BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bangsa Indonesia terdiri dari berbgai macam ras, suku, budaya, dan kepercayaan/agama. Mengenai agama di Indonesia, ada lima agama yang diakui secara sah oleh pemerintah Indonesia., antara lain: Hindu, Islam, Budha, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Oleh karena adanya berbagai agama, diperlukan toleransi dan rasa saling menghormati antara agama satu dengan yang lainnya. Jika dihubungkan dengan proses keperawatan, dimana seorang perawat yang nantinya akan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang tentunya memiliki agama/kepercayaan yang berbeda-beda. Maka dari itu sebagai seorang perawat professional, diperlukan pengetahuan dasar mengenai kelima agama tersebut. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam maka dari itu dalam hal ini kami akan membahas lebih dalam mengenai agama Islam dan berbagai hal yang dikaji menurut Islam, khususnya yang berhubungan dengan proses pemberian asuhan keperawatan. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat menempatkan diri sebagai pelayan kesehatan (perawat) yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien terutama yang beragama Islam. Sehingga dapat tercapai asuhan keperawatan yang optimal dan berkualitas. 1.3 Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui kepercayaan pasien 2. Hal – hal larangan menyangkut pemberian tindakan keperawatan dan gizi pasien 3. Untuk mengetahui cara pasien beribadah 4. Untuk memudahkan kita memberikan tindakan/asuhan keperawatan 1.4 Rumusan Malasah

di abad pertama hijriyah sesudah Masehi.yang dilatih dengan bekerja dengannya.beliau hidup dimasa nabi Muhammad saw.Rufaidah Binti Saad memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al Bani Aslam Alkhazraj. Rufaidah adalah seorang pemimpin. Ayahnya seorang dokter dan ia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya disaat kota madinah berkembang.dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal saja .BAB II PEMBAHASAN 2.ia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan.anak yatim.yang selalu memberikan pelayanan terbaik nya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin.akan tetapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah secara sosial yang dapat mengakibat kan timbulnya berbagai penyakit.Dan mendirikan rumah sakit lapangan.pada saat perang Badar.namun juga terlibat dalam aktifitas sosial dan komunitas.Khandak dan Perang Khaibar.mampu memobilisasi dan memotifasi orang lain.dirawat oleh Rufaidah hingga stabil.sehingga terkenal saat perang. Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat.Uhud.klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain.ia memberi perhatian kepada setiap muslim.mereka izin nabi Muhammad saw untuk ikut digaris belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka. Tugas ini digambarkan mulia bagi rufaidah.organisatoris. Beliau juga adalah perawat pertama muslim.pernah digambarkan saat perang Ghazwat Saad Bin Maadh yang terluka dan tertancap panah ditangannya.kontribusi rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang.dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya dibidang keperawatan dan medis.dan nabi Muhammad saw mengizinkannya.dan digambarkan pula memiliki pengalaman. .miskin.1 Sejarah Keperawatan Menurut Islam Kegiatan pelayanan keperawatan telah di mulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada zaman nabi Muhammad saw.sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat. Rufaidah juga digambarkan memiliki keperibadian yang luhur dan empati sehingga memberi pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik pula.sehingga perkembangan sisi teknologi dan sisi kemanusiaan mesti seimbang.baik dan bersifat empati.beliau dikenal sebagai perawat yang memulai praktek keperawatan di masa nabi Muhammad saw.dan nabi Muhammad sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh nya. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker yang menjadi inspirasi bagi profesi keperawatan di dunia islam. Dia menjadi seorang sukarelawan dan merawat korban yang terluka sewaktu perang.yang tinggal di Madinah dia lahir di yathrib dan termasuk kaum anshar.atau penderita cacat mental.dan dalam perang khaibar.Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit.dan membangun tenda diluar masjid Nabawi saat damai.diilustrasikan sebagai perawat teladan.adapula yang mengenal Rufaidah Binti Saad.

dan hindun.syafiat.aminah.ummu amin.rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama dunia islam. kewajiban petugas keperawatan · · · · · melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatan memberikan pelayanan dengan baik menetapkan tarip yang terjangkau oleh masyarakat mengusahakan keringanan biaya bertanggung jawab atas kematian /penderitaan dan kerugian pasien yang disebabkan oleh kesalahan perawat · · · · melimdungi pasien dari sasaran propaganda agama lain menyampaikan wasiat pasien yang meninggal kapada keluarganya membantu pemakaman jenazah secepat mungkin menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama.dan lainnya.sejarah dunia islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama rufaidah.seperti:ummu ammara.ummu sulaiman. Menolak pelanyanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran Agama .beberapa wanita muslim terkenal sebagai perawat adalah kuafibat. Hak dan kewajiban antara perawat dengan pasien.amin binti abi qaysal ghifari. Hak – Hak petugas keperawatan · · · · · Mendapatkan Gaji dan Honorer Mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah Mendapat perlindungan hukum Melindungi pasien dari ancaman luar kehidupan keselamatan jiwanya.

diwajibkan bersuci dengan air.dan janganlah kamu bertolong-tolong dalam hal keburukan atau kejahatan”.185) Ø Tata Cara Bersuci Bagi Orang Yang Sakit 1. 5. maka boleh tayamum bila tidak mampu bersuci sendiri maka dapat dibantu orang lain jika pada tubuh terdapat luka yang digips atau dibalut maka cukup mengusap balutan tadi dengan air cara bertayamum ialah memukulkan dua tangannya ketanah yang suci sekali pukulan. 4.seperti yang dicontohkan oleh rufaidah di zaman Rasulullah Saw.Albaqarah. dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an menganjurkan untuk membantu orang orang yang sedang kesulitan dalam hal ini adalah pada keadaan sakit.yaitu dengan memperhatikan kaidah-kaidah dan aturan-aturan dalam islam. . jika tidak bisa dengan air karena dikhawtirkan dapat memperlambat kesembuhan. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(QS. 6.dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa: ”bertolong-tolonglah kamun dalam hal kebaikan.sebagai perumpamaan dalam penerapan asuhan keperawatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam islam. berwudhu jika berhadats kecil dan mandi jika berhadats besar 2. Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 185: “artinya : allah menghendaki kemudahan bagimu.Profesi keperawatan dalam islam adalah dipandang sebagai profesi yang mulia. 7.akan tetapi hal itu berlaku apabila asuhan keprawatan yang dilakukan sesuai dengan syari’ah islam. kemudian mengusap wajahnya lalu mengusap telapak tangannya jika sebagian tubuh yang harus disucikan terluka.misalnya adalah bagaimana cara bersuci dan shalat bagi pasien yang sedang sakit. maka dibasuh dengan air jika membahayakan cukup diusap sekali saja jika membahayakan juga maka bias bertayamum dibolehkan bertayamum pada dinding yang mengandung debu yang suci 3.

2. Tata Cara Shalat Bagi Orang Sakit 1. orang yang sedang bepergian (musafir) selama bepergian tersebut tidak untuk maksiat dan sesuai dengan ketentuan ukum islam maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya. jika tidak mungkin maka ia solat apa adanya. orang yang sakit wajib menggunakan pakaian yang suci dalam melaksanakan solat jika tidak memungkainkan maka solat apa adanya dan solatnya sah orang yang sakit juga wajib solat ditempat yang suci jika tidak mungkin maka cara sholat ditempat apa adanya dan sholatnya sah. 5. maka dibolehkan menjamak 4. dan solatnya sah 9. 3. Ø Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dalam bulan suci rhamadan 1. jika tidak mungkin bertayamum diatas tanah atau dinding atau tempat lain yang mengandung debu maka boleh menggunakan sapu tangan orang yang sakit juga wajib membersihkan tubuhnya dari najis. 7. orang yang sakit . diwajibkan berdiri meskipun tidak tegak atau bersandar pada dinding atau bertumpu pada tongkat bila tidak mampu berdiri maka hendaklah solat dengan duduk bila tidak mampu duduk maka solat dengan berbaring miring dengan bertumpu pada sisi tubuh sebelah kanan menghadap kiblat jika tidak mampu berbaring maka dapat dengan telentang dan kaki menuju arah kiblat dan kepala agak ditinggikan jika tidak mampu juga maka solat dengan menggunakan isyarat tubuh seperti kepala jika kepala tidak mampu maka dengan mata jika memang semua itu tidak mampu maka dapat solat didalam hati jika orang sakit merasa kesulitan mengerjakan solat pada waktunya.8. 6.

Para pemimpin rumah sakit-rumah tidak boleh menugaskan seorang perawat laki-laki dan seorang perawat wanita untuk piket dan jaga malam bersama. wanita yang hamil dan menyusui allah meringankan bagi mereka untuk tidak berpuasa. tidak bisa dijamin aman dari godaan setan untuk melakukan perbuatan keji dan sarana-sarananya. satu orang miskin 5. Karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ” Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepian dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) kecuali yang ketiganya setan" Menurut islam kesehatan yang bersifat (Prepentif) lebih diutamakan dari pada Kuratif (pengobatan). Menurut islam bahwasan orang sakit wajib melakukan berobat untuk mengobati penyakit nya. orang yang sudah lanjut usia orang yang lanjut usia dan perempuan tua yang tidak mampu berpuasa hendaknya memberi makanan setiap hari. atau dikhawatirkan terlambatnya kesembuhan akibat dari puasa tersebut dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya. wanita yang haid dan nifas wajib mengganti dihari yang lain dan jika wanita tersebut berpuasa maka puasanya tidak sah.sakit yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa adalah yang mengakibatkan bahaya bagi jiwa. atau bertanmbahnya penyakit baginya. Hak dan kewajiban petugas kesehatan lebih besar dari pada hak dan kewajiban pasien karna hak dan kewajiban petugas kesehatan bertanggung jawab atas jiwa dan raga pasien.sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. 3. dan ini artinya mengajak kepada perbuatan keji. Jika seorang laki-laki hanya berduaan dengan seorang wanita di suatu tempat. 4. dan termasuk dari golongan hambanya yang lemah adalah wanita hamil dan menyusui. . ini suatu kesalahan dan kemungkaran besar.

begitu juga sebaliknya. sedangkan ia bukan ahlinya. selain itu penyakitnya.pasien laki-laki dirawat oleh perawat laki-laki pula. dan Al-Hakim) Menurut hukum islam. misalnya. 2.“berobatlah kamu. sedangkan ia bukan ahlinya. jiwa/materialnya. ialah sakit tua. tetapi ia harus bertanggung jawab atas kerugian pasien nya. ruang lingkup itu mencakup berbagai aspek dan keadaan yang sesuai dengan kaidah dan aturan dalam islam. hai hamba – hamba Allah! Sebab sesungguhnya Allah SWT tidak membuat penyakit kecuali membuat pula obat nya.”(Hadis riwayat Ahmad. ia “Kunter” (dukun yang melakukan praktek dokter seperti operasi). Hal ini berdasarkan sabda Hadis Nabi : “Barang siapa melakukan praktek kedokteran/pengobatan. Ibnu Hibban.dengan demikian dapat tercapai pelaksanaan asuhan keperawatan yang bermutu dan sesuai dengan syari’ah islam. atau “Terkun “ (dokter yang melakukan praktek dukun) Seperti ia tidak memberikan resep obat kepada pasiennya yang sesuai dengan disiplin ilmu kedokteran yang ia pelajari. seseorang yang melakukan praktek kedokteran dan pengobatan. kemudian ketika memberikan pelayanan perawatan bagi pasien yang perempuan hendaknya dirawat oleh perawat perempuan.3 Dimensi Keperawatan Islam . maka ia harus bertanggung jawab menggung kerugian”.misalnya : Tata cara dan aturan tentang alat kontrasepsi atau KB Proses dan pasca melahirkan Transplantasi organ tubuh Tranfusi darah Aturan dan cara pengadopsian anak Dan lain sebagainya. Sebagai seorang praktisi keperawatan kita harus bertindak professional sesuai fungsi dan tujuan dari asuhan keperawatan.

Termasuk di sini karena faktor alam berupa rusaknya ekosistem. seperti buang kotoran dan sampah sembarangan. Keperawatan secara umum dapat dibagi dua. sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. baik yang dilakukan secara sederhana dan tradisional sampai pada yang semi modern dan supermodern. dan jangan abaikan kesehatan. Islam juga sangat menganjurkan kehati-hatian dalam bepergian dan menjalankan pekerjaan. Karena itu salah satu resep sehat Nabi Muhammad Saw adalah memelihara makanan dan ketika makan. yaitu kebersihan atau kesucian lahir dan batin. Perspektif Keperawatan Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan. Lalu lintas jalan raya. “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (al -Baqarah:: l95). tidak jarang juga berasal dari pekerjaan dan risiko perjalanan. maka kesehatan akan semakin terjaga. makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. sehingga apa saja isi perut kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan. yakni masing-masing sepertiga untuk makanan. Turmudzi dan al-Hakim). yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan medis. disebabkan faktor eksternal yang di luar kemampuannya menghindari. maka profesi keperawatan tidak bisa dihindari. Sebagian besar penyakit berasal dari isi lambung. dengan selalu mengucapkan basmalah dan berdoa. yang dilakukan oleh pranata sosial atau pranata politik terhadap keseluruhan . dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. dan Islam sangat menekankan kesucian (al-thaharah). l72). pelayanan kesehatan diartikan sebagai pelayanan yang diterima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan. baik zatnya. Sekarang ini kecelakaan kerja masih besar disebabkan kurangnya pengamanan dan perlindungan kerja. sebab selain bersumber dari perut sendiri.. Karena itu Islam memberi peringatan antisipatif: jagalah sehatmu sebelum sakitmu. beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. bukan saja saja makanan yang halal. darat. membuang sampah dan limbah di sungai/sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya. l990: 504). risiko kesakitan masih besar. makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan kepadamu (QS al-Baqarah: l68. karena kesehatan itu tergolong paling banyak diabaikan orang. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja. Jadi walaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya sedemikian rupa. air dan udara (HR. Ajaran Islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan. sehingga kesakitan dan kematian karena kecelakaan lalu lintas ini tergolong besar setelah wabah penyakit dan peperangan. Menurut Benjamin Lumenta (l989: l5). Dengan hidup bersih. pelayanan kesehatan ialah kegiatan yang sama. Agama sangat melarang perilaku nekad dan ugal-ugalan. “Wahai sekalian manusia. Wahai orang-orang yang beriman. Makanan yang baik dalam Islam. Kapan dan di mana pun. laut dan udara juga seringkali diwarnai kecelakaan. laut dan udara dan pengaruh global yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anjuran Islam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi Islam untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Orang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan sakit. yaitu perut. Itu sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan. seperti bekerja tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.Dimensi keperawatan dalam Islam ISLAM menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia kesehatan dan keperawatan guna menolong orang yang sakit dan meningkatkan kesehatan. porsinya harus proporsional. Hal ini karena sumber penyakit dan kesakitan. tetapi juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor. keperawatan sangat dibutuhkan. polusi di darat. kualitasnya maupun ukuran atau takarannya. diagnosis dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu (KBBI. sebab kebersihan pangkal kesehatan. Makanan yang halal bahkan sangat enak sekalipun belum tentu baik bagi kesehatan.

harus dilindungi dan diselamatkan sejak calon manusia itu masih berada di dalam perut ibunya. ilmu kedokteran dan keperawatan adalah sebagian dari ilmu Allah.masyarakat sebagai tujuannya. dengan lebih menekankankan kepada ethos kerja profesional dan tidak materialistis. bahkan akan kontraproduktif. sedangkan pelayanan medis lebih bersifat hubungan individual antara pemberi layanan medis. paramedis dan perawat dengan pengguna. Dengan demikian. bakti sosial dan sejenisnya. menetralisasi atau menormalisasi semua masalah atau semua penyimpangan terhadap keadaan kesehatan. paramedis atau perawat. masyarakat atau komunitas tertentu. keagamaan dan partai politik. Islam tidak membedakan apakah ia dokter. semua upaya dan kegiatan peningkatan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan atas dasar hubungan individual antara para ahli pelayanana medis dengan individu yang membutuhkannya. pelayanan medis mengandung semangat pelayanan dan usaha maksimal dengan mengutamakan kepentingan pasien dan mengandung nilai ethos yang tidak egoistis dan materialistis. yakni memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat untuk mengatasi. karena muaranya juga sama. Mulianya Profesi Perawat Menurut mantan Rektor Universitas Al-Azhar. perbedaan istilah di atas tidak terlalu dipersoalkan. allamal insana ma lam ya’lam (Bacalah dan . Di dalam Islamic Code of Medical Ethics diterangkan bahwa pengobatan dan keperawatan merupakan profesi mulia. Bahkan dalam banyak kitab fikh dan hadits. pelayanan kesehatan dan pelayanan medis mempunyai tujuan yang sama. Sebab orang yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan dan perawatan kesehatan tidak lain adalah institusi beserta individu perawat yang mengabdi di dalamnya. Di tengah tingginya tuntutan kepada profesionalisme kerja sekarang serta daya kritis masyarakat yang juga meningkat. setiap pekerjaan harus dijalankan secara profesional. Dalam tulisan ini. alladzi allama bil q alam. Perintah untuk berobat. dll. Al Purwa Hadiwardoyo (l989: l6) menambahkan. perintah mengasingkan diri terhadap penyakit menular. sepanjang ia mengabdi di bidang pengobatan dan perawatan penyakit. yang dalam sumpah dunia kedokteran. memang bisa saja memberikan pelayanan kesehatan. sebab pekerjaan ini sangat berisiko dan berkaitan dengan hidup matinya manusia. selalu ada bab khusus yang membahas tentang penyakit dan pengobatan (kitab al-maridh wa al-thib). l989: l5). banyak sekali petunjuk Nabi Muhammad SAW yang jelas sekali menuntut perlunya profesi keperawatan. maka ia merupakan orang mulia. Pelayanan medis ini merupakan kegiatan mikrososial yang berlaku antara orang perorangan (Lumenta. penjenisan makanan-makanan sehat untuk tubuh. Sedangkan pelayanan medis ialah suatu upaya dan kegiatan pencegahan dan pengobatan penyakit. Syeikh Mahmoud Syaltout (l973: l24). atau semua masalah dan penyimpangan terhadap keadaan medis normatif. Karena itu pranata sosial atau politik. Allah berfirman: Iqra wa rabbukal akram. Sebab tanpa melibatkan para profesional di bidang kesehatan dan medis. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan makrososial yang berlaku antara pranata atau lembaga dengan suatu populasi. Terlebih pekerja di bidang kesehatan dan medis. peringatan terhadap penyakit menular. seperti ormas kepemudaan. menunjukkan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat Islam sangat menuntut hadirnya para perawat di tengah masyarakat manusia. pelayanan kesehatan lebih bersifat hubungan antarlembaga atau institusi kesehatan dengan kelompok masyarakat yang lebih bersifat massal. karena Allah-lah yang mengajarkan kepada manausia apa yang tidak diketahuinya. Sama halnya dengan semua aspek ilmu pengetahuan. pasien atau orang yang membutuhkan pelayanan medis. Lumenta mengatakan. yakni mencegah penyakit dan peningkatan derajat kesehatan. tetapi tetap harus bekerjasama dengan institusi dan pemberi layanan medis yang profesional. misalnya untuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat. dalam hal ini dokter. pelayanan yang diberikan tidak akan berhasil. Allah menghormatinya melalui mukjizat Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Ibrahim yang pandai mengobati penyakit dan selalu menyebut nama Allah sebagai penyembuh penyakitnya.

baik pria maupun wanita. Walaupun kematian merupakan hak prerogatif Allah menentukannya. tidak membedakan siapa dan apa dia. dan keperawatan kedokteran sebagai cara. Di masa-masa awal perkembangan Islam dikenal sejumlah wanita yang mengabdikan dirinya di bidang keperawatan. dokter dan perawat sebagai pelayannya.Tuhanmulah yang paling mulia. dan Dia mengajarkan kepada manusia segala apa yang tidak diketahuinya. rasa sakit dan kecemasan. eksperimen. penyakit. kekuasaan atau hubungan pribadinya. Seorang pasien berada pada tempat perlindungan karena penyakitnya dan bukan karena kedudukan sosialnya. waktu dan pelayanan harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menentukan keadaan pasien dan ditempatkan paling atas dengan kesejahteraan dan kesenangan yang pantas. sebab tenaga . Bazmi Alim. yang disebut fardlu kifayah. diagnonis. yang dalam sumpah jabatannya mereka sudah bersumpah dengan namaTuhan. dokter Swiss yang melalui Konferensi Jenewa l864 diakui sebagai Bapak Palang Merah Interasional. Berkaitan dengan ini pengadaan praktik kedokteran dan perawatan adalah perintah agama kepada masyarakat. Kesehatan harus menjadi tujuan. bukan saja aktif dalam dunia keperawatan. Kondisi ini tentu patut disambut gembira. Figuritas Ibnu Sina (Avicenna) dan Abubakar al-Razi (Razez) yang dianggap pelopor ilmu kedokteran dengan karya-karya tulis monumentalnya di bidang keperawatan medis. melainkan sudah pula dipraktikkan dalam realitas kehidupan di masa lalu. dan masih banyak lagi. penelitian. semakin terungkap tanda-tanda kekuasaan Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya. namun manusia diberi kewenangan yang maksimal untuk mengatasi penyakitnya dengan bantuan dokter dan perawat. jadwal-jadwal. di antaranya Rufaidah. melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkannya dari kematian. yang diwakili oleh beberapa institusi untuk melayani kebutuhan kesehatan dan pengobatan masyarakat dan dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa kecuali. tapi juga membangun rumah sakit Yamki Baghcha di Istanbul-Turki. semakin memacu banyaknya masyarakat yang terjun dalam profesi keperawatan. Hunain bin Ishak dan keturunannya merupakan para dokter dan perawat yang handal. melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan. Ini terbukti dengan semakin banyaknya studi di bidang kedokteran dan kesehatan. diikuti oleh Florence Nightingale sebagai Ibu Perawat Dunia pertama. Peraturan-peraturan. Allah berjanji akan menolong setiap orang di akhirat dan di hari pembalasan. berjanji untuk mengingat Tuhan dalam profesinya. Para Khalifah Abbasiyah juga banyak memiliki dokter dan perawat istana yang mendapatkan kedudukan istimewa turun temurun. Kewajiban ini merupakan tugas negara untuk menjamin kebutuhan bangsa akan para dokter dan perawat dalam berbagai bidang spesialisiasi. baik karena penyakit maupun terluka dalam peperangan Kalau di Eropa dikenal nama Jean Henry Dunant. QS al-Alaq: 3-5). Status istimewa harus diberikan kepada pasien selama ia menjadi pasien. Melalui ayat ini Allah menyuruh mempelajari alam semesta beserta segenap organisme dan anorganisme yang ada di dalamnya dengan nama dan kemuliaan Tuhan. tidak hanya sebatas dasar teoritis. Jurjis ibnu Bakhti. ia berjasa mendirikan rumah sakit pertama di zaman Nabi Muhammad Saw guna menampung dan merawat orang-orang sakit. tanpa melihat kepada perbedaan ras. yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam (baca tulis). dsb. maka Rufaidah-lah yang dianggap sebagai “Nightingale” dalam Islam. Ajaran-ajaran normatif agama tentang perawatan di atas. siapa saja yang menolong saudaranya di dunia. pasien adalah tuan. dokter dan perawat tetap melakukan usaha maksimal dan memberi semangat hidup para pasien bersangkutan. Karena itu dokter dan perawat mengemban tugas mulia. Dalam Islam hal ini merupakan kewajiban negara terhadap warganegaranya. agama dan status sosialnya. melalui baca tulis. Kesiapan Mengabdi Masyarakat Sekarang sejumlah akademi dan perguruan tinggi semakin banyak membina mahasiswanya yang berorientasi kepada profesi keperawatan. Itu sebabnya terhadap penyakit yang parah sekalipun.

serta kompetensi sosial berupa semangat pengabdian yang tinggi untuk masyarakat. Ketika sudah memantapkan hati menjadi perawat. bukan individu dan golongan. 2. Dengan motivasi dan dedikasi tinggi. Jadi dalam profesi terkandung persyaratan pemilikan kompetensi personal berupa kepribadian terpuji. paramedis tidak perlu dituntut apa-apa. lalu menimbulkan kecacatan atau risiko yang menambah berat penyakit pasiennya. baik melalui pembelajaran teoritis maupun praktis. Ini berarti para perawat harus terus meningkatkan ilmu. tapi juga tetap terbuka menjalin kerjasama dengan pihak lain yang terkait. tentu jenjang karier dan prospeknya akan terus meningkat. Seringnya mencuat kasus malapraktik akhir-akhir ini haruslah dijadikan pelajaran bagi segenap insan keperawatan. sekaligus sadar untuk menaati kode etik yang berlaku. sedangkan ia seorang memiliki ilmu dan keahlian cukup. haruslah all out menggeluti bidang ini sampai akhir dengan motivasi yang tulus ikhlas dan penuh pengabdian. sebab . Kedua. Sayyid Sabiq mengatakan. 4. kompetensi profesional berupa keahlian. tentu menuntut setiap orang yang menggelutinya tidak boleh berhenti untuk menambah ilmu dan skill-nya untuk disumbangkan kepada masyarakat. 3. Ini berarti prinsip yang mendasari profesi keperawatan adalah kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. ini berarti para perawat mestilah merasakan bahwa dirinya merupakan bagian dari institusi dan organisasi yang mewadahinya. dokter dan paramedis. juga harus dibayarkan kepada korban. Memiliki keahlian khusus untuk profesi tersebut. dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif untuk membantu klien atau pasien. Profesi juga memiliki organisasi dan kode etik tertentu.keperawatan di daerah kita. ada pula berpendapat diambil dari harta negara atau institusi tempatnya bekerja. kehati-hatian dan kewaspadaan guna meminimalisasi risiko negatif yang mungkin timbul. dalam menjalankan tugas keperawatan hendaknya dibarengi dengan kecermatan. ia harus tertap terbuka dan proaktif bekerjasama dengan para pihak yang dapat menunjang kesuksesan layanan keperawatan. maka risiko yang timbul. Ini berarti para perawat. bukan harta negara atau institusi. jadi bukan profesi terpaksa yang akan dijalani sambil lalu. tanpa boleh membedakan status orang yang diberikan pelayanan. Imam Malik berpendapat. apalagi di perdesaan dan pedalaman masih sangat kurang. hendaknya paramedis menjalankan tugas sesuai bidang keahliannya. Adanya keharusan bertanggung jawab tidak lain untuk melindungi jiwa manusia dan mengingatkan paramedis atau perawat agar lebih cermat dan hati-hati dalam menjalankan pekerjaannnya. bahwa orang yang memberikan perawatan yang di luar keahliannya. untuk lebih hati-hati dan cermat dalam melakukan pekerjaan. keahlian dan pengalamannya. Dalam hal ini ada yang berpendapat diambil dari hartanya. Untuk lebih memberikan kesiapan fisik dan mental dalam menekuni profesi keperawatan. dalam memberikan perawatan medis. Para ulama sepakat. dan perawatan yang diberikan beserta risikonya sudah seizin pasien sendiri atau keluarganya. Ahmad Tafsir (l996). 5. Agama menggariskan beberapa sikap waspada yang perlu direnungi bagi para perawat. tapi untuk efektivitas pekerjaannya. suatu pekerjaan dapat dipandang sebagai pekerjaan profesional apabila: 1. karena kesalahan itu di luar kemauannya. kiranya penting digarisbawahi hal-hal mendasar berikut: Pertama. maka dia harus bertanggung jawab sesuai kadar bahaya yang ditimbulkannya. Tetapi jika paramedis berbuat kekeliruan. hendaklah profesi keperawatan yang disandang dijadikan sebagai profesi yang sebenarnya. Di tengah semakin majunya dunia kedokteran dan keperawatan. Profesi dipilih karena panggilan hidup yang akan dijalani sepenuh waktu. meskipun di satu sisi yakin akan kemampuannya. dan risiko tersebut dapat ditebus dengan ganti rugi dari hartanya sendiri. Menurut pakar pendidikan. Sebuah profesi pada dasarnya memiliki otonomi. Profesi haruslah untuk kepentingan masyarakat.

mengejek. kehilangan harapan hidupnya dan sebagainya. kepribadiannya. Ketika seorang pasien meninggal. Kita harus amanah dengan ilmu dan pengalaman kita dengan cara menyalurkannya untuk membantu orang lain. Percayalah. Kita semua mengetahui bahwa UNDP setiap tahun mengukur peringkat kualitas hidup manusia. penopang ekonomi keluarga. Andaikata kemampuan menolong secara fisik sangat terbatas. Mereka ini baru berobat atau terpaksa datang ke rumah sakit sesudah penyakitnya parah. Oleh karenanya. human development index (HDI). waktu atau setidak-tidaknya perhatian yang tulus hanya untuk mendengarkan keluh kesahnya. tidak ada kebaikan sekecil apapun kecuali diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah SWT. 2. Setiap kali kita menolong seseorang dengan ikhlas. berarti kita telah menabung untuk mendapat pertolongan Allah. Akibat perbuatan . Karena sesungguhnya kesempatan menolong orang lain hanya ada jika Allah yang maha agung memberi kesempatan kepada kita. Ikhlas Ikhlas disini dalam artian sikap yang murni. wawasannya. para perawat hendaknya proaktif turun ke lapangan. Sumbangkan Ilmu Pengetahuan Sedikitpun jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang kita miliki agar orang lain bertambah ilmunya. semata-mata demi memperoleh ridhla dan perkenan Allah dalam proses keperawatannya. pengalamannya dan kemampuannya. para perawat hendaknya lebih proaktif ketika mengabdikan dirinya kepada masyarakat. pengayom dan pemimpin keluarga. keadaan sosial dan sebagainya. Dipastikan masyarakat yang kualitas kesehatannya rendah tersebut berada pada level ekonomi menengah ke bawah.pekerjaannya berkaitan langsung dengan jiwa manusia. kehilangan orang tercinta. Allah menerangkan dalam surat Al-Bayyinah 98 : 5 “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama yang lurus” Ikhlas disini dapat dilakukan dengan cara : Selalu Menolong Dengan Segala Cara Bersegeralah menolong seseorang dengan segenap kemampuan. Bukankah dalam pengobatan berlaku prinsip. tolonglah dengan taburan do’a. tidak hanya keluarga kehilangan anggotanya. tidak pasif menunggu orang sakit datang ke rumah sakit saja. baik berupa harta. Ketiga. lebih baik mencegah daripada mengobati. Sedikitpun jangan pernah kita lakukan kalau kita sebagai seorang perawat. baik tentang postur tubuhnya.4 Akhlak Seorang Perawat Menurut Agama Islam Seorang perawat selalu dijadikan roll model oleh setiap pasiennya. di mana HDI rakyat Indonedia selalu yang terendah dibanding bangsa-bangsa di dunia dan di Asia Tenggara. keadaan penyakitnya. tenaga. sehingga potensi penyakit di masyarakat dapat dihindari. Hindari Penghinaan Terhadap Pasien Segala sesuatu yang bersifat merendahkan. tapi bisa pula kehilangan pengasuh. Rendahnya derajat kesehatan merupakan salah satu indikator kriteria yang digunakan UNDP. menghina dalam bentuk apapun terhadap seseorang. oleh sebab itu seorang perawat harus memiliki sikap : 1.

janin yang telah jadi ditanamkan kembali pada istri yang sah. BAB III PENUTUP 3.2 Saran . Transplantasi Organ Tubuh 3. aborsi ( kecuali terpaksa) 2. B. b. KB (asalkan sukarela) 4. cloning : haram hukumnya karena akan menimbulkan generasi yang rancu. pemasangan alat spiral tidak boleh lain jenis 3.5 Hal-hal Yang Diijinkan atau tidak diijinkan Dalam Agama Islam A.itu akan muncul perasaan sakit hati atau sampai bisa mendendam. 2. hal yang di ijinkan: 1. sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah. Tolonglah pasien dengan ikhlas karena diahadapan Allah manusia adalah sama. Hal yang tidak di ijinkan: 1. Transfusi Darah 2.1 Kesimpulan 3. Bayi tabung diperbolehkan dengan syarat: a.

DAFTAR PUSTAKA .