BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan kegiatan perekonomian, kebutuhan akan uang tunai terkadang menjadi kebutuhan yang segera pada waktu-waktu tertentu. Namun demikian, kebutuhan-kebutuhan tersebut adakalanya tidak diimbangi dengan ketersediaan uang tunai yang dimiliki. Kalau sudah demikian maka mau tidak mau harus mengurangi berbagai kebutuhan yang dianggap tidak penting, namun untuk kebutuhan yang sangat penting terpaksa harus dipenuhi dengan berbagai cara seperti meminjam dari berbagai sumber pembiayaan yang ada. Kondisi sistem perekonomian modern yang seperti ini dimanfaatkan oleh banyak lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang

pembiayaan, yang keberadaannya menawarkan berbagai bentuk fasilitas pembiayaan. Lembaga pembiayaan merupakan sesuatu hal penting guna mendukung kegiatan perekonomian terutama melalui penyerahan sumbersumber pembiayaan dan penyalurannya secara efektif dan efisien. Sejalan dengan itu, sejak tahun 1988 pemerintah telah menempuh berbagai kebijakan untuk lebih memperkuat sistem lembaga keuangan nasional melalui pengembangan dan perluasan berbagai jenis lembaga keuangan. Diantara lembaga keuangan tersebut yaitu PT. Pegadaian

(Persero). PT. Pegadaian (Persero) adalah suatu lembaga keuangan non perbankan yang memberikan jasa kredit kepada masyarakat yang jasanya berorientasi pada jaminan. PT. Pegadaian (Persero) merupakan salah satu lembaga formal di Indonesia yang berdasarkan hukum diperbolehkan melakukan pembiayaan dengan bentuk penyaluran kredit atas dasar hukum gadai.

1

Menurut Kitab Undang – Undang Hukum Perdata pasal 1150 dijelaskan, “Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang atas suatu barang yang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada si berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang – orang berpiutang lainnya, dengan pengecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkannya untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya–biaya mana yang harus didahulukan”. Kegiatan yang dilakukan oleh PT. Pegadaian (Persero) adalah Pertama melakukan aktivitas pembiayaan, aktivitas pembiayaannya melalui penyaluran dana yang berasal dari modal perusahaan atau danadana yang berhasil dihimpun oleh pegadaian. Kedua menawarkan produk berupa sejumlah jasa non gadai. Tugas pokok PT. Pegadaian (Persero) ini untuk mengatasi masalah tanpa masalah dengan menjembatani kebutuhan masyarakat terhadap dana dengan pemberian uang pinjaman berdasarkan hukum gadai. Sedangkan secara umum, tugas atau tujuan ideal dari Pegadaian adalah penyediaan dana dengan prosedur yang sederhana kepada nasabah terutama kalangan menengah ke bawah untuk berbagai tujuan, seperti konsumsi, produksi dan lain sebagainya. Tugas tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dana, agar tidak terjerat atau jatuh dalam praktik-praktik tangan para pelepas uang atau tukang ijon atau tukang rentenir yang bunganya relatif tinggi, atau pelepas uang lainnya. Lembaga keuangan non formal tersebut cenderung

memanfaatkan kebutuhan dana mendesak masyarakat, keterbatasan informasi masyarakat, dan keterisolasian suatu masyarakat di daerah tertentu untuk memperoleh tingkat keuntungan sangat tinggi secara tidak wajar.

2

Pelaksanakan penyaluran kredit di Pegadaian telah berhasil dengan baik, terutama penyaluran kredit keusaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kepercayaan merupakan modal utama Pegadaian untuk menaikkan citra perusahaan dilingkungan usaha mikro dan kecil. Langkah nyata Pegadaian adalah dengan meluncurkan beberapa macam produk kredit yang salah satu produk unggulannya yaitu KCA (Kredit Cepat Aman), Penulis sangat tertarik untuk meneliti tentang produk kredit yang ada pada PT. Pegadaian (Persero) yaitu produk KCA, karena KCA adalah produk kredit yang paling banyak diminati oleh masyarakat, selain itu KCA merupakan produk pertama dan paling lama di PT. Pegadaian (Persero). Hal ini dapat terbukti dengan terjadi perkembangan jumlah nasabah. Dengan adanya kecenderungan yang meningkat dari

Perkembangan jumlah pinjaman Kredit Cepat dan Aman (KCA), hal ini terjadi karena banyaknya masyarakat serta UKM yang paham betul dengan keberadaan Pegadaian yang mampu memberikan kontribusi yang baik lewat pemberian kreditnya, dengan prosedur (membawa barang jaminan) yang mudah. Hal lain yang dapat mempengaruhi PT. Pegadaian (Persero) dalam meningkatkan pemberian jasa Kredit Cepat dan Aman (KCA) kepada masyarakat adalah dengan pemberian pembiayaan melalui kredit yang lebih cepat, dan aman dengan 15 menit cair. PT. Pegadaian (Persero) menyediakan pembiayaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, berupa penyalurkan kredit dengan jaminan barang-barang berharga. Pegadaian membutuhkan suatu kebijakan operasional agar kredit yang disalurkan tersebut tepat pada sasarannya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan calon nasabah baik yang bersifat produktif maupun bersifat konsumtif. Sejak berdirinya, PT. Pegadaian (Persero) tetap berjuang untuk menunaikan misi, yakni “Membantu Pemerintah dalam meningkatkan

3

kesejahteraan

masyarakat

golongan

menengah

kebawah

dan

melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan”. Untuk melaksanakan misi tersebut dicanangkan budaya perusahaan “mengatasi masalah tanpa masalah” yang diimplementasikan dalam etos dan budaya kerja “Si Intan” yakni inovatif, nilai moral tinggi, terampil, adi layanan dan nuansa citra dengan usaha utama gadai. Pegadaian memainkan peranannya yang besar dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat sekitarnya yang membutuhkan dana dengan menyediakan jasa kredit untuk kebutuhan pribadinya. Di dalam pemberian kredit Pegadaian yang memiliki visi sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah kebawah. Namun salah satu faktor yang tidak mungkin terlepas dari PT. Pegadaian (Persero) adalah masalah keuangan yang berupa keuntungan yang didapat, dan yang paling penting adalah pelaksanaannya dalam pemberian kreditnya. Melihat berbagai latar belakang diatas, maka penulis perlu untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang pentingnya pelaksanaan pemberian kredit cepat dan aman (KCA) pada PT. Pegadaian (Persero). Sehingga peneliti tertarik untuk memilih judul Analisis Kredit Cepat Aman (KCA) Sebagai Sumber Pendapatan Sewa Modal pada PT. Pegadaian (Persero). 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka rumusan permasalahan yang akan dijadikan pokok bahasan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana perkembangan pemberian kredit gadai KCA pada PT. Pegadaian (Persero).

4

Tujuan Penulisan Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk memenuhi persyaratan dalam rangkaian tahapan proses On the Job Training sekaligus Diklat Penaksir Muda PT. Pegadaian (Persero).3. Selain itu juga tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1.4. Pegadaian (Persero) mengenai pemberian kredit gadai KCA serta 5 .2. Pegadaian (Persero) 2. Untuk mengetahui perkembangan pendapatan sewa modal yang diperoleh PT. Seberapa besar pengaruh pemberian kredit gadai KCA terhadap pendapatan sewa modal pada PT. Pegadaian (Persero) 1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian dapat memberikan pandangan dan masukan bagi PT. Bagaimana perkembangan pendapatan sewa modal yang diperoleh PT. 3. Pegadaian (Persero) 3. Pegadaian (Persero). Pegadaian (Persero). Untuk mengetahui perkembangan kredit gadai KCA pada PT. Untuk mengetahui besarnya pengaruh pemberian kredit gadai KCA terhadap pendapatan sewa modal pada PT. 1. Manfaat Penulisan Manfaat yang diharapkan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : Bagi Penulis Penulis diharapkan dapat memberikan pemahaman secara teoritis lebih mendalam mengenai pengaruh pemberian kredit gadai kca terhadap pendapatan sewa modal serta mengetahui aplikasinya dikehidupan nyata sehingga dapat menjadi tambahan pengetahuan yang bermanfaat.

sumber informasi tambahan. Pegadaian (Persero). Bagi Akademisi Hasil kertas karya ini dapat dijadikan sebagai sumbangan pemikiran.memberikan gambaran akan perkembangan akan kebutuhan masyarakat terhadap kredit gadai. 6 . dan bahan pertimbangan bagi pihak-pihak lain yang akan menganalis mengenai gadai KCA di PT.

namun diatur secara terpisah atas dasar hukum gadai dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa. PT. Pegadaian termasuk dalam kategori lembaga keuangan karena transaksi pembiayaan yang diberikan oleh Pegadaian mirip dengan pinjaman kredit melalui bank. maupun berbagai tujuan lainnya. produksi. 7 . untuk tujuan konsumsi. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150. gadai adalah hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai utang atau oleh seorang lain atas nama orang yang mempunyai utang. Pegadaian (Persero) adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang kegiatan utamanya menyediakan dana (pembiayaan) bagi masyarakat luas.1.BAB II LANDASAN TEORI 2. Secara umum pengertian usaha gadai adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi utang apabila pihak yang berutang tidak dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan lembaga gadai. PT. Pengertian Gadai Pegadaian adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa pinjaman uang berdasarkan hukum gadai.

2. Namun. Sekilas Pegadaian Bertempat di Batavia. Metode pacth stelsel masih tetap dipertahankan saat Belanda berkuasa kembali. lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai. metode ini membuka peluang penyelewengan dari pemegang hak dalam menjalankan bisnisnya. Bank Van Leening sempat dibubarkan. tanggal 20 Agustus 1746 adalah momentum tonggak awal berdirinya lembaga pegadaian di Indonesia. pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris). Sebagai solusinya saat itu. Penerapan atas kajian tersebut adalah dikeluarkannya Staatsblad (Stbl) No. Saat itu pemerintahan colonial Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mendirikan Bank Van Leening.131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan sebagai tindak lanjutnya. Jawa Barat. dan masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian sepanjang mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat (liecentie stelsel). pemerintahan Hindia Belanda menerapkan cultuur stelsel yang dalam kajiannya tentang pegadaian disarankan agar sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri oleh pemerintah sehingga dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. dalam perkembangannya metode tersebut berdampak buruk. Saat Inggris mengambil alih pemerintahan. namun kembali lagi. pada tanggal 1 April 1901 didirikan lembaga Pegadaian Negara pertama di Sukabumi. Momentum itulah yang menjadikan setiap 8 . metode liecentie stelsel diganti menjadi pacth stelsel yaitu pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak yang tinggi kepada pemerintah.2. Mencari jalan keluar.

9 . Kantor Jawatan Pegadaian kembali mengalami perpindahan. Pegadaian (Persero). Saubari. Jawa Tengah. Perubahan status kedua adalah berdasarkan PP nomor 7 tahun 1969 yang menjadi Pegadaian sebagai Perusahaan Jawatan (PERJAN). Selama kekuasaan Jepang. Kantor Jawatan Pegadaian kemudian sempat berpindah keluar Jakarta. mulai dari Perusahaan Negara PN pada 1 Januari 1961. pada era Agresi Militer Belanda kedua. baik dari sisi kebijakan maupun struktur organisasi Jawatan Pegadaian atau yang dalam bahasa Jepang disebut Sitji Eigeikyuku. Kembalinya Kantor Jawatan Pegadaian ke Jakarta dilakukan pasca perang dan saat itu Pegadaian kembali dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. M. Setelah itu. Pegadaian telah mengalami sejumlah pergantian status. Jawa Tengah.tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulangtahun PT. yakni ke Magelang. pimpinan jawatan dipegang oleh Ohno-San yang berkebangsaan Jepang dengan wakilnya. Kemudian dikeluarkan kembali PP Nomor 10 Tahun 1990 yang diperbaharui dengan PP nomor 103 tahun 2000 sebagai dasar hukum status Perusahaan Umum (PERUM) untuk Pegadaian. Sejak dikelola Pemerintah. Perpindahan tersebut dilakukan pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia karena situasi perang yang kian memanas. seorang warga pribumi. Ketika kekuasaan beralih dari Belanda ke Jepang. Kala itu. status PERUM bertahan hingga tahun 2011. tidak banyak perubahan yang terjadi. gedung Kantor Pusat Jawatan Pegadaian yang terletak di Jalan Kramat Raya 162 sempat dijadikan sebagai tempat tawanan perang dan Kantor Pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya 132. yakni ke Karang Anyar. Kebumen.

telah disahkan Badan Hukum Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian (Persero). Masyarakat yang sedang memerlukan pinjaman atau pun mengalami kesulitan keuangan cenderung dimanfaatkan oleh lembaga keuangan seperti lintah darat dan pengijon untuk mendapatkan sewa dana atau bunga dengan tingkat bunga yang sangat tinggi. Berdasarkan Akta Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian atau disingkat PT Pegadaian (Persero) nomor 1 tanggal 1 April 2012 yang dibuat di hadapan Notaris Nanda Fauziwan. AH.01.Pada 13 Desember 2011 Pemerintah mengeluarkan PP nomor 51 tahun 2011 yang menandakan perubahan status badan hukum Pegadaian menjadi Perusahaan Persero (Persero).Kn yang berkedudukan di Jakarta. Terjadi perubahan Anggaran Dasar dengan Akta No. Pegadaian adalah memberi pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan non formal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. M. SH. SH. Peranan Pegadaian Tugas pokok PT.Kn yang berkedudukan di Jakarta selatan dan diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat AHU-AH. 05 tanggal 15 agustus 2012.10-32516 tahun 2012 tanggal 06 September 2012. yang dibuat dihadapan Notaris Nanda Fauziwan.01 tahun 2012 tanggal 4 April 2012 tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan. 2. dan kemudian disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU17525.3.M. 10 .01.

b.4. Pegadaian mempunyai kegiatan usaha diantaranya sebagai berikut (Triandaru dan Budisantoso. Pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari : a. Uang kas dan dana likuid lain PT. biaya operasional yang harus segera dikeluarkan. pembayaran pajak.2. Pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk hal-hal berikut ini : a. Pinjaman jangka pendek dari Perbankan b. Modal sendiri Penggunaan Dana Dana yang telah berhasil dihimpun kemudian digunakan untuk mendanai kegiatan usaha PT. Aktiva tetap dan peralatan ini antara lain adalah berupa 11 . 2006): Penghimpunan Dana Dana yang diperoleh oleh PT. Pembelian dan pengadaan berbagai macam bentuk aktiva tetap dan inventaris Aktiva tetap berupa tanah dan bangunan serta inventaris ini tidak secara langsung dapat menghasilkan penerimaan bagi PT Pegadaian namun sangat penting agar kegiatan usahanya dapat dijalankan dengan baik. kewajiban yang jatuh tempo. Pegadaian memrlukan dana likuid untuk berbagai kebutuhan seperti. dan lain-lain. penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan atas dasar hukum gadai. Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya c. Kegiatan Usaha Pegadaian PT. Penerbitan obligasi d.

meubel. Penyaluran dana Penggunaan dana yang utama adalah untuk disalurkan dalam bentuk pembiayaan atas dasar hukum gadai. dan lain-lain. Penerimaan inilah yang merupakan penerimaan keuntungan. Lebih dari 50 % dana yang telah dihimpun oleh PT. kendaraan. Investasi ini dapat menghasilkan penerimaan bagi PT. d. perawatan peralatan. Pegadaian dalam menghasilkan 12 . brankas. dan lain-lain. Pegadaian Produk dan jasa yang ditawarkan oleh PT. honor. dapat ditanam dalam berbagai macam bentuk investasi jangka pendek dan menengah. Pegadaian tertanam dalam bentuk aktiva ini. Pegadaian. karena memang ini merupakan kegiatan utamanya. Dana ini antara lain digunakan untuk gaji pegawai. Pegadaian.tanah. Penyaluran dana ini diharapkan akan dapat menghasilkan penerimaan dari bunga yang dibayarkan oleh nasabah. namum penerimaan ini bukan merupakan penerimaan utama yang diharapkan oleh PT. Produk dan Jasa PT. Pendanaan kegiatan operasional Kegiatan operasional PT Pegadaian memerlukan dana yang tidak kecil. c. Investasi lain Kelebihan dana. Pegadaian kepada masyarakat meliputi sebagai berikut : utama bagi PT. e. yang belum diperlukan untuk mendanai kegiatan operasional maupun penyaluran dana belum dapat disalurkan kepada masyarakat. komputer. kantor atau bangunan.

100.15% 1.100. 200. kendaraan. Konsekuensi pertamanya adalah jumlah atau nilai pinjaman yang diberikan kepada masing-masing peminjam sangat dipengaruhi oleh nilai barang bergerak yang akan digadaikan.000. > Rp.. 5.s. 20.15% 1. 50. Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai berarti mensyaratkan pemberian pinjaman atas dasar penyerahan barang bergerak oleh penerima pinjaman. Rp. Rp.s.d.000.000. Sewa modal (bunga) pinjaman di pegadaian merupakan pinjaman dengan jangka waktu selama 4 bulan. Berikut ini adalah tarif pinjaman saat ini berdasarkan besarnya pinjaman. Apabila kedua hal tersebut tidak dilaksanakan maka pegadaian berhak untuk melelang barang jaminan. dan sebagainya) dengan prosedur mudah dan layanan cepat.000.000.0. 5.s.d.000.Rp. Apabila telah melewati batas pinjaman nasabah dapat memperpanjang dengan membayar sewa modal (bunga) atau dapat menebus barang jaminannya.a.000.000. TARIF GOLONGAN BESAR UANG PINJAMAN PINJAMAN PER 15 HARI A B C D Rp. Rp..Rp. alat rumah tangga.. 200.000. barang elektronik. 500.000. Pinjaman ini pada dasarnya adalah kredit jangka pendek dengan memberikan pinjaman uang tunai dari Rp.000..Rp.75% 1.s. 550.00% 13 .000.d.000 atau lebih dengan jaminan benda bergerak (perhiasan emas.d.000 hingga Rp. 20. 50.

Jasa lain Pegadaian Kreasi Pegadaian Kreasi atau Kredit Angsuran Fidusia merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro – kecil (dalam rangka pengembangan usaha) dengan skema penjaminan secara fdusia dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran per bulan dalam jangka waktu kredit 12 s. PT. Masyarakat yang memerlukan jasa ini biasanya ingin mengetahui nilai jual wajar atas barang berharganya yang akan dijual. Penitipan barang Jasa lainnya yang ditawarkan oleh PT. 36 bulan. Pegadaian memperoleh penerimaan dari pemilik barang berupa ongkos penaksiran. flat. Masyarakat menitipkan barang di Pegadaian pada dasarnya karena alasan keamanan penyimpanan. Pegadaian memperoleh penerimaan dari pemilik barang berupa ongkos penitipan. Kredit Kreasi merupakan modifkasi dari produk lama yang sebelumnya dikenal dengan nama Kredit Kelayakan Usaha Pegadaian. 14 . PT. d.d. Penaksiran nilai barang Selain memberikan pinjaman atas dasar hukum gadai. terutama bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumahnya untuk jangka waktu yang lama. Atas jasa penaksiran yang diberikan.b. Perolehan kredit dengan cara menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai agunan dengan bunga pinjaman 1. Atas jasa penitipan yang diberikan. Pegadaian adalah penitipan barang.0% perbulan. PT. Pegadaian juga memberikan jasa penaksiran atas nilai suatu barang. c.

15 .Pegadaian Krasida Pegadaian Krasida atau Kredit Angsuran Sistem Gadai merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai. minimum 12 bulan dan maksimum 60 bulan. Besar kredit yang diberikan berdasarkan jumlah angsuran maksimum 1/3 dari penghasilan bersih. dan pemberian diskon untuk sewa modal dapat diberikan apabila nasabah melakukan pelunasan kredit sekaligus. Kredit Serba Guna/Kresna merupakan modifkasi dari produk lama yaitu kredit untuk pegawai (Golongan E).d 36 bulan. Pegadaian KTJG (Kredit Tunda Jual Gabah) Memberikan pinjaman/talangan dana cepat kepada petani pada saat panen raya dengan jaminan gabah kering giling (GKG) untuk digunakan menutup biaya hidup dan modal budidaya. Pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran per bulan dengan jangka waktu kredit 12 s. Pegadaian Kresna Pegadaian Kresna atau Kredit Serba Guna merupakan pemberian pinjaman kepada pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsumtif dengan pengembalian secara angsuran dalam jangka waktu kelipatan 3 bulanan. Bunga ditetapkan sebesar 1.0% perbulan. Diharapkan petani memperoleh daya saing di pasar domestic sehingga memberikan peluang tambahan pendapatan dan sekaligus memberikan pendidikan bagi petani untuk menjadikan hasil panenan sebagai komoditas bisnis.

seminar.99% (PT Pegadaian (Persero)) dan 0. Deddy Kusdedi. meeting. Jasa Lelang PT Pegadaian (Persero) memiliki satu anak perusahaan PT Balai Lelang Artha Gasia dengan komposisi kepemilikan saham 99.01% (Drs. Besarnya pinjaman Rp5 juta dan Rp10 juta. reuni.Pegadaian Kremada (Kredit perumahan Rakyat) Pegadaian Kremada ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang tergabung dalam kelompok untuk pembangunan rumah baru dan renovasi. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 29 Juni 2010 kegiatan operasional PT Balai Lelang Artha Gasia dibekukan. Pegadaian Krista Pegadaian krista ditujukan bagi pengusaha kelompok mikro (pedagang kecil/tukang sayur/pedagang kaki lima) yang tergabung dalam kelompok yang membutuhkan dana bagi usahanya Pegadaian Persewaan Gedung Pegadaian Persewaan Gedung adalah bentuk layanan yang diberikan kepada masyarakat berupa persewaan gedung pertemuan untuk melakukan kegiatan acara pernikahan. PT Balai Lelang Artha Gasia bergerak di bidang jasa lelang dengan maksud menyelenggarakan penjualan di muka umum secara lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.). dll. MM. 16 . Atas kredit ini nasabah dikenakan biaya administrasi 1% dan biaya pengelolaan 8% yang langsung dipotong di muka.

Pegadaian KUCICA (Kiriman Uang Cara Instan Cepat Aman) Pegadaian KUCICA adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat untuk pengiriman uang dari/ke dalam dan luar negeri. 17 . Layanan ini tersedia di Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero). serta batu-batuan berharga lainnya dengan sertifkasi khusus yang bertujuan menunjang kegiatan usaha PT Pegadaian (Persero). e. dalam rangka mencapai misi dan visi Perusahaan. Pegadaian MULIA Pegadaian MULIA adalah penjualan emas oleh Perseroan kepada masyarakat secara tunai ataupun angsuran dalam jangka waktu tertentu. Layanan kiriman uang ini bekerja sama dengan Western Union.Pegadaian Investa Merupakan pinjaman atas dasar hukum gadai dalam jangka waktu tertentu diberikan kepada nasabah dengan jaminan berbentuk saham yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek indonesia (BEI). Calon nasabah adalah pegawai dari suatu instansi/lembaga (telah memiliki kerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) ) dan memiliki masa kerja minimal 2 (dua) tahun. batu permata. Layanan Tambahan PEGADAIAN G-LAB Ini merupakan unit pelayanan jasa taksiran logam mulia. Pegadaian KAGUM (Kredit Aneka Guna Untuk Umum) Adalah layanan pemberian pinjaman bagi pegawai/karyawan suatu instansi/lembaga yang berpenghasilan tetap dengan sistem fdusia dan diangsur setiap bulan. Mulia merupakan produk syariah yang diluncurkan pada tahun 2008 dan cukup mendapat respon yang baik dari pelanggan.

500. 550. Pegadaian diwajibkan untuk membawa barang sebagai jaminan atas hutang yang akan diterimanya. Pegadaian adalah disesuaikan dengan nilai taksiran dari barang yang dijadikan sebagai jaminan tersebut. Sedangkan penggolongan uang pinjaman yang diberikan kepada nasabah sebagai berikut: Golongan A Jumlah pijaman antara Rp.000.. di kantor cabang dan unitnya. dll. Mengenai besarnya jumlah pinjaman yang akan diberikan oleh PT.adalah masuk dalam kategori Surat Bukti Kredit golongan A. Golongan B Jumlah pinjaman antara Rp.000. 18 .000..PEGADAIAN 24 Merupakan unit layanan berupa Galeri Emas yang menyediakan kebutuhan produk MULIA dan produk lainnya yang terkait dengan perdagangan dan produksi emas. 50. 5. 2.000. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan). MPO (MULTI PAYMENT ONLINE) Merupakan salah satu bisnis usaha lain yang bekerjasama dengan pihak Koperasi Nusantara untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan menerima pembayaran listrik. Layanan ini tersedia di Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero).. Penggolongan Uang Pinjaman Setiap calon nasabah yang ingin mendapatkan uang pinjaman dari PT.adalah dalam kategori Surat Bukti Kredit golongan B.sampai dengan Rp. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan). telepon.5.000. air.sampai dengan Rp.

 Untuk golongan C. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan). dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.adalah dalam kategori Surat Bukti Kredit golongan C. Sedangkan nasabah harus membayar sewa modal tersebut setiap 15 hari sekali. dengan maksimum sebesar 6%.75 %. dengan maksimum sebesar 9.100.000.000. 20. besarnya bunga 1. Sedangkan nasabah harus membayar sewa modal tersebut setiap 15 hari sekali. 19 . 5.sampai dengan Rp.00 %.  Untuk golongan D. sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).2%.000..  Untuk golongan B. Golongan D Jumlah pinjaman antara Rp.000. besarnya bunga 0.sampai dengan Rp. 200. dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan. dengan maksimum sebesar 9. dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.. Bunga Gadai Biaya sewa modal (bunga) yang harus dibayar oleh nasabah kepada pegadaian adalah bervariasi.000.Golongan C Jumlah pinjaman antara Rp. 20.100. dengan maksimum sebesar 8%. Adapun mengenai rincian besarnya bunga yang harus dibayarkan oleh nasabah adalah sebagai berikut:  Untuk golongan A. Sedangkan nasabah harus membayar sewa modal tersebut setiap 15 hari sekali. dengan batas waktu kredit selama 120 hari atau 4 bulan.000. besarnya bunga 1. Sedangkan nasabah harus membayar sewa modal tersebut setiap 15 hari sekali.15 %.15 %.atau lebih adalah dalam kategori Surat Bukti Kredit golongan D. 2.6. besarnya bunga 1.2%.

video. recorder. tape. g) Barang-barang lain yang dianggap bernilai. mesin ketik. mobil. intan. d) Barang-barang yang cepat rusak. dan lain-lain. hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di Perum Pegadaian. Namun ada juga barang-barang bergerak tertentu yang tidak dapat digadaiakan. e) Barang-barang yang amat kotor. ketela pohon. mutiara. dan lain-lain. busuk atau susut. d) Barang-barang rumah tangga : barang-barang pecah belah.7. dan mesiu. dan lain-lain. sapi. i) Barang-barang jenis senjata. j) Barang-barang yang disewa belikan. motor. jagung. k) Barang-barang milik pemerintah. f) Tekstil : kain batik. e) Mesin : mesin jahit. h) Barang-barang yang mudah terbakar. kulkas. perak. permadani. 20 . c) Kendaraan : sepeda. Adapun barang-barang yang tidak dapat dijadikan jaminan karena keterbatasan tempat penyimpanan. dan lain-lain. Kategori Barang Gadai Pada dasarnya. dan lain-lain. sumber daya menusia di PT Pegadaian adalah sebagai berikut : a) Binatang ternak : kerbau. c) Barang dagangan dalam jumlah besar. amunisi. b) Barang-barang elektronik : tv. Jenis barang-barang bergerak yang dapat diterima sebagai barang jaminan di pegadaian yaitu antara lain : a) Barang-barang perhiasan : emas. f) Kendaraan yang sangat besar g) Barang-barang seni yang sulit ditaksir. b) Hasil bumi : padi. l) Barang-barang illegal. radio. kambing.2.

mesin.8. tekstil. 21 .2. Prosedur Penaksiran Barang Gadai Adapun menurut pedoman penaksiran yang di kelompokkan atas dasar jenis barangnya adalah sebagai berikut : Barang Kantong Emas a) Petugas penaksir melihat Harga Pasar Pusat (HPP) dan standar taksiran logam yang telah ditetapkan oleh kantor pusat. c) Petugas penaksiran menentukan nilai taksiran. b) Petugas penaksiran melakukan pengujian kualitas dan berat permata. c) Petugas penaksiran menentukan nilai taksiran. barang elektronik. Permata a) Petugas penaksiran melihat standar taksiran permata yang telah ditetapkan oleh kantor pusat. b) Petugas penaksir melakukan karatase dan berat. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu disesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi. b) Petugas penaksir menentukan nilai taksir. dan lain-lain. motor. Barang Gudang Barang-barang gudang yang dimaksud di sini yaitu meiputi : mobil. Harga pedoman untuk keperluan penaksiran ini selalu disesuaiakan dengan perkembangan harga yang terjadi. a) Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPS) dari barang. Standar ini selalu disesuaikan dengan perkambangan pasar permata yang ada.

Pegadaian secara sengaja mengambil kebijakan ini guna mencegah munculnya kerugian c. Prosedur Pelelangan Barang Gadai Pelaksanaan lelang harus dipilih waktu yang paling baik agar tidak mengurangi hak nasabah. b. Barang yang digadaikan dikembalikan kepada nasabah. Berdasarkan taksiran yang dibuat penaksir. Nasabah membayarkan uang pinjaman dan ditambah sewa modal (bunga) langsung kepada kasir disertai dengan bukti surat gadai.2. 2. Calon nasabah datang langsung akan ke loket penaksir jaminan dan dan menyerahkan barang yang dijadikan menunjukkan surat bukti diri seperti KTP atau surat kuasa apabila pemilik barang tidak bisa datang. maka barang jaminannya akan dilelang dan hasil pelelangan barang yang 22 . Barang jaminan tersebut diteliti kualitasnya untuk menaksir dan menetapkan harganya. Besarnya nilai uang pinjaman yang diberikan lebih kecil dari pada nilai pasar dari barang yang digadaikan. karena setelah nasabah tidak melunasi hutangnya pada saat jatuh tempo dan tidak melakukan perpanjangan.9. b. c. 2. Barang dikeluarkan oleh petugas penyimpanan barang. Prosedur Pemberian Kredit Gadai Prosedur untuk mendapatkan dana pinjaman dari pegadaian adalah sebagai berikut: a.10. pembayaran uang pinjaman dilakukan oleh kasir tanpa ada potongan biaya apapun kecuali potongan administrasi. Prosedur Pelunasan Kredit Gadai Pelunasan uang pinjaman oleh nasabah prosedurnya adalah sebagai berikut : a. Selanjutnya. ditetapkan besarnya uang pinjaman yang dapat diterima oleh nasabah.11.

Lelang dipimpin oleh kantor cabang (Kepala Cabang). Nasabah datang langsung ke bagian informasi untuk memperoleh penjelasan. jumlah pinjaman dan biaya sewa modal (bunga pinjaman). Pemberian barang jaminan disertai bukti diri seperti KTP atau surat kuasa bagi pemilik barang yang tidak dapat datang. Bagi nasabah yang sudah jelas dan mengetahui prosedurnya dapat langsung membawa barang jaminan ke bagian penaksir untuk ditaksir nilai jaminan yang diberikan. bunga. kemudian barulah ditetapkan nilai taksir barang tersebut. Di bicarakan tata tertib melalui berita acara sebelum pelaksanaan lelang. tentang pegadaian. Sedang pelelangannya adalah sebagai berikut : a.digadaikan akan digunakan untuk melunasi seluruh kewajiban nasabah yang terdiri dari : pokok pinjaman. d. b. Setelah nilai taksir ditetapkan langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah pinjaman beserta sewa modal (bunga) yang dikenakan dan kemudian diinformasikan ke calon peminjam. 2. d. Waktunya diumumkan tiga hari sebelum pelaksanaan lelang. misalnya tentang barang jaminan. Pengambilan keputusan lelang adalah bagi mereka yang menawar paling tinggi. Prosedur Pinjaman Secara garis besar proses atau prosedur peminjaman uang di pegadaian dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Bagian penaksir akan menaksir nilai jaminan yang diberikan. b.12. jangka waktu pengembalian. c. baik kualitas barang maupun nilai barang tersebut. serta biaya lelang. c. 23 .

Jika calon peminjam setuju. Jadi si nasabah jika sudah punya uang dapat langsung menebus jaminannya.13. c.e. Bagi nasabah yang tidak dapat membayar pinjamannya. Pada prinsipnya pembayaran kembali pinjaman dan sewa modal dapat dilakukan sebelum jangka waktu pinjaman jatuh tempo. Pembayaran kembali pinjaman berikut sewa modal dapat langsung dilakukan dikasir dengan menunjukkan surat bukti gadai dan melakukan pembayaran sejumlah uang. Barang Jaminan Bagi nasabah yang ingin memperoleh fasilitas pinjaman dari pegadaian. maka barang jaminannya akan dilelang secara resmi ke masyarakat luas. maka hal yang paling penting diketahui adalah masalah barang yang dapat dijadikan jaminan. Hasil penjualan lelang diberitahukan kepada nasabah dan seandaian uang hasil lelang setelah dikurangi pinjaman dan biayabiaya masih lebih akan dikembalikan ke nasabah. berikut surat bukti gadai. maka barang jaminan ditahan untuk disimpan dan nasabah memperoleh pinjaman. 2. Pegadaian dalam hal jaminan telah menetapkan ada beberapa jenis barang berharga yang dapat diterima untuk digadaikan. b. Kemudian untuk proses pembayaran kembali pinjaman baik yang sudah jatuh tempo maupun yang belum dapat dilakukan sebagai berikut: a. Barang-barang tersebut nantinya akan ditaksir nilainya. Pihak pegadaian menyerahkan barang jaminan apabila pembayaran sudah lunas dan diserahkan langsung ke nasabah untuk diperiksa kebenarannya dan jika sudah benar dapat langsung dibawa pulang. d. sehingga dapatlah diketahui berapa nilai taksiran dari barang yang 24 .

semakin besar pula pinjaman yang akan diperoleh. Jenis-jenis barang berharga yang dapat diterima dan dapat dijadikan jaminan oleh pegadaian sebagai berikut: Barang-barang atau benda-benda perhiasan antara lain :        Emas Perak Intan Berlian Mutiara Platina Jam Barang-barang berupa kendaraan seperti :    Mobil Sepeda motor Sepeda biasa Barang-barang elektronik antara lain :        Televisi Radio Video Komputer Kulkas Tustel Mesin tik 25 . Besarnya jaminan diperoleh dari tingkat prosentase dari nilai taksiran.digadaikan. Semakin besar nilai taksiran barang.

maka barang jaminan akan dilelang sebagai penggantinya. Hal ini bagi pegadaian penting mengingat apabila nasabah tidak dapat mengembalikan pinjamannya. 26 . permadani atau kain batik Barang-barang pecah belah dengan catatan bahwa semua barang-barang yang dijaminkan haruslah dalam kondisi baik dalam arti masih dapat dipergunakan atau bernilai. berupa pakaian.Mesin-mesin seperti :   Mesin jahit Mesin kapal motor Barang-barang keperluan rumah tangga seperti :  Barang tekstil.

KCA merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat dalam jangka waktu tertentu atas dasar hukum gadai 27 . Selain itu juga dilihat dari segi nasabah yang memiliki profesi serta tujuan yang berbeda-beda serta perkembangan barang jaminan yang diberikan oleh nasabah berdasarkan klasifikasi yang ada pada PT. Pegadaian (Persero). Pegadaian pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Analisa Data dan Pembahasan Masalah Performa PT. Bisnis inti perusahaan berupa produk Pegadaian Kredit Gadai/Kredit Cepat Aman (KCA). Pegadaian (Persero).BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan laba bersih Perusahaan pada tahun 2012 sebesar 29.1. Pegadaian (Persero) yaitu gadai KCA yang merupakan produk unggulan sekaligus sebagai core business dari PT. yang terbagi menjadi bisnis inti dan bisnis non-inti. Peningkatan laba besih Perusahaan pada tahun 2012 ini tentu tidak terlepas dari kontribusi bisnis Perusahaan.03% dibandingkan tahun 2011. Adapun data yang dianalisis merupakan perkembangan jumlah uang pinjaman dari tiap tingkat golongan serta pertumbuhan dan pencapaian sewa modal yang dihasilkan perusahaan dari kredit yang diberikan kepada nasabah oleh perusahaan. Penyajian Data Data yang digunakan sebagai sebagai sampel adalah data sekunder yang meliputi data perkembangan produk PT.2. Maka untuk itu perlu di analisis dilihat bagaimana perkembangan gadai KCA yang tentu saja dapat menunjang pendapatan perusahaan. 3.

yang pengembaliannya dilakukan dengan membayar uang pinjaman dan sewa modalnya.41%.000.72% dari Rp30.136 triliun. rata-rata perkembangan total pinjaman yang diberikan selama 5 tahun adalah sebesar 30. jumlah uang pinjaman yang disalurkan kepada masyarakat melalui gadai KCA rata-rata meningkat sebesar 30.91 triliun pada tahun 2012.72%. diikuti dengan usaha gadai Golongan B yang tumbuh 165. dan terakhir adalah usaha gadai Golongan C sebesar 12. selanjutnya usaha gadai Golongan D sebesar 52. Selama 5 tahun terakhir. Perkembangan jumlah pinjaman yang disalurkan melalui Gadai KCA selama 5 tahun terakhir selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut: Sampai dengan tahun 2012.61 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp88. Peningkatan tersebut didominasi oleh usaha gadai Golongan B dengan pagu pinjaman sebesar Rp550.000. Golongan A memiliki pertumbuhan yang paling pesat dengan rata-rata lima tahun terakhir sebesar 466.12%. Jika ditinjau berdasarkan pengelompokkan berdasarkan usaha gadai.37%.000 dengan realisasi pada tahun 2012 sebesar Rp39.Rp5. Adapun komposisi uang pinjaman Gadai KCA per golongan adalah sebagai berikut: 28 .95%.

selanjutnya usaha gadai golongan D dengan komposisi sebesar 17% dengan portofolio pinjaman sebesar Rp15 triliun dan usaha gadai golongan A dengan komposisi terkecil sebesar 2% dengan portofolio pinjaman sebesar Rp2 triliun. untuk usaha gadai Golongan B mendominasi penyaluran pinjaman dengan komposisi sebesar 44% terhadap total pinjaman yang diberikan dengan portofolio pinjaman sebesar Rp39 triliun. Pertumbuhan dan pencapaian sewa modal pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011 dan RKAP 2012 dapat dilihat pada tabel berikut: 29 .Jika ditinjau berdasarkan besarnya komposisi penyaluran pinjaman. diikuti dengan usaha gadai golongan C dengan komposisi sebesar 37% dengan portofolio pinjaman sebesar Rp33 triliun.

679 nasabah pada tahun 2011 menjadi 25.119. Selain itu. pertumbuhan sewa modal pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2011 adalah sebesar 20. yaitu sebesar 1564. kemudian usaha gadai Golongan D sebesar 118.058. yaitu mencapai 131.17%.234 nasabah pada tahun 2012.97%.43%.39%. Pertumbuhan nasabah Perusahaan untuk usaha Gadai KCA mengalami peningkatan sebesar 7. Peningkatan pertumbuhan nasabah ini terutama disebabkan oleh peningkatan nasabah industri kecil sebesar 22. dan terakhir usaha gadai Golongan C sebesar 50.93%.04% dan mencapai 94. yaitu dari 19. pencapaian sewa modal pada tahun 2012 tertinggi dibandingkan RKAP 2012 juga dicapai oleh Golongan A. Di samping itu. Secara keseluruhan. diikuti oleh usaha gadai Golongan B sebesar 460. dan terakhir usaha gadai Golongan C dengan pertumbuhan negatif sebesar 35.16%.20%.13% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan performa yang baik bagi bisnis Gadai KCA.50%.13%. yaitu sebesar 1054.Peningkatan sewa modal pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2011 paling besar diperoleh usaha gadai Golongan A. usaha gadai Golongan D sebesar 57. Peningkatan pencapaian nasabah ini didukung oleh berbagai kelebihan serta layanan maksimal melalui jaringan yang sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah sehingga 30 .15% terhadap RKAP. pencapaian nasabah pada tahun 2012 juga melebihi target RKAP. lalu usaha gadai Golongan B sebesar 533.79%.

Perusahaan juga memiliki keunggulan dalam kemudahan persyaratan pencairan serta layanan yang diberikan Perusahaan sehingga menjadikan salah satu andalan Perusahaan untuk memperoleh nasabah baru dan mempertahankan loyalitas nasabah. yaitu dari 33. Barang jaminan Perusahaan untuk usaha Gadai KCA juga mengalami peningkatan sebesar 6.971 pada tahun 2012.37% dibandingkan tahun sebelumnya.138. Berikut ini merupakan perbandingan perkembangan barang jaminan dari tahun 2011 hingga 2012. Berikut ini akan disajikan tabel perincian nasabah dari usaha Gadai KCA.034. Peningkatan ini relatif kecil dikarenakan adanya peningkatan kualitas barang jaminan yang diterima dan didorong oleh kebutuhan dana yang terus meningkat sesuai dengan kenaikan harga serta budaya nasabah/masyarakat yang menginginkan kepraktisan untuk membawa barang jaminan berkualitas dan adanya produk (Kreasi) yang barang jaminan tidak diserahkan (sistem fidusia). 31 .menyebabkan Perusahaan lebih diminati masyarakat kalangan menengah ke bawah.039 pada tahun 2011 menjadi 35.

lalu diikuti usaha gadai Golongan D sebesar 52.67%. jumlah nasabah. 32 . dan barang jaminan selanjutnya akan merefeksikan peningkatan pendapatan usaha sewa modal. dan terakhir usaha gadai Golongan C sebesar 11. yaitu sebesar 44% atau sebesar Rp2. kemudian usaha gadai Golongan B sebesar 150. Pada tahun 2012.85%.98%.Peningkatan perkembangan penyaluran pinjaman. ratarata pertumbuhan pendapatan usaha sewa modal adalah sebesar 27. Berdasarkan tabel sebelumnya.87%. Selama 5 tahun terahir.646 triliun. sisa pinjaman. yaitu sebesar 368. Berikut ini merupakan perkembangan pendapatan usaha sewa modal selama 5 tahun terakhir.20%. dapat dilihat bahwa rata-rata pertumbuhan pendapatan usaha sewa modal selama 5 tahun terakhir paling tinggi dicapai oleh usaha gadai Golongan A. pendapatan usaha sewa modal Golongan C memiliki kontribusi paling besar terhadap total pendapatan usaha sewa modal dari Gadai KCA.

dan terakhir usaha Gadai Golongan A sebesar 1% atau sebesar Rp75 miliar. 33 .diikuti dengan usaha Gadai Golongan B sebesar 41% atau sebesar Rp2. Karena komunikasi dan sosialisasi dapat menggambarkan adanya peranan untuk meningkatkan keuntungan.3.517 triliun. Dengan begitu Pegadaian bisa lebih banyak lagi melayani nasabah. Pegadaian diharapkan dapat mengkomunikasikan atau mensosialisasikan semua produk khususnya KCA secara baik kepada masyarakat sekitarnya. 3. Alternatif Penyelesaian Masalah Perlunya peningkatan pelayanan kepada nasabah berkaitan dengan kecepatan waktu pencairan dana yaitu dengan mengubah 15 menit menjadi 10 menit. lalu usaha Gadai Golongan D sebesar 14% atau sebesar Rp857 miliar.

Pegadaian (Persero) sebagai lembaga pembiayaan melalui pemberian jasa kredit yang dapat membantu kebutuhan masyarakat kecil. Pelaksanaan pemberian kredit mudah cepat dan aman yang diberikan oleh PT. sehingga masyarakat tidak merasa keberatan mencari pinjaman pada lembaga pembiayaan disaat membutuhkan dana baik untuk kebutuhan pribadi maupun kebutuhan konsumsi. dan adanya promosi yang tujuannya itu sendiri untuk mengenalkan produknya kepada para calon nasabah yang belum mengetahui dan memahami tentang produk yang ditawarkan oleh Pegadaian. Perkembangan pemberian kredit dan jumlah taksiran Kredit Cepat dan Aman ini meningkat sejalan dengan menurunnya tingkat suku bunga yang ada pada PT. Pegadaian terus meningkatkan penyaluran dananya melalui pemberian uang pinjaman kredit kemasyarakat dengan standar taksiran yang dijadikan patokan dan memberikan kemudahan didalam pelaksanaan pemberian kreditnya. Pegadaian adalah dengan mensosialisasikan produk-produk yang ada dan menaikkan standar taksiran. 34 . Pegadaian berkesempatan mengambil peluang-peluang yang ada. Pegadaian (Persero). Sehingga banyak nasabah yang tertarik dengan pemberian kredit yang disalurkan Pegadaian. Uang Pinjaman dapat diartikan sebagai ukuran keberhasilan PT. Pegadaian. Pegadaian tidak akan mencapai sasaran atau misinya. Pegadaian. maka PT. Dalam hal ini. apakah semakin maju atau berkembang. dan ini merupakan bukti sosial bahwa PT.Kemudahan dan kesederhanaan dalam pelaksanaan pemberian kredit merupakan modal dasar dalam mendekati calon nasabah Pegadaian. Peranan pemberian jasa KCA dalam meningkatkan keuntungannya pada PT. PT. guna meningkatkan jumlah penyaluran kedit. PT. jika semakin menurun pemberian kreditnya.

cepat dan aman kepada masyarakat sehingga mampu mempertahankan nasabah yang sudah ada dan menjadi loyal didalam membutuhkan pembiayaan. Melihat perkembangan jumlah pinjaman kredit dan jumlah taksiran yang disalurkan kepada nasabah semakin meningkat. Pegadaian dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik.Secara umum menunjukkan bahwa peranan pemberian jasa Kredit Cepat dan Aman (KCA) dalam meningkatkan jumlah perkembangan kredit pada Pegadaian semakin krusial dan dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu sumber pendanaan atau pembiayaan. dengan pelayanan cepat dan prosedur yang mudah tidak berbelit-belit seperti lembaga pembiyaan yang ada di Indonesia. Dari sinilah Pegadaian dapat dikatakan berada pada posisi aman didalam menyalurkan kreditnya kepada masyarakat yang membutuhkan dana mendesak. dan Aman (KCA) dalam meningkatkan keuntungan yang diberikan oleh Pegadaian telah berhasil. 35 . maka peranan pemberian Kredit Cepat. PT.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis mengenai pemberian kredit gadai kca terhadap pendapatan sewa modal pada PT. Pegadaian setiap tahunnya mengalami perubahan. Nasabah dapat menggadaikan barang berharganya untuk mendapatkan sejumlah uang yang dibutuhkan. Penurunan tersebut terjadi disebabkan karena disebabkan karena adanya nasabah yang tidak menebus kembali barang gadaiannya karena ketidakmampuan nasabah dalam membayar kewajibannya dan adanya kelalaian dari nasabah terhadap tanggal jatuh tempo kewajibannya. Pegadaian (Persero).1. Sedangkan meningkatnya pendapatan sewa modal dikarenakan banyaknya karena banyaknya nasabah yang menebus kembali barang gadaiannya dan banyaknya nasabah yang membayar kewajibannya secara teratur. maka 36 . Meningkatnya pemberian kredit gadai kca disebabkan karena banyaknya nasabah yang menggadaikan barangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pemberian kredit gadai KCA kepada masyarakat pada PT.2. Saran Setelah penulis memberikan kesimpulan dari hasil analisis tentang pemberian kredit gadai kca terhadap pendapatan sewa modal. tetapi barang tersebut harus ditaksir atau diperiksa terlebih dahulu oleh penaksir apakah barang tersebut layak atau tidak. Pegadaian setiap tahunnya mengalami kenaikan pada periode 2008-2012. 4. Pendapatan sewa modal yang diperoleh PT.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.

Hal ini perlu dilakukan untuk menekan kesalahan yang lebih besar karena dapat berpengaruh terhadap pendapatan yang akan diperoleh perusahaan. Pegadaian memberikan pengawasan yang lebih ketat dan lebih teliti dalam memilih nasabah ataupun dalam menaksir barang yang akan digadaikan. 37 .penulis akan memberikan beberapa saran yang dapat digunakan oleh PT. memilih nasabahnya dan teliti dalam menaksir barang gadaiannya agar tidak terjadi kesalahan. maka pegawai Pegadaian harus teliti dalam menyalurkan dana kredit. harus menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan kredit gadai agar pendapatan sewa modal yang diperoleh tidak mengalami penurunan. Untuk mengatasi penurunan pendapatan sewa modal maka pihak perusahaan harus memberikan perhatian kepada nasabahnya dengan mengingatkan tanggal jatuh tempo agar barang jaminannya tidak hangus. Pegadaian. Dengan adanya perubahan pendapatan sewa modal yang diperoleh PT. Selain itu juga diharapkan PT. Pegadaian Cabang yaitu sebagai berikut : Karena banyaknya masyarakat yang menggadaikan barangnya.

Sigit dan Totok Budisantoso.amrusahmono.com Berita diakses pada tanggal 26 Mei 2013 dari http://finance.com/ Berita diakses pada tanggal 26 Mei 2013 dari http://bisnis. 2010. Jakarta : PT Pegadaian (Persero) PT. Pedoman Operasional Pegadaian Kredit Cepat dan Aman Non Online. 2012. Edisi 161. 2013. Tahun XXIII.freakonomicsindonesia. Proses Kerja Penaksir dan Pengelolaan UPC. Pedoman Kantor Cabang Induk (KCI).kompas. Pegadaian.co. Jakarta Artikel diakses pada tanggal 25 Mei 2013 dari http://www.viva.id/ 38 . 2009.com Artikel diakses pada tanggal 26 Mei 2013 dari http://id. PT. Jakarta : PT Pegadaian (Persero) Warta Pegadaian.wikipedia. PT. Pegadaian (Persero) Tim Divisi Pendidikan dan Pelatihan.org/wiki/Pegadaian_%28perusahaan%29 Berita diakses pada tanggal 26 Mei 2013 dari http://bisniskeuangan.detik. Pegadaian (Persero) Triandaru. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. 2012.DAFTAR PUSTAKA Annual Report.com Artikel diakses pada tanggal 25 Mei 2013 dari http://www.news. Jakarta : Salemba Empat PT Pegadaian.

Jurusan Akuntansi 39 .id : Laki-laki : Garut. Jakarta : SMP Negeri 81 Jakarta : SMA Negeri 67 Jakarta : Universitas Negeri Jakarta Fakultas Ekonomi.co.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Data Pribadi Nama Alamat : Muhammad Ilham Fuzuli : Vila Nusa Indah Blok EE 5 No. 9 RT 09 RW 29 Bojong Kulur. Bekasi : SD Angkasa IV Halim Perdana Kusuma. Gunung Putri Bogor 16969 Nomor Telepon Email Jenis Kelamin Tempat dan Tanggal Lahir Status Maritial Kewarganegaraan Agama : +6221 . 18 Juli 1990 : Belum Menikah : Indonesia : Islam Informasi Pendidikan Riwayat Pendidikan 1996 – 2000 2000 – 2002 2002 – 2005 2005 – 2008 2008 – 2012 : SDN Pondok Gede Kencana.82408905 . +6285781029090 : fuzuli_ilham@yahoo.

Jakarta (Conversation in English) Aktivitas Organisasi 2005 – 2007 : Forum Remaja Islam SMA 67 Jakarta (FORIS 67) Pengalaman Kerja 2011 : Accounting and Finance Staff for PT. Jakarta (English for Adults) 2010 – 2012 : LBPP LIA Pengadegan. AHRS Racing Sport (PKL) 2011 : Sea Games 26th.Pendidikan Non Formal 2006 – 2009 : LBPP LIA Pengadegan. Jakarta (Volunteer for VVIP Guest at InterContinental Hotel Mid Plaza) 40 .

October 5-8. May 25. Organized by United Nations (Participant)  International Seminar and Conference 2011 on Islamic Economics. October 2011 at Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta  Dan lain-lain 41 . February 23-26. 2008 at Aula Perpustakaan UNJ. 2010 at De La Salle Lipa Philippines  “Implementasi IFRS 2012 Tehadap Audit Laporan Keuangan”. Organized by FE UNJ and Kolej Islam Darul Ridzuan Malaysia  “Pelatihan Volunteer Sea Games XXVI Tahun 2011”. Indonesian Development Goals 2009-2014”. October 11-12. Organized by FE UI (Participant)  “Participating in the CBEAM-Accountancy Department’s 1st Internationalization Linkage with Universitas Negeri Jakarta”. 2011 at Universitas Negeri Jakarta. Organized by HMJ Akuntansi FE UNJ (Committee)  “Simposium Ekonomi Nasional: Indonesian Students Initiatives. October 12-15. Organized by HMJ Akuntansi FE UNJ (Participant)  “Accounting Environment: An Actualization From Young Generation”. December 11. 2010 at Aula Perpustakaan UNJ. 2009 at Universitas Negeri Jakarta. Organized by FE UNJ (Committee)  “The Role of G-20 in Creating World Peace: Repositioning and Strategic Role of Indonesia”. 2009 at Universitas Indonesia. 2010 at Universitas Kristen Indonesia. September 21.Seminar  “Money Laundering Sebuah Fenomena atau Budaya”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful