P. 1
destilasi.docx

destilasi.docx

|Views: 48|Likes:
Published by Sonia Wulandari
Definisi Distilasi
Definisi Distilasi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Sonia Wulandari on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

destilasi

destilasi Azeotropic distillation: Etanol dan air membentuk azeotrop pada komposisi 95.6%-massa etanol pada keadaan standar. Dan masih banyak lagi campuran senyawa yang berkelakuan demikian. Nah, bagaimana cara untuk memisahkan komponen-komponennya agar memiliki kemurnian melebihi komposisi azeotropnya? Umpan campuran biner (2-propanol dan ethyl acetate) hendak dimurnikan dengan cara distilasi dan kedua aliran produk pemisahan diharapkan memiliki kemurnian 99,8%-mol. Umpan tersedia pada kondisi tekanan atmosferik dan temperatur ambien. Terdengar familiar di telinga anda? Setidaknya Anda tidak boleh lupa bahwa 2-propanol dan etyhl acetate ialah campuran azeotrop. Bila Anda lupa atau bahkan belum mengerti tentang campuran azeotrop, mungkin penjelasan singkat ini bisa sedikit membantu. Apa itu azeotrop? Azeotrop merupakan campuran 2 atau lebih komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa. Ketika campuran azeotrop dididihkan, fasa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama dengan fasa cairnya. Campuran azeotrop ini sering disebut juga constant boiling mixture karena komposisinya yang senantiasa tetap jika campuran tersebut dididihkan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi berikut : Titik A pada pada kurva merupakan boiling point campuran pada kondisi sebelum mencapai azeotrop. Campuran kemudian dididihkan dan uapnya dipisahkan dari sistem kesetimbangan uap cair (titik B). Uap ini kemudian didinginkan dan terkondensasi (titik C). Kondensat kemudian dididihkan, didinginkan, dan seterusnya hingga mencapai titik azeotrop. Pada titik azeotrop, proses tidak dapat diteruskan karena komposisi campuran akan selalu tetap. Pada gambar di atas, titik azeotrop digambarkan sebagai pertemuan antara kurva saturated vapor dan saturated liquid. (ditandai dengan garis vertikal putus-putus) Bagaimana? Cukup jelas bukan? Secara logis, hasil distilasi biasa tidak akan pernah bisa melebihi komposisi azeotropnya. Lalu, adakah trik engineering tertentu yang dapat dilakukan untuk mengakali keadaan alamiah tersebut? Nah, kita akan membahas contoh kasus pemisahan campuran azeotrop propanol-ethyl acetate. PFD Diagram: Simulasi distilasi biner campuran azeotrop propanol-ethyl acetate dengan menggunakan HYSYS. Dalam pemisahan campuran propanol-athyl acetate, digunakan metode pressure swing distillation. Prinsip yang digunakan pada metode ini yaitu pada tekanan yang berbeda, komposisi azeotrop suatu campuran akan berbeda pula. Berdasarkan prinsip tersebut, distilasi dilakukan bertahap menggunakan 2 kolom distilasi yang beroperasi pada tekanan yang berbeda. Kolom distilasi pertama memiliki tekanan operasi yang lebih tinggi dari kolom distilasi kedua. Produk bawah kolom pertama menghasilkan ethyl acetate murni sedangkan produk atasnya ialah campuran propanol-ethyl acetate yang komposisinya mendekati komposisi azeotropnya. Produk atas kolom pertama tersebut kemudian didistilasi kembali pada kolom yang bertekanan lebih rendah (kolom kedua). Produk bawah kolom kedua menghasilkan propanol murni sedangkan produk atasnya merupakan campuran propanol-ethyl acetate yang komposisinya mendekati komposisi azeotropnya. Berikut ini gambar kurva kesetimbangan uap cair campuran propanol-ethyl acetate pada tekanan tinggi dan rendah. Dari gambar pertama dapat dilihat bahwa feed masuk kolom pada temperatur 108,2 C dengan komposisi propanol 0,33. Pada kolom pertama (P=2,8 atm), komposisi azeotrop yaitu sebesar 0,5

sesuai dengan titik didihnya . Distilat ini memasuki kolom kedua pada temperatur 82. titik azeotrop campuran bergeser dari 0. Untuk tujuan ini. distilat kemudian didistilasi lagi pada kolom kedua (P=1. campuran zat dididihkan sehingga menguap. Proses pada distilasi fraksional hampir sama dengan proses pada distilasi bertingkat 3. Bila Anda perhatikan. Bottom yang diperoleh pada kolom kedua ini berupa propanol murni. Pemisahan ini dilakukan dengan memanaskan cairan tersebut di dalam tabung bertingkat sehingga fraksi – fraksi yang terdapat pada cairan tersebut akan memisah dengan sendirinya. dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Komponen yang lebih mudah menguap (bertitik didih rendah) cenderung mengembun (terperangkap) di kolom lebih atas dan komponen yang sukar menguap (bertitik didih tinggi) cenderung mengendap di kolom lebih bawah.6 C. Tekanan diturunkan sampai terjadi pendidihan. Teknik ini diterapkan untuk pemisahan cairan yang mudah mengurai atau meledak jika dipanaskan Bagan perlengkapan distilasi di laboratorium Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.25 atm). Teknik ini diterapkan. Hasil distilasi disebut distilat dan sisanya disebut residu. Distilasi juga bisa dikatakan sebagai proses pemisahan komponen yang ditujukan untuk memisahkan pelarut dan komponen pelarutnya. Komposisi azeotrop pada kolom kedua yaitu 0. Dalam penyulingan.38%-mol propanol Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. yaitu sebagai berikut : 1. Proses distilasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Distilasi Bertingkat Distilasi bertingkat merupakan teknik atau proses pemisahan campuran berupa cairan yang bertujuan untuk memproses lebih dari 1 jenis komponen. Zat yang . misalnya untuk pemurnian minyak bumi 2. Zat dengan titik didih paling rendah akan menguap lebih dahulu untuk selajutnya diembunkan.5%-mol propanol menjadi 0. Dalam penyulingan.38 sehingga kandungan propanol pada distilat berkisar pada nilai tersebut. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. cairan yang menguap dilewatkan melalui kolom – kolom perangkap uap. Untuk memperoleh propanol murni.sehingga distilat yang diperoleh berkisar pada nilai tersebut sedangkan bottom yang diperoleh berupa ethyl acetate murni. Distilasi Fraksional Distlasi fraksional merupakan teknik pemisahan campuran berupa cairan heterogen yang bertujuan untuk memisahkan fraksi – fraksi (komponen) yang terdapat di dalam cairan tersebut. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. maka disebut sebagai aquadestilata (disingkat aquades). dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. campuran zat dididihkan sehingga menguap. Distilasi Vakum Distilasi vakum merupakan distilasi tanpa pemanasan dan berlangsung pada tekanan rendah. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan. Jika hasil distilasinya berupa air.

pembangkit listrik. Menara Distilasi tipe Continous. Masukan dari MD biasanya berupa cair jenuh (cairan yang dengan berkurang tekanan sedikit saja sudah akan terbentuk uap) dan memiliki dua arus keluaran. dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. dan 2. MD biasanya berukuran 2-5 meter dalam diameter dan tinggi berkisar antara 6-15 meter.[1] Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi. ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. yang terdiri dari packing dan kesetimbangan cair-gasnya terjadi di sepanjang kolom menara Tipe Distilasi . Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. dll. Sejarah Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton. Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi (801-873). Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa kekhalifahan Abbasiah. Udara didistilasi menjadi komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk pengisi balon. MD ini terdiri dari banyak plate yang memungkinkan kesetimbangan terbagi-bagi dalam setiap platenya. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan. Distilasi Skala Industri Umumnya proses distilasi dalam skala industri dilakukan dalam menara. MD terbagi dalam 2 jenis kategori besar: 1. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar. terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik. Menara Distilasi tipe Stagewise.memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton. bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro. oleh karena itu unit proses dari distilasi ini sering disebut sebagai menara distilasi (MD). arus yang diatas adalah arus yang lebih volatil (lebih ringan/mudah menguap) dan arus bawah yang terdiri dari komponen berat. pemanas. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan minuman suling. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Dalam penyulingan. The Hickman Stillhead dapat terwujud. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan. campuran zat dididihkan sehingga menguap.

distilasi ua (steam distillation) dan distilasi vakum. bak penampung efluen. Perawatan peralatan distilasi Kolom distilasi harus dirawat agar kebersihan dan penggunaannya dapat seoptimal mungkin. Bahanbahan yang berpori. kolom tersebut diisolasi. distilasi ekstraktif. Untuk umpan yang berwujud selain cairan jenuh kebutuhan kukus. distilasi kering Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 22-08-2009 Karena karakter campuran yang berbeda maka distilasi dilakukan dengan cara berbeda pula. bak pengatur debit. pada umumnya. Oleh karena itu distilasi meliputi beberapa tipe yaitu: distilasi azeotropik. dilakukan sebagai berikut : 1. pemanas dihitung dengan neraca panas (neraca entalpi). karena. Bak penampung umpan sekaligus berfungsi sebagai bak penampung overflow. distilasi juga dapat dibedakan menjadi distilasi batch (batch distillation) dan distilasi kontinyu (continuous distillation).Ada aliran bahan masuk sekaligus aliran bahan keluar. Biasanya partikelpartikel kecil zat penyerap ditempatkan ke suatu hamparan tetap dan fluida kemudian dialirkan melalui hamparan tetap tersebut sampai zat padat itu mendekati jenuh dan pemisahan yang dikehendaki tidak dapat berlangsung lagi.Kata Kunci: distilasi azeotropik. logam berat nikel diadsorpsi dengan zeolit yang diaktifkan. Adsorpsi atau penjerapan adalah proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair. diproses kemudian diambil hasilnya (distilat dan residu). Misalnya. Sebelum alat dioperasikan terlebih dahulu kolom diisi dengan aquades sampai sedikit di atas lapisan adsorben. yakni bahan dimasukkan dalam peralatan. Limbah elektroplating yang mengandung nikel. Untuk umpan yang berupa zat cair pada titik gelembungnya (q = 1) yaitu cairan jenuh.Rangkaian alat distilasi yang banyak digunakan di industri adalah jenis tray tower dan packed tower. Pemisahan terjadi karena perbedaan bibit molekul atau karena perbedaan polaritas menyebabkan sebagian molekul melekat pada permukaan itu lebih erat daripada molekul-molekul lainnya. sehingga kehilangan kalor sepanjang kolom relatif kecil 2. Disebut distilasi kontinyu jika prosesnya berlangsung terusmenerus. . distilasi kering. Pengaruh panas kolom pada unit kolom distilasi terbatas pada kondensor dan pendidih ulang (reboiler). dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori. kalor yang diberikan pada pendidih ulang sama dengan yang dikeluarkan pada kondensor. Pengoperasian peralatan kolom adsorpsi Kolom adsorpsi dilengkapi dengan peralatan : 1. Berdasarkan prosesnya. distilasi beku (freeze distillation). limbah industri pencucian kain batik diadsorpsi zat warnanya dengan menggunakan arang tempurung kelapa yang sudah diaktifkan. flowmeter 2. bahan yang akan dipisahkan ditarik oleh permukaan zat padat yang menyerap (adsorben). distilasi fraksinasi. pompa air.Disebut distilasi batch jika dilakukan satu kali proses. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari udara yang terjebak di dalam kolom yang dapat mengganggu laju aliran. Kebanyakan zat pengadsorpsi adalah adsorben. distilasi ekstraktif.

Alat dioperasikan dengan mengalirkan sampel air baku secara grafitasi (downflow) secara terus menerus dari bak penampung umpan dengan menggunakan pompa menuju ke bak pengatur laju limpasan. . dengan menggunakan pompa atau blower. kran b berfungsi sebagai pintu masuk aliran umpan menuju ke kolom adsorpsi. 5. misalnya penyaring tidak berfungsi secara optimum. Setelah dari bak pengatur laju limpasan aliran umpan dilewatkan flowmeter untuk mendapatkan hasil pembacaan laju limpasan secar visual. Dan vakum pada bagian bawah Tekanan di atas atmosfer dapat dilaksanakan dengan gaya gravitasi pada cairan dalam suatu kolom. 4.Sering kali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi.kristalisasi. Pemeriksaan Filtrasi skala pilot plan/industri sebelum pengoperasian Sebelum peralatan filtrasi digunakan harus diperiksa dahulu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu beroperasi. Penyaringan menggunakan kertas saring.Flowmeter ini dilengkapi dengan 3 buah kran pengatur. dimana zat padat itu tertahan. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas.atau dengan gaya sentrifugal. dan variasi ukuran media Filtrasi Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan. Sesuai dengan Gambar kran a digunakan untuk mengatur besar kecilnya laju limpasan. Suatu saat justru limbah padat nyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang. variasi konsentrasi influen. atau septum. filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks.Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda. Kran b akan ditutup pada saat kalibrasi flowmeter dengan kondisi kran c terbuka. misal dengan pemanasan. Fluida mengalir melalui media penyaring karena adanya perbedaan tekanan yang melalui media tersebut. Filtrasi skala laboratorium Filtrasi digunakan untuk memisahkan campuran heterogen zat padat yang tidak larut dalam cairan. Setelah laju limpasan aliran stabil. Bak pengatur laju limpasan digunakan untuk mendapatkan tekanan dan laju limpasan yang konstan.hasil saringan disebut filtrat. Tekanan operasi pada bagian atas media penyaring 3. atau keduanya. padatan.Pemeriksaan penyaring dilakukan agar dapat beroperasi pada: 1. Tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring 2. Pada industri. Kemudian umpan akan mengalir menuju ke kolom adsorpsi. Dalam suatu penyaring gravitasi media penyaring bisa jadi tidak lebih baik daripada saringan (screen) kasar atau dengan unggun partikel kasar seperti pasir.atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae. kran c ditutup ddan kran b dibuka. aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan. Diulangi untuk kondisi operasi yang berbeda dengan variasi laju limpasan.3. banyak jenis penyaring telah dikembangkan. Setelah operasional alat dengan waktu dan laju limpasan tertentu dilakukan pengambilan sampel air baku pada masing-masing outlet yang selanjutnya dilaksanakan analisis 6.

Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas. Pada permulaan filtrasi pada penyaring kue beberapa partikel padat memasuki medium pori dan ditahan. 5.Penyaring tersebut beroperasi secara kontinyu atau diskontinyu. dan pengolahan limbah cair. vertikal atau horizontal. tetapi dengan segera mulai berkumpul di permukaan septum. 3. Plat dari suatu mesin pres bersaringan dapat berbentuk persegi atau lingkaran. Seringkali penyaring ini dilengkapi peralatan untuk membersihkan cairan dari padatan sebelum dibuang. 2. Padatan akan terendapkan di atas kain yang menutupi permukaan plat. Lumpur mengalir sepanjang jalur pada satu sudut rangkaian tersebut. kompertemen tersebut dibentuk di dalam cetakan plat berbingkai (plate-and-frame press). Mesin Pres Bersaringan (Filter Press) Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya padatan dikumpulkan.dan ditekan dengan keras bersama dengan memutar skrup hidraulik.penjernihan air minum. Setelah periode awal ini padatan mulai terfiltrasi. padatan tersebut mulai menebal di permukaan dan harus dibersihkan secara periodik. Pengoperasian Peralatan Filtrasi Penyaring ampas memisahkan padatan dengan jumlah relatif besar sebagai suatu kue kristal atau lumpur.Proses pengoperasiannya sebagai berikut : 1. Kebanyakan penyaring industri adalah penyaring tekan.Kecuali dilengkapi kantong penyaring untuk pembersih gas. 2. Jalur tambahan mengalirkan lumpur dan jalur utama ke dalam setiap bingkai. tergantung apakah buangan dari padatan tersaring tunak (steady) atau sebentar sebentar. Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu : cairan melalui kanvas dan keluar ke pipa pembuangan. Kebanyakan kompartemen padatan dibentuk dengan penyelia plat polipropelina cetakan.aliran fluida melalui peralatan secara kontinu. Pengoperasiannya sebagai berikut : 1. Penyaring dapat dioperasikan dengan tekanan di atas atmosfer pada aliran atas medium penyaring atau tekanan vakum pada aliran bawah. penyaring vakum. tetapi harus dihentikan secara periodik untuk membuang padatan terakumulasi. yang didalamnya terdapat plat persegi panjang yang pada satu sisi dapat diubah-ubah. 4. Dalam desain lain. . dengan kain melingkupi permukaan setiap plat. atau pemisah sentrifugal. Dalam saringan kontinyu buangan padat atau fluida tidak dihentikan selama peralatan beroperasi. Sebagian besar siklus operasi dari penyaring diskontinyu. 3. Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai.Penyaring gravitasi dibatasi penggunaannya dalam industri untuk suatu aliran cairan kristal kasar. penyaring umumnya hanya digunakan untuk pemisahan padat-cair. Plat dan bingkai dipasang pada posisi vertikal dalam rak logam. meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya.

7.Konsekwensinya cara ini lebih baik digunakan untuk pengolahan lanjutan (post treatment) dan bukannya untuk primary treatment. “Sub Surface Flow Wetland (SSF)”.Proses treatment yang terjadi pada Filtrasi Horizontal amat komplex. Filtrasi dengan aliran Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 22-06-2009 Filtrasi dengan aliran vertikal dilakukan dengan membagi limbah ke beberapa filter bed (2 atau 3 unit) secara bergantian. Terdapat beberapa teori dan pendapat yang berusaha menjelaskan proses yang terjadi.Beberapa syarat yang perlu diperhatikan untuk applikasi Filtrasi Horizontal adalah: • Sedimen didalam limbah cair harus cukup rendah.terjadinya intake udara. • COD dari limbah tidak lebih dari kira kira 400 mg/I. Filtrasi horizontal secara permanen terendam oleh air limbah dan proses yang terjadi adalah sebagian aerobik dan sebagian anaerobik. Bila penyumbatan (clogging) ini terjadi maka konstruksi tersebut tidak akan berfungsi dengan semestinya dan perlu dilakukan pembongkaran serta penggantian media dan hal tersebut merupakan pekerjaan yang menyulitkan. pengoperasian sistem ini rumit hingga tidak praktis.d.Kasus seperti ini banyak dijumpai pada limbah industri makanan misalnya industri dairy. Prinsip kerja tersebut dapat dilihat pada sketsa dibawah: Mengingat faktor pengelolaan maka untuk finalisasi pengolahan limbah industri filtrasi dengan aliran horizontal lebih sesuai.6. ada kemungkinan bahwa padatan didalam-nya adalah lemak (fat) dalam bentuk kolloida. Filtrasi dengan aliran vertikal dan horizontal mempunyai prinsip kerja yang berbeda. hingga dalam manual ini hanya sistem tersebut yang dibahas dengan lebih rinci. 10 atm. Formasi lemak tersebut dapat menghambat pengaliran didalam filtrasi horizontal (mengt. khususnya bila di desain dan dibangun dengan baik. pemotongan hewan. beban organis dan padatan pada air limbah lebih besar dibanding filtrasi untuk pengolahan air minum. • Sedangkan Suspended Solid yang tidak terendapkan harus kurang dari 100 ml/I Hal lain yang perlu juga diperhatikan adalah bila COD dari settleable solid kurang dari 40% dari Total SS. Karena perlu dilakukan pembagian secara bergantian tersebut. dlsb. atau. Cara ini sederhana dan praktis tidak membutuhkan perawatan. Filtrasi dengan aliran horizontal dilakukan dengan mengalirkan limbah melewati media filter secara horizontal. menuruni jalur pada permukaan plat (corrugation). Pembagian limbah secara bergantian tersebut dilakukan dengan pengaturan klep (dosing)dan untuk itu perlu dilakukan oleh operator. Dalam hal ini masukan limbah kedalam Imhoff cone dan setelah kira kira 1 jam sedimen nya harus kurang dari 1 ml/I. Setelah merangkai mesin pres. lumpur dimasukkan dengan pompa atau tangki bertekanan pada tekanan 3 s. Misalnya bagaimana proses physical filtration. Sungguhpun pada tingkat finalisasi (post treatment). “Root Zone Treatment Plant’. raagi hydraulic conductivity)dan konsekwensinya mengurangi umur dan kinerja konstruksi. proses yang terjadi cenderung anaerobik. Konstruksi demikian sering juga disebut sebagai : “Constructed Wetland”.Penyumbatan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan didalam filtrasi horizontal. Cairan menembus kain. Karena itu pemilihan media merupakan salah satu issue yang amat penting didalam men desain filtrasi horizontal.Sedangkan pada filtrasi vertikal. dan keluar dari mesin press. Karena itu media yang lazim digunakan untuk filtrasi horizontal adalah gravel (kerikil). pengaruh tanaman pada proses .

Secara fundamental semua proses-proses distilasi dalam kilang minyak bumi adalah sama. misalnya residu dari menara distilasi dialirkan ke menara distilasi hampa atau ke menara distilasi bertekanan. Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar. antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan. berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. Tidak membentuk cairan azeotrop. b. Keseimbangan Uap –Cair . c. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair.Kondensor dan Cooler .biologis. larutan n-Heptan dan n-Heksan dan larutan lain yang sejenis didihkan.masih terdapat pertanyaan besar untuk menjelaskan interaksi antar tiap proses yang terjadi didalam keseluruhan konstruksi ini.Andaikata proses yang terjadi pada tiap bagian dapat dijelaskan.dlsb. dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Dalam keadaan standar berupa cairan. Pengertian Distilasi Distilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating agent”. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap. misalnya larutan benzena-toluena. sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu. Proses distilasi dalam kilang minyak bumi merupakan proses pengolahan secara fisika yang primer yang mengawali semua proses-proses yang diperlukan untuk memproduksi BBM dan Non-BBM. saling melarutkan menjadi campuran homogen.Kolom Stripping Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran. Tetapi semua pendapat dan teori tersebut masih merupakan rekaan dan masih terdapat banyak kontroversi. maka akhirnya akan diperoleh komponenkomponen dalam keadaan yang relatif murni. fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan dipanaskan. Semua proses distilasi memerlukan beberapa peralatan yang penting seperti : . dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran : a. maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair.Menara Fraksionasi . maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan. Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap. Proses distilasi ini dapat menggunakan satu kolom atau lebih menara distilasi. Pada proses pemisahan secara distilasi. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang. Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair.

• Diagram Keseimbangan uap-cair Diagram keseimbangan uap-cair adalah diagram yang menyatakan hubungan keseimbangan antara komposisi uap dengan komposisi cairan. • Diagram Entapi-komposisi Diagram entalpi-komposisi adalah diagram yang menyatakan hubungan antara entalpi dengan komposisi sesuatu sistim pada tekanan tertentu. Kedua kurva ini membagi daerah didalam diagram menjadi 3 bagian. 2. yaitu : • Diagram Titik didih Diagram titik didih adalah diagram yang menyatakan hubungn antara temperatur atau titik didih dengan komposisi uap dan cairan yang berkeseimbangan. Dengan adanya kedua kurva tersebut. Tiga macam diagram keseimbangan yang akan dibicarakan. Didalam diagram tersebut terdapat dua buah kurva yaitu kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. Distilasi atmosferis (0. Daerah cair dan uap yang terletak diantara kurva cair jenuh dengan kurva uap jenuh Dibawah kurva cair jenuh terdapat isoterm-isoterm yang menunjukkan entalpi cairan pada berbagai macam komposisi pada berbagai temperatur. 3.2 Macam-macam Distilasi Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua. yaitu : 1. yaitu kurva cair jenuh dan uap jenuh. yaitu : 1. Daerah uap yang terletak diatas kurva uap jenuh. Data keseimbangan uap-cair dapat berupa tabel atau diagram. 2. Daerah satu fase yaitu daerah yang terletak datas kurva uap jenuh. Distilasi kontinyu 2. Setiap titik pada kurva cair jenuh dihubungkan dengan gari hubung “tie line” dengan titik tertentu pada kurva uap jenuh. Di dalam diagram titik didih tersebut terdapat dua buah kurva. yaitu 1. dimana titik-titik tersebut dalam keadaan keseimbangan. Diagram keseimbangan uap-cair dengan mudah dapat digambar. Daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh. Daerah dua fase yaitu daerah uap jenuh dan cair jenuh yang terletak di antara kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. yaitu : 1. jika tersedia titik didihnya. 2. daerah didalam diagram terbagi menjadi 3 daerah. 3.5 atm mutlak) . Daerah satu fase yaitu daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh.4-5. Distilasi batch Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menajdi tiga.Untuk dapat menyelesaikan soal-soal distilasi harus tersedia data-data keseimbangan uap-cair sistim yang dikenakan distilasi.

polimerisasi. Temperatur bagian bawah yang rendah menghasilkan beberapa reaksi yang tidak diinginkan seperti dekomposisi produk. Proses pemisahan dapat dilakukan terhadap komponen dengan tekanan uap yang sangat rendah atau komponen dengan ikatan yang dapat terputus pada titik didihnya. yaitu : 1. b. Distilasi sitem multi komponen Berdasarkan sistem operasinya terbagi dua. Perhitungan awal. neraca energi dan kesetimbangan secara simultan. Perhitungan distilasi multikomponen dilakukan dengan 2 tahap : 1. Distilasi pada temperatur rendah dilakukan ketika mengolah produk yang sensitif terhadap variabel temperatur. Single-stage Distillation 2. Jika jumlah stage teoritis konstan. dilakukan dengan metode pintas (Shortcut Calculation) Perhitungan awal digunakan untuk analisis kualitatif dari suatu kolom distilasi atau perhitungan awal rancangan dengan tujuan : . Bila distilasi melibatkan C komponen dengan N buah tahap kesetimbangan maka jumlah persamaan yang terlibat dalam perhitungan adalah N × C persamaan neraca massa. Jika kedua variabel di atas konstan maka kemurnian produk yang dihasilkan akan meningkat. d. Dasar perhitungannya adalah penyelesaian persamaanpersamaan neraca massa. c. Distilasi Multikomponen Perhitungan distilasi multikomponen lebih rumit dibandingkan dengan perhitungan distilasi biner karena tidak adapat digunakan secara grafis. N × C relasi kesetimbangan dan N persamaan neraca energi. Distilasi sistem biner 2. rasio refluks yang diperlukan untuk proses separasi yang sama dapat dikurangi.4 atm (300 mmHg absolut). Distilasi tekanan (≥ 80 psia pada bagian atas kolom) Berdasarkan komponen penyusunnya : 1. Sifat penguapan relatif yang meningkat memudahkan terjadinya proses separasi sehingga jumlah stage teoritis yang dibutuhkan berkurang. Distilasi vakum (≤ 300 mmHg pada bagian atas kolom) 3.2. dan penghilangan warna. Sifat penguapan relatif antar komponen biasanya meningkat seiring dengan menurunnya boiling temperature. Multi stage Distillation Distilasi Vakum Distilasi vakum adalah distilasi yang tekanan operasinya 0. Distilasi yang dilakukan dalam tekanan operasi ini biasanya karena beberapa alasan yaitu : a. Reboiler dengan temperatur yang rendah yang menggunakan sumber energi dengan harga yang lebih murah seperti steam dengan tekanan rendah atau air panas.

Cairan mengalir turun ke plate di bawahnya melalui down comer dan weir.3 Tray Tower Tray tower merupakan bejana vertikal dimana cairan dan gas dikontakkan melalui plate-plate yang disebut sebagai tray. Jumlah tahapan atau tray dalam suatu kolom tergantung pada tingginya kesulitan pemisahan zat yang akan dilakukan dan juga ditentukan berdasarkan perhitungan neraca massa dan kesetimbangan. Pada keadaan setimbang. tiap plate di desain mempunyai kecepatan uap minimum yang mencegah terjadinya peristiwa “dumps” atau . Efisiensi tray dan jumlah tray yang sebenarnya ditentukan oleh desain yang digunakan dan kondisi operasi. 2. uap yang dihasilkan bercampur dengan cairan yang tersisa. namun sieve tray mempunyai satu kekurangan yang cukup serius pada kecepatan uap yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi operasi normal. Meskipun sive tray mempunyai kapasitas yang lebih besar pada kondisi operasi yang sama dibandingkan dengan bubble cap. Fungsi dari penggunaan tray adalah untuk memperbesar kontak antara cairan dan gas sehingga komponen dapat dipisahkan sesuai dengan rapat jenisnya. Distilasi jenis ini dapat dilakukan dalam kondisi batch maupun kontinyu. Perhitungan tahap demi tahap dilakukan dengan metode eksak yang merupakan penyelesaian banyak persamaan aljabar : * Metode sederhana dengan kalkulator * Metode MESH dengan program komputer * Single-stage Distillation Single-stage Distillation biasa juga disebut dengan flash vaporization atau equilibrium distillation. aliran uap berfungsi mencegah cairan mengalir bebas ke bawah melalui lubang-lubang. Untuk mendapatkan produk yang baik diperlukan alat kontak antara uap dengan cairan. grid tray. Beberapa jenis alat kontak antara uap dengan cairan adalah bubble cap tray. dimana campuran cairan diuapkan secara parsial.* Memperkirakan komposisi produk atas dan bawah * Tekanan sistem * Jumlah tahap kesetimbangan * Lokasi umpan masuk 2. Pada Sieve tray uap naik ke atas melalui lubang-lubang pada plate dan terdispersi dalam cairan sepanjang plate. Sieve Tray Sieve tray merupakan jenis tray yang paling sederhana dibandingkan jenis tray yang lain dan lebih murah daripada jenis bubble cap. Pada sieve tray. sieve tray dan valve tray. dalam bentuk gas atau cairan. sedangkan diameter kolom bergantung pada jumlah gas dan cairan yang melewati kolom per unit waktu. namun pada akhirnya uap tersebut akan dipisahkan dari kolom seperti juga fase cair yang tersisa.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah manway yang dapat mengurangi biaya konstruksi. dengan jarak antar satu balok dengan yang lainnya sekitar 0.Efisiensi sieve tray sama besarnya dengan bubble cap pada kondisi desain yang sama. Lebar balok penyangga dan cincin sekitar 50 mm. sehingga area aktif dari pada tray akan maksimum. biasanya di bentuk dari lembaran yang dilipat atau dibentuk. Kecepatan uap minimum ini yang harus amat sangat diperhatikan dalam mendesain sieve tray dan menjadi kesulitan tersendiri dalam kondisi operasi sesungguhnya. Biasanya sekitar 6 inci lebih pendek dari bubble cap tray.“shower” yaitu suatu peristiwa dimana cairan mengalir bebas mengalir ke bawah melalui lubanglubang pada plate. Downcomers Downcomer terdapat pada semua equilibrium-stage trays. Tray spacing Tray spacing merupakan jarak antara satu tray dengan tray yang lainnya. bertujuan sebagai media cairan untuk mengalir dari tray atas ke tray di bawahnya. Apron biasanya vertikal. level cairan meningkat pada downcomer sampai akhirnya mencapai tray di atasnya dan selanjutnya akan mencapai keadaan dimana cairan memenuhi kolom Weep Point. Weep point bisa diartikan sebagai kecepatan minimum uap yang dapat memberikan kestabilan kondisi operasi. kapasitasnya berkurang. Sieve tray beroperasi pada spacing sekitar 9 inci sampai 3 inci. Downcomer kemudian mengandung campuran yang mempunyai densitas yang lebih rendah dari cairan murni. Sectional construction Seksi plate dipasang pada cincin yang dilas di sekeliling dinding kolom bagian dalam dan pada balokbalok penyangga. Channel downcomer dibentuk dari plat rata yang kemudian disebut apron yang dipasang dengan posisi ke bawah dari outlet weir.6 m.Merupakan jenis yang paling sederhana dan murah dalam konstruksi dan paling memuaskan untuk berbagai macam tujuan. Balok penyangga dipasang horizontal sebagai penyangga plate. Hole Size. Downcomer di desain untuk menyediakan kapasitas penanganan cairan yang cukup untuk kolom distilasi dan pada waktu yang sama untuk memenuhi luas minimum dari area cross-sectional. Flooding Flooding terjadi jika busa pada plate berakumulasi melebihi penyangga downcomer. namun menurun jika kapasitasnya berkurang di bawah 60% dari desain. Jenis-jenis downcomer dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Satu bagian dari plate di desain bisa di pindahkan yang berfungsi sebagai manway. namun bisa juga agak miring untuk meningkatkan area plate untuk perforation. arrangement and Spacing . Yang biasa digunakan adalah sekitar 12-16 inci.

Diameter lubang dan pengaturannya bervariasi tergantung kebutuhan dan keinginan dari yang mendesain. Active Hole Area Ialah luasan total pada plate termasuk di dalamnya ialah perforated area dan calming zone. Heavy Key Component adalah komponen fraksi berat pada produk atas dalam jumlah kecil yang tidak dapat diabaikan. Diameter ½ inci bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk yang melibatkan fouling dan cairan yang mengandung solid tanpa kehilangan efisiensi. Untuk itu dibutuhkan pengukuran terhadap kesetimbangan seluruh uap dan cairan yang berasal dari tray. how Batas minimum tinggi weir adalah 0. dengan 1-3 inci yang paling direkomendasikan.5 do sampai 5 do. Untuk menentukan jumlah tahap yang dibutuhkan pada distilasi multi komponene diperlukan dua kunci. Jumlah tahap yang diperlukan untuk pemisahan juga tergantung pada rasio refluks (perbandingan refluks) yang digunakan. Jarak lubang yang direkomendasikan adalah 2. Perforated Area Perforated area atau hole area ialah area pada plate dimana masih terdapat lubang-lubang tempat kontaknya cairan dan uap. dan yang paling direkomendasikan 3. Height of Liquid Over Outlet Weir. R= Dengan menaikkan reflux akan menurunkan jumlah tahap yang dibutuhkan dan menurunkan capital cost tetapi hal ini akan menaikkan kebutuhan steam serta operating cost.5 kali refluks minimum. Calming Zone Ialah area pada plate yang tidak terdapat lubang-lubang. Light Key Component adalah komponen fraksi ringan pada produk bawah dalam jumlah kecil tapi tidak dapat diabaikan.Jika jarak antar lubang dua kali diameter maka cenderung akan mengalami “unstable operation”. Untuk mendapatkan beberapa sistem nilai rasio optimum antara 1. yaitu Light Key Component (LK) dan Heavy Key Component (HK) komponen. Yang biasa dipakai untuk kegiatan komersil yaitu diameter ¾ dan 1 inci. Diameter lubang direkomendasikan untuk self cleaning yaitu 3/16 inci. Efisiensi Tray Efisiensi tray adalah pendekatan fraksional terhadap kondisi kesetimbangan yang dihasilkan oleh tray aktual. lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.5 inci. Diameter 1/8 inci sering digunakan untuk kondisi vakum Pengaturan posisi lubang atau arrangement bisa berupa triangular pitch (segitiga) atau square pitch (segiempat). Sehingga diperlukan nilai rasio optimum yang memberikan biaya operasi yang rendah. LK dan HK diperlukan untuk mengetahui distribusi komponen lain. digunakan pendekatan titik efisiensi akibat perpindahan massa tray Untuk menghitung efisiensi dari pemisahan umpan menjadi produk atas dan produk bawah digunakan tahapan-tahapan sebagai berikut: . namun karena kondisi dari beberapa lokasi pada tray berbeda antara tray sartu dengan yang lain. Untuk lebih jelasnya biasa dilihat pada gambar di bawah ini.8 do.2 sampai 1.

Menentukan jumlah plate teoritis dengan metode: a. sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah naik ke bagian yang lebih atas lagi. Grafik Gilliland Destilasi adalah pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya. 2. Menentukan jumlah plate minimum dengan metode Fenske. Mula-mula minyak mentah dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur) sampai dengan suhu ± 370°C. Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C 5. Residu minyak bumi meliputi parafin.1. Menetukan jumlah refluk minimum dengan metode Underwood. Fraksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. suhu yang terdapat dalam kolom fraksionasi tersebut makin rendah. sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Komponen yang berupa gas ini disebut gas petroleum. Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C 2. Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C 4. Untuk menjaga suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi). Dalam hal ini adalah destilasi fraksinasi. Fraksi minyak bumi yang dihasilkan berdasarkan rentang titik didihnya antara lain sebagai berikut : 1. Menara destilasi minyak mentah yang menguap pada proses destilasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda-beda. dan aspal. Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C 3. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. sehingga setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi akan terpisah. Demikian selanjutnya sehingga komponen yang mencapai puncak adalah komponen yang pada suhu kamar berupa gas. 3. lilin. Makin ke atas. Minyak mentah yang sudah dipanaskan tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Residu-residu ini memiliki rantai karbon sejumlah lebih dari 20. Minyak Berat . kemudian dicairkan dan disebut LPG (Liquified Petroleum Gas).

kolom fraksinasi mengandung beberapa plate yang setiap plate equivalen dengan satu kali distilasi biasa. dan juga pemurnian komponen cair. Semakin banyak plate makin baik suatu pemisahan komponen. Dasar proses destilasi adalah kesetimbangan senyawa volatil antara fasa cair dan fasa uap. Proses distilasi didahului dengan penguapan senyawa cair dengan pemanasan. Residu Rentang rantai karbon : di atas C40 Trayek didih : di atas 300°C Fraksi-fraksi minyak bumi dari proses destilasi bertingkat belum memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Metode baru ini dikenal sebagai destilasi fraksional. Pada larutan yang mengandung dua komponen volatil yang dapat bercampur sempurna. Hukum Raoult menyatakan bahwa tekanan uap masingmasing komponen berbanding langsung dengan fraksi molnya. reforming. pemekatan larutan. labu erlenmeyer penampung segera diganti dengan yang baru untuk destilat senyawa A dengan titik didih yang lebih. polimerisasi. dan blending. Destilasi sering digunakan dalam proses isolasi komponen. maka tekanan uap zat cair tersebut akan turun. Destilasi Destilasi merupakan proses pemisahan yang berdasarkan perbedaan titik didih dari komponenkomponen yang akan dipisahkan. treating. Pemisahan menggunakan destilasi sederhana seringkali tidak memuaskan karena metode tersebut dikembangkan dengan menambahkan suatu kolom fraksinasi diantara labu didih dan klaisen (still head) dalam perangkat alat distilasi. Pengaruh dari penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisahan dari destilasi biasa menjadi hanya satu pekerjaan. Destilasi fraksional sangat dibutuhkan untuk memisahkan suatu campuran yang mengandung multi komponen misalnya minyak bumi yang terdiri dari senyawa hidrokarbon jenuh dan tak jenuh baik rantai pendek maupun rantai panjang. sehingga perlu pengolahan lebih lanjut yang meliputi proses cracking. dilanjutkan dengan pengembunan uap yang terbentuk dan ditampung dalam wadah yang terpisah untuk mendapatkan distilat. Bila zat non volatil dilarutkan kedalam suatu zat cair. . Destilasi terhadap 2 campuran senyawa organik dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: setelah pengotor dengan titik didih lebih rendah ditampung. Fraksi-fraksi pemisahan dari hasil distilasi fraksional dengan sampel minyak bumi mencerminkan jenis dari senyawa hidrokarbon penyusunnya.Rentang ranai karbon : C31 sampai C40 Trayek didih : 135 sampai 300°C 6. maka tekanan uap masing-masing komponen akan turun.

Secara fundamental semua proses-proses distilasi dalam kilang minyak bumi adalah sama. maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu. maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair.Menara Fraksionasi . misalnya residu dari menara distilasi dialirkan ke menara distilasi hampa atau ke menara distilasi bertekanan. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair.Kondensor dan Cooler . maka akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang. larutan n-Heptan dan n-Heksan dan larutan lain yang sejenis didihkan. Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair. Semua proses distilasi memerlukan beberapa peralatan yang penting seperti : . misalnya larutan benzena-toluena. Keseimbangan Uap -Cair . Proses distilasi ini dapat menggunakan satu kolom atau lebih menara distilasi. fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan dipanaskan. c. Proses distilasi dalam kilang minyak bumi merupakan proses pengolahan secara fisika yang primer yang mengawali semua proses-proses yang diperlukan untuk memproduksi BBM dan Non-BBM. Dalam keadaan standar berupa cairan. Tidak membentuk cairan azeotrop. b. antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan. berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. Pada proses pemisahan secara distilasi. dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap.menara distilasi ( distillation tower ) Distilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating agent”. saling melarutkan menjadi campuran homogen.Kolom Stripping Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran. Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar. dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran : a. sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu.

Data keseimbangan uap-cair dapat berupa tabel atau diagram. Tiga macam diagram keseimbangan yang akan dibicarakan. Daerah uap yang terletak diatas kurva uap jenuh. yaitu : 1. yaitu : · Diagram Titik didih Diagram titik didih adalah diagram yang menyatakan hubungn antara temperatur atau titik didih dengan komposisi uap dan cairan yang berkeseimbangan. Kedua kurva ini membagi daerah didalam diagram menjadi 3 bagian. 2. 2. 2. 3. Daerah cair dan uap yang terletak diantara kurva cair jenuh dengan kurva uap jenuh Dibawah kurva cair jenuh terdapat isoterm-isoterm yang menunjukkan entalpi cairan pada berbagai macam komposisi pada berbagai temperatur. Daerah satu fase yaitu daerah yang terletak datas kurva uap jenuh. Diagram keseimbangan uap-cair dengan mudah dapat digambar. Didalam diagram tersebut terdapat dua buah kurva yaitu kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. yaitu kurva cair jenuh dan uap jenuh. · Diagram Entapi-komposisi Diagram entalpi-komposisi adalah diagram yang menyatakan hubungan antara entalpi dengan komposisi sesuatu sistim pada tekanan tertentu. jika tersedia titik didihnya. Daerah dua fase yaitu daerah uap jenuh dan cair jenuh yang terletak di antara kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. Setiap titik pada kurva cair jenuh dihubungkan dengan gari hubung “tie line” dengan titik tertentu pada kurva uap jenuh.Untuk dapat menyelesaikan soal-soal distilasi harus tersedia data-data keseimbangan uap-cair sistim yang dikenakan distilasi. · Diagram Keseimbangan uap-cair Diagram keseimbangan uap-cair adalah diagram yang menyatakan hubungan keseimbangan antara komposisi uap dengan komposisi cairan. Di dalam diagram titik didih tersebut terdapat dua buah kurva. daerah didalam diagram terbagi menjadi 3 daerah. Dengan adanya kedua kurva tersebut. 3.2 Macam-macam Distilasi Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua. yaitu 1. Daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh. yaitu : . dimana titik-titik tersebut dalam keadaan keseimbangan. Daerah satu fase yaitu daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh.

5 atm mutlak) 2. d. c. Temperatur bagian bawah yang rendah menghasilkan beberapa reaksi yang tidak diinginkan seperti dekomposisi produk. Distilasi kontinyu 2. Multi stage Distillation Distilasi Vakum Distilasi vakum adalah distilasi yang tekanan operasinya 0.4-5. Distilasi sitem multi komponen Berdasarkan sistem operasinya terbagi dua. dan penghilangan warna. Distilasi vakum (≤ 300 mmHg pada bagian atas kolom) 3. rasio refluks yang diperlukan untuk proses separasi yang sama dapat dikurangi.4 atm (300 mmHg absolut). Distilasi tekanan (≥ 80 psia pada bagian atas kolom) Berdasarkan komponen penyusunnya : 1. Distilasi batch Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menajdi tiga. polimerisasi. Reboiler dengan temperatur yang rendah yang menggunakan sumber energi dengan harga yang lebih murah seperti steam dengan tekanan rendah atau air panas. Distilasi pada temperatur rendah dilakukan ketika mengolah produk yang sensitif terhadap variabel temperatur. Proses pemisahan dapat dilakukan terhadap komponen dengan tekanan uap yang sangat rendah atau komponen dengan ikatan yang dapat terputus pada titik didihnya. Sifat penguapan relatif yang meningkat memudahkan terjadinya proses separasi sehingga jumlah stage teoritis yang dibutuhkan berkurang. yaitu : 1. b.1. Jika kedua variabel di atas konstan maka kemurnian produk yang dihasilkan akan meningkat. yaitu : 1. Single-stage Distillation 2. Sifat penguapan relatif antar komponen biasanya meningkat seiring dengan menurunnya boiling temperature. Distilasi yang dilakukan dalam tekanan operasi ini biasanya karena beberapa alasan yaitu : a. Distilasi Multikomponen Perhitungan distilasi multikomponen lebih rumit dibandingkan dengan perhitungan distilasi biner . Distilasi sistem biner 2. Distilasi atmosferis (0. Jika jumlah stage teoritis konstan.

Perhitungan awal. Perhitungan distilasi multikomponen dilakukan dengan 2 tahap : 1. Perhitungan tahap demi tahap dilakukan dengan metode eksak yang merupakan penyelesaian banyak persamaan aljabar : * Metode sederhana dengan kalkulator * Metode MESH dengan program komputer . dilakukan dengan metode pintas (Shortcut Calculation) Perhitungan awal digunakan untuk analisis kualitatif dari suatu kolom distilasi atau perhitungan awal rancangan dengan tujuan : 1. Bila distilasi melibatkan C komponen dengan N buah tahap kesetimbangan maka jumlah persamaan yang terlibat dalam perhitungan adalah N × C persamaan neraca massa.karena tidak adapat digunakan secara grafis. neraca energi dan kesetimbangan secara simultan. Dasar perhitungannya adalah penyelesaian persamaanpersamaan neraca massa. N × C relasi kesetimbangan dan N persamaan neraca energi. * Memperkirakan komposisi produk atas dan bawah * Tekanan sistem * Jumlah tahap kesetimbangan * Lokasi umpan masuk 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->