BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bangsa Indonesia terdiri dari berbgai macam ras, suku, budaya, dan kepercayaan/agama. Mengenai agama di Indonesia, ada lima agama yang diakui secara sah oleh pemerintah Indonesia., antara lain: Hindu, Islam, Budha, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Oleh karena adanya berbagai agama, diperlukan toleransi dan rasa saling menghormati antara agama satu dengan yang lainnya. Jika dihubungkan dengan proses keperawatan, dimana seorang perawat yang nantinya akan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang tentunya memiliki agama/kepercayaan yang berbeda-beda. Maka dari itu sebagai seorang perawat professional, diperlukan pengetahuan dasar mengenai kelima agama tersebut. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam maka dari itu dalam hal ini kami akan membahas lebih dalam mengenai agama Islam dan berbagai hal yang dikaji menurut Islam, khususnya yang berhubungan dengan proses pemberian asuhan keperawatan. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat menempatkan diri sebagai pelayan kesehatan (perawat) yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien terutama yang beragama Islam. Sehingga dapat tercapai asuhan keperawatan yang optimal dan berkualitas. 1.3 Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui kepercayaan pasien 2. Hal – hal larangan menyangkut pemberian tindakan keperawatan dan gizi pasien 3. Untuk mengetahui cara pasien beribadah 4. Untuk memudahkan kita memberikan tindakan/asuhan keperawatan 1.4 Rumusan Malasah

Dan mendirikan rumah sakit lapangan.namun juga terlibat dalam aktifitas sosial dan komunitas. .akan tetapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah secara sosial yang dapat mengakibat kan timbulnya berbagai penyakit.BAB II PEMBAHASAN 2.diilustrasikan sebagai perawat teladan.Uhud. Tugas ini digambarkan mulia bagi rufaidah.pernah digambarkan saat perang Ghazwat Saad Bin Maadh yang terluka dan tertancap panah ditangannya.mereka izin nabi Muhammad saw untuk ikut digaris belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka.klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain.dirawat oleh Rufaidah hingga stabil.dan nabi Muhammad sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh nya.ia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan.atau penderita cacat mental.pada saat perang Badar.dan nabi Muhammad saw mengizinkannya. Beliau juga adalah perawat pertama muslim.yang tinggal di Madinah dia lahir di yathrib dan termasuk kaum anshar. Rufaidah adalah seorang pemimpin.sehingga terkenal saat perang.yang dilatih dengan bekerja dengannya.dan digambarkan pula memiliki pengalaman.organisatoris.beliau dikenal sebagai perawat yang memulai praktek keperawatan di masa nabi Muhammad saw.Khandak dan Perang Khaibar. Ayahnya seorang dokter dan ia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya disaat kota madinah berkembang.sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat.ia memberi perhatian kepada setiap muslim.kontribusi rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang.miskin.Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit.dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya dibidang keperawatan dan medis.sehingga perkembangan sisi teknologi dan sisi kemanusiaan mesti seimbang. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker yang menjadi inspirasi bagi profesi keperawatan di dunia islam.mampu memobilisasi dan memotifasi orang lain. Dia menjadi seorang sukarelawan dan merawat korban yang terluka sewaktu perang.beliau hidup dimasa nabi Muhammad saw.1 Sejarah Keperawatan Menurut Islam Kegiatan pelayanan keperawatan telah di mulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada zaman nabi Muhammad saw.baik dan bersifat empati. Rufaidah juga digambarkan memiliki keperibadian yang luhur dan empati sehingga memberi pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik pula.anak yatim.dan membangun tenda diluar masjid Nabawi saat damai.Rufaidah Binti Saad memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al Bani Aslam Alkhazraj.dan dalam perang khaibar. Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat.adapula yang mengenal Rufaidah Binti Saad.dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal saja .yang selalu memberikan pelayanan terbaik nya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin.di abad pertama hijriyah sesudah Masehi.

ummu amin.aminah.dan lainnya.beberapa wanita muslim terkenal sebagai perawat adalah kuafibat. Menolak pelanyanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran Agama .amin binti abi qaysal ghifari.ummu sulaiman.rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama dunia islam. Hak – Hak petugas keperawatan · · · · · Mendapatkan Gaji dan Honorer Mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah Mendapat perlindungan hukum Melindungi pasien dari ancaman luar kehidupan keselamatan jiwanya. kewajiban petugas keperawatan · · · · · melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatan memberikan pelayanan dengan baik menetapkan tarip yang terjangkau oleh masyarakat mengusahakan keringanan biaya bertanggung jawab atas kematian /penderitaan dan kerugian pasien yang disebabkan oleh kesalahan perawat · · · · melimdungi pasien dari sasaran propaganda agama lain menyampaikan wasiat pasien yang meninggal kapada keluarganya membantu pemakaman jenazah secepat mungkin menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama.dan hindun.syafiat.seperti:ummu ammara.sejarah dunia islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama rufaidah. Hak dan kewajiban antara perawat dengan pasien.

Albaqarah. maka boleh tayamum bila tidak mampu bersuci sendiri maka dapat dibantu orang lain jika pada tubuh terdapat luka yang digips atau dibalut maka cukup mengusap balutan tadi dengan air cara bertayamum ialah memukulkan dua tangannya ketanah yang suci sekali pukulan. maka dibasuh dengan air jika membahayakan cukup diusap sekali saja jika membahayakan juga maka bias bertayamum dibolehkan bertayamum pada dinding yang mengandung debu yang suci 3. .akan tetapi hal itu berlaku apabila asuhan keprawatan yang dilakukan sesuai dengan syari’ah islam. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(QS. 7. berwudhu jika berhadats kecil dan mandi jika berhadats besar 2.misalnya adalah bagaimana cara bersuci dan shalat bagi pasien yang sedang sakit. 5.sebagai perumpamaan dalam penerapan asuhan keperawatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam islam.Profesi keperawatan dalam islam adalah dipandang sebagai profesi yang mulia.seperti yang dicontohkan oleh rufaidah di zaman Rasulullah Saw. Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 185: “artinya : allah menghendaki kemudahan bagimu.185) Ø Tata Cara Bersuci Bagi Orang Yang Sakit 1. kemudian mengusap wajahnya lalu mengusap telapak tangannya jika sebagian tubuh yang harus disucikan terluka. dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an menganjurkan untuk membantu orang orang yang sedang kesulitan dalam hal ini adalah pada keadaan sakit.yaitu dengan memperhatikan kaidah-kaidah dan aturan-aturan dalam islam. 4. 6. jika tidak bisa dengan air karena dikhawtirkan dapat memperlambat kesembuhan.dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa: ”bertolong-tolonglah kamun dalam hal kebaikan. diwajibkan bersuci dengan air.dan janganlah kamu bertolong-tolong dalam hal keburukan atau kejahatan”.

orang yang sakit . diwajibkan berdiri meskipun tidak tegak atau bersandar pada dinding atau bertumpu pada tongkat bila tidak mampu berdiri maka hendaklah solat dengan duduk bila tidak mampu duduk maka solat dengan berbaring miring dengan bertumpu pada sisi tubuh sebelah kanan menghadap kiblat jika tidak mampu berbaring maka dapat dengan telentang dan kaki menuju arah kiblat dan kepala agak ditinggikan jika tidak mampu juga maka solat dengan menggunakan isyarat tubuh seperti kepala jika kepala tidak mampu maka dengan mata jika memang semua itu tidak mampu maka dapat solat didalam hati jika orang sakit merasa kesulitan mengerjakan solat pada waktunya. 6. jika tidak mungkin maka ia solat apa adanya. 7.8. 2. dan solatnya sah 9. Tata Cara Shalat Bagi Orang Sakit 1. 3. jika tidak mungkin bertayamum diatas tanah atau dinding atau tempat lain yang mengandung debu maka boleh menggunakan sapu tangan orang yang sakit juga wajib membersihkan tubuhnya dari najis. Ø Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dalam bulan suci rhamadan 1. maka dibolehkan menjamak 4. orang yang sakit wajib menggunakan pakaian yang suci dalam melaksanakan solat jika tidak memungkainkan maka solat apa adanya dan solatnya sah orang yang sakit juga wajib solat ditempat yang suci jika tidak mungkin maka cara sholat ditempat apa adanya dan sholatnya sah. orang yang sedang bepergian (musafir) selama bepergian tersebut tidak untuk maksiat dan sesuai dengan ketentuan ukum islam maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya. 5.

orang yang sudah lanjut usia orang yang lanjut usia dan perempuan tua yang tidak mampu berpuasa hendaknya memberi makanan setiap hari. . wanita yang haid dan nifas wajib mengganti dihari yang lain dan jika wanita tersebut berpuasa maka puasanya tidak sah.sakit yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa adalah yang mengakibatkan bahaya bagi jiwa. dan termasuk dari golongan hambanya yang lemah adalah wanita hamil dan menyusui. satu orang miskin 5. 4. Menurut islam bahwasan orang sakit wajib melakukan berobat untuk mengobati penyakit nya. wanita yang hamil dan menyusui allah meringankan bagi mereka untuk tidak berpuasa. Hak dan kewajiban petugas kesehatan lebih besar dari pada hak dan kewajiban pasien karna hak dan kewajiban petugas kesehatan bertanggung jawab atas jiwa dan raga pasien. tidak bisa dijamin aman dari godaan setan untuk melakukan perbuatan keji dan sarana-sarananya. dan ini artinya mengajak kepada perbuatan keji. Jika seorang laki-laki hanya berduaan dengan seorang wanita di suatu tempat. 3. Para pemimpin rumah sakit-rumah tidak boleh menugaskan seorang perawat laki-laki dan seorang perawat wanita untuk piket dan jaga malam bersama. ini suatu kesalahan dan kemungkaran besar. atau dikhawatirkan terlambatnya kesembuhan akibat dari puasa tersebut dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya. Karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ” Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepian dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) kecuali yang ketiganya setan" Menurut islam kesehatan yang bersifat (Prepentif) lebih diutamakan dari pada Kuratif (pengobatan). atau bertanmbahnya penyakit baginya.sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.

misalnya : Tata cara dan aturan tentang alat kontrasepsi atau KB Proses dan pasca melahirkan Transplantasi organ tubuh Tranfusi darah Aturan dan cara pengadopsian anak Dan lain sebagainya. 2. ia “Kunter” (dukun yang melakukan praktek dokter seperti operasi). Hal ini berdasarkan sabda Hadis Nabi : “Barang siapa melakukan praktek kedokteran/pengobatan.“berobatlah kamu. dan Al-Hakim) Menurut hukum islam. selain itu penyakitnya.”(Hadis riwayat Ahmad. seseorang yang melakukan praktek kedokteran dan pengobatan.dengan demikian dapat tercapai pelaksanaan asuhan keperawatan yang bermutu dan sesuai dengan syari’ah islam. ruang lingkup itu mencakup berbagai aspek dan keadaan yang sesuai dengan kaidah dan aturan dalam islam. hai hamba – hamba Allah! Sebab sesungguhnya Allah SWT tidak membuat penyakit kecuali membuat pula obat nya. tetapi ia harus bertanggung jawab atas kerugian pasien nya. sedangkan ia bukan ahlinya. jiwa/materialnya. misalnya. ialah sakit tua. Sebagai seorang praktisi keperawatan kita harus bertindak professional sesuai fungsi dan tujuan dari asuhan keperawatan.3 Dimensi Keperawatan Islam . Ibnu Hibban. kemudian ketika memberikan pelayanan perawatan bagi pasien yang perempuan hendaknya dirawat oleh perawat perempuan. atau “Terkun “ (dokter yang melakukan praktek dukun) Seperti ia tidak memberikan resep obat kepada pasiennya yang sesuai dengan disiplin ilmu kedokteran yang ia pelajari. maka ia harus bertanggung jawab menggung kerugian”. sedangkan ia bukan ahlinya.begitu juga sebaliknya.pasien laki-laki dirawat oleh perawat laki-laki pula.

Sekarang ini kecelakaan kerja masih besar disebabkan kurangnya pengamanan dan perlindungan kerja. Sebagian besar penyakit berasal dari isi lambung. baik yang dilakukan secara sederhana dan tradisional sampai pada yang semi modern dan supermodern. laut dan udara dan pengaruh global yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. sehingga apa saja isi perut kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Perspektif Keperawatan Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan. Wahai orang-orang yang beriman. Itu sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan. polusi di darat. karena kesehatan itu tergolong paling banyak diabaikan orang. yaitu perut. sehingga kesakitan dan kematian karena kecelakaan lalu lintas ini tergolong besar setelah wabah penyakit dan peperangan. Lalu lintas jalan raya.. Dengan hidup bersih. bukan saja saja makanan yang halal. membuang sampah dan limbah di sungai/sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya. Jadi walaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya sedemikian rupa. yakni masing-masing sepertiga untuk makanan. Makanan yang halal bahkan sangat enak sekalipun belum tentu baik bagi kesehatan. dan Islam sangat menekankan kesucian (al-thaharah). Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ajaran Islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan. yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan medis. tetapi juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. l990: 504). “Wahai sekalian manusia. baik zatnya. yaitu kebersihan atau kesucian lahir dan batin. pelayanan kesehatan ialah kegiatan yang sama. disebabkan faktor eksternal yang di luar kemampuannya menghindari. risiko kesakitan masih besar. seperti bekerja tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. sebab kebersihan pangkal kesehatan. Turmudzi dan al-Hakim). darat. beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Karena itu Islam memberi peringatan antisipatif: jagalah sehatmu sebelum sakitmu. porsinya harus proporsional. Karena itu salah satu resep sehat Nabi Muhammad Saw adalah memelihara makanan dan ketika makan. Hal ini karena sumber penyakit dan kesakitan.Dimensi keperawatan dalam Islam ISLAM menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia kesehatan dan keperawatan guna menolong orang yang sakit dan meningkatkan kesehatan. sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. Keperawatan secara umum dapat dibagi dua. Menurut Benjamin Lumenta (l989: l5). maka profesi keperawatan tidak bisa dihindari. makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan kepadamu (QS al-Baqarah: l68. Termasuk di sini karena faktor alam berupa rusaknya ekosistem. “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (al -Baqarah:: l95). laut dan udara juga seringkali diwarnai kecelakaan. keperawatan sangat dibutuhkan. tidak jarang juga berasal dari pekerjaan dan risiko perjalanan. l72). sebab selain bersumber dari perut sendiri. Islam juga sangat menganjurkan kehati-hatian dalam bepergian dan menjalankan pekerjaan. Makanan yang baik dalam Islam. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja. Anjuran Islam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi Islam untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor. kualitasnya maupun ukuran atau takarannya. diagnosis dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu (KBBI. maka kesehatan akan semakin terjaga. air dan udara (HR. Agama sangat melarang perilaku nekad dan ugal-ugalan. Kapan dan di mana pun. Orang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan sakit. pelayanan kesehatan diartikan sebagai pelayanan yang diterima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan. yang dilakukan oleh pranata sosial atau pranata politik terhadap keseluruhan . seperti buang kotoran dan sampah sembarangan. dan jangan abaikan kesehatan. dengan selalu mengucapkan basmalah dan berdoa.

dll. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan makrososial yang berlaku antara pranata atau lembaga dengan suatu populasi. l989: l5). Al Purwa Hadiwardoyo (l989: l6) menambahkan. menunjukkan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat Islam sangat menuntut hadirnya para perawat di tengah masyarakat manusia. pelayanan yang diberikan tidak akan berhasil. seperti ormas kepemudaan. Sama halnya dengan semua aspek ilmu pengetahuan. Islam tidak membedakan apakah ia dokter. Perintah untuk berobat. sedangkan pelayanan medis lebih bersifat hubungan individual antara pemberi layanan medis. yang dalam sumpah dunia kedokteran. dalam hal ini dokter. peringatan terhadap penyakit menular. memang bisa saja memberikan pelayanan kesehatan. tetapi tetap harus bekerjasama dengan institusi dan pemberi layanan medis yang profesional. Sedangkan pelayanan medis ialah suatu upaya dan kegiatan pencegahan dan pengobatan penyakit. karena Allah-lah yang mengajarkan kepada manausia apa yang tidak diketahuinya. yakni mencegah penyakit dan peningkatan derajat kesehatan. Lumenta mengatakan. Allah menghormatinya melalui mukjizat Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Ibrahim yang pandai mengobati penyakit dan selalu menyebut nama Allah sebagai penyembuh penyakitnya. sepanjang ia mengabdi di bidang pengobatan dan perawatan penyakit. Mulianya Profesi Perawat Menurut mantan Rektor Universitas Al-Azhar. bahkan akan kontraproduktif. semua upaya dan kegiatan peningkatan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan atas dasar hubungan individual antara para ahli pelayanana medis dengan individu yang membutuhkannya. pelayanan kesehatan dan pelayanan medis mempunyai tujuan yang sama. atau semua masalah dan penyimpangan terhadap keadaan medis normatif. karena muaranya juga sama. Dalam tulisan ini. keagamaan dan partai politik. dengan lebih menekankankan kepada ethos kerja profesional dan tidak materialistis. paramedis atau perawat. pasien atau orang yang membutuhkan pelayanan medis. pelayanan kesehatan lebih bersifat hubungan antarlembaga atau institusi kesehatan dengan kelompok masyarakat yang lebih bersifat massal. penjenisan makanan-makanan sehat untuk tubuh. Bahkan dalam banyak kitab fikh dan hadits. misalnya untuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat. ilmu kedokteran dan keperawatan adalah sebagian dari ilmu Allah. Di dalam Islamic Code of Medical Ethics diterangkan bahwa pengobatan dan keperawatan merupakan profesi mulia. sebab pekerjaan ini sangat berisiko dan berkaitan dengan hidup matinya manusia. Terlebih pekerja di bidang kesehatan dan medis. alladzi allama bil q alam. perbedaan istilah di atas tidak terlalu dipersoalkan. masyarakat atau komunitas tertentu. harus dilindungi dan diselamatkan sejak calon manusia itu masih berada di dalam perut ibunya. setiap pekerjaan harus dijalankan secara profesional. Pelayanan medis ini merupakan kegiatan mikrososial yang berlaku antara orang perorangan (Lumenta. Syeikh Mahmoud Syaltout (l973: l24). paramedis dan perawat dengan pengguna. menetralisasi atau menormalisasi semua masalah atau semua penyimpangan terhadap keadaan kesehatan. selalu ada bab khusus yang membahas tentang penyakit dan pengobatan (kitab al-maridh wa al-thib). yakni memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat untuk mengatasi. allamal insana ma lam ya’lam (Bacalah dan . Dengan demikian. Sebab tanpa melibatkan para profesional di bidang kesehatan dan medis. Allah berfirman: Iqra wa rabbukal akram. banyak sekali petunjuk Nabi Muhammad SAW yang jelas sekali menuntut perlunya profesi keperawatan.masyarakat sebagai tujuannya. perintah mengasingkan diri terhadap penyakit menular. Di tengah tingginya tuntutan kepada profesionalisme kerja sekarang serta daya kritis masyarakat yang juga meningkat. maka ia merupakan orang mulia. pelayanan medis mengandung semangat pelayanan dan usaha maksimal dengan mengutamakan kepentingan pasien dan mengandung nilai ethos yang tidak egoistis dan materialistis. bakti sosial dan sejenisnya. Sebab orang yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan dan perawatan kesehatan tidak lain adalah institusi beserta individu perawat yang mengabdi di dalamnya. Karena itu pranata sosial atau politik.

namun manusia diberi kewenangan yang maksimal untuk mengatasi penyakitnya dengan bantuan dokter dan perawat. dokter dan perawat tetap melakukan usaha maksimal dan memberi semangat hidup para pasien bersangkutan. maka Rufaidah-lah yang dianggap sebagai “Nightingale” dalam Islam. Seorang pasien berada pada tempat perlindungan karena penyakitnya dan bukan karena kedudukan sosialnya. kekuasaan atau hubungan pribadinya. Hunain bin Ishak dan keturunannya merupakan para dokter dan perawat yang handal. QS al-Alaq: 3-5). Bazmi Alim. tapi juga membangun rumah sakit Yamki Baghcha di Istanbul-Turki. Kesiapan Mengabdi Masyarakat Sekarang sejumlah akademi dan perguruan tinggi semakin banyak membina mahasiswanya yang berorientasi kepada profesi keperawatan. ia berjasa mendirikan rumah sakit pertama di zaman Nabi Muhammad Saw guna menampung dan merawat orang-orang sakit. diikuti oleh Florence Nightingale sebagai Ibu Perawat Dunia pertama. semakin memacu banyaknya masyarakat yang terjun dalam profesi keperawatan. rasa sakit dan kecemasan. melainkan sudah pula dipraktikkan dalam realitas kehidupan di masa lalu. dan keperawatan kedokteran sebagai cara. melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkannya dari kematian. sebab tenaga . Kesehatan harus menjadi tujuan. baik karena penyakit maupun terluka dalam peperangan Kalau di Eropa dikenal nama Jean Henry Dunant. Di masa-masa awal perkembangan Islam dikenal sejumlah wanita yang mengabdikan dirinya di bidang keperawatan. yang disebut fardlu kifayah. Dalam Islam hal ini merupakan kewajiban negara terhadap warganegaranya. yang diwakili oleh beberapa institusi untuk melayani kebutuhan kesehatan dan pengobatan masyarakat dan dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa kecuali. tidak hanya sebatas dasar teoritis. bukan saja aktif dalam dunia keperawatan. Melalui ayat ini Allah menyuruh mempelajari alam semesta beserta segenap organisme dan anorganisme yang ada di dalamnya dengan nama dan kemuliaan Tuhan. yang dalam sumpah jabatannya mereka sudah bersumpah dengan namaTuhan. dokter dan perawat sebagai pelayannya. siapa saja yang menolong saudaranya di dunia. Kewajiban ini merupakan tugas negara untuk menjamin kebutuhan bangsa akan para dokter dan perawat dalam berbagai bidang spesialisiasi. melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan. Walaupun kematian merupakan hak prerogatif Allah menentukannya. tanpa melihat kepada perbedaan ras. agama dan status sosialnya. Status istimewa harus diberikan kepada pasien selama ia menjadi pasien. eksperimen.Tuhanmulah yang paling mulia. Ini terbukti dengan semakin banyaknya studi di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurjis ibnu Bakhti. Allah berjanji akan menolong setiap orang di akhirat dan di hari pembalasan. Itu sebabnya terhadap penyakit yang parah sekalipun. Peraturan-peraturan. penelitian. jadwal-jadwal. semakin terungkap tanda-tanda kekuasaan Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya. baik pria maupun wanita. waktu dan pelayanan harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menentukan keadaan pasien dan ditempatkan paling atas dengan kesejahteraan dan kesenangan yang pantas. penyakit. diagnonis. tidak membedakan siapa dan apa dia. Kondisi ini tentu patut disambut gembira. Para Khalifah Abbasiyah juga banyak memiliki dokter dan perawat istana yang mendapatkan kedudukan istimewa turun temurun. Berkaitan dengan ini pengadaan praktik kedokteran dan perawatan adalah perintah agama kepada masyarakat. dokter Swiss yang melalui Konferensi Jenewa l864 diakui sebagai Bapak Palang Merah Interasional. Karena itu dokter dan perawat mengemban tugas mulia. dsb. pasien adalah tuan. Ajaran-ajaran normatif agama tentang perawatan di atas. dan Dia mengajarkan kepada manusia segala apa yang tidak diketahuinya. dan masih banyak lagi. berjanji untuk mengingat Tuhan dalam profesinya. yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam (baca tulis). melalui baca tulis. di antaranya Rufaidah. Figuritas Ibnu Sina (Avicenna) dan Abubakar al-Razi (Razez) yang dianggap pelopor ilmu kedokteran dengan karya-karya tulis monumentalnya di bidang keperawatan medis.

2. Sayyid Sabiq mengatakan. dokter dan paramedis. Menurut pakar pendidikan. Agama menggariskan beberapa sikap waspada yang perlu direnungi bagi para perawat. sebab . bukan individu dan golongan. tanpa boleh membedakan status orang yang diberikan pelayanan. Untuk lebih memberikan kesiapan fisik dan mental dalam menekuni profesi keperawatan. lalu menimbulkan kecacatan atau risiko yang menambah berat penyakit pasiennya. Di tengah semakin majunya dunia kedokteran dan keperawatan. Para ulama sepakat. Dalam hal ini ada yang berpendapat diambil dari hartanya. hendaknya paramedis menjalankan tugas sesuai bidang keahliannya. keahlian dan pengalamannya. Ini berarti para perawat. Dengan motivasi dan dedikasi tinggi. dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif untuk membantu klien atau pasien. Profesi juga memiliki organisasi dan kode etik tertentu. Kedua. kompetensi profesional berupa keahlian. karena kesalahan itu di luar kemauannya. baik melalui pembelajaran teoritis maupun praktis. suatu pekerjaan dapat dipandang sebagai pekerjaan profesional apabila: 1. Profesi dipilih karena panggilan hidup yang akan dijalani sepenuh waktu. 5. juga harus dibayarkan kepada korban. untuk lebih hati-hati dan cermat dalam melakukan pekerjaan. kehati-hatian dan kewaspadaan guna meminimalisasi risiko negatif yang mungkin timbul. ada pula berpendapat diambil dari harta negara atau institusi tempatnya bekerja. Imam Malik berpendapat. Memiliki keahlian khusus untuk profesi tersebut. sedangkan ia seorang memiliki ilmu dan keahlian cukup. jadi bukan profesi terpaksa yang akan dijalani sambil lalu. Ahmad Tafsir (l996). Adanya keharusan bertanggung jawab tidak lain untuk melindungi jiwa manusia dan mengingatkan paramedis atau perawat agar lebih cermat dan hati-hati dalam menjalankan pekerjaannnya. dan risiko tersebut dapat ditebus dengan ganti rugi dari hartanya sendiri. dan perawatan yang diberikan beserta risikonya sudah seizin pasien sendiri atau keluarganya. paramedis tidak perlu dituntut apa-apa. tentu jenjang karier dan prospeknya akan terus meningkat. Ketika sudah memantapkan hati menjadi perawat. 3. bahwa orang yang memberikan perawatan yang di luar keahliannya. kiranya penting digarisbawahi hal-hal mendasar berikut: Pertama. hendaklah profesi keperawatan yang disandang dijadikan sebagai profesi yang sebenarnya.keperawatan di daerah kita. tapi juga tetap terbuka menjalin kerjasama dengan pihak lain yang terkait. maka risiko yang timbul. Seringnya mencuat kasus malapraktik akhir-akhir ini haruslah dijadikan pelajaran bagi segenap insan keperawatan. Sebuah profesi pada dasarnya memiliki otonomi. tentu menuntut setiap orang yang menggelutinya tidak boleh berhenti untuk menambah ilmu dan skill-nya untuk disumbangkan kepada masyarakat. dalam menjalankan tugas keperawatan hendaknya dibarengi dengan kecermatan. ia harus tertap terbuka dan proaktif bekerjasama dengan para pihak yang dapat menunjang kesuksesan layanan keperawatan. tapi untuk efektivitas pekerjaannya. Ini berarti prinsip yang mendasari profesi keperawatan adalah kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Tetapi jika paramedis berbuat kekeliruan. serta kompetensi sosial berupa semangat pengabdian yang tinggi untuk masyarakat. haruslah all out menggeluti bidang ini sampai akhir dengan motivasi yang tulus ikhlas dan penuh pengabdian. dalam memberikan perawatan medis. ini berarti para perawat mestilah merasakan bahwa dirinya merupakan bagian dari institusi dan organisasi yang mewadahinya. meskipun di satu sisi yakin akan kemampuannya. maka dia harus bertanggung jawab sesuai kadar bahaya yang ditimbulkannya. Profesi haruslah untuk kepentingan masyarakat. Ini berarti para perawat harus terus meningkatkan ilmu. bukan harta negara atau institusi. Jadi dalam profesi terkandung persyaratan pemilikan kompetensi personal berupa kepribadian terpuji. 4. sekaligus sadar untuk menaati kode etik yang berlaku. apalagi di perdesaan dan pedalaman masih sangat kurang.

Mereka ini baru berobat atau terpaksa datang ke rumah sakit sesudah penyakitnya parah. wawasannya. Bukankah dalam pengobatan berlaku prinsip. tolonglah dengan taburan do’a. waktu atau setidak-tidaknya perhatian yang tulus hanya untuk mendengarkan keluh kesahnya. Percayalah. Ketiga. Akibat perbuatan . Sumbangkan Ilmu Pengetahuan Sedikitpun jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang kita miliki agar orang lain bertambah ilmunya. mengejek. keadaan penyakitnya. tidak pasif menunggu orang sakit datang ke rumah sakit saja. tenaga. Kita harus amanah dengan ilmu dan pengalaman kita dengan cara menyalurkannya untuk membantu orang lain. Dipastikan masyarakat yang kualitas kesehatannya rendah tersebut berada pada level ekonomi menengah ke bawah. Kita semua mengetahui bahwa UNDP setiap tahun mengukur peringkat kualitas hidup manusia. para perawat hendaknya proaktif turun ke lapangan. tidak ada kebaikan sekecil apapun kecuali diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah SWT. lebih baik mencegah daripada mengobati. sehingga potensi penyakit di masyarakat dapat dihindari. kepribadiannya. kehilangan harapan hidupnya dan sebagainya. baik berupa harta. baik tentang postur tubuhnya.pekerjaannya berkaitan langsung dengan jiwa manusia. pengayom dan pemimpin keluarga. Rendahnya derajat kesehatan merupakan salah satu indikator kriteria yang digunakan UNDP. Setiap kali kita menolong seseorang dengan ikhlas. human development index (HDI). semata-mata demi memperoleh ridhla dan perkenan Allah dalam proses keperawatannya. pengalamannya dan kemampuannya. Ketika seorang pasien meninggal.4 Akhlak Seorang Perawat Menurut Agama Islam Seorang perawat selalu dijadikan roll model oleh setiap pasiennya. menghina dalam bentuk apapun terhadap seseorang. Hindari Penghinaan Terhadap Pasien Segala sesuatu yang bersifat merendahkan. tapi bisa pula kehilangan pengasuh. Allah menerangkan dalam surat Al-Bayyinah 98 : 5 “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama yang lurus” Ikhlas disini dapat dilakukan dengan cara : Selalu Menolong Dengan Segala Cara Bersegeralah menolong seseorang dengan segenap kemampuan. kehilangan orang tercinta. berarti kita telah menabung untuk mendapat pertolongan Allah. penopang ekonomi keluarga. keadaan sosial dan sebagainya. 2. Ikhlas Ikhlas disini dalam artian sikap yang murni. Oleh karenanya. Sedikitpun jangan pernah kita lakukan kalau kita sebagai seorang perawat. Karena sesungguhnya kesempatan menolong orang lain hanya ada jika Allah yang maha agung memberi kesempatan kepada kita. tidak hanya keluarga kehilangan anggotanya. Andaikata kemampuan menolong secara fisik sangat terbatas. di mana HDI rakyat Indonedia selalu yang terendah dibanding bangsa-bangsa di dunia dan di Asia Tenggara. para perawat hendaknya lebih proaktif ketika mengabdikan dirinya kepada masyarakat. oleh sebab itu seorang perawat harus memiliki sikap : 1.

B. sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah. Bayi tabung diperbolehkan dengan syarat: a.1 Kesimpulan 3. KB (asalkan sukarela) 4. Tolonglah pasien dengan ikhlas karena diahadapan Allah manusia adalah sama.itu akan muncul perasaan sakit hati atau sampai bisa mendendam. Hal yang tidak di ijinkan: 1. 2. pemasangan alat spiral tidak boleh lain jenis 3.5 Hal-hal Yang Diijinkan atau tidak diijinkan Dalam Agama Islam A. b. hal yang di ijinkan: 1. BAB III PENUTUP 3. Transplantasi Organ Tubuh 3. aborsi ( kecuali terpaksa) 2. janin yang telah jadi ditanamkan kembali pada istri yang sah.2 Saran . cloning : haram hukumnya karena akan menimbulkan generasi yang rancu. Transfusi Darah 2.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful