Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori

TUNGKU DAN REFRAKTORI
1. PENDAHULUAN .........................................................................................1 2. JENIS-JENIS TUNGKU, REFRAKTORI DAN ISOLASI .........................6 3. PENGKAJIAN TERHADAP TUNGKU..................................................... 21 4. PELUANG EFISIENSI ENERGI ............................................................... 30 5. DAFTAR PERIKSA OPSI.......................................................................... 39 6. LEMBAR KERJA ...................................................................................... 39 7. REFERENSI............................................................................................... 39

1. PENDAHULUAN
Bagian ini memperkenalkan tungku dan refraktori dan menjelaskan berbagai aspek perancangan dan operasinya.

1.1 Apakah yang dimaksud dengan tungku?
Tungku adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk melelehkan logam untuk pembuatan bagian mesin (casting) atau untuk memanaskan bahan serta mengubah bentuknya (misalnya rolling/penggulungan, penempaan) atau merubah sifat-sifatnya (perlakuan panas). Karena gas buang dari bahan bakar berkontak langsung dengan bahan baku, maka jenis bahan bakar yang dipilih menjadi penting. Sebagai contoh, beberapa bahan tidak akan mentolelir sulfur dalam bahan bakar. Bahan bakar padat akan menghasilkan bahan partikulat yang akan mengganggu bahan baku yang ditempatkan didalam tungku. Untuk alasan ini: § Hampir seluruh tungku menggunakan bahan bakar cair, bahan bakar gas atau listrik sebagai masukan energinya. § Tungku induksi dan busur/arc menggunakan listrik untuk melelehkan baja dan besi tuang. § Tungku pelelehan untuk bahan baku bukan besi menggunakan bahan bakar minyak. § Tungku yang dibakar dengan minyak bakar hampir seluruhnya menggunakan minyak tungku, terutama untuk pemanasan kembali dan perlakuan panas bahan. § Minyak diesel ringan (LDO) digunakan dalam tungku bila tidak dikehendaki adanya sulfur. Idealnya tungku harus memanaskan bahan sebanyak mungkin sampai mencapai suhu yang seragam dengan bahan bakar dan buruh sesedikit mungkin. Kunci dari operasi tungku yang efisien terletak pada pembakaran bahan bakar yang sempurna dengan udara berlebih yang minim. Tungku beroperasi dengan efisiensi yang relatif rendah (serendah 7 persen) dibandingkan dengan peralatan pembakaran lainnya seperti boiler (dengan efisiensi lebih dari 90 persen). Hal ini disebabkan oleh suhu operasi yang tinggi dalam tungku. Sebagai contoh, sebuah tungku yang

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org

©UNEP 2006

1

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori memanaskan bahan sampai suhu 1200 o C akan mengemisikan gas buang pada suhu 1200 o C atau lebih yang me ngakibatkan kehilangan panas yang cukup signifikan melalui cerobong. Seluruh tungku memiliki komponen-komponen seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 1 (Carbon Trust, 1993): § Ruang refraktori dibangun dari bahan isolasi untuk menahan panas pada suhu operasi yang tinggi. § Perapian untuk menyangga atau membawa baja, yang terdiri dari bahan refraktori yang didukung oleh sebuah bangunan baja, sebagian darinya didinginkan oleh air. § Burners yang menggunakan bahan bakar cair atau gas digunakan untuk menaikan dan menjaga suhu dalam ruangan. Batubara atau listrik dapat digunakan dalam pemanasan ulang/ reheating tungku. § Cerobong digunakan untuk membuang gas buang pembakaran dari ruangan § Pintu pengisian dan pengeluaran digunakan untuk pemuatan dan pengeluaran muatan. Peralatan bongkar muat termasuk roller tables, conveyor, mesin pemuat dan pendorong tungku.

Gambar 1: Komponen-komponen Tungku (The Carbon Trust, 1993) http://www.thecarbontrust.co.uk/energy/pages/home.asp

1.2 Apa yang dimaksud dengan refraktori? 1
Bahan apapun dapat digambarkan sebagai ‘ refraktori’jika bahan ini dapat bertahan terhadap abrasi atau korosi bahan padat, cair, atau gas pada suhu tinggi. Karena penggunaannya yang
1

Bagian 1.2 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas, 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi, Kementrian Daya, India

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org

©UNEP 2006

2

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori bervariasi dalam berbagai kondisi operasi, maka pihak manufaktur memproduksi berbagai jenis refraktori dengan berbagai sifat. Bahan-bahan refraktori dibuat dengan kombinasi dan bentuk yang bervariasi tergantung pada penggunaannya. Persyaratan-persyaratan umum bahan refraktori adalah: § Tahan terhadap suhu tinggi § Tahan terhadap Perubahan suhu yang mendadak § Tahan terhadap lelehan terak logam, kaca, gas panas, dll. § Tahan terhadap beban pada kondisi perbaikan § Tahan terhadap beban dan gaya abrasi § Menghemat panas § Memiliki koefisien ekspansi panas yang rendah § Tidak boleh mencemari bahan yang bersinggungan Tabel 1 membandingkan sifat-sifat panas bahan refraktori dengan densitas tinggi dan rendah. Tabel 1. Sifat-sifat Refraktori (The Carbon Trust, 1993)
Sifat Massa Panas Tinggi (Refraktori dengan densitas tinggi) 1,2 1000 2300 Massa Panas Rendah (Serat Keramik) 0,3 1000 130

Konduktivitas panas (W/m K) Panas jenis (J/kg K) Densitas (kg/m3)

Jenis refraktori yang digunakan tergantung pada area penggunaannya seperti boiler, tungku, kiln, oven dll., suhu dan tekanan yang dibutuhkan. Pemasangan refraktori ditunjukkan dalam Gambar 2.

Gambar 2a. Lining refraktori tungku busur/ arc (BEE, 2005) Beberapa sifat-sifat penting refraktori adalah:

Gambar 2b. Dinding bagian dalam refraktori dengan blok burner (BEE, 2005)

Titik leleh: Bahan-bahan murni meleleh dengan seketika pada suhu tertentu. Hampir kebanyakan bahan refraktori terdiri dari partikel yang terikat bersama dan memiliki suhu leleh tinggi. Pada suhu tinggi, partikel tersebut meleleh dan membentuk terak. Titik leleh refraktori adalah suhu dimana piramida uji (kerucut) gagal mendukung beratnya sendiri.

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org

©UNEP 2006

3

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori

Ukuran: Bentuk dan ukuran refraktori merupakan bagian dari rancangan tungku, karena hal ini mempengaruhi stabilitas struktur tungku. Ukuran yang tepat sangat penting untuk memasang bentuk refraktori dibagian dalam tungku dan untuk meminimalkan ruang antara sambungan konstruksinya. Bulk density: Bulk density merupakan sifat refraktori yang penting, yakni jumlah bahan refraktori dalam suatu vo lum (kg/m3). Kenaikan dalam bulk density refraktori akan menaikan stabilitas volum, kapasitas panas dan tahanannya terhadap penetrasi terak. Porositas: Porositas merupakan volume pori-pori yang terbuka, dimana cairan dapat menembus, sebagai persentase volum total refraktori. Sifat ini penting ketika refraktori melakukan kontak dengan terak dan isian yang leleh. Porositas yang nampak rendah mencegah bahan leleh menembus refraktori. Sejumlah besar pori-pori kecil biasanya lebih disukai daripada sejumlah kecil pori-pori yang besar. Cold crushing strength: Cold crushing strength merupakan resistansi refraktori terhadap kehancuran yang sering terjadi selama pengiriman. Hal ini hanya keterkaitan tidak langsung terhadap kinerja refraktori, dan digunakan sebagai salah satu indikator resistansi terhadap abrasi. Indikator lainnya adalah bulk density dan porositas. Kerucut pyrometric dan kerucut pyrometric eqivalen/ Pyrometric Cones Equivalent (PCE): ‘ Kerefraktorian’ batu bata (refraktori) adalah suhu dimana refraktori melengkung yang disebabkan tidak dapat menahan beratnya lagi, Kerucut pyrometric digunakan di industri keramik untuk menguj i kerefraktorian batu bata (refraktori). Kerucut ini terdiri dari campuran oksida yang dikenal meleleh pada kisaran suhu yang sempit. Kerucut dengan komposisi berbagai oksida diletakkan berurutan sesuai dengan suhu lelehnya sepanjang bata refraktori dalam tungku. Tungku dibakar dan suhunya akan naik. Satu kerucut akan melengkung bersama bata refraktori. Nilai ini merupakan kisaran suhu dalam oC, dimana diatas suhu tersebut refraktori tidak dapat digunakan. Hal ini disebut suhu Kerucut Pyrometric Ekivalen (Gambar 3)

Gambar 3: Kerucut Pyrometric (Biro Efisiensi Energi, 2004) Creep pada suhu tinggi: Creep merupakan sifat yang tergantung pada waktu, yang menentukan rusaknya bentuk pada waktu dan suhu yang diberikan pada bahan refraktori dengan penekanan. 4

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di - www.energyefficiencyasia.org

©UNEP 2006

muffles. pengembangan.www.org ©UNEP 2006 5 . yang dapat menyebabkan perubahan dalam specific gravity § Reaksi kimia. Hal ini biasanya dicapai dengan penjebakan sebagian besar udara kedalam struktur.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Stabilitas volum. Ekspansi panas dapat balik: Bahan apapun akan mengembang jika dipanaskan. Perubahan yang permanen dalam ukurannya dapat disebabkan oleh: § Perubahan dalam bentuk allotropic. Konduktivitas panas yang rendah dikehendaki untuk penghematan panas seperti refraktori yang digunakan sebagai isolator. sebagai contoh dalam recuperators. akan menyusut jika didinginkan. Hal ini biasanya teramati pada blast furnace. Oleh sebab itu.energyefficiencyasia. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . sesampai diperlukan refraktori yang berkualitas lebih baik. Refraktori yang ringan dengan konduktivitas panas yang rendah digunakan secara luas pada tungku perlakuan panas suhu rendah. Refraktori untuk isolasi memiliki konduktivitas panas yang sangat rendah. atap bagian luar dari tungku dengan perapian terbuka/ tungku open hearth biasanya tidak diisolasi. Pengembangan/ekspansi panas yang dapat balik merupakan cerminan perubahan fase yang terjadi selama pemanasan dan pendinginan. Beberapa contohnya adalah: § Bahan yang terjadi secara alami seperti asbes merupakan isolator yang baik namun bukan merupakan satu-satunya refraktori yang baik. membentuk basa alumina silikat. Konduktivitas biasanya berubah dengan naiknya suhu. karena akan menyebabkan runtuhnya atap. regenerators . sebagai contoh dalam tungku jenis batch dimana kapasitas panas struktur refraktori yang re ndah meminimalkan panas tersimpan selama siklus pemanasan dan pendinginan. dll. Isolasi tambahan dapat menghemat panas namun pada saat yang sama akan meningkatkan suhu panas permukaan. Konduktivitas panas: Konduktivitas panas tergantung pada komposisi kimia dan mineral dan kandungan silika pada refraktori dan pada suhu penggunaan. yang menghasilkan bahan baru dari specific gravity yang berubah § Pembentukan fase cair § Reaksi sintering § Penggabungan debu dan terak atau karena adanya alkali pada refraktori semen tahan api . Konduktivitas panas refraktori yang tinggi dikehendaki bila diperlukan perpindahan panas yang melalui bata. dan penyusutan pada suhu tinggi: kontraksi atau ekspansi refraktori dapat berlangsung selama umur pakai. § Wool mineral yang tersedia yang memadukan sifat isolasi dengan resistansi yang baik terhadap panas namun bahan ini tidak kaku § Batu bata berpori yang kaku pada suhu tinggi dan memiliki konduktivitas panas rendah.

cara pemuatan bahan ke tungku yang berbeda. Tungku yang paling umum digunakan akan dijelaskan dalam bagian berikutnya. cara perpindahan panasnya dan cara pemanfaatan kembali limbah panasnya.org ©UNEP 2006 6 . dll. Tabel 2. Kementrian Daya. refraktori dan bahan isolasi yang digunakan dalam industri. India Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . JENIS-JENIS TUNGKU. cara pemuatan bahan baku. Tetapi.3 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas. Juga memberikan kriteria bagi pemilihan jenis refraktori untuk hasil yang optimal.1.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 2. Klasifikasi tungku Metod klasifikasi Jenis bahan bakar yang digunakan Jenis dan contoh Dibakar dengan minyak Dibakar dengan gas Dibakar dengan batubara Berselang (intermittent)/ Batch Berkala § Penempaan § Penggulungan ulang/ re-rolling (batch /pusher ) § Pot Kontinyu § Pusher § Balok berjalan § Perapian berjalan § Tungku bogie dengan sirkulasi ulang kontinyu § Tungku perapian berputar/ rotary hearth furnace Cara pengisian bahan Cara perpindahan panas Cara pemanfaatan kembali limbah panas Radiasi (tempat perapian terbuka) Konveksi (pemanasan melalui media ) Rekuperatif Regeneratif 2.1.1.energyefficiencyasia.1 Tungku penempaan Tungku penempaan digunakan untuk pemanasan awal bilet dan ingot untuk mencapai suhu ‘ tempa’ . Siklus operasi totalnya dapat dibagi menjadi (i) waktu pemanasan (ii) waktu 2 2 Bagian 2.www. Suhu tungku dicapai pada sekitar 1200 sampai 1250 o C.1 Jenis-jenis tungku Tungku secara luas dibagi menjadi dua jenis berdasarkan metoda pembangkitan panasnya: tungku pembakaran yang menggunakan bahan bakar. Tungku penempaan menggunakan sistim perapian terbuka dan hampir seluruh panasnya ditransmisikan oleh radiasi. 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi. REFRAKTORI DAN ISOLASI Bagian ini menerangkan jenis-jenis tungku. Tungku pembakaran dapat digolongkan menjadi beberapa bagian seperti ditunjukkan dalam Tabel 2: jenis bahan bakar yang digunakan. Bebannya biasanya adalah 5 sampai 6 ton dengan operasi tungku 16 sampai 18 jam setiap harinya. dan tungku listrik yang menggunakan listrik. dalam prakteknya tidak mungkin menggunakan penggolongan ini sebab tungku dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar. 2.1 hingga 2.

2.3 Tungku pema nasan ulang yang kontinyu Dalam pemanasan ulang/ reheating yang kontinyu. Penyerapan panas oleh bahan dalam tungku tergolong lambat. stok baja membentuk aliran bahan yang kontinyu dan dipanaskan sampai mencapai suhu yang dikehendaki ketika bahan ini berjalan melalui tungku. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Siklus waktunya dapat dikategorikan lebih lanjut menjadi waktu pemanasan dan waktu re-rolling. Suhu operasinya sekitar 1200 o C. Tungku ini terutama digunakan untuk pemanasan skrap. sampai bahan ini cukup lunak untuk dikempa atau digulung menjadi bentuk dan ukuran yang dikehendaki. Tungkunya terdiri dari balok berjalan.www. Keluaran rata-rata dari tungku-tungku ini bervariasi dari 180 sampai 280 kg batubara/ton bahan yang dipanaskan.1.1. Tungku pemanasan ulang/ reheating kontinyu dapat dikategorikan dengan dua metoda pengangkutan bahan yang melalui tungku: § Stok dijaga bersama membentuk aliran bahan yang didorong menuju tungku. Untuk menjaga kehilangan energi pada nilai minimum. Bahan dimasukkan dan dikeluarkan secara manual dan hasil akhirnya berupa batang/ rod . Pemakaian bahan bakar yang spesifik tergantung pada jenis bahan dan jumlah ‘ pemanasan ulang/ reheat’yang diperlukan. Suhu sebatang baja naik antara 900° C dan 1250 o C. tungku bogie dengan sirkulasi ulang yang kontinyu. Tungku semacam ini disebut tungku jenis pusher (pendorong).energyefficiencyasia. perapian berjalan. Bahan atau stok memanfaatkan kembali sebagian panasnya dalam gas buang ketika gas buang bergerak turun sepanjang tungku. tungku ini beropeasi selama 8 sampai 10 jam dengan keluaran hasil 20 sampai 25 ton per hari. Tabel 3 membandingkan jenis utama tungku dengan pemanasan ulang kontinyu yang digunakan di industri. 2. ingot dan bilet kecil yang beratnya 2 sampai 20 kg untuk rerolling. dll. Tungku juga harus memenuhi laju pemanasan stok yang spesifik untuk alasan metalurgi dan produktivitas. strips.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori perendaman dan (iii) waktu penempaan. Suhu operasinya sekitar 1250 o C. dan tungku dengan perapian berputar (rotary hearth furnace).2 Tungku re-rolling mill a) Jenis batch Tungku jenis kotak digunakan sebagai re-rolling mill jenis batch . § Stok ditempatkan pada perap ian yang bergerak/ moving hearth atau struktur penopang yang mengangkut baja menuju tungku. tetap dan seragam diseluruh penampang dibanding dengan jenis batch. Umumnya. b) Jenis pusher kontinyu Aliran proses dan siklus operasi jenis pusher kontinyu sama dengan tungku jenis batch. pintu masukan dan keluaran harus berukuran minimal dan dirancang untuk menghindari penyusupan udara.org ©UNEP 2006 7 .

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 4.energyefficiencyasia. Tungku jenis Pusher (pendorong)(The Carbon Trust. 1993) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .www.org ©UNEP 2006 8 .

§ Pembakaran tungku oleh burners terletak pada ujung pengeluaran tungku. § Tungku-tungku ini biasanya memiliki perapian yang miring mengarah ke ujung pengeluaran dengan panjang 35 meter yang terbagi menjadi lima zona pada tungku dengan pembakaran dibagian puncaknya. suhu pe ngeluaran stok yang seragam dan operasi yang fleksibe l § § § Kerugian Kehilangan energi pendinginan air dari skid/ peluncur dan struktur penopang stok pada tungku pembakar bagian puncak dan bawah Pengeluaran harus disertai dengan pemasukan Ukuran/berat stok dibatasi oleh gesekan/ friksi dan kemungkinan penumpukan stok Tungku memerlukan fasilitas untuk mengosongkan keseluruhannya Penurunan kualitas oleh (a) tanda fisik oleh skid atau ‘ skid mark’ (b) perbedaan suhu sepanjang stok yang disebabkan oleh penopang berpendingin air pada bagian puncak dan bawah tungku pembakar Kehilangan energi yang tinggi melalui pendinginan air (dibanding dengan tungku dengan perapian berjalan) Kebanyakan tungku berada dibawah mill. pengisian/pe ngeluaran) Memungkinkan untuk memanaskan permukaan bawah dari stok menghasilkan waktu pemanasan stok yang lebih pendek dan memendekan panjang tungku dan dengan begitu mengendalikan laju panas yang lebih baik. Tungku ini beroperasi sebagai berikut: § Stok ditempatkan pada daerah stasioner § Balok yang berjalan dinaikkan dari bawah untuk menaikan stok § Balok berjalan dengan stok bergerak maju § Balok berjalan direndahkan pada ujung tungku untuk me letakkan stok pada daerah stasioner § Stok dikeluarkan dari tungku dan balok berjalan kembali ke jalan masuk tungku Pada mulanya suhu terbatas pada 1000 0 C namun model yang baru mampu mencapai 1100 0 C Keuntungan Biaya pemasangan dan perawatannya rendah (dibanding dengan tungku dengan perapian yang bergerak/ moving hearth furnace ) Keuntungan dari pembakaran pada puncak dan bawah: § Pemanasan stok lebih cepat § Perbedaan suhu dalam stok rendah § Waktu tinggal stok berkurang § Panjang tungku lebih pendek (dibanding dengan tungku dengan perapian padat) § § § § § Tungku dengan balok berjalan (Gambar 5) § § Mengatasi banyak masalah dari tungku pusher (skid mark .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Tabel 3.org ©UNEP 2006 9 . 2005) Jenis Tungku pusher (Gambar 4) Deskripsi Ciri-ciri utamanya : § Tungku memiliki perapian padat. atau pada puncak dan/atau bagian bawah § Ujung pengeluaran tungku memiliki cerobong dengan sebuah recuperator untuk pemanfaatan kembali limbah panas. Perbandingan Tungku-tungku dengan Pemanasan Ulang Kontinyu (Diambil dari The Carbon Trust. namun dalam banyak hal pusher digunakan untuk memuat dan mengeluarkan stok bahan yang bergerak pada (rel) “ l uncur”dengan bantuan air dingin.www. akan mengakibatkan pemanasan stok yang tidak seragam Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Kadangkala bila mekanisme operasi balok memerlukan pembakaran dari samping. penumpukan stok. hal ini dapat mengakibatkan hambatan untuk beberapa penggunaan.energyefficiencyasia. 1993 and BEE.

dan kesulitasn dalam pembakaran yang melintas perapian yang sempit yang disebabkan oleh bentuk tungku yang panjang dan sempit Rancangannya lebih rumit dengan bentuk annular dan perapian yang memutar Kemungkinan masalah logistik dalam tata letak beberapa rolling mills dan penempaan disebabkan dekatnya lokasi dengan posisi pengisian dan pembuangan Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . yang meluas melalui pembukaan perapian. Ruang-ruang besar diantara stok dapat mengurangi sebagian kekurangan ini. kesulitan dalam membuang kerak. Gas yang sudah dipanaskan bergerak dalam arah yang berlawanan dengan perapian dan gas-gas buang dibuang dekat pintu pengisian. Dinding dan atap tungku tetap stasioner sementara perapian bergerak dalam suatu lingkaran pada bingkai penggulung.www.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Jenis Tungku dengan perapian berjalan (Gambar 6) Deskripsi Tungku ini dirancang sedemikian rupa sesampai stok berhenti pada blok refraktori yang tetap. membawa stok. yang mempengaruhi fleksibilitas dan hasil dari tungku Stok dalam bogie harus mengalami siklus pemanasan dan pendinginan dan pemanasan lagi Kehilangan panas tangki penyimpan melalui pemanasan dan pendinginan bogies Penutup sil untuk celah diantara bogies dan shell tungku yang tidak mencukupi.energyefficiencyasia. Stok diangkut menuju ujung pembuangan pada tahaptahap yang berlainan oleh “ perapian berjalan” . Suhunya dapat mencapai 1300 o C § § Cocok untuk stok yang bervariasi ukuran dan geometrisnya Mengurangi kehilangan panas penyimpanan dibanding dengan tungku bogie § § Kerugian Suhu yang melintas stok tidak seragam sebab bagian bawah stok tidak dapat dipanaskan dan ruangruang kecil diantara stok membatasi pemanasan bagian sisi-sisinya. sama halnya dengan tungku balok berjalan § § § § § § § Keuntungan Kesederhanaan rancangan Kemudahan dalam pendirian konstruksinya Kemampuan dalam melayani ukuran stok yang berlainan (dalam batasan-batasan) Kehilangan energi pendinginan air dapat diabaikan Dapat dikosongkan Penandaan fisik stok minimal § Tungku bogie dengan sirkulasi ulang kontinyu (Gambar 7) Tungku memiliki bentuk terowongan panjang dan sempit dengan rel didalamnya dan bekerja sebagai berikut: § Stok bahan ditempatkan pada bogie (gerobak beroda) dengan perapian refraktori § Beberapa bogie bergerak seperti sebuah kereta api yang mengelilingi seluruh panjang tungku melalui tungku § Stok dikeluarkan pada ujung pengeluaran dan bogie kembal ke ujung pengisisan tungku Cocok untuk stok kompak yang bervariasi ukuran dan geometrisnya § § § Tungku dengan perapian berputar (Gambar 8) Jenis tungku yang baru-baru ini dikembangkan adalah yang menyusul tungku bogie.org ©UNEP 2006 10 . Namun hal ini dapat meningkatkan waktu tinggal stok sampai mencapai beberapa jam.

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .energyefficiencyasia.org ©UNEP 2006 11 .www.

energyefficiencyasia.www.org ©UNEP 2006 12 .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 5. Tungku dengan Balok Berjalan (The Carbon Trust 1993) Gambar 6. Tungku dengan Perapian Berjalan (The Carbon Trust 1993) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .

www. Tungku Bogie dengan Sirkulasi ulang yang Kontinyu (The Carbon Trust.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 7. 1993) Gambar 8.energyefficiencyasia. 1993) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Tungku dengan Perapian Berputar (The Carbon Trust.org ©UNEP 2006 13 .

industri semen. kiln barang tembikar. Alumina Murni bergabung dengan asam ataupun basa Khusus Karbon.magnesit. yang tidak Batu bata tahan api. Refraktori semen tahan api. Zirkon Pengguna Akhir Blast furnace casting pit Metoda pembuatan Proses kempa kering. pembentukan normal. Magnesit-chromit. Semisilika.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 2. pengguna akhir dan metoda pembuatannya sebagaimana diperlihatkan dibawah ini. fused cast . 2005) Jenis batu bata Persentase Persentase SiO2 Al2 O3 Super Duty High Duty Menengah 3 49-53 50-80 60-70 40-44 35-40 26-36 Persentase kandungan lainnya 5-7 5-9 5-9 PCE o C 1745-1760 1690-1745 1640-1680 Bagian 2. Silikon Karbid. India.energyefficiencyasia. seperti batu bata tahan api. 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi. Kementrian Daya.www.2 Jenis-jenis refraktori 3 Refraktori dapat digolongkan berdasarkan komposisi kimianya. Aluminosilikat dengan basa BASA. Tabel 5 memperlihatkan bahwa titik leleh (PCE) batu bata tahan api berkurang dengan meningkatnya bahan pencemar dan menurunkan Al2 O3 . Bahan ini seringkali digunakan dalam tungku. Khrom. industri kaca. yang siap bergabung Silika. tidak dibentuk (monolitik.2. Sifat-sifat batu bata tahan api (BEE. Dolomit mengandung oksida logam yang tahan terhadap basa NETRAL.org ©UNEP 2006 14 . gunning castable. metalurgi non besi. terutama yang Magnesit. cetakan tangan. dan masih banyak yang lainnya. ramming mass.1 Refraktori sementahan api Batubata tahan api merupakan bentuk yang umum dari bahan refraktori. ikatan dengan pembakaran atau secara kimiawi. K hrom. plastik. semen tahan api silika dan refraktori tanah liat alumunium dengan kandungan silika (SiO 2) yang bervariasi sampai mencapai 78 persen dan kandungan Al2O 3 sampai mencapai 44 persen. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Tabel 4. Bahan ini digunakan secara luas dalam industri besi dan baja.2 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas. Tabel 5. penyemprotan) 2. Klasifikasi Refraktori berdasarkan komposisi kimianya (Diambil dari Gilchrist) Metoda klasifikasi Contoh Komposisi kimia ASAM. kiln dan kompor sebab bahan tersebut tersedia banyak dan relatif tidak mahal.

yang mulai berfusi dan retak pada suhu jauh lebih rendah dari suhu fusinya. sifat penting lainnya adalah ketahanannya yang tinggi terhadap kejutan panas (spalling) dan kerefraktoriannya. Magnesitkhromit biasanya memiliki tahanan spalling yang lebih baik daripada khrom. Sifat ini sangat berlawanan dengan beberapa refraktori lainnya.org ©UNEP 2006 15 . 2. Konsentrasi alumina berkisar dari 45 sampai 100 persen. contohnya bahan silikat alumina.2.5 Refraktori Khromit Dibedakan dua jenis refraktori khromit: § Refraktori Khrom.Bahan tersebut dapat tahan terhadap terak dan gas yang korosif dan memiliki sifat refaktori yang tinggi.www. Sifatnya tergantung terutama pada derajat stabilisasi. Batu bata silika berbagai kelas memiliki penggunaan yang luas dalam tungku pelelehan besi dan baja dan industri kaca. stabilitas volum dan tahanan spalling tinggi. Refraktori zirkonia Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Sebagai tambahan terhadap refraktori jenis multi dengan titik fusi yang tinggi.2 Refraktori alumina tinggi Refraktori silikat alumina yang mengandung lebih dari 45 persen alumina biasanya dikatakan sebagai bahan-bahan alumina tinggi. 2. Bahan bakunya merupakan batu yang berkualitas. kiln semen.3 Batu bata silika Batu bata silika (atau Dinas) merupakan suatu refraktori yang mengandung paling sedikit 93 persen SiO 2.4 Magnesit Refraktori magnesit merupakan bahan baku kimia. Magnesit kualitas bagus biasanya dihasilkan dari perbandingan CaO-SiO 2 yang kurang dari dua dengan konsentrasi ferrit yang minimum. Tersusun dari magnesit alami (MgCO3 ). magnesium dan cerium oksida.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori High Duty (Silika) Low Duty 65-80 60-70 18-30 23-33 3-8 6-10 1620-1680 1520-1595 2.6 Refraktori Zirkonia Zirkonium dioksida (ZrO 2) merupakan bahan polymorphic. terutama jika tungku yang dilapisi refraktori beroperasi pada kondisi oksidasi dan reduksi.macam dan digunakan untuk membentuk bagian-bagian kritis pada tungku bersuhu tinggi. yang biasanya mengandung 15-35 persen Cr2 O 3 dan 42-50 persen MgO. jumlah penstabil/stabiliser dan jumlah bahan baku orisinalnya. Sifat-sifat refraktori magnesit tergantung pada konsentrasi ikatan silikat pada suhu operasi.2. yang dicapai dengan mencampurkan sejumlah kecil kalsium. Senyawa-senayawa tersebut dibuat dengan kualitas yang bermacam. kiln keramik. Penting untuk menstabilkan bahan ini sebelum penggunaannya sebagai refraktori. § Refraktori Magnesit-khromit.2.magnesit. dll. yang mengandung paling sedikit 85 persen magnesium oksida. Perlawanan terak sangat tinggi terutama terhadap kapur dan terak yang kaya dengan besi. Penerapan r efraktori alumina tinggi meliputi perapian dan batang as tungku hembus.energyefficiencyasia.magnesit. Keuntungan lainnya adalah tahanan flux dan stag . tangki kaca dan wadah tempat melebur berbagai jenis logam. yang mengandung paling sedikit 60 persen MgO dan 8-18 persen Cr2 O3 . Bahan tersebut cocok untuk pelayanan pada suhu paling tinggi dan untuk kontak dengan terak/slag yang sangat dasar yang digunakan dalam peleburan baja.2. 2.2. Sifat batu bata silika yang terkemuka adalah bahwa bahan ini tidak melunak pada beban tinggi sampai titik fusi terdekati. 2.

steam lewat jenuh. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Sifatnya membuatnya cocok untuk pembentukan wadah tempat melebur logam untuk fusi sodium karbonat. Refraktori ini secara cepat menggantikan refraktori jenis kovensional dalam banyak digunakan termasuk tungku-tungku industri. Konduktivitas panas zirkonium dioksid lebih rendah dari kebanyakan refraktori oleh karena itu bahan ini digunakan sebagai refraktori isolasi suhu tinggi. seperti sendok besar seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 9.2. tidak dapat larut dalam air. gunniting. seperti ramming. Kekuatannya mulai berkurang setelah 6 sampai 12 bulan. Zirkonia memperlihatkan kehilangan panas yang sangat rendah dan tidak bereaksi dengan logam cair. sod ium hidroksida dan sodium peroksida. dan terutama berguna untuk pembuatan wadah tempat melebur logam pada refraktori dan tempat lainnya untuk keperluan metalurgi. Oleh karenanya bahan tersebut berguna sebagai bahan konstruksi bersuhu tinggi dalam tungku dan kiln.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori memiliki kekuatan yang sangat tinggi pada suhu kamar. penuangan. Alumina digunakan dalam industri dengan proses panas. Alumina merupakan satu dari bahan kimia oksida yang dikenal paling stabil. Keuntungan utama monolitik adalah: § Penghilangan sambungan yang merupakan titik kelemahan § Metoda penggunaannya lebih cepat § Tidak diperlukan keakhlian khusus untuk pemasangannya § Mudah dalam penanganan dan pengangkutan § Cakupan yang lebih baik untuk mengurangi waktu penghentian dalam perbaikan § Cakupannya sungguh mengurangi tempat penyimpanan dan menghilangkan bentuk khusus § Penghematan panas § Tahanan spalling yang lebih baik § Stabilitas volum yang lebih besar Penempatan monolitik menggunakan berbagai macam metoda.2. maka bahan ini harus disimpan secara benar untuk mencegah penyerapan kadar air. 2. Dikarenakan semen kalsium aluminat merupakan bahan pengikat.8 Monolitik Refraktori monolitik adalah sebuah cetakan tunggal dalam pembentukan peralatan. dan hampir semua asam inorganik dan alkali.7 Refraktori oksida (Alumina) Bahan refraktori alumina yang terdiri dari alumunium oksida dengan sedikit kotoran dikenal sebagai alumina murni.org ©UNEP 2006 16 . 2. dan sand slinging. Bahan ini memiliki tahanan tinggi dalam oksidasi dan reduksi pada kondisi atmosfir. yang dicapai sampai suhu setinggi 15000 C. penyemprotan.energyefficiencyasia. Alumina yang sangat berpori digunakan untuk melapisi tungku dengan suhu operasi sampai mencapai 1850o C. Bahan ini secara mekanis sangat kuat. Tungku kaca menggunakan zirkonia sebab bahan ini tidak mudah basah oleh kaca yang meleleh dan tidak mudah bereaksi dengan kaca. Ramming memerlukan tool yang baik dan kebanyakan digunakan pada penggunaan dingin dimana penggabungan bahan merupakan hal yang penting.www.

Salah satu bahan isolasi yang paling banyak digunakan adalah diatomite.energyefficiencyasia. juga dikenal dengan kiesel guhr. India. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . yang memiliki konduktivitas panas sangat rendah. Komposisi kimianya adalah silika yang tercemari oleh lempung dan bahan organik. Bahan isolasi udara terdiri dari pori-pori yang sangat kecil dan diisi oleh udara.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 9. Bahan-bahan isolasi dapat dikelompokkan sebagai berikut : § Batu bata isolasi § Castables isolasi § Serat keramik § Kalsium silikat § Pelapis keramik Bahan-bahan isolasi memiliki konduktivitas yang rendah terhadap pori-porinya sementara kapasitas panasnya tergantung pada bulk density dan panas jenisnya.3 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas.3 Bahan-bahan isolasi4 Bahan-bahan isolasi sangat mengurangi kehilangan panas yang melalui dinding. Pelapisan Monolitik untuk Ladel 2.www. yang terdiri dari sejumlah massa kerangka tanaman air yang sangat kecil yang terendapkan ribuan tahun didasar lautan dan danau. 4 . Panas berlebih merugikan seluruh bahan isolasi. Bagian 2. Oleh karena itu pemilihan bahan isolasi harus didasarkan pada kemampuannya menahan konduktivitas panas dan pada suhu tertinggi dimana bahan ini maí z dapat bertahan. K isaran luas dari refraktori isolasi dengan perpaduan luas yang sekarang sudah tersedia.org ©UNEP 2006 17 . Tabel 6 memperlihatkan sifat fisik penting dari beberapa refraktori isolasi. namun pada suhu berapa hal ini terjadi sangat bervariasi. Isolasi dicapai dengan memberikan sebuah lapisan bahan yang memiliki konduktivitas panas rendah antara permukaan panas dibagian dalam tungku dan permukaan luar. Kementrian Daya. 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi. jadi menjaga suhu permukaan luar tetap rendah.

org ©UNEP 2006 18 .3.www. Serat keramik dibuat dengan cara pencampuran dan pelelehan alumina dan silika pada suhu 1800 – 2000o C. yang merombak rancangan tungku sistim pelapisan. kecuali betonnya mengandung semen Portland atau semen alumina tinggi. papan dan potongan yang dibentuk vakum.025 0. bilah/ strip. dll. Bahanbahannya sama dengan bahan isolasi yang digunakan untuk pembuatan refraktori. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Produk yang baru adalah ZrO2 yang ditambahkan serat alumino-silikat. dan mematahkan aliran lelehan dengan menghembuskan udara bertekanan atau menjatuhkan aliran lelehan ke cakram berputar membentuk serat keramik lepasan atau dalam kumpulan yang besar. 2. Sifat-sifat fisik bahan-bahan isolasi (BEE. Suhu operasi kontinyu yang direkomendasikan untuk serat-serat (BEE. vernis dan modul jangkar. semen mastik. Serat biasanya dihasilkan dalam dua jenis suhu terga ntung pada kandungan Al2 O3 . felt basah.2 Serat keramik Serat keramik merupakan bahan isolasi massa panas yang rendah.3. Suhu operasi kontinyu yang direkomendasikan untuk serat-serat diberikan dalam Tabel 7. Penggunaan lainnya adalah dasar gerbong kiln terowongan yang digunakan di industri keramik.energyefficiencyasia. 2005) Al2O3 SiO2 ZrO2 o 1150 C 43 –47 persen 53 –57 persen 1250o C 1325o C 52 –56 persen 33 –35 persen 44 –48 persen 47 –50 persen 17 –20 persen Serat keramik biasanya dihasilkan dalam bentuk wool ukuran besar dan dijahitkan ke mantel dengan masa jenis yang bervariasi berkisar dari 64 sampai190 kg/m3 .040 1500 1500-1600 1400 260 300 400 68 66 65 560 910 830 2.028 0.014 Suhu aman maksimum (o C) Kekuatan remuk kondisi dingin (kg/cm2 ) 270 110 Persen porositas Bulk density (kg/m3 ) 1090 540 Kualitas Padatan Diatomite Kualitas penyerapan Diatomite Tanah lempung Alumina Tinggi Silika 1000 800 52 77 0. kertas. tali. Tabel 7.1 Castables dan beton Pelapisan monolitik bagian tungku dapat dibangun dengan penuangan isolasi refraktori dari beton.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Tabel 6. Serat dalam jumlah besar digunakan untuk memproduksi berbagai produk isolasi termasuk selimut/mantel.030 0. 2005) Jenis Konduktivitas Panas pada suhu 400 oC 0. yang membantu mengurangi tingkat penyusutan dan oleh karenanya membuat serat cocok untuk suhu yang lebih tinggi. dan penggunaan agregat ringan ke tempat yang pantas untuk disambung. Produk-produk yang diubah dan lebih dari 40 jenis berbeda dibuat dari mantel untuk memenuhi berbagai permintaan.

Sebagai hasil dari lapisan yang lebih tipis.org ©UNEP 2006 19 . h) Mudah dalam perawatan Dalam hal kerusakan fisik. Untuk tungku yang baru. f) Pegas mekanik Gaya pegas mekanik yang tinggi dari serat keramik memungkinkan untuk membuat tungku berlapis serat di luar pabrik. Oleh karena itu tungku dapat dipanaskan dan didinginkan pada laju yang lebih cepat. d) Tahan terhadap goncangan panas Pelapis serat keramik menahan goncangan panas karena matrik yang berpegas.4050 kKal/m2 (1000 – 1500 Btu/Ft2 ) dibandingkan terhadap sistim pelapisan secara konvensional yang berkisar 54200-493900 kKal/m2 (20000 –250000 Btu/Ft2 ).energyefficiencyasia. Lapisan ini 40 persen lebih efektif daripada batu bata isolasi kualitas baik dan 2.1 kKal/m per jam per o C pada 600 o C untuk mantel dengan massa jenis 128 kg/m3 ) maka memungkinkan untuk membuat lapisan yang lebih tipis dengan efisiensi panas yang sama dengan refraktori konvensional. g) Biaya pemasangan yang rendah Dikarenakan serat keramik merupakan proses yang sudah distandarisasi. penyangga struktur bangunan dapat berkurang 40 persen. b) Ringan Massa jenis rata-rata serat keramik adalah 96 kg/m3. maka tidak diperlukan keakhlian khusus. a) Konduktivitas panas yang lebih rendah Dikarenakan konduktivitas panas yang rendah (0. i) Mudah dalam penanganan Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Pelapis serat tidak memerlukan waktu pengeringan atau waktu curing dan tidak terdapat resiko retak atau spalling bilamana dipanaskan setelah pemasangan. volum tungku menjadi lebih besar. mengirimnya ke lokasi dalam bentuk rakitan tanpa resiko rusak.5 kali lebih baik dari asbes. dengan demikian memperbaiki kemampuan dan produktivitas tungku. bagian serat keramik yang rusak dapat dengan segera dibuang dan diganti dengan yang baru. Seluruh bagian panel dapat dipasang sebagian terlebih dahulu untuk pemasangan cepat dengan waktu penghentian yang minimal.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Karakteristik serat keramik merupakan kombinasi yang luar biasa dari sifat-sifat refraktori dan bahan isolasi tradisional. Biasanya panas yang disimpan dalam sistim pelapisan serat keramik berkisar antara 2700 .. Hal ini juga menjadikan siklus pemanasan dan pendinginan lebih cepat. c) Penyimpan panas yang lebih rendah Lapisan serat keramik menyerap sedikit panas disebabkan masa jenisnya yang lebih rendah. e) Tahan kimia Serat keramik menahan hampir seluruh serangan kimia dan tidak dipengaruhi oleh hidrokarbon. air dan steam yang ada dalam gas buang. Nilai ini sepersepuluh berat batu bata isolasi dan sepertiga berat papan asbes/kalsium silikat. Serat keramik merupakan bahan isolasi yang lebih baik dari kalsium silikat.www.

Walau begitu. Produk yang dibentuk oleh vakum memerlukan pemotongan dengan menggunakan gergaji/ band saw.org ©UNEP 2006 20 .www. respon cepat serat keramik terhadap perubahan suhu juga me njadikan pengendalian distribusi suhu yang lebih akurat dalam tungku. Keuntungan pelapis dengan emisivitas tinggi adalah bahwa emisivitas kurang lebih konstan.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Seluruh bentuk produk mudah ditangani dan hampir seluruhnya dapat dengan cepat dipotong oleh pisau atau gunting.3 Pelapisan emisivitas yang tinggi Emisivitas (yakni ukuran kemampuan bahan untuk menyerap dan meradiasikan panas) seringkali dianggap sebagai sifat fisik yang sudah melekat yang biasanya tidak berubah (contoh lainnya adalah masa jenis. j) Efisiensi panas Efisiensi panas sebuah tungku yang dilapisi dengan serat keramik diperbaiki dalam dua cara. konduktivitas panas yang rendah dari serat keramik me njadikan lapisan lebih tipis dan oleh karena itu tungkunya dapat menjadi lebih kecil.energyefficiencyasia. Keuntungan lain yang diberikan oleh serat keramik adalah: § Tungkunya ringan § Pekerjaan fabrikasi bajanya sederhana § Waktu penghentian pabriknya sedikit § Produktivitas meningkat § Kapasitas tambahan § Biaya perawatan rendah § Umur layanan yang lebih panjang § Efisiensi panas lebih tinggi § Responnya lebih cepat 2. perkembangan pelapis dengan emisivitas tinggi me njadikan emisivitas bahan meningkat. Emisivitas Bahan Refraktori pada Berbagai Suhu (BEE.3. Kedua. 2005) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Pertama. panas jenis dan konduktivias panas). Pelapis dengan emisivitas tinggi diterapkan pada permukaan interior tungku. Gambar 10. Gambar 10 memperlihatkan bahwa emisivitas berbagai bahan isolasi berkurang denga n meningkatnya suhu proses.

Namun demikian dalam prakteknya banyak panas yang hilang dalam beberapa cara sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 11. Untuk tungku intermittent atau dimana diperlukan pemanasan cepat.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Emisivitas tungku yang beroperasi pada suhu tinggi adalah 0. 2005 and US DOE. Panas masuk TUNGKU FURNACE Panas dalam stok Pembukaan dalam tungku Permukaan/dinding tungku Kehilangan lain Hidrogen dalam bahan bakar Kadar air dalam bahan bakar Gambar 11. Manfaat lain dari pelapisan dengan emisivitas tinggi dalam ruang tungku adalah pemanasan yang seragam dan memperpanjang umur refraktori dan komponen logam seperti pipa radian dan elemen pemanas. mengakibatkan naiknya perpindahan panas melalui radiasi.www. seluruh panas yang dimasukkan ke tungku harus digunakan untuk memanaskan muatan atau stok.3. Kehilangan ini juga dikenal dengan kehilangan limbah gas atau kehilangan cerobong. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .org Gas buang ©UNEP 2006 21 .energyefficiencyasia. PENGKAJIAN TERHADAP TUNGKU Bagian ini menjelaskan berbagai metoda dan teknik yang digunakan untuk menentukan jumlah kehilangan dari tungku dan metoda untuk melakukan pengkajian kinerja tungku. Kehilangan Panas dalam Tungku Kehilangan panas dalam tungku tersebut meliputi (BEE. 3. penggunaan pelapis seperti itu akan menurunkan penggunaan bahan bakar atau daya 25 – 45 persen.8. 3.1 Kehilangan panas yang mempengaruhi kinerja tungku Idealnya. Dengan menggunakan pelapis beremisivitas tinggi nilai ini akan naik mencapai 0. 2004): § Kehilangan gas buang: merupakan bagian dari panas yang tinggal dalam gas pembakaran dibagian dalam tungku.

Kementrian Daya. walupun menentukan jumlah tersebut seringkali sulit. juga disebut kehilangan dinding: sementara suhu dibagian dalam tungku cukup tinggi. suhu gas buang. § § 3. berbagai parameter harus diukur seperti pemakaian minyak tungku setiap jam. Tangga l untuk beberapa parameter dapat diperoleh dari catatan produksinya sementara yang lainnya harus diukur dengan instrumen pemantau khusus. Kehilangan yang kedua adalah melalui penyusupan udara sebab draft tungku/ cerobong menyebabkan tekanan negatif dibagian dalam tungku. bantalan dan rolls. Kehilangan dinding tungku/permukaan. 5 Bagian 3. jumlah udara berlebih. lantai dan dinding dan dipancarkan ke udara ambien begitu mencapai kulit atau permukaan tungku. dll. India. oleh karena itu kehilangan panas meningkat dengan sejumlah peralatan dan frekuensi dimana mereka masuk dan keluar tungku − Kehilangan panas media pendingin: air dan udara digunakan untuk mendinginkan peralatan. balok berjalan. − Kehilangan selama penanganan bahan: peralatan yang digunakan untuk memindahkan stok melalui tungku. 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi. suhu tungku pada berbagai zona. Beberapa diantaranya adalah: − Kehilangan panas tersimpan: bila tungku mulai dinyalakan maka struktur dan isolasi tungku juga dipanaskan.www. rolls . Setiap kali peralatan meninggalkan tungku mereka akan kehilangan panasnya. keluaran bahan. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori § § § Kehilangan dari kadar air dalam bahan bakar: bahan bakar yang biasanya mengandung kadar air dan panas digunakan untuk menguapkan kadar air dibagian dalam tungku. Dalam rangka untuk mencari efisiensi dengan menggunakan metoda tidak langsung. seperti belt conveyor. Tabel 8 memberi daftar instrumen yang diperlukan untuk mengukur parameter-parameter tersebut. dan yang lain-lainnya. dan panas ini hanya akan meninggalkan struktur lagi jika tungku dimatikan. bogies.energyefficiencyasia.2 Instrumen untuk mengkaji kinerja tungku 5 Efisiensi tungku dihitung setelah pengurangan berba gai kehilangan panas. − Kehilangan dari pembakaran yang tidak sempurna: panas hilang jika pembakaran berlangsung tidak sempurna sebab bahan bakar atau partikel yang tidak terbakar menyerap panas akan tetapi panas ini tidak disimpan untuk digunakan − Kehilangan dikarenakan terjadinya pembentukan kerak. Oleh karena itu kehilangan panas jenis ini akan meningkat dengan jumlah waktu tungku dihidup-matikan. panas dihantarkan melalui atap. menarik udara melalui kebocoran atau retakan atau ketika pintu tungku terbuka.2 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas.org ©UNEP 2006 22 . Kehilangan lainnya: terdapat beberapa cara lain dimana panas hilang dari tungku. Kehilangan dikarenakan hidrogen dalam bahan bakar yang mengakibatkan terjadinya pembentukan air Kehilangan melalui pembukaan dalam tungku: kehilangan radiasi terjadi bilamana terdapat bukaan dalam penutup tungku dan kehilangan tersebut dapat menjadi cukup berarti terutama untuk tungku yang beroperasi pada suhu diatas 540° C. dan panas hilang karena media tersebut menyerap panas. juga menyerap panas.

Q = Besarnya panas stok dalam kKal m = Berat stok dalam kg C p= Panas jenis stok rata-rata dalam kKal /kg o C t1 = Suhu akhir stok dalam o C t2 = Suhu stok mula. dan jalan masuk ke rekuperator Setelah rekuperator Dekat ujung pengisian dan sisi dinding diatas perapian Dalam saluran dekat ujung pembuangan Portable Intrumen yang diperlukan Termokopel Pt/Pt-Rh dengan indikator dan perekam Termokopel Chromel Alummel dengan indikator Hg dalam termomete r baja Pengukur tekanan rendah bentuk cincin Pemantau efisiensi bahan bakar untuk oksigen dan suhu Pyrometer infra merah atau pyrometer optik Nilai yang diperlukan 1200-1300o C 700o C maks. 2005) Parameter yang diukur Suhu zona soaking tungku (pemanasan ulang tungku) Suhu gas buang Lokasi pengukuran Zona soaking dan dinding tepi Dalam saluran dekat ujung pembuangan.1 Metoda langsung Efisiensi tungku dapat ditentukan dengan mengukur jumlah panas yang diserap oleh stok dan membaginya dengan jumlah total bahan bakar yang dipakai.mula sebelum masuk tungku dalam o C Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .3 Penghitungan kinerja tungku Efisiensi tungku meningkat bila persentase panas yang dipindahkan ke stok atau beban dibagian dalam tungku meningkat. Instrumen untuk Pengukuran Kinerja Tungku (BEE.energyefficiencyasia.www.1 mm of` Wc 5% O2 Suhu billet - 3. Efisiensi termal tungku = Panas dalam stok Panas dalam bahan bakar yang dipakai untuk pemanasan stok Jumlah panas (Q) yang akan dipindahkan ke stok dapat dihitung dengan persamaan ini: Q = m x C p (t1 –t2) Dimana.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Tabel 8.3. 3. Kedua metoda tersebut diterangkan dibawah ini. Suhu gas buang Tekanan perapian tungku dalam zona pemanasan Oksigen dalam gas buang 300o C (maks) +0. sama halnya dengan boiler: metoda langsung dan metoda tidak langsung. Efisiensi tungku dapat dihitung dengan dua cara.org ©UNEP 2006 23 .

Suhu operasi: Suhu gas buang keluar setelah pemanas awal: Suhu ambien: Suhu udara yang diberi pemanasan awal: Specific gravity bahan bakar minyak: Pemakaian bahan bakar minyak rata-rata: Nilai kalor minyak: Persentase O2 rata-rata dalam gas buang: Kadar air dalam 1 kg bahan bakar minyak: H2 dalam 1 kg bahan bakar minyak: Udara teoritis yang diperlukan untuk membakar 1 kg minyak: 1340o C 750oC 40o C 190oC 0. Pusher.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Contoh perhitungan diberikan pada bagian 3. Strip Anneal Muffle 7-12 2) Tungku dengan Suhu Tinggi a.3. Rotary 7-15 b. 540 –980 o C (Jenis batch ) 20-30 o b.org ©UNEP 2006 24 . 3.www. Prinsipnya sederhana: kehilangan panas d ikurangkan dari panas yang dipasok ke tungku.3. Effisiensi panas untuk tungku industri yang umum diberikan dalam Tabel 9.3. Tabel 9. 540 –980 C (Jenis kontinyu) 15-25 c. mirip dengan evaluasi efisiensi boiler.2 Metoda tidak langsung Efisiensi tungku dapat juga ditentukan melalui metoda tidak langsung.3. Oven dengan pembakaran tidak langsung (20 o C – 370 o C) 35-40 o o b. Coil Anneal (Bell) jenis radian 5-7 d.energyefficiencyasia.92 =368 kg/jam 10000 kKal/kg 12 persen 0. Oven dengan pembakaran langsung (20 C – 370 C) 35-40 Contoh perhitungan dengan menggunakan metoda tidak langsung akan diberikan dalam bagian berikutnya. 3. Hoffman 25-90 b.15 kg 0.1123 kg 14 kg Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Berbagai jenis kehilangan panas digambarkan dalam Gambar 11. Terowongan 20-80 4) Oven a.92 400 liter /jam = 400 x 0. Penempaan batch 5-10 3) Kiln Kontinyu a. Effisiensi panas untuk tungku industri yang umum (BEE 2005) Jenis tungku Efisiensi panas (persen) 1) Tungku dengan Suhu Rendah a.3 Contoh perhitungan efisiensi tungku Hitung efisiensi tungku pemanas ulang dengan pembakaran menggunakan minyak dengan metoda langsung dan tidak langsung menggunakan data dibawah ini.

org ©UNEP 2006 25 .12 x (1340 –40) = 936000 kKal Efisiensinya adalah = (panas masuk/panas keluar ) x 100 = [(936000 / (368 x 10000)] x 100 = 25.43 persen Perkiraan kehilangan panas 100% –25% = 75% Metoda tidak langsung Kehilangan panas yang berbeda dihitung seperti dibawah ini.www. Specific gravity bahan bakar digunakan untuk merubah besaran diatas menjadi kg.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Berat stok: Panas jenis bilet: Ketebalan dinding tungku (D): Saluran keluar ekstraksi bilet (X): Suhu permukaan rata-rata zona pemanasan dan soaking Suhu permukaan rata-rata area selain zona pemanasan dan soaking : Luas area zona pemanasan dan soaking : Luas area selain zona pemanasan dan soaking : Perhitungan dengan metoda langsung Panas yang masuk sebesar 400 liter per jam.6 m2 Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .62 kg/kg bahan bakar minyak 6000 kg/jam 0.13) x 14 = 32.12 kKal/kg/0C 460 mm 1mx1m 122 o C 80 oC 70. Oleh karena itu: 400 l/jam x 0.energyefficiencyasia.18 m2 12.92 kg/l = 368 kg/jam Panas yang keluar dihitung sebagai berikut: = m x Cp x ? T = 6000 kg x 0. a) Kehilangan panas dalam gas buang Udara berlebih (EA) = O 2 persen/ (21 –O2 persen) = 12 / (21 –12) = 133 % Massa udara yang dipasokkan = (1 + EA/100) x Udara teoritis = (1+ 1.

24 x (750 –40)} x 100 = 57.15 x {584 + 0.www.36% 10000 c) Kehilangan dikarenakan hidrogen dalam bahan bakar % Kehilangan panas karena hidrogen dalam 9 x H2 x {584 + Cp (Tf –Tamb)} x 100 bahan bakar = GCV bahan bakar Dimana.org ©UNEP 2006 26 . 0 C GCV = Nilai Kalor Kotor bahan bakar.45 (750 –40)} x 100 = 9.29% 10000 b) Kehilangan panas dari kadar air dalam bahan bakar % Kehilangan panas dari kadar air dalam bahan bakar = M x {584 + Cp (Tf –Tamb)} x 100 GCV bahan bakar Dimana. m = berat gas buang (udara + bahan bakar) = 32. kKal/kg % Kehilangan panas = 0. M = kg kadar air dalam 1 kg bahan bakar minyak Tfg = Suhu gas buang.0 = 33.1123 x {584 + 0.62 kg/kg minyak C p = panas jenis ? T = perbedaan suhu % Kehilangan panas = {33.62 x 0. H2 = kg H2 dalam1 kg bahan bakar minyak (= 0.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori % Kehilangan panas dalam gas buang = m x Cp x ? T x 100 GCV bahan bakar Dimana.energyefficiencyasia. 0 C Tamb = Suhu ambien.1123 kg/kg bahan bakar minyak ) % Kehilangan panas = 9 x 0.62 + 1.13% 10000 Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .45 (750 –40)} x 100 = 1.

Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori d) Kehilangan panas dikarenakan bukaan pada tungku (Faktor radiasi black body x emissivitas x % Kehilangan panas dari bukaan area bukaan) x 100 pada tungku = Jumlah minyak x GCV minyak Faktor radiasi yang melewati bukaan dan radiasi black body dapat dicapai dari grafik standar seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 12 dan Gambar 13.71 § Radiasi black body pada1340 0 C (mengacu ke Gambar 13) = 36 kKal/kg/cm2/jam § Area bukaan adalah 100 cm x 100 cm = 10000 cm2 § Emisivitas = 0. 2005) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .71 x 10000 x 100 = 5.8 x 0. Faktor radiasi untuk Pelepasan panas melalui Bukaan relatif terhadap Kualitas Panas yang Dilepas dari Black Body yang Sempurna (BEE.org ©UNEP 2006 27 . § Faktor radiasi (mengacu ke Gambar 12) = 0.8 % Kehilangan panas dari bukaan tungku = 36 x 0.56% 368 x 10000 Gambar12.www.energyefficiencyasia.

energyefficiencyasia.18 m2 = 87865 kKal/jam ii) Kehilangan panas dari area selain zona pemanasan dan soaking § Total suhu permukaan rata-rata = 80 oC o 2 § Kehilangan panas pada 80 C (Mengacu ke Gambar14) = 740 kKal / m jam § Total area = 12. Kehilangan panas melalui atap/langit-langit dan dinding (=zona pemanasan dan soaking): § Total suhu permukaan rata-rata = 122oC o § Kehilangan panas pada 122 C (Mengacu ke Gambar 14) = 1252 kKal /m2 jam § Total area zona pemanasan + soaking = 70.www. pertama kehilangan panas melalui atap dan sisi dinding dan melalui area lain harus dihitung secara terpisah.6 m2 Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . i). 2005) e) Kehilangan panas melalui kulit tungku Untuk menentukan kehilangan panas yang melalui kulit tungku.org ©UNEP 2006 28 .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 13. Radiasi Black Body pada Berbagai Suhu (BEE.18 m2 Kehilangan panas melalui atap tungku = Kehilangan panas dari atap dan dinding Luas atap dan dinding Total kehilangan panas = 1252 kKal / m2 jam x 70.

Efisiensi tungku Dengan menjumlahkan kehilangan-kehilangan a sampai f memberikan kehilangan total: a) Kehilangan gas buang = 57.29 % b) Kehilangan dikarenakan kadar air dalam bahan bakar = 1.www.64 % Total kehilangan = 75.64% 10000 kKal/kg x 368 kg/jam f) Kehilangan yang tidak terhitung Kehilangan yang tidak terhitung tidak dapat dihitung kecuali jika kehilangan jenis lainnya diketahui.98 = 24.98 % Efisiensi tungku d ihitung melelui metoda tidak langsung = 100 –75. 6 % e) Kehilangan melalui kulit tungku = 2.02% Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .36 % c) Kehilangan dikarenakan H2 dalam bahan bakar = 9.org ©UNEP 2006 29 .13 % d) Kehilangan dikarenakan bukaan dalam tungku = 5.6 m2 = 9324 kK al/jam % Kehilangan panas melalui kulit (Kehilangan panas i + kehilangan panas ii) x 100 tungku = GCV minyak x Jumlah minyak per jam % Kehilangan panas melalui kulit tungku = (87865 kKal/jam + 9324 kKal/jam) x 100 = 2.energyefficiencyasia.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Kehilangan panas melalui area lainnya = Kehilangan panas dari atap dan area lainnya Luas area lainnya Total kehilangan panas = 740 kKal / m2 jam x 12.

Distribusi panas yang benar 3. Terlalu banyak udara berlebih akan menurunkan suhu nyala api. Kehilangan refraktori yang minimum 9. PELUANG EFISIENSI ENERGI Bagian ini menjelaskan berbagai peluang penghematan energi dalam tungk u. Kehilangan Panas dari Langit-langit.www. mempertahankan tekanan udara pembakaran. penting untuk mengendalikan perembesan udara.energyefficiencyasia.org ©UNEP 2006 30 . Untuk mencapai pembakaran bahan bakar yang sempurna dengan jumlah udara yang minimum. Mempertahankan jumlah draft tungku yang benar 6. 2005) 4.1 Pembakaran sempurna dengan udara berlebih yang minimal Jumlah panas yag hilang dalam gas buang (kehilangan cerobong) tergantung pada jumlah udara berlebih. Penggunaan kapasitas yang optimum 7.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Gambar 14. 2005 dengan ijin dari Biro Efisiensi Energi. Pemanfaatan kembali limbah panas gas buang 8. Operasi pada suhu tungku yang optimum 4. Pemilihan refraktori yang benar 4. suhu tungku dan laju pemanasan.6 Ukuran efisiensi energi untuk industri dengan tungku adalah: 1. Pembakaran sempurna dengan udara berlebih yang minimum 2. Menurunkan kehilangan panas dari bukaan tungku 5. kualitas bahan bakar dan memantau jumlah udara berlebih. Penggunaan lapisan keramik 10. Dinding dan Perapian Tungku (BEE. India Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Kementrian Daya. Udara berlebih yang terlalu sedikit akan mengakibatkan kenaikan komponen ya ng tidak terbakar dalam gas-gas buang 6 Bagian 4 diambil (dengan mengedit) dari Efisiensi Energi pada Utilitas Panas.

2 Distribusi panas yang benar Tungku harus dirancang untuk menjamin bahwa pada waktu tertentu. stok dipanaskan secara merata sampai suhu yang dikehendaki dengan jumlah bahan bakar yang minimum. sumbu aksis burner pada tungku kecil tidak pernah diletakkan paralel dengan perapian akan tetapi selalu membentuk sudut keatas namun nyala tidak boleh mengahantam atap.energyefficiencyasia. sebuah burner dengan nyala yang panjang dan berwarna kuning keemasan akan meningkatkan pemanasan ya ng seragam.www. § Pada tungku yang kecil yang menggunakan minyak tungku. 4.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori yang diangkut melalui cerobong dan hal ini juga mengakibatkan kehilangan kerak yang lebih banyak.3. Jika nyala mengenai refraktori. hal berikut harus diyakinkan untuk distribusi panas yang benar: § Nyala jangan tersentuh atau terhalangi oleh berbagai benda padat.masing burner sebab penggabungan nyala api menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Jika nyala mengenai stok maka kehilangan kerak akan meningkat. dimana akan menyulitkan untuk mengisi muatan kedalam dinding tungku. produk dari pembaka ran tidak sempurna dapat mengendap dan bereaksi dengan unsur pokok refraktori pada suhu tinggi. Sebaiknya penyalaan burners pada sisi yang berlawanan bergantian. § Nyala api berbagai burner harus tetap tersendiri untuk masing. Halangan menyebabkan partikel bahan bakar mengalami de-atomisasi yang mempengaruhi pembakaran dan menyebabkan asap hitam. § Burner yang lebih besar akan menghasilkan nyala yang lebih panjang. 4. Jika tungku pemanas ulang tidak dilengkapi dengan pengendali perbandingan udara/bahan bakar otomatis. Mengoptimalkan udara pembakaran merupakan ukuran yang paling menarik dan ekonomis untuk penghematan energi.org ©UNEP 2006 31 . maka perlu secara berkala untuk mengambil sampel gas dalam tungku dan mengukur kandungan oksigennya dengan alat analisis gas (gas analyzer). Pengendalian otomatis terhadap suhu tungku lebih disukai untuk mencegah kesalahan manus ia. Potensi penghematannya lebih tinggi jika suhu tungku tinggi. Bilamana burner digunakan untuk membakar tungku. Semakin banyak burner dengan kapasitas yang lebih kecil akan menjamin distribusi panas didalam tungku yang lebih baik dan juga meningkatkan umur tungku. Operasi pada suhu yang terlalu tinggi menyebabkan kehilangan panas. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . de-karbonisasi dan tekanan pada refraktori. § Nyala burner cenderung berjalan bebas dalam ruang pembakaran tepat diatas bahan. oksidasi berlebihan. Operasi pada suhu tungku yang optimal Penting untuk mengoperasikan tungku pada suhu optimalnya. Perbandingan udara (=jumlah udara aktual /jumlah udara pembakaran teoritis) memberikan indikasi udara berlebih. Untuk sehingga. Akan tetapi nyala tidak boleh terlalu panjang sebab panas akan hilang jika nyala mencapai cerobong atau pintu tungku. Suhu operasi berbagai tungku diberikan dalam Tabel 10.

jika tungku dikendalikan dengan benar. Oleh karena itu kehilangan panas dari bukaan adalah: Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .5).www. Cara efektif lainnya dalam mengurangi kehilangan panas melalui bukaan tungku adalah dengan membuka pintu tungku lebih jarang dan untuk jangka waktu yang sesingkat mungkin (opsi lainnya dijelaskan pada item 4.3 sudah menjelaskan satu cara perhitungan kehilangan panas melalui bukaan. dan dalam Gambar 12 nilai ini berkesesuaian dengan faktor untuk total radiasi 0. m2 H = waktu (jam) Contoh. sebab disamping kehilangan panas penyusupan ini juga menyebabkan suhu jadi tidak seimbang dibagian dalam tungku dan stok dan bahkan dapat menyebabkan teroksidasinya bilet. sebuah tungku pemanas ulang dengan suhu 1340 oC. Kehilangan panas ini sekitar 1 persen dari jumlah total panas yang dihasilkan dalam tungku. Suhu Operasi Berbagai Tungku Tungku Pemanas Ulang Slab 1200oC Tungku Rolling Mill 1200oC Tungku batang untuk Sheet 800o C Mill Tungku annealing jenis bogie 650o C – 750o C 4.energyefficiencyasia. Akan tetapi hampir seluruh panas hilang jika udara di luar menyusup ke tungku. keluaran ekstraksi dan lubang pengintip pada dinding atau langit. Bagian 3. Q = kehilangan panas T = suhu absolut (K) a = faktor untuk radiasi total A = Luas bukaan. ketebalan dinding 460 mm (X) dan ukuran pintu 1 meter tiggi kali 1 meter lebar. Mencegah kehilangan panas melalui bukaan Panas dapat hilang oleh radiasi langsung melalui bukaan tungku.71.3. Namun satu cara alternatif untuk menghitung kehilangan panas adalah dengan persamaan sebagai berikut: Dimana.71. Oleh karena itu penting untuk menjaga bukaan sekecil mungkin dan mengencangkannya.langit.460 = 0.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Tabel 10.4. seperti pemasukan. Panas juga hilang dikarenakan perbedaan tekanan antara bagian dalam tungku dan lingkungan ambien yang mengakibatkan gas pembakaran merembes keluar melalui bukaan. D/X = 1/0.org ©UNEP 2006 32 .

b) Susunan beban yang optimal Pemberian beban bahan ke perapian tungku harus disusun sehingga: § Bahan menerima jumlah radiasi maksimum dari permukaan panas ruang pemana san dan 33 Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Beban ini biasanya didapatkan dengan pencatatan berat bahan pada setiap pengisian. Terdapat beban khusus dimana tungku akan beroperasi pada efisiensi maksimum. Akan tetapi perbedaan tekanan tidak boleh terlalu tinggi sebab hal ini dapat menyebabkan eksfiltrasi. Penggunaan kapasitas optimum Salah satu faktor yang sangat penting yang mempengaruhi efisiensi tungku adalah bebannya. Pembebanan berlebih dapat mengakibatkan beban tidak terpanasi dengan benar didalam jangka waktu yang diberikan. Pengendalian draft tungku Jika terdapat tekanan negatif dibagian dalam tungku.4). dan jumlah bahan bakar yang digunakan. tekanan yang sedikit positif harus dicapai dibagian dalam tungku (sebagai tambahan terhadap pengukuran yang disebutkan dalam 4. Untuk menghindari ini. Pemakaian bahan bakar dan laju peno lakan produk akan meningkat. susunan bagian dalam tungku dan waktu tinggal dibagian dalam tungku. pemanasan berlebihan terhadap refraktori yang menyebabkan umur batu bata berkurang.5. dan membakar habis saluran-saluran dan peralatan. Oleh karena itu manajemen yang benar terhadap perbedaan tekanan antara bagian dalam dan luar tungku penting untuk meminimalkan kehilangan panas dan dampak yang merugikan pada produk.energyefficiencyasia. walaupun dalam prakteknya hal ini tidak selalu memungkinkan. waktu yang terpakai untuk mencapai suhu yang benar.www. Sementara hal ini merupakan masalah yang lebih kecil dari perembesan. Tungku harus diberi muatan pada beban yang op timum sepanjang waktu. eks. meningkatkan perawatan tungku. yakni dimana jumlah bahan bakar per kg bahannya merupakan yang terkecil. udara dapat merembes melalui retakan dan bukaan dan mempengaruhi pengendalian perbandingan udara-bahan bakar. a) Beban optimal Jika tungku diberi beban dimana bagian panas total tersedia yang akan diambil oleh beban ternyata lebih kecil maka akan menghasilkan efisiensi yang rendah.filtrasi masih dapat menyebabkan nyala keluar dari tungku.org ©UNEP 2006 . 4. Hal ini termasuk jumlah bahan yang ditempatkan dalam tungku. yang akan mempengaruhi proses berikutnya seperti penempaan dan penggulungan/ rolling. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan logam tidak mencapai suhu yang dikehendaki atau suhunya tidak seragam. Pengujian yang dilakukan terhadap tungku kedap udara menunjukan perembesan udara mencapai 40 persen.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 4.6.

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .www. dan juga kandungan oksigen bebasnya.energyefficiencyasia. Penggunaan tungku yang optimum dapat direncanakan pada tahap perancangan. Makin tinggi jumlah udara berlebih dan suhu gas buang. Oleh karena itu. Semakin tinggi suhu kerja maka makin tinggi pula kehilangan per unit waktunya. penting untuk melakukan koordinasi antara operator tungku. Pemanfaatan kembali limbah panas harus dipertimbangkan hanya jika konservasi energi lebih lanjut tidak memungkinkan. kontinyu) dan ukurannya yang paling cocok dengan jadwal produksi. Waktu tinggal yang berlebihan akan meningkatkan oksidasi permukaan bahan yang mengakibatlkan penolakan terhadap produk. makin tinggi pula jumlah limbah panas yang tersedia. Jika hanya digunakan tungku jenis batch . Keseluruhan diatas merupakan pemborosan bahan bakar dan kadangkala menurunkan kualitas produk.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori nyala. Kadang-kadang jadwal pengisian dan produksi tidak berkesesuaian dengan kapasitas tungku. Jika hal ini merupakan kasus maka: § Beban lebih tinggi atau lebih rendah daripada beban optimum § Waktu tinggal lebih lama atau lebih pendek daripada waktu tinggal ideal.org ©UNEP 2006 34 . Laju oksidasi tergantung pada waktu. suhu. produk pembakaran meninggalkan tungku pada suhu yang lebih tinggi dari suhu stok. Gas buang membawa 35 sampai 55 persen panas yang masuk ke tungku melalui cerobong. § Suhu dinaikkan untuk memperpendek waktu tinggal.7.hati terhadap beban adalah penting. Walau demikian. Gas-gas panas disrikulasikan secara efisien disekitar permukaan bahan penerima panas Stok tidak diletakkan dalam posisi berikut: − Dalam lintasan langsung ke burner atau dimana pergeseran nyala mungkin akan terjadi − Dalam area yang mungkin akan merintangi atau menghalangi sistim buangan tungku − Dekat ke berbagai pintu bukaan dimana kemungkinan akan berkembang titik -titik dingin § § c) Waktu tinggal beban yang optimum Pemakaian bahan bakar dijaga pada nilai yang minimum dan kualitas produknya yang terbaik jika beban hanya tinggal dibagian dalam tungku sampai beban ini memiliki sifat fisik dan metalurgi yang dikehendaki. dengan memilih jenis (batch. 4. Pemanfaatan kembali limbah panas dari gas buang tungku Dalam berbagai tungku industri. tujuan utamanya harus meminimalkan jumlah limbah panas yang dihasilkan melalui tindakan konservasi energi. perencanaan hati. personil produksi dan perencanaan. Tungku harus diisi ulang sesegera mungkin agar dapat menggunakan panas dari residu tungku. Efisiensi keseluruhan untuk tungku jenis kontinyu akan meningkat dengan penguatan panas dari aliran limbah gas.

korosi atau meningkatnya oksida nitrogen.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori Limbah panas dalam gas buang dapat dimanfaatkan kembali untuk pemanasan awal muatan (stok. Dikarenakan volum udara pembakaran meningkat bila udara diberi pemanasan awal. Berbagai macam peralatan tersedia untuk memanfaatkan kembali limbah panas. jumlah bahan bakar yang diperlukan untuk memanaskan bahan baku tersebut dalam tungku jadi berkurang. namun teknik yang lain juga digunakan seperti burner dengan penguatan sendiri. Kadang-kadang gas yang terbuang dapat digunakan untuk maksud pemanasan pada peralatan lain. terutama bila sejumlah besar steam atau air panas diperlukan dalam pabrik. Satu kemungkinannya adalah memasang sebuah boiler limbah panas untuk menghasilkan steam atau air panas dari panas ini. c) Penggunaan limbah panas sebagai sumber panas untuk proses-proses lain Proses lain (untuk menghasilkan steam atau air panas oleh sebuah boiler limbah panas) Suhu gas yang keluar dari tungku dapat setinggi 400. namun hanya jika jumlah panas. waktu operasi dll cocok untuk keperluan ini.energyefficiencyasia. a) Pemanasan awal muatan Bila bahan baku diberi pemanasan awal oleh gas buang sebelum ditempatkan dalam tungku pemanasan. Rekuperator eksternal merupakan yang paling umum.www. Contoh. pemanasan awal udara pembakaran atau untuk proses-proses lainnya sebagaimana dijelaskan dibawah. kisaran suhu. Pemakaian bahan bakar sangat dapat dikurangi. Harus dicatat bahwa pemanasan awal gas pembakaran dari minyak dengan massa jenis tinggi dengan yang mengandung sulfur tinggi dapat mengakibatkan penyumbatan oleh debu atau sulfida. Namun saat ini pemanasan awal dengan menggunakan panas dari gas buang juga digunakan terhadap boiler yang kompak dan tungku industri yang kompak. bahkan setelah panasnya dimanfaatkan kembali dari gas tersebut untuk pemanasan awal muatan atau udara pembakaran. maka bahan tersebut dapat dipanaskan secara berkecukupan dengan menggunakan gas buang bersuhu tinggi untuk mengurangi laju pemakaian bahan bakar. b) Pemanasan awal udara pembakaran Telah sekian lama. gas bahan bakar hanya digunakan untuk pemanasan awal udara pembakaran untuk boiler yang besar. beban). yang menghasilkan penghematan energi sampai 30 persen dibanding dengan menggunakan udara pembakaran yang dingin menuju tungku. maka perlu untuk mempertimbangkan hal ini bila melakukan modifikasi diameter saluran udara dan blower. Satu contoh yang ada adalah penggunaan gas yang terbuang dari tungku quenching sebagai sumber panas dalam tungku pengeras/ tempering. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .org ©UNEP 2006 35 . tungku pemanas logam dan kiln suhu tinggi.600 ° C. Dikarenakan bahan baku biasanya berada pada suhu kamar. sebuah rekuperator modern yang menggunakan gas keluaran dari tungku bersuhu 1000° C dapat memanaskan awal udara pembakaran sampai lebih 500 o C.

2. Jumlah kehilangan panas (Q) dari kulit tungku merupakan jumlah dari konveksi alami dan radiasi panas. Q = Jumlah panas yang dilepas (kKal/jam) a = faktor yang berkenaan dengan arah permukaan konveksi alami langit. hampir seluruh panas yang disimpan dalam refraktori hilang. Alasannya adalah bahwa batu bata isolasi memiliki konduktivitas yang sangat rendah. panas yang diserap oleh refraktori selama operasi secara perlahan menghambur melalui radiasi dan konveksi dari permukaan dingin dan melalui aliran udara melalui tungku. Bila tungku mati.8. Akan tetapi jika tungku dioperasikan 8 jam per hari seluruh panas yang tersimpan tidak akan hilang. jangka waktu operasi bergantian dengan jangka waktu diam/idle. Jika tungku dioperasikan secara kontinyu selama 24 jam dalam 3 hari.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 4.langit = 2. Besarnya kehilangan pada dinding tergantung pada: § Emisivitas dinding § Konduktivitas panas refraktori § Ketebalan dinding Terlepas dari apakah tungku itu beroperasi secara kontinyu atau hanya intermittent . § Perencanaan waktu operasi tungku. dapat juga digunakan persamaan berikut:: Dimana. Meminimalkan kehilangan pada kulit tungku Sekitar 30 sampai 40 persen bahan bakar yang digunakan dalam tungku yang intermittent atau tungku kontinyu digunakan untuk me make-up panas yang hilang melalui kulit/permukaan atau dinding tungku. Untuk hampir seluruh tungku kecil. Terdapat beberapa cara untuk meminimalkan kehilangan panas melalui kulit tungku: § Pemilihan bahan refraktori yang cocok § Penambahan ketebalan dinding § Pemasangan batu bata isolasi. diperlukan bahan bakar tambahan untuk memanaskan refraktori lagi. Untuk tungku dengan dinding batu bata tahan api dan tebal 350 mm.5 Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Bila tungku dihidupkan lagi. Suhu dinding bagian luar dan kehilangan panas dinding komposit sangat rendah untuk dinding batu bata tahan api dan isolasi dibandingkan dengan dinding dengan ketebalan sama yang mengandung hanya batu bata refraktori. perencanaan yang hati. perapian = 1. dinding sisi = 2. Oleh karena itu.org ©UNEP 2006 36 .3.hati terhadap jadwal operasi tungku dapat mengurangi kehilangan panas dan menghemat bahan bakar.www.8. Sebagai tambahan terhadap metoda yang dijelaskan pada bagian 3.3.energyefficiencyasia. diperkirakan bahwa selama 16 jam tungku itu dimatikan hanya 55 persen panas tersimpan dalam refraktori dihamburkan dari permukaan dinginnya.

Hubungan antara Suhu Permukaan dan Jumlah Kehilangan Panas (BEE.langit. Oleh karena itu. jumlah total panas yang lepas Q = kehilangan melalui langit. jumlah panas yang lepas dari langitlangit.org ©UNEP 2006 37 .masing 20 m2 . Gambar 14 memperlihatkan hubungan antara suhu permukaan bagian luar dan jumlah panas yang lepas dihitung dengan rumus ini. dinding sisi dan perapian per unit area masing.600 kKal/jam Gambar 15. dan bagian kedua kehilangan panas melalui radiasi.energyefficiencyasia.www.masing adalah 650 kKal/m2 jam. Suhu rata-rata permukaan terukur masingmasing 80° C. 90° C dan 100° C. 2005) Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori tl = suhu permukaan dinding tungku bagian luar (° C). 50 m2 dan 20 m . 720 kKal/m2 jam dan 730 kKal/m2 jam.langit + kehilangan melalui dinding sisi + kehilangan melalui perapian = (650 x 20) + (720 x 50) + (730 x 20) = 13000 + 36000 +14600= 63. dinding sisi dan perapian dengan luas 2 permukaan masing. Berdasarkan Gambar 14. berdasarkan rata-rata sebanyak mungkin pengukuran untuk mengurangi batas kesalahan t2 = suhu udara disekitar tungku (° C) E = emisivitas permukaan dinding tungku bagian luar Bagian pertama dari persamaan memberikan kehilangan panas melalui konveksi alami. Sebuah contoh perhitungan kehilangan panas dari permukaan tungku adalah sebagai berikut: Sebuah tungku pemanas ulang memiliki langit.

Pelapis tidak beracun.www. Pemasangannya cepat dan dapat diselesaikan selama masa penghentian pabrik. Pelapis dengan emisivitas tinggi ini dijelaskan lebih lanjut pada bagian 2. Pabrik pembuat tungku atau pengguna harus mempertimbangkan hal-hal berikut dalam pemilihan refraktori: § Jenis tungku § Jenis muatan logamnya § Keberadaan terak/slag § Area penggunaan § Suhu kerja § Tingkat abrasi dan dampaknya § Beban struktur tungku § Tekanan karena tingginya suhu pada struktur dan fluktuasi suhu § Kesesuaian bahan kimia terhadap lingkungan tungku § Perpindahan panas dan konservasi bahan bakar § Pertimbangan biaya Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Pelapis keramik merupakan pelapis dengan emisivitas tinggi dan memiliki umur yang panjang pada suhu mencapai 1350o C.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 4. dan pelapis yang digunakan untuk pelapisan bahan refraktori. disemprotkan dan kering oleh udara dalam waktu kurang dari lima menit. Emisivitas refraktori konvensional berkurang dengan bertambahnya suhu dimana untuk pelapis keramik kenaikan ini hanya sedikit. tidak mudah terbakar dan berdasar air/ water base.energyefficiencyasia. kiln atau boiler. Sifat yang terkemuka ini telah dieksploitasi dengan me nggunakan pelapis keramik dalam isolasi permukaan yang panas.9 Penggunaan pelapis keramik (pelapis dengan emisivitas tinggi) Pelapis keramik dalam ruang tungku menaikan perpindahan panas dengan cepat dan efisien.3. Digunakan pada suhu kamar.org ©UNEP 2006 38 . merata dan memperpanjang umur refraktori. Terdapat dua jenis pelapis keramik: pelapis yang digunakan untuk pelapisan bahan logam. Pelapis menjadikan bahan mempertahankan sifat-sifat mekanik dan metalurgi yang dirancangnya. Penghematan energi sebesar 8 –20 persen telah dilaporkan tergantung jenis tungku dan kondisi operasinya.10 Pemilihan refraktori Pemilihan refraktori bertujuan untuk memaksimalkan kinerja tungku.3. 4.

Coal and Industrial Furnaces. Government of India. 1993. LEMBAR KERJA Tidak terdapat lembar kerja yang dikembangkan untuk tungku dan refraktori 7. Flat Rolling Fundamentals. www. DAFTAR PERIKSA OPSI Sulit untuk membuat sebuah daftar periksa untuk opsi umum b agi tungku. provided by Marcel Dekker through the Google Books Partner Program William L Roberts. John Wiley and Sons Inc. New York.co.Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori 5. sebab opsi untuk meningkatkan efisiensi energi bervariasi diantara tungku. W. Fuels. REFERENSI Bureau of Energy Efficiency.org The Carbon Trust. 1925 Gilchrist J. Hot Rolling of Steel. 2005 Department of Coal.pcra. Energy Efficiency in Thermal Utilities. Ministry of Petroleum. India.thecarbontrust. pengendali pembakaran dan instrumentasi Pastikan bahwa ruang pembakaran tungku berada pada tekanan yang sedikit positif Gunakan serat keramik untuk operasi batch Sesuaikan beban dengan kapasitas tungku Retrofit dengan alat untuk memanfaatkan kembali panas Selidiki waktu siklus dan kurangi Sediakan pengendali suhu Pastikan nyala api tidak menyentuh stok 6. provided by Marcel Dekker through the Google Books Partner Program Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di . Fuel Economy in furnaces and Waste heat recovery. Furnaces and Refractories . 1985 Petroleum Conservation Resource Association.uk/energy/pages/home. Industrial Furnaces (Vol-2). D.asp Trinks. Energy Efficiency Office. Good Practice Guide 76 – Continuous Steel Reheating Furnaces: Specification Design and Equipment. UK Government. Pergamon Press. Ministry of Power.energyefficiencyasia. Akan tetapi opsi-opsi utama yang dapat diterapkan ke hampir seluruh tungku adalah: § § § § § § § § § § Periksa perembesan udara: gunakan pintu atau tirai udara Pantau O2 /CO2 /CO dan kendalikan udara berlebih sampai ke tingkat yang optimal Tingkatkan rancangan burner. 1977 Vladimir B Ginzburg. www.org ©UNEP 2006 39 .www. Government of India.

India.www. Tidak diijinkan untuk menggunakan publikasi ini untuk dijual belikan atau untuk keperluan komersial lainnya tanpa ijin khusus dari United Nations Environment Programme. Waste Heat reduction & Recovery for Improving Furnace efficiency. While reasonable efforts have been made to ensure that the contents of this publication are factually correct and properly referenced. dan tidak dapat dikenakan sangsi terhadap setiap kehilangan atau kerusakan baik langsung maupun tidak langsung terhadap penggunaan atau kepercayaan pada isi publikasi ini Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di .doe. provided acknowledgement of the source is made. and does not constitute an official United Nations publication. This is the translated version from the chapter in English. Disclaimer: This energy equipment module was prepared as part of the project "Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in Asia and the Pacific" (GERIAP) by the National Productivity Council.energyefficiencyasia. UNEP akan menghargai pengiriman salinan dari setiap publikasi yang menggunaan publikasi ini sebagai sumber. 1992 UA Department of Energy (US DOE). and shall not be liable for any loss or damage that may be occasioned directly or indirectly through the use of. UNEP would appreciate receiving a copy of any publication that uses this publication as a source. Hak cipta: Hak cipta © United Nations Environment Programme (year 2006) Publikasi ini boleh digandakan secara keseluruhan atau sebagian dalam segala bentuk untuk pendidikan atau keperluan nonprofit tanpa ijin khusus dari pemegang hak cipta. harus mencantumkan sumber yang membuat. UNEP does not accept responsibility for the accuracy or completeness of the contents. Productivity & Emissions Performance.gov/industry/bestpractices/pdfs/35876. No use of this publication may be made for resale or any other commercial purpose whatsoever without prior permission from the United Nations Environment Programme.pdf Copyright: Copyright © United Nations Environment Programme (year 2006) This publication may be reproduced in whole or in part and in any form for educational or non-profit purposes without special permission from the copyright holder. or reliance on. the contents of this publication.ee. including its translation into other languages than English.org ©UNEP 2006 40 .Peralatan Energi Panas: Tungku dan Refraktori United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) and Ministry of International Trade and Industry (MITI). India. Output of seminar on energy conservation in iron and steel industry . 2004 http://eereweb. Sementara upaya-upaya masih dilakukan untuk menjamin bahwa isi dari publikasi ini didasarkan fakta-fakta yang benar. Japan. Disclaimer: Modul peralatan energi ini dibuat sebagai bagian dari proyek “Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri di Asia dan Pasifik/ Greenhouse Gas Emission Reduction from Industry in Asia and the Pacific” (GERIAP) oleh Badan Produktivitas Nasional. UNEP tidak bertanggung-jawab terhadap ketepatan atau kelengkapan dari materi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times