P. 1
Contoh Apersepsi Pembelajaran

Contoh Apersepsi Pembelajaran

|Views: 743|Likes:
Published by Irawan Wk

More info:

Published by: Irawan Wk on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/12/2015

pdf

text

original

Contoh Apersepsi Pembelajaran

Cara Belajar Siswa Aktif apersepsi (mengkaitkan konsep (pengetahuan) yang baru dengan yang telah dikuasainya); asas korelasi (menghubungkan objek belajar yang satu dengan yang lain agar mudah dikuasai siswa secara mendalam, asas korelasi dapat bervariasi: korelasi tempat, korelasi waktu, dan korelasi ide); asas integrasi (setiap perolehan belajar terkait dalam pola berpikir serta bertindak yang kompak dan utuh); asas individualisasi (usahakan agar perkembangan siswa optimal untuk dirinya selaras dengan potensionalitasny ... pembelajaran yang rancu (tidak efektif dan tidak efisien), dan tolak ukur keberhasilan belajar siswa yang rancu (tarafnya rendah, subjektif, dan tidak konsisten), maka CBSA kiranya dapat dikaitkan dengan upaya pembenahan motivasi belajar siswa, intensitas kegiatan belajar siswa, dan peningkatan efektivitas-efesiensi proses pembelajaran. Jika kiat CBSA kita kaitkan dengan klasifikasi permasalahan pendidikan di sekolah secara makro, misalnya; masalah relevansi (dengan tolok kebutuhan siswa, ke ... CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) merupakan upaya untuk lebih meningkatkan mutu belajar siswa dan dengan demikian akan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. CBSA lebih merupakan asas keterlibatan kerja daripada bentuk-bentuk kegiatan belajar yang stereotip praktik CBSA tidak menunjuk pada bentuk kegiatan belajar tunggal, misalnya mesti diskusi kelompok.jenis masalah pendidikan di sekolah yang manakah yang dapat atau mungkin dijawab dengan penerapan CBSA secara tepat dan intensif Jawabannya adalah tidak semua masalah pendidikan di sekolah dapat atau mungkin terjawab dengan penerapan CBSA secara benar. Jika kita mengacu pada pendapat yang menegaskan bahwa masalah pendidikan di sekolah bersumber pada mutu setiap unsur (masukan) yang rendah, pengorganisasian proses pembelajaran yang rancu (tidak efektif dan tidak efisien), dan tolak ukur keberhasilan belajar siswa yang rancu (tarafnya rendah, subjektif, dan tidak konsisten), maka CBSA kiranya dapat dikaitkan dengan upaya pembenahan motivasi belajar siswa, intensitas kegiatan belajar siswa, dan peningkatan efektivitas-efesiensi proses pembelajaran.Jika kiat CBSA kita kaitkan dengan klasifikasi permasalahan pendidikan di sekolah secara makro, misalnya masalah relevansi (dengan tolok kebutuhan siswa, kebutuhan masyarakat yang membangun, dan kebutuhan untuk perkembangan ilmu serta teknologi), masalah pemerataan (dengan tolok setiap warga negara berhak dan berkesempatan menikmati pendidikan yang layak, jangan sampai terjadi gejala braindrain dan under achievement), masalah mutu ... Read Article

1/1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->