BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015)2 – 1 = 0. 61.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.- Di samping kedua suku bunga tersebut. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.015)1 – 1 = 0. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.015)3 – 1 = 0.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.000.061 atau Rp.: i = (1 + 0.000. 46.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. 4 .: i = (1 + 0.046 atau Rp.000. suku bunga tiap tahun r. 1.000. 6 bulan.. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . Contoh 1. 15.015 atau Rp.000.000. 30. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.03 atau Rp. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. 9 bulan dan 1 tahun.015)4 – 1 = 0. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).: i = (1 + 0.

500.000) = 665. Contoh 1.000 + 1.000 + 0.000 500.800.964.000.5 : Dengan suku bunga 10% / thn. uang Rp. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.000 + 0.000..09) = 1.000) = 550.100 + 1.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.500 pada tiga tahun mendatang.000 e 3 (0.100 + 1.10 (605.10 (550. 1.000. nilai Rp.000 550.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. 1.Rp.964.000.000. 2. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000 sekarang berbeda dengan Rp. Contoh 1.309.000 605. 500.000 tiga tahun mendatang.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp. 5.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp..000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.100 5 . 2.Rp.000 + 800 + 800 + 800 B .6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A . Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.Contoh 1. 665.000) = 605.000 + 0.10 (500.309. 5.

3. Ekonomi Teknik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Penerbit Guna Widya. New York.1 % tiap hari b). N.. Surabaya 6 . Ekonomi Teknik. 2004. Pujawan. 1990. dilakukan perhitungan ekivalensinya. 1995. Edisi Pertama. 0. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A.N.Investasi B lebih besar dari A. Daftar Pustaka: Barish. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 12 % tiap enam bulan b).Inc. 0. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.N. 12 % tiap bulan 2. Soal-soal : 1. Surabaya.1 %/hari secara kontinyu. Mc Graw Hill Book Co. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. 12 % tiap kuartal c). Haryono.

maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. 1. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. i% ..... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. n)... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A.. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung..... 7 . Pembayaran Tunggal.2.. i% .....1 (F/P ..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P... yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ... yang nilai-nilainya telah ditabelkan..

i %.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.n disebut faktor jumlah sekarang.000 0 1 2 3 n Gambar 2.Secara Grafis : P = 1.000 F = 1. 1.1 : P ekuivalen dengan F.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp. 1.000. 1.Contoh 2. 6 %. 1. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.000. P = F (1 +i).2 (P/F.1. 2.000 (0. F = Rp. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000.000 .000.P = F (P/F.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000.000.n) ………………………2.n = F (P/F. i = 0.000.331.791.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. 10 %.000(1..000. Pembayaran Seri Merata 1. 1.i %.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.000 (F/P. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 ..000.791. 10) = 1.10 F = 1.000.10)3 = 1.000.000.331. n) = (1 + i).000.1) Dari rumus 2.000 (1 + 0. 3) = 1. 1.3310) = Rp.331. uang Rp.000.5584) = Rp. Contoh 2.791.000. 1.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.- B.

Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.3 F(A/F.i %.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 . + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………..i %.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.n) ………………………2. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.

10. 184. 10 .suku bunga tiap tahun adalah 6 %. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. 1 ½ .1 dan 2. n = 40.Contoh 2.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.000 . sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. i = 1½ % A = F(A/F. 1.000 (A/F.000.000.200.240.40) = 184.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. 2. i %. Pemyelesaian : F = Rp.000 tiap 3 bulan. 10.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.000.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. 6.i %. n) = 10.000. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.4 (A/P. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2..000.dengan uang muka Rp.000... n) ………………………………2. i %.

dengan suku bunga 6% / tahun .000 (0.- 4.000.000 F = A(F/A. i %.000. i %.000. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.240. i %.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.0263) = Rp.200 P = A (P/A.960. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). 100. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. A = Rp.700.000 (A/P.000 – 1.3. i %.960.200. n = 7 .6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. n) = 100. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. 7) = 179. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. agar tiap tahun dapat diambil Rp. Penyelesaian : A = Rp.Penyelesaian: P = 6. 6 %.960. i = 1 % / bulan A = P (A/P.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.5 (F/A. 130. 100.6 i (i + 1) (P/A. 5) = Rp. n) ……………………. 179. Dari rumus 1.200.000 (F/A.450 3. n) = 4. i %.179. i %. 563.000 N = 48 bulan.000 = 4. 130.. 6 %.2. n) ………………………………………. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.2. n) i F = A (F/A.4.200 (5. i %.06.11 . i %.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.582) = Rp. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. Penyelesaian : i = 0.. 48 ) = 4. 1.

Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. pada tahun ketiga Rp..500. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.4..C.000.000..-. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. 1. asuransi.200..000. pada tahun kedua Rp. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.000.. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.900. demikian seterusnya naik Rp. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.. gaji karyawan.. 200.000. 6.1.000. + (1+i)2 + (1+i) .000.700. 1.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….-. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .-.tiap tahun..

i %. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.- 13 . 6 %. i %. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. 1.155.000 0 1 2 3 8 P = 155. 1.000 155. n) (P/A.000 (19.000. 8) = 155.000 (6.000 190. i %.(1). Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. 8) + 35.200. n) (A/G. Contoh 2. n) = (A/G.000 (P/A.842) = Rp. (2). Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 225. Penyelesaian: P 400. i %. i %. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. dan naik tiap tahun Rp.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.untuk selama 7 tahun..657. n) (P/G. i %.210) + 35.-. 6 %.000 (P/G.657.000. 35.200.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.

1.000 pada tahun ke 10.200 P4 = F4 (P/F. 1.000 (0.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.200. 1.200.4810) = 572.700 P3 = F3 (P/F. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. F1 = 1. Contoh 2. 14 .200.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.200.7835) = 940. 1. 2.000 1.706.000 (0. dan 4 tahun kemudian Rp. 5%.3769) = 452.000 (0.000. 5) (P/A.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.500.200.000.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.200.300 ( perbedaan kecil timbul.706.000.000 . 5 %.000 (0. 20) = 1. 5 %.18097) (12.200.1. n3 = 15.200.200.200.200. 5 %. 2.000 (0.000 1. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. 2. n2 = 10.000.000 F3 = 1. 2 tahun kemudian Rp. Rp.200. 10) = 1.200.000 1. sebab adanya pembulatan). Rp.200. i = 0.6139) = 736. agar dapat disediakan Rp.000.000 pada tahun ke 5.000 pada tahun ke 15 dan Rp.000. 5 %.200. F4 = 1.Contoh 2. 1.05 P1 = F1 (P/F. 5 %.462) P = Rp. F2 = 1.200.000. n4 = 20. 15) = 1.200.200 P2 = F2 (P/F.400 Cara langsung. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. 5) = 1. 20) = 1.

000. 15) = 0.000 (1.681.000.1400 50.14682 i = 0. profitability index (PI).P1 = 2.11) = 0.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 8.500.1400 − 0. 10) + P2 (P/F.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.10 : Suatu investasi Rp.11 + 0. 15) = 0.000.5869) = 8.- Contoh 2.000.500.681. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). 8 %.13907 (0. n3 = 6. 8 %.000. 8 %.000.13907 Jadi i kira-kira 11.. P = 50.000. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.1 %.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000 (1.000 P3 = 1. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.8509) + 1. n2 = 8.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000. 100.000.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. A = 7.dengan suku bunga 7%/tahun. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).1589) + 1.000 A = ( A / P.13907 i = 12 % Î (A/P.15) = = 0. 6) = 2.000 P2 = 1.000 A = P(A/P.14862 − 0. 7.000 (2.000.000. 12 %. 15) Î 7. 8) + P3 (P/F.000.000.000. 11 %. 50. i %.12 − 0. i %.111 0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. Contoh 2.

14.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000 (A/F.690 Jadi harus didepositokan Rp.200 = Rp.538) = 7. 16 .000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 8) = 7.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 5 ½. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1. jika suku bunga 11% / tahun. 3 ½ %. 5 ½ . Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 1.03392) = 255.388. i %. P = 100.000.000.Rp. 100.612.yang sama.000. 60) = 4. 3 ½ %.000.000. 85. 255. 10) = 1.000 Contoh 2.538.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.538.009.009.000. n) = 100.000 (P/A.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. 5 1/2 .000 selama 5 tahun.000 (0. mulai 1 Januari 2006. 40) = 85.538.612.000 (A/P.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 (7.000 . 8) = 7.

000. 100. i %.000 pada tahun ke 15.000 (P/F.000 Rp.000 (P/A. harganya Rp.69% 4.000 (P/F.-. 14) + 100.000.000 Grafik beli sewa : 75. 15)= -2. 80. 100.000 5.000 − 0 (0.000.965. 80.000 i = 8 % : . 14) + 100.000.000. 14) + 100. 8%.Contoh 2. 5.000 + 5. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000 + 5.000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 5.965. 5.000. 15) = 4.260.000 + 2.000 100.000 (P/A. 7%. Jika dibeli.000 5. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.75.000. i %.000 tiap awal tahun.000.000.000.000.000 5.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.000.000 17 .000.000 Rp.000.000. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000. Jika disewa ongkosnya Rp.000.75.000 i = 7% + 4. 5.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.260.75. 7 %.000.000 (P/F.000. 8%.000.01) = 7.965.000 Sewa Rp.000.000 + 5.000 (P/A.

400 i = 8% : −75. 100.000 Rp.397) = −13.000 100.75.000 + 95.000.000.000.15) = −263.000 ( A / F .791) − 50.000 250.862) = −9.600 18 .000 (A/P.000 ( A / P.000.400 + 263.000. i %.000.000 (6.000 150.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.67% 545.000 ( P / G .000.000 P1 P11 = 250.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 (A/F.000 + 95.000 ( P /.650 i = 12% ______ 595. 15) + 5.000. 250.000 250.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.400 − 0 (0.000 (3.15) = 545.5) − 50.000 (6.605) − 50.000.000 50.000 50.000 100.000 Rp.400 i = 7% + 545.000 ( A / P.000 − 250. Contoh 2. 595. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Grafiknya : 595. i %. 50.000 150.8%.7%.000 − 250. 150. 0 = .000 Rp.01) = 7.000 200.15) + 5.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 − 250.000 + 200. 200.000 (3.000 Rp.15)) + 5.7%.000 Rp.000 ( A / F . i %.000 + 95.7%.

000 ( A / G.781.650 Contoh 2.000.000.- 0 Soal-soal : 1.000.10) + ( F / A.000 520.304) = 91.000 10 2 3 4 1 F = 20.000.10) + 40. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.Jadi i = 10% + 2% 9.000 20.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.650 − 0 = 10. 500.000 pada tahun-tahun berikutnya. 20.15%. Modal awal Rp.000.000.000 400. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000 ( F /.781. Modal awal Rp.000 440. 40.000 (3.000 untuk selama 8 tahun.000 (20.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000 (4. 91. A = 400.15%. Menurut staf ahli investor tersebut.10)( F / A. G = 40. 3.304) + 40.000 F 480.0456) + 400. b.83% 13. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000 untuk selama 20 tahun. 600.000.000.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp. 19 . 5.600 + 9.000.15%.10) = 20.000.3)(20. Penyelesaian : P = 20.

b). 6. uang sejumlah Rp.000.000. 8.000 dalam 1 minggu.c).31 %. c).000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. b). Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.6 %) 2.000 . d) Rp.000. c). Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000 pada 12 tahun mendatang. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a).000. Hitung : a).000 dan harus dikembalikan Rp.i = 10.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).i majemuk = 109475.100. 50.i = 15. 40. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. b). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. 3.480 . 753. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.200 .143. d). 50.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. 4. 1. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. 50. c).000. i = 6.44 %.500.000.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 10. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. akan ekuivalen dengan barapa sekarang. Jawaban : a). Modal awal untuk suatu peralatan Rp. b) Rp.c.000 Jawaban : a). Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.88 %. 20 . a). (besar angsuran sama). 250. Jawaban : a) Rp. pinjaman sebesar Rp. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.i = 25 %.Rp. 15.i nominal = 1300%.000 4.000 dan menghasilkan penghematan Rp. Investasi sebesar Rp. c).000. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. 1. Uang sejumlah Rp. suku bunga bank tersebut b). 770.

9. 2004. Ekonomi Teknik. Pujawan. Jawaban : a) Rp. 34.Inc. 1992.N.480. N.N.b). Edisi Pertama. Penerbit Guna Widya. b) Rp. Tung and Thomas P. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Prentice Hall International Inc. Second Edition. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual.Au. Daftar Pustaka: Au. 1995.. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. New York. Surabaya 21 . Mc Graw Hill Book Co.460 . Barish. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. New Jersey.

Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . 3. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB).BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. 2. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Dalam ekonomi teknik. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen.000 K untuk perawatan mesin-mesin. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Berdasarkan kategori diatas. 10. Dalam situasi tertentu.

15) − 1000 K ( A / F .Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.5) − 600 K ( A / F . listrik. i %. 1.700 500.649.000 Alternatif B Rp.. n) − S ( A / F .331.5) = 5000 K (0.8%.000.149.8%. tentukan alternatif mana yang dipilih. pajak. 10.1168) − 1.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. i %.000 + = Rp.700 CR = 10.000 K (0.8%. i %. 200.131. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.2505) − 600 K (0. n) dimana S = nilai akhir. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.000 K ( A / P.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. dan sebagainya.000 Rp. 1.200 200.000 600.000 K (0. Contoh 3. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.15) = 10.000 Rp.000 + = Rp.000 Rp.000. 5.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .200 23 .3.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. 1. i %. n) + Fi …………………………. 500.000. Rp.8%.

700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.649.000. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.649.000 600.000 5.000. 24 .700 0 1 2 3 4 5 1.000.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 5.649.000 600. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.

000 .000 + 600.000 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 + 600. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000/tahun + 4.000 .000/tahun + 300.5.000.000/tahun + 300.500.000/tahun .000 .000 +300.000 .000 .200.000.000.000/tahun + 300.20.000 akan menghasilkan Rp. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000 -500.000/tahun .000/tahun .000 + 600. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 -500.400.700. Eugene L Bab 20).000 .000 -10.000.000.12.000/tahun .500.200.000.000 + 300.700.000 .000 -500. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000.000 + 300. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000/tahun .000 + 1. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 .200. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.200.500. 8.000.000 + 8.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.5. 25 . dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.5. 5. maka sebagai periode adalah 260 tahun.200.000 + 400.000.700. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.200.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

700.400.700. 6) + 1.700.400. 3.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.800.700.400. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8. 9) + 1.400.700.000 (P/F. 4.000 1.000 (P/F. 6) (A/P. 16 %.000 = Rp.000 (A/P. 18) + 1. 16 %. 3.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.000 = Rp.700.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 (A/P.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.000 8.700.000 = Rp. 16 %.700.000 Matematika 1.044. 12) (A/P.800. 18) + 8.000 8.400.000 29 .000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.400. 16 %. 16 %. 16 %.000 (A/P.400.980. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.000 1.000 1. 18) + 8.400.980. 16 %.000 1.

700.50. Dua proposal diusulkan.000. 9. 650.000 Rp.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.800. 18) + 1.800. tahun kedua Rp.000.000. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.044 .000 Rp.000. 2.000. 125. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000 Soal-soal: 1.000 1. tahun kedua sebesar Rp.000. 9)) (A/P. 15. 16. 200. 12.EUAC (Z): 10. Harga unit Y Rp.000 Proposal I.000.000. 65.000 Rp.000. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000 Rp.000 tiap tahun. 100. 665.000 dan nilai akhir Rp.700. 16 %.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000.00 .000.000. 175. 250.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. 7.000 dan nilai akhir Rp.000.700. 30 .000 = Rp. 9. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 4.030.000. Dengan i = 20 % setelah pajak. 4.800 .000 + 10. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. 30. 240.000.000.000. Harga unit X Rp. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000.000 Proposal II Rp.000 Rp. 65. 3.800. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 Rp.000 10.000.000 1.000. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000 (P/F.000.000. 16 %.

New Delhi. Leland and Anthony T. John Wiley and Sons. Singapore.. Gant.. Singapore. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Mc Graw Hill Book Co.Proposal II.G. Engineering Economy. H.. Fifth Edition. WJ. Principles of Engineering Economy. 1982. Thuesen. Leavenworth. Thuesen. i = 9%. W. Daftar Pustaka: Blank. Seventh Edition. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Prentice Hall of India Private Limited.. 31 . Fabriky. Engineering Economy. 1981. Second Edition. Eugene L.Inc. 1985. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. and GJ. Grant Ireson. and Richard S.

Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Untuk hal demikian. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti halnya dalam Bab 3. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. diperoleh: 32 . (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama).BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan.

4.000 (P/A.1 i Contoh 4. Harga mesin Y adalah Rp.000.000. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. 4) + 10. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000 + 10.000. 8) + 500.000 pada tahun-tahun berikutnya.1: Harga mesin X adalah Rp.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 8 %.000.521. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 100.000 33 .5. 500.8 %.. 8 %. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000.000 dan bertambah Rp.000 (P/F.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000 10.000. 100.000 (P/F. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. Jika i = 8%. 26. 12) = Rp.000.000.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 20.000 10.000.000.000 500. 10.000.000.

maka Capitalized Cost 22. 6%.000.000 3.961.000.000 = PW = = Rp.000 = Rp. diperoleh Capitalized Cost 26.864.084. 20) + (P/F.000.000.000.000.000 + 15. 60) = 203.000.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . Contoh 4. 6%. 8 %.000 (1+(P/F.000.648. Penyelesaian : PW (A) = 135.875.000.2.09 0. 6%.Untuk mesin Y : 20. 26.157. jadi dipilih alternatif I.000. 6%.157.927.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.000 + 3.000 0. Penyelesaiannya : = Rp.000 – 253.084. 8 %.3: Lihat kembali contoh 3.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil. Contoh 4.000 (P/F. 40) + 3.000 (P/A.000 (P/A. 60) + 80.648. 6 %. 60) = 205.22. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000. 6%.000 (P/G. 40)) + 4.2.000 = PW = 0.000 100. 22.784.09 Capitalized Cost = 296.000 5. 12) = Rp.000. 6%.000 (P/G.478.000 . 253.000 (P/F. dikarenakan pembulatan. 12) – 5.000.000 PW (B) = 80.000 + 100.000.09 EUAC (II) = Rp.933.784. 21. 296.784.2: Lihat kembali contoh 3.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.333 0. Δ PW = = = 42.09 Ada perbedaan sedikit.000 = 42. 6%.000 (1+(P/F. 26.648.000 Dari contoh 3. 30)) + 20. 20) + (P/F.

000.000 (PA. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.20).3.000.647. harganya Rp 90. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.500.000 + 27. l2.500. 10) + ( 3.000 (A/F.000.000 tiap tahun.000. 8% 20) = Rp 167.000.000.1. 8% 20) = Rp.3.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.000. 8%.000. 20) + 6.850.(6.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000.000.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp. umur teknis 10 tahun. Jika mesin oto matis dipilih.000 + 30.2. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.500 .000.500. Rp.000. 5) (P/A.000.000. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. 8%. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000) (P/F.000 (A/F.000 + 12.000 + 1. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000. 36.000 / tah un. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000.500.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp. Untuk mesin otomatis.8%.000 (P/A.438.850.876.6. Gaji karyawan ditaksir Rp.000 + 13.000 tiap tahun.000 + 2. 8%.000. 329. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp. 20) + Rp 3.8%. 8%.500.000 (P/F.000.000. PW (2 mesin manual) = Rp 334.pa j a k 8 % .500 . PW (1 mesin otomatis) = 90.000.000. 8%.15) + 2.000.000.000 (P/F.30.000 tiap tahun. nilai akhir Rp 2. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000) (P/A.Contoh 4. 5) (8% 15) – 5.

.16.Soa1 – soal : 1.. New Delhi.Inc.000. Singapore. 1990.000. Leland and Anthony T. Leavenworth. H.000.000. Thuesen.000. Daftar Pustaka: Blank.000 pada tahun-tahun berikutnya. John Wiley and Sons. Haryono.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Fifth Edition. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. 1981. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.65.. 36 . Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Thuesen.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Singapore.000. Prentice Hall of India Private Limited. Principles of Engineering Economy.000. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% .000. apakah asrama seharga Rp 90. W.000. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Fabriky.000. 1985.. Engineering Economy.G. and GJ.000. Seventh Edition. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Gant. Grant Ireson. Second Edition. Ekonomi Teknik. and Richard S. 1982. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Engineering Economy. Surabaya.800. WJ.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Mc Graw Hill Book Co. Eugene L.500.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.000.

Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Internal Rate of Return (IRR). metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. 37 . Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). maka investasi tersebut dapat dilakukan. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.

000 – 250.600 + 9.000 + Rp 50.397) = 13.682) = -9.000 200. 5) – 50.000 + Rp 100. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 250.000 (6.000 + Rp 200.000 50.000 (6.000 (P/G.00 – 250. 1%.650 − 0 = 10.000 + Rp 250.605) – 50.000 (3.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.791) – 5. 1%.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.83% 13.000 150.Contoh 5.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 (P/A.000 (3.650 38 .000 100.000 – 250.000 + Rp 150.

000.200.200.200.000 2.400. 15.800.200.000.000 6.400.000 tiap tahun. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.200.000 2.200.9. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 . asuransi.000 .15.1.800.000 + 2.300.9.200.300. 300. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.800.000 2.800. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 2.000.000 .000 2. i%. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.000 .800. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 Alternatif B .9. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000.800.800.000 2. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp. i%. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.000 6.000 2. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 (A/P.000.000 6.000.800.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 2.000.800.000.000 6.000 6. 9.000 .3%.400.000 6.000 6.000 . Karena i = 13.800.200.Contoh 5.000 . 10) + 2. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.9.200.400.000 6. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 .000 6.9.9. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.400. dan Rp. 3.9.400.000 (P/A. 1.400.200.400.200. 400.000 6.000 .100.9.000.000 2.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000 B–A .800.000 .9.000 NPW = 0 = -15.9. Jika suku bunga i = 9% (MARR). Rp.000 tiap tahun.000 2.15.400. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.800.000.400.

3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. diperoleh i = 8.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.Rp. i%. 1.000 + 300.000 + 1. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW. 9%.200.800. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000.000 300. i% . 800.000 + 800. i% .000 Rp.000 + 300.000. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000 = 15.000.000 (A/P.000 300. 10) + 3. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 Rp.000 .000 Jika i (MARR) adalah 5%. diperoleh i = 9.000 + 1.100. 2. 3) = 0.000.000 Rp.7% 40 .000 Rp.7% B : -2.300. 1.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.3) = 0.Rp. 8.000 (P/A.000 = Rp.000 300.800. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .800.000 Rp.000 (P/A.000 (P/A.1%. Contoh 5.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 800. 800.100.100.100.100.000 + 300. 9. 1.737. 2.000 Rp. Karena 6.800.000 + 400.000 NPW = 0 = .

13%.000.000 (P/A. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000 41 . 25) + 50. tentukan alternatif mana yang dipilih. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 (P/A.4 : Misal ada 2 proyek. i%.000.000 25 tahun Rp 325.000 Rp 50.000 (P /A. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000 Rp 23.000 Rp 50. 25) Untuk i = 12% : .000.085.000. 13% 25)+50.000 + 32.000 (P/F.000.000 tiap tahun.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000.000 Rp 40. Contoh 5.000.100.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 Rp 88. i%.000.000.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000. 12%.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.500.000+32. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. = 13. 25) + 50.000 Untuk i = 13 : . Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000.000 tiap tahun.. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000 Rp 100.000.000.000. 25) = 3.916.000 + 32.250.000 Rp 24. 12%. 25).000. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000 (P/I'. Untuk proyek X : 0 = .000 Rp 32.000.250.250.000.000.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23. yaitu proyek X dan Y. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40. 50.000.000.000.000 (P/F. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000.000.

916.500.000.000 pada alternatif II.000 (P/A. i%.23 % 3. Contoh 5.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 (P/F. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. yaitu 3.085.000 40 tahun Rp 20.000 Rp 9.000. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. i%.325.000. Untuk proyek Y : 0 = .000 + 13. 0 0 0 tiap tahun.4%. 70. 42 . Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya. 2 5 0 .000 Karena 12.Diperoleh i = 12 % + 3.000 Rp 6. 25) + 50. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).916. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000.000 + 36. 1 .000.000.000.000 − 1 1% = 12. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000.23 % > 11 %.000 20 tahun Rp 10.000 Rp 120.

000 1.000/tahun II – I .70.70.000 .50.000 9.250.000 1.250. i%. 20) + 10.000.000 NPW (II – I) = .000 .000/tahun - Alternatif II .000. b.000 7.000 + 40. Hitung rate of return t i a p .7. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c. yaitu a.750. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 + 1.000 (P/F.000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000. 40) + 40.000 + 10. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.000 + 20.000 9.000.000.000 - 7.000.000.750.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000 + 10.t i a p a l t e r n a t i f .000.000 + 1.000 21 – 39 40 9. d.000 + 10.000 + 1. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.250.000.000 (P/A. i%.250.120.000.000 9.000. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000 (P/F.000.000 7.000.750.000.000.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. c. 43 . Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.750.50.750. i%.

i = 12. i = 5% D : 0 = – 500. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.700 44 .000 + 27.900 (P/A.000 Rp.200 (P/A. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.200 (P/A.efisien). i%. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 125. Untuk A : 0 = – 400. 200. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 27.000 B Rp. diperoleh hasil sebagai berikut. 125.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 Rp.700 (P/A.3% B : 0 = – 100. i = 8.000 + 125. 400.000 Rp. 46. 5).3% C : 0 = – 200.e.000 + 46.700 C Rp. 5). Penyelesaian. 500. 100. i%. 5). 400. 100.900 C Rp.000 B Rp.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.200 Keuntungan/tahun Rp. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. 500.000 Rp. Jika i% (MARR) 6%. i%. 5). 27.200 Keuntungan/tahun Rp. 100.200 D Rp.000 + 100. 400. i%. Contoh 5.000 Rp.

45 .000 + 73. 300. 100. 21.200 (P/A. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. i%.100.300. 73. K a r e n a 6 .pilih alternatif D.300 (P/A. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). 5).000 + 21. 9 % > 6 % maka .300 NPW ( D-A ) = 0 = . Selanjutnya membandingkan A dengan D.000 Keuntungan/tahun Rp.000 Keuntungan/tahun Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.9 % .200 NPW (A – B) = 0 = . i%. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.

000 Rp 16. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000.000 40 tahun Rp 2.000 Rp 1.000.000 Rp 10. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.850.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 Alternatif II Rp 80.000 4 tahun Rp 1.000.000.000 Rp 11.000.000 5 tahun 5.000 Rp 11. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000 Rp 16.000 1.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000.400. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 11.000. 2.000.000.000 A Rp 40.Soal-soal : 1.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 Rp 16. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000.000.000 Rp 14. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 Rp 9.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000.

Engineering Economy. Fifth Edition.G. New Delhi. Mc Graw Hill Book Co. WJ. 1981. W. Leavenworth. Singapore. 1982.. 47 . 1985. John Wiley and Sons. and Richard S. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. H.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Seventh Edition.. Fabriky. Singapore. Gant. Thuesen. Leland and Anthony T.Inc. Thuesen. Grant Ireson.. Eugene L. Prentice Hall of India Private Limited. maka tentukan mesin y ang dipilih. Engineering Economy. and GJ. Second Edition. Principles of Engineering Economy.. Daftar Pustaka: Blank.

untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. rumah sakit dan obat-obatan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas.Tetapi 48 . misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. sedangkan sebaliknya tidak. Contoh lain. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut.

: Lihat kembali contoh 5. yaitu diperlukan analisis incremental . Untuk 3 alternatif atau lebih. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.5) 100.000 49 .900( P / A. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. 6.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.06 = C PWcos t 400. tetapi disini dihitung incremental B/C. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.5) = = 1. dokter. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. dokter.000 27. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.5) 200.000 B : B/C C : B/C = = = 1. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.97 46.6%.17 = 0.700( P / A. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Contoh 6.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.6%.1. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.200( P / A. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.6%.

400.900 D Rp.900 D Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 125.300( P / A. Selanjutnya.6%. 100.200 Incremental D–A Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.000 Rp.000 Rp.000 Rp.5) = 1.000 Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 21. 0 2 100. 100. 100.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.5) = 1. 500.200( P / A.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .D : B/C = 125.700 A Rp.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 125. 50 .5) 200. 500. 400.6%.000 Rp.000 72.000 = 1. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. 27.02 100. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.05 Untuk alternatif C karena.6%. 100.000 Rp.300( P / A.

000.55. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.000. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000.300. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. sebab data yang tersedia dalam tahunan.1.10.900. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.kecilnya banjir yang timbul). sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000.Contoh 6. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000. 51 . Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). 0 0 0 . Seperti halnya dalan contoh 6.000 tiap tahun.000.000. 0 0 0 . Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .000.000. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000 tiap tahun. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.2.

08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.T P ) C (S .000 C(D & R– S) = 5300.50 + 35. pengembangan.000. nilai akhir. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000. Misalnya.000 .000 = 375.000 = 0.000.000 B/C = 12.000 (A/P. 6%.000 Karena B/C – 0. dalam pengembangan sistem senjata.000 = 219.000.000.000 (A/P.000. B (S .000 = 2900. pengendalian polusi dan sebagainya.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 . 6%.000 = 1.000 = 157.000) – (28.000 . biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000 (A/P.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.50) + 35.TP ) B/C = = 480. 50) + 40. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000) = 12.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000.000.000.000.000.000 – 55.000 2900.08 157.105.R. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000.71 219.000.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 . Cost disini mungkin biaya riset. Contoh 6.000 375.000. 6%.000 + 10.000.

000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.732.000.000.000 15.000. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 190.000.tersebut.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima. 15 ) = 272.000.000.000% B 160.161. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000.000 ( P/A .9%. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000.200.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 + 9. 99%.000 75% C 190.000 9. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.15) = 256.9% 10) 15.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 = 190. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. 5) + (P/F.200. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000 160. 9%.000 PW (B) PW (G) = 160.723. 15) = 264.000 75. Dengan menggunakan MARR 9%.000. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 12.000.000 (P/A.000.000 (P/A. 25. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000.000.000+ 12.000 9. 9%.000 15.000 + 25.000 Dari hasil perhitungan di atas.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000.000.000 12.200.000.000 (P/F.000 25.

tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . Dalam contoh 6.3 tersebut.429. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Dari perhitungan. Jika life-cycle cost dua alternatif sama.000. maka masalahnya sederhana. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. (rubber yard sticks). perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Soal – soal : 1. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. 60% dengan 72 % dan sebagainya. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.429 efisiensi (C .dengan nilai sejumlah uang tertentu. Demikian sebaliknya. tetapi dalam beberapa hal berlainan. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .20 % maka penawaran C yang dipilih. . y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. PW (C B) = 7.08 dan 1. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.2 . Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Misalnya dalam contoh 6. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis .38.03. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya.B) = 15 % Dari hasil tersebut.000.

3.000.600. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000. 4.000 dan Rp 90.880. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.000. Gunakan MARR 8 %. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. D & R akan mengurangi daerah pertanian. Dari soal 1.400. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000 dan untuk lokasi N.000.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000. 3.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000.000. 2.000 dan naik Rp 12. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000 dan Rp 660. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. diperlukan biaya awal Rp. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000.000 tiap tahun.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000 dan naik Rp 5. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000 tiap tahun.000.000.000.000. Untuk lokasi M.000.000.000. 50. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.300.000 tiap tahun. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000 dan bertambah Rp 20.000. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.

N. Surabaya 56 . Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .N..N. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.Inc. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1995.000. R. Daftar Pustaka: Barish.000. Mc Graw Hill Book Co. Pujawan. Edisi Pertama. Ekonomi Teknik. D . New York.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. 2004. Penerbit Guna Widya.

Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. 57 . misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. biaya minimal. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. cost point). kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Karena itu f1 (x) = f2(x). biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama.

Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). 4) = Rp.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.400.000 – 200. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.000 (A/P.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.10) = 399. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .000) (A/P.10%. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.4) + 200. 550.Contoh 7.400.000. 120.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. 10%. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 (0. 174.

t = jumlah jam operasi tiap tahun.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.37) = Rp. Maka TCB = CRB + Ht. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.84) – 174 – 100 (1.000 + 100 (0.000 − (399. Gambar 7.000 + 120. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000 + 120.000 59 . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. 292.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.TCB = CRA + MA + CAt – CRB .HBt = 399.

Setelah melakukan penelitian yang mendalam.08) + 6. 20) + 35.01) (0.000 Rp 5.250.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.99) (A/P. 20) + 29.000 Rp 2.250.000 = 3.500. 60 .934. 8%.000 - Baja 29.000.000a (0. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton). Contoh 7. Dalam contoh sebelumnya.000 a (A/P.000 Rp Rp 5.000. 8%.000a + 4.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.500.000a + 6. steel (baja) dan frame (kayu).08) + 4.440a + 8. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.400.000a (0.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. 20) + 8.000a (0.000. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 = 29. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000 = 2.000a (0.000 Rp 1.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 Rp 1.000 3.250.500. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.558.032) ( 0. 8%.968) (A/P.000 TC (kayu) = 35.000 Rp 3.000 = 2.000.600. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.

yang ekonomis adalah konstruksi beton.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. A.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.000. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.Biaya kayu baja 25. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. adalah membangun dengan konstruksi baja.000 15.000. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000.000 beton 20. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.

Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. pajak insurance. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.890 A + 13.6) A (A/P. dan pemeliharaan diabaikan. 20) + 500 (539.001 1435 ohm. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. 6%. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.0011435 258. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.40)(12)( A)(555) 539. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.940 62 .06) = 20. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. biaya instalasi Rp 160. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .6) A (0. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. biaya investasi akan bertambah juga.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik.000 + (600 – 500) (539. umur teknis ditaksir 20 tahun. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .

720 129.490 = 3. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.160 170. 090 Biaya Investasi 129.760 162.120 185.750 43.280 64.890 A + = 20.890 – 258.390 139.52 inci2 20. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.140 182.400 TC 185.490 =0 A 258.610 86.490 + 13.500 118.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.510 4 5 6 97.370 3 76.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).940 A 258.680 51.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.090 162.

000 860.680.000. 4. dua.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.000 tiap hari. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. 7.190.000 5. 3.000 3.000 tiap hari.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. dan biaya pemeliharaan Rp.000 6.960. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 3. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. tiga atau empat evaporator.960.000 6. 50.710. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.560.220.610.000. Soal – soal 1. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. maka berapa hari tiap tahun. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 2.30. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .240.000.000 1.000 4.000 tiap tahun secara kontrak.850.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. dibandingkan menyewa? 64 .000.030. 5.350.000 8. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. 130. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000.000 3.

300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. biaya pengoperasian Rp. dan memerlukan biaya Rp.Inc. Daftar Pustaka: Barish. 2. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.000 tiap tahun. 2. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Mc Graw Hill Book Co.600 tiap jam operasi untuk gaselin. 200.800. Surabaya 65 .2.N. untuk buldozer yang ia beli. 3. Ekonomi Teknik. 3. sehingga dapat diabaikan. Harga mes in diesel Rp. 300. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.000. Ekonomi Teknik.N. 1990. 150.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.500. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. New York. N.300.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. 3. biaya pemeliharaan R p .000 tiap tahun. 4. dan memerlukan biaya Rp 2.000 tiap tahun. Pujawan.000. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .000. Bi.000. Edisi Pertama. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. biay a pemelihaan Rp. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 150. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. 240.000. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. Surabaya..000 tiap tahun.000. Haryono.aya buruh Rp. Harga mesin ga s olin Rp. mesin diesel ekonomis. 1995.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 0. 315. diesel atau gas hidrokarbon. dan mesin gas ekonomis. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Penerbit Guna Widya. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 2004.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.

Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. 2.sederhana sebagai beriku t : 66 . diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. yaitu: 1. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. sehingga berkaitan dengan p a j ak. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. Yang pertama. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ).BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik.

67 Sum of Years digits .5. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Untuk menghitung depresiasi.000 tiap tahun.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. 2.000. 2. Dengan menggunakan mesin tersebut. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000. 4.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000 tiap komponen. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. umur teknis (n) . Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. 5. 7.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.500. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .500 2. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. pemeliharaan.000. 2. dan depreciation accounting (SOYD).500. 2.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000. 15. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.000 = Rp. upah kar yawan. dan nilai akhir (S). maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 untuk menunjang proses produksinya. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000 tiap tahun. ada 3 komponen utama yang digunakan. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 8.000.000 sebagai penghapusan modal. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . 5.000. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

i%.060 3. i. i.670 8.000.000 Declining balance 2.490 999. t-1) …………………………. t) ………………………. 10.000 SOYD 4.793. i%.000.901. i. 10.. n) (F/P. i .711.390 1.000 71 .8.015..940 1. Nilai buku asset Rp.000. i.015.000. 8.000 1.000.1.000 6. BVt = P-(P-F) (A/F. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.692.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.403.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.580 2.596.400 6.000.7.000 6% sinking fund Straight line 8. n) (F/A. n) + i (P-S) (A/F.600 1.000 4.917. 8.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. n) (F/A.000.

f. Penyelesainnya : a.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.900. h.900. g. i %. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.36. 36.000.000 n 8 72 .000 = = 4. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. 8. d. b. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. c. Dt = P − S 36.500. b.3 %.Contoh : 8. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %.000 (P/A.000 + 8.000. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Sebelum pajak NPW = 0 = . i. e.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.000.

000 6.000.000.738 . i %.738 .000 6.000 4.000 + 8. Dt = (P-S) D1 = 36.000 6. D5 = 4.500.000 4.000 NPW = 0 = .778.000 2112.000 6.000 2112.000 + 8.900.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.900. 73 . n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10. D8 = 1.000 2112.000 (P/A.500.000 4. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8. D4 = 5.400.000 4.400.900.000 2112.738 .000 6.000 6.400.000.000.000 + 8.900.500.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 4.000 2112.000.000 4.000 4.738 .000.500.000 4. D6 = 3.000 2112.000 6.500.000 D2 = 7.000.000.000 4.000.000.000 4.000 2112.738 .000.000 8(8 + 1) c).000.000 6.900.738 .900.400.400.400.000 + 8.000 4.738 .900. D3 = 6.400.000 4.000 + 8.500.000 + 8.000 4.500.000 4.000 2112.000.000 4.000.2 %.36.000 + 6.000.500.000.000 + 8.000.000.738 .400.000 4.000. D7 = 2.000 + 8.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.900.

000 2.000.000 2.900.000 8.000 5.108.000 4.000 36.000 8.000 - - 900.900.900.000 6.900.000.900.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.48 C) (E = A + D) - 8.900.000 5.000 + 8.508.000 3.000.000 7.000 1.588.900.000 8.000 (P/A.548.000 5.000.000.000 8.900.000 6.900. i %.000 2.000.832.000 - - 432.000 8. i %.382.000.000 7. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 7.000 (B) (C = A + B) (D = -0.392.000 3.000 8.000 5.000.000 7.000 6.468.028.872.000 912.000 1.000 4.36.900.988.000 2.000.000 3.000 1.468.000.900.312.900.000 8.000 6.000 + 8.068.000 3.000 1.000 NPW = 0 = .000 7.000 (P/G.900.792.000.900. 8) – 480.2 % 74 .

750.905.000 8.000.900.25 BV3 = 3.000 8.000 6.848.25 (36.1.000 .750.000 3.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.062.000 .900.000 (1-0.868.500 D4 = 0.390.900.842. BV0 = 36.2. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000.000.000 48. dr = 2 = 0. 7.995.000) (P/F.500 BV3 = 36.25)3 = 15.900.1 % 75 .052.000 7.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 - B C D E .2.052.000 (1-0.187.000 5. 8.900.000 .995.000 + 5. D2 = dr BV1 = 0.000.d).000 5.2.052.000.000.848.848. D1 = dr BV0 = 0. i %.500 5.36.000.905.000 (P/A.797.000) = 9.500 3.000 2.000 8.000) = 6.032.995.000 8.000 6.2.000 2.000 6. 8) + CFt – 5.948.900.000 5.451.000.1.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 2.000.000 6.000 .000 NPW = 0 = .390.000 5.995.000 BV4 = 36.000 -100.000.25) = 27.000 6.25)2 = 20.0.36.500 − 0) = 2.000 9.000 5.905.797.250.000 (1.000 8.000 8.900.848.000.000 8.000.900.000 2150.995.055.25)4 = 11.995.000 8.000 7.905.625.000. i %.25 (27.000.25 BV2 = 50.837.000 (1-0. yaitu : Dt = (11.000 2.449.103. untuk t = 5.000 .2. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 .848.000 .000 6.000 d3 = 0.000 8.052.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation. 6.000.000 .

280.000 912.000 8.000.468.272.988.900.000 3.000 8.000 8.000 2.000 432.000 4. n) – 480.000 7.000 0 0 0 8.000 8.000.900.4.000 8.000.720.628.900.000 5.000 + 8.000 B C D 3.000) = 3.000 E .000 8.000 7.000 E 32.000 4.900.36.000.000 8.000 .000 ITC = 10 % (36.000 76 .900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 4.000 7.000 7.000 2.068.000 2.600.028.000.000 8.900.000.588.000 NPW = 0 = .000.798.000 3.000 4.600.900.4.000.900.000 6.000 (P/G.272.900. i %.000 1.000 6.312.900. i %.000 5.000.6 %.000 3. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 8.900.000 3.000 6.900.36.4.392.832.900.827.000 2.352.000 1.000 8.000.000 1.000.000 5.900.000.000 7.900.000 900.000.628.32.900.000 B C D 17. Tahun 0 1 2 3 A .000 4.900.000 6.548.468.000 8.000 8.900.000 .000 1.900.900.000 (P/A.000 .000 8.18.108.900. f).e).000 8.272.628.508.000 5.

000 980.272.000 8.000 8.000 NPW = 0 = .816.000 8.272.900.000 -5.920.560.000 Keempat = 0.000 8.000 8.000 E .000 Ketiga = 0.628.816.000 -7.000 8.560.900.000 4.643.000 .000 8.628.272.000 4.900.000 8.000 .000) = 7.4.340.084.000 -7.000 4.000 8.000.000 8.400.000.628.000 -7.000 .280. g).48 (-36.000.000 4.900.000) = 17.4.900.900.000 8.000.920.000 E .272.900.400.3 %.628.000 1.600.200.4.4.000 .000 + 4.650.628.000) = 7.000 8.000 8.628.000 B C D 3.650.084.000) = 7.000 .560.000 .900.000 .000 Kedua = 0.000 .000 4.32.000 8.900.500.272.000 -7.900.000 Kelima = 0.643.900.000 8.000 8.470.000 8.900.650.15 (36.900.340.272.900.720.0.7 % h).000 (P/A.340.900. i %.272.900.000.272.4.400.000 8.272.000 8.21 (36.000 .000 0 0 0 3.000.000 77 . 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18. Tahun 0 1 2 A .400.000 1.000 8.000 4.000 -7.900.430.000 B C D 3.900.272.600.4.21 (36.680.700.4 5 6 7 8 8.628.000 1.000 8.22 (36.000 .000 7.000 .18.900.21 (36.000 8.32.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000.000 .4.000 -7.000 1.000) = 5.000 8.272.000 8.000 .000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.900.000 8.000 Besar pajak investasi = .4.700.36.628.000.200.000 8.900.000 0 0 0 0 0 8.900.000 1.36.220.643. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000) = 7.900.000 .000 4.000 .000 4.000 8.1.628.

816.000 .900.000 .900.520.000 260.200.900.000 8.000 1.900.000.000 8.000 .000 -7.000.200.000) = 8.000 8.900.900.900.272.000) = 5.000 4.4.760.000.200.36.020.000.000 6.4.8.900.600.000.000 8.000 .628.140.258.000.000 6.507.000 .000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 8.000 .000 8.400.000 8.272.272.000 .200.000 Tahun kedua = 32 % (36.900.000 .900.1.000 8.628.000 4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.3 4 5 6 7 8 8.084.000 1.9 %.000 4.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 .000.000 10.000 4.084.4.900.000 8.000.000 E .000 8.000 8.32.000 8.000 8.000 8. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.084.000.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 .000 0 0 0 1.640. 30.000 8.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.628.158.000 3.880.880.900..000 -7.4.628.900.000 4.000 8. i).760.000. 180.2.628.700.000 Tahun keempat = 16 % (36.010.000 8.084. 36.000 8.000 .900.000 B C D 3.000 -7.000 1.000 .000 .900.000.700.200.000 8.000 8.000 -2.620.272.000) = 7.6 %.000 8.000 4.000 0 0 0 1.200.000) = 11.890.000 -7. apendik) adalah 20 % (36.2.000 Tahun ketiga = 24 % (36.816.000 8.816.000 8. 78 .4.900.900.000) = 2.000.000 .700.520.640.700.000 -11.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .125.4.775.272.272.628.900.5. Contoh 8.000 .000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….393.816. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000) = 7.900.000 8.000 7.000 .

10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.9 %. 10) + 30.000 21.000K. i %.000.000 (P/A.000 180. 10) + 30.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000 P−S ) t = 180. i %.000.000 + 36.000 -10. 8. Penyelesaian : a). sehingga tak ada pajak pendapatan.000.48 (30.000 − 0) ) t = 180.400. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. 79 .000.000.000 .000 – 0) = 14. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000. b).000.000.000 .000.000 25.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. Dt = 180. sebelum pajak pendapatan.2 % b).180.000. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 − 30.000.920.000 − 30. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). c).000 10 A -180.000.000 (P/F. i %.920.000 4 P−S (180. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. NPW = 0 = .000 36.000 + 25.000.000 (P/A.000.000 B C D E -180.000 -15. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000. 30.000 . i %.000.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. NPW = 0 = .000.000.000.180.000 − 0 = 45.000.000.000 (P/F.000 30.000 30.080.000 = 15. c).10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000.000.

000.9.000 18.000 8.000 36.48 (22.000 – 30.560.920.000.000. 6) (P/F.000 .000.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .600. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000.750.920.000 − 30.000.320.000.000.000 − 30.000 .000 10 BV = 180.000 36. i %.000 10.000.180.000 .000 K - Nilai akhir = Rp.000) .10 = 30.000 . i %.250.000 0 36.320.000 B C D E -180.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 (P/F.000 -14.000.080 .000.600.000.000 21.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.15.000 25. i %.000.000 15. i %.560.560.000 . 8.000 = .000) = 10.000 10 (180.000 4.000 .10 10 A -180.6% d).000 -45. Contoh 8.560 .000.000.000 (P/F. i %.000.000.22. Dt = 180.000 NPW = 0 = .000.000 NPW = 0 = .000 (P/A.000 40.5 %.000 B C D E .000 = 15.320.000 (P/A.000 (P/A.000 + 25.000 36.000 30.180.000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000. 4) + 18.000 .400.Tahun 0 1 – 10 5 .000 .22.180.000 + 40.10.000.180.000 . 4) + 15.750.000.000 -17. 10) + 18. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10. i %.000.000 18.

400 .400. i %.000 D -500.000 (P/A.000 B -250.000 24. i %.000 .7. 20) i = 6.000 17.000.000 51.000.000 .000 32.200.600.900 .000 (P/A. Berdasarkan data di atas.000 20.500.200.000 51.100.500 .000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.800 .0.000 -16.800.300 .400.000 24.000 45.000 40.500 .200. untuk pemilihan alternatif berganda ini.Biaya peralatan investasi A 200.000.000 -10.000.000 22.000.100. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya. 32.000 52.000 .50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.200 .000 34.000 D 500.000 + 17.000 117.500.000 .000 -21.000 101.000 65.000 27.400.000 C -350. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 60.000 B 250. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 14.000 -10.000 .000.800 . terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 -20.600.000 65.000. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000.000 20.5 % 81 .400.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.000 50.700.000 + 22.000 .000 .800.800.700 . Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 33.600.000 -17.200.000.000 C 350.25.300.400.200 .100 .000 NPW (A) = 0 = .

terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000 34.000.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000 + 10.000.300.C dan D seperti sebelumnya.700.300.Safety (keselamatan) . 20) i = 6.5 % NPW (D) = 0 = -500.300.000.000 (P/A.000. Diperoleh i= 3.000 D -500.000 34. . i %.000 C-B -100.000 + 34.9 % < 6 %. Soal-soal: 82 .000 (P/A.Pemasaran (marketing) .000.000 + 11.000 45.100. sehingga dipilih alternatif C.900.200.000 (P/A.000 NPW (C – B) = 0 = .000 C -350.000. i %.600.000 10. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .dan sebagainya.900. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi. i %.700. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000 (P/A. 20).000. i %.000 + 45. karena itu dipilih alternatif C.000 C-D -150.000 11.200. 20).000. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. 20) i = 7.NPW (C) = 0 = -350. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 22.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.

25.000 pada tahun kedua naik Rp. 2.000. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. 3. Metode depresiasi double declining balance. Pada tahun 2003.000. hitung rate of return tiap peralatan. d.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.000. 17. 3. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000. Harga notebook tersebut Rp. 9.50.000. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. Metode depresiasi SOYD. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. 16.000 pada tahun-tahun berikutnya. b.4.1. 20. Dengan 83 .000.000. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. b. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 untuk selama 2 tahun. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000. Dengan menggunakan metode “average book”. d. Metode depresiasi straight line. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku).000. 78. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.300. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).000. c.000 pada tahun pertama. Rp. c. 3.000.000 pada tahun pertama. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut.000. jika digunakan : a. Rp. 12.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. a. memberikan pendekatan yang cukup baik. Untuk tujuan pepajakan.

Seventh Edition. Singapore. Eugene L. Second Edition. Ekonomi Teknik. Grant Ireson. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Leavenworth.. Thuesen. and GJ. Gant. W.. Engineering Economy. Principles of Engineering Economy. New Delhi. Engineering Economy. WJ..Inc. Prentice Hall of India Private Limited.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. 84 . 1981. Leland and Anthony T. Singapore.G.. John Wiley and Sons. 1985. Fabriky. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Thuesen. H. and Richard S. Fifth Edition. 1982. Mc Graw Hill Book Co. Haryono. 1990. Daftar Pustaka: Blank.

87 %. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). 10. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Contoh 9.000. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).A. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.S.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.

karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 288.000 500.900 94.400 116.000 468.700 161.300 133. 86 . yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.900 ) Rp.000 500. Setelah 116.000 478.300 121.000 500.000.200 100.000 383.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.100 147.000 314. 500.300 125.000 256.500 181.000.000 104.000 500.000 349.500.200 109.000 500.500 97.000 500. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 500.000 500.338.000 500.000 pada tahun 1995.000 500.000 500.000 425.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 238.000 272.500 195.000.000 399.000 446. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan. 7. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 492.500. 399.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.200 170.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10. pada kolom 4.000 10.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 500.000 500.000 = Rp.000 371.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.

tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. 133.333.330 (P/F .000 – 1.000. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. 40.000.Contoh 9. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. 87 .2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp.tahun kedua diberi indeks 105. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.000.330 b. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000.000.500.500. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. 10) + 133. i%. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.333. yaitu obligasi yang berharga Rp.000 (P/A . 1. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.40.000. NPW = 0 = . Pertanyaan : a. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000 tiap Ha. i% .35. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.000 x 5 x 100/150 = Rp.000.35.35. 70. Rp. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Contoh 9.85% c. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.000000. Pertanyaan: a.000. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.

480. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 + 46.000.000.000 -81.500.090.000 + 133.000 -1.000 + 4.600.500.000 +∑ ( P / F .000 -1.000 5.000 + 4. i %. Penyelesaian : a.500. NPW = 0 = .000 + 4.869.000 -1.000.000 6.733.000 5. n) n =1 10 88 .370.500.000 d. 10) x b.500.369. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 5.b.000 + 70. Hitung rate of return dari a).600 + 4.433. n) 150 n = 1 1 + 0.35.333.000 (P/F.000 -1.000 6.166. d.000 -1.000 5.500.000.500. c.000.980. e.000 5.333.000 -1.148. 100 10 5. i%.648.862.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 -1. i %.807.500.000 + 3. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 -1.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.500.000 -1.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.330 - Obligasi 35.362.666.000 + 4. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F . Berdasarkan tabel c).590.666.000 + 2.000 6.833. c.000 + 5.000 -1.500.000 + 5.000 + 4.500.

3 %) c.000.000. 32. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. 300.9%) c.000. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000 tiap tahun.000. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.8 %) d.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 27. 320. 1. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000 pada tahun pertama. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Soal-soal : 1. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. 100. 5. 26.000.300. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. Komisi penjualan sebesar Rp. 200.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.e.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.1%) b. 2.700. Selama 10 tahun tersebut. 20.74 %. b. 110. 89 . tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. a.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.300. Rp. Berdasarkan data diatas : a.000 pada tahun kedua.000.000. dan bertambah Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.000.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. 74 %.

3.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.000.000. 25.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000.000 (1. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.110.12)10 = Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. 90 .000) dikenai pajak sebesar 49%. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000.100. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000 tiap tahun. a. ada pajak kekayaan sebesar Rp. Jika tanah tersebut dibeli. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. 3.000. 110.110. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.110.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. Selain pajak pendapatan (income taxes). - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. 346.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. b.000. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.461.000) maka hitung rate of return sebelum pajak.000. 3.000.000 (1. 3. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.

2004. 1990. Ekonomi Teknik. New York.N.Inc. N..Daftar Pustaka: Barish. Penerbit Guna Widya.N. Surabaya 91 . Edisi Pertama. Ekonomi Teknik. Surabaya. Mc Graw Hill Book Co. Haryono. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Untuk suatu variabel random x : a. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi.

(M1 B2). Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).b.5) (0.25 93 . (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. (B1 M2). B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0.5) (0.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.5) = 0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) + (0.5) = 0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0.5) = 0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0.

50) + Rp.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 80(0.2 : Dari contoh 10. 100.50 0. 80.25) + 1 (0. Contoh 10.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. 40 (0.50) + 22 (0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.25) + Rp. 40. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .Rp. expected annual equivalents.5 Contoh 10.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.-.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.25) – 1 = 0. 15..3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.-.25) = Rp.50) + 2 (0.25 0. 94 .5) + 12 (0. 100 (0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.1..

000 Rp.000. 150. 100.682. 12 %. 100. 400.000.000.000 Rp. 0 Rp. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.02 Rp. 15) + 0.000 Rp.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.04 1/50 = 0.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. 450.000 Rp.000) + 0.000 (A/P. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000 dan seterusnya.000.000.000) + (0.000.16 3/50 = 0.000.16(100.000.000) = Rp. 0 Rp. 200. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis. 210.000 Rp.000.000 Rp.000. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000 Rp.06)(15.000.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 150.24 8/50 = 0. 330.000.06 2/50 = 0. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. 550.000.000 Rp.000.04 (200.000.000) + (0.48 12/50 = 0. 53.000 Rp. 100.000.02) (300. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. 300.000 95 .

000.02 (200.000. b.000) = Rp.000. Dalam dunia bisnis. c.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000. 55.000) + 0. 46.000. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000 (A/P. 12%.04 (100.000) + 0.000.000.000.000) = Rp. sedang atau jelek.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000 (A/P. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. Contoh 10. 15) + 0. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya. 15) + 0.000 (A/P.828. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.751. yang dapat 96 . 12%. 15) + 0.000 (A/P. 12%.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.480. 15) = Rp.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000) = 68. 12%.000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000) + 0.069. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).04 (100. 80. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.02 (150. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000.02 (100. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.04 (150.

000.000 155.000.972.000 – 41.000 Rp.000.000.000. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000 Rp.15) Baik (0.15) Baik (0.000.000.000.028.000 – 12. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 pada akhir tahun ke–5.000 108.15) 115.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang. 10.25) Perluasan kecil Sedang (0. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000 (P/F.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 + 15.000.60) Buruk (0.5) = = = = = = 128.000.000 (P/F.000.000 190.000.000. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 Perluasan Kecil Rp. 145.000 – 12. 12.000.000.000.000.000.000.000 + 15.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 110.000 .000 + 15.5) 145.000 10.60 0.028.000.000 3.000. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000 15.15 Tidak ada perluasan Rp.000 – 12.000. 10.000.000 Perluasn besar Rp.000.000.000. 140.000.000 Rp.000.000 97 .000 120.000 100.25) Perluasan besar Sedang (0.20%.20%. 100.000 – 41. 115. 15.000.5) 10.24.dicapai dengan 2 kemungkinan.60) Buruk (0. 120.000.000 Rp.20%.000 – 41.000 (P/F.000 Rp.000 Rp. 190.60) Buruk (0.000.000.000.25 0.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000 140.

000 (υ(θ11)) 128. ………….972. contoh 10.000(υ(θ13)) 3. 2.25 (115.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000(υ(θ22)) 110.000) + 0.000) + 0.000.25 (115.028. = probabilitas dari Sj. I = 1. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.60 (100.15 (3.60 (108. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000) + 0.101.1 98 .000.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000) = Rp.25 (128.000) + 0.972.000.15 (10.028.028.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . 90. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.028.250.000.000.n. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive). Formulasi matriks contoh 10.000.000) + 0.60 (110. ……n.000.000.000) + 0.000) = Rp.000) = Rp. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas. 2.000.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.15 (24.000(υ(θ23)) -24.000.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.250.000.000 (υ(θ21)) 110.000.000(υ(θ12)) 108.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0. 97. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.

000. 2.15 ) = 97.000.000 = 128.000 ( 0. 200. 100. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.000K.25 )+ 100.000 ( 0. 350.000 ( 0.60 ) + 3.028. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. 99 . Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.000 Soal-soal: 1. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 ( 0.000.25 )+110.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.7.15 ) = 101.028.972.028.250. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.000 ( 0. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.000 ( 0.000 = 155.000K tiap tahun. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. Andaikan digunakan depresiasi straight line. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.15 ) = 90. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000K tiap tahun.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.60 ) + 24.000 ( 0.000.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000 ( 0.60 ) + 10. pajak pendapatan 50%.000 ( 0. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. 150.250.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. 150. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.25 )+108.000K. 150. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.

N.3. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000.000. Pujawan. Surabaya 100 . P(S3) = 0.000 25.2.200.000 22. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.5. N.000 8.000.600. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000 2000.000 10.000 12.000 30. Berdasarkan data diatas.Inc.200. Edisi Pertama.000.000 80.000 15.000 S3 14.000. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya.000 Modal Kerja 10. Mc Graw Hill Book Co.2000.000 S1 18. P(S2) = 0. 1995. tanpa dikenai pajak.600. Andaikan juga P(S1) = 0.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris. Daftar Pustaka: Barish.N. New York.500..000 3.000.000.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. 2004.

Misal: biaya tanah. Misal: biaya bahan baku. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. a. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. b. mengukur. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 .

jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.

103 . Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset.

Jumlah semua pendapatan. misalnya ongkos bahan baku. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. dan sebagainya. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. ongkos tenaga kerja langsung. lama operasi. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. banyaknya penjualan dan sebagainya. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. misal: volume produksi. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang dinyatakan variabel output. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful