1

KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.1: Sejarah, Karakteristik Wirausaha, Membangun Kewirausahaan Oleh: Nahiyah J. Faraz, M.Pd, M.Lies Endarwati, M.Si., & Dyna Herlina S., SE,SIP.

A. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan lebih memahami materi tentang sejarah dan pengertian kewirausahaan, karakteristik wirausaha, pentingnya kewirausahaan, dan membangunkewirausahaan. B. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. Menjelaskan sejarah kewirausahaan. 2. Menjelaskan dan memberi contoh pengertian kewirausahaan. 3. Menjelaskan dua pendekatan kewirausahaan. 4. Menjelaskan dan memberi contoh karakteristik wirausaha. 5. Menjelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan. 6. Menjelaskan watak wirausahawan. 7. Menjelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson 8. Menjelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha. 9. Menjelaskan model proses kewirausahaan. 10. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya kewirausahaan. 11. Menjelaskan dan memberi contoh cara membangun kewirausahaan.

C. Materi I. PENGANTAR Upaya menyerasikan atau membuat kebutuhan dan ketersediaan akan barang menjadi pas, hampir-hampir mustahil untuk dilakukan, tetapi kesenjangan keduanya justru memberikan nilai tambah tersendiri bagi lahirnya sebuah kreativitas. Banyak orang belajar dari serba kekurangan bukan dari serba kecukupan. Karena itu perlu kita renungkan kembali bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah ini sebenarnya bermakna keberuntungan atau ketergantungan. Modul ini tidak berpretensi untuk menjawabnya, kecuali menyadarkan suatu konsep yang sebenarnya telah lama dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa ini, yakni kewirausahaan. Leluhur bangsa kita terkenal sebagai kaum bahari dan daya tahan hidupnya sangat tergantung dari kegiatan wirausaha.

2

Modul yang dimaksudkan sebagai salah satu bahan pelatihan kewirausahaan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai sejarah, pengertian, dan arti penting dari kewirausahaan. II. SEJARAH dan PENGERTIAN Para wirausahawan dunia modern muncul petama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke XVIII. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa adalah orang-orang yang mempunyai uang, tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah ke bawah, yang didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Kewirausahaan dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan entrepreneur. Diduga, kata itu diadopsi dari bahasa Perancis yang berarti between-taker atau go-between (perantara). Istilah kewirausahaan yang masuk dalam kamus bisnis tahun 1980-an memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada dua pendekatan yang dilakukan di dalam mendefinisikan kewirausahaan, fungsional yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan dalam kewirausahaan sisi penawaran. Pendekatan menekankan peranan kewirausahaan perekonomian seperti mengemban suatu resiko karena melakukan pembelian pada suatu tingkat harga tertentu dan menjualnya pada tingkat harga yang tidak menentu, melakukan kegiatan-kegiatan produksi dan inovasi, serta menyebabkan atau memberikan reaksi terhadap gejolak-gejolak ekonomi. Pendekatan kewirausahaan sisi penawaran menekankan kepada sifat-sifat individual yang dimiliki para pengusaha. Pendekatan ini mengatakan bahwa sifat-sifat tertentu seperti keinginan untuk berprestasi dan kemampuan untuk mengontrol serta menanggung resiko dari tindakan yang mereka lakukan sebagai sifat-sifat dari wirausaha. Entrepreneur dan fungsinya yang unik sebagai penanggung resiko, pertama kali dikemukakan oleh Richard Cantillon, seorang Irlandia yang berdiam di Perancis. Entrepreneur disini dimaksudkan sebagai upaya membeli barang dan jasa-jasa dengan harga ”tertentu”, untuk dijual dengan harga ”yang tidak pasti” di masa yang akan datang. Karena itu, pada awalnya, kewirausahaan diartikan sebagai ”pengambil resiko” (risk taker). Di awal abad ke-18, Richard Cantillon mengobservasi bahwa seorang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko pembelian dan penjualan. Beberapa ahli teori manajemen mengatakan bahwa kewirahusahaan adalah kehebatan dalam pembentukan perusahaan baru yang di dalamnya mengandung pemanfaatan peluang dan pengambilan resiko. Peter F. Drucker mendefinisikan kewirausahaan dengan lebih optimis, yakni

3

sebagai seorang yang berfokus kepada peluang, bukan resiko. Bapak manajemen yang terkenal ini juga menyebutkan bahwa kewirausahaan ini bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko. Adam Simth dan Jean Baptisay (1803) mengatakan bahwa seorang wirausaha adalah seorang yang menyatukan faktor-faktor produksi. Joseph Schumpeter (1934) memberi makna kewirausahaan dengan kata inovator. Dalam bukunya, The Management Challenge, James M.Higgins (1994) menguraikan bahwa secara historis, kewirausahaan dianggap sebagai salah satu fungsi ekonomi. Higgins mengatakan pula bahwa yang membedakan para wirausaha dengan para manajer terletak pada pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Para wirausaha bukan hanya memecahkan masalah atau bereaksi terhadap masalah, melainkan juga mencari peluang. Dua pendekatan mengenai definisi dari kewirausahaan di atas dibantah oleh Howard cukup Stevenson. Menurutnya, tak satupun dari kedua pendekatan tersebut yang menjelaskan teori kewirausahaan. Menurut Stevenson, kewirausahaan

merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis, yakni: 1) orientasi strategis; 2) komitmen terhadap peluang yang ada; 3) komitmen terhadap sumberdaya; 4) pengawasan sumberdaya; 5) konsep manajemen; dan 6) kebijakan balas jasa. Dari keenam ciri di atas, dihasilkan dua bentuk pelaku bisnis dengan corak yang berbeda, yakni: Promotor dan Trustee. Promotor, yaitu orang yang percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Trustee, yaitu orang yang lebih menekankan penggunaan sumberdaya yang telah dimilikinya secara efisien. Kemudian, Stevenson mengatakan bahwa dalam bentuk strategi suatu perusahaan, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada penggunaaan peluang terhadap sumberdaya yang tersedia. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain, mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Kemudian bahwa para wirausaha berusaha untuk mendapatkan hasil optimal dengan sumberdaya tertentu. Selain itu, bahwa pola tingkah laku kewirausahaan mencakup kemampuan untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki orang lain, seperti keahliannya, ide-idenya atau bakat-bakatnya, serta memutuskan sumberdaya apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Terakhir, bahwa kebijakan balas jasa, sebagai faktor yang mendorong tingkah laku kewirausahaan, merupakan harapan-harapan individu serta persaingan kemampuan yang akhirnya menciptakan sistem balas jasa yang adil dalam perusahaan.

pasar-pasar baru. Robert Hisrich dan Michael Peters (1995). c. kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen. kejiwaan. bahwa suatu negara akan mampu membangun. Jumlah penduduk Indonesia saat ini . mengingat bahwa modernisasi dalam bidang ekonomi. kewirausahaan sebagai etika (akhlak. dan Soemanto (2002) baik dilihat dari asa etimologis. apabila memiliki wirausahawan sekitar 2% dari jumlah penduduknya. pengenalan barang. Pandangan tekstual bahwa kewirausahaan terkait dengan etika ekonomi (bisnis) dapat dicermati pada pendapat Salim Siagian (dalam Sutisno 2003:4-5) yang menyatakan sebagai berikut: Kewirausahaan adalah semangat. tetapi menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadi). dan sosial. pelaku dan kemapuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat. yakni kewirausahaan sebagai etika (akhlak. Pemaknaan seperti ini tidak saja berlaku secara tekstual. ada banyak makna tentang kewirausahaan. Sedangkan menurut Alma (2008:5) menyatakan sebagai berikut: Wirausahawan adalah seorang inovator. tetapi dikenal pula secara umum dalam masyarakat. d. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru. Makna ini dapat dikelompokkan menjadi dua. moralitas) sosial modern (etika Kewirausahaan sosial). assuming the accompanying financial. sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaannya. melalui keberanian mengambil risiko. dan kewirausahaan sebagai etika (akhlak. sumber bahan mentah baru. organisasi industri baru. mempunyai semangat. yakni: a. menanggung resiko keuangan. dengan selalu berusahan mencari dan melayani lebih banyakndan lebih baik. moralitas) ekonomi/isnis (etika kewirausahaan) berkaitan dengan makna kewirausahaan sebagai resep bertindak guna menumbuhkembangkan sistem perekonomian (bisnis) yang modern. and social risks and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction (merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda. kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban. dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaga. metode produksi baru. Bertolak dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wirausaha sangat penting. seperti dikutip Buchari Alma (2000). sinonim maupun terminologi. psychological. Sutrisno (2003). Dengan berpegang pada paparan Alma (2008). yang merupakan gabungan dari lima hal. moralitas) ekonomi modern (etika kewirausahaan). Kewiausahaan sebagai Etika Ekonomi Modern. b. mengatakan bahwa kewirausahaan adalah the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort.4 Dalam bukunya Entrepreneurship. Karena itu tidak mengherankan jika PBB menyatakan. serta menciptakan dan mnyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien. e. sebgai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang.

pembahasan masalah . bahwa konsep-konsep.000 jiwa.000. yakni tidak saja dalam bidang bisnis. menerapkan cara kerja. perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA Kewirausahaan bukanlan sekadar ketrampilan manajerial dan bisnis belaka. Namun kenyataannya.000. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. menciptakan. b. sikap. 4 Tahun 1995. 2) Minat terhadap peerjaan kewiraswastaan sebagai suatu akibat dari martabat dan “sikap berisiko: mereka. bahwa keberhasilan suatu negara dalam proses percepatan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaan yang dimiliki suatu negara. sehingga paling tidak harus memiliki wirausahawan sebanyak 4. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Dalam Instruksi Presiden RI No. 2008:4). bahwa wirausahawan tidak saja memberikan kemanfaatan bagi dirinya sendiri-pekerjaan dan pendapatan secara mandiri. d. karena kewirausahaan juga meliputi seorang aspek sikap mental Jadi dan perilaku yang mencerminkan karakteristik wirausaha. tanggung jawab pribadi. c. Indonesia hanya memiliki wirausahawan sekitar 0. tetapi juga bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. Hal ini tercermin pada pendapat McClelland (1987:86) yang menyatakan sebagai berikut: 1) Perilaku Kewiraswastaan: a. memikul risiko-risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. uang sebagai ukuran atas hasil. Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan suatu negara. Kewirausahaan sebagai Etika Sosial Modern. Berbagai teori pembangungan menyatakan. kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta. Mengingat. 2008). tetapi juga dalam bidang kemasyarakatan guna mewujudkan kehidupan suatu masyarakat modern (kewirausahaan sosial).18% dari jumlah penduduk (Suruji. pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan.5 200. ide-ide atau dalil-dalil yang tercantum di dalam kewirausahaan bisa diberlakukan sebagai resep bertindak yang bersifat universal. sikap. III. berkaitan dengan adanya kenyataan. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. mengumpulkan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. gagasan-gagasan.000 orang (Alma.

Dollars. Kreativitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan. independen dalam pertimbangan. menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan. Dream. Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan. Kesamaan antara entrepreneur. dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut. kreativitas merupakan titik permulaan dari setiap inovasi. manusia harus kreatif. memperkecil ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan. Details. rasa keingintahuan yang tinggi. Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri. menekankan denda atau hukum atas sebuah kegagalan. Konsep dream. dapat menerima perbedaan. kreativitas yang berkesinambungan dan seringkali susah ditebak sebelumnya. Determination. menekankan pentingnya prosedur yang baku. . mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan. karena lingkungan cepat sekali berubah. Kreativitas berbeda dengan inovasi. percaya pada diri sendiri. sistem pengendalian yang kuat. dan menekankan pada nilai yang menghalangi pengambilan resiko. pemikiran. Konsep decisiveness. Untuk dapat memberikan respons terhadap perubahan. Bahwa ia selalu mengubah “kesempitan menjadi kesempatan”. Film ini telah mengilhami Stephen Covey. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep 10D. Dengan demikian. Sebaliknya hal-hal yang dapat merintangi munculnya sebuah kreativitas adalah sebagai berikut: Lebih menekankan pada perilaku dan struktur birokrasi.6 kewirausahaan berarti juga menyoroti mengenai profil seorang manusia yang memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat khas. Dedication. Doers. antara lain : keterbukaan pada pengalaman. komunikasi yang lemah. Kesukaan pemirsa televisi terhadap film Mac Gyver adalah karena Mac Gyver senantiasa menampilkan keunikan dan kreativitas yang berkesinambungan. bahwa seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. dimaksukan bahwa seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya. melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa. Kesepuluh konsep itu adalah. dalam bukunya First Thing First. keunikan. mengagungkan tradisi dan budaya yang dibuat. Inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas yang tinggi. and Distribute. dan tindakan. Destiny. menyebutnya Mac Gyver factor. Kewirausahaan selalu tak terpisahkan dari kreativitas dan inovasi. Inovasi adalah kerja keras yang mengikuti pembentukan ide dan biasanya melibatkan usaha banyak orang dengan keahlian yang bervariasi tetapi saling melengkapi. Kreativitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru. Devotion. Decisiveness. sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan uang dengan menggunakan ide-ide baru tersebut. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.

Baginya. Motivasinya bukan untuk memperoleh uang. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. Ciri dan Watak Wirausahawan menurut Meredith (1996). Mereka bekerja tidak mengenal lelah. seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. Mereka berasumsi. melupakan hubungan dengan keluarganya sementara. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat. seorang wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan. Konsep determination. Konsep dedication. Konsep doers. para wirausaha adalah individu yang berorentasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. guna memastikan kesuksesan. Dia tidak mau mengabaikan faktor kecil sekalipun yang dapat menghambat kegiatan usahanya. Konsep details. Dengan kata lain. uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain. Konsep destiny. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin yang dia sanggup. artinya seorang wirausaha mencintai pekerjaannya dan produk yang dihasilkannya secara gila-gilaan. Konsep dollars. jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas memperoleh uang atau keuntungan. seperti tergambar dalam tabel berikut : . seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis. Konsep distribute. Konsep devotion. kadang-kadang dia mengorbankan hubungan kekeluargaan. Artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan. begitu seorang wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya. walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil diatasi.7 Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang–orang kepercayaannya. Menurut Meredith (1996) wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis. dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci.

Percaya Diri Watak . Mereka memilih menggunakan sumberdaya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggungjawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Ciri dan Watak Wirausaha (Meredith.Pandangan ke depan . preferensi kepada resiko-resiko menengah. Keorisinilan 6.Punya banyak sumber . Pengambil risiko 4.8 Ciri-ciri 1.Serba bisa . Kepemimpinan 5. keinginan untuk bertanggungjawab.Mempunyai dorongan kuat . Berorientasi ke masa depan Tabel-1. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang.Kemampuan mengambil risiko .Suka tantangan .Ketidaktergantungan . Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia.Bertingkah laku sebagai pemimpin . yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan.Fleksibel .Keyakinan . persepsi pada kemungkinan berhasil. menurut McClelland. Ketiga. 1996) Karakteristik wirausaha.Energik dan inisiatif . Keempat.Inovatif dan kreatif . Seorang wirausaha menginginkan tanggungjawab pribadi bagi pencapaian tujuan.Individualitas .Dapat bergaul dengan orang lain . Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting.Ketekukan dan ketabahan . adalah sebagai berikut: Pertama. mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. . Penggerak utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. yang biasanya diidentifikasikan sebagai need of achievement (n-Ach).Kebutuhan akan prestasi .Menanggapi saran dan kritik . Wirausaha bukanlah penjudi. tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.Optimisme .Tekad dan kerja keras . Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan kemudian menilainya.Berorientasi laba . suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras. keinginan untuk berprestasi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi. Berorienntasi tugas dan hasil 3. Kedua.Perseptif 2.

Produk akhir yang dihasilkannya. Apakah usaha kecil identik dengan wirausaha? Tidak setiap bisnis kecil identik dengan wirausaha. Ketujuh. menyatakan bahwa kewirausahaan .9 Kelima. Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. juga dapat dibuat oleh setiap restoran Amerika lainnya yang dilakukan jauh sebelumnya dan biasa-biasa saja. Noer dan Suef (2001). dan Soemanto (2002) tentanng watak. tetapi mereka umumnya bukanlah wirausaha. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Pada akhirnya kita perlu membedakan. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesembilan. pasti menghadapi resiko. aktivitas energik. Keenam. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. apakah umpan baliknya baik atau buruk. Akan tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. Apa yang mereka lakukan adalah yang telah berulangkali mereka lakukan sebelumnya. Suami-istri yang membuka warung tegal (warteg) yang baru. sikap terhadap uang. Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Kedelapan. ketrampilan dalam pengorganisasian. kecil dan milik sendiri. dan ciri wirausaha secara lebih meyakinkan. dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. pada mulanya. di daerah pinggiran kota. wirausaha diartikan sebagai seseorang yang memulai bisnis baru. Tidak setiap bisnis kecil bersifat wirausaha. nilai apa yang berharga bagi pelanggan? Kemudian standarisasi produk. Di Amerika Serikat. perancangan proses dan peralatan. Usaha ini memang tidak menciptakan sesuatu. yaitu dengan bertanya. tetapi mereka sama sekali tidak menciptakan kepuasan baru atau permintaan konsumen yang baru. rangsangan oleh umpan balik. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. wirausaha dengan usaha kecil. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan. Mereka mengadu untung dengan makin banyaknya orang yang suka makan di luar rumah di daerah itu. jiwa. Gagasan Nasution. Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standar yang diinginkan. Inilah yang menjadi alasan bahwa McDonald adalah wirausaha. Sebaliknya usaha McDonald adalah wirausaha. maka McDonald secara drastis meningkatkan hasil dari sumber-sumber yang ada. orientasi ke masa depan.

• Tahu apa maunya. • Menghormati tertib hukum. bukan menjual harga diri. • Tidak gila pangkat dan gelar. • Bertekad menyebarluaskan segala apa yang baik bagi kepentingan umum. bersikap mental dan berbuat positif. • Berani mengambil risiko yang diperhitungkan. bersikap. rakus atau serakah. • Berkepribadian yang menyenangkan (ramah. • Berpandangan positif dan kreatif. • Tidak berlebihan dalam hal apa pun (over acting). • Beirisiatif tapi disiplin diri. • Ulet dan tekun. banyak senyum) • Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak. tetap juga sebagai tika sosial (kewirausahaan sosial). • Pandai bergaul. • Lebih mengutamakan memberi daripada meminta. • Selalu mensyukuri yang kecil-kecil yang ada pada dirinya. • Bersedia melakukan pekerjaan kasar (pengorbanan). • Setia kawan. Hal ini dapat dicermati pada tabel-2 berikut ini: No. • Menolak cara berpikir. • Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri yang makin menjulang tinggi. 1. Jiwa atau semangat wirausaha 3. dan berbuat negatif. • Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah atau dari atas. • Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri. Kategori Watak Wirausaha Penjelasan • Berwatak maju (tidak cupet nalar). dan mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir. apalagi mengemis. • Tahu menimbanng antara kebergantungan dan kemandirian. • Bertanggungjawab • Memilih akibat moderat. • Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya. 2. • Rasa tanggung jawab yang tinggi atas tugasnya dalam kehidupan. tahu cita-cita hidupnya.10 tidak saja dapat diberlakukan sebagai etika ekonomi. • Bergairah dan mapu menggunakan daya penggerak dirinya. • Tidak gila kekuasaan • Selalu tepo seliro. tidak lekas putus asa. • Bertekad mengutamakan kemajuan kemanusiaan dan lingkungan. • Memelihara seni berbicara dan kesopanan. • Keinginan untuk memperoleh umpan balik secara cepat. • Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri. • Rasa keadilan yang seimbang. • Rasa percaya diri akan keberhasilan perorangan. • Percaya pada diri sendiri. Ciri wirausaha . • Beriman dan berbuat kebaikan. • Sangat menghargai waktu.

dan hidup teratur. dan Ciri Wirausaha Tabel-2 dan gagasan McClelland (1987) menunjukkan bahwa watak. Ini berarti bahwa manusia modern tersebut perlu terarah kepada kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. Orang-orang di sekeliling mereka dapat dipercayai akan memenuhi kewajiban dan tanggung jawab merea masing-masing. keturunan. sikap. Manusia modern tidak pasrah kepada lingkungan alamnya. 4. lalu dibandingkan dengan watak. 7. sikap dan pendapat yang berlainan. 1980:87100. Tabel-2. dan ini biasanya diperoleh melalui mass media dan pendidikan. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. Manusia modern mempunyai pandangan yang luas terhadap sejumlah masalah dan isu yang terjadi tidak hanya di lingkungan langsung tetapi juga di lingkungan yang lebih luas. bersedia dan menghargai kepercayaan. perilaku dan . 6. Karena itu. Manusia modern percaya bahwa kehidupan alam dunia dapat diatur dan diperhitungan. Manusia modern juga harus mempunyai yang lebih demokratis. watak. dan ciri wirausaha. dan ciri wirausaha dapat pula dihubungkan dengan ciri-ciri manusia modern sebagai berikut: 1. Manusia modern percaya bahwa manusi dapat belajar mengendalikan lingkungan alamnya dalam rangka mendapatkan kehidupan yang lebih baik. disiplin kerja. Marzali. Dalam Instruksi Presiden RI No. 5. kurang berorientasi ke masa lampau. dan ciri wirausaha secara substansial sama dengan cita-cita membentuk manusia modern dalam bidang ekonomi maupun sosial. 9. Jiwa. 4 Tahun 1995. Manusia modern lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan. Watak. Berkenaan dengan itu Suparman (1978) menyatakan. Mereka menghargai tepat waktu. Manusia modern adalah manusia yang punya pola pikir terbuka kepaa inovasi dan perubahan. tampak bahwa keduanya memiliki prinsip yang sama. Manusia modern menyadari akan harga diri dan kemudian oarng lain. Bahkan yang tidak kalah pentingnya. Mendasarkan tindakan pada perolehan pendapatan. Manusia modern percaya bahwa penghargaan dan kemuliaan diberikan sesuai dengan apa yang telah diperbuat seseorang. 2005:100-101) 3. Pendek kata. Hanya dengan cara-cara seperti itulah persoalan hidup dapat diselesaikan dengan baik. bahwa wirausaha pada dasarnya adalah pendekar kemajuan. jiwa. 8. karena itu mereka lebih punya kesiapan uuntuk menghormati oarng lain. dan siap untuk menerima pengalaman baru.11 • • • • Punya semangat tinggi Berorientasi pada masa depan. jiwa. maka cita-cita mewujudkan manusia yang memiliki watak. 2. jiwa. Mampu mengorganisasi. dengan mencermati ciri-ciri manusia modern. dan apa yang dimiliki orang tersebut (Ikeles. bukan menurut kedudukan. jiwa dan ciri wirausaha adalah bermuatan tipe ideal yang bersifat umum sehingga dapat diterapkan dalam bidang ekonomi maupun kemasyarakatan. Manusia modern percaya akan keampuhan ilmu dan teknologi. Manusia modern menjalankan kehidupan secara berencana dan terorganisasi.

12 kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. karena memiliki . Permasalahan lainnya adalah tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja nyata yang ditandai oleh tingginya tingkat pengangguran tenaga kerja terdidik. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memeroleh keuntungan yang lebih besar. melainkan terutama kesiapan memasuki dunia kerja nyata. Tidak hanya itu. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. Singkatnya. tidak hanya dalam penguasaan ilmu. sikap. membuka jalan bagi perusahaanperusahaan kecil. Hanya sekitar 30-40 persen saja alumni pendidikan tinggi yang terserap di dunia kerja (Wahjoetomo:1995). jika tidak ingin dilindas zaman. Namun realitas atau kondisi empirik yang ada sekarang ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan kesempatan kerja. menerapkan cara kerja. PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN Dalam era globalisasi sekarang ini. perhatian orang tertuju pada kiat-kiat yang harus diciptakan untuk bisa ikut bergabung dan bermain bersama dalam era ini. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. IV. merupakan keharusan bahwa setiap orang. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. di mana pertumbuhan angkatan kerja jauh lebih besar daripada pertumbuhan kesempatan kerja. Dalam era yang kompetitif ini. setiap kelompok orang. menciptakan. Hanya saja membutuhkan lahirnya karakteristik tertentu yang tidak hanya sekedar tekun dan ulet tetapi juga kreatif dan inovatif. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. Dunia pendidikan. maupun setiap bangsa dituntut untuk selalu bersikap kreatif dan inovatif. Dengan demikian persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja itu tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. mengumpulkan sumberdayasumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. memang memiliki peran strategis dalam membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas.

Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Kedua. daya adaptasi tinggi. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. 2007:10). maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. menjadi urutan langkah-langkah berikut: . telah terjadi tindakan PHK secara besar-besaran. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. kerja keras. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. melainkan yang lebih penting adalah niat yang kuat untuk mencapai prestasi gemilang melalui penampilan kerja yang baik. V. Gagasan ini diperkuat oleh Everet Hagen (dalam Marzali. Krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia Tenggara. ternyata banyak perusahaan kecil yang tetap eksis. termasuk Indonesia. ketika berbagai perusahaan besar. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. 1. 2005) yang menyatakan. Model Proses Kewirausahaan Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave (dalam Alma. namun uang bukan segala-galanya.13 tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. begitu pula amoral failist. dengan selalu berpikir dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru guna memperbaiki kualitas kerja yang dicapainya. telah melahirkan dua kenyataan. dapat dicermati dari gagasan McClelland (1987) yang menyatakan. MODEL PROSES MEMBANGUN SIKAP WIRAUSAHA Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. Pertama. Betapa pentingnya kedudukan wiirausahawan dalam konteks modernisasi. bahwa kaum wirausahawan domestik yang paling bertangung jawab bagi modernisai. terhantam krisis yang luar biasa. bukan politikus atau konsultan ahli dari negara-negara maju. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. Wirausahawan memang melakukan kegiatan bertujuan mencari uang. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. Hal ini disebut motivasi berprestasi atau kebutuhan berprestasi. milik konglomerat. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. sejak 1997.

pengalaman dan kreativitas. faktor pendidikan. memiliki ketrampilan. terhadap bisnis. hobi dan sebagainya. keinginan menanggung resiko. Keberanian menanggung risiko. 2) Proses pemicu Beberapa faktor personal yang mendorong pemicu artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah: a. memiliki bangunan yang lokasinya strategis. b. Dorongan karena faktor usia. Adanya inovasi yang berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha.14 Innovation (Inovasi) Triggering Event (Pemicu) Implementation (Pelaksanaan) Growth (Perumbuhan) 1) Proses Inovasi Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi. Adanya persaingan dalam dunia kehidupan. modal. misalnya memiliki tabungan. d. Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan. Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Tidak diragukan lagi pengalaman adalah sebagai guru yang berharga yang memicu perintisan usaha apalagi oleh adanya peluang dan kreativitas. tidak ada pekerjaan lain. warisan. dan faktor pengalaman. adanya sifat penasaran. Sedangkan faktor-faktor environment mendorong inovasi adalah: adanya peluang. dan komitmen atau minat yang tingi . b. c. Faktor-faktor environment yang mendrong menjadi pemicu adalah sebagai berikut: a.

adanya bantuan famili dalam berbagai kemudahan. Adanya produk yang dibanggakan. pandangan yang jauh ke depan guna mencapai keberhasilan. b. 4) Proses Perumbuhan Proses pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain adalah: a. Adanya hubungan-hubungan atau relasi dengan orang lain. c. 3) Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personal yang mendorong pelksanaandari sebuah bisnis adalah sebagai berikut: a. adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam usaha. pembanu utama. atau keistimewaan yang dimilkik. lokasi usaha. Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan. Sekarang banyak kursuskursus bisnis dan lembaga menejemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihanIncubator Bisns. Adanya strategi yang mantap sbagai produk dari tim yang kompak. b. adanya seorang wirausaha yang sudah siap mental secara total. e. d. adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis. dan bimbingan usaha yang dilakukan oleh Depnaker.15 c. adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya. adanya dorongan orangtua untuk membuka usaha. Ada berbagai bentuk persaingan yang ada di pasar. Sedangkan faktor environment yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah sebagai berikut: a. misalnya kualitas makanan. personalia. Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya. mulai dari pengusaha pasar yang sangat dominan. yang mempunyai keunikan produk. andanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan. mengikuti latihan-latihan atau Incubator Bisnis. Sedangkan faktor Sosiologis yanng menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah: a. Budaya perusahaan jika sudah terbentuk dan diiuti dengan penuh tanggunng jawab oleh seluruh karyawan maka pertumbuhan perusahaan akan berkembang pesat. Adanya tim yang kompak dalm menjalankan usaha. c. manajemen. b. dan sebagainya. Dunia persaingan sekarang sangat tajam. sehingga semua rencana dan pelksanaan operasional berjalan produktif. d. d. kebijakan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam ijin lokasi usaha ataupun fasilitas kredit. d. adanya visi. . c.

Di pasar ditemukan pemimpin pasar. Ngunut di Tulungagung. Setelah itu ada market follower yang ikutikutan saja karena modal terbatas. yang masih bisa dimanfaatkan. Kotagede di Yogyakarta. . Garut. misal Desa Manding di Bantul. Faktor Environmental Di samping faktor personal yang ada di dalam diri pribadi wirausaha maka ada pengaruh faktor luar terhadap pembentukan watak wirausaha. atau merek yang dijual di pasar ada merek yang melekat di hati konsumen. market challenger. menyatakan bahwa seoarang wirausaha adalah seseorang yang memilki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak brwirausaha. c. market follower. yaitu: 1) Personal Attributes 2) Personal Environment Personal Attributes David McClelland di dalam bukunya The Achieving Society. Tasikmalaya. ini ada beberapa daerah atau lokasi yang bannyak wirausahanya. Dalam suatu penelitian di Inggris menyatakan bahwa motivasi seseorang membuka bisnis adalah 50% ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri. ini disebut market leader. hobi. Juwana di Pati. Di negara kita. e. Sedangkan penelitian di Rusia 80% menyatakan mereka membuka bisnis karena ingin menjadi boss dan memperoleh otonomi serta kemerdekaan pribadi. yang berusaha menunggu kesempatan mengatasi leader. Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinyu. Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan Melihat uraian di atas muncul pertanyaan apakah sebenarnya yang paling mendorong seseorang untuk memasuki karir wirausaha? Jawabannya menyangkut dua hal. Merek ini market share nya paling banyak/uas.16 kekuatan yang sedang dan yang lemah. Indonesia. Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan. Cibaduyut di Bandung. Kemudian menyusul penantang pasar (market challenger). Pada setiap produk. Tanggulangin di Jawa Timur. dan 10% menyatakan jawaban membuka bisnis untuk kesenangan. b. dan market nicher. Wedi di Klaten. merek belum terkenal dan terakhir market nicher yang menjual produknya pada relung-relung/celah pasar yang belum terisi oelh merek lain. tantangan atau kepuasan pribadi dan melakukan kreativitas. hanya 18% menyatakan ingin memperoleh uang.Ceper di Klaten. Adanya sumber-sumber yang tersedia. d. Dalam istilah pemsaran mereka ini terdiri atas market leader.

maka perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah. pasti akan terasa segan dan canggung. pendidikan kewirausahaan telah dilakukan puluhan tahun lalu. Untuk melangkah ke suatu hal yang baru akan terasa berat dan gelap. Sebenarnya untuk memulai segala sesuatau yang masih baru.. Agar langkah-langkah untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang. Demikian pula suasana lingkungan yang lain yang bisa kita jumpai pada sejumlah dosen serta alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang mendirikan sejumlah perusahaan. pergudangan. Akan tetapi. transportasi. Pengusaha-pengusaha MIT ini saling bekerja sama dan mendorong pertumbuhan bisnis dan perkembangan teknlogi di Amerika. Dalam hal pendidikan kewirausahan. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Faktor penyebab tersebut antara lain pola pikir masyarakat yang diwujudkan dalam cita-cita. 2006:8). Di daerah tersebut dijumpai kegiatan wirausaha membeli dan menjual barang. 4) Memiliki rencana yang jelas. Banyak faktor penyebab yang mengakibatkan masyarakat belum berani memulai suatu kegiatan yang disebut wirausaha. merasa tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri. Suasana semacam ini sangat berpenaruk kepada warga masyarakata untuk menumbuhkan minat wirausaha. dan sebagainya. Jurus Awal Menjadi Pengusaha Sulitnya memutuskan untuk memulai berwirausaha hampir melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia. setelah memasuki dunia baru tersebut. dan berbagai jasa konsultan. 6) Optimis dan penuh keyakinan. 8) Memiliki etika dan moral. . Bali. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). 3) Penuh perhitungan. apa pun nama kegiatannya. Langkah-langkah ini oleh Kasmir (2006) diartikan sebagai jurus yang akan membimbing dan mengarahkan seseorang sebelum memulai usaha.17 Madura. Demikian pula di Amerika terkenal daerah Silcon Valley di mana dijumpai banyak pengusaha-pengusaha besar. 2. Sejak perang dunia ke-2 sampai tahun1988 telah didirikan 636 perusahaan oelh dosen dan alumni MITI ini. yaitu: 1) Berani memulai. Menurut Kasmir ada bebrapa jurus awal yang harus segera dilakukan jika mau berwirausaha. perbankan. kita akan merasa adanya perbedaan (Kasmir. 5) Tidak cepat puas dan utus asa. dan pemerintah kurang begitu tanggap untuk mengubah pola pikir masyarakat. 7) Memiliki tanggung jawab. sebagian besar ingin menjadi pegawai (mental buruh). bahkan di beberapa negara. Padang. khususnya masyarakat menengah ke bawah.

rencana yang sudah dibuat akan dijadikan sebagai pedoman dalam melangkah ke depan. Penyakit takut rugi atau bangkrut. Kemudian. paling tidak berpikir untuk berusaha. Bahkan seorang calon yang hebat selalu haus akan kemajuan dan selalu akan merasa kurang. itu pun tidak terlalu meleset dari perhitungan. sebelum melakukan bisnisnya seorang calon pengusaha perlu memperhitungkannya. Untuk itu. seorang calon pengusaha dituntut untuk berani menanggung sehala risiko. tetapi memulainya sangat slt. Tanpa rencana yang matang dan lengkap sulit untuk mencapa suatu tujuan yang akan dicapai. Agar peluang memperoleh keuntungan tidak hilang dan segala kendala risiko yang bakal dihadapi dapat diatasi atau diminimalkan. kapan akan dilakukan. seperti dari mana dimulainya usaha tersebut dan apa yang perlu dipersiapkan. Kegagalan merupakan sukses yang akan tertunda. Untuk memulai pertama kali suatu usaha memang terasa sangat berat. Hal yang perlu diingat adalah menjalankan segala sesuatu dengan perhitungan matang dan selalu memiliki sikap optimis bahwa semua masalah dapat diatasi. Banyak orang mengatakan bahwa membuka usaha gampang. Perhitungan yang dibuat sebaiknya dituangkan dalam suatu rencana yang lengkap. Banyak kendala yang dihadapi. barulah diketahui kekurangan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan lanjut. semakin besar peluang untuk maju dan meraup keungtungan. memulai usaha dari hal-hal yang paling kecil sesuai dengan kemampuan si calon pengusaha. bagaimana melakukannya. bangkrut atau risiko lainnya. Langkah selanjutnya. Kemudian. Perlu dicamkan pula bahwa semakin besar risiko yanng dihadapi. ini juga menjadi momok bagi calon wirausahawan baru.18 9) Dan lainnya. berapa besar biaya yang dikeluarkan. Sikap untuk tida cepat putus asa ini akan memotivasi pengusaha untuk terus maju. Rencana yang akan dijalankan ini memuat apa saja yang harus dialkukan. yakni untung atau rugi. Artinya bisnis yang akan dijalankan pasti memiliki risiko dan untung. Rencana dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha harus dibuat selengkap mungkin. Terkadang niat dan motivasi yang kuat untuk berusaha tidak akan pernah terealisasi tanpa berani mulai saat ini juga. Penyakit seperti ini harus dikikis habis. Seorang calon pengusaha tidak akan pernah cepat puas atas hasil yang akan dicapai. siapa yang akan melaksanakannya. Ada istilah ekstrem bahwa jika ingin berwirausaha. seorang calon pengusaha diminta untuk memiliki naluri dan daya pikir yang hebat. Hal yang terpenting adalah memulai terlebih dahulu. Kalupun teradi risiko yang harus ditanggung nantinya. pengusaha juga diharuskan untuk tidak cepat putus asa atas segala kegagalan yang dialaminya. . Kalkulasi dalam prediksi apa yang akan terjadi sangatlah penting dan perlu dibuat di atas kertas kerja. harus siap rugi terlebih dahulu sehingga bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha nantinya. Seorang calon pengusaha harus berani mengambil risiko sebesar dan seberat apa pun. baik risiko kerugian. Berani memulai artinya seseorang harus segera memulai. Perlu diingat bahwa dalam usaha (bisnis) hanya ada dua pilihan.

Pengusaha harus mampu menghargai karyawan. Di samping itu. Optimistis dan keyakinan akan berhasil merupakan bayangan yang akan terus mengikuti perasaan bahwa kita harus berhasil dalam menjalankan perusahaan. yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. seorang calon pengusaha harus memiliki etika dan moral dalam menjalankan usahanya. Tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan karena tanpa masyarakat usaha kita tidak akan pernah maju. Pengusaha juga diahruskan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap usaha yang sedang dijalankan. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang . Dengan demikian. kepada masyarakat. Hal ini perlu dijunjung tinggi mengingat etika dan moral berbisnis merupakan dasar untuk melakukan suatu bisnis yang baik. baik dalm hal memberikan kesejahteraan maupun keamanan mereka dalam bekerja. tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Misalnya. Sifat optimistis dan penuh keyakinan bahwa usaha yang sedang dijalankan akan memberikan hasil selalu ditanamkan kepada setiap calon pengusaha. Terakhir. epngusaha selalu berusaha bertindak untuk lebih baik dari sebelumnya. Menurut Stevenson. optimistis dan penuh keyakinan tentunya harus penuh perhitungan yang matang. pelanggan. atau pihak-pihak yang berhubungan dengan prusahaan sesuai dengan etika yang berlaku. kewirausahaan merupakan suatu polah tingkah laku manajerial yang terpadu. dalam hal komitmen untuk mengembalikan sesuatu yang wajib dilakukan. ataupun kepada pihak-pihak luar perusahaan. Namun. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Jangan pernah ada rasa keraguan yang dapat menghentikan usaha yang akan dijalankan. Pengusaha juga harus mampu unuk menciptakan dan atau mencai peluang-peluang bau yang lebih memberikan harapan. calon pengusaha juga harus memiliki tanggung jawab terhadap para pegawainya. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. D. Mereka muncul dari kelas menengahbawah. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Beberapa adalah orang mempunyai uang. masyarakat. Rangkuman Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke delapan belas. mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama.19 Selidiki dengan teliti penyebab kegagalan tersebut dan segera perbaiki sehingga kegagalan tersebut tidak akan pernah terulang lagi. Seseorang yang tidak memiliki sikap optimistis akan sulit untuk menembus setiap halangan atau rintangan yang akan dihadapinya. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan.

Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis. mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. pengambil risiko. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. Decisiveness. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. 4) pengawasan umberdaya. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. Menurut McClelland karakteristik wirausaha ada 9.Tidak hanya itu. persepsi atas keberhasilan. keorisinilan. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. Sedangkan Meredith merumuskan 6 ciri wirausaha yaitu percaya diri. berorientasi tugas dan hasil. yaitu: keinginan berprestasi. 2) komitmen terhadap peluang yang ada. orientasi ke masa depan. yakni: 1) orientasi strategis. keinginan bertanggungjawab. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. Singkatnya. begitu pula amoral failist. dan sikap terhadap uang. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain. Devotion. Persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. Details. Everet Hagen yang menyatakan. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. . karena memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan kecil. kepemimpinan. preferensi pada risiko menengah. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep10 D. Kesepuluh konsep itu adalah. 5) konsep manajemen. and Distribute. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. Dream. 3) komitmen terhadap sumberdaya. Destiny.20 tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. aktivitas energik. ketrampilan dan pengorganisasian. Determination. Dedication. rangsangan oleh umpan balik. dan 6) kebijakan balas jasa. dan berorientasi ke masa depan. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. Dollars. Doers.

Malah kalau dipikir-pikir. ia memiliki 10 pabrik dan 2. Sedangkan Kasmir merumuskan jurus awal menjadi pengusaha adalah: 1) Berani memulai. saya terbiasa ditempa bekerja keras. Pertanyaan Konseptual 1. Kini.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta. sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Jelaskan pengertian kewirausahaan ! 2. Jelaskan watak wirausahawan menurut McClelland! 11. 8) Memiliki tanggung jawab. Jelaskan watak wirausahawan menurut Meredith! 10. Segalanya tentu tak mudah diraih. Jelaskan 10 karakteristik wirausaha menurut William Bygrave! 9. Sebutkan dan jelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson! 6. sumbangan apa yang dapat diberikan oleh wirausaha untuk dirinya sendiri dan bangsa? 13. Secara ekonomi. Mengapa setiap orang perlu memiliki sifat kewirausahaan! 12. Berikan minimal 2 contoh untuk masing-masing karakteristik! 8. 9) Memiliki etika dan moral. Jelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha! 5. E. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. . menjadi urutan langkah-langkah berikut: (1) Proses Inovasi. dan (4) Proses Pertumbuhan. Bayangkan. Jelaskan model proses kewirausahaan ! 14. 2007) Seorang Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Jelaskan Jurus Awal Menjadi Pengusaha ! II. Bahkan. Latihan I. daya adaptasi tinggi. Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave. Sejak kecil. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. (3) Proses Pelaksana. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. 7) Optimis dan penuh keyakinan. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). 4) Penuh perhitungan.21 Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. 5) Memiliki rencana yang jelas. Jelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan! 4. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. 6) Tidak cepat puas dan utus asa. 10) Dan lainnya. Cerita Sukses : KISAH SUKSES PENGUSAHA BURGER (Nopember 10. kerja keras. Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. (2) Proses Pemicu. Jelaskan 2 karakteristik wirausaha! 7. Sebutkan dan jelaskan dua pendekatan kewirausahaan! 3.

Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta. Saya pindah ke Perumnas Klender. daging. seperti roti.%27516%27. kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. saya tak bisa jalan.700 per buah. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang. Susahnya kalau hujan turun. sebenarnya tidak. Sungguh luar biasa.wordpress. Padahal. setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Sumber: http://cepiar. Tak berhenti sampai di situ. Rasanya miris sekali. Untuk mengembangkan usaha. Saya nekad meminjam uang ke bank. Kalau mau punya uang. pembeli mulai ketagihan. Pada 25 Desember tahun itu. Lalu. ya. saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. saya hijrah ke Jakarta. tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus.Bahan-bahan pembuatan burger. http://cepiar. Dalam dua tahun. NYARIS TERSAMBAR PETIR Titik cerah muncul di tahun 1990. masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya berjualan telur. Saya pikir.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusahaburger/realview%28%27detail_images. Awalnya berjalan lancar. lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Pernah juga gara-gara hujan. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Setelah lulus STM.asp?act=1&id=10094&imageid=22178%2 7. saya potong-potong. Banyak suka dan duka yang saya alami.Pulogadung . Dibantu seorang teman. Saya menjalani rute Kampung Melayu . saya ecer di berbagai tempat. Mereka mungkin berpikir. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang. Masih untung karena istri saya bekerja. Di awal-awal saya jualan.%27detail_images%27. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Tanpa sengaja. Seminggu berkutat di dapur. saya pun jatuh bangkrut. upaya saya berhasil. usaha saya mandeg.Cililitan. tapi tak juga diluluskan. Roti tak laku. lalu dijual ke pasar. tak ada salahnya mencoba. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. hasilnya tak mengecewakan. tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. Saya beli satu peti telur di pasar. tak pernah saya diberi uang jajan. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. saya pulang ke kampung halaman. padahal seharian saya mengayuh gerobak. Ternyata. sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah.5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor. Burger dagangannya saya labeli Lovina. tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an. Tahun 1985. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah. saya melihat orang berjualan burger. saya hidup mengontrak. Kerugian makin membengkak. saya nyaris disambar petir.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusaha-burger/ . burger itu pasti mahal.22 tiap pergi ke sekolah. Saya harus menjual rumah dan mobil. saus.wordpress.%27500%27%29. dan mentega. Akhirnya. sayur. saya menikah dengan perempuan sedaerah. Made Arsani Dewi. dimakan sendiri. Saya hanya mematok harga Rp 1. Baru setelah tahu murah.

Alma. Binis (Jilid 1). RW. Thoby. Pengantar Kewiraswastaan. Jakarta:Cresindo. Marzali. Daftar Pustaka 1. Masykur. 2007 4. A. 2007. Meredith. Identifikasi karakteristik wirausaha apa yang dimiliki oleh tokoh di atas? 2. Mutis. 6. dan Ebert. Jakarta:Prehallindo. Griffin. Kewirausahaan. Bandung: Alpabeta. Bagaimana ia mengatasi kegagalannya? 3. Kewirausahaan. Jakarta: Prenada Media.. Buchari. . Kewirausahaan. tanyalah mengapa ia ingin menjadi wirausaha? Kegagalan dan keberhasilan apa yang pernah ia alami? Bagaimana ia menyikapi hal tersebut? F. Geoffrey G. 1995. Kasmir. RJ. Yogyakarta:BPFE. Carilah tokoh serupa di sekitar lingkungan Anda. 7. Kewirausahaan yang Berproses. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1997. 1996 (terjemahan). 3. 5. Jakarta:PPM. Wiratmo. Teori dan Praktek.23 Pertanyaan diskusi: 1. 1996. Antropologi dan Pembangunan Indonesia.et al. 2. 2005.

guna memberi motivasi pada para pekerja dan memberi garis arahan yang paling baik bagi masa mendatang. 2. .. Menjelaskan ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan. Menjelaskan pendekatan studi kepemimpinan. M. anak-anak di rumah memerlukan orangtua yang dapat memimpin anaknya. KEPEMIMPINAN 1. Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan. demikian ada orang bertanya. M.Lies Endarwati. 9.2: Kepemimpinan Oleh: Nahiyah J. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil risiko. Menjelaskan. Mereka berfungsi sebagai simbol dari kesatuan moral yang diharapkan adalah peserta mampu pelatihan dapat menerapkan jiwa kepemimpinan. berani mengambil risiko. C. Mereka memiliki peranan nyata dalam membentuk pola pikir. Menjelaskan langkah-langkah dalam mengambil keputusan. sosial. Kebayakan negara menginginkan para pemimpinnya untuk maju ke depan serta mengatasi krisis ekonomi. 7. Pentingnya Pemimpin Where have all the leaders gone? (ke mana gerangan para pemimpin yang memiliki kaliber tentunya). dan manajemen waktu. 10. Menjelaskan sebab-sebab munculnya pemimpin 3.Si. 8. M. G.24 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. memberi contoh dan menerapkan manajemen waktu. Dunia ini memerlukan banyak pemimpin yang dapat membawa keadaan ke arah yanng lebih baik. 4. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil keputusan.. & Dyna Herlina S. Menjelaskan teori-teori kepemimpinan. 6. organisasi politik memerlukan pemimpin. perusahaan memerlukan pemimpin yang tangguh dan berkualitas. H. para pemuda memerlukan figur pemimpin yang dapat memberikan keteladanan dan inspirasi. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi mengambil keputusan. dan banyak lagi kelompok-kelompok manusia yang memerlukan pemimpin yang hebat. SE. Faraz.Pd. kelompok agama memerlukan pemimpin.SIP. Materi I. Menjelaskan dan memberi contoh jiwa kepemimpinan. Negara memerlukan pemimpin. 5.

dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. menetapkan arah yang benar atau yang paling baik bila kegagalan terjadi. baik yang memimpin beberapa atau beratus-ratus karyawan. menentukan tujuan-tujuan untuk mereka sendiri dan orang lain. jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan. membina kontak antar pribadi dengan pengikutnya. memfokuskan perhatian pada tujuantujuan perusahaan. mengkoordinasikan perubahan. Prestasi total sebuah bisnis terutama ditentukan oleh sikap dan tindakan dari sang wirausaha. Dari hakikat pekerjaannya mereka adalah pemimpin. Semata-mata merupakan kenyataan hiduplah bahwa kelompok-kelompok dengan pemimpin dapat melakukan hal-hal tersebut secara lebih efisien dan lebih benar daripada kelompok tanpa pemimpin. Statistik perkembangan perusahaan menunjukkan bahwa setiap 100 perusahaan yang baru berdiri. Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil. dan disiplin. dan masukan yang hanya dapat diberikan oleh pemimpin yang dihargai. Tidak ada satu faktor pun yang memberikan lebih banyak manfaat terhadap sebuah organisasi daripada pemimpin yang efektif. baik pemimpin yang timbul sendiri dari kelompok tau yang ditugaskan. efesiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan yang dipimpin. Pimpinan perusahaan merupakan unsur pokok dan sumber yang langka di dalam setiap perusahaan. Pemimpin mengekspresikan etika kerja dan nilai-nilai yang merangku masyarakat. . Pemimpin diprlukn untuk menentukan tujuan. karena mereka harus mencari peluang-peluang. melepaskan mereka berjalan sendir. Bahkan kelompok/organisasi yang menggunakan pendekatan partisipasif terhadap pemecahan masalah juga membutuhkan adanya konseling. kira-kira 50% gagal dalam tempo 2 tahun dan pada akhir tahun kelima hanya tinggal 30% yang masih jalan. tidak bisa bekerja sama dengan oarng lain atau mereka tidak bisa menguasai. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Setiap kelompok atau organisasi membutuhkan pemimpin. Seseorang dapat menjadi pemimpin yang berhasil. bimbingan. Berbagai kekeliruan terjadi di bawah kepemimpinannya. mereka tidak mampu memimpin karyawan. mereka hanya mencapai beberapa tujuan. Kenyataan dalam manajemen menunjukkan bahwa kelompok pekerja yang dibiarkan sendiri tanpa pemimpin. memulai proyekproyek mengumpulkan sumber daya manusia dan finansial yang diperlukan untuk melaksanakan proyek. kurang pengarahan. Pada umumnya kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak efektif. Efektivitas wirausaha sebagai pemimpin ditentukan oleh hasil-hasil yang dicapai wirausaha. mengendalikan diri sendiri. mengalokasikan sumberdaya yangblangka. Organisasi kerja tanpa pemimpin tidaklah lebih daripada propaganda “ kue di langit”.25 masyarakat.

Definisi Kepemimpinan Banyak definisi diberikan tentang kepemimpinan. demikian pula dengan relasi perusahaan tidak terjalin kerjasama yang baik. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. Handbook of Leadership. kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian penngaruh pada kegiata-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. Leadership is the activit of influencing people to strive willingly for group objectives. 2. Kedua. state that leadership is influencing people to follow in the achivement of a common goal. Ketiga. kurang disiplin. memberikan definisi kepemimpinan sebagai “suatu interaksi antar anggota suatau kelompok. memberi nasehat. Ada tiga implikasi penting yang tercakup dalam kepemimpinan dari beberapa definisi di atas yaitu: Pertama. Untuk melibatkan para karyawan. antara lain: George R. kepemimpinan melibatkan orang lain. haruslah yang dapat menguasai dan mengembangkan diri sendiri. memberi imbalan yanng cukup kepada karyawan. . sama seprti banyaknya orang yang membuat definisi itu. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. dan juga mampu menguasai serta mengarahkan dan mengembangkan para karyawannya. Seorang wirausaha tidak hanya mengingatkan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu memajukan perusahaan.26 Misalnya karyawan tidak bisa dimotivasi untuk bekerja lebih baik. Harold Koontz and Cyril O’Donnell. Pemimpin merupakan agen perubahan. Kepemimpinan timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi anggota lainnya di dalam kelompok”. kemungkinan pemimpin harus menggunakan berbagai cara misalnya memberi hadiah.Terry. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan. kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Banyak lagi definisi tentang kepemimpinan. Seorang wirausaha yang baik adalah seorang pemimpin dalam bisnis. kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan. orang yang perilakunya akan lebih memengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang memengaruhi mereka. Jadi wirausaha harus pandai merangkul dan melibatkan para karyawan dalam segala aktivitas perusahaan. dan sebagainya. seperti bawahan atau para pengikut. dan juga perilaku pemimpin sendiri yang tidak bisa menjadi contoh. Stoner.

Teori ini menganut pandangan deterministis artinya pandangan yang sudah ditentukan sejak dulu. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektivitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi/tugas-tugas yang dilakukan. dan situasional (“contingency”) dalam studi tentang kepemimpinan. bagaimana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yanng diperintahkan. dorongan. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak. yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektivitas situasi gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan Penelitian-penelitian dan teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. 3. Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga. Pandangan ini telah menimbulkn pendekatan “contingency” pada kepemimpinan. dan sebagainya. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasi perilaku-perilaku (behaviors) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif. perilaku. Sebab-sebab Munculnya Pemimpin Menurut Kartini Kartono (1983:29). Dia memeng sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.27 Seorang wirausaha juga harus dapat memberi contoh yang baik. dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin. yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. dididik dan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat di kemudian hari. 3) Teori Ekologis atau Sintetis Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin. ketrampilan dan pengharaan bawahan. Ketiga pendekatan tersebut akan dibahas secara kronologis. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifatsifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun di mana dia berada. 2) Teori Sosial Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan. 4. ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: 1) Teori Genetis Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak ahir dan tidak dapat dibuat. Kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan. Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak. sebagai berikut: .

integritas. pergaulan sosial dan persahabatan. Sebagian besar penelitian-penelitian awal tentang kepemimpinan ini bermaksud untuk: a) membandingkan sifat-sifat orang yang menjadi pemimpin dengan sifat-sifat yang menajdi pengikut (tidak menjadi pemimpin). Berbagai studi pembandingan sifat-sifat pemimpin dn bukan pemimpin. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut: a) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksanan fungsi-fungsi dasar manajemen. pengendalian dan keseimbangan mental maupun emosional. Berbagai sifat dipelajari untuk menentukan apakah hal-hal tersebut berhubungan dengan kepemimpinan efektif. Daftar sifat-sifat ini dapat menjadi sangat panjang tetapi cenderung mencakup energi. pandangan. berani. Antara pemimpin dan bukan pemimpin dapat dilihat dengan mengidentifikasi sifat-sifat kepribadiannya. Penelitian lain mencoba untuk membandingkan sifat-sifat pemimpin yang efektif dan tidak efektif. terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain. Seorang peneliti. . belum pernah ditemukan. Usaha sistemik pertama yang dialkukan oelh para psikolog dan para peneliti untuk memahami kepemimpinan adalah mengidentifikasikan sifat-sifat pemimpin.contingency 1) Pendekatan Sifat-sifat (Traits Approach) Para teoritisi kesifatan adalah kelompok pertama yang bermaksud menjelaskan tentang aspek kepemimpinan. dorongan. imajinasi. Edwin Ghiselli. Mereka percaya bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya. Tetapi kombinasi sifat-sifat tertentu yanng akan membedakan antara pemimpin atau calon pemimpin dari pengikut. sering menemukan bahwa pemimpin cenderung mempunyai tinngkat kecerdasan lebih tinggi. kepandaian berbicara. lebih ramah. pengetahuan dan kecerdasan. kepercayaan diri. bentuk fisik. antusiasme.28 Sifat-sifat  perilaku  situasional . dan sebagainya. Pendekatan psikologis ini untuk sebagian besar didasarkan atas pengakuan umum bahwa perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian. dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukkan sifat-sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. dan b) mengidentifikasi ciri-ciri dan sifat-sifat yang dimiliki oleh para pemimpin efektif. dan lebih percaya diri daripada yang lain dan mempunyai kebuthan akan kekuasaan lebih besar.

Kesadaran bahwa Anda sendiri yang menentukan kadar kemampuan kepemimpinan Anda. Alexander the Great. tetapi tidak satupun sifat yang secara absolut esensial. Akhirnya. (2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru . Sedangkan Keith Davis mengikhtisarkan emapt ciri/sifat utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi: (1) Kecerdasan. Namun demikian sifat-sifat kepemimpinan perlu dikembangkan sebagi upaya untuk melahirkan pemimpin. Ada banyak keterbatasan dalam pendekatan yang melihat sifat-sifat kepemimpinan. dan (4) sikap-sikap hubungan manusiawi. Sebagai contoh. Adolf Hitler. d) e) f) Ketegasan. Abdurahman Wahid. Mao Tse-Tung. Suharto. telah banyak orang tahu tentanng tokoh-tokoh seperti Napoleon. walaupun semua sifat yang dikemukakan para peneliti dapat menjadi yang diinginkan ada dalam diri pemimpin. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. tidak tampak sifat-sifat kepemimpinan yang ditemukan secara umum pada semua tokoh tersebut. Megawati. Ada juga berbagai kasus di mana seorang pemimpin sukses dalam suatu situasi tetapi tidak dalam situasi lain. atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah. yang dalam berbagai hal berbeda satu dengan yanng lain.29 b) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. Mahatma Gandhi. (3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi. Kepercayaan diri. Namun. Soekarno. Dalam kenyataannya. Winston Churchill. c) Kecerdasan. mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan sukses. Inisiatif. maka bakat keterampilan kepemimpinan Anda tidak akan pernah berkembang sepenuhnya. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. atau inovasi. Para atau wirausaha seperangkat adalah ciri-ciri individu-individu ideal yang telah mengembangkan dan gaya kepemimpinan mereka sendiri. Jika Anda meniru secara buta seorang pemimpin lain. Susilo Bambang Yudhoyono dan sebagainya. Tidak ada cara terbaik untuk menjadi pemimpin. Mengembangkan Sifat Kepemimpinan Sifat-sifat kepemimpinan harus dikembangkan sendiri karena sifat-sifat ini berbeda-beda pada setiap orang. Abraham Lincoln. pemikiran kraetif dan daya pikir. mencakup kebijakan. pemimpin. akan membantu Anda dalam upaya melakukan perbaikan-perbaikan. banyak dari mereka mempunyai sifat yang berbeda.

30 Keperibadian Anda akan ikut memengaruhi perilaku kepemimpinan Anda. Anda dengan Situasi untuk meningkatkan Cara yang kemampuan baik untuk kepemimpinan Anda dapat ditemui dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari Anda dan pergaulan karyawan Anda. Pemimpin biasanya bersedia menerima tantangan yang mengandung baik risiko maupun peluang yang besar. Setelah melakukan hal itu. Pekerjaan Anda sekarang harus dapat memberikan sejumlah peluang untuk mempraktekan dalam kepemimpinan. peneliti mlai mengeksplorasi pemikiran bahwa bagaimana seseorang berperilaku menentukan keefketifan kepemimpinan seseorang. Rensis Likert mulai mempelajari bagaimana cara yanng paling baik unuk mengelola usaha dari individu-individu untuk mencapai kinerja dan mencapai potensi mereka sepenuhnya. kepemimpinan adalah suatu sikap yang terlihat dalam ancangan para wirausaha terhadap pencapaian tugas-tugasnya. Untuk sebagian besar. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain. bagi harus Anda untuk putuskan bagaimana dan meningkatkan prestasi setiap orang. Sebagai seorang pemimpin Anda bertanggung jawab untuk mengembangkan karyawan dengan cara yang paling efektif. semakin besarlah ketergantungan Anda pada karyawan untuk mendukung dan memikul tanggungjawab Anda. Pada tahun 1947. Karena karyawan merupakan harta yang paling penting dalam organisasi Anda. maka selanjutnya para peneliti meneliti perilaku dan pengaruhnya pada prsetasi dan kepuasan dari pengikut-pengikutnya. Daripada berusaha menemukan sifat-sifat. akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo sliro. maka potensi Anda sebagai . Anda pun harus menilai pengalamanpengalaman mereka untuk mengukur keberhasilan mereka dan kegiatan serta tanggungjawab tambahan yang dapat mereka pikul di masa depan. Seorang pemimpin mengerti tugas keseluruhan yang harus dicapai dan seringkali memutuskan cara-cara baru dan inovatif untuk mencapainya. Semakin Anda berkualitas sebagai seorang pemimpin. 2) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) Di akhir tahun 40-an. Uji coba kemampuan Anda dalam memimpin ini akan menyiapkan Anda untuk peranan kepemimpinan yang lebih penting. Mendelegasikan tanggung jawab akan mengembangkan rasa percaya dan keyakinan yang diperlukan karyawan Anda untuk pemimpin pun juga tercapai. Anda dapat merancangkan peluang-peluang mereka mengembangkan meningkatkan kemampuan individual mereka. Kalau potensi karyawan Anda terwujud. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik ialah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan“. mempraktekkan ketrampilan Anda adalah dengan menyadari adanya peluangpeluang untuk menunjukkan kemampuan Anda memimpin dalam kegiatan seharihari.

Kriteria keefektifan yang digunakan dalam banyak studi tersebut adalah: a. Pemimpin yang kadar orientasi-pekerjaannya rendah cenderung menjadi tidak aktif dalam mengarahkan perilaku yang beorientasi tujuan. petroleum. Bahan terbuang f. peneliti mengidentifikasikan dua gaya kepemimipinan yang berbeda. Kepuasan kerja dari anggota organisasi. Tujuan dari kebanyakan penelitian kepemimpinan yang diilhami oleh Tim Likert di University of Michigan (UM) adalah untuk menemukan prinsip dan metode kepemimpinan yang efektif. elektronik. rumah sakit. seperti perencanaan dan . makanan. disebut sebagai job-centered/ berpusat pada pekerjaan dan employee-centered/ berpusat pada karyawan. dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka. sarana umum. dan sakit hati. absensi. Perhatian pada orang dilihat sebagai suatu hal mewah yang tidak dapat selalu dipenuhi pemimpin. d) Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan. c. bank. mulai dari pekerjaan yang tidak terampil sampai dengan pekerjaan penelitian dan pengembangan yang berketerampilan tinggi. e) Berminat mencapai peningkatan produktivitas. d. mengarahkan dan membimbing. Melalui wawancara dengan pemimpin dan pengikutnya. Studi dilakukan pada berbagai jenis organisasi: kimiawi. imbalan. c) Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu. Data didapat dari ribuan karyawan yanng melakukanberbagai macam tugas. dan hukuman untuk memengaruhi sifat-sifat dan prestasi penngikutnya. Seorang pemimpin dengan orientasi pekerjaan/tugas cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan staffnya. Produktivitas per jam kerja. Tingkat turnover. Pemimpin ini mengandalkan kekuatan paksaan. dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. Baiya e. yakni tujuan-tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas. b. Motivasi karyawan dan manajerial. dan agen pemerintahan.31 kepuasan sebagaimana yang diinginkan. asuransi. Pemimpin yang job-centered/berpusat pada pekerjaan (tugas) menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melaksanakan tugas dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. atau pengukuran lainnya yang mirip dari keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan produksinya. peralatan berat. b) Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tetapi dapat dicapai.

percaya dalam mendelegasikan pengambilan keputusan dan membantu penngikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara membentuk suatu lingkungan kerja yang suportif. Mereka memberikan pengaruh kuat dan pengarahan yang kuat namun dengan cara yang tidak menimbulkan dendam. Pemimpin yang berpusat orang/karyawan. Ciri-ciri umum yang terdapat pada pemimpin yang orientasi-karyawannya tinggi meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Mereka mengerti kebutuhan. Tindakan-tindakan ini diasumsikan dapat memajukan pembentukan dan perkembangan kelompok. serta mendorong inisiatif.32 penjadwalan. c) Menunjukkan pengertian dan rasahormat pada kebutuhan-kebutuhan. melainkan mereka dapat menangani pelbagai macam orang dengan efektif. jika timbul. Mereka bersifat membujuk ketimbang menghukum. Dalam hubungan mereka dengan karyawan. Pemimpin yang berpusat pada karyawan memiliki perhatian dan memotivasi terhadap kemajuan. nilai-nilai. tujuan-tujuan. memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan ketimbang kerjasama. b) Menunjukkan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. g) Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. pertumbuhan. Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku yang diberi imbalan akan bertambah dalam frekuensinya. Mereka cenderung bekerja seperti para karyawan lain dan tidak membedakan peranan mereka sebagai pemimpin organisasi secara jelas. e) Menerapakan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. keinginan-keinginan. melarang dan menghakimi. batas-batas dan kemampuan mereka sendiri. Mereka menunjukkan ketrampilan yang tinggi dalam bidang hubungan antar manusia. mengarahkan dan mengambil inisiatif daripada mengkritik. d) Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan staff. Orang-orang yang kuat dalam orientasiorang cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan. mereka cenderung memberikan nasehat. Orang-orang yang orientasi-orangnya tinggi belum tentu merupakan orang-orang yang ramah dan sosial. serta tidak mendelegasikan kekuasan dan tanggungjawab. dan bahwa perilaku yang tidak diberi imbalan (dihukum) akan berkurang dalam frekuensinya. Pengertian dan pengetahuan tentang diri . dan prestasi pribadi pengikutnya dan membina hubungan manusiawi. Pemimpin yang orientasi-orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam hubungan dengan karyawan mereka. perasaan dan ide-ide karyawan. tujuan-tujuan. f) Mendelegasikan kekuasaan dan tanggungjawab. mengkoordinasi.

33 sendiri ini merupakan suatu prasyarat yang diperlukan untuk hubungan yang baik dengan orang lain. Di lain pihak. Maka teori kepemimpinan situasional mengusulkan bahwa keefektifan kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara kepribadian. pada kenyataannya lebih efektif dibanding pendekatan lain. Jadi pengalaman-pengalaman kepemimpinan mengungkapkan bahwa dalam berbagai situasi pendekatan partisipatif yang lebih efektif. mereka membantu orang untuk memenuhi kebutuhan ini. Perdebatan ini biasanya berpusat pada gagasan ideal itu ada: yaitu gaya yang secara aktif melibatkan bawahan dalam penetapan tujuan dengan menggunakan teknik-teknik manajemen partisipatif dan memusatkan perhatian baik terhadap karyawan dan pekerjaan. b) Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain. Telah terjadi perdebatan untuk mencari jawaban. apakah ada gaya mendelegasikan kepemimpinan normatif atau ideal. e) Mereka memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik. kedua-duanya berjalan seiring. dan menggunakan informasi yang mereka terima untuk mengarahkan dan melibatkan karyawan mereka dalam tindakan yang efektif. Mereka menunjukkan kemampuan dan kesediaan untuk berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali berbeda dengan mereka. Kesimpulan yang dapat dibuat. 3) Pendekatan Situasional – Contingency Pendekatan kesifatan dan perilaku belum sepenuhnya dapat menjelaskan kepemimpinan. c) Mereka dapat menerima dan menghargai nilai-nilai dan gaya hidup yang berlainan. bahwa kepemimpinan adalah kompleks dan gaya kepemimpinan yang paling tepat tergantung pada beberapa variabel yang saling berhubungan. sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer di bawah seluruh kondisi. Banyak praktisi manajemen merasa konsep tersebut membuat peningkatan prestasi dan perbaikan sikap. sikap. para pemimpin dapat mengarahkan usaha-usahanya secara lebih efektif sehingga tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan. atau pendekatan orientasi pekerjaan/tugas dibanding pendekatan orientasi karyawan dari sisi lain. Melalui berkomunikasi dengan para karyawan mereka. berdiskusi dan berdebat. mereka mendengarkan. Di samping itu. kekuatan. tugas. beberapa penelitian membuktikan pula bahwa pendekatan otokratik di bawah berbagai kondisi. d) Mereka melibatkan para karyawan mereka dalam tujuan perusahaan dengan memahami kebutuhan-kebutuhan mereka dan kekuasaan serta membagi tanggungjawab. mengajukan pertanyaan. .

(2) efektivitas kelompok. mengatakan bahwa ada tiga variabel kritis yang memengaruhi gaya kepemimpinan.Schmidt adalah di antara para teoritisi yang menguraikan berbagai faktor yang memengaruhi pilihan gaya kepemimpinan oleh manajer. dan (3) situasi. dan (3) teori siklus-kehidupan dari Harsey dan Blanchard. Ketiganya saling berhubungan dan beriteraksi. (3) kecenderungan kepemimpinan sendiri. dan (4) harapan mereka mengenai keterlibatan dalam pembuatan keputusan. meliputi: (1) kebutuhan mereka akan kebebasan. (2) toeri “contingency” dari Fiedler. (3) desakan waktu. (2) pengikut atau bawahan. yaitu: a) Kekuatan-kekuatan dalam diri manajer. dan (4) perasaan aman dan tidak aman. (2) kebutuhan mereka akan peningkatan tanggungjawab. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kepemimpinan Mary Parker Follet. (3) apakah mereka tertarik dalam dan mempunyai keahlian untuk penanganan masalah. yang mencakup: (1) sistem nilai. Mereka mengemukakan bahwa manajer harus mempertimbangkan tiga kumpulan “kekuatan” sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan. Konsep Tannenbaum dan Schmidt ini disajikan sebagai suatu rangkaian kesatuan kepemimpinan (leadership continum). Teori situasional yang terkenal adalah: (1) rangkaian kesatuan kepemimpinan dari Tannembaum dan Schmidt. yang mengembangkan Hukum Situasi.34 persepsi dan situasi. Pendekatan yang paling efektif . c) Kekuatan-kekuatan dari situasi. yaitu (1) pemimpin. dan (4) sifat masalah itu sendiri. (2) kepercayaan terhadap bawahan. Rangkaian Kesatuan Kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt Robert Tannenbaum dan Warren Ha. mencakup: (1) tipe organisasi. b) Kekuatan-kekuatan dalam diri para baahan. seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini: Kemampuan dan Kualitas Pemimpin Situasi Situas Kemampuan dan Kualitas Bawahan Follett juga menyatakan bahwa para pemimpin seharusnya berorientasi pada kelompok dan bukan berorientasi pada kekuasaan.

Situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan apabila dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas akan efektif. tipe kemmpinan hubngan manusiawi yang toleran dan lunak akan sangat efektif. dan posisi kekuasaan pemimpin yang didapatkan dari wewenang formal. Situasi dirumuskan dengan karakteristik: (1) Derajat situasi di mana pemimpin menguasai. Konsep dasar teori siklus-kehidupan adalah bahwa strategi dan perilaku pemimpin harus situsional para dan terutama didasrkan berikut pada akan kedewasaan membantu atau untuk ketidakdewasaan pengikut. Teori “Contingency” dari Fiedler Suatu teori kepemimpinan yang komplek dan menarik adalah contingency model of leadership effectiveness dari Fred Fiedler. Bila pemimpin mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk mengubah kepribadian dasar dan gaya kepemimpinannya.35 sebagai manajer. seperti motivasi dan nilai-nilai bawahan. Bila situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan hanya moderat. Pada dasarnya. pengalaman pemimpin dan anggota kelompok. Tetapi seharusnya pemimpin dapat mengubah-ubah gaya-gaya kepemimpinan mereka untuk memenuhi persayaratan/kebutuhan situasi tertentu dan seharusnya mereka dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang efektif. Teori ini sangat dipengaruhi oleh penelitian-penelitian kepemimpinan sebelumnya. struktur tugas. situasi harus diubah. Definisi-definisi memahami teori ini: . Maka dapt disimpulkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang paling efektif. menurut mereka. atau pemimpin harus dipilih yang gayanya cocok dengan situasi yang ada. Fiedler mengidentifikasikan ketiga unsur dalam situasi kerja ini untuk membantu menentukan gaya kepemimpinan mana yang akan efektif yaitu hubungan pimpinan anggota. adalah sedapat mungkin fleksibel. Teori Siklus-Kehidupan dari Harsey dan Blanchard Satu lagi teori kepemimpinan penting yang mempergunakan pendekatan “contingency” adalah teori siklus kehidupan (Life-cycle theory) dari Paul Harsey dan Kenneth Blanchard. mengendalikan dan memengaruhi situasi. mereka perlu menyesuaikan gaya-gaya kepemimpinannya terhadap situasi. maupun memilih perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan dalam waktu dan tempat tertentu. Sitasi dinilai dalam istilah situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. teori ini menyatakan bahwa efekivitas suatu kelompok atau organisasi tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan sitasi. dan (2) derajat situasi yang mengahadapkan manajer dengan ketidak pastian. Studi Fiedler ini tidak melibatkan variabel-variabel situasional lainnya.

saat berinteraksi dengan para bawahan. dan keinginan dan kemampuan mereka untuk mengambil tanggung jawab. Sebagai manajer. Vaiabel-variabel kedewasaan ini yang dipertimbangkan hanya dalam hubungannya dengan tugas tertentu yang dilaksanakan. Perilaku tugas adalah tingkat di mana pemimpin cenderung untuk mengorganisasikan dan menentukan peranan-peranan para pengikut. dibutuhkan fleksibilitas. kapan. Ini tergantung pola-pola perancangan organisasi. saluran komunikasi. di mana. Perilaku hubungan. dan cara-cara penyelesaian pekerjaan. daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. seprti dalam kehidupan lainnya. berani. dan bagaiman tugas-tugas diselesaikan. Pemimpin ini mempunyai keistimewaan tertentu misalnya mempunyai kekuatan gaib. Tetapi semua orang juga harus menggunakan pengamatannya sendiri untuk memelajarinya melalui analisa terhadap hasil-hasil. ada beberapa tipe kepemimpinan yang dikenal adalah sebagai berikut: 1) Tipe Kharismatis 2) Tipe Paternalistis dan maternalistis 3) Tipe Militeristis 4) Tipe Otokratis 5) Tipe Laissez Faire 6) Tipe Populistis 7) Tipe Administratif 8) Tipe Demokratis Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi. dan sebagainya. manusia super. Iini mencakup besarnya dukungan yang disediakan oleh pemimpin dan tingkat di mana pemimpin menggunakan komunikasi antar pribadi dan perilaku pelayanan. Ini membantu untuk menanggapi terhadap orang-orang dan situasi secara tepat dan membuat penyesuaian bila terjadi penyimpangan dari antisipasi. . perilaku kepemimpinannya akan dipelajari pada jabatannya. Tipe Kepemimpinan Dalam Kartini Kartono (1983:69). menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan. Pentingya fleksibilitas Dalam organisasi. Pengetahuan tentang teori akan membantu untuk mengidentifikasikan perilaku kepemimpinan yang paling tepat. Sebagai manajer. berkenaan dengan hubungan pribadi pemimpin dengan individu atau apra anggota kelompoknya. semua oarng harus berhati-hati terhadap berbagai macam gaya kepemimpinan yang tersedia.36 Kedewasaan (maturity) adalah kapasitas/kemampuan individu atau kelompok untuk menetapkan tujuan tinggi tetapi dapat dicapai. 11.

Human Skills. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal dia menjadi raja. dan c) Conceptual Skills Technical Skills. menghendaki bawahan agar selalu patuh. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. mengetik. berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain. Tipe administratif ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Walaupun seorang wirausaha merupakan pemimpin yang dapat menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu pekerjaan. penuh acara formalitas. pekerjaan komputer dasar.37 Tipe paternalistis bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seoranng ibu yang penuh kasih sayang. menggunakan bberapa alat sederhana dan sebagainya. Keterampilan tersebut misalnya keterampilan pembukuankeuangan. Kekuatan organisasi tipe demokrasi terletak pada partisipasi aktif dari setiap karyawan. b) Human Skills. berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemmpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pemimpin ini tidak berwibawa. namun dia harus mampu melaksanakan sendiri pekerjaan-pekerjaan tertentu. Keterampilan Kepemimpinan (Ladership Skills ) Menurut Keith Davis. manajemen modern dan perkembangan sosial. Tipe militeristis banyak menggunakan sistem perintah. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan. Dengan kepemimpinan administratif diharapkan muncul perkembangan tknis. . ada tiga keterampilan kepemimpinan. Tipe otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yanng mutlak harus dipatuhi. tidak mampu mengawasi karyawan. 12. Pemimpin tipe ini kurang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. yaitu: a) Technical Skills. Setiap perintah ditetapkan tanpa konsultasi. tidak mampu mengkoordinasi suasanan kerja tidak kooperatif. Tipe demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya. kekuasaan sangat absolut. Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat. sistem komando dari atasan ke bawahan sifatnya keras sangat otoriter. Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunyasendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan. Pemimpinnya hanya merupakan simbol yang tidak memiliki keterampilan.

seni memimpin. ini penting misalnnya pada saat kapan diperlukan membentuk sebuah tim kerjasama. dan sebagainya. • Teknologi ini mencakp berbagai teknologi untuk keperluan proses produksi. harus dijalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan karyawan dan dengan pihak luar perusahaan. kapan perlu menambah karyawan. • Business Management. jeas sangat penting buat berbicara. Pandangan lain menyatakan bahwa skills yang diperlukan dalam kewirausahaan dapat diklasifikasikan dalam tiga hal. membentuk jaringan usaha yang saling teknologi komunikasi. sitem kontrol. ini diperlukan untuk mencatat apa yang perlu dicatat. komputer. apakah dengan karyawan ataupun dengan pihak eksternal atau pada seluruh stakeholder bisnis. meyakinkan. memotivasi. • Membangun jaringan kerja. keuangan. ataupun melakukan “Downsizing” (perampingan organisasi). baik lingkungan internal perusahaan seperti dengan karyawan maupun lingkungan eksternal dengan pihak pemasok. • Hubungan antar manusia. • Komunikasi lisan. yaitu: a) Technical Skills seperti: • Menulis. negosiasi dengan pihak lain dan menjalin networking. • Menguasai linkungan. akan tetapi satu sama lain saling mendekati/merangkul menguntungkan. dan dijadikan dokumen perusahaan yang mungkin diperlukan di lain kesempatan. mengatasi konflik dalam organisasi. manajemen pemasaran. • Listening. peralatan kantor dan . harus menguasai berbagai pengetahuan tentang manajemen bisnis. pesaing. seorang wirausaha harus mampu mendengar dan mampu menerjemahkan apa yang didengar baik dari karyawan maupun dari pihak luar. • Mampu menyusun organisasi.38 Conceptual Skills berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep lain dalam memudahkan pekerjaan. sebaginya. bagaimana menggerakkan orang-orang.lingkungan sekitar lokasi perusahaan. tahun depan misalnya. sekarang ini ada kecenderunga dunia usaha tidak lagi bersaingan. Atau keterampilan menulis diperlukan guna membuat sebah memo yang menarik dalam hubungan dengan pihak lain.

b) Business Management Skills seperti:  Merencanakan. organisasi. Apabila dibuat rencana global.  Accounting. sehingga pada satu keputusan. tetap berpijak pada landasan disiplin. harus mampu memimpin perkembangan bisnis.  Mengambil resiko. berdasarkan data atau informasi yang terkumpul seorang wirausaha harus mampu secra cepat dan tepat mengambil keputusan. hasil penemuan baru dalam berbagai bidang bisnis. strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target market yang telah ditetapkan serta mampu mencari/mengumpulkan informasi sebgai bahan pengambilan keputusan. Namun tidak takut menghadapi resiko karena sudah diperhitungkan dengan menganalisis data dan fakta yang ada. terampil meramal resiko dan antisipasi resiko. seorang wirausaha harus mampu membuat rencana. tidak lengah. agar jalannya usaha tidak goyang dalam keraguaguan. tawar-menawar. menghitung efisiensi dan sebagainnya. • Membangun tim. pada saat pertumbuhan bisnis. Tim juga perlu guna membangun kebersamaan yang kompak dalam organisasi. mampu melihat peluang-peluang yang ada taupun mencipatakan peluang baru.  Pemasaran. rapat.  Inovasi. operasional dan sebagainya. memiliki keterampilan mencatat. ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan percepatan pencapaian tujuan organisasi.  Negotiation.  Keuangan meiliki keterampilan mencari sumber modal jangka panjang ataupun jangka pendek.  Managing growth.39 • Membimbing. memiliki keterampilan menggunakan hasil-hasil penelitian.  Membuat keputusan. jika perlu sanggup memberi contoh. dapat pula dielaborasi oelh karyawan dalam langkah-langkah yanng lebih rinci. . c) Personal Entrepreneurial Skills seperti:  Disiplin. menciptakan taktik dan strategi jitu menuju perkembangan yang feasible sehingga tidak salah arah yang mengakibatkan kerugian. memiliki keterampilan berunding. tidak lupa daratan. seorang wirausaha harus mampu membimbing karyawan agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. embaca penerimaan dan pengeluaran keuangan. mengetahui pasar sasaran. loby sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bisnisnnya. baik global maupun detail. finansial.

Namun. tapi mampu menjangkau masa depan. 1) Apakah Situasi Berisiko Itu? Situasi berisiko terjadi jika diminta membuat pilihan antara dua alternatif atau lebih.40  Tepat dalam pekerjaan. mampu memberi contoh bagaimana bekerja yang baik. yang merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. Dengan bertambah besarnya perusahaan. bagaimana cara melakukan pekerjaan.  Visioneary leader. memiliki pandangan jauh ke depan tentang bisnisnya. semua tahap pekerjaan mengandung risiko. Anda juga mempunyai kemungkinan membeli sebuah perusahaan dengan masa depan tidak pasti. Jadi situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing-masing situasi itu. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Sebagai pengambil risiko seorang wirausaha harus mengambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian. dengan gaji Rp 10 juta per tahun dan dengan kemungkinan promosi setiap lima tahun. (c) kemungkinan relatif sukses dan gagal. (d) seberapa jauh wirausahawan dapat meningkatkan kemungkinan sukses dan mengurangi kemungkinan gagal. tergantung pada: (a) daya tarik setiap alternatif. II. Semakin besar kemungkinan kerugian. Umpamanya. tidak terpaku dengan keungtungan sekarang ini. Apakah seorang wirausaha memilih alternatif yang "mengandung risiko" atau alternatif "konservatif". yang bakal hasilnya tidak diketahui dan harus dinilai secara obyektif. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan menghendaki bahwa pimpinan/wirausahawan tidak takut mengambil keputusan dan bersedia menerima risiko-risiko tertentu. Seorang wirausaha akan bekerja di bawah tekanan-tekanan dan kondisi pengambilan risiko dan harus mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada. semakin besar risikonya. Ringkasnya. tetapi gaji pemiliknya sekarang adalah Rp 20 juta per tahun. MENGAMBIL RISIKO Para wirausaha/pimpinan menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil: mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilan-keterampilan mereka. sambil menimbang kemungkinan sukses dan ruginya. maka bertambah banyak dan ruwetlah persoalan perusahaan. Perusahaan tersebut . Anda mungkin mempunyai sebuah pekerjaan yang aman. dan sebagainya. Situasi ini mengandung potensi kegagalan dan potensi sukses. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. (b) sejauh mana wirausahawan bersedia rugi.

Orang-orang ini cenderung dipengaruhi oleh besarnya jumlah imbalan yang ditawarkan. meskipun wirausaha juga mempunyai persamaan ciri-ciri dengan mereka. Hal ini lebih-lebih berlaku pada perilaku pengambilan risiko. Unsur lain yang penting dari ancangan wirausaha terhadap situasi pengambilan risiko adalah kesediaan menerima tanggungjawab pribadi atas akibat-akibat keputusan. Beberapa kaitan itu antara lain demikian: a) Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. b) Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Orang lain merasa berat menerima tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mungkin membawa kepada kegagalan. Realisme demikian akan membatasi . Orang lain lebih "beringas". seperti persaingan dengan perusahaan besar atau campur-tangan pemerintah. Pilihan Anda tersebut terletak di antara tetap tinggal pada pekerjaan yang aman dengan imbalan keuangan dan karir yang sedang-sedang saja dan dapat diramalkan. tidak puas dengan posisinya yang sekarang dan mencari "peluang-peluang emas" agar cepat menjadi kaya. Orang seperti ini mau mempertaruhkan semuanya lalu hanya berharap-harap atau menolak semua situasi risiko karena mereka merasa tak dapat memengaruhi hasilnya. c) Pengetahuan realistik seorang wirausaha mengenai kemampuankemampuannya sendiri juga penting. Tertarik oleh harapan muluk tentang basil yang tinggi dengan usaha sedikit. apapun kemungkinan suksesnya. mereka ini adalah penjudi murni. atau mungkin juga gagal dalam waktu satu atau dua tahun. baik yang menguntungkan maupun tidak. Semakin besar keyakinan wirausaha pada kemampuan sendiri. la akan membeli bila upaya yang dapat dilakukannya untuk meraih sukses besar.41 mungkin bisa berhasil terus. Mereka tidak memerhatikan kemungkinan sukses dan tidak memertimbangkan tingkat usaha yang dikehendaki dari mereka. Kebanyakan ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. dan mereka seringkali menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka dengan nasib atau kekuatan-kekuatan di luar pengendalian mereka. secara sistematik dan menyeluruh serta sampai di mana upaya-upayanya dapat memengaruhi kemungkinan tersebut. atau mengambil risiko dan mungkin mendapat imbalan karir dan keuangan yang sangat tinggi. Ada orang yang sama sekali tidak mau mengambil risiko demikian. Mereka lebih suka tetap pada posisi aman. semakin besar keyakinan wirausaha akan kesanggupannya untuk memengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaan wirausaha untuk mencoba apa yang dilihat orang lain sebagai risiko. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari pada kedua tipe orang di atas.

Jika wirausaha tidak bersedia mengambil risiko. mengambil risiko seperlunya dan mengelakkan risiko yang kecil ganjaran potensialnya. karena mungkin Anda mampu mencapai jauh lebih banyak daripada yang Anda capai sekarang. makin lama situasi akan makin buruk. Kalau orang itu lalu sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam kehidupannya. Situasi-situasi yang mengandung risiko pribadi haruslah menantang kemampuan dan kapasitas wirausaha sungguh-sungguh. Pengambilan risiko merupakan bagian penting dalam pertumbuhan pribadi. 2) Pengambilan Risiko Pribadi Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dalam merealisasi potensi diri sendiri sebagai seorang wirausaha. Pengalaman dalam pengambilan risiko dalam hubungan pribadi dengan isteri/suami. juga berguna dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Wirausaha adalah orang yang bertanggungjawab. dia tidak akan pernah dapat mewujudkan bakatnya. Sebagai seorang wirausaha. Seseorang tidak akan dapat hidup secara penuh karena orang tersebut tidak memikul tanggungjawab pribadi atas perbuatannya sendiri. hal ini berarti bahwa peranan wirausaha atas masa depannya sendiri kecil.42 kegiatan-kegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat dipengaruhi hasilnya. Pertumbuhan pribadi dan profesional wirausaha datang dari hidup di masa sekarang dan mengambil risiko yang perlu untuk mencapai tujuan-tujuan wirausaha di masa depan. dan sebuah keinginan untuk hidup di masa sekarang. Namun semua perilaku pengambilan risisko tidak sedingin dan seobyektif seperti apa yang digambarkan di atas. Ada unsur kegairahan seorang wirausaha terhadap ketidakpastian. dan problemnya semakin sukar dipecahkan. haruslah sadar bahwa pertumbuhan datang dari pengambilan keuntungan peluang-peluang masa sekarang dalam kehidupan pribadi maupun bisnis dan pengambilan risiko untuk mencapai tujuan. dan ada dorongan serta antusiasme untuk memastikan bahwa konsekuensi-konsekuensinya penuh dengan kesuksesan. Pengambilan risiko dalam hidup wirausaha melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa lampau. . Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan sendiri mengurangi ketergantungan pada orang lain. teman-teman dan tetangga-tetangga akan membantu wirausaha memeroleh pengalaman untuk menilai kemungkinan-kemungkinan. maka kinilah waktunya memikul tanggungjawab demi perbaikan. Jangan remehkan nilai diri sendiri. karena mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Jika tidak. Beberapa risiko yang terpenting adalah risiko yang membawa wirausaha belajar mengenai sesuatu yang baru tentang dirinya sendiri. suatu perhatian untuk masa depan. Jika orang lain bertanggungjawab atas tindakan-tindakan wirausaha.

Pada umumnya. Atas keputusan-keputusan itulah seseorang bertanggungjawab. saran-saran berikut mungkin dapat menolong: a) Coba utarakan ide Anda kepada suami/isteri atau teman-teman Anda. yang akan menghasilkan suatu perbaikan. karena ada masanya wirausaha tergoda untuk mempertaruhkan semuanya demi satu ide. Menerangkan suatu ide akan mengantar kepada suatu diskusi. Mungkin sukar memisahkan antara tujuan pribadi dengan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian dari hidup wirausaha. kemampuan-kemampuan dan pengalaman pribadi masa lampau. Wirausahawan harus dapat menguasai emosi dan hanya mengambil risiko jika keuntungan-keuntungannya sama atau lebih besar daripada risiko yang terkandung. sukses akan dapt diperoleh dengan lebih mudah. dimungkinkan mengembangkan bakat kreatif seseorang. wirausaha juga menjadi lebih sadar akan ide-ide yang lebih produktif. hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan dengan keyakinan yang lebih besar yang pada gilirannya akan mengurangi risiko. Seringkali lebih baik membicarakan suatu ide sebelum dituliskan. mungkin risiko tertentu akan menyertai pelaksanaannya. Tugas pertama wirausaha adalah memutuskan apakah tujuan itu cukup penting untuk dapat membenarkan risiko tersebut. Dengan berusaha menjadi lebih kreatif. Ini merupakan peringatan. barulah dituliskan. . wirausaha harus menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko. Hanya setelah ide itu menjadi pasti. Faktor-faktor yang paling terwujud namun paling penting adalah bakat-bakat. 3) Mengembangkan Ide-ide Kreatif Pengambilan risiko dan kreativitas merupakan dua ciri penting para wirausaha. Sebaiknya wirausahawan tidak mengambil risiko yang lebih besar daripada yang dapat ditanggungnya. Jika seseorang telah mengembangkan suatu ide yang kreatif. Sampai tingkat tertentu semua orang kreatif. jika wirausaha bersedia dan mampu mengambil risiko yang perlu dengan penuh perhitungan. maka wirauasaha akan lebih siap mengambil risiko yang perlu untuk malaksanakan ide-idenya yang paling produktif. Jika dapat memilih dari sejumlah ide-ide yang baik. Namun. Sebagai seorang wirausaha janganlah mengambil risiko yang tidak perlu. termasuk kesuksesan dan kegagalannya sendiri. Intuisi seseorang akan ikut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil-hasil yang mungkin diperoleh. Untuk mengurangi risiko ditolaknya suatu ide. Wirausaha bertanggungjawab atas segala sesuatu dalam hidupnya. Dalam beberapa hal.43 Risiko itu timbul ketika seseorang menerima tanggungjawab atas keputusan dan tindakannya sendiri.

Para wirausaha. 4) Tipologi Pengambil Risiko Seseorang termasuk tipe pengambil risiko yang mana. c) Kemukakan ide Anda sedikit demi sedikit. sedikit banyak pada sejauh mana dia dipengaruhi orang lain. Ide yang melibatkan masa depan organisasi mengandung risiko. Dalam bisnis dibutuhkan pelbagai tips pengambil risiko. Dengan berlalunya waktu. mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif. wirausaha haruslah mengambil risiko dalam mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan. Pada tingkat-tingkat bawah organisasi dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalarn melaksanakan hal-hal yang rutin. Beberapa wirausaha dapat disebut "praktis". ajukan konsep totalnya. Orang memerlukan waktu sebelum dapat menerima sesuatu yang baru. yang sedikit saja risikonya.44 b) Pilihlah tempat dan waktu untuk mengemukakan ide Anda kepada orang lain. Pertama-tama. situasi dia sekarang dan pengharapan-pengharapan dia terhadap masa depan. Namun. karena perilaku mereka akan dapat diramalkan dan akan membawa kestabilan organisasi. Manajer-manajer tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedurprosedur dan fungsi-fungsi. Wirausaha yang sangat kreatif dan inovatif biasanya adalah pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Organisasi seharusnya berada dalam suatu keadaan kurang lebih stabil sebelum ide baru diperkenalkan. Ketepatan waktu sangatlah penting dalam mengemukakan suatu ide. namun dampak mereka atas keseluruhan organisasi haruslah minim. karena organisasi mereka tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari diri wirausaha sendiri. Wirausaha yang praktis berorientasi kepada hasil dan cukup yakin akan ide-ide mereka hingga berani menerima risiko demi terlaksananya ide itu. Pada tingkat manajemen menengah. Pilihlah waktu ketika orang lain paling terbuka terhadap sesuatu yang baru. terdapat lebih banyak kemungkinan untuk pengambilan risiko. yang berada pada tingkat teratas dalam struktur organisasi. Mereka bersedia menerima perubahan. Setiap ada risiko biasanya agak ragu-ragu. Orang-orang ini dapat dianggap sebagai pengambil risiko. dan dengan semakin tertariknya orang pada ide Anda. Agar berhasil dalam bisnis. mereka cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan mereka sampai pada apa yang mungkin terlaksana saja. pengalaman lalu. Sebagian besar pekerja harus termasuk ke dalam pengambil risiko tipe ini. mencoba pelbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang-bidang . Jangan pernah memaksakan ide Anda pada seseorang. barulah secara rinci dikemukakan. Janganlah mengusulkan ide Anda kepada perusahaan Anda sewaktu mengalami krisis.

Rencana-rencana alternatif boleh juga dirancang. b) Kesediaan mereka untuk menggunakan kemampuan mereka sepenuhnya untuk mengubah keadaan demi keuntungan mereka. 5) Melaksanakan Perubahan Dalam setiap kegiatan pertama-tama wirausaha/pemimpin harus dapat menentukan apakah terkandung risiko atau tidak. Mereka mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi-kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan ide mereka. posisi dan kewenangan pemimpin akan mendapat tantangan.45 bisnis baru. haruslah dilaksanakan. juga harus memilki kemampuan mengambil risiko agar mampu melaksanakannya sampai berhasil. yang mungkin akan mengandung risiko tertentu. pemimpin haruslah dapat menilai situasi itu secara realistik dan mencoba memecahkannya. mengenai keputusannya tidak banyak. Namun. Hanya jika rencana itu dilaksanakan. Pada tahap-tahap pertama setelah keputusan itu dilaksanakan. c) Kemampuan mereka untuk menilai situasi risiko secara realistik dan kemampuan mereka untuk mengubah kesempatan/kemungkinan d) Menghadapi suatu situasi risiko menurut tujuan-tujuan mereka yang telah ditentukan. kalau rencana pertama tidak berhasil. Sekali suatu rencana tindakan telah dirancangkan. Kekurangan umpan balik ini mungkin menciptakan keraguraguan dalam benak pemimpin. Dalam suatu situasi risiko. Pertama-tama. Mempromosikan keputusan pimpinan dan memeroleh dukungan orang lain akan ikut mensukseskan keputusan itu. barulah pemimpin dapat mengetahui dan mengerti risikorisiko yang terkandung. Keyakinan pemimpin dalam menangani persoalan itu sangatlah menentukan. . umpan balik yang diterima pemimpin. Jika pemimpin tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam bisnisnya. kekuatan. maka keputusan untuk mengambil risiko atau tidak menjadi sangat penting. Para wirausaha yang sangat inovatif ini biasanya menjadi tokoh dalam bisnis. Alternatif-alternatif ini memungkinkan fleksibilitas bila permasalahannya berubah. Kemampuan mengambil risiko seorang wirausaha/pemimpin akan ditingkatkan oleh: a) Keyakinan pada dirinya. Sebagai seorang wirausaha haruslah menjadi seorang perencana dalam arti bahwa dapat membayangkan ide-ide kreatif dapat digunakan. Jika pemimpin memutuskan untuk mengambil risiko. memecahkan Jika pimpinan yakin bahwa serangkaian tindakan tertentu akan akan ikut persoalan maka tindakan-tindakan tertentu pemimpin menentukan hasilnya. pimpinan perlu mempunyai keterikatan penuh pada keputusannya sampai masalah itu terpecahkan. pemimpin harus malaksanakan suatu rencana pasti dalam memulai tindakan. Pemimpin haruslah bersedia mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Bila suatu keadaan risiko jelas bagi pemimpin.

Masa depan organisasi ditentukan oleh putusan pimpinan. Semakin tinggi tujuan. ada prosedur pengambilan keputusan yang pasti dan alternatif pemecahan masalah yang jelas. . walaupun para ahli tidak cukup memiliki pengalaman yang menyediakan pengetahuan dan perangkat aturan keputusan dalam sistem ahli. atau jika struktur keadaannya sangat komplek atau sukar dipahami. Suatu keputusan terprogram ataupun tidak. Pengetahuan heuristik. Keputusan akan menjadi tidak terstruktur. Akan tetapi ada peluang dibuat program. persepsi. Akan tetapi. akan tetapi untuk dapat mencapai keputusan itu diperlukan tidak hanya sekedar pengetahuan berdasarkan pengalaman belaka. Aplikasi organisasi melibatkan pertimbangan kebutuhan pribadi. MENGAMBIL KEPUTUSAN Komputer telah menjadi alat pengambilan keputusan selama beberapa dekade ini. Perlu dipertimbangkan seringnya kebutuhan akan keputusan tidak terstruktur. sasaran. Walaupun demikian. semakin sedikit informasi relevan yang tersedia. tetapi fakta dan angka ini kerap tidak berarti bagi keputusan tingkat puncak yang memengaruhi masa depan organisasai.46 Tindakan mengambil risiko merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. sistem bekerja dengan pengetahuan di luar rangkaian aturan yang dipunyainya. Data kuantitatif biasanya tersedia untuk mengambil keputusan rutin. III. yang mengarahkan penilaian yang berhasil berdasarkan pola perilaku manusia sukar untuk didefinisikan karena membentuk gugus tugas dengan menggali sumber informasi dari kepala seorang pimpinan adalah suatu hal yang tidak mungkin. jika datanya dapat dikuantitatifkan. dan sistem nilai. Keputusan tidak terstruktur. tentu tidak akan menyerahkan kontrol keputusan pada komputer yang kurang dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadapi masalah seperti ini. Hampir seluruh keputusan rutin yang berulah dengan menggunakan data kuantitatif dan memiliki prosedur keputusan yang telah pasti. Keputusan tidak terstruktur melibatkan serangkaian proses yang tidak selalu sama polanya dan tidak pula ada seperangkat jawaban yang jelas serta baku dalam suatu organisasi. semakin besar risikonya. dibuat program. tegantung pada apakah keputusan itu terstruktur atau tidak terstruktur. sangat jarang dibuat program. sangat tidak dipercaya bahwa ternyata sistem ahli dapat dibuat untuk keputusan yang sangat tidak terstruktur. lalu menggunakan semua kemampuan dan bakat untuk mencapai tujuan. Pada umumnya semakin penting keputusan yang diambil. Para impinan yang tahu dan berpengalan sukarnya mengambil keputusan tidak terstruktur. jika tidak ada metoda yang baku untuk mengatasi masalahnya. Wirausaha haruslah menetapkan sasaran yang tinggi untuk dirinya.

Dengan berbuat demikian wirausaha akan menjadi lebih obyektif. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang baku. jika seorang wirausaha merasa bahwa terlalu terlibat secara emosional. Kemampuan itu diperoleh dari pengalaman harus membuat keputusan-keputusan penting selama bertahun-tahun dalam situasi-situasi yang semakin ruwet. karena banyak orang yang tidak bersedia memikul tanggungjawab pribadi atas keputusan tadi. kesalahan-kesalahan akan terjadi. Untuk mengambil keputusan para pimpinan . laporan. Seorang wirausaha harus memutar otak dengan mengandalkan intuisi dan ide-idenya. Dalam kasus-kasus lain. tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Dalam beberapa situasi wirausaha dapat membayangkan sebelumnya hasil-hasil yang akan terjadi dari serangkaian tindakan. 1) Tipe-tipe Keputusan Walaun para pimpinan di berbagai organisasi dapat berbeda-beda berdasarkan latar belakang. semakin banyak pula keputusan intuitif yang harus diambil. Suatu keputusan dapat baik dan jelek. karena wirausaha harus membuat keputusan baik tanpa bantuan data kuantitatif atau dengan dukungan staf yang berpengalaman. sesuai dengan teknik-teknik pemecahan persoalan. Tidak ingin bertindak konvensional berarti wirausaha selalu harus bertanggungjawab sepenuhnya atas tindakan-tindakannya. yang mendasari sejumlah besar keputusan kewirausahaannya. sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnis seluruhnya. gaya hidup. yang dimengerti dengan baik oleh manajemen. namun wirausaha harus cepat menyadarinya dan mengambil tindakan pembetulan. Dudukkan setiap persoalan dalam konteksnya yang lebih luas. jarak. Sukses bagi wirausaha/pemimpin tergantung pada kemampuannya mengambil keputusan-keputusan yang meningkatkan kemampu labaan bisnis yang akan datang.47 Dalam perusahaan besar. Sebuah persoalan utama dapat dibagi-bagi sehingga sebagian daripadanya dapat dipecahkan dengan segera—biasanya karena ada kebutuhan mendesak yang hasilnya cukup pasti. Sebagai seorang wirausaha/pemimpin harus kreatif daripada manajer konvensional. yaitu harus mengambil keputusan. manajemen senior biasanya mengambil keputusan atas dasar data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei. Mungkin wirausaha harus memandang sebuah persoalan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkannya. Data kuantitatif dapat membantu penilaian wirausaha. tergantung dari bagaimana dilaksanakannya. adalah “harta” seorang wirausaha yang sangat berharga. dan anjungan komite. Pasti. dan sebagainya. dan mungkin ini hasil musyawarah. Semakin berubah lingkungan bisnis. hendaknya dengan sengaja berusaha mengenali kelemahan-kelemahan dalam rencana itu. Biasanya suatu keputusan dicapai melalui prosedur tetap. tetapi tidak dapat menggantikan intuisi. Kemampuan mengambil keputusan secara intuitif.

penilaian. Berarti. intuisi dan kreativitas. Masalah seperti ini membutuhkan perlakuan khusus. prosedur operasi standar dan struktur organisasi yang mengembangkan prosedur yang spesifik untuk mengatasi masalah. a) Bagaimana Ada dapat menjaga kepercayaan diri ketika mengambil keputusan penting. Pada satu sisi pimpinan mengahdapi begitu banyak keputusan terprogram setiap harinya. sedikit sekali kita mengetahui keterlibatan proses manusia dalam keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram jika hal yang baru dan tidak terstruktur. para manajer untuk membuat keputusan terprogram menggunakan aturan. b) Keputusan tidak terprogram. Pada dasarnya kedua klasifikasi ini memilki perbedaan penting. Pada sisi lainnya. keputusan dapat dibuat program jika masalahnya berulang dan rutin sehingga prosedur baku dapat dibuat untuk mengatasinya. Keputusan seperti ini mesti diperlukan tanpa menggunakan segala sumber daya yang tidak perlu. para manajer membuat keputusan tidak terprogram berdasarkan proses pemecahan masalah yang umum. Secara tradisional. 2) Menjadi Seorang Pengambil Keputusan Semakin Anda berpengalaman dalam mengambil keputusan. Para ahli mengembangkan beberapa cara untuk mengklasifikasi keputusan. selain karena tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya. juga karena masalahnnya kompleks atau sangat penting.48 mengahadapi situasi yang melibatkan beberapa alternatif dan keputusannya melibatkan perbandingan dari alternatif dengan evaluasi hasilnya. Sayangnya. Sebaliknya. semakin besar pula kepercayaan diri Ada akan semakin berorientasi pada tindakan. biasanya prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya. b) Contoh-contoh manakah selama enam bulan terakhir ini yang menggambarkan kemampuan Ana mengambil keputusan realistik c) Apakah kelemahan atau ketakutan Anda sewaktu mengambil keputusan? d) Dengan cara bagaimanakah Anda menggunakan kreativitas dan/atau intuisi dalam mengambil keputusan? . Herbert Simon (1960). Hubungan informal maupun formal antar manajer dapat digunakan untuk mengatasi masalah. Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu menaksir kemampuan Anda sekarang dalam mengambil keputusan. Jika suatu situasi tertentu sering muncul. yaitu: a) Keputusan terprogram. membedakan dua tipe keputusan. keputusan tidak terprogram harus diperhatikan secara cermat karena memelukan alokasi jutaan rupiah setiap tahunnya. Tidak ada suatu prosedur pun yang ada untuk menangani masalahnya.

karena berdasarkan atas pengalaman masa lampau. g) Laksanakanlah jalan penyelesaiannya. f) Pilihlah jalan keluar yang paling dapat dilaksanakan. “metode ilmiah” itu tidak akan menjamin keberhasilan suatu cara penyelesaian tertentu. c) Indentifikasikanlah problem-problem utama d) Carilah sebab-sebab problem itu e) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu. Pemecahan dan cara-cara penyelesaian tidaklah sukar jika anda bekerja dalam lingkungan yang sudah biasa bagi anda. Ancangan rasional ini merupakan cara yang logis dan masuk akal dalam memecahkan persoalan-persoalan bisnis. b) Tentukan fakta-fakta yang penting yang berkaitan dengannya. 3) Pemecahan Persoalan Kita telah memperhatikan secara panjang lebar segi-segi rasional dari pengambilan keputusan “metode ilmiah” pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan. kepemimpinan dan kekuasaan anda diperlukan untuk pelaksanaan cara penyelesaian dengan berhasil. Biasanya prosedur-prosedur itu meliputi langkah-langkah berikut: a) Kenalilah persoalannya secara umum. Biasanya keputusan-keputusan dapat dibuat dengan cepat dan tepat. Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan dengan cepat agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.49 e) Hikmah apa yang Anda petik dari kesalahan-kesalahan yang Anda buat dalam keputusan yang lalu? f) Dengan cara bagaimanakah Anda menangguhkan dan menunda pengambilan keputusan? g) Bagaimana keluwesan Anda dalam mengadakan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan-perubahan di lingkungan Anda? h) Apakah Anda biasanya dipaksa membuat keputusan? i) j) Tindakan apakah yang biasanya Anda ambil setelah mencapai sebuah keputusan? Bagaimana cara Anda memimpin agar tercapau hasil-hasil yang diinginkan? Anda dalam mengambil keputusan-keputusan? l) Bagaimana cara Anda memanfaatkan kontak professional dan pribadi Anda untuk memperoleh informasi yang akan membantu anda mengambil keputusan? Jika Anda mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal. k) Bagaimana cara Anda menggunakan sumber-sumber daya di lingkungan . mungkin Anda mampu mengambil keuntungan sewaktu timbul peluang-peluang bisnis. h) Periksalah apakah cara penyelesaian itu tepat. Namun.

hanya dapat melihat bagianbagian dari persoalan. Pengalaman lampau dan intuisi anda akan memungkinkan anda memilih factorfaktor dan hal-hal yang vital dari setiap persoalan. Hal ini mengurangi risiko Anda. penalaran. . Di bidang yang tidak dikenal inilah Anda harus menggunakan logika. jika tidak terdapat ketidakpastian yang besar. g) Meskipun sebuah keputusan bukan merupakan keputusan yang terbaik. 3) Mengambil Keputusan Banyak masalah utama dapat dipecahkan dengan jalan yang berlain-lainan. karena terlihat dalam kegiatan khusus dan terbatas. Bersedialah untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan.50 Agar efektif. dan intuisi untuk mencapai keputusan. Kebanyakan orang dalam organisasi anda. di mana risiko mungkin tidak dikenal. e) Keputusan-keputusan haruslah diuji coba dahulu. Keputusan-keputusan jenis ini haruslah dipikirkan selama jangka waktu tertentu. Menggunakan cara-cara yang belum dicoba dan mencoba-coba dengan ide-ide baru dapat menyebabkan malapetaka. keputusan itu bisa saja memberikan hasil-hasil yang sangat berhasil. mungkin lebih baik bagi Anda meneruskan saja apa yang telah berhasil di masa lampau. c) Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastik susunan organisasi Aanda yang sekarang. Hasil keputusan dipengaruhi oleh sejauh mana wewenang dan dukungan Anda atas keputusan yang dibuat. Di tangan andalah terletak tantangan untuk memadukan semua bagian itu sehingga menjadi suatu pandangan yang menyeluruh atas persoalan tersebut. Jika fakta-fakta saja tidak mencukupi sebagai bagian besar pemilihan suatu arah tindakan. maka keputusan-keputusan diambil dalam keadaan yang sangat tidak pasti. akan lebih anda sadari perbedaan-perbedaan yang besar antara “bagaimana kenyataannya” dan “bagaimana seharusnya” dari sesuatu. Dari semua ini. anda harus mampu melihat setiap aspek dari sebuah persoalan dan juga mengerti/memahaminya secara keseluruhan. b) Identifikasi bidang manakah dari persoalan tadi yang tidak berdasarkan fakta. dan memungkinkan Anda menilai hasil-hasilnya sebelum mengikatkan diri secara penuh pada keputusan itu. Pedoman untuk mengambil keputusan kunci adalah sebagai berikut: a) Tentukan fakta dari persoalan yang sudah Anda kenal. d) Ambillah resiko yang sedang-sedang saja. f) Dalam keadaan-keadaan tertentu. Janganlah mencampuradukkan antara fakta dan opini.

Semua wirausaha perlu memanajemeni waktu secara efektif. dan kunci menggunakan waktu secara efektif adalah melalui manejemn yang lebih baik. Mereka menentukan standar-standar keberhasilan mereka sendiri. IV. merupakan ciri khas wirausaha. Anda akan mencapai hasil yang lebih baik. Wirausaha haruslah menggunakan sebagian besar waktunya untyuk sasaransasaran dan problem-problem yang memengaruhi organisasi sebagai keseluruhan. dan orang-orang lain mengikuti. Organisasi Anda haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang pasti dan jelas untuk dicapai. Anda hanya menangani persoalan utama. semakin sore Anda sungguh semakin kehilangan waktu. Wirausaha memelopori. Perasaan aman ini memungkinkan Anda membuat keputusan kunci tanpa takut pada akibat-akibatnya. Kreativitas. Anda harus mengkhususkan waktu untuk hal-hal tersebut.51 Keberanian dan antusiasme adalah perlu dalam menerapkan sebuah keputusan. Umpamanya. pemecahan persoalan. Waktu merupakan salah satu harta perusahaan Anda yang paling pentingn. Sebagai seorang wirausaha. semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang. Melalui penganggaran waktu. . Kebanyakan wirausaha tidak takut pada pengambilan keputusan karena mereka tidak memanntikan kegagalan. Oleh sebab itu. dan semua tugas lainnya hendaklah diberi prioritas lebih rendah serta dikerjakan kemudian. menentukan batas waktu. karena mengetahui bahwa masa depan terletak di tangan Anda sendiri. MANAJEMEN WAKTU Waktu adalah sesuatu yangbtidak dapat Anda tabung. melainkan harus juga berminat pada efektivitas penggunaaan waktu perusahaan Anda. Anda tidak saja harus mengunakan waktu Anda dengan efektif. Anda harus bersifat tegar dalam tindakan-tindakan Anda. menjatah waktu untuk setiap kegiatan penting. Caracara khusus untuk membuat penggunaan waktu Anda lebih baik mencakup penetapan tujuan-tujuan. namun tergantung kepada Andalah untuk mewujudkan waktu menjadi harta yang penting bagi semua karyawan Anda. Anda harus berfikir positif tentang hasil-hasil masa depan keputusan. Jangan membuang waktu dengan ragu-ragu. Anda meski menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan hal-hal yang Anda yakini sebagai sangat penting. Perasaan aman ini juga memungkinkan Anda memasuki bidang-bidang bisnis yang baru. dan pencarian peluang-peluang. Di akhir hari tak ada sisa waktu yang dapat digunakan. sedang staf Anda menangani empat kegiatan yang berkaitan. Anda seharusnya merasa aman. Salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan waktu yang produktif adalah dengn memulai pelbagai kegiatan secara serempak. Sekali Anda telah memulai menerapkan suatu keputusan.

52

Namun waspadalah agar Anda jangan terlalu banyak menggunakan waktu untuk problem-problem yang Anda suakai dan terlalu sedikit waktu untuk problem yang paling tidak Anda kenal. Anda haruslah mengenal problem utama yng dihadapi organisasi Anda dan menanganinya menurut urutan prioritasnya, dengan mendahulukan problem jangka pendek daripada jangka panjang. Teknik Manajemen Waktu Manajemen waktu itu menyerupai kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik. Penggunaan waktu yang terbaik semata-mata berarti mencapai keluaran maksimum dalam waktu yang tersedia. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara yakni: a) Identifikasi tujuan-tujuan khusus harian. Pastikan bahwa Anda memahami apa yang ingin dicapai setiap hari. Sebelum sampai atau segera setelah Anda sampai di tempat kerja, susunlah tujuan kerja Anda menurut urutan pentingnya. Jangan biarkan pengeruh luar menghentikan penyelesaian tujuan. b) Motivai dari dalam. Para wirausaha biasanya adalah individu yang bermotivasi tinggi, dan tampaknya menikmati pekerjaan apa pun yang mereka kerjakan. Kebanykan orang mampu mencapai tujuan-tujuan yang mirip dengan apa yang mereka inginkan. Namun, wirausaha mampu memotivasi dirinya untuk memproduksi keluaran tinggi pada pekerjaan yang harus mereka lakukan. c) Tetapkan batas waktu. Lebih banyak pekerjaan yang dapat Anda kerjakan, jika Anda menetapkan batas waktu realistik. Sekali setelah ditetapkan Anda haruslah berbuat apa pun untuk memenuhi batas waktu. d) Memanfaatkan telepon. Telepon merupakan hubungan komunikasi utama antara Anda dan dunia kerja Anda. Persoalan-persoalan dapat dipecahkan dengan lebih cepat melalui penggunaan telepon, karena dapat berkomunikasi dua arah. e) Buatlah catatan. Sediakanlah selalu sebuah buku catatan. Pencatatan isi-isi pokok mengabadikan isi rapat, diskusi dengn pelanggan, dan pikiran-pikiran Anda sendiri. f) Janganlah melakukan segala-galanya. Sebuah pepatah lama berbunyi: “Jika Anda ingin menjadikan sesuatu suruhlah seseorang yang sibuk untuk melakukannya”. Wirausaha sibuk, namun tindakan-tindakannya ada tujuannya. Pusatkan perhatian Anda hanya pada yang pentingpentingn. Dengan berorientasikan tujuan Anda harus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada hail-hasil yang berarti. Bersifatlah selektif dalam kegiatan-kegiatan kerja Anda dan jangan melakukan segalanya. Belajarlah untuk mengatakan “tidak” kepada

53

kegiatan-kegiatan yang memakan waktu, yang tidak berkaitan dengan tujuan prioritas Anda. g) Tetapkan waktu. Tetapkanlah waktu Anda untuk melakukan tugas-tugas utama, selama tiga atau empat jam pada saat Anda biasanya merasa paling efektif dalam satu hari. h) Ajukan pertanyaan-pertanan sebelum memulai pekerjaan. Hampi semua pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sebelum memulainya, jawablah lebih dulu pertanyaan ini: Apa? Kapan? Dimana? Siapa? Bagaimana? Mengapa? Untuk setiap langkah kegiatan, tanyalah diri Anda: “mengapa saya perlu melakukan ini?” Jawaban-jawan Anda akan membantu dalam menentukan tugas-tugas terpenting kegiatan itu. i) Berorientasilah pada tindakan. Sekali Anda memutuskan untuk memecahkan suatu persoalan tertentu, rancangnlah tindakan Anda dan mulaialah. Sekali Anda mulai, cobalah selesaikan sebanyak mungkin secepat-cepatnya. merencanakan j) Dengan kata dan lain, lalu sediakan luangkan waktu waktu untuk untuk pekerjaanAnda

mengerjakan rencana Anda. Berlakukan reflektif. Berpikir secara reflektfi berarti memetik hikmah dari kegiatan-kegiatan masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Kebanyakan kita tidak berpikir banyak mengenai apa yang kita lakukan dan mencari waktu untuk berefleksi sangatlah sukar. k) Rencanakan hari esok secara terperinci. Pada akhir setiap hari, siapkan suatu jadwal untuk kegiatan-kegiatan hari berikutnya. Bahkan Anda mungkin dapat mulai dengan satu kegiatan sebelumna, sehingga besoknya Anda lebih lancar mulai bekerja dan tidak menunda-nunda. l) Bergurulah pada pengalaman Anda. Meninjau kembali pengalaman lampau Anda membantu Anda menentukan pengelaman mana yangn menarik, dan produktif dan mana yang membosankan, menghbiskan waktu dan tidak produktif. m) Tanyakan pengguanaan waktu Anda. Agar Anda dapat memanejemeni waktu dengan baik, ajukan pertanyaan berikut ini: (1) Kegiatan-kegiatan manakah yang sedang saya lakukan, yang seharusnya tidak saya lakukan atau dapat didelegasikan kepada orang lain? (2) Apakah saya menetapkan prioritas ketika memutuskan kegiatankegiatan yang harus saya lakukan? (3) Apakah kegiatan-kegiatan saya terjadwal sehingga dapat dilaksanakan dalam jangka waktu masuk akal?

54

(4) Apakah saya mampu berkonsentrasi atas satu kegiatan secara berturut-turut? D. Latihan Pertanyaan Konsep 1. Jelaskan pengertian kepemimpinan ! 2. Jelaskan mengapa wirausaha harus mempunyai jiwa kepemimpinan ! 3. Jelaskan pendekatan studi kepemimpinan! 4. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi tugas ! 5. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi karyawan ! 6. Jelaskan ketrampilan yang dibutuhkan oleh pemimpin ! 7. Jelaskan tipe-tipe pemimpin ! 8. Jelaskan karakeristik pemimpin yang efektif ! 9. Jelaskan pengertian risiko dalam kewirausahaan ! 10. Evaluasilah kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. Beberapa pertanyaan bagi Anda sebelum mengambil keputusan yang mengandung risiko adalah, sebagai berikut: 1) Apakah risiko itu sepadan dengan hasilnya? 2) Bagaimanakh risiko dapat dikurangi? 3) Informasi apakah yang diperlukan sebelum risiko diambil? 4) Orang-orang dan sumber-sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencapai tujuan. 5) Mengapa risiko ini penting? 6) Apakah ketakutan Anda dalam mengambil risiko ini? 7) Apakah Anda bersedia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini? 8) Apakah yang akan dapat Anda capai dengan mengambil risiko itu? 9) Persiapan-persiapan apakah yang perlu Anda buat sebelum mengambil risiko itu? 10) Bagaimana Anda dapat mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan Anda telah tercapai? 11) Apakah halangan-halangan terbesar dalam mencapai tujuan itu? a. Susunlah rencana kegiatan Anda dalam satu tahun ke depan (mencakup faktor: Apa, mengapa, dimana, kapan, siapa, dan bagaimana) b. Susunlah kegiatan 1 hari ke depan secara detail dari menit ke menit.

ada 68 serikat buruh. Selain itu Apindo akan bekerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk meningkatkan kualitas buruh dan sekaligus pengusaha sehingga dapat terbentuk kemitraan yang bertujuan memperbaiki iklim investasi karena semakin baiknya saling pengertian. sementara yang memiliki anggota hanya sekitar 38 buah. Jelaskan kelebihan dan kelemahan strategi kepemimpinan yang ia terapkan! . Jelaskan orientasi kepemimpinan yang dilakukan oleh tokoh di atas! 2." ujar Sofjan. Dengan cara itu diharapkan iklim investasi bisa membaik karena keributan antara pengusaha dan buruh bisa dihindarkan." tutur Sofjan Wanandi hari Kamis 15/5/03.tokohindonesia. setidaknya 43 perusahaan Korea dan 10 perusahaan Jepang hengkang dari Indonesia antara lain karena persoalan buruh di samping masalah legal dan keamanan. Apindo di bawah kepengurusan baru akan segera membentuk sekretariat kerja bersama dengan serikat buruh untuk memperlancar komunikasi dan menyelesaikan persoalanpersoalan perburuhan secara bipartit. Tahun lalu. Rabu (14/5). terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggantikan Suparwanto. "Kami akan membuka Sekretariat Bersama dengan buruh sehingga kalau ada masalah bipartit bisa kita selesaikan sendiri sebelum ribut. Komunikasi Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea." ujarnya. Jadi tidak usah lewat pemerintah dulu selama kita bisa selesaikan masalah-masalah kita. Selain itu. dengan tujuan ikut memberi kontribusi membangun republik ini.shtml Pertanyaan diskusi: 1.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. Sumber: http://www. Kami betul-betul ingin membuat suatu iklim investasi yang kondusif karena banyak dari pengusaha asing selalu mempersoalkan masalah buruh ini sebagai salah satu dari masalah besar mereka. "Hal pertama yang kami kerjakan adalah konsolidasi pengusaha. "Kami usulkan para pimpinan serikat buruh ketemu paling sedikit sekali sebulan sehingga komunikasi lancar agar persoalan bisa kita selesaikan sebelum ribut. daya kompetisi buruh Indonesia juga sudah kalah dari Cina dan Vietnam. katanya.55 Pertanyaan Kasus Kasus : Sofjan Wanandi : Ketua Umum Apindo Usahawan dari Grup Gemala Sofjan Wanandi (62).

1996 (terjemahan)... Ivancevich. 2005. Masykur. 1997. Geoffrey G. Daftar Pustaka 1. Mas’ud & Mahmud. RJ. Binis (Jilid 1). Jakarta:Cresindo. Astamoen. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Dan Ebert. Thoby. Kewirausahaan. Kewirausahaan. 1995. Jakarta:Prehallindo. Suryana. 7.tokohindonesia. 4. Pengantar Kewiraswastaan. 1996.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. 6. 2006. 5. 2005. Wiratmo. 1997. http://www. Alma. b.56 E. 8. Jakarta: Salemba Empat. Yogyakarta:BPFE. Struktur. Kewirausahaan. Manajemen. 2. Proses.et al. 2007. Griffin. Bandung: Alfabeta. 9. Meredith. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Kewirausahaan yang Berproses. Gibson. Mutis. Moko P. Donnely. Yogyakarta:BPFE. Buchari. Teori dan Praktek. Jakarta: Binarupa Aksara.shtml . a. RW. Bandung: Alpabeta. Hani Handoko. Organisasi: Perilaku. Jakarta:PPM. Yogyakarta:BPFE. 1997 (terjemahan) 3.

11. M. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal berupa saham. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya perencanaan usaha 9. C. organisasi. ide. 7. Cara Memasuki Dunia Usaha Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha.SIP.3: Perencanaan Usaha Oleh: Nahiyah J. Menjelaskan dan memberi contoh kerangka rencana usaha. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. Materi 1. yaitu: (1) Merintis usaha baru. 8. Menjelaskan dan memberi contoh meraih peluang.Pd. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. . Menjelaskan dan memberi contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. dan manajemen yang dirancang sendiri.Lies Endarwati. Menjelaskan dan memberi contoh tahapan perencanaan usaha. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1.Si. 5. Menjelaskan dan memberi contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. c) Perusahaan berbadan hukum (corporation). 4. b) Persekutuan (partnership). M. & Dyna Herlina S. Menjelaskan dan memberi contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. 2. M. Menjelaskan dan memberi contoh cara memasuki usaha baru. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: a) Perusahaan milik senidiri (sole proprietorship).. 6. yaitu kerjasama (asosiasi) antara dua orang atau lebih. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan dapat menyusun proposal rencana usaha baru yang fisible. J. Menjelaskan dan memberi contoh bentuk formal rencana usaha. 3. Menjelaskan dan memberi contoh memilih lokasi usaha.57 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. 10. SE. Faraz.. I. Menjelaskan dan memberi contoh lingkungan usaha yang berpengaruh.

sedangkan sebanyak 46% sisanya dikarenakan hobi. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. universitas. dan sumber-sumber permodalan.58 (2) USAHAMembeli perusahaan orang lain (buying). Mereka mengatahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. b) Pendekatan outside-in yang disebut juga opportunity recognition. . Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan. penetapan standar. Sebayak 15% responden telah mencoba dan merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing bersumber dari: (a) Surat kabar (b) Laporan periodik tentang perubahan ekonomi (c) Jurnal perdagangan dan pameran dagang (d) Publikasi pemerintah (e) Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham. ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: a) Pendekatan Inside-out atau disebut dengan idea generation. kemampuan. konsultasi. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide usaha dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. riset. 2. Sebanyak 1 dari 10 responden (11% dar wirausaha) yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. pembelian peralatan. yaitu alat pengambangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. pengendalian kualitas. Merintis Usaha Baru Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy lambing (dalam Suryana. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang dirintis. dan akuntansi. nasehat hukum. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. rencana bangunan. promosi. Mereka melihat keterampilan sendiri. Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. Menurut Lambing. (3) Kerjasama manajemen (franachising) yaitu kerjasama antara wirausaha (franachisee) dengan perusahaan besar (franachisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). 2006). dan perusahaan lainnya. latar belakang. yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar.

Oleh karena itu. d) Organisasi usaha yang akan digunakan. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. Setelah ide. barang dan jasa yang akan dijadikan objek usaha tersebut harus memiliki pasar. Bagan Proses Usaha: † Ide † Anda Uang + Fasiitas Kredit Orang Barang Jasa Pasar Uang Profit Pada bagan di atas dapat diketahui bahwa usaha baru harus diawali dengan ide. c) Kemampuan finansial. b) Kemampuan pemasaran. . b) Bentuk usaha dan kepemilikan yanng akan dipilih. d) Kemampuan hubungan. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. kompetensi usaha yang diperlukan adalah: a) Kemampuan teknik. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan: a) Bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Berdasrakan pendekatan Inside-out. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. uang. baik barang. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. c) Tempat usaha yang akan dipilih. dan mengembangkan relasi. memelihara. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Dalam memasuki arena usaha atau memulai usaha baru. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. yaitu kemampuan tentang bagaimana memeroleh sumber-sumber dana dan bagaimana cara menggunakannya. Menurut Norman Scarborough. Tentu saja. Bagan berikut menunjukan proses usaha yang diawali dengan kepribadian dan ide. untuk memulai usaha. maupun orang. e) Lingkungan usaha yang akan berpengaruh.59 Menurut Lambing keunggualan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentfikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. f) Jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Sumber dana tersebut adalh berasal dari badan-badan keuangan seprti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi. Dalam merintis usaha baru. Ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk abarang dan jasa yang laku di pasar.

yaitu: (a) Sekutu umum. (b) Sekutu terbatas. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. dan koperasi. biaya operasi rendah. batu. dan jalan raya. b) Persekutuan. perakitan. (h) Jasa umum. (i) Jasa wisata. galian tanah. dan perkebunan. agen.60 Bidang dan Jenis Usaha yang akan Dimasuki Beberapa bidang usaha yang dapat dimasuki adalah: (a) Pertanian. yaitu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oelh satu orang. pengairan. laundry. salon. pergudangan. c) Perseroan. yaitu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan.9/1990 tentang Kepariwisataan. meliuti usaha industri. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha yang bisa dipilih. (f) Jasa keuangan. (b) Pertambangan. meliputi usaha perdagangan kecil (ritel). grosir. meliputi berbagai kelompok. (c) Pabrikasi. yaitu: (1) Kelompok usaha jasa pariwisata (2) Penngusahaan objek dan daya tarik wisata (3) Usaha sarana pariwisata. yaitu: a) Perusahaan perorangan. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Berdasarkan UU No. (g) Jasa perorangan. meliputi usaha pengangkutan. dan bata. dan Katering. meliputi usaha konstruksi bangunan. bebas dalam pengelolaan. dan sintesis. jembatan. yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor. meliputi potong rabut. (d) Konstruksi. . asuransi. merupakan anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yanng disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. kehutanan. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. meliputi usaha pertanian. Dalam persekutuan terdapat dua macam anggota. terdapat 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. meliputi usaha perbankan. (e) Perdagangan. wartel dan distribusi. dan meiliki daya rangsang yang lebih tinggi. meliputi usaha galian pasir. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham. dan ekspor-impor.

Gambar berikut merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan: Wirausaha Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan (a) Struktur Organisasi Usaha Sederhana . Sebalknya semakin kecil lingkup usaha maka semakin sederhana organisasinya. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri tetapi harus melibatkan orang lain. dan keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan bantuan orang lain. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien. pembelian.61 d) Firma. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan manajer pemilik usaha kecil. atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b) Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c) Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan pembantu lain seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha perlu dipertimbangkan aspek efsiensi dan efektivitas. Tempat Usaha yang Akan Dipilh Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal berikut ini: a) Apakah tempa usaha ersebut mudah dijangkau oelh konsumen. yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersaa. Untu menentukan lokasi atau tempat usaha. cakupan. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. terdapat beberapa alternatif yang bisa dipilih: a) Membangun bila ada tempat yang strategis. Bagian-bagian kegiatan usaha tertentu seperti bagian penjualan. administrasi. Bila untung. maka keuntungan dibagi bersama. bila memungkinka. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. c) Kerjasama bai hasil. baik bagi perusahaan maupun konsumen. Organisasi yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup. dan skala usaha yang akan dimasuki. Semakin besar lingkup usaha semakin kompleks organisasinya. Pada lingkup usaha pada skala usaha kecil pada umumnya berperan sebgai manajer pemilik usaha atau operator usaha kecil. b) Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan.

62 Wirausaha Manajer Manajer Karyawan (b) Struktur Organisasi Usaha Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Pemasaran Keuangan SDM Produksi Karyawan (c) Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan CV. Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya. dan tim manajer. yaitu rapat umum pemegang saham. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris. organisasi perusahaan terdiri atas beberapa tingkatan. semakin besar perusahaan. Sebaliknya semakin kecil perusahaan. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. direksi mengangkat beberapa orang manajer. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. dewan dierktur. fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. dewan komisaris. Sebaliknya. fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. dalam perusahaan kecil. dalam perusahaan besar. maka semakin besar fungsi kewirausahaan. sedankan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. maka semakin besar pula fungsi manajerial. . sedangkan fungsi manajemen sangat besar. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen dan kemampuan. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan manajmen. Oleh sebab itu. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi kegiatan direksi dalam menjalankan perusahaan. karena yang mendasari adalah motivasi dan kemauan. Secara hierarkis.

Jika tidak. . yaitu dari laba perusahaan ke manfaat bagi pemilik kepentingan. kurang kreatif. maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. misalnya akibat mutu. majikan. harga. dan waktu yang tidak memadai. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar. masa depan yang terjamin. tepat waktu. karyawan. Lngkungan yang dapat memengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. kurang produktfi. Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran. Hal ini bisa dicapai apabila bahan baku dari pemasok bekualitas.Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memeroleh manfaat dari perusahan. Semangat kerja yang tinggi. di antaranya adalah: 3) Pemasok Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan.63 Lingkungan Usaha yang Akan Berpengaruh Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. pemegang saham. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. direksi. maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang dan jasa yang bermutu tinggi. manajer. dan cukup jumlahnya. 5) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. a) Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yanng ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. distributor. pelanggan/konsumen. pelayanan yang baik. 6) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memeprlancar penjualan. maka karyawan akan kurang termotivasi. Yang termasuk kelompok yang berkepentingan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan. dan lainnya. seperti pemasok. Konsumen yang kecewa karena tidak memeroleh manfaat dari perusahaan. 4) Pembeli atau pelanggan Pemebeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Lingkungan usaha dapat mejadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. dan akan merugikan perusahaan.

nasional. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oelh perubahan demografi dan gaya hidup. yang meliputi: (1) Lingkungan Ekonomi Kekuatan ekonomi lokal. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam meproyeksikan usahanya. Oleh karena itu kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan. baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perusahaan. dan fluktuasi mata usang asing. kecenderungan. Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasikan keuangannya. Misalnya adanya kekacauan politik dan kerusuhan selalu membawa sentimen pasar. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memerluas skala industri secara keseluruhan. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. Teknologi baru telah memunculkan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh terhadap tingkah laku masyarakat. regional. sperti tingkat inflasi. telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Dalam beberapa hal. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. (3) Lingkungan Sosiopolitik Kekuatan sosial politik. Variabel-variabel ekonomi. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Demikian juga bidang jasa. Kelompok-kelompok masyarakat. gaya hidup. kebiasaan. tingkat bunga. pendapatan. dan struktur masyarakat bisa menjadi . (2) Lingkungan Teknologi Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahan sangat beropengaruh terhadapperusahaan. Namun demikian. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi.64 b) Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan.

Langkah 4: Pelajari hasil Telusuran. Perlindunganproduk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usahausaha peniruan dan penduplikasian yang dilakukan oelh pihak lain. b) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdangan atau perusahaan. bukan kepada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. bahkan menjadi poduk pesaing dan mematikan perushaan penemu. Ada bebrapa langkah untuk menadaptkan hak paten. Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh Jaminan usaha sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Banayak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. Pemberian hak monopoli atas produk dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemmu. Langkah 2: Dokumentasikan produk yang ditemukan tersebut. Langkah 5: Mengajukan lamaran paten. menggunakan. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak peten. Untuk . dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. yaitu: Langkah 1: Tetapkan bahwa yang ditemukan betul-betul baru. terutama untuk penemuan-penemuan. Hak peten hanya diberikan kepada penemu sebenarnya. Pada prinsipnya. semua lingkungan di atas bisa mencipatakan peluang bagi wirausaha. Temuan tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi. alat yang dicipatakan harus betul-betul baru (bukan produk perbaikan). Beberapa hak perlindungan perusahaan yang mungkin diperoleh adalah: a) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga berwewenag atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat.loo slogan. nama. Merek dagang (trade –mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasaran. Penemuan yang telah diberikan hak paten tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (liensi) dari penemmunya. serta keorisinilan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinian produk atau membedakannya dengan produk lain di pasar. Langkah 3: Telusuri paten-paten yang telah ada. identitas dan nama perusahaan.65 peluang. Dengan adanya jaminan perusahaan yang diperoleh maka keberadaan perusahaan terlindungi. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. Untuk mendapatkan hak paten.

66

menetapkan merek dagang, harus dipilih kata yang khas, mudah dikenal dan diingat, serta unik bagi pelanggan sehingga menjadi merek terkenal. c) Hak Cipta Hak cipta (copyright) dalah hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya, misal karangan, musik, lagu, dan hak untuk memproduksi, memperbaiki, mendistribusikan, atau menjual. 3. Perencanaan Usaha Pada umumnya, dalam usaha terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, terdapat kegiatan-kegiatan kewirausahaan, yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari usaha Anda. Memeroleh survei-survei pemasaran, melaksanakan riset produk dan merancangkan anggaran, kesemuanya ini merupakan aspek-aspek perencanaan usaha. Kedua, terdapat aspek-aspek usaha yang dapat dianggap rutin. Ini meliputi menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk. Anda dapat menguji manajer dan penyelia untuk melaksanakan kegiatankegiatan rutin itu, namun Anda harus terlibat secara mendalam dalam aspek-aspek wirausaha bisnis Anda. Sangatlah sukar mendelegasikan pertanggungjawaban atas kegiatan-kegiatan wirausaha, dan jika Anda mendelegasikannya, Anda akan kehilangan pengendalian efektif atas usaha Anda. 1) Mengapa perlu Disusun Perencanaan Usaha Perencanaan usaha perlu disusun karena merupakan legitimasi dari sebuah usaha yang akan didirikan. Orang perlu mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan Anda sehingga tertarik untuk bekerja sama. Ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun perencanaan usaha (Bygrave:1994:115 dalam Alma:2007:217), antara lain: a) To sell yourself on the business b) To obtain bank financing c) To obatin investment funds d) To arrange strategic alliances e) To large contracts f) To attract key employes g) To complete mergers and acquisitions h) To motivate and focus your management team.

67

Jadi tujuan menyusun rencana usaha adalah: a) Menyatakan bahwa Anda sebagi pemilik dan pemegang insiatif dalam membuka usaha baru. Anda yakin akan keberhasilan usha itu dan Anda juga harus meyakinkan orang lain tidak akan merugi bila melakukan kerjasama dengan Anda. Dengan adanya bantuan kerjasama dari berbagai pihak maka diharapkan usaha Anda akan maju dengan pesat. Bantuanyang diharapkan itu antara lain berupa pinjaman melalui bank atau pinjaman melalui pihakpihak lain yang potensial. b) Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah ada dan saling menguntungkan misalnya dari para produsen yang dapat diharapkan memasok barang buat perusahaan Anda ataupun perusahaan-perushaan yang lebih besar memberi pekerjaan atau kontrak yanng dapat dikerjakan oleh perusahaan Anda. c) Perencanaan Usaha juga dapat mengundang orang-orang tertentu yang potensial atau mempunyai keahlian untuk bergabung bekerjasama dengan Anda. Mungkin saja Anda memerlukan orang-ornga yang mempunyai kemampuan untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan Anda namun Anda harus berhati-hati menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan perusahaan Anda yanng baru berdiri. d) Perencanaan usaha juga berguna untuk melakukan merger dan akuisisi misalnya Anda menjual perusahaan Anda ke sebuah perusahaan besar maka perusahaan besar tersebut harus membaca prencanaan usaha Anda atau mungkin juga Anda ingin membeli perusahaan lain maka rencana usaha yang Anda susun dapat memberi keyakinan kepada perusahaan lain yang mau diakuisisi. e) Perencanaan usaha bertujuan untuk menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga rencana usaha menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang benar. 2) Perencanaan dan Pengendalian Tindakan wirausaha berarti perencanaan dan pengendalian. Wirausaha mengidentifikasi aspek-aspek usaha yang vital bagi perkembangan masa depannya. Mereka selalu berhasrat untuk meningkatkan prestasi mereka, untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan, meningkatkan kekuatan dan belajar baik bagi keberhasilan maupun kegagalan, dan merencanakan, mengorganisasi masa depan perusahaan. Dalam perencanaan kewirausahaan yang efektif, tidak boleh ada keputusan penting yang ditetapkan tanpa pengetahuan dan persetujuan Anda. Keadaan yang selalu

68

berubah menghendaki agar Anda menguasai pengendalian atas usaha Anda. Maksud utama perencanaan adalah agar Anda mendapat informasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. Keterlibatan pribadi dalam semua aspek usaha biasanya mustahil, dan hal itu akan berarti penggunaan waktu Anda yang tidak efektif. Bagi Anda yang penting adalah memegang kendali yang ketat atas aspek yang lebih bersifat wirausaha bisnis dan mendelegasikan pengendalian atas aspek-aspek rutin lainnya kepada staf. Perencanaan yang baik tampak dalam perumusan tujuan-tujuan dan sasaran yang spesifik, dan membantu karyawan Anda memahami apa yang diharapkan dari mereka. Waktu yang Anda gunakan untuk merencanakan, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil-hasil perencanaan akan ikut menentukan keberhasilan Anda. Perencanaan yang baik mencakup pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk menerapkan rencana dengan sukses. 3) Menetapkan Prioritas Perencanaan usaha mencakup pula penentuan prioritas. Dalam menghadapi persoalan-persoalan, terdapat beberapa bidang-bidang kunci tertentu, yang kalau direncanakan, akan mempunyai akibat-akibat langsung pada usaha. Umpamanya, dalam kebanyakan perusahaan biaya dapat dikurangi dan penghematan-penghematan yang besar dapat dicapai. Uang harus dibelanjakan dengan cara yang paling efisien. Tinjaulah jenis-jenis biaya berikut mempertimbangkan di mana kemungkinan melakukan pengurangan-pengurangan dapat dibuat: a) Biaya langsung, seperti biaya karyawan dan bahan untuk menghasilkan produk. b) Biaya tidak langsung, seperti bahan bantu dan karyawan yang tidak digunakan secara langsung untuk menghsilkan produk, dan biaya umum pabrik untuk penerangan dan bahan bakar. c) Biaya administrasi, seperti pemngeluaran-pengeluaran kantor serta gaji manajemen dan staf. d) Biaya penjualan, yang mencakup semua biaya dalam penjualan produk, seperti iklan, gaji dan pengaluaran staf penjualan dan promosi penjualan. Masing-masing bidang biaya di atas dapat dibagi ke dalam bagian-bagian terpisah. Anda haruslah mampu mengenali bidang manakah yang biayanya tinggi, dan manakah yang rendah. Kalau seminggu sekali informasi mengenai hal ini diperoleh, Anda sangat dibantu dalam memonitor biaya. Dengan mengetahui mana biaya yang paling besar, atau mana biaya yang baru-baru ini bertambah, kita dapat mengenal bagaimana biaya dapat dikurangi.

biasanya jika perusahaan itu mengalami kemajuan maka namanya atau mereknya ikut popular juga. disebut tempat kediaman. Namun persyaratan memberi merek atau nama seperti di atas patut dipertimbangkan. karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang. . Apapun merek yang diplih. Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan hanya berorientasi kepada factor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya. b) Lokasi Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih. Canon dan Wichert menyatakan cirri-ciri merek yang baik adalah: (1) Short – pendek (2) Simple – sederhana (3) Easy to spell – mudah dieja (4) Easy to remember – mudah diingat (5) Pleasing when read – enak dibaca (6) No disagreeable – tak ada nada sambung (7) Does not go out of date – tak ketinggalan zaman (8) Ada hubungan dengan barang dagangan (9) Bila diekspor gampang dibaca oelh orang luar negeri (10) Tidak menyinggung perasaan kelompok / orang lain atau tidak negatif (11) Membayangkan apa produk itu atau memberi segesti penggunaan produk tersebut. Antara tempat kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan sebagai berikut: (a) Tempat yang baik untuk badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan. Tempat kedudukan berarti tempat (kantor) badan usaha.69 4) Kerangka Rencana Usaha Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang mencakup antara lain: a) Nama Perusahaan Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik. disebut tempat kedudukan. biasanya mengelola perusahaan yang berada di tempat lain. Tepat kediaman berarti tempat peusahaan beroperasi. yaitu: (1) Lokasi Perkantoran. (2) Lokasi perusahaan.

Misalnya seorang penulis akan menerbitkan bukunya dan menemui kesulitan mencari penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya. murahnya bahan baku. Contohnya tempat badan usaha ada di Kota Yogyakarta dan tempat kediaman perusahaan ada di Bantul. Apakah konsumen bertempat tinggal di lingkungan usaha? Ataukah perusahaan akan menjangkau konsumen yang lebih jauh. Sedangkan tempat kedudukan badan usaha mementingkan segi hukumnya. d) Konsumen yang Dituju Dalam hal ini perlu dianalisa calon-calon konsumen yang diharapkan. Gunung Kidul. lalu dia membuka restoran. dan Kulon Progo. Atau pemilik perusahaan memuunyai selera khusus tentang makanan. baik berupa barang atau jasa. transport tenaga kerja. (4) Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama. seperti keuntungan yang ditimbulkan oelh proses produksi. (2) Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barangbarang atau jasa tertentu.70 (b) Memilih tempat badan usaha lebih mudah daripada memilih tempat perusahaan. Pemilik usaha tetarik dengan suatu komoditi karena di memeroleh informasi dari lingkungannya atau dia memunyai pengalaman dengan komoditi tersebut atau dia memunyai relasi khusus untuk mengusahakan komoditi tersebut. (c) Suatu badan usaha yang mempunyai beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan itu. . c) Komoditi yang Akan Diusahakan Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tegantung kepada pemilik usaha.dan sebaginya. Jadi kesempatan untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu. (3) Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan. LAlu penulis tersebut membuka usaha penerbitan dan percetakan sendiri. sebab factor-faktor yang memengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama (ad pertimbangan berbeda) (d) Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapakan.

Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar. Jadi. penantang pasar. menggunakan promosi secar gencar dan sebagainya. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik. membuat produk baru. dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar. pengikut pasar. Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalakan konsumen dari lingkungan took tersebut. layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya. Mengenai jumlah total permintaan yang dimaksud bukanlah suatu jumlah permintaan yang bersifat permanent tetapi perlu dipertimbangkan kondisikondisi tertentu. dalam menghitung total permintaan harus memertimbangakan masa-masa libur untuk meramalkan jumlah permintaan. dia harus tetap berjaga-jaga untuk memertahankan pangsa pasarnya.71 Prospek konsumen ini didasrkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga. Umumnya perusahaan kecil menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mereka melarikan diri untuk memasuki relung pasar. Akan tetapi ada pula strategi perusahaan besar membuka unit-unit usaha kecil yang ditujukan untuk . Pemimpin pasar memilki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. Mereka mencoba untuk menonjolkan keunggulan produk dan memberikan servis yang istimewa kepada pelanggannya. Perelung pasar ini berasal dari pengikut pasar yang berusaha untuk menjadi pemimpin di pasar kecil atau memasuki relung pasar. Segala macam taktik akan digunakan untuk mengatasi pemimpin pasar misalnya dengan perang harga. e) Pasar yang Akan Dimasuki Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaanya sebagai pemimpin pasar. Misalnya usaha trnasportasi. pengikut pasar harus berhati-hati dalam menjaga mutu produk dan layanan yang diberikan ekapad pelanggannya. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah dari ancaman-ancaman perusahaan lain. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan. Pengikut pasar sangat mengetahui cara-cara untuk memertahankan langganan yang sudah ada dan selalu mencari pelanggan baru. Pengikut pasar merupakan sasaran serangan balik dari kelompok penantang pasar. atau perelung pasar. Namun demikian kita perlu menganalisa total permintaan yang dapat diharapkan.

f) Partner yang Akan Diajak Kerjasama Definisi partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan.dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas. maka semua anggota dianggap sebagai general partner. Jika tidak dijelaskan pembagian naggota dalam bentuk ini. tetapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan usaha. tetapi behak atas laba yang pembagiannya ditetapkan bersama. Kadang-kadang melihat penampilan seseorang kita berkesimpulan dia jujur. Jumlah anggota yang mempunyai tanggung jawab terbatas tidak dibatasi jumlahnnya. Bentuk limited partnership memilki anggota sekurang-kurangnya satu orang ayng bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawa terbatas. Jika ditemukan ada penyelewengan. Adakalanya sulit mencari oranng jujur. sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara sebagi suatu kekerabatan. g) Personil yang Dipercaya Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit. kecuali dalam keadaan tertentu. Bentuk partnership dapat mengatsi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan. Hendaknya pemantauan yang dilakukan tidak menimbulkan syak wasangka atau kecurigaan dari personil yang dipantau. . Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama. sama-sama bertanggungjawab. Maka perlu ada pengamatan dan pemantauan. Angota yang memiliki tanggung jawab terbatas tidak memiliki suara dalam mengoperasikan perusahaan sehari-hari. dan kemampuan seseorang. termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba. sebab ini menyangkut masalah karakter. tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untik mencari laba. Ada dua macam partnership yaitu: (1) General partnership (2) Limited partnership Bentuk General partnership semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan usaha.72 melayani relung-relung pasar. Strategi ini sangat mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan yang murni sebagai perelung pasar. Dalam peraturuan mereka tidak dibenarkan menarik modal penyertaannya. kejujuran.

Nanti jika usaha sudah maju. atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. meja. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju. Inilah sumber-sumber modal yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan. Melalui bank kita bisa memeroleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sbelum digunakan. baru beli yang serba mahal dan mewah. menjual harta. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha. mesin hitung. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner. i) Peralatan Perusahaan yang Perlu Disediakan Peralatan yang perlu disediakan. ini sangat ekonomis. bahkan uang tunai pun dapat dipinjamkan. kejujuran selalu tetap dipertahankan. cukup pakai mesin hitung yang murah saja. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Di luar itu jangan dibeli. syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. sebab akan mengganggu uang kas. barang yang dibutuhkan. Para relasi dapat membantu bahan. yang masing-masing menyetorkan modalnya. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan. Kemudian harus menjallin hubungan baik dengan bank. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Relasi inilah yang biasanya sangat dominant menunjang perkembangan suatu wirausaha. . Setelah usaha berjalan. baru boleh menonjolkan prestise. reputasi semakin baik. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah.73 ketidakberesan. rak-rak. h) Jumlah Modal yang Diharapkan Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. Peralatan usaha pertokoan. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan perlatan: (1) Ekonomis (2) Prestise Wirausaha yang ekonomis sangat memerhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. Untuk pertama kali membuka usaha. Dia merasa belum perlu membeli cash register. mak segeralah ambil tindakan sebijaksana mungkin yang tidak akan menimbulkan permusuhan dan kerusuhan. Dia bisa cari peralatan itu di pasar bekas. adalah sesuai dengan kepentingan usaha. maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. Akan tetapi banyak di antara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan.

ini dibuat dalam bentuk kertas yang dilipat-lipat sehingga menarik. dan foto. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi. artinya menyangkut memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan. yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting. (4) Folder. keunggulan apa yang akan ditunjukkan. kadang-kadang diberi gambar. kecil mungil. akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serba mahal. lokasi strategis dan sebagainya. tempat/media mempromosikan. apakah akan menonjolkan harga murah. Gambarnya agak mencolok. ini pada umumnya dibuat dari kain yang ditulis. didirikan di pinggir jalan di tempat strategis sehingga jelas dipandang. obral. Dipasang atau direntang di jalan-jalan ataupun di depangedung/bangunan tertentu. asal sifat prstisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan serta konsumen yang akan dilayani serta disesuaikan dengan kemapuan keuangan. (3) Katalog. Adapun elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain: (1) Advertising. Oleh karena itu harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. berisi keterangan dengan gambar disertai foto dan daftar harga barang yang ditawrakan. Bentuk-bentuk advertising yang sering digunakan antara lain: (1) Papan reklame. gambar. (2) Personal selling. dihiasi tulisan. .74 Berbeda dengan wirausaha yang prestisius. (2) Poster. baik menyangkut produk.tentu belum dikenal oelh masyarakat. (5) Spanduk. undian-undian kupon dan sebagainya. manajemen dan sebagainya. yaitu berupa iklan di berbagai media. (4) Public relation. ini juga dibuat di atas kertas dengan desain menarik. kualitas prima. yaitu berupa tulisan singkat tentang apa yang dipromosikan di atas kertas atau kain. j) Penyebaran Promosi Sebagai suatu usaha baru. Ini pun tidak salah. hadiah. yang membuat masyarakat memiliki image (citra) baik terhadap perusahaan. merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman) (3) Sales promotion.

terpenuhi needs dan wants-nya. Dengan promosi secara sederhana tersebut. biasa diasang di tempat usaha. Bagi sebuah wirausaha kecil ataupun menengah yang baru berdiri dan merasa perlu mengadakan promosi sederhana. relasi tentang usaha yang baru dibuka dan mengundang mereka untuk dating berkunjung. (8) Papan nama perusahaan. (3) Menyebarkan brosur-brosur. (5) Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang usaha Anda. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Rasa ingin tahu mereka akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap perusahaan. maka lain kali mereka akan datanng kembali. biasanya dilakukan dengan cara sebgaai berikut: (1) Memasang papan nama perusahaan. (7) Iklan.75 (6) Slide. adalah jenis reklame yang dipasang pada media cetak seperti surat kabar. ini merupakan bahan yang diproyeksikan di dalam bioskop sehingga menjadi bahan iklan yang ditayangkan sebelum pemutaran film. akan menarik konsumen dating ke lokasi usaha Anda. (2) Memasang spanduk yang menyatakan: “Sudah dibuka usaha …. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. Contoh : Situasi Anda Kemungkinan Usaha Calon Konsumen . selebaran. Jika mereka puas. agar masyarakta mengetahui kegiatan apa yang sedang berjalan di tempat tersebut. Termasuk ketika memulai usaha. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. Juga mereka akan menyebarkan informasi kepada relasi agar mereka mencoba produk usaha tersebut. Jangan takut pada persaingan. majalah atau media elektronik seperti televise dan radio. sebgai pemberitahuan keberadaan wirausaha baru tersebut. 5) Tahapan Perencanaan Usaha a) Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). Lama kelamaan wirausaha Anda akan makin maju.” Dan menonjolkan keunggulan-keunggulan produknya. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. (4) Memberitahukan kawan-kawan.

peralatan dan perlengkapan. anak kost gadis remaja dan ibu-ibu pemilik handphone b) Deskripsi Perusahaan Pada bagian ini Anda harus mulai memikirkan dan memutuskan darimana mendapatkan modal. aset tetap. Sehingga Anda dapat memasukannya dalam kategori biaya. Gambarkan dengan detail siapa yang akan membantu Anda menjalankan usaha. Hal ini akan sangat berguna untuk menaksir likuiditas dan penyusutan.76 suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Modal dapat berupa uang tunai. Tentukan secara kuantitatif. Minimal ada 3 bidang pekerjaan yang harus dilakukan saat . modal patungan dan modal pinjanman. definisikan dengan jelas skala perusahaan. Modal dapat diperoleh dari modal pribadi. Misalnya Anda akan melayani seluruh remaja usia 9-15 tahun di Kotamadya Yogyakarta atau 1000 keluarga di Perumahan ‘Puri Mas’. Taksirlah setiap modal yang Anda dapatkan dalam uang tunai untuk mendapatkan informasi jumlah modal Anda. dompet dst) berjualan pulsa anak-anak dan remaja pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. Perumusan ini akan membuat Anda berkonsentrasi pada segmen yang spesifik sehingga dapat menjadi acuan strategi bisnis. demografis. Setelah menentukan modal. dan kuantitatif siapa konsumen yang akan Anda layani.

Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. (5) Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. Agar dapat merumuskan strategi pemasaran. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguh-sungguh. strategi penetapan harga. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. bunga rendah) (4) Perhatikan lokasi usaha Anda. (2) Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. pemasaran dan keuangan. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. c) Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. Anda perlu mengumpulkan beberapa informasi berikut ini. strategi produk. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. (6) Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Buatlah deskripsi kerja untuk tiap bidang dan alur kerja yang efisien. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. (7) Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. Deskripsi dan alur kerja bermanfaat untuk Anda dan karyawan Anda. Strategi Penetrasi Pasar: (1) Siapa pesaing Anda yang telah lebih dahulu memasuki pasar? . Tidak perlu takut pada persaingan.77 memulai usaha yaitu bagian produksi. (3) Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. Tips: (1) Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan.

78 (2) Bagaiman strategi pemasaran yang mereka lakukan? (3) Apa kelemahan dan kelebihan strategi tersebut? (4) Kapan waktu yang tepat memperkenalkan produk Anda? (5) Bagaimana promosi yang tepat pada saat itu? (6) Berapa target penjualan dalam 6 bulan pertama? Strategi Produk: (1) Apa sifat berwujud produk Anda? (2) Apa sifat tidak berwujud produk Anda? (3) Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) (4) Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) Strategi Harga: Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) Strategi Distribusi: (1) Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? (2) Berapa biayanya? (3) Hambatan apa yang kira-kira akan dihadapi untuk mendistribusikan produk? (4) Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut? Strategi Komunikasi Pemasaran: (1) Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? (2) Apa promosi yang digunakan? . buat protipe! (5) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? (6) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? (7) Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) (8) Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) (9) Siapa pemasok Anda? (10)Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. kualitas dst.

79 (3) Berapa biayanya? d) Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. b) Daftar isi . alokasi modal. : Rp …………. target laba. : Rp …………. akan tetapi pada umunya rencana usaha memuat hal-hal berikut: a) Halaman depan Di halaman ini dicantumkan nama dan alamat perusahaan. target penjualan. : Rp …………. karyawan). Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. (1) Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih Beban Pajak Biaya Bunga Pinjaman (jika ada) Keuntungan Setelah Pajak (2) Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari : Rp …………. Rp ……………… Rencana Arus Kas Maret April Mei Juni Rencana Keuangan Kinerja 6) Bentuk Formal Rencana Usaha Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bentuk rencana usaha. target biaya (distribusi. : Rp …………. adminitrasi. nama orang yang bertanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui telepon. : Rp ………….. target waktu modal kembali (break event point/BEP).

f) Barang dan jasa yang dihasilkan Di sisni diungkapkan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. tenaga penjual yang digunakan. Rangkuman eksekutif merupakan inti perencanaan yang sangat menarik perhatian pembaca. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di berbagai daerah. 3. NPWP. KTP. Jelaskan dan berikan contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. Jelaskan dan berikan contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. 6. 5. dan sebagainya. SIUP. 4. Misalnya akte pendirian perusahaan. Jelaskan dan berikan contoh memilih lokasi usaha. neraca pendahuluan. i) Permodalan Di sini diungkapkan rencana permodalan dan proyeksi permodalan. Latihan Konsep 1. 7. Jelaskan dan berikan contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. c) Rangkuman eksekutif Rangkuman eksekutif ini sangat penting karena pembaca ingin melihat secar cepat apa isi dari keseluruhan rencana usaha tersebut. e) Pemasaran Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. Jelaskan dan berikan contoh cara memasuki usaha baru 2. aliran kas. sertifikat tanah. d) Penjelasan tentang perusahaan Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. Latihan a.80 Harus dibuat daftar isi secara rinci dengan nomor-nomor halamannya. tenaga penjual yang digunakan. g) Usaha meningkatkan penjualan h) Di sini dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di bebagai daerah. . dan pendapatan. Jelaskan dan berikan contoh meraih peluang. Jelaskan dan berikan contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. j) Apendix Disini dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi rencana usaha. D.

Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. 10. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). Langkah-langkah pembuatan rencana usaha: 1. sehingga Anda dapat memanfaatkannya untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan usaha Anda di masa yang akan datang. dompet dst) berjualan pulsa pemilik handphone gadis remaja dan ibu-ibu Kemungkinan Usaha penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. Latihan Kasus Sebelum menjalankan usaha. 11. Anda perlu membuat rencana usaha. Jangan takut pada persaingan. Rencana ini dibuat dalam bentuk proposal yang berguna untuk menarik investor dan mengendalikan usaha di masa depan. Contoh : Situasi Anda suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas.81 8. Jelaskan dan berikan contoh tahapan perencanaan usaha. Seluruh informasi yang termuat dalam rencana usaha hendaklah akurat (sesuai dengan keadaan sebenarnya) dan terkini. Jelaskan dan berikan contoh bentuk formal rencana usaha b. Termasuk ketika memulai usaha. anak kost Calon Konsumen anak-anak dan remaja . banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. Jelaskan dan berikan contoh kerangka rencana usaha. Jelaskan dan berikan contoh pentingnya perencanaan usaha 9.

Coba pikirkan hobi. situasi di sekitar Anda yang memungkinkan untuk dibuat usaha! b. Coba gambarkan alur kerja (bagan organisasi) yang melibatkan seluruh bagian! Tips: : . Tentukan siapa yang membantu Anda menjalankan usaha? (bagian produksi. jumlah. harga. Deskripsikan tugas masing-masing bagian! e. sekabupaten dst)! c. Tentukan darimana Anda mendapatkan modal usaha (modal pribadi. toko sewaan. Berdasarkan informasi di atas isilah pertanyaan di bawah ini Produk/jasa Nama : Jenis : Kisaran Harga : Calon konsumen Jenis kelamin Usia : Tempat tinggal: Kebiasaan berbelanja calon konsumen Frekuensi : Jumlah pembelian: Tempat pembelian: Besarnya transaksi: Simpanlah informasi ini baik-baik sebagai acuan untuk menentukan strategi berikutnya. 2. Tentukan tempat perusahaan dijalankan (di rumah. sekecamatan. modal patungan. tempat pembelian)! c. pemasaran dan keuangan) d. modal pinjaman) dan berapa besarnya? b.82 Kegiatan 1: a. toko pribadi dst) dan ruang lingkup usaha Anda secara geografis (melayani konsumen sekampung. Tanyailah beberapa calon konsumen Anda tentang produk macam apa yang mereka inginkan (jenis. Deskripsi Perusahaan Kegiatan 2 a. cara pelayanan) dan perhatikan bagaimana calon konsumen Anda berbelanja (frekuensi.

Perhatikan lokasi usaha Anda. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. strategi penetapan harga. Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. Berapa target penjualan? . Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) f. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. e. Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? Berapa biayanya? g. Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. strategi produk. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya.83 a. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). Bagaimana cara agar konsumen Anda mengenal produk/jasa yang Anda tawarkan untuk pertama kali? d. c. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. Kegiatan 3 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. bunga rendah) d. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. Siapa calon konsumen Anda? c. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguhsungguh. f. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tidak perlu takut pada persaingan. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan? (minimal 2) b. Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. b. Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. 3. Kapan saat yang tepat mengenalkan produk? e. g. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang.

Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? Apa promosi yang digunakan? Berapa biayanya? 4. Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. alokasi modal. Persaingan dapat dimenangkan melalui strategi produk yang baik. Siapa pemasok Anda? h. target biaya (distribusi. kualitas dst. adminitrasi. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. target penjualan. ada baiknya konsentrasi pada salah satu tahapan usaha seperti produksi. target laba. target waktu modal kembali (break event point/BEP). Kegiatan 4 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? d. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi produk.84 h. buat protipe! c. karyawan). Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. Rencana Kinerja Keuangan Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih : Rp …………. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. : Rp …………. - . Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) b. Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) g. Jika Anda baru memulai usaha. Strategi Produk Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) f. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? e.. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) 5. distribusi atau penjualan. Kegiatan 4 : Isilah skema di bawah ini! a. : Rp …………. : Rp ………….

2005. Suryana. 11. Jakarta:Prehallindo. Gibson. 1997 (terjemahan) 12. 2005. Alma. Astamoen. Ivancevich. Thoby. Proses. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Jakarta: Binarupa Aksara. Kewirausahaan yang Berproses. Daftar Pustaka 10.. 15.et al. Total Biaya Pajak & Bunga Keuntungan Bersih b. Bandung: Alpabeta. 18. Meredith. 1997. Hani Handoko. Donnely. Wiratmo. Binis (Jilid 1). Kewirausahaan.85 Beban Pajak : Rp …………. Jakarta:PPM. 19. Teori dan Praktek. 14. Kewirausahaan. Manajemen. Jakarta:Cresindo. 17. 16. Griffin. 2006. RJ. Organisasi: Perilaku. Mas’ud & Mahmud. 1997. . Moko P. Yogyakarta:BPFE. 13. Dan Ebert. 1995. Bandung: Alfabeta. 1996. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Yogyakarta:BPFE. Struktur. Geoffrey G.. Rencana Arus Kas Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari Maret April Mei Juni E. RW. Jakarta: Salemba Empat. Buchari. Mutis. + : Rp ……………… : Rp ……………… - Biaya Bunga Pinjaman: Rp …………. Yogyakarta:BPFE. Masykur. Kewirausahaan. 2007. 1996 (terjemahan). Pengantar Kewiraswastaan.

& Dyna Herlina S.86 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. perusahaan perlu: 1) Membuat Akte Pendirian (AD pendirian usaha) di notaris setempat.Pd. M. Menjelaskan pengertian strategi bersaing Porter. SE.SIP. 9. 2) Mengajukan HO (Hinder Onderneming) atau ijin Tempat Usaha di Dinas Perdagangan Kabupaten.. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan selama menjalankan bisnis yaitu memerhatikan aspek legalitas usaha dengan menyiapkan ijin usaha. 3. Menjelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. 8. dan menyusun rencana strategis (evaluasi hasil usaha). Materi Tahapan setelah mempersiapkan bisnis dengan menyusun proposal usaha. 4. menetapkan prioritas utama. 7. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi usaha. K. 1. Menyiapkan Badan Usaha Langkah pertama adalah menyiapkan pendirian usaha. 5. 2. Menjelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. Menganalisis kelayakan usaha rintisan/baru. Memutuskan strategi bersaing yang dipilih. Faraz. Menjelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. Untuk itu. 6.4: Menjalankan Usaha Oleh: Nahiyah J.. yang diharapkan adalah peserta pelatihan memahami cara menjalankan bisnis/usaha dan mampu menjalankan bisnis/ M. Menjelaskan cara mendirikan badan usaha. M. maka langkah selanjutnya adalah menjalankan bisnis/usaha. meminimalkan risiko. Menjelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni 10. Menjelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. . L.Lies Endarwati. meningkatkan efisiensi.Si. Menjelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. M. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1.

Bentuk badan usaha yang bisa dipilih adalah Perusahaan Perorangan. Mengajukan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak Kota/Kab. Perusahaan Patungan (CV/Firma). Mengajukan SIUP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. atau Koperasi. Membuka Rekening Giro di Bank Mengajukan DRM ke Gubernur Skema Pendirian Usaha . Mengajukan HO di Dinas Perek. 4) Mengajukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) di Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten. 6) Membuat Faktur penjualan dan faktur pajak. Membuat Akta Pendirian di Kantor Notaris Mengajukan TDP di Dinas Perdagangan Kota/Kab.87 3) Mengurus SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) di Dinas Perdagangan Kabupaten. 5) Membuka Rekening Giro di Bank setempat. Kab. dan Perseroan Terbatas (PT).

.88 Proses Penerbitan SIUP/SIUI PENGUSAHA MENYERAHKAN PERSYARATAN SIUP/SIUI PENERIMAAN FORMULIR DIISI OLEH PENGUSAHA FORMULIR DISERAHKAN KE DISPERINDAG & PM DAN SELANJUTNYA DITELITI KEBENARANNYA SALAH DIKEMBALIKAN KE PENGUSAHA UNTUK DIPERBAIKI BENAR DISPERINDAG & PM MENERBITKAN SIUP/SIUI PENYERAHAN SIUP/SIUI OLEH PETUGAS Ada beberapa perusahaan yang dibebaskan dari SIUP/SIUI yaitu: 1) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan memergunakan SIUP perusahaan pusat.

dan sebagainya. membangun pabrik. pilihan usaha barang atau jasa. weakness. Pedagang Kaki Lima. Analisis kekuatan. Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan usaha di antaranya: 1) Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan) . Kelayakan Usaha Sebelum usaha baru dimulai atau dikembangkan. mendirikan perusahaan jasa. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha. mungkin saja usaha tersebut layak dilakuakn tetapi secara ekonomis dan sosial. ada dua studi atau analisa yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bisnis untuk dimulai dan dikembangkan. pabrikasi atau perakitan. kemungkinan kurang memberikan manfaat. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya. threat – SWOT) Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus. yaitu: a. Untuk itu. apakah keuntungan tersebut memadai dan dapat diperoleh secara terus-menerus dalam waktu yang lama? Secara teknis. peluang. membuka usaha dagang. opportunity. Bila menguntungkan. Studi kelayakan usaha b. mengganti peralatan/mesin. menambah mesin baru. Pedagang Pinggir Jalan 2. proyek A atau proyek B. 3) Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan. 2) Mengembangkan usaha yang sudah ada. Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk: 1) Merintis usaha baru. misalnya pilihan usaha dagang. memperluas cakupan usaha.89 2) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha industri memergunakan SIUI perusahaan pusat. misalnya membuka toko. misalnya untuk menambah kapasitas pabrik. kelemahan. dan ancaman (strength. harus diadakan penelitain tentang apakah bisnis/usaha yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak. 3) Perusahaan yang telah mendapat Ijin Usaha yang setara dari Dinas Teknis berdasarkan Peraturan Perundang-undangan 4) BUMN / BUMD 5) Perusahaan Kecil Perorangan meliputi Pedagang Keliling. memperluas skala usaha.

perdagangan. studi kelayakan usaha sangat penting dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu. apakah positif atau negatif. sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan wirausaha itu sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Proses kelayakan usaha dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini: 1) Tahap Perumusan Ide atau Gagasan Tahap penemuan ide adalah tahap di mana wirausaha memiliki ide untk merintis usaha barunya. pedoman. 3) Masyarakat dan Pemerintah Bagi masyarakat. Dalam kewirausahaan. misalnya kemungkinan-kemungkian bisnis yang paling memberikan peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. dan bahan pertimbangan merintis dan mengembangkan usaha atau melakukan investasi baru. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi. studi kelayakan sangat penting untuk memertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya. 2) Investor dan Penyandang Dana Bagi investor dan penyandang dana. perakitan. Bagi pemerintah. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan. 2) Tahap Formulasi Tujuan Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. dan pemerintah. seperti bagaimana dampak lingkuan. apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi yang dilakukan. Demikian juga bagi penyandang dana yang mengajukan persyaratan tertentu seperti bankir. Oleh investor. misalnya bisnis industri. atau apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut . investor. usaha jasa. studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan. atau jenis usaha lainnya yang dianggap paling layak.90 Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada ketidak pastian. Banynak kemungkinannya. studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan. seperti visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah bisnis tersbut diidentifikasi: apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng.

ukukran. Secara ringkas. yaitu dimulai dengan mengumpulkan data. mengolah. gedung bangunan. Tahapan ini dilakuakn seperti prosedur proses penelitian ilmuah lainnya. yuridis. 3) Tahap Analisis Tahap penelitian. (4) Aspek finansial/keuanga. aspek pengelolaan. maka kepuusan binis biasanya berdasarkan bebrapa kriteria investasi. pendapatan. lokasi dan tata letak pabrik atau tempat usaha. Adapun aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis tersebut meliputi: (1) Aspek pasar. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisi sebab perusahaan harus mandapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan. (3) Aspek manajemen/penglolaan. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaha hanya dua. mesin dan peralatan. pasar sasaran.91 benar-benar menjadi kenyataan atau tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan. proses studi kelayakan di atas dapat digambarkan sebagai berikut: . dianalisis. kepemilikan. dan menarik kesimpulan. meliputi lokasi. dan arus kas. dipelajari. tenaga kerja. lingkungan. Nilai Sekarang Bersih(Net present Value-NPV). meliiputi sumber dana dan penggunaanya proyeksi biaya. 4) Tahap Keputusan Setelah dievalusi. metode produksi. seperti Periode Pembayaran Kemabli (Pay Back Period-PBP). bahan baku dan bahan penolong. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR) dan sebaginya. yaitu dilaksanakan atau tidah dilaksanakan. keuntungan. perkembangan. (2) Aspek teknik produksi/operasi. harga. menganalisis. segmentasi. dan struktur pasar serta strategi pesaing. dan hasilnya meyakinkan. meliputi organisasi. mencakup produk yan kan dipasrkan. maka langkah berikutnya adalah tahap pengambilan keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. yaitu proses sistematis yang dilakukan untk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. peluang permintaan dan penawaran. dan sebagainya. Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko. tenaga kerja.

Kelayakan Legal dan Sosial 1) Kelengkapan Dokumen “Ijin Usaha” (a) Adakah Akta Pendirian (b) Adakah Surat Ijin Tempat Usaha/HO (c) Adakah Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) .92 Gagasan Usaha Tujuan (Visi dan Misi) Analisis/Evaluasi 1. Keuangan 5. Produk/Operasi 3. Manajemen 4. Ekonomi Keputusan Dilaksanakan Tidak Dilaksanakan Ada lima (5) macam analisis kelayakan usaha yaitu: a.Pasar 2.

4) Nilai Tambah. demografi. Dalam analisia pasar. Jika segmentasi pasar teridentifikasi. (a) Berapa target yang ingin dicapai? (b) Apakah konsumen loyal terhadap bisnis? (c) Apakah produk yang ditawarkan dapat memberi kepuasan atau tidak? Jika konsumen loyal. 3) Target. misalnya berapa harga setelah ke konsumen. misalnya berdasarkan geografi. Target psar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. dan sosial budaya. 2) Segmentasi Pasar. seorang wirausaha terlebih dahulu harus melakukan penelitian pemsaran dengan menggunakan sitem informasi pemasaran yang memadai berdasarkan analiis dan prediksi apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebuthan dan keinginan konsumen. maka potensi pasar tinggi. Kelayakan Pemasaran Untuk menganalisis aspek pemasaran. mulai dari pemaok. hingga konsumen akhir. maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai. agen. biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati.93 (d) Adakah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Ijin Usaha Industri (SIUI) (e) Adakah NPWP (f) 2) Adakah Surat Rekomendasi KADIN Kelengkapan Dokumen “Ijin Lokasi” (a) Adakah Sertifikat Tanah (b) Adakah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) (c) Adakah KTP dan Bukti Diri Pendiri (d) Adakah Bukti Pembayaran PBB 3) Kelengkapan Dokumen “AMDAL” (a) Adakah Dokumen AMDAL (b) Adakah Persetujuan RT/RW/Desa/Kecamatan/Kab/Kota b. diantaranya: 1) Kebutuhan dan keinginan konsumen. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi. (a) Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? (b) Berapa banyak yang mereka buthkan? Bagaimana daya beli mereka? (c) Kapan mereka membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran. Dengan mengatahui nilai tambah setiap .

Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. berarti ukuran pasar cukup besar. oligopoli. Jika masa produk lebih lama. maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui-tinggi atau rendah. Untuk memenangkan persaingan. 7) Persaingan dan Strategi Pesaing. Jika persaingan tinggi. promosi. Jika pesaing lebih unggul. berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Jika produk industri baru sedang tumbuh. dan tingkat penggunaan teknologi. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Kelayakan Teknis 1) Ketepatan Letak Perusahaan (a) Tersedia bahan baku . berarti pasar potensial. Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi dibandingkan bila produk termauk pasar persaingan sempurna.94 rantai pemasaran. Jiak volume penjualan tinggi. dan monopolistik). jaringan distribusi. c. berarti peluang pasar rendah. berarti binis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi. harga. Harus dianalisi apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termauk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli. 11) Pangsa Pasar. berarti potensi pasar tinggi. Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat. berarti pasar potensial. Misalnya dengan volume penjualan usaha skala kecil sebear Rp5 milyar per tahun atau sebesar Rp10juta per hari. Harus dianalisis juga apakah produk industri baru atau industri lama sudah mapan atau produk industri justru sedang menurun. 6) Struktur Pasar. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. 5) Masa Hidup Produk. maka potensi pasar tinggi. Apakah perkiraan margin labakotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba samai modal kembali atau tidak. bahkan setelah lima tahun mencapai 40 persen. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20 persen). 8) Ukuran Pasar. 9) Pertumbuhan Pasar. atau pasar persaingan sempurna. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing dilihat dari stratgei produk. berarti potensi pasar tinggi. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. 10) Laba Kotor.

yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan. dan bentuk badan usaha lainnya)? (b) Apa saja keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang dipilih tersebut? Hendaknya diilih yang tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan. ada beberapa sumber dana yang layak digalli. Seperti telah dijelasakan sebelumnya. (a) Apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV. yaitu sumber dan internal (misalnya modal disetor . hal ini bergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha.95 (b) Tersedia konsumen (c) Tersedia tenaga kerja (d) Tersedia transportasi (e) Tersedia power (listrik. Kelayakan Keuangan Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut: 1) Kebutuhan dana. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien.dan pembiayaan awal. air. misalnya besarnya dana untuk aktiva tetap. e. maka sebaiknya dibentuk tim manajemen yang solid. 2) Sumber dana. modal kerja. Jenis organisasi apa yang diperlukan? Apakah organisasi lini. staf atau lini dan staf. 2) Organisasi. Bila bisnis merupakan skala besar. 4) Karyawan. terdapat beberapa unsur yang harus dianalisis seperti: 1) Kepemilikan. atau bentuk lainnya. Karyawan harus disesuaikan denga jumlah dan kualifikai yang diperlukan. Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional. telepon) 2) Kondisi Bangunan (a) Luas dan ruang bangunan (b) Model bangunan 3) Mesin dan Alat Produksi yang dipakai (a) Periode kembalinya investasi (b) Net Present Value (NPV) nilai bersih investasi 4) Jumlah Skala Produksi (a) Break Even Poin (BEP) (b) Optimasi Laba d. 3) Tim manajemen. PT. Kelayakan Manajemen Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen.

misalnya saldo lancar. merupakan selisih dari arus kas mauk dan arus kas keluar ditambah penyusutan dengan perhitungan bunga setelah pajak. Selain itu bauran promosi yang komprehensif dan terus-menerus perlu dilakukan agar citra perusahaan dan produk tetap bertahan di benak konsumen 2) Awasi arus kas perusahaan dengan teliti.bhpinfosolution. merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak. Pastikan seluruh penjualan dan tagihan tercatat dengan baik dan dilakukan tepat waktu. serta kondisi keuangan lainnya. Berusaha terus memahami keinginan konsumen Anda.com) 1) Konsentrasi mendapatkan dan memertahankan konsumen. Langkah awal pilihlah karyawan yang tepat. 5) Proyeksi arus kas. 3. Menetapkan Prioritas Utama Banyak hal yang perlu dikerjakan untuk menjalankan bisnis dengan baik agar mendapatkan keuntungan dan mempertahankan bisnis dari persaingan. Ada tiga jenis arus kas. 4) Tingkatkan kemampuan Anda menjual produk. dan laba rugi bersih. pahamilah kompetisi yang sedang Anda hadapi agar Anda mampu menyusun rencana-rencana baru untuk memenangkan persaingan. Dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keungannya. yaitu: (a) Arus kas masuk. pimpin dan motivasi mereka meraih tujuan bersama dan awasi kinerja melalui diskusi dan penyelesaian masalah. (b) Arus kas keluar. 3) Pastikan karyawan bekerja dengan efektif dan mampu mengatasi tiap masalah yang mereka hadapi. . aktiva tetap. maka Anda harus memberi perhatian penuh pada kelompok ini. (c) Arus kas masuk bersih. kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih. Namun ada 5 hal utama yang harus menjadi prioritas yaitu: (www. Sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di masa yang akan datang. Konsumen adalah raja. merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan.96 dan laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya penerbitan obligasi dan pinjaman). biaya. kewajiban jangka pendek. Komponennya meliputi proyeksi penjualan. 3) Proyeksi neraca. 4) Proyeksi laba-rugi.

Selain itu untuk menghindari biaya bunga dan denda. jika terpaksa terjadi pastikan Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan. Biaya usaha dapat diminimalkan dengan cara-cara berikut ini: (www. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu seperti: (a) Susun dan kerjakan kebijakan yang langsung pada masalahnya. 4) Tingkatkan kemampuan karyawan sehingga mereka mampu bekerja lebih efisien. buatlah salinannya jika datanya berbentuk digital. Kendalikan arus kas. Meminimalkan Risiko Seperti yang telah dijelaskan di atas. 5) Kendalikan biaya perusahaan Anda karena ini cara tercepat mendapatkan keuntungan jangka pendek. (c) Atur waktu kerja dengan efisien. 5. Biaya usaha yang rendah mampu mendatangkan keuntungan jangka pendek. (b) Simpan informasi dengan baik. dan insentif. Risiko dapat dikendalikan dengan melakukan beberapa hal berikut ini: (www. 6.com) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika perlu manfaatkan asuransi yang dapat menolong Anda jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran.bhpinfosolution. Meningkatkan Efisiensi Kerja yang efisien (tepat waktu dan tepat guna) dapat mengurangi biaya usaha.97 Pastikan Anda dan seluruh karyawan mampu melayani konsumen dengan baik. pencurian atau perusakan.com) 1) 2) 3) Sebisa mungkin gunakan teknologi informasi yang memadai. Setelah hal itu tercapai pastikan perusahaan bergerak menentukan . 4. Bangun loyalitas konsumen yang telah dimiliki. Manfaatkan internet dan e-mail untuk mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan para pihak. seorang wirausahawan harus berani menghadapi risiko. Tepati seluruh kewajiban perusahaan tepat waktu sehingga pemasok dan rekanan percaya. Simpanlah data yang dimiliki perusahaan Anda. Hindari masalah hukum. Hindari mengulang-ulang penyelesaian masalah yang sama. pengawasan.bhpinfosolution. Rencana Strategis (Evaluasi Hasil Usaha) Tujuan jangka pendek perusahaan adalah mendapatkan modal kembali (break even point/BEP).

tempat. Berbagai Pengertian Strategi 1) Strategi adalah Perencanaan Kosep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan.bhpinfosolution.com) 1) 2) 3) 4) Perhatikan kembali proposal rencana bisnis yang telah dibuat. harga. perspektif (perspective). Di dalamnya tercakup penelitian dan pengembangan produk.98 tujuan jangka panjang. Identifikasi persaingan yang sedang dihadapi perusahaan. Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi. yaitu perencanaan (plan). dan promosi. a. Tetapkan tujuan jangka panjang perusahaan berdasarkan kemampuan internal dan situasi persaingan. arahan. Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha : (www. 7. Identifikasi peningkatan kemampuan internal perusahaan. 4P tersebut ditambahkan satu P. atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan di masa depan. pola (patern). Wirausaha berkembang dan berhasil karena memiliki kemampuan peneliltian dan pengembangan yang memadai sehingga tercipta barang-barang yang bernilai dan unggul di pasar Dalam manajemen strategis yang baru. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah . yaitu probe (penelitian dan pengembangan) sehingga menjadi 5P. probe selalu ditambahkan di awal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi: 1) Penelitian dan Pengembangan (Probe) 2) Barang dan jasa (Product) 3) Harga (Price) 4) Tempat (Place) 5) Promosi (Promotion) Penelitian dan pengembangan dalma kewirausahaan merupakan strategi utama karena meliki keterkaitan dengan kreativitas dan inovasi. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan Dalam konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P yaitu: 1) Barang dan jasa (Product) 2) Harga (Price) 3) Tempat (Place) 4) Promosi (Promotion) Dalam kewirausahaan. dan permainan atau taktik (play). posisi (position). Cocokan apakah perusahaan Anda telah memenuhi target yang ditetapkan. Dalam riset pemasaran. tidak selamanya stratgei adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Akan tetpai.

Sebagai contoh. 3) Strategi adalah Posisi Definisis strategi ketiga menurut Mintzberg. 2) Strategi adalah Pola Menurut Mintzberg. karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. b. yaitu ke satu titik bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan.99 dilakukan sebelumnya. Contoh lain. yaitu ke dalam organisasi. Beberapa asek inti teori Porter tersebut adalah: . dan ke atas. meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi. atau disebut juga realized strategy karena telah dilakukan oelh perusahaan. yaitu melihat visi utama dari perusahaan. yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu. dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. 4) Strategi adalah Perspektif Definisi strategi yang keempat adalah perspektif. Michael P. Masing-masing mempunyai strategi posisi yang berbeda di pasaran Marlboro memosisikan diri sebagai rokok kaum pria sejati yang menyukai tantangan alam seperti digambarkan dalam iklan-iklannya. 5) Strategi adalah Permainan Strategi adalah manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing. McDonald”s selama bertahun-tahun telah memegang teguh dan secara konsisten melaksanakan prinsip kualitas.Porter (1997) mengungkapkan beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk bersaing. Mercedes sejak awal secara konsisten menjual mobil untuk segmen pasar tingkat atas atau yang disebut dengan high-end strategy. strategi adalah pisisi. Inilah yang menjadi strategi perusahaan McDonald”s. Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan ke luar. Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy. dan kebersihan. Perusahaan rokok Marlboro dan Sampoerna Mild merupakan perusahaan rokok yang paling serius mempromosikan produknya di Indonesia. stratgei adalah pola yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy. Suatu merek. misal pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. misalnya. maka sebaliknya dalam perspektif cenderung lebih melihat ke dalam. sedang A-Mild lebih ditujukan kepada kaum muda sehingga produk rokoknya dibuat berkadar tar dan nikotin ringan. pelayanan. Strategi sebagai posisi menurut Mintzberg cenderung melihat ke bawah.

keunggulan bersaing menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis. antara lain: (1) Diferensiasi produk (2) Diferensiasi sistem penyerahan/penyampaian produk (3) Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran (4) Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi (5) Diferensiasi dalam citra produk. 1997) yaitu: (a) Biaya rendah. Keunggulan biaya berasal dari: (1) Pengerjaan berskala ekonomis (2) Teknologi milik sendiri (3) Akses prferensi ke bahan baku (b) Diferensiasi. diferensiasi. dan pelayanan lainnya. Strategi ini berasal dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dapat dihargai oleh konsumen. Diferensiasi dapat dilakukan dalam bebrapa bentuk. Keunggulan biaya yang relatif rendah dalam mennghasilak barang dan jasa. 2) Keunggulanbersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli. Tanpa berani bersaing keberhasilan tidak mungkin dapat diperoleh (Porter. Perusahaan yang berhasil dengan strategi biaaya rendah memiliki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang memilki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang lebih efisien dibandingkan pesaing. dan fokus) untuk mencapai dan memertahankan keunggulan bersaing. Dengan kata lain. 3) Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan untuk dapat bersaing. Strategi ini mengandalkan keungulan biaya yang relatif dalam menghasilkan barabg dan jasa. 4) Kedua jenis dasar keungulan bersaing di atas menghasilkan tiga strategi generik (Porter. Sedangkan diferensiasi adalah kemampuan untuk menghasilakn barang dan jasa unik serta memiliki sifat-sifat khusus.100 1) Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. Keunggulan bersaing menggambarkan cara perusahaan memilih dan mengimplementasikan strategi generik (biaya rendah. Stratgei bersaing dimaksudkan untuk memertahankan tingkat keuntungan dan posisi yang langgeng ketika menghadapi persaingan. . Semua keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri. 1997). yaitu biaya rendah dan diferensiasi.

101 (c) Fokus. Oleh Porter (1997). tiga strategi generik tersebut diringkas seperti pada gambar berikut ini: KEUNGGULAN BERSAING Biaya Rendah Target Luas Target Sempit 1. Melalui keunggulan bersaing. Fokus Diferensiasi Namun. Diferensiasi 4. Strategi The new 7S’s (D’Aveni) . Kepemipinan dalam biaya 3. dilakukan dengan mengusahakan diferensiasi dalm segmen sasarannya. dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya. Fokus Biaya Diferensiasi 2. strategi ini tidak luput dari risiko sepeti yang ditunjukkan oleh Porter (1997) pada tabel berikut ini: Biaya Rendah Pesaing meniru Teknologi berubah Difernsiasi Pesaing meniru Basis diferensiasi kurang penting bagi pembeli Diferensiasi tidak bertahan lama Fokus Strategi fokus ditiru Segmen sasaran menjadi tidak menarik Struktur rusak dan permintaan tidak muncul Keunggulan biaya tidak bertahan lama 8. perusahaan dapat memiliki kinerja di atas rata-rata industri lain. Strategi fokus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Keunggulan bersaing merupakan kinerja perusahaan yang dapat tampil di atas rata-rata. Terdapat dua fokus. Dari uarian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi generik pada dasrnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan keunggulan. yaitu: (1) (2) Fokus biaya. yaitu pembeli dengan pelayanan paling baik dan berbeda dengan yang lainnya. Fokus diferensiasi.

pengetahuan. D’Aveni mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti. Sering dengan perubahan global. Richard A. Oleh karena itu. advantages create profit” Untuk mengahadapi kondisi yang semakin dinamis seperti sekarang ini.” . making it difficult to find generic or sustainable strategies that are associated with high performance. D”Avedni mengajukan tujuh kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis yang dikenal dengan “The New 7-S’s. D’Aveni (1994:253) mengemukakan bahwa konsep keuntungan neoklasik maupun konsep strategi dinamis dari Porter (1991) memiliki orientasi jangka pendek yang bersifat statis. sperti diungkapkan D’Aveni (1994:253): “Today’s cause of high performance will not work tomorrow. yang diperlukan saat ini adalah strategi jangka panjang yang dinamis. Only entrepreneurial discovery of new opportunities and creative destruction of oppnent’s.102 Seperti Mahoney dan Pandian (1992) dari mazhab strategi berbasis sumber daya. dan keunikan aset tidak berwujud uuntuk menciptakan keunggulan.

Kedekatan dengan para karyawan. karyawan akan lebih semangat dan tinggi produktivitasnya karena merasa puas dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan. pemasok bahan baku akan mempertinggi kualitas pasokannya karena mendapatkan manfaat perusahaan. relasi. Sebagai contoh. Strategi ketujuh adalah mengembangkan faktor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasan kepada konsumen. 2) Soothsaying. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda. pemerintah. Perusahaan harus segera mengomunikasikannya ke pasar agar segera dikenal konsumen. tidak hanya pemegang saham. Strategi yang kedua ini berfokus pada sasran. dan masyarakat sekitarnya. Menurut D’Aveni “The New 7-S’s” menyangkut penciptaan sesuatu yang baru . Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar. Strategi yang perta dari “The New 7-S’s” ini bertujuan memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan. masyarakat dan pemerintah akan sangat mendukung karena merasakan manfaat kehadiran perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. dan sebagainya. artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. 5) Shifting the role of game. dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan. konsumen. maka kinerja perusahaan akan semakin tinggi. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. manajer. manajer dan pimpinan perusahaan akan semakin bersemangat karena mendapat keuntungan atau imbal hasil dari investasinya. namun juga pemasok. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melalui barang atau jasa-jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan. 7) Simulatinous and sequential strategic thrusts. 3) Positioning for speed. karyawan.103 Konsep “The New 7-S’s” ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut: 1) Superior stakeholder satisfaction. Dengan memberi kepuasan kepada setiap pemilik kepentingan tersebut. Kunci utama “The New 7-S’s” adalah menggunakan insiatif untuk merebut persaingan. 6) Signaling strategic intent. kontribusi pajak. 4) Positioning for surprise. konsumen akan bertambah jumlahnya dan menyebarluaskan perusahaan.

D’Aveni mengelompokkan “The New 7-S’s” di atas menjadi tiga kelompok yang sangat efektif untuk mengganggu pasar serta meliputi visi. . Kerangkan kerja “The New 7-S’s” berdasar pada strategi penemuan dan pengembangan keunggulan yang berkesinambungan dan keseimbangan yang sempurna. dan taktik. Konsep “creating a new and different future” yang dikemukakan oleh D’Aveni identik dengan konsep “ability to create the new and different” pada kewirausahaan yang dikemukakan oleh Drucker (1969:61). kemampuan. dan taktik untuk menciptakan gangguan pasar. kapabilitas. Ketiga faktor tersebut saling berhubungan dan bekerjasama mengembangkan visi. Strategi ini dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimilki oleh pesaing. Tujuan “The New 7-S’s” adalah menciptakan gangguan melalui penciptaan keunggulan-keunggulan baru yangn berkesinambungan.104 dan berbeda untuk masa yang akan datang.

Jelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. Latihan a. Latihan Konsep 1.000 tetapi ia hanya memiliki Rp 15. Tetapi Wawan tidak memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya dan terkenal kurang jujur. Jelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha.000. Pada saat bersamaan koperasi dimana Andi bergabung bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 12% setahun. Jelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. modal awal yang diperlukan Andi untuk membeli bahan baku. Kasus Andi berniat mendirikan perusahan yang memproduksi dan menjual kentang goreng. Jelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni. Jelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. Saat ia menceritakan niatnya pada teman-temannya. 2.000. Tetapi ia tidak memiliki modal yang cukup. Berikut adalah laporan rugi/laba perusahaan yang didirikan oleh Andi: Laporan rugi/laba . 6. Setelah berjalan selama 3 bulan. 5. 7. Jelaskan cara mendirikan badan usaha. 4.000.105 N. Jelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. 3. Jelaskan pengertian strategi bersaing Porter. peralatan. 9. Berdasarkan hasil observasi. Wawan bermaksud untuk bergabung dengan Andi dan berjanji memberikan tambahan modal. b. perlengkapan dan sewa tempat adalah Rp 20.

Outlet terdekat “Top” berjarak 100 meter dari outlet milik Andi. 4) Beberapa bulan setelah Andi memulai bisnis.000 450.106 Perusahaan “Kentang Goreng” Untuk periode berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan: Penjualan Harga pokok penjualan: Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya operasional: Biaya komisi Biaya transportasi Biaya listrik.000. 5) Selama 6 bulan beroperasi.000 9. 2) Andi tidak benar-benar tahu siapa yang paling banyak menggunakan alat elektronik dan telpon.000 7.000. muncul perusahaan lain yang menjual produk singkong goreng yang dikemas menyerupai kentang goreng dengan harga yang lebih murah.000 50.000.000.000 4.000 6. 6) Meski telah dilatih selama 1 minggu.000 Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan bisnis kentang goreng: 1) Biaya komisi diberikan pada pemasok bahan baku.000 200.900.000 1.200.000 1.000 3. telpon.000. Andi telah memiliki pelanggan tetap setidaknya 100 orang yaitu para mahasiswa yang tinggal di dekat warung Andi.000.000 100.000 300.000.000. 3) Saat Andi memasuki bisnis ini telah ada merek “Top” yang telah lebih dahulu terkenal dan memiliki banyak pelanggan.000 2.000 10.000 200.100.000 1.000. Selain itu . Air paling sering digunakan untuk mencuci kentang.000 1. air Biaya gaji pegawai Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan inventaris Total Laba operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya pajak Laba/(rugi) bersih 500.000 2. 2 dari 4 karyawan masih kurang cekatan melayani pembeli sehingga waktu tunggu pembelian yang awalnya diperkirakan 5 menit menjadi molor 10 menit bahkan 13 menit.

21. Mas’ud & Mahmud. Bandung: Alfabeta. New York: Pree Press. Modul Pelatihan: Kewirausahaan. Donnely. Identifikasi persaingan apa yang dihadapi oleh Andi? 4.. 2005. 27. 33. 30. Pengantar Kewiraswastaan. Kewirausahaan yang Berproses. Wiratmo. A. Strategi apa yang harus dilakukan oleh Andi untuk mengelola karyawannya? E. Porter. Kewirausahaan. Jakarta:PPM. Moko P. Ivancevich. Meredith. Moerdiyanto. 22. D’Aveni. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Multi UNY. Geoffrey G.et al. Yogyakarta:BPFE. Yogyakarta:BPFE. Pertanyaan: 1. RW. Jakarta:Cresindo. Kewirausahaan. Organisasi: Perilaku. Teori dan Praktek. 1994. 1995.. Binis (Jilid 1). 31. Thoby. Jakarta: Salemba Empat. 2006. 1997. Mutis. Proses. 1996. Kewirausahaan. Struktur. New York: The Free Press Ian C. Hypercompetion: Managing The Dynamics of Strategic Maneuvering. Masykur. Jakarta: Binarupa Aksara. Hani Handoko. 2007. Alma. Griffin. 25. Competitive Strategy. 24. Gibson. Daftar Pustaka 20. 29. 1996 (terjemahan). Berdasarkan laporan rugi/laba biaya apa yang dapat dikendalikan oleh Andi? Cara apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan biaya tersebut? 3. Apa cara yang dapat dilakukan oleh Andi untuk mempertahankan pelanggan? 6. Suryana.107 beberapa pelanggan mengeluhkan rasa yang tidak sama jika dilayani oleh karyawan yang berbeda. RJ. 2005. www. Jakarta:Prehallindo. Bandung: Alpabeta. Yogyakarta:BPFE. Dan Ebert. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. 32. 1997 (terjemahan) 23. 28. jenis badan usaha apa yang sebaiknya dipilih oleh Andi? Mengapa? 2. Manajemen. Michael E. Astamoen. Berdasarkan kasus di atas. Buchari. MacMillan. 26.bhpinfosolution. 1997. 2005.Richard.com . Bagaimana strategi memenangkan persaingan tersebut? 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful