P. 1
Fair Value Ifrs

Fair Value Ifrs

|Views: 125|Likes:
Published by Sherly Salim
blog
blog

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Sherly Salim on Jun 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

adie: IFRS dan Fair Value

10/5/12 11:25 AM

Bagikan

0

Lainnya

Blog Berikut»

Buat Blog

Masuk

adie
Pengikut Senin, 02 Agustus 2010

Join this site
with Google Friend Connect

IFRS dan Fair Value
A.Pengertian IFRS IFRS merupakan standar dan intepretasi yang disusun oleh International Accounting Atandards Board (IASB). Sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada bulan April 2001, IASB mengadospsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan. International Financial Reporting Standards mencakup: International Financial Reporting Standards (IFRS) yang terdiri dalam 8 Standart International Accounting Standards (IAS) yang terdiri dari 41 standart Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) yang terdapat 16 Interpretation Standing Interpretations Committee (SIC) yang terdiri dari 11 SIC B.Manfaat dan Tujuan Penerapan IFRS a)Manfaat penerapan IFRS Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan standart akuntansi keuangan yang dikenal secara internasional (enhance comparability) Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi Menurunkan biaya modal dengan membuka fund raising melalui pasar modal global b)Tujuan penerapan IFRS Laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan berdasarkan IFRS dan pada akhirnya auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah untuk dikomunikasikan ke investor global Relevansi laporan keuangan meningkat karena lebih banyak mengunakan nilai wajar. Disisi lain, kinerja keuangan akan lebih akurat karena mengikuti kondisi makro dalam dan luar negeri Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet dan fair value Principle based standart mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba Penggunaan off balance sheet semakin terbatas C.Perbandinga Penyajian Laporan keuangan Dalam PSAK yang telah konvergensi IFRS terdapat banyak perbedaan dengan PSAK yang lama, perbandingan keduanya dapat terlihat sebagai barikut Perihal PSAK 1 (2010) – IFRS PSAK 1 (1998) Informasi yang disampaikan Asset, Liabilities, Equitas, Pendapatan dan beban, Kontribusi dan distribusi kepada pemilik, Arus kas Asset, Liabilities, Equitas, Pendapatan dan beban, Arus kas Tanggung jawab laporan keuangan Tidak diatur Manajemen Komponen laporan keuangan Laporan posisi keuangan, Laporan laba-rugi komperhensif, Laporan arus kas, Laporan perubahan equitas, Catatan atas laporan keuangan, Neraca awal periode sajian

Members (3)

Already a member? Sign in

Mengenai Saya

Arsip Blog

Adie Lihat profil lengkapku

! 2011 (3) " 2010 (5) " Agustus (3) Profesi Akuntan Terancam, RUU Ditolak IFRS dan Fair Value Teory Pendapata n dan Beban ! Juni (2)

http://adiekyenz.blogspot.com/2010/08/ifrs-dan-fair-value.html

Page 1 of 5

Diatur secara eksplisit Tiadak diatur Dari perbandingan diatas terdapat dampak dalam dunia bisnis dari perubahan penyajian laporan keuangan. yang terus berkembang dan berbiak. Konsep ini pertama kali digunakan untuk menghitung asset biologis di lingkungan perusahaan perkebunan dan peternakan di australi dan inggris. E. yang pertama kali mengenalkan konsep fair value ini adalah Australia. ketidak pastian dan permodalan. Menurut Hamid Yusuf.adie: IFRS dan Fair Value 10/5/12 11:25 AM (restartment) Neraca. Laporan perubahan equitas. Konsep ini menggunakan pendekatan biaya perolehan yang menghasilkan nilai buku.com/2010/08/ifrs-dan-fair-value. atau sebuah perusahaan.asset bilogis di sektor agri. Sejak saat itulah. karena tidak mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya. Sebagai gantinya digunakanlah konsep fair value. sistem akuntansi di Indonesia. harga tanah itu sebagai aset akan tetap tertulis Rp 100 juta jika masih menggunakan konsep historical cost meskipun di pasaran harganya sudah naik tiga-lima kali lipat. umumnya menggunakan konsep historical cost. sumber estimasi. Laporan laba-rugi. held for sale. laporan nilai buku itulah yang selama ini dijadikan acuan untuk menilai sebuah perusahaan.html Page 2 of 5 . dampak – dampaknya adalah sebagai berikut : Perubahan rasio-rasio keuangan. seperti tanaman dan ternak. Inggris. tentu tidak fair karena mercerminkan nilai ekonomi yang tidak sebenarnya. Konsep ini kemudian diadopsi ke dalam standar akuntansi internasional dan diberlakukan pertama kali pada 2003 untuk menilai asset. semua perusahaanperusahaan public di Eropa menggunakan fair value untuk menyusun laporan keuangannya. Catatan atas laporan keuangan Penyimpangan terhadap SAK Diijikan selama tidak bertentangan dengan tujuan laporan keuangan Tidak diatur Kepatuhan terhadap SAK Pernyataan kepatuhan terhadap PSAK Tidak diatur Pemilihan dan penerepan kebijakan akuntansi ketika PSAK tidak mengatur Tidak diatur Terdapat pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi Pengeluaran laporan keuangan Tidak diatur 4 bulan setelah tanggal neraca Pos minimal dineraca IP. Sebagai contoh nyata.blogspot. Pertimbangannya Aset dan bidang usaha perusahaan-perusahaan tersebut adalah makhluk hidup. membeli sebuah tanah seharga Rp 100 juta. misalnya. pada akhirnya konsep historical cost dianggap tidak relevan lagi. dan negara-negara bekas jajahan Inggris. menurut Ketua Dewan Standar Akuntansi http://adiekyenz. Laporan arus kas.Pengertian Fair Value Dalam pengertian standar akuntansi. Dari situ kemudian ditemukan konsep penghitungan yang baru dan kemudian dikenal sebagai fair value. deferred tax Tidak diatur Laporan kinerja keuangan Laporan laba rugi komperhensip Laporan laba rugi Pos luar biasa Tidak diperkenankan Diperkenankan Pemegang saham minoritas Hak non pengendali Hak minoritas Pengungkapan atas pertimbangan yang telah dibuat oleh manajemen dalam penerapan kebijakan akuntansi. terutama bagi entitas yang memiliki ponjaman kepada bank Perubahan mindset tentang laporan laba-rugi komperhensif Tidak adanya pos luar biasa Bagian keuntungan pihak pengendali menjadi lebih terindentifikasi D. Jika perusahaan-perusahaan tersebut dinilai dengan nilai buku (historical cost). Untuk berbagai kepentingan. di dalam nilai buku atau book value. bio asset.Sejarah Perkembangan Fair Value (Nilai Wajar) Selama ini. jika kita. bertahun-tahun kemudian. Dengan kondisi pasar yang makin dinamis dan berkembang cepat.

” jelas Jusuf. aktif atau tidak aktif. Atau. karakteristik risiko. jika pasar tidak aktif. yaitu quoted proces at active markets. Pada 2007 kami merivisi standar penilaian. melainkan juga di sektor riil. yang lebih penting lagi sebenarnya adalah kesiapan semua pihak terkait. Untuk penilaian penilaian yang lainnya. mulai dari regulator. jasa. Dalam penilain suatu asset terkadang memerlukan jasa dari profesi penilai atau Appraisers untuk menilai suatu asset. serta biaya produksi dan distribusi. menurut Anis Baridwan. Di situ penekanan fair value lebih kentara. Namun. Jadi.Peranan Profesi Penilai (Appraisers) dalam penerapan Fair Value Peran dan fungsi profesi penilai akan semakin penting ketika di Indonesia diterapkan konsep fair value (nilai wajar). kami meng-update standar penilaian internasional 2005/2007. tanpa kesiapan semua pihak terkait. akuntan.html Page 3 of 5 . MAPPI juga memberlakukan fair value. penentukan nilai bisa dilakukan sesuai hierarki fair value tersebut. penurunan signifikan atas volume dan level aktivitas perdagangan. adanya volatilitas harga pasar yang sginifikan. penentuan nilai bisa menggunakan transaksitransaksi wajar terkini antara pihak-pihak yang mengerti dan berkeinginan. Dengan begitu. fair value atau nilai wajar adalah konsep yang digunakan dalam ekonomi dan keuangan serta akuntansi. Atau. memang memerlukan keahlian tersendiri untuk menentukan nilai wajar secara cepat dan tepat. Sebab.adie: IFRS dan Fair Value 10/5/12 11:25 AM Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) M Jusuf Wibisana. bagaimana menentukan nilai di pasar yang berbeda-beda itu. replacement cost. menurut Jusuf. pelaku dunia usaha. Dalam bidang ekonomi dan keuangan. Di sini. tak mudah untuk menentukan nilai dengan pasar yang beragam. no actives market. menggunakan analis arus kas yang didiskonto (discounted cahs flow analys) serta model penetapan harga opsi (option pricing model). Yang nantinya juga harus menggunakan konsep fair value bukan cuma perusahaanperusahaan yang bergerak di jasa keuangan. termasuk cost of capital. Dalam standar akuntansi keuangan sesuai dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 55.com/2010/08/ifrs-dan-fair-value. “Jika pasar tidak aktif. Menurtut Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) M Jusuf Wibisana dalam majalah Akuntan Indonesia edisi 16. Bisa juga menggunakan referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama.” katanya. mengatakan “bahwa nilai pasar dicatatkan sebagai fair value di dalam akuntansi. bisa menggunakan kuotasi broker untuk dijadikan input tapi tidak determinatif. Yang jadi masalah adalah jika pasar tidak aktif. penerapan fair value justru akan menjadi masalah baru. atau asset dengan mempertimbangkan factor-faktor seperti kelangkaan (scarcity).blogspot. melainkan juga kewajiban suatu perusahaan atau entitas bisnis. pihak yang melakukan bidding jumlahnya terlalu kecil. jumlah efek yang ditransaksikan relatif kecil dibandingkan dengan jumlah efek yang beredar. penentuan mudah dilakukan dengan kuotasi harga di pasar. di pasar yang tidak aktif. fair value merupakan estimasi rasional dan tidak bias atas harga pasar potensial dari barang. konsep fair value ini memiliki tiga hierarki. no market equities cost. Indikasi pasar tidak aktif adalah sebagai berikut peningkatan yang signifikan selisih ask price dan bid price. penilai. “Sebab. menurut Jusuf.” Penekanannya pada penilaian asset tetap (property fixed). Bagi Jusuf. valuation techniques. beliau berpendapat Yang dinilai melalui fair value tidak hanya meliputi aset dan instrument keuangan lainnya. Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK. G. Ada tujuh standar penilaian internasional yang memang memberlakukan fair http://adiekyenz. untuk kepentingan akuisisi. F.Cara Menghitung Fair Value Fair value dinilai sebagai konsep yang paling sesuai dan relevan untuk penyusunan laporan keuangan sebuah perusahaan atau entitas bisnis sebab bisa menggambarkan nilai pasar yang sebenarnya terjadi. Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) atau Indonesian Society of Appraisers Hamid Yusuf. dan tidak mengandalkan kuotasi broker jika dinilai tidak mencerminkan nilai wajar. maka penentuan nilai wajar menggunakan teknik penilaian. Masalahnya adalah. sektor riil juga banyak yang menggunakan instrument keuangan. hingga masyarakat umum. Teknik penilaian utamanya berdasarkan pada asumsi internal manajemen mengenai future cash flow dan appropriately risk-adjusted discount rates. fair value atau nilai wajar adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’slength transactions). investasi. Namun. pada pasar aktif. Secara umum.

MAPPI punya standar penilaian Indonesia. Sehingga. Baru tahun ini IFRS akan mengeluarkan konsepnya. di sana ada asset berupa tanah dan bangunan yang tujuannya bukan untuk dijual. kemudian diwujudkan dalam bentuk metode.com/2010/08/ifrs-dan-fair-value. Kalau tujuan agunan. Rumusannya lebih lengkap. tentu saja dia sebenarnya berfungsi untuk mem-back up bagaimana kredit itu bisa aman di kemudian hari. Sebab. nilai asuransi. sementara di IFRS hanya mengatur fair value. tapi tuan A tinggal di Cinere dan tuan B tinggal di Bogor. Untuk kepentingan laporan keuangan. kalau tujuannya untuk listing lain lagi. dan di akuntansi juga diatur masalah ini. Di internasional namanya property plan an equipment. yaitu sektor perbankan dan sektor keuangan. Diposkan oleh Adie di 04:06 Tidak ada komentar: Poskan Komentar http://adiekyenz. yang disebut dengan depresiated equipment cost atau biaya pengganti terdepresiasi. secara konvensional ada tiga metode atau hierarki yang juga sudah disesuaikan dengan standar akuntansi. merupakan orang yang dianggap kompeten memberikan oponi nilai yang kebetulan di disitu dibutuhkan untuk kepentingan keuangan/akuntansi. yang namanya agunan. menggunakan pendekatan ketiga. Itu namanya pendekatan pasar. Kalau kita menilai untuk agunan. aplikasi. Kalau tidak. Pada 2007. Karena. maka rumah ini bisa menggantikan kredit. Pendekatan yang mengambil langsung pembandingnya dari property sejenis yang nilai di pasar. maka menggunakan pendekatan kedua. Misalnya perkantoran. misalnya. Sekarang ada sekitar 20 standar. Standar MAPPI 90 persen mengacu pada IAS. Standar itu secara garis besar mengatur dua hal. Dari situ standar MAPPI mengeluarkan basis standar atas apa yang mau diatur. dan fair value adalah salah satunya dan yang di kami dikenal dengan nilai pasar. MAPPI mengadopsi standar internasional. Kalau tidak ada yang persis sama. H. dan pedoman. Jadi. biasa disebut pendekatan biaya. Ini apple to apple. cara mengukur nilai wajar itu. karena dia menghasilkan pendapatan. dan seterusnya. salah satu standar itu memberikan pedoman pada fair value.Perhitungan Fair Value yang Digunakan Appraisers Dalam penilaian properti. Standar itu MAPPI selalu up date. dalam bentuk jenis nilai. Ada puluhan jenis nilai. langsung kita cari berapa pasaran ruko itu. Pertama menggunakan pendekatan pasar. rumah tinggal misalnya. Hubungannya dengan fair value. tapi memberikan konsep fair value itu bagaimana. Di AS lebih jelas lagi karena sudah sampai pada bagaimana mengukur nilai wajar itu. Itu bisa berbeda kalau tujuannya untuk laporan keuangan. penilai itu adalah orang yang memang dianggap profesional untuk melakukan pekerjaan penilaian itu. bias beda lagi. MAPPI sudah melahirkan konsepnya bagaimana. Misalnya. Penilai. penilai mencoba memahami bagaimana akuntan membutuhkan itu. dan tuan B punya rumah tipe 125. Kalau tujuan asuransi. terakhir di-up date pada 2007. tapi mempertimbangkan nilai pendapatan. Kalau tujuan fair value. tapi untuk diteruskan penggunaannya secara operasional sebagai bagian usahanya. Tapi. Kalau kreditnya macet. Jadi tidak bicara fair value saja. misalnya tuan A punya rumah tipe 125. AS US GAAP. tapi baru tahun 2000 mengacu ke standar internasional.html Page 4 of 5 . maka metodenya menggunakan pendekatan pendapatan. yang mencakup standar. Intinya. menilai ruko. kantor sebagai aset operasional. pengukuran nilai wajar yang tercantum dalam Financial Accounting Standar Nomor 157. penilaian pada awalnya dilakukan untuk agunan. Yang gunakan adalah harga pasar. Jika pembandingnya terbatas. maka dicatatkan sebagai aset tetap di dalam neraca. kan belum tentu sama nilainya. misalnya. Maka. pada awalnya penilaian memang lebih banyak digunakan untuk menilai agunan.blogspot. tapi penggunaannya mengacu pada kepentingan akuntansi. Aset tetap itulah yang diatur dalam PSAK 16. ya nilai pasar untuk penggunaan yang ada. sebab ada bidang-bidang lain seperti asuransi dan sebagainya. IFRS. penilai menyesuaikan apa yang diinginkan oleh laporan keuangan itu. atau ngemplang. tentu nilainya juga akan beda. Ini masih menggunakan pendekatan pasar.adie: IFRS dan Fair Value 10/5/12 11:25 AM value. AS memberlakukan yang namanya fair value measurement. dua hal inilah yang berpengaruh pada kegiatan ekonomi satu entitas atau negera. sama-sama di Cinere jika berbeda spesifikasi. nilai pasar. Itu sudah diberlakukan sejak 1994. kami nilai pasar yang kami keluarkan harus menggambarkan nilai saat agunan itu mau dijual. sebagai satu profesi. Sebenarnya. yaitu mengatur penilaian untuk tujuan akuntansi dan untuk tujuan agunan. sebenarnya. Kalau tujuannya untuk merger atau akuisisi. Atau.

Posting Lebih Baru Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Posting Lama Template Ethereal.blogspot.com/2010/08/ifrs-dan-fair-value... Beri komentar sebagai: Publikasikan Pratinjau Select profile. Diberdayakan oleh Blogger.html Page 5 of 5 .adie: IFRS dan Fair Value 10/5/12 11:25 AM Masukkan komentar Anda. http://adiekyenz...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->