudkan bakatnya.42 kegiatan-kegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat dipengaruhi hasilnya.

wirausaha juga menjadi lebih sadar akan ide-ide yang lebih produktif. Mungkin sukar memisahkan antara tujuan pribadi dengan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian dari hidup wirausaha. Sebagai seorang wirausaha janganlah mengambil risiko yang tidak perlu. Pada umumnya. karena ada masanya wirausaha tergoda untuk mempertaruhkan semuanya demi satu ide. hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan dengan keyakinan yang lebih besar yang pada gilirannya akan mengurangi risiko. Hanya setelah ide itu menjadi pasti.43 Risiko itu timbul ketika seseorang menerima tanggungjawab atas keputusan dan tindakannya sendiri. mungkin risiko tertentu akan menyertai pelaksanaannya. termasuk kesuksesan dan kegagalannya sendiri. Untuk mengurangi risiko ditolaknya suatu ide. Seringkali lebih baik membicarakan suatu ide sebelum dituliskan. . Wirausahawan harus dapat menguasai emosi dan hanya mengambil risiko jika keuntungan-keuntungannya sama atau lebih besar daripada risiko yang terkandung. barulah dituliskan. Dengan berusaha menjadi lebih kreatif. Faktor-faktor yang paling terwujud namun paling penting adalah bakat-bakat. Sampai tingkat tertentu semua orang kreatif. Atas keputusan-keputusan itulah seseorang bertanggungjawab. jika wirausaha bersedia dan mampu mengambil risiko yang perlu dengan penuh perhitungan. wirausaha harus menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko. Jika dapat memilih dari sejumlah ide-ide yang baik. Sebaiknya wirausahawan tidak mengambil risiko yang lebih besar daripada yang dapat ditanggungnya. saran-saran berikut mungkin dapat menolong: a) Coba utarakan ide Anda kepada suami/isteri atau teman-teman Anda. maka wirauasaha akan lebih siap mengambil risiko yang perlu untuk malaksanakan ide-idenya yang paling produktif. Jika seseorang telah mengembangkan suatu ide yang kreatif. yang akan menghasilkan suatu perbaikan. Tugas pertama wirausaha adalah memutuskan apakah tujuan itu cukup penting untuk dapat membenarkan risiko tersebut. kemampuan-kemampuan dan pengalaman pribadi masa lampau. Ini merupakan peringatan. Dalam beberapa hal. Namun. 3) Mengembangkan Ide-ide Kreatif Pengambilan risiko dan kreativitas merupakan dua ciri penting para wirausaha. dimungkinkan mengembangkan bakat kreatif seseorang. Intuisi seseorang akan ikut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil-hasil yang mungkin diperoleh. Menerangkan suatu ide akan mengantar kepada suatu diskusi. sukses akan dapt diperoleh dengan lebih mudah. Wirausaha bertanggungjawab atas segala sesuatu dalam hidupnya.

Pertama-tama. Para wirausaha. Ide yang melibatkan masa depan organisasi mengandung risiko. mencoba pelbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang-bidang . situasi dia sekarang dan pengharapan-pengharapan dia terhadap masa depan. Dengan berlalunya waktu. wirausaha haruslah mengambil risiko dalam mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan. mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif. yang sedikit saja risikonya. Pilihlah waktu ketika orang lain paling terbuka terhadap sesuatu yang baru. Pada tingkat manajemen menengah. karena perilaku mereka akan dapat diramalkan dan akan membawa kestabilan organisasi. Organisasi seharusnya berada dalam suatu keadaan kurang lebih stabil sebelum ide baru diperkenalkan.44 b) Pilihlah tempat dan waktu untuk mengemukakan ide Anda kepada orang lain. Jangan pernah memaksakan ide Anda pada seseorang. Sebagian besar pekerja harus termasuk ke dalam pengambil risiko tipe ini. dan dengan semakin tertariknya orang pada ide Anda. Setiap ada risiko biasanya agak ragu-ragu. terdapat lebih banyak kemungkinan untuk pengambilan risiko. 4) Tipologi Pengambil Risiko Seseorang termasuk tipe pengambil risiko yang mana. ajukan konsep totalnya. yang berada pada tingkat teratas dalam struktur organisasi. barulah secara rinci dikemukakan. mereka cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan mereka sampai pada apa yang mungkin terlaksana saja. Agar berhasil dalam bisnis. pengalaman lalu. Pada tingkat-tingkat bawah organisasi dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalarn melaksanakan hal-hal yang rutin. Manajer-manajer tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedurprosedur dan fungsi-fungsi. Mereka bersedia menerima perubahan. c) Kemukakan ide Anda sedikit demi sedikit. Orang-orang ini dapat dianggap sebagai pengambil risiko. Wirausaha yang praktis berorientasi kepada hasil dan cukup yakin akan ide-ide mereka hingga berani menerima risiko demi terlaksananya ide itu. Wirausaha yang sangat kreatif dan inovatif biasanya adalah pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Orang memerlukan waktu sebelum dapat menerima sesuatu yang baru. namun dampak mereka atas keseluruhan organisasi haruslah minim. sedikit banyak pada sejauh mana dia dipengaruhi orang lain. Dalam bisnis dibutuhkan pelbagai tips pengambil risiko. Beberapa wirausaha dapat disebut "praktis". Janganlah mengusulkan ide Anda kepada perusahaan Anda sewaktu mengalami krisis. Ketepatan waktu sangatlah penting dalam mengemukakan suatu ide. Namun. karena organisasi mereka tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari diri wirausaha sendiri.

Alternatif-alternatif ini memungkinkan fleksibilitas bila permasalahannya berubah. yang mungkin akan mengandung risiko tertentu. kekuatan. pemimpin harus malaksanakan suatu rencana pasti dalam memulai tindakan. Bila suatu keadaan risiko jelas bagi pemimpin.45 bisnis baru. posisi dan kewenangan pemimpin akan mendapat tantangan. Dalam suatu situasi risiko. Mereka mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi-kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan ide mereka. Keyakinan pemimpin dalam menangani persoalan itu sangatlah menentukan. b) Kesediaan mereka untuk menggunakan kemampuan mereka sepenuhnya untuk mengubah keadaan demi keuntungan mereka. pimpinan perlu mempunyai keterikatan penuh pada keputusannya sampai masalah itu terpecahkan. Pada tahap-tahap pertama setelah keputusan itu dilaksanakan. Hanya jika rencana itu dilaksanakan. mengenai keputusannya tidak banyak. Namun. Kemampuan mengambil risiko seorang wirausaha/pemimpin akan ditingkatkan oleh: a) Keyakinan pada dirinya. juga harus memilki kemampuan mengambil risiko agar mampu melaksanakannya sampai berhasil. Mempromosikan keputusan pimpinan dan memeroleh dukungan orang lain akan ikut mensukseskan keputusan itu. kalau rencana pertama tidak berhasil. Para wirausaha yang sangat inovatif ini biasanya menjadi tokoh dalam bisnis. Kekurangan umpan balik ini mungkin menciptakan keraguraguan dalam benak pemimpin. barulah pemimpin dapat mengetahui dan mengerti risikorisiko yang terkandung. Sebagai seorang wirausaha haruslah menjadi seorang perencana dalam arti bahwa dapat membayangkan ide-ide kreatif dapat digunakan. Sekali suatu rencana tindakan telah dirancangkan. Pertama-tama. umpan balik yang diterima pemimpin. haruslah dilaksanakan. 5) Melaksanakan Perubahan Dalam setiap kegiatan pertama-tama wirausaha/pemimpin harus dapat menentukan apakah terkandung risiko atau tidak. Pemimpin haruslah bersedia mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Jika pemimpin tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam bisnisnya. Rencana-rencana alternatif boleh juga dirancang. c) Kemampuan mereka untuk menilai situasi risiko secara realistik dan kemampuan mereka untuk mengubah kesempatan/kemungkinan d) Menghadapi suatu situasi risiko menurut tujuan-tujuan mereka yang telah ditentukan. maka keputusan untuk mengambil risiko atau tidak menjadi sangat penting. pemimpin haruslah dapat menilai situasi itu secara realistik dan mencoba memecahkannya. memecahkan Jika pimpinan yakin bahwa serangkaian tindakan tertentu akan akan ikut persoalan maka tindakan-tindakan tertentu pemimpin menentukan hasilnya. . Jika pemimpin memutuskan untuk mengambil risiko.

Keputusan tidak terstruktur. III. sangat jarang dibuat program. Keputusan tidak terstruktur melibatkan serangkaian proses yang tidak selalu sama polanya dan tidak pula ada seperangkat jawaban yang jelas serta baku dalam suatu organisasi. yang mengarahkan penilaian yang berhasil berdasarkan pola perilaku manusia sukar untuk didefinisikan karena membentuk gugus tugas dengan menggali sumber informasi dari kepala seorang pimpinan adalah suatu hal yang tidak mungkin. Para impinan yang tahu dan berpengalan sukarnya mengambil keputusan tidak terstruktur. Walaupun demikian. Hampir seluruh keputusan rutin yang berulah dengan menggunakan data kuantitatif dan memiliki prosedur keputusan yang telah pasti. lalu menggunakan semua kemampuan dan bakat untuk mencapai tujuan. Suatu keputusan terprogram ataupun tidak. atau jika struktur keadaannya sangat komplek atau sukar dipahami. Keputusan akan menjadi tidak terstruktur. Wirausaha haruslah menetapkan sasaran yang tinggi untuk dirinya. Akan tetapi ada peluang dibuat program. Aplikasi organisasi melibatkan pertimbangan kebutuhan pribadi. tentu tidak akan menyerahkan kontrol keputusan pada komputer yang kurang dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadapi masalah seperti ini. jika tidak ada metoda yang baku untuk mengatasi masalahnya. Perlu dipertimbangkan seringnya kebutuhan akan keputusan tidak terstruktur. jika datanya dapat dikuantitatifkan. Data kuantitatif biasanya tersedia untuk mengambil keputusan rutin. dibuat program. semakin besar risikonya. semakin sedikit informasi relevan yang tersedia. . tetapi fakta dan angka ini kerap tidak berarti bagi keputusan tingkat puncak yang memengaruhi masa depan organisasai. Semakin tinggi tujuan.46 Tindakan mengambil risiko merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. tegantung pada apakah keputusan itu terstruktur atau tidak terstruktur. Pengetahuan heuristik. persepsi. Pada umumnya semakin penting keputusan yang diambil. MENGAMBIL KEPUTUSAN Komputer telah menjadi alat pengambilan keputusan selama beberapa dekade ini. sistem bekerja dengan pengetahuan di luar rangkaian aturan yang dipunyainya. Akan tetapi. akan tetapi untuk dapat mencapai keputusan itu diperlukan tidak hanya sekedar pengetahuan berdasarkan pengalaman belaka. sasaran. walaupun para ahli tidak cukup memiliki pengalaman yang menyediakan pengetahuan dan perangkat aturan keputusan dalam sistem ahli. sangat tidak dipercaya bahwa ternyata sistem ahli dapat dibuat untuk keputusan yang sangat tidak terstruktur. Masa depan organisasi ditentukan oleh putusan pimpinan. dan sistem nilai. ada prosedur pengambilan keputusan yang pasti dan alternatif pemecahan masalah yang jelas.

dan anjungan komite. Semakin berubah lingkungan bisnis. gaya hidup. yaitu harus mengambil keputusan. Mungkin wirausaha harus memandang sebuah persoalan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkannya. semakin banyak pula keputusan intuitif yang harus diambil. Pasti. Sebagai seorang wirausaha/pemimpin harus kreatif daripada manajer konvensional. manajemen senior biasanya mengambil keputusan atas dasar data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei. Suatu keputusan dapat baik dan jelek. Sukses bagi wirausaha/pemimpin tergantung pada kemampuannya mengambil keputusan-keputusan yang meningkatkan kemampu labaan bisnis yang akan datang. sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnis seluruhnya.47 Dalam perusahaan besar. Dudukkan setiap persoalan dalam konteksnya yang lebih luas. 1) Tipe-tipe Keputusan Walaun para pimpinan di berbagai organisasi dapat berbeda-beda berdasarkan latar belakang. hendaknya dengan sengaja berusaha mengenali kelemahan-kelemahan dalam rencana itu. tergantung dari bagaimana dilaksanakannya. yang dimengerti dengan baik oleh manajemen. adalah “harta” seorang wirausaha yang sangat berharga. dan sebagainya. jika seorang wirausaha merasa bahwa terlalu terlibat secara emosional. Biasanya suatu keputusan dicapai melalui prosedur tetap. tetapi tidak dapat menggantikan intuisi. Dalam beberapa situasi wirausaha dapat membayangkan sebelumnya hasil-hasil yang akan terjadi dari serangkaian tindakan. jarak. Kemampuan itu diperoleh dari pengalaman harus membuat keputusan-keputusan penting selama bertahun-tahun dalam situasi-situasi yang semakin ruwet. yang mendasari sejumlah besar keputusan kewirausahaannya. kesalahan-kesalahan akan terjadi. dan mungkin ini hasil musyawarah. karena wirausaha harus membuat keputusan baik tanpa bantuan data kuantitatif atau dengan dukungan staf yang berpengalaman. laporan. sesuai dengan teknik-teknik pemecahan persoalan. Tidak ingin bertindak konvensional berarti wirausaha selalu harus bertanggungjawab sepenuhnya atas tindakan-tindakannya. Dalam kasus-kasus lain. Sebuah persoalan utama dapat dibagi-bagi sehingga sebagian daripadanya dapat dipecahkan dengan segera—biasanya karena ada kebutuhan mendesak yang hasilnya cukup pasti. tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Seorang wirausaha harus memutar otak dengan mengandalkan intuisi dan ide-idenya. Data kuantitatif dapat membantu penilaian wirausaha. Kemampuan mengambil keputusan secara intuitif. karena banyak orang yang tidak bersedia memikul tanggungjawab pribadi atas keputusan tadi. namun wirausaha harus cepat menyadarinya dan mengambil tindakan pembetulan. Untuk mengambil keputusan para pimpinan . Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang baku. Dengan berbuat demikian wirausaha akan menjadi lebih obyektif.

Sayangnya. Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu menaksir kemampuan Anda sekarang dalam mengambil keputusan. b) Contoh-contoh manakah selama enam bulan terakhir ini yang menggambarkan kemampuan Ana mengambil keputusan realistik c) Apakah kelemahan atau ketakutan Anda sewaktu mengambil keputusan? d) Dengan cara bagaimanakah Anda menggunakan kreativitas dan/atau intuisi dalam mengambil keputusan? . Pada satu sisi pimpinan mengahdapi begitu banyak keputusan terprogram setiap harinya. prosedur operasi standar dan struktur organisasi yang mengembangkan prosedur yang spesifik untuk mengatasi masalah. para manajer membuat keputusan tidak terprogram berdasarkan proses pemecahan masalah yang umum. Keputusan tidak terprogram jika hal yang baru dan tidak terstruktur. selain karena tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya. Secara tradisional. membedakan dua tipe keputusan. a) Bagaimana Ada dapat menjaga kepercayaan diri ketika mengambil keputusan penting. Pada sisi lainnya. Berarti. Herbert Simon (1960). penilaian. Keputusan seperti ini mesti diperlukan tanpa menggunakan segala sumber daya yang tidak perlu. Hubungan informal maupun formal antar manajer dapat digunakan untuk mengatasi masalah. Masalah seperti ini membutuhkan perlakuan khusus. Jika suatu situasi tertentu sering muncul.48 mengahadapi situasi yang melibatkan beberapa alternatif dan keputusannya melibatkan perbandingan dari alternatif dengan evaluasi hasilnya. keputusan dapat dibuat program jika masalahnya berulang dan rutin sehingga prosedur baku dapat dibuat untuk mengatasinya. semakin besar pula kepercayaan diri Ada akan semakin berorientasi pada tindakan. sedikit sekali kita mengetahui keterlibatan proses manusia dalam keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. b) Keputusan tidak terprogram. 2) Menjadi Seorang Pengambil Keputusan Semakin Anda berpengalaman dalam mengambil keputusan. biasanya prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya. keputusan tidak terprogram harus diperhatikan secara cermat karena memelukan alokasi jutaan rupiah setiap tahunnya. Tidak ada suatu prosedur pun yang ada untuk menangani masalahnya. intuisi dan kreativitas. Pada dasarnya kedua klasifikasi ini memilki perbedaan penting. para manajer untuk membuat keputusan terprogram menggunakan aturan. Sebaliknya. Para ahli mengembangkan beberapa cara untuk mengklasifikasi keputusan. juga karena masalahnnya kompleks atau sangat penting. yaitu: a) Keputusan terprogram.

karena berdasarkan atas pengalaman masa lampau. Biasanya prosedur-prosedur itu meliputi langkah-langkah berikut: a) Kenalilah persoalannya secara umum. Pemecahan dan cara-cara penyelesaian tidaklah sukar jika anda bekerja dalam lingkungan yang sudah biasa bagi anda. k) Bagaimana cara Anda menggunakan sumber-sumber daya di lingkungan . c) Indentifikasikanlah problem-problem utama d) Carilah sebab-sebab problem itu e) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu. “metode ilmiah” itu tidak akan menjamin keberhasilan suatu cara penyelesaian tertentu. kepemimpinan dan kekuasaan anda diperlukan untuk pelaksanaan cara penyelesaian dengan berhasil. Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan dengan cepat agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. h) Periksalah apakah cara penyelesaian itu tepat. g) Laksanakanlah jalan penyelesaiannya. Namun.49 e) Hikmah apa yang Anda petik dari kesalahan-kesalahan yang Anda buat dalam keputusan yang lalu? f) Dengan cara bagaimanakah Anda menangguhkan dan menunda pengambilan keputusan? g) Bagaimana keluwesan Anda dalam mengadakan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan-perubahan di lingkungan Anda? h) Apakah Anda biasanya dipaksa membuat keputusan? i) j) Tindakan apakah yang biasanya Anda ambil setelah mencapai sebuah keputusan? Bagaimana cara Anda memimpin agar tercapau hasil-hasil yang diinginkan? Anda dalam mengambil keputusan-keputusan? l) Bagaimana cara Anda memanfaatkan kontak professional dan pribadi Anda untuk memperoleh informasi yang akan membantu anda mengambil keputusan? Jika Anda mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal. Ancangan rasional ini merupakan cara yang logis dan masuk akal dalam memecahkan persoalan-persoalan bisnis. Biasanya keputusan-keputusan dapat dibuat dengan cepat dan tepat. f) Pilihlah jalan keluar yang paling dapat dilaksanakan. 3) Pemecahan Persoalan Kita telah memperhatikan secara panjang lebar segi-segi rasional dari pengambilan keputusan “metode ilmiah” pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan. mungkin Anda mampu mengambil keuntungan sewaktu timbul peluang-peluang bisnis. b) Tentukan fakta-fakta yang penting yang berkaitan dengannya.

maka keputusan-keputusan diambil dalam keadaan yang sangat tidak pasti.50 Agar efektif. jika tidak terdapat ketidakpastian yang besar. Keputusan-keputusan jenis ini haruslah dipikirkan selama jangka waktu tertentu. b) Identifikasi bidang manakah dari persoalan tadi yang tidak berdasarkan fakta. d) Ambillah resiko yang sedang-sedang saja. mungkin lebih baik bagi Anda meneruskan saja apa yang telah berhasil di masa lampau. Bersedialah untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan. Jika fakta-fakta saja tidak mencukupi sebagai bagian besar pemilihan suatu arah tindakan. c) Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastik susunan organisasi Aanda yang sekarang. 3) Mengambil Keputusan Banyak masalah utama dapat dipecahkan dengan jalan yang berlain-lainan. g) Meskipun sebuah keputusan bukan merupakan keputusan yang terbaik. Di bidang yang tidak dikenal inilah Anda harus menggunakan logika. dan memungkinkan Anda menilai hasil-hasilnya sebelum mengikatkan diri secara penuh pada keputusan itu. di mana risiko mungkin tidak dikenal. Janganlah mencampuradukkan antara fakta dan opini. e) Keputusan-keputusan haruslah diuji coba dahulu. . Menggunakan cara-cara yang belum dicoba dan mencoba-coba dengan ide-ide baru dapat menyebabkan malapetaka. karena terlihat dalam kegiatan khusus dan terbatas. Dari semua ini. Kebanyakan orang dalam organisasi anda. anda harus mampu melihat setiap aspek dari sebuah persoalan dan juga mengerti/memahaminya secara keseluruhan. Di tangan andalah terletak tantangan untuk memadukan semua bagian itu sehingga menjadi suatu pandangan yang menyeluruh atas persoalan tersebut. Pedoman untuk mengambil keputusan kunci adalah sebagai berikut: a) Tentukan fakta dari persoalan yang sudah Anda kenal. f) Dalam keadaan-keadaan tertentu. Hal ini mengurangi risiko Anda. penalaran. dan intuisi untuk mencapai keputusan. Pengalaman lampau dan intuisi anda akan memungkinkan anda memilih factorfaktor dan hal-hal yang vital dari setiap persoalan. akan lebih anda sadari perbedaan-perbedaan yang besar antara “bagaimana kenyataannya” dan “bagaimana seharusnya” dari sesuatu. Hasil keputusan dipengaruhi oleh sejauh mana wewenang dan dukungan Anda atas keputusan yang dibuat. hanya dapat melihat bagianbagian dari persoalan. keputusan itu bisa saja memberikan hasil-hasil yang sangat berhasil.

Anda meski menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan hal-hal yang Anda yakini sebagai sangat penting. Sekali Anda telah memulai menerapkan suatu keputusan. dan kunci menggunakan waktu secara efektif adalah melalui manejemn yang lebih baik. Melalui penganggaran waktu. . Oleh sebab itu. IV. Kebanyakan wirausaha tidak takut pada pengambilan keputusan karena mereka tidak memanntikan kegagalan. namun tergantung kepada Andalah untuk mewujudkan waktu menjadi harta yang penting bagi semua karyawan Anda. sedang staf Anda menangani empat kegiatan yang berkaitan. Organisasi Anda haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang pasti dan jelas untuk dicapai. Wirausaha memelopori. dan pencarian peluang-peluang. Perasaan aman ini juga memungkinkan Anda memasuki bidang-bidang bisnis yang baru.51 Keberanian dan antusiasme adalah perlu dalam menerapkan sebuah keputusan. Anda seharusnya merasa aman. dan semua tugas lainnya hendaklah diberi prioritas lebih rendah serta dikerjakan kemudian. karena mengetahui bahwa masa depan terletak di tangan Anda sendiri. Wirausaha haruslah menggunakan sebagian besar waktunya untyuk sasaransasaran dan problem-problem yang memengaruhi organisasi sebagai keseluruhan. pemecahan persoalan. Anda harus bersifat tegar dalam tindakan-tindakan Anda. Anda tidak saja harus mengunakan waktu Anda dengan efektif. Caracara khusus untuk membuat penggunaan waktu Anda lebih baik mencakup penetapan tujuan-tujuan. merupakan ciri khas wirausaha. Anda akan mencapai hasil yang lebih baik. menentukan batas waktu. menjatah waktu untuk setiap kegiatan penting. melainkan harus juga berminat pada efektivitas penggunaaan waktu perusahaan Anda. Mereka menentukan standar-standar keberhasilan mereka sendiri. dan orang-orang lain mengikuti. Waktu merupakan salah satu harta perusahaan Anda yang paling pentingn. Salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan waktu yang produktif adalah dengn memulai pelbagai kegiatan secara serempak. semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang. MANAJEMEN WAKTU Waktu adalah sesuatu yangbtidak dapat Anda tabung. Kreativitas. Sebagai seorang wirausaha. Anda hanya menangani persoalan utama. Jangan membuang waktu dengan ragu-ragu. Perasaan aman ini memungkinkan Anda membuat keputusan kunci tanpa takut pada akibat-akibatnya. Anda harus mengkhususkan waktu untuk hal-hal tersebut. Umpamanya. Anda harus berfikir positif tentang hasil-hasil masa depan keputusan. Di akhir hari tak ada sisa waktu yang dapat digunakan. semakin sore Anda sungguh semakin kehilangan waktu. Semua wirausaha perlu memanajemeni waktu secara efektif.

52

Namun waspadalah agar Anda jangan terlalu banyak menggunakan waktu untuk problem-problem yang Anda suakai dan terlalu sedikit waktu untuk problem yang paling tidak Anda kenal. Anda haruslah mengenal problem utama yng dihadapi organisasi Anda dan menanganinya menurut urutan prioritasnya, dengan mendahulukan problem jangka pendek daripada jangka panjang. Teknik Manajemen Waktu Manajemen waktu itu menyerupai kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik. Penggunaan waktu yang terbaik semata-mata berarti mencapai keluaran maksimum dalam waktu yang tersedia. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara yakni: a) Identifikasi tujuan-tujuan khusus harian. Pastikan bahwa Anda memahami apa yang ingin dicapai setiap hari. Sebelum sampai atau segera setelah Anda sampai di tempat kerja, susunlah tujuan kerja Anda menurut urutan pentingnya. Jangan biarkan pengeruh luar menghentikan penyelesaian tujuan. b) Motivai dari dalam. Para wirausaha biasanya adalah individu yang bermotivasi tinggi, dan tampaknya menikmati pekerjaan apa pun yang mereka kerjakan. Kebanykan orang mampu mencapai tujuan-tujuan yang mirip dengan apa yang mereka inginkan. Namun, wirausaha mampu memotivasi dirinya untuk memproduksi keluaran tinggi pada pekerjaan yang harus mereka lakukan. c) Tetapkan batas waktu. Lebih banyak pekerjaan yang dapat Anda kerjakan, jika Anda menetapkan batas waktu realistik. Sekali setelah ditetapkan Anda haruslah berbuat apa pun untuk memenuhi batas waktu. d) Memanfaatkan telepon. Telepon merupakan hubungan komunikasi utama antara Anda dan dunia kerja Anda. Persoalan-persoalan dapat dipecahkan dengan lebih cepat melalui penggunaan telepon, karena dapat berkomunikasi dua arah. e) Buatlah catatan. Sediakanlah selalu sebuah buku catatan. Pencatatan isi-isi pokok mengabadikan isi rapat, diskusi dengn pelanggan, dan pikiran-pikiran Anda sendiri. f) Janganlah melakukan segala-galanya. Sebuah pepatah lama berbunyi: “Jika Anda ingin menjadikan sesuatu suruhlah seseorang yang sibuk untuk melakukannya”. Wirausaha sibuk, namun tindakan-tindakannya ada tujuannya. Pusatkan perhatian Anda hanya pada yang pentingpentingn. Dengan berorientasikan tujuan Anda harus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada hail-hasil yang berarti. Bersifatlah selektif dalam kegiatan-kegiatan kerja Anda dan jangan melakukan segalanya. Belajarlah untuk mengatakan “tidak” kepada

53

kegiatan-kegiatan yang memakan waktu, yang tidak berkaitan dengan tujuan prioritas Anda. g) Tetapkan waktu. Tetapkanlah waktu Anda untuk melakukan tugas-tugas utama, selama tiga atau empat jam pada saat Anda biasanya merasa paling efektif dalam satu hari. h) Ajukan pertanyaan-pertanan sebelum memulai pekerjaan. Hampi semua pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sebelum memulainya, jawablah lebih dulu pertanyaan ini: Apa? Kapan? Dimana? Siapa? Bagaimana? Mengapa? Untuk setiap langkah kegiatan, tanyalah diri Anda: “mengapa saya perlu melakukan ini?” Jawaban-jawan Anda akan membantu dalam menentukan tugas-tugas terpenting kegiatan itu. i) Berorientasilah pada tindakan. Sekali Anda memutuskan untuk memecahkan suatu persoalan tertentu, rancangnlah tindakan Anda dan mulaialah. Sekali Anda mulai, cobalah selesaikan sebanyak mungkin secepat-cepatnya. merencanakan j) Dengan kata dan lain, lalu sediakan luangkan waktu waktu untuk untuk pekerjaanAnda

mengerjakan rencana Anda. Berlakukan reflektif. Berpikir secara reflektfi berarti memetik hikmah dari kegiatan-kegiatan masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Kebanyakan kita tidak berpikir banyak mengenai apa yang kita lakukan dan mencari waktu untuk berefleksi sangatlah sukar. k) Rencanakan hari esok secara terperinci. Pada akhir setiap hari, siapkan suatu jadwal untuk kegiatan-kegiatan hari berikutnya. Bahkan Anda mungkin dapat mulai dengan satu kegiatan sebelumna, sehingga besoknya Anda lebih lancar mulai bekerja dan tidak menunda-nunda. l) Bergurulah pada pengalaman Anda. Meninjau kembali pengalaman lampau Anda membantu Anda menentukan pengelaman mana yangn menarik, dan produktif dan mana yang membosankan, menghbiskan waktu dan tidak produktif. m) Tanyakan pengguanaan waktu Anda. Agar Anda dapat memanejemeni waktu dengan baik, ajukan pertanyaan berikut ini: (1) Kegiatan-kegiatan manakah yang sedang saya lakukan, yang seharusnya tidak saya lakukan atau dapat didelegasikan kepada orang lain? (2) Apakah saya menetapkan prioritas ketika memutuskan kegiatankegiatan yang harus saya lakukan? (3) Apakah kegiatan-kegiatan saya terjadwal sehingga dapat dilaksanakan dalam jangka waktu masuk akal?

54

(4) Apakah saya mampu berkonsentrasi atas satu kegiatan secara berturut-turut? D. Latihan Pertanyaan Konsep 1. Jelaskan pengertian kepemimpinan ! 2. Jelaskan mengapa wirausaha harus mempunyai jiwa kepemimpinan ! 3. Jelaskan pendekatan studi kepemimpinan! 4. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi tugas ! 5. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi karyawan ! 6. Jelaskan ketrampilan yang dibutuhkan oleh pemimpin ! 7. Jelaskan tipe-tipe pemimpin ! 8. Jelaskan karakeristik pemimpin yang efektif ! 9. Jelaskan pengertian risiko dalam kewirausahaan ! 10. Evaluasilah kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. Beberapa pertanyaan bagi Anda sebelum mengambil keputusan yang mengandung risiko adalah, sebagai berikut: 1) Apakah risiko itu sepadan dengan hasilnya? 2) Bagaimanakh risiko dapat dikurangi? 3) Informasi apakah yang diperlukan sebelum risiko diambil? 4) Orang-orang dan sumber-sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencapai tujuan. 5) Mengapa risiko ini penting? 6) Apakah ketakutan Anda dalam mengambil risiko ini? 7) Apakah Anda bersedia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini? 8) Apakah yang akan dapat Anda capai dengan mengambil risiko itu? 9) Persiapan-persiapan apakah yang perlu Anda buat sebelum mengambil risiko itu? 10) Bagaimana Anda dapat mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan Anda telah tercapai? 11) Apakah halangan-halangan terbesar dalam mencapai tujuan itu? a. Susunlah rencana kegiatan Anda dalam satu tahun ke depan (mencakup faktor: Apa, mengapa, dimana, kapan, siapa, dan bagaimana) b. Susunlah kegiatan 1 hari ke depan secara detail dari menit ke menit.

Dengan cara itu diharapkan iklim investasi bisa membaik karena keributan antara pengusaha dan buruh bisa dihindarkan." ujar Sofjan. Jadi tidak usah lewat pemerintah dulu selama kita bisa selesaikan masalah-masalah kita. "Hal pertama yang kami kerjakan adalah konsolidasi pengusaha." tutur Sofjan Wanandi hari Kamis 15/5/03.shtml Pertanyaan diskusi: 1. setidaknya 43 perusahaan Korea dan 10 perusahaan Jepang hengkang dari Indonesia antara lain karena persoalan buruh di samping masalah legal dan keamanan.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. Sumber: http://www. Apindo di bawah kepengurusan baru akan segera membentuk sekretariat kerja bersama dengan serikat buruh untuk memperlancar komunikasi dan menyelesaikan persoalanpersoalan perburuhan secara bipartit. katanya." ujarnya. Jelaskan orientasi kepemimpinan yang dilakukan oleh tokoh di atas! 2.tokohindonesia. Jelaskan kelebihan dan kelemahan strategi kepemimpinan yang ia terapkan! . ada 68 serikat buruh. sementara yang memiliki anggota hanya sekitar 38 buah. "Kami usulkan para pimpinan serikat buruh ketemu paling sedikit sekali sebulan sehingga komunikasi lancar agar persoalan bisa kita selesaikan sebelum ribut. "Kami akan membuka Sekretariat Bersama dengan buruh sehingga kalau ada masalah bipartit bisa kita selesaikan sendiri sebelum ribut. terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggantikan Suparwanto. dengan tujuan ikut memberi kontribusi membangun republik ini.55 Pertanyaan Kasus Kasus : Sofjan Wanandi : Ketua Umum Apindo Usahawan dari Grup Gemala Sofjan Wanandi (62). Komunikasi Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea. Selain itu Apindo akan bekerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk meningkatkan kualitas buruh dan sekaligus pengusaha sehingga dapat terbentuk kemitraan yang bertujuan memperbaiki iklim investasi karena semakin baiknya saling pengertian. Kami betul-betul ingin membuat suatu iklim investasi yang kondusif karena banyak dari pengusaha asing selalu mempersoalkan masalah buruh ini sebagai salah satu dari masalah besar mereka. daya kompetisi buruh Indonesia juga sudah kalah dari Cina dan Vietnam. Tahun lalu. Selain itu. Rabu (14/5).

Struktur. 8. RW. Kewirausahaan. Organisasi: Perilaku. Alma. Kewirausahaan.shtml . Teori dan Praktek. Yogyakarta:BPFE. Ivancevich. Dan Ebert. 1996.56 E. Thoby. Buchari. 2007. Jakarta: Binarupa Aksara. Jakarta:Cresindo.tokohindonesia. b. Binis (Jilid 1). 2006. Bandung: Alpabeta. 1997 (terjemahan) 3. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Suryana. Bandung: Alfabeta. 2. Yogyakarta:BPFE. Daftar Pustaka 1. a. Kewirausahaan yang Berproses.. Kewirausahaan. Manajemen. 7.et al. Meredith. Astamoen. RJ. Wiratmo. 1997. 2005. Jakarta: Salemba Empat. Jakarta:Prehallindo. Yogyakarta:BPFE. Donnely. Pengantar Kewiraswastaan.. Geoffrey G. Proses. 4. 5. http://www. 6. 1997. Masykur. 9. Griffin. 2005. Jakarta:PPM. Gibson. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. Mas’ud & Mahmud. Moko P. Mutis. Hani Handoko. 1996 (terjemahan). 1995.

J.Pd. yaitu kerjasama (asosiasi) antara dua orang atau lebih. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya perencanaan usaha 9. dan manajemen yang dirancang sendiri. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. 4. yaitu: (1) Merintis usaha baru. Menjelaskan dan memberi contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. c) Perusahaan berbadan hukum (corporation). M. ide. SE. Cara Memasuki Dunia Usaha Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha. & Dyna Herlina S. Menjelaskan dan memberi contoh kerangka rencana usaha. b) Persekutuan (partnership). I.Si. organisasi. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: a) Perusahaan milik senidiri (sole proprietorship).. Menjelaskan dan memberi contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal berupa saham. Menjelaskan dan memberi contoh memilih lokasi usaha. 7. Materi 1. 6. Menjelaskan dan memberi contoh tahapan perencanaan usaha. M. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan dapat menyusun proposal rencana usaha baru yang fisible. 11. Menjelaskan dan memberi contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. 5. 2. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. Menjelaskan dan memberi contoh cara memasuki usaha baru. Faraz.. 10. 8. 3.3: Perencanaan Usaha Oleh: Nahiyah J.SIP.57 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. M.Lies Endarwati. C. Menjelaskan dan memberi contoh bentuk formal rencana usaha. Menjelaskan dan memberi contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. . Menjelaskan dan memberi contoh meraih peluang. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1.

konsultasi. Sebanyak 1 dari 10 responden (11% dar wirausaha) yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. (3) Kerjasama manajemen (franachising) yaitu kerjasama antara wirausaha (franachisee) dengan perusahaan besar (franachisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). promosi. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang dirintis. nasehat hukum. dan perusahaan lainnya. dan sumber-sumber permodalan.58 (2) USAHAMembeli perusahaan orang lain (buying). b) Pendekatan outside-in yang disebut juga opportunity recognition. pembelian peralatan. kemampuan. 2006). sedangkan sebanyak 46% sisanya dikarenakan hobi. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar. Mereka mengatahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. Sebayak 15% responden telah mencoba dan merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. penetapan standar. 2. Menurut Lambing. Mereka melihat keterampilan sendiri. Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing bersumber dari: (a) Surat kabar (b) Laporan periodik tentang perubahan ekonomi (c) Jurnal perdagangan dan pameran dagang (d) Publikasi pemerintah (e) Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham. pengendalian kualitas. riset. latar belakang. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan. dan akuntansi. yaitu alat pengambangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide usaha dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. rencana bangunan. Merintis Usaha Baru Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy lambing (dalam Suryana. ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: a) Pendekatan Inside-out atau disebut dengan idea generation. universitas. .

c) Tempat usaha yang akan dipilih. yaitu kemampuan tentang bagaimana memeroleh sumber-sumber dana dan bagaimana cara menggunakannya. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas. Oleh karena itu. maupun orang. Bagan berikut menunjukan proses usaha yang diawali dengan kepribadian dan ide. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. untuk memulai usaha. Dalam merintis usaha baru. dan mengembangkan relasi. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. uang. seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. kompetensi usaha yang diperlukan adalah: a) Kemampuan teknik.59 Menurut Lambing keunggualan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentfikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. Sumber dana tersebut adalh berasal dari badan-badan keuangan seprti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. barang dan jasa yang akan dijadikan objek usaha tersebut harus memiliki pasar. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. d) Organisasi usaha yang akan digunakan. Bagan Proses Usaha: † Ide † Anda Uang + Fasiitas Kredit Orang Barang Jasa Pasar Uang Profit Pada bagan di atas dapat diketahui bahwa usaha baru harus diawali dengan ide. Ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk abarang dan jasa yang laku di pasar. . Setelah ide. e) Lingkungan usaha yang akan berpengaruh. b) Kemampuan pemasaran. d) Kemampuan hubungan. f) Jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Menurut Norman Scarborough. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. b) Bentuk usaha dan kepemilikan yanng akan dipilih. Dalam memasuki arena usaha atau memulai usaha baru. c) Kemampuan finansial. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi. memelihara. Tentu saja. Berdasrakan pendekatan Inside-out. baik barang. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan: a) Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.

agen. dan Katering. dan meiliki daya rangsang yang lebih tinggi. meliputi usaha pertanian. yaitu: a) Perusahaan perorangan. perakitan. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. biaya operasi rendah. (b) Pertambangan. meliputi potong rabut. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. (i) Jasa wisata. yaitu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oelh satu orang. laundry. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. meliuti usaha industri. dan koperasi. terdapat 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha yang bisa dipilih. yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor. dan bata. meliputi usaha pengangkutan. bebas dalam pengelolaan. salon. c) Perseroan. (e) Perdagangan. jembatan. yaitu: (1) Kelompok usaha jasa pariwisata (2) Penngusahaan objek dan daya tarik wisata (3) Usaha sarana pariwisata. merupakan anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yanng disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. meliputi usaha galian pasir. dan ekspor-impor. (g) Jasa perorangan. galian tanah. yaitu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan.60 Bidang dan Jenis Usaha yang akan Dimasuki Beberapa bidang usaha yang dapat dimasuki adalah: (a) Pertanian. yaitu: (a) Sekutu umum. (f) Jasa keuangan. wartel dan distribusi. meliputi berbagai kelompok. (c) Pabrikasi. meliputi usaha perbankan. Berdasarkan UU No. dan sintesis. kehutanan. pengairan.9/1990 tentang Kepariwisataan. Dalam persekutuan terdapat dua macam anggota. asuransi. grosir. dan perkebunan. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. batu. yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham. b) Persekutuan. dan jalan raya. pergudangan. meliputi usaha konstruksi bangunan. meliputi usaha perdagangan kecil (ritel). (d) Konstruksi. (b) Sekutu terbatas. (h) Jasa umum. .

dan skala usaha yang akan dimasuki. baik bagi perusahaan maupun konsumen. Sebalknya semakin kecil lingkup usaha maka semakin sederhana organisasinya. Bila untung. administrasi. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Untu menentukan lokasi atau tempat usaha. dan keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan bantuan orang lain. terdapat beberapa alternatif yang bisa dipilih: a) Membangun bila ada tempat yang strategis. Gambar berikut merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan: Wirausaha Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan (a) Struktur Organisasi Usaha Sederhana . pembelian. Bagian-bagian kegiatan usaha tertentu seperti bagian penjualan. atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b) Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c) Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan pembantu lain seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha perlu dipertimbangkan aspek efsiensi dan efektivitas. Organisasi yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersaa. cakupan. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri tetapi harus melibatkan orang lain.61 d) Firma. b) Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. Pada lingkup usaha pada skala usaha kecil pada umumnya berperan sebgai manajer pemilik usaha atau operator usaha kecil. bila memungkinka. Semakin besar lingkup usaha semakin kompleks organisasinya. c) Kerjasama bai hasil. maka keuntungan dibagi bersama. Tempat Usaha yang Akan Dipilh Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal berikut ini: a) Apakah tempa usaha ersebut mudah dijangkau oelh konsumen. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan manajer pemilik usaha kecil.

dan tim manajer. Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris. direksi mengangkat beberapa orang manajer. maka semakin besar fungsi kewirausahaan. dalam perusahaan besar. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen dan kemampuan. Sebaliknya. dewan dierktur. sedankan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. karena yang mendasari adalah motivasi dan kemauan. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan manajmen. dalam perusahaan kecil. fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. Sebaliknya semakin kecil perusahaan. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi kegiatan direksi dalam menjalankan perusahaan. . maka semakin besar pula fungsi manajerial. yaitu rapat umum pemegang saham. dewan komisaris. organisasi perusahaan terdiri atas beberapa tingkatan. semakin besar perusahaan. Oleh sebab itu. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar.62 Wirausaha Manajer Manajer Karyawan (b) Struktur Organisasi Usaha Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Pemasaran Keuangan SDM Produksi Karyawan (c) Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan CV. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Secara hierarkis.

Konsumen yang kecewa karena tidak memeroleh manfaat dari perusahaan. 5) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang dan jasa yang bermutu tinggi. Hal ini bisa dicapai apabila bahan baku dari pemasok bekualitas. 4) Pembeli atau pelanggan Pemebeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. dan waktu yang tidak memadai.Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memeroleh manfaat dari perusahan. Lingkungan usaha dapat mejadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Jika tidak. kurang kreatif. masa depan yang terjamin. dan cukup jumlahnya. seperti pemasok. pelanggan/konsumen. Lngkungan yang dapat memengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro. karyawan. pemegang saham. Semangat kerja yang tinggi. di antaranya adalah: 3) Pemasok Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. harga. pelayanan yang baik. . Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran.63 Lingkungan Usaha yang Akan Berpengaruh Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. manajer. yaitu dari laba perusahaan ke manfaat bagi pemilik kepentingan. tepat waktu. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. majikan. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar. dan lainnya. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Yang termasuk kelompok yang berkepentingan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan. maka karyawan akan kurang termotivasi. distributor. misalnya akibat mutu. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. dan akan merugikan perusahaan. direksi. kurang produktfi. 6) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memeprlancar penjualan. maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. a) Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yanng ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan.

dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perusahaan. Demikian juga bidang jasa. Dalam beberapa hal. dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh terhadap tingkah laku masyarakat. nasional. Teknologi baru telah memunculkan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. dan fluktuasi mata usang asing. telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. dan struktur masyarakat bisa menjadi . Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. kebiasaan. gaya hidup. (2) Lingkungan Teknologi Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahan sangat beropengaruh terhadapperusahaan. pendapatan. Variabel-variabel ekonomi. Misalnya adanya kekacauan politik dan kerusuhan selalu membawa sentimen pasar. (3) Lingkungan Sosiopolitik Kekuatan sosial politik. Kelompok-kelompok masyarakat. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam meproyeksikan usahanya. Namun demikian. sperti tingkat inflasi. regional. kecenderungan. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. tingkat bunga. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oelh perubahan demografi dan gaya hidup. Oleh karena itu kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan. dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasikan keuangannya. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut.64 b) Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. yang meliputi: (1) Lingkungan Ekonomi Kekuatan ekonomi lokal. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memerluas skala industri secara keseluruhan.

bukan kepada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinian produk atau membedakannya dengan produk lain di pasar. Merek dagang (trade –mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasaran. Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh Jaminan usaha sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Langkah 3: Telusuri paten-paten yang telah ada. bahkan menjadi poduk pesaing dan mematikan perushaan penemu. Langkah 2: Dokumentasikan produk yang ditemukan tersebut. identitas dan nama perusahaan. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol.65 peluang. semua lingkungan di atas bisa mencipatakan peluang bagi wirausaha. Beberapa hak perlindungan perusahaan yang mungkin diperoleh adalah: a) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga berwewenag atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. Pada prinsipnya. Untuk . Langkah 5: Mengajukan lamaran paten. terutama untuk penemuan-penemuan. Untuk mendapatkan hak paten. menggunakan. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak peten. Hak peten hanya diberikan kepada penemu sebenarnya. nama. Penemuan yang telah diberikan hak paten tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (liensi) dari penemmunya. Pemberian hak monopoli atas produk dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemmu. alat yang dicipatakan harus betul-betul baru (bukan produk perbaikan). Banayak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. b) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdangan atau perusahaan. Temuan tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi.loo slogan. Dengan adanya jaminan perusahaan yang diperoleh maka keberadaan perusahaan terlindungi. serta keorisinilan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Perlindunganproduk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usahausaha peniruan dan penduplikasian yang dilakukan oelh pihak lain. yaitu: Langkah 1: Tetapkan bahwa yang ditemukan betul-betul baru. dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. Ada bebrapa langkah untuk menadaptkan hak paten. Langkah 4: Pelajari hasil Telusuran.

66

menetapkan merek dagang, harus dipilih kata yang khas, mudah dikenal dan diingat, serta unik bagi pelanggan sehingga menjadi merek terkenal. c) Hak Cipta Hak cipta (copyright) dalah hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya, misal karangan, musik, lagu, dan hak untuk memproduksi, memperbaiki, mendistribusikan, atau menjual. 3. Perencanaan Usaha Pada umumnya, dalam usaha terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, terdapat kegiatan-kegiatan kewirausahaan, yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari usaha Anda. Memeroleh survei-survei pemasaran, melaksanakan riset produk dan merancangkan anggaran, kesemuanya ini merupakan aspek-aspek perencanaan usaha. Kedua, terdapat aspek-aspek usaha yang dapat dianggap rutin. Ini meliputi menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk. Anda dapat menguji manajer dan penyelia untuk melaksanakan kegiatankegiatan rutin itu, namun Anda harus terlibat secara mendalam dalam aspek-aspek wirausaha bisnis Anda. Sangatlah sukar mendelegasikan pertanggungjawaban atas kegiatan-kegiatan wirausaha, dan jika Anda mendelegasikannya, Anda akan kehilangan pengendalian efektif atas usaha Anda. 1) Mengapa perlu Disusun Perencanaan Usaha Perencanaan usaha perlu disusun karena merupakan legitimasi dari sebuah usaha yang akan didirikan. Orang perlu mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan Anda sehingga tertarik untuk bekerja sama. Ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun perencanaan usaha (Bygrave:1994:115 dalam Alma:2007:217), antara lain: a) To sell yourself on the business b) To obtain bank financing c) To obatin investment funds d) To arrange strategic alliances e) To large contracts f) To attract key employes g) To complete mergers and acquisitions h) To motivate and focus your management team.

67

Jadi tujuan menyusun rencana usaha adalah: a) Menyatakan bahwa Anda sebagi pemilik dan pemegang insiatif dalam membuka usaha baru. Anda yakin akan keberhasilan usha itu dan Anda juga harus meyakinkan orang lain tidak akan merugi bila melakukan kerjasama dengan Anda. Dengan adanya bantuan kerjasama dari berbagai pihak maka diharapkan usaha Anda akan maju dengan pesat. Bantuanyang diharapkan itu antara lain berupa pinjaman melalui bank atau pinjaman melalui pihakpihak lain yang potensial. b) Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah ada dan saling menguntungkan misalnya dari para produsen yang dapat diharapkan memasok barang buat perusahaan Anda ataupun perusahaan-perushaan yang lebih besar memberi pekerjaan atau kontrak yanng dapat dikerjakan oleh perusahaan Anda. c) Perencanaan Usaha juga dapat mengundang orang-orang tertentu yang potensial atau mempunyai keahlian untuk bergabung bekerjasama dengan Anda. Mungkin saja Anda memerlukan orang-ornga yang mempunyai kemampuan untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan Anda namun Anda harus berhati-hati menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan perusahaan Anda yanng baru berdiri. d) Perencanaan usaha juga berguna untuk melakukan merger dan akuisisi misalnya Anda menjual perusahaan Anda ke sebuah perusahaan besar maka perusahaan besar tersebut harus membaca prencanaan usaha Anda atau mungkin juga Anda ingin membeli perusahaan lain maka rencana usaha yang Anda susun dapat memberi keyakinan kepada perusahaan lain yang mau diakuisisi. e) Perencanaan usaha bertujuan untuk menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga rencana usaha menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang benar. 2) Perencanaan dan Pengendalian Tindakan wirausaha berarti perencanaan dan pengendalian. Wirausaha mengidentifikasi aspek-aspek usaha yang vital bagi perkembangan masa depannya. Mereka selalu berhasrat untuk meningkatkan prestasi mereka, untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan, meningkatkan kekuatan dan belajar baik bagi keberhasilan maupun kegagalan, dan merencanakan, mengorganisasi masa depan perusahaan. Dalam perencanaan kewirausahaan yang efektif, tidak boleh ada keputusan penting yang ditetapkan tanpa pengetahuan dan persetujuan Anda. Keadaan yang selalu

68

berubah menghendaki agar Anda menguasai pengendalian atas usaha Anda. Maksud utama perencanaan adalah agar Anda mendapat informasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. Keterlibatan pribadi dalam semua aspek usaha biasanya mustahil, dan hal itu akan berarti penggunaan waktu Anda yang tidak efektif. Bagi Anda yang penting adalah memegang kendali yang ketat atas aspek yang lebih bersifat wirausaha bisnis dan mendelegasikan pengendalian atas aspek-aspek rutin lainnya kepada staf. Perencanaan yang baik tampak dalam perumusan tujuan-tujuan dan sasaran yang spesifik, dan membantu karyawan Anda memahami apa yang diharapkan dari mereka. Waktu yang Anda gunakan untuk merencanakan, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil-hasil perencanaan akan ikut menentukan keberhasilan Anda. Perencanaan yang baik mencakup pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk menerapkan rencana dengan sukses. 3) Menetapkan Prioritas Perencanaan usaha mencakup pula penentuan prioritas. Dalam menghadapi persoalan-persoalan, terdapat beberapa bidang-bidang kunci tertentu, yang kalau direncanakan, akan mempunyai akibat-akibat langsung pada usaha. Umpamanya, dalam kebanyakan perusahaan biaya dapat dikurangi dan penghematan-penghematan yang besar dapat dicapai. Uang harus dibelanjakan dengan cara yang paling efisien. Tinjaulah jenis-jenis biaya berikut mempertimbangkan di mana kemungkinan melakukan pengurangan-pengurangan dapat dibuat: a) Biaya langsung, seperti biaya karyawan dan bahan untuk menghasilkan produk. b) Biaya tidak langsung, seperti bahan bantu dan karyawan yang tidak digunakan secara langsung untuk menghsilkan produk, dan biaya umum pabrik untuk penerangan dan bahan bakar. c) Biaya administrasi, seperti pemngeluaran-pengeluaran kantor serta gaji manajemen dan staf. d) Biaya penjualan, yang mencakup semua biaya dalam penjualan produk, seperti iklan, gaji dan pengaluaran staf penjualan dan promosi penjualan. Masing-masing bidang biaya di atas dapat dibagi ke dalam bagian-bagian terpisah. Anda haruslah mampu mengenali bidang manakah yang biayanya tinggi, dan manakah yang rendah. Kalau seminggu sekali informasi mengenai hal ini diperoleh, Anda sangat dibantu dalam memonitor biaya. Dengan mengetahui mana biaya yang paling besar, atau mana biaya yang baru-baru ini bertambah, kita dapat mengenal bagaimana biaya dapat dikurangi.

Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan hanya berorientasi kepada factor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya. biasanya mengelola perusahaan yang berada di tempat lain. . Apapun merek yang diplih. (2) Lokasi perusahaan. biasanya jika perusahaan itu mengalami kemajuan maka namanya atau mereknya ikut popular juga. Canon dan Wichert menyatakan cirri-ciri merek yang baik adalah: (1) Short – pendek (2) Simple – sederhana (3) Easy to spell – mudah dieja (4) Easy to remember – mudah diingat (5) Pleasing when read – enak dibaca (6) No disagreeable – tak ada nada sambung (7) Does not go out of date – tak ketinggalan zaman (8) Ada hubungan dengan barang dagangan (9) Bila diekspor gampang dibaca oelh orang luar negeri (10) Tidak menyinggung perasaan kelompok / orang lain atau tidak negatif (11) Membayangkan apa produk itu atau memberi segesti penggunaan produk tersebut. disebut tempat kedudukan.69 4) Kerangka Rencana Usaha Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang mencakup antara lain: a) Nama Perusahaan Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik. b) Lokasi Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih. Tepat kediaman berarti tempat peusahaan beroperasi. Antara tempat kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan sebagai berikut: (a) Tempat yang baik untuk badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan. yaitu: (1) Lokasi Perkantoran. disebut tempat kediaman. Namun persyaratan memberi merek atau nama seperti di atas patut dipertimbangkan. Tempat kedudukan berarti tempat (kantor) badan usaha. karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang.

(2) Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barangbarang atau jasa tertentu. Jadi kesempatan untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu. Pemilik usaha tetarik dengan suatu komoditi karena di memeroleh informasi dari lingkungannya atau dia memunyai pengalaman dengan komoditi tersebut atau dia memunyai relasi khusus untuk mengusahakan komoditi tersebut. murahnya bahan baku. c) Komoditi yang Akan Diusahakan Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tegantung kepada pemilik usaha. Apakah konsumen bertempat tinggal di lingkungan usaha? Ataukah perusahaan akan menjangkau konsumen yang lebih jauh. . Contohnya tempat badan usaha ada di Kota Yogyakarta dan tempat kediaman perusahaan ada di Bantul. (c) Suatu badan usaha yang mempunyai beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan itu. Sedangkan tempat kedudukan badan usaha mementingkan segi hukumnya. Atau pemilik perusahaan memuunyai selera khusus tentang makanan. sebab factor-faktor yang memengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama (ad pertimbangan berbeda) (d) Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapakan. (3) Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan. lalu dia membuka restoran.70 (b) Memilih tempat badan usaha lebih mudah daripada memilih tempat perusahaan. LAlu penulis tersebut membuka usaha penerbitan dan percetakan sendiri. (4) Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama.dan sebaginya. seperti keuntungan yang ditimbulkan oelh proses produksi. Gunung Kidul. baik berupa barang atau jasa. d) Konsumen yang Dituju Dalam hal ini perlu dianalisa calon-calon konsumen yang diharapkan. dan Kulon Progo. Misalnya seorang penulis akan menerbitkan bukunya dan menemui kesulitan mencari penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya. transport tenaga kerja.

Pengikut pasar merupakan sasaran serangan balik dari kelompok penantang pasar. dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga. pengikut pasar harus berhati-hati dalam menjaga mutu produk dan layanan yang diberikan ekapad pelanggannya. Segala macam taktik akan digunakan untuk mengatasi pemimpin pasar misalnya dengan perang harga. Misalnya usaha trnasportasi. membuat produk baru.71 Prospek konsumen ini didasrkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Umumnya perusahaan kecil menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mereka melarikan diri untuk memasuki relung pasar. pengikut pasar. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah dari ancaman-ancaman perusahaan lain. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik. Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalakan konsumen dari lingkungan took tersebut. penantang pasar. menggunakan promosi secar gencar dan sebagainya. Mereka mencoba untuk menonjolkan keunggulan produk dan memberikan servis yang istimewa kepada pelanggannya. Akan tetapi ada pula strategi perusahaan besar membuka unit-unit usaha kecil yang ditujukan untuk . Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar. Namun demikian kita perlu menganalisa total permintaan yang dapat diharapkan. Jadi. dalam menghitung total permintaan harus memertimbangakan masa-masa libur untuk meramalkan jumlah permintaan. Perelung pasar ini berasal dari pengikut pasar yang berusaha untuk menjadi pemimpin di pasar kecil atau memasuki relung pasar. dia harus tetap berjaga-jaga untuk memertahankan pangsa pasarnya. e) Pasar yang Akan Dimasuki Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaanya sebagai pemimpin pasar. Mengenai jumlah total permintaan yang dimaksud bukanlah suatu jumlah permintaan yang bersifat permanent tetapi perlu dipertimbangkan kondisikondisi tertentu. layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya. Pengikut pasar sangat mengetahui cara-cara untuk memertahankan langganan yang sudah ada dan selalu mencari pelanggan baru. Pemimpin pasar memilki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. atau perelung pasar. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

Kadang-kadang melihat penampilan seseorang kita berkesimpulan dia jujur. Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama. Hendaknya pemantauan yang dilakukan tidak menimbulkan syak wasangka atau kecurigaan dari personil yang dipantau. Jika ditemukan ada penyelewengan. Adakalanya sulit mencari oranng jujur.dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas. termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan. maka semua anggota dianggap sebagai general partner. sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara sebagi suatu kekerabatan. f) Partner yang Akan Diajak Kerjasama Definisi partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. g) Personil yang Dipercaya Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit. Strategi ini sangat mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan yang murni sebagai perelung pasar. . dan kemampuan seseorang. kecuali dalam keadaan tertentu.72 melayani relung-relung pasar. sebab ini menyangkut masalah karakter. kejujuran. Jumlah anggota yang mempunyai tanggung jawab terbatas tidak dibatasi jumlahnnya. tetapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan usaha. Ada dua macam partnership yaitu: (1) General partnership (2) Limited partnership Bentuk General partnership semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan usaha. Jika tidak dijelaskan pembagian naggota dalam bentuk ini. Bentuk limited partnership memilki anggota sekurang-kurangnya satu orang ayng bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawa terbatas. Maka perlu ada pengamatan dan pemantauan. Dalam peraturuan mereka tidak dibenarkan menarik modal penyertaannya. tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untik mencari laba. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba. Angota yang memiliki tanggung jawab terbatas tidak memiliki suara dalam mengoperasikan perusahaan sehari-hari. tetapi behak atas laba yang pembagiannya ditetapkan bersama. Bentuk partnership dapat mengatsi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan. sama-sama bertanggungjawab.

Peralatan usaha pertokoan.73 ketidakberesan. mesin hitung. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan. kejujuran selalu tetap dipertahankan. Untuk pertama kali membuka usaha. baru boleh menonjolkan prestise. Inilah sumber-sumber modal yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan. pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. i) Peralatan Perusahaan yang Perlu Disediakan Peralatan yang perlu disediakan. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. rak-rak. menjual harta. Para relasi dapat membantu bahan. h) Jumlah Modal yang Diharapkan Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. Nanti jika usaha sudah maju. Kemudian harus menjallin hubungan baik dengan bank. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju. Akan tetapi banyak di antara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan. bahkan uang tunai pun dapat dipinjamkan. maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan perlatan: (1) Ekonomis (2) Prestise Wirausaha yang ekonomis sangat memerhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. sebab akan mengganggu uang kas. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner. syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. . yang masing-masing menyetorkan modalnya. mak segeralah ambil tindakan sebijaksana mungkin yang tidak akan menimbulkan permusuhan dan kerusuhan. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha. ini sangat ekonomis. reputasi semakin baik. Relasi inilah yang biasanya sangat dominant menunjang perkembangan suatu wirausaha. meja. Di luar itu jangan dibeli. akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Melalui bank kita bisa memeroleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sbelum digunakan. Dia bisa cari peralatan itu di pasar bekas. atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. Setelah usaha berjalan. Dia merasa belum perlu membeli cash register. adalah sesuai dengan kepentingan usaha. barang yang dibutuhkan. cukup pakai mesin hitung yang murah saja. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah. baru beli yang serba mahal dan mewah.

(4) Folder. Adapun elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain: (1) Advertising. asal sifat prstisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan serta konsumen yang akan dilayani serta disesuaikan dengan kemapuan keuangan. lokasi strategis dan sebagainya. (5) Spanduk. kecil mungil. ini pada umumnya dibuat dari kain yang ditulis.tentu belum dikenal oelh masyarakat. ini dibuat dalam bentuk kertas yang dilipat-lipat sehingga menarik. undian-undian kupon dan sebagainya. tempat/media mempromosikan. Dipasang atau direntang di jalan-jalan ataupun di depangedung/bangunan tertentu. yaitu berupa iklan di berbagai media. hadiah. yaitu berupa tulisan singkat tentang apa yang dipromosikan di atas kertas atau kain. dihiasi tulisan. (2) Personal selling. kadang-kadang diberi gambar. obral. yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting. Gambarnya agak mencolok. (4) Public relation. merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman) (3) Sales promotion. artinya menyangkut memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan. berisi keterangan dengan gambar disertai foto dan daftar harga barang yang ditawrakan. (3) Katalog. didirikan di pinggir jalan di tempat strategis sehingga jelas dipandang. manajemen dan sebagainya. kualitas prima. ini juga dibuat di atas kertas dengan desain menarik. keunggulan apa yang akan ditunjukkan.74 Berbeda dengan wirausaha yang prestisius. . apakah akan menonjolkan harga murah. dan foto. akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serba mahal. baik menyangkut produk. j) Penyebaran Promosi Sebagai suatu usaha baru. Bentuk-bentuk advertising yang sering digunakan antara lain: (1) Papan reklame. yang membuat masyarakat memiliki image (citra) baik terhadap perusahaan. gambar. Oleh karena itu harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. (2) Poster. Ini pun tidak salah. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi.

selebaran. ini merupakan bahan yang diproyeksikan di dalam bioskop sehingga menjadi bahan iklan yang ditayangkan sebelum pemutaran film. Lama kelamaan wirausaha Anda akan makin maju. (7) Iklan. adalah jenis reklame yang dipasang pada media cetak seperti surat kabar. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. biasanya dilakukan dengan cara sebgaai berikut: (1) Memasang papan nama perusahaan. maka lain kali mereka akan datanng kembali. relasi tentang usaha yang baru dibuka dan mengundang mereka untuk dating berkunjung. majalah atau media elektronik seperti televise dan radio.” Dan menonjolkan keunggulan-keunggulan produknya. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. (2) Memasang spanduk yang menyatakan: “Sudah dibuka usaha ….75 (6) Slide. Juga mereka akan menyebarkan informasi kepada relasi agar mereka mencoba produk usaha tersebut. Dengan promosi secara sederhana tersebut. 5) Tahapan Perencanaan Usaha a) Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). biasa diasang di tempat usaha. akan menarik konsumen dating ke lokasi usaha Anda. Contoh : Situasi Anda Kemungkinan Usaha Calon Konsumen . (8) Papan nama perusahaan. agar masyarakta mengetahui kegiatan apa yang sedang berjalan di tempat tersebut. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. Jangan takut pada persaingan. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. (3) Menyebarkan brosur-brosur. Rasa ingin tahu mereka akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap perusahaan. Jika mereka puas. sebgai pemberitahuan keberadaan wirausaha baru tersebut. Bagi sebuah wirausaha kecil ataupun menengah yang baru berdiri dan merasa perlu mengadakan promosi sederhana. terpenuhi needs dan wants-nya. Termasuk ketika memulai usaha. (5) Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang usaha Anda. (4) Memberitahukan kawan-kawan.

modal patungan dan modal pinjanman. Perumusan ini akan membuat Anda berkonsentrasi pada segmen yang spesifik sehingga dapat menjadi acuan strategi bisnis. definisikan dengan jelas skala perusahaan. anak kost gadis remaja dan ibu-ibu pemilik handphone b) Deskripsi Perusahaan Pada bagian ini Anda harus mulai memikirkan dan memutuskan darimana mendapatkan modal. Misalnya Anda akan melayani seluruh remaja usia 9-15 tahun di Kotamadya Yogyakarta atau 1000 keluarga di Perumahan ‘Puri Mas’. demografis.76 suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Gambarkan dengan detail siapa yang akan membantu Anda menjalankan usaha. peralatan dan perlengkapan. Modal dapat diperoleh dari modal pribadi. Setelah menentukan modal. Sehingga Anda dapat memasukannya dalam kategori biaya. Minimal ada 3 bidang pekerjaan yang harus dilakukan saat . Taksirlah setiap modal yang Anda dapatkan dalam uang tunai untuk mendapatkan informasi jumlah modal Anda. Hal ini akan sangat berguna untuk menaksir likuiditas dan penyusutan. dan kuantitatif siapa konsumen yang akan Anda layani. Tentukan secara kuantitatif. dompet dst) berjualan pulsa anak-anak dan remaja pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. aset tetap. Modal dapat berupa uang tunai.

strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. Deskripsi dan alur kerja bermanfaat untuk Anda dan karyawan Anda. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. (2) Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. strategi produk. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguh-sungguh. Buatlah deskripsi kerja untuk tiap bidang dan alur kerja yang efisien. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. bunga rendah) (4) Perhatikan lokasi usaha Anda. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. pemasaran dan keuangan. (3) Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. strategi penetapan harga. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan.77 memulai usaha yaitu bagian produksi. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. Tips: (1) Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). Tidak perlu takut pada persaingan. Strategi Penetrasi Pasar: (1) Siapa pesaing Anda yang telah lebih dahulu memasuki pasar? . (6) Agar tidak terjadi kesalahpahaman. (7) Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. Agar dapat merumuskan strategi pemasaran. c) Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. (5) Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. Anda perlu mengumpulkan beberapa informasi berikut ini. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran.

Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) Strategi Harga: Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) Strategi Distribusi: (1) Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? (2) Berapa biayanya? (3) Hambatan apa yang kira-kira akan dihadapi untuk mendistribusikan produk? (4) Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut? Strategi Komunikasi Pemasaran: (1) Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? (2) Apa promosi yang digunakan? .78 (2) Bagaiman strategi pemasaran yang mereka lakukan? (3) Apa kelemahan dan kelebihan strategi tersebut? (4) Kapan waktu yang tepat memperkenalkan produk Anda? (5) Bagaimana promosi yang tepat pada saat itu? (6) Berapa target penjualan dalam 6 bulan pertama? Strategi Produk: (1) Apa sifat berwujud produk Anda? (2) Apa sifat tidak berwujud produk Anda? (3) Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) (4) Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. kualitas dst. buat protipe! (5) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? (6) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? (7) Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) (8) Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) (9) Siapa pemasok Anda? (10)Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya.

nama orang yang bertanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui telepon. target laba. (1) Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih Beban Pajak Biaya Bunga Pinjaman (jika ada) Keuntungan Setelah Pajak (2) Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari : Rp …………. karyawan). Rp ……………… Rencana Arus Kas Maret April Mei Juni Rencana Keuangan Kinerja 6) Bentuk Formal Rencana Usaha Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bentuk rencana usaha. : Rp ………….. adminitrasi.79 (3) Berapa biayanya? d) Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. target biaya (distribusi. : Rp …………. : Rp …………. alokasi modal. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. akan tetapi pada umunya rencana usaha memuat hal-hal berikut: a) Halaman depan Di halaman ini dicantumkan nama dan alamat perusahaan. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. : Rp …………. b) Daftar isi . target penjualan. target waktu modal kembali (break event point/BEP). : Rp ………….

c) Rangkuman eksekutif Rangkuman eksekutif ini sangat penting karena pembaca ingin melihat secar cepat apa isi dari keseluruhan rencana usaha tersebut. 4. tenaga penjual yang digunakan. Jelaskan dan berikan contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. Jelaskan dan berikan contoh meraih peluang. Jelaskan dan berikan contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di bebagai daerah. KTP. 5. f) Barang dan jasa yang dihasilkan Di sisni diungkapkan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan.80 Harus dibuat daftar isi secara rinci dengan nomor-nomor halamannya. SIUP. sertifikat tanah. Jelaskan dan berikan contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. i) Permodalan Di sini diungkapkan rencana permodalan dan proyeksi permodalan. Latihan a. tenaga penjual yang digunakan. aliran kas. dan pendapatan. 3. . Jelaskan dan berikan contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. neraca pendahuluan. 6. NPWP. j) Apendix Disini dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi rencana usaha. e) Pemasaran Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di berbagai daerah. D. d) Penjelasan tentang perusahaan Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. Jelaskan dan berikan contoh memilih lokasi usaha. g) Usaha meningkatkan penjualan h) Di sini dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. 7. Rangkuman eksekutif merupakan inti perencanaan yang sangat menarik perhatian pembaca. Misalnya akte pendirian perusahaan. dan sebagainya. Jelaskan dan berikan contoh cara memasuki usaha baru 2. Latihan Konsep 1.

Anda perlu membuat rencana usaha. anak kost Calon Konsumen anak-anak dan remaja . Jelaskan dan berikan contoh pentingnya perencanaan usaha 9. Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). Contoh : Situasi Anda suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Termasuk ketika memulai usaha. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. 11. Jelaskan dan berikan contoh bentuk formal rencana usaha b.81 8. 10. Rencana ini dibuat dalam bentuk proposal yang berguna untuk menarik investor dan mengendalikan usaha di masa depan. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. dompet dst) berjualan pulsa pemilik handphone gadis remaja dan ibu-ibu Kemungkinan Usaha penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. Jelaskan dan berikan contoh kerangka rencana usaha. Jangan takut pada persaingan. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Jelaskan dan berikan contoh tahapan perencanaan usaha. sehingga Anda dapat memanfaatkannya untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan usaha Anda di masa yang akan datang. Langkah-langkah pembuatan rencana usaha: 1. Latihan Kasus Sebelum menjalankan usaha. Seluruh informasi yang termuat dalam rencana usaha hendaklah akurat (sesuai dengan keadaan sebenarnya) dan terkini. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai.

Deskripsikan tugas masing-masing bagian! e. modal patungan.82 Kegiatan 1: a. Tanyailah beberapa calon konsumen Anda tentang produk macam apa yang mereka inginkan (jenis. modal pinjaman) dan berapa besarnya? b. sekecamatan. Coba gambarkan alur kerja (bagan organisasi) yang melibatkan seluruh bagian! Tips: : . tempat pembelian)! c. toko pribadi dst) dan ruang lingkup usaha Anda secara geografis (melayani konsumen sekampung. Coba pikirkan hobi. cara pelayanan) dan perhatikan bagaimana calon konsumen Anda berbelanja (frekuensi. harga. sekabupaten dst)! c. pemasaran dan keuangan) d. toko sewaan. Tentukan tempat perusahaan dijalankan (di rumah. 2. Tentukan darimana Anda mendapatkan modal usaha (modal pribadi. jumlah. Deskripsi Perusahaan Kegiatan 2 a. situasi di sekitar Anda yang memungkinkan untuk dibuat usaha! b. Berdasarkan informasi di atas isilah pertanyaan di bawah ini Produk/jasa Nama : Jenis : Kisaran Harga : Calon konsumen Jenis kelamin Usia : Tempat tinggal: Kebiasaan berbelanja calon konsumen Frekuensi : Jumlah pembelian: Tempat pembelian: Besarnya transaksi: Simpanlah informasi ini baik-baik sebagai acuan untuk menentukan strategi berikutnya. Tentukan siapa yang membantu Anda menjalankan usaha? (bagian produksi.

Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang.83 a. Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) f. Siapa calon konsumen Anda? c. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan? (minimal 2) b. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. Kegiatan 3 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. b. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. 3. c. f. strategi produk. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. Tidak perlu takut pada persaingan. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. e. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguhsungguh. Bagaimana cara agar konsumen Anda mengenal produk/jasa yang Anda tawarkan untuk pertama kali? d. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. Kapan saat yang tepat mengenalkan produk? e. Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? Berapa biayanya? g. strategi penetapan harga. Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. Berapa target penjualan? . warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. bunga rendah) d. Perhatikan lokasi usaha Anda. g. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran.

Persaingan dapat dimenangkan melalui strategi produk yang baik. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) 5. Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) f. distribusi atau penjualan. target waktu modal kembali (break event point/BEP). karyawan). buat protipe! c. Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. kualitas dst. : Rp …………. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? d. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. ada baiknya konsentrasi pada salah satu tahapan usaha seperti produksi. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi produk. : Rp …………. Jika Anda baru memulai usaha. Kegiatan 4 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. target biaya (distribusi. Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. alokasi modal. Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) g. target laba. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? e. target penjualan. Kegiatan 4 : Isilah skema di bawah ini! a. Siapa pemasok Anda? h. Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? Apa promosi yang digunakan? Berapa biayanya? 4.84 h. Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. adminitrasi. : Rp ………….. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) b. Strategi Produk Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. - . Rencana Kinerja Keuangan Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih : Rp ………….

+ : Rp ……………… : Rp ……………… - Biaya Bunga Pinjaman: Rp …………. Jakarta:Cresindo. Griffin. Moko P. Suryana. 2005. Meredith. Organisasi: Perilaku. Jakarta:PPM. Binis (Jilid 1). 1997.85 Beban Pajak : Rp …………. Donnely. 16. 11. Pengantar Kewiraswastaan. RJ. Thoby. 14. Bandung: Alpabeta. Manajemen. Total Biaya Pajak & Bunga Keuntungan Bersih b. 1997 (terjemahan) 12. Kewirausahaan. 2007. 1995. Kewirausahaan yang Berproses. 1997. 18. Hani Handoko. 1996.et al. Jakarta:Prehallindo. Bandung: Alfabeta. Proses.. Astamoen. 15. Mas’ud & Mahmud. Gibson. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Rencana Arus Kas Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari Maret April Mei Juni E. 17. 19. Geoffrey G. Kewirausahaan. Yogyakarta:BPFE. 2005. Buchari. Alma. Jakarta: Salemba Empat. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Kewirausahaan. Jakarta: Binarupa Aksara. Ivancevich. Daftar Pustaka 10. Dan Ebert. 2006. 1996 (terjemahan). Yogyakarta:BPFE.. RW. Yogyakarta:BPFE. 13. Teori dan Praktek. Masykur. Mutis. Struktur. Wiratmo. .

M. Menjelaskan pengertian strategi bersaing Porter. 1. Untuk itu. 4. Menjelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni 10. 5. Materi Tahapan setelah mempersiapkan bisnis dengan menyusun proposal usaha. L. Memutuskan strategi bersaing yang dipilih. Faraz. 8. Menjelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. maka langkah selanjutnya adalah menjalankan bisnis/usaha.. 7. 2) Mengajukan HO (Hinder Onderneming) atau ijin Tempat Usaha di Dinas Perdagangan Kabupaten.Si. Menjelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan selama menjalankan bisnis yaitu memerhatikan aspek legalitas usaha dengan menyiapkan ijin usaha. & Dyna Herlina S. SE. perusahaan perlu: 1) Membuat Akte Pendirian (AD pendirian usaha) di notaris setempat. 3. 9. meningkatkan efisiensi. Menjelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. K. 2. menetapkan prioritas utama.4: Menjalankan Usaha Oleh: Nahiyah J. Menyiapkan Badan Usaha Langkah pertama adalah menyiapkan pendirian usaha. . Menjelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. M. dan menyusun rencana strategis (evaluasi hasil usaha).SIP. Menjelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. 6. Menjelaskan cara mendirikan badan usaha. Menganalisis kelayakan usaha rintisan/baru. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. yang diharapkan adalah peserta pelatihan memahami cara menjalankan bisnis/usaha dan mampu menjalankan bisnis/ M. meminimalkan risiko. M..86 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.Lies Endarwati.Pd. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi usaha.

dan Perseroan Terbatas (PT). 4) Mengajukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) di Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten. atau Koperasi. 5) Membuka Rekening Giro di Bank setempat. Mengajukan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak Kota/Kab. Membuka Rekening Giro di Bank Mengajukan DRM ke Gubernur Skema Pendirian Usaha . Perusahaan Patungan (CV/Firma).87 3) Mengurus SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) di Dinas Perdagangan Kabupaten. Bentuk badan usaha yang bisa dipilih adalah Perusahaan Perorangan. Mengajukan SIUP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. Membuat Akta Pendirian di Kantor Notaris Mengajukan TDP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. Kab. 6) Membuat Faktur penjualan dan faktur pajak. Mengajukan HO di Dinas Perek.

.88 Proses Penerbitan SIUP/SIUI PENGUSAHA MENYERAHKAN PERSYARATAN SIUP/SIUI PENERIMAAN FORMULIR DIISI OLEH PENGUSAHA FORMULIR DISERAHKAN KE DISPERINDAG & PM DAN SELANJUTNYA DITELITI KEBENARANNYA SALAH DIKEMBALIKAN KE PENGUSAHA UNTUK DIPERBAIKI BENAR DISPERINDAG & PM MENERBITKAN SIUP/SIUI PENYERAHAN SIUP/SIUI OLEH PETUGAS Ada beberapa perusahaan yang dibebaskan dari SIUP/SIUI yaitu: 1) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan memergunakan SIUP perusahaan pusat.

Untuk itu. weakness.89 2) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha industri memergunakan SIUI perusahaan pusat. membangun pabrik. Bila menguntungkan. dan sebagainya. misalnya pilihan usaha dagang. peluang. ada dua studi atau analisa yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bisnis untuk dimulai dan dikembangkan. 3) Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan. kelemahan. 3) Perusahaan yang telah mendapat Ijin Usaha yang setara dari Dinas Teknis berdasarkan Peraturan Perundang-undangan 4) BUMN / BUMD 5) Perusahaan Kecil Perorangan meliputi Pedagang Keliling. Pedagang Pinggir Jalan 2. menambah mesin baru. memperluas skala usaha. misalnya membuka toko. kemungkinan kurang memberikan manfaat. Analisis kekuatan. dan ancaman (strength. mendirikan perusahaan jasa. pilihan usaha barang atau jasa. misalnya untuk menambah kapasitas pabrik. memperluas cakupan usaha. Pedagang Kaki Lima. pabrikasi atau perakitan. Kelayakan Usaha Sebelum usaha baru dimulai atau dikembangkan. Studi kelayakan usaha b. proyek A atau proyek B. membuka usaha dagang. yaitu: a. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya. apakah keuntungan tersebut memadai dan dapat diperoleh secara terus-menerus dalam waktu yang lama? Secara teknis. harus diadakan penelitain tentang apakah bisnis/usaha yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak. mengganti peralatan/mesin. threat – SWOT) Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus. 2) Mengembangkan usaha yang sudah ada. Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan usaha di antaranya: 1) Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan) . Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk: 1) Merintis usaha baru. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha. opportunity. mungkin saja usaha tersebut layak dilakuakn tetapi secara ekonomis dan sosial.

Oleh investor. seperti visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah bisnis tersbut diidentifikasi: apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng. Proses kelayakan usaha dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini: 1) Tahap Perumusan Ide atau Gagasan Tahap penemuan ide adalah tahap di mana wirausaha memiliki ide untk merintis usaha barunya. perdagangan. studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi.90 Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada ketidak pastian. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan. seperti bagaimana dampak lingkuan. pedoman. studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi yang dilakukan. apakah positif atau negatif. 2) Investor dan Penyandang Dana Bagi investor dan penyandang dana. Banynak kemungkinannya. 2) Tahap Formulasi Tujuan Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. usaha jasa. studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan. Demikian juga bagi penyandang dana yang mengajukan persyaratan tertentu seperti bankir. misalnya bisnis industri. misalnya kemungkinan-kemungkian bisnis yang paling memberikan peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. studi kelayakan sangat penting untuk memertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya. Dalam kewirausahaan. perakitan. studi kelayakan usaha sangat penting dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu. investor. apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. Bagi pemerintah. 3) Masyarakat dan Pemerintah Bagi masyarakat. sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan wirausaha itu sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. dan pemerintah. dan bahan pertimbangan merintis dan mengembangkan usaha atau melakukan investasi baru. atau jenis usaha lainnya yang dianggap paling layak. atau apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut .

91 benar-benar menjadi kenyataan atau tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan. lingkungan. Tahapan ini dilakuakn seperti prosedur proses penelitian ilmuah lainnya. 3) Tahap Analisis Tahap penelitian. yaitu dimulai dengan mengumpulkan data. gedung bangunan. (2) Aspek teknik produksi/operasi. Secara ringkas. mesin dan peralatan. pendapatan. (3) Aspek manajemen/penglolaan. mencakup produk yan kan dipasrkan. aspek pengelolaan. yuridis. mengolah. dan hasilnya meyakinkan. keuntungan. bahan baku dan bahan penolong. maka kepuusan binis biasanya berdasarkan bebrapa kriteria investasi. harga. metode produksi. Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko. dan sebagainya. yaitu dilaksanakan atau tidah dilaksanakan. Nilai Sekarang Bersih(Net present Value-NPV). seperti Periode Pembayaran Kemabli (Pay Back Period-PBP). perkembangan. lokasi dan tata letak pabrik atau tempat usaha. Adapun aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis tersebut meliputi: (1) Aspek pasar. dan menarik kesimpulan. kepemilikan. tenaga kerja. dan struktur pasar serta strategi pesaing. 4) Tahap Keputusan Setelah dievalusi. pasar sasaran. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaha hanya dua. maka langkah berikutnya adalah tahap pengambilan keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisi sebab perusahaan harus mandapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan. dipelajari. dan arus kas. (4) Aspek finansial/keuanga. yaitu proses sistematis yang dilakukan untk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR) dan sebaginya. ukukran. meliputi organisasi. meliputi lokasi. dianalisis. proses studi kelayakan di atas dapat digambarkan sebagai berikut: . menganalisis. meliiputi sumber dana dan penggunaanya proyeksi biaya. segmentasi. peluang permintaan dan penawaran. tenaga kerja.

Ekonomi Keputusan Dilaksanakan Tidak Dilaksanakan Ada lima (5) macam analisis kelayakan usaha yaitu: a. Keuangan 5.Pasar 2. Manajemen 4.92 Gagasan Usaha Tujuan (Visi dan Misi) Analisis/Evaluasi 1. Kelayakan Legal dan Sosial 1) Kelengkapan Dokumen “Ijin Usaha” (a) Adakah Akta Pendirian (b) Adakah Surat Ijin Tempat Usaha/HO (c) Adakah Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Produk/Operasi 3.

seorang wirausaha terlebih dahulu harus melakukan penelitian pemsaran dengan menggunakan sitem informasi pemasaran yang memadai berdasarkan analiis dan prediksi apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati. Kelayakan Pemasaran Untuk menganalisis aspek pemasaran. (a) Berapa target yang ingin dicapai? (b) Apakah konsumen loyal terhadap bisnis? (c) Apakah produk yang ditawarkan dapat memberi kepuasan atau tidak? Jika konsumen loyal. (a) Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? (b) Berapa banyak yang mereka buthkan? Bagaimana daya beli mereka? (c) Kapan mereka membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi.93 (d) Adakah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Ijin Usaha Industri (SIUI) (e) Adakah NPWP (f) 2) Adakah Surat Rekomendasi KADIN Kelengkapan Dokumen “Ijin Lokasi” (a) Adakah Sertifikat Tanah (b) Adakah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) (c) Adakah KTP dan Bukti Diri Pendiri (d) Adakah Bukti Pembayaran PBB 3) Kelengkapan Dokumen “AMDAL” (a) Adakah Dokumen AMDAL (b) Adakah Persetujuan RT/RW/Desa/Kecamatan/Kab/Kota b. hingga konsumen akhir. Jika segmentasi pasar teridentifikasi. Dengan mengatahui nilai tambah setiap . misalnya berdasarkan geografi. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebuthan dan keinginan konsumen. dan sosial budaya. maka potensi pasar tinggi. maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai. Dalam analisia pasar. diantaranya: 1) Kebutuhan dan keinginan konsumen. misalnya berapa harga setelah ke konsumen. 4) Nilai Tambah. 3) Target. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi. Target psar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. mulai dari pemaok. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran. 2) Segmentasi Pasar. agen. demografi.

maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui-tinggi atau rendah. jaringan distribusi. Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi dibandingkan bila produk termauk pasar persaingan sempurna. Harus dianalisi apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termauk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli. Jika produk industri baru sedang tumbuh. 8) Ukuran Pasar. Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat. Jika persaingan tinggi. Misalnya dengan volume penjualan usaha skala kecil sebear Rp5 milyar per tahun atau sebesar Rp10juta per hari. atau pasar persaingan sempurna. 9) Pertumbuhan Pasar. dan monopolistik). 11) Pangsa Pasar. Harus dianalisis juga apakah produk industri baru atau industri lama sudah mapan atau produk industri justru sedang menurun. berarti potensi pasar tinggi. promosi. Jika pesaing lebih unggul. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba samai modal kembali atau tidak. Jiak volume penjualan tinggi. berarti peluang pasar rendah. Untuk memenangkan persaingan. 10) Laba Kotor. c. harga. 5) Masa Hidup Produk. bahkan setelah lima tahun mencapai 40 persen. berarti binis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi. Kelayakan Teknis 1) Ketepatan Letak Perusahaan (a) Tersedia bahan baku . berarti pasar potensial. berarti potensi pasar tinggi. berarti pasar potensial. 6) Struktur Pasar. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing dilihat dari stratgei produk. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Jika masa produk lebih lama. dan tingkat penggunaan teknologi. oligopoli. 7) Persaingan dan Strategi Pesaing. tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20 persen). Apakah perkiraan margin labakotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen. berarti ukuran pasar cukup besar. maka potensi pasar tinggi.94 rantai pemasaran. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak.

dan pembiayaan awal. Jenis organisasi apa yang diperlukan? Apakah organisasi lini. air. Kelayakan Keuangan Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut: 1) Kebutuhan dana. 2) Organisasi. Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional. terdapat beberapa unsur yang harus dianalisis seperti: 1) Kepemilikan. (a) Apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV.95 (b) Tersedia konsumen (c) Tersedia tenaga kerja (d) Tersedia transportasi (e) Tersedia power (listrik. modal kerja. e. misalnya besarnya dana untuk aktiva tetap. Kelayakan Manajemen Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen. 2) Sumber dana. atau bentuk lainnya. Karyawan harus disesuaikan denga jumlah dan kualifikai yang diperlukan. 3) Tim manajemen. staf atau lini dan staf. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien. 4) Karyawan. Seperti telah dijelasakan sebelumnya. PT. Bila bisnis merupakan skala besar. ada beberapa sumber dana yang layak digalli. maka sebaiknya dibentuk tim manajemen yang solid. yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan. telepon) 2) Kondisi Bangunan (a) Luas dan ruang bangunan (b) Model bangunan 3) Mesin dan Alat Produksi yang dipakai (a) Periode kembalinya investasi (b) Net Present Value (NPV) nilai bersih investasi 4) Jumlah Skala Produksi (a) Break Even Poin (BEP) (b) Optimasi Laba d. yaitu sumber dan internal (misalnya modal disetor . hal ini bergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha. dan bentuk badan usaha lainnya)? (b) Apa saja keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang dipilih tersebut? Hendaknya diilih yang tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan.

maka Anda harus memberi perhatian penuh pada kelompok ini. kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih. . 4) Tingkatkan kemampuan Anda menjual produk. Konsumen adalah raja. Ada tiga jenis arus kas. 5) Proyeksi arus kas. merupakan selisih dari arus kas mauk dan arus kas keluar ditambah penyusutan dengan perhitungan bunga setelah pajak. Pastikan seluruh penjualan dan tagihan tercatat dengan baik dan dilakukan tepat waktu.bhpinfosolution. merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak. kewajiban jangka pendek. 3) Proyeksi neraca. Sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan. (b) Arus kas keluar. (c) Arus kas masuk bersih. Menetapkan Prioritas Utama Banyak hal yang perlu dikerjakan untuk menjalankan bisnis dengan baik agar mendapatkan keuntungan dan mempertahankan bisnis dari persaingan. merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan. 3) Pastikan karyawan bekerja dengan efektif dan mampu mengatasi tiap masalah yang mereka hadapi. aktiva tetap. pimpin dan motivasi mereka meraih tujuan bersama dan awasi kinerja melalui diskusi dan penyelesaian masalah. dan laba rugi bersih. Namun ada 5 hal utama yang harus menjadi prioritas yaitu: (www. misalnya saldo lancar. biaya. 3. pahamilah kompetisi yang sedang Anda hadapi agar Anda mampu menyusun rencana-rencana baru untuk memenangkan persaingan.96 dan laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya penerbitan obligasi dan pinjaman). Berusaha terus memahami keinginan konsumen Anda. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di masa yang akan datang. yaitu: (a) Arus kas masuk. Selain itu bauran promosi yang komprehensif dan terus-menerus perlu dilakukan agar citra perusahaan dan produk tetap bertahan di benak konsumen 2) Awasi arus kas perusahaan dengan teliti. Dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keungannya. Komponennya meliputi proyeksi penjualan. Langkah awal pilihlah karyawan yang tepat. 4) Proyeksi laba-rugi.com) 1) Konsentrasi mendapatkan dan memertahankan konsumen. serta kondisi keuangan lainnya.

97 Pastikan Anda dan seluruh karyawan mampu melayani konsumen dengan baik.bhpinfosolution. Kendalikan arus kas. 5. 4) Tingkatkan kemampuan karyawan sehingga mereka mampu bekerja lebih efisien. Rencana Strategis (Evaluasi Hasil Usaha) Tujuan jangka pendek perusahaan adalah mendapatkan modal kembali (break even point/BEP). Meminimalkan Risiko Seperti yang telah dijelaskan di atas.com) 1) 2) 3) Sebisa mungkin gunakan teknologi informasi yang memadai. 5) Kendalikan biaya perusahaan Anda karena ini cara tercepat mendapatkan keuntungan jangka pendek. Biaya usaha yang rendah mampu mendatangkan keuntungan jangka pendek. 4. Simpanlah data yang dimiliki perusahaan Anda. (b) Simpan informasi dengan baik. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu seperti: (a) Susun dan kerjakan kebijakan yang langsung pada masalahnya. Bangun loyalitas konsumen yang telah dimiliki. buatlah salinannya jika datanya berbentuk digital. (c) Atur waktu kerja dengan efisien. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan. jika terpaksa terjadi pastikan Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. dan insentif. 6. Meningkatkan Efisiensi Kerja yang efisien (tepat waktu dan tepat guna) dapat mengurangi biaya usaha. Hindari masalah hukum. Tepati seluruh kewajiban perusahaan tepat waktu sehingga pemasok dan rekanan percaya. seorang wirausahawan harus berani menghadapi risiko. Selain itu untuk menghindari biaya bunga dan denda. Risiko dapat dikendalikan dengan melakukan beberapa hal berikut ini: (www.com) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika perlu manfaatkan asuransi yang dapat menolong Anda jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran. pengawasan. Hindari mengulang-ulang penyelesaian masalah yang sama. Setelah hal itu tercapai pastikan perusahaan bergerak menentukan . Biaya usaha dapat diminimalkan dengan cara-cara berikut ini: (www.bhpinfosolution. Manfaatkan internet dan e-mail untuk mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan para pihak. pencurian atau perusakan.

Identifikasi persaingan yang sedang dihadapi perusahaan. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan Dalam konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P yaitu: 1) Barang dan jasa (Product) 2) Harga (Price) 3) Tempat (Place) 4) Promosi (Promotion) Dalam kewirausahaan. Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha : (www. dan permainan atau taktik (play).bhpinfosolution. Berbagai Pengertian Strategi 1) Strategi adalah Perencanaan Kosep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan. posisi (position). yaitu perencanaan (plan). probe selalu ditambahkan di awal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi: 1) Penelitian dan Pengembangan (Probe) 2) Barang dan jasa (Product) 3) Harga (Price) 4) Tempat (Place) 5) Promosi (Promotion) Penelitian dan pengembangan dalma kewirausahaan merupakan strategi utama karena meliki keterkaitan dengan kreativitas dan inovasi. arahan. Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi. Wirausaha berkembang dan berhasil karena memiliki kemampuan peneliltian dan pengembangan yang memadai sehingga tercipta barang-barang yang bernilai dan unggul di pasar Dalam manajemen strategis yang baru.com) 1) 2) 3) 4) Perhatikan kembali proposal rencana bisnis yang telah dibuat. perspektif (perspective). yaitu probe (penelitian dan pengembangan) sehingga menjadi 5P. 7. atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan di masa depan. dan promosi. pola (patern). harga. Di dalamnya tercakup penelitian dan pengembangan produk. Cocokan apakah perusahaan Anda telah memenuhi target yang ditetapkan. Tetapkan tujuan jangka panjang perusahaan berdasarkan kemampuan internal dan situasi persaingan. 4P tersebut ditambahkan satu P. tidak selamanya stratgei adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. tempat. Akan tetpai. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah . a. Dalam riset pemasaran.98 tujuan jangka panjang. Identifikasi peningkatan kemampuan internal perusahaan.

Contoh lain. Inilah yang menjadi strategi perusahaan McDonald”s. dan ke atas. Suatu merek. 5) Strategi adalah Permainan Strategi adalah manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing.99 dilakukan sebelumnya. Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy. atau disebut juga realized strategy karena telah dilakukan oelh perusahaan. misalnya. karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. dan kebersihan. 2) Strategi adalah Pola Menurut Mintzberg. pelayanan. Masing-masing mempunyai strategi posisi yang berbeda di pasaran Marlboro memosisikan diri sebagai rokok kaum pria sejati yang menyukai tantangan alam seperti digambarkan dalam iklan-iklannya. 3) Strategi adalah Posisi Definisis strategi ketiga menurut Mintzberg. Michael P. maka sebaliknya dalam perspektif cenderung lebih melihat ke dalam. b.Porter (1997) mengungkapkan beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk bersaing. yaitu ke dalam organisasi. dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. sedang A-Mild lebih ditujukan kepada kaum muda sehingga produk rokoknya dibuat berkadar tar dan nikotin ringan. McDonald”s selama bertahun-tahun telah memegang teguh dan secara konsisten melaksanakan prinsip kualitas. stratgei adalah pola yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy. Mercedes sejak awal secara konsisten menjual mobil untuk segmen pasar tingkat atas atau yang disebut dengan high-end strategy. meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi. 4) Strategi adalah Perspektif Definisi strategi yang keempat adalah perspektif. yaitu melihat visi utama dari perusahaan. misal pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. Strategi sebagai posisi menurut Mintzberg cenderung melihat ke bawah. yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu. Perusahaan rokok Marlboro dan Sampoerna Mild merupakan perusahaan rokok yang paling serius mempromosikan produknya di Indonesia. Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan ke luar. yaitu ke satu titik bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan. Sebagai contoh. Beberapa asek inti teori Porter tersebut adalah: . strategi adalah pisisi.

2) Keunggulanbersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli. Dengan kata lain. Perusahaan yang berhasil dengan strategi biaaya rendah memiliki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang memilki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang lebih efisien dibandingkan pesaing. Tanpa berani bersaing keberhasilan tidak mungkin dapat diperoleh (Porter. Strategi ini mengandalkan keungulan biaya yang relatif dalam menghasilkan barabg dan jasa. Stratgei bersaing dimaksudkan untuk memertahankan tingkat keuntungan dan posisi yang langgeng ketika menghadapi persaingan. yaitu biaya rendah dan diferensiasi. Keunggulan bersaing menggambarkan cara perusahaan memilih dan mengimplementasikan strategi generik (biaya rendah. Semua keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri. Diferensiasi dapat dilakukan dalam bebrapa bentuk. 1997). diferensiasi. keunggulan bersaing menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis. Keunggulan biaya yang relatif rendah dalam mennghasilak barang dan jasa. Keunggulan biaya berasal dari: (1) Pengerjaan berskala ekonomis (2) Teknologi milik sendiri (3) Akses prferensi ke bahan baku (b) Diferensiasi. Sedangkan diferensiasi adalah kemampuan untuk menghasilakn barang dan jasa unik serta memiliki sifat-sifat khusus. 4) Kedua jenis dasar keungulan bersaing di atas menghasilkan tiga strategi generik (Porter. Strategi ini berasal dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dapat dihargai oleh konsumen. 1997) yaitu: (a) Biaya rendah. dan pelayanan lainnya.100 1) Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. 3) Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing. . antara lain: (1) Diferensiasi produk (2) Diferensiasi sistem penyerahan/penyampaian produk (3) Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran (4) Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi (5) Diferensiasi dalam citra produk. dan fokus) untuk mencapai dan memertahankan keunggulan bersaing. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan untuk dapat bersaing.

Strategi The new 7S’s (D’Aveni) . dilakukan dengan mengusahakan diferensiasi dalm segmen sasarannya. Fokus Biaya Diferensiasi 2. tiga strategi generik tersebut diringkas seperti pada gambar berikut ini: KEUNGGULAN BERSAING Biaya Rendah Target Luas Target Sempit 1. Terdapat dua fokus. Dari uarian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi generik pada dasrnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan keunggulan. Strategi fokus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Oleh Porter (1997). Melalui keunggulan bersaing.101 (c) Fokus. perusahaan dapat memiliki kinerja di atas rata-rata industri lain. Keunggulan bersaing merupakan kinerja perusahaan yang dapat tampil di atas rata-rata. Fokus Diferensiasi Namun. Kepemipinan dalam biaya 3. Diferensiasi 4. dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya. yaitu pembeli dengan pelayanan paling baik dan berbeda dengan yang lainnya. strategi ini tidak luput dari risiko sepeti yang ditunjukkan oleh Porter (1997) pada tabel berikut ini: Biaya Rendah Pesaing meniru Teknologi berubah Difernsiasi Pesaing meniru Basis diferensiasi kurang penting bagi pembeli Diferensiasi tidak bertahan lama Fokus Strategi fokus ditiru Segmen sasaran menjadi tidak menarik Struktur rusak dan permintaan tidak muncul Keunggulan biaya tidak bertahan lama 8. Fokus diferensiasi. yaitu: (1) (2) Fokus biaya.

dan keunikan aset tidak berwujud uuntuk menciptakan keunggulan. advantages create profit” Untuk mengahadapi kondisi yang semakin dinamis seperti sekarang ini. Richard A. D”Avedni mengajukan tujuh kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis yang dikenal dengan “The New 7-S’s. Only entrepreneurial discovery of new opportunities and creative destruction of oppnent’s. making it difficult to find generic or sustainable strategies that are associated with high performance. Sering dengan perubahan global. sperti diungkapkan D’Aveni (1994:253): “Today’s cause of high performance will not work tomorrow. pengetahuan. yang diperlukan saat ini adalah strategi jangka panjang yang dinamis.102 Seperti Mahoney dan Pandian (1992) dari mazhab strategi berbasis sumber daya. Oleh karena itu. D’Aveni mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti.” . D’Aveni (1994:253) mengemukakan bahwa konsep keuntungan neoklasik maupun konsep strategi dinamis dari Porter (1991) memiliki orientasi jangka pendek yang bersifat statis.

6) Signaling strategic intent. Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melalui barang atau jasa-jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan. Perusahaan harus segera mengomunikasikannya ke pasar agar segera dikenal konsumen. tidak hanya pemegang saham. manajer. Menurut D’Aveni “The New 7-S’s” menyangkut penciptaan sesuatu yang baru . karyawan akan lebih semangat dan tinggi produktivitasnya karena merasa puas dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan. konsumen. Kunci utama “The New 7-S’s” adalah menggunakan insiatif untuk merebut persaingan. kontribusi pajak. Kedekatan dengan para karyawan. Strategi yang perta dari “The New 7-S’s” ini bertujuan memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan. Sebagai contoh. 3) Positioning for speed. artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. masyarakat dan pemerintah akan sangat mendukung karena merasakan manfaat kehadiran perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. dan sebagainya. Strategi yang kedua ini berfokus pada sasran. 5) Shifting the role of game. dan masyarakat sekitarnya. pemasok bahan baku akan mempertinggi kualitas pasokannya karena mendapatkan manfaat perusahaan. 4) Positioning for surprise. maka kinerja perusahaan akan semakin tinggi. 7) Simulatinous and sequential strategic thrusts. Dengan memberi kepuasan kepada setiap pemilik kepentingan tersebut. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. 2) Soothsaying. dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan. karyawan.103 Konsep “The New 7-S’s” ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut: 1) Superior stakeholder satisfaction. manajer dan pimpinan perusahaan akan semakin bersemangat karena mendapat keuntungan atau imbal hasil dari investasinya. relasi. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda. pemerintah. konsumen akan bertambah jumlahnya dan menyebarluaskan perusahaan. Strategi ketujuh adalah mengembangkan faktor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasan kepada konsumen. namun juga pemasok.

Kerangkan kerja “The New 7-S’s” berdasar pada strategi penemuan dan pengembangan keunggulan yang berkesinambungan dan keseimbangan yang sempurna. Tujuan “The New 7-S’s” adalah menciptakan gangguan melalui penciptaan keunggulan-keunggulan baru yangn berkesinambungan.104 dan berbeda untuk masa yang akan datang. . D’Aveni mengelompokkan “The New 7-S’s” di atas menjadi tiga kelompok yang sangat efektif untuk mengganggu pasar serta meliputi visi. dan taktik. Konsep “creating a new and different future” yang dikemukakan oleh D’Aveni identik dengan konsep “ability to create the new and different” pada kewirausahaan yang dikemukakan oleh Drucker (1969:61). Ketiga faktor tersebut saling berhubungan dan bekerjasama mengembangkan visi. kapabilitas. kemampuan. dan taktik untuk menciptakan gangguan pasar. Strategi ini dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimilki oleh pesaing.

5. 7. Saat ia menceritakan niatnya pada teman-temannya. perlengkapan dan sewa tempat adalah Rp 20. 2.000. b. Wawan bermaksud untuk bergabung dengan Andi dan berjanji memberikan tambahan modal. Latihan Konsep 1. Jelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. Kasus Andi berniat mendirikan perusahan yang memproduksi dan menjual kentang goreng. Jelaskan pengertian strategi bersaing Porter. Berikut adalah laporan rugi/laba perusahaan yang didirikan oleh Andi: Laporan rugi/laba . 4. 3. 9.105 N. modal awal yang diperlukan Andi untuk membeli bahan baku. 6. Setelah berjalan selama 3 bulan. Berdasarkan hasil observasi. Jelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni. Jelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI.000 tetapi ia hanya memiliki Rp 15. Jelaskan cara mendirikan badan usaha. Jelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. peralatan. Jelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. Tetapi Wawan tidak memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya dan terkenal kurang jujur. Pada saat bersamaan koperasi dimana Andi bergabung bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 12% setahun.000. Jelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. Latihan a. Tetapi ia tidak memiliki modal yang cukup.000.

000. Selain itu .000 3. Outlet terdekat “Top” berjarak 100 meter dari outlet milik Andi.000 6.000 50. 3) Saat Andi memasuki bisnis ini telah ada merek “Top” yang telah lebih dahulu terkenal dan memiliki banyak pelanggan.200.000. telpon.000.900. 4) Beberapa bulan setelah Andi memulai bisnis.000 2.000.000. Air paling sering digunakan untuk mencuci kentang.000 200. 5) Selama 6 bulan beroperasi.000.000 10.000 1. 2 dari 4 karyawan masih kurang cekatan melayani pembeli sehingga waktu tunggu pembelian yang awalnya diperkirakan 5 menit menjadi molor 10 menit bahkan 13 menit.000 Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan bisnis kentang goreng: 1) Biaya komisi diberikan pada pemasok bahan baku.000 7.000 1.000 1.100. air Biaya gaji pegawai Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan inventaris Total Laba operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya pajak Laba/(rugi) bersih 500.000 2.000 300.000.000.000 100.000 9. 6) Meski telah dilatih selama 1 minggu. muncul perusahaan lain yang menjual produk singkong goreng yang dikemas menyerupai kentang goreng dengan harga yang lebih murah. Andi telah memiliki pelanggan tetap setidaknya 100 orang yaitu para mahasiswa yang tinggal di dekat warung Andi.000 200. 2) Andi tidak benar-benar tahu siapa yang paling banyak menggunakan alat elektronik dan telpon.000 4.000 450.000.106 Perusahaan “Kentang Goreng” Untuk periode berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan: Penjualan Harga pokok penjualan: Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya operasional: Biaya komisi Biaya transportasi Biaya listrik.000 1.

Organisasi: Perilaku. 2006.bhpinfosolution. Mutis. 26.Richard. RW. Proses. Modul Pelatihan: Kewirausahaan. 24. Strategi apa yang harus dilakukan oleh Andi untuk mengelola karyawannya? E. Porter. Kewirausahaan. A. Yogyakarta:BPFE. 31. Griffin. Jakarta:Cresindo. 33. 2005. 22. Kewirausahaan. Yogyakarta:BPFE. Berdasarkan laporan rugi/laba biaya apa yang dapat dikendalikan oleh Andi? Cara apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan biaya tersebut? 3. Moko P. MacMillan. D’Aveni. Competitive Strategy.et al. 32. Jakarta: Binarupa Aksara. Bagaimana strategi memenangkan persaingan tersebut? 5. Gibson.. 1997. 21. 1995. 1996 (terjemahan). 29. Manajemen. Pengantar Kewiraswastaan. Berdasarkan kasus di atas. Kewirausahaan. Struktur. 28. Identifikasi persaingan apa yang dihadapi oleh Andi? 4.. Hypercompetion: Managing The Dynamics of Strategic Maneuvering.107 beberapa pelanggan mengeluhkan rasa yang tidak sama jika dilayani oleh karyawan yang berbeda. New York: The Free Press Ian C. Bandung: Alpabeta. Thoby. Apa cara yang dapat dilakukan oleh Andi untuk mempertahankan pelanggan? 6. Geoffrey G. 1997. New York: Pree Press. Astamoen. Jakarta:PPM. Jakarta: Salemba Empat. 2005. 27. Meredith. 1996.com . Yogyakarta:BPFE. Alma. 30. RJ. Yogyakarta: Multi UNY. 1994. Mas’ud & Mahmud. Ivancevich. Jakarta:Prehallindo. jenis badan usaha apa yang sebaiknya dipilih oleh Andi? Mengapa? 2. Moerdiyanto. Wiratmo. Suryana. Masykur. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. www. Binis (Jilid 1). Bandung: Alfabeta. 2007. Kewirausahaan yang Berproses. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Daftar Pustaka 20. Dan Ebert. Donnely. Michael E. 2005. Teori dan Praktek. 1997 (terjemahan) 23. Hani Handoko. 25. Pertanyaan: 1. Buchari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->