BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bangsa Indonesia terdiri dari berbgai macam ras, suku, budaya, dan kepercayaan/agama. Mengenai agama di Indonesia, ada lima agama yang diakui secara sah oleh pemerintah Indonesia., antara lain: Hindu, Islam, Budha, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Oleh karena adanya berbagai agama, diperlukan toleransi dan rasa saling menghormati antara agama satu dengan yang lainnya. Jika dihubungkan dengan proses keperawatan, dimana seorang perawat yang nantinya akan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang tentunya memiliki agama/kepercayaan yang berbeda-beda. Maka dari itu sebagai seorang perawat professional, diperlukan pengetahuan dasar mengenai kelima agama tersebut. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam maka dari itu dalam hal ini kami akan membahas lebih dalam mengenai agama Islam dan berbagai hal yang dikaji menurut Islam, khususnya yang berhubungan dengan proses pemberian asuhan keperawatan. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk dapat menempatkan diri sebagai pelayan kesehatan (perawat) yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien terutama yang beragama Islam. Sehingga dapat tercapai asuhan keperawatan yang optimal dan berkualitas. 1.3 Manfaat Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui kepercayaan pasien 2. Hal – hal larangan menyangkut pemberian tindakan keperawatan dan gizi pasien 3. Untuk mengetahui cara pasien beribadah 4. Untuk memudahkan kita memberikan tindakan/asuhan keperawatan 1.4 Rumusan Malasah

yang selalu memberikan pelayanan terbaik nya bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin.akan tetapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah secara sosial yang dapat mengakibat kan timbulnya berbagai penyakit.pernah digambarkan saat perang Ghazwat Saad Bin Maadh yang terluka dan tertancap panah ditangannya.Uhud.sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat.dan digambarkan pula memiliki pengalaman.baik dan bersifat empati.1 Sejarah Keperawatan Menurut Islam Kegiatan pelayanan keperawatan telah di mulai sejak seorang perawat muslim pertama yaitu Siti Rufaidah pada zaman nabi Muhammad saw.ia memberi perhatian kepada setiap muslim.beliau hidup dimasa nabi Muhammad saw. Ayahnya seorang dokter dan ia mempelajari ilmu keperawatan saat bekerja membantu ayahnya disaat kota madinah berkembang.mampu memobilisasi dan memotifasi orang lain.adapula yang mengenal Rufaidah Binti Saad.anak yatim.miskin.sehingga perkembangan sisi teknologi dan sisi kemanusiaan mesti seimbang. .Rufaidah mengabdikan diri merawat kaum muslim yang sakit. Dia menjadi seorang sukarelawan dan merawat korban yang terluka sewaktu perang.BAB II PEMBAHASAN 2. Tugas ini digambarkan mulia bagi rufaidah. Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat.namun juga terlibat dalam aktifitas sosial dan komunitas.Rufaidah Binti Saad memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al Bani Aslam Alkhazraj.dirawat oleh Rufaidah hingga stabil.ia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan.atau penderita cacat mental.dan nabi Muhammad saw mengizinkannya. Rufaidah juga digambarkan memiliki keperibadian yang luhur dan empati sehingga memberi pelayanan keperawatan kepada pasiennya dengan baik pula.diilustrasikan sebagai perawat teladan.mereka izin nabi Muhammad saw untuk ikut digaris belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka.dan nabi Muhammad sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh nya.di abad pertama hijriyah sesudah Masehi.yang tinggal di Madinah dia lahir di yathrib dan termasuk kaum anshar.dan membangun tenda diluar masjid Nabawi saat damai. Rufaidah adalah seorang pemimpin.sehingga terkenal saat perang. Beliau juga adalah perawat pertama muslim.Khandak dan Perang Khaibar.kontribusi rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang.klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain.pada saat perang Badar.dan dalam perang khaibar.Dan mendirikan rumah sakit lapangan.dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal saja .organisatoris.dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya dibidang keperawatan dan medis. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker yang menjadi inspirasi bagi profesi keperawatan di dunia islam.beliau dikenal sebagai perawat yang memulai praktek keperawatan di masa nabi Muhammad saw.yang dilatih dengan bekerja dengannya.

dan lainnya. Hak – Hak petugas keperawatan · · · · · Mendapatkan Gaji dan Honorer Mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah Mendapat perlindungan hukum Melindungi pasien dari ancaman luar kehidupan keselamatan jiwanya.sejarah dunia islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama rufaidah. kewajiban petugas keperawatan · · · · · melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah jabatan memberikan pelayanan dengan baik menetapkan tarip yang terjangkau oleh masyarakat mengusahakan keringanan biaya bertanggung jawab atas kematian /penderitaan dan kerugian pasien yang disebabkan oleh kesalahan perawat · · · · melimdungi pasien dari sasaran propaganda agama lain menyampaikan wasiat pasien yang meninggal kapada keluarganya membantu pemakaman jenazah secepat mungkin menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama.rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama dunia islam.amin binti abi qaysal ghifari.ummu amin.dan hindun.seperti:ummu ammara.aminah.syafiat. Hak dan kewajiban antara perawat dengan pasien.ummu sulaiman.beberapa wanita muslim terkenal sebagai perawat adalah kuafibat. Menolak pelanyanan kesehatan yang bertentangan dengan ajaran Agama .

dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(QS. . 5.akan tetapi hal itu berlaku apabila asuhan keprawatan yang dilakukan sesuai dengan syari’ah islam.Albaqarah.185) Ø Tata Cara Bersuci Bagi Orang Yang Sakit 1. jika tidak bisa dengan air karena dikhawtirkan dapat memperlambat kesembuhan. 7. diwajibkan bersuci dengan air. maka dibasuh dengan air jika membahayakan cukup diusap sekali saja jika membahayakan juga maka bias bertayamum dibolehkan bertayamum pada dinding yang mengandung debu yang suci 3.dan janganlah kamu bertolong-tolong dalam hal keburukan atau kejahatan”. berwudhu jika berhadats kecil dan mandi jika berhadats besar 2. kemudian mengusap wajahnya lalu mengusap telapak tangannya jika sebagian tubuh yang harus disucikan terluka. Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 185: “artinya : allah menghendaki kemudahan bagimu. 6. dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an menganjurkan untuk membantu orang orang yang sedang kesulitan dalam hal ini adalah pada keadaan sakit.misalnya adalah bagaimana cara bersuci dan shalat bagi pasien yang sedang sakit.seperti yang dicontohkan oleh rufaidah di zaman Rasulullah Saw. maka boleh tayamum bila tidak mampu bersuci sendiri maka dapat dibantu orang lain jika pada tubuh terdapat luka yang digips atau dibalut maka cukup mengusap balutan tadi dengan air cara bertayamum ialah memukulkan dua tangannya ketanah yang suci sekali pukulan.yaitu dengan memperhatikan kaidah-kaidah dan aturan-aturan dalam islam.sebagai perumpamaan dalam penerapan asuhan keperawatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam islam. 4.dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa: ”bertolong-tolonglah kamun dalam hal kebaikan.Profesi keperawatan dalam islam adalah dipandang sebagai profesi yang mulia.

Tata Cara Shalat Bagi Orang Sakit 1. diwajibkan berdiri meskipun tidak tegak atau bersandar pada dinding atau bertumpu pada tongkat bila tidak mampu berdiri maka hendaklah solat dengan duduk bila tidak mampu duduk maka solat dengan berbaring miring dengan bertumpu pada sisi tubuh sebelah kanan menghadap kiblat jika tidak mampu berbaring maka dapat dengan telentang dan kaki menuju arah kiblat dan kepala agak ditinggikan jika tidak mampu juga maka solat dengan menggunakan isyarat tubuh seperti kepala jika kepala tidak mampu maka dengan mata jika memang semua itu tidak mampu maka dapat solat didalam hati jika orang sakit merasa kesulitan mengerjakan solat pada waktunya. orang yang sakit . orang yang sakit wajib menggunakan pakaian yang suci dalam melaksanakan solat jika tidak memungkainkan maka solat apa adanya dan solatnya sah orang yang sakit juga wajib solat ditempat yang suci jika tidak mungkin maka cara sholat ditempat apa adanya dan sholatnya sah. jika tidak mungkin maka ia solat apa adanya. dan solatnya sah 9. 3. 6. 7. 5.8. 2. jika tidak mungkin bertayamum diatas tanah atau dinding atau tempat lain yang mengandung debu maka boleh menggunakan sapu tangan orang yang sakit juga wajib membersihkan tubuhnya dari najis. Ø Orang yang diperbolehkan tidak berpuasa dalam bulan suci rhamadan 1. maka dibolehkan menjamak 4. orang yang sedang bepergian (musafir) selama bepergian tersebut tidak untuk maksiat dan sesuai dengan ketentuan ukum islam maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya.

atau bertanmbahnya penyakit baginya. tidak bisa dijamin aman dari godaan setan untuk melakukan perbuatan keji dan sarana-sarananya. Menurut islam bahwasan orang sakit wajib melakukan berobat untuk mengobati penyakit nya. Hak dan kewajiban petugas kesehatan lebih besar dari pada hak dan kewajiban pasien karna hak dan kewajiban petugas kesehatan bertanggung jawab atas jiwa dan raga pasien. Para pemimpin rumah sakit-rumah tidak boleh menugaskan seorang perawat laki-laki dan seorang perawat wanita untuk piket dan jaga malam bersama. atau dikhawatirkan terlambatnya kesembuhan akibat dari puasa tersebut dan dapat menggantinya dihari yang lain sesuai dengan puasa yang ditinggalkannya. orang yang sudah lanjut usia orang yang lanjut usia dan perempuan tua yang tidak mampu berpuasa hendaknya memberi makanan setiap hari. ini suatu kesalahan dan kemungkaran besar. 4. Karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ” Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepian dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) kecuali yang ketiganya setan" Menurut islam kesehatan yang bersifat (Prepentif) lebih diutamakan dari pada Kuratif (pengobatan). dan ini artinya mengajak kepada perbuatan keji. dan termasuk dari golongan hambanya yang lemah adalah wanita hamil dan menyusui. wanita yang haid dan nifas wajib mengganti dihari yang lain dan jika wanita tersebut berpuasa maka puasanya tidak sah. .sakit yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa adalah yang mengakibatkan bahaya bagi jiwa.sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Jika seorang laki-laki hanya berduaan dengan seorang wanita di suatu tempat. 3. satu orang miskin 5. wanita yang hamil dan menyusui allah meringankan bagi mereka untuk tidak berpuasa.

atau “Terkun “ (dokter yang melakukan praktek dukun) Seperti ia tidak memberikan resep obat kepada pasiennya yang sesuai dengan disiplin ilmu kedokteran yang ia pelajari.misalnya : Tata cara dan aturan tentang alat kontrasepsi atau KB Proses dan pasca melahirkan Transplantasi organ tubuh Tranfusi darah Aturan dan cara pengadopsian anak Dan lain sebagainya. maka ia harus bertanggung jawab menggung kerugian”. jiwa/materialnya.begitu juga sebaliknya. selain itu penyakitnya. misalnya. hai hamba – hamba Allah! Sebab sesungguhnya Allah SWT tidak membuat penyakit kecuali membuat pula obat nya.“berobatlah kamu. Sebagai seorang praktisi keperawatan kita harus bertindak professional sesuai fungsi dan tujuan dari asuhan keperawatan. sedangkan ia bukan ahlinya. Hal ini berdasarkan sabda Hadis Nabi : “Barang siapa melakukan praktek kedokteran/pengobatan.dengan demikian dapat tercapai pelaksanaan asuhan keperawatan yang bermutu dan sesuai dengan syari’ah islam. ialah sakit tua. kemudian ketika memberikan pelayanan perawatan bagi pasien yang perempuan hendaknya dirawat oleh perawat perempuan.pasien laki-laki dirawat oleh perawat laki-laki pula. sedangkan ia bukan ahlinya. dan Al-Hakim) Menurut hukum islam. tetapi ia harus bertanggung jawab atas kerugian pasien nya. Ibnu Hibban.3 Dimensi Keperawatan Islam . 2. ruang lingkup itu mencakup berbagai aspek dan keadaan yang sesuai dengan kaidah dan aturan dalam islam. seseorang yang melakukan praktek kedokteran dan pengobatan. ia “Kunter” (dukun yang melakukan praktek dokter seperti operasi).”(Hadis riwayat Ahmad.

Dimensi keperawatan dalam Islam ISLAM menaruh perhatian yang besar sekali terhadap dunia kesehatan dan keperawatan guna menolong orang yang sakit dan meningkatkan kesehatan. membuang sampah dan limbah di sungai/sumur yang airnya tidak mengalir dan sejenisnya. baik yang dilakukan secara sederhana dan tradisional sampai pada yang semi modern dan supermodern. Perspektif Keperawatan Mengingat kompleksnya faktor pemicu penyakit dan kesakitan.. yaitu perut. seperti buang kotoran dan sampah sembarangan. Wahai orang-orang yang beriman. dan Islam sangat menekankan kesucian (al-thaharah). sehingga apa saja isi perut kita sangat berpengaruh terhadap kesehatan. sebab selain bersumber dari perut sendiri. Orang baru sadar arti sehat setelah ia merasakan sakit. “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (al -Baqarah:: l95). Keperawatan secara umum dapat dibagi dua. “Wahai sekalian manusia. Ajaran Islam yang selalu menekankan agar setiap orang memakan makanan yang baik dan halal menunjukkan apresiasi Islam terhadap kesehatan. Anjuran Islam untuk hidup bersih juga menunjukkan obsesi Islam untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. keperawatan sangat dibutuhkan. pelayanan kesehatan diartikan sebagai pelayanan yang diterima seseorang dalam hubungannya dengan pencegahan. bukan saja saja makanan yang halal. l990: 504). porsinya harus proporsional. laut dan udara dan pengaruh global yang semakin menurunkan derajat kesehatan penduduk dunia. Kesehatan merupakan modal utama untuk bekerja. Dengan hidup bersih. maka kesehatan akan semakin terjaga. tidak jarang juga berasal dari pekerjaan dan risiko perjalanan. sehingga kesakitan dan kematian karena kecelakaan lalu lintas ini tergolong besar setelah wabah penyakit dan peperangan. Menurut Benjamin Lumenta (l989: l5). laut dan udara juga seringkali diwarnai kecelakaan. Termasuk di sini karena faktor alam berupa rusaknya ekosistem. Kapan dan di mana pun. maka profesi keperawatan tidak bisa dihindari. Karena itu salah satu resep sehat Nabi Muhammad Saw adalah memelihara makanan dan ketika makan. darat. Islam juga sangat menganjurkan kehati-hatian dalam bepergian dan menjalankan pekerjaan. dengan selalu mengucapkan basmalah dan berdoa. baik zatnya. Turmudzi dan al-Hakim). Jadi walaupun seseorang sudah menjaga kesehatannya sedemikian rupa. Karena itu Islam memberi peringatan antisipatif: jagalah sehatmu sebelum sakitmu. yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan medis. sebab makanan merupakan salah satu penentu sehat tidaknya seseorang. seperti bekerja tanpa alat pengaman atau ngebut di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sekarang ini kecelakaan kerja masih besar disebabkan kurangnya pengamanan dan perlindungan kerja. penyakit seringkali berasal dari lingkungan yang kotor. Lalu lintas jalan raya. karena kesehatan itu tergolong paling banyak diabaikan orang. risiko kesakitan masih besar. beribadah dan melaksanakan aktivitas lainnya. Makanan yang baik dalam Islam. polusi di darat. disebabkan faktor eksternal yang di luar kemampuannya menghindari. Sebagian besar penyakit berasal dari isi lambung. pelayanan kesehatan ialah kegiatan yang sama. kualitasnya maupun ukuran atau takarannya. Makanan yang halal bahkan sangat enak sekalipun belum tentu baik bagi kesehatan. makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Hal ini karena sumber penyakit dan kesakitan. yakni masing-masing sepertiga untuk makanan. l72). makanlah dari apa yang baik-baik yang Kami rezekikan kepadamu (QS al-Baqarah: l68. dan kebersihan dipandang sebagai bagian dari iman. yang dilakukan oleh pranata sosial atau pranata politik terhadap keseluruhan . diagnosis dan pengobatan suatu gangguan kesehatan tertentu (KBBI. sebab kebersihan pangkal kesehatan. tetapi juga makanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Itu sebabnya ajaran Islam sangat melarang pola hidup yang mengabaikan kebersihan. air dan udara (HR. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Agama sangat melarang perilaku nekad dan ugal-ugalan. yaitu kebersihan atau kesucian lahir dan batin. dan jangan abaikan kesehatan.

Sebab tanpa melibatkan para profesional di bidang kesehatan dan medis. ilmu kedokteran dan keperawatan adalah sebagian dari ilmu Allah. perbedaan istilah di atas tidak terlalu dipersoalkan. dll. Di dalam Islamic Code of Medical Ethics diterangkan bahwa pengobatan dan keperawatan merupakan profesi mulia. Karena itu pranata sosial atau politik. menunjukkan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat Islam sangat menuntut hadirnya para perawat di tengah masyarakat manusia. allamal insana ma lam ya’lam (Bacalah dan . alladzi allama bil q alam. Syeikh Mahmoud Syaltout (l973: l24). Sebab orang yang memiliki kompetensi di bidang pengobatan dan perawatan kesehatan tidak lain adalah institusi beserta individu perawat yang mengabdi di dalamnya. karena Allah-lah yang mengajarkan kepada manausia apa yang tidak diketahuinya. seperti ormas kepemudaan. Lumenta mengatakan. Allah menghormatinya melalui mukjizat Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Ibrahim yang pandai mengobati penyakit dan selalu menyebut nama Allah sebagai penyembuh penyakitnya. banyak sekali petunjuk Nabi Muhammad SAW yang jelas sekali menuntut perlunya profesi keperawatan. atau semua masalah dan penyimpangan terhadap keadaan medis normatif. Al Purwa Hadiwardoyo (l989: l6) menambahkan. pelayanan kesehatan lebih bersifat hubungan antarlembaga atau institusi kesehatan dengan kelompok masyarakat yang lebih bersifat massal. sedangkan pelayanan medis lebih bersifat hubungan individual antara pemberi layanan medis. paramedis dan perawat dengan pengguna. yakni mencegah penyakit dan peningkatan derajat kesehatan. Di tengah tingginya tuntutan kepada profesionalisme kerja sekarang serta daya kritis masyarakat yang juga meningkat. Dengan demikian. l989: l5). Sama halnya dengan semua aspek ilmu pengetahuan. pasien atau orang yang membutuhkan pelayanan medis. Bahkan dalam banyak kitab fikh dan hadits. pelayanan kesehatan dan pelayanan medis mempunyai tujuan yang sama. peringatan terhadap penyakit menular. paramedis atau perawat. Dalam tulisan ini. Islam tidak membedakan apakah ia dokter. sebab pekerjaan ini sangat berisiko dan berkaitan dengan hidup matinya manusia. semua upaya dan kegiatan peningkatan dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan atas dasar hubungan individual antara para ahli pelayanana medis dengan individu yang membutuhkannya. masyarakat atau komunitas tertentu. dalam hal ini dokter. yang dalam sumpah dunia kedokteran. Allah berfirman: Iqra wa rabbukal akram. keagamaan dan partai politik. yakni memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat untuk mengatasi. Sedangkan pelayanan medis ialah suatu upaya dan kegiatan pencegahan dan pengobatan penyakit. penjenisan makanan-makanan sehat untuk tubuh. bakti sosial dan sejenisnya. Pelayanan medis ini merupakan kegiatan mikrososial yang berlaku antara orang perorangan (Lumenta. bahkan akan kontraproduktif. menetralisasi atau menormalisasi semua masalah atau semua penyimpangan terhadap keadaan kesehatan. Terlebih pekerja di bidang kesehatan dan medis. Pelayanan kesehatan merupakan kegiatan makrososial yang berlaku antara pranata atau lembaga dengan suatu populasi. selalu ada bab khusus yang membahas tentang penyakit dan pengobatan (kitab al-maridh wa al-thib). karena muaranya juga sama. tetapi tetap harus bekerjasama dengan institusi dan pemberi layanan medis yang profesional. dengan lebih menekankankan kepada ethos kerja profesional dan tidak materialistis. harus dilindungi dan diselamatkan sejak calon manusia itu masih berada di dalam perut ibunya. maka ia merupakan orang mulia. Mulianya Profesi Perawat Menurut mantan Rektor Universitas Al-Azhar. Perintah untuk berobat. memang bisa saja memberikan pelayanan kesehatan. pelayanan medis mengandung semangat pelayanan dan usaha maksimal dengan mengutamakan kepentingan pasien dan mengandung nilai ethos yang tidak egoistis dan materialistis.masyarakat sebagai tujuannya. misalnya untuk meningkatkan pengabdian pada masyarakat. sepanjang ia mengabdi di bidang pengobatan dan perawatan penyakit. pelayanan yang diberikan tidak akan berhasil. perintah mengasingkan diri terhadap penyakit menular. setiap pekerjaan harus dijalankan secara profesional.

waktu dan pelayanan harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menentukan keadaan pasien dan ditempatkan paling atas dengan kesejahteraan dan kesenangan yang pantas. Kondisi ini tentu patut disambut gembira. tidak membedakan siapa dan apa dia. eksperimen. tidak hanya sebatas dasar teoritis. baik karena penyakit maupun terluka dalam peperangan Kalau di Eropa dikenal nama Jean Henry Dunant. rasa sakit dan kecemasan. yang dalam sumpah jabatannya mereka sudah bersumpah dengan namaTuhan. Figuritas Ibnu Sina (Avicenna) dan Abubakar al-Razi (Razez) yang dianggap pelopor ilmu kedokteran dengan karya-karya tulis monumentalnya di bidang keperawatan medis. semakin terungkap tanda-tanda kekuasaan Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya. jadwal-jadwal.Tuhanmulah yang paling mulia. Kewajiban ini merupakan tugas negara untuk menjamin kebutuhan bangsa akan para dokter dan perawat dalam berbagai bidang spesialisiasi. Status istimewa harus diberikan kepada pasien selama ia menjadi pasien. yang disebut fardlu kifayah. dan keperawatan kedokteran sebagai cara. diikuti oleh Florence Nightingale sebagai Ibu Perawat Dunia pertama. dokter Swiss yang melalui Konferensi Jenewa l864 diakui sebagai Bapak Palang Merah Interasional. ia berjasa mendirikan rumah sakit pertama di zaman Nabi Muhammad Saw guna menampung dan merawat orang-orang sakit. yang diwakili oleh beberapa institusi untuk melayani kebutuhan kesehatan dan pengobatan masyarakat dan dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa kecuali. dokter dan perawat sebagai pelayannya. agama dan status sosialnya. melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkannya dari kematian. penelitian. Bazmi Alim. Seorang pasien berada pada tempat perlindungan karena penyakitnya dan bukan karena kedudukan sosialnya. Berkaitan dengan ini pengadaan praktik kedokteran dan perawatan adalah perintah agama kepada masyarakat. Para Khalifah Abbasiyah juga banyak memiliki dokter dan perawat istana yang mendapatkan kedudukan istimewa turun temurun. yang mengajar manusia dengan perantaraan qalam (baca tulis). dan Dia mengajarkan kepada manusia segala apa yang tidak diketahuinya. diagnonis. berjanji untuk mengingat Tuhan dalam profesinya. QS al-Alaq: 3-5). kekuasaan atau hubungan pribadinya. siapa saja yang menolong saudaranya di dunia. Dalam Islam hal ini merupakan kewajiban negara terhadap warganegaranya. Walaupun kematian merupakan hak prerogatif Allah menentukannya. Jurjis ibnu Bakhti. Ajaran-ajaran normatif agama tentang perawatan di atas. Karena itu dokter dan perawat mengemban tugas mulia. pasien adalah tuan. bukan saja aktif dalam dunia keperawatan. sebab tenaga . baik pria maupun wanita. Itu sebabnya terhadap penyakit yang parah sekalipun. namun manusia diberi kewenangan yang maksimal untuk mengatasi penyakitnya dengan bantuan dokter dan perawat. Melalui ayat ini Allah menyuruh mempelajari alam semesta beserta segenap organisme dan anorganisme yang ada di dalamnya dengan nama dan kemuliaan Tuhan. tanpa melihat kepada perbedaan ras. dokter dan perawat tetap melakukan usaha maksimal dan memberi semangat hidup para pasien bersangkutan. melainkan sudah pula dipraktikkan dalam realitas kehidupan di masa lalu. melalui baca tulis. maka Rufaidah-lah yang dianggap sebagai “Nightingale” dalam Islam. semakin memacu banyaknya masyarakat yang terjun dalam profesi keperawatan. dsb. melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan. Peraturan-peraturan. Di masa-masa awal perkembangan Islam dikenal sejumlah wanita yang mengabdikan dirinya di bidang keperawatan. Hunain bin Ishak dan keturunannya merupakan para dokter dan perawat yang handal. dan masih banyak lagi. penyakit. Allah berjanji akan menolong setiap orang di akhirat dan di hari pembalasan. tapi juga membangun rumah sakit Yamki Baghcha di Istanbul-Turki. Ini terbukti dengan semakin banyaknya studi di bidang kedokteran dan kesehatan. Kesiapan Mengabdi Masyarakat Sekarang sejumlah akademi dan perguruan tinggi semakin banyak membina mahasiswanya yang berorientasi kepada profesi keperawatan. Kesehatan harus menjadi tujuan. di antaranya Rufaidah.

2. sekaligus sadar untuk menaati kode etik yang berlaku. Ini berarti prinsip yang mendasari profesi keperawatan adalah kepentingan masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Jadi dalam profesi terkandung persyaratan pemilikan kompetensi personal berupa kepribadian terpuji. dokter dan paramedis. Para ulama sepakat. dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif untuk membantu klien atau pasien. sedangkan ia seorang memiliki ilmu dan keahlian cukup. hendaklah profesi keperawatan yang disandang dijadikan sebagai profesi yang sebenarnya. ini berarti para perawat mestilah merasakan bahwa dirinya merupakan bagian dari institusi dan organisasi yang mewadahinya. Ketika sudah memantapkan hati menjadi perawat. Menurut pakar pendidikan. Ahmad Tafsir (l996). 3. Ini berarti para perawat harus terus meningkatkan ilmu. ada pula berpendapat diambil dari harta negara atau institusi tempatnya bekerja. tapi untuk efektivitas pekerjaannya. Dengan motivasi dan dedikasi tinggi. Profesi juga memiliki organisasi dan kode etik tertentu. tentu jenjang karier dan prospeknya akan terus meningkat. maka dia harus bertanggung jawab sesuai kadar bahaya yang ditimbulkannya. Agama menggariskan beberapa sikap waspada yang perlu direnungi bagi para perawat. baik melalui pembelajaran teoritis maupun praktis. Di tengah semakin majunya dunia kedokteran dan keperawatan.keperawatan di daerah kita. Untuk lebih memberikan kesiapan fisik dan mental dalam menekuni profesi keperawatan. Profesi dipilih karena panggilan hidup yang akan dijalani sepenuh waktu. Sebuah profesi pada dasarnya memiliki otonomi. Ini berarti para perawat. keahlian dan pengalamannya. apalagi di perdesaan dan pedalaman masih sangat kurang. tanpa boleh membedakan status orang yang diberikan pelayanan. Kedua. maka risiko yang timbul. 5. bahwa orang yang memberikan perawatan yang di luar keahliannya. Adanya keharusan bertanggung jawab tidak lain untuk melindungi jiwa manusia dan mengingatkan paramedis atau perawat agar lebih cermat dan hati-hati dalam menjalankan pekerjaannnya. bukan harta negara atau institusi. Tetapi jika paramedis berbuat kekeliruan. jadi bukan profesi terpaksa yang akan dijalani sambil lalu. Sayyid Sabiq mengatakan. Memiliki keahlian khusus untuk profesi tersebut. bukan individu dan golongan. meskipun di satu sisi yakin akan kemampuannya. paramedis tidak perlu dituntut apa-apa. dalam menjalankan tugas keperawatan hendaknya dibarengi dengan kecermatan. haruslah all out menggeluti bidang ini sampai akhir dengan motivasi yang tulus ikhlas dan penuh pengabdian. karena kesalahan itu di luar kemauannya. dalam memberikan perawatan medis. tapi juga tetap terbuka menjalin kerjasama dengan pihak lain yang terkait. Seringnya mencuat kasus malapraktik akhir-akhir ini haruslah dijadikan pelajaran bagi segenap insan keperawatan. serta kompetensi sosial berupa semangat pengabdian yang tinggi untuk masyarakat. kiranya penting digarisbawahi hal-hal mendasar berikut: Pertama. hendaknya paramedis menjalankan tugas sesuai bidang keahliannya. kompetensi profesional berupa keahlian. suatu pekerjaan dapat dipandang sebagai pekerjaan profesional apabila: 1. Imam Malik berpendapat. lalu menimbulkan kecacatan atau risiko yang menambah berat penyakit pasiennya. dan perawatan yang diberikan beserta risikonya sudah seizin pasien sendiri atau keluarganya. Profesi haruslah untuk kepentingan masyarakat. juga harus dibayarkan kepada korban. kehati-hatian dan kewaspadaan guna meminimalisasi risiko negatif yang mungkin timbul. dan risiko tersebut dapat ditebus dengan ganti rugi dari hartanya sendiri. 4. untuk lebih hati-hati dan cermat dalam melakukan pekerjaan. tentu menuntut setiap orang yang menggelutinya tidak boleh berhenti untuk menambah ilmu dan skill-nya untuk disumbangkan kepada masyarakat. ia harus tertap terbuka dan proaktif bekerjasama dengan para pihak yang dapat menunjang kesuksesan layanan keperawatan. Dalam hal ini ada yang berpendapat diambil dari hartanya. sebab .

Oleh karenanya. tenaga. di mana HDI rakyat Indonedia selalu yang terendah dibanding bangsa-bangsa di dunia dan di Asia Tenggara. sehingga potensi penyakit di masyarakat dapat dihindari. Andaikata kemampuan menolong secara fisik sangat terbatas. tidak pasif menunggu orang sakit datang ke rumah sakit saja. Hindari Penghinaan Terhadap Pasien Segala sesuatu yang bersifat merendahkan. lebih baik mencegah daripada mengobati. baik berupa harta. Sedikitpun jangan pernah kita lakukan kalau kita sebagai seorang perawat. wawasannya. pengalamannya dan kemampuannya. Kita semua mengetahui bahwa UNDP setiap tahun mengukur peringkat kualitas hidup manusia. para perawat hendaknya lebih proaktif ketika mengabdikan dirinya kepada masyarakat. 2. Ketiga. Bukankah dalam pengobatan berlaku prinsip. pengayom dan pemimpin keluarga. kehilangan orang tercinta. human development index (HDI). oleh sebab itu seorang perawat harus memiliki sikap : 1. berarti kita telah menabung untuk mendapat pertolongan Allah. para perawat hendaknya proaktif turun ke lapangan. Mereka ini baru berobat atau terpaksa datang ke rumah sakit sesudah penyakitnya parah. kehilangan harapan hidupnya dan sebagainya. penopang ekonomi keluarga. Sumbangkan Ilmu Pengetahuan Sedikitpun jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang kita miliki agar orang lain bertambah ilmunya. Ketika seorang pasien meninggal.4 Akhlak Seorang Perawat Menurut Agama Islam Seorang perawat selalu dijadikan roll model oleh setiap pasiennya. Setiap kali kita menolong seseorang dengan ikhlas. tidak ada kebaikan sekecil apapun kecuali diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah SWT. Dipastikan masyarakat yang kualitas kesehatannya rendah tersebut berada pada level ekonomi menengah ke bawah. mengejek. Karena sesungguhnya kesempatan menolong orang lain hanya ada jika Allah yang maha agung memberi kesempatan kepada kita. keadaan sosial dan sebagainya. tapi bisa pula kehilangan pengasuh. Ikhlas Ikhlas disini dalam artian sikap yang murni. tidak hanya keluarga kehilangan anggotanya. menghina dalam bentuk apapun terhadap seseorang. Akibat perbuatan . kepribadiannya. Kita harus amanah dengan ilmu dan pengalaman kita dengan cara menyalurkannya untuk membantu orang lain. waktu atau setidak-tidaknya perhatian yang tulus hanya untuk mendengarkan keluh kesahnya. baik tentang postur tubuhnya. Rendahnya derajat kesehatan merupakan salah satu indikator kriteria yang digunakan UNDP.pekerjaannya berkaitan langsung dengan jiwa manusia. keadaan penyakitnya. Percayalah. Allah menerangkan dalam surat Al-Bayyinah 98 : 5 “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) Agama yang lurus” Ikhlas disini dapat dilakukan dengan cara : Selalu Menolong Dengan Segala Cara Bersegeralah menolong seseorang dengan segenap kemampuan. semata-mata demi memperoleh ridhla dan perkenan Allah dalam proses keperawatannya. tolonglah dengan taburan do’a.

1 Kesimpulan 3. 2. aborsi ( kecuali terpaksa) 2. janin yang telah jadi ditanamkan kembali pada istri yang sah.itu akan muncul perasaan sakit hati atau sampai bisa mendendam. Transfusi Darah 2.2 Saran .5 Hal-hal Yang Diijinkan atau tidak diijinkan Dalam Agama Islam A. B. BAB III PENUTUP 3. Transplantasi Organ Tubuh 3. sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah. cloning : haram hukumnya karena akan menimbulkan generasi yang rancu. Hal yang tidak di ijinkan: 1. Tolonglah pasien dengan ikhlas karena diahadapan Allah manusia adalah sama. Bayi tabung diperbolehkan dengan syarat: a. hal yang di ijinkan: 1. pemasangan alat spiral tidak boleh lain jenis 3. b. KB (asalkan sukarela) 4.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful