BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

015)4 – 1 = 0.: i = (1 + 0.000. 9 bulan dan 1 tahun. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.: i = (1 + 0. 4 .pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .000. 1. 61.000.000..061 atau Rp.046 atau Rp.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). Contoh 1. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun. 46.015)1 – 1 = 0.015)3 – 1 = 0.: i = (1 + 0.000. 30. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 15. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.03 atau Rp.- Di samping kedua suku bunga tersebut.015 atau Rp.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. 6 bulan.000.015)2 – 1 = 0. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. suku bunga tiap tahun r.

09) = 1.000.Rp.10 (500. 2.000.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000 550.000 sekarang berbeda dengan Rp.964.964.000.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp. 5. 5.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.000) = 550.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000 + 1. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000 605.100 + 1.000 + 0. 1.000. Contoh 1.000 500. 2.000 + 0.800.. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1. 1.10 (550. 500.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. nilai Rp. 500.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000) = 605.000 tiga tahun mendatang.Rp.100 + 1. Contoh 1.5 : Dengan suku bunga 10% / thn. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.309.000 e 3 (0.000) = 665. uang Rp.000 + 0.500 pada tiga tahun mendatang.000 + 800 + 800 + 800 B . 665.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000.309.100 5 ..10 (605.Contoh 1.

12 % tiap bulan 2. New York. Surabaya. Penerbit Guna Widya. N.1 %/hari secara kontinyu. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. 0.N. 3. 1990. Haryono. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Mc Graw Hill Book Co. Ekonomi Teknik. 12 % tiap enam bulan b). Ekonomi Teknik. 1995. 2004. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. 12 % tiap kuartal c).Investasi B lebih besar dari A.N. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A.Inc. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Soal-soal : 1. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Surabaya 6 . Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.1 % tiap hari b). Edisi Pertama. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Daftar Pustaka: Barish. Pujawan.. 0.

yang nilai-nilainya telah ditabelkan. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .2.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. n)... i% ....1 (F/P .. 7 .. Pembayaran Tunggal.BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P..... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A..... i% .. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.. 1......

3310) = Rp.n = F (P/F.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.2 (P/F.Contoh 2.n disebut faktor jumlah sekarang. 1. 10) = 1.000 F = 1.P = F (P/F. 6 %.000 (F/P.1: Dengan bunga 10 % pertahun.791.000..000.000. Contoh 2.000. 1.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.000. 3) = 1.1.000 .000.000.10 F = 1. i = 0.000 (1 + 0. n) = (1 + i).- B.000. 1.000. Pembayaran Seri Merata 1.000. uang Rp.i %.000 0 1 2 3 n Gambar 2.331.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.1) Dari rumus 2. 1. F = Rp.331. 2. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2. 1. P = F (1 +i).000 (0.000.331.10)3 = 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.791.1 : P ekuivalen dengan F.000. 10 %..791. 1. 1.Secara Grafis : P = 1.5584) = Rp.i %.n) ………………………2.000(1.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000.

diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) ………………………2.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….i %.i %.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2..3 F(A/F.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .

i %. 6. Pemyelesaian : F = Rp. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.4 (A/P.000. 10. n) ………………………………2.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.. 1..3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.200.000.000.Contoh 2.000.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.000 (A/F. 10. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.40) = 184.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.000. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.1 dan 2. 2. i = 1½ % A = F(A/F.240. 1 ½ . 10 . n = 40.000 tiap 3 bulan.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.000 .3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P.000.. n) = 10. i %.dengan uang muka Rp.i %. 184.

000. i %. 130.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.000 (0.000 F = A(F/A.4. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.179.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. i %.000.5 (F/A. agar tiap tahun dapat diambil Rp. 179.2. Dari rumus 1..2. 5) = Rp.. n) = 100.200.000 – 1.960. 48 ) = 4. n) ………………………………………. n) ……………………. 6 %. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.960.dengan suku bunga 6% / tahun . 1. i %. i %. 100. 7) = 179. i %.200 P = A (P/A.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.200 (5. i = 1 % / bulan A = P (A/P.240.000.0263) = Rp.450 3. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.6 i (i + 1) (P/A.11 .000 (A/P. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. 130. 100. 6 %.000 = 4. A = Rp.000 (F/A.000 N = 48 bulan.- 4. i %. n = 7 .582) = Rp. n) = 4. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. Penyelesaian : i = 0. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). Penyelesaian : A = Rp.06.200.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 563. n) i F = A (F/A.700.Penyelesaian: P = 6. i %.960. i %.3.

Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.-...000. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. 1...200. 200. 6. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.-. demikian seterusnya naik Rp..1. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .500. + (1+i)2 + (1+i) .000.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.000.000. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. gaji karyawan.700.tiap tahun.C.900. pada tahun ketiga Rp..000.000.000. pada tahun kedua Rp. asuransi..-. 1.4.

000.000 190. 35.000 (P/G.000 225.200. i %. 1. (2).-.(1).000 (19. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. 8) = 155. n) = (A/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.000 (P/A. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 6 %. 1. i %.- 13 . i %. n) (P/A. n) (A/G.210) + 35.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. i %. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.. 6 %. Penyelesaian: P 400.000 (6.200.657. n) (P/G. i %. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. 8) + 35.untuk selama 7 tahun.842) = Rp.657. dan naik tiap tahun Rp. Contoh 2.155.000.000 0 1 2 3 8 P = 155.000 155. i %.

1. 5) (P/A. 5 %. 1.000 pada tahun ke 5. 5 %.700 P3 = F3 (P/F.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.200.000 pada tahun ke 15 dan Rp. i = 0. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. 10) = 1. 5 %.000 (0.18097) (12.706. F4 = 1. 15) = 1.Contoh 2. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.7835) = 940.200.000.200.200 P4 = F4 (P/F.200.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. 5) = 1.000 (0. agar dapat disediakan Rp. 20) = 1.200.462) P = Rp. F1 = 1. 1. 5 %.200. n3 = 15. F2 = 1.1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.000.200. Contoh 2.200.000.200 P2 = F2 (P/F.000 . Rp. 2. 2 tahun kemudian Rp.200.000 (0.200.000 F3 = 1. n4 = 20.000 (0.05 P1 = F1 (P/F.4810) = 572. 1. Rp.200. 14 .400 Cara langsung. n2 = 10.200.200. 2.000. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.500. 20) = 1.000. dan 4 tahun kemudian Rp.3769) = 452. 2.000.300 ( perbedaan kecil timbul. 5 %.706. 5%.000 pada tahun ke 10.000.200.000 1. sebab adanya pembulatan).000 1.000 (0.6139) = 736.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.000 1.200.200.200.1.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.

000.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.- Contoh 2.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P. 50. 8 %.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.P1 = 2.000.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.000 P3 = 1. 11 %. profitability index (PI).000 (1. 6) = 2. P = 50.000.12 − 0.000.500. i %.000.000.11) = 0.10 : Suatu investasi Rp. n2 = 8.000 A = P(A/P.13907 (0.000. A = 7. 8. 8 %.11 + 0.000 (1. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 100.500.681.dengan suku bunga 7%/tahun.1 %..1400 − 0. 8 %. 12 %.13907 Jadi i kira-kira 11. 15) Î 7. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).000 P2 = 1.000. Contoh 2.111 0.000.000.15) = = 0. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. 7.8509) + 1. 8) + P3 (P/F. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000 (2.000.5869) = 8.000. 15) = 0.1589) + 1.000 A = ( A / P. n3 = 6.13907 i = 12 % Î (A/P. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.000.14862 − 0.681.14682 i = 0. i %.000.1400 50. 10) + P2 (P/F. 15) = 0.

000. n) = 100.009.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.538.000.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.200 = Rp.000.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 60) = 4.000 (P/A. 100. 10) = 1.000 (A/F.612. 3 ½ %.Rp. 1. mulai 1 Januari 2006.03392) = 255. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000. 8) = 7.000 selama 5 tahun. 40) = 85.009. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 (A/P. 16 . 5 ½ .000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.690 Jadi harus didepositokan Rp.000 (7.000 . i %. 5 1/2 .000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. jika suku bunga 11% / tahun. 8) = 7. 255. P = 100. 85. 5 ½. 14.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.yang sama.538.000. 3 ½ %.000.538.612.000 Contoh 2.000 (0.538) = 7.388.

75. i %.000 pada tahun ke 15. Jika dibeli.000. i %.000 (P/F.000.000.000 i = 7% + 4.000 (P/F.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return. 7 %.000 5. 15) = 4.000. 80.000. 100. 80.000 5.000 i = 8 % : .000.000.000. harganya Rp.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 + 2. Jika disewa ongkosnya Rp.000.75. 14) + 100.000 Grafik beli sewa : 75.000 + 5. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000.75.01) = 7.000.Contoh 2.000.000 Sewa Rp.000.000.000.000 5.69% 4.965. 8%. 5.000 + 5.000. 8%. 7%.000 − 0 (0. 5.000 Rp.000.000 17 . 15)= -2.000 5. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000.000 tiap awal tahun.965. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 100.000 (P/F.000 (P/A.000.000 Rp.260.000.260. 5. 14) + 100.-.000.000 (P/A. 100.000 (P/A. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.965.000 + 5. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp. 14) + 100.

000 50.8%. 100.15) = 545.791) − 50.000 P1 P11 = 250. 250.000 ( A / F . Contoh 2.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 Rp. 150.400 − 0 (0.000.000 + 95.5) − 50.000.7%.000 Grafiknya : 595.000 + 200. 50.000 − 250.000.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 ( A / F . 595.000 ( P / G .000.000.605) − 50.397) = −13.000 Rp.000 150. 0 = .400 i = 7% + 545.000 100.000 (A/P.000 (3. i %.862) = −9.000 Rp.000 250.000 + 95.000 (6.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.15)) + 5.000.75.000. i %.400 i = 8% : −75.000 ( A / P.67% 545.000 − 250.000 100. 200.600 18 .000 150. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Rp.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 Rp.000.000 ( P /.000 200.000 (3.15) + 5.15) = −263.7%.000 50.650 i = 12% ______ 595.000 (6.000 − 250.01) = 7.000 250.000 + 95.400 + 263. i %.000 (A/F.000 ( A / P. 15) + 5.7%.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000.

20.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.650 Contoh 2.000.10) + ( F / A. G = 40. A = 400.15%.15%.000 untuk selama 20 tahun. Modal awal Rp. 500.000 20.000 440.304) + 40.000 10 2 3 4 1 F = 20.Jadi i = 10% + 2% 9.000.600 + 9.650 − 0 = 10. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.0456) + 400.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.781. Penyelesaian : P = 20.000 untuk selama 8 tahun.781.000. 3.000.10)( F / A.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.- 0 Soal-soal : 1. 600. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000.000 ( F /.000.000.000.000 (4.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000 (20. 40.000.000 F 480.15%.10) = 20.83% 13. Modal awal Rp.000 400.000 520. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. 19 .000 ( A / G.3)(20. b.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. 91. 5.000.10) + 40. Menurut staf ahli investor tersebut.000 (3.000 pada tahun-tahun berikutnya.304) = 91.

c).143.c). 50. 3.000 .88 %. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.000 dalam 1 minggu. 753. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. 50. b).Rp.000. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. Uang sejumlah Rp. d).000. Investasi sebesar Rp.000.c. Modal awal untuk suatu peralatan Rp. b) Rp.i = 15. c).i = 10.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). suku bunga bank tersebut b). akan ekuivalen dengan barapa sekarang. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. (besar angsuran sama). 15.i = 25 %. 50. 250. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. c).000 dan menghasilkan penghematan Rp. Hitung : a).000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000.500.000.31 %.000 4. 20 . 770.000 Jawaban : a). b).480 .000 dan harus dikembalikan Rp. 1.6 %) 2. 10. uang sejumlah Rp. 1.200 . Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. d) Rp.i majemuk = 109475. 8.i nominal = 1300%. Jawaban : a). Jawaban : a) Rp. i = 6.100. c). 40.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ).000 pada 12 tahun mendatang. 6. 4. b). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.44 %.000. pinjaman sebesar Rp. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. a).000.

b) Rp. New York. 1995.Inc. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. 34. 2004. Ekonomi Teknik. Surabaya 21 .460 . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Jawaban : a) Rp. Prentice Hall International Inc. New Jersey. 1992. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual.480. Penerbit Guna Widya. Barish.b).N. Tung and Thomas P. Edisi Pertama. Mc Graw Hill Book Co.N.. Pujawan. Second Edition. N.Au. Daftar Pustaka: Au. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 9.

Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . 2. Dalam ekonomi teknik. 10. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. 3. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap.000 K untuk perawatan mesin-mesin.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Berdasarkan kategori diatas. Dalam situasi tertentu. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain.

649. Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih. i %.000 K (0.000 + = Rp. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.000 + = Rp. dan sebagainya.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.000 Rp. 200. n) dimana S = nilai akhir.331. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. i %.3. 5.700 CR = 10.000 Alternatif B Rp.000 600.2505) − 600 K (0. listrik.000 Rp. 1.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.149.200 200.200 23 .5) − 600 K ( A / F .700 500. 1. i %.8%.000 Rp. n) + Fi ………………………….000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. 1. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.8%. i %.5) = 5000 K (0.000 K (0. pajak.131. 500.15) − 1000 K ( A / F .1168) − 1.000.000.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.8%. 10.000.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.000 K ( A / P..15) = 10. n) − S ( A / F . Contoh 3.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .8%.

000 5.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5. 24 .649.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000 5.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.649.000.000 600.000.000.000 600.700 0 1 2 3 4 5 1.649.

000. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).5.000 + 600.000 -10.000 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000.000 .000 + 300.200.700.500. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000 + 1.000/tahun + 300.000 + 300.000. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000.000/tahun . dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000/tahun .000.000/tahun + 300.700. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.5. 25 .000 .000.000 +300.000/tahun + 300. 8.000/tahun .200.000 akan menghasilkan Rp.000/tahun + 4.000/tahun .000 .000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000 -500.200. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.200. 5.200. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 .000 + 8.500. Eugene L Bab 20).000 .000 -500.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000 .000 .000 -500.700. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.200.000 + 400.5. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000.000.000. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.400.000 + 600.000 .500.000 + 600.000/tahun .20.12.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

700.800.700.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 16 %.000 1. 3.980.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.000 (A/P. 16 %.700. 6) (A/P.700.044.700. 12) (A/P.400. 18) + 8.400.000 (P/F.400. 3.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.700.000 = Rp. 6) + 1.000 1.980.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8. 18) + 8.400. 18) + 1.000 (A/P.700. 9) + 1. 4.000 (A/P.400. 16 %.700.000 1.000 Matematika 1.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.000 8.000 (P/F.000 = Rp. 16 %.400.000 = Rp. 16 %.000 1. 16 %. 16 %.800.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 29 .400. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 8.400.

700. 3.000 dan nilai akhir Rp. 175.000. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000.000 Rp. 65.000. 30. tahun kedua sebesar Rp. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000 tiap tahun.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000.000.000.000 + 10.000. 650. 2. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. Harga unit Y Rp.800.044 .000.50. 665.000.000.000 1.000 Rp. 4.000 Soal-soal: 1. 7.000. Dengan i = 20 % setelah pajak.000 Rp. 16. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun. Harga unit X Rp.000 Rp. 125.000.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.EUAC (Z): 10.000. 65.000. Dua proposal diusulkan. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 9)) (A/P. 240. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. 30 .000 dan nilai akhir Rp.000.800.000 Rp.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000. 18) + 1.030.000. 15.700. 16 %.700.000 Rp. 16 %.000 (P/F. 9. 100.000 = Rp. 250.000 10.800. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. tahun kedua Rp. 200. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 Proposal II Rp.000.000 Proposal I.00 .000.800 .000 1. 9. 4. 12.000.

G. Seventh Edition. 1985. Daftar Pustaka: Blank. Fifth Edition. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Mc Graw Hill Book Co. WJ.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Singapore. New Delhi. Prentice Hall of India Private Limited. Grant Ireson.Inc. Fabriky. 1982. Eugene L. Principles of Engineering Economy. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. and Richard S. Leland and Anthony T. John Wiley and Sons. 1981. Second Edition.. 31 . and GJ. Gant.Proposal II. Engineering Economy. Singapore. Thuesen.. i = 9%. Leavenworth. W. Thuesen. Engineering Economy.. H.

Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Untuk hal demikian. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Seperti halnya dalam Bab 3. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. diperoleh: 32 . Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama).BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang).

000.000.000 (P/F.000 33 .1: Harga mesin X adalah Rp.000.000.1 i Contoh 4. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000.000.000.000 + 10.000.000.5. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 100.000 pada tahun-tahun berikutnya.521.000.000.000 dan bertambah Rp.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000 10. 26. 8 %. Harga mesin Y adalah Rp.000 (P/A. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. Jika i = 8%.4.000. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 500.000 (P/F. 4) + 10.000.000 10. 20. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ………………………………………. 100.. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik). 10. 8) + 500.000 500. 12) = Rp. 8 %.8 %. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.

000 – 253.000 (P/F.000 + 3.09 Ada perbedaan sedikit.3: Lihat kembali contoh 3.000 (P/A.000.648.961.000. 253.09 Capitalized Cost = 296. Δ PW = = = 42.09 EUAC (II) = Rp. 60) + 80.000.000 = Rp.000.000 3. 26.000 (P/F. 6%.000 + 100.784. 6%.000 0.000. Contoh 4.927.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.864.000. 6%.000.09 0. Penyelesaian : PW (A) = 135.875. maka Capitalized Cost 22. 22.000.157.000 . 60) = 203.000 = PW = 0. 20) + (P/F.000 100. 40) + 3.000 (1+(P/F. 60) = 205.084.000 Dari contoh 3. 296.000. jadi dipilih alternatif I. 30)) + 20. diperoleh Capitalized Cost 26.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 5. 12) – 5. 40)) + 4. 20) + (P/F.22. 21.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . 6%.648. 8 %.000 (1+(P/F. 6 %. 12) = Rp.Untuk mesin Y : 20. 26.2.000 PW (B) = 80.648.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000.478. 6%.2.000.333 0.000 (P/G. 6%.784. Contoh 4.157.000 (P/G.933.084.000. 6%. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 = 42.2: Lihat kembali contoh 3. dikarenakan pembulatan. Penyelesaiannya : = Rp.784.000 + 15.000 = PW = = Rp.000. 8 %.000 (P/A.000.

Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000.500 .2.Contoh 4. umur teknis 10 tahun.000.000.000. 8%.000 (P/F.pa j a k 8 % . Rp.500.000 tiap tahun.000.000 + 1.000.15) + 2. PW (2 mesin manual) = Rp 334.500. 5) (P/A.000 (P/F. l2. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.850.000.647. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.8%. 36.850. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000 tiap tahun. Gaji karyawan ditaksir Rp.000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.000.1.000) (P/A. 20) + 6.500.000.000 / tah un.000 + 30.000.30.000 tiap tahun. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.876.000.500.000.438. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.500 .000.000 (P/A.000.000 (PA. Jika mesin oto matis dipilih. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.3.(6. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000.6. harganya Rp 90.000.000.000.000.000. 20) + Rp 3. nilai akhir Rp 2.000) (P/F.000.500.000.000 + 12. 8% 20) = Rp 167.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000 + 13.000 + 27. 10) + ( 3.8%.000.3. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000 + 2.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .000. 329. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 (A/F.20). 8%.000. Untuk mesin otomatis. 8%. 5) (8% 15) – 5. Harga sebuah mesin manual Rp. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000.000 (A/F. 8%. 8%. 8% 20) = Rp.

Engineering Economy. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.16.000. Grant Ireson.000.000. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10.. 1990.000 pada tahun-tahun berikutnya. Thuesen.000. 1985. 36 .000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Fabriky.000. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi).. Ekonomi Teknik. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol..000. Leland and Anthony T.000. WJ. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Singapore. 1981. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Second Edition. Fifth Edition. John Wiley and Sons. Haryono. apakah asrama seharga Rp 90. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.000. and GJ.65.000 pada tahun-tahun berikutnya. and Richard S.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500..000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Seventh Edition.G.000. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Eugene L. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.500. Engineering Economy. 1982. Prentice Hall of India Private Limited. Leavenworth.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Singapore. Daftar Pustaka: Blank.Soa1 – soal : 1.Inc. Gant. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Principles of Engineering Economy. New Delhi. Mc Graw Hill Book Co. W. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Surabaya.800.000. H.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000.000. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% .000. Thuesen.

Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Internal Rate of Return (IRR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. 37 . jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank.

000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 + Rp 250.000 200.000 (P/A.397) = 13.000 150.000 (3.000 (6.000 (P/G.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 + Rp 150.791) – 5.600 + 9.650 38 .000 + Rp 100.650 − 0 = 10.000 250.605) – 50.000 + Rp 200.83% 13.000 50.000 – 250.000 (3.Contoh 5.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 + Rp 50. 1%.00 – 250.682) = -9.000 100. 5) – 50. 1%.000 (6.000 – 250.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.

200.800.000 6. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 6. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.400. asuransi.000 .200.400.9.000 2.800.000 .400.000 6.200. 300.800.000.400.000 .9.000 2. Rp.800. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.9.000 2.000 tiap tahun.000. 15.000 .000.200. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000 6.400.000 (P/A. 1.000.300.800.100.800.9. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.300.000 6. 3.9.000 + 2. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 .000. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 (A/P.200.000 6.200. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.200.000.Contoh 5.000. 10) + 2. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.3%.000 2.200.400.200.9.200.000 .000 2.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.15.400.15. dan Rp.800.000.000 2.9.000. i%.000 Alternatif B .9. Karena i = 13.1.000 .400.000 2.000 tiap tahun.000 6.000 6. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.400.000 2.9.400.800.800.000 6.000 2.800. i%.800. 400. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. 9.9. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.800.000 6. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 .000 2.200.000 .000 B–A .3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 NPW = 0 = -15.

tentukan alternatif mana yang harus dipilih.737. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.000 + 300. 3) = 0.000.000 (P/A. i% . i% .100.000 + 300. Karena 6.000 + 800.100.000 (P/A.Rp. diperoleh i = 9.000 Rp. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 300.800.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 + 400.100.000 (P/A.000. 800.3) = 0.000 = Rp.000 .100.800. Contoh 5. 1. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000.000 Rp. 1. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 = 15. 2. diperoleh i = 8.Rp. 2. 800. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.7% 40 .300.1%. 9%.100.000. 1. 9.000 NPW = 0 = . 10) + 3.800. 800.000 + 1. 8.000 Rp.7% B : -2.000 Rp.000 + 300.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 Rp.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .000 300.000 + 1.000 (A/P.200. i%.000 300.800.000 Rp.

