1

KEWIRAUSAHAAN MODUL B1.1: Sejarah, Karakteristik Wirausaha, Membangun Kewirausahaan Oleh: Nahiyah J. Faraz, M.Pd, M.Lies Endarwati, M.Si., & Dyna Herlina S., SE,SIP.

A. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan lebih memahami materi tentang sejarah dan pengertian kewirausahaan, karakteristik wirausaha, pentingnya kewirausahaan, dan membangunkewirausahaan. B. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. Menjelaskan sejarah kewirausahaan. 2. Menjelaskan dan memberi contoh pengertian kewirausahaan. 3. Menjelaskan dua pendekatan kewirausahaan. 4. Menjelaskan dan memberi contoh karakteristik wirausaha. 5. Menjelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan. 6. Menjelaskan watak wirausahawan. 7. Menjelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson 8. Menjelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha. 9. Menjelaskan model proses kewirausahaan. 10. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya kewirausahaan. 11. Menjelaskan dan memberi contoh cara membangun kewirausahaan.

C. Materi I. PENGANTAR Upaya menyerasikan atau membuat kebutuhan dan ketersediaan akan barang menjadi pas, hampir-hampir mustahil untuk dilakukan, tetapi kesenjangan keduanya justru memberikan nilai tambah tersendiri bagi lahirnya sebuah kreativitas. Banyak orang belajar dari serba kekurangan bukan dari serba kecukupan. Karena itu perlu kita renungkan kembali bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah ini sebenarnya bermakna keberuntungan atau ketergantungan. Modul ini tidak berpretensi untuk menjawabnya, kecuali menyadarkan suatu konsep yang sebenarnya telah lama dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa ini, yakni kewirausahaan. Leluhur bangsa kita terkenal sebagai kaum bahari dan daya tahan hidupnya sangat tergantung dari kegiatan wirausaha.

2

Modul yang dimaksudkan sebagai salah satu bahan pelatihan kewirausahaan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai sejarah, pengertian, dan arti penting dari kewirausahaan. II. SEJARAH dan PENGERTIAN Para wirausahawan dunia modern muncul petama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke XVIII. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa adalah orang-orang yang mempunyai uang, tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah ke bawah, yang didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Kewirausahaan dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan entrepreneur. Diduga, kata itu diadopsi dari bahasa Perancis yang berarti between-taker atau go-between (perantara). Istilah kewirausahaan yang masuk dalam kamus bisnis tahun 1980-an memiliki definisi yang berbeda-beda. Ada dua pendekatan yang dilakukan di dalam mendefinisikan kewirausahaan, fungsional yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan dalam kewirausahaan sisi penawaran. Pendekatan menekankan peranan kewirausahaan perekonomian seperti mengemban suatu resiko karena melakukan pembelian pada suatu tingkat harga tertentu dan menjualnya pada tingkat harga yang tidak menentu, melakukan kegiatan-kegiatan produksi dan inovasi, serta menyebabkan atau memberikan reaksi terhadap gejolak-gejolak ekonomi. Pendekatan kewirausahaan sisi penawaran menekankan kepada sifat-sifat individual yang dimiliki para pengusaha. Pendekatan ini mengatakan bahwa sifat-sifat tertentu seperti keinginan untuk berprestasi dan kemampuan untuk mengontrol serta menanggung resiko dari tindakan yang mereka lakukan sebagai sifat-sifat dari wirausaha. Entrepreneur dan fungsinya yang unik sebagai penanggung resiko, pertama kali dikemukakan oleh Richard Cantillon, seorang Irlandia yang berdiam di Perancis. Entrepreneur disini dimaksudkan sebagai upaya membeli barang dan jasa-jasa dengan harga ”tertentu”, untuk dijual dengan harga ”yang tidak pasti” di masa yang akan datang. Karena itu, pada awalnya, kewirausahaan diartikan sebagai ”pengambil resiko” (risk taker). Di awal abad ke-18, Richard Cantillon mengobservasi bahwa seorang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko pembelian dan penjualan. Beberapa ahli teori manajemen mengatakan bahwa kewirahusahaan adalah kehebatan dalam pembentukan perusahaan baru yang di dalamnya mengandung pemanfaatan peluang dan pengambilan resiko. Peter F. Drucker mendefinisikan kewirausahaan dengan lebih optimis, yakni

3

sebagai seorang yang berfokus kepada peluang, bukan resiko. Bapak manajemen yang terkenal ini juga menyebutkan bahwa kewirausahaan ini bukanlah pengambil resiko melainkan penentu resiko. Adam Simth dan Jean Baptisay (1803) mengatakan bahwa seorang wirausaha adalah seorang yang menyatukan faktor-faktor produksi. Joseph Schumpeter (1934) memberi makna kewirausahaan dengan kata inovator. Dalam bukunya, The Management Challenge, James M.Higgins (1994) menguraikan bahwa secara historis, kewirausahaan dianggap sebagai salah satu fungsi ekonomi. Higgins mengatakan pula bahwa yang membedakan para wirausaha dengan para manajer terletak pada pendekatan mereka terhadap pemecahan masalah. Para wirausaha bukan hanya memecahkan masalah atau bereaksi terhadap masalah, melainkan juga mencari peluang. Dua pendekatan mengenai definisi dari kewirausahaan di atas dibantah oleh Howard cukup Stevenson. Menurutnya, tak satupun dari kedua pendekatan tersebut yang menjelaskan teori kewirausahaan. Menurut Stevenson, kewirausahaan

merupakan suatu pola tingkah laku manajerial yang terpadu. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis, yakni: 1) orientasi strategis; 2) komitmen terhadap peluang yang ada; 3) komitmen terhadap sumberdaya; 4) pengawasan sumberdaya; 5) konsep manajemen; dan 6) kebijakan balas jasa. Dari keenam ciri di atas, dihasilkan dua bentuk pelaku bisnis dengan corak yang berbeda, yakni: Promotor dan Trustee. Promotor, yaitu orang yang percaya akan kemampuan yang dimilikinya. Trustee, yaitu orang yang lebih menekankan penggunaan sumberdaya yang telah dimilikinya secara efisien. Kemudian, Stevenson mengatakan bahwa dalam bentuk strategi suatu perusahaan, orientasi kewirausahaan lebih menekankan pada penggunaaan peluang terhadap sumberdaya yang tersedia. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain, mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. Kemudian bahwa para wirausaha berusaha untuk mendapatkan hasil optimal dengan sumberdaya tertentu. Selain itu, bahwa pola tingkah laku kewirausahaan mencakup kemampuan untuk menggunakan sumberdaya yang dimiliki orang lain, seperti keahliannya, ide-idenya atau bakat-bakatnya, serta memutuskan sumberdaya apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Terakhir, bahwa kebijakan balas jasa, sebagai faktor yang mendorong tingkah laku kewirausahaan, merupakan harapan-harapan individu serta persaingan kemampuan yang akhirnya menciptakan sistem balas jasa yang adil dalam perusahaan.

yakni kewirausahaan sebagai etika (akhlak. dan kewirausahaan sebagai etika (akhlak. assuming the accompanying financial. Pandangan tekstual bahwa kewirausahaan terkait dengan etika ekonomi (bisnis) dapat dicermati pada pendapat Salim Siagian (dalam Sutisno 2003:4-5) yang menyatakan sebagai berikut: Kewirausahaan adalah semangat. bahwa suatu negara akan mampu membangun. dan Soemanto (2002) baik dilihat dari asa etimologis. serta menciptakan dan mnyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien. moralitas) sosial modern (etika Kewirausahaan sosial). Bertolak dari gagasan tersebut dapat disimpulkan bahwa wirausaha sangat penting. melalui keberanian mengambil risiko. yakni: a. Kewiausahaan sebagai Etika Ekonomi Modern. sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaannya. Karena itu tidak mengherankan jika PBB menyatakan. kejiwaan. Sutrisno (2003). organisasi industri baru. e. ada banyak makna tentang kewirausahaan. and social risks and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction (merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda. Seorang wirausahawan mempunyai peran untuk mencari kombinasi-kombinasi baru. b. dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaga. dan sosial. metode produksi baru. Jumlah penduduk Indonesia saat ini . pelaku dan kemapuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat. mengatakan bahwa kewirausahaan adalah the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort. moralitas) ekonomi modern (etika kewirausahaan). seperti dikutip Buchari Alma (2000). tetapi menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadi). Sedangkan menurut Alma (2008:5) menyatakan sebagai berikut: Wirausahawan adalah seorang inovator. Pemaknaan seperti ini tidak saja berlaku secara tekstual. psychological. pengenalan barang. pasar-pasar baru. sebgai individu yang mempunyai naluri untuk melihat-lihat peluang. apabila memiliki wirausahawan sekitar 2% dari jumlah penduduknya. d. Makna ini dapat dikelompokkan menjadi dua. sumber bahan mentah baru. kemampuan dan pikira untuk menaklukkan cara berpikiran malas dan lamban.4 Dalam bukunya Entrepreneurship. c. Dengan berpegang pada paparan Alma (2008). sinonim maupun terminologi. tetapi dikenal pula secara umum dalam masyarakat. kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen. mempunyai semangat. kewirausahaan sebagai etika (akhlak. moralitas) ekonomi/isnis (etika kewirausahaan) berkaitan dengan makna kewirausahaan sebagai resep bertindak guna menumbuhkembangkan sistem perekonomian (bisnis) yang modern. menanggung resiko keuangan. dengan selalu berusahan mencari dan melayani lebih banyakndan lebih baik. mengingat bahwa modernisasi dalam bidang ekonomi. Robert Hisrich dan Michael Peters (1995). yang merupakan gabungan dari lima hal.

5 200. yakni tidak saja dalam bidang bisnis. tanggung jawab pribadi. 2) Minat terhadap peerjaan kewiraswastaan sebagai suatu akibat dari martabat dan “sikap berisiko: mereka. d. mengumpulkan sumberdaya-sumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan.000. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Namun kenyataannya.000 jiwa.000 orang (Alma. 2008:4). berkaitan dengan adanya kenyataan. Wirausahawan memiliki kedudukan amat penting dalam kehidupan suatu negara. Indonesia hanya memiliki wirausahawan sekitar 0. tetapi juga dalam bidang kemasyarakatan guna mewujudkan kehidupan suatu masyarakat modern (kewirausahaan sosial). kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta. Dalam Instruksi Presiden RI No. perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari.000. karena kewirausahaan juga meliputi seorang aspek sikap mental Jadi dan perilaku yang mencerminkan karakteristik wirausaha. bahwa wirausahawan tidak saja memberikan kemanfaatan bagi dirinya sendiri-pekerjaan dan pendapatan secara mandiri. sikap. III. Kewirausahaan sebagai Etika Sosial Modern.18% dari jumlah penduduk (Suruji. tetapi juga bagi negara dan warga masyarakat dengan penciptaan lapangan kerja. b. gagasan-gagasan. uang sebagai ukuran atas hasil. menciptakan. 2008). perilaku dan kemampuan kewirausahaan. bahwa keberhasilan suatu negara dalam proses percepatan pembangunan ekonomi sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas kewirausahaan yang dimiliki suatu negara. sikap. Mengingat. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Berbagai teori pembangungan menyatakan. Hal ini tercermin pada pendapat McClelland (1987:86) yang menyatakan sebagai berikut: 1) Perilaku Kewiraswastaan: a. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. sehingga paling tidak harus memiliki wirausahawan sebanyak 4. pembahasan masalah . ide-ide atau dalil-dalil yang tercantum di dalam kewirausahaan bisa diberlakukan sebagai resep bertindak yang bersifat universal. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA Kewirausahaan bukanlan sekadar ketrampilan manajerial dan bisnis belaka. pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan. c. memikul risiko-risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. bahwa konsep-konsep. 4 Tahun 1995. menerapkan cara kerja.

Sebaliknya hal-hal yang dapat merintangi munculnya sebuah kreativitas adalah sebagai berikut: Lebih menekankan pada perilaku dan struktur birokrasi. Inovasi adalah kerja keras yang mengikuti pembentukan ide dan biasanya melibatkan usaha banyak orang dengan keahlian yang bervariasi tetapi saling melengkapi. percaya pada diri sendiri. Destiny. Film ini telah mengilhami Stephen Covey. Untuk dapat memberikan respons terhadap perubahan. dan menekankan pada nilai yang menghalangi pengambilan resiko. Kesamaan antara entrepreneur. dan tindakan. Dedication. mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan. manusia harus kreatif. Kreativitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru. independen dalam pertimbangan. menyebutnya Mac Gyver factor. Kreativitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan. Kewirausahaan selalu tak terpisahkan dari kreativitas dan inovasi. antara lain : keterbukaan pada pengalaman. dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impian tersebut. Inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas yang tinggi. dimaksukan bahwa seorang wirausaha mempunyai visi bagaimana keinginannya terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya. menekankan denda atau hukum atas sebuah kegagalan. Dengan demikian. Konsep decisiveness. keunikan. menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan. and Distribute. Devotion. Details. Dollars. Kreativitas berbeda dengan inovasi. memperkecil ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan.6 kewirausahaan berarti juga menyoroti mengenai profil seorang manusia yang memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat khas. Bahwa ia selalu mengubah “kesempitan menjadi kesempatan”. menekankan pentingnya prosedur yang baku. Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri. . Decisiveness. rasa keingintahuan yang tinggi. mengagungkan tradisi dan budaya yang dibuat. kreativitas merupakan titik permulaan dari setiap inovasi. Konsep dream. sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan uang dengan menggunakan ide-ide baru tersebut. dapat menerima perbedaan. kreativitas yang berkesinambungan dan seringkali susah ditebak sebelumnya. Kesepuluh konsep itu adalah. Dream. Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan. dalam bukunya First Thing First. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. bahwa seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Determination. sistem pengendalian yang kuat. karena lingkungan cepat sekali berubah. melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa. Kesukaan pemirsa televisi terhadap film Mac Gyver adalah karena Mac Gyver senantiasa menampilkan keunikan dan kreativitas yang berkesinambungan. komunikasi yang lemah. pemikiran. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep 10D. Doers.

Menurut Meredith (1996) wirausahawan adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis. walaupun dia dihadapkan pada rintangan yang mustahil diatasi. Dengan kata lain. dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. kadang-kadang dia mengorbankan hubungan kekeluargaan. artinya seorang wirausaha mencintai pekerjaannya dan produk yang dihasilkannya secara gila-gilaan. Mereka berasumsi. Motivasinya bukan untuk memperoleh uang. Dia tidak mau mengabaikan faktor kecil sekalipun yang dapat menghambat kegiatan usahanya. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. guna memastikan kesuksesan. begitu seorang wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya. Hal inilah yang mendorong dia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkannya.7 Kecepatan dan ketepatan dia mengambil keputusan adalah merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya. Konsep dedication. Konsep destiny. seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai. jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas memperoleh uang atau keuntungan. Baginya. uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Konsep determination. Mereka bekerja tidak mengenal lelah. mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat. Konsep devotion. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain. seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Ciri dan Watak Wirausahawan menurut Meredith (1996). Konsep dollars. seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya terhadap orang–orang kepercayaannya. Artinya seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin yang dia sanggup. Orang-orang kepercayaan ini adalah orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis. Konsep details. seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Konsep distribute. melupakan hubungan dengan keluarganya sementara. para wirausaha adalah individu yang berorentasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. Konsep doers. seperti tergambar dalam tabel berikut : . seorang wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan.

Tekad dan kerja keras .Inovatif dan kreatif . Keorisinilan 6.Bertingkah laku sebagai pemimpin . mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. Berorienntasi tugas dan hasil 3. tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi. .Optimisme . Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan kemudian menilainya.Kebutuhan akan prestasi .Pandangan ke depan .Individualitas .Fleksibel . Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang.Punya banyak sumber . 1996) Karakteristik wirausaha. persepsi pada kemungkinan berhasil. Keempat.Keyakinan . Penggerak utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi. Ketiga. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting.Energik dan inisiatif . preferensi kepada resiko-resiko menengah.Mempunyai dorongan kuat .Dapat bergaul dengan orang lain . yang biasanya diidentifikasikan sebagai need of achievement (n-Ach). menurut McClelland.Perseptif 2. Mereka memilih menggunakan sumberdaya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggungjawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia. yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan. Kepemimpinan 5.Ketidaktergantungan . adalah sebagai berikut: Pertama. Ciri dan Watak Wirausaha (Meredith. keinginan untuk bertanggungjawab. Pengambil risiko 4.Ketekukan dan ketabahan .Kemampuan mengambil risiko .8 Ciri-ciri 1. suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras. Kedua.Suka tantangan . Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi. keinginan untuk berprestasi. Percaya Diri Watak .Berorientasi laba .Serba bisa .Menanggapi saran dan kritik . Seorang wirausaha menginginkan tanggungjawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Berorientasi ke masa depan Tabel-1. Wirausaha bukanlah penjudi.

Di Amerika Serikat. pasti menghadapi resiko. di daerah pinggiran kota. wirausaha diartikan sebagai seseorang yang memulai bisnis baru. yaitu dengan bertanya. Apakah usaha kecil identik dengan wirausaha? Tidak setiap bisnis kecil identik dengan wirausaha. Apa yang mereka lakukan adalah yang telah berulangkali mereka lakukan sebelumnya. orientasi ke masa depan. Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan. perancangan proses dan peralatan. tetapi mereka sama sekali tidak menciptakan kepuasan baru atau permintaan konsumen yang baru. aktivitas energik. Gagasan Nasution. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. nilai apa yang berharga bagi pelanggan? Kemudian standarisasi produk. Kedelapan. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. menyatakan bahwa kewirausahaan . Kesembilan. jiwa. rangsangan oleh umpan balik. Ketujuh. sikap terhadap uang. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standar yang diinginkan. wirausaha dengan usaha kecil. juga dapat dibuat oleh setiap restoran Amerika lainnya yang dilakukan jauh sebelumnya dan biasa-biasa saja. tetapi mereka umumnya bukanlah wirausaha. Mereka mengadu untung dengan makin banyaknya orang yang suka makan di luar rumah di daerah itu. Usaha ini memang tidak menciptakan sesuatu. Sebaliknya usaha McDonald adalah wirausaha. Noer dan Suef (2001).9 Kelima. dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. maka McDonald secara drastis meningkatkan hasil dari sumber-sumber yang ada. Tidak setiap bisnis kecil bersifat wirausaha. Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Akan tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen. Suami-istri yang membuka warung tegal (warteg) yang baru. ketrampilan dalam pengorganisasian. Pada akhirnya kita perlu membedakan. Produk akhir yang dihasilkannya. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. kecil dan milik sendiri. dan ciri wirausaha secara lebih meyakinkan. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Keenam. pada mulanya. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan. Inilah yang menjadi alasan bahwa McDonald adalah wirausaha. apakah umpan baliknya baik atau buruk. dan Soemanto (2002) tentanng watak.

2. rakus atau serakah. banyak senyum) • Selalu ingin meyakinkan diri sebelum bertindak. • Rasa tanggung jawab yang tinggi atas tugasnya dalam kehidupan. • Bertekad mengutamakan kemajuan kemanusiaan dan lingkungan. tidak lekas putus asa. Kategori Watak Wirausaha Penjelasan • Berwatak maju (tidak cupet nalar). • Menghormati tertib hukum. • Berkepribadian yang menyenangkan (ramah. • Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri yang makin menjulang tinggi. • Menolak cara berpikir. Hal ini dapat dicermati pada tabel-2 berikut ini: No. • Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya. bukan menjual harga diri. apalagi mengemis. • Tidak berlebihan dalam hal apa pun (over acting). • Bertekad menyebarluaskan segala apa yang baik bagi kepentingan umum. • Tahu apa maunya. • Memelihara seni berbicara dan kesopanan. Ciri wirausaha . • Sangat menghargai waktu. bersikap. dan berbuat negatif. tahu cita-cita hidupnya. • Ulet dan tekun. • Berpandangan positif dan kreatif. • Berani mengambil risiko yang diperhitungkan. 1. • Beirisiatif tapi disiplin diri. • Rasa percaya diri akan keberhasilan perorangan. • Bersedia melakukan pekerjaan kasar (pengorbanan). • Setia kawan. • Lebih mengutamakan memberi daripada meminta. • Keinginan untuk memperoleh umpan balik secara cepat. • Tidak gila kekuasaan • Selalu tepo seliro. • Percaya pada diri sendiri. • Beriman dan berbuat kebaikan sebagai syarat kejujuran pada diri sendiri. • Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah atau dari atas. dan mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir. Jiwa atau semangat wirausaha 3. • Selalu mensyukuri yang kecil-kecil yang ada pada dirinya. tetap juga sebagai tika sosial (kewirausahaan sosial). • Pandai bergaul. bersikap mental dan berbuat positif. • Tahu menimbanng antara kebergantungan dan kemandirian. • Beriman dan berbuat kebaikan. • Bergairah dan mapu menggunakan daya penggerak dirinya. • Bertanggungjawab • Memilih akibat moderat. • Tidak gila pangkat dan gelar. • Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri. • Rasa keadilan yang seimbang.10 tidak saja dapat diberlakukan sebagai etika ekonomi.

disiplin kerja. tampak bahwa keduanya memiliki prinsip yang sama. bahwa wirausaha pada dasarnya adalah pendekar kemajuan. dan siap untuk menerima pengalaman baru. perilaku dan . 6. Orang-orang di sekeliling mereka dapat dipercayai akan memenuhi kewajiban dan tanggung jawab merea masing-masing. Manusia modern percaya bahwa kehidupan alam dunia dapat diatur dan diperhitungan. karena itu mereka lebih punya kesiapan uuntuk menghormati oarng lain. dengan mencermati ciri-ciri manusia modern. pemerintah mendefinisikan kewirausahaan sebagai berikut : Kewirausahaan adalah semangat. Jiwa. 7. 4. Ini berarti bahwa manusia modern tersebut perlu terarah kepada kejadian-kejadian yang terjadi di tempat yang jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. 2005:100-101) 3. Hanya dengan cara-cara seperti itulah persoalan hidup dapat diselesaikan dengan baik. Mendasarkan tindakan pada perolehan pendapatan. Manusia modern tidak pasrah kepada lingkungan alamnya.11 • • • • Punya semangat tinggi Berorientasi pada masa depan. Manusia modern menjalankan kehidupan secara berencana dan terorganisasi. Pendek kata. dan apa yang dimiliki orang tersebut (Ikeles. Marzali. Berkenaan dengan itu Suparman (1978) menyatakan. bersedia dan menghargai kepercayaan. watak. Karena itu. dan Ciri Wirausaha Tabel-2 dan gagasan McClelland (1987) menunjukkan bahwa watak. Dalam Instruksi Presiden RI No. Manusia modern adalah manusia yang punya pola pikir terbuka kepaa inovasi dan perubahan. dan hidup teratur. 2. 8. 5. kurang berorientasi ke masa lampau. Bahkan yang tidak kalah pentingnya. Mampu mengorganisasi. sikap dan pendapat yang berlainan. Watak. 4 Tahun 1995. Manusia modern percaya akan keampuhan ilmu dan teknologi. jiwa dan ciri wirausaha adalah bermuatan tipe ideal yang bersifat umum sehingga dapat diterapkan dalam bidang ekonomi maupun kemasyarakatan. dan ciri wirausaha secara substansial sama dengan cita-cita membentuk manusia modern dalam bidang ekonomi maupun sosial. keturunan. Manusia modern juga harus mempunyai yang lebih demokratis. Manusia modern menyadari akan harga diri dan kemudian oarng lain. Mereka menghargai tepat waktu. 9. dan ciri wirausaha. bukan menurut kedudukan. 1980:87100. lalu dibandingkan dengan watak. Manusia modern mempunyai pandangan yang luas terhadap sejumlah masalah dan isu yang terjadi tidak hanya di lingkungan langsung tetapi juga di lingkungan yang lebih luas. maka cita-cita mewujudkan manusia yang memiliki watak. Manusia modern percaya bahwa penghargaan dan kemuliaan diberikan sesuai dengan apa yang telah diperbuat seseorang. dan ciri wirausaha dapat pula dihubungkan dengan ciri-ciri manusia modern sebagai berikut: 1. sikap. Manusia modern lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan. jiwa. Manusia modern percaya bahwa manusi dapat belajar mengendalikan lingkungan alamnya dalam rangka mendapatkan kehidupan yang lebih baik. dan ini biasanya diperoleh melalui mass media dan pendidikan. Tabel-2. jiwa. jiwa.

membuka jalan bagi perusahaanperusahaan kecil. sikap. Permasalahan lainnya adalah tidak relevannya pendidikan dengan dunia kerja nyata yang ditandai oleh tingginya tingkat pengangguran tenaga kerja terdidik. maupun setiap bangsa dituntut untuk selalu bersikap kreatif dan inovatif. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memeroleh keuntungan yang lebih besar. perilaku dan kemampuan kewirausahaan. Tidak hanya itu. menerapkan cara kerja. Jadi wirausahawan adalah orang yang mempunyai semangat. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. IV. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. atau orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. di mana pertumbuhan angkatan kerja jauh lebih besar daripada pertumbuhan kesempatan kerja. setiap kelompok orang. PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN Dalam era globalisasi sekarang ini. tidak hanya dalam penguasaan ilmu. merupakan keharusan bahwa setiap orang. Dalam era yang kompetitif ini.12 kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari. memang memiliki peran strategis dalam membentuk sumberdaya manusia yang berkualitas. menciptakan. perhatian orang tertuju pada kiat-kiat yang harus diciptakan untuk bisa ikut bergabung dan bermain bersama dalam era ini. Dunia pendidikan. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. Dengan demikian persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja itu tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. karena memiliki . Namun realitas atau kondisi empirik yang ada sekarang ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan pertumbuhan kesempatan kerja. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. Singkatnya. Hanya saja membutuhkan lahirnya karakteristik tertentu yang tidak hanya sekedar tekun dan ulet tetapi juga kreatif dan inovatif. Hanya sekitar 30-40 persen saja alumni pendidikan tinggi yang terserap di dunia kerja (Wahjoetomo:1995). melainkan terutama kesiapan memasuki dunia kerja nyata. mengumpulkan sumberdayasumberdaya yang dibutuhkan dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. jika tidak ingin dilindas zaman.

Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. namun uang bukan segala-galanya. Hal ini disebut motivasi berprestasi atau kebutuhan berprestasi.13 tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. dengan selalu berpikir dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru guna memperbaiki kualitas kerja yang dicapainya. bukan politikus atau konsultan ahli dari negara-negara maju. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. Kedua. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. Model Proses Kewirausahaan Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave (dalam Alma. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. daya adaptasi tinggi. telah melahirkan dua kenyataan. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. ketika berbagai perusahaan besar. kerja keras. 2005) yang menyatakan. begitu pula amoral failist. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. menjadi urutan langkah-langkah berikut: . Krisis ekonomi yang melanda negara-negara Asia Tenggara. termasuk Indonesia. melainkan yang lebih penting adalah niat yang kuat untuk mencapai prestasi gemilang melalui penampilan kerja yang baik. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. 1. Betapa pentingnya kedudukan wiirausahawan dalam konteks modernisasi. Pertama. 2007:10). sejak 1997. dapat dicermati dari gagasan McClelland (1987) yang menyatakan. bahwa kaum wirausahawan domestik yang paling bertangung jawab bagi modernisai. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. MODEL PROSES MEMBANGUN SIKAP WIRAUSAHA Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. terhantam krisis yang luar biasa. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. V. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. telah terjadi tindakan PHK secara besar-besaran. Wirausahawan memang melakukan kegiatan bertujuan mencari uang. milik konglomerat. Gagasan ini diperkuat oleh Everet Hagen (dalam Marzali. ternyata banyak perusahaan kecil yang tetap eksis.

misalnya memiliki tabungan. memiliki bangunan yang lokasinya strategis. Faktor-faktor environment yang mendrong menjadi pemicu adalah sebagai berikut: a. terhadap bisnis. keinginan menanggung resiko. dan faktor pengalaman. dan komitmen atau minat yang tingi . Keberanian menanggung risiko. 2) Proses pemicu Beberapa faktor personal yang mendorong pemicu artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah: a. b. Dorongan karena faktor usia. warisan. faktor pendidikan. d. c. hobi dan sebagainya. adanya sifat penasaran. pengalaman dan kreativitas. tidak ada pekerjaan lain. Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan. Sedangkan faktor-faktor environment mendorong inovasi adalah: adanya peluang. Adanya inovasi yang berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha. modal. Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). b. Adanya persaingan dalam dunia kehidupan.14 Innovation (Inovasi) Triggering Event (Pemicu) Implementation (Pelaksanaan) Growth (Perumbuhan) 1) Proses Inovasi Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi. Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Tidak diragukan lagi pengalaman adalah sebagai guru yang berharga yang memicu perintisan usaha apalagi oleh adanya peluang dan kreativitas. memiliki ketrampilan.

4) Proses Perumbuhan Proses pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain adalah: a. b. adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam usaha. d. pandangan yang jauh ke depan guna mencapai keberhasilan. Budaya perusahaan jika sudah terbentuk dan diiuti dengan penuh tanggunng jawab oleh seluruh karyawan maka pertumbuhan perusahaan akan berkembang pesat. adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya. c. misalnya kualitas makanan. . Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan. kebijakan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam ijin lokasi usaha ataupun fasilitas kredit. andanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan. adanya visi. d. mengikuti latihan-latihan atau Incubator Bisnis. b. Ada berbagai bentuk persaingan yang ada di pasar. Adanya produk yang dibanggakan. d. mulai dari pengusaha pasar yang sangat dominan. d. b. Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya. personalia. adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis. c. Adanya strategi yang mantap sbagai produk dari tim yang kompak. 3) Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personal yang mendorong pelksanaandari sebuah bisnis adalah sebagai berikut: a. dan sebagainya. adanya bantuan famili dalam berbagai kemudahan. Adanya tim yang kompak dalm menjalankan usaha. sehingga semua rencana dan pelksanaan operasional berjalan produktif. dan bimbingan usaha yang dilakukan oleh Depnaker. adanya seorang wirausaha yang sudah siap mental secara total. yang mempunyai keunikan produk. lokasi usaha. adanya dorongan orangtua untuk membuka usaha.15 c. Dunia persaingan sekarang sangat tajam. c. pembanu utama. Sedangkan faktor Sosiologis yanng menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah: a. manajemen. e. Sedangkan faktor environment yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah sebagai berikut: a. Adanya hubungan-hubungan atau relasi dengan orang lain. Sekarang banyak kursuskursus bisnis dan lembaga menejemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihanIncubator Bisns. atau keistimewaan yang dimilkik.

Merek ini market share nya paling banyak/uas. Juwana di Pati. c. Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan Melihat uraian di atas muncul pertanyaan apakah sebenarnya yang paling mendorong seseorang untuk memasuki karir wirausaha? Jawabannya menyangkut dua hal. Indonesia. hobi. Dalam istilah pemsaran mereka ini terdiri atas market leader. menyatakan bahwa seoarang wirausaha adalah seseorang yang memilki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak brwirausaha. ini ada beberapa daerah atau lokasi yang bannyak wirausahanya. Setelah itu ada market follower yang ikutikutan saja karena modal terbatas. market follower. Kotagede di Yogyakarta.16 kekuatan yang sedang dan yang lemah. d. Sedangkan penelitian di Rusia 80% menyatakan mereka membuka bisnis karena ingin menjadi boss dan memperoleh otonomi serta kemerdekaan pribadi. dan market nicher. Garut. merek belum terkenal dan terakhir market nicher yang menjual produknya pada relung-relung/celah pasar yang belum terisi oelh merek lain. Tanggulangin di Jawa Timur. Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberikan fasilitas keuangan. tantangan atau kepuasan pribadi dan melakukan kreativitas. Wedi di Klaten. misal Desa Manding di Bantul. market challenger. Di negara kita. Adanya konsumen dan pemasok barang yang kontinyu. Pada setiap produk. dan 10% menyatakan jawaban membuka bisnis untuk kesenangan. hanya 18% menyatakan ingin memperoleh uang. .Ceper di Klaten. yaitu: 1) Personal Attributes 2) Personal Environment Personal Attributes David McClelland di dalam bukunya The Achieving Society. yang masih bisa dimanfaatkan. Tasikmalaya. Cibaduyut di Bandung. Di pasar ditemukan pemimpin pasar. b. Ngunut di Tulungagung. yang berusaha menunggu kesempatan mengatasi leader. Adanya sumber-sumber yang tersedia. Faktor Environmental Di samping faktor personal yang ada di dalam diri pribadi wirausaha maka ada pengaruh faktor luar terhadap pembentukan watak wirausaha. atau merek yang dijual di pasar ada merek yang melekat di hati konsumen. Dalam suatu penelitian di Inggris menyatakan bahwa motivasi seseorang membuka bisnis adalah 50% ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri. e. Kemudian menyusul penantang pasar (market challenger). ini disebut market leader.

5) Tidak cepat puas dan utus asa. Untuk melangkah ke suatu hal yang baru akan terasa berat dan gelap. 6) Optimis dan penuh keyakinan. Demikian pula suasana lingkungan yang lain yang bisa kita jumpai pada sejumlah dosen serta alumni MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang mendirikan sejumlah perusahaan. pasti akan terasa segan dan canggung. maka perlu melakukannya dengan langkah-langkah yang mudah. Jurus Awal Menjadi Pengusaha Sulitnya memutuskan untuk memulai berwirausaha hampir melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia. dan sebagainya. pendidikan kewirausahaan telah dilakukan puluhan tahun lalu. Faktor penyebab tersebut antara lain pola pikir masyarakat yang diwujudkan dalam cita-cita. Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Sebenarnya untuk memulai segala sesuatau yang masih baru. Padang. pergudangan. Banyak faktor penyebab yang mengakibatkan masyarakat belum berani memulai suatu kegiatan yang disebut wirausaha. merasa tidak diajar dan dirangsang untuk berusaha sendiri. Demikian pula di Amerika terkenal daerah Silcon Valley di mana dijumpai banyak pengusaha-pengusaha besar. . Menurut Kasmir ada bebrapa jurus awal yang harus segera dilakukan jika mau berwirausaha. Sejak perang dunia ke-2 sampai tahun1988 telah didirikan 636 perusahaan oelh dosen dan alumni MITI ini. 2006:8). 3) Penuh perhitungan. bahkan di beberapa negara.17 Madura. sebagian besar ingin menjadi pegawai (mental buruh). Agar langkah-langkah untuk berwirausaha menjadi mudah dan terang. Suasana semacam ini sangat berpenaruk kepada warga masyarakata untuk menumbuhkan minat wirausaha. Bali. 4) Memiliki rencana yang jelas. perbankan. transportasi. kita akan merasa adanya perbedaan (Kasmir. Dalam hal pendidikan kewirausahan. dan pemerintah kurang begitu tanggap untuk mengubah pola pikir masyarakat. Di daerah tersebut dijumpai kegiatan wirausaha membeli dan menjual barang. khususnya masyarakat menengah ke bawah. 2. setelah memasuki dunia baru tersebut. Pengusaha-pengusaha MIT ini saling bekerja sama dan mendorong pertumbuhan bisnis dan perkembangan teknlogi di Amerika. 8) Memiliki etika dan moral. Akan tetapi. apa pun nama kegiatannya. dan berbagai jasa konsultan. yaitu: 1) Berani memulai. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). 7) Memiliki tanggung jawab.. Langkah-langkah ini oleh Kasmir (2006) diartikan sebagai jurus yang akan membimbing dan mengarahkan seseorang sebelum memulai usaha.

Hal yang terpenting adalah memulai terlebih dahulu. bangkrut atau risiko lainnya. tetapi memulainya sangat slt. Untuk itu. Banyak kendala yang dihadapi. siapa yang akan melaksanakannya. Ada istilah ekstrem bahwa jika ingin berwirausaha. Artinya bisnis yang akan dijalankan pasti memiliki risiko dan untung. Terkadang niat dan motivasi yang kuat untuk berusaha tidak akan pernah terealisasi tanpa berani mulai saat ini juga. Kegagalan merupakan sukses yang akan tertunda. harus siap rugi terlebih dahulu sehingga bersungguh-sungguh dalam menjalankan usaha nantinya. kapan akan dilakukan. Langkah selanjutnya. Rencana dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha harus dibuat selengkap mungkin. barulah diketahui kekurangan dan hal-hal yang perlu dipersiapkan lanjut. Hal yang perlu diingat adalah menjalankan segala sesuatu dengan perhitungan matang dan selalu memiliki sikap optimis bahwa semua masalah dapat diatasi. Rencana yang akan dijalankan ini memuat apa saja yang harus dialkukan. Kemudian. ini juga menjadi momok bagi calon wirausahawan baru. Perlu dicamkan pula bahwa semakin besar risiko yanng dihadapi. Perlu diingat bahwa dalam usaha (bisnis) hanya ada dua pilihan. semakin besar peluang untuk maju dan meraup keungtungan. Penyakit seperti ini harus dikikis habis. bagaimana melakukannya. Seorang calon pengusaha harus berani mengambil risiko sebesar dan seberat apa pun. Bahkan seorang calon yang hebat selalu haus akan kemajuan dan selalu akan merasa kurang. berapa besar biaya yang dikeluarkan. rencana yang sudah dibuat akan dijadikan sebagai pedoman dalam melangkah ke depan. . Kemudian. Agar peluang memperoleh keuntungan tidak hilang dan segala kendala risiko yang bakal dihadapi dapat diatasi atau diminimalkan. pengusaha juga diharuskan untuk tidak cepat putus asa atas segala kegagalan yang dialaminya. Sikap untuk tida cepat putus asa ini akan memotivasi pengusaha untuk terus maju. Tanpa rencana yang matang dan lengkap sulit untuk mencapa suatu tujuan yang akan dicapai. itu pun tidak terlalu meleset dari perhitungan. seperti dari mana dimulainya usaha tersebut dan apa yang perlu dipersiapkan. Untuk memulai pertama kali suatu usaha memang terasa sangat berat. Berani memulai artinya seseorang harus segera memulai. Banyak orang mengatakan bahwa membuka usaha gampang. Kalkulasi dalam prediksi apa yang akan terjadi sangatlah penting dan perlu dibuat di atas kertas kerja. Seorang calon pengusaha tidak akan pernah cepat puas atas hasil yang akan dicapai.18 9) Dan lainnya. Penyakit takut rugi atau bangkrut. yakni untung atau rugi. seorang calon pengusaha dituntut untuk berani menanggung sehala risiko. baik risiko kerugian. sebelum melakukan bisnisnya seorang calon pengusaha perlu memperhitungkannya. seorang calon pengusaha diminta untuk memiliki naluri dan daya pikir yang hebat. Perhitungan yang dibuat sebaiknya dituangkan dalam suatu rencana yang lengkap. Kalupun teradi risiko yang harus ditanggung nantinya. paling tidak berpikir untuk berusaha. memulai usaha dari hal-hal yang paling kecil sesuai dengan kemampuan si calon pengusaha.

D. pelanggan. epngusaha selalu berusaha bertindak untuk lebih baik dari sebelumnya. Namun. yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. Misalnya. didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tanggung jawab sosial kepada masyarakat juga tidak boleh dilupakan karena tanpa masyarakat usaha kita tidak akan pernah maju. Dengan demikian. optimistis dan penuh keyakinan tentunya harus penuh perhitungan yang matang. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Rangkuman Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke delapan belas. Terakhir. kepada masyarakat. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi-organisasi mereka. calon pengusaha juga harus memiliki tanggung jawab terhadap para pegawainya.19 Selidiki dengan teliti penyebab kegagalan tersebut dan segera perbaiki sehingga kegagalan tersebut tidak akan pernah terulang lagi. tetapi bukan berasal dari golongan bangsawan. Seseorang yang tidak memiliki sikap optimistis akan sulit untuk menembus setiap halangan atau rintangan yang akan dihadapinya. Pengusaha harus mampu menghargai karyawan. Pengusaha juga harus mampu unuk menciptakan dan atau mencai peluang-peluang bau yang lebih memberikan harapan. Optimistis dan keyakinan akan berhasil merupakan bayangan yang akan terus mengikuti perasaan bahwa kita harus berhasil dalam menjalankan perusahaan. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan. dalam hal komitmen untuk mengembalikan sesuatu yang wajib dilakukan. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang-peluang yang . ataupun kepada pihak-pihak luar perusahaan. masyarakat. Hal ini perlu dijunjung tinggi mengingat etika dan moral berbisnis merupakan dasar untuk melakukan suatu bisnis yang baik. Sifat optimistis dan penuh keyakinan bahwa usaha yang sedang dijalankan akan memberikan hasil selalu ditanamkan kepada setiap calon pengusaha. Keberhasilan memberi arti dan kebanggaan pada usaha yang mereka lakukan. Beberapa adalah orang mempunyai uang. kewirausahaan merupakan suatu polah tingkah laku manajerial yang terpadu. Di samping itu. Mereka muncul dari kelas menengahbawah. Menurut Stevenson. Pengusaha juga diahruskan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap usaha yang sedang dijalankan. atau pihak-pihak yang berhubungan dengan prusahaan sesuai dengan etika yang berlaku. Jangan pernah ada rasa keraguan yang dapat menghentikan usaha yang akan dijalankan. seorang calon pengusaha harus memiliki etika dan moral dalam menjalankan usahanya. baik dalm hal memberikan kesejahteraan maupun keamanan mereka dalam bekerja. mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama.

tentu bisa diminimalisir pada aras yang sekecil-kecilnya. pengambil risiko. Kesepuluh konsep itu adalah. yaitu: keinginan berprestasi. Dengan demikian terwujudnya bangsa Indonesia yang modern secara ekonomi dan sosial tentu semakin mudah tercapai. Persoalan penting yang menjadi prioritas untuk dilakukan adalah bagaimana agar tenaga kerja terdidik yang tidak terserap di dunia kerja tetap menjadi aset yang potensial dalam era globalisasi ini. membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan kecil. karena memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi disertai akses yang lebih luas untuk menjangkau peluang ekonomi dunia dibandingkan dengan perusahaan besar. yakni: 1) orientasi strategis. and Distribute. Sedangkan Meredith merumuskan 6 ciri wirausaha yaitu percaya diri. keinginan bertanggungjawab. dan 6) kebijakan balas jasa. menyatakan bahwa semakin besar dan semakin terbukanya ekonomi dunia. ketrampilan dan pengorganisasian. Devotion. Dedication.Tidak hanya itu. William Bygrave (1994) mendeskripsikan karekteristik wirausaha ke dalam sepuluh konsep yang disebutnya sebagai konsep10 D. preferensi pada risiko menengah. bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung pada seberapa besar warganya berpegang pada nilai dan sikap inovatif atau innovational personality. dan berorientasi ke masa depan. orientasi ke masa depan. Perbedaan seorang berjiwa wirausaha dengan yang tidak adalah dalam kemampuannya memahami bisnis dengan sangat baik sehingga mereka bukan hanya mampu membuat komitmen lebih dahulu dibandingkan orang lain. berorientasi tugas dan hasil. 3) komitmen terhadap sumberdaya. maka semakin besar pula peluang untuk mencapai modernisasi. 5) konsep manajemen. semakin perusahaan-perusahaan berskala kecil dan sedang akan mendominasi. Pola tingkah laku manajerial yang terpadu tersebut bisa dilihat dalam enam dimensi praktek bisnis. bahkan hilangnya penghalang perdagangan di seluruh dunia. termasuk di dalamnya kemajuan dalam bidang ekonomi. . Dollars. John Naisbitt (1994) dalam event Global Entrepreneur ’95 di Singapore. rangsangan oleh umpan balik. Jika wirausahawan bisa ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. begitu pula amoral failist. Di sinilah pentingnya pemahaman dan kajian mengenai kewirausahaan sebagai alternatif memasuki dunia kerja yang tidak lebih jelek dari jabatan pegawai negeri maupun swasta. Decisiveness. dan sikap terhadap uang. Everet Hagen yang menyatakan. 4) pengawasan umberdaya. perusahaan kecil dan menengah akan menjadi pemain utama dalam percaturan ekonomi dunia di masa yang akan datang. bahkan menjanjikan pendapatan yang tidak kecil. kepemimpinan. Dream.20 tersedia tanpa mengabaikan sumberdaya yang dimilikinya. 2) komitmen terhadap peluang yang ada. Doers. Menurut McClelland karakteristik wirausaha ada 9. Details. aktivitas energik. keorisinilan. Determination. maka keterbelakangan dalam bidang ekonomi. mereka juga mengetahui kapan harus keluar dari suatu bisnis. persepsi atas keberhasilan. Semakin tinggi kuantitas dan kualitas anak bangsa berpegang pada innovational personality. Singkatnya. Destiny.

Mengapa setiap orang perlu memiliki sifat kewirausahaan! 12. (2) Proses Pemicu. menjadi urutan langkah-langkah berikut: (1) Proses Inovasi. 10) Dan lainnya. Sejak kecil. Sebutkan dan jelaskan enam dimensi kewirausahaan menurut Howard Stevenson! 6. Bahkan. ia memiliki 10 pabrik dan 2. Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave. E. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. dan selalu menggali ide sebagai sumber kekayaan. ia pernah menjalani hidup yang keras di Jakarta. daya adaptasi tinggi. sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Jelaskan pengertian kewirausahaan ! 2.21 Wirausaha adalah ketrampilan bukan merupakan keturunan semata. Jelaskan 10 karakteristik wirausaha menurut William Bygrave! 9. Segalanya tentu tak mudah diraih. Jelaskan perbedaan antara manajer dan wirausaha! 5. sumbangan apa yang dapat diberikan oleh wirausaha untuk dirinya sendiri dan bangsa? 13. Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Cerita Sukses : KISAH SUKSES PENGUSAHA BURGER (Nopember 10.000 outlet Edam Burger yang tersebar di seluruh Indonesia. saya terbiasa ditempa bekerja keras. dan (4) Proses Pertumbuhan. Malah kalau dipikir-pikir. 8) Memiliki tanggung jawab. Jelaskan 2 karakteristik wirausaha! 7. 5) Memiliki rencana yang jelas. Berikan minimal 2 contoh untuk masing-masing karakteristik! 8. Sebutkan dan jelaskan dua pendekatan kewirausahaan! 3. kerja keras. (3) Proses Pelaksana. Bayangkan. Pertanyaan Konseptual 1. Jelaskan hubungan antara risiko dan sifat kewirausahaan! 4. Sedangkan Kasmir merumuskan jurus awal menjadi pengusaha adalah: 1) Berani memulai. 2) Berani menanggung risiko (tidak takut rugi). Latihan I. . 6) Tidak cepat puas dan utus asa. Jelaskan watak wirausahawan menurut McClelland! 11. Jelaskan Jurus Awal Menjadi Pengusaha ! II. Kini. 7) Optimis dan penuh keyakinan. Jelaskan watak wirausahawan menurut Meredith! 10. tetapi dapat dilatih dan dipelajari. 4) Penuh perhitungan. Modal dasar dalam membangun sikap wirausaha adalah kemauan belajar hal baru. 9) Memiliki etika dan moral. Secara ekonomi. 2007) Seorang Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Jelaskan model proses kewirausahaan ! 14.

saya menikah dengan perempuan sedaerah.Bahan-bahan pembuatan burger. Setelah lulus STM. Saya hanya mematok harga Rp 1. daging. Saya beli satu peti telur di pasar. Saya pindah ke Perumnas Klender. Susahnya kalau hujan turun. Sumber: http://cepiar.com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusahaburger/realview%28%27detail_images. saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. usaha saya mandeg. Tahun 1985. NYARIS TERSAMBAR PETIR Titik cerah muncul di tahun 1990. hasilnya tak mengecewakan. setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Tak berhenti sampai di situ. sayur. ya. tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri. burger itu pasti mahal. tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. dimakan sendiri. dan mentega.%27500%27%29. Pada 25 Desember tahun itu. Oleh karena cinta kami bertaut di Jakarta. Padahal. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah. Pernah juga gara-gara hujan. Awalnya berjalan lancar. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. upaya saya berhasil. saya melihat orang berjualan burger. lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. saya hijrah ke Jakarta. Kalau mau punya uang. tak ada salahnya mencoba. Made Arsani Dewi. Dibantu seorang teman. saus. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1. lalu dijual ke pasar. tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an. saya tak bisa jalan. saya ecer di berbagai tempat. padahal seharian saya mengayuh gerobak. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. seperti roti. saya hidup mengontrak.asp?act=1&id=10094&imageid=22178%2 7. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang. tak pernah saya diberi uang jajan. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah. Tanpa sengaja. Lalu.%27516%27. Akhirnya.%27detail_images%27. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. Banyak suka dan duka yang saya alami. Saya nekad meminjam uang ke bank. kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Roti tak laku. sebenarnya tidak. sesuai nama pantai di Bali yang sangat indah. http://cepiar. Masih untung karena istri saya bekerja. ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang.700 per buah. pembeli mulai ketagihan. Rasanya miris sekali. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah.wordpress. Untuk mengembangkan usaha. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Di awal-awal saya jualan. Kerugian makin membengkak. Saya menjalani rute Kampung Melayu .com/2007/11/10/kisah-sukses-pengusaha-burger/ . saya pun jatuh bangkrut.5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor.Cililitan. saya pulang ke kampung halaman. Sungguh luar biasa. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang Indonesia. Seminggu berkutat di dapur. saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir. Dalam dua tahun. saya potong-potong.22 tiap pergi ke sekolah. saya nyaris disambar petir. tapi tak juga diluluskan. Saya pikir. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Saya harus menjual rumah dan mobil. Burger dagangannya saya labeli Lovina.wordpress. Ternyata. Baru setelah tahu murah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Saya berjualan telur.Pulogadung .

tanyalah mengapa ia ingin menjadi wirausaha? Kegagalan dan keberhasilan apa yang pernah ia alami? Bagaimana ia menyikapi hal tersebut? F.et al. 3. RW. Geoffrey G. Meredith. Jakarta:Cresindo.. 2005. . dan Ebert. Daftar Pustaka 1. Buchari. 6. 2007. Alma. 2007 4. Masykur. Griffin. Pengantar Kewiraswastaan. Yogyakarta:BPFE. Jakarta:Prehallindo. Kewirausahaan. A. Identifikasi karakteristik wirausaha apa yang dimiliki oleh tokoh di atas? 2. 7. Kewirausahaan yang Berproses. 1996 (terjemahan). RJ. Marzali. Kasmir. Wiratmo. Mutis. 1997. Jakarta:PPM. 1996. 5. 1995.23 Pertanyaan diskusi: 1. Teori dan Praktek. Kewirausahaan. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Binis (Jilid 1). Bagaimana ia mengatasi kegagalannya? 3. Kewirausahaan. 2. Carilah tokoh serupa di sekitar lingkungan Anda. Bandung: Alpabeta. Thoby. Jakarta: Prenada Media.

Menjelaskan langkah-langkah dalam mengambil keputusan. demikian ada orang bertanya. 7. Pentingnya Pemimpin Where have all the leaders gone? (ke mana gerangan para pemimpin yang memiliki kaliber tentunya). Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. dan banyak lagi kelompok-kelompok manusia yang memerlukan pemimpin yang hebat. . Menjelaskan ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan. Menjelaskan pendekatan studi kepemimpinan. Dunia ini memerlukan banyak pemimpin yang dapat membawa keadaan ke arah yanng lebih baik. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi mengambil keputusan. Menjelaskan. organisasi politik memerlukan pemimpin. 9. 5. KEPEMIMPINAN 1.. M. dan manajemen waktu. Menjelaskan tipe-tipe kepemimpinan. G. H.. Menjelaskan sebab-sebab munculnya pemimpin 3. M. anak-anak di rumah memerlukan orangtua yang dapat memimpin anaknya. 4.24 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. perusahaan memerlukan pemimpin yang tangguh dan berkualitas. memberi contoh dan menerapkan manajemen waktu. SE. Mereka memiliki peranan nyata dalam membentuk pola pikir. guna memberi motivasi pada para pekerja dan memberi garis arahan yang paling baik bagi masa mendatang. Negara memerlukan pemimpin.2: Kepemimpinan Oleh: Nahiyah J. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil risiko. sosial.Lies Endarwati. C.Pd. M. Menjelaskan dan memberi contoh mengambil keputusan. para pemuda memerlukan figur pemimpin yang dapat memberikan keteladanan dan inspirasi. 8. & Dyna Herlina S. Kebayakan negara menginginkan para pemimpinnya untuk maju ke depan serta mengatasi krisis ekonomi. Menjelaskan teori-teori kepemimpinan. Menjelaskan dan memberi contoh jiwa kepemimpinan. Mereka berfungsi sebagai simbol dari kesatuan moral yang diharapkan adalah peserta mampu pelatihan dapat menerapkan jiwa kepemimpinan. 2.SIP. kelompok agama memerlukan pemimpin. 6. 10. Faraz. Materi I.Si. berani mengambil risiko.

membina kontak antar pribadi dengan pengikutnya. mengalokasikan sumberdaya yangblangka. dan disiplin. efesiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan yang dipimpin. Setiap kelompok atau organisasi membutuhkan pemimpin. Prestasi total sebuah bisnis terutama ditentukan oleh sikap dan tindakan dari sang wirausaha. Semata-mata merupakan kenyataan hiduplah bahwa kelompok-kelompok dengan pemimpin dapat melakukan hal-hal tersebut secara lebih efisien dan lebih benar daripada kelompok tanpa pemimpin. Kenyataan dalam manajemen menunjukkan bahwa kelompok pekerja yang dibiarkan sendiri tanpa pemimpin. jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan. Pimpinan perusahaan merupakan unsur pokok dan sumber yang langka di dalam setiap perusahaan. mereka tidak mampu memimpin karyawan. Pemimpin mengekspresikan etika kerja dan nilai-nilai yang merangku masyarakat. tidak bisa bekerja sama dengan oarng lain atau mereka tidak bisa menguasai. . dan memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan. karena mereka harus mencari peluang-peluang. bimbingan. mengkoordinasikan perubahan. Bahkan kelompok/organisasi yang menggunakan pendekatan partisipasif terhadap pemecahan masalah juga membutuhkan adanya konseling. Statistik perkembangan perusahaan menunjukkan bahwa setiap 100 perusahaan yang baru berdiri. kira-kira 50% gagal dalam tempo 2 tahun dan pada akhir tahun kelima hanya tinggal 30% yang masih jalan. dan masukan yang hanya dapat diberikan oleh pemimpin yang dihargai.25 masyarakat. menentukan tujuan-tujuan untuk mereka sendiri dan orang lain. mengendalikan diri sendiri. baik yang memimpin beberapa atau beratus-ratus karyawan. memfokuskan perhatian pada tujuantujuan perusahaan. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik. Tidak ada satu faktor pun yang memberikan lebih banyak manfaat terhadap sebuah organisasi daripada pemimpin yang efektif. Berbagai kekeliruan terjadi di bawah kepemimpinannya. mereka hanya mencapai beberapa tujuan. Pemimpin diprlukn untuk menentukan tujuan. Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil. menetapkan arah yang benar atau yang paling baik bila kegagalan terjadi. Organisasi kerja tanpa pemimpin tidaklah lebih daripada propaganda “ kue di langit”. baik pemimpin yang timbul sendiri dari kelompok tau yang ditugaskan. Seseorang dapat menjadi pemimpin yang berhasil. kurang pengarahan. Dari hakikat pekerjaannya mereka adalah pemimpin. memulai proyekproyek mengumpulkan sumber daya manusia dan finansial yang diperlukan untuk melaksanakan proyek. Efektivitas wirausaha sebagai pemimpin ditentukan oleh hasil-hasil yang dicapai wirausaha. Pada umumnya kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak efektif. melepaskan mereka berjalan sendir.

Definisi Kepemimpinan Banyak definisi diberikan tentang kepemimpinan. Kedua. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada karyawan atau seorang karyawan yang diangkat menjadi pemimpin pada bagian-bagian tertentu. memberi imbalan yanng cukup kepada karyawan. Seorang wirausaha yang baik adalah seorang pemimpin dalam bisnis. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau pembantu-pembantu yang mau bekerjasama dengan dia untuk memajukan perusahaan. Ketiga. kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian penngaruh pada kegiata-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya. dan juga mampu menguasai serta mengarahkan dan mengembangkan para karyawannya. Handbook of Leadership. kurang disiplin. Ada tiga implikasi penting yang tercakup dalam kepemimpinan dari beberapa definisi di atas yaitu: Pertama. memberikan definisi kepemimpinan sebagai “suatu interaksi antar anggota suatau kelompok. haruslah yang dapat menguasai dan mengembangkan diri sendiri. . Leadership is the activit of influencing people to strive willingly for group objectives. Selanjutnya segala macam informasi sebagai hasil dari pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan dapat dimonitor oleh pimpinan. Banyak lagi definisi tentang kepemimpinan. state that leadership is influencing people to follow in the achivement of a common goal.26 Misalnya karyawan tidak bisa dimotivasi untuk bekerja lebih baik. dan sebagainya. kemungkinan pemimpin harus menggunakan berbagai cara misalnya memberi hadiah.Terry. demikian pula dengan relasi perusahaan tidak terjalin kerjasama yang baik. kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan. memberi nasehat. Pemimpin merupakan agen perubahan. orang yang perilakunya akan lebih memengaruhi orang lain daripada perilaku orang lain yang memengaruhi mereka. sama seprti banyaknya orang yang membuat definisi itu. kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengingatkan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi juga harus mampu memajukan perusahaan. antara lain: George R. Harold Koontz and Cyril O’Donnell. Jadi wirausaha harus pandai merangkul dan melibatkan para karyawan dalam segala aktivitas perusahaan. 2. dan juga perilaku pemimpin sendiri yang tidak bisa menjadi contoh. kepemimpinan melibatkan orang lain. Untuk melibatkan para karyawan. Kepemimpinan timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi anggota lainnya di dalam kelompok”. Dalam hal ini seorang wirausaha telah membagikan kekuasaannya kepada karyawan lain untuk bertindak atas nama dia. seperti bawahan atau para pengikut. Stoner.

dorongan. Pandangan ini telah menimbulkn pendekatan “contingency” pada kepemimpinan. Kemudian bakat ini dikembangkan melalui pendidikan. 4. ada tiga teori yang menjelaskan bagaimana munculnya pemimpin: 1) Teori Genetis Teori ini menyatakan bahwa pemimpin itu sudah ada bakat sejak ahir dan tidak dapat dibuat. 2) Teori Sosial Teori ini menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan akan tetapi seorang calon pemimpin dapat disiapkan. ketrampilan dan pengharaan bawahan. Sebab-sebab Munculnya Pemimpin Menurut Kartini Kartono (1983:29). Pemikiran dan penelitian sekarang mendasarkan pada pendekatan ketiga. Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui pendidikan dan dorongan berbagai pihak. yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektivitas situasi gaya kepemimpinan tertentu. Kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifatsifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasi kelompok apapun di mana dia berada. Dia memeng sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. dan sebagainya. perilaku. 3. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektivitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi/tugas-tugas yang dilakukan. bagaimana melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yanng diperintahkan. 3) Teori Ekologis atau Sintetis Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin apabila dia memang memiliki bakat-bakat pemimpin. dan pengalaman yang akan membentuk pribadi sebagai seorang pemimpin. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak. sebagai berikut: . Pendekatan-pendekatan Studi Kepemimpinan Penelitian-penelitian dan teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasi perilaku-perilaku (behaviors) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif. yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Ketiga pendekatan tersebut akan dibahas secara kronologis.27 Seorang wirausaha juga harus dapat memberi contoh yang baik. dan situasional (“contingency”) dalam studi tentang kepemimpinan. dididik dan dibentuk agar dia menjadi pemimpin yang hebat di kemudian hari. Teori ini menganut pandangan deterministis artinya pandangan yang sudah ditentukan sejak dulu.

pengetahuan dan kecerdasan. pandangan. Sebagian besar penelitian-penelitian awal tentang kepemimpinan ini bermaksud untuk: a) membandingkan sifat-sifat orang yang menjadi pemimpin dengan sifat-sifat yang menajdi pengikut (tidak menjadi pemimpin). Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut: a) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksanan fungsi-fungsi dasar manajemen. pergaulan sosial dan persahabatan. Mereka percaya bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya. integritas. Usaha sistemik pertama yang dialkukan oelh para psikolog dan para peneliti untuk memahami kepemimpinan adalah mengidentifikasikan sifat-sifat pemimpin. antusiasme. Antara pemimpin dan bukan pemimpin dapat dilihat dengan mengidentifikasi sifat-sifat kepribadiannya. Pendekatan psikologis ini untuk sebagian besar didasarkan atas pengakuan umum bahwa perilaku individu untuk sebagian ditentukan oleh struktur kepribadian.contingency 1) Pendekatan Sifat-sifat (Traits Approach) Para teoritisi kesifatan adalah kelompok pertama yang bermaksud menjelaskan tentang aspek kepemimpinan. lebih ramah. terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain. . Daftar sifat-sifat ini dapat menjadi sangat panjang tetapi cenderung mencakup energi. kepandaian berbicara. dan lebih percaya diri daripada yang lain dan mempunyai kebuthan akan kekuasaan lebih besar. Berbagai sifat dipelajari untuk menentukan apakah hal-hal tersebut berhubungan dengan kepemimpinan efektif.28 Sifat-sifat  perilaku  situasional . Berbagai studi pembandingan sifat-sifat pemimpin dn bukan pemimpin. dalam penelitian ilmiahnya telah menunjukkan sifat-sifat tertentu yang tampaknya penting untuk kepemimpinan efektif. Seorang peneliti. dan b) mengidentifikasi ciri-ciri dan sifat-sifat yang dimiliki oleh para pemimpin efektif. dan sebagainya. berani. Penelitian lain mencoba untuk membandingkan sifat-sifat pemimpin yang efektif dan tidak efektif. dorongan. belum pernah ditemukan. bentuk fisik. Tetapi kombinasi sifat-sifat tertentu yanng akan membedakan antara pemimpin atau calon pemimpin dari pengikut. sering menemukan bahwa pemimpin cenderung mempunyai tinngkat kecerdasan lebih tinggi. Edwin Ghiselli. imajinasi. kepercayaan diri. pengendalian dan keseimbangan mental maupun emosional.

banyak dari mereka mempunyai sifat yang berbeda. pemikiran kraetif dan daya pikir. Kesadaran bahwa Anda sendiri yang menentukan kadar kemampuan kepemimpinan Anda. (2) Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial. Winston Churchill. Inisiatif. Sebagai contoh. maka bakat keterampilan kepemimpinan Anda tidak akan pernah berkembang sepenuhnya. Ada banyak keterbatasan dalam pendekatan yang melihat sifat-sifat kepemimpinan. tetapi tidak satupun sifat yang secara absolut esensial. Para atau wirausaha seperangkat adalah ciri-ciri individu-individu ideal yang telah mengembangkan dan gaya kepemimpinan mereka sendiri. Namun. Abdurahman Wahid. (3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi. walaupun semua sifat yang dikemukakan para peneliti dapat menjadi yang diinginkan ada dalam diri pemimpin. tidak tampak sifat-sifat kepemimpinan yang ditemukan secara umum pada semua tokoh tersebut. Namun demikian sifat-sifat kepemimpinan perlu dikembangkan sebagi upaya untuk melahirkan pemimpin. Dalam kenyataannya. mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan sukses. Akhirnya. mencakup kebijakan. Suharto. Tidak ada cara terbaik untuk menjadi pemimpin. akan membantu Anda dalam upaya melakukan perbaikan-perbaikan. Kepercayaan diri. telah banyak orang tahu tentanng tokoh-tokoh seperti Napoleon. Mahatma Gandhi. Adolf Hitler. atau inovasi. Mao Tse-Tung.29 b) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. Soekarno. Sedangkan Keith Davis mengikhtisarkan emapt ciri/sifat utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan organisasi: (1) Kecerdasan. dan (4) sikap-sikap hubungan manusiawi. Jika Anda meniru secara buta seorang pemimpin lain. d) e) f) Ketegasan. pemimpin. c) Kecerdasan. yang dalam berbagai hal berbeda satu dengan yanng lain. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. Megawati. Susilo Bambang Yudhoyono dan sebagainya. Mengembangkan Sifat Kepemimpinan Sifat-sifat kepemimpinan harus dikembangkan sendiri karena sifat-sifat ini berbeda-beda pada setiap orang. Abraham Lincoln. atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru . Ada juga berbagai kasus di mana seorang pemimpin sukses dalam suatu situasi tetapi tidak dalam situasi lain. Alexander the Great. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.

Pemimpin biasanya bersedia menerima tantangan yang mengandung baik risiko maupun peluang yang besar. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain. Pada tahun 1947. Setelah melakukan hal itu. 2) Pendekatan Perilaku (Behavioral Approach) Di akhir tahun 40-an. Uji coba kemampuan Anda dalam memimpin ini akan menyiapkan Anda untuk peranan kepemimpinan yang lebih penting. Daripada berusaha menemukan sifat-sifat. Anda pun harus menilai pengalamanpengalaman mereka untuk mengukur keberhasilan mereka dan kegiatan serta tanggungjawab tambahan yang dapat mereka pikul di masa depan. semakin besarlah ketergantungan Anda pada karyawan untuk mendukung dan memikul tanggungjawab Anda. Kalau potensi karyawan Anda terwujud. Pekerjaan Anda sekarang harus dapat memberikan sejumlah peluang untuk mempraktekan dalam kepemimpinan. maka potensi Anda sebagai . bagi harus Anda untuk putuskan bagaimana dan meningkatkan prestasi setiap orang. Anda dapat merancangkan peluang-peluang mereka mengembangkan meningkatkan kemampuan individual mereka. Mendelegasikan tanggung jawab akan mengembangkan rasa percaya dan keyakinan yang diperlukan karyawan Anda untuk pemimpin pun juga tercapai. Karena karyawan merupakan harta yang paling penting dalam organisasi Anda. Anda dengan Situasi untuk meningkatkan Cara yang kemampuan baik untuk kepemimpinan Anda dapat ditemui dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari Anda dan pergaulan karyawan Anda. peneliti mlai mengeksplorasi pemikiran bahwa bagaimana seseorang berperilaku menentukan keefketifan kepemimpinan seseorang. mempraktekkan ketrampilan Anda adalah dengan menyadari adanya peluangpeluang untuk menunjukkan kemampuan Anda memimpin dalam kegiatan seharihari. maka selanjutnya para peneliti meneliti perilaku dan pengaruhnya pada prsetasi dan kepuasan dari pengikut-pengikutnya. Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik ialah “perlakukanlah orang-orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan“. Rensis Likert mulai mempelajari bagaimana cara yanng paling baik unuk mengelola usaha dari individu-individu untuk mencapai kinerja dan mencapai potensi mereka sepenuhnya. Sebagai seorang pemimpin Anda bertanggung jawab untuk mengembangkan karyawan dengan cara yang paling efektif.30 Keperibadian Anda akan ikut memengaruhi perilaku kepemimpinan Anda. Seorang pemimpin mengerti tugas keseluruhan yang harus dicapai dan seringkali memutuskan cara-cara baru dan inovatif untuk mencapainya. Semakin Anda berkualitas sebagai seorang pemimpin. Untuk sebagian besar. akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo sliro. kepemimpinan adalah suatu sikap yang terlihat dalam ancangan para wirausaha terhadap pencapaian tugas-tugasnya.

Pemimpin yang job-centered/berpusat pada pekerjaan (tugas) menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melaksanakan tugas dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan. disebut sebagai job-centered/ berpusat pada pekerjaan dan employee-centered/ berpusat pada karyawan. mulai dari pekerjaan yang tidak terampil sampai dengan pekerjaan penelitian dan pengembangan yang berketerampilan tinggi. c) Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu. e) Berminat mencapai peningkatan produktivitas. b) Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tetapi dapat dicapai. elektronik. Tujuan dari kebanyakan penelitian kepemimpinan yang diilhami oleh Tim Likert di University of Michigan (UM) adalah untuk menemukan prinsip dan metode kepemimpinan yang efektif. mengarahkan dan membimbing. dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka. imbalan. atau pengukuran lainnya yang mirip dari keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan produksinya. Produktivitas per jam kerja. Pemimpin yang kadar orientasi-pekerjaannya rendah cenderung menjadi tidak aktif dalam mengarahkan perilaku yang beorientasi tujuan. Studi dilakukan pada berbagai jenis organisasi: kimiawi. seperti perencanaan dan . asuransi. b. Pemimpin ini mengandalkan kekuatan paksaan. Tingkat turnover.31 kepuasan sebagaimana yang diinginkan. peralatan berat. Melalui wawancara dengan pemimpin dan pengikutnya. d) Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan. Motivasi karyawan dan manajerial. rumah sakit. sarana umum. bank. c. Baiya e. Perhatian pada orang dilihat sebagai suatu hal mewah yang tidak dapat selalu dipenuhi pemimpin. makanan. dan agen pemerintahan. dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan. petroleum. d. peneliti mengidentifikasikan dua gaya kepemimipinan yang berbeda. Data didapat dari ribuan karyawan yanng melakukanberbagai macam tugas. Bahan terbuang f. yakni tujuan-tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas. absensi. dan sakit hati. dan hukuman untuk memengaruhi sifat-sifat dan prestasi penngikutnya. Kepuasan kerja dari anggota organisasi. Seorang pemimpin dengan orientasi pekerjaan/tugas cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun peranan staffnya. Kriteria keefektifan yang digunakan dalam banyak studi tersebut adalah: a.

nilai-nilai. Mereka bersifat membujuk ketimbang menghukum. f) Mendelegasikan kekuasaan dan tanggungjawab. melarang dan menghakimi. Prinsip ini menyatakan bahwa perilaku yang diberi imbalan akan bertambah dalam frekuensinya. Mereka memberikan pengaruh kuat dan pengarahan yang kuat namun dengan cara yang tidak menimbulkan dendam. Pemimpin yang orientasi-orangnya rendah cenderung bersikap dingin dalam hubungan dengan karyawan mereka. Ciri-ciri umum yang terdapat pada pemimpin yang orientasi-karyawannya tinggi meliputi hal-hal sebagai berikut : a) Mereka mengerti kebutuhan. Tindakan-tindakan ini diasumsikan dapat memajukan pembentukan dan perkembangan kelompok. Pengertian dan pengetahuan tentang diri . Pemimpin yang berpusat orang/karyawan. Mereka menunjukkan ketrampilan yang tinggi dalam bidang hubungan antar manusia. jika timbul. e) Menerapakan prinsip penekanan ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan. perasaan dan ide-ide karyawan. Pemimpin yang berpusat pada karyawan memiliki perhatian dan memotivasi terhadap kemajuan. tujuan-tujuan. pertumbuhan. d) Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan staff. keinginan-keinginan. Orang-orang yang kuat dalam orientasiorang cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut : a) Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan. percaya dalam mendelegasikan pengambilan keputusan dan membantu penngikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara membentuk suatu lingkungan kerja yang suportif. g) Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja dalam organisasi. dan prestasi pribadi pengikutnya dan membina hubungan manusiawi. serta mendorong inisiatif. tujuan-tujuan.32 penjadwalan. mereka cenderung memberikan nasehat. serta tidak mendelegasikan kekuasan dan tanggungjawab. Dalam hubungan mereka dengan karyawan. b) Menunjukkan perhatian pada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja. c) Menunjukkan pengertian dan rasahormat pada kebutuhan-kebutuhan. melainkan mereka dapat menangani pelbagai macam orang dengan efektif. Orang-orang yang orientasi-orangnya tinggi belum tentu merupakan orang-orang yang ramah dan sosial. mengarahkan dan mengambil inisiatif daripada mengkritik. batas-batas dan kemampuan mereka sendiri. dan bahwa perilaku yang tidak diberi imbalan (dihukum) akan berkurang dalam frekuensinya. mengkoordinasi. memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan ketimbang kerjasama. Mereka cenderung bekerja seperti para karyawan lain dan tidak membedakan peranan mereka sebagai pemimpin organisasi secara jelas.

33 sendiri ini merupakan suatu prasyarat yang diperlukan untuk hubungan yang baik dengan orang lain. Maka teori kepemimpinan situasional mengusulkan bahwa keefektifan kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara kepribadian. mereka membantu orang untuk memenuhi kebutuhan ini. para pemimpin dapat mengarahkan usaha-usahanya secara lebih efektif sehingga tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan. b) Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain. . Perdebatan ini biasanya berpusat pada gagasan ideal itu ada: yaitu gaya yang secara aktif melibatkan bawahan dalam penetapan tujuan dengan menggunakan teknik-teknik manajemen partisipatif dan memusatkan perhatian baik terhadap karyawan dan pekerjaan. Kesimpulan yang dapat dibuat. Jadi pengalaman-pengalaman kepemimpinan mengungkapkan bahwa dalam berbagai situasi pendekatan partisipatif yang lebih efektif. pada kenyataannya lebih efektif dibanding pendekatan lain. 3) Pendekatan Situasional – Contingency Pendekatan kesifatan dan perilaku belum sepenuhnya dapat menjelaskan kepemimpinan. Melalui berkomunikasi dengan para karyawan mereka. kedua-duanya berjalan seiring. bahwa kepemimpinan adalah kompleks dan gaya kepemimpinan yang paling tepat tergantung pada beberapa variabel yang saling berhubungan. d) Mereka melibatkan para karyawan mereka dalam tujuan perusahaan dengan memahami kebutuhan-kebutuhan mereka dan kekuasaan serta membagi tanggungjawab. Banyak praktisi manajemen merasa konsep tersebut membuat peningkatan prestasi dan perbaikan sikap. e) Mereka memiliki ketrampilan berkomunikasi yang baik. dan menggunakan informasi yang mereka terima untuk mengarahkan dan melibatkan karyawan mereka dalam tindakan yang efektif. atau pendekatan orientasi pekerjaan/tugas dibanding pendekatan orientasi karyawan dari sisi lain. Mereka menunjukkan kemampuan dan kesediaan untuk berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali berbeda dengan mereka. sebagian besar penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap manajer di bawah seluruh kondisi. beberapa penelitian membuktikan pula bahwa pendekatan otokratik di bawah berbagai kondisi. sikap. apakah ada gaya mendelegasikan kepemimpinan normatif atau ideal. mengajukan pertanyaan. Telah terjadi perdebatan untuk mencari jawaban. c) Mereka dapat menerima dan menghargai nilai-nilai dan gaya hidup yang berlainan. tugas. berdiskusi dan berdebat. Di lain pihak. kekuatan. Di samping itu. mereka mendengarkan.

(3) desakan waktu. c) Kekuatan-kekuatan dari situasi. (2) toeri “contingency” dari Fiedler. dan (4) harapan mereka mengenai keterlibatan dalam pembuatan keputusan. (2) kebutuhan mereka akan peningkatan tanggungjawab. dan (4) sifat masalah itu sendiri.Schmidt adalah di antara para teoritisi yang menguraikan berbagai faktor yang memengaruhi pilihan gaya kepemimpinan oleh manajer. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kepemimpinan Mary Parker Follet. yang mencakup: (1) sistem nilai. Mereka mengemukakan bahwa manajer harus mempertimbangkan tiga kumpulan “kekuatan” sebelum melakukan pemilihan gaya kepemimpinan. seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini: Kemampuan dan Kualitas Pemimpin Situasi Situas Kemampuan dan Kualitas Bawahan Follett juga menyatakan bahwa para pemimpin seharusnya berorientasi pada kelompok dan bukan berorientasi pada kekuasaan. Konsep Tannenbaum dan Schmidt ini disajikan sebagai suatu rangkaian kesatuan kepemimpinan (leadership continum). yaitu: a) Kekuatan-kekuatan dalam diri manajer. (2) kepercayaan terhadap bawahan. dan (3) teori siklus-kehidupan dari Harsey dan Blanchard. b) Kekuatan-kekuatan dalam diri para baahan. yaitu (1) pemimpin. (3) kecenderungan kepemimpinan sendiri. mencakup: (1) tipe organisasi. mengatakan bahwa ada tiga variabel kritis yang memengaruhi gaya kepemimpinan. Ketiganya saling berhubungan dan beriteraksi. Pendekatan yang paling efektif . (2) pengikut atau bawahan. dan (3) situasi. dan (4) perasaan aman dan tidak aman. meliputi: (1) kebutuhan mereka akan kebebasan. (2) efektivitas kelompok. Rangkaian Kesatuan Kepemimpinan Tannenbaum dan Schmidt Robert Tannenbaum dan Warren Ha. Teori situasional yang terkenal adalah: (1) rangkaian kesatuan kepemimpinan dari Tannembaum dan Schmidt.34 persepsi dan situasi. yang mengembangkan Hukum Situasi. (3) apakah mereka tertarik dalam dan mempunyai keahlian untuk penanganan masalah.

Definisi-definisi memahami teori ini: . Tetapi seharusnya pemimpin dapat mengubah-ubah gaya-gaya kepemimpinan mereka untuk memenuhi persayaratan/kebutuhan situasi tertentu dan seharusnya mereka dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang efektif. Bila situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan hanya moderat. situasi harus diubah. adalah sedapat mungkin fleksibel. Bila pemimpin mempunyai keterbatasan dalam kemampuan mereka untuk mengubah kepribadian dasar dan gaya kepemimpinannya. teori ini menyatakan bahwa efekivitas suatu kelompok atau organisasi tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan sitasi. seperti motivasi dan nilai-nilai bawahan. Sitasi dinilai dalam istilah situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan. dan posisi kekuasaan pemimpin yang didapatkan dari wewenang formal. Situasi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan apabila dikombinasikan dengan gaya kepemimpinan berorientasi tugas akan efektif. Konsep dasar teori siklus-kehidupan adalah bahwa strategi dan perilaku pemimpin harus situsional para dan terutama didasrkan berikut pada akan kedewasaan membantu atau untuk ketidakdewasaan pengikut. struktur tugas. atau pemimpin harus dipilih yang gayanya cocok dengan situasi yang ada. Studi Fiedler ini tidak melibatkan variabel-variabel situasional lainnya. Teori “Contingency” dari Fiedler Suatu teori kepemimpinan yang komplek dan menarik adalah contingency model of leadership effectiveness dari Fred Fiedler. menurut mereka.35 sebagai manajer. Pada dasarnya. mengendalikan dan memengaruhi situasi. maupun memilih perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan dalam waktu dan tempat tertentu. pengalaman pemimpin dan anggota kelompok. Maka dapt disimpulkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang paling efektif. Teori Siklus-Kehidupan dari Harsey dan Blanchard Satu lagi teori kepemimpinan penting yang mempergunakan pendekatan “contingency” adalah teori siklus kehidupan (Life-cycle theory) dari Paul Harsey dan Kenneth Blanchard. tipe kemmpinan hubngan manusiawi yang toleran dan lunak akan sangat efektif. dan (2) derajat situasi yang mengahadapkan manajer dengan ketidak pastian. Teori ini sangat dipengaruhi oleh penelitian-penelitian kepemimpinan sebelumnya. Situasi dirumuskan dengan karakteristik: (1) Derajat situasi di mana pemimpin menguasai. Fiedler mengidentifikasikan ketiga unsur dalam situasi kerja ini untuk membantu menentukan gaya kepemimpinan mana yang akan efektif yaitu hubungan pimpinan anggota. mereka perlu menyesuaikan gaya-gaya kepemimpinannya terhadap situasi.

dan sebagainya. semua oarng harus berhati-hati terhadap berbagai macam gaya kepemimpinan yang tersedia. saat berinteraksi dengan para bawahan. Vaiabel-variabel kedewasaan ini yang dipertimbangkan hanya dalam hubungannya dengan tugas tertentu yang dilaksanakan. dan keinginan dan kemampuan mereka untuk mengambil tanggung jawab. . Pentingya fleksibilitas Dalam organisasi. ada beberapa tipe kepemimpinan yang dikenal adalah sebagai berikut: 1) Tipe Kharismatis 2) Tipe Paternalistis dan maternalistis 3) Tipe Militeristis 4) Tipe Otokratis 5) Tipe Laissez Faire 6) Tipe Populistis 7) Tipe Administratif 8) Tipe Demokratis Pemimpin kharismatik merupakan kekuatan energi. dibutuhkan fleksibilitas. Sebagai manajer. 11. saluran komunikasi. dan cara-cara penyelesaian pekerjaan. Perilaku tugas adalah tingkat di mana pemimpin cenderung untuk mengorganisasikan dan menentukan peranan-peranan para pengikut. Iini mencakup besarnya dukungan yang disediakan oleh pemimpin dan tingkat di mana pemimpin menggunakan komunikasi antar pribadi dan perilaku pelayanan. Tetapi semua orang juga harus menggunakan pengamatannya sendiri untuk memelajarinya melalui analisa terhadap hasil-hasil. berkenaan dengan hubungan pribadi pemimpin dengan individu atau apra anggota kelompoknya. Pengetahuan tentang teori akan membantu untuk mengidentifikasikan perilaku kepemimpinan yang paling tepat. seprti dalam kehidupan lainnya.36 Kedewasaan (maturity) adalah kapasitas/kemampuan individu atau kelompok untuk menetapkan tujuan tinggi tetapi dapat dicapai. kapan. Tipe Kepemimpinan Dalam Kartini Kartono (1983:69). Ini membantu untuk menanggapi terhadap orang-orang dan situasi secara tepat dan membuat penyesuaian bila terjadi penyimpangan dari antisipasi. berani. daya tarik yang luar biasa yang akan diikuti oleh para pengikutnya. menjelaskan setiap kegiatan yang dilaksanakan. dan bagaiman tugas-tugas diselesaikan. manusia super. di mana. Sebagai manajer. Pemimpin ini mempunyai keistimewaan tertentu misalnya mempunyai kekuatan gaib. Perilaku hubungan. Ini tergantung pola-pola perancangan organisasi. perilaku kepemimpinannya akan dipelajari pada jabatannya.

Tipe militeristis banyak menggunakan sistem perintah. dan c) Conceptual Skills Technical Skills. mengetik. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal dia menjadi raja. Dengan kepemimpinan administratif diharapkan muncul perkembangan tknis. menghendaki bawahan agar selalu patuh. Tipe laissez faire ini membiarkan bawahan berbuat semaunyasendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan. . tidak mampu mengkoordinasi suasanan kerja tidak kooperatif. Setiap perintah ditetapkan tanpa konsultasi. b) Human Skills.37 Tipe paternalistis bersikap melindungi bawahan sebagai seorang bapak atau sebagai seoranng ibu yang penuh kasih sayang. Dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional. Pemimpin ini tidak berwibawa. Tipe ini menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan. Pemimpin tipe ini kurang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berinisiatif dan mengambil keputusan. ada tiga keterampilan kepemimpinan. Human Skills. kekuasaan sangat absolut. penuh acara formalitas. Tipe administratif ialah pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. berarti suatu kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemmpin untuk melaksanakan suatu pekerjaan. manajemen modern dan perkembangan sosial. Walaupun seorang wirausaha merupakan pemimpin yang dapat menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu pekerjaan. tidak mampu mengawasi karyawan. Tipe populistis ini mampu menjadi pemimpin rakyat. Keterampilan Kepemimpinan (Ladership Skills ) Menurut Keith Davis. sistem komando dari atasan ke bawahan sifatnya keras sangat otoriter. yaitu: a) Technical Skills. Tipe otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yanng mutlak harus dipatuhi. Keterampilan tersebut misalnya keterampilan pembukuankeuangan. 12. menggunakan bberapa alat sederhana dan sebagainya. pekerjaan komputer dasar. Maksudnya dapat melakukan pekerjaan tersebut adalah agar dia mampu melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawannya. Pemimpinnya hanya merupakan simbol yang tidak memiliki keterampilan. berarti kemampuan untuk bekerja sama dan membangun tim kerja bersama orang-orang lain. namun dia harus mampu melaksanakan sendiri pekerjaan-pekerjaan tertentu. Tipe demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada pengikutnya. Kekuatan organisasi tipe demokrasi terletak pada partisipasi aktif dari setiap karyawan.

akan tetapi satu sama lain saling mendekati/merangkul menguntungkan. seorang wirausaha harus mampu mendengar dan mampu menerjemahkan apa yang didengar baik dari karyawan maupun dari pihak luar. peralatan kantor dan . • Menguasai linkungan. ini penting misalnnya pada saat kapan diperlukan membentuk sebuah tim kerjasama. • Teknologi ini mencakp berbagai teknologi untuk keperluan proses produksi. • Komunikasi lisan. baik lingkungan internal perusahaan seperti dengan karyawan maupun lingkungan eksternal dengan pihak pemasok. Atau keterampilan menulis diperlukan guna membuat sebah memo yang menarik dalam hubungan dengan pihak lain. • Membangun jaringan kerja. membentuk jaringan usaha yang saling teknologi komunikasi. negosiasi dengan pihak lain dan menjalin networking. pesaing. kapan perlu menambah karyawan. sebaginya. • Hubungan antar manusia. mengatasi konflik dalam organisasi. sitem kontrol. ini diperlukan untuk mencatat apa yang perlu dicatat. ataupun melakukan “Downsizing” (perampingan organisasi). memotivasi. tahun depan misalnya. dan dijadikan dokumen perusahaan yang mungkin diperlukan di lain kesempatan. keuangan. apakah dengan karyawan ataupun dengan pihak eksternal atau pada seluruh stakeholder bisnis. • Mampu menyusun organisasi. bagaimana menggerakkan orang-orang. • Business Management. meyakinkan.lingkungan sekitar lokasi perusahaan. harus menguasai berbagai pengetahuan tentang manajemen bisnis. yaitu: a) Technical Skills seperti: • Menulis. sekarang ini ada kecenderunga dunia usaha tidak lagi bersaingan. dan sebagainya. Pandangan lain menyatakan bahwa skills yang diperlukan dalam kewirausahaan dapat diklasifikasikan dalam tiga hal.38 Conceptual Skills berarti seorang wirausaha harus mampu berpikir dan mengungkapkan pemikirannya dalam bentuk model kerangka kerja dan konsep lain dalam memudahkan pekerjaan. jeas sangat penting buat berbicara. seni memimpin. • Listening. komputer. manajemen pemasaran. harus dijalin hubungan harmonis dengan seluruh lapisan karyawan dan dengan pihak luar perusahaan.

jika perlu sanggup memberi contoh. berdasarkan data atau informasi yang terkumpul seorang wirausaha harus mampu secra cepat dan tepat mengambil keputusan.  Keuangan meiliki keterampilan mencari sumber modal jangka panjang ataupun jangka pendek. baik global maupun detail.  Mengambil resiko. finansial. mampu melihat peluang-peluang yang ada taupun mencipatakan peluang baru.  Accounting. tawar-menawar. organisasi. seorang wirausaha harus mampu membimbing karyawan agar dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. tetap berpijak pada landasan disiplin. ini diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan percepatan pencapaian tujuan organisasi. . Tim juga perlu guna membangun kebersamaan yang kompak dalam organisasi. menghitung efisiensi dan sebagainnya. pada saat pertumbuhan bisnis. memiliki keterampilan mencatat. Apabila dibuat rencana global. • Membangun tim.  Managing growth. seorang wirausaha harus mampu membuat rencana.  Negotiation. terampil meramal resiko dan antisipasi resiko. Namun tidak takut menghadapi resiko karena sudah diperhitungkan dengan menganalisis data dan fakta yang ada. hasil penemuan baru dalam berbagai bidang bisnis. tidak lengah. mengetahui pasar sasaran. rapat. embaca penerimaan dan pengeluaran keuangan.  Pemasaran. agar jalannya usaha tidak goyang dalam keraguaguan.  Inovasi. sehingga pada satu keputusan. memiliki keterampilan menggunakan hasil-hasil penelitian. dapat pula dielaborasi oelh karyawan dalam langkah-langkah yanng lebih rinci. tidak lupa daratan. menciptakan taktik dan strategi jitu menuju perkembangan yang feasible sehingga tidak salah arah yang mengakibatkan kerugian.39 • Membimbing. operasional dan sebagainya. memiliki keterampilan berunding. b) Business Management Skills seperti:  Merencanakan. harus mampu memimpin perkembangan bisnis. c) Personal Entrepreneurial Skills seperti:  Disiplin. strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target market yang telah ditetapkan serta mampu mencari/mengumpulkan informasi sebgai bahan pengambilan keputusan.  Membuat keputusan. loby sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bisnisnnya.

dengan gaji Rp 10 juta per tahun dan dengan kemungkinan promosi setiap lima tahun. yang bakal hasilnya tidak diketahui dan harus dinilai secara obyektif. Situasi ini mengandung potensi kegagalan dan potensi sukses. bagaimana cara melakukan pekerjaan. Seorang wirausaha akan bekerja di bawah tekanan-tekanan dan kondisi pengambilan risiko dan harus mengerti bahwa kemungkinan gagal selalu ada. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. Jadi situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing-masing situasi itu. (d) seberapa jauh wirausahawan dapat meningkatkan kemungkinan sukses dan mengurangi kemungkinan gagal. Dengan bertambah besarnya perusahaan. Ringkasnya. semakin besar risikonya. tapi mampu menjangkau masa depan. memiliki pandangan jauh ke depan tentang bisnisnya. Anda mungkin mempunyai sebuah pekerjaan yang aman. maka bertambah banyak dan ruwetlah persoalan perusahaan. (b) sejauh mana wirausahawan bersedia rugi. Semakin besar kemungkinan kerugian. tergantung pada: (a) daya tarik setiap alternatif. MENGAMBIL RISIKO Para wirausaha/pimpinan menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil: mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilan-keterampilan mereka. Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan menghendaki bahwa pimpinan/wirausahawan tidak takut mengambil keputusan dan bersedia menerima risiko-risiko tertentu. dan sebagainya. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Perusahaan tersebut . sambil menimbang kemungkinan sukses dan ruginya. tetapi gaji pemiliknya sekarang adalah Rp 20 juta per tahun.40  Tepat dalam pekerjaan. (c) kemungkinan relatif sukses dan gagal. Umpamanya. mampu memberi contoh bagaimana bekerja yang baik. Namun. semua tahap pekerjaan mengandung risiko. yang merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha.  Visioneary leader. II. tidak terpaku dengan keungtungan sekarang ini. Anda juga mempunyai kemungkinan membeli sebuah perusahaan dengan masa depan tidak pasti. Apakah seorang wirausaha memilih alternatif yang "mengandung risiko" atau alternatif "konservatif". 1) Apakah Situasi Berisiko Itu? Situasi berisiko terjadi jika diminta membuat pilihan antara dua alternatif atau lebih. Sebagai pengambil risiko seorang wirausaha harus mengambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian.

apapun kemungkinan suksesnya. Orang-orang ini cenderung dipengaruhi oleh besarnya jumlah imbalan yang ditawarkan. Orang lain lebih "beringas". Mereka lebih suka tetap pada posisi aman. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari pada kedua tipe orang di atas.41 mungkin bisa berhasil terus. Orang seperti ini mau mempertaruhkan semuanya lalu hanya berharap-harap atau menolak semua situasi risiko karena mereka merasa tak dapat memengaruhi hasilnya. Beberapa kaitan itu antara lain demikian: a) Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Hal ini lebih-lebih berlaku pada perilaku pengambilan risiko. secara sistematik dan menyeluruh serta sampai di mana upaya-upayanya dapat memengaruhi kemungkinan tersebut. Pilihan Anda tersebut terletak di antara tetap tinggal pada pekerjaan yang aman dengan imbalan keuangan dan karir yang sedang-sedang saja dan dapat diramalkan. baik yang menguntungkan maupun tidak. Realisme demikian akan membatasi . semakin besar keyakinan wirausaha akan kesanggupannya untuk memengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaan wirausaha untuk mencoba apa yang dilihat orang lain sebagai risiko. atau mungkin juga gagal dalam waktu satu atau dua tahun. Mereka tidak memerhatikan kemungkinan sukses dan tidak memertimbangkan tingkat usaha yang dikehendaki dari mereka. dan mereka seringkali menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa dalam hidup mereka dengan nasib atau kekuatan-kekuatan di luar pengendalian mereka. la akan membeli bila upaya yang dapat dilakukannya untuk meraih sukses besar. Unsur lain yang penting dari ancangan wirausaha terhadap situasi pengambilan risiko adalah kesediaan menerima tanggungjawab pribadi atas akibat-akibat keputusan. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Ada orang yang sama sekali tidak mau mengambil risiko demikian. Orang lain merasa berat menerima tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mungkin membawa kepada kegagalan. c) Pengetahuan realistik seorang wirausaha mengenai kemampuankemampuannya sendiri juga penting. Semakin besar keyakinan wirausaha pada kemampuan sendiri. atau mengambil risiko dan mungkin mendapat imbalan karir dan keuangan yang sangat tinggi. meskipun wirausaha juga mempunyai persamaan ciri-ciri dengan mereka. tidak puas dengan posisinya yang sekarang dan mencari "peluang-peluang emas" agar cepat menjadi kaya. mereka ini adalah penjudi murni. b) Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Kebanyakan ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. seperti persaingan dengan perusahaan besar atau campur-tangan pemerintah. Tertarik oleh harapan muluk tentang basil yang tinggi dengan usaha sedikit.

Jika orang lain bertanggungjawab atas tindakan-tindakan wirausaha. maka kinilah waktunya memikul tanggungjawab demi perbaikan. juga berguna dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. karena mungkin Anda mampu mencapai jauh lebih banyak daripada yang Anda capai sekarang. Jangan remehkan nilai diri sendiri. Beberapa risiko yang terpenting adalah risiko yang membawa wirausaha belajar mengenai sesuatu yang baru tentang dirinya sendiri. dan problemnya semakin sukar dipecahkan. suatu perhatian untuk masa depan. Pertumbuhan pribadi dan profesional wirausaha datang dari hidup di masa sekarang dan mengambil risiko yang perlu untuk mencapai tujuan-tujuan wirausaha di masa depan. Wirausaha adalah orang yang bertanggungjawab. Sebagai seorang wirausaha. mengambil risiko seperlunya dan mengelakkan risiko yang kecil ganjaran potensialnya. dan ada dorongan serta antusiasme untuk memastikan bahwa konsekuensi-konsekuensinya penuh dengan kesuksesan.42 kegiatan-kegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat dipengaruhi hasilnya. Pengambilan risiko dalam hidup wirausaha melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa lampau. makin lama situasi akan makin buruk. Ada unsur kegairahan seorang wirausaha terhadap ketidakpastian. Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan sendiri mengurangi ketergantungan pada orang lain. Pengalaman dalam pengambilan risiko dalam hubungan pribadi dengan isteri/suami. dia tidak akan pernah dapat mewujudkan bakatnya. 2) Pengambilan Risiko Pribadi Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dalam merealisasi potensi diri sendiri sebagai seorang wirausaha. Kalau orang itu lalu sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam kehidupannya. Seseorang tidak akan dapat hidup secara penuh karena orang tersebut tidak memikul tanggungjawab pribadi atas perbuatannya sendiri. Situasi-situasi yang mengandung risiko pribadi haruslah menantang kemampuan dan kapasitas wirausaha sungguh-sungguh. Jika tidak. Jika wirausaha tidak bersedia mengambil risiko. teman-teman dan tetangga-tetangga akan membantu wirausaha memeroleh pengalaman untuk menilai kemungkinan-kemungkinan. hal ini berarti bahwa peranan wirausaha atas masa depannya sendiri kecil. . Namun semua perilaku pengambilan risisko tidak sedingin dan seobyektif seperti apa yang digambarkan di atas. haruslah sadar bahwa pertumbuhan datang dari pengambilan keuntungan peluang-peluang masa sekarang dalam kehidupan pribadi maupun bisnis dan pengambilan risiko untuk mencapai tujuan. karena mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Pengambilan risiko merupakan bagian penting dalam pertumbuhan pribadi. dan sebuah keinginan untuk hidup di masa sekarang.

Wirausaha bertanggungjawab atas segala sesuatu dalam hidupnya. Menerangkan suatu ide akan mengantar kepada suatu diskusi. 3) Mengembangkan Ide-ide Kreatif Pengambilan risiko dan kreativitas merupakan dua ciri penting para wirausaha. Untuk mengurangi risiko ditolaknya suatu ide. Seringkali lebih baik membicarakan suatu ide sebelum dituliskan. maka wirauasaha akan lebih siap mengambil risiko yang perlu untuk malaksanakan ide-idenya yang paling produktif.43 Risiko itu timbul ketika seseorang menerima tanggungjawab atas keputusan dan tindakannya sendiri. mungkin risiko tertentu akan menyertai pelaksanaannya. Sebagai seorang wirausaha janganlah mengambil risiko yang tidak perlu. Dengan berusaha menjadi lebih kreatif. Sebaiknya wirausahawan tidak mengambil risiko yang lebih besar daripada yang dapat ditanggungnya. saran-saran berikut mungkin dapat menolong: a) Coba utarakan ide Anda kepada suami/isteri atau teman-teman Anda. kemampuan-kemampuan dan pengalaman pribadi masa lampau. Tugas pertama wirausaha adalah memutuskan apakah tujuan itu cukup penting untuk dapat membenarkan risiko tersebut. Hanya setelah ide itu menjadi pasti. sukses akan dapt diperoleh dengan lebih mudah. Wirausahawan harus dapat menguasai emosi dan hanya mengambil risiko jika keuntungan-keuntungannya sama atau lebih besar daripada risiko yang terkandung. Intuisi seseorang akan ikut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil-hasil yang mungkin diperoleh. dimungkinkan mengembangkan bakat kreatif seseorang. barulah dituliskan. wirausaha harus menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko. jika wirausaha bersedia dan mampu mengambil risiko yang perlu dengan penuh perhitungan. yang akan menghasilkan suatu perbaikan. Dalam beberapa hal. Ini merupakan peringatan. Sampai tingkat tertentu semua orang kreatif. karena ada masanya wirausaha tergoda untuk mempertaruhkan semuanya demi satu ide. Jika seseorang telah mengembangkan suatu ide yang kreatif. . Jika dapat memilih dari sejumlah ide-ide yang baik. wirausaha juga menjadi lebih sadar akan ide-ide yang lebih produktif. Pada umumnya. Mungkin sukar memisahkan antara tujuan pribadi dengan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian dari hidup wirausaha. Faktor-faktor yang paling terwujud namun paling penting adalah bakat-bakat. Namun. Atas keputusan-keputusan itulah seseorang bertanggungjawab. termasuk kesuksesan dan kegagalannya sendiri. hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan dengan keyakinan yang lebih besar yang pada gilirannya akan mengurangi risiko.

Janganlah mengusulkan ide Anda kepada perusahaan Anda sewaktu mengalami krisis. Pada tingkat manajemen menengah. Pilihlah waktu ketika orang lain paling terbuka terhadap sesuatu yang baru. pengalaman lalu. Dalam bisnis dibutuhkan pelbagai tips pengambil risiko. Jangan pernah memaksakan ide Anda pada seseorang. Pada tingkat-tingkat bawah organisasi dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalarn melaksanakan hal-hal yang rutin. sedikit banyak pada sejauh mana dia dipengaruhi orang lain. karena perilaku mereka akan dapat diramalkan dan akan membawa kestabilan organisasi. Orang memerlukan waktu sebelum dapat menerima sesuatu yang baru. barulah secara rinci dikemukakan. Setiap ada risiko biasanya agak ragu-ragu. Namun. terdapat lebih banyak kemungkinan untuk pengambilan risiko. yang berada pada tingkat teratas dalam struktur organisasi. mencoba pelbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang-bidang . yang sedikit saja risikonya. ajukan konsep totalnya. Agar berhasil dalam bisnis. Manajer-manajer tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedurprosedur dan fungsi-fungsi. Mereka bersedia menerima perubahan. situasi dia sekarang dan pengharapan-pengharapan dia terhadap masa depan. mereka cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan mereka sampai pada apa yang mungkin terlaksana saja. c) Kemukakan ide Anda sedikit demi sedikit. mempunyai kemampuan untuk merumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif. Para wirausaha.44 b) Pilihlah tempat dan waktu untuk mengemukakan ide Anda kepada orang lain. Wirausaha yang praktis berorientasi kepada hasil dan cukup yakin akan ide-ide mereka hingga berani menerima risiko demi terlaksananya ide itu. Organisasi seharusnya berada dalam suatu keadaan kurang lebih stabil sebelum ide baru diperkenalkan. Ide yang melibatkan masa depan organisasi mengandung risiko. Wirausaha yang sangat kreatif dan inovatif biasanya adalah pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Ketepatan waktu sangatlah penting dalam mengemukakan suatu ide. namun dampak mereka atas keseluruhan organisasi haruslah minim. dan dengan semakin tertariknya orang pada ide Anda. Dengan berlalunya waktu. 4) Tipologi Pengambil Risiko Seseorang termasuk tipe pengambil risiko yang mana. karena organisasi mereka tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari diri wirausaha sendiri. Beberapa wirausaha dapat disebut "praktis". Orang-orang ini dapat dianggap sebagai pengambil risiko. wirausaha haruslah mengambil risiko dalam mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan. Pertama-tama. Sebagian besar pekerja harus termasuk ke dalam pengambil risiko tipe ini.

maka keputusan untuk mengambil risiko atau tidak menjadi sangat penting. pemimpin harus malaksanakan suatu rencana pasti dalam memulai tindakan. yang mungkin akan mengandung risiko tertentu. Kemampuan mengambil risiko seorang wirausaha/pemimpin akan ditingkatkan oleh: a) Keyakinan pada dirinya. Para wirausaha yang sangat inovatif ini biasanya menjadi tokoh dalam bisnis. Pada tahap-tahap pertama setelah keputusan itu dilaksanakan. Jika pemimpin memutuskan untuk mengambil risiko. kekuatan. posisi dan kewenangan pemimpin akan mendapat tantangan. pimpinan perlu mempunyai keterikatan penuh pada keputusannya sampai masalah itu terpecahkan. Bila suatu keadaan risiko jelas bagi pemimpin. Sebagai seorang wirausaha haruslah menjadi seorang perencana dalam arti bahwa dapat membayangkan ide-ide kreatif dapat digunakan. c) Kemampuan mereka untuk menilai situasi risiko secara realistik dan kemampuan mereka untuk mengubah kesempatan/kemungkinan d) Menghadapi suatu situasi risiko menurut tujuan-tujuan mereka yang telah ditentukan. Hanya jika rencana itu dilaksanakan. barulah pemimpin dapat mengetahui dan mengerti risikorisiko yang terkandung. pemimpin haruslah dapat menilai situasi itu secara realistik dan mencoba memecahkannya. Namun. Kekurangan umpan balik ini mungkin menciptakan keraguraguan dalam benak pemimpin. . Alternatif-alternatif ini memungkinkan fleksibilitas bila permasalahannya berubah. kalau rencana pertama tidak berhasil. Dalam suatu situasi risiko. b) Kesediaan mereka untuk menggunakan kemampuan mereka sepenuhnya untuk mengubah keadaan demi keuntungan mereka. Jika pemimpin tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam bisnisnya. Rencana-rencana alternatif boleh juga dirancang. mengenai keputusannya tidak banyak. juga harus memilki kemampuan mengambil risiko agar mampu melaksanakannya sampai berhasil. Mereka mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi-kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan ide mereka. umpan balik yang diterima pemimpin. 5) Melaksanakan Perubahan Dalam setiap kegiatan pertama-tama wirausaha/pemimpin harus dapat menentukan apakah terkandung risiko atau tidak. memecahkan Jika pimpinan yakin bahwa serangkaian tindakan tertentu akan akan ikut persoalan maka tindakan-tindakan tertentu pemimpin menentukan hasilnya. Mempromosikan keputusan pimpinan dan memeroleh dukungan orang lain akan ikut mensukseskan keputusan itu. Keyakinan pemimpin dalam menangani persoalan itu sangatlah menentukan. Pertama-tama. haruslah dilaksanakan. Pemimpin haruslah bersedia mengambil tindakan korektif yang diperlukan. Sekali suatu rencana tindakan telah dirancangkan.45 bisnis baru.

sistem bekerja dengan pengetahuan di luar rangkaian aturan yang dipunyainya. walaupun para ahli tidak cukup memiliki pengalaman yang menyediakan pengetahuan dan perangkat aturan keputusan dalam sistem ahli. tegantung pada apakah keputusan itu terstruktur atau tidak terstruktur. ada prosedur pengambilan keputusan yang pasti dan alternatif pemecahan masalah yang jelas. semakin besar risikonya. dan sistem nilai. Aplikasi organisasi melibatkan pertimbangan kebutuhan pribadi. III. Keputusan akan menjadi tidak terstruktur. . yang mengarahkan penilaian yang berhasil berdasarkan pola perilaku manusia sukar untuk didefinisikan karena membentuk gugus tugas dengan menggali sumber informasi dari kepala seorang pimpinan adalah suatu hal yang tidak mungkin. Suatu keputusan terprogram ataupun tidak. Wirausaha haruslah menetapkan sasaran yang tinggi untuk dirinya. tetapi fakta dan angka ini kerap tidak berarti bagi keputusan tingkat puncak yang memengaruhi masa depan organisasai. sangat jarang dibuat program. Akan tetapi. atau jika struktur keadaannya sangat komplek atau sukar dipahami. Semakin tinggi tujuan. Data kuantitatif biasanya tersedia untuk mengambil keputusan rutin. lalu menggunakan semua kemampuan dan bakat untuk mencapai tujuan. tentu tidak akan menyerahkan kontrol keputusan pada komputer yang kurang dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadapi masalah seperti ini. semakin sedikit informasi relevan yang tersedia. Para impinan yang tahu dan berpengalan sukarnya mengambil keputusan tidak terstruktur. sangat tidak dipercaya bahwa ternyata sistem ahli dapat dibuat untuk keputusan yang sangat tidak terstruktur. dibuat program. MENGAMBIL KEPUTUSAN Komputer telah menjadi alat pengambilan keputusan selama beberapa dekade ini. Pada umumnya semakin penting keputusan yang diambil. Walaupun demikian. persepsi. jika datanya dapat dikuantitatifkan. sasaran. Hampir seluruh keputusan rutin yang berulah dengan menggunakan data kuantitatif dan memiliki prosedur keputusan yang telah pasti. Perlu dipertimbangkan seringnya kebutuhan akan keputusan tidak terstruktur.46 Tindakan mengambil risiko merupakan bagian hakiki dari seorang wirausaha. Pengetahuan heuristik. Keputusan tidak terstruktur melibatkan serangkaian proses yang tidak selalu sama polanya dan tidak pula ada seperangkat jawaban yang jelas serta baku dalam suatu organisasi. Akan tetapi ada peluang dibuat program. Keputusan tidak terstruktur. jika tidak ada metoda yang baku untuk mengatasi masalahnya. Masa depan organisasi ditentukan oleh putusan pimpinan. akan tetapi untuk dapat mencapai keputusan itu diperlukan tidak hanya sekedar pengetahuan berdasarkan pengalaman belaka.

sambil mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat-akibat jangka panjang atas operasi bisnis seluruhnya. hendaknya dengan sengaja berusaha mengenali kelemahan-kelemahan dalam rencana itu. Semakin berubah lingkungan bisnis. jarak. Kemampuan itu diperoleh dari pengalaman harus membuat keputusan-keputusan penting selama bertahun-tahun dalam situasi-situasi yang semakin ruwet. Dalam beberapa situasi wirausaha dapat membayangkan sebelumnya hasil-hasil yang akan terjadi dari serangkaian tindakan. Sebagai seorang wirausaha/pemimpin harus kreatif daripada manajer konvensional. Sebuah persoalan utama dapat dibagi-bagi sehingga sebagian daripadanya dapat dipecahkan dengan segera—biasanya karena ada kebutuhan mendesak yang hasilnya cukup pasti. yaitu harus mengambil keputusan. sesuai dengan teknik-teknik pemecahan persoalan. dan anjungan komite. Mungkin wirausaha harus memandang sebuah persoalan dari pelbagai sudut dan mencari cara baru untuk memecahkannya. Kemampuan mengambil keputusan secara intuitif. dan mungkin ini hasil musyawarah. Sukses bagi wirausaha/pemimpin tergantung pada kemampuannya mengambil keputusan-keputusan yang meningkatkan kemampu labaan bisnis yang akan datang. karena wirausaha harus membuat keputusan baik tanpa bantuan data kuantitatif atau dengan dukungan staf yang berpengalaman. Seorang wirausaha harus memutar otak dengan mengandalkan intuisi dan ide-idenya. tergantung dari bagaimana dilaksanakannya. namun wirausaha harus cepat menyadarinya dan mengambil tindakan pembetulan. gaya hidup. Dalam kasus-kasus lain.47 Dalam perusahaan besar. kesalahan-kesalahan akan terjadi. 1) Tipe-tipe Keputusan Walaun para pimpinan di berbagai organisasi dapat berbeda-beda berdasarkan latar belakang. Biasanya suatu keputusan dicapai melalui prosedur tetap. Dengan berbuat demikian wirausaha akan menjadi lebih obyektif. karena banyak orang yang tidak bersedia memikul tanggungjawab pribadi atas keputusan tadi. Suatu keputusan dapat baik dan jelek. tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Dudukkan setiap persoalan dalam konteksnya yang lebih luas. Pasti. yang mendasari sejumlah besar keputusan kewirausahaannya. manajemen senior biasanya mengambil keputusan atas dasar data dan dokumentasi perusahaan yang terdapat dalam survei. Tidak ingin bertindak konvensional berarti wirausaha selalu harus bertanggungjawab sepenuhnya atas tindakan-tindakannya. yang dimengerti dengan baik oleh manajemen. tetapi tidak dapat menggantikan intuisi. Data kuantitatif dapat membantu penilaian wirausaha. semakin banyak pula keputusan intuitif yang harus diambil. laporan. jika seorang wirausaha merasa bahwa terlalu terlibat secara emosional. adalah “harta” seorang wirausaha yang sangat berharga. Untuk mengambil keputusan para pimpinan . dan sebagainya. Informasi ini biasanya telah dihimpun dengan cara yang baku.

Jika suatu situasi tertentu sering muncul. Keputusan seperti ini mesti diperlukan tanpa menggunakan segala sumber daya yang tidak perlu. Tidak ada suatu prosedur pun yang ada untuk menangani masalahnya. yaitu: a) Keputusan terprogram. juga karena masalahnnya kompleks atau sangat penting. Berarti. Pada satu sisi pimpinan mengahdapi begitu banyak keputusan terprogram setiap harinya. Secara tradisional. Para ahli mengembangkan beberapa cara untuk mengklasifikasi keputusan. penilaian. prosedur operasi standar dan struktur organisasi yang mengembangkan prosedur yang spesifik untuk mengatasi masalah. para manajer untuk membuat keputusan terprogram menggunakan aturan. keputusan dapat dibuat program jika masalahnya berulang dan rutin sehingga prosedur baku dapat dibuat untuk mengatasinya. para manajer membuat keputusan tidak terprogram berdasarkan proses pemecahan masalah yang umum. Hubungan informal maupun formal antar manajer dapat digunakan untuk mengatasi masalah. biasanya prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya. Pada sisi lainnya. selain karena tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya. 2) Menjadi Seorang Pengambil Keputusan Semakin Anda berpengalaman dalam mengambil keputusan. Sebaliknya. b) Contoh-contoh manakah selama enam bulan terakhir ini yang menggambarkan kemampuan Ana mengambil keputusan realistik c) Apakah kelemahan atau ketakutan Anda sewaktu mengambil keputusan? d) Dengan cara bagaimanakah Anda menggunakan kreativitas dan/atau intuisi dalam mengambil keputusan? . b) Keputusan tidak terprogram. Pada dasarnya kedua klasifikasi ini memilki perbedaan penting. a) Bagaimana Ada dapat menjaga kepercayaan diri ketika mengambil keputusan penting. Keputusan tidak terprogram jika hal yang baru dan tidak terstruktur.48 mengahadapi situasi yang melibatkan beberapa alternatif dan keputusannya melibatkan perbandingan dari alternatif dengan evaluasi hasilnya. membedakan dua tipe keputusan. intuisi dan kreativitas. Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu menaksir kemampuan Anda sekarang dalam mengambil keputusan. Sayangnya. Herbert Simon (1960). sedikit sekali kita mengetahui keterlibatan proses manusia dalam keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Masalah seperti ini membutuhkan perlakuan khusus. semakin besar pula kepercayaan diri Ada akan semakin berorientasi pada tindakan. keputusan tidak terprogram harus diperhatikan secara cermat karena memelukan alokasi jutaan rupiah setiap tahunnya.

Ancangan rasional ini merupakan cara yang logis dan masuk akal dalam memecahkan persoalan-persoalan bisnis. mungkin Anda mampu mengambil keuntungan sewaktu timbul peluang-peluang bisnis. Biasanya prosedur-prosedur itu meliputi langkah-langkah berikut: a) Kenalilah persoalannya secara umum. kepemimpinan dan kekuasaan anda diperlukan untuk pelaksanaan cara penyelesaian dengan berhasil. “metode ilmiah” itu tidak akan menjamin keberhasilan suatu cara penyelesaian tertentu. g) Laksanakanlah jalan penyelesaiannya. Pemecahan dan cara-cara penyelesaian tidaklah sukar jika anda bekerja dalam lingkungan yang sudah biasa bagi anda. h) Periksalah apakah cara penyelesaian itu tepat.49 e) Hikmah apa yang Anda petik dari kesalahan-kesalahan yang Anda buat dalam keputusan yang lalu? f) Dengan cara bagaimanakah Anda menangguhkan dan menunda pengambilan keputusan? g) Bagaimana keluwesan Anda dalam mengadakan penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan-perubahan di lingkungan Anda? h) Apakah Anda biasanya dipaksa membuat keputusan? i) j) Tindakan apakah yang biasanya Anda ambil setelah mencapai sebuah keputusan? Bagaimana cara Anda memimpin agar tercapau hasil-hasil yang diinginkan? Anda dalam mengambil keputusan-keputusan? l) Bagaimana cara Anda memanfaatkan kontak professional dan pribadi Anda untuk memperoleh informasi yang akan membantu anda mengambil keputusan? Jika Anda mengambil keputusan dalam batas-batas waktu yang masuk akal. karena berdasarkan atas pengalaman masa lampau. Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan dengan cepat agar dapat menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. 3) Pemecahan Persoalan Kita telah memperhatikan secara panjang lebar segi-segi rasional dari pengambilan keputusan “metode ilmiah” pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan. c) Indentifikasikanlah problem-problem utama d) Carilah sebab-sebab problem itu e) Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu. Namun. f) Pilihlah jalan keluar yang paling dapat dilaksanakan. k) Bagaimana cara Anda menggunakan sumber-sumber daya di lingkungan . Biasanya keputusan-keputusan dapat dibuat dengan cepat dan tepat. b) Tentukan fakta-fakta yang penting yang berkaitan dengannya.

Janganlah mencampuradukkan antara fakta dan opini. 3) Mengambil Keputusan Banyak masalah utama dapat dipecahkan dengan jalan yang berlain-lainan. b) Identifikasi bidang manakah dari persoalan tadi yang tidak berdasarkan fakta. maka keputusan-keputusan diambil dalam keadaan yang sangat tidak pasti. jika tidak terdapat ketidakpastian yang besar. d) Ambillah resiko yang sedang-sedang saja. . Hasil keputusan dipengaruhi oleh sejauh mana wewenang dan dukungan Anda atas keputusan yang dibuat.50 Agar efektif. Menggunakan cara-cara yang belum dicoba dan mencoba-coba dengan ide-ide baru dapat menyebabkan malapetaka. Keputusan-keputusan jenis ini haruslah dipikirkan selama jangka waktu tertentu. Dari semua ini. dan intuisi untuk mencapai keputusan. Pedoman untuk mengambil keputusan kunci adalah sebagai berikut: a) Tentukan fakta dari persoalan yang sudah Anda kenal. c) Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara drastik susunan organisasi Aanda yang sekarang. akan lebih anda sadari perbedaan-perbedaan yang besar antara “bagaimana kenyataannya” dan “bagaimana seharusnya” dari sesuatu. di mana risiko mungkin tidak dikenal. Bersedialah untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan. e) Keputusan-keputusan haruslah diuji coba dahulu. g) Meskipun sebuah keputusan bukan merupakan keputusan yang terbaik. f) Dalam keadaan-keadaan tertentu. karena terlihat dalam kegiatan khusus dan terbatas. Di tangan andalah terletak tantangan untuk memadukan semua bagian itu sehingga menjadi suatu pandangan yang menyeluruh atas persoalan tersebut. hanya dapat melihat bagianbagian dari persoalan. dan memungkinkan Anda menilai hasil-hasilnya sebelum mengikatkan diri secara penuh pada keputusan itu. Di bidang yang tidak dikenal inilah Anda harus menggunakan logika. keputusan itu bisa saja memberikan hasil-hasil yang sangat berhasil. Jika fakta-fakta saja tidak mencukupi sebagai bagian besar pemilihan suatu arah tindakan. penalaran. Hal ini mengurangi risiko Anda. Pengalaman lampau dan intuisi anda akan memungkinkan anda memilih factorfaktor dan hal-hal yang vital dari setiap persoalan. Kebanyakan orang dalam organisasi anda. anda harus mampu melihat setiap aspek dari sebuah persoalan dan juga mengerti/memahaminya secara keseluruhan. mungkin lebih baik bagi Anda meneruskan saja apa yang telah berhasil di masa lampau.

pemecahan persoalan. merupakan ciri khas wirausaha. Caracara khusus untuk membuat penggunaan waktu Anda lebih baik mencakup penetapan tujuan-tujuan. menjatah waktu untuk setiap kegiatan penting. Mereka menentukan standar-standar keberhasilan mereka sendiri.51 Keberanian dan antusiasme adalah perlu dalam menerapkan sebuah keputusan. semakin sore Anda sungguh semakin kehilangan waktu. Semua wirausaha perlu memanajemeni waktu secara efektif. namun tergantung kepada Andalah untuk mewujudkan waktu menjadi harta yang penting bagi semua karyawan Anda. menentukan batas waktu. Di akhir hari tak ada sisa waktu yang dapat digunakan. dan orang-orang lain mengikuti. dan pencarian peluang-peluang. Sebagai seorang wirausaha. Kebanyakan wirausaha tidak takut pada pengambilan keputusan karena mereka tidak memanntikan kegagalan. Anda harus berfikir positif tentang hasil-hasil masa depan keputusan. Anda hanya menangani persoalan utama. Wirausaha memelopori. semua keragu-raguan dan ketidakpastian haruslah dibuang. Perasaan aman ini juga memungkinkan Anda memasuki bidang-bidang bisnis yang baru. Waktu merupakan salah satu harta perusahaan Anda yang paling pentingn. Anda seharusnya merasa aman. MANAJEMEN WAKTU Waktu adalah sesuatu yangbtidak dapat Anda tabung. Anda harus bersifat tegar dalam tindakan-tindakan Anda. IV. dan semua tugas lainnya hendaklah diberi prioritas lebih rendah serta dikerjakan kemudian. Oleh sebab itu. Anda harus mengkhususkan waktu untuk hal-hal tersebut. Perasaan aman ini memungkinkan Anda membuat keputusan kunci tanpa takut pada akibat-akibatnya. Anda akan mencapai hasil yang lebih baik. . Umpamanya. karena mengetahui bahwa masa depan terletak di tangan Anda sendiri. Kreativitas. sedang staf Anda menangani empat kegiatan yang berkaitan. Organisasi Anda haruslah mempunyai tujuan-tujuan yang pasti dan jelas untuk dicapai. Jangan membuang waktu dengan ragu-ragu. Sekali Anda telah memulai menerapkan suatu keputusan. melainkan harus juga berminat pada efektivitas penggunaaan waktu perusahaan Anda. Melalui penganggaran waktu. Salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan waktu yang produktif adalah dengn memulai pelbagai kegiatan secara serempak. Wirausaha haruslah menggunakan sebagian besar waktunya untyuk sasaransasaran dan problem-problem yang memengaruhi organisasi sebagai keseluruhan. dan kunci menggunakan waktu secara efektif adalah melalui manejemn yang lebih baik. Anda meski menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan hal-hal yang Anda yakini sebagai sangat penting. Anda tidak saja harus mengunakan waktu Anda dengan efektif.

52

Namun waspadalah agar Anda jangan terlalu banyak menggunakan waktu untuk problem-problem yang Anda suakai dan terlalu sedikit waktu untuk problem yang paling tidak Anda kenal. Anda haruslah mengenal problem utama yng dihadapi organisasi Anda dan menanganinya menurut urutan prioritasnya, dengan mendahulukan problem jangka pendek daripada jangka panjang. Teknik Manajemen Waktu Manajemen waktu itu menyerupai kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik. Penggunaan waktu yang terbaik semata-mata berarti mencapai keluaran maksimum dalam waktu yang tersedia. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara yakni: a) Identifikasi tujuan-tujuan khusus harian. Pastikan bahwa Anda memahami apa yang ingin dicapai setiap hari. Sebelum sampai atau segera setelah Anda sampai di tempat kerja, susunlah tujuan kerja Anda menurut urutan pentingnya. Jangan biarkan pengeruh luar menghentikan penyelesaian tujuan. b) Motivai dari dalam. Para wirausaha biasanya adalah individu yang bermotivasi tinggi, dan tampaknya menikmati pekerjaan apa pun yang mereka kerjakan. Kebanykan orang mampu mencapai tujuan-tujuan yang mirip dengan apa yang mereka inginkan. Namun, wirausaha mampu memotivasi dirinya untuk memproduksi keluaran tinggi pada pekerjaan yang harus mereka lakukan. c) Tetapkan batas waktu. Lebih banyak pekerjaan yang dapat Anda kerjakan, jika Anda menetapkan batas waktu realistik. Sekali setelah ditetapkan Anda haruslah berbuat apa pun untuk memenuhi batas waktu. d) Memanfaatkan telepon. Telepon merupakan hubungan komunikasi utama antara Anda dan dunia kerja Anda. Persoalan-persoalan dapat dipecahkan dengan lebih cepat melalui penggunaan telepon, karena dapat berkomunikasi dua arah. e) Buatlah catatan. Sediakanlah selalu sebuah buku catatan. Pencatatan isi-isi pokok mengabadikan isi rapat, diskusi dengn pelanggan, dan pikiran-pikiran Anda sendiri. f) Janganlah melakukan segala-galanya. Sebuah pepatah lama berbunyi: “Jika Anda ingin menjadikan sesuatu suruhlah seseorang yang sibuk untuk melakukannya”. Wirausaha sibuk, namun tindakan-tindakannya ada tujuannya. Pusatkan perhatian Anda hanya pada yang pentingpentingn. Dengan berorientasikan tujuan Anda harus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada hail-hasil yang berarti. Bersifatlah selektif dalam kegiatan-kegiatan kerja Anda dan jangan melakukan segalanya. Belajarlah untuk mengatakan “tidak” kepada

53

kegiatan-kegiatan yang memakan waktu, yang tidak berkaitan dengan tujuan prioritas Anda. g) Tetapkan waktu. Tetapkanlah waktu Anda untuk melakukan tugas-tugas utama, selama tiga atau empat jam pada saat Anda biasanya merasa paling efektif dalam satu hari. h) Ajukan pertanyaan-pertanan sebelum memulai pekerjaan. Hampi semua pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sebelum memulainya, jawablah lebih dulu pertanyaan ini: Apa? Kapan? Dimana? Siapa? Bagaimana? Mengapa? Untuk setiap langkah kegiatan, tanyalah diri Anda: “mengapa saya perlu melakukan ini?” Jawaban-jawan Anda akan membantu dalam menentukan tugas-tugas terpenting kegiatan itu. i) Berorientasilah pada tindakan. Sekali Anda memutuskan untuk memecahkan suatu persoalan tertentu, rancangnlah tindakan Anda dan mulaialah. Sekali Anda mulai, cobalah selesaikan sebanyak mungkin secepat-cepatnya. merencanakan j) Dengan kata dan lain, lalu sediakan luangkan waktu waktu untuk untuk pekerjaanAnda

mengerjakan rencana Anda. Berlakukan reflektif. Berpikir secara reflektfi berarti memetik hikmah dari kegiatan-kegiatan masa lampau, sekarang dan yang akan datang. Kebanyakan kita tidak berpikir banyak mengenai apa yang kita lakukan dan mencari waktu untuk berefleksi sangatlah sukar. k) Rencanakan hari esok secara terperinci. Pada akhir setiap hari, siapkan suatu jadwal untuk kegiatan-kegiatan hari berikutnya. Bahkan Anda mungkin dapat mulai dengan satu kegiatan sebelumna, sehingga besoknya Anda lebih lancar mulai bekerja dan tidak menunda-nunda. l) Bergurulah pada pengalaman Anda. Meninjau kembali pengalaman lampau Anda membantu Anda menentukan pengelaman mana yangn menarik, dan produktif dan mana yang membosankan, menghbiskan waktu dan tidak produktif. m) Tanyakan pengguanaan waktu Anda. Agar Anda dapat memanejemeni waktu dengan baik, ajukan pertanyaan berikut ini: (1) Kegiatan-kegiatan manakah yang sedang saya lakukan, yang seharusnya tidak saya lakukan atau dapat didelegasikan kepada orang lain? (2) Apakah saya menetapkan prioritas ketika memutuskan kegiatankegiatan yang harus saya lakukan? (3) Apakah kegiatan-kegiatan saya terjadwal sehingga dapat dilaksanakan dalam jangka waktu masuk akal?

54

(4) Apakah saya mampu berkonsentrasi atas satu kegiatan secara berturut-turut? D. Latihan Pertanyaan Konsep 1. Jelaskan pengertian kepemimpinan ! 2. Jelaskan mengapa wirausaha harus mempunyai jiwa kepemimpinan ! 3. Jelaskan pendekatan studi kepemimpinan! 4. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi tugas ! 5. Jelaskan perilaku pemimpin yang berorientasi karyawan ! 6. Jelaskan ketrampilan yang dibutuhkan oleh pemimpin ! 7. Jelaskan tipe-tipe pemimpin ! 8. Jelaskan karakeristik pemimpin yang efektif ! 9. Jelaskan pengertian risiko dalam kewirausahaan ! 10. Evaluasilah kebutuhan-kebutuhan Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. Beberapa pertanyaan bagi Anda sebelum mengambil keputusan yang mengandung risiko adalah, sebagai berikut: 1) Apakah risiko itu sepadan dengan hasilnya? 2) Bagaimanakh risiko dapat dikurangi? 3) Informasi apakah yang diperlukan sebelum risiko diambil? 4) Orang-orang dan sumber-sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencapai tujuan. 5) Mengapa risiko ini penting? 6) Apakah ketakutan Anda dalam mengambil risiko ini? 7) Apakah Anda bersedia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini? 8) Apakah yang akan dapat Anda capai dengan mengambil risiko itu? 9) Persiapan-persiapan apakah yang perlu Anda buat sebelum mengambil risiko itu? 10) Bagaimana Anda dapat mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan Anda telah tercapai? 11) Apakah halangan-halangan terbesar dalam mencapai tujuan itu? a. Susunlah rencana kegiatan Anda dalam satu tahun ke depan (mencakup faktor: Apa, mengapa, dimana, kapan, siapa, dan bagaimana) b. Susunlah kegiatan 1 hari ke depan secara detail dari menit ke menit.

Sumber: http://www. Jadi tidak usah lewat pemerintah dulu selama kita bisa selesaikan masalah-masalah kita. Jelaskan orientasi kepemimpinan yang dilakukan oleh tokoh di atas! 2.tokohindonesia. Selain itu. Rabu (14/5). Dengan cara itu diharapkan iklim investasi bisa membaik karena keributan antara pengusaha dan buruh bisa dihindarkan. Jelaskan kelebihan dan kelemahan strategi kepemimpinan yang ia terapkan! ." ujar Sofjan. dengan tujuan ikut memberi kontribusi membangun republik ini.55 Pertanyaan Kasus Kasus : Sofjan Wanandi : Ketua Umum Apindo Usahawan dari Grup Gemala Sofjan Wanandi (62). "Kami akan membuka Sekretariat Bersama dengan buruh sehingga kalau ada masalah bipartit bisa kita selesaikan sendiri sebelum ribut. Apindo di bawah kepengurusan baru akan segera membentuk sekretariat kerja bersama dengan serikat buruh untuk memperlancar komunikasi dan menyelesaikan persoalanpersoalan perburuhan secara bipartit. "Kami usulkan para pimpinan serikat buruh ketemu paling sedikit sekali sebulan sehingga komunikasi lancar agar persoalan bisa kita selesaikan sebelum ribut. Selain itu Apindo akan bekerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk meningkatkan kualitas buruh dan sekaligus pengusaha sehingga dapat terbentuk kemitraan yang bertujuan memperbaiki iklim investasi karena semakin baiknya saling pengertian.shtml Pertanyaan diskusi: 1. "Hal pertama yang kami kerjakan adalah konsolidasi pengusaha.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. katanya. daya kompetisi buruh Indonesia juga sudah kalah dari Cina dan Vietnam. Komunikasi Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea. Kami betul-betul ingin membuat suatu iklim investasi yang kondusif karena banyak dari pengusaha asing selalu mempersoalkan masalah buruh ini sebagai salah satu dari masalah besar mereka. sementara yang memiliki anggota hanya sekitar 38 buah. Tahun lalu. terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggantikan Suparwanto. setidaknya 43 perusahaan Korea dan 10 perusahaan Jepang hengkang dari Indonesia antara lain karena persoalan buruh di samping masalah legal dan keamanan. ada 68 serikat buruh." ujarnya." tutur Sofjan Wanandi hari Kamis 15/5/03.

1997 (terjemahan) 3. Meredith. Proses. Astamoen. 6. RW. Mas’ud & Mahmud. Jakarta:PPM. Kewirausahaan. 9. Masykur. Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Dan Ebert. Kewirausahaan yang Berproses. Buchari. 1996 (terjemahan). Organisasi: Perilaku. 2005. Yogyakarta:BPFE. 8. Alma. Griffin. 1997.com/ensiklopedi/s/sofjan-wanandi/index. Mutis. 5. 2006. Kewirausahaan. Struktur. Kewirausahaan. Jakarta:Prehallindo. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses.. Bandung: Alfabeta. a. 7. Wiratmo. RJ.tokohindonesia. Yogyakarta:BPFE. 1996. Jakarta:Cresindo. Bandung: Alpabeta. 4.56 E. Daftar Pustaka 1. Thoby. Donnely.shtml . 1995. Gibson. Moko P. Geoffrey G. Suryana.. Hani Handoko. http://www.et al. Jakarta: Binarupa Aksara. Yogyakarta:BPFE. Ivancevich. 2. Binis (Jilid 1). Jakarta: Salemba Empat. Pengantar Kewiraswastaan. 2007. Teori dan Praktek. Manajemen. 1997. b. 2005.

3. b) Persekutuan (partnership).. C. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.SIP. dan manajemen yang dirancang sendiri.Si. Menjelaskan dan memberi contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. c) Perusahaan berbadan hukum (corporation). 5. 6. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal berupa saham. . 11. Menjelaskan dan memberi contoh cara memasuki usaha baru. 8. Menjelaskan dan memberi contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. yaitu kerjasama (asosiasi) antara dua orang atau lebih. 10. Menjelaskan dan memberi contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. Menjelaskan dan memberi contoh tahapan perencanaan usaha. organisasi. yaitu: (1) Merintis usaha baru. 4. M. Materi 1. 7. M. J.Lies Endarwati. Menjelaskan dan memberi contoh meraih peluang. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: a) Perusahaan milik senidiri (sole proprietorship). Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah peserta pelatihan dapat menyusun proposal rencana usaha baru yang fisible. Menjelaskan dan memberi contoh bentuk formal rencana usaha.57 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. Menjelaskan dan memberi contoh kerangka rencana usaha. M. Cara Memasuki Dunia Usaha Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha. I. SE. Menjelaskan dan memberi contoh pentingnya perencanaan usaha 9. Menjelaskan dan memberi contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh.Pd. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. Menjelaskan dan memberi contoh memilih lokasi usaha. 2. & Dyna Herlina S. Faraz.. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. ide.3: Perencanaan Usaha Oleh: Nahiyah J.

universitas. dan perusahaan lainnya. 2. Menurut Lambing. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan. pembelian peralatan. Sebayak 15% responden telah mencoba dan merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang dirintis. Merintis Usaha Baru Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy lambing (dalam Suryana. (3) Kerjasama manajemen (franachising) yaitu kerjasama antara wirausaha (franachisee) dengan perusahaan besar (franachisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). b) Pendekatan outside-in yang disebut juga opportunity recognition. konsultasi. latar belakang.58 (2) USAHAMembeli perusahaan orang lain (buying). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. 2006). Mereka mengatahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. rencana bangunan. promosi. pengendalian kualitas. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing bersumber dari: (a) Surat kabar (b) Laporan periodik tentang perubahan ekonomi (c) Jurnal perdagangan dan pameran dagang (d) Publikasi pemerintah (e) Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham. Sebanyak 1 dari 10 responden (11% dar wirausaha) yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. riset. kemampuan. . yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar. dan akuntansi. ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: a) Pendekatan Inside-out atau disebut dengan idea generation. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide usaha dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. dan sumber-sumber permodalan. Mereka melihat keterampilan sendiri. sedangkan sebanyak 46% sisanya dikarenakan hobi. penetapan standar. yaitu alat pengambangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. nasehat hukum.

c) Tempat usaha yang akan dipilih. barang dan jasa yang akan dijadikan objek usaha tersebut harus memiliki pasar. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. Sumber dana tersebut adalh berasal dari badan-badan keuangan seprti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. kompetensi usaha yang diperlukan adalah: a) Kemampuan teknik. maupun orang. b) Bentuk usaha dan kepemilikan yanng akan dipilih. yaitu kemampuan tentang bagaimana memeroleh sumber-sumber dana dan bagaimana cara menggunakannya. Berdasrakan pendekatan Inside-out. uang. baik barang. Dalam memasuki arena usaha atau memulai usaha baru. untuk memulai usaha. d) Kemampuan hubungan. memelihara. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan: a) Bidang dan jenis usaha yang dimasuki. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Bagan Proses Usaha: † Ide † Anda Uang + Fasiitas Kredit Orang Barang Jasa Pasar Uang Profit Pada bagan di atas dapat diketahui bahwa usaha baru harus diawali dengan ide. dan mengembangkan relasi. Ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk abarang dan jasa yang laku di pasar. Setelah ide. b) Kemampuan pemasaran. e) Lingkungan usaha yang akan berpengaruh. Dalam merintis usaha baru. Bagan berikut menunjukan proses usaha yang diawali dengan kepribadian dan ide. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Menurut Norman Scarborough. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. d) Organisasi usaha yang akan digunakan. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas. c) Kemampuan finansial. Tentu saja. f) Jaminan usaha yang mungkin diperoleh.59 Menurut Lambing keunggualan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentfikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. Oleh karena itu. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. . seseorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan.

dan jalan raya. terdapat 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. meliputi usaha konstruksi bangunan. agen. salon. (f) Jasa keuangan. meliputi berbagai kelompok. dan perkebunan. (i) Jasa wisata. Dalam persekutuan terdapat dua macam anggota. (c) Pabrikasi. Berdasarkan UU No. dan koperasi. yaitu: (a) Sekutu umum. pengairan. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha yang bisa dipilih. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. perakitan. meliputi usaha pengangkutan. yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor. . (b) Pertambangan. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. yaitu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oelh satu orang. laundry. meliuti usaha industri. yaitu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. asuransi. (h) Jasa umum. yaitu: (1) Kelompok usaha jasa pariwisata (2) Penngusahaan objek dan daya tarik wisata (3) Usaha sarana pariwisata. dan ekspor-impor. meliputi usaha perbankan. kehutanan.9/1990 tentang Kepariwisataan. dan meiliki daya rangsang yang lebih tinggi. meliputi usaha pertanian. meliputi potong rabut. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. pergudangan.60 Bidang dan Jenis Usaha yang akan Dimasuki Beberapa bidang usaha yang dapat dimasuki adalah: (a) Pertanian. b) Persekutuan. wartel dan distribusi. (e) Perdagangan. jembatan. dan bata. dan Katering. bebas dalam pengelolaan. biaya operasi rendah. (g) Jasa perorangan. galian tanah. batu. c) Perseroan. dan sintesis. yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham. merupakan anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yanng disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. yaitu: a) Perusahaan perorangan. (d) Konstruksi. grosir. meliputi usaha perdagangan kecil (ritel). (b) Sekutu terbatas. meliputi usaha galian pasir. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan.

pembelian. Sebalknya semakin kecil lingkup usaha maka semakin sederhana organisasinya. atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b) Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c) Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan pembantu lain seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha perlu dipertimbangkan aspek efsiensi dan efektivitas. b) Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. cakupan. Bagian-bagian kegiatan usaha tertentu seperti bagian penjualan. Tempat Usaha yang Akan Dipilh Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal berikut ini: a) Apakah tempa usaha ersebut mudah dijangkau oelh konsumen. yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersaa. baik bagi perusahaan maupun konsumen. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri tetapi harus melibatkan orang lain. Untu menentukan lokasi atau tempat usaha. administrasi.61 d) Firma. bila memungkinka. c) Kerjasama bai hasil. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien. dan keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan bantuan orang lain. Organisasi yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup. dan skala usaha yang akan dimasuki. maka keuntungan dibagi bersama. Gambar berikut merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan: Wirausaha Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan (a) Struktur Organisasi Usaha Sederhana . Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan manajer pemilik usaha kecil. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Bila untung. Pada lingkup usaha pada skala usaha kecil pada umumnya berperan sebgai manajer pemilik usaha atau operator usaha kecil. Semakin besar lingkup usaha semakin kompleks organisasinya. terdapat beberapa alternatif yang bisa dipilih: a) Membangun bila ada tempat yang strategis.

Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan manajmen. . Sebaliknya semakin kecil perusahaan. Secara hierarkis. dalam perusahaan kecil. sedankan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen dan kemampuan. Oleh sebab itu. organisasi perusahaan terdiri atas beberapa tingkatan.62 Wirausaha Manajer Manajer Karyawan (b) Struktur Organisasi Usaha Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Pemasaran Keuangan SDM Produksi Karyawan (c) Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan CV. fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. dalam perusahaan besar. semakin besar perusahaan. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. dewan dierktur. maka semakin besar fungsi kewirausahaan. direksi mengangkat beberapa orang manajer. karena yang mendasari adalah motivasi dan kemauan. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris. Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi kegiatan direksi dalam menjalankan perusahaan. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. maka semakin besar pula fungsi manajerial. yaitu rapat umum pemegang saham. dewan komisaris. Sebaliknya. dan tim manajer.

Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran. masa depan yang terjamin. Lingkungan usaha dapat mejadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Yang termasuk kelompok yang berkepentingan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan. kurang kreatif. yaitu dari laba perusahaan ke manfaat bagi pemilik kepentingan. maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. dan akan merugikan perusahaan.63 Lingkungan Usaha yang Akan Berpengaruh Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. harga. pemegang saham. pelanggan/konsumen. Semangat kerja yang tinggi. di antaranya adalah: 3) Pemasok Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. maka karyawan akan kurang termotivasi. majikan. dan waktu yang tidak memadai. Hal ini bisa dicapai apabila bahan baku dari pemasok bekualitas. distributor. misalnya akibat mutu. .Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memeroleh manfaat dari perusahan. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar. maka perusahaan tersebut harus memproduksi barang dan jasa yang bermutu tinggi. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. tepat waktu. direksi. 4) Pembeli atau pelanggan Pemebeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. dan cukup jumlahnya. karyawan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. pelayanan yang baik. a) Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yanng ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. dan lainnya. manajer. Jika tidak. 6) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memeprlancar penjualan. Konsumen yang kecewa karena tidak memeroleh manfaat dari perusahaan. seperti pemasok. Lngkungan yang dapat memengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro. kurang produktfi. 5) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan.

perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. tingkat bunga. gaya hidup. Namun demikian. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam meproyeksikan usahanya. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memerluas skala industri secara keseluruhan. Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasikan keuangannya. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian. dan fluktuasi mata usang asing. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. sperti tingkat inflasi. dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Oleh karena itu kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan. regional. baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perusahaan. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. dan struktur masyarakat bisa menjadi . kebiasaan. telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.64 b) Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oelh perubahan demografi dan gaya hidup. Variabel-variabel ekonomi. dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh terhadap tingkah laku masyarakat. Misalnya adanya kekacauan politik dan kerusuhan selalu membawa sentimen pasar. kecenderungan. yang meliputi: (1) Lingkungan Ekonomi Kekuatan ekonomi lokal. pendapatan. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. Kelompok-kelompok masyarakat. nasional. Demikian juga bidang jasa. Teknologi baru telah memunculkan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Dalam beberapa hal. (3) Lingkungan Sosiopolitik Kekuatan sosial politik. (2) Lingkungan Teknologi Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahan sangat beropengaruh terhadapperusahaan. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat.

Untuk mendapatkan hak paten. alat yang dicipatakan harus betul-betul baru (bukan produk perbaikan). Pada prinsipnya. Langkah 3: Telusuri paten-paten yang telah ada. Perlindunganproduk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usahausaha peniruan dan penduplikasian yang dilakukan oelh pihak lain. yaitu: Langkah 1: Tetapkan bahwa yang ditemukan betul-betul baru. Untuk . identitas dan nama perusahaan. nama. Langkah 5: Mengajukan lamaran paten.loo slogan. Pemberian hak monopoli atas produk dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemmu. Temuan tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinian produk atau membedakannya dengan produk lain di pasar. Langkah 2: Dokumentasikan produk yang ditemukan tersebut.65 peluang. semua lingkungan di atas bisa mencipatakan peluang bagi wirausaha. bahkan menjadi poduk pesaing dan mematikan perushaan penemu. Penemuan yang telah diberikan hak paten tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (liensi) dari penemmunya. Hak peten hanya diberikan kepada penemu sebenarnya. Banayak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. Dengan adanya jaminan perusahaan yang diperoleh maka keberadaan perusahaan terlindungi. Langkah 4: Pelajari hasil Telusuran. Ada bebrapa langkah untuk menadaptkan hak paten. Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh Jaminan usaha sangat penting bagi perkembangan perusahaan. Beberapa hak perlindungan perusahaan yang mungkin diperoleh adalah: a) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga berwewenag atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. bukan kepada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. serta keorisinilan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. menggunakan. dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. terutama untuk penemuan-penemuan. b) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdangan atau perusahaan. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. Merek dagang (trade –mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasaran. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak peten.

66

menetapkan merek dagang, harus dipilih kata yang khas, mudah dikenal dan diingat, serta unik bagi pelanggan sehingga menjadi merek terkenal. c) Hak Cipta Hak cipta (copyright) dalah hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya, misal karangan, musik, lagu, dan hak untuk memproduksi, memperbaiki, mendistribusikan, atau menjual. 3. Perencanaan Usaha Pada umumnya, dalam usaha terdapat dua macam kegiatan perencanaan. Pertama, terdapat kegiatan-kegiatan kewirausahaan, yang mencakup tugas-tugas seperti mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang-orang lain yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum dari usaha Anda. Memeroleh survei-survei pemasaran, melaksanakan riset produk dan merancangkan anggaran, kesemuanya ini merupakan aspek-aspek perencanaan usaha. Kedua, terdapat aspek-aspek usaha yang dapat dianggap rutin. Ini meliputi menyiapkan laporan keuangan bulanan, memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi serta memasarkan produk. Anda dapat menguji manajer dan penyelia untuk melaksanakan kegiatankegiatan rutin itu, namun Anda harus terlibat secara mendalam dalam aspek-aspek wirausaha bisnis Anda. Sangatlah sukar mendelegasikan pertanggungjawaban atas kegiatan-kegiatan wirausaha, dan jika Anda mendelegasikannya, Anda akan kehilangan pengendalian efektif atas usaha Anda. 1) Mengapa perlu Disusun Perencanaan Usaha Perencanaan usaha perlu disusun karena merupakan legitimasi dari sebuah usaha yang akan didirikan. Orang perlu mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan Anda sehingga tertarik untuk bekerja sama. Ada beberapa alasan penting mengapa orang harus menyusun perencanaan usaha (Bygrave:1994:115 dalam Alma:2007:217), antara lain: a) To sell yourself on the business b) To obtain bank financing c) To obatin investment funds d) To arrange strategic alliances e) To large contracts f) To attract key employes g) To complete mergers and acquisitions h) To motivate and focus your management team.

67

Jadi tujuan menyusun rencana usaha adalah: a) Menyatakan bahwa Anda sebagi pemilik dan pemegang insiatif dalam membuka usaha baru. Anda yakin akan keberhasilan usha itu dan Anda juga harus meyakinkan orang lain tidak akan merugi bila melakukan kerjasama dengan Anda. Dengan adanya bantuan kerjasama dari berbagai pihak maka diharapkan usaha Anda akan maju dengan pesat. Bantuanyang diharapkan itu antara lain berupa pinjaman melalui bank atau pinjaman melalui pihakpihak lain yang potensial. b) Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang sudah ada dan saling menguntungkan misalnya dari para produsen yang dapat diharapkan memasok barang buat perusahaan Anda ataupun perusahaan-perushaan yang lebih besar memberi pekerjaan atau kontrak yanng dapat dikerjakan oleh perusahaan Anda. c) Perencanaan Usaha juga dapat mengundang orang-orang tertentu yang potensial atau mempunyai keahlian untuk bergabung bekerjasama dengan Anda. Mungkin saja Anda memerlukan orang-ornga yang mempunyai kemampuan untuk menduduki posisi kunci dalam perusahaan Anda namun Anda harus berhati-hati menerima orang-orang tertentu yang dapat pula menjerumuskan perusahaan Anda yanng baru berdiri. d) Perencanaan usaha juga berguna untuk melakukan merger dan akuisisi misalnya Anda menjual perusahaan Anda ke sebuah perusahaan besar maka perusahaan besar tersebut harus membaca prencanaan usaha Anda atau mungkin juga Anda ingin membeli perusahaan lain maka rencana usaha yang Anda susun dapat memberi keyakinan kepada perusahaan lain yang mau diakuisisi. e) Perencanaan usaha bertujuan untuk menjamin adanya fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan. Sebab sebuah perusahaan akan bertumbuh makin lama makin komplek sehingga rencana usaha menjadi komponen yang sangat penting bagi setiap orang untuk tetap berpijak pada arah yang benar. 2) Perencanaan dan Pengendalian Tindakan wirausaha berarti perencanaan dan pengendalian. Wirausaha mengidentifikasi aspek-aspek usaha yang vital bagi perkembangan masa depannya. Mereka selalu berhasrat untuk meningkatkan prestasi mereka, untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan, meningkatkan kekuatan dan belajar baik bagi keberhasilan maupun kegagalan, dan merencanakan, mengorganisasi masa depan perusahaan. Dalam perencanaan kewirausahaan yang efektif, tidak boleh ada keputusan penting yang ditetapkan tanpa pengetahuan dan persetujuan Anda. Keadaan yang selalu

68

berubah menghendaki agar Anda menguasai pengendalian atas usaha Anda. Maksud utama perencanaan adalah agar Anda mendapat informasi yang tepat dan pada waktu yang tepat, sehingga Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. Keterlibatan pribadi dalam semua aspek usaha biasanya mustahil, dan hal itu akan berarti penggunaan waktu Anda yang tidak efektif. Bagi Anda yang penting adalah memegang kendali yang ketat atas aspek yang lebih bersifat wirausaha bisnis dan mendelegasikan pengendalian atas aspek-aspek rutin lainnya kepada staf. Perencanaan yang baik tampak dalam perumusan tujuan-tujuan dan sasaran yang spesifik, dan membantu karyawan Anda memahami apa yang diharapkan dari mereka. Waktu yang Anda gunakan untuk merencanakan, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil-hasil perencanaan akan ikut menentukan keberhasilan Anda. Perencanaan yang baik mencakup pengendalian-pengendalian yang diperlukan untuk menerapkan rencana dengan sukses. 3) Menetapkan Prioritas Perencanaan usaha mencakup pula penentuan prioritas. Dalam menghadapi persoalan-persoalan, terdapat beberapa bidang-bidang kunci tertentu, yang kalau direncanakan, akan mempunyai akibat-akibat langsung pada usaha. Umpamanya, dalam kebanyakan perusahaan biaya dapat dikurangi dan penghematan-penghematan yang besar dapat dicapai. Uang harus dibelanjakan dengan cara yang paling efisien. Tinjaulah jenis-jenis biaya berikut mempertimbangkan di mana kemungkinan melakukan pengurangan-pengurangan dapat dibuat: a) Biaya langsung, seperti biaya karyawan dan bahan untuk menghasilkan produk. b) Biaya tidak langsung, seperti bahan bantu dan karyawan yang tidak digunakan secara langsung untuk menghsilkan produk, dan biaya umum pabrik untuk penerangan dan bahan bakar. c) Biaya administrasi, seperti pemngeluaran-pengeluaran kantor serta gaji manajemen dan staf. d) Biaya penjualan, yang mencakup semua biaya dalam penjualan produk, seperti iklan, gaji dan pengaluaran staf penjualan dan promosi penjualan. Masing-masing bidang biaya di atas dapat dibagi ke dalam bagian-bagian terpisah. Anda haruslah mampu mengenali bidang manakah yang biayanya tinggi, dan manakah yang rendah. Kalau seminggu sekali informasi mengenai hal ini diperoleh, Anda sangat dibantu dalam memonitor biaya. Dengan mengetahui mana biaya yang paling besar, atau mana biaya yang baru-baru ini bertambah, kita dapat mengenal bagaimana biaya dapat dikurangi.

Canon dan Wichert menyatakan cirri-ciri merek yang baik adalah: (1) Short – pendek (2) Simple – sederhana (3) Easy to spell – mudah dieja (4) Easy to remember – mudah diingat (5) Pleasing when read – enak dibaca (6) No disagreeable – tak ada nada sambung (7) Does not go out of date – tak ketinggalan zaman (8) Ada hubungan dengan barang dagangan (9) Bila diekspor gampang dibaca oelh orang luar negeri (10) Tidak menyinggung perasaan kelompok / orang lain atau tidak negatif (11) Membayangkan apa produk itu atau memberi segesti penggunaan produk tersebut. Apapun merek yang diplih. karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang. disebut tempat kedudukan. Tempat kedudukan berarti tempat (kantor) badan usaha.69 4) Kerangka Rencana Usaha Rencana usaha yang akan disusun memuat pokok-pokok pikiran perencanaan yang mencakup antara lain: a) Nama Perusahaan Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik. Namun persyaratan memberi merek atau nama seperti di atas patut dipertimbangkan. Tepat kediaman berarti tempat peusahaan beroperasi. . yaitu: (1) Lokasi Perkantoran. Oleh sebab itu nama yang diberikan jangan hanya berorientasi kepada factor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya. biasanya jika perusahaan itu mengalami kemajuan maka namanya atau mereknya ikut popular juga. b) Lokasi Ada dua hal penting menyangkut lokasi yang akan dipilih. (2) Lokasi perusahaan. Antara tempat kedudukan dan tempat kediaman ada beberapa perbedaan sebagai berikut: (a) Tempat yang baik untuk badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan. disebut tempat kediaman. biasanya mengelola perusahaan yang berada di tempat lain.

murahnya bahan baku. transport tenaga kerja. sebab factor-faktor yang memengaruhi tiap-tiap perusahaan itu tidak sama (ad pertimbangan berbeda) (d) Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapakan. c) Komoditi yang Akan Diusahakan Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tegantung kepada pemilik usaha. d) Konsumen yang Dituju Dalam hal ini perlu dianalisa calon-calon konsumen yang diharapkan. Gunung Kidul. (3) Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan. . Atau pemilik perusahaan memuunyai selera khusus tentang makanan. baik berupa barang atau jasa. (c) Suatu badan usaha yang mempunyai beberapa perusahaan harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan itu.70 (b) Memilih tempat badan usaha lebih mudah daripada memilih tempat perusahaan. Apakah konsumen bertempat tinggal di lingkungan usaha? Ataukah perusahaan akan menjangkau konsumen yang lebih jauh. Pemilik usaha tetarik dengan suatu komoditi karena di memeroleh informasi dari lingkungannya atau dia memunyai pengalaman dengan komoditi tersebut atau dia memunyai relasi khusus untuk mengusahakan komoditi tersebut.dan sebaginya. dan Kulon Progo. (2) Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barangbarang atau jasa tertentu. lalu dia membuka restoran. (4) Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama. Jadi kesempatan untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (1) Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu. LAlu penulis tersebut membuka usaha penerbitan dan percetakan sendiri. seperti keuntungan yang ditimbulkan oelh proses produksi. Sedangkan tempat kedudukan badan usaha mementingkan segi hukumnya. Contohnya tempat badan usaha ada di Kota Yogyakarta dan tempat kediaman perusahaan ada di Bantul. Misalnya seorang penulis akan menerbitkan bukunya dan menemui kesulitan mencari penerbit yang bersedia menerbitkan bukunya.

Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar. Segala macam taktik akan digunakan untuk mengatasi pemimpin pasar misalnya dengan perang harga. e) Pasar yang Akan Dimasuki Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaanya sebagai pemimpin pasar. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah dari ancaman-ancaman perusahaan lain. Pemimpin pasar memilki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik. Perelung pasar ini berasal dari pengikut pasar yang berusaha untuk menjadi pemimpin di pasar kecil atau memasuki relung pasar. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan. atau perelung pasar. pengikut pasar. Mengenai jumlah total permintaan yang dimaksud bukanlah suatu jumlah permintaan yang bersifat permanent tetapi perlu dipertimbangkan kondisikondisi tertentu. Akan tetapi ada pula strategi perusahaan besar membuka unit-unit usaha kecil yang ditujukan untuk . pengikut pasar harus berhati-hati dalam menjaga mutu produk dan layanan yang diberikan ekapad pelanggannya.71 Prospek konsumen ini didasrkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya. Namun demikian kita perlu menganalisa total permintaan yang dapat diharapkan. Umumnya perusahaan kecil menghindari persaingan melawan perusahaan besar dan mereka melarikan diri untuk memasuki relung pasar. membuat produk baru. dia harus tetap berjaga-jaga untuk memertahankan pangsa pasarnya. Misalnya usaha trnasportasi. Mereka mencoba untuk menonjolkan keunggulan produk dan memberikan servis yang istimewa kepada pelanggannya. penantang pasar. Usaha bentuk pertokoan sangat mengandalakan konsumen dari lingkungan took tersebut. dalam menghitung total permintaan harus memertimbangakan masa-masa libur untuk meramalkan jumlah permintaan. menggunakan promosi secar gencar dan sebagainya. Jadi. Pengikut pasar merupakan sasaran serangan balik dari kelompok penantang pasar. Pengikut pasar sangat mengetahui cara-cara untuk memertahankan langganan yang sudah ada dan selalu mencari pelanggan baru. dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar.

Kadang-kadang melihat penampilan seseorang kita berkesimpulan dia jujur. Jumlah anggota yang mempunyai tanggung jawab terbatas tidak dibatasi jumlahnnya. Dalam peraturuan mereka tidak dibenarkan menarik modal penyertaannya. tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untik mencari laba. Jika ditemukan ada penyelewengan. Jika tidak dijelaskan pembagian naggota dalam bentuk ini. kecuali dalam keadaan tertentu. termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang perusahaan. Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama. sama-sama bertanggungjawab. Walaupun persekutuan ini banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba. dan kemampuan seseorang. Strategi ini sangat mengancam kelangsungan hidup dari perusahaan yang murni sebagai perelung pasar. Hendaknya pemantauan yang dilakukan tidak menimbulkan syak wasangka atau kecurigaan dari personil yang dipantau. kejujuran. f) Partner yang Akan Diajak Kerjasama Definisi partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. Adakalanya sulit mencari oranng jujur. maka semua anggota dianggap sebagai general partner. sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara sebagi suatu kekerabatan. Angota yang memiliki tanggung jawab terbatas tidak memiliki suara dalam mengoperasikan perusahaan sehari-hari. Maka perlu ada pengamatan dan pemantauan. . Bentuk limited partnership memilki anggota sekurang-kurangnya satu orang ayng bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawa terbatas. sebab ini menyangkut masalah karakter. g) Personil yang Dipercaya Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit. Bentuk partnership dapat mengatsi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan.72 melayani relung-relung pasar.dan mempunyai tanggungjawab tidak terbatas. tetapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan usaha. tetapi behak atas laba yang pembagiannya ditetapkan bersama. Ada dua macam partnership yaitu: (1) General partnership (2) Limited partnership Bentuk General partnership semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan usaha.

Melalui bank kita bisa memeroleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sbelum digunakan. Untuk pertama kali membuka usaha. meja. rak-rak. reputasi semakin baik. Peralatan usaha pertokoan. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha. pikirkan peralatan yang sangat diperlukan. . Setelah usaha berjalan. h) Jumlah Modal yang Diharapkan Pada umumnya modal yang tersedia untuk membuka usaha sangat minim atau malah nihil. kejujuran selalu tetap dipertahankan. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju. maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. barang yang dibutuhkan. cukup pakai mesin hitung yang murah saja. Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Para relasi dapat membantu bahan. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Kemudian harus menjallin hubungan baik dengan bank. ini sangat ekonomis. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan. i) Peralatan Perusahaan yang Perlu Disediakan Peralatan yang perlu disediakan. mesin hitung. Di luar itu jangan dibeli. akan berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. menjual harta. Akan tetapi banyak di antara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan. Dia bisa cari peralatan itu di pasar bekas. bahkan uang tunai pun dapat dipinjamkan. sebab akan mengganggu uang kas. atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. yang masing-masing menyetorkan modalnya. Relasi inilah yang biasanya sangat dominant menunjang perkembangan suatu wirausaha. Nanti jika usaha sudah maju. mak segeralah ambil tindakan sebijaksana mungkin yang tidak akan menimbulkan permusuhan dan kerusuhan. Dia merasa belum perlu membeli cash register. baru boleh menonjolkan prestise. syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. baru beli yang serba mahal dan mewah. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan perlatan: (1) Ekonomis (2) Prestise Wirausaha yang ekonomis sangat memerhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. Juga teman-teman lain yang sudah cukup percaya akan menawarkan pinjaman modal dengan bunga rendah. Inilah sumber-sumber modal yang dapat diharapkan setelah usaha berjalan.73 ketidakberesan. adalah sesuai dengan kepentingan usaha.

Ini pun tidak salah.tentu belum dikenal oelh masyarakat. ini pada umumnya dibuat dari kain yang ditulis. Gambarnya agak mencolok. ini dibuat dalam bentuk kertas yang dilipat-lipat sehingga menarik. (2) Poster. manajemen dan sebagainya. ini juga dibuat di atas kertas dengan desain menarik. (2) Personal selling. yang membuat masyarakat memiliki image (citra) baik terhadap perusahaan. Oleh karena itu harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi. kualitas prima. yaitu berupa iklan di berbagai media. Adapun elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain: (1) Advertising. Bentuk-bentuk advertising yang sering digunakan antara lain: (1) Papan reklame. gambar. . dihiasi tulisan. asal sifat prstisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan serta konsumen yang akan dilayani serta disesuaikan dengan kemapuan keuangan. (4) Folder. j) Penyebaran Promosi Sebagai suatu usaha baru. Dipasang atau direntang di jalan-jalan ataupun di depangedung/bangunan tertentu. artinya menyangkut memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan. hadiah. yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting. akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serba mahal. baik menyangkut produk. undian-undian kupon dan sebagainya. yaitu berupa tulisan singkat tentang apa yang dipromosikan di atas kertas atau kain. merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman) (3) Sales promotion. kadang-kadang diberi gambar.74 Berbeda dengan wirausaha yang prestisius. keunggulan apa yang akan ditunjukkan. (4) Public relation. kecil mungil. lokasi strategis dan sebagainya. (3) Katalog. tempat/media mempromosikan. didirikan di pinggir jalan di tempat strategis sehingga jelas dipandang. obral. (5) Spanduk. berisi keterangan dengan gambar disertai foto dan daftar harga barang yang ditawrakan. apakah akan menonjolkan harga murah. dan foto.

majalah atau media elektronik seperti televise dan radio. biasanya dilakukan dengan cara sebgaai berikut: (1) Memasang papan nama perusahaan. ini merupakan bahan yang diproyeksikan di dalam bioskop sehingga menjadi bahan iklan yang ditayangkan sebelum pemutaran film. Dengan promosi secara sederhana tersebut. Jika mereka puas. adalah jenis reklame yang dipasang pada media cetak seperti surat kabar. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. (4) Memberitahukan kawan-kawan. agar masyarakta mengetahui kegiatan apa yang sedang berjalan di tempat tersebut. maka lain kali mereka akan datanng kembali. (5) Menyebarkan kartu nama yang memuat informasi tentang usaha Anda. sebgai pemberitahuan keberadaan wirausaha baru tersebut. selebaran. terpenuhi needs dan wants-nya. (3) Menyebarkan brosur-brosur. (8) Papan nama perusahaan.” Dan menonjolkan keunggulan-keunggulan produknya. Jangan takut pada persaingan. Termasuk ketika memulai usaha. akan menarik konsumen dating ke lokasi usaha Anda. Lama kelamaan wirausaha Anda akan makin maju.75 (6) Slide. Contoh : Situasi Anda Kemungkinan Usaha Calon Konsumen . Bagi sebuah wirausaha kecil ataupun menengah yang baru berdiri dan merasa perlu mengadakan promosi sederhana. 5) Tahapan Perencanaan Usaha a) Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). Juga mereka akan menyebarkan informasi kepada relasi agar mereka mencoba produk usaha tersebut. (2) Memasang spanduk yang menyatakan: “Sudah dibuka usaha …. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. (7) Iklan. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. relasi tentang usaha yang baru dibuka dan mengundang mereka untuk dating berkunjung. Rasa ingin tahu mereka akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap perusahaan. biasa diasang di tempat usaha. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai.

Sehingga Anda dapat memasukannya dalam kategori biaya. aset tetap. modal patungan dan modal pinjanman. Setelah menentukan modal. Perumusan ini akan membuat Anda berkonsentrasi pada segmen yang spesifik sehingga dapat menjadi acuan strategi bisnis. Gambarkan dengan detail siapa yang akan membantu Anda menjalankan usaha. Misalnya Anda akan melayani seluruh remaja usia 9-15 tahun di Kotamadya Yogyakarta atau 1000 keluarga di Perumahan ‘Puri Mas’. dompet dst) berjualan pulsa anak-anak dan remaja pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga.76 suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas. Tentukan secara kuantitatif. demografis. peralatan dan perlengkapan. anak kost gadis remaja dan ibu-ibu pemilik handphone b) Deskripsi Perusahaan Pada bagian ini Anda harus mulai memikirkan dan memutuskan darimana mendapatkan modal. Modal dapat berupa uang tunai. Minimal ada 3 bidang pekerjaan yang harus dilakukan saat . dan kuantitatif siapa konsumen yang akan Anda layani. definisikan dengan jelas skala perusahaan. Modal dapat diperoleh dari modal pribadi. Hal ini akan sangat berguna untuk menaksir likuiditas dan penyusutan. Taksirlah setiap modal yang Anda dapatkan dalam uang tunai untuk mendapatkan informasi jumlah modal Anda.

Tidak perlu takut pada persaingan. strategi produk. pemasaran dan keuangan. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguh-sungguh. (3) Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. (5) Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. c) Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. strategi penetapan harga. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang. Tips: (1) Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko.77 memulai usaha yaitu bagian produksi. Buatlah deskripsi kerja untuk tiap bidang dan alur kerja yang efisien. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. (2) Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. Deskripsi dan alur kerja bermanfaat untuk Anda dan karyawan Anda. Anda perlu mengumpulkan beberapa informasi berikut ini. (6) Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Strategi Penetrasi Pasar: (1) Siapa pesaing Anda yang telah lebih dahulu memasuki pasar? . (7) Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. Agar dapat merumuskan strategi pemasaran. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. bunga rendah) (4) Perhatikan lokasi usaha Anda. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun.

78 (2) Bagaiman strategi pemasaran yang mereka lakukan? (3) Apa kelemahan dan kelebihan strategi tersebut? (4) Kapan waktu yang tepat memperkenalkan produk Anda? (5) Bagaimana promosi yang tepat pada saat itu? (6) Berapa target penjualan dalam 6 bulan pertama? Strategi Produk: (1) Apa sifat berwujud produk Anda? (2) Apa sifat tidak berwujud produk Anda? (3) Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) (4) Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) Strategi Harga: Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) Strategi Distribusi: (1) Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? (2) Berapa biayanya? (3) Hambatan apa yang kira-kira akan dihadapi untuk mendistribusikan produk? (4) Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut? Strategi Komunikasi Pemasaran: (1) Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? (2) Apa promosi yang digunakan? . buat protipe! (5) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? (6) Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? (7) Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) (8) Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) (9) Siapa pemasok Anda? (10)Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. kualitas dst.

(1) Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih Beban Pajak Biaya Bunga Pinjaman (jika ada) Keuntungan Setelah Pajak (2) Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari : Rp …………. : Rp …………. target biaya (distribusi. target penjualan. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. : Rp …………. Rp ……………… Rencana Arus Kas Maret April Mei Juni Rencana Keuangan Kinerja 6) Bentuk Formal Rencana Usaha Sebenarnya tidak ada aturan baku dalam bentuk rencana usaha. target waktu modal kembali (break event point/BEP). karyawan).79 (3) Berapa biayanya? d) Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. akan tetapi pada umunya rencana usaha memuat hal-hal berikut: a) Halaman depan Di halaman ini dicantumkan nama dan alamat perusahaan. : Rp …………. : Rp …………. adminitrasi. alokasi modal.. nama orang yang bertanggung jawab yang bisa dihubungi sewaktu-waktu melalui telepon. b) Daftar isi . target laba. : Rp ………….

Jelaskan dan berikan contoh memilih bidang usaha yang akan dimasuki. Jelaskan dan berikan contoh cara memasuki usaha baru 2. d) Penjelasan tentang perusahaan Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. c) Rangkuman eksekutif Rangkuman eksekutif ini sangat penting karena pembaca ingin melihat secar cepat apa isi dari keseluruhan rencana usaha tersebut. NPWP. e) Pemasaran Di sini diungkapkan pasar yang dituju berapa besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen di masa yang akan dating. 7. Rangkuman eksekutif merupakan inti perencanaan yang sangat menarik perhatian pembaca. 4. 3. Jelaskan dan berikan contoh lingkungan usaha yang berpengaruh. 5. Jelaskan dan berikan contoh memilih lokasi usaha. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di berbagai daerah. 6. Latihan a. sertifikat tanah. Latihan Konsep 1. atau perwakilan-perwakilan penjual yang perlu diangkat di bebagai daerah. neraca pendahuluan. . f) Barang dan jasa yang dihasilkan Di sisni diungkapkan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. Misalnya akte pendirian perusahaan.80 Harus dibuat daftar isi secara rinci dengan nomor-nomor halamannya. Jelaskan dan berikan contoh memilih struktur organisasi yang akan digunakan. Jelaskan dan berikan contoh jaminan usaha yang mungkin diperoleh. aliran kas. tenaga penjual yang digunakan. Jelaskan dan berikan contoh meraih peluang. SIUP. g) Usaha meningkatkan penjualan h) Di sini dijelaskan tentang berbagai teknik promosi yang akan digunakan. i) Permodalan Di sini diungkapkan rencana permodalan dan proyeksi permodalan. dan sebagainya. tenaga penjual yang digunakan. KTP. D. j) Apendix Disini dilampirkan berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi rencana usaha. dan pendapatan.

Termasuk ketika memulai usaha. Tak perlu menunggu modal besar untuk memulai usaha. Jelaskan dan berikan contoh bentuk formal rencana usaha b. 10. Contoh : Situasi Anda suka baca komik suka mengotak-atik komputer menguasai beberapa program komputer suka memasak banyak sampah plastik banyak orang menggunakan handphone kursus komputer untuk anakanak katering warung makan kerajinan daur ulang (tas.81 8. Jelaskan dan berikan contoh kerangka rencana usaha. Latihan Kasus Sebelum menjalankan usaha. anak kost Calon Konsumen anak-anak dan remaja . Langkah-langkah pembuatan rencana usaha: 1. Anda perlu membuat rencana usaha. Rencana ini dibuat dalam bentuk proposal yang berguna untuk menarik investor dan mengendalikan usaha di masa depan. sehingga Anda dapat memanfaatkannya untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan usaha Anda di masa yang akan datang. 11. banyak terdapat di sekitar Anda atau banyak dibutuhkan orang. dompet dst) berjualan pulsa pemilik handphone gadis remaja dan ibu-ibu Kemungkinan Usaha penyewaan komik toko komik jasa perbaikan komputer pemilik komputer rumah tangga anak-anak usia 9-13 tahun keluarga. mulailah usaha dari produk/jasa yang Anda sukai. Seluruh informasi yang termuat dalam rencana usaha hendaklah akurat (sesuai dengan keadaan sebenarnya) dan terkini. Analisis pasar ‘The beginning always difficult’ (langkah pertama selalu sulit). Jelaskan dan berikan contoh tahapan perencanaan usaha. Jelaskan dan berikan contoh pentingnya perencanaan usaha 9. jika kita memiliki kelebihan maka pasti kita dapat memenangkan persaingan! Dalam tahap ini Anda harus berani membuat keputusan produk/jasa apa yang Anda tawarkan dan siapa yang akan menjadi calon konsumen Anda. Jangan takut pada persaingan.

Tentukan siapa yang membantu Anda menjalankan usaha? (bagian produksi. Berdasarkan informasi di atas isilah pertanyaan di bawah ini Produk/jasa Nama : Jenis : Kisaran Harga : Calon konsumen Jenis kelamin Usia : Tempat tinggal: Kebiasaan berbelanja calon konsumen Frekuensi : Jumlah pembelian: Tempat pembelian: Besarnya transaksi: Simpanlah informasi ini baik-baik sebagai acuan untuk menentukan strategi berikutnya. Tentukan darimana Anda mendapatkan modal usaha (modal pribadi. modal patungan. tempat pembelian)! c. 2. toko sewaan. Deskripsikan tugas masing-masing bagian! e. cara pelayanan) dan perhatikan bagaimana calon konsumen Anda berbelanja (frekuensi. situasi di sekitar Anda yang memungkinkan untuk dibuat usaha! b. Tanyailah beberapa calon konsumen Anda tentang produk macam apa yang mereka inginkan (jenis.82 Kegiatan 1: a. modal pinjaman) dan berapa besarnya? b. sekecamatan. Deskripsi Perusahaan Kegiatan 2 a. Tentukan tempat perusahaan dijalankan (di rumah. Coba gambarkan alur kerja (bagan organisasi) yang melibatkan seluruh bagian! Tips: : . harga. pemasaran dan keuangan) d. toko pribadi dst) dan ruang lingkup usaha Anda secara geografis (melayani konsumen sekampung. Coba pikirkan hobi. jumlah. sekabupaten dst)! c.

strategi produk. jika usaha Anda memerlukan tempat yang strategis (toko. pastikan orang tersebut bersedia menjalankan dengan sungguhsungguh. Pastikan Anda bekerja dengan orang yang dapat dipercaya. untuk mengukur durasi kerja perusahaan Anda dan mengukur kinerja karyawan. Pastikan tugas tidak tumpang tindih atau ada tugas yang tidak dikerjakan oleh siapapun. strategi penetapan harga. Kegiatan Pemasaran Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. mau bekerja keras dan memiliki keahlian di bidangnya. Bagaimana cara agar konsumen Anda mengenal produk/jasa yang Anda tawarkan untuk pertama kali? d. Perhatikan lokasi usaha Anda. bunga rendah) d. c. Siapa calon konsumen Anda? c. beritahukan seluruh deskripsi tugas pada setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda. Bagaimana cara mendistribusikan produk Anda? Berapa biayanya? g. 3. b. Jika beberapa bagian dikerjakan satu orang.83 a. Kapan saat yang tepat mengenalkan produk? e. Kegiatan 3 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. g. Berapa target penjualan? . manfaatkan aktiva tetap yang telah Anda miliki. warung makan dst) jangan ragu menyewa tempat. strategi distribusi dan strategi komunikasi pemasaran. Tidak perlu takut pada persaingan. f. Jika memungkinkan carilah modal dari pinjaman lunak (durasi panjang. e. pada bagian ini Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan. Jika modal berasal dari beberapa orang atau pinjaman buatlah surat kontrak untuk semua pihak untuk menghindari perselisihan di masa yang akan datang. Berapa harga produk Anda? Mengapa? (buat perhitungan sederhana untuk menentukan harga) f. Ada beberapa hal yang harus dirumuskan dalam tahapan ini yaitu strategi penetrasi pasar. Agar tidak terjadi kesalahpahaman. Jika usaha Anda berupa usaha pengolahan. Masukan dimensi waktu dalam penentuan alur kerja. Catat dengan baik jumlah dan sumber modal yang Anda miliki baik yang berupa uang tunai maupun aktiva tetap dan lancar (taksir harga aktiva). Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan? (minimal 2) b. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi pemasaran.

. Persaingan dapat dimenangkan melalui strategi produk yang baik. distribusi atau penjualan. Berdasarkan informasi tersebut kita menyusun strategi produk. Siapa pesaing tidak langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa pengganti) g.84 h. Siapa pesaing langsung Anda? (perusahaan yang menawarkan produk/jasa serupa) f. : Rp …………. : Rp …………. Strategi Produk Perhatikan lagi informasi yang Anda dapatkan dari kegiatan 1. target biaya (distribusi. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan bisa dikonsumsi berkali-kali oleh konsumen? d. Kegiatan 4 : Jawablah beberapa pertanyaan ini! a. alokasi modal. Kegiatan 4 : Isilah skema di bawah ini! a. Pastikan alasan memilih pemasok berkaitan dengan atribut unggulan produk/jasa) 5. Siapa pemasok Anda? h. kualitas dst. Jika Anda baru memulai usaha. Bagaimana cara mempertahankan pelanggan? Apa promosi yang digunakan? Berapa biayanya? 4. Gambarkan dengan detail produk/jasa yang Anda tawarkan. target laba. : Rp …………. adminitrasi. Rencana Kinerja Keuangan Modal Awal Rencana Penjualan Pembelian Biaya Usaha Keuntungan Bersih : Rp …………. Perencanaan Keuangan Bagian ini sangat penting untuk memastikan usaha Anda dapat berjalan dan bertahan. Apakah produk/jasa yang Anda tawarkan membutuhkan produk/jasa komplementer? e. - . karyawan). target waktu modal kembali (break event point/BEP). target penjualan. ada baiknya konsentrasi pada salah satu tahapan usaha seperti produksi. Mengapa Anda memilih pemasok tersebut? (efisiensi biaya. Ada beberapa hal yang perlu Anda tentukan yaitu: modal awal. Hal terpenting bukanlah jumlah modal tetapi cara mengelola modal tersebut. buat protipe! c. Apa kelebihan utama produk/jasa yang Anda tawarkan! (minimal 2) b.

Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Donnely. 1996 (terjemahan).. Moko P. 1995. Yogyakarta:BPFE. Gibson. 2006. Dan Ebert. Kewirausahaan. 2007. 2005. 1997. Bandung: Alpabeta. RW. Meredith. Manajemen.et al. 15. 13.. Mutis. Organisasi: Perilaku. 11. Kewirausahaan yang Berproses. Pengantar Kewiraswastaan. Ivancevich. Buchari. Kewirausahaan. Proses. Binis (Jilid 1). Geoffrey G. Jakarta: Binarupa Aksara. Astamoen. Masykur. Bandung: Alfabeta. Yogyakarta:BPFE. Total Biaya Pajak & Bunga Keuntungan Bersih b. Thoby. Yogyakarta:BPFE. Mas’ud & Mahmud. Kewirausahaan. Jakarta:Prehallindo. 17. Struktur. 1997. 1996. Jakarta:Cresindo. Suryana. Rencana Arus Kas Bulan/Deskripsi Penjualan Biaya Angsuran Pinjaman Bunga Pajak Keuntungan Januari Februari Maret April Mei Juni E. Wiratmo. Griffin. 14. Teori dan Praktek. 2005. Jakarta: Salemba Empat. Jakarta:PPM. Hani Handoko. Alma. . 1997 (terjemahan) 12. 18. + : Rp ……………… : Rp ……………… - Biaya Bunga Pinjaman: Rp ………….85 Beban Pajak : Rp …………. RJ. 16. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. Daftar Pustaka 10. 19.

meningkatkan efisiensi. K. maka langkah selanjutnya adalah menjalankan bisnis/usaha.. Menjelaskan cara mendirikan badan usaha.Si. Menganalisis kelayakan usaha rintisan/baru. 1. 9. Menjelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis.Pd. Menjelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. 6. Materi Tahapan setelah mempersiapkan bisnis dengan menyusun proposal usaha. 2) Mengajukan HO (Hinder Onderneming) atau ijin Tempat Usaha di Dinas Perdagangan Kabupaten.. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan selama menjalankan bisnis yaitu memerhatikan aspek legalitas usaha dengan menyiapkan ijin usaha. 4. perusahaan perlu: 1) Membuat Akte Pendirian (AD pendirian usaha) di notaris setempat.SIP.Lies Endarwati. L. M. dan menyusun rencana strategis (evaluasi hasil usaha). 2. 5. Menjelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. Kompetensi Setelah mempelajari modul ini kompetensi usaha. Faraz. Menyiapkan Badan Usaha Langkah pertama adalah menyiapkan pendirian usaha.86 KEWIRAUSAHAAN MODUL B1. & Dyna Herlina S. yang diharapkan adalah peserta pelatihan memahami cara menjalankan bisnis/usaha dan mampu menjalankan bisnis/ M. menetapkan prioritas utama.4: Menjalankan Usaha Oleh: Nahiyah J. Menjelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. Indikator Setelah mempelajari modul ini peserta pelatihan diharapkan dapat: 1. M. Menjelaskan pengertian strategi bersaing Porter. . Untuk itu. meminimalkan risiko. Menjelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni 10. Memutuskan strategi bersaing yang dipilih. Menjelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. 3. 7. SE. M. 8.

Kab. Perusahaan Patungan (CV/Firma). atau Koperasi. 6) Membuat Faktur penjualan dan faktur pajak. Membuka Rekening Giro di Bank Mengajukan DRM ke Gubernur Skema Pendirian Usaha .87 3) Mengurus SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) di Dinas Perdagangan Kabupaten. Mengajukan HO di Dinas Perek. dan Perseroan Terbatas (PT). Mengajukan NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak Kota/Kab. Membuat Akta Pendirian di Kantor Notaris Mengajukan TDP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. 4) Mengajukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) di Kantor Pelayanan Pajak Kabupaten. Bentuk badan usaha yang bisa dipilih adalah Perusahaan Perorangan. Mengajukan SIUP di Dinas Perdagangan Kota/Kab. 5) Membuka Rekening Giro di Bank setempat.

.88 Proses Penerbitan SIUP/SIUI PENGUSAHA MENYERAHKAN PERSYARATAN SIUP/SIUI PENERIMAAN FORMULIR DIISI OLEH PENGUSAHA FORMULIR DISERAHKAN KE DISPERINDAG & PM DAN SELANJUTNYA DITELITI KEBENARANNYA SALAH DIKEMBALIKAN KE PENGUSAHA UNTUK DIPERBAIKI BENAR DISPERINDAG & PM MENERBITKAN SIUP/SIUI PENYERAHAN SIUP/SIUI OLEH PETUGAS Ada beberapa perusahaan yang dibebaskan dari SIUP/SIUI yaitu: 1) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha perdagangan memergunakan SIUP perusahaan pusat.

mungkin saja usaha tersebut layak dilakuakn tetapi secara ekonomis dan sosial. Pedagang Pinggir Jalan 2. Studi kelayakan usaha b. Untuk itu. Bila menguntungkan. menambah mesin baru. yaitu: a. Kelayakan Usaha Sebelum usaha baru dimulai atau dikembangkan. 3) Perusahaan yang telah mendapat Ijin Usaha yang setara dari Dinas Teknis berdasarkan Peraturan Perundang-undangan 4) BUMN / BUMD 5) Perusahaan Kecil Perorangan meliputi Pedagang Keliling. peluang. Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan usaha di antaranya: 1) Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan) . dan lain sebagainya. Pedagang Kaki Lima. kemungkinan kurang memberikan manfaat. pabrikasi atau perakitan. ada dua studi atau analisa yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu bisnis untuk dimulai dan dikembangkan. misalnya membuka toko. weakness. harus diadakan penelitain tentang apakah bisnis/usaha yang akan dirintis atau dikembangkan menguntungkan atau tidak. threat – SWOT) Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus. kelemahan. pilihan usaha barang atau jasa. memperluas skala usaha. 2) Mengembangkan usaha yang sudah ada. membangun pabrik. opportunity. Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk: 1) Merintis usaha baru. misalnya untuk menambah kapasitas pabrik. dan sebagainya. proyek A atau proyek B. Analisis kekuatan. memperluas cakupan usaha. apakah keuntungan tersebut memadai dan dapat diperoleh secara terus-menerus dalam waktu yang lama? Secara teknis. misalnya pilihan usaha dagang. mendirikan perusahaan jasa. mengganti peralatan/mesin. dan lain sebagainya. dan ancaman (strength. membuka usaha dagang.89 2) Cabang perusahaan yang dalam menjalankan kegiatan usaha industri memergunakan SIUI perusahaan pusat. 3) Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha.

dan pemerintah. studi kelayakan usaha sangat penting dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan sepanjang waktu. pedoman. 3) Masyarakat dan Pemerintah Bagi masyarakat. apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. perakitan. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi. seperti visi dan misi bisnis yang hendak diemban setelah bisnis tersbut diidentifikasi: apakah misinya untuk menciptakan barang dan jasa yang sangat diperlukan masyarakat sepanjang waktu ataukah untuk menciptakan keuntungan yang langgeng. apakah positif atau negatif. Oleh investor.90 Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang tentu memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada ketidak pastian. misalnya bisnis industri. usaha jasa. 2) Tahap Formulasi Tujuan Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. perdagangan. atau apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut . Banynak kemungkinannya. Proses kelayakan usaha dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut ini: 1) Tahap Perumusan Ide atau Gagasan Tahap penemuan ide adalah tahap di mana wirausaha memiliki ide untk merintis usaha barunya. Demikian juga bagi penyandang dana yang mengajukan persyaratan tertentu seperti bankir. seperti bagaimana dampak lingkuan. Dalam kewirausahaan. 2) Investor dan Penyandang Dana Bagi investor dan penyandang dana. Bagi pemerintah. studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi yang dilakukan. studi kelayakan usaha penting untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas modal yang ditanamkan atau dipinjamkan. studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan. sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan wirausaha itu sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. misalnya kemungkinan-kemungkian bisnis yang paling memberikan peluang untuk dilakukan dan menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. atau jenis usaha lainnya yang dianggap paling layak. investor. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan. dan bahan pertimbangan merintis dan mengembangkan usaha atau melakukan investasi baru. studi kelayakan sangat penting untuk memertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya.

Secara ringkas. lokasi dan tata letak pabrik atau tempat usaha. dan arus kas. (2) Aspek teknik produksi/operasi. peluang permintaan dan penawaran. (4) Aspek finansial/keuanga. metode produksi. tenaga kerja. lingkungan. Nilai Sekarang Bersih(Net present Value-NPV). menganalisis. meliputi lokasi. yuridis. (3) Aspek manajemen/penglolaan. harga.91 benar-benar menjadi kenyataan atau tidak? Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan. maka langkah berikutnya adalah tahap pengambilan keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. seperti Periode Pembayaran Kemabli (Pay Back Period-PBP). aspek pengelolaan. ukukran. tenaga kerja. dan hasilnya meyakinkan. proses studi kelayakan di atas dapat digambarkan sebagai berikut: . keuntungan. segmentasi. mesin dan peralatan. Kesimpulan dalam studi kelayakan usaha hanya dua. Adapun aspek-aspek yang harus diamati dan dicermati dalam tahap analisis tersebut meliputi: (1) Aspek pasar. 4) Tahap Keputusan Setelah dievalusi. yaitu dilaksanakan atau tidah dilaksanakan. dianalisis. meliiputi sumber dana dan penggunaanya proyeksi biaya. pasar sasaran. maka kepuusan binis biasanya berdasarkan bebrapa kriteria investasi. dan sebagainya. kepemilikan. gedung bangunan. mencakup produk yan kan dipasrkan. Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko. 3) Tahap Analisis Tahap penelitian. dan menarik kesimpulan. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return-IRR) dan sebaginya. perkembangan. yaitu dimulai dengan mengumpulkan data. Tahapan ini dilakuakn seperti prosedur proses penelitian ilmuah lainnya. mengolah. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisi sebab perusahaan harus mandapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan. bahan baku dan bahan penolong. dan struktur pasar serta strategi pesaing. meliputi organisasi. yaitu proses sistematis yang dilakukan untk membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak. pendapatan. dipelajari.

Produk/Operasi 3. Kelayakan Legal dan Sosial 1) Kelengkapan Dokumen “Ijin Usaha” (a) Adakah Akta Pendirian (b) Adakah Surat Ijin Tempat Usaha/HO (c) Adakah Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) . Ekonomi Keputusan Dilaksanakan Tidak Dilaksanakan Ada lima (5) macam analisis kelayakan usaha yaitu: a.Pasar 2. Keuangan 5.92 Gagasan Usaha Tujuan (Visi dan Misi) Analisis/Evaluasi 1. Manajemen 4.

3) Target. diantaranya: 1) Kebutuhan dan keinginan konsumen. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran. Kelayakan Pemasaran Untuk menganalisis aspek pemasaran. maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. misalnya berdasarkan geografi. hingga konsumen akhir. (a) Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? (b) Berapa banyak yang mereka buthkan? Bagaimana daya beli mereka? (c) Kapan mereka membutuhkan? Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi. biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati.93 (d) Adakah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Ijin Usaha Industri (SIUI) (e) Adakah NPWP (f) 2) Adakah Surat Rekomendasi KADIN Kelengkapan Dokumen “Ijin Lokasi” (a) Adakah Sertifikat Tanah (b) Adakah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) (c) Adakah KTP dan Bukti Diri Pendiri (d) Adakah Bukti Pembayaran PBB 3) Kelengkapan Dokumen “AMDAL” (a) Adakah Dokumen AMDAL (b) Adakah Persetujuan RT/RW/Desa/Kecamatan/Kab/Kota b. Dalam analisia pasar. misalnya berapa harga setelah ke konsumen. Dengan mengatahui nilai tambah setiap . agen. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi. maka potensi pasar tinggi. dan sosial budaya. (a) Berapa target yang ingin dicapai? (b) Apakah konsumen loyal terhadap bisnis? (c) Apakah produk yang ditawarkan dapat memberi kepuasan atau tidak? Jika konsumen loyal. mulai dari pemaok. berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebuthan dan keinginan konsumen. demografi. seorang wirausaha terlebih dahulu harus melakukan penelitian pemsaran dengan menggunakan sitem informasi pemasaran yang memadai berdasarkan analiis dan prediksi apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. 4) Nilai Tambah. Target psar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. Jika segmentasi pasar teridentifikasi. 2) Segmentasi Pasar.

Jika produk industri baru sedang tumbuh. 5) Masa Hidup Produk. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya lebih dari 20 persen). Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi dibandingkan bila produk termauk pasar persaingan sempurna. Jika masa produk lebih lama. berarti potensi pasar tinggi. berarti binis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi. Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat. Misalnya dengan volume penjualan usaha skala kecil sebear Rp5 milyar per tahun atau sebesar Rp10juta per hari. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. Jiak volume penjualan tinggi. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.94 rantai pemasaran. 8) Ukuran Pasar. maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui-tinggi atau rendah. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. atau pasar persaingan sempurna. Jika persaingan tinggi. Kelayakan Teknis 1) Ketepatan Letak Perusahaan (a) Tersedia bahan baku . jaringan distribusi. Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. berarti pasar potensial. promosi. 6) Struktur Pasar. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba samai modal kembali atau tidak. harga. tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing. 7) Persaingan dan Strategi Pesaing. bahkan setelah lima tahun mencapai 40 persen. berarti ukuran pasar cukup besar. Harus dianalisi apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termauk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli. berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Untuk memenangkan persaingan. berarti peluang pasar rendah. 11) Pangsa Pasar. dan monopolistik). berarti potensi pasar tinggi. 9) Pertumbuhan Pasar. Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. dan tingkat penggunaan teknologi. Harus dianalisis juga apakah produk industri baru atau industri lama sudah mapan atau produk industri justru sedang menurun. 10) Laba Kotor. c. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing dilihat dari stratgei produk. Apakah perkiraan margin labakotor tinggi atau rendah? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen. berarti pasar potensial. oligopoli. Jika pesaing lebih unggul. maka potensi pasar tinggi.

modal kerja. atau bentuk lainnya. air. PT. misalnya besarnya dana untuk aktiva tetap. e. 3) Tim manajemen. yaitu sumber dan internal (misalnya modal disetor . dan bentuk badan usaha lainnya)? (b) Apa saja keuntungan dan kerugian dari unit bisnis yang dipilih tersebut? Hendaknya diilih yang tidak berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan. Kelayakan Keuangan Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut: 1) Kebutuhan dana. yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan. telepon) 2) Kondisi Bangunan (a) Luas dan ruang bangunan (b) Model bangunan 3) Mesin dan Alat Produksi yang dipakai (a) Periode kembalinya investasi (b) Net Present Value (NPV) nilai bersih investasi 4) Jumlah Skala Produksi (a) Break Even Poin (BEP) (b) Optimasi Laba d. 2) Sumber dana. terdapat beberapa unsur yang harus dianalisis seperti: 1) Kepemilikan. Jenis organisasi apa yang diperlukan? Apakah organisasi lini. Seperti telah dijelasakan sebelumnya.95 (b) Tersedia konsumen (c) Tersedia tenaga kerja (d) Tersedia transportasi (e) Tersedia power (listrik.dan pembiayaan awal. staf atau lini dan staf. 4) Karyawan. 2) Organisasi. Kelayakan Manajemen Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen. Karyawan harus disesuaikan denga jumlah dan kualifikai yang diperlukan. hal ini bergantung pada skala usaha dan kemampuan yang dimiliki wirausaha. maka sebaiknya dibentuk tim manajemen yang solid. (a) Apakah unit bisnis yang akan didirikan milik pribadi (perseorangan) atau milik bersama (persekutuan seperti CV. ada beberapa sumber dana yang layak digalli. Tentukan jenis yang paling tepat dan efisien. Bila bisnis merupakan skala besar. Apakah bisnis akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional.

serta kondisi keuangan lainnya. Berusaha terus memahami keinginan konsumen Anda. aktiva tetap. 3) Pastikan karyawan bekerja dengan efektif dan mampu mengatasi tiap masalah yang mereka hadapi. kewajiban jangka pendek.com) 1) Konsentrasi mendapatkan dan memertahankan konsumen. pimpin dan motivasi mereka meraih tujuan bersama dan awasi kinerja melalui diskusi dan penyelesaian masalah. Dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keungannya. 3. kewajiban jangka panjang dan kekayaan bersih. Namun ada 5 hal utama yang harus menjadi prioritas yaitu: (www. pahamilah kompetisi yang sedang Anda hadapi agar Anda mampu menyusun rencana-rencana baru untuk memenangkan persaingan. Proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan perkiraan laba atau rugi di masa yang akan datang. (c) Arus kas masuk bersih. misalnya saldo lancar. Konsumen adalah raja. 4) Tingkatkan kemampuan Anda menjual produk. Selain itu bauran promosi yang komprehensif dan terus-menerus perlu dilakukan agar citra perusahaan dan produk tetap bertahan di benak konsumen 2) Awasi arus kas perusahaan dengan teliti. biaya. 5) Proyeksi arus kas. Langkah awal pilihlah karyawan yang tepat. merupakan selisih dari arus kas mauk dan arus kas keluar ditambah penyusutan dengan perhitungan bunga setelah pajak. yaitu: (a) Arus kas masuk. Pastikan seluruh penjualan dan tagihan tercatat dengan baik dan dilakukan tepat waktu. dan laba rugi bersih. Sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan. . 4) Proyeksi laba-rugi. maka Anda harus memberi perhatian penuh pada kelompok ini.bhpinfosolution.96 dan laba ditahan) dan modal eksternal (misalnya penerbitan obligasi dan pinjaman). Ada tiga jenis arus kas. merupakan biaya-biaya termasuk pembayaran bunga dan pajak. Komponennya meliputi proyeksi penjualan. (b) Arus kas keluar. Menetapkan Prioritas Utama Banyak hal yang perlu dikerjakan untuk menjalankan bisnis dengan baik agar mendapatkan keuntungan dan mempertahankan bisnis dari persaingan. 3) Proyeksi neraca. merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau pendapatan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu seperti: (a) Susun dan kerjakan kebijakan yang langsung pada masalahnya.bhpinfosolution. Rencana Strategis (Evaluasi Hasil Usaha) Tujuan jangka pendek perusahaan adalah mendapatkan modal kembali (break even point/BEP). buatlah salinannya jika datanya berbentuk digital. pencurian atau perusakan. Meminimalkan Risiko Seperti yang telah dijelaskan di atas.97 Pastikan Anda dan seluruh karyawan mampu melayani konsumen dengan baik. 5) Kendalikan biaya perusahaan Anda karena ini cara tercepat mendapatkan keuntungan jangka pendek. pengawasan. 6. (c) Atur waktu kerja dengan efisien. 4. Biaya usaha yang rendah mampu mendatangkan keuntungan jangka pendek.bhpinfosolution. jika terpaksa terjadi pastikan Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Biaya usaha dapat diminimalkan dengan cara-cara berikut ini: (www. 5. seorang wirausahawan harus berani menghadapi risiko. Selain itu untuk menghindari biaya bunga dan denda. (b) Simpan informasi dengan baik. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan. Risiko dapat dikendalikan dengan melakukan beberapa hal berikut ini: (www. Simpanlah data yang dimiliki perusahaan Anda. Tepati seluruh kewajiban perusahaan tepat waktu sehingga pemasok dan rekanan percaya. Setelah hal itu tercapai pastikan perusahaan bergerak menentukan . Bangun loyalitas konsumen yang telah dimiliki. Hindari mengulang-ulang penyelesaian masalah yang sama. Kendalikan arus kas. 4) Tingkatkan kemampuan karyawan sehingga mereka mampu bekerja lebih efisien. Meningkatkan Efisiensi Kerja yang efisien (tepat waktu dan tepat guna) dapat mengurangi biaya usaha. Hindari masalah hukum. dan insentif.com) 1) 2) 3) Sebisa mungkin gunakan teknologi informasi yang memadai. Manfaatkan internet dan e-mail untuk mengumpulkan informasi dan berkomunikasi dengan para pihak.com) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Jika perlu manfaatkan asuransi yang dapat menolong Anda jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran.

Identifikasi peningkatan kemampuan internal perusahaan. tempat. Wirausaha berkembang dan berhasil karena memiliki kemampuan peneliltian dan pengembangan yang memadai sehingga tercipta barang-barang yang bernilai dan unggul di pasar Dalam manajemen strategis yang baru. perspektif (perspective). Berbagai Pengertian Strategi 1) Strategi adalah Perencanaan Kosep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah .98 tujuan jangka panjang. yaitu probe (penelitian dan pengembangan) sehingga menjadi 5P. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan Dalam konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P yaitu: 1) Barang dan jasa (Product) 2) Harga (Price) 3) Tempat (Place) 4) Promosi (Promotion) Dalam kewirausahaan. Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha : (www. tidak selamanya stratgei adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. 7.com) 1) 2) 3) 4) Perhatikan kembali proposal rencana bisnis yang telah dibuat. Di dalamnya tercakup penelitian dan pengembangan produk. Akan tetpai. arahan. Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi. Identifikasi persaingan yang sedang dihadapi perusahaan. 4P tersebut ditambahkan satu P.bhpinfosolution. posisi (position). yaitu perencanaan (plan). dan permainan atau taktik (play). pola (patern). Cocokan apakah perusahaan Anda telah memenuhi target yang ditetapkan. a. probe selalu ditambahkan di awal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi: 1) Penelitian dan Pengembangan (Probe) 2) Barang dan jasa (Product) 3) Harga (Price) 4) Tempat (Place) 5) Promosi (Promotion) Penelitian dan pengembangan dalma kewirausahaan merupakan strategi utama karena meliki keterkaitan dengan kreativitas dan inovasi. atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai tujuan di masa depan. Dalam riset pemasaran. dan promosi. harga. Tetapkan tujuan jangka panjang perusahaan berdasarkan kemampuan internal dan situasi persaingan.

b. Contoh lain. dan ke atas. Michael P. Masing-masing mempunyai strategi posisi yang berbeda di pasaran Marlboro memosisikan diri sebagai rokok kaum pria sejati yang menyukai tantangan alam seperti digambarkan dalam iklan-iklannya. Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing Dalam karyanya yang paling terkenal Competitive Strategy. Jika dalam P kedua dan ketiga cenderung melihat ke bawah dan ke luar. misalnya. Strategi sebagai posisi menurut Mintzberg cenderung melihat ke bawah. strategi adalah pisisi. yaitu ke dalam organisasi. Suatu merek. yaitu memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu.99 dilakukan sebelumnya. Beberapa asek inti teori Porter tersebut adalah: . misal pola-pola perilaku bisnis yang telah dilakukan di masa lampau. sedang A-Mild lebih ditujukan kepada kaum muda sehingga produk rokoknya dibuat berkadar tar dan nikotin ringan. Perusahaan rokok Marlboro dan Sampoerna Mild merupakan perusahaan rokok yang paling serius mempromosikan produknya di Indonesia. yaitu ke satu titik bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan. yaitu melihat visi utama dari perusahaan. 5) Strategi adalah Permainan Strategi adalah manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing.Porter (1997) mengungkapkan beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk bersaing. 2) Strategi adalah Pola Menurut Mintzberg. dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. Mercedes sejak awal secara konsisten menjual mobil untuk segmen pasar tingkat atas atau yang disebut dengan high-end strategy. meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi. dan kebersihan. 4) Strategi adalah Perspektif Definisi strategi yang keempat adalah perspektif. atau disebut juga realized strategy karena telah dilakukan oelh perusahaan. stratgei adalah pola yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy. 3) Strategi adalah Posisi Definisis strategi ketiga menurut Mintzberg. maka sebaliknya dalam perspektif cenderung lebih melihat ke dalam. McDonald”s selama bertahun-tahun telah memegang teguh dan secara konsisten melaksanakan prinsip kualitas. pelayanan. karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. Sebagai contoh. Inilah yang menjadi strategi perusahaan McDonald”s.

2) Keunggulanbersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi langganan atau pembeli. Strategi ini mengandalkan keungulan biaya yang relatif dalam menghasilkan barabg dan jasa. 1997). Keunggulan bersaing menggambarkan cara perusahaan memilih dan mengimplementasikan strategi generik (biaya rendah. Perusahaan yang berhasil dengan strategi biaaya rendah memiliki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang memilki kemampuan dalam mendesain produk dan pasar yang lebih efisien dibandingkan pesaing. diferensiasi. antara lain: (1) Diferensiasi produk (2) Diferensiasi sistem penyerahan/penyampaian produk (3) Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran (4) Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi (5) Diferensiasi dalam citra produk. yaitu biaya rendah dan diferensiasi. Sedangkan diferensiasi adalah kemampuan untuk menghasilakn barang dan jasa unik serta memiliki sifat-sifat khusus. Dengan kata lain. 3) Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing. 1997) yaitu: (a) Biaya rendah. dan pelayanan lainnya. Diferensiasi dapat dilakukan dalam bebrapa bentuk. Stratgei bersaing dimaksudkan untuk memertahankan tingkat keuntungan dan posisi yang langgeng ketika menghadapi persaingan. 4) Kedua jenis dasar keungulan bersaing di atas menghasilkan tiga strategi generik (Porter. Keunggulan biaya yang relatif rendah dalam mennghasilak barang dan jasa. Semua keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri. Keunggulan biaya berasal dari: (1) Pengerjaan berskala ekonomis (2) Teknologi milik sendiri (3) Akses prferensi ke bahan baku (b) Diferensiasi. keunggulan bersaing menyangkut bagaimana suatu perusahaan benar-benar menerapkan strategi generiknya dalam kegiatan praktis. Hal ini berarti bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan untuk dapat bersaing. Tanpa berani bersaing keberhasilan tidak mungkin dapat diperoleh (Porter.100 1) Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. dan fokus) untuk mencapai dan memertahankan keunggulan bersaing. Strategi ini berasal dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang unik dalam industrinya dan dalam semua dimensi umum yang dapat dihargai oleh konsumen. .

Fokus Diferensiasi Namun.101 (c) Fokus. dilakukan dengan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen sasarannya. tiga strategi generik tersebut diringkas seperti pada gambar berikut ini: KEUNGGULAN BERSAING Biaya Rendah Target Luas Target Sempit 1. yaitu pembeli dengan pelayanan paling baik dan berbeda dengan yang lainnya. perusahaan dapat memiliki kinerja di atas rata-rata industri lain. strategi ini tidak luput dari risiko sepeti yang ditunjukkan oleh Porter (1997) pada tabel berikut ini: Biaya Rendah Pesaing meniru Teknologi berubah Difernsiasi Pesaing meniru Basis diferensiasi kurang penting bagi pembeli Diferensiasi tidak bertahan lama Fokus Strategi fokus ditiru Segmen sasaran menjadi tidak menarik Struktur rusak dan permintaan tidak muncul Keunggulan biaya tidak bertahan lama 8. Dari uarian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi generik pada dasrnya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menciptakan keunggulan. Fokus Biaya Diferensiasi 2. Diferensiasi 4. yaitu: (1) (2) Fokus biaya. Oleh Porter (1997). Terdapat dua fokus. Strategi fokus berusaha mencari keunggulan dalam segmen sasaran pasar tertentu meskipun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan. Kepemipinan dalam biaya 3. Fokus diferensiasi. Strategi The new 7S’s (D’Aveni) . Keunggulan bersaing merupakan kinerja perusahaan yang dapat tampil di atas rata-rata. Melalui keunggulan bersaing. dilakukan dengan mengusahakan diferensiasi dalm segmen sasarannya.

dan keunikan aset tidak berwujud uuntuk menciptakan keunggulan. Only entrepreneurial discovery of new opportunities and creative destruction of oppnent’s. Sering dengan perubahan global. D’Aveni mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti. Oleh karena itu. yang diperlukan saat ini adalah strategi jangka panjang yang dinamis. D’Aveni (1994:253) mengemukakan bahwa konsep keuntungan neoklasik maupun konsep strategi dinamis dari Porter (1991) memiliki orientasi jangka pendek yang bersifat statis.102 Seperti Mahoney dan Pandian (1992) dari mazhab strategi berbasis sumber daya. pengetahuan. Richard A. advantages create profit” Untuk mengahadapi kondisi yang semakin dinamis seperti sekarang ini.” . making it difficult to find generic or sustainable strategies that are associated with high performance. sperti diungkapkan D’Aveni (1994:253): “Today’s cause of high performance will not work tomorrow. D”Avedni mengajukan tujuh kunci keberhasilan perusahaan dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis yang dikenal dengan “The New 7-S’s.

Perusahaan harus segera mengomunikasikannya ke pasar agar segera dikenal konsumen. 2) Soothsaying. 5) Shifting the role of game. Strategi ketujuh adalah mengembangkan faktor-faktor pendorong atau penggerak strategi secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan jasa yang selalu memberi kepuasan kepada konsumen. 3) Positioning for speed. karyawan. Strategi kelima adalah mengubah pola-pola persaingan perusahaan yang dimainkan sehingga pesaing terganggu dengan pola-pola baru yang berbeda. Strategi yang kedua ini berfokus pada sasran. 6) Signaling strategic intent. dan masyarakat sekitarnya. maka kinerja perusahaan akan semakin tinggi. relasi. dan sebagainya. 4) Positioning for surprise. pemerintah. Menurut D’Aveni “The New 7-S’s” menyangkut penciptaan sesuatu yang baru . manajer. Strategi yang perta dari “The New 7-S’s” ini bertujuan memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada orang-orang yang berkepentingan terhadap perusahaan. tidak hanya pemegang saham. Strategi keenam adalah mengutamakan perasaan. Kunci utama “The New 7-S’s” adalah menggunakan insiatif untuk merebut persaingan. Dengan memberi kepuasan kepada setiap pemilik kepentingan tersebut. pemasok bahan baku akan mempertinggi kualitas pasokannya karena mendapatkan manfaat perusahaan.103 Konsep “The New 7-S’s” ini meliputi pokok-pokok dasar sebagai berikut: 1) Superior stakeholder satisfaction. konsumen. dan konsumen merupakan strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sebagai contoh. konsumen akan bertambah jumlahnya dan menyebarluaskan perusahaan. manajer dan pimpinan perusahaan akan semakin bersemangat karena mendapat keuntungan atau imbal hasil dari investasinya. Kedekatan dengan para karyawan. karyawan akan lebih semangat dan tinggi produktivitasnya karena merasa puas dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan. artinya perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. 7) Simulatinous and sequential strategic thrusts. Strategi keempat adalah membuat posisi yang mencengangkan melalui barang atau jasa-jasa baru yang lebih unik dan berbeda serta memberikan nilai tambah baru sehingga konsumen lebih menyukai barang dan jasa yang diciptakan perusahaan. kontribusi pajak. masyarakat dan pemerintah akan sangat mendukung karena merasakan manfaat kehadiran perusahaan dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan. Strategi ketiga adalah strategi dalam memosisikan perusahaan secara cepat di pasar. namun juga pemasok.

Tujuan “The New 7-S’s” adalah menciptakan gangguan melalui penciptaan keunggulan-keunggulan baru yangn berkesinambungan. Kerangkan kerja “The New 7-S’s” berdasar pada strategi penemuan dan pengembangan keunggulan yang berkesinambungan dan keseimbangan yang sempurna. kemampuan. dan taktik untuk menciptakan gangguan pasar. kapabilitas.104 dan berbeda untuk masa yang akan datang. D’Aveni mengelompokkan “The New 7-S’s” di atas menjadi tiga kelompok yang sangat efektif untuk mengganggu pasar serta meliputi visi. Konsep “creating a new and different future” yang dikemukakan oleh D’Aveni identik dengan konsep “ability to create the new and different” pada kewirausahaan yang dikemukakan oleh Drucker (1969:61). Strategi ini dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimilki oleh pesaing. dan taktik. Ketiga faktor tersebut saling berhubungan dan bekerjasama mengembangkan visi. .

modal awal yang diperlukan Andi untuk membeli bahan baku. 3. Jelaskan pengertian keunggulan bersaing A’Aveni.105 N. 9. Jelaskan pengertian strategi bersaing Porter. Jelaskan langkah-langkah sebelum menjalankan bisnis. 7. Tetapi ia tidak memiliki modal yang cukup. Setelah berjalan selama 3 bulan. Latihan a. Jelaskan langkah-langkah menguji kelayakan usaha. 2. Wawan bermaksud untuk bergabung dengan Andi dan berjanji memberikan tambahan modal.000. Tetapi Wawan tidak memiliki pengalaman berbisnis sebelumnya dan terkenal kurang jujur. Kasus Andi berniat mendirikan perusahan yang memproduksi dan menjual kentang goreng. Jelaskan cara mendirikan badan usaha. Jelaskan syarat-syarat yang diperlukan untuk mendirikan badan usaha. Jelaskan cara mendapatkan SIUP/SIUI. 4.000. Pada saat bersamaan koperasi dimana Andi bergabung bersedia memberikan pinjaman dengan bunga 12% setahun. peralatan. Berikut adalah laporan rugi/laba perusahaan yang didirikan oleh Andi: Laporan rugi/laba . Jelaskan macam-macam analisis studi kelayakan usaha. 5.000. Latihan Konsep 1. b. perlengkapan dan sewa tempat adalah Rp 20. 6. Berdasarkan hasil observasi.000 tetapi ia hanya memiliki Rp 15. Saat ia menceritakan niatnya pada teman-temannya.

muncul perusahaan lain yang menjual produk singkong goreng yang dikemas menyerupai kentang goreng dengan harga yang lebih murah. air Biaya gaji pegawai Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan inventaris Total Laba operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya pajak Laba/(rugi) bersih 500.000 200.000.000 4.000 1.000 2. Selain itu .000 1.000 1. 2) Andi tidak benar-benar tahu siapa yang paling banyak menggunakan alat elektronik dan telpon. 4) Beberapa bulan setelah Andi memulai bisnis. 3) Saat Andi memasuki bisnis ini telah ada merek “Top” yang telah lebih dahulu terkenal dan memiliki banyak pelanggan.106 Perusahaan “Kentang Goreng” Untuk periode berakhir 31 Desember 2008 Pendapatan: Penjualan Harga pokok penjualan: Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya operasional: Biaya komisi Biaya transportasi Biaya listrik. telpon. Andi telah memiliki pelanggan tetap setidaknya 100 orang yaitu para mahasiswa yang tinggal di dekat warung Andi.000.000.000.000 200.000 100.100. Air paling sering digunakan untuk mencuci kentang.000 300. Outlet terdekat “Top” berjarak 100 meter dari outlet milik Andi.000 1.200.900.000 2.000 3.000.000 6.000 50.000.000 10.000 7.000.000.000 450.000 Ada beberapa fakta yang berkaitan dengan bisnis kentang goreng: 1) Biaya komisi diberikan pada pemasok bahan baku. 5) Selama 6 bulan beroperasi. 6) Meski telah dilatih selama 1 minggu. 2 dari 4 karyawan masih kurang cekatan melayani pembeli sehingga waktu tunggu pembelian yang awalnya diperkirakan 5 menit menjadi molor 10 menit bahkan 13 menit.000.000 9.

Entrepreneurship: Dalam Perspektif Kondisi Bangsa Indonesia. Kewirausahaan: Pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses. 2007. Bagaimana strategi memenangkan persaingan tersebut? 5. A. Ivancevich. Mutis. Struktur. 24. Buchari. Hypercompetion: Managing The Dynamics of Strategic Maneuvering. RJ. Geoffrey G. 28. Meredith. Kewirausahaan. Binis (Jilid 1). 1997. RW. Gibson. Strategi apa yang harus dilakukan oleh Andi untuk mengelola karyawannya? E. Donnely. Porter. Bandung: Alpabeta. 22. 1995. Thoby. Jakarta:PPM. Jakarta: Salemba Empat.com . Pengantar Kewiraswastaan. Suryana. Yogyakarta:BPFE. Organisasi: Perilaku. Jakarta:Prehallindo. 21. 2005. Masykur. 2005. Competitive Strategy. Yogyakarta:BPFE. 26. Yogyakarta:BPFE.107 beberapa pelanggan mengeluhkan rasa yang tidak sama jika dilayani oleh karyawan yang berbeda. Berdasarkan kasus di atas. Yogyakarta: Multi UNY. MacMillan. 2006. Jakarta: Binarupa Aksara. 27. Teori dan Praktek. 2005. Kewirausahaan. Apa cara yang dapat dilakukan oleh Andi untuk mempertahankan pelanggan? 6. 1996 (terjemahan).Richard. Moko P.et al. 25. Dan Ebert. Berdasarkan laporan rugi/laba biaya apa yang dapat dikendalikan oleh Andi? Cara apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan biaya tersebut? 3. Kewirausahaan. jenis badan usaha apa yang sebaiknya dipilih oleh Andi? Mengapa? 2.. 32. 1997. Jakarta:Cresindo. Alma. Pertanyaan: 1. 1996. Moerdiyanto. 29.. www. Modul Pelatihan: Kewirausahaan. Proses. Bandung: Alfabeta. Manajemen. Identifikasi persaingan apa yang dihadapi oleh Andi? 4. Michael E. Daftar Pustaka 20. D’Aveni. 1994. 1997 (terjemahan) 23. New York: The Free Press Ian C. 30. Kewirausahaan yang Berproses. 31. 33.bhpinfosolution. Hani Handoko. Wiratmo. New York: Pree Press. Mas’ud & Mahmud. Griffin. Astamoen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful