BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.061 atau Rp.015)2 – 1 = 0.03 atau Rp.: i = (1 + 0.: i = (1 + 0.046 atau Rp. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .: i = (1 + 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. 46.000.000..015)1 – 1 = 0. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.015)4 – 1 = 0. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. Contoh 1. 6 bulan. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).015 atau Rp.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun. 1. 15.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 30.000.000.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 61.000. 4 . suku bunga tiap tahun r.015)3 – 1 = 0.000. 9 bulan dan 1 tahun.

000 550. 1.000 605.5 : Dengan suku bunga 10% / thn. 5.000) = 605. uang Rp.000 + 1.000 + 0.800. 5.964.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.100 5 .000 500. 1.100 + 1.309.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.000 tiga tahun mendatang. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih. 665.09) = 1. Contoh 1.309.000.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500. nilai Rp.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp. 500.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000.000 + 800 + 800 + 800 B ..000 e 3 (0.000) = 550.Contoh 1.000.964.10 (605.100 + 1.Rp.000 + 0.Rp. 2.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp..000) = 665. Contoh 1.000. 2.000 sekarang berbeda dengan Rp.10 (500.500 pada tiga tahun mendatang.000 + 0.10 (550. 500.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.

Daftar Pustaka: Barish. 2004. 12 % tiap enam bulan b). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a).Inc. Haryono. Edisi Pertama.1 % tiap hari b). New York. N. Mc Graw Hill Book Co. 3. Soal-soal : 1.N. 12 % tiap kuartal c). Ekonomi Teknik. 1995. 0. 0.. 1990. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Pujawan. 12 % tiap bulan 2. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.Investasi B lebih besar dari A.1 %/hari secara kontinyu. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Surabaya 6 . Penerbit Guna Widya.N. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.

. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. 1. i% .. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. n)...... 7 . yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun........2.... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. yang nilai-nilainya telah ditabelkan.....1 (F/P . i% . Pembayaran Tunggal.BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P..

2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.331.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. i = 0.000.10)3 = 1.i %.10 F = 1. 6 %.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. Contoh 2.n disebut faktor jumlah sekarang. F = Rp.000.000.000 (1 + 0.000. 1. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.000 (F/P.1: Dengan bunga 10 % pertahun. 1. 10) = 1.000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000.000. 1.5584) = Rp.000.000.n) ………………………2.2 (P/F.331.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10. n) = (1 + i).000. 1. uang Rp.000 (0.000(1.1) Dari rumus 2.- B. P = F (1 +i). 1.P = F (P/F.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000 F = 1.791. 10 %.1.791..000.Contoh 2.i %.000. Pembayaran Seri Merata 1.Secara Grafis : P = 1. 3) = 1.000 .1 : P ekuivalen dengan F.000. 1.3310) = Rp.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp. 1.791..000. 2.000 0 1 2 3 n Gambar 2.n = F (P/F.331.

Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).i %.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 ..3 F(A/F. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.i %.n) ………………………2.

.000 tiap 3 bulan.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.000 .dengan uang muka Rp.000. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. 10. 2.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.240.000. 10 .000. i %. n = 40.000. 184. n) = 10. n) ………………………………2.i %..3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.suku bunga tiap tahun adalah 6 %. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. 1.200. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.000 (A/F.000. i %. 1 ½ . Pemyelesaian : F = Rp.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.40) = 184.000. 10.. 6.4 (A/P. i = 1½ % A = F(A/F. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.Contoh 2.1 dan 2.

450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. i %.000 (0.000 (F/A. Dari rumus 1.0263) = Rp. 48 ) = 4.06. Penyelesaian : A = Rp.000.. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. 130.000. 130. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.- 4. 6 %.000 (A/P.000 – 1. 100.200.960.000 = 4. i %.4. 563. agar tiap tahun dapat diambil Rp. n) ………………………………………. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.3. n = 7 .000.240. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). 6 %.582) = Rp.000 F = A(F/A.179.5 (F/A.6 i (i + 1) (P/A.200 (5. 179.dengan suku bunga 6% / tahun . A = Rp.200. i %. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun. i %.960. 100. n) ……………………..200 P = A (P/A. n) i F = A (F/A.960.11 . n) = 100. n) = 4.2. i %.2. i %.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 1.000 N = 48 bulan. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. Penyelesaian : i = 0. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. i %.700. 5) = Rp. 7) = 179.Penyelesaian: P = 6. i %. i = 1 % / bulan A = P (A/P.450 3.

000. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. 1. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. pada tahun kedua Rp..umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000.000. 200.-. 1..-..4.200.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.. gaji karyawan. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .. 6.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. pada tahun ketiga Rp..900.000.tiap tahun...000.000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. asuransi.500.-.C. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . demikian seterusnya naik Rp. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.1.700.000. + (1+i)2 + (1+i) .

8) = 155. i %. 35.000 (6. i %.000.- 13 .657. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.(1). i %.000 (P/G.842) = Rp. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.untuk selama 7 tahun.000 225. n) (P/G. 6 %.200. n) (P/A. dan naik tiap tahun Rp.000 (P/A. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.657. 1. i %. Contoh 2.000 0 1 2 3 8 P = 155.000.. i %.-. n) (A/G.000 155. 1. 6 %.000 190. (2). Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.210) + 35. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. n) = (A/G.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.000 (19. Penyelesaian: P 400.155. i %.200. 8) + 35.

2.18097) (12.200.200. 2.000 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.1. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.4810) = 572.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.000 pada tahun ke 5.1.000.000.200.706.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000.200. 1.000 (0. 14 .300 ( perbedaan kecil timbul. 10) = 1. Rp.200.200.000 (0. 5) = 1.200.000 1.6139) = 736.200.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. F1 = 1. 2. i = 0. 1.Contoh 2.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.000 F3 = 1.200.500. Contoh 2.000. 5 %.000.200.000 (0.200.000. sebab adanya pembulatan). F2 = 1.000 (0. n3 = 15.7835) = 940. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.000 1. 5 %. 2 tahun kemudian Rp. 5) (P/A.000 pada tahun ke 15 dan Rp.200 P2 = F2 (P/F. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.200. dan 4 tahun kemudian Rp.000 pada tahun ke 10.200.000 .200.000. n2 = 10. n4 = 20.000 (0.200 P4 = F4 (P/F. 5 %. 1. 5 %.3769) = 452.700 P3 = F3 (P/F.706.200. 5 %. 15) = 1.05 P1 = F1 (P/F. 20) = 1. Rp. agar dapat disediakan Rp.462) P = Rp.200.400 Cara langsung. 20) = 1. 1.200. F4 = 1. 5%.

n2 = 8. 15) Î 7.1400 50.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000.000 A = ( A / P.000. 15) = 0.11) = 0.14682 i = 0.13907 Jadi i kira-kira 11. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). 100.dengan suku bunga 7%/tahun. 8 %. i %. 15) = 0.000.13907 (0. 8.000.000.P1 = 2.11 + 0. 10) + P2 (P/F.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.000. 8) + P3 (P/F. 50. 6) = 2. 12 %.000 P2 = 1.000 A = P(A/P.1 %.5869) = 8.500.000. Contoh 2.- Contoh 2. 7.12 − 0. A = 7. i %.500.000 (1.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.111 0.000 (1. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .000..000 P3 = 1. profitability index (PI). 8 %.000 (2.681.000.000.000. 11 %.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. n3 = 6.1589) + 1.8509) + 1. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.681. 8 %.000.15) = = 0.10 : Suatu investasi Rp.000.13907 i = 12 % Î (A/P.1400 − 0.14862 − 0. P = 50.

8) = 7. 8) = 7.000 Contoh 2.612.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.009. 14.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.200 = Rp. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1. 40) = 85. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). P = 100.000 (P/A. 85. 5 1/2 . mulai 1 Januari 2006.000.538.538. 5 ½.538) = 7.000 (A/F.388.000. 100.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.000.000 . 16 .000 selama 5 tahun.yang sama.000.000 (7. 255. i %.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.000 (A/P.03392) = 255. 10) = 1. 60) = 4.000 (0. jika suku bunga 11% / tahun. 3 ½ %. 3 ½ %. 1.000.009.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F. n) = 100.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.612.000. 5 ½ .538.690 Jadi harus didepositokan Rp.Rp.

000 + 2. 5.000 Sewa Rp.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000.000 tiap awal tahun. i %.000.000 (P/A.000 Rp. 7%.000.69% 4.000 5. 8%. 15) = 4.000.000. 80.000 Grafik beli sewa : 75.000.000. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000 (P/F.000 17 . 80. 5.000.965.000. harganya Rp.75.000 (P/F.000.000 + 5. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000 + 5. 14) + 100.000 pada tahun ke 15. 5. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.965.000.000. 15)= -2.000 (P/A. 100.000. Jika disewa ongkosnya Rp.000.000 5. 100.000 (P/A.000.000 i = 8 % : .260.000 − 0 (0.000.000 i = 7% + 4. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = . Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp. i %.000. Jika dibeli.-. 7 %. 8%.000.Contoh 2.75.260. 14) + 100.000 Rp.000 5.000.000 + 5.000. 14) + 100.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 100.01) = 7.000 (P/F.000.75.965.000 5.

100.000 + 95.000.67% 545.400 i = 8% : −75.15)) + 5.791) − 50.000.000 Grafiknya : 595.000 Rp.000.000 − 250.5) − 50.000.000 ( A / P.75.000 (A/F.000 150.000 Rp.000 (3.000 100.000 150. i %.400 − 0 (0.000 100.000 50.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595. 200. i %.000 + 95.000 Rp.15) = 545. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 + 95. Contoh 2.000 250. 50.000 Rp.7%.15) + 5.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000.000 + 200. i %.397) = −13.000 (6.000 ( P / G .7%.650 i = 12% ______ 595.000 50.000 (A/P. 250. 0 = . 595.000 − 250.000 250.000 ( A / F .000.8%.000.000 Rp. 150.000 (6.000 P1 P11 = 250.000 − 250.000.862) = −9. 15) + 5.7%.600 18 .000 (3.15) = −263.000 ( A / P.000 ( P /.400 + 263.000.01) = 7.605) − 50.000 ( A / F .400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 200.400 i = 7% + 545.

000 ( F /.000.650 − 0 = 10.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.000.10) = 20.000.0456) + 400. 40. Modal awal Rp.10) + ( F / A.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.304) + 40.000.000 untuk selama 8 tahun.000.781. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000. Penyelesaian : P = 20. b.10)( F / A.000 untuk selama 20 tahun.000. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000 ( A / G.000. 19 .15%.000 F 480. G = 40.000 400.15%. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. Menurut staf ahli investor tersebut.000 520.000 20.Jadi i = 10% + 2% 9.000.000 10 2 3 4 1 F = 20.3)(20. 600.000 (3.- 0 Soal-soal : 1.000 (20.304) = 91. 3.000 440.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp. 500.600 + 9. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. 91.15%. 20. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. 5.000 pada tahun-tahun berikutnya. A = 400.000.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.781.000 (4.650 Contoh 2. Modal awal Rp. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000.10) + 40.83% 13.

Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.000 Jawaban : a). 50. uang sejumlah Rp. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.c.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.6 %) 2.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). c). Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. b). pinjaman sebesar Rp. b) Rp. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a).500. 15.000 dan harus dikembalikan Rp. d) Rp. 3. 20 . berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. 10. Investasi sebesar Rp. 40. Jawaban : a) Rp. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.480 . 50. 753. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. b).000 dalam 1 minggu.88 %.000. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun.i = 10.31 %. a).000.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 1.000 dan menghasilkan penghematan Rp. 50.000.143.000. suku bunga bank tersebut b). c). 4. 6.000 . 8.Rp. c). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.i nominal = 1300%. 770. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000. d). Uang sejumlah Rp.200 . Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.000 4.100. 1. Jawaban : a).44 %. c).000 pada 12 tahun mendatang.i = 25 %. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun.i majemuk = 109475. Hitung : a).000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. 250.c).000.000. b). (besar angsuran sama).i = 15. i = 6.

N.Inc. Mc Graw Hill Book Co. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis.N. Edisi Pertama. 2004. N. 1992.Au. 9. Jawaban : a) Rp. New Jersey. Daftar Pustaka: Au. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. Surabaya 21 .b). Penerbit Guna Widya. Barish. Tung and Thomas P. Prentice Hall International Inc. b) Rp. New York. Second Edition..480.460 . 34. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. 1995. Pujawan.

Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Dalam ekonomi teknik. 3. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati.000 K untuk perawatan mesin-mesin. 2.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Berdasarkan kategori diatas. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Dalam situasi tertentu. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. 10. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 .

8%. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. pajak.000.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. Contoh 3. dan sebagainya.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .700 500.5) − 600 K ( A / F . i %.000 K (0. Rp. n) − S ( A / F .000 + = Rp.000 K ( A / P.1168) − 1.3.000.000 K (0.8%. i %. 5. 500.200 200.8%.5) = 5000 K (0. n) dimana S = nilai akhir. tentukan alternatif mana yang dipilih. 1. n) + Fi ………………………….000 + = Rp.000 Rp.000 Rp.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.200 23 . 200. i %. listrik. 10. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.331.649.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.149.000.131.700 CR = 10.000 Alternatif B Rp.15) = 10.8%. 1.15) − 1000 K ( A / F .000 600. i %. 1.000 Rp.2505) − 600 K (0.

Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 5.649.649.000 600.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000. 24 . sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 5.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.649.000. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.000 600.000.

000 . beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10. 5. 25 .500. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.700.000 + 400.000 + 300. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000.000 -500.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000.000 .000 .000 . Eugene L Bab 20). biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas). Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000 +300.200.000 + 600.000 akan menghasilkan Rp.000 .200.500.000.000 -10. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 + 600.000/tahun .000 . dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 + 8.000.000/tahun .000 . Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.12.000/tahun .5.5.000/tahun .000.000 + 1.700.000 -500.000.000.000/tahun + 300.200.000 .000/tahun + 4.000 + 600.000/tahun + 300.000/tahun + 300.000.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun. 8.5.20. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 -500.200.000 .200.500.400.000 + 300. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000.700.000/tahun .200.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

16 %.700. 16 %. 3. 18) + 1.800. 16 %.000 (A/P.000 (A/P.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.800.700.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 (P/F. 16 %.700. 6) (A/P. 16 %. 9) + 1.700.000 8.700.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 (A/P. 4.400.000 = Rp.000 = Rp.400.400.400. 3.000 = Rp.000 8. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 29 .000 (P/F.400.700.400. 6) + 1. 18) + 8.044.700.400.000 1.700. 18) + 8.980. 16 %.000 Matematika 1.000 1.000 1.000 1.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10. 12) (A/P. 16 %.980.

000.700. 12. 100. 16 %. 9)) (A/P. 665. 650. 7. 16.700.000 Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000.000 dan nilai akhir Rp. 3.000 dan nilai akhir Rp.000.000. 65.000. 18) + 1. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000 1.800.000. 240. Harga unit X Rp. 250. 65. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 Rp.00 .000 = Rp.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000.000. 16 %. tahun kedua sebesar Rp.000 Rp.000 Proposal I. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.800.50. 9. 2.000. 200.000 10. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.000. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. Dua proposal diusulkan. 15. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.700.000 Rp. 4.000 Soal-soal: 1.000.000.000 1.000.000.000 Rp.000. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.000.EUAC (Z): 10. 30.000. 30 .000.044 .000.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.030.800. Harga unit Y Rp.800 .000 + 10.000 Proposal II Rp.000. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 9.000 tiap tahun.000 Rp. 4.000. 125.000.000 (P/F. 175. Dengan i = 20 % setelah pajak. tahun kedua Rp.

. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. 1985. John Wiley and Sons. Prentice Hall of India Private Limited. Daftar Pustaka: Blank. 31 .G. W. Fifth Edition.Inc. Singapore. Leland and Anthony T. 1982. Singapore.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi.. Second Edition. Seventh Edition. Thuesen. i = 9%. Principles of Engineering Economy. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Eugene L. and Richard S. Mc Graw Hill Book Co. 1981. Thuesen.. Leavenworth. New Delhi. WJ. Fabriky. and GJ. H. Grant Ireson. Gant. Engineering Economy. Engineering Economy.Proposal II.

Seperti halnya dalam Bab 3. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). diperoleh: 32 . Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. Untuk hal demikian. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram).

1: Harga mesin X adalah Rp. 4) + 10. 20. 8) + 500.000 (P/F.000.000 10.000. 8 %.. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.8 %.000. 100.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000 33 .000. 500.000. 12) = Rp.000 (P/A.000. 8 %. Harga mesin Y adalah Rp.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .1 i Contoh 4. 26.000.000 500. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000.000.000 + 10. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000 pada tahun-tahun berikutnya.000. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.4.000 dan bertambah Rp. Jika i = 8%. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.000. 10. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000 (P/F. 100.000.521.5.000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000 10.

000.09 Capitalized Cost = 296.784.000 (P/F.927.000 Dari contoh 3. 12) – 5.000 = Rp.864.09 0.000 + 15. 22. 296. Penyelesaiannya : = Rp.000. 12) = Rp. 21. 8 %.000 (P/G. diperoleh Capitalized Cost 26.933.000.333 0.09 EUAC (II) = Rp.3: Lihat kembali contoh 3.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .875.000 0.000.000.000.478. 6%. 6%.000 .000. 40)) + 4.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. maka Capitalized Cost 22. 20) + (P/F.157.648.22. dikarenakan pembulatan. 60) = 203. 60) + 80.000 5.648.084.000 (P/F.648. jadi dipilih alternatif I.2: Lihat kembali contoh 3. 40) + 3. 26. 60) = 205. 6%. 6%.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000.2.000 + 100.000 = PW = 0.157.000.000 (1+(P/F.000 + 3. Contoh 4.09 Ada perbedaan sedikit. Penyelesaian : PW (A) = 135.000 PW (B) = 80.000 – 253.000 (1+(P/F.000 (P/A. 26.Untuk mesin Y : 20.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth. 6%.000 = PW = = Rp.2.000 3.000 (P/G. 30)) + 20.084.784. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi. 20) + (P/F.961.000. 6%.000.000 (P/A. Contoh 4. 8 %. 6%.000 = 42. Δ PW = = = 42.000.000 100.784. 6 %.000. 253.000.

36.000 + 2.000.500.000 tiap tahun.2.Contoh 4.000.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual. 8% 20) = Rp 167.000 (P/F. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.500.000.000) (P/F.000.(6.000 + 30.000 (P/A. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. l2. 10) + ( 3.000. Rp.500.500.000.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .000 tiap tahun. 8%.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000.000.000 / tah un.000.000 + 12.850.647. 8%. 5) (P/A.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000.000. harganya Rp 90.8%.000.000 (A/F.15) + 2. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. nilai akhir Rp 2. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000.000. Jika mesin oto matis dipilih. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000. 8% 20) = Rp. 20) + Rp 3.3.000) (P/A. Gaji karyawan ditaksir Rp.000.000.500 .4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.pa j a k 8 % .000.500.000 + 1. 8%.000.3. 8%.000 + 27.500 .000 tiap tahun.000 + 13.6. 5) (8% 15) – 5.1.000 (P/F. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000. Harga sebuah mesin manual Rp. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.876.000.850. 329.8%. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000 dan biaya pemeliharaan Rp. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp. 8%.000 (A/F.000. Untuk mesin otomatis. umur teknis 10 tahun.000 (PA.30.000. 20) + 6. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.20).438.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Fifth Edition. Second Edition. Haryono.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Singapore. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10.800. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya. Gant.000. 1982. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Singapore. Eugene L. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000.000. H. Ekonomi Teknik. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.. Leavenworth.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.16. apakah asrama seharga Rp 90. John Wiley and Sons. Engineering Economy.000.Inc. Prentice Hall of India Private Limited. 1990. 1981.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. 1985.000 pada tahun-tahun berikutnya. Seventh Edition.. Grant Ireson.000. 36 .65. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.000. and Richard S.. Thuesen..000. WJ.000. New Delhi. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Daftar Pustaka: Blank. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).000.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.Soa1 – soal : 1. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. W.000.G. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Fabriky. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Engineering Economy. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Principles of Engineering Economy. and GJ.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .500.000. Thuesen. Leland and Anthony T.

Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. 37 . metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR).PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Internal Rate of Return (IRR). Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.

000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 – 250.000 200.682) = -9.605) – 50. 1%. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 50.650 − 0 = 10.83% 13. 5) – 50.000 + Rp 50.000 100.650 38 .000 + Rp 100.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9. 1%.600 + 9.000 250.791) – 5.000 + Rp 150.000 (3.000 (P/G.397) = 13.Contoh 5.00 – 250.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 (3.000 (6.000 + Rp 200.000 (6.000 – 250.000 (P/A.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 + Rp 250.000 150.

pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.200.9.000 2.000 6.000.800.000 2. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.000 .000 6.000 .000 6.000 (A/P. tentukan alternatif mana yang dipilih.800. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .200.000 tiap tahun. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .400. Karena i = 13.000 . Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.9.000 2.000 6.300.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.800.800.000 6.400.000 .9.200. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.200. 1.100.400. Jika suku bunga i = 9% (MARR).400.000 2. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.3%.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.800.200.800.000.15.000 .000.000 6.9.15.000 .200.000 2.000 6. 15.000 .400.200.800.000 . Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut. 10) + 2.000 2.300. 400.000 2.200.9. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000.000 6.400.000 + 2. i%.Contoh 5.000 (P/A. i%.400.000 tiap tahun. 9.000 2. 10) Atau NAW = 0 = -15. dan Rp. 3.000 6.000. Rp.400.000 2.000.200.800.400.800.000 .000. 300.200.000 NPW = 0 = -15.000 B–A .1.9.000 Alternatif B .000 6. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000 2. asuransi.200.400.000.000.800.800.9. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.800.000.9.9.9.

000 Rp.300. Karena 6.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.000 .000 + 1. 1.000 300. i%.000 (P/A. diperoleh i = 9.000 + 800. 800. i% .000 Rp.7% 40 . 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 = 15.000.000.200.Rp.000 (P/A.800.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.100. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000. 800.000 Rp. 800.100.000 NPW = 0 = . tentukan alternatif mana yang harus dipilih.737.000 Rp.3) = 0.000 + 300.Rp.100.800.000 + 300. diperoleh i = 8.000 + 300.100. 2.800.000 (A/P.7% B : -2. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000.000 (P/A. 10) + 3. 2.000 Rp. Contoh 5. 1.000 Jika i (MARR) adalah 5%.100. 9%. i% .000 + 400.000 300. 9. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .1%. 1.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 3) = 0.800. 8. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 300.000 + 1.000 Rp.000 = Rp.

Untuk proyek X : 0 = . pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000 + 32.000. 25) + 50. 25) Untuk i = 12% : .000 Rp 100. i%.000 Rp 32. = 13.000.000. 12%. 13% 25)+50.000 + 32.000 (P/F.000 (P/I'.000.4 : Misal ada 2 proyek. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.085. Contoh 5. 25) = 3. 25) + 50. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 Rp 40.000 (P/A.000.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000.250.000. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000.000.000.250.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000.000.000.000.000.000 Rp 50.000. yaitu proyek X dan Y.916.000 Untuk i = 13 : .000. 25).000 tiap tahun.000 25 tahun Rp 325. i%.000 (P/A.250.000.000 (P/F.500. 50.000 Rp 24.000 Rp 88.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. 13%.000.000+32.000.000..000. tentukan alternatif mana yang dipilih.000.000 Rp 23.000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.100.000. 12%.000 (P /A.000. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000.000 41 .000.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000 tiap tahun.000 Rp 50.

000. 2 5 0 . K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). i%. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.23 % > 11 %.916. Contoh 5. Untuk proyek Y : 0 = .085. 0 0 0 tiap tahun.000 Rp 9. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. 1 . maka proyek X dapat diterima ( acceptable). K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 Rp 6.000 + 36.325.000 (P/A.000 40 tahun Rp 20.916.000.000 − 1 1% = 12.000.500.23 % 3.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 Karena 12. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000.4%. 42 .000.000 pada alternatif II.000 (P/F.000. yaitu 3.000.000 Rp 120.000 + 13.000. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.Diperoleh i = 12 % + 3.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000. 70.000 20 tahun Rp 10. 25) + 50. i%.

Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.000 + 1.000 NPW (II – I) = .000 9.250.000 + 20.000 1.000. c.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.750. d. i%. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000 . 40) + 40.000 + 1.000 + 40.000.50.000 + 10.000.70.000.000 + 1.250.750.70.000.000/tahun II – I . Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 1.000.000.750.000 7. 43 .250. 20) + 10.000 7.250. yaitu a. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000 9.000.000 (P/F. i%.750.000 + 10. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 .000.000.750.000 + 10.t i a p a l t e r n a t i f .000.120.50. Hitung rate of return t i a p .000 (P/F. b. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.7.000.000 - 7.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000 9.000.000/tahun - Alternatif II .000.000.000 (P/A. i%.000 21 – 39 40 9.

125.200 (P/A.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.000 Rp.200 (P/A.3% B : 0 = – 100. 200.efisien).700 (P/A.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. i = 5% D : 0 = – 500. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.200 D Rp.000 + 27. 400. 5).000 B Rp.900 C Rp.000 Rp. Untuk A : 0 = – 400. 100. 27.700 C Rp. 46. 27. diperoleh hasil sebagai berikut. 500. i%.200 Keuntungan/tahun Rp.000 Rp.900 (P/A. 400.3% C : 0 = – 200.000 + 46. 400.000 Rp. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. i = 12. 5). i = 8. 100. 5). i%.200 Keuntungan/tahun Rp.700 44 . Jika i% (MARR) 6%.e. Penyelesaian. 5). 100.000 + 125.000 B Rp. i%.000 Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 500. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. i%. 125. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. Contoh 5.000 + 100.

Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. 45 .300 NPW ( D-A ) = 0 = . 100.000 + 73. 73. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). i%. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.200 NPW (A – B) = 0 = . 300. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.000 + 21. K a r e n a 6 .300 (P/A.200 (P/A.300.pilih alternatif D.100. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. i%. Selanjutnya membandingkan A dengan D. 9 % > 6 % maka .Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.000 Keuntungan/tahun Rp.9 % .000 Keuntungan/tahun Rp. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. 5). 21.

000.000.000.000 Rp 11. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .Soal-soal : 1. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000 Rp 1.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 Rp 9.000.000 Rp 10.000 4 tahun Rp 1.000.000 Rp 16.000 Rp 14.000 40 tahun Rp 2.400.000.000.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 5 tahun 5.000 Rp 16.000 1.000.000.000 Alternatif II Rp 80.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000.000 Rp 11.850. 2. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000.000 A Rp 40.000.000.000 Rp 11.000 Rp 16. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.

.. Singapore. and GJ. Leland and Anthony T. Fifth Edition. 1982. Principles of Engineering Economy. 1981. 47 .Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . H. Mc Graw Hill Book Co.. Fabriky. Singapore. WJ.Inc. Second Edition. New Delhi.G. Thuesen. and Richard S. Gant. Daftar Pustaka: Blank. Eugene L. Engineering Economy. Seventh Edition. Grant Ireson. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%.. Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy. 1985. maka tentukan mesin y ang dipilih. Thuesen. Leavenworth. John Wiley and Sons. W.

Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Contoh lain. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah.Tetapi 48 . dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. sedangkan sebaliknya tidak. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. rumah sakit dan obat-obatan. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha.

5) 100. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.6%. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.000 27. 6. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.6%. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.97 46.000 49 .000 B : B/C C : B/C = = = 1.900( P / A. Contoh 6. yaitu diperlukan analisis incremental .17 = 0. : Lihat kembali contoh 5.06 = C PWcos t 400.700( P / A. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. dokter. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. dokter. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.1. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. tetapi disini dihitung incremental B/C. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.6%.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.200( P / A. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. Untuk 3 alternatif atau lebih.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.5) = = 1.5) 200.

6%. 100. 27. 100.6%. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.000 = 1.000 Rp. 125.200 Incremental D–A Rp.5) 200. 500.000 Rp. 50 .300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 400.900 D Rp.000 Rp. 125. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.6%.300( P / A.5) = 1. 500.000 72.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 400. 21. Selanjutnya. 100.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.05 Untuk alternatif C karena. 100.900 D Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .02 100. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.700 A Rp.200( P / A. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.D : B/C = 125. 0 2 100.300( P / A.5) = 1.000 Rp.000 Rp.000 Rp.

2.000.000.300.000. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.000. 0 0 0 .900. 0 0 0 . Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.kecilnya banjir yang timbul).000 tiap tahun. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. Seperti halnya dalan contoh 6. sebab data yang tersedia dalam tahunan.000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.55.Contoh 6. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.10. 51 .000. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000 tiap tahun. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.1.

000 = 1.000.08 157.000.000.000.000.105. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 . 6%.000) – (28.000 .000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000 + 10.000 B/C = 12.000 (A/P.000 2900.000.000. 6%.000 C(D & R– S) = 5300.000 375.T P ) C (S .50 + 35. Contoh 6.71 219. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.50) + 35. pengendalian polusi dan sebagainya. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 = 2900. Cost disini mungkin biaya riset.000 (A/P. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. nilai akhir. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. dalam pengembangan sistem senjata.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.TP ) B/C = = 480.000 = 219.000 = 375.000 – 55. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000.000.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000 = 0.000 = 157.000.000. 50) + 40.000 .000.000) = 12.000 .000. pengembangan.000.000. B (S . Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000.000.000. Misalnya. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.R. 6%.000 Karena B/C – 0. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000 (A/P.

000. 15 ) = 272.000 160. 9%.000.000 75.000 Dari hasil perhitungan di atas.000.000.000 = 190.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 25.000 PW (B) PW (G) = 160. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.161.9%.000.000 ( P/A .000 15. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 190. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000 9.000 + 9.000. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000 + 25.200.000.000.000% B 160.000.000.tersebut.000 9. tetapi life cycle costnya lebih kecil. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000. 15) = 264. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian. Dengan menggunakan MARR 9%.000.000. 5) + (P/F. 25.000.15) = 256.732.000.000 (P/A. Penyelesaian : Untuk memudahkan. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000.200. 99%.000 75% C 190.000 12. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000.723.200.000 (P/A. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. 9%.000 15.9% 10) 15.000+ 12.000 12. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000 (P/F.000.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.

38.20 % maka penawaran C yang dipilih. . Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya.03. Demikian sebaliknya. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.429. tetapi dalam beberapa hal berlainan. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.429 efisiensi (C .000. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. PW (C B) = 7. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. maka masalahnya sederhana.3 tersebut. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.08 dan 1. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Dari perhitungan. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final.2 .000. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih.B) = 15 % Dari hasil tersebut. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Dalam contoh 6. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. (rubber yard sticks). Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Soal – soal : 1. 60% dengan 72 % dan sebagainya. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Misalnya dalam contoh 6. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.

tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. 4. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000.000 tiap tahun.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000.000 tiap tahun.000.000.000 dan bertambah Rp 20. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000. 2.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.300. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000 dan untuk lokasi N. 50.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . 3. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. Untuk lokasi M. diperlukan biaya awal Rp.000.880. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 dan Rp 660. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000 dan naik Rp 5.400. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000.000 tiap tahun.000 dan naik Rp 12.000 dan Rp 90. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. 3. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.600. Gunakan MARR 8 %.000.000. Dari soal 1.000.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.

. 2004. Daftar Pustaka: Barish.000. Ekonomi Teknik.N. R. 1995.N.000. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. New York.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. D . Mc Graw Hill Book Co. N. Edisi Pertama. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Surabaya 56 .Inc. Pujawan. Penerbit Guna Widya.

Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. biaya minimal. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. 57 . Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. Karena itu f1 (x) = f2(x). Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. cost point). Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi.

000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .400. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. 10%. 4) = Rp.Contoh 7. 120. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).400. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.000. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .10) = 399.000 (A/P. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.4) + 200.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.000 (0.10%.000 – 200. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000. 550. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.000) (A/P. 174.

1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174. Maka TCB = CRB + Ht.000 + 100 (0.000 + 120.HBt = 399. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Gambar 7.000 59 .000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.TCB = CRA + MA + CAt – CRB .1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .84) – 174 – 100 (1.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 − (399. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000 + 120.37) = Rp. 292.t = jumlah jam operasi tiap tahun.

250.000 = 29.000 3. Dalam contoh sebelumnya. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.500.000.000 Rp 3.000 Rp 1.000 Rp 1.032) ( 0.558.000 = 3.000 - Baja 29.000a + 4.000a (0.000a + 6.08) + 4. 20) + 29. Setelah melakukan penelitian yang mendalam. 20) + 35.000a (0.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000a (0.000.99) (A/P. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya. 8%.440a + 8. 20) + 8.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 = 2.000 Rp 2.500. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. steel (baja) dan frame (kayu).000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.08) + 6. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. 60 .000 TC (kayu) = 35.000 a (A/P. 8%. 8%.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.01) (0.000 = 2.250. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 Rp 5. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.250.500.000.934.600.000a (0.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.400. Contoh 7.000 Rp Rp 5.968) (A/P.

yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. yang ekonomis adalah konstruksi beton.000. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000 15. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000 beton 20.Biaya kayu baja 25.000. A. adalah membangun dengan konstruksi baja.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000.

suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.6) A (0. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.06) = 20.001 1435 ohm. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . pajak insurance.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. dan pemeliharaan diabaikan. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. biaya investasi akan bertambah juga.40)(12)( A)(555) 539.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.000 + (600 – 500) (539. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. biaya instalasi Rp 160.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. 6%.940 62 . dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. umur teknis ditaksir 20 tahun.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.6) A (A/P.890 A + 13. 20) + 500 (539. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .0011435 258.

510 4 5 6 97.400 TC 185. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.390 139.140 182.490 = 3.760 162.750 43.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.160 170.490 + 13.280 64.120 185.370 3 76. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.500 118.890 A + = 20. 090 Biaya Investasi 129. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .720 129.680 51.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.52 inci2 20.940 A 258.090 162.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.490 =0 A 258.890 – 258.610 86.

190. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.680.000 tiap hari.000 3. maka berapa hari tiap tahun. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. 5.850.030. 130.560.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. dua.610. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. dibandingkan menyewa? 64 . Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 8. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . 7. 4. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan. 50.960.000 tiap hari.000 5.220.710. tiga atau empat evaporator.000 1. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.30.000 2. dan biaya pemeliharaan Rp.000 6.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.000 6. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.960.000 4. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. 3.000.000 860. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.240. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.350. Soal – soal 1.000 tiap tahun secara kontrak.000.000 3.000 3.

Surabaya 65 . b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. dan memerlukan biaya Rp 2. Bi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar.N. 240. sehingga dapat diabaikan. New York.000 tiap tahun. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Ekonomi Teknik.000 tiap tahun. dan mesin gas ekonomis.000. Harga mesin ga s olin Rp. 1995. Penerbit Guna Widya.000. Pujawan. Mc Graw Hill Book Co. 3. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp.N. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Harga mes in diesel Rp. 150. 3. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.. 300.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . Haryono.000 tiap tahun. diesel atau gas hidrokarbon.2. biaya pengoperasian Rp. Edisi Pertama. dan memerlukan biaya Rp.000. N.000. 2. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.aya buruh Rp. biaya pemeliharaan R p . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Surabaya. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. 3. untuk buldozer yang ia beli.000. 200. 2004.000 tiap tahun. 315.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.Inc.300. 150. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.600 tiap jam operasi untuk gaselin. biay a pemelihaan Rp. Ekonomi Teknik.500.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp.000.800. 0. Daftar Pustaka: Barish. 2. 4. 1990. mesin diesel ekonomis.

Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Yang pertama. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. 2. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ).sederhana sebagai beriku t : 66 . yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. yaitu: 1. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin.

upah kar yawan.500. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .000. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.500 2.000 untuk menunjang proses produksinya. dan depreciation accounting (SOYD). ada 3 komponen utama yang digunakan.000 tiap tahun. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting .000 tiap tahun.000.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000 = Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. dan nilai akhir (S). Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. 4. Dengan menggunakan mesin tersebut. 2.500. 15. pemeliharaan. 2. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. 2. 8. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.000. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.000 sebagai penghapusan modal. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 5.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.000. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. 7.000 tiap komponen. 2. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. umur teknis (n) . Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .000. 5.5. 67 Sum of Years digits . Untuk menghitung depresiasi.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

.000.000 SOYD 4. BVt = P-(P-F) (A/F.000 1 2 3 4 5 Gambar 8. t-1) ………………………….940 1.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. i%.600 1.580 2. i. n) + i (P-S) (A/F. i.917.7. i. 8.403.000 6. t) ……………………….000 6% sinking fund Straight line 8.000.490 999.692.8.060 3.000 71 . i . n) (F/A. 8. 10.793.670 8. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.400 6.000.000.711.1.901.000. Nilai buku asset Rp.000 4.000 1.015. i. n) (F/P.000 Declining balance 2. n) (F/A.000.390 1.015..596.000.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. i%. 10.

lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. g.900.000 (P/A.000.000 = = 4. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.Contoh : 8. 36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Sebelum pajak NPW = 0 = .000 n 8 72 .000.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. i %. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. c. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a.900. b. h. b. 8.500. Penyelesainnya : a. f. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. e. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. d.3 %. Sebelum pajak pendapatan (before income tax).000.36. Dt = P − S 36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. i.000 + 8.

000 4.000 4.000.000 2112.738 .400.000 4.000 4.500.000 4.000 2112.000.900. D5 = 4.900.000 4.000.36.000.000 4.000.500.000 6.400.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.400.000.2 %.738 .000 + 8.000.000 6. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8. D6 = 3. D4 = 5.000.000.900.000 4.900.778.900.000 2112.900. D7 = 2.000 2112.500.500.000 4.738 .900.000 4.000 4.738 .000 + 8. Dt = (P-S) D1 = 36.738 .000 (P/A.738 .000 4.000 6.000 4.000 4.000 6. D3 = 6.000 6.000 6.000 + 8.000 2112.000.000 4.000 + 8.000 6.000 4.000 + 8.738 .000.000 NPW = 0 = .000 + 6.500. 73 .000 2112.400.400.000 + 8.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000.000 6.000.000.500.000 + 8.000 + 8.000.000 2112.000 D2 = 7.000.400.900.000.000 8(8 + 1) c).400.000.400.500.500.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000.000 2112. D8 = 1. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.738 . i %.

000 7.000 1.000.000 8.000 5.468.000.000 (B) (C = A + B) (D = -0.392.792.900.000 36.000 3.900.000 1. 8) – 480. i %.900.900.548.000.000 + 8.000 1.000 7.468.000 8.000 2.000 + 8.028.872.000 6.988.000 1.000 - - 432.000 8.000.068.000 2.000 7.000 3.900.000 6.000 8.000 5.900.000.000.000.508.108.000 6.000 3.000.000 6. i %.000 3.900.900.000 7.000 (P/A.000 2.000.000 (P/G.000 - - 900.000 5.000 7.588.000 4.2 % 74 .900.000 8.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 4.000 8.000 2.48 C) (E = A + D) - 8.000 912.832.000 8.000 5.900.312.000 NPW = 0 = .900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.900.900.36.382.000.900.000.

25)2 = 20.000 7.000 + 5.000 7.995. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 .905.000 6. 8) + CFt – 5.000 8.625.900.995.900. i %.500 3.000) (P/F.0.000 (1-0.000.000 d3 = 0.250.1 % 75 .000.848.390.000 6.900. i %. 7.1.000 (1-0.449.000 -100.000.2.750.052.000 5.500 5.25) = 27.062.000 48.848.000) = 9.25 (36.000.000 3.000 5.900.000 (1-0.052.000.948. D1 = dr BV0 = 0.837.032.000 .995.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.905.848.000 2150.000.000 5.052.1.995.000 5.000 .000 .25)3 = 15.000 6.000) = 6.000 8.500 BV3 = 36. dr = 2 = 0. yaitu : Dt = (11.000 .900.995.905.000 2.2.000.868.000 8.900.055.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.500 D4 = 0.000.000.842.000 (1.000 (P/A.000 NPW = 0 = .000 8.000 8.103.000.25)4 = 11.000 8.000.000. untuk t = 5. 8.390.36.000.797.000.000 5.000 .900.36.995. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.052.500 − 0) = 2.451.2.000 BV4 = 36.000.905.187.000 2.000 .900.000 6.25 (27. D2 = dr BV1 = 0.000 - B C D E . 6.25 BV3 = 3.000 .000 6. BV0 = 36.848.2.750.000 2.797.2.000 8.000 9.25 BV2 = 50.000 6.000 2.d).848.000 8.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 8.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.

f).36.000.000 6.000 2.000 1.900.827.468.628.000 E .000) = 3.600.6 %.900.000 7.000 432. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000.000 5. n) – 480.900.000 8.000 1.280.900.000 3.000 8.000.352.108.000 2.000 5.000 8.000.32.588.000 ITC = 10 % (36.000 4.000 900.000 6.000 8.000 .272.000 4.900.4.900.000 2.000 B C D 17.000 7.000 6.900.000.988.900.508.000 .900.000 4.900.000 4.000 7.000 8.000 912.798.000.028.600.000 0 0 0 8.000 8.900.628.000 7.000.000.000 7.000 1.000 1.000 2.000 E 32.312.000 4.000.000 (P/A.900.000 6.000 8.000 3.000 8.000.000 8.000.4.392.900.468.720.000 8.000 NPW = 0 = . i %.000 8.000 8.e).4. i %.900.900.900.832.548.272.000 5.000 + 8.000 3.900.900.900.000. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.36.900. Tahun 0 1 2 3 A .000.000 8.272.000 76 .000 B C D 3.000 8.18.000 8.068.000 5.628.000 3.000 .000 (P/G.900.

272.000 8.900.900.900.4.000 4.650.900.000 4.900.900.21 (36.000 .340.000) = 7.000 8.000 8.272.4.000.7 % h).628. Tahun 0 1 2 A .000 (P/A.720.900.000.600.000.000 7.36.900.000 -7.600.000 4.000 8.000 .000 Ketiga = 0.650.900.000) = 17.628.628.272.4.000 .000 NPW = 0 = .000 -7.000.900.643.920.900.3 %.000 0 0 0 0 0 8.000 8.000 + 4.4.628.900.000) = 7.000 -7.220.628.280.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 B C D 3.22 (36.000 -7.680.470.272.000 8.4. i %.084.000 8.900.816.272.560.650.272.000 8.000 8.628.560.000 8.400.32.000 .900.000 8.000 .900.36.200.200.000 -5.000 8.000 1.500.000) = 7.430.4 5 6 7 8 8.000 1.000 1.000 1.272.4.000 .628.000 .000 980.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.920.000 8.21 (36.18.084.000 77 .816.000.000 8.000 Besar pajak investasi = .000 8.400.32.1.000 .000 .000 8.000 8.000 8.000 8.15 (36.000.000 8.000 .000 1.000 8.000 4.000 8.4.000 .000 .000 .900.628.000 0 0 0 3.000 8.000 Keempat = 0.000) = 5.900.700.900.000 4.900.000 4.340.000 8.272.000 .900.000 B C D 3.000 4.21 (36.000 Kelima = 0.000 8.48 (-36.000 -7. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.400.340.900.900.560. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .628.000) = 7.000. g).000 -7.272.900.000 E .000 Kedua = 0.643.000 .0.000.000 E .000 4.000 8.272.000 8.4.643.400.700.272.

000 8.200.000 260.000 -7.000.000 8.4.393.000.000.4.200.200.000 -7.000 8.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 .9 %.000 -2.000 Tahun kedua = 32 % (36. i).900.000.272.000 .816.000) = 2.000 .900.000 8.700.000 8.000) = 8.000 6.000 8.628. 36.3 4 5 6 7 8 8.816.000 .020..000 6.000 4.200.000 B C D 3.628.000 . dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.900.5.760.000 10.000 4.000. Contoh 8.272.000 8.000 8.6 %.272.000 E .900.000 1.000.000 8.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.084.000.628. 78 .760.010.000 -7.000) = 5.000 .000 .000 8.000 .400.000 -11.000.000 8.000 .000 4.000 4.4.628.000) = 7.000) = 11.000 8.000 8.158.900.4.000 1.000 .000 8.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.700.000 .8.900.890.900.900.900.000.900.000 7.640.000 8.880.258.000 8.32.000 4.000) = 7.000 Tahun kelima = 8 % (36.900.000.900.816.700.000.000 8.000 8.900.000 8.000 .000 .000 1.000 .2.125.2.000 .000.900. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.900.000 8.272.520.000 Tahun keempat = 16 % (36.700.000 .4.4.900.1.628.900.200.000 8.000 0 0 0 1.200.140.628.000 8.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 -7. 180.880.000 3.520. 30.816.272.640.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 0 0 0 1. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .507.000 8.620. apendik) adalah 20 % (36.775.272.36.084.600.000 4.000.900.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.084.084.000 8.900.

000 21. sebelum pajak pendapatan.000.000 (P/F.000.000.000 .400.000. 10) + 30.000 − 30.000 36. 10) + 30.000 – 0) = 14. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000.000 -15.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. NPW = 0 = .10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp. 8.000.000. i %.000 − 30.000. i %.000 (P/A.000.000 (P/F.000 (P/A. i %.000 B C D E -180.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.180.000.000.000.000 10 A -180.000. sehingga tak ada pajak pendapatan.920.000 P−S ) t = 180.000 180.000. c).000 30.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000 + 36.000 -10.000.000 4 P−S (180.000 30.080. 79 . c).10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000 .000 25.9 %.000. Dt = 180.000.000.000.920.000K.180. i %. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp. b).000 = 15. 30.000 − 0 = 45.000 − 0) ) t = 180.000.48 (30.2 % b).Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 .000 + 25.000. Penyelesaian : a). NPW = 0 = .

000 36.000.600.000 (P/F. 8.000 25.000 . 6) (P/F.000.000 21.000 .000.000.000 − 30.6% d).180.000 15.000.000 . 4) + 18.320.560.560.000) = 10.000 (P/A.000 -45.000.000 NPW = 0 = . i %.000 (P/F.000 + 40.000 (P/A.000.000 18.000 − 30.180.000 .000.10 10 A -180.320. Dt = 180.000 4.000.000 -14. i %.000.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000.000 K - Nilai akhir = Rp.22.000 B C D E -180.920.000 .000 .600.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 .000 B C D E .10 = 30.000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000 = 15.000.000.400.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 0 36.48 (22.000.000 36.000.000 18.000. Contoh 8.22. i %. i %.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .180.000 36.000 .000.15.000 NPW = 0 = .320.000 10 (180.000 (P/A.000 + 25.000.180.080 .Tahun 0 1 – 10 5 . 4) + 15.000.000 – 30.10.000.000 = .920.9.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.750.5 %.560 .000 -17.000 8.560.000) . i %.250.000 40.000 10.000 30.000 . i %. 10) + 18.000 10 BV = 180.750.

000 -20.400.000.800 .000 + 17.000 24.000. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000.100.000.000 45.000 (P/A.200 . i %.000 51.000.600.000 -16.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.500 .300.000 22.000 33.900 .000.800.000 .000 51.600.000 24.000 + 22.000 B 250.000 27. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.Biaya peralatan investasi A 200. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 60.000 .000 65.000 17.100.200.0.000 14.500 .000 . i %. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.700 .100 .000 32.000 34.7. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = . 32.500.000 20.000 117.000 B -250.000 .000 -10.25.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000 20.400.000 65.800 .000 50.200.000.400.400 .400.000 -21.000. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 D -500. 20) i = 6.700.200 .000 -17.000 .000 52.400.000 C 350.200.000.000 (P/A. Berdasarkan data di atas.000 .800.000 NPW (A) = 0 = .800.200.5 % 81 .300 .000 .600. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.500.000 D 500.000 101.000 40. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 -10.000 C -350.

000.000 D -500.000 (P/A.000.000 C-D -150.NPW (C) = 0 = -350. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 C-B -100.000 + 10.900.000 11. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. karena itu dipilih alternatif C.000. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: . 20).000 + 45.C dan D seperti sebelumnya.900.700. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000.dan sebagainya.000 34. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000.Safety (keselamatan) . i %.100.300. Diperoleh i= 3.200. sehingga dipilih alternatif C.600. i %.000 (P/A.Pemasaran (marketing) . i %.000 NPW (D – C) = 0 – 150. Soal-soal: 82 .000 C -350.000.200.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.700.000 45. 20) i = 6. 20).000. i %.000 NPW (C – B) = 0 = .000. .5 % NPW (D) = 0 = -500.000.000 + 34. Jadi tinggal membandingkan alternatif B . 20) i = 7.000 (P/A.000.000 + 11. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000 (P/A.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.9 % < 6 %.000 22.300.300.000 10.000 34.

2. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000 untuk selama 2 tahun. Untuk tujuan pepajakan. d. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. 20.000 pada tahun kedua naik Rp.000. 78. jika digunakan : a.000. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.300. Dengan 83 . Metode depresiasi straight line.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Metode depresiasi SOYD. Pada tahun 2003.000 pada tahun-tahun berikutnya. c. 9. 3. b. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000. hitung rate of return tiap peralatan.000.000. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Dengan menggunakan metode “average book”.50. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000. b. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Rp.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. 17. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. Harga notebook tersebut Rp.000. 12.000 pada tahun pertama. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.4. c. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. d. memberikan pendekatan yang cukup baik.1.25.000 pada tahun pertama.000. Dengan menggunakan metode “Original Book”. 3. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).000. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.000. Metode depresiasi double declining balance. Rp. 16.000. a.000 pada tahun-tahun berikutnya. 3. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.

Seventh Edition. and Richard S. Mc Graw Hill Book Co. Gant.Inc. Daftar Pustaka: Blank.. Prentice Hall of India Private Limited. Thuesen.. H. and GJ. 1982. Fabriky. Singapore. Second Edition. Engineering Economy. Haryono. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. WJ.. Surabaya. 1981. John Wiley and Sons. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Leland and Anthony T. W.. New Delhi. Leavenworth. Eugene L.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Grant Ireson. Thuesen. Engineering Economy. 84 . Fifth Edition. 1990. 1985. Principles of Engineering Economy. Singapore.G. Ekonomi Teknik.

A. Contoh 9. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.000. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).87 %. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.S. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. 10. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.

000 500.000 349.000 314.000 500.500 181.000 425. pada kolom 4.000 500.000 104.000 478.000 500.500 195.300 121.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500. 86 .000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 500.000 383.500 97.000 500.000 272.200 100.700 161.000 468.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 = Rp.500.000 500. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.200 170.000.000 399.500.300 125.000 446.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 492.000 500.200 109.000 371.900 ) Rp.300 133.100 147.000 pada tahun 1995.000 500.000.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 500. Setelah 116.000 500. 500.338.000 10.000 288.400 116. 7.000 500.000 238. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.900 94.000 256. 399.000.

10) + 133.000. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000. yaitu obligasi yang berharga Rp.Contoh 9.000 – 1.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. i% . 40.tahun kedua diberi indeks 105. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. 133.000 (P/A .500. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.85% c. 1. Rp. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. 87 .000.000 x 5 x 100/150 = Rp. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c.35.330 b.000.333. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.35.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000.40. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. i%. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.333. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. Pertanyaan : a. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. Contoh 9.000.000. 70.000 tiap Ha.35.330 (P/F . NPW = 0 = . tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000000.000. Pertanyaan: a.500.

000 + 3.000 + 4. c.000 -1.807.000 -1.833.500.666.000 + 4.666. e.000.000 + 4. n) n =1 10 88 .862.000 5.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 6.600.333. Penyelesaian : a.000 5.000 -1. c.480. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut. Berdasarkan tabel c).000.600 + 4.000 -1. Hitung rate of return dari a).000 -1.330 - Obligasi 35.000 -81.369.000 5. i %.000.b. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.166.000 6.500.000 + 133.500.433.000 -1.500. i%.869.000 + 5.000 + 2.000 -1.000 + 5.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35. n) 150 n = 1 1 + 0.000 -1.590.000 + 4.000.000 6.000 + 46.648.733. 100 10 5. 10) x b. i %.000 + 70.000 -1.980.500.500.000 5.000 5.000 (P/F. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.090.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 +∑ ( P / F .500.362. NPW = 0 = .370.500.000 -1.500.35.500.500.000 + 4.000 d.333. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .148.000. d.

Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp.000. 100. 300. 320.000.300. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.300. 89 .000. b. 1.000.000.000. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.1%) b. Selama 10 tahun tersebut.000.000. 32. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.74 %. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000.e. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. dan bertambah Rp. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000. Rp.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 110. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. 26.000 pada tahun-tahun berikutnya.700.3 %) c. 200.9%) c. Berdasarkan data diatas : a.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. 5. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. 74 %.8 %) d. 2. a. 27. 20.000 pada tahun kedua. Soal-soal : 1. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.000. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Komisi penjualan sebesar Rp.000 pada tahun pertama.000 tiap tahun.

000) maka hitung rate of return sebelum pajak.000. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.110. ada pajak kekayaan sebesar Rp.461. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Selain pajak pendapatan (income taxes). 3. 25. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.100. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. a. 90 . 110. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000) dikenai pajak sebesar 49%. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000 tiap tahun. Jika tanah tersebut dibeli. 3.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000 (1. 3. 346.000.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. 3.12)10 = Rp. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000.000. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000 (1.000.000.110.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. b.110.

Penerbit Guna Widya.Daftar Pustaka: Barish. 2004. Haryono. 1990. Ekonomi Teknik. New York.N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Inc. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Ekonomi Teknik.. Edisi Pertama. Pujawan. Surabaya. Surabaya 91 . N.N. Mc Graw Hill Book Co. 1995.

Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Untuk suatu variabel random x : a.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x).

Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. (B1 M2). diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0.b.5) (0.5) (0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang.5) = 0.5) = 0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) = 0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.25 93 . (M1 B2).5) + (0. bila Y kontinyu Contoh 10. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).

50) + 2 (0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 15. 40. 100.25) = Rp.Rp. 80(0.50 0..-. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun. 40 (0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.50) + 22 (0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. Contoh 10.25) – 1 = 0.50) + Rp. 80.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.-. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.25 0.1. expected annual equivalents.2 : Dari contoh 10.5) + 12 (0. 94 .25) + Rp.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.5 Contoh 10. 100 (0..25) + 1 (0.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.

150.000 Rp.000.04 1/50 = 0.000.24 8/50 = 0. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.000.000.000 Rp. 400. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000 95 .000 Rp. 210.000. 330.000 Rp. 12 %.000 Rp.000.000) + 0.000 dan seterusnya.000. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. 150.000.000. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu. 100.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000.16 3/50 = 0.02 Rp.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 0 Rp.000. 450. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 15) + 0. 53.04 (200.000 Rp. 0 Rp. 200.000.000 (A/P. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000) + (0. 300.000.06)(15. 100. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.16(100. 550.000 Rp.02) (300.06 2/50 = 0.000) = Rp.000 Rp.48 12/50 = 0.000. 100.000 Rp.682.000.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000) + (0.

000 (A/P. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 12%.02 (150. 12%.000) = Rp. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.480. 46.000. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.000.000) + 0.000. 15) + 0. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000 (A/P. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).000. sedang atau jelek. Dalam dunia bisnis. 80.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.069.000) + 0.000.000) + 0. 55. c. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih. b.02 (200.04 (100.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000.000) = 68.751.000.000. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.04 (150. 15) + 0. 15) + 0. 15) = Rp.828. 12%.000) = Rp. 12%.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000.000 (A/P.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.04 (100.02 (100. Contoh 10.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000.000 (A/P. yang dapat 96 .000. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.

000.25 0.000 Rp.000 + 15.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.15) Baik (0.20%. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 10.000.000 Rp.000.000 + 15.5) = = = = = = 128.60) Buruk (0. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000 Perluasn besar Rp.000. 190.60 0.000 dengan nilai akhir Rp 15.000.5) 145.000. 100.25) Perluasan besar Sedang (0.028.000 pada akhir tahun ke–5.000 97 .000.15) Baik (0.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.000 Rp.000 155.24.000.000 + 15.000.000.000 – 41.000.000 3.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 120.000 Rp.000.000 – 12.000 110.000.000.000 108.000 .000. 12.000 – 12.000 – 41. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.60) Buruk (0.000 15.000 (P/F.000.000.60) Buruk (0.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.15 Tidak ada perluasan Rp.972.5) 10.000.000.20%. 115.000 – 41. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp. 145.15) 115.000.000.20%.000.000.000.000 100.000. 140.000.000 Perluasan Kecil Rp.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 (P/F. 15.000 Rp.000.000 Rp.028. 10.000 190.000.000 – 12.000. 120. 10.000 140.000 (P/F.

000.000. I = 1. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.60 (110.1 98 . ……n.000.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.101. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000) + 0.250.000) = Rp.000.000(υ(θ12)) 108.250.000(υ(θ22)) 110.000 (υ(θ11)) 128.000.000.000(υ(θ23)) -24.028. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.972.n.000(υ(θ13)) 3.60 (100. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.15 (10.028.15 (24.000) = Rp.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000. contoh 10.60 (108.028.028.972.000) + 0.15 (3.000. …………. 90.25 (115.25 (115.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.25 (128.000.000) + 0.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000.000 (υ(θ21)) 110.000) + 0.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000. 2.000) + 0. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000) + 0.000) = Rp.000. 2. = probabilitas dari Sj. Formulasi matriks contoh 10. 97.000.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.

Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. 150.60 ) + 10. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. Andaikan digunakan depresiasi straight line.7. 2. 200. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.60 ) + 3. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. 150.000K. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.15 ) = 97. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.250.972.000 ( 0.000.000 ( 0.000K tiap tahun.028. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.000 = 155. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.000K tiap tahun.000 ( 0. pajak pendapatan 50%. 100.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.000 ( 0.250.000 ( 0.000K. 350.60 ) + 24. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000.000.028.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000.15 ) = 90.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.25 )+ 100. 150. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000.028. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.25 )+108.15 ) = 101. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.000 ( 0.000 ( 0.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 = 128. 99 . Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.25 )+110.000 ( 0. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000 Soal-soal: 1. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.000 ( 0.

Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000.3.000 S1 18.200.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. Andaikan juga P(S1) = 0. N. Penerbit Guna Widya. tanpa dikenai pajak.200. Surabaya 100 .000 15.500. P(S2) = 0.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 2000. 2004.000 3.600.000.000 22.Inc.000.000 Modal Kerja 10. New York. Edisi Pertama.000 10.2000.000.5.000. P(S3) = 0.N.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.000 8. Daftar Pustaka: Barish. Ekonomi Teknik. Pujawan. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.600. Mc Graw Hill Book Co.000.000. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 25.000 30.000 S3 14.2..000.000 80. 1995. Berdasarkan data diatas.000 12.N.

Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Misal: biaya tanah.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. mengukur. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. a. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Misal: biaya bahan baku. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Ongkos penggunaan modal (capital) a. b. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. 103 .

Jumlah semua pendapatan. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. banyaknya penjualan dan sebagainya. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. misalnya ongkos bahan baku. Titik yang dinyatakan variabel output. misal: volume produksi. dan sebagainya.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. lama operasi. ongkos tenaga kerja langsung. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful