BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015)1 – 1 = 0.000.015 atau Rp.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.000. 46. 9 bulan dan 1 tahun.000. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.- Di samping kedua suku bunga tersebut.061 atau Rp.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 15.: i = (1 + 0.000.03 atau Rp. 4 .bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.015)2 – 1 = 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 30. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.: i = (1 + 0.: i = (1 + 0. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 1.046 atau Rp.000.015)3 – 1 = 0.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. Contoh 1. suku bunga tiap tahun r. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.000. 6 bulan.. 61.015)4 – 1 = 0.

800. Contoh 1.000) = 665.000.000 + 800 + 800 + 800 B .100 + 1.Contoh 1.Rp. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.. uang Rp.10 (500. 665.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000 sekarang berbeda dengan Rp.000 + 0.Rp.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang..000 + 0.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000.000 + 0. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.10 (605.000. Contoh 1.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .964.000 e 3 (0.309. 2.000.000.000 550.000 tiga tahun mendatang. 1.000 500.000 + 1.000 605.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.964. 5. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.500 pada tiga tahun mendatang.000) = 605. 500. 500.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp. 2.09) = 1. 5.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.100 5 .100 + 1.000) = 550.309.10 (550. 1. nilai Rp.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.

N. Surabaya. 0. 1990.Investasi B lebih besar dari A. 0. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Daftar Pustaka: Barish. 3. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A.. Penerbit Guna Widya. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Haryono. 12 % tiap bulan 2. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Mc Graw Hill Book Co. 2004. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ekonomi Teknik.N. New York. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.Inc. 12 % tiap enam bulan b). Ekonomi Teknik. Soal-soal : 1. 12 % tiap kuartal c). Surabaya 6 .1 %/hari secara kontinyu.N. 1995. Edisi Pertama. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.1 % tiap hari b). dilakukan perhitungan ekivalensinya.

.. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. 7 ... yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ...BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P.. 1..1 (F/P .. i% ....... n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P. yang nilai-nilainya telah ditabelkan.. Pembayaran Tunggal.2. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. n)... i% .... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun...

dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000. 1.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.10)3 = 1.000 .000.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000.331.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.000. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.791. P = F (1 +i).1) Dari rumus 2.000(1. 1. Pembayaran Seri Merata 1. 1.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. 3) = 1. n) = (1 + i).000.5584) = Rp. i = 0.000 (F/P. 10 %. 10) = 1.Contoh 2.000.000 0 1 2 3 n Gambar 2. F = Rp.000.000..000.Secara Grafis : P = 1.n disebut faktor jumlah sekarang.000.1 : P ekuivalen dengan F.n = F (P/F. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .791.791. 1.000. Contoh 2.2 (P/F.i %. 1.10 F = 1.331.000.. uang Rp.- B. 6 %.n) ………………………2.3310) = Rp. 1.000 F = 1.000 (1 + 0.1.331.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000.000 (0.i %.000. 2.P = F (P/F. 1.

Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .3 F(A/F.i %.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….i %. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.n) ………………………2..

200. 2. i = 1½ % A = F(A/F. i %. i %. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.Contoh 2.4 (A/P.000.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.i %.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.000 . 1. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.40) = 184.. n) ………………………………2.000.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. n) = 10.000. 10. n = 40..000.1 dan 2.000 tiap 3 bulan. 184.000. 10 ..dengan uang muka Rp.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.240.000 (A/F. 10.000. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. 1 ½ . Pemyelesaian : F = Rp.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.suku bunga tiap tahun adalah 6 %. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. 6.

100.700. 563. 130. n) ………………………………………. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. i %. i %. 7) = 179. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).960.dengan suku bunga 6% / tahun .- 4. 5) = Rp. n = 7 .000.000 N = 48 bulan. i %.3. n) = 100. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.4.2.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun. Dari rumus 1. i = 1 % / bulan A = P (A/P.11 .000 F = A(F/A.Penyelesaian: P = 6.000 (A/P. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. 6 %.000 = 4.200 P = A (P/A. Penyelesaian : i = 0. agar tiap tahun dapat diambil Rp.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.000 – 1. 48 ) = 4.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. i %.000 (F/A. Penyelesaian : A = Rp. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. i %. i %.450 3. n) = 4. i %.000. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.5 (F/A. 130.2.179.0263) = Rp. 1. 179. n) …………………….200..6 i (i + 1) (P/A.960..000.582) = Rp. i %. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.240.200. 100.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.06. 6 %. A = Rp. n) i F = A (F/A.000 (0.200 (5.960.

+ + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….-.200. 1.000.000..000..(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. + (1+i)2 + (1+i) .Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.-. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. pada tahun kedua Rp.700.tiap tahun.. pada tahun ketiga Rp.4.900..000.000. 200...C.000. demikian seterusnya naik Rp. 1. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. asuransi.. 6. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . gaji karyawan.000.500.-. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .1..

000. n) (P/A. 1. i %.000 (P/A.155. i %.657. n) (P/G. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. n) (A/G. 6 %. i %.000 (19.. 8) + 35.200.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.000 (P/G.000 155.000 190. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.657.000 225.- 13 . i %. Penyelesaian: P 400. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.842) = Rp.untuk selama 7 tahun.000 (6.-.000. 35.000 0 1 2 3 8 P = 155.210) + 35.200. 1. Contoh 2. i %. 8) = 155. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %. 6 %. (2). dan naik tiap tahun Rp. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. n) = (A/G.(1).7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.

000 (0.200.000 1. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.000.000 (0.200.18097) (12.1. 1.200.000 (0. 5 %.000.706.200.000 pada tahun ke 5.200. 5 %. 1. 15) = 1. n2 = 10. 1.Contoh 2.7835) = 940. 14 . 5 %. Rp. F4 = 1.200 P2 = F2 (P/F.200. agar dapat disediakan Rp.706.000.6139) = 736.000 (0.200.000 1. dan 4 tahun kemudian Rp. 1.200. 5) = 1.4810) = 572.200. 2.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.200. n4 = 20. 2.300 ( perbedaan kecil timbul. n3 = 15.000 . 10) = 1.000. 2 tahun kemudian Rp.000.200 P4 = F4 (P/F. 5 %. 5 %.500.3769) = 452. Rp.000 (0.200.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. sebab adanya pembulatan).700 P3 = F3 (P/F.462) P = Rp.000 F3 = 1.200. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. F1 = 1.200.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000 pada tahun ke 15 dan Rp. 5) (P/A. 20) = 1.200.000 1.200.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.000.05 P1 = F1 (P/F.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.1.200.000. 20) = 1. i = 0. Contoh 2. F2 = 1. 5%.400 Cara langsung.200. 2.000 pada tahun ke 10. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.

000. Contoh 2. 8 %.000.10 : Suatu investasi Rp. 6) = 2.8509) + 1.000 A = P(A/P. 11 %.111 0. 50. P = 50.1400 50. 10) + P2 (P/F.12 − 0.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. 15) = 0.14682 i = 0.13907 Jadi i kira-kira 11.11) = 0.dengan suku bunga 7%/tahun. 8 %. 12 %.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 8 %.14862 − 0.000.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000 P3 = 1.000 P2 = 1.11 + 0.000 A = ( A / P.15) = = 0.000.000.000.681. 15) = 0.1589) + 1.5869) = 8.000.000. 8) + P3 (P/F.000.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F. 8.000..13907 (0.000. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000 (1. 15) Î 7.000.P1 = 2. 100. i %.13907 i = 12 % Î (A/P.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. n3 = 6. 7.- Contoh 2. profitability index (PI).500. A = 7.1400 − 0. i %.000. n2 = 8.000 (2.000.681.000 (1.1 %.500.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.

3 ½ %.538. P = 100.03392) = 255.000 (P/A.yang sama.612. n) = 100.690 Jadi harus didepositokan Rp. 5 1/2 .000.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 3 ½ %.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. 16 .000.009. 14. i %. 10) = 1.000 .009.000. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F. 255. jika suku bunga 11% / tahun. 8) = 7.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 85.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. 40) = 85.000.000 (A/P.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.388. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.538) = 7.000 (7.Rp.000.000.000 (0. mulai 1 Januari 2006.000 Contoh 2. 100.000 selama 5 tahun. 60) = 4.000 (A/F. 5 ½ .200 = Rp.538.538. 5 ½. 8) = 7.612. 1.

-. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .01) = 7.000. 7%.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.75.000. 7 %.000 5. 100.000 Sewa Rp.000 pada tahun ke 15.000. 14) + 100. 5.000 + 2. 80.75.000.000. 5.000 Rp.000 (P/A.000.260. Jika disewa ongkosnya Rp. i %. 8%. 14) + 100.000. harganya Rp. Jika dibeli.000.000.000 (P/A.75.69% 4. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000 5.000 (P/F.965.965.000 + 5. 5.000 5.000 Grafik beli sewa : 75. 15)= -2.260.965.000.000.000.000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 (P/A.000. 15) = 4. 80.000 − 0 (0. 8%.000. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000.000. i %.000. 100.000 tiap awal tahun.000 i = 7% + 4.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 + 5.000 5.000.000 + 5.000 (P/F.000 (P/F.000 Rp.000.000 17 .000. 14) + 100.Contoh 2.000 i = 8 % : .000 100.

000.000 250.7%.7%.000 (A/F.000 ( A / P.000 + 200.000 150.15) = 545.000.000 Rp. 50.400 i = 8% : −75. 200.000 ( A / F . Contoh 2.000 (3. 250.000.000 50.000 ( P /.5) − 50.000 (6.000 (6.75.000 250.000 ( A / P.000 Rp.397) = −13.01) = 7.000. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75. 595.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 + 95.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595. i %. 150.000 + 95.000 150. 0 = .000 ( A / F .000 (A/P.15)) + 5.862) = −9.000 P1 P11 = 250.000 50.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.400 i = 7% + 545. i %.000 + 95.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.650 i = 12% ______ 595.000 Rp.000. 15) + 5.000 Rp.000 100.8%.400 − 0 (0.000 ( P / G .791) − 50.000.67% 545.000.605) − 50.7%.000 100.15) + 5.000 − 250.000 Grafiknya : 595.000 200.600 18 .000.000 − 250.000 Rp.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000.000 (3.000 − 250. i %.15) = −263. 100.400 + 263.

650 − 0 = 10.000 (4.15%. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000.000. Modal awal Rp. 91.000 ( F /.10) + 40. 40. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.000. Menurut staf ahli investor tersebut.000.0456) + 400.600 + 9.000.000 ( A / G. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.3)(20.000.304) = 91. 5.Jadi i = 10% + 2% 9.000 20.000 (20. G = 40. 3.000 400.000 10 2 3 4 1 F = 20.304) + 40.- 0 Soal-soal : 1. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.15%. b.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. Modal awal Rp.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp. 500.000 (3. Penyelesaian : P = 20.000.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.650 Contoh 2.83% 13. A = 400.000.10) + ( F / A.000 untuk selama 8 tahun.000.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.15%.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.10)( F / A.10) = 20.000 F 480. 19 .781.000 440. 600.000 520.000 untuk selama 20 tahun.781. 20.

500. 10.000 dan menghasilkan penghematan Rp.200 . 50. 250.i = 10. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. Jawaban : a) Rp.31 %.000 4. 3. d) Rp.i majemuk = 109475. c).000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). 50. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.000. b). akan ekuivalen dengan barapa sekarang. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.000 . Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. 20 .480 .000 dan harus dikembalikan Rp. c).88 %.Rp.000 Jawaban : a). Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. a). Hitung : a).000. c).i = 25 %. (besar angsuran sama). Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). 50. pinjaman sebesar Rp. 4. 1. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. 770.143. 6. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000.000 dalam 1 minggu. Jawaban : a).6 %) 2.i nominal = 1300%. 1.c). i = 6. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.000 pada 12 tahun mendatang. c). 15.000.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ).000. b). jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. d). b).100. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. Investasi sebesar Rp.c. suku bunga bank tersebut b). uang sejumlah Rp.000. b) Rp. 753.i = 15. Uang sejumlah Rp. 40.000.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. 8.44 %.

1995.Au. Second Edition. Ekonomi Teknik. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. New Jersey. b) Rp. Surabaya 21 .b). jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun.480. Pujawan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1992. N. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. Prentice Hall International Inc. Daftar Pustaka: Au. Jawaban : a) Rp. Edisi Pertama.Inc. New York.N. Penerbit Guna Widya.460 . 34.. Barish. Mc Graw Hill Book Co. 2004.N. 9. Tung and Thomas P.

Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. 3. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. 10. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Dalam ekonomi teknik. Berdasarkan kategori diatas. Dalam situasi tertentu.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. 2. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi.

200 200. n) dimana S = nilai akhir.5) = 5000 K (0.649.000.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.8%. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. 5.8%.5) − 600 K ( A / F .700 CR = 10.000.. 1. 1.000 K (0.000 + = Rp.3. 200.331.000 Alternatif B Rp. i %.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. i %. dan sebagainya. listrik. i %. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. pajak.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. n) − S ( A / F .149.000 Rp.8%.000 600.000 K ( A / P. Contoh 3.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .000 Rp.000 + = Rp.200 23 . i %.8%. 500.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. 10. 1.15) − 1000 K ( A / F . Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.700 500.000 Rp. Rp.000.131.000 K (0.1168) − 1. n) + Fi ………………………….2505) − 600 K (0.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.15) = 10. tentukan alternatif mana yang dipilih.

000 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 600.000 600. 24 .649.000 5.700 0 1 2 3 4 5 1.000.649. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.649.000.000.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.

000 + 600.000.12.000.500.000.000 .000.200. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000/tahun .500.000/tahun + 300. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).200.000/tahun . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 .Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.200.5.500.000.000 + 600.000 + 1.000 + 300.000 -10. 8.000 .000 + 400.000 akan menghasilkan Rp. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.5.000 + 600.000 -500.400. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.5.000 .000/tahun . dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000.700.000. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 -500.000/tahun + 300.000.200.000/tahun + 4.700. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000/tahun .000.000/tahun . maka sebagai periode adalah 260 tahun. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 . Eugene L Bab 20).000 . dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 .000 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 +300.000 + 8.000 + 300. 5.200. 25 .20.000 .000/tahun + 300.700.200.000 -500.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

400. 16 %.800. 9) + 1.000 (A/P.700.000 (P/F.000 1.000 29 .000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. 16 %. 16 %.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10. 4.000 8. 16 %. 16 %. 3.700.980.700.400.700.700.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.000 (A/P.700. 12) (A/P. 18) + 1.700.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10. 3.000 = Rp.000 8. 6) (A/P. 16 %.700.800.000 (P/F.400.000 1.000 (A/P.400. 6) + 1.000 1.400.400.000 Matematika 1. 18) + 8.400.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 1.000 = Rp.000 = Rp. 18) + 8. 16 %.044.400.980. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.

000.000 dan nilai akhir Rp.000. 18) + 1. tahun kedua sebesar Rp.000 = Rp.000 1. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 30 . 200.000. 16 %. 4.000. Harga unit X Rp. 250. 9. 2.EUAC (Z): 10.800.000 Rp.800.000 Rp.000.000 Rp.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 16 %. 9)) (A/P.000.000 1.000. 240. 65.000.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000.700.800.700.50.800 .000 dan nilai akhir Rp.000 Proposal I.700.000 (P/F. 65. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000 Rp.000 Proposal II Rp.000.000 tiap tahun. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. 125. 9. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000. 650. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000.000 + 10. tahun kedua Rp.000. 12.030.000 Soal-soal: 1.000.000 Rp. 175. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000.000 Rp.000. 3.044 .000 10. 16. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.00 .000.000.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. Dengan i = 20 % setelah pajak. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. 15. 665. Dua proposal diusulkan.000. 4. 7. 30.000. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. Harga unit Y Rp. 100.

Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. 1981. Grant Ireson. and Richard S. H.. Gant.Proposal II. Leland and Anthony T. 1985. W. Singapore. Principles of Engineering Economy. Mc Graw Hill Book Co. WJ. John Wiley and Sons. i = 9%. Fabriky. 31 . Thuesen. Thuesen. Leavenworth. Second Edition. Fifth Edition. 1982. Daftar Pustaka: Blank. Prentice Hall of India Private Limited.G. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Seventh Edition. Engineering Economy.. New Delhi. and GJ.. Singapore. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Eugene L..Inc. Engineering Economy.

dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. diperoleh: 32 .BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Untuk hal demikian. Seperti halnya dalam Bab 3. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam.

.000. 12) = Rp.000. Harga mesin Y adalah Rp.4.000 + 10.1: Harga mesin X adalah Rp.000.000. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000. 4) + 10.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.000 500. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000.000 10.000. 100.000 (P/A.000 (P/F. 10.000 pada tahun-tahun berikutnya. 8 %.000.8 %.000 dan bertambah Rp.000.521. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000 33 . CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000.000. 8) + 500. 20. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 10. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000 (P/F. 8 %. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 100.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 500. 26. Jika i = 8%.5.1 i Contoh 4.000.

Δ PW = = = 42.000. 253.648.000 3.2.2: Lihat kembali contoh 3.000 .784. 6%. 30)) + 20. 12) – 5. 21.157.000 (P/F. 6%.000.000 (P/F.000.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 60) + 80. 40)) + 4.000. 6%. 6 %. 8 %.000. 8 %.09 EUAC (II) = Rp.333 0.875. maka Capitalized Cost 22.000 PW (B) = 80.933.000 (P/G. 20) + (P/F.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.864.000 + 3.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .157.784. Contoh 4.000 (P/A.000 Dari contoh 3.09 0.000 = PW = 0.784. 26.000 100. 26.000 5.000.000.000 (P/G.000. Contoh 4.000.000 + 15. dikarenakan pembulatan.961.000 (1+(P/F.000.478. 6%.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.648.084.000 0. 60) = 203. diperoleh Capitalized Cost 26. jadi dipilih alternatif I.000.09 Ada perbedaan sedikit.000.000 (1+(P/F.Untuk mesin Y : 20. 6%.927.000 – 253.000. 6%.648. 22.084. 296.000 (P/A. Penyelesaian : PW (A) = 135. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 = PW = = Rp.09 Capitalized Cost = 296.000 = Rp.2. 6%.000 = 42.22.000 + 100. 12) = Rp. 40) + 3.000. 20) + (P/F.3: Lihat kembali contoh 3. 60) = 205. Penyelesaiannya : = Rp.

PW (1 mesin otomatis) = 90.000. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.3.000.000 + 12.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.500.000 (P/A.000. l2. 5) (P/A.000.20).8%.30. 8%. 36.000.000 (A/F.850.000 dan biaya pemeliharaan Rp. 10) + ( 3.000. harganya Rp 90. 8% 20) = Rp.000.647. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.000 tiap tahun.(6. 8%. 5) (8% 15) – 5.000. Jika mesin oto matis dipilih.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.000 / tah un.000 (P/F.6.000.8%. PW (2 mesin manual) = Rp 334. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.3. Harga sebuah mesin manual Rp.15) + 2.000.500.500.000.000.000. 20) + 6.000.000.000 + 13.000 tiap tahun. Gaji karyawan ditaksir Rp.000 + 27.000.000 (A/F.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .000.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000.000 + 30. Untuk mesin otomatis. 8%.000.000.000 + 2.000) (P/A.1. 8%.2. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000) (P/F.500.000 tiap tahun. nilai akhir Rp 2.500.000. umur teknis 10 tahun.000 (P/F. Rp. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000 + 1.000 (PA.500 .000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.pa j a k 8 % . 8%. 20) + Rp 3.438.500 . 329.Contoh 4. 8% 20) = Rp 167.000.876.000.850.000.

Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Haryono.000. Leland and Anthony T. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 36 . Ekonomi Teknik.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Singapore. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . W.65. apakah asrama seharga Rp 90.000. Fifth Edition. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. New Delhi.Soa1 – soal : 1.. WJ.000. H. Daftar Pustaka: Blank.000 pada tahun-tahun berikutnya. Thuesen. Gant.G.Inc.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.16.000. Eugene L.500. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.000. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.. 1981.000. Second Edition. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.800. 1985. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. 1990. John Wiley and Sons.000...000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. and Richard S.000. Leavenworth. Fabriky. Thuesen. Singapore. Engineering Economy. 1982. Surabaya. Principles of Engineering Economy. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).000. Engineering Economy.000.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.000.000. and GJ.000 pada tahun-tahun berikutnya. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Mc Graw Hill Book Co. Prentice Hall of India Private Limited. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Seventh Edition. Grant Ireson.000.

Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). 37 .BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Internal Rate of Return (IRR). Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. maka investasi tersebut dapat dilakukan.

000 (3.000 100.600 + 9.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 150.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 (6.000 + Rp 200.000 + Rp 250.000 (P/G.650 − 0 = 10.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 (3.83% 13.Contoh 5.000 + Rp 50.000 – 250.000 50.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 250. 1%. 1%.000 (6.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.397) = 13.00 – 250.000 + Rp 100.000 – 250.000 + Rp 150.682) = -9.000 200.650 38 .605) – 50.791) – 5.000 (P/A. 5) – 50.

000 2.000 Alternatif B .000 .400. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.000 2.15.200.000 6.000. dan Rp.800. Karena i = 13.000 6.800.000 6.9.9.400.3%.000 6.200. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.000 .000 2.200.000 . 300.9. 9.9.000 2.000 6.9. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 (A/P. 400.200.9. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.800. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 .000 2. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut. 15.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.200.200.000 .300.000 tiap tahun.400.200.800.000 2.400. Jika suku bunga i = 9% (MARR).400.000 .800.200.000. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.400. 1.200.000 6. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000.800.800.300.000 B–A .000 6. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.15.400.400.000 2.9.000 (P/A.400.000 .Contoh 5.000 6. i%.200.800.000.000 NPW = 0 = -15. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000 . gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000.000 . 3.800. Rp.000 + 2.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 6.9.9.000.000 6.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.100.000 2.000. asuransi.800.400.000 2. 10) + 2.000 2. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.800.000. i%.1.000. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.000.800.000 tiap tahun.200.9.

8.000 NPW = 0 = .100.000 (A/P.100.000 (P/A.000 Rp. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. i% . hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 + 1. 10) + 3.000 + 1.000 = 15.300.3) = 0.000 Rp. Contoh 5. i%.000 Rp.7% 40 .000.000.000 300. bahwa EUAC (B) < EUAC (A). 800.800. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.1%.000 + 800.000 Jika i (MARR) adalah 5%. diperoleh i = 9. i% .Rp. 9%.000 .000 Rp.7% B : -2.800.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .200. 1. 800.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 = Rp. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 Rp.800.000 + 300.100.000 + 300.800.000 + 400.100.000 300.000 (P/A. 1.000. Karena 6. 2. 3) = 0. 800. diperoleh i = 8.000 (P/A.000.Rp.000 300. 9.000 Rp. 2.000 + 300. 1.737.100.

000. 25) + 50.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. Contoh 5. 25) Untuk i = 12% : .000 tiap tahun.250.000.000.000 Rp 24. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000 Rp 88.000.000. 12%.000 (P/F. 50.000.000+32.000.000 (P/A. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000.000.000.000 Rp 50. 13%.085. Untuk proyek X : 0 = .000 tiap tahun.250.000.000 Rp 100.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. 25).000. tentukan alternatif mana yang dipilih. i%.000 (P/A.000.000. 25) + 50.4 : Misal ada 2 proyek.000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000 (P/I'.000 + 32. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 (P/F.000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.100.000.000 25 tahun Rp 325. 25) = 3. yaitu proyek X dan Y.000.000 41 .000 Untuk i = 13 : .000.000.000. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.000 Rp 23. i%.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun..916. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 (P /A. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.250. = 13.000 Rp 32.000 Rp 50. 12%.000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000.000.000. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000 + 32.500.000 Rp 40. 13% 25)+50.

500. 2 5 0 .000 Rp 6.000 (P/A.Diperoleh i = 12 % + 3.000.000 − 1 1% = 12.000. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.325.000.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). 70.000 Rp 120. i%. i%.085.000 pada alternatif II.916. yaitu 3. 42 . Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 9.000 (P/F.4%.000. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.916. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. Contoh 5. 1 .000 + 36.000.23 % > 11 %. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000 Karena 12.000 20 tahun Rp 10. 25) + 50. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).23 % 3.000 + 13.000.000.000. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000. 0 0 0 tiap tahun.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 40 tahun Rp 20.

000 + 1.000 21 – 39 40 9.000 1. 40) + 40.000 (P/F.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. c.000 9.000 7.000.000 (P/A.000.50.000 9.120.000 + 10.000.000 NPW (II – I) = . b. 43 .000 1. Hitung rate of return t i a p . Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000/tahun - Alternatif II .000 + 20. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.t i a p a l t e r n a t i f . i%.000 (P/F.750. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama). Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. d.000 + 10.000 7.000 + 1.000.250.000.000.000 + 40.000.250. yaitu a.70.000.250.50.000.750. i%.000 + 10. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.250. 20) + 10.000 .000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .750.70.000 9.7.000.000/tahun II – I .000.000 + 1.750.000.000.750.000 - 7.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya. i%.000 .000.

tentukan alternatf mana yang harus dipilih.700 C Rp. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.e.000 Rp.000 + 100. Jika i% (MARR) 6%. 125. Untuk A : 0 = – 400.200 (P/A. 125. 100.efisien).000 Rp. i%.700 (P/A.900 C Rp. 5).000 + 46. i = 8.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. Penyelesaian.200 Keuntungan/tahun Rp.000 B Rp. 27.000 Rp. 200. i%.000 Rp.000 + 27.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.000 B Rp.3% B : 0 = – 100. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . i%. 400.200 D Rp.200 Keuntungan/tahun Rp.3% C : 0 = – 200.000 Rp. 5). 400. 500. i = 5% D : 0 = – 500. 400. 5). diperoleh hasil sebagai berikut. 27. Contoh 5. 5).000 + 125.200 (P/A. 500.700 44 . 100. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 46. i = 12. 100. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp.900 (P/A. i%.

100. 5).pilih alternatif D.300. 300. i%.100. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.300 (P/A. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. i%.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).200 (P/A.200 NPW (A – B) = 0 = . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.000 Keuntungan/tahun Rp. 9 % > 6 % maka .000 + 73. 73.000 Keuntungan/tahun Rp. 45 .9 % .000 + 21. Selanjutnya membandingkan A dengan D.300 NPW ( D-A ) = 0 = . Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. K a r e n a 6 . D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 21.

000.850. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 Rp 16.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 5 tahun 5.000 Rp 11.000.000.000 Rp 14.000 Alternatif II Rp 80.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000 Rp 10.000 Rp 11. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000.000 Rp 11.000.000 40 tahun Rp 2. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000.000 Rp 1.000 Rp 9.000 1.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 A Rp 40.000 4 tahun Rp 1.000.Soal-soal : 1.000.400.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000.000 Rp 16. 2. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000.000 Rp 16.

Fabriky.. Leland and Anthony T. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Singapore. and Richard S. Thuesen.G. Grant Ireson. Engineering Economy. Eugene L. 1982. Principles of Engineering Economy. Singapore. Leavenworth. Daftar Pustaka: Blank. H. New Delhi.Inc. maka tentukan mesin y ang dipilih. Engineering Economy. 1985.. Second Edition.. John Wiley and Sons. 47 . Gant. Prentice Hall of India Private Limited. Seventh Edition.. WJ. Mc Graw Hill Book Co. Fifth Edition. 1981. Thuesen. W.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . and GJ.

Contoh lain. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. sedangkan sebaliknya tidak. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. rumah sakit dan obat-obatan. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a.Tetapi 48 . mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah.

200( P / A. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. tetapi disini dihitung incremental B/C. Contoh 6.17 = 0. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.06 = C PWcos t 400.000 49 .000 27. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.5) 100.6%. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.900( P / A. 6.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.000 B : B/C C : B/C = = = 1.5) = = 1. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.6%.700( P / A. Untuk 3 alternatif atau lebih. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. : Lihat kembali contoh 5.6%. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.97 46. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. dokter. yaitu diperlukan analisis incremental . dokter.1. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.5) 200.

900 D Rp.000 Rp.000 72. 0 2 100. 125.700 A Rp.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.02 100.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 125.300( P / A. 500. 500. 21. 400.D : B/C = 125. 50 .000 Rp.300( P / A.5) = 1. 100.05 Untuk alternatif C karena. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. 100.6%. 400. 27.000 = 1.000 Rp. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 Rp.6%.000 Rp.200 Incremental D–A Rp. Selanjutnya. 100.5) 200.000 Rp.200( P / A.6%.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 100.5) = 1.900 D Rp.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.

Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.1.kecilnya banjir yang timbul).000 tiap tahun.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. 0 0 0 .000. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.000.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .10.000. sebab data yang tersedia dalam tahunan. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. 51 .000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000.2.Contoh 6. 0 0 0 . sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.900. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000.000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.55. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).300. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Seperti halnya dalan contoh 6.000.000.000 tiap tahun. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.

000.000 (A/P.R.T P ) C (S . B (S .000 375.71 219.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S . pengembangan.000 = 1.000.000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. 50) + 40. pengendalian polusi dan sebagainya. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000.000 . biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.50) + 35.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000. nilai akhir.000 (A/P.000.000. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. 6%.000 C(D & R– S) = 5300. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 2900. Contoh 6.000 + 10.000.000.105.000 = 0.000 .000 (A/P.000) = 12.000 .000. Cost disini mungkin biaya riset. 6%.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.50 + 35.000 = 157.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000.000) – (28. Misalnya. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000. 6%.000 = 375.000 = 2900.000.000 = 219. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000.000.08 157.000 B/C = 12. dalam pengembangan sistem senjata.TP ) B/C = = 480.000 – 55.000.000.000 Karena B/C – 0.

000 (P/A.000 Dari hasil perhitungan di atas.000 PW (B) PW (G) = 160.000% B 160.000 ( P/A .15) = 256.723.732.000. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 25.000 12.000 + 25.000 (P/F.000.000.000.000.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima. tetapi life cycle costnya lebih kecil. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000. 15) = 264.000+ 12.000 15. 99%.000 75% C 190.000.000.200.000.000 15. 25.9% 10) 15.9%.000. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. 15 ) = 272.161.000 12.tersebut.000.000 9.000 190. Dengan menggunakan MARR 9%. 9%. Penyelesaian : Untuk memudahkan. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 + 9.000 160.000.000 9. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000.000 = 190.000. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000 75.000. 5) + (P/F.000 (P/A. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp. 9%. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.200.000.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.200.000.

Jika life-cycle cost dua alternatif sama. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.38.03. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Soal – soal : 1. (rubber yard sticks). untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas.000. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Demikian sebaliknya.429. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. PW (C B) = 7. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 .B) = 15 % Dari hasil tersebut.08 dan 1. Misalnya dalam contoh 6. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.3 tersebut. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Dalam contoh 6. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya.2 . Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . .000. Dari perhitungan. maka masalahnya sederhana. tetapi dalam beberapa hal berlainan.20 % maka penawaran C yang dipilih. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. 60% dengan 72 % dan sebagainya.429 efisiensi (C .dengan nilai sejumlah uang tertentu.

hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000 dan naik Rp 12.000.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000 tiap tahun.000. 50.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.880. Untuk lokasi M.300. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000. 3. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.400.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000 tiap tahun.000. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.600.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. Dari soal 1. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Gunakan MARR 8 %. 3. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. diperlukan biaya awal Rp. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000.000 dan Rp 90.000. 4.000.000.000.000 dan untuk lokasi N. 2. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000 dan Rp 660.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000.000 dan bertambah Rp 20. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000 tiap tahun. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000 dan naik Rp 5.000.

Surabaya 56 . Ekonomi Teknik. Pujawan. Penerbit Guna Widya. R. Edisi Pertama.N.N.Inc. Daftar Pustaka: Barish. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 1995.000.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000. New York. D .. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . 2004. Mc Graw Hill Book Co. N. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.

Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). biaya minimal. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Karena itu f1 (x) = f2(x). biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. cost point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. 57 . Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II.

10) = 399. 10%.000 – 200. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 (A/P. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. 174.000.Contoh 7.4) + 200. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.10%.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .000) (A/P.000 (0.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. 120. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.400. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. 550.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.400.000.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Gunakan i (MARR)10 % tahun. 4) = Rp.

Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.37) = Rp. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.000 + 120.HBt = 399. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 59 . Gambar 7.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 − (399.000 + 120.000 + 100 (0. 292.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Maka TCB = CRB + Ht.t = jumlah jam operasi tiap tahun.84) – 174 – 100 (1.

000a + 6. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.000 Rp 2. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.500. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.500.01) (0.000 = 3. 20) + 29. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.600.000 Rp 5.000a + 4.000a (0. Contoh 7. 8%.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000a (0.000 3.000 = 2.000 Rp 1. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.400.558.250.08) + 6. 8%.934.000 TC (kayu) = 35. Dalam contoh sebelumnya. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).032) ( 0. 60 . 8%.000 - Baja 29.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 Rp 1. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000 = 2.000.000a (0. steel (baja) dan frame (kayu).000.000 Rp 3.440a + 8.99) (A/P.000 a (A/P.250.000.500.968) (A/P. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000.08) + 4.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.250.000 Rp Rp 5.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun. 20) + 8.000 = 29.000a (0. 20) + 35.

Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000 beton 20. yang ekonomis adalah konstruksi beton. adalah membangun dengan konstruksi baja.000. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.000.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .Biaya kayu baja 25.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. A. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000 15. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.

Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. biaya instalasi Rp 160.001 1435 ohm.40)(12)( A)(555) 539.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.0011435 258. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.940 62 . umur teknis ditaksir 20 tahun.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.6) A (A/P. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. dan pemeliharaan diabaikan. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. pajak insurance. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. biaya investasi akan bertambah juga. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.000 + (600 – 500) (539. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.06) = 20.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik.6) A (0. 6%.890 A + 13. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. 20) + 500 (539.

52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.760 162. 090 Biaya Investasi 129. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.490 =0 A 258.720 129.120 185.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.750 43. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .280 64.890 A + = 20.370 3 76.490 = 3.160 170.52 inci2 20.610 86.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.500 118.390 139.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).400 TC 185.490 + 13.140 182.890 – 258.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.940 A 258.680 51.510 4 5 6 97.090 162.

000 6.000. tiga atau empat evaporator. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 3. dibandingkan menyewa? 64 . dan biaya pemeliharaan Rp.000 3. 3. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .000 860.000 1. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.610.000. 7. 4. 50. 5.000 4. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.560.000 tiap hari. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.680.960. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.960. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 tiap hari.000 5. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.190.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. maka berapa hari tiap tahun.000. 130.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 tiap tahun secara kontrak. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 6.030. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000 8.30. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. dua.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.000.850.000 3.350.240.000 2.000. Soal – soal 1.710.220.

4. Pujawan.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. Surabaya.000.000. Harga mes in diesel Rp.. untuk buldozer yang ia beli.300. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 2. New York.000.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit.000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. biaya pengoperasian Rp. 3.Inc.000. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. 1995. Daftar Pustaka: Barish. dan memerlukan biaya Rp.800.000 tiap tahun. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. 315. 150. 200.000.000 tiap tahun. biaya pemeliharaan R p . Surabaya 65 . 0.aya buruh Rp. Bi. diesel atau gas hidrokarbon.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 3. Penerbit Guna Widya. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . dan mesin gas ekonomis. 150.2. 3.000 tiap tahun.000 tiap tahun. 300. 2. Harga mesin ga s olin Rp. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. Edisi Pertama. N. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mc Graw Hill Book Co. 240. biay a pemelihaan Rp. 2004. Ekonomi Teknik. mesin diesel ekonomis. dan memerlukan biaya Rp 2. sehingga dapat diabaikan.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Ekonomi Teknik. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Haryono.N. 1990. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.500.N.

Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ).sederhana sebagai beriku t : 66 . Yang pertama. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. yaitu: 1. 2.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi.

000. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . ada 3 komponen utama yang digunakan.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. umur teknis (n) .Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000 = Rp. upah kar yawan. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.500.000 tiap tahun. 2.000. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 untuk menunjang proses produksinya.500 2. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. 15. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 7.000.000 sebagai penghapusan modal.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. Dengan menggunakan mesin tersebut. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 8.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . 2.500.000.000.000 tiap komponen. 5.000.5. 5. dan depreciation accounting (SOYD). y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000 tiap tahun. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. 2. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. pemeliharaan. 4. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. 67 Sum of Years digits . Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 2. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. Untuk menghitung depresiasi. dan nilai akhir (S).

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

n) (F/P.580 2.600 1. i. i. n) (F/A.015. i%.000.. i. n) + i (P-S) (A/F.000 1.000 SOYD 4. 10.490 999.000.015.390 1. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.000.000 6% sinking fund Straight line 8.711. i%.000 6.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.940 1.060 3.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.901.400 6.000. 10.1.403.000 71 .t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. i.000.596. 8. t-1) …………………………. 8. t) ……………………….000 4.000.917.8. Nilai buku asset Rp.7. i .793.000. BVt = P-(P-F) (A/F..000 Declining balance 2. n) (F/A.670 8.692.

Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.900.3 %.900. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. g. Dt = P − S 36.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. e. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %.000 = = 4.500.000 + 8. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Penyelesainnya : a. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). Sebelum pajak NPW = 0 = .000. 8. 36.36.000 (P/A.Contoh : 8.000. d.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. i. i %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. b.000.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. f.000 n 8 72 . c. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. h. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. b.

000.738 .000 6.738 .000 2112.000.400.500.900.000 6. D7 = 2.000.000 4.000 4. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 4.000.400.000 + 8.738 .000 4.000.738 .900.500.2 %.400.900. i %.000.000 6.900. D4 = 5.400.000 4.900.000 2112.000 4. D8 = 1.778.500.000.000 6.500.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000 + 8.738 .000 NPW = 0 = .400.000 4.000 2112.000.000 4.900.000 + 8.500.500.000 + 8. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 (P/A.000 + 8.000 D2 = 7.000 4.36.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 + 8.400.900.000.000.000 6.000.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36. 73 .000.000 2112.000 4.000 4.000 4.000 + 6.738 .000.900.000 2112.000 4.000 2112.000.000 4. D6 = 3. Dt = (P-S) D1 = 36.000.000 4.500.738 .000 6.000 4.500.000 2112.000.000 2112.400. D3 = 6.738 .400.000.000 + 8.000 + 8.000 6. D5 = 4.000 8(8 + 1) c).000 6.000.000.

000 8.000.2 % 74 .000 6.000.468.792.000 5.48 C) (E = A + D) - 8.000.000 7.000 5.392.000 3.000 1.000 + 8.000 8.900.000 912.000 2.000 2.508.900.000 7.000 3.068.900.000 5.000 4.000.000 7.000 (P/G.000 8.000 6.000.900. i %.988.000 NPW = 0 = .000 6.000 3. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000.000 36.000.312.588.900.900.000 - - 900.000 (B) (C = A + B) (D = -0.548.000 8.900.000.000 6.000 8.000 3.000 + 8.000.028.000 (P/A.000 7.000.000 2.900.000 1.000 4.872.108.000.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 5.000 1.000 7.900.900.000 1.900.36.000 - - 432.000 8.000 2. i %.900.832.000 8.900.468.900.382. 8) – 480.

905.000 .000.000 6.2.905. 6.000.000 6.0.187. D1 = dr BV0 = 0.000 2.000.000.000.848.500 BV3 = 36.995.000 6.1.103.000.000.900.750.25 BV3 = 3. 8) + CFt – 5.25 (27.000 6.000 2.900.948.000 2150.052.900.000 .797.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 7.000 + 5.000) (P/F.000.848.052.000 48.995.250.000 8.25)2 = 20.2.842.d).797.052.500 5.2.451.750.25)3 = 15.900.449.25) = 27.052.625.36.000. untuk t = 5. dr = 2 = 0.000.000 (P/A.000.000 2.900.000 8.837.1.390.000 d3 = 0.848.000 8.000.848.2. 7.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.1 % 75 .25 BV2 = 50.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 .000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 8. yaitu : Dt = (11.500 − 0) = 2.000 6.000 8.000 5.905.000 5.25)4 = 11.000 8.032.000 6.000 .000 BV4 = 36.000 8. 8.000 8.000 .000 9.995.36.000 - B C D E .000 5.25 (36. BV0 = 36. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000.055.000.900. D2 = dr BV1 = 0.995.000 2. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 8.390.000 5.000 (1. i %.900.905.000 5.000) = 9.848.500 3. i %.000 NPW = 0 = .000.2.995.000 (1-0.868.000 (1-0.900.995.000 .500 D4 = 0.000 (1-0.062.000 7.000 .000 .000 3.000 -100.000) = 6.

720.000.000 E 32. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 B C D 3.000 4.000 432.628. Tahun 0 1 2 3 A .900.508.900.068.e).000.000 .000 B C D 17.000 ITC = 10 % (36.000) = 3.600.000 4.900.000 4.000 8.392.000 7.272.000 8.000 .000.900.000 3.000 8.900.000.000 2.4.108.628.900.000 8.000 76 .988. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 2. n) – 480.000.000 4.468.028. f).000 8.000.000 3.312.000 8.000 7.4.32.4.628.000 7.900.900.000 5.900.000 + 8.000.000 0 0 0 8.900.832.000 1.280.000.000.000 8.36.900.000 8.000 6.000 NPW = 0 = .000 E .468.000 3.900.000 3.6 %.000 (P/A.900.000 4.548.000.000 8. i %.900.000 1.000 5.352.900. i %.900.000 6.000 8.272.000 6.000.900.900.000 900.000 8.18.000.000 912.000 2.900.000 1.000 8.000 .000 2.000 7.588.600.000 7.000 8.000 8.000 5.272.827.000 1.000 (P/G.000 8.000 5.000 6.900.798.900.000.36.

000 8.628.470.900.000.500.4.000 4.000 .000 8.084.272.000 .000 8.280.900.650.000 8.000.200.0.900.000 .272.272.220.000 4.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.700.000) = 17.000 .900.900.272.272.340.000 1.15 (36.000 -7.21 (36.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .628.48 (-36.000 4.900.680.000 8.4.200.4.4.900.000 7.272.000 4. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.720.340.4 5 6 7 8 8.000 .000 NPW = 0 = .000.920.628.000 -7.000 8.643.560.000 8.000) = 5.1.400.000 4.000 8.000 8.000 0 0 0 3.000 8.000 Keempat = 0.000 E .000 E .400.000 8.000 8.900.000 1.32.900.272.900.600.000 8. i %.628.340.000 -5.643.000 4.272.000) = 7.900.21 (36.000 8.560.000) = 7.600.560.000.000 8.000 .628.000.3 %.000 1.000 8.4.000 -7.272.000 8.700.000 Kedua = 0.900.900.000 -7.4.7 % h).000 8.000) = 7.000 .000 8.000 B C D 3.900.628.000 B C D 3.000 4.628.272.628.000 (P/A.816.21 (36. g).000 -7.000 .000 Kelima = 0.430.084.000 .000 Ketiga = 0.650.900.900.000 8.400.920.816.000 1.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.643.36. Tahun 0 1 2 A .000 8.000 .000 .000 .000 8.900.000) = 7.000 .650.000 77 .000 980.000 4.272.000 1.000 0 0 0 0 0 8.900.000 8.000 8.22 (36.000.18.900.4.000.32.000 .628.000 -7.900.000 + 4.900.000.36.000 8.4.000 Besar pajak investasi = .400.900.900.000 .

000 .000 .000 Tahun kelima = 8 % (36.000 8.000 4.000 4.272.400.900.000 -2.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 .628.000 8.000 8.000.000 8.900.900.000.125.140.000 0 0 0 1.628. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000.000 1.9 %.000 4.000 6.000) = 2.900.000) = 7.700.8. Contoh 8.000 .200.000 1.000 4.272.010.4.816.000 8.000 3.000 .000 8.000 .272.272.000.4.000 8.000 8.200.158.900.640.000 260.000 .000) = 11.000 .000.000.200.900.890.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .. 30.620.000 8.000 -7.4.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.628.900. apendik) adalah 20 % (36.000 8.000 8.000 10.000 8.000 .000 E .600.880.000 .272.5.393.900.020.084.000 8.200.628.200.084.900.900.084.000 8.1.000 -11.2.000 4. 78 .000 6.900.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.816.900.816.000.000 Tahun kedua = 32 % (36.2.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000.000 8.760.000 4.000 .000 7.000.000.4.816. 180.36.000.000 8.084. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000 .520.760.700.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 .000.900.880.700.000 0 0 0 1.900.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 -7.000 -7.6 %.000 .000 1.000 8.000 8.000.3 4 5 6 7 8 8.000 8.000 . 36.900.628.000) = 5.000 8.000 8. i).000 B C D 3.700.000 .775.900.520.32.200.000 -7.640.900.4.258.000 8.628.272.900.900.507.000) = 8.4.000 8.000) = 7.

000.000 − 0 = 45.000 -15. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). i %.000.000. c). 10) + 30.180.000 (P/A. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 .000. 79 .000.000.920. sebelum pajak pendapatan.000.000.000.000.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 B C D E -180.000 180.000 (P/F.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16. i %.000 . 8.000.000.000.000. 30.000 + 36.000 25.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.000.920.000 = 15.000.000.000 21.000 10 A -180.000K.180.000 . Dt = 180.000 -10. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.9 %.000 4 P−S (180. i %.000 36.000 30. NPW = 0 = .000.000 − 30.000 + 25.000.48 (30.000. Penyelesaian : a). setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. c).000 − 30. i %.000 – 0) = 14. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.080. 10) + 30.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000 P−S ) t = 180.400. b).10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 30.000 (P/A. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).2 % b).Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000. NPW = 0 = .000 (P/F.000.000.000 − 0) ) t = 180.

000 8.000 = 15.10.000.000 − 30.000) = 10.000 (P/F.000 -45.600.000 30.180.000.000.000.320. Dt = 180. i %. 4) + 18. i %. i %.000 (P/F.250.5 %.560. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 .000.560.000.000 B C D E -180.000 + 40.750.000 .000.000 (P/A.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 (P/A.000. i %.000 15.000 36.6% d).000 10 BV = 180.750. i %.000 21.000 18.000 – 30.10 10 A -180.48 (22.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000 + 25.000.10 = 30.000 .560.000. 6) (P/F.000.22.000 (P/A.000.080 .000.000.000 10 (180.000.000 -14.000 25.180.000 0 36. 4) + 15. 8.000 36.000 18.920.000 NPW = 0 = . Contoh 8.000) .400.000.320. 10) + 18.000 .000 .000 K - Nilai akhir = Rp.000 4.000 36.15.000.000 B C D E .600.000.000 .22.180.180.000 = .000 NPW = 0 = .000 .000 40.560 .9.000.Tahun 0 1 – 10 5 .7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 . 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000.000 -17.000 .920.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.320.000.000.000 − 30.000.000 10. i %.000 .

000.000 117.000.000 D 500.000 24.200.000 20.200.000 45.800 . Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 27.500.000 C 350. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 22.000.000 32.000 + 17. i %.000.000 (P/A.900 . Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .100.000.000 50.300.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 -20.700 .000 B 250.000 33.100 .500 .400 .000 60.7.200.000 17.300 .000 -16.000 34.000 D -500.000 -10.000 .0.200 .5 % 81 .400.000.000 .600.000 .25.000 101.000 -10.000 C -350.000 40.000 14.000.600.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.800.000 65.000.800.000 + 22. i %. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line. Berdasarkan data di atas.600. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 .000 52.800 .000 -21.000 51.Biaya peralatan investasi A 200. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 .500.000 -17. 32.000 20.400.000 .700.200.000 24.000.400.800.100.000 (P/A. 20) i = 6.200 .500 .400.000 51.000 . 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 NPW (A) = 0 = .000 65.400.000 B -250.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.

terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. 20).000.000 11. i %.300.000.000 NPW (C – B) = 0 = .000 45.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.900.900. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000 (P/A.700.300.C dan D seperti sebelumnya.NPW (C) = 0 = -350.000.000 + 34. karena itu dipilih alternatif C.000 C-B -100. i %.000 34.700.000 D -500.000 (P/A.000 + 10.000 34.5 % Dari hasil perhitungan tersebut. .9 % < 6 %.000.5 % NPW (D) = 0 = -500. Diperoleh i= 3. Soal-soal: 82 .000.000 (P/A.000.000 22.200. 20). Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. i %. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.600.dan sebagainya.100. 20) i = 7. i %. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000 (P/A.200. sehingga dipilih alternatif C.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000 C -350.Pemasaran (marketing) .300.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000 C-D -150.000 10.000.Safety (keselamatan) .000 + 11. 20) i = 6. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000.000.000 + 45.

17. Metode depresiasi double declining balance. Untuk tujuan pepajakan.1. c.000 pada tahun pertama. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. 9. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Rp. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 pada tahun pertama. 78. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.25. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.300. Metode depresiasi straight line.000. 3. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. b. 2. Rp.000. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000. 3. d. 20.000. a. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.000. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Dengan menggunakan metode “average book”. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). 3. 16. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. b. d.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Dengan 83 .000. c.50. Harga notebook tersebut Rp.000.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Pada tahun 2003.4.000. jika digunakan : a. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000 pada tahun kedua naik Rp. 12.000. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Metode depresiasi SOYD.000 untuk selama 2 tahun.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. hitung rate of return tiap peralatan. memberikan pendekatan yang cukup baik.000.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.

Daftar Pustaka: Blank. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. and GJ.. Fifth Edition. Fabriky. Prentice Hall of India Private Limited. 1990.. W. Principles of Engineering Economy.. Haryono. Ekonomi Teknik. Engineering Economy. 1985. Eugene L. Gant. Mc Graw Hill Book Co.Inc. 1982. Thuesen. 1981. WJ.G. Grant Ireson. H.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Thuesen. New Delhi. and Richard S. Singapore. 84 . Surabaya. Leland and Anthony T. Leavenworth. Seventh Edition.. John Wiley and Sons. Second Edition. Engineering Economy. Singapore.

Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.87 %. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. 10. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).A. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa.000. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.S. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Contoh 9.

100 147.000 = Rp. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan. 7.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 10.400 116.200 100.000 371.000 500.500 97.200 109.000 288.000 500.500.000 500.000 468.000 238.000 272.000 492.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 500. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 500.000 500.500 181.000 500.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.300 121.000 349. 86 .900 ) Rp.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 314.000 256.338. pada kolom 4.000 500.700 161.500.300 125.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 425. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000.000 399. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.200 170.900 94.000 500.500 195.000 104. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.300 133.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp. 500.000 500.000 500.000 383. Setelah 116.000.000 478.000 446.000 500.000 pada tahun 1995.000.000 500. 399.000 500.

35.000.tahun kedua diberi indeks 105. 1. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.500.000. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. i%.000. Pertanyaan: a. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000.35.000. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.500.000 x 5 x 100/150 = Rp.330 b. 40. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.000.000. Rp. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. 133. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. 10) + 133. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.35.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. 87 .000000. Contoh 9.000 – 1.333.85% c.000 (P/A . Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.333. Pertanyaan : a. yaitu obligasi yang berharga Rp.330 (P/F . Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. NPW = 0 = .40.Contoh 9.000 tiap Ha. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. i% . Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000. 70.

tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 d.b.869.433.500. Berdasarkan tabel c).166.362. NPW = 0 = .93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35. i %.807.500.500.000 6.000 -1. e. i %.000 +∑ ( P / F . n) n =1 10 88 .666.000 6.000 -1.000 5.833. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 -1.000 + 3. n) 150 n = 1 1 + 0.600.000 5.000 -1.000 -1.000 -81. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .330 - Obligasi 35.333.333.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6. d.500.148.000.862.000 -1.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 4.090.500.35.000 -1.369. c.000 -1.000 -1.500.000 + 4.000 + 70.000. i%.500.733.000.000 + 4. c. 10) x b. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 + 4.370.980.500.600 + 4.000 + 2.000 + 5.590.000 + 5.000 -1. Hitung rate of return dari a).000 5. 100 10 5.648.000.666.000 5.000 + 133.000 + 46. Penyelesaian : a.000.000 + 4.500.480.500.000 (P/F.000 6.000 5.500.

Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.8 %) d. 300. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. 5. 89 . 32. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.3 %) c.000.9%) c. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 1. a.300.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. 200.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. 74 %.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. Rp. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. 26. 20.74 %. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut.1%) b.000. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Selama 10 tahun tersebut.000.000 tiap tahun. 27. 110. 100.000.000 pada tahun pertama. Komisi penjualan sebesar Rp. Berdasarkan data diatas : a. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000. dan bertambah Rp.700.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.000 pada tahun kedua.000. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. 320. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000.000. b. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. 2.e. Soal-soal : 1. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.000. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.300.000 pada tahun-tahun berikutnya.

a. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.110.000.12)10 = Rp. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. Jika tanah tersebut dibeli.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. 25. 3. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.110. 3.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000) dikenai pajak sebesar 49%. Selain pajak pendapatan (income taxes). 346.100. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. 90 .000. b.000. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power). 3.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000 (1.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. 110. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. 3.000.000.461. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.110.000 (1. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000 tiap tahun.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. ada pajak kekayaan sebesar Rp.

2004. New York. Surabaya 91 . Edisi Pertama. Mc Graw Hill Book Co.Daftar Pustaka: Barish. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.. Haryono.N. N. Penerbit Guna Widya. Pujawan. Surabaya. Ekonomi Teknik.Inc.N. 1995. 1990. Ekonomi Teknik. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.

Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Untuk suatu variabel random x : a. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 .

Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) + (0.5) (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) = 0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang.5) = 0.5) (0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. (M1 B2). diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0. (B1 M2).25 93 . Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. bila Y kontinyu Contoh 10.b.5) = 0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.

15.25) – 1 = 0.5) + 12 (0. 80(0.2 : Dari contoh 10. 40.50) + Rp.-. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.5 Contoh 10. 100. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.50) + 22 (0. Contoh 10.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.Rp.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.25) = Rp..25) + Rp.50 0. 80.50) + 2 (0. expected annual equivalents. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.-. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.25 0. 100 (0.25) + 1 (0.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . 94 . atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya..1. 40 (0.

000) + (0. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 100.06)(15.000) + (0. 550.000.000.24 8/50 = 0.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0. 0 Rp.682.000.000 Rp. 12 %.000 95 . 330.000.000 (A/P.000 dan seterusnya. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.16 3/50 = 0. 210. 100. 150.000.000. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000 Rp.000. 200. 150.000.06 2/50 = 0.000.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000) + 0.000 Rp.02 Rp.02) (300.04 1/50 = 0.000.000 Rp.48 12/50 = 0.000.04 (200.000. 100.000.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 Rp. 0 Rp. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000. 400.16(100.000 Rp. 53. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000 Rp. 15) + 0. 450.000) = Rp.000. 300.000 Rp. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000 Rp.

12%.000 (A/P.000. yang dapat 96 .000.000 (A/P. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000 (A/P. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.04 (100. 80.02 (100. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 12%. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.000.000.000) + 0.000.000.480. 46.000) = 68.000) + 0.000. sedang atau jelek. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000.000) = Rp.828.000) + 0.02 (150. 12%. 15) + 0.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. b.069.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. Dalam dunia bisnis.04 (150. 12%.02 (200.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. 55.000 (A/P.000. 15) = Rp. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Contoh 10.000.000. 15) + 0. 15) + 0. c.04 (100.751.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000) = Rp. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.

000 (P/F. 12.000 pada akhir tahun ke–5.000 190.000.20%.000. 15.000.000.000 155. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 – 12.000.000.000.000.028.000 Rp.000.000 Rp.5) 145.000 15.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 120.000 + 15.60 0.000.25 0.000 100.60) Buruk (0.972.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 Rp.000.000 – 41. 190.000 (P/F.000 Rp.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000.000 108. 115.000 97 .25) Perluasan besar Sedang (0.028.000 .000. 100.000.5) 10.000.000.000 – 41.000 Perluasn besar Rp.000 10.60) Buruk (0. 10.5) = = = = = = 128.15 Tidak ada perluasan Rp.000.000 + 15.000.000 Rp.000 Rp. 140.000 – 41.000 + 15.60) Buruk (0.000.20%. 145.000 (P/F.000 – 12.000.24.000.000.15) Baik (0.25) Tak ada perluasan Sedang (0. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000.000.15) Baik (0.000.000 dengan nilai akhir Rp 15.15) 115.000 3.000.000.000 110. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000 Perluasan Kecil Rp.000.000 – 12. 10.000.000.20%.000. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.25) Perluasan kecil Sedang (0. 120.000 140.

000.000) + 0.60 (100. ……n. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.101.000) + 0.000 (υ(θ21)) 110.000(υ(θ22)) 110.000.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.25 (115.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000(υ(θ12)) 108.000.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000) = Rp. 2.60 (108.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000.000(υ(θ23)) -24.15 (24.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.25 (115.15 (10.000.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.15 (3.000) + 0.000) + 0.028.000.60 (110.000) = Rp.n.250.972. = probabilitas dari Sj.250. 90.028.000. Formulasi matriks contoh 10.000) + 0. ………….000 (υ(θ11)) 128. 97.028. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj. 2.000.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.028. I = 1.000.000.000.000(υ(θ13)) 3.000) + 0.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.972.1 98 .000) = Rp.000. contoh 10.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.25 (128. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).

000 ( 0. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.25 )+108.25 )+ 100.000.000.000K. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. 99 . 200.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.000 ( 0.028.000K tiap tahun.972. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. 150. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.028.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 = 155.000 ( 0. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.60 ) + 10.15 ) = 97.000 ( 0. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000 ( 0.7. 2. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.15 ) = 90.000 = 128.000 Soal-soal: 1. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.000 ( 0. 150.000K tiap tahun.60 ) + 24. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.25 )+110.60 ) + 3.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000K.000 ( 0.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.250. 100. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.028.000.000. pajak pendapatan 50%.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 ( 0.15 ) = 101.000 ( 0.000. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. 150. 350. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. Andaikan digunakan depresiasi straight line.250.

N. 1995. Berdasarkan data diatas.000 2000. Mc Graw Hill Book Co.000.000 25.000.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 80. Penerbit Guna Widya. New York. Ekonomi Teknik.2000.000 12.000 22. P(S2) = 0.000 3.Inc.000. Andaikan juga P(S1) = 0. Edisi Pertama. 2004. P(S3) = 0. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.200.000.000 8.000.5.000 S1 18.000 15.600.000 30..Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. Daftar Pustaka: Barish.2.500.000 S3 14.000.000 10.000. Pujawan.000. tanpa dikenai pajak. N.200. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 Modal Kerja 10. Surabaya 100 .600. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.N.3.

a.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Misal: biaya tanah. mengukur. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Ongkos penggunaan modal (capital) a. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. b. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Misal: biaya bahan baku.

dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.

103 . Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset.

lama operasi. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . ongkos tenaga kerja langsung. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. misalnya ongkos bahan baku. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. misal: volume produksi. dan sebagainya.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. banyaknya penjualan dan sebagainya. Jumlah semua pendapatan. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang dinyatakan variabel output.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .