P. 1
Elemen mesin 1

Elemen mesin 1

|Views: 373|Likes:
Published by Richard Noky
Elemen mesin 1
BAB I
PENDAHULUAN

Materi Prasyarat:
Ilmu Kekuatan Bahan
Standar Kompetensi :
Mampu mendskripsikan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 1
Kompotensi Dasar:
1. Mampu mendefenisikan elemen mesin
2. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis pembebanan
3. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis tegangan.

1.1 Pengertian Elemen Mesin
Elemen Mesin adalah Bagian-bagian suatu konstruksi yang mempunyai bentuk serta fungsi tersendiri, seperti baut-mur, pene , pasak, poros, kopling, sabuk-pulli, rantai- sprocket, roda gigi dan sebagainya.
Dalam penggunaan elemen mesin bias berfungsi sebagai elemen pengikat, elemen pemindah atau transmisi, elemen penyangga elemen pelumas, elemen pelindung dan sebagainya.
1.2 Pembagian Elemen Mesin
Elemen Mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Elemen-elemen Sambungan
a. Sambungan Lem
b. Sambungan Solder
c. Sambungan Paku Keling
d. Sambungan Las
e. Sambungan Ulir
2. Elemen-elemen Transmisi
a. Poros dan pasak
b. Kopling
c. Sabuk dan rantai penggerak
d. Roda gigi
e. Rem

3. Elemen Penyangga
a. Pegas
b. Bantalan
1.3 Prinsip Dasar Perencanan Elemen Mesin
Pada dasarnya perencanaan elemen mesin merupakan perencanaan komponen yang diadakan/dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme suatu mesin. Tahap-tahap dalam perencanaan elemen mesin adalah sebagai berikut:
1. Menentukan kebutuhan
Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan elemen mesin yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya.
2. Pemilihan mekanisme
Berdsarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari elemen tersebut.
Contoh: Memindahkan putaran poros penggerak ke poros yang digerakkan dengan roda gigi miring.
3. Beban mekanis
Berdasarkan mekanisme yang ditentukan pada tahap ke 2 beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data pada tahap ke 1, hingga diperoleh gaya-gaya yang bekerja pada elemen tersebut.
Contoh: Data-data : daya yang ditransmisikan, putaran
4. Pemilihan Material
Untuk mendapatkan elemen mesin yang tahan dipakai, dilakukan pemilihan material dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban yang terjadi.
5. Menetukan Ukuran
Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis, dapat dicari ukuran-ukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standar.
6 Modifikasi
Modifikasi bentuk diperlukan bila elemen-elemen mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya.
7. Gambar kerja
Pada tahap ini, ukuran-ukuran untuk penggambaran gambar kerja diperoleh, baik gambar detail maupun gambar perakitan.
8. Pembuatan dan control kualitas
Dengan gambar kerja dapat dibuat elemen mesin yang diperlukan.
1.4 Pertimbangan-pertimbangan Dalam Perencanaan Elemen Mesin
Hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan elemen mesin adalah.:
1. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan pembebanan
2. Gerak dari elemen mesin
3. Pemilhan bahan
4. Bentuk dan ukuran komponen
5. Tahanan gesek dan peleumasan
6. Hukum ekonomi
7. Penggunaan komponen stndar
8. Keamanan operasi
9. Fasilitas bengkel
10. Jumlah komponen yang akan diproduksi
11. Harga konstruksi total
12. Pemasangan.
1.5 Dasar Perhitungan dalam Perencanaan Elemen Mesin
Perhitungan pada perencanaan elemen mesin didasarkan pada teori-teori mekanika teknik dan kekuatan bahan.
1.5.1 Dasar-dasar mekanika teknik
a.Gaya
Gaya adalah penyebab suatu pergerakan dan deformasi suatu benda atau aksi sebuah benda terhadap benda lain.
Gaya adalah sebuah besaran vector yang mempunyai besar, arah, dan titik tangkap.

b.Momen
Momen adalah sebuah gaya yang bermaksud untuk menggerakkan atau memutar benda.


c.Kesetimbangan
Suatu benda kaku dikatakan dalam keadaan setimbang bila resultante (jumlah) gaya-gaya yang bekerja = 0 dan momen disetiap titik benda = 0
Syarat kesetimbangan benda

Jika satu syrat diatas tidak dipenuhi maka benda tersebut dikatakan tidak seimbang.
1.5.2 Dasar-dasar Kekuatan Bahan
Tegangan-tegangan yang akan terjadi dalam perencanaan elemen mesin a
Elemen mesin 1
BAB I
PENDAHULUAN

Materi Prasyarat:
Ilmu Kekuatan Bahan
Standar Kompetensi :
Mampu mendskripsikan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 1
Kompotensi Dasar:
1. Mampu mendefenisikan elemen mesin
2. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis pembebanan
3. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis tegangan.

1.1 Pengertian Elemen Mesin
Elemen Mesin adalah Bagian-bagian suatu konstruksi yang mempunyai bentuk serta fungsi tersendiri, seperti baut-mur, pene , pasak, poros, kopling, sabuk-pulli, rantai- sprocket, roda gigi dan sebagainya.
Dalam penggunaan elemen mesin bias berfungsi sebagai elemen pengikat, elemen pemindah atau transmisi, elemen penyangga elemen pelumas, elemen pelindung dan sebagainya.
1.2 Pembagian Elemen Mesin
Elemen Mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Elemen-elemen Sambungan
a. Sambungan Lem
b. Sambungan Solder
c. Sambungan Paku Keling
d. Sambungan Las
e. Sambungan Ulir
2. Elemen-elemen Transmisi
a. Poros dan pasak
b. Kopling
c. Sabuk dan rantai penggerak
d. Roda gigi
e. Rem

3. Elemen Penyangga
a. Pegas
b. Bantalan
1.3 Prinsip Dasar Perencanan Elemen Mesin
Pada dasarnya perencanaan elemen mesin merupakan perencanaan komponen yang diadakan/dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme suatu mesin. Tahap-tahap dalam perencanaan elemen mesin adalah sebagai berikut:
1. Menentukan kebutuhan
Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan elemen mesin yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya.
2. Pemilihan mekanisme
Berdsarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari elemen tersebut.
Contoh: Memindahkan putaran poros penggerak ke poros yang digerakkan dengan roda gigi miring.
3. Beban mekanis
Berdasarkan mekanisme yang ditentukan pada tahap ke 2 beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data pada tahap ke 1, hingga diperoleh gaya-gaya yang bekerja pada elemen tersebut.
Contoh: Data-data : daya yang ditransmisikan, putaran
4. Pemilihan Material
Untuk mendapatkan elemen mesin yang tahan dipakai, dilakukan pemilihan material dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban yang terjadi.
5. Menetukan Ukuran
Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis, dapat dicari ukuran-ukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standar.
6 Modifikasi
Modifikasi bentuk diperlukan bila elemen-elemen mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya.
7. Gambar kerja
Pada tahap ini, ukuran-ukuran untuk penggambaran gambar kerja diperoleh, baik gambar detail maupun gambar perakitan.
8. Pembuatan dan control kualitas
Dengan gambar kerja dapat dibuat elemen mesin yang diperlukan.
1.4 Pertimbangan-pertimbangan Dalam Perencanaan Elemen Mesin
Hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan elemen mesin adalah.:
1. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan pembebanan
2. Gerak dari elemen mesin
3. Pemilhan bahan
4. Bentuk dan ukuran komponen
5. Tahanan gesek dan peleumasan
6. Hukum ekonomi
7. Penggunaan komponen stndar
8. Keamanan operasi
9. Fasilitas bengkel
10. Jumlah komponen yang akan diproduksi
11. Harga konstruksi total
12. Pemasangan.
1.5 Dasar Perhitungan dalam Perencanaan Elemen Mesin
Perhitungan pada perencanaan elemen mesin didasarkan pada teori-teori mekanika teknik dan kekuatan bahan.
1.5.1 Dasar-dasar mekanika teknik
a.Gaya
Gaya adalah penyebab suatu pergerakan dan deformasi suatu benda atau aksi sebuah benda terhadap benda lain.
Gaya adalah sebuah besaran vector yang mempunyai besar, arah, dan titik tangkap.

b.Momen
Momen adalah sebuah gaya yang bermaksud untuk menggerakkan atau memutar benda.


c.Kesetimbangan
Suatu benda kaku dikatakan dalam keadaan setimbang bila resultante (jumlah) gaya-gaya yang bekerja = 0 dan momen disetiap titik benda = 0
Syarat kesetimbangan benda

Jika satu syrat diatas tidak dipenuhi maka benda tersebut dikatakan tidak seimbang.
1.5.2 Dasar-dasar Kekuatan Bahan
Tegangan-tegangan yang akan terjadi dalam perencanaan elemen mesin a

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Richard Noky on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2014

pdf

text

original

Elemen mesin 1

BAB I PENDAHULUAN Materi Prasyarat: Ilmu Kekuatan Bahan Standar Kompetensi : Mampu mendskripsikan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 1 Kompotensi Dasar: 1. Mampu mendefenisikan elemen mesin 2. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis pembebanan 3. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis tegangan. 1.1 Pengertian Elemen Mesin Elemen Mesin adalah Bagian-bagian suatu konstruksi yang mempunyai bentuk serta fungsi tersendiri, seperti baut-mur, pene , pasak, poros, kopling, sabuk-pulli, rantai- sprocket, roda gigi dan sebagainya. Dalam penggunaan elemen mesin bias berfungsi sebagai elemen pengikat, elemen pemindah atau transmisi, elemen penyangga elemen pelumas, elemen pelindung dan sebagainya. 1.2 Pembagian Elemen Mesin Elemen Mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Elemen-elemen Sambungan a. Sambungan Lem b. Sambungan Solder c. Sambungan Paku Keling d. Sambungan Las e. Sambungan Ulir 2. Elemen-elemen Transmisi a. Poros dan pasak b. Kopling c. Sabuk dan rantai penggerak d. Roda gigi e. Rem 3. Elemen Penyangga a. Pegas b. Bantalan 1.3 Prinsip Dasar Perencanan Elemen Mesin Pada dasarnya perencanaan elemen mesin merupakan perencanaan komponen yang diadakan/dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme suatu mesin. Tahap-tahap dalam perencanaan elemen mesin adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kebutuhan Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan elemen mesin yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya. 2. Pemilihan mekanisme

Contoh: Data-data : daya yang ditransmisikan. Menetukan Ukuran Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis. 1.: 1. Bentuk dan ukuran komponen 5. Penggunaan komponen stndar 8. baik gambar detail maupun gambar perakitan. Harga konstruksi total 12. dilakukan pemilihan material dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban yang terjadi. 8. Hukum ekonomi 7. Fasilitas bengkel 10. Gerak dari elemen mesin 3.4 Pertimbangan-pertimbangan Dalam Perencanaan Elemen Mesin Hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan elemen mesin adalah.Berdsarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari elemen tersebut. 7. dan titik tangkap. hingga diperoleh gaya-gaya yang bekerja pada elemen tersebut. Gaya adalah sebuah besaran vector yang mempunyai besar. Pemilhan bahan 4. Pemasangan. Keamanan operasi 9. Tahanan gesek dan peleumasan 6. Beban mekanis Berdasarkan mekanisme yang ditentukan pada tahap ke 2 beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data pada tahap ke 1.5 Dasar Perhitungan dalam Perencanaan Elemen Mesin Perhitungan pada perencanaan elemen mesin didasarkan pada teori-teori mekanika teknik dan kekuatan bahan.1 Dasar-dasar mekanika teknik a. Pemilihan Material Untuk mendapatkan elemen mesin yang tahan dipakai. putaran 4. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan pembebanan 2. ukuran-ukuran untuk penggambaran gambar kerja diperoleh. Contoh: Memindahkan putaran poros penggerak ke poros yang digerakkan dengan roda gigi miring. Pembuatan dan control kualitas Dengan gambar kerja dapat dibuat elemen mesin yang diperlukan. 1. 3. 5.5. 6 Modifikasi Modifikasi bentuk diperlukan bila elemen-elemen mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya. 1. Jumlah komponen yang akan diproduksi 11.Gaya Gaya adalah penyebab suatu pergerakan dan deformasi suatu benda atau aksi sebuah benda terhadap benda lain. dapat dicari ukuranukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standar.Momen . b. arah. Gambar kerja Pada tahap ini.

4 Tegangan Bengkok Tegangan bengkok adalah tegangan yang terjadi karena adanya momen yang menyebabkan benda mengalami lentur atau bengkok.Momen adalah sebuah gaya yang bermaksud untuk menggerakkan atau memutar benda.Kesetimbangan Suatu benda kaku dikatakan dalam keadaan setimbang bila resultante (jumlah) gaya-gaya yang bekerja = 0 dan momen disetiap titik benda = 0 Syarat kesetimbangan benda Jika satu syrat diatas tidak dipenuhi maka benda tersebut dikatakan tidak seimbang.Tegangan Tarik b.5.2 Tegangan Geser Tegangan Geser adalah tegangan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja sejajar terhadap luas bidang gaya. dengan Mb = Momen bengkok Wb = Momen tahanan bengkok .5. dengan V= Gaya geser A = Luas penampang bidang gaya 1.5.2.2. 1. dengan F = Gaya tarik A = Luas penampang bidang gaya 1.5.2.1 Tegangan Tarik Tegangan Tarik adalah tegangan yang disebabkan oleh gaya yang tegak lurus terhadap luas bidang gaya.Tegangan Puntir d. dengan Mp = Momen puntir Wp = Momen tahanan punter 1. a.Tegangan Geser c. c.2 Dasar-dasar Kekuatan Bahan Tegangan-tegangan yang akan terjadi dalam perencanaan elemen mesin adalah.2..5.Tegangan Bengkok 1.3 Tegangan Puntir Tegangan puntir adalah tegangan yang terjadi disebabkan benda memuntir terhadap sumbunya.

Bahkan pada keadaan-keadaan tertentu perekat dapat mengganti sambungan las. Dapat menyambung bahan sejenis atau bahan yang berbeda seperti: logam dengan plastic. Beban aksial bekerja pada kedudukan seperti diperlihatkan pada gambar. BAB II SAMBUNGAN LEM (ADHESIVE) Materi Prasyarat: Teknologi Bahan. kulit. Mampu menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis sambungan lem 3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pembebanan 3. 3. kayu. Tabung aluminium antara batang perunggu dan batang baja diikat secara kaku seperti diperlihatkan pada gambar. Isolator terhadap panas dan listrik 5. karbon. Tidak merusak permukaan . dan lain-lain.2. Dengan kemajuan teknologi sekarang.1 Keuntungan: 1. 2. plastic. Mampu menyebutkan tahapan-tahapan proses perekatan 5.Soal Latihan 1. Mampu menyebutkan sifat-sifat sambungan lem 4. karet. Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan lem Kom[potensi Dasar: 1. Pengerjaan pada suhu rendah 6. Terutama pada konstruksi ringan. Mampu menghitung kekuatan sambungan lem 2. kulit. 2. sambungan lem dapat digunakan pula untuk menyambung logam. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 2. keeling atau solder dengan keuntungan yang lebih besar.2 Keuntungan dan Kerugian Sambungan Lem/Adhesive 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tegangan 4.1 Pendahuluan Sambungan adhesive adalah penyambungan bahan yang sama atau bahan yang berbeda baik logam maupu bukan logam dengan memanfaatkan kontak permukaan ditambah bahan adhesive sebagai media penyambungan. Dulu sambungan lem umumnya digunakan untuk sambungan bukan logam. Tidak mengalami konsentrasi tegangan 4.Soal. seperti: kertas. karet. Beban yang diterima merata. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan lem 2.

2.2 Kerugian 1. Mudah dan murah terutama pada proses perekatan dingin 10. Trichlor. 2. Tidak terjadi korosi listrik 8.Pelat-pelat transformator . dan sebagainya atau bahan pencuci seperti larutan alkali.Perpipaan .Sepatu. 5.Mainan . terutama untuk konstruksi pesawat terbang 11. Harus memperhitungkan kontak permukaan yang cukup 7. Kemampuan menahan panas terbatas.7.Konstruksi-konstruksi ringan . Adapun tahap-tahap perekatan yang umum adalah sebagai berikut: 1. terutama pada proses perekatan panas. Tidak menambah berat/volume. karat. Kemampuan menahan beban kejut. Khusus untuk lemak dapat dihilangkan dengan larutan pencair seperti: Aceton. Kurang tahan terhadap beban berganti 4. dll .Wallpaper 2. Pembersihan: Bidang kontak harus bebas dari segala macam kotoran. Pengerjaan Permukaan: . Dapat menyesuaikan diri terhadap pemuaian 9. Pemakaian dalam industri elektronik: .Mebel .Lempengan pelat pada electromotor d. 2.3 Pemakaian a.Body mobil .Peralatan foto . 3. dan lain-lain. Memerlukan penanganan awal terhadap permukaan benda yang akan direkat.Konstruksi kayu b.Vinyl lantai . 2. Pemakaian dalam industri transportasi: . tas. 6. Thinner. debu. dan kupas rendah.Mekanik . lemak. Sukar dalam pengujian non-destruktif.Terutama untuk rangka dan body pesawat . 2. Kedap gas dan cairan.Kanvasrem/kopling c. Waktu pendinginan dan pengerasan hingga benar-benar mengikat relative lama.Pengepakan . Pemakaian pada industri lain . Pemakaian dalam konstruksi umum: . bengkok.4 Proses Perekatan Untuk memperoleh hasil sambungan yang optimal diperlukan persiapan dan penanganan yang serius pada bahan yang akan dilem/direkat.

Kekuatan berkurang 75 s. 3. 2. semua bahan perekat memerlukan waktu pendinginan tertentu untuk pengikatan. Pattex. Solvent Adhesive Bahan dasar lem jenis ini adalah nifroceluloce yang dapat larut dalam larutan kimia organic. Permukaan yang ditempelkan harus mendapat penekanan yang merata untuk memperoleh kekuatan rekat yang baik. 3. 2. Mixed Adhesive Dalam sambungan ini salah satu komponen yang disambung bercampur dengan bahan lem. 30% setelah 6 bulan. dan ada yang harus menunggu beberapa saat sebelum ditempelkan. disemprot pasir. .d. dalam hal tertentu tahan sampai 400 C. Tahan Panas Tahan terhadap panas bergantung pada produk bahan adhesive. Penekanan dapat dilakukan dengan cara: dicekam/diklem dengan ragum atau alat pencekam lainnya. 2.6 Sifat-sifat Sambungan Lem/Adhesive Sifat Fisika 1. waktu pendinginan dan pengikatan saling berkaitan. 4.d. Denocoll dan lain-lain. Giimmi losung. Kekuatan berkurang 20 s. Stabilitas sambungan terjadi dalam batas waktu 3 s. Tahan Korosi Biasanya sambungan adhesive tahan terhadap korosi cairan dan juga terhadap larutan alkali atau asam. Bidang kontak disikat.d. Metallon. Penekanan. Untuk mendapatkan pengikatan yang kuat diperlukan waktu yang cukup. dan Redux. 100 C. pengerasan terjadi hanya beberapa menit. Pada perekatan panas. 6 bulan. Waktu pendinginan Pada proses perekatan.5 Jenis-jenis Sambungan Lem/Adhesive 1. batas maksimal temperature bergerak dari 40 s. Waktu pengerasan dapat dikurangi dengan bantuan katalisator. digerinda. 2. Untuk tahap ini tergantung dari jenis bahan perekatnya. dipress untuk jangka waktu 1 s. Bindulin. 80% karena tegangan. Sambungan setelah dilem. 5.d. Pengurangan kekuatan karena panas bergantung pula pada waktu yang terjadi karena pengaruh panas. Pelapisan/Pemberian Bahan Perekat Bahan perekat dilapiskan dengan tipis dan merata pada permukaan bahan yang akan direkat. 3 hari.d. Kemudian kedua permukaan ditempelkan dan tidak diperbolehkan bergeser sedikitpun. Stabilitas. tetapi bila dipanaskan pada temperature 200 C. Hal ini juga tergantung jenis bahan perekat. Nama dagang solvent adhesive adalah: Uhu. waktu pengerasan memakan waktu beberapa hari.Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kekuatan rekat. Nama dagang Mixed adhesive adalah: Araldit. Coctile. Agar sambungan tetap kuat dianjurkan pemakaian beban yang konstan pada sambungan. Ada yang langsung ditempel setelah pelapisan. Pada temperature kamar.

Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan lem 3. (2–2) dengan : = Kekuatan membuka F= Gaya A= Luas Soal-soal Latihan 1.7. Kekuatan Membuka 3.Kekuatan Membuka Kekuatan membuka pada sambungan menahan gaya yang bekerja.7 Perhitungan Sambungan Adhesive 2. l = panjang sambungan (mm) b = lebar sambungan ( mm ) F = Gaya ( N ) S = tebal komponen ( mm ) 2. Sebutkan sifat-sifat sambungan lem 4. 2.Sifat-sifat Mekanik Sifat-sifat mekanik sambungan adhesive yang diperhitungkan dalam perhitungan adalah: 1. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan lem 2.2.1 Kekuatan Kohesive Kekuatan cohesive berhubungan dengan gaya yang bekerja dan luas sambungan. . Sebutkan tahapan-tahapan proses perekatan. Kekuatan membuka adalah gaya yang bekerja dibagi dengan luas sambungan.7. (2–1) dengan: = Tegangan geser F = Gaya A= Luas Diagram dibawah ini menunjukkan hubungan antara tegangan kohesi dengan lebar komponen dan panjang sambungan. Kekuatan Cohesive. Batas Kelelahan 2.

Tangki air/minyak .Sambungan kabel . Penyolderan keras: titik lebur bahan tambah 720 C 3.Pelat-pelat tipis .1 Pendahuluan Sambungan solder merupakan penyambungan dari logam ( besi.Logam yang dilapisi seng .2.sisanya Pb Penyolderan pada: . Pada permukaan logam juga ditambahkan bahan pengalir untuk membantu pengaliran bahan tambah ke seluruh permukaan bidang yang dlsolder.2%Antimon. Contoh pemakaian: . 0. Mampu menjelaskan dan menyebutkan jenis-jenis sambungan solder 3. 3.Pelat-pelat tipis . Mampu menjelaskan pengertian sambungan solder 3. baja. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan solder 2. kuningan.BAB III SAMBUNGAN SOLDER Materi Prasyarat: Teknologi Bahan.Instalasi pipa tekanan rendah . Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan solder Kom[potensi Dasar: 1. seng dan baja paduan) dengan pewngkatan oleh bahan tambah yang dicairkan. 0.Wadah/kotak peralatan . sisanya Pb Penyolderan pada: .Talang air dan tutup atap . Mampu menghitung kekuatan sambungan solder 3. dimana titik cair bahan tambah lebih rendah dari titik cair logam yang disambungkan.1 Penyolderan Lunak (Patri) Penyolderan lunak digunakan pada semua logam terutama untuk logam-logam tipis dengan beban ringan serta kedap udara dan air.Penyambungan logam yang dilapisi seng TABEL BAHAN TAMBAH PENYOLDERAN LUNAK Jenis Bahan Tambah Penulisan Kandungan Pemakaian Paduan Sn-Pb Sn50Pb(Sb) 60% Sn. tembaga.Pelat-pelat pendingin pada kendaraan .3% Antimon. kerapatan dan ketahanan terhadap korosi maka permukaan logam yang akan disolder harus benar-benar dibersihkan.2 Jenis-jenis Solder Berdasarkan cara penyambungan. Penyolderan lunak : titik lebur bahan tambah 300 C 2.Peralatan elektronik Paduan Pb-Sn PbSn35Sb 40% Sn. penyolderan dikelompokkan menjadi dua jenis: 1. Untuk sambungan yang membutuhkan kekuatan.

.2.industri perkakas Paduan Sn-Zn dan Cd-Zn SnZn10 85-92 % Sn dan 8-18 % Zn Penyolderan pada aluminium dan paduannya CdZn20 75-83 % Cd dan 17-25 % Zn 3.Pelat-pelat.perpipaan.Instalasi pipa-pipa . 18 % Cu.Pendingin kendaraan .Konstruksi dari alat-alat ringan TABEL BAHAN TAMBAH PENYOLDERAN KERAS Jenis Bahan Tambah Kandungan Pemakaian CuZn46 53-55 % Cu. sisanya Zn Penyolderan pada: . sisanya Cu dan Ni Penyolderan pada : -Benda tuangan . 5 % P.Tangki uap .perak (Ag) . sisanya Cu Penyolderan pada: .2 Penyolderan Keras Penyolderan keras lebih sering digunakan untuk penyambungan pelat-pelat dari logam berat dan menerima beban yang besar.kawat .profil aluminium dan paduannya .Instalasi pipa tekanan besar . sisanya Sn Peyolderan pada:Logam-logam mulia dengan bahan seperti: .Peralatan dari logam keras .Penyangga dan rangka kendaraan . 10-12 % Si.pelat. 20 % Cd. dan Cd.Industri optic .Flens pada pipa . 8-12 % Sn.Konstruksi kendaraan Ag15P 15 % Ag.emas (Au) .platina (Pt) AlSiSn Minimal 72 % Al. Contoh pemakaian: .Peralatan mekanik yang kecil Ag45Cd 45 % Ag. kawat .

13 % Si.4 Teknik Penyolderan Dalam dunia industri dikenal berbagai teknik penyolderan.tuangan. Tetapi pada prinsipnya semua teknik dapat digunakan untuk penyolderan lunak dan penyolderan keras.dan Ni Penyolderan pada konstruksi logam-logam ringan Penyolderan pada konstruksi yang menggunakan baja.Resin Umum Khusus untuk seng pada kelistrikan dan tangki Penyolderan lunak Suhu kerja sampai 1000 C. Untuk memperoleh hasil penyambungan yang sempurnah maka permukaan logam yang akan disambung harus benar-benar bersih. 2. digunakan bahan pengalir yang berfungsi menghilangkan karat dan memudahkan pengaliran bahan tambah. Penyolderan busur api 3. pasta solder). asam garam.AlSi13 Minimal 72 % Al. Untuk memudahkan pengaliran bahan keseluruh permukaan penyambungan. 1.fungsi benda kerja . Penyolderan celup 4. Penyolderan tahanan dan induksi 6. Penyolderan sinar. Lebih sesuai untuk penyolderan lunak. TABEL BAHAN PENGALIR Nama Pemakaian Seng khlorida (air solder. Fluorida Khusus untuk aluminium dan paduannya 2. Untuk menentukan teknik penyolderan yang dipakai. Penyolderan Busur Api Bahan tambah dicairkan dengan busur api dari peralatan solder atau gas asetilen.bahan dari benda kerja . ditambah unsure P dan Si Penyolderan keras Khlorida. Penyolderan batang 2. juga baja temper 3. Pemakaian pada penyolderan lunak dank eras. serta sesuai untuk pekerjaan . Macam Teknik Penyolderan 1. serta lebih sering untuk pekerjaan tunggal dengan bagian-bagian yang kecil. Penyolderan dalam oven 5. Bahan ini diberikan pada seluruh permukaan yang akan disolder.3 Bahan Pengalir ( Fluks). bromide. Membutuhkan bahan pengalir.jumlah. Membutuhkan bahan pengalir. sisanya Cu. Penyolderan Batang /Kawat Penyolderan menggunakan bahan tambah (biasanya tembaga)berupa batang yang dipanaskan. Karat atau debu-debu pada permukaan logam akan menghambat aliran bahan tambah. perlu memperhatikan hal-hal berikut: .

4. Bahan pengalir yang tersisa dapat menimbulkan korosi listri 3. 3.Penyolderan Celup Untuk penyolderan lunak atau keras. Penyolderan Tahanan dan Induksi Bagian bahan yang akan disolder bersama bahan tambah dan bahan pengalir dipanaskan dengan gulungan induksi listrik. Penyolderan dalam Oven Bagian logam yang akan disolder dipersiapkan. Bahan tambah dalam bentuk cair ditempatkan pada sebuah bak. Kemudian dilewatkan kedalam oven yang memberi panas terus-menerus dengan pengurangan gas disekelilingnya. Bisa juga bahan tambahnya berupa larutan garam yang dipanaskan. Logam yang akan disolder dicelupkan kedalam bak.5. 6. Dibandingkan pengelingan. 5. 3. Pada penyolderan lunak tidak merusak permukaan. demikian pula bak garamnya. 3. Tidak menghambat aliran listrik 4. Sangat sesuai dan menghemat waktu untuk pengerjaan masal dengan ban berjalan. Metode ini sangat cocok untuk penyolderan benda-benda teknik yang presisi dan peralatan listrik.5.2 Kerugian 1.tunggal. 3. Soal-soal Latihan . Penyolderan Sinar Panas dipanaskan dari sinar lampu Halogen ( Daya sekitar 150-4000W) yang difokuskan lensa cekung. tanpa penambahan bahan pengalir. 5.1 Keuntungan 1.6 Perhitungan Sambungan Solder (3–1) (3–2) dengan F = gaya geser pada sambungan solder ( N ).(karena bahan tambah harus dicampur timah putih atau tembaga). Untuk penyolderan masal biaya lebih besar. Pada pengerjaan masal. 2. 7. l = panjang penyolderan ( mm ). b = lebar penyolderan ( mm ). Dapat menyambung dua buah logam yang berbeda. dapat dilakukan secara bersamaa. 2. tidak ada pelubangan yang melemahkan konstruksi. Mampu menyambung pelat-pelat tipis.5 Keuntungan dan Kerugian sambungan solder 3. Umumnya kedap fluida 6. Daerah panas yang dihasilkan mencapai diameter 15 mm.

1.1 Jenis-jenis Proses Pengelasan 1. pipa. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan solder 3. dan pancaran electron. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan las 2. Secara mekanik. 2. misalnya dengan gesekan.3 Proses-proses Pengelasan Pemilihan jenis proses pengelasan tergantung pada konstruksi yang akan dilas. tahanan listrik. dan tekanan dari material yang akan disambung. helium. misalnya udara panas. pukulan. Pengelasan Tempa Benda kerja yang akan disambung dipanaskan sampai temperature dibawah temperature cairnya dan kemudian dilakukan penyambungan dengan tekanan/pukulan.3.dan sebagainya. Umumnya proses pengelasan adalah fusi dan tekan. 2. Sedangkan proses tekan tidak memerlukan bahan pengisi. Mampu menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis sambungan las 3.1 Defenisi Pengelasan adalah proses penyambungan dua buah logam sejenis dengan cara memanaskan sampai suhu lebur tanpa atau dengan menggunakan bahan tambah. konstruksi mesin ringan. Dengan gas. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan solder 2. 4. argon. Proses fusi adalah dengan mencairkan setempat secara bersama antara material yang akan dilas dan bahan pengisi. Mampu menghitung kekuatan sambungan las 4. Pengelasan Gas. dan biaya. 4.2 Sumber panas pengelasan 1. mutu yang ingin dicapai. Mampu menyebutkan dan menjelaskan proses-proses pengelasan 5. Dengan energi listrik. 3. Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan las Kom[potensi Dasar: 1. Sebutkan teknik-teknik penyolderan BAB IV SAMBUNGAN LAS Materi Prasyarat: Teknologi Bahan. Contoh penerapan: penyambungan rantai. Benda kerja dipanaskan dengan menggunakan busur api yang dihasilkan oleh kombinasi gas-gas . 4. dan hydrogen. misalnya melalui busur listrik. bahan yang akan dilas.

pipa. serta arus listrik yang dialirkan harus merata pada permukaan yang akan disambung.(gas alam. konstruksi mesin. Jenis pengelasan yang termasuk las tahanan listrik sangat banyak diantaranya: a. Las ini biasa digunakan untuk menyambung pelat-pelat yang tipis. Las Titik ( spot welding) Elektroda pengalir arus listrik terbuat dari tembaga atau paduan Cu+Mo yang dibagian dalamnya berongga untuk mengalirkan cairan pendingin. Pengelasan Busur Listrik Panas diperoleh dari loncatan bunga api listrik antara elektroda las (sekaligus berfungsi sebagai bahan pengisi) dan benda kerja. 4. Pada table berikut diberikan daftar kuat arus yang diperlukan. Contoh penerapan: tabung. TABEL 4.4 Jenis-jenis Sambungan Las .1 KUA ARUS LISTRIK Jenis Elektroda Diametr Elektroda Ф 4 mm Ф 5 mm Ф 6 mm Elektroda terbungkus tipis Elektroda terbungkus tebal 125 A 170 A 150A 230 A 190 A 290 A 4. Transformator las diperlukan untuk menghasilkanarus kuat hingga 200 amper pada tegangan yang cukup rendah. 3. Kemudian setelah bagian dari benda kerja yang akan disambung pijar. Las Tumpul Pengelasan ini dilakukan dengan cara menyambungkan benda kerja kemudian dialiri arus listrik. dilakukan penyambungan dengan ditekan. Las Tahanan Listrik Pada prinsipnya panas ditimbulkan karena adanya tahanan listrik pada benda kerja. Jenis material benda kerja harus sama. asetilen. oksigen-hidrogen. helium dan sebagainya). b. Penerapan pengelasan ini hanya pada benda kerja yang dapat mengalirkan arus listrik dengan baik.

Sambungan Tee (T joint) Tee joint biasanya berbentuk kampuh datar.d.d. 4. Pengerjaannya memerlukan pengalaman khusus. Proses cepat untuk produksi masal.1. Untuk komponen yang kecil dan jumlah produksi sedikit.5 Keuntungan dan Kerugian Sambungan Las 4. yang terkuat adalah dengan menggunakan kampuh rongga. Sambungan Temu (butt joint) Butt joint digunakan untuk plat-palt rata dan tiang-tiang.2 Kerugian 1. 4. 3. kemudian kampuh datar. Untuk tebal plat sampai 4 mm. Konstruksi lebih ringan 2. untuk tebal plat lebih besar lagi ujung-ujung plat dibuat kampuh U dobel U. dan yang terlemah adalah dengan menggunakan kampuh lengkung. 3. 2. Kekuatannya lebih kecil disbanding dengan butt joint untuk beban dinamis.Sambungan Tumpang (Lap joint) Sambungan ini merupakan jenis sambungan yang paling lemah. untuk tebal plat 5 mm s. waktu produksi akan lebih singkat dan biaya lebih murah. 4. tetapi las butt biayanya lebih tinggi. 15 mm perlu dibuat kampuh V ( bersudut V. Dapat menahan kebocoran 4. 60 ) dan untuk tebal plat 10 mm s.1 Keuntungan 1. tanpa dibuat miring ujung-ujungnya.5. 4. Akibat Gaya Tarik/Tekan Sambungan temu (butt joint) dengan kampuh V direncanakan untuk menahan tegangan tarik atau tekan yang terjadi karena gaya F. Diagonal atau kemiringan pengelasan juga dapat menambah kapsitas beban statis. Tebal kampuh ( a ) untuk jenis sambungan ini adalah tinggi dari penampang segi tiga dari kampuh. lebih tinggi kekuatannya dari pad alas fillet. Kesulitan untuk mengetahui mutu las 3.Sambungan Sudut (corner joint) Kekuatan dari sambungan ini lebih kecil dibanding dengan Tee joint. 4. 30 mm perlu dibuat kampuh X.5. Tegangan tarik atau tekan yang terjadi ( ): . Untuk produksi masal biaya lebih tinggi 2. Kemampuan butt joint untuk bebab statis maupun dinamis . Memerlukan pengetahuan tentang bahan yang akan dilas.6 Perhitungan Krekuatan Sambungan Las 1. Kapasitas beban dinamis dapat diperhitungkan dari kerapatan pengelasan dan pengerjaan finishing.

(4 – 2) dengan a = tebal pengelasan ( mm ) l = panjang pengelasan ( mm 2.……………………………. . Akibat Gaya Geser Sambungan las pada gambar diatas dimaksudkan untuk menahan tegangan geser akiabat dari gaya geser F. tebal plat 8 mm. Dua buah plat akan disambung dengan las parallel fillet. tebal pengelasan 8 mm. BC dengan BC= tebal plat Teganga Geser yang terjadi ( ): ……………………………( 4 – 3 ) Soal-soal Latihan 1. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan las 2. Bentuk pengelasannya las sudut dengan tebal las a adalah BD...( 4-1) dengan F = gaya tarik/tekan ( N ). A= luas penampang yang menahan beban ( mm ) …………………………. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan las 3. Sebuah plat baja dilas butt. dan tegangan geser yang diijinkan dari bahan las 60 Mpa. panjang pengelasan 200 mm. Hitung besar gaya yang bekerja pada konstruksi tersebut jika tegangan yang diijinkan dari bahan las 90 Mpa. gaya yang bekerja 10 kN. bila tebal plat 6 mm. 5. Hitunglah panjang pengelasan. Sebutkan dan jelaskan proses pengelasan 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->