000 Rp 32.916.000.000 41 . tentukan alternatif mana yang dipilih.000. 12%.000.000. Untuk proyek X : 0 = .000. 13%. 50. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000. = 13.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. 25). pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 + 32.000 Rp 40.000 (P/A.000.000 Rp 23.000 (P /A.000.000.000.250.000 (P/F.000 (P/I'.000. 12%. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. 13% 25)+50.100.000 Rp 50.000. 25) Untuk i = 12% : .000. 25) = 3. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . i%. 25) + 50. 25) + 50.000.250.000 (P/F. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000.000 25 tahun Rp 325.. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000.000.000.000.000.000.000. yaitu proyek X dan Y.000 (P/A. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000.000 Rp 88.500.000.000 Rp 50.000.000.000.000 + 32.000.000.000 Untuk i = 13 : . i%.000 tiap tahun.250.000.000 Rp 24.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000+32. Contoh 5.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000 tiap tahun. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.4 : Misal ada 2 proyek.000 Rp 100.085.

yaitu 3.Diperoleh i = 12 % + 3.000 pada alternatif II.000.000 Rp 9.000 (P/F. 2 5 0 . Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000 20 tahun Rp 10.000.000.000.916.000.23 % > 11 %. Untuk proyek Y : 0 = . maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 (P/A.000. i%.085.000 + 36.500. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.23 % 3.000 − 1 1% = 12. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000. 1 .916.000 Karena 12.000 40 tahun Rp 20.000 + 13.000 Rp 120. 0 0 0 tiap tahun.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 Rp 6. 70. 25) + 50. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).325. Contoh 5. 42 .4%. i%.000. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).

250.000 9. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.000 1.50.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000/tahun - Alternatif II .000.000. d. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000.000 - 7.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2. i%.250.000.70.000 . i%.000.000 + 10. c. Hitung rate of return t i a p .000 NPW (II – I) = . b.000 . 20) + 10.000 + 10.000.750. 40) + 40. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000. 43 .000. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 (P/A.000 + 1.120.250.000 9.000.750.000.000.750.750.000 (P/F.000 + 1.000 1.000 + 20.750.000 21 – 39 40 9. i%.000 + 40.000 7.t i a p a l t e r n a t i f .000 + 10.250. yaitu a.000.000 9.7.000.000 + 1.000/tahun II – I .000 (P/F.70.000.000 7. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.50.

900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.200 (P/A. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.000 B Rp. i = 8.000 Rp. Jika i% (MARR) 6%. 200. 400. 500. 400.700 44 .700 C Rp.e.700 (P/A.200 Keuntungan/tahun Rp. i%.efisien).000 Rp. 27. i%.3% C : 0 = – 200. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. diperoleh hasil sebagai berikut. Contoh 5.000 + 125.000 B Rp. 500. 100.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.200 (P/A.200 Keuntungan/tahun Rp.200 D Rp. 5). 27. 100.3% B : 0 = – 100.000 Rp. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.900 C Rp. 100. 5). i = 12.000 + 46. 5).900 (P/A. Untuk A : 0 = – 400. 400. Penyelesaian.000 Rp.000 + 100. 125.000 Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . i%. 125.000 + 27. i%. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. 5). i = 5% D : 0 = – 500. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 46.

300 (P/A. i%.9 % . D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. K a r e n a 6 . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. 9 % > 6 % maka . 300.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. i%.000 Keuntungan/tahun Rp.300 NPW ( D-A ) = 0 = .200 (P/A. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.000 + 73.000 Keuntungan/tahun Rp.pilih alternatif D. Selanjutnya membandingkan A dengan D. 73. 5). Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).300. 21.100.200 NPW (A – B) = 0 = . 100. 45 . diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).000 + 21. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.

000 Rp 1.000.000 Rp 16.000 A Rp 40.000 Rp 16.000.000 Alternatif II Rp 80.400. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000.000.000. 2.000.000.000 Rp 11.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000 4 tahun Rp 1.000.000 40 tahun Rp 2.000 1.000.000.000 Rp 11.000 Rp 16.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.Soal-soal : 1.000.000.000 5 tahun 5.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 Rp 9. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 Rp 11.850. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000. Berdasarkan perhitungan tersebut. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000 Rp 10.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 Rp 14.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.

Singapore. maka tentukan mesin y ang dipilih.. 47 . 1982. John Wiley and Sons.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . and Richard S. Fabriky.. Principles of Engineering Economy. Mc Graw Hill Book Co. Grant Ireson. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. W. Engineering Economy. Thuesen.G. 1985. 1981.. Leavenworth. Seventh Edition. Gant. H. and GJ.. Leland and Anthony T. Second Edition. Eugene L. Fifth Edition. New Delhi. Engineering Economy. Thuesen. Singapore. WJ.Inc. Prentice Hall of India Private Limited. Daftar Pustaka: Blank.

BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah.Tetapi 48 . dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. Contoh lain. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. rumah sakit dan obat-obatan. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. sedangkan sebaliknya tidak. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta.

97 46. 6. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.000 49 . Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.1.700( P / A.900( P / A. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….200( P / A.6%. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. : Lihat kembali contoh 5. dokter. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. dokter.5) 100.17 = 0.06 = C PWcos t 400. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.6%. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. Untuk 3 alternatif atau lebih. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.5) = = 1.000 27.5) 200. Contoh 6. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.6%. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. tetapi disini dihitung incremental B/C.000 B : B/C C : B/C = = = 1. yaitu diperlukan analisis incremental .

700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.5) = 1. 500.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 50 .D : B/C = 125. 100.6%.000 72.900 D Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.200 Incremental D–A Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B . 500.000 Rp.6%. 21. 400.05 Untuk alternatif C karena. 0 2 100.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 Rp. 100. Selanjutnya. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.300( P / A. 27. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. 100.000 Rp. 125.6%.300( P / A.02 100.000 Rp.200( P / A.000 Rp.700 A Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.5) = 1. 125. 400.5) 200. 100.900 D Rp.000 Rp.000 = 1.

000. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.55. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.000. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ). sebab data yang tersedia dalam tahunan. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.000.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).000. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000.300. 0 0 0 .000 tiap tahun. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).kecilnya banjir yang timbul).000.Contoh 6. 0 0 0 .900. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Seperti halnya dalan contoh 6.000.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000.1. 51 .000 tiap tahun. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.10. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).2. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.

000 = 375. Misalnya.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000) = 12.000 2900.000 (A/P.000.R.000 C(D & R– S) = 5300. 6%.000.000.000 = 157.T P ) C (S .105.000) – (28.000 = 1. B (S . 6%.000.000. Contoh 6. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 = 0.50) + 35. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000 B/C = 12. 50) + 40. dalam pengembangan sistem senjata.000.000.000 .000.000.000 (A/P.000 – 55.000 (A/P.50 + 35.000 Karena B/C – 0. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000.000 . biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000 + 10.000.000. pengembangan.000 = 2900. 6%.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 .08 157.000 375.000.000. pengendalian polusi dan sebagainya.000 = 219.71 219.TP ) B/C = = 480. nilai akhir.000.000.000. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. Cost disini mungkin biaya riset. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .

000.000.000.000 75. 5) + (P/F. 25.000 75% C 190.000 PW (B) PW (G) = 160.000 160. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A. 15 ) = 272.000 ( P/A .723.000 9.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000.000 = 190.000 Dari hasil perhitungan di atas. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). 9%. 99%.9%.000.732.000.000 + 25. 9%.000.000.000. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 25.200.000+ 12.200.000.000 (P/F.15) = 256.000.161. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000.000. 15) = 264.000.000 (P/A.000 190. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000. Dengan menggunakan MARR 9%.000 9.9% 10) 15.000 (P/A. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000% B 160.200. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 + 9.000 12. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000.000 15.000.000 15. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.tersebut. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 . komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000 12. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.

tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final.B) = 15 % Dari hasil tersebut. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Demikian sebaliknya. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.429 efisiensi (C . untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan.429. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. PW (C B) = 7. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. (rubber yard sticks). maka masalahnya sederhana. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 .20 % maka penawaran C yang dipilih. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. tetapi dalam beberapa hal berlainan.03. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih.3 tersebut. Dari perhitungan. 60% dengan 72 % dan sebagainya. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis .dengan nilai sejumlah uang tertentu. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.000. . Soal – soal : 1.2 . Misalnya dalam contoh 6. Dalam contoh 6.08 dan 1.38.000.

diperlukan biaya awal Rp. 3.000.000 dan naik Rp 12.000.400.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.880.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. Biaya awal untuk P adalah Rp. 4.000.000.000.000.000. Untuk lokasi M. D & R akan mengurangi daerah pertanian. 2.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 dan naik Rp 5.000 dan Rp 660. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000 tiap tahun. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Berikan kesimpulan hasil tersebut. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000 dan Rp 90. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000.600.000.000. Dari soal 1.000.000.000. Gunakan MARR 8 %. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000.000.000.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000 dan bertambah Rp 20. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000 dan untuk lokasi N.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000.000.000 tiap tahun. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).300.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000 tiap tahun. 3. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. 50.

Pujawan. R. D .000. Surabaya 56 . 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N. Penerbit Guna Widya. Edisi Pertama.N. Ekonomi Teknik. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Mc Graw Hill Book Co.Inc. Daftar Pustaka: Barish.N.. New York.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. 2004. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .000.

Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. cost point). kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. 57 . Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Karena itu f1 (x) = f2(x).BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. biaya minimal.

Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 . Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.000 (A/P. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.10%.400. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.000) (A/P. 550.000 (0.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.4) + 200.000. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. 10%. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). 4) = Rp.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. 120.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. 174. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .10) = 399.000. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.000 – 200. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.400.Contoh 7.

000 + 120.84) – 174 – 100 (1.37) = Rp.HBt = 399. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.t = jumlah jam operasi tiap tahun.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA . Maka TCB = CRB + Ht.000 + 100 (0.000 59 . 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.000 + 120. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan. Gambar 7. 292.000 − (399.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.

968) (A/P. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. Dalam contoh sebelumnya.000.000 Rp 1.500.000a + 4. 20) + 29. 20) + 35.250.440a + 8. Contoh 7.99) (A/P.000 = 29. 8%. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya. steel (baja) dan frame (kayu). pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 Rp 1.000a (0.08) + 4.032) ( 0. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000 a (A/P. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000 = 3.000.000 = 2.250.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.500.500.08) + 6.000 Rp 2.000 3.000. 60 .000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000a (0.000 Rp 3.000 Rp Rp 5.250.000 = 2.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).600.558.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.01) (0.000 Rp 5.000a (0.000 - Baja 29.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000. 20) + 8.000a (0.934. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.400.000a + 6. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000 TC (kayu) = 35. 8%. 8%.

dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji.000.000. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. adalah membangun dengan konstruksi baja. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000 15.000.000 beton 20. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. yang ekonomis adalah konstruksi beton. A.Biaya kayu baja 25.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.

6%.000 + (600 – 500) (539. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. biaya instalasi Rp 160. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. 20) + 500 (539. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6) A (0.40)(12)( A)(555) 539.0011435 258. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station.890 A + 13. dan pemeliharaan diabaikan.6) A (A/P. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.06) = 20. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . biaya investasi akan bertambah juga.940 62 . Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . umur teknis ditaksir 20 tahun. pajak insurance.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.001 1435 ohm. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga.

52 inci2 20.280 64.390 139.370 3 76. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.720 129.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.140 182.610 86. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.400 TC 185. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .940 A 258.890 A + = 20.490 = 3.490 =0 A 258.120 185.510 4 5 6 97.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3. 090 Biaya Investasi 129.890 – 258.490 + 13.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.160 170.750 43.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.760 162.500 118.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).680 51.090 162.

000 3. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.000 2.220.000 tiap tahun secara kontrak.000 8.000 5. dan biaya pemeliharaan Rp. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.000 3.000 tiap hari.000 tiap hari. Soal – soal 1.680.850.000.960.000 3.000 4. 3. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. 4. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.30. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 6.000 6. 130. dua. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. maka berapa hari tiap tahun.190.710. dibandingkan menyewa? 64 . 5. tiga atau empat evaporator.030.610. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000.560.000.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. 50.000.000 1.350.960. 7.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.240.000 860.

New York. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.000 tiap tahun. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 200.000. N. 4. Pujawan. 315. 0. 1995. dan mesin gas ekonomis. dan memerlukan biaya Rp.800. Edisi Pertama.000. Ekonomi Teknik.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.N.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. untuk buldozer yang ia beli. 240.000 tiap tahun. 2. biaya pengoperasian Rp. biaya pemeliharaan R p .500. Surabaya 65 . Daftar Pustaka: Barish. Harga mes in diesel Rp. Mc Graw Hill Book Co. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. mesin diesel ekonomis. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Surabaya.2..000 tiap tahun. 2004. 1990. Harga mesin ga s olin Rp.000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 150.000.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. biay a pemelihaan Rp. 3. 3. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. 2. 3. Ekonomi Teknik. sehingga dapat diabaikan. 300. 150. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.000. Bi.000. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp.N.300. diesel atau gas hidrokarbon. dan memerlukan biaya Rp 2.000 tiap tahun.aya buruh Rp. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .Inc. Haryono.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Penerbit Guna Widya.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar.

Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi.sederhana sebagai beriku t : 66 . yaitu: 1. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. 2. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh .BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Yang pertama. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang.

000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.000 tiap tahun. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 15. 5. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. umur teknis (n) .000.000 tiap komponen.5. 7. pemeliharaan. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.000 sebagai penghapusan modal. 2. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. Dengan menggunakan mesin tersebut. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. dan nilai akhir (S).000. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000 untuk menunjang proses produksinya.000. 2. 67 Sum of Years digits . Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . dan depreciation accounting (SOYD).500 2. upah kar yawan.500.000 = Rp. 5. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. 2. 8.000.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.000. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . Untuk menghitung depresiasi. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . 2. ada 3 komponen utama yang digunakan.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000 tiap tahun. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000.500. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 4.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

. i .015.000 6.000. 8.8. 8.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. n) + i (P-S) (A/F.000 71 . t-1) …………………………. i.400 6. t) ……………………….390 1. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.490 999.000 1.580 2.000. 10.000. n) (F/A.1.600 1. n) (F/A.917.670 8.7. i.793.015.692. i%.000. i%. i.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.000.000 SOYD 4. i.000.901.000 Declining balance 2.940 1. Nilai buku asset Rp. n) (F/P..000 4.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.060 3.000 6% sinking fund Straight line 8. 10. BVt = P-(P-F) (A/F.596.711.403.000.

000 n 8 72 .900.000.000. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). b. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. Dt = P − S 36.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.3 %. f. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. i.36. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. g.500. c.000. b.000 = = 4.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. 8.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000 + 8. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). h.000 (P/A. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. e. d. i %. Sebelum pajak NPW = 0 = . lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. 36.Contoh : 8. Penyelesainnya : a. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.900.

D6 = 3.500.500.000 + 8.000.000.400.500.000.000 4.000 4.400.000.000.000 6.000.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000 2112.500.000.000 4.000 2112.000 2112.000 + 8.000 6.000 4.000 + 8.000 4.400.738 .000.900.2 %. D3 = 6.000 4.400.900.000 + 8.000 + 8.36.000 (P/A.400.000 2112.000.000. i %.500.000 4. D8 = 1.500.000 6.778.000.000.000. D5 = 4.900.000.000.000 + 8.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.400.900.738 .Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 2112.000 6.000 2112.000. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 4.900.000 6. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.000.000 6.738 .000 4.738 .500.000 4.000 4.000.000 6.000 D2 = 7.400.738 .738 .000 6.738 .000 2112. Dt = (P-S) D1 = 36.900. D4 = 5.000 4.000 + 8. 73 .000 NPW = 0 = .738 .000 8(8 + 1) c). D7 = 2.000 2112.500.000 4.900.900.000.000 + 8.400.000 4.000 4.000 + 6.

312.392.000 36.000 8.588.000 (P/A.000 7.900.000.000 1.000 7.108.900.000 7.000 912.900.900.000 2.000 3.900.000 2.900.028.000 8.900.000.000 5.000 - - 900.832.000 7.000 NPW = 0 = .000.000 1.000 1.000 8.000.468.000 + 8. i %.900.468.000 (P/G.792.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11. 8) – 480.988.900.548.000 7.000 8. i %.000 6.000.000.382.000.000 4.000.068.900.900.000 + 8.872.000 6.000 5.48 C) (E = A + D) - 8.000 3.000 2.508.900.900.000 1.000 4.000 8.000 5.000 3.000 6.000.000 - - 432.000 8.36.000 3.000.000 6.2 % 74 .000 (B) (C = A + B) (D = -0.000 5.000 8.000.000 2.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.

000 .000 8.2. 8.052.062.25)3 = 15.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 7.750.055.032.848. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.25) = 27.995.868.052.000.000 (1-0.905.900.797.000 3. 6.750.052.905.2.000 8.052.000 8.000 6.000 8.905.900.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.900. yaitu : Dt = (11.000. i %.900.000 6.000 NPW = 0 = . D2 = dr BV1 = 0.000 .000 2.000 . BV0 = 36.842.000 8.000 9.1 % 75 .0.000.451.25 (27.25 BV3 = 3.2.36. untuk t = 5.25)2 = 20.000.449.948.000 .000 8.797.000 (1-0.390.625.000 6.995.000. 7.000 + 5.000.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.500 3.d).2.1.000 .000.900.000 2.500 BV3 = 36.500 D4 = 0.000 8.000. dr = 2 = 0.995.2.000.000 5.250.390.000 (1-0.000 8.000 6. i %.000 6. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11. D1 = dr BV0 = 0.103.000 5.000 .900.000 7.25 BV2 = 50. 8) + CFt – 5.000 5.000 2.000 6.848.000 .000.500 5.25 (36.995.000 8.000) = 9.000.000 -100.837.000 BV4 = 36.000 48.25)4 = 11.995.900.000.000 2.000 2150.000.848.1.000 (1.848.187.995.000 .000 d3 = 0.000.000) (P/F.000) = 6.500 − 0) = 2.000 5.000 5.848.000 - B C D E .000 (P/A.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.36.900.905.000.

000 8.000.000 E 32.832.000 7. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 6.000 8.000 ITC = 10 % (36.028.000.000 6.32.000 B C D 17.000 1. i %.468.900.900.000 .000 8.000 8.508.900.000.272.000 8.000 8.900.548.000 432.000 2.720.000 5.280.900.000 8.000 1.108.000 3.628.628.900.36.900.4.628. n) – 480.000 5.000 3.068.000.900.000 2.000.000 8.392.000 912.000 .000.900.000 2.900.000 5.000 NPW = 0 = .000 3.900.000 1.000.312.000 900.000 1.988.468.000 (P/A.000.000 6.000 2.000 3.4.588.600.18.900.000 8.6 %.000 7.000 4.000 (P/G.000 8.000 4.000 .000. f).600.000 76 .000.000 B C D 3.000. Tahun 0 1 2 3 A .000 8.000.000.000 0 0 0 8.900.36.000 7.e).352.000 E .000) = 3.000 4.000 8.000 5. i %. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000 + 8.272.000 8.900.000 4.000 8.000 6.900.000 7.798.4.900.827.000 4.900.900.000 7.272.900.000 8.900.

920.15 (36.000 -7.32.628.000 4.000 -5.000 8.000.628.272.643. Tahun 0 1 2 A .000.000) = 7.000 NPW = 0 = .000 8.000 8.000 8.650.560.000 8.628. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.900.000 4.900.272.36.000) = 7.272.628.000.32.560.4.900.000 B C D 3.000 1.500.000 8.000 4.000 .816.272.000 77 .000 Kelima = 0.000 -7.000 .000 8.900.4 5 6 7 8 8.000 .000 8.900.000 . i %.400.21 (36.700.000 4.900.470.4.000 .628.628.48 (-36.000 8.000) = 5.000 4.084.4.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.272.560.000 Ketiga = 0.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.4.000.900.000 8.900.200.272.650.000 .900.000.900.000) = 17.000 1.000 E .000 .272.400.000.900.000 4.280.000 4.680.000) = 7.600.4.000 .1.920.643.000 E .628.700.22 (36.900.000 8.816.272.650.000 1.000 8.000 4.4. g).000.000 -7.000 8.400.720.000 -7.000 .000 1.36.340.900.200.900.900.400.000 8.000 .000 8.000 8.18.000 Kedua = 0.000 .900.000 -7.000 8.000 .000 8.900.3 %.4.000 8.000.000 0 0 0 0 0 8.000) = 7.21 (36.084.272.000 8.000 8.272.628.430.000 Keempat = 0.000 -7.4.900.643.628.000 .000 1.000 8.000 .340.272.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .600.000 .900.000 8.340.900.000 0 0 0 3.21 (36.000 7.0.000 B C D 3.7 % h).000 8.000 8.000 (P/A.000 Besar pajak investasi = .900.000 + 4.000 980.000 8.220.

000 -7.000 8.900.000.600.000 E .628.000 .36.4.000 .900.4.200.620.140.000 8.1.084.4.900.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 8.000 .000 8.084.000 4.000 8.000. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 6.000.000 8.6 %.900.000.816.000 8.5.640.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000 4.900.000 .000.400.000 -7.880.700.000 260.125.000 3.900.000 4. Contoh 8.890.000 8.000 .000 8.000 Tahun keempat = 16 % (36.700.000 -2.628.000 .000 8.000 8.000 8.020.000. i).000) = 7.000 8.010.000 0 0 0 1.000 B C D 3.272.816. 180.760.628.000.3 4 5 6 7 8 8.000 8.000.9 %.900.700.000 0 0 0 1.760.000 .000 8.000 8.900. 78 .000.000 .272.393. apendik) adalah 20 % (36.000 8.000.000) = 8.900.200.000 8.4.628.700.200.272.000) = 5.816.000 1.900.000 4.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 . 36.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 .2.000 6.000 . dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.4.272.900.900.200.000 -7.000 7.900.200.000 -11.000 .816.900.000 .8.000 -7.900.272.158.272.900.200.000 4.000) = 7.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.900.000 8.000 4.000 8.507.000 1.000 . 30.000 8.000 1.000) = 2.900.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….900.000 8.520.880.628.258.000.084.520.4.084..000.775.32.000 10.000.000 .640.000 8.900.000 .000 8.628.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000) = 11.2.

000 – 0) = 14.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000 36.000 P−S ) t = 180.000.000.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000.000.000K.000 + 25.000 180.000.000.000.000 21.000.000 30.000 − 30.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.920.080.000 (P/A.000 .000.000.000.000.2 % b). setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 . c).48 (30. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 .000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a). i %.000.000 (P/F. i %.000. 10) + 30.000 − 0) ) t = 180. NPW = 0 = .000. 8.000 (P/F. c).000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000 30.000 -15. Dt = 180.000. b).000 − 0 = 45.000. sebelum pajak pendapatan.000 B C D E -180. NPW = 0 = .9 %.920.000. 30.000 − 30.000 4 P−S (180.000 -10. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 10 A -180.000 = 15. 79 . Penyelesaian : a).180. 10) + 30.000 (P/A.400. i %. i %.000 + 36.000 25.180. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000.000.

000 36. i %.000 30.000. 8.600.000. i %.000.000.6% d).7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 .180.000 .000.9. i %.000 .10 = 30. Contoh 8.000.000.5 %.000. 4) + 18.000 B C D E -180.000.10. 6) (P/F.560. i %.000.000 -14.000 (P/F.000 10 (180.000 8.15.48 (22. 4) + 15.000 10.000.000.000 NPW = 0 = .000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.000 (P/A.080 .560.600.000 + 25.250.000 36.000 (P/F.000 -17.750.000 .000.750.000.000 18.000 − 30.000 .000 = .000.000 .000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000.320.180.000 − 30.000 0 36.000 36. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.920.000.000 (P/A.000 NPW = 0 = . Dt = 180.000) .400.560 .560.000 15.000 .000 .000 10 BV = 180.000 25.000 4. i %.000.22.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000. i %.000 40.000 – 30.000 21.000 K - Nilai akhir = Rp.000 18.000 (P/A.180.000.320.000 B C D E .000 . 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000 + 40.Tahun 0 1 – 10 5 .320. 10) + 18.000.000) = 10.22.920.180.10 10 A -180.000 = 15.000 -45.

000. i %.000.300.600.000 24.400. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000 50.200.000 C -350.000 34. 20) i = 6. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.800.000 B 250.000.000 .000 101.300 .000 117. i %.500 .800.000 24.000 .000 20.400 .50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.100.000 45.000 60.000 B -250.000 -10.000 51.000 (P/A.000 + 22.400.000 .000 27.000 -20.200.000 65.000 .000 32.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.800 . pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000.800 .200 . untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 D 500.200. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 -21.700 . Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 -16.500 .000 NPW (A) = 0 = .000 .000.000 .000.000 40.200 .000 C 350.7.100 .600.25.000 14.400.000 -17.000 17.000.100.000 (P/A.000 D -500.200.000 52. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.700. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya. 32.900 .000 22.800.000 .500.5 % 81 .000 33.500.000.000 + 17.000 -10.000 65.000 51.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.600.000 20.Biaya peralatan investasi A 200.0.400. Berdasarkan data di atas.400.000.

i %.000 10.000 11. 20).300. i %.000 C -350.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. sehingga dipilih alternatif C. 20). .000 NPW (C – B) = 0 = .000 34. i %.000 (P/A.900.000. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 22.000.5 % NPW (D) = 0 = -500.dan sebagainya. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000.700.000 45.000.700.200.000 C-B -100.300. Soal-soal: 82 .000.000.000 + 45. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.9 % < 6 %.Safety (keselamatan) . yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000.000 + 34. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. Diperoleh i= 3.900. i %.000 (P/A.200.000 34.C dan D seperti sebelumnya. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.Pemasaran (marketing) .000 C-D -150.NPW (C) = 0 = -350.000.000.100.600.000 + 10.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000.000 D -500. 20) i = 7.300.000 (P/A.000 + 11. Jadi tinggal membandingkan alternatif B . 20) i = 6.000 (P/A. karena itu dipilih alternatif C.

Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. 12.000. Dengan menggunakan metode “average book”. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. 3. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. 2. 17. 3.000 pada tahun pertama.000. hitung rate of return tiap peralatan.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.50.000. 9.4.000. Pada tahun 2003.000. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. b.000. Metode depresiasi SOYD. memberikan pendekatan yang cukup baik.1. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. b. c. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.000 pada tahun kedua naik Rp. 78. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya. Dengan menggunakan metode “Original Book”. c.300.000 pada tahun-tahun berikutnya. d. Dengan 83 . hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. d.000. Untuk tujuan pepajakan.000. 3.000. Metode depresiasi straight line. 16. Rp. Metode depresiasi double declining balance. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000 untuk selama 2 tahun.000.000. jika digunakan : a. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. 20.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. Harga notebook tersebut Rp. a.000 pada tahun pertama. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).25. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.000.

John Wiley and Sons. Daftar Pustaka: Blank. Ekonomi Teknik. 1982. W.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Gant. 1985. Singapore. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut.. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Seventh Edition. and Richard S. Surabaya. Fabriky. Fifth Edition. 1990.Inc..G. Engineering Economy. Prentice Hall of India Private Limited. Leland and Anthony T. and GJ. Eugene L. H. 84 .. 1981. Thuesen. Leavenworth. Haryono. Thuesen. WJ. Principles of Engineering Economy. Grant Ireson. Engineering Economy. New Delhi.. Second Edition. Singapore. Mc Graw Hill Book Co.

BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.A.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. 10. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu.87 %. Contoh 9.S. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).000. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.

000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.900 94.000 478.200 170.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10. pada kolom 4.000 500.000.300 133.000 425.000 10.000 500.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.500.000 256. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 371.000 500.100 147. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.900 ) Rp.000 500.000 500.000 500.000 468.300 125. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.338.000 272.300 121.000 = Rp.500 181. 7.000 288.000 446. 86 .000 492.000 500.500.000.400 116.000 238. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan. 500.000 383. 399.000 500.500 195. Setelah 116.000 500.000 104.200 100.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.700 161.000 500.000 314.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 349. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 Laju inflasi (CPI) 92.500 97.000 pada tahun 1995.000 399.000 500.000 500.000.200 109.

000. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. Pertanyaan : a.35.tahun kedua diberi indeks 105.330 b.000 – 1. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.500.000. yaitu obligasi yang berharga Rp.000000.000. 1.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. 40. 133.35.85% c. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.333. 70. 87 .Contoh 9.333. NPW = 0 = . i% .3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.40.000. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.000. 10) + 133. i%. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.000.35.000 (P/A .000 tiap Ha.500. Pertanyaan: a. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.000. Contoh 9.330 (P/F .000.000 x 5 x 100/150 = Rp. Rp. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.

666.500. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 + 4.000 -1.500.733.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000 + 2.869.090. Berdasarkan tabel c).433. Penyelesaian : a.330 - Obligasi 35.000 + 4.000 + 3.000 + 4.500.000 5.480. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.35.500.000.648. i %.148.370.000.000 +∑ ( P / F .000 5. n) 150 n = 1 1 + 0.000 5.166.333. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000.000 + 4.000 6.500. Hitung rate of return dari a).500.362. 100 10 5.807.000 + 133.000 (P/F.000 + 46.500. i %.600.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.500.000 -1.833.000 5.000 + 4. c.000 + 70.b. e.000 -1.000 -1.000 -1.000.000 d.333. c.500.000 -81. i%.000 6.600 + 4.000 6. d.862.000 -1.000 -1.980.000 -1. 10) x b.500.666.000.500.000 -1.000 + 5. n) n =1 10 88 .369.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 + 5.590. NPW = 0 = .000 5.000 -1. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .

27.74 %.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. 320. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.1%) b.700. a. Soal-soal : 1.000. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000 pada tahun kedua.300.000 pada tahun-tahun berikutnya. Rp. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. Berdasarkan data diatas : a.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.3 %) c.9%) c.000 pada tahun pertama. 1. 20.000.8 %) d.000.e. 300. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. 26. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.000.000.000. 74 %. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.000.000 tiap tahun.000. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. b. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. 110. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 200. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. 32. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 5. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 2. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000. Selama 10 tahun tersebut.300. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000.000. dan bertambah Rp. 100. Komisi penjualan sebesar Rp. 89 .

000) maka hitung rate of return sebelum pajak. a. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000. 3. 90 . b.461. 3.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. 3.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000.000.000 (1. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000 tiap tahun. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.110. ada pajak kekayaan sebesar Rp.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas). hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.000 (1.000. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. Jika tanah tersebut dibeli. 3. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000. 110. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Selain pajak pendapatan (income taxes).110.110. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.000) dikenai pajak sebesar 49%. 25. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. 346.000.100.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.12)10 = Rp.

1990. Ekonomi Teknik. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ekonomi Teknik.Daftar Pustaka: Barish. Penerbit Guna Widya. N.Inc. Haryono..N. 2004. Edisi Pertama. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.N. New York. Surabaya. 1995. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya 91 .

Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance).BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Untuk suatu variabel random x : a. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas.

25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul. bila Y kontinyu Contoh 10.5) = 0.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. (M1 B2).b.5) + (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.5) (0.5) = 0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. (B1 M2).5) = 0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.5) (0.25 93 .5) (0.

25 0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. 94 . 15. 80(0.-..5) + 12 (0. expected annual equivalents. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.25) – 1 = 0.50) + 22 (0.Rp.5 Contoh 10.25) + Rp. 40 (0.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.-.2 : Dari contoh 10. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.50) + Rp. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . 40.50 0.25) = Rp. 100.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. 100 (0..25) + 1 (0. Contoh 10.1. 80.50) + 2 (0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.

000.06 2/50 = 0.24 8/50 = 0.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000. 450.682. 210.000 Rp.000. 12 %.000.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.000 dan seterusnya.000) + (0.000 (A/P. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. 150. 53. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000) = Rp.000 Rp.000.04 1/50 = 0. 15) + 0.000) + 0.000.000.02) (300.000 Rp.48 12/50 = 0. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.02 Rp.000.000 Rp.06)(15.000. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000 Rp.000. 300. 100.000 Rp.000 Rp. 550. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000.000 Rp. 0 Rp.000. 330.000. 150.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 Rp. 100. 200.000.000 95 . 100.04 (200.000) + (0. 400. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.16 3/50 = 0.000.000. 0 Rp. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.16(100.

000.000. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000) + 0.000.000.02 (200.828. yang dapat 96 . 55. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000 (A/P. 12%.02 (100.000.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. 15) + 0. 12%.04 (150. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000.069.480.04 (100. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).751.04 (100.000) + 0. Dalam dunia bisnis.000 (A/P.000) + 0.02 (150. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. 80.000.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000 (A/P. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih. Contoh 10.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.000.000) = Rp.000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000) = 68. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. 15) + 0. 46. 15) = Rp. 12%. 12%.000 (A/P. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000. b. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.000) = Rp. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. c. 15) + 0. sedang atau jelek.

000.000.15 Tidak ada perluasan Rp.000 15.000. 10.000.000.000 120.60) Buruk (0. 140.000 .000 – 12.5) 10.972.000 Rp.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 Perluasn besar Rp.000.000 + 15.dicapai dengan 2 kemungkinan.000.000 Rp.000.000 (P/F.000 Rp.000 – 12.000.60 0.20%.000.000.20%.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.20%.5) = = = = = = 128.000 190.000.000.028.15) Baik (0.000 pada akhir tahun ke–5.000 (P/F. 12. 120.000.000.000.15) Baik (0.000. 145. 100.000.000 97 . 15. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000.000 10.000.000.000.000 – 41.000 110.25) Perluasan kecil Sedang (0.000 Rp. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis. 115. 190.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000.000 – 12.000 (P/F.000 – 41.000.000.60) Buruk (0.000 Rp.000.000 + 15.000 – 41. 10.5) 145.000.000 Perluasan Kecil Rp.000.000 + 15.000.000 Rp.15) 115.60) Buruk (0.000 100. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.028.25 0.000.000.000 155.000 108. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.25) Perluasan besar Sedang (0.24.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 3.000 140.

………….000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000 (υ(θ11)) 128.000. 97.028.000.15 (24. = probabilitas dari Sj.000.972.1 98 .000) = Rp. I = 1.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.101.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.000. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000) + 0.000.25 (128.250.000.n.60 (100.000(υ(θ13)) 3.25 (115.250. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000. 2. 90.25 (115.15 (10. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.028.000(υ(θ12)) 108.000) = Rp.028.000) + 0. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .000. ……n.15 (3.000) = Rp.000) + 0. contoh 10. 2.000(υ(θ23)) -24.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi. Formulasi matriks contoh 10.000.000(υ(θ22)) 110.972.000) + 0.60 (110.000) + 0.000 (υ(θ21)) 110.000) + 0.028.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000.000.60 (108.

000K tiap tahun. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek.7. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. 100.000.25 )+ 100.000 ( 0. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.000 ( 0.000 ( 0. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. 350.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 ( 0.250.000 ( 0. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. pajak pendapatan 50%.000. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.25 )+108. 150.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.250.000K tiap tahun.000.000 = 128.60 ) + 10. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. 99 . Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.60 ) + 3.000.028. 200.000 = 155.000 ( 0. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 Soal-soal: 1.15 ) = 90.028.15 ) = 97.000 ( 0.000K.60 ) + 24.000. 2.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.000K. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.972. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.15 ) = 101. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000 ( 0.028.000 ( 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.25 )+110. 150. 150. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.

N. 2004. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.600. tanpa dikenai pajak. New York.600.000 25.000 30.000.000. P(S3) = 0.000.. 1995. Andaikan juga P(S1) = 0. N.3. Pujawan. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.500.5. Edisi Pertama.N.000 2000.000 S3 14. Mc Graw Hill Book Co.2.2000. Penerbit Guna Widya.000 10.000.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.000.Inc.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. Daftar Pustaka: Barish.000 12.000 Modal Kerja 10.200.000 15.000.000.000 8. Berdasarkan data diatas. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. Surabaya 100 .000 S1 18.000 22.000.000 80. P(S2) = 0. Ekonomi Teknik.200.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 3.

Ongkos penggunaan modal (capital) a. b.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Misal: biaya tanah. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. a. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. mengukur. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Misal: biaya bahan baku.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang.

biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. 103 . hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.

Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. dan sebagainya. misalnya ongkos bahan baku. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Jumlah semua pendapatan. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Titik yang dinyatakan variabel output. lama operasi. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. banyaknya penjualan dan sebagainya. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. ongkos tenaga kerja langsung. misal: volume produksi. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful