P. 1
Bahan Ajar Ekotek

Bahan Ajar Ekotek

|Views: 8|Likes:
Published by Aadonk Muhammed
Ekonomi Teknik
Ekonomi Teknik

More info:

Published by: Aadonk Muhammed on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • BAB II
  • BAB III
  • BAB IV
  • BAB V
  • BAB VI
  • BAB VII
  • BAB VIII
  • BAB IX
  • BAB X

BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

1. 15. suku bunga tiap tahun r..: i = (1 + 0.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.03 atau Rp. 61. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).000.000.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. Contoh 1.061 atau Rp.000. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.000. 30. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.015)1 – 1 = 0. 4 . 6 bulan.000.015)4 – 1 = 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .: i = (1 + 0. 46.- Di samping kedua suku bunga tersebut. 9 bulan dan 1 tahun.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.015)2 – 1 = 0.046 atau Rp.015)3 – 1 = 0. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.015 atau Rp.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.000. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.: i = (1 + 0.

2.000 + 0.964.000 + 800 + 800 + 800 B . 5.10 (550.000 + 0.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .10 (500.000.000.Contoh 1. 1.100 + 1.000 tiga tahun mendatang.100 5 .000) = 550.000) = 665.09) = 1.100 + 1.309.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.000 sekarang berbeda dengan Rp. Contoh 1. nilai Rp.Rp.000) = 605.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.5 Ekuivalensi Dari pangalaman. Contoh 1.309. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1..000 e 3 (0.000. 500. 500.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500. 2.10 (605.000 550.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.500 pada tiga tahun mendatang.000 + 0.000 + 1. uang Rp. 1.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.Rp.000..000 605.000 500. 5.964.800. 665.000.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.

sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Surabaya 6 . N. Surabaya.1 % tiap hari b). 1995. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 12 % tiap bulan 2. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 1990. Pujawan. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Ekonomi Teknik.1 %/hari secara kontinyu. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Mc Graw Hill Book Co. 2004. 3..Investasi B lebih besar dari A.Inc. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Daftar Pustaka: Barish. 12 % tiap kuartal c). Ekonomi Teknik. Edisi Pertama. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Haryono. Soal-soal : 1. New York. 0. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. 0. Penerbit Guna Widya.N. 12 % tiap enam bulan b).

2...... i% . i% .. 7 ... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A..... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. 1. n).BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P . n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung... Pembayaran Tunggal.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. yang nilai-nilainya telah ditabelkan......1 (F/P ..

000. 1.000.000 (0. Contoh 2.000 (F/P. 1.791. 2.n) ………………………2.2 (P/F. 1.000.n = F (P/F.331.P = F (P/F.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.3310) = Rp.1 : P ekuivalen dengan F.10)3 = 1.000. 1.i %. 1.1.000. 10) = 1.000.i %. P = F (1 +i).000.- B.000(1.. n) = (1 + i).000 (1 + 0.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.Secara Grafis : P = 1..akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. 1. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000. i = 0.5584) = Rp. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.n disebut faktor jumlah sekarang. 10 %.000 0 1 2 3 n Gambar 2.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.10 F = 1.000 .000. 1. F = Rp.000.000 F = 1.1) Dari rumus 2.Contoh 2. 3) = 1. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.331. Pembayaran Seri Merata 1.000.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.000.791. uang Rp.000.1: Dengan bunga 10 % pertahun.331.791.000. 6 %.

.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….n) ………………………2. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ). diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.3 F(A/F.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.i %.i %.

Contoh 2.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. n) = 10. n = 40.000.1 dan 2. 1. 10 .000 . n) ………………………………2.000 (A/F.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.i %.000.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.000. 10.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. Pemyelesaian : F = Rp.240.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.4 (A/P..40) = 184. 1 ½ . 2.000.000 tiap 3 bulan. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. 6. i = 1½ % A = F(A/F.. i %. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.dengan uang muka Rp. 184.200.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.000. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan. 10. i %..000. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.

450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.0263) = Rp.240. i %.000 (0. 130.960.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.000 N = 48 bulan. Dari rumus 1.960.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. i = 1 % / bulan A = P (A/P. 179.000.4.000 (F/A.6 i (i + 1) (P/A. n) = 4.. i %.2. i %. i %.960. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. n) = 100. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. i %.dengan suku bunga 6% / tahun . n) i F = A (F/A. n = 7 .Penyelesaian: P = 6.2. agar tiap tahun dapat diambil Rp. 5) = Rp. 48 ) = 4.200.000 (A/P.450 3. n) ……………………. i %.000 = 4.200 (5. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. 100.200 P = A (P/A.582) = Rp. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.000. 100.200.000 – 1. 130. i %.700. Penyelesaian : i = 0. i %. Penyelesaian : A = Rp.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun..5 (F/A.06. 6 %. 563. n) ………………………………………. 6 %. 7) = 179.- 4.11 .3.179.000. 1. A = Rp.000 F = A(F/A. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.

+ (1+i)2 + (1+i) ..700....000.900.500..-. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .000.4.. pada tahun ketiga Rp. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.tiap tahun. pada tahun kedua Rp.000.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.000.000.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. demikian seterusnya naik Rp.000..-. 1. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. 1.1. gaji karyawan. 6. 200.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.C.-.200.. asuransi.

000 0 1 2 3 8 P = 155. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. i %. 1. Contoh 2. 1. (2).210) + 35. i %. n) (P/G. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G.000 (6. n) (P/A. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 155.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. n) = (A/G.-.657. i %. i %.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. dan naik tiap tahun Rp..842) = Rp.000.000 (P/A.- 13 . Penyelesaian: P 400.(1).000 (19. 35.untuk selama 7 tahun. 6 %. i %.200.657. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. 6 %.000 225. i %.155.000. 8) = 155.000 190. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. 8) + 35.000 (P/G. n) (A/G.200.

n3 = 15. F1 = 1. 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. 20) = 1. 5%. 15) = 1.200. sebab adanya pembulatan). 2.200.000 (0.700 P3 = F3 (P/F. agar dapat disediakan Rp.000.000.000 F3 = 1. F4 = 1. 14 .05 P1 = F1 (P/F.200.1. F2 = 1.3769) = 452. 1. 5) = 1. n4 = 20.000 pada tahun ke 5.000. 5 %.000 (0. Rp.300 ( perbedaan kecil timbul.000 .8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.200.18097) (12.Contoh 2.200.200.200.200. n2 = 10.000 1.200. 5 %. 5 %.400 Cara langsung. 5) (P/A.706.1.6139) = 736.000.000 pada tahun ke 10.200.000. 5 %.000 1. 2.000 (0.000. i = 0. 1.4810) = 572.000.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. 2. 2 tahun kemudian Rp.200.200.000 1.462) P = Rp.200 P2 = F2 (P/F.200.000 (0. 1.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.200. 10) = 1.200 P4 = F4 (P/F.500.706.000 pada tahun ke 15 dan Rp.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200. Rp. 20) = 1. dan 4 tahun kemudian Rp.7835) = 940.200.200. Contoh 2.000 (0. 5 %.

000 A = P(A/P. 8.- Contoh 2.14862 − 0.1589) + 1.13907 (0.000.dengan suku bunga 7%/tahun. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). Contoh 2.P1 = 2.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. profitability index (PI).500.13907 i = 12 % Î (A/P.1400 − 0. 10) + P2 (P/F.000.11) = 0.000.111 0.000.1400 50.000.11 + 0. i %. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F. n3 = 6.000 (1.14682 i = 0. 15) Î 7. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.000. 8 %.000.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P. 15) = 0. i %.681.15) = = 0.681..000. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .12 − 0.8509) + 1. 12 %.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000 P2 = 1.000. 15) = 0.000.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. 8 %. n2 = 8.000.000.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.5869) = 8. 8) + P3 (P/F.500.000 (1.1 %.000 P3 = 1. P = 50.000 (2.000 A = ( A / P. 100. 50. A = 7.000.13907 Jadi i kira-kira 11.10 : Suatu investasi Rp. 7.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. 6) = 2. 8 %.000. 11 %.

690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. 60) = 4.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. jika suku bunga 11% / tahun.000. 16 .000. 3 ½ %.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F. 8) = 7.000 (A/P. i %. 8) = 7.Rp. 14.009.388. P = 100. 10) = 1.000 (P/A.000 . 1. 100. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 (7.200 = Rp.000.000. mulai 1 Januari 2006.000 (0.000 (A/F.612.000. 5 1/2 . 5 ½.yang sama. 85.000 selama 5 tahun.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 255.538.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.538. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1. n) = 100. 40) = 85.009.690 Jadi harus didepositokan Rp.03392) = 255.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.000 Contoh 2.000.538. 5 ½ .538) = 7. 3 ½ %.612.

Jika dibeli. 14) + 100. 5.000. i %. 100.000 tiap awal tahun. 8%. harganya Rp.000 − 0 (0.000.000. Jika disewa ongkosnya Rp.000.000.000 i = 8 % : .000.000 (P/F. 80.000. 15)= -2.000.000 17 .Contoh 2. 14) + 100.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 Grafik beli sewa : 75. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 5. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .260. 8%.000 Rp.000 (P/F.000.000.75.000. i %. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .965.000 + 2.000.965.000 Sewa Rp.000 + 5. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000. 14) + 100.000.000 pada tahun ke 15.000 Rp.000.000.000 5.000 (P/A.260.75.965.000 + 5. 5.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000.75.01) = 7.-.000 5.000. 80.000 (P/F. 7%. 7 %.000 5. 15) = 4.000.000 (P/A. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.000 5.000.000 100.000 i = 7% + 4.000.69% 4.000 (P/A. 100.000.000 + 5.

000 ( A / F .400 i = 8% : −75.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 − 250.000 − 250.7%.000.000 (6.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0. i %. 150.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 (3.000 Rp.605) − 50.000 200.000 (A/F.75.400 + 263.000.000 Rp.000.000 + 95.5) − 50. 50.000 250.000.000 + 95. 250.000 100.000 ( P /.000 ( P / G .000 50.397) = −13.000.400 − 0 (0.000.01) = 7.000 150. 0 = .7%.000 + 200. 200.15) + 5.862) = −9.000 ( A / P.8%.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 P1 P11 = 250.000 150.000 250.400 i = 7% + 545.000.000 (3.791) − 50.000 + 95.650 i = 12% ______ 595.000 Grafiknya : 595. 15) + 5.000 (A/P. 100. i %. i %.15) = −263.000 Rp.000 − 250. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Rp.000 50.000 Rp.67% 545.15)) + 5.000.000 (6.15) = 545.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 100.000.000 ( A / F . 595. Contoh 2.000 ( A / P.7%.600 18 .

000 (20.000.781.000 untuk selama 20 tahun.000.000 20.000. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.781.000.000 10 2 3 4 1 F = 20. G = 40.000. 3. Penyelesaian : P = 20.000 untuk selama 8 tahun.304) + 40.15%.000 (3. 40.10) = 20.000 ( F /.000. b.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.10) + ( F / A.000 440. A = 400.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000 520. 19 .15%.000.Jadi i = 10% + 2% 9.15%. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.10)( F / A. 600. Modal awal Rp.3)(20.304) = 91.- 0 Soal-soal : 1.0456) + 400.000 ( A / G.000 (4. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000. 500.650 − 0 = 10.600 + 9.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.650 Contoh 2. 91. Menurut staf ahli investor tersebut.000 400. 20.83% 13.000 F 480. 5.10) + 40. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp. Modal awal Rp.

143. 3.000 dan menghasilkan penghematan Rp. 15. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. b). hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). 770. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. 753.c.000. 10. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.480 .000. c). Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.44 %.000.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). 50. Uang sejumlah Rp. c).000.100.i = 25 %.000 pada 12 tahun mendatang. Investasi sebesar Rp. 40.c).000 . b) Rp. d) Rp.i = 15. 20 . 250. b).000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 6.000.000.500. 8. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. 1.000 dalam 1 minggu. pinjaman sebesar Rp. a). d). i = 6.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. Jawaban : a). uang sejumlah Rp. b). 50. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.88 %.200 .Rp. 50.000 4.i = 10.000. c). suku bunga bank tersebut b).31 %.000 Jawaban : a). 4. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. (besar angsuran sama). 1.6 %) 2.i majemuk = 109475. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun.i nominal = 1300%. Jawaban : a) Rp. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. akan ekuivalen dengan barapa sekarang. Hitung : a).000 dan harus dikembalikan Rp. c).

N.480. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Daftar Pustaka: Au..Inc. 1995. Jawaban : a) Rp. 34. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 1992. Penerbit Guna Widya. b) Rp. Mc Graw Hill Book Co. New York.460 . Surabaya 21 .b).N. Prentice Hall International Inc. New Jersey. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. Ekonomi Teknik.N.Au. Tung and Thomas P. Barish. 9. 2004. Pujawan. Second Edition. Edisi Pertama.

Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Dalam situasi tertentu. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Berdasarkan kategori diatas. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. 3. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). 2. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1.000 K untuk perawatan mesin-mesin.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Dalam ekonomi teknik. 10.

pajak.000 K (0.331.000 Alternatif B Rp.8%.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.000 Rp. 5.8%.000 K ( A / P.149. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.000 Rp. Rp. 200.700 CR = 10. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%. Contoh 3.8%.131. dan sebagainya.1168) − 1.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .000.000 600. i %.2505) − 600 K (0. i %.000 + = Rp. listrik.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.15) − 1000 K ( A / F .. i %.000.15) = 10.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. 500. i %.000 Rp. n) − S ( A / F .Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.000 K (0. 1.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. 1.3. n) + Fi …………………………. n) dimana S = nilai akhir.5) − 600 K ( A / F .000 + = Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih. 10.5) = 5000 K (0. 1.200 23 .649.8%.200 200.000.700 500.

000. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.649.649.000.000.700 0 1 2 3 4 5 1. 24 .000 5.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000 5.000 600.000 600.649.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.

000. 25 .200.000 . Eugene L Bab 20).000 + 600.000.200.12.500. 5.000 .200.20.000/tahun + 4.000 .000 .700. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 .000.000 . dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 + 1.000 -500.000 + 600. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 + 400.5. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 + 300.000 + 600.000 .200.000.000.000 -500.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000.000/tahun + 300.000.5.000 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 + 300. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000 +300.5.000/tahun .200. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.700. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.200.000/tahun + 300. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.400.000/tahun . Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.500. 8.000/tahun .700.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000/tahun .000/tahun + 300. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000 -500.000.500.000 -10.000 + 8.000 akan menghasilkan Rp.000 .000/tahun .000.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 = Rp.000 8.400.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.700. 3.000 (A/P. 12) (A/P.800. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.980. 18) + 8. 16 %.000 (A/P. 9) + 1.000 1.700.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.000 (A/P.700.400.000 29 .400.980.000 1.000 = Rp.700. 16 %. 18) + 8.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.400. 18) + 1. 16 %.044.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 Matematika 1.000 8. 16 %.000 = Rp.000 (P/F.400.000 1.400. 6) + 1. 16 %.700. 16 %.800. 4. 16 %.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.700.000 1. 6) (A/P.700.400.000 (P/F. 3.700.

175.000. 18) + 1. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000. 16. tahun kedua Rp.000.800 . 650. 125.000.000 = Rp.000 10. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. 9.044 . 250.700. 9)) (A/P. 7.000 Soal-soal: 1.800. 30 .000. Harga unit Y Rp.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. Harga unit X Rp. 65. 100.000 1. 2.000.000 Proposal I.700. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. 665.000 Rp. 15.000 Rp.000. tahun kedua sebesar Rp.000.000 1.000.000 dan nilai akhir Rp.000.000.000 Rp. 12.000.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000. 9.000. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.EUAC (Z): 10. 16 %.50. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 4.000.700.030.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 4. 65.000 dan nilai akhir Rp.000.000 (P/F. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000. 3. 200.000 Rp.000 Rp.000 Proposal II Rp.800. Dengan i = 20 % setelah pajak.000.00 .000 tiap tahun.000 Rp. 16 %.000 + 10. 30.000. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. Dua proposal diusulkan. 240.800.000.

Mc Graw Hill Book Co. Gant. 31 . Daftar Pustaka: Blank. and GJ. Leland and Anthony T. Leavenworth.. Grant Ireson. i = 9%.G. Engineering Economy.. WJ. Singapore. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. 1985. John Wiley and Sons. Singapore. Principles of Engineering Economy. Fifth Edition.Proposal II. Thuesen.Inc. and Richard S. Second Edition. 1982. Engineering Economy. Thuesen. H. Eugene L. Seventh Edition. New Delhi. 1981. W. Fabriky.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Prentice Hall of India Private Limited..

Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. diperoleh: 32 . (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Untuk hal demikian. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Seperti halnya dalam Bab 3. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan.

pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.1: Harga mesin X adalah Rp.000 (P/F.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000 (P/F.000 + 10.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. Harga mesin Y adalah Rp. 26. 100. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000. 20.521.000. 8 %.000.000.000.4. 8) + 500. 10. 8 %.000 10.000 10.5.000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.1 i Contoh 4.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 500. Jika i = 8%. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ………………………………………. 100. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000 dan bertambah Rp.000 (P/A.000 33 . 500. 4) + 10.000..000.000.8 %.000.000. 12) = Rp.

6%. Penyelesaiannya : = Rp. 6%. maka Capitalized Cost 22.478.000.Untuk mesin Y : 20.875.000. dikarenakan pembulatan.000. Contoh 4.000.084. Contoh 4.09 EUAC (II) = Rp. diperoleh Capitalized Cost 26.22.000 100. 12) = Rp. 60) = 203. 6%.933. 20) + (P/F. 6 %.000 + 100.000 = PW = 0.000 Dari contoh 3.000.648.000 (P/F. 253.648.000 (1+(P/F. 6%.09 Capitalized Cost = 296.000 (P/A.09 0.000 (P/F.000.000 + 3. 22. 30)) + 20.000 5.000 3.157.2. 20) + (P/F.000 PW (B) = 80. 8 %.2.000. 60) = 205.961.3: Lihat kembali contoh 3.784.000.2: Lihat kembali contoh 3. 6%. 26. jadi dipilih alternatif I. 6%.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.927.09 Ada perbedaan sedikit.000 .000.000.000.000 (P/A. 26. 6%. 8 %.000 – 253.157.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 (1+(P/F.000 = PW = = Rp.000. 60) + 80.000 = Rp. Penyelesaian : PW (A) = 135. Δ PW = = = 42.000 = 42. 21. 296.000.084. 12) – 5.784.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.864.000 (P/G. 40)) + 4.784.000 + 15. 40) + 3.000 0.000.333 0.000 (P/G.648.

8%.000.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .000.000.30. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. Harga sebuah mesin manual Rp. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000.000) (P/A. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 + 1.000 tiap tahun.500 .000. l2.000 + 2.000 + 30.000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. Gaji karyawan ditaksir Rp.000. 20) + 6. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8. 8%.000.000 (P/F.647.000 (PA. 8%.000.500 .500.000.000 (P/A.000) (P/F. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000. 8%.000. 10) + ( 3.15) + 2.876.000 + 12.3.6. 329.000.000. 5) (8% 15) – 5.000 tiap tahun. 20) + Rp 3. 8%.000 (A/F.000.000. 8% 20) = Rp.000 (P/F.500. 8%. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000.500.000 + 27.500.000 dan biaya pemeliharaan Rp.850.pa j a k 8 % . umur teknis 10 tahun.20).438. Rp. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. Untuk mesin otomatis.000.000 (A/F.850.000.2.1.000.8%.000 + 13. 8% 20) = Rp 167. 5) (P/A.000. harganya Rp 90.000.500.000.000.000. nilai akhir Rp 2. Jika mesin oto matis dipilih. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. 36. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.(6.000 tiap tahun.3.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000 / tah un. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp. PW (2 mesin manual) = Rp 334.Contoh 4.

36 . W.000. WJ. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000.000..16. Seventh Edition.000.G.500.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. 1982.. Singapore.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.000. Fifth Edition. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. 1981. H.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Eugene L.800. Surabaya. Daftar Pustaka: Blank. Ekonomi Teknik. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Leland and Anthony T. Engineering Economy. Haryono. New Delhi.Soa1 – soal : 1. Fabriky.000. Singapore.000. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Thuesen.. 1985. Thuesen. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. 1990. Engineering Economy.000. and Richard S. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi)..65. Mc Graw Hill Book Co. Grant Ireson.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. apakah asrama seharga Rp 90. Gant.000. Leavenworth.000 pada tahun-tahun berikutnya. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.Inc. Prentice Hall of India Private Limited.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. John Wiley and Sons. Second Edition. Principles of Engineering Economy. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. and GJ. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10.000.

dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Internal Rate of Return (IRR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). 37 . jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.

682) = -9.650 − 0 = 10.000 50.000 + Rp 150.Contoh 5.000 + Rp 50.000 + Rp 100.000 – 250.000 + Rp 250.000 (3.000 + Rp 200.000 (6.000 – 250.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.650 38 .000 (6.000 100.600 + 9.000 (P/A.000 (3. 5) – 50.791) – 5.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.397) = 13.00 – 250.83% 13.000 150. 1%.000 (P/G.000 250.000 200. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595. 1%.605) – 50.

000 6.400.000 . 15.300.800.000.9.200.400.000.000 .000 2. Rp.9.000 6. 9.9. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000 B–A .000 6.000 tiap tahun.200. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.400.200.15.000 .000.9.800.000 2.200.200.9.800.300.000 6.000 . pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.000.400.000 6.000 2. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .1.000 2.000 .800.200.000 6.000 2.000 2.800. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.000 .400. asuransi.000 6.000 2.200. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 .000 6.000 Alternatif B .000 (P/A. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis. dan Rp.400. 1.400. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.15.000.000.9.9.Contoh 5.800.100. i%. 3.800. 300. 10) + 2.400.000. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.000 NPW = 0 = -15.400.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.800.800. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.800. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .400.000 6.000 6.000 2.000 .9.000. i%. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.9.000 2.200. 400.800.000 (A/P.200.000.800.9.000 . 10) Atau NAW = 0 = -15.3%. Karena i = 13.000 + 2.200.200.000 2.000.000 tiap tahun.

000 Rp.000 300.000 (A/P.000 + 1. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000 + 400.000.800.1%.000 + 300.3) = 0.7% 40 . 2.100.000 + 300.737.000 Rp. 800. 1.000.200.000 = 15.000 (P/A.000 (P/A.100.000 NPW = 0 = .300.000 Rp. i% .000. 9.000 (P/A.7% B : -2.000 + 300. 2. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 . hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 300.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B. 800.Rp. 1.800.100. 800.000 + 1.Rp.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 Rp.000 + 800. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).800.000 Rp. i%.000. 9%. 10) + 3. 3) = 0.000 Jika i (MARR) adalah 5%.100.000 = Rp.100.000 Rp. 8. Contoh 5. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 . diperoleh i = 9.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 1. diperoleh i = 8. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.800.000 300. i% . Karena 6.

000. 25) + 50.000. yaitu proyek X dan Y. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . i%.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000.000. 50. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88. 13% 25)+50.100.085.000 (P/F. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 41 .250.000.000.000. 12%.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 Rp 24.250. 13%.000 (P/A.000.000.000 + 32.916.000.000 + 32.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000. 25) Untuk i = 12% : . Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000.000.000.000 Rp 50.000.000. 25) = 3.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000. Contoh 5.000.000 25 tahun Rp 325.000 tiap tahun.000 Rp 32.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000 tiap tahun. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 (P /A.000 Untuk i = 13 : . Dengan investasi tersebut ditaksir Rp. i%.000.000+32.000 (P/I'.000 (P/F.000.4 : Misal ada 2 proyek.000..000.000.000.000 Rp 40. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 Rp 50.500. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000. 25) + 50.250.000. 12%.000. Untuk proyek X : 0 = .000 (P/A.000 Rp 100.000. = 13.000 Rp 88.000 Rp 23. 25).

000 (P/A.500.000 Rp 9.000. K a r e n a i t u dipilih proyek X. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). i%.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000.000 40 tahun Rp 20.000 + 13.000.000. 1 . yaitu 3.000. Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 120.000 (P/F.23 % 3. 42 .325. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya. 25) + 50.000. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.916.000.916.Diperoleh i = 12 % + 3. 0 0 0 tiap tahun.000.000 + 36.000 − 1 1% = 12.000 Rp 6.000 20 tahun Rp 10. i%.4%.000 pada alternatif II.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . Contoh 5. 2 5 0 . Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.23 % > 11 %.085.000 Karena 12.000. 70. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).

000 9.000 9.750.000.000 1.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).t i a p a l t e r n a t i f .000/tahun - Alternatif II . Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.000.50.000. 40) + 40. i%.000 (P/A. yaitu a.70.000 + 40.000 7.000 + 1.7. d.000 + 10.250. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.750.000 + 10.000 7.000.000 9. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000/tahun II – I . Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.250.250.70.750. Hitung rate of return t i a p .000 + 20.000 - 7. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.50.000 1. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.250. 43 .000 + 1.000.000 . dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000. i%.000 + 10.750. b.000.000 + 1. c.000.000.750.000 (P/F.120.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. 20) + 10.000.000.000. i%.000 NPW (II – I) = .000.000.000 .000 (P/F.000 21 – 39 40 9.

i = 8. 5). i%.000 B Rp. Untuk A : 0 = – 400.200 (P/A. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.700 (P/A.700 C Rp. 500.3% C : 0 = – 200. 100.000 + 125. 400. Penyelesaian. i%.efisien). 5).900 (P/A. 100.000 Rp.000 Rp. 500. Jika i% (MARR) 6%. 5).e. i%.000 Rp. 5). i = 12.900 C Rp.000 + 27.200 Keuntungan/tahun Rp. 46.200 (P/A.000 Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang .200 D Rp.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. diperoleh hasil sebagai berikut. Contoh 5. i = 5% D : 0 = – 500.000 + 100. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.3% B : 0 = – 100. 27. 400.200 Keuntungan/tahun Rp. i%.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. 200.000 Rp. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.000 B Rp. 400. 100.700 44 . 27. 125.000 + 46. 125. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh.

21.9 % .Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.000 + 73. 5). 73. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. Selanjutnya membandingkan A dengan D.000 Keuntungan/tahun Rp.100. 9 % > 6 % maka . 300. 100.300 (P/A. i%. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).300 NPW ( D-A ) = 0 = . K a r e n a 6 .pilih alternatif D.000 + 21.000 Keuntungan/tahun Rp.200 NPW (A – B) = 0 = . 45 .300. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).200 (P/A. i%.

000.000 Rp 1. 2.000.000 Rp 9.000.000 Rp 11.000 Rp 10.000.000 4 tahun Rp 1.000.000 Rp 14.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 40 tahun Rp 2.000.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Rp 16.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 A Rp 40. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.850.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000 Alternatif II Rp 80.000 Rp 11.000.Soal-soal : 1. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000 Rp 16.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 1.000.400.000 Rp 16.000.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Rp 11.000.000 5 tahun 5. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.

H.. Fifth Edition. New Delhi. Fabriky. John Wiley and Sons. Seventh Edition. 1981. Leavenworth. Singapore. Prentice Hall of India Private Limited. Singapore. Gant.. Principles of Engineering Economy. Leland and Anthony T. WJ. Grant Ireson. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. maka tentukan mesin y ang dipilih. Daftar Pustaka: Blank.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Second Edition. and GJ. 1982. 47 .Inc. W. Thuesen. Eugene L. Engineering Economy. Thuesen. 1985. Engineering Economy. and Richard S.. Mc Graw Hill Book Co..G.

Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. sedangkan sebaliknya tidak. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. rumah sakit dan obat-obatan. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas.Tetapi 48 . Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Contoh lain.

Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. yaitu diperlukan analisis incremental .000 27. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.97 46. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.000 49 .5) 200. Contoh 6. tetapi disini dihitung incremental B/C. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….200( P / A.06 = C PWcos t 400.17 = 0.6%. dokter. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.1.000 B : B/C C : B/C = = = 1. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.6%. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.700( P / A. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. Untuk 3 alternatif atau lebih.5) 100.900( P / A. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.6%. : Lihat kembali contoh 5. 6. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. dokter.5) = = 1.

50 .000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.300( P / A.6%. 0 2 100. 400. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 Rp. 100.5) = 1.6%.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 Rp.000 = 1.000 Rp.900 D Rp.D : B/C = 125.000 Rp.900 D Rp. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. Selanjutnya. 100.000 72.6%. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. 100.000 Rp. 500.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.200( P / A. 125. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 400. 27.05 Untuk alternatif C karena. 125.5) 200.700 A Rp.300( P / A. 21.200 Incremental D–A Rp. 100. 500.000 Rp.5) = 1.02 100.

000. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. sebab data yang tersedia dalam tahunan.10.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.1. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.55. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .300. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).2.000 tiap tahun. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. 0 0 0 .000.kecilnya banjir yang timbul).000.000.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000. 51 .900.Contoh 6. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). 0 0 0 . Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Seperti halnya dalan contoh 6.000 tiap tahun.

Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.50) + 35. pengendalian polusi dan sebagainya.105.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.000.000 (A/P.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000.000.000.000) = 12. Contoh 6. 6%.T P ) C (S . 6%. dalam pengembangan sistem senjata.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000.000.000 2900.000 = 219.000 = 1.TP ) B/C = = 480. B (S .000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.000.000 (A/P.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 .000 = 0.000. 50) + 40.50 + 35. 6%. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. pengembangan. Cost disini mungkin biaya riset. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000.000 = 375.000 = 157.000 375.000.000 = 2900.000 .000 (A/P.000.000 . Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000.000 + 10.000 Karena B/C – 0.000.000. nilai akhir.71 219.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000 B/C = 12.000.000 C(D & R– S) = 5300.R.000 – 55.000) – (28. Misalnya.08 157.

000. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 = 190.000+ 12.200. 9%.000.9% 10) 15.000 9.9%. 25. 15) = 264. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .200. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 160.000.000 9. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000.000 (P/A.000 25.000 (P/F. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 (P/A. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000.000 PW (B) PW (G) = 160.000 + 9.000. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000.000.723.000 15. 9%.000 Dari hasil perhitungan di atas.000.000 + 25.000. 99%. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.15) = 256. 15 ) = 272.000 75.tersebut.000 12. Dengan menggunakan MARR 9%. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000 12.000. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.161. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000.000.000.732.000.000 75% C 190.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000.000.000 ( P/A .000% B 160.000 190.200. 5) + (P/F.000 15.000.

Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.000.20 % maka penawaran C yang dipilih. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. (rubber yard sticks). seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . tetapi dalam beberapa hal berlainan. Dalam contoh 6.03. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas.429 efisiensi (C . Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.429. Jika life-cycle cost dua alternatif sama.B) = 15 % Dari hasil tersebut. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.2 .000. PW (C B) = 7. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.38.dengan nilai sejumlah uang tertentu. maka masalahnya sederhana. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama.08 dan 1. . Dari perhitungan.3 tersebut. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. 60% dengan 72 % dan sebagainya. Demikian sebaliknya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . Soal – soal : 1. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Misalnya dalam contoh 6. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.

Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000 tiap tahun. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30.000.000.880.000. 4.000 dan naik Rp 12.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. 2.000.000 dan naik Rp 5. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000 dan bertambah Rp 20. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000.000 dan Rp 660.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000.000. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000. Gunakan MARR 8 %. 3.000.000. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 tiap tahun.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000.000 tiap tahun. diperlukan biaya awal Rp.000 dan untuk lokasi N.400.300. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000. 3. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. 50. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Untuk lokasi M. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000.000.000 dan Rp 90.600.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Dari soal 1.000.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.

N. Mc Graw Hill Book Co. R. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.000. 1995. Daftar Pustaka: Barish. Edisi Pertama. D . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000. Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik.N.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. New York. Surabaya 56 .Inc. Pujawan.N. 2004. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P ..

Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. biaya minimal. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. cost point). Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. 57 . Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Karena itu f1 (x) = f2(x).

Gunakan i (MARR)10 % tahun.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.400.000 (0.10) = 399.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. 174. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.000.000 (A/P. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 . Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.4) + 200. 550.000 – 200. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.10%. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.Contoh 7. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000) (A/P.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.400. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. 10%. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120. 120. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. 4) = Rp.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.

000 − (399.000 59 .000 + 120. Maka TCB = CRB + Ht. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. 292.HBt = 399. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.84) – 174 – 100 (1. Gambar 7.t = jumlah jam operasi tiap tahun.000 + 100 (0.37) = Rp.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000 + 120. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .

968) (A/P.250.558.000 Rp 3. 20) + 35.000a + 4.440a + 8.000 Rp 1. 8%. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.250. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000a (0.400.000 = 3.08) + 6.000a (0. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.000.000a (0.000 = 29.01) (0. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. Contoh 7.934.600. 8%. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000a (0.250.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.000.000. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 = 2. steel (baja) dan frame (kayu).000a + 6.000 - Baja 29.000 Rp 5.000 Rp 1.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.500. 60 . Dalam contoh sebelumnya.500.500.000 Rp Rp 5.99) (A/P.000 TC (kayu) = 35.000 = 2.08) + 4.000 3. 20) + 29.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik. 20) + 8.000 Rp 2.000 a (A/P.032) ( 0.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000. 8%. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.

yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. yang ekonomis adalah konstruksi beton. adalah membangun dengan konstruksi baja.000 beton 20. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .000.000. A. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.000. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji.000 15.Biaya kayu baja 25.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.

sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. biaya investasi akan bertambah juga. dan pemeliharaan diabaikan. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .000 + (600 – 500) (539. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga.940 62 . dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.890 A + 13. umur teknis ditaksir 20 tahun.40)(12)( A)(555) 539.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .6) A (A/P. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. biaya instalasi Rp 160.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.06) = 20. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.001 1435 ohm. 20) + 500 (539.6) A (0. pajak insurance. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.0011435 258. 6%. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.

750 43.090 162.940 A 258. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 . 090 Biaya Investasi 129.510 4 5 6 97.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).400 TC 185.680 51.610 86.720 129.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.52 inci2 20.500 118.120 185.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.390 139.490 = 3.760 162.280 64.140 182.370 3 76. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.890 A + = 20.490 + 13.890 – 258.490 =0 A 258.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.160 170.

30. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. 4.220.190. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 3. 130.350.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 6. 5.000 3. tiga atau empat evaporator. dibandingkan menyewa? 64 . Biaya pengoperasian ditaksir Rp. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.710. Soal – soal 1.000 5.000 860. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.000 1.000 tiap tahun secara kontrak.560.000 8. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. dua.000.960. maka berapa hari tiap tahun. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. 50. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .030.850.610. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000.000 tiap hari.000 tiap hari.680.000 2. dan biaya pemeliharaan Rp.000.000. 3. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 6. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. 7.000 4.000.960.000 3.240.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.

000. 1995. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Edisi Pertama.000 tiap tahun.300. 3.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. Pujawan.500. dan memerlukan biaya Rp 2. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.aya buruh Rp. Surabaya. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. 240.000 tiap tahun. New York.000 tiap tahun.000. 150.000.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.000. Bi.000.Inc. 150. Haryono.N.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. biay a pemelihaan Rp. Harga mesin ga s olin Rp.800. 1990. Harga mes in diesel Rp.600 tiap jam operasi untuk gaselin. biaya pemeliharaan R p . dan memerlukan biaya Rp. Ekonomi Teknik. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. Penerbit Guna Widya. N. 2. 3. 300. sehingga dapat diabaikan. Daftar Pustaka: Barish.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Mc Graw Hill Book Co. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .. 3. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. diesel atau gas hidrokarbon. Ekonomi Teknik. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 200. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.000.N. 315. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. dan mesin gas ekonomis. mesin diesel ekonomis.2. untuk buldozer yang ia beli. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. 2. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 0. 2004. Surabaya 65 . 4.000 tiap tahun. biaya pengoperasian Rp. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.

Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. 2. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. yaitu: 1. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Yang pertama. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset.sederhana sebagai beriku t : 66 . sehingga berkaitan dengan p a j ak.

4. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . dan depreciation accounting (SOYD). 2.500. Dengan menggunakan mesin tersebut.500. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp.000. 8. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. 7.000 = Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 2. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. 2. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.000 tiap tahun. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 2.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. dan nilai akhir (S). umur teknis (n) .000.000 tiap tahun. Untuk menghitung depresiasi.000 sebagai penghapusan modal. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. ada 3 komponen utama yang digunakan.000.000 untuk menunjang proses produksinya. 5. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.500 2.000 tiap komponen. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000. 5. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. 67 Sum of Years digits . sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. pemeliharaan. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . 15. upah kar yawan.5.000. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000 SOYD 4.000. t) ……………………….596. i.000 6.692. 8. i.8.015.490 999. i. 10. i.000 1.7.600 1.015.940 1. i%.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.670 8.000.000.000. BVt = P-(P-F) (A/F.000.000 71 .000 6% sinking fund Straight line 8. 10. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F. n) (F/A.390 1.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.000 4. i .000 Declining balance 2.400 6..793.901.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. 8.580 2.403. n) (F/A.060 3.000.000. Nilai buku asset Rp. t-1) ………………………….711.1. i%.917. n) + i (P-S) (A/F. n) (F/P..

b.Contoh : 8. Penyelesainnya : a. b. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. 8. Sebelum pajak NPW = 0 = .000. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a.000 (P/A.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. i %. d.000 n 8 72 . h. 36. g.900.36. f. c. Dt = P − S 36. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000 + 8.500. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). e. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.3 %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.900. i.000. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 = = 4. Sebelum pajak pendapatan (before income tax).000.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.

000 4.000 2112.000 6. 73 .000 4.000.900.000 4. D8 = 1.000 2112.000 + 8.400.000 4.900.738 .000.738 .900.400.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 6.000 + 8.400. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.500.000 6. D6 = 3.000 + 8.000 4.000 2112. D5 = 4.500.000 + 8.000.500.000 4.000 4.000.000.400.000 2112.400.738 .738 .48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 4.000 4.500.000 (P/A.000 4.000 + 8.000 6.000 4.2 %.000 6.000.738 .000 + 8. Dt = (P-S) D1 = 36.000 4.000 4.400.000 + 8.738 .500.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.500.000.000.000 6.000 4.000.000 6. D3 = 6.900.000 D2 = 7.000 2112.400.000 4.000.900.400.000 + 6. i %.000.000.36. D7 = 2.000 2112.000 4.000 NPW = 0 = .900. D4 = 5.000 6.000 8(8 + 1) c).500.000 2112.000.900.738 .778.000.000.000.000 + 8.000 2112.000.738 . n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.900.000.000.500.

000 8.000 6.900.000 5.000 5.792.900.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.900.000 7.900.000.000 (P/G.832.900.508.000 (B) (C = A + B) (D = -0. i %. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 8.000 8.000 1.48 C) (E = A + D) - 8.872.548.000.000 3.000 7.900.108.36.000 912.900.000.000.000 2.900.2 % 74 .000 7.000 - - 432.000 (P/A.900.000.382.000 6.468.000 5.000 4.000 + 8.028.068.000.000.000 2.900.392.900.000 8.000.000 7.000 - - 900. 8) – 480.000 6.000 8.000 1.000.000.468.000 3.000 1.000 + 8.988.000 3.000 5.000 3.000.900.000 4.000 8.000 36.588.000 6.900.000 NPW = 0 = .000 2.000 2.900.000 8.312. i %.000 7.000 1.

t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 6.905.750. 8) + CFt – 5.995.052.032.36.2.000 BV4 = 36.000.000 48.905.900.390.187.000 2.000.d).900.900.000 (1-0.000 .868.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 8.000 2.750.900.900. i %.25 BV3 = 3.000.905.000 5.848.500 BV3 = 36.000 6.900.842. 6.055.390.2.848.000 5.995.000.000 -100.25 (27.25 BV2 = 50.848.36.25)3 = 15.000 (1.000 .797. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000 6.25)2 = 20. BV0 = 36.000.000 .000 6.000 5.500 3.905.000 7.000 8.000.062.000 2.000 8.000 - B C D E .000 8.995. D1 = dr BV0 = 0. i %.000) (P/F.000 2150.2.000.103.1.000 NPW = 0 = .000 8.25) = 27.625.000 8.0.000.000.2.500 5.000. D2 = dr BV1 = 0.449.848.000) = 6.000 2.900.900.25)4 = 11.052.25 (36. untuk t = 5.000 .500 − 0) = 2.000.000 .1 % 75 .000 6.000.000 8.000 d3 = 0.2.000 7.948.250.000.000 6.000 3.052. 7.000 .797.000 8.837.000 + 5.000 .995.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.451. 8.000 5.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000 .000.995.000) = 9.052.000.000 (1-0.000 5. dr = 2 = 0.000 9.000 (P/A.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36. yaitu : Dt = (11.848.000 8.995.1.000 (1-0.500 D4 = 0.

i %.392.900.000 6.628.000.900.000 .000 8.000 6.000 4.32.000 B C D 17.000 E 32.000 8.900.000 6.028.000.000 2.000 8.000 2.280.988.900.900.000.000 4. f).900.000 5.000 7. i %.000 NPW = 0 = . n) – 480.6 %.000 6.900.900.000 0 0 0 8.600.900.000 4.900.000 8.000 .900.000.000 8.000.272.000 1.900.508.468.900.000 (P/G.798.000 432.4.000 5.272.000 4. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000 1.000 (P/A.628.900.827.000 3.000 7.000.900.000 8.000 2.900.600.000 8.000 7.000 3.000 1.000 .588.18.000 8.000 8.000 8.000 4.000 8.000 900. Tahun 0 1 2 3 A .36.108.312.000.000 8.352.000.000.000) = 3.000.000.000 2.068.4.000 1.000 7.468.000 E .000 8.000 ITC = 10 % (36.000.000 5.900.e).000 3.000 7.832.272.000 3.36.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000 8.548.900.000 + 8.628.000 5.000.900.000 76 .000 912.000 B C D 3.720.4.

900.36.084.000 .900.000 .000 .4.3 %.4.628.000) = 7.500.000 8.340.000 0 0 0 0 0 8.000 8.000 E .0.000 -7.000.900.000 .000 4.000) = 17.900.430.680.000 8.000 8.084.21 (36.220.000 4.000 Kedua = 0.900.900.000.900.000 8.628.000 8.000 1.650.000 1.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.900.000 4. g).000 .643.000 1.000 -7.650.650.000 980.900.628.000 77 .000 .4.000 8.000 NPW = 0 = .900.000) = 5.000 8.000 8.000 8.7 % h).1.920.272. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 4.000.900.560.900.900.000 4.000 -7.900.000 4.900.000 Ketiga = 0. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 4.000 .000 .000 8.900.4.900.600.000 1.000 -7.900.000 .000 .000 8.000 B C D 3.900.000 8.000 .4.628.18.22 (36.272.000 8.000 8.000 Besar pajak investasi = .21 (36.32.000 8.200.000 (P/A.272.272.4.000.32.700.272.920.643.628.400.900.600.628.000 8.000 8.816.900.000 + 4.000 -5.628.48 (-36.000 8.000 B C D 3.340.000 0 0 0 3.400.000 8.4.000 E .4.900. i %.272.816.643.340.400.000 .400.272.000 1.000.000 8.21 (36.272.272.000 -7.000 8.36.000.700.272.560.900.000 4.4 5 6 7 8 8.000 8.000 Kelima = 0.000.000 7.000 8.470.272.15 (36.280.000.000 Keempat = 0. Tahun 0 1 2 A .200.000) = 7.000) = 7.000 -7.000 8.628.560.000 .000) = 7.000 8.000 8.720.000 .628.000 .

900.000.000.000 6.700. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.32.000 .000.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.4.000.000 -7.900.000 4.000 .000 8.900.520.000 .084.900.000 0 0 0 1.000 Tahun ketiga = 24 % (36.628.4.393.3 4 5 6 7 8 8.000 8.900. 180.880.900.000 .000) = 2.000 10.775.000 ..000 1.000 7.000 4.000 260.000) = 5.200.000 -7.000 -11.628.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.816.020.000 8.000 8.628.200.900.000.000 .1.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.200.816.640.258.000 8.628.000 8.000.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.272.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 8.36. apendik) adalah 20 % (36.900.000 8.2.640.000 4.000 .8.6 %.200.900.272.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….272.5.000.000.4.272.507.900.000 8.900.000 -7.000 6.900.000 B C D 3.000 .000 8.000 8.125.000 .000 8.000 .000 3.000.900.000.272.000 8.880.4.000 8.900.084. 78 .000 -7.000) = 8.158.900.200.900.000 .000) = 7.000 8.000 8.000 E .000 4.000 0 0 0 1. i).000) = 11.000 .000.000 .000 1.520.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 .620.200.000.760.760.000.010.700.272.816.000 4.400.700.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 . Contoh 8.2.000 -2.900.000 8.9 %.084.700.4.900.628.900. 30.000 .816.890.000 8. 36.000 8.140.000) = 7.000 8.000 8.000 8.600.084.000 4. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.4.628.000 1. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 8.

000 (P/F.000 30.000 − 30. sehingga tak ada pajak pendapatan.080. NPW = 0 = . i %.000 − 30. 79 .180.000. i %.000 + 25.000.000.000.920.000.000 36. i %. c).000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.48 (30.000.000K.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000.000 25.9 %.2 % b).180. c).000 – 0) = 14.000.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000 -15. b).000 21. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000. NPW = 0 = .000.000. 8.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 (P/A.000.000.000 B C D E -180.000. sebelum pajak pendapatan.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.000 = 15.000.000 (P/F.000 .000 -10.000 4 P−S (180.000 P−S ) t = 180. 10) + 30.000 − 0) ) t = 180.000 .000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 30.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. Penyelesaian : a).000.000.000.000 10 A -180. i %.400. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000 − 0 = 45.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000 + 36. Dt = 180.000 (P/A.000 .000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.920.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 180. 30. 10) + 30.

8.000.250.000.000 (P/A.22.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 (P/F.000 15.920.000.000.320.000.000.000 B C D E .400.10 = 30.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 21.000) .000.000.5 %.000.000 8.000.000 30.000 − 30.600. 6) (P/F.000 .080 . 4) + 18.000.Tahun 0 1 – 10 5 .000.320.000 25.000 .180.6% d).000.000 .000 . i %.000 -14.000 .000 18.000 -45.000 18.000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000 + 40.000 (P/F.000) = 10.000 36. i %.000 0 36. 10) + 18.000 = 15.000.920.000 – 30.000 .000 NPW = 0 = . i %.15.000.000.560.000 10 (180.22. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10. Dt = 180.560.000.000.000 4.560.000 10 BV = 180.10 10 A -180.9.000 . i %.180. i %. 4) + 15.000 NPW = 0 = .750.000 B C D E -180.000 − 30.000 + 25.320.000.000 .000 K - Nilai akhir = Rp.48 (22.000.600. Contoh 8.000 10.000 (P/A.10.000 = .000 .180. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 (P/A.000 36. i %.750.180.000.000 40.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000 36.000 -17.000.560 .

000 D 500.000 14. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.400 .000 . alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.300.7.000.700.000 27.000 .000 22.000.000 NPW (A) = 0 = .000.400.200.000.000 20.000 51. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 .000 (P/A.000 D -500. Berdasarkan data di atas.000 51.700 . 20) i = 6.000 -17.400.25. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .300 .50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.800 .000 52.800 .000 -10.000 45.000 65.800.Biaya peralatan investasi A 200.0.000 -10.400.000 -21.000 (P/A.000 33.000 32.600.000. 32.000 60.000.000 C 350.000.000 24.000 34.000 65.600.000 101.400.000 -16.000 B 250.000 B -250.200.600. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 -20.000 117.000 40.000 . pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.200 . i %.000 .000 .000 17.200 .000 24.800.900 .000 + 22.100.5 % 81 .000. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 C -350.500 .800.000 20.000 50.500.200. untuk pemilihan alternatif berganda ini.500 . i %.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000 + 17.500.000 .000.200.400.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.100.100 .

C dan D seperti sebelumnya.000 45.dan sebagainya.9 % < 6 %.000 + 10.5 % NPW (D) = 0 = -500.000.000 + 45.000 34.000.900.000 22. 20). i %. Soal-soal: 82 .000 (P/A. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350. 20).000 (P/A.Pemasaran (marketing) .000 NPW (D – C) = 0 – 150. i %. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000 D -500. i %.100.200.Safety (keselamatan) . Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000 34.000.000 (P/A.000 (P/A.000. sehingga dipilih alternatif C. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.600.700.000 C-D -150.000.NPW (C) = 0 = -350. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .300.300.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.000 C -350. Diperoleh i= 3.300.000.000. 20) i = 6.000 10.000 NPW (C – B) = 0 = . 20) i = 7.000.000.000 + 34.000 11.000 C-B -100. .700. i %.000 + 11. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .900.200. karena itu dipilih alternatif C.

12. 20. 3.50.4.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. a. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000 pada tahun pertama.000 pada tahun pertama. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).25. 78. memberikan pendekatan yang cukup baik. 3. Pada tahun 2003.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut.000. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. hitung rate of return tiap peralatan. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. d. b.000.000. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Rp. Rp. Metode depresiasi straight line.000.000.000.000. Dengan 83 . Metode depresiasi SOYD. 9. c. Dengan menggunakan metode “average book”.000 untuk selama 2 tahun. jika digunakan : a. 17. Harga notebook tersebut Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Untuk tujuan pepajakan.000.300. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Metode depresiasi double declining balance.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. 3.000. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku).000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000 pada tahun kedua naik Rp.1. Dengan menggunakan metode “Original Book”. 16. b. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. d.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. c. 2.

Leavenworth.. Seventh Edition.Inc. 1982. Mc Graw Hill Book Co. 84 .G. W. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Gant. Thuesen. and Richard S. Prentice Hall of India Private Limited.. Fifth Edition. Leland and Anthony T. Second Edition. Fabriky. New Delhi. Ekonomi Teknik. Grant Ireson. Engineering Economy. Engineering Economy... and GJ. Surabaya. Daftar Pustaka: Blank. Singapore. Thuesen. 1981.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Eugene L. H. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. 1985. Principles of Engineering Economy. Singapore. 1990. WJ. Haryono. John Wiley and Sons.

Contoh 9. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa.A. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. 10.87 %.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak.S. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 .000.

000 500.500.700 161.000 288.000 500. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.900 94. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 272.000 468.000.500 181. Setelah 116.300 125. 399.000 500.000 500.900 ) Rp.200 100.000 = Rp.000 500.500 97.000 500.000 478.000 425. 7.000 349.300 133.100 147. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 383.400 116.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.300 121.000 500.000 500.000 500.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.000 256. pada kolom 4.000 371.200 170.000 446. 500.200 109.000 399.000 pada tahun 1995. 86 .400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 104. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 10.500 195.000 500.000 500.000 314.500.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 492.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 500.338.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 500.000 238.000.000.

000 (P/A . tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.330 b. 10) + 133. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.40. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.000. i%.500.000. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.330 (P/F . Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.35. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Pertanyaan : a.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000.000. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000 – 1. i% .000000.tahun kedua diberi indeks 105.Contoh 9. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.000 x 5 x 100/150 = Rp.000.35. yaitu obligasi yang berharga Rp.500. Rp. 70.333. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000. 87 .3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000.85% c. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. NPW = 0 = . Pertanyaan: a. 40.35. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. Contoh 9.000 tiap Ha. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. 1.333. 133. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.

Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .480.b.000 6.333.000 + 4.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14. c.500.500.000 + 5.000 5.000 5.000 -1.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 -1.000 -1.000 -1.000 -1.000 5.000 d.666.000 -1. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.500.148. n) 150 n = 1 1 + 0. Penyelesaian : a.000 + 46.000 6.000 + 70.000 6. NPW = 0 = .000 + 4.000. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.333.000 (P/F.000 -1.000 + 133.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000.000 +∑ ( P / F .000 + 4.000 -1.500.500. n) n =1 10 88 . i %.600.000 -81.000 + 5.000.000 -1.500.000 5.000 + 4.370.733.330 - Obligasi 35.090.862. 10) x b. c.807. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.869.433.648. Berdasarkan tabel c).000 -1. 100 10 5.500.500. i%.166. e.980.000 + 4.000.590.500.35.833.369.500.000 + 3. i %. d.000 + 2.362. Hitung rate of return dari a).000.000 5.666.600 + 4.500.

Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.000. 320. 26.000. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. b. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. 32. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 tiap tahun. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.9%) c.700. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.e. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. Soal-soal : 1. 74 %.8 %) d.000.000.000.300.000. 110. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 100. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.3 %) c. 300. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.1%) b. Selama 10 tahun tersebut. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000.000 pada tahun pertama. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000 pada tahun-tahun berikutnya. 27. 5. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000. Komisi penjualan sebesar Rp.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.74 %. 89 .300. Berdasarkan data diatas : a. a. 200.000 pada tahun kedua. Rp. 1. dan bertambah Rp. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000. 2.000. 20.000.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.

000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000) maka hitung rate of return sebelum pajak.000. 110.110.110. 3.000 tiap tahun. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan. 90 .12)10 = Rp.000 (1.000.110.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000. 3. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power). ada pajak kekayaan sebesar Rp.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.000. a. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. 346. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000. 3.000 (1. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.100. Selain pajak pendapatan (income taxes). Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. b.000) dikenai pajak sebesar 49%. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. 3. 25.461.000.000. Jika tanah tersebut dibeli. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.000.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.

1995. Penerbit Guna Widya. Edisi Pertama. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Inc.. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N.Daftar Pustaka: Barish.N. New York. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co. Pujawan. Surabaya. Ekonomi Teknik.N. 2004. Haryono. Surabaya 91 . 1990.

baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Untuk suatu variabel random x : a. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 .BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya.

5) (0.5) (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. (M1 B2). Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) = 0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0.5) + (0.5) = 0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). bila Y kontinyu Contoh 10.5) = 0.25 93 . Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. (B1 M2). Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) (0.b.

25 0.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. 80(0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. 40 (0..50) + 22 (0.-.Rp. 100. 40. expected annual equivalents.2 : Dari contoh 10.1. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .50) + Rp.25) = Rp.. Contoh 10. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.5 Contoh 10.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 100 (0.25) + 1 (0. 15. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.-.25) + Rp. 80.50) + 2 (0.5) + 12 (0.50 0. 94 .3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.25) – 1 = 0.

000. 150.000.000 Rp.000) + 0.000.06)(15. 100. 12 %. 53.04 1/50 = 0. 210.000.000 95 .000 dan seterusnya.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000.06 2/50 = 0.000. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.02 Rp. 15) + 0. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000 Rp.000 Rp.16(100.000 Rp. 300.24 8/50 = 0.000 (A/P. 450.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000) + (0. 330. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000.000 Rp.000.000) = Rp. 0 Rp.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. 0 Rp.000 Rp. 550.48 12/50 = 0. 100.000.16 3/50 = 0.02) (300.000.682.04 (200.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. 200.000 Rp.000. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun. 100. 150.000.000. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000 Rp.000) + (0. 400.000.000 Rp. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000.

000) + 0.000. 46.000.000.000) = Rp.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. Dalam dunia bisnis.000) + 0.000 (A/P.000) = Rp. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.02 (150. 15) + 0. c.000.02 (200.04 (100. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.04 (150.000) + 0. sedang atau jelek.000. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.751. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir. 12%. 12%.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. Contoh 10. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000.000.000 (A/P.000 (A/P. yang dapat 96 . tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.828.000. 12%. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000 (A/P.000) = 68. 80. 15) + 0. b.069.000. 55.000.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. 15) + 0.480. 15) = Rp. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.04 (100.02 (100. 12%.

000.000 110.20%.000.5) 145.000 + 15.000.60 0. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000 Rp.028. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000 – 41.000.000.000 Rp.15) Baik (0. 145.000.000 Rp.000.000 – 41.000.25) Perluasan besar Sedang (0.000.000.60) Buruk (0.60) Buruk (0.20%.15) Baik (0.25) Perluasan kecil Sedang (0.000 – 41.000 Perluasan Kecil Rp.000 – 12.000.000 120.028.000 – 12.15 Tidak ada perluasan Rp.000. 10.000.000 + 15.000.000.20%.000 (P/F.24.000.000.000 190. 15.000 dengan nilai akhir Rp 15. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000.000.000. 115.000 + 15.000.000 100.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000 3.000 108.000 (P/F.000 97 .25 0.000. 120.000 Rp.15) 115.000 155.000 . 12.60) Buruk (0. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.000 – 12.5) = = = = = = 128.000 15.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang. 10.000. 140.000 10.000 (P/F. 190.5) 10.000 140.000 Rp.000.000.000.000.000 Perluasn besar Rp.000.000 Rp. 100.972.000.000.000 pada akhir tahun ke–5.dicapai dengan 2 kemungkinan.000.

000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000 (υ(θ21)) 110.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000. = probabilitas dari Sj. contoh 10.250.15 (10.000) = Rp.000. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000(υ(θ23)) -24.000) + 0.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.972.000. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off. 97.000.000(υ(θ22)) 110.000. 2.000.000) + 0.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.972.000(υ(θ13)) 3.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.15 (3. …………. 2.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.60 (108.028.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.250.000) = Rp.25 (115.000) + 0. Formulasi matriks contoh 10.15 (24.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1. 90.000) + 0.028.000.000(υ(θ12)) 108.000.1 98 .25 (128.n.000.25 (115.000.000.028.101.028.000) + 0.000) = Rp. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000.60 (110. I = 1. ……n.000) + 0.000 (υ(θ11)) 128.60 (100.

umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. 2. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.000 ( 0. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. 150.000 = 155.028. Andaikan digunakan depresiasi straight line. 200. 350.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.25 )+110.7.000. pajak pendapatan 50%. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.250.000.000. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.000 ( 0.15 ) = 97.000 ( 0.972. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.000. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.028.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000 ( 0. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.250.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.25 )+ 100.60 ) + 3. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.60 ) + 10.15 ) = 90.000 ( 0.000 Soal-soal: 1.000K tiap tahun.000 ( 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000 = 128.000 ( 0.60 ) + 24.000K. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.028.000K tiap tahun. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. 150.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.000 ( 0. 99 .15 ) = 101. 150.000K.25 )+108.000. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. 100.

N. New York.000 12.500. Surabaya 100 .000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 S1 18.000 80.000 S3 14.000.000 30.000.000.000.2000.Inc.000. P(S2) = 0. Edisi Pertama.000 25.. Andaikan juga P(S1) = 0. Ekonomi Teknik.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000 2000. Berdasarkan data diatas. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.3.000.000.000 Modal Kerja 10.000 22. Pujawan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 10.000 3. Daftar Pustaka: Barish. 1995. P(S3) = 0. 2004.2.200.200.000. tanpa dikenai pajak.600. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.N. Penerbit Guna Widya.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. N. Mc Graw Hill Book Co.5.000 8.000 15.600.

biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Misal: biaya bahan baku.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. b. Misal: biaya tanah. mengukur. Ongkos penggunaan modal (capital) a. a. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang.

biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. 103 .

Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . misalnya ongkos bahan baku. misal: volume produksi. Jumlah semua pendapatan. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. lama operasi. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. ongkos tenaga kerja langsung. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Titik yang dinyatakan variabel output. dan sebagainya. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. banyaknya penjualan dan sebagainya.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->