Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

A. Definisi Identitas Nasional Menurut Kaelan (2007:07) Istilah “identitas nasional” secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendidri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistim hukum/perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi. Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian “identitas nasional” sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa. Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdidri atas kebiasaan,sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain. Menurut Kibawa (2010:01) identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama.Jadi, Identitas Nasional Indonesia adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. dentitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideolgi dan agama, politik negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

B. Sejarah Pembentukan Identitas Nasional Indonesia

Kondisi geografis ekologis Indonesia sebagai wilayah kepulauan terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia yang menjadi jalur komunikasi di Asi tenggara turut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis.ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri.Robert De Ventos mengungkapakan terdapat empat factor penting sebagai akibatdari interaksi historis yaitu factor primer. factor penarik dan factor reaktif. Di sini bangsa Indonesia memiliki berbagai macam bahasa mengingat terdapat berbagai macam suku. Faktor yang kedua meliputi pembangunan telekomunikasi dan teknologi. yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam sejarah terbentuknya bangsa Indonesia. Faktor yang keempat meliputi penindasan. Dalam hal ini kemajuan iptek dan pembangunan negara juga menjadi salah satu identitas nasional yang bersifat dinamis atau dapat terus berubah tetapi tetap berpegang teguh pada kepribadian bangsa. Selain itu factor historis yang ada di Indonesia mengakibatkan berbagai macam interaksi yang terjadi di dalamnya turut menyumbang proses pembentukan identitas nasional yang ada di Indonesia. factor pendorong. . Selain itu. sriwijaya dan sebagainya. Oleh karena itu akar-akar nasionalisme Indonesia yang berkembang dalam perspektif sejarah sekaligus juga merupakan unsur-unsur identitas nasional. dominasi dan pencarian identitas alternative melalui memori kolektif rakyat. Kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia dituangkan dalam pancasila harus dilacak dari sejarah pada masa lampau seperti pada jaman kerajaan seperti majapahit. Dalam hal ini tentu saja dibutuhkan persatuan dan kesatuan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia ini.etnis dengan berbagai macam kebudayaan mereka tetapi mereka tetap bersatu yaitu dengan satu bahasa yang menjadi bahasa bersama yaitu bangsa Indonesia. social. Hal ini tergantung sesuai dengan prestasi bangsa tersebut serta kemampuannya dalam mencapai prestasi tersebut. ekologis dan demografis. territorial. Di dalam pendidikan pun menggunakan bahasa Indonesia sebagai meia komunikasi untuk mempersatukan mereka. bahasa. Faktor yang pertama mencakup etnisitas. politik dan kebudayaanyang dimiliki bangsa Indonesia. Adapun faktor-faktor yang mendukung kelahran identitas bangsa Indonesia meliputi (1) factor objektif yang meliputi factor geografis.historis. ekonomis. Faktor sejarah tersebutlah yang menjadi donator yang cukup besar dalam perkembangan identitas nasional dan hal tersebut tidak terlepas dari budaya yang merupakan hasil dari sejarah tersebut. tumbuhnya birokrasi. social dan kultural bangsa Indonesia. yang sangat ditentukan oleh factor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut. lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan negara. Penderitaan dan kesengsaraan yang dialami masyarakat Indonesia merupakan salah satu factor strategis dalam membentuk memori kolektif rakyat. Hal seperti inilah yang merupakan kesatuan meskipun memiliki beragam perbedaan tetapi hal ini tetap menjadi sebuah kesatuan yang kemudian dinamakan Bhineka Tunggal Ika. bangsa Indonesia mengalami sejarah yang panjang sampai terbentuknya bangsa yang seperti sekarang ini.Menurut Kaelan (2007:18) Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat. Faktor yang ketiga yaitu mencakup kodifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi. Semangat perjuangan itulah yang kemudian menjadi identitas yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. (2) factor subjektif yaitu factor. dan pemantapan system pendidikan nasional. agama dan sejenisnya.

budaya. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. 3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. kebudayaan. yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. Dasar Negara. istilah agama resmi negara dihapuskan. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang [1]300 dialek bahasa. 2) Identitas Instrumental. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. D. Lambang Negara. yaitu suku bangsa. Jati Diri Bangsa Indonesia yang Sesungguhnya Menurut Robert (2002:04) jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya tercermin pada perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya yang sesuai dengan nilai yang terkandung dalam . agama. Buddha. dan Kong Hu Cu. o Kebudayaan: adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan bendabenda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. dan bahasa. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam. yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. serta agama dan kepercayaan (agama).C. Hindu. Bahasa Indonesia. Katolik. o Agama: bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. bahasa. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Bendera Negara. Kristen. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut: 1) Identitas Fundamental. dan ldeologi Negara. o Bahasa: merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. o Suku Bangsa: adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir). Unsur-unsur Pembentuk Identitas Nasional Indonesia Menurut Prince (2010:01) Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Lagu Kebangsaan "Indonesia Raya".

Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia. Persatuan Indonesia   Mampu menempatkan persatuan. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 3. Berani membela kebenaran dan keadilan.pancasila. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. kedudukan sosial. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. jenis kelamin. . Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Mengakui persamaan derajad. kesatuan. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. tanpa membeda-bedakan suku. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. warna kulit dan sebagainya. agama. kepercayaan. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab           Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. keturrunan. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku yang sesuai dengan nilai dalam pancasila dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sesungguhnya yaitu: 1.Ketuhanan Yang Maha Esa         Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2.

5. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Dengan i‟tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Kerakyatan yang Dipimpin Permusyawaratan/Perwakilan           Sebagai warga negara dan warga masyarakat. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.     Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia           Mengembangkan perbuatan yang luhur. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Suka bekerja keras. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. hak dan kewajiban yang sama. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. . Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam 4.

makmur. perubahan itu nampak terjadinya pergeseran sistem nilai budaya. Khusus dengan terjadinya kontak budaya dengan kebudayaan asing itu bukan hanya intensitasnya menjadi lebih besar. yaitu kesukuan dan kedaerahan. 2. dengan latar belakang sosio-budaya yang beraneka ragam. Menurut Moestopo (1983:23) Budaya asing yang masuk ke Indonesia tersebut tidak menutup kemungkinan membawa dampak positif maupun negatif bagi bangsa Indonesia. Itulah ciri khusus bangsa Indonesia sebagai Identitas nasional yang seharusnya dimiliki. Dapat dipahami apabila pergeseran nilai-nilai itu membawa akibat jauh dalam kehidupan kita sebagai bangsa. yang sedang menumbuhkan identitasnya sendari sebagai bangsa. tetapi juga penyebarannya berlangsung dengan cepat dan luas jangkauannya. Dewasa ini kita dihadapkan kepada tiga masalah yang saling berkaitan. Terjadilah perubahan orientasi budaya yang kadang-kadang menimbulkan dampak terhadap tata nilai masyarakat. dikembangkan. yang membawa pengaruh terhadap intensitas kontak budaya antar suku maupun dengan kebudayaan dari luar. Suatu kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari suku-suku bangsa. Salah satunya yaitu adanya isu bahwa semakin banyak kebudayaan bangsa asing yang masuk di Indonesia. E. Pengaruh Kebudayaan Asing Terhadap Jati Diri Bangsa Indonesia Menurut Widianto (2009:82) Berbagai problem mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita hadapi pada saat ini. Oleh karena itu diperlukan sikap yang mampu mengatasi ikatan-ikatan primordial. Kemajemukan tersebut tercermin dalam berbagai aspek kehidupan. 3. yang diikuti oleh hubungan antar aksi yang bergeser dalam kelompok-kelompok masyarakat. Pengaruh Positif  Memberi inspirasi bagi kita agar tidak tertinggal informasi tentang kecanggihan teknologi. Sementara itu terjadi pula penyesuaian dalam hubungan antar anggota masyarakat. Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi massa dan transportasi. Pembangunan telah membawa perubahan dalam masyarakat. . Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. dan sejahtera dapat terwujut. dan menjadi kepribadian masyarakat Indonesia. agar cita-cita luhur bangsa Indonesia ini yaitu menjadi bangsa yang adil. yaitu 1. Pengaruh tersebut diantaranya yaitu: a. Pembangunan telah menimbulkan mobilitas sosial.

dan tidak jarang hal tersebut sampai kepada prilaku yang sangat memalukan yaitu berhubungan sek bebas dengan pasangan yang bukan muhrimnya. Selain itu. Faktanya generasi muda saat ini banyak yang melampiaskan masalah-masalah yang . Kita lihat saja. Padahal etika yang baru belum tentu sesuai dengan norma yang berlaku pada kehidupannya. Selain masalah penampilan.  Menggunakan sebagai motivasi untuk hidup yang lebih baik dan maju. Padahal belum tentu model pakaian itu cocok dikenakan di indonesia. Memberi semangat bagi kita untuk memperkenalkan dengan Negara asing bahwa kebudayaan Indonesia yang beragam mampu bersaing dengan kebudayaan mereka. sekarang ini masalah akhlak pemuda di negara Indonesia juga kian memburuk. Sebagai contoh yaitu sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Adanya teknologi yang canggih menyebabkan hidup seesorang cenderung ke arah hedonisme dan arogan. Perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya saat ini yaitu: Banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila. Kondisi Jati Diri Bangsa Indonesia Saat Ini Menurut Habib (2011:01) kondisi jati diri bangsa Indonesia saat ini dapat kita kaji dan kita identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia pada umumnya yang tercermin pada tingkah laku masyarakat Indonesia sehari-hari. Tanpa disadari sekarang ini moral para pemuda bangsa indonesia juga dijajah melalui beredarnya vidio-vidio porno diinternet yang dapat diakses dengan mudah sehingga banyak diantara pemuda Indonesia yang melihat dan bahkan menirukan aksi dari video porno tersebut. Mereka lebih bangga mengenakan pakaian-pakaian tersebut dari pada pakaian asli budaya Indonesia. Pada awalnya individu etika yang lama sudah tidak sesuai dengan peilaku yang ada sehingga ia cenderung merubah etikanya untuk menyesuaikan dengan yang baru.model-model pakaian para generasi muda saat ini kebanyakan telah meniru bangsa barat yang dikenal modis dan trend masa kini. Pengaruh Negatif     Etika atau cara berperilaku akan merubah seorang individu perilaku yang lama ke perilaku baru. Pada awalnya individu merasa tertarik untuk mencoba berpakaian yang berbeda untuk mengikuti tren yang sedang marak namun lambat laun akan merubah gaya berpakaian untuk seterusnya. masyarakat Indonesia menghargai jasa manusia. Cara berpakaian oleh para remaja yang terkena dampak ini akan menyesuaikan cara berpakaiannya dengan kebudayaan yang ia pelajari. sekarang ini banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh agamanya sesuai syariah Islam. Contohnya banyak pemuda-pemudi yang sekarang ini menjalin cinta kasih dengan pasangan yang bukan muhrimnya. F. Padahal sebelum mengenal teknologi. Model pakaian tersebut nampak jelas terutama pada model pakaian cewek yang terlalu terbuka sehingga menimbulkan gairah lawan jenisnya dan mengakibatkan sekarang ini tidak jarang kita temui kasus pemerkosaan di Indonesia ini. b. Adanya teknologi yang dirasa lebih berguna sehingga mengesampingkan tenaga manusia.

menggunakn narkoba. kesukaan/hobi yang sama. Padahal sebenarnya jika generasi muda mempunyai ketaqwaan yang tinggi pasti tidak akan ada tindakaan –tindakan yang melanggar hukum seperi korupsi. pandangan hidup yang sama. Mereka memperlakukan orang yang ia perkosa seperti mainan pemuas nafsu birahi tanpa mereka anggap sebagai manusia yang mempunyai hak.sedang meraka hadapi seperti: ketika putus dengan pacar. ras. bertengkar dengan orang tua. Mereka mengatasi masalah-masalah tersebut cenderung dengan jalan pintas. Kelompok tersebut biasanya terbentuk karena adanya perasaan sederajat (dalam hal ekonomi). merasa terasing dengan lingkungan teman. ketaqwaan generasi muda bangsa indonesia yang mencermainkan sila pertama juga luntur seperti contoh nyatanya banyak generasi muda muslim indonesia yang tidak bisa membaca Al-qu‟an. di paragraf saya akan mengemukakan fakta tentang keadaan jati diri bangsa Indonesia saat ini yang berhubungan dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia. Hal inilah yang sekarang ini mewabah pada generasi penerus bangsa yang cenderung membentuk perpecahan. . maupun suku. Dari kasus diatas dapat kita ketahui bahwa rasa persatuan kita sebagai warga negara indonesia sudah mulai luntur dan mudah dipengaruhi atau diprovokasi oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab. pergi ke tempat-tempat hiburan malam dan bahkan sampai ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Selain moral dan gaya hidup. Hal tersebut dapat kita lihat dari kasuskasus bentrok antar pelajar atau mahasiswa. dan ketika pusing dengan beban-beban tugas sekolah yang mereka anggap berat. Sebagai contoh dalam kelas sosiologi terdapat sub-sub kelompok kecil yang biasanya terjadi konflik antar kelompok tersebut. Lalu fakta-fakta lain yang terjadi dan mencerminkan terjadinya krisis jati diri pada generasi muda sesuai sila ke-3 yaitu seperti memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi penerus bangsa Indonesia saat ini. Kasus lain yaitu adanya playboy dikalangan remaja Indonesia. bentrok antar seporter sepakbola. Hal itu terjadi karena lemahnya sistem pendidikan agama di negara ini. Disamping fakta-fakta tentang sila pertama di atas. bentrok antar genk. Segai contoh yaitu sekarang ini banyak kasus-kasus perkelahian antar pelajar yang disertai daengan penyiksaan salah satu pihak yang kalah. Mereka menganggap wanita sebagai mainan yang dapat di pergunakan sesuka hati untuk memuaskan nafsu birahinya dan apabila telah bosan meraka buang sesuka hati tanpa menghargai wanita sebagai manusia yang punya hati dan persaan. Keadaan seperti inilah yang menjadi bibit-bibit terjadinya konflik yang lebih besar seperti konflik antar agama. dan tindakan menyimpang lain. dan perasaan sama seperti dirinya. bahkan juga bisa karena musuh yang sama. pelecehan seksual. Seperti minum miunuman keras. Sungguh ini merupakan kerusakan moral dari jati diri bangsa yang begitu fatal. Mereka menjadikan pihak yang kalah itu sebagai bulan-bulanan dan dianggap sebagai boneka yang dapat dimain-mainkan dan mereka siksa. kolusi. Dalam fakta lain yang terjadi dan lebih parah yaitu adanya pemerkosaan yang dilakuakan oleh para remaja Indonesia. Maksutnya yaitu mereka tidak menganggap manusia berhakekat sebagai manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihargai seperti dirinya. karena mereka menganggap dirinya selalu di awasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga mereka takut dosa dan akan selalu berbuat baik. Sekarang ini banyak diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia lain sebagai mana mestinya. dan lain sebagainya. Selain itu fenomenafenomena yang terjadi yang mencerminkan tidak tertanamkannya rasa persatuan indonesia yaitu terjadinya perpecahan disetiap kelompok sosial.

dia hanya mendiskusikan/memilih pengurus dalam acara tersebut secara sepihak. Sungguh ini adalah contoh kecil yang berada pada kehidupan para pelajar sehari-hari. dan para pemimpin hanya sebagai wakil/pelayan bagi rakyat untuk mengatur dan mengambil kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. Contoh nyata yaitu ketua dalam kelas sosiologi misalnya. Dalam kelompok belajar PPKN misalnya. bertelfon. Dia hanya berdiskusi dan menerima usulan dari teman-teman yang dekat/akrab dengan dia. dan bahkan ada yang menonton fideo porno. Jika hal ini terus berlanjut dapat kia lihat kelak mereka akan seperti para anggota DPR yang ketika sidang mereka ada yang tidur. dan apabila hal itu dibiarka saja berlanjut maka kelak ketika mereka menjadi pemimpin bangsa ini. kesejahteraan dan kemakmuran yang . Sebenarnya hal ini terjadi pada mulanya dimulai dari kasus-kasus kecil seperti diatas yang kemuadian berlanjut karena kebiasaan sampai mereka bekerja pada nantinya. Selanjutnya mengenai keadilan. saat ini dapat kita lihat pada kelompok belajar kita saja sebagai faktanya. terutama economic recovery belum cukup memadai dan masih jauh dari harapan seluruh rakyat Indonesia. yang pada akhirnya kurang berhasil membawa masyarakat. banyak fakta-fakta mengenai ketidak adilan yang di lakukan oleh generasi muda bangsa Inonesia saat ini. Padahal ia menginginkan mendapatkan nilai yang sama. hanya 3 orang saja dan yang lainnya tinggal nitip nama. Namun hasil dari upaya national recovery. mereka akan bertindak seperti apa yang mereka biasakan sejak dini. Kedua. bangsa dan negara yang keliru atau salah. Tidak perlu jauh-jauh. Sekarang ini fenomena-fenomena pemimpin yang tidak demokratis sudah banyak terjadi pada generasi muda saat ini. sehingga bangsa dan negara Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber dalam manusia (SDM) yang besar. tugas PPKN membuat makalah secara kelompok ketidak adilan selalu kita rasakan. berbangsa dan bernegara. pasti tidak didengar apalagi dilaksanakan. sebenarnya untuk formalitas dia telah mengadakan musyawarah namun usul dari teman-temannya yang kurang dekat dengan dia. Hal tersebut karena sebenarnya yang mengerjakan tugas kelompok dari 8 anggota kelompok. bangsa dan negara mencapai tingkat keadilan. Menurut Adib (2011:01) selain kasus diatas. fenomena besar krisis multidimensional yang menimpa masyarakat. Inilah contoh kecil saja yang biasanya kita rasakan pada kelompok-kelompok kecil dikalangan remaja Indonesia saat ini. Padahal mereka menginginkan upah/gaji yang sama dengan anggota yang melaksanakan musyawarah dengan baik.Memang telah dilakukan upaya dan pendekatan untuk menyelesaikan krisis multidimensional yang mengenai kehidupan bermasyarakat. bangsa dan negara Indonesia adalah suatu fakta yang signifikan hingga sampai saat ini. Maksutnya pemimpin di negara kita ini harus bersifat demokratis baik dalam hal pemilihannya maupun ketika telah membuat keputusan/kebijakan umum yang terkait dengan masyarakat karena kekuasaan tertinggi di negara kita ini sebenarnya berada di tangan rakyat. terdapat fenomena pengelolaan masyarakat. Dia dalam mengambil kebijakan untuk urusan kelas seperti hendak mengadakan acara pentas seni dan lain sebagainya. secara global dapat kita lihat kerusakan jati diri bangsa Indonesia saat ini yang berhubungan dengan aspek-aspek kenegaraan yaitu: Pertama.Selanjutnya fakta ke-4 yaitu mengenai kepemimpinan yang demokratis.

belum memiliki komitmen dalam membangun pola-pola kehidupan masyarakat sipil (civil society) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. lugas. Dan. Kelima. yang dapat merugikan semua pihak termasuk bangsa dan negara. serta munculnya kerugian-kerugian lain yang lebih parah. Kedelapan. yang pada akhirnya melahirkan imperialisme gaya baru. regional dan lokal. sehingga telah terjadi kerusakan lingkungan hidup dan kondisi SDA. Bahkan cenderung membawa sebagian rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan. terbuka. individualistik. dan menghargai nilai Ipteks. persaingan dan perseteruan kekuasaan (power) telah kehilangan dasar-dasar moral dan akhlak. Kesembilan. sehingga melahirkan kehidupan bangsa dan negara yang paradoks dan permisif terhadap gaya hidup materialistik. masyarakat. yang pada akhirnya sulit untuk melaksanakan rule of law. masyarakat. sehingga pembangunan demokrasi masih diwarnai dengan tindak kekerasan dan konflik sosial yang berkepanjangan Kesepuluh. bangsa dan negara Indonesia belum siap melakukan transformasi sosial sehingga belum mampu membangun masyarakat Indonesia modern yang lebih rasional. Akibatnya banyak pemimpin bangsa dan negara memiliki moral dan ahlak yang buruk atau busuk. bangsa dan negara Indonesia cenderung tidak bersikap tegas. Ketiga. dan vulgeristik Ketujuh. Bahkan kondisi tersebut telah memperluas iklim KKN dan praktik money politics. bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan belum memiliki tanggung jawab bersama yang kuat dalam menciptakan ketertiban dan keamanan nasional. bangsa dan negara Indonesia sedang menghadapi masalah mendasar dalam memilih peminpin-peminpin bangsa dan negara yang memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan memiliki kualitas diri yang tinggi. masyarakat. hedonistik. masyarakat. bangsa dan negara Indonesia cenderung terjebak ke dalam pertarungan luas antara budaya modern-materialistik yang datang dari luar (Barat) dengan budaya tradisional dan konservatif yang hidup di masyarakat Indonesia. sehingga dalam kehidupan politik muncul etika materialisme dan vulger yaitu menghalalkan segala cara atau jalan untuk mencapai tujuan (kemenangan). masyarakat. sehingga peminpin bangsa dan negara tidak mampu memperlihatkan kualitas diri sebagai „negarawan yang sejati‟.memadai. dan tidak memiliki komitmen kuat dalam penegakan hukum. bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan belum memiliki komitmen yang kuat untuk membangun kehidupan berdemokrasi yang berkualitas melalui pemilu. Keenam. Atau tidak mampu memiliki jati diri yang berjiwa Pancasilais yang kokoh. liberalistik. Keempat. bangsa dan negara Indonesia cenderung kehilangan semangat kemandirian dan harga dirinya sebagai dampak ketergantungan dengan bangsa dan negara asing. masyarakat. masyarakat. sehingga tindak kekerasan dan bahkan tindak kriminalitas menjadi fenomena yang luas dan signifikan .

Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Sebab masyarakat Indonesia akan takut terhadap dosa dan akan berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. sehingga menimbulkan krisis moral dan akhlak yang sangat luas. tentram. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. KKN tidak akan dapat diberantas bilamana kualitas moral dan akhlak itu rendah. Cara Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia Menurut Habib (2011:01) cara efektif yang bisa digunakan untuk membangun dan mengembalikan jati diri bangsa Indonesia serta menekan pengaruh buruk pihak lain baik yang berasal dari luar maupun dari dalam yang mengikis jati diri bangsa Indonesia yaitu yang pertama dimulai dari diri kita sendiri. Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan. Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. Budha dan Hindu. Agama yang diakui di Indonesia ada 5. masyarakat.Kesebelas. maksutnya kita harus selalu menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya. bangsa dan negara Indonesia dapat dinyatakan mengalami krisis jatidiri yang cukup parah. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar . sudah tidak dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Indonesia sebagai kepribadiannya. dan sejahtera. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama. Katolik. dapat kita ambil kesimpulan bahwa Jati Diri Bangsa Indonesia saat ini sedang mengelami krisis. Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. Dari uraian kasus dan fakta diatas. sehingga memberi peluang berkembangnya perilaku KKN yang tercela. Dari sila pertama ini saja sebanarnya jika diterapkan dengan baik bangsa Indonesia ini pasti akan menjadi bangsa yang damai. Hal itu dapat dilakukan dengan membiasakan diri dari sekarang untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sebagai jati diri kita. G. aman. Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. Kristen. Seperti harus bertakwa kepada Tuhan YME. Sebab Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. adil. Dalam kaitannya dengan sila pertama ada nilai-nilai yang harus kita kembangkan pada diri kita yaitu:       Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Hal itu dapat kita lihat dari Ideologi Pancasila sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang merupakan lndasan dalam bertindak dan berperilaku sebagai masyarakat Indonesia. yaitu Islam.

Kristen. namun dari keberanekaragaman tersebut sebenarnya kalau disatukan dalam satu wadah besar (NKRI) bisa menjadi kekayaan besar yang saling melengkapi dan memajukan bangsa Indonesia. Kemudian kia juga harus selalu bersatu sebagai negara kesauan republik Indonesia. Katolik. Bukan sebaliknya. Sebagai orang tua . karena hukum hanya bersifat tajam bagi masyarakat yang kedudukannya rendah sementara bagi kalangan atas hukum sangat tumpul dan bahkan bisa dibeli dengan uang. Selain itu kita harus bersikap adil dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. hal inilah yang dapat melemahkan persatuan Indonesia dan memudahkan bangsa Indonesia untuk dihancurkan. Jika ke-5 sila tersebut sudah tertanam kuat pada diri sendiri selanjutnya kita harus mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita. agar mereka menanamkan nilai pancasila dalam kepribadiannya. Sehingga kita harus mengikis sikap primordialisme yang berlebihan terhadap budaya lokal agar kasus-kasus pertikaian antar suku. Sebab apabila hal ini terjadi dapat menjadiakn keadilan bangsa kita ini menjadi lemah. dsb dapat ditekan bahkan dihilangkan dari NKRI. Hal inilah yang membuat perekonomian negara Indonesia ini semakin mempuruk. Kemudian dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin kita juga harus memusyawarahkannya dengan demokratis dan tidak mengambil keputusan secara sepihak yang menguntungkan kelompok tertentu. Selanjutnya kita juga harus menjunjung tinggi nilai keadilan tanpa pandang bulu dan di segala sektor bagi seluruh warga negara Indonesia. Semisal dengan mengajar nilai-nilai Pancasila di sekolah melalui mata pelajaran PPKN kepada peserta didik kita. agar negara kita ini benar-benar menjadi negara yang demokratis sesuai dengan nilai yang terkandung dalam panca sila sebagai kepribadian yang harus kita miliki. agama. Sehingga kita tidak perlu mempersoalkan kebinekaan tersebut apalagi terlalu fanatik dan ingin menghancurkan satu sama lain. walaupun sebenarnya kita mempunyai kebudayaan. yaitu apabila kita menjadi seorang pemimpin di negara Indonesia ini kita harus sadar bahwa kita ini sebenarnya sebagai wakil rakyat untuk mengatur dan mengambil kebijakan dalam rangka memajukan dan mensejahterakan bengsa Indonesia. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam. Maksutnya kita harus memenusiakan orang lain tanpa pandang bulu dan bersikap adil kepada siapa saja yaitu kita tidak boleh sewenang-wenang memperlakukan orang yang lemah kemudian tunduk patuh terhadap orang yang mempunyai kekuasaan tinggi dan mempunyai uang banyak. Sehingga nilai keadilan sosial harus dikembangkan dan ditegakkan di semua kalangan terutama pada kehidupan kita sehari-hari. Banyak kasus-kasus korupsi di negara ini karena mensalahartikan kekuasaannya sebagai ajang untuk mencari uang sebanyakbanyaknya. Ingat negara Indonesia sebagai negara demokrasi dengan pemerintahan tertinggi dipegang oleh rakyat. agama. Kita harus menghindari kasus suap-menyuap. Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas. ras. sebagai pemimpin hanya untuk mencari harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi. dsb yang beranekaraga. Selanjutnya kita juga harus ikut menjaga dan melestarikan keutuhan NKRI dan jangan berusaha melepaskan diri dari wilayah NKRI yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke.agama. Lalu kita juga harus menanamkan sikap demokrasi yang tingi. Dan yang tidak kalah pentingnya dalam pemilihan waklil rakyat sikap adil dan demokratis harus benar-benar kita junjung tinggi. jadi sebagai seorang pemimpin sebanarnya merupakan pelayan dan wakil untuk rakyat.

Sehingga untuk meningkatkan ketakwaan agar tidak perprilaku menyimpang yaitu melalui program pendidikan Agama. kita akan mempunyai filter dengan sendirinya untuk memilih dan memilah pengaruh kebudayaan lain yang masuk ke negara kita. cara efektif yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME. Mengajak teman-teman disekitar kita agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Kemudian pengaruh kebudayaan lokal juga dapat kita saring melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah umum serta kita juga harus berusaha mengikis primordialisme yang berlebihan pada diri kita. Secara otomatis apabila kita telah menanamkan kuat jati diri bangsa Indonesia pada diri kita melalui cara-cara diatas. pelecehan seksual. masyarakat akan mempunyai rasa takut terhadap dosa sehingga mereka akan enggan berbuat salah. sebaikya pemerintah mewajibkan para generasi penerus bangsa untuk mendapatkan program wajib belajar selain sekolah umum juga sekolah keagamaam seperti madrasah/pondok pesantren bagi yang muslim. Yang baik kita pakai dan yang buruk atau tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Kasus-kasus seperti: korupsi. Maka dari itu. pembunuhan.kita mendidik dan menanamkan nilai pancasila pada anak kita agar nilai Pancasila menjadi kepribadian yang melekat baik pada anak kita. Pasti tidak akan terjadi. . kolusi. Selanjutnya untuk mendapatkan pendidikan mengenai cara hidup berkemajemukan (bertoleransi) serta untuk meningkatkan keahlian/ketrampilan khusus. Agar masyarakat Indonesia mampu menjalankan nilai-nilai pancasila dengan baik. Namun jika primordialisme terhadap agama yang dianut terlalu tinggi maka akan mengakibatkan perpecahan. dan menasetinya/menegur apabila teman-teman kita berperilaku bertentangan dengan Pancasila. penipuan. melalui sekolah umum. Hal ini dapat diatasi dengan menenemkan sikap toleransi melalui pendidikan di sekolah umum. pencurian. Karena dengan ketakwaan dan keyakinan yang tingi. kita tinggalkan. dsb.

dalam Alinea pertama kalimat pertama. semboyan dan seruan yang menggemakan kata MERDEKA dalam berbagai bentuk dan kesempatan seperti antara lain.Makna Kemerdekaan Ditulis oleh Super User Kategori: Liputan Diterbitkan pada 16 Agustus 2012 Dilihat: 85 производство минеральной воды Share Kata-kata MERDEKA pernah menjadi begitu sakral dan mewarnai hari-hari awal perjalanan bangsa ini. Begitu sakralnya kata tersebut sehingga mampu menjadi elan vital yang sanggup menggerakkan energi seluruh anak bangsa untuk berjuang dan rela berkorban membangun perlawanan terhadap penjajahan dan ketertindasan demi sebuah kata. . “MERDEKA…!!!”. “Masihkah tersisa arti dan makna kata MERDEKA di hati sanubari kita para pewarisnya?!”. “Apakah setiap bongkah batubata yang kita susun menjadi rumah masih disertai kenangan atas bagaimana Kemedekaan ini diraih?!”. Begitu banyak jargon. “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa…”. SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA !. Bahkan Preambule Undang-Undang Dasar 1945. Kentalnya pemahaman terhadap pemaknaan kata tersebut merasuk kedalam setiap sel darah dan tulang sumsum serta jiwa raga segenap anak bangsa. setelah lebih dari 60 tahun (red: sekarang 65 tahun) Kemerdekaan itu berhasil diperjuangkan dengan mengorbankan setiap titik keringat dan darah para putra bangsa. MERDEKA ATAOE MATI !. Saat ini. secara tegas mencantumkan.

inilah saat yang tepat bagi kita mencoba melakukan perenungan untuk menemukan kembali jati diri kita sebagai sebuah bangsa !.“Apakah setiap bulir nasi yang masuk ke mulut kita masih diimani oleh semangat yang sama seperti yang dimiliki oleh para pejuang kita?!”. “Mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”. Presiden pertama Republik Indonesia Ir. “bahwa Kemerdekaan sebuah bangsa yang sesungguhnya hanya bisa tercapai ketika setiap anak bangsa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti yang sebenar-benarnya”. Melainkan sebagai sebuah ajakan untuk menemukan kembali makna dari apa itu sesungguhnya kehidupan. takut untuk menggunakan hati nuraninya dalam menjalani hidup. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan para Pahlawannya.. Selain itu. beliau langsung menyambung uraiannya. Beliau juga menambahkan. itu juga berarti tidak terjajah oleh materi. “Yang aku maksud dengan mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah bahwa setiap anak bangsa ini harus mampu meMERDEKAkan dirinya dari rasa takut. “Apakah setiap sen yang masuk ke dalam kantung kita bisa dipertanggungjawabkan kepada jiwa-jiwa para pejuang kita yang telah gugur?!”. takut untuk mengatakan sesuatu yang benar dengan sebenar-benarnya dan mengatakan bahwa sesuatu yang salah adalah salah dengan sebenar-benarnya”. Dalam sebuah kesempatan yang sangat langka. Setiap perbuatan selalu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan”. Soekarno menguraikan secara langsung mengapa dalam setiap pembukaan dan penutupan pidatonya beliau selalu meneriakkan kata MERDEKA. Dengan kemampuan retorikanya sebagai seorang orator yang dikenal mumpuni. beliau juga menandaskan. Beliau mengatakan. juga dari rasa takut . Pertanyaan-pertanyaan di atas semata-mata tidak untuk mengadili setiap orang dari kita. Tidak berlebihan rasanya di tengah carut-marutnya penyelenggaraan Negara yang hanya dipenuhi aroma kekuasaan serta ditingkahi dengan gejolak jagad yang berunjuk rasa dengan bencana-bencana alamnya. berbangsa dan bernegara yang sudah lama hilang di Bumi Persada Nusantara ini. Menjadi wajar kalau bangsa ini sekarang tidak mampu menjadi bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi. kebendaan dan keduniawian yang bersifat semu dan sementara sehingga tidak berpamrih atau mengharapkan sesuatu imbalan atas setiap apa yang dilakukannya. Bangsa yang menghargai para Pahlawannya adalah Bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah Bangsanya. “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenar-benarnya adalah ketika anak bangsa ini mampu membebaskan diri dari rasa sombong dan gila popularitas karena mereka bersikap rendah hati dan andap asor. sebelum sempat ada yang menanyakan apa yang dimaksud dengan. adil makmur toto tentrem kerto raharjo. “Bahwa mampu meMERDEKAkan dirinya dalam arti sebenarbenarnya.

Prof. Saat Indonesia baru merdeka itu pula kita mempunyai cita-cita. kebetulan pas jatuh pada tanggal 17 Ramadhan 1364 H atau menurut hitungan André Möller. 65 tahun lalu. beliau menegaskan. panasten dan patiopen. Terlepas mana yang lebih tepat.Nurcholish Madjid (almarhum). Semangat Ramadhan justru sangat pas ketika kita memaknai hari kemerdekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini. kurnia dan ampunan dari Allah Swt. Hari Kemerdekaan Indonesia. Di akhir uraiannya. apakah Belanda. adil makmur toto tentrem kerto raharjo. rasa ingin berkuasa dan menang sendiri karena mereka mampu bersikap demokratis membuka diri terhadap perbedaan dan mengedepankan semangat gotong-royong”. tujuan bersama sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa yang adiluhung gemah ripah loh jinawi. juga bukan manusia yang „hanya‟ mampu bersikap BIJAKSANA. Ramadhan merupakan saat umat Islam membangun iman dan taqwa. dan sebagainya. srei. “Manusia yang MERDEKA bukan manusia yang „hanya‟ mampu bersikap BAIK. surti dan hati-hati”. dapat membangun pemerintahan sendiri dengan bebas dan berdaulat.menderita karena mereka pandai mensyukuri dan tidak mudah putus asa. yaitu “memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kemerdekaan Indonesia 65 tahun lalu patut kita syukuri sebagai nikmat dan kurnia Allah karena kita terlepas dari belenggu penjajahan. Sehingga menjadi manusia yang selalu setiti. tentunya kita tidak perlu menonjolkan hura-hura kemerdekaan yang bersifat serimonial dan apalagi hiburan tanpa makna. maka tak akan pernah bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Ketika merayakan kemerdekaan Indonesia dalam bulan Ramadhan. Jepang. dan tidak lagi harus tunduk pada kekuasaan manapun. tapi adalah manusia yang mampu bersikap BAJIKSANA ”!. sekitar tanggal 8 atau 9 Ramadhan 1364 H. Tuhan Yang Maha Kuasa. nilai-nilai yang kini kita sebut dengan Pancasila. nastiti. bebas menentukan nasib sendiri. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. mengharap berkah. Dalam kesempatan itu beliau juga mengatakan. makna kemerdekaan Kita kini merayakan hari kemerdekaan Indonesia.Dr. Perayaan kemerdekaan tahun ini punya makna mendalam karena bertepatan di bulan Ramadhan yang mengingatkan kembali saat-saat diproklamirkan 17 Agustus 1945. .― Saat itu pula kita berkomitmen bahwa kemerdekaan itu berlandaskan filosofi. sambung beliau. Camkan kata-kataku ini !”. suasana kemerdekaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan nuansa kehidupan umat Islam yang kini tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. dahwen. bertepatan pula dengan bulan suci Ramadhan. Saat itulah kita membangun tekad hidup mandiri. 17 Agustus 1945. “Manusia yang MERDEKA adalah manusia yang terbebas dari rasa iri. Saat Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta. Menurut cendekiawan Muslim. dengki. “Jikalau bangsa ini tidak mau segera kembali kepada KESEJATIANNYA sebagai bangsa yang MERDEKA dalam arti yang sebenar-benarnya. mencerdaskan kehidupan bangsa.

terutama dilihat dari adanya pemilihan langsung dari rakyat untuk pemilihan pimpinan. Bila kita mengaitkan dengan tingkah polah. Indonesia belum merdeka karena kondisinya seolah masih dalam alam penjajahan. Contoh kecil dalam masalah perhubungan dan transportasi. posisi rakyat kian berdaulat. Kita tidak lagi terlalu bisa mencaci maki. Ketika kita melalui jalan-jalan yang rusak parah di sejumlah daerah tersebut maka komentar yang muncul. Biarpun disebut sudah banyak orang Indonesia yang kaya atau lumayan kaya tetapi lebih banyak pula masih dalam kehidupan yang melarat. rasa keadilan masyarakat masih jauh dari harapan. bantuan. tidak dapat bebas menentukan nasib sendiri.Lantas apakah cita-cita atau tujuan Indonesia merdeka itu sudah tercapai. kemerdekaan itu memang tidak terbantahkan. terutama di luar pulau Jawa. tentu saja kemerdekaan dalam arti sesungguhnya itu masih belum banyak tercapai. dipuji dan diidolakan karena berlaga sampai di final. Bahkan sebaliknya tidak sedikit di antara kita. Bahkan dalam era reformasi ini. Mereka masih butuh pertolongan. mengklaim diri sebagai negara yang berdaulat karena sudah tidak ada lagi ada campur tangan dari pihak manapun dalam urusan pemerintahan kita. mementingkan diri sendiri. Paling tidak suasana itu dapat kita lihat dan rasakan saat kejuaraan sepakbola Piala Dunia 2010 yang baru lewat. Sementara jika kita menyorot makna kemerdekaan secara lebih dalam. Begitu pula bila kita melihat kondisi sarana dan prasarana di berbagai daerah. berbangsa. apalagi anak muda kita saat ini memuji-muji bahkan mengidolakan negara-negara tersebut. Jepang atau negara manapun yang pernah kita tuding sebagai penjajah. Apalagi Belanda yang konon pernah menjajah 350 tahun negeri ini. tentu banyak menyebut bahwa kita sekarang benar-benar sudah berada dalam alam kemerdekaan. Terlebih bila ada yang menyebut supremasi hukum. terasa masih sangat relevan manakala kita mengkaitkannya dengan seperti masalah kemiskinan. Ekstrim memang penilaian yang diberikan tetapi itulah realitas kehidupan di sejumlah wilayah Indonesia. Mereka ini tetap saja dalam kondisi terjajah. Tidak ada pujian untuk Indonesia kala Piala Dunia. lagi-lagi makna kemerdekaan tersebut masih banyak harus kita perjuangkan. membenci Belanda. . makna kemerdekaan juga terasa pas untuk dikedepankan. Jika melihat substansi kemerdekaan 65 tahun lalu secara fisik. Beberapa pemainnya. Kita boleh bertepuk dada. kecuali malah sebaliknya. melakukan instrospeksi. kondisinya masih banyak sangat memprihatinkan. Belanda dan Jepang yang ikut berlaga dalam Piala Dunia banyak mendapat dukungan di antara kita. maka sama saja artinya kemerdekaan belum dirasakan rakyat banyak. prilaku elit. pemimpin atau penguasa yang hidup dalam kesarakahan. Apakah kita sampai saat ini masih berkomitmen dengan berlandaskan Pancasila? Pertanyaan ini patut kita ajukan dalam kerangka untuk merenung kembali. Kembali kepada makna kemerdekaan. untuk dapat bebas dari belenggu kemiskinan. dan bernegara saat ini yang masih banyak memprtihatinkan. terlebih dikaitkan dengan pencapaian cita-cita atau tujuan nasional. cercaan karena tidak punya prestasi membanggakan dalam sepakbola. Relevansi kemerdekaan saat ini memang tidak lagi terasa pas kalau kita bicara tentang penjajahan. korupsi tetap merajalela. Terlebih tatkala kita mengkaitkan dengan situasi kehidupan bermasyarakat. mulai dari tingkat desa sampai Presiden. Sebagian kita. sekaligus sebagai wujud tanggungjawab kita meneruskan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa dan negara ini. disebut-sebut punya kaitan darah orang Indonesia.

makna kemerdekaan terasa pas dikaitkan dalam semangat Ramadhan. Ramadhan menuntut kita melepaskan diri dari prilaku menjajah. Mudah-mudahan dengan Ramadhan. Dirgahayu Indonesia! . tidaklah terlalu pas bila kita. memetik hikmah Ramadhan dengan pengendalian diri. terutama para elit. semangat memajukan kehidupan masyarakat agar tewujud kemakmuran dan keadilan yang diridhai Allah Swt. menindas si lemah. Hal itu berarti. kita bangun semangat kemerdekaan. memajukan kehidupan rakyat. berbangga diri. demi mengalihkan tanggungjawabnya meneruskan perjuangan Bapak Pendiri Bangsa. mematikan semangat keserakahan. terlalu mengedepankan kemerdekaan dalam konteks masa lalu. berbagai tuntutan atau harapan rakyat banyak yang mengemuka saat ini. apalagi terhadap anak bangsa sendiri. menjauhkan nafsu angkara murka.Tampaknya. Dalam konteks itu pula. Kita diajak untuk membangun iman dan takwa. masih merupakan bagian dari tuntutan perjuangan kemerdekaan yang disuarakan saat sebelum dan ketika Indonesia baru merdeka.