P. 1
Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

|Views: 154|Likes:
Published by Eka Surya Lesmana

More info:

Published by: Eka Surya Lesmana on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2015

pdf

text

original

Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

A. Definisi Identitas Nasional Menurut Kaelan (2007:07) Istilah “identitas nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendidri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistim hukum/perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi. Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdidri atas kebiasaan,sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain. Menurut Kibawa (2010:01) identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama.Jadi, Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. dentitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideolgi dan agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

B. Sejarah Pembentukan Identitas Nasional Indonesia

ekonomis. Adapun faktor-faktor yang mendukung kelahran identitas bangsa Indonesia meliputi (1) factor objektif yang meliputi factor geografis. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara. . social. Faktor yang ketiga yaitu mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. territorial. factor pendorong. Dalam hal ini tentu saja dibutuhkan persatuan dan kesatuan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia ini.Menurut Kaelan (2007:18) Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat. Kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia dituangkan dalam pancasila harus dilacak dari sejarah pada masa lampau seperti pada jaman kerajaan seperti majapahit. Kondisi geografis ekologis Indonesia sebagai wilayah kepulauan terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia yang menjadi jalur komunikasi di Asi tenggara turut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis. Dalam hal ini kemajuan iptek dan pembangunan negara juga menjadi salah satu identitas nasional yang bersifat dinamis atau dapat terus berubah tetapi tetap berpegang teguh pada kepribadian bangsa. Faktor yang keempat meliputi penindasan. Faktor sejarah tersebutlah yang menjadi donator yang cukup besar dalam perkembangan identitas nasional dan hal tersebut tidak terlepas dari budaya yang merupakan hasil dari sejarah tersebut. Selain itu factor historis yang ada di Indonesia mengakibatkan berbagai macam interaksi yang terjadi di dalamnya turut menyumbang proses pembentukan identitas nasional yang ada di Indonesia. bangsa Indonesia mengalami sejarah yang panjang sampai terbentuknya bangsa yang seperti sekarang ini. social dan kultural bangsa Indonesia. factor penarik dan factor reaktif. dominasi dan pencarian identitas alternative melalui memori kolektif rakyat. Semangat perjuangan itulah yang kemudian menjadi identitas yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.Robert De Ventos mengungkapakan terdapat empat factor penting sebagai akibatdari interaksi historis yaitu factor primer. Hal ini tergantung sesuai dengan prestasi bangsa tersebut serta kemampuannya dalam mencapai prestasi tersebut. Oleh karena itu akar-akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam perspektif sejarah sekaligus juga merupakan unsur-unsur identitas nasional. politik dan kebudayaanyang dimiliki bangsa Indonesia. bahasa. Faktor yang pertama mencakup etnisitas.ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri. yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia. agama dan sejenisnya. Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami masyarakat Indonesia merupakan salah satu factor strategis dalam membentuk memori kolektif rakyat. yang sangat ditentukan oleh factor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut. Faktor yang kedua meliputi pembangunan telekomunikasi dan teknologi. (2) factor subjektif yaitu factor. sriwijaya dan sebagainya. tumbuhnya birokrasi.etnis dengan berbagai macam kebudayaan mereka tetapi mereka tetap bersatu yaitu dengan satu bahasa yang menjadi bahasa bersama yaitu bangsa Indonesia. Selain itu. Di sini bangsa Indonesia memiliki berbagai macam bahasa mengingat terdapat berbagai macam suku. dan pemantapan system pendidikan nasional. Hal seperti inilah yang merupakan kesatuan meskipun memiliki beragam perbedaan tetapi hal ini tetap menjadi sebuah kesatuan yang kemudian dinamakan Bhineka Tunggal Ika. Di dalam pendidikan pun menggunakan bahasa Indonesia sebagai meia komunikasi untuk mempersatukan mereka. ekologis dan demografis.historis.

yaitu suku bangsa. Kristen. Jati Diri Bangsa Indonesia yang Sesungguhnya Menurut Robert (2002:04) jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya tercermin pada perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya yang sesuai dengan nilai yang terkandung dalam . serta agama dan kepercayaan (agama). D. o Suku Bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). Katolik. dan ldeologi Negara. agama. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.C. o Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan bendabenda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut: 1) Identitas Fundamental. Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional Indonesia Menurut Prince (2010:01) Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya". istilah agama resmi negara dihapuskan. dan bahasa. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang [1]300 dialek bahasa. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. kebudayaan. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam. o Bahasa: merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. dan Kong Hu Cu. 2) Identitas Instrumental. o Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Lambang Negara. Bendera Negara. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. 3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. Bahasa Indonesia. Hindu. yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. Dasar Negara. budaya. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. bahasa. Buddha. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.

warna kulit dan sebagainya.Ketuhanan Yang Maha Esa         Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. . serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Mengakui persamaan derajad. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. tanpa membeda-bedakan suku. persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. agama. kepercayaan. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. kedudukan sosial. kesatuan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.pancasila. 2. jenis kelamin. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku yang sesuai dengan nilai dalam pancasila dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sesungguhnya yaitu: 1. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. 3. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab           Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. keturrunan. Persatuan Indonesia   Mampu menempatkan persatuan. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Kerakyatan yang Dipimpin Permusyawaratan/Perwakilan           Sebagai warga negara dan warga masyarakat. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Dengan i‟tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. hak dan kewajiban yang sama. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Menghormati hak orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Suka bekerja keras. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. 5. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam 4. . perdamaian abadi dan keadilan sosial.     Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia           Mengembangkan perbuatan yang luhur. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

makmur. Menurut Moestopo (1983:23) Budaya asing yang masuk ke Indonesia tersebut tidak menutup kemungkinan membawa dampak positif maupun negatif bagi bangsa Indonesia. tetapi juga penyebarannya berlangsung dengan cepat dan luas jangkauannya. Terjadilah perubahan orientasi budaya yang kadang-kadang menimbulkan dampak terhadap tata nilai masyarakat. Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi. yaitu kesukuan dan kedaerahan. dengan latar belakang sosio-budaya yang beraneka ragam. yang diikuti oleh hubungan antar aksi yang bergeser dalam kelompok-kelompok masyarakat. agar cita-cita luhur bangsa Indonesia ini yaitu menjadi bangsa yang adil. Kemajemukan tersebut tercermin dalam berbagai aspek kehidupan. E. Salah satunya yaitu adanya isu bahwa semakin banyak kebudayaan bangsa asing yang masuk di Indonesia. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. yang sedang menumbuhkan identitasnya sendari sebagai bangsa. dan menjadi kepribadian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu diperlukan sikap yang mampu mengatasi ikatan-ikatan primordial. Sementara itu terjadi pula penyesuaian dalam hubungan antar anggota masyarakat. 3. dan sejahtera dapat terwujut. Pengaruh tersebut diantaranya yaitu: a. Dapat dipahami apabila pergeseran nilai-nilai itu membawa akibat jauh dalam kehidupan kita sebagai bangsa. dikembangkan. Pengaruh Positif  Memberi inspirasi bagi kita agar tidak tertinggal informasi tentang kecanggihan teknologi. Khusus dengan terjadinya kontak budaya dengan kebudayaan asing itu bukan hanya intensitasnya menjadi lebih besar. Pembangunan telah membawa perubahan dalam masyarakat. yaitu 1. Suatu kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari suku-suku bangsa. Pengaruh Kebudayaan Asing Terhadap Jati Diri Bangsa Indonesia Menurut Widianto (2009:82) Berbagai problem mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita hadapi pada saat ini. Dewasa ini kita dihadapkan kepada tiga masalah yang saling berkaitan. perubahan itu nampak terjadinya pergeseran sistem nilai budaya. 2. Pembangunan telah menimbulkan mobilitas sosial. Itulah ciri khusus bangsa Indonesia sebagai Identitas nasional yang seharusnya dimiliki. . yang membawa pengaruh terhadap intensitas kontak budaya antar suku maupun dengan kebudayaan dari luar.

Mereka lebih bangga mengenakan pakaian-pakaian tersebut dari pada pakaian asli budaya Indonesia. Faktanya generasi muda saat ini banyak yang melampiaskan masalah-masalah yang . b. Sebagai contoh yaitu sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME.  Menggunakan sebagai motivasi untuk hidup yang lebih baik dan maju. Pada awalnya individu merasa tertarik untuk mencoba berpakaian yang berbeda untuk mengikuti tren yang sedang marak namun lambat laun akan merubah gaya berpakaian untuk seterusnya. Contohnya banyak pemuda-pemudi yang sekarang ini menjalin cinta kasih dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Padahal belum tentu model pakaian itu cocok dikenakan di indonesia. Padahal sebelum mengenal teknologi. Adanya teknologi yang dirasa lebih berguna sehingga mengesampingkan tenaga manusia. masyarakat Indonesia menghargai jasa manusia. Kondisi Jati Diri Bangsa Indonesia Saat Ini Menurut Habib (2011:01) kondisi jati diri bangsa Indonesia saat ini dapat kita kaji dan kita identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia pada umumnya yang tercermin pada tingkah laku masyarakat Indonesia sehari-hari. Memberi semangat bagi kita untuk memperkenalkan dengan Negara asing bahwa kebudayaan Indonesia yang beragam mampu bersaing dengan kebudayaan mereka. Padahal etika yang baru belum tentu sesuai dengan norma yang berlaku pada kehidupannya. sekarang ini banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh agamanya sesuai syariah Islam. F. Model pakaian tersebut nampak jelas terutama pada model pakaian cewek yang terlalu terbuka sehingga menimbulkan gairah lawan jenisnya dan mengakibatkan sekarang ini tidak jarang kita temui kasus pemerkosaan di Indonesia ini. Selain masalah penampilan. Selain itu. sekarang ini masalah akhlak pemuda di negara Indonesia juga kian memburuk. Pada awalnya individu etika yang lama sudah tidak sesuai dengan peilaku yang ada sehingga ia cenderung merubah etikanya untuk menyesuaikan dengan yang baru. Kita lihat saja. Tanpa disadari sekarang ini moral para pemuda bangsa indonesia juga dijajah melalui beredarnya vidio-vidio porno diinternet yang dapat diakses dengan mudah sehingga banyak diantara pemuda Indonesia yang melihat dan bahkan menirukan aksi dari video porno tersebut. Adanya teknologi yang canggih menyebabkan hidup seesorang cenderung ke arah hedonisme dan arogan. dan tidak jarang hal tersebut sampai kepada prilaku yang sangat memalukan yaitu berhubungan sek bebas dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Cara berpakaian oleh para remaja yang terkena dampak ini akan menyesuaikan cara berpakaiannya dengan kebudayaan yang ia pelajari. Perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya saat ini yaitu: Banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila.model-model pakaian para generasi muda saat ini kebanyakan telah meniru bangsa barat yang dikenal modis dan trend masa kini. Pengaruh Negatif     Etika atau cara berperilaku akan merubah seorang individu perilaku yang lama ke perilaku baru.

Kasus lain yaitu adanya playboy dikalangan remaja Indonesia.sedang meraka hadapi seperti: ketika putus dengan pacar. ketaqwaan generasi muda bangsa indonesia yang mencermainkan sila pertama juga luntur seperti contoh nyatanya banyak generasi muda muslim indonesia yang tidak bisa membaca Al-qu‟an. Hal itu terjadi karena lemahnya sistem pendidikan agama di negara ini. menggunakn narkoba. dan ketika pusing dengan beban-beban tugas sekolah yang mereka anggap berat. pergi ke tempat-tempat hiburan malam dan bahkan sampai ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Seperti minum miunuman keras. Padahal sebenarnya jika generasi muda mempunyai ketaqwaan yang tinggi pasti tidak akan ada tindakaan –tindakan yang melanggar hukum seperi korupsi. Dalam fakta lain yang terjadi dan lebih parah yaitu adanya pemerkosaan yang dilakuakan oleh para remaja Indonesia. kolusi. pelecehan seksual. dan lain sebagainya. Mereka menganggap wanita sebagai mainan yang dapat di pergunakan sesuka hati untuk memuaskan nafsu birahinya dan apabila telah bosan meraka buang sesuka hati tanpa menghargai wanita sebagai manusia yang punya hati dan persaan. Mereka mengatasi masalah-masalah tersebut cenderung dengan jalan pintas. Lalu fakta-fakta lain yang terjadi dan mencerminkan terjadinya krisis jati diri pada generasi muda sesuai sila ke-3 yaitu seperti memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi penerus bangsa Indonesia saat ini. bentrok antar genk. kesukaan/hobi yang sama. bentrok antar seporter sepakbola. Disamping fakta-fakta tentang sila pertama di atas. Sungguh ini merupakan kerusakan moral dari jati diri bangsa yang begitu fatal. Selain moral dan gaya hidup. Hal inilah yang sekarang ini mewabah pada generasi penerus bangsa yang cenderung membentuk perpecahan. merasa terasing dengan lingkungan teman. di paragraf saya akan mengemukakan fakta tentang keadaan jati diri bangsa Indonesia saat ini yang berhubungan dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia. karena mereka menganggap dirinya selalu di awasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga mereka takut dosa dan akan selalu berbuat baik. Kelompok tersebut biasanya terbentuk karena adanya perasaan sederajat (dalam hal ekonomi). maupun suku. Mereka menjadikan pihak yang kalah itu sebagai bulan-bulanan dan dianggap sebagai boneka yang dapat dimain-mainkan dan mereka siksa. Sebagai contoh dalam kelas sosiologi terdapat sub-sub kelompok kecil yang biasanya terjadi konflik antar kelompok tersebut. Mereka memperlakukan orang yang ia perkosa seperti mainan pemuas nafsu birahi tanpa mereka anggap sebagai manusia yang mempunyai hak. Selain itu fenomenafenomena yang terjadi yang mencerminkan tidak tertanamkannya rasa persatuan indonesia yaitu terjadinya perpecahan disetiap kelompok sosial. Dari kasus diatas dapat kita ketahui bahwa rasa persatuan kita sebagai warga negara indonesia sudah mulai luntur dan mudah dipengaruhi atau diprovokasi oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab. . Keadaan seperti inilah yang menjadi bibit-bibit terjadinya konflik yang lebih besar seperti konflik antar agama. Sekarang ini banyak diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia lain sebagai mana mestinya. bahkan juga bisa karena musuh yang sama. dan tindakan menyimpang lain. Hal tersebut dapat kita lihat dari kasuskasus bentrok antar pelajar atau mahasiswa. Maksutnya yaitu mereka tidak menganggap manusia berhakekat sebagai manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihargai seperti dirinya. Segai contoh yaitu sekarang ini banyak kasus-kasus perkelahian antar pelajar yang disertai daengan penyiksaan salah satu pihak yang kalah. bertengkar dengan orang tua. dan perasaan sama seperti dirinya. ras. pandangan hidup yang sama.

Hal tersebut karena sebenarnya yang mengerjakan tugas kelompok dari 8 anggota kelompok. berbangsa dan bernegara. dia hanya mendiskusikan/memilih pengurus dalam acara tersebut secara sepihak. Sungguh ini adalah contoh kecil yang berada pada kehidupan para pelajar sehari-hari. terutama economic recovery belum cukup memadai dan masih jauh dari harapan seluruh rakyat Indonesia. banyak fakta-fakta mengenai ketidak adilan yang di lakukan oleh generasi muda bangsa Inonesia saat ini. Dia hanya berdiskusi dan menerima usulan dari teman-teman yang dekat/akrab dengan dia. kesejahteraan dan kemakmuran yang . bangsa dan negara Indonesia adalah suatu fakta yang signifikan hingga sampai saat ini. dan apabila hal itu dibiarka saja berlanjut maka kelak ketika mereka menjadi pemimpin bangsa ini. fenomena besar krisis multidimensional yang menimpa masyarakat.Memang telah dilakukan upaya dan pendekatan untuk menyelesaikan krisis multidimensional yang mengenai kehidupan bermasyarakat. dan bahkan ada yang menonton fideo porno. Selanjutnya mengenai keadilan. terdapat fenomena pengelolaan masyarakat. sehingga bangsa dan negara Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber dalam manusia (SDM) yang besar. Namun hasil dari upaya national recovery. Contoh nyata yaitu ketua dalam kelas sosiologi misalnya. bangsa dan negara yang keliru atau salah. Kedua. hanya 3 orang saja dan yang lainnya tinggal nitip nama. bangsa dan negara mencapai tingkat keadilan. Dia dalam mengambil kebijakan untuk urusan kelas seperti hendak mengadakan acara pentas seni dan lain sebagainya. Jika hal ini terus berlanjut dapat kia lihat kelak mereka akan seperti para anggota DPR yang ketika sidang mereka ada yang tidur. Sebenarnya hal ini terjadi pada mulanya dimulai dari kasus-kasus kecil seperti diatas yang kemuadian berlanjut karena kebiasaan sampai mereka bekerja pada nantinya. Sekarang ini fenomena-fenomena pemimpin yang tidak demokratis sudah banyak terjadi pada generasi muda saat ini. saat ini dapat kita lihat pada kelompok belajar kita saja sebagai faktanya. dan para pemimpin hanya sebagai wakil/pelayan bagi rakyat untuk mengatur dan mengambil kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. bertelfon. mereka akan bertindak seperti apa yang mereka biasakan sejak dini. pasti tidak didengar apalagi dilaksanakan. Padahal ia menginginkan mendapatkan nilai yang sama. Menurut Adib (2011:01) selain kasus diatas.Selanjutnya fakta ke-4 yaitu mengenai kepemimpinan yang demokratis. tugas PPKN membuat makalah secara kelompok ketidak adilan selalu kita rasakan. Inilah contoh kecil saja yang biasanya kita rasakan pada kelompok-kelompok kecil dikalangan remaja Indonesia saat ini. sebenarnya untuk formalitas dia telah mengadakan musyawarah namun usul dari teman-temannya yang kurang dekat dengan dia. Tidak perlu jauh-jauh. yang pada akhirnya kurang berhasil membawa masyarakat. Padahal mereka menginginkan upah/gaji yang sama dengan anggota yang melaksanakan musyawarah dengan baik. secara global dapat kita lihat kerusakan jati diri bangsa Indonesia saat ini yang berhubungan dengan aspek-aspek kenegaraan yaitu: Pertama. Maksutnya pemimpin di negara kita ini harus bersifat demokratis baik dalam hal pemilihannya maupun ketika telah membuat keputusan/kebijakan umum yang terkait dengan masyarakat karena kekuasaan tertinggi di negara kita ini sebenarnya berada di tangan rakyat. Dalam kelompok belajar PPKN misalnya.

lugas. Atau tidak mampu memiliki jati diri yang berjiwa Pancasilais yang kokoh. persaingan dan perseteruan kekuasaan (power) telah kehilangan dasar-dasar moral dan akhlak. Kesembilan. individualistik. masyarakat. Bahkan cenderung membawa sebagian rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan. belum memiliki komitmen dalam membangun pola-pola kehidupan masyarakat sipil (civil society) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. terbuka. sehingga melahirkan kehidupan bangsa dan negara yang paradoks dan permisif terhadap gaya hidup materialistik. serta munculnya kerugian-kerugian lain yang lebih parah. Kedelapan. bangsa dan negara Indonesia cenderung tidak bersikap tegas. hedonistik. regional dan lokal. bangsa dan negara Indonesia belum siap melakukan transformasi sosial sehingga belum mampu membangun masyarakat Indonesia modern yang lebih rasional. masyarakat. dan menghargai nilai Ipteks. Kelima. masyarakat. liberalistik. bangsa dan negara Indonesia cenderung kehilangan semangat kemandirian dan harga dirinya sebagai dampak ketergantungan dengan bangsa dan negara asing. masyarakat. dan tidak memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum. masyarakat. sehingga dalam kehidupan politik muncul etika materialisme dan vulger yaitu menghalalkan segala cara atau jalan untuk mencapai tujuan (kemenangan). sehingga pembangunan demokrasi masih diwarnai dengan tindak kekerasan dan konflik sosial yang berkepanjangan Kesepuluh. bangsa dan negara Indonesia sedang menghadapi masalah mendasar dalam memilih peminpin-peminpin bangsa dan negara yang memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan memiliki kualitas diri yang tinggi. bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan belum memiliki komitmen yang kuat untuk membangun kehidupan berdemokrasi yang berkualitas melalui pemilu. bangsa dan negara Indonesia cenderung terjebak ke dalam pertarungan luas antara budaya modern-materialistik yang datang dari luar (Barat) dengan budaya tradisional dan konservatif yang hidup di masyarakat Indonesia. Ketiga. sehingga peminpin bangsa dan negara tidak mampu memperlihatkan kualitas diri sebagai „negarawan yang sejati‟. Keempat. dan vulgeristik Ketujuh. masyarakat. yang pada akhirnya sulit untuk melaksanakan rule of law. sehingga tindak kekerasan dan bahkan tindak kriminalitas menjadi fenomena yang luas dan signifikan . bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan belum memiliki tanggung jawab bersama yang kuat dalam menciptakan ketertiban dan keamanan nasional. masyarakat. Akibatnya banyak pemimpin bangsa dan negara memiliki moral dan ahlak yang buruk atau busuk. sehingga telah terjadi kerusakan lingkungan hidup dan kondisi SDA. Bahkan kondisi tersebut telah memperluas iklim KKN dan praktik money politics. Dan. Keenam. yang pada akhirnya melahirkan imperialisme gaya baru. yang dapat merugikan semua pihak termasuk bangsa dan negara.memadai.

Seperti harus bertakwa kepada Tuhan YME. G. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar . Sebab Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan. Dari sila pertama ini saja sebanarnya jika diterapkan dengan baik bangsa Indonesia ini pasti akan menjadi bangsa yang damai. sudah tidak dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Indonesia sebagai kepribadiannya. tentram. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. yaitu Islam. Hal itu dapat kita lihat dari Ideologi Pancasila sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang merupakan lndasan dalam bertindak dan berperilaku sebagai masyarakat Indonesia. berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. Sebab masyarakat Indonesia akan takut terhadap dosa dan akan berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. adil. sehingga menimbulkan krisis moral dan akhlak yang sangat luas. Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. sehingga memberi peluang berkembangnya perilaku KKN yang tercela. Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. aman. KKN tidak akan dapat diberantas bilamana kualitas moral dan akhlak itu rendah. Agama yang diakui di Indonesia ada 5.Kesebelas. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama. Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia Menurut Habib (2011:01) cara efektif yang bisa digunakan untuk membangun dan mengembalikan jati diri bangsa Indonesia serta menekan pengaruh buruk pihak lain baik yang berasal dari luar maupun dari dalam yang mengikis jati diri bangsa Indonesia yaitu yang pertama dimulai dari diri kita sendiri. maksutnya kita harus selalu menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. Dalam kaitannya dengan sila pertama ada nilai-nilai yang harus kita kembangkan pada diri kita yaitu:       Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Kristen. Hal itu dapat dilakukan dengan membiasakan diri dari sekarang untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sebagai jati diri kita. masyarakat. Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. dan sejahtera. Budha dan Hindu. dapat kita ambil kesimpulan bahwa Jati Diri Bangsa Indonesia saat ini sedang mengelami krisis. Katolik. Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan mengalami krisis jatidiri yang cukup parah. Dari uraian kasus dan fakta diatas.

Katolik. agar mereka menanamkan nilai pancasila dalam kepribadiannya.agama. Semisal dengan mengajar nilai-nilai Pancasila di sekolah melalui mata pelajaran PPKN kepada peserta didik kita. Jika ke-5 sila tersebut sudah tertanam kuat pada diri sendiri selanjutnya kita harus mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita. agar negara kita ini benar-benar menjadi negara yang demokratis sesuai dengan nilai yang terkandung dalam panca sila sebagai kepribadian yang harus kita miliki. Sehingga kita harus mengikis sikap primordialisme yang berlebihan terhadap budaya lokal agar kasus-kasus pertikaian antar suku. yaitu apabila kita menjadi seorang pemimpin di negara Indonesia ini kita harus sadar bahwa kita ini sebenarnya sebagai wakil rakyat untuk mengatur dan mengambil kebijakan dalam rangka memajukan dan mensejahterakan bengsa Indonesia. walaupun sebenarnya kita mempunyai kebudayaan. jadi sebagai seorang pemimpin sebanarnya merupakan pelayan dan wakil untuk rakyat. Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas. Bukan sebaliknya. Dan yang tidak kalah pentingnya dalam pemilihan waklil rakyat sikap adil dan demokratis harus benar-benar kita junjung tinggi. Lalu kita juga harus menanamkan sikap demokrasi yang tingi. agama. agama. sebagai pemimpin hanya untuk mencari harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. Sebagai orang tua . Banyak kasus-kasus korupsi di negara ini karena mensalahartikan kekuasaannya sebagai ajang untuk mencari uang sebanyakbanyaknya. ras. Kita harus menghindari kasus suap-menyuap. Selanjutnya kita juga harus ikut menjaga dan melestarikan keutuhan NKRI dan jangan berusaha melepaskan diri dari wilayah NKRI yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. hal inilah yang dapat melemahkan persatuan Indonesia dan memudahkan bangsa Indonesia untuk dihancurkan. Kemudian dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin kita juga harus memusyawarahkannya dengan demokratis dan tidak mengambil keputusan secara sepihak yang menguntungkan kelompok tertentu. dsb yang beranekaraga. Sehingga kita tidak perlu mempersoalkan kebinekaan tersebut apalagi terlalu fanatik dan ingin menghancurkan satu sama lain. Selanjutnya kita juga harus menjunjung tinggi nilai keadilan tanpa pandang bulu dan di segala sektor bagi seluruh warga negara Indonesia. dsb dapat ditekan bahkan dihilangkan dari NKRI. Ingat negara Indonesia sebagai negara demokrasi dengan pemerintahan tertinggi dipegang oleh rakyat. Sebab apabila hal ini terjadi dapat menjadiakn keadilan bangsa kita ini menjadi lemah. Hal inilah yang membuat perekonomian negara Indonesia ini semakin mempuruk. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam. Selain itu kita harus bersikap adil dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. karena hukum hanya bersifat tajam bagi masyarakat yang kedudukannya rendah sementara bagi kalangan atas hukum sangat tumpul dan bahkan bisa dibeli dengan uang. Sehingga nilai keadilan sosial harus dikembangkan dan ditegakkan di semua kalangan terutama pada kehidupan kita sehari-hari. Maksutnya kita harus memenusiakan orang lain tanpa pandang bulu dan bersikap adil kepada siapa saja yaitu kita tidak boleh sewenang-wenang memperlakukan orang yang lemah kemudian tunduk patuh terhadap orang yang mempunyai kekuasaan tinggi dan mempunyai uang banyak. Kemudian kia juga harus selalu bersatu sebagai negara kesauan republik Indonesia. Kristen. namun dari keberanekaragaman tersebut sebenarnya kalau disatukan dalam satu wadah besar (NKRI) bisa menjadi kekayaan besar yang saling melengkapi dan memajukan bangsa Indonesia.

sebaikya pemerintah mewajibkan para generasi penerus bangsa untuk mendapatkan program wajib belajar selain sekolah umum juga sekolah keagamaam seperti madrasah/pondok pesantren bagi yang muslim. Mengajak teman-teman disekitar kita agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. dsb. Hal ini dapat diatasi dengan menenemkan sikap toleransi melalui pendidikan di sekolah umum. melalui sekolah umum. Kemudian pengaruh kebudayaan lokal juga dapat kita saring melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah umum serta kita juga harus berusaha mengikis primordialisme yang berlebihan pada diri kita. Namun jika primordialisme terhadap agama yang dianut terlalu tinggi maka akan mengakibatkan perpecahan. kita tinggalkan. . Maka dari itu. cara efektif yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME. pelecehan seksual. dan menasetinya/menegur apabila teman-teman kita berperilaku bertentangan dengan Pancasila. Agar masyarakat Indonesia mampu menjalankan nilai-nilai pancasila dengan baik. pembunuhan. pencurian. masyarakat akan mempunyai rasa takut terhadap dosa sehingga mereka akan enggan berbuat salah. Selanjutnya untuk mendapatkan pendidikan mengenai cara hidup berkemajemukan (bertoleransi) serta untuk meningkatkan keahlian/ketrampilan khusus. Karena dengan ketakwaan dan keyakinan yang tingi. Kasus-kasus seperti: korupsi. Yang baik kita pakai dan yang buruk atau tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Pasti tidak akan terjadi.kita mendidik dan menanamkan nilai pancasila pada anak kita agar nilai Pancasila menjadi kepribadian yang melekat baik pada anak kita. penipuan. Sehingga untuk meningkatkan ketakwaan agar tidak perprilaku menyimpang yaitu melalui program pendidikan Agama. kolusi. kita akan mempunyai filter dengan sendirinya untuk memilih dan memilah pengaruh kebudayaan lain yang masuk ke negara kita. Secara otomatis apabila kita telah menanamkan kuat jati diri bangsa Indonesia pada diri kita melalui cara-cara diatas.

MERDEKA ATAOE MATI !. SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !. “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…”. semboyan dan seruan yang menggemakan kata MERDEKA dalam berbagai bentuk dan kesempatan seperti antara lain. Begitu sakralnya kata tersebut sehingga mampu menjadi elan vital yang sanggup menggerakkan energi seluruh anak bangsa untuk berjuang dan rela berkorban membangun perlawanan terhadap penjajahan dan ketertindasan demi sebuah kata. setelah lebih dari 60 tahun (red: sekarang 65 tahun) Kemerdekaan itu berhasil diperjuangkan dengan mengorbankan setiap titik keringat dan darah para putra bangsa.Makna Kemerdekaan Ditulis oleh Super User Kategori: Liputan Diterbitkan pada 16 Agustus 2012 Dilihat: 85 производство минеральной воды Share Kata-kata MERDEKA pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa ini. “MERDEKA…!!!”. “Masihkah tersisa arti dan makna kata MERDEKA di hati sanubari kita para pewarisnya?!”. secara tegas mencantumkan. . Saat ini. “Apakah setiap bongkah batubata yang kita susun menjadi rumah masih disertai kenangan atas bagaimana Kemedekaan ini diraih?!”. Kentalnya pemahaman terhadap pemaknaan kata tersebut merasuk kedalam setiap sel darah dan tulang sumsum serta jiwa raga segenap anak bangsa. Begitu banyak jargon. dalam Alinea pertama kalimat pertama. Bahkan Preambule Undang-Undang Dasar 1945.

takut untuk menggunakan hati nuraninya dalam menjalani hidup. Dengan kemampuan retorikanya sebagai seorang orator yang dikenal mumpuni. juga dari rasa takut . Melainkan sebagai sebuah ajakan untuk menemukan kembali makna dari apa itu sesungguhnya kehidupan. adil makmur toto tentrem kerto raharjo. Setiap perbuatan selalu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan”. itu juga berarti tidak terjajah oleh materi. Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Beliau juga menambahkan. “Mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”.“Apakah setiap bulir nasi yang masuk ke mulut kita masih diimani oleh semangat yang sama seperti yang dimiliki oleh para pejuang kita?!”. Bangsa yang menghargai para Pahlawannya adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah Bangsanya.. beliau langsung menyambung uraiannya. “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah ketika anak bangsa ini mampu membebaskan diri dari rasa sombong dan gila popularitas karena mereka bersikap rendah hati dan andap asor. sebelum sempat ada yang menanyakan apa yang dimaksud dengan. Pertanyaan-pertanyaan di atas semata-mata tidak untuk mengadili setiap orang dari kita. “Yang aku maksud dengan mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah bahwa setiap anak bangsa ini harus mampu meMERDEKAkan dirinya dari rasa takut. Soekarno menguraikan secara langsung mengapa dalam setiap pembukaan dan penutupan pidatonya beliau selalu meneriakkan kata MERDEKA. Dalam sebuah kesempatan yang sangat langka. Menjadi wajar kalau bangsa ini sekarang tidak mampu menjadi bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi. Selain itu. Beliau mengatakan. inilah saat yang tepat bagi kita mencoba melakukan perenungan untuk menemukan kembali jati diri kita sebagai sebuah bangsa !. kebendaan dan keduniawian yang bersifat semu dan sementara sehingga tidak berpamrih atau mengharapkan sesuatu imbalan atas setiap apa yang dilakukannya. “bahwa Kemerdekaan sebuah bangsa yang sesungguhnya hanya bisa tercapai ketika setiap anak bangsa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”. Tidak berlebihan rasanya di tengah carut-marutnya penyelenggaraan Negara yang hanya dipenuhi aroma kekuasaan serta ditingkahi dengan gejolak jagad yang berunjuk rasa dengan bencana-bencana alamnya. takut untuk mengatakan sesuatu yang benar dengan sebenar-benarnya dan mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah dengan sebenar-benarnya”. berbangsa dan bernegara yang sudah lama hilang di Bumi Persada Nusantara ini. “Apakah setiap sen yang masuk ke dalam kantung kita bisa dipertanggungjawabkan kepada jiwa-jiwa para pejuang kita yang telah gugur?!”. “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenarbenarnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para Pahlawannya. beliau juga menandaskan.

“Manusia yang MERDEKA bukan manusia yang „hanya‟ mampu bersikap BAIK. Jepang. nilai-nilai yang kini kita sebut dengan Pancasila. Saat Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta. mencerdaskan kehidupan bangsa. Ramadhan merupakan saat umat Islam membangun iman dan taqwa. Semangat Ramadhan justru sangat pas ketika kita memaknai hari kemerdekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. dahwen. perdamaian abadi dan keadilan sosial. tujuan bersama sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. bebas menentukan nasib sendiri. Bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi. makna kemerdekaan Kita kini merayakan hari kemerdekaan Indonesia. dengki. Prof. dapat membangun pemerintahan sendiri dengan bebas dan berdaulat. Saat itulah kita membangun tekad hidup mandiri. yaitu “memajukan kesejahteraan umum.― Saat itu pula kita berkomitmen bahwa kemerdekaan itu berlandaskan filosofi.Nurcholish Madjid (almarhum). Perayaan kemerdekaan tahun ini punya makna mendalam karena bertepatan di bulan Ramadhan yang mengingatkan kembali saat-saat diproklamirkan 17 Agustus 1945. 17 Agustus 1945. maka tak akan pernah bangsa ini menjadi bangsa yang besar. srei. Ketika merayakan kemerdekaan Indonesia dalam bulan Ramadhan. Hari Kemerdekaan Indonesia. panasten dan patiopen. Tuhan Yang Maha Kuasa. . kebetulan pas jatuh pada tanggal 17 Ramadhan 1364 H atau menurut hitungan André Möller. sambung beliau. sekitar tanggal 8 atau 9 Ramadhan 1364 H. Kemerdekaan Indonesia 65 tahun lalu patut kita syukuri sebagai nikmat dan kurnia Allah karena kita terlepas dari belenggu penjajahan. Camkan kata-kataku ini !”. Terlepas mana yang lebih tepat. juga bukan manusia yang „hanya‟ mampu bersikap BIJAKSANA. dan sebagainya. tentunya kita tidak perlu menonjolkan hura-hura kemerdekaan yang bersifat serimonial dan apalagi hiburan tanpa makna. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. tapi adalah manusia yang mampu bersikap BAJIKSANA ”!. adil makmur toto tentrem kerto raharjo. apakah Belanda. surti dan hati-hati”. 65 tahun lalu. beliau menegaskan.Dr. rasa ingin berkuasa dan menang sendiri karena mereka mampu bersikap demokratis membuka diri terhadap perbedaan dan mengedepankan semangat gotong-royong”. “Manusia yang MERDEKA adalah manusia yang terbebas dari rasa iri.menderita karena mereka pandai mensyukuri dan tidak mudah putus asa. bertepatan pula dengan bulan suci Ramadhan. “Jikalau bangsa ini tidak mau segera kembali kepada KESEJATIANNYA sebagai bangsa yang MERDEKA dalam arti yang sebenar-benarnya. Di akhir uraiannya. kurnia dan ampunan dari Allah Swt. suasana kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan nuansa kehidupan umat Islam yang kini tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Menurut cendekiawan Muslim. Dalam kesempatan itu beliau juga mengatakan. nastiti. Sehingga menjadi manusia yang selalu setiti. dan tidak lagi harus tunduk pada kekuasaan manapun. mengharap berkah. Saat Indonesia baru merdeka itu pula kita mempunyai cita-cita.

tentu banyak menyebut bahwa kita sekarang benar-benar sudah berada dalam alam kemerdekaan. Terlebih tatkala kita mengkaitkan dengan situasi kehidupan bermasyarakat. Kita tidak lagi terlalu bisa mencaci maki. makna kemerdekaan juga terasa pas untuk dikedepankan. terlebih dikaitkan dengan pencapaian cita-cita atau tujuan nasional. Sementara jika kita menyorot makna kemerdekaan secara lebih dalam. Biarpun disebut sudah banyak orang Indonesia yang kaya atau lumayan kaya tetapi lebih banyak pula masih dalam kehidupan yang melarat. Sebagian kita. Belanda dan Jepang yang ikut berlaga dalam Piala Dunia banyak mendapat dukungan di antara kita. Beberapa pemainnya. korupsi tetap merajalela. untuk dapat bebas dari belenggu kemiskinan. Bahkan dalam era reformasi ini. melakukan instrospeksi. mementingkan diri sendiri. cercaan karena tidak punya prestasi membanggakan dalam sepakbola. Mereka ini tetap saja dalam kondisi terjajah. kondisinya masih banyak sangat memprihatinkan. disebut-sebut punya kaitan darah orang Indonesia. Contoh kecil dalam masalah perhubungan dan transportasi. Tidak ada pujian untuk Indonesia kala Piala Dunia. apalagi anak muda kita saat ini memuji-muji bahkan mengidolakan negara-negara tersebut. Kembali kepada makna kemerdekaan. terasa masih sangat relevan manakala kita mengkaitkannya dengan seperti masalah kemiskinan. Bahkan sebaliknya tidak sedikit di antara kita. rasa keadilan masyarakat masih jauh dari harapan. kecuali malah sebaliknya. lagi-lagi makna kemerdekaan tersebut masih banyak harus kita perjuangkan. Bila kita mengaitkan dengan tingkah polah. dipuji dan diidolakan karena berlaga sampai di final. prilaku elit. bantuan. Mereka masih butuh pertolongan. Apakah kita sampai saat ini masih berkomitmen dengan berlandaskan Pancasila? Pertanyaan ini patut kita ajukan dalam kerangka untuk merenung kembali. terutama dilihat dari adanya pemilihan langsung dari rakyat untuk pemilihan pimpinan. dan bernegara saat ini yang masih banyak memprtihatinkan. tentu saja kemerdekaan dalam arti sesungguhnya itu masih belum banyak tercapai. Jepang atau negara manapun yang pernah kita tuding sebagai penjajah. Apalagi Belanda yang konon pernah menjajah 350 tahun negeri ini. . posisi rakyat kian berdaulat. Relevansi kemerdekaan saat ini memang tidak lagi terasa pas kalau kita bicara tentang penjajahan.Lantas apakah cita-cita atau tujuan Indonesia merdeka itu sudah tercapai. mulai dari tingkat desa sampai Presiden. terutama di luar pulau Jawa. Ketika kita melalui jalan-jalan yang rusak parah di sejumlah daerah tersebut maka komentar yang muncul. pemimpin atau penguasa yang hidup dalam kesarakahan. Kita boleh bertepuk dada. Paling tidak suasana itu dapat kita lihat dan rasakan saat kejuaraan sepakbola Piala Dunia 2010 yang baru lewat. membenci Belanda. maka sama saja artinya kemerdekaan belum dirasakan rakyat banyak. kemerdekaan itu memang tidak terbantahkan. Jika melihat substansi kemerdekaan 65 tahun lalu secara fisik. Ekstrim memang penilaian yang diberikan tetapi itulah realitas kehidupan di sejumlah wilayah Indonesia. berbangsa. Indonesia belum merdeka karena kondisinya seolah masih dalam alam penjajahan. tidak dapat bebas menentukan nasib sendiri. sekaligus sebagai wujud tanggungjawab kita meneruskan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa dan negara ini. mengklaim diri sebagai negara yang berdaulat karena sudah tidak ada lagi ada campur tangan dari pihak manapun dalam urusan pemerintahan kita. Begitu pula bila kita melihat kondisi sarana dan prasarana di berbagai daerah. Terlebih bila ada yang menyebut supremasi hukum.

semangat memajukan kehidupan masyarakat agar tewujud kemakmuran dan keadilan yang diridhai Allah Swt. berbagai tuntutan atau harapan rakyat banyak yang mengemuka saat ini. berbangga diri. terlalu mengedepankan kemerdekaan dalam konteks masa lalu. menjauhkan nafsu angkara murka. Hal itu berarti. Mudah-mudahan dengan Ramadhan. memajukan kehidupan rakyat. makna kemerdekaan terasa pas dikaitkan dalam semangat Ramadhan. tidaklah terlalu pas bila kita. masih merupakan bagian dari tuntutan perjuangan kemerdekaan yang disuarakan saat sebelum dan ketika Indonesia baru merdeka. memetik hikmah Ramadhan dengan pengendalian diri. terutama para elit.Tampaknya. Dirgahayu Indonesia! . menindas si lemah. kita bangun semangat kemerdekaan. apalagi terhadap anak bangsa sendiri. Ramadhan menuntut kita melepaskan diri dari prilaku menjajah. Kita diajak untuk membangun iman dan takwa. Dalam konteks itu pula. demi mengalihkan tanggungjawabnya meneruskan perjuangan Bapak Pendiri Bangsa. mematikan semangat keserakahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->