P. 1
Materi Kuliah Medan Elektromagnetik

Materi Kuliah Medan Elektromagnetik

|Views: 793|Likes:
Published by Muhamad Ali M T
Materi Kuliah Medan Elektromagnetik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY
Materi Kuliah Medan Elektromagnetik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhamad Ali M T on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2014

pdf

text

original

BAB I ANALISIS VEKTOR

A. Pengertian skalar dan vektor Dalam mempelajari dasar-dasar fisika, beberapa macam kuantitas terdapat 2 kelompok besaran yaitu Vektor dan Skalar. ¾ Skalar adalah besaran yang dicirikan sepenuhnya oleh besarnya (magnitude) Contoh : masssa, panjang, waktu, suhu, intensitas cahaya, energi, muatan listrik ¾ Vektor adalah besaran yang dicirikan oleh besar (magnitude) dan arah Contoh : berat, gaya, kecepatan, medan listrik, medan magnet, kuat medan listrik, percepatan gravitasi dsb. dsb.

B. Notasi dan aljabar vektor Besaran vektor dinotasikan dengan memakai simbol huruf tebal/huruf besar/huruf besar atau kecil yang di garis atasnya, sedangkan untuk vektor satuan (vektor dengan harga absolut/magnitude) dinyatakan dengan huruf kecil yang di tebalkan. ƒ
ƒ

Simbol vektor : A atau A atau Α atau a
Simbol vektor satuan : aA atau a

** note : permisalan vektor A Secara grafis vector digambarkan dengan segmen garis berarah (anak panah). Panjang segmen garis (pada skala yang sesuai) menyatakan besar vector dan anak panah menunjukkan arah vector. Berikut ini merupakan contoh penggambaran vector A dan B. Hasil penjumlahan Vektor A dan B atau A + B ditunjukkan dengan hokum jajaran genjang.

A B A+B

Gambar 1. Penggambaran vector secara grafis

bidang datar siku dan ruang siku-siku. pengurangan maupun perkalian. ™ Hukum asosiatif ™ Hukum komutatif Î Î A+B=B+A A + (B+C) = (A+B) + C ™ Hukum asosiatif distributif ( perkalian vektor dengan skalar) Î (r + s)(A+B) = r(A+B) + s(A+B) = rA + rB + sA + sB Contoh soal : 1. Koordinat kartesian Koordinat kartesian digunakan untuk menyatakan suatu benda yang memiliki bentuk siku seperti garis lurus. Sebuah vektor A = (2ax + 3ay + az) dan B = (ax + ay . ada beberapa peraturan baik itu pada penjumlahan.az). A + B b.Vektor satuan dalam arah vektor A dapat ditentukan dengan membagi A dengan nilai absolutnya : aA = Α Α dimana |A| = A = Α x . Dalam koordinat kartesius 2 dimensi terdiri dari 2 sumbu yaitu sumbu horizontal (mendatar) yaitu sumbu x dan sumbu tegak (vertical) yaitu sumbu y. Bentukbentuk siku akan mudah digambarkan dalam koordinat kartesius baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : . Hitunglah : a.Α y Pada Aljabar vektor. Sistem koordinat 1. A – B Penyelesaian : A + B = (2 + 1)ax + (3+1)ay + (1 – 1)az = 3ax + 4ay A + B = (2-1)ax+ (3-1)ay+ (1+1)az = ax + 2ay + 2 az C.

2 dimensi maupun 3 dimensi.Sumbu y Titik A Sumbu x Gambar 2. Sedangkan contoh objek 2 dimensi yaitu bidang datar.y. dan z. Objek 1 dimensi dan 2 dimensi dapat digambarkan pada koordinat 3 dimensi dengan baik. Koordinat kartesius 3 dimensi mempunyai 3 sumbu koordinat yaitu sumbu x. Koordinat kartesian 2 Dimensi Koordinat kartesius 2 dimensi digunakan untuk menggambarkan objek 1 dimensi dan 2 dimensi. Koordinat kartesian 3 Dimensi .z) z y x y x Gambar 3. Contoh objek satu dimensi yaitu garis baik garis lurus maupun garis lengkung. sedangkan untuk objek 3 dimensi harus digambarkan pada koordinat 3 dimensi. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut : z P (x. Koordinat Kartesius 3 Dimensi Koordinat kartesius 3 dimensi digunakan untuk menggambarkan suatu objek baik 1 dimensi. y.

Benda-benda seperti tabung. Koordinat silindris Tidak semua benda mempunyai bentuk siku-siku seperti balok. koordinat kartesius 3 dimensi Gambar 5. kubus. pipa. . dan bentuk-bentuk siku lainnya. botol. Bentuk-bentuk seperti ini akan susah untuk digambarkan pada koordinat kartesius karena simetri lingkaran sulit untuk digambarkan.Sudut yang dibentuk antar sumbu koordinat adalah 900 atau dengan kata lain sumbu x tegak lurus dengan sumbu y dan sumbu z. tampat sampah. bujur sangkar. kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan simetri yang khas. Gambar 4. vector dalam koordinat kartesius 3 dimensi 2. demikian juga sumbu y tegak lurus dengan sumbu x dan z dan juga sumbu z tegak lurus dengan sumbu x dan sumbu y.

φ dan z adalah sebagai berikut : Gambar 7. koordinat silinder Konversi dari koordinat silinder ke koordinat kartesius adalah sbb : x = r cos φ. φ. Koordinat silinder terdiri dari 3 sumbu koordinat yaitu koordinat r. z) r φ x z y Gambar 6. φ.Atas dasar inilah muncullah ide untuk mengembangkan system koordinat untuk benda-benda seperti ini yaitu dengan membuat koordinat silinder. dan z. y = r sin φ. Koordinat silindris Tiga unit vector satuan kearah sumbu r. z P (r. z=z Konversi dari koordinat koordinat kartesius ke silinder adalah sbb : .

Posisi atau kedudukan objek-objek yang berada dibumi akan sulit dijelaskan dengan koordinat kartesius maupun tabung karena bentuk bumi yang bundar. r konstan. r  φ) y φ x Gambar 9. φ konstan dan z konstan. z P (r. Koordinat bola Koordinat bola digunakan untuk menyatakan suatu objek yang mempunyai bentuk simetri bola. kooUGLQDW EROD PHQJJXQDNDQ  VXPEX NRRUGLQDW \DLWX U  GDQ φ. 3.Contoh visualisi penggambaran objek dalam koordinat silinder untuk kasus. Untuk menyatakan besaran vektor. Dari gambar ini dapat dibayangkan kira-kira suatu objek yang menempati koordinat silinder akan seperti pada gambar di bawah ini. Sebagai contoh adalah bumi yang kita tempati. Gambar 8. Koordinat bola . Oleh karena itu digunakan system koordinat bola agar mudah dibayangkan.

9HNWRU VDWXDQ GDODP DUDK U  GDQ φ Gambar 10 Vektor pada koordinat bola dapat dinyatakan dengan Konversi koordinat bola ke koordinat kartesian Konversi koordinat kartesian ke koordinat bola .

3. dikalikan dengan kosinus sudut terkecil antara kedua vektor tersebut. Produk-produk Vektor 1. B = A ⋅ B cosθ AB Perkalian titik dua vektor dapat ditulis sebagai berikut : . Secara matematis perkalian titik 2 buah vector dituliskan sbb : A . Produk Skalar (Perkalian titik Produk Skalar atau perkalian titik didefinisikan sebagai perkalian antara besar Vektor A dan besar Vektor B. Gambarlah dalam koordinat kartesian besaran vektor berikut : A = 2ax+ 3ay + 3az Penyelesaian : z P (2. suatu objek dalam koordinat bola Contoh soal : 1.3) x y x z y Gambar 12 D.Gambar 11.

A = A2 = |A| 2 aA . y dan z adalah 900.Bz. Az. dank arena cos 00 = 1.Jika vector A dan B terletak pada koordinat kartesius 3 dimensi dengan komponen ke masing-masing sumbu koordinat dinyatakan dengan Ax Ay Az Bx By Bz : komponen vector A kea rah sumbu X : komponen vector A kea rah sumbu Y : komponen vector A kea rah sumbu Z : komponen vector B kea rah sumbu X : komponen vector B kea rah sumbu Y : komponen vector B kea rah sumbu Z Karena sudut antara sumbu x. Az.Bz.Bx.B = B. maka cos 900 = 0 sehingga jika dikalikan Ax.8 = 24 .By. Perkalian titik antara vektor satuan dengan dirinya sendiri sama dengan 1. aA = 1 Contoh B a A -LND _$_  GDQ _%_  GDQ AB = 600. maka Ax.B = B.6 = 24 Jika kita proyeksikan ke arah B.Bx. Ay. B = AxBx+AyBy+AzBz Perkalian titik antara vektor dengan dirinya sendiri akan menghasilkan kuadrat dari besar vektor tersebut. Dituliskan sebagai berikut : A . maka Proyeksi vector A terhadap B = 3 sehingga A.By = 0.Bz = 1. Maka perkalian vector A dengan vector B akan menjadi sbb : A . Az. Ax.A = 4.Bx. Ay.A = 3. maka Proyeksi vector B terhadap A = 4 sehingga A. Ay.By.

maka A. ay x az = ax. 2. az x ay = -ax. sedangkan sin 00 = 0. Produk Vektor Produk vector atau perkalian silang antara vektor A dengan vektor B dapat dirumuskan sebagai berikut : AxB _$_ _%_ VLQ AB an an : vector satuan Hasil perkalian silang antara 2 vektor akan menghasilkan vector juga tidak seperti pada perkalian titik.|B| Teta = Cos-1 A.B = 0 karena cos 900= 0. Perkalian silang A dan B bisa dinyatakan dalam sembilan perkalian silang atau dengan menggunakan metode matrik. sebagai berikut : Ingat bahwa sudut antara sumbu x. y dan z masing-masing adalah 900. az x ax = ay. ay x ax = -az. ay x ay = 0. Sehingga perlu ditambahkan symbol an yaitu vector satuan yang menyatakan arah vector hasil perkalian vector A dan B. ax x ay = az.|B| Jika A dan B tegak lurus atau membentuk sudut 900.B/ |A|. ax x az = -ay.Sudut antara 2 vektor A dan B Terkadang besar sudut antara vector A dan B tidak diketahui. Sehingga perkalian silang vector A dan B dapat dituliskan dalam bentuk persamaan determinan matriks 3x3 sebagai berikut : . B = A ⋅ B cosθ AB Cos Teta = A. Dengan demikian ax x ax = 0. Sin 900= 1. az x az = 0.B/ |A|. sehingga harus dicari dengan persamaan dasar A .

y dan z.ax A x B = Ax Bx Keterangan : ay Ay By az Az Bz ax.13ax . Ax : besar vector ke arah x Ay : besar vector ke arah y Az : besar vector ke arah z Bx : besar vector ke arah x By : besar vector ke arah y Bz : besar vector ke arah z E. ay dan az merupakan vector satuan kearah sumbu x. Contoh soal dan penyelesaian 1.14ay– 16az 5 A x B = 2 −3 −4 −2 . Sebuah vektor A = (2ax – 3ay + az ) dan vektor B = ( .4ax – 2ay + 5az). Tentukamn perkalian silang A x B ? Penyelesaian : ax ay az 1 = .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->