P. 1
UTS dan UAS Pengelolaan Instalasi Komputer

UTS dan UAS Pengelolaan Instalasi Komputer

1.0

|Views: 1,596|Likes:
Published by Aswel Ben Zon
Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester Pengelolaan Instalasi Komputer
Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester Pengelolaan Instalasi Komputer

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aswel Ben Zon on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/23/2015

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) DAN UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MATA KULIAH PENGELOLAAN INSTALASI KOMPUTER

(Jawaban Pertanyaan Buku Pengelolaan Instalasi Komputer Karangan Bpk. Wahyu Nurjaya WK, ST, M.Kom )

OLEH : SATA ASWEL PUTRA 10509902

Kelas

:

SI-16 Sistem Informasi Teknik dan Ilmu Komputer

Program Studi : Fakultas :

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2013

Ujian Tengah Semster (UTS)
Evaluasi halaman 105
1. Perkembangan Teknologi Informasi semakin pesat, sehingga mempengaruhi perkembangan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Banyak

perusahaan/organisasi yang mulai migrasi dari metode konvensional ke komputerisasi dengan berbagai alasan dan tujuan yang hendak dicapai. Jika Anda adalah salah seorang yang memiliki keinginan untuk

memimpin/memiliki perusahaan yang berbasis komputerisasi, maka rencana awal apa yang akan Anda pikirkan? Sehingga persiapan untuk erakomputersasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan perusahaan! Paparkan secara gamblang sesuai dengan pemikiran Anda!

Jawab: Jika saya adalah seorang yang memiliki keinginan untuk memimpin/memiliki perusahaan yang berbasis komputerisasi, maka untuk permulaan saya akan memiliki beberapa langkah perencanaan, yaitu: a. Analisis kebutuhan (need analysis) Analisis kebutuhan untuk melihat apa saja yang benar-benar

dibutuhkan perusahaan, mulai dari hardware, software, ruang instalasi, petugas yang berwenang, anggaran biaya yang dibutuhkan, dan lain-lain. Analisis ini diperlukan untuk mengumpulkan informasi-informasi

mengenai kebutuhan yang nantinya akan dipenuhi. b. Menetapkan prioritas Setelah Analisis kebutuhan selesai dilaksanakan, maka langkah

berikutnya adalah menetapkan apa-apa saja yang menjadi prioritas untuk segera dipenuhi dari hal-hal yang telah dianalisis sebagai kebutuhan. Menetapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam suatu prioritas 1
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

tentunya melibatkan manajer dalam hal pengambilan keputusan. Agar pengambilan keputusan tersebut dapat berjalan dengan optimal, maka salah satu caranya dapat terlebih dahulu menggambarkannya dalam pohon keputusan. Berikut contoh sederhana dari pohon keputusan dalam penetapan prioritas:

c. Menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) SOP dibutuhkan karena merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi persahaan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, serta dimana dan oleh siapa dilakukan. Jadi SOP memuat berbagai panduan dan instruksi dalam pemenuhan kebutuhan berdasarkan prioritas yang telah 2
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

ditetapkan.

d. Sosialisasi pada pihak-pihak yang terkait dalam prusahaan Sosialisasi di sini mulai dari sosialisasi mengenai need analysis hingga SOP yang telah ditetapkan pada pihak-pihak yang terkait. Hal ini diperlukan agar nantinya didapatkan pemahaman yang komprehensif serta mengurangi kemungkinan miss komunikasi antar berbagai pihak. e. Pelaksanaan dan Pengawasan Pelaksaan untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari kebutuhan hardware, software, ruang instalasi, petugas yang berwenang, anggaran biaya yang dibutuhkan, dan lain sebagainya, berdasarkan prioritas yang telah ditetapkan dengan berlandaskan pada SOP yang telah dibuat. Pada saat pelaksanaan ini juga dilakukan pengawasan agar berbagai kesalahan dan penyimpangan dapat diminimalisir. f. Evaluasi Langkah terakhir adalah evaluasi. Evaluasi merupakan rencana untuk melihat dan menilai apa-apa saja yang telah dicapai dari tahap pertama hingga terakhir serta melihat berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada.

2. Untuk menunjang kenyamanan kerja dalam ruang komputer, perencanaan instalasi yang seperti apa yang harus Anda rencanakan jika Anda adalah seorang manajer yang harus mengambil keputusan kebijaksanaan atas instalasi ruang komputer?

Jawab: Untuk menunjang kenyamanan kerja dalam ruang komputer, maka perencanaan instalasi yang saya pikirkan lebih kepada perencanaan fisik. Perencanaaan fisik di sini adalah pemenuhan peralatan, perlengkapan, infrastruktur dan fasilitas yang harus ada dalam ruang komputer. Ada pun 3
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

peralatan, perlengkapan, infrastruktur dan fasilitas yang mesti ada tersebut yaitu: 1) Air Conditioning/AC Pemasangan AC memiliki dua alasan utama: pertama sebagai alat bantu untuk memberikan asupan oksigen, sehingga SDM yang ada di dalam ruang komputer dapat bekerja dengan nyaman dan tidak mudah lelah. Kedua AC ini diperuntukkan sebagai pendingin perangkat hardware atau server, sehingga suhu perangkat tersebut selalu terjaga. Hal ini nantinya berdampak pada umur hardware yang lebih panjang sehingga dapat menghemat biaya perawatan. 2) Machine Accessibility Machine Accessibility diperlukan untuk menjaga keamanan

infrastruktur yang terdapat di dalam ruang komputer. 3) Lantai ruang komputer yang benar Lantai di dalam ruang komputer diatur sedemikian rupa dari mulai bahan sampai dengan pemasangan instalasi, sehingga tidak mengganggu keberlangsungan sistem komputer perusahaan. Misalnya lantai dalam ruang komputer diusahakan tidak boleh menggunakan karpet yang mudah menyimpan debu. 4) langit-langit ruangan yang memenuhi syarat Langit-langit dalam rang komputer hendaklah kering, biasanya

menggunakan lapisan yang kedap air. 5) Power supplies Dalam perencanaan awal instalasi komputer, perlu dipertimbangkan mengenai penggunaan cadangan listrik ketika terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan pemasangan Power supplies sebagai cadangan daya listrik bagi peralatan yang ada dalam 4
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

ruang komputer, agar data perusahaan selalu terjaga dan tidak hilang pada saat listrik mengalami pemadaman dari PLN. 6) Alat alarm Alat alarm diperlukan agar keamanan dan kenyamanan akan ruang komputer dapat selalu terjaga. Alat alarm ini nantinya dihubungkan dengan sensor pintu, sensor gerak, sensor asap, sensor gas LPG, dan lain sebagainya sehingga apa pun yang terjadi dan berpotensi mengancam keamanan dan kenyamanan ruang komputer, dapat segera terdeteksi dan disadari. 7) Pengaturan pintu masuk dan pintu keluar Penggunaan pintu masuk dan pintu keluar pada ruang komputer diatur hanya satu pintu sehingga dapat mendukung keamanan infrastruktur ruang komputer. 8) Peredam suara Ruang komputer perlu dipasang peredam suara dalam instalasinya. Hal ini dilakukan agar polusi suara yang ada dapat diminimalisir sehingga SDM dalam ruang komputer dapat bekerja dengan lebih nyaman dan lebih berkonsentrasi. 9) Ventilasi Ventilasi harus ada karena fungsi utamanya sebagai supplay oksigen ketika pengatur suhu ruang komputer mati. 10) Dekorasi ruang Ruang komputer memerlukan dekorasi dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan dekorasi ruang adalah menyusun semua perangkat dalam ruang komputer, letak server dan letak client diatur sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan staf dalam mengelola data.

5
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

11) Alat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran berguna sebagai antisipasi terjadinya kebakaran akibat arus pendek listrik atau terbakarnya komponen komputer. 12) Ruang peninjauan Ruangan ini dapat difungsikan sebagai tempat control quality bagi bagian produksi atau sebagai tempat kontrol dan validasi data bagi bagian pengolahan data. 13) Tempat perkumpulan kerja Ruangan ini diperuntukkan ketika ada kegiatan evaluasi atau monitoring pekerjaan yang akan atau telah diimplementasikan. Ruangan ini juga dapat digunakan oleh manager untuk melakukan rapat tentang kemajuan bisnis perusahaan. 14) Tempat penyimpanan barang Ruang hardware melengkapi perencanaan instalasi ruang komputer. Dengan adanya ruang hardware diharapkan akan memudahkan dalam pengelolaan perawatan perangkat komputer di bagian atau unit pengolahan data.

3. Ketika perusahaan Anda akan menerapkan sistem komputerisasi, tahapan apa saja yang harus diperhatikan agar perencanaan instalasi komputer berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan? Berikan studi kasus seandainya Anda memiliki sebuah perusahaan! Jelaskan tahapan yang akan Anda jalankan dalam pengembangan komputerisasi perusahaan Anda!

Jawab: Tahap yang harus diperhatikan agar perencanaan instalasi komputer berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu: (1) Tahapan 6
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

pengenalan; (2) Tahapan penularan; (3) Tahapaan Pengetatan; (4) Tahapan integrasi; (5) Tahapan administrasi; (6) Tahapan pematangan. Studi Kasus: Misalnya saya memiliki perusahaan dengan nama CV. CeriaTrans. Perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang Tour and Travel. Awalnya perusahaan saya ini hanya memiliki kantor pusat di Bandung dan satu kantor cabang di Jakarta. Namun sekarang ini, selain kantor cabang di Jakarta, sudah memiliki kantor cabang di Banten, Cirebon, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Setelah memerhatikan perkembangan dan pertumbuhan perusahaan, saya selaku pemilik, direktur, dan sekaligus pemimpin perusahaan, berencana menerapkan sistem komputerisasi pada perusahaan saya. Ada pun rencana tahapan yang akan saya tempuh dalam penerapan sistem komputerisasi pada perusahaan saya yaitu: a. Tahap Pengenalan Pada tahap ini, kegiatan komputersasi direncanakan terpusat pada aplikasi yang mengarah kepada pengurangan biaya, seperti pembuatan website-perusahaan, penerimaan dan pengeluaran keuangan, pembuatan daftar gaji karyawan, dan lain sebagainya. Spesialisasi direncanakan mulai terbentuk dengan adanya jabatan-jabatan operator komputer, programmer, dan analisis. b. Tahap Penularan Pada tahap ini, manfaat komputerisasi akan mulai disadari oleh kalangan luas CV. Ceria-Trans. Aplikasi pun mulai bertambah, seperti aplikasi aplikasi kesejahteraan karyawan, Aplikasi Tiketing-Online, dan lain-lain. Karyawan pun memiliki jabatan yang lebih terspesialisasi seperti systems programers, scientific application programmer, system analys, dan system designer, yang umumnya lebih berorientasi pada kelompok pemakai. 7
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

c. Tahap Pengetatan Melihat hal-hal yang ditimbulkan dari tahap penularan, seperti banyaknya pembuatan aplikasi yang baru, perekrutan karyawan dengan jabatan yang lebih terspesialisasi, maintenance berbagai apilikasi dan hardware yang ada, yang menimbulkan pembengkakan di bidang anggaran, maka Saya selaku pemilik CV. Ceria-Trans nantinya terpaksa akan melakukan pengetatan. Dalam tahap pengetatan ini, juga akan dilakukan usaha-usaha untuk memperbaiki sistem dokumentasi dan aplikasi ke dalam suatu struktur yang utuh. Kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengawasan nantinya akan mulai menjadi formal. Dalam beberapa segi mulai ada sentralisasi, sedangkan aplikasi-aplikasi tertentu masih dbiarkan dalam keadaan desentralisasi. Di sini nantinya alokasi sumber daya komputer mulai dipikirkan, agar anggaran komputer dapat dikendalikan dan pembebanannya pada pemakai mulai dilaksanakan. Pada akhir tahap ini, karena perkembangan CV. CeriaTrans yang cukup signifikan, maka juga mulai diperhatikan gagasangagasan untuk membentuk suatu basis data yang terpusat dan dapat mencakup/mendukung semua aplikasi. d. Tahap Integrasi Pada tahap ini, nantinya integrasi pengembangan basis data menempati prioritas yang lebih tinggi. Model-model simulasi, prediksi dan optimasi mulai diintegrasikan, demikian juga sistem “Online Query” dan “Online Data Entry”. Hal ini diperlukan karena pesatnya perkembangan CV. Ceria-Trans dengan berbagai kantor cabang yang dimilikinya yang membutuhkan perputaran informasi yang cepat, terpusat, serta akurat. Pada tahap ini sosialisasi pun menjadi lebih menonjol dengan munculnya jabatan-jabatan baru seperti database administrator, teleprocessing system analys, dan lain-lain. Anggaran komputerisasi kemungkinan 8
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

besar akan menunjukkan gejala kenaikan. Fokus tidak lagi pada pengelolaan pemakai komputer, tetapi pada pengelolaan pemakaian data, dan ini berarti nantinya akan masuk ke tahap administrasi. e. Tahap Administrasi Pada tahap ini, nantinya akan timbul kesadaran bahwa komputerisasi adalah sumber daya yang harus dikelola dan dipergunakan bersama. Peranan pusat komputer bergeser dari fungsi pengolahan data kepada fungsi pengolahan admnistrasi data. Dalam organisasi CV. Ceria-Trans, nantinya jika sudah mencapai tahap ini, akan terbentuk startifikasi tanggung jawab atas pengelolaan dengan startifikasi wewenang dalam organisasi “steering committee”. f. Tahap Pematangan Jika sudah sampai pada tahap ini, nantinya system informasi di CV. Ceria-Trans telah menjalankan fungsinya untuk semua tingkatan pengambilan keputusan.

Evaluasi halaman 240
1. Anda tertarik dengan pengelolaan Instalasi Komputer tentunya karena Anda punya tujuan untuk mengembangkan organisasi organisasi Anda dalam berbasiskan melakukan

komputer.

Untuk

keberhasilan

pengelolaan instalasi komputer, silakan Anda kerjakan studi kasus berikut ini: a. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda seorang manajer? Dimana Anda telah mengambil kebijakan tentang perubahan sistem konvensional menjadi komputerisasi?

9
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Jawab: Jika saya adalah seorang manajer dan saya telah mengambil kebijakan tentang perubahan sistem konvensional menjadi

komputerisasi, maka yang akan saya lakukan adalah: 1) Mensosialisasikan kebijakan saya ini kepada semua pihak yang terkait dalam perusahaan. Dalam mensosialisasikan kebijakan ini, saya akan meminta semua pihak yang terkait untuk hadir dalam

aktivitas sosialisasi ini. Diharapkan dengan adanya sosialisasi kebijakan ini, semua pihak memahami kebijakan yang telah saya ambil serta ikut berkontribusi dengan memberikan ide, kritik yang membangun, saran dan sebagainya agar kebijakan ini dapat segera terealisasi dan sesuai dengan tujuan perusahaan. 2) Jika kebijakan yang disosialisasikan telah di ACC, maka saya akan menunjuk tim khusus yang bertugas melaksanakan dan

mensukseskan kebijakan yang telah di ambil. 3) Merencanakan dan menetapkan sebelum adanya aktivitas

need

analysis/analisis

kebutuhan

kebijakan

direalisasikan.

Analisis kebutuhan ini untuk melihat apa-apa saja hardware, software, Sumber Daya Manusia (SDM), dan infrastruktur sistem komputerisasi yang benar-benar dibutuhkan bagi perusahaan. 4) Meminta tim khusus yang untuk melaksanakan analisis kebutuhan yang telah dicanangkan. 5) Meminta tim khusus untuk merancang dan melakukan estimasi berdasarkan analisis kebutuhan yang sebelumnya telah dilaksanakan. Estimasi ini meliputi estimasi anggaran biaya, waktu, SDM,

software, hardware, dan infrastruktur yang diperlukan. 6) Merancang dan menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja untuk merealisasikan kebijakan. 10
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

7) Memeriksa laporan estimasi yang telah dibuat tim khusus. Jika sesuai dan tidak ada penyimpangan, maka saya akan meng-ACC estimasi dan menginstruksikan untuk segera bekerja merealisasikan kebijakan sesuai dengan estimasi dan SOP kerja yang sebelumnya telah ditetapkan. 8) Mengontrol dan mengawasi kerja tim khusus dalam kegiatan realisasi kebijakan sistem komputerisasi. Kegiatan realisasi ini berupa pengadaan SDM, software, hardware, dan infrastruktur yang telah ada dalam laporan estimasi. 9) Menetapkan adanya aktivitas testing dan implementasi. Testing dan implementasi ini tentunya berlangsung setelah kegiatan realisasi selesai dan dilakukan oleh tim khusus yang berwenang. 10) Mencanangkan dan menetapkan adanya evaluasi terhadap sistem komputerisasi yang berhasil dibangun. Evaluasi-evaluasi tersebut mencakup: Evaluasi sistem yang dibangun terhadap perusahaan, Evaluasi sistem yang dibangun terhadap reaksi user/pengguna, dan Evaluasi sistem yang dibangun terhadap waktu dan biaya.

b. Anggap Anda sudah memiliki perencanaan untuk merakit komputer dalam memenuhi kebutuhan komputerisasi perusahaan Anda

(spesifikasi komputer harus beda dengan referensi dalam buku), bagaimana langkah-langkah Anda merakit komputer sehingga waktu perakitan lebih efisien dengan hasil yang sesuai harapan?

Jawab: Langkah-langkah yang saya lakukan dalam merakit komputer sehingga waktu perakitan lebih efisien dan hasilnya sesuai harapan yaitu: 1) Mempersiapkan Semua komponen komputer 11
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Pada tahap ini, saya mempersiapkan semua komponen yang akan dirakit. Berikut komponen-komponen komputer yang akan dirakit tersebut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komponen Mother Board Processor Hardisk Memory VGA Sound LAN Card Optic Drive Porwer Supply Keterangan ASUS P5KPL-AM EPU Intel Pentium Core Duo Seagate SATA 320 GB Visi Pro DDR2 1 GB Onboard Onboard Onboard Samsung DVD RW Standar

Gambar komponen-komponen komputer pada tabel di atas adalah tersebut sebagai berikut:

12
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

2) Mempersiapkan Ruangan Saya akan melakukan perakitan komputer di ruangan tertutup dan bebas debu. Idealnya di ruangan ber-AC (air condition). Saya juga akan menyiapkan meja kerja yang cukup lebar untuk menaruh semua peralatan dan perlengkapan, serta menaruh sebuah kursi yang nyaman. Pada waktu merakit saya juga tidak merokok, karena abu rokok bisa mengotori dan merusak komponen PC, terutama prosesor. Air minum juga saya jauhkan dari meja kerja. Pada saat berkerja, saya juga menggunakan lampu dengan penerangan yang cukup kuat.

13
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Gambar Persiapan Ruang Komputer

3) Mempersiapkan benda isolator/antistatik yang akan dipakai saat merakit. Hal ini berguna untuk menghindari arus statik. Benda antistatik tersebut seperti gelang antistatik dan sandal karet. Gelang antistatik merupakan gelang berkabel yang salah satu ujungnya menempel pada casing PC. Kalau bisa, jangan berdiri dengan telapak kaki telanjang atau menginjak sesuatu yang menghantarkan listrik, seperti lembar vinyl atau lembaran plastik. Sebelum melakukan perakitan, maka saya akan membasuh tangan terlebih dahulu dan setelah itu mengeringkannya. Ini untuk menghindari keringat dan kotoran di tangan yang bisa menyebabkan komponen PC berkarat.

Gambar gelang antistatik

4) Membuka Casing dan memasang power supply

Casing yang saya gunakan di sini adalah model tower dengan penutup
samping. Pada ahap ini langkah yang saya lakukan yaitu: membuka kedua penutup samping dengan melepas keempat baut yang berada di belakang casing. Kemudian menyimpan kedua penutup samping itu di tempat yang aman. Setelah itu, saya akan memasang swicthing 14
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

power supply unit (PSU) adapter pada tempat yang telah disediakan.
Pada model tower dan middle tower, biasanya tempatnya di sisi paling atas. Kemudian merekatkan PSU tersebut dengan empat buah baut.

Gambar Memasang Power Supply 5) Memasang Processor ke Motherboard Sebelumnya, untuk menghindari kerusakan fatal, saya akan

memasang Processor sebelum Motherboard dipasang pada casing. Kemudian saya akan meletakkan motherboard yang di atas meja dan memberi alas pada bagian bawah motherboard tersebut dengan gabus terlebih dahulu. Ada pun langkah yang akan saya lakukan untuk memasang Processor ke Motherboard yaitu: a) Membuka Soket Processor Tarik pengait (pengaman) kesebelah kiri dengan pelan dan hatihati, kemudian tarik keatas. Buka besi penutup processor (ada plastik penutup, sudah saya buang). Perhatikan dudukan yang ada di Motherboard dan processornya. Ada segitiga berwarna emas disalah satu ujung processor. Jika dibalik , didekat segitiga itu tidak terdapat pin (pada Processor jenis socket 478 jarumnya kurang satu). Pada Processor jenis LGA, disamping segitiga

15
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

lingkaran berwarna keemasannya kurang satu dan ada dua tanda terpotong setengah lingkaran. Silahkan lihat Motherboard, tanda seperti di atas terdapat pada socket dengan bentuk yang sama (pada Processor jenis socket 478 jarumnya kurang satu dan pada LGA lingkaran berwarna keemasannya kurang satu). Tanda-tanda tersebut sengaja dibuat agar tidak salah saat memasukan processor ke socket yang ada di Motherboard. Kalau tidak dipasang dengan benar, processor tidak akan pas. Silakan Perhatikan gambar berikut ini:

b) Memasang Processor Ambillah prosesor, peganglah pada sisi-sinya. Lalu posisikan pada soket prosesor, pastikan sudut yang bertanda segitiga berada di dekat pengait. Tancapkan chip prosesor pada soket dan pastikan pinnya menancap semuanya. Berhati-hatilah, jangan sampai pinnya bengkok atau patah.

16
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Gambar Pemasangan Posesor c) Memasang Pengaman Pasang pengaman Processor dan tekan dengan hati-hati besi pengait (pengunci) agar processor aman ditempatnya. Agar lebih jelas, berikut saya sertakan gambar pemasangan pengaman:

17
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

6) Mengoleskan Thermal Paste dan Memasang FAN Setelah Prosesor terpasang dengan benar, maka selanjutnya saya akan mengoleskan sedikit thermal paste atau pasta pendingin di atas prosesor, lalu menempelkan heatsink dan kipas di atasnya. Kemudian mengunci kipas prosesor dengan menekan dua pengaitnya secara bergantian dan hati-hati.

Gambar Pengolesan Thermal Paste dan pemasangan FAN

Setelah itu, saya akan mengunci kipas prosesor dengan menekan dua pengaitnya secara bergantian dan hati-hati dimana tidak menekan terlalu keras pada sisi atas kipas. Lalu menancapkan kabel power untuk kipas ke motherboard. Letak soketnya biasanya berada di sebelah soket prosesor, bisa ditemukan di daerah yang bertuliskan CPU FAN .

18
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Gambar Pemasangan Kunci FAN

7) Memasang RAM Jenis RAM sangat berpengaruh terutama pada Motherboard. Jika ingin menggunakan RAM jenis DDR, maka saat membeli

Motherboard harus yang mendukung DDR bukan SDR. Karena slot untuk menancapkan RAM tentu berbeda. Pada kesempatan kali ini, Saya menggunakan DDR2 Merk VisiPro dengan kafasitas 1 GB. Pegang RAM, masukan ke salah satu slot yang ada, pastikan kedua ujungnya masuk ke tempatnya. Tekan perlahan-lahan sampai terdengar suara “klik/trek”. Secara otomatis pengaman yang ada dikedua ujung akan menghimpit bagian atas RAM. Berikut gambar pemasanfan RAM yang benar:

19
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

8) Memasang Motherboard ke Casing Pertama-tama, bersihkan debu yang menempel dan pastikan tidak ada mur atau baut yang jatuh agar tidak terjadi arus pendek (koslet). Setelah itu, pasang baut alas untuk motherboard pada pelatnya. Warna bautnya biasanya keemasan dan berlubang. Pastikan penempatannya sesuai dengan jumlah dan posisi lubang baut yang dimiliki motherboard. Kemudian kencangkan baut

tersebut dengan menggunakan tang. Langkah selanjutnya, Angkat motherboard dan letakkan ke dalam casing.

20
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Setelah posisi Motherboard pas dan bagian port telah dipasangi penutup, silahkan atur agar lubang-lubang untuk baut yang ada pada Motherboard searah dengan lubang-lubang baut pada Casing. Setelah oke, silahkan pasang baut sampai paten (tidak bergoyang).

9) Memasang Pin Group Biasanya pin group ini berhubungan dengan kabel-kabel power, power Led, HDD Led, Restart, dan lain-lain. Kabel-kabel ini adalah kabel yang tidak kalah penting. Kabel power untuk menyalakan komputer. Restart untuk menyalakan ulang. HDD led, lampu yang menunjukan aktivitas Hardisk saat digunakan. Jumper pin group pada Motherboard ditulisi dengan jelas. Jadi, kita tinggal cari dan pasang. Silahkan lihat dimana posisi jumper pin group tersebut, biasanya dibagian pinggir. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat gambar dibawah:

21
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

10) Memasang Konektor USB dan Audio Casing modern biasanya menyertakan port USB dan Audio dibagian depan casing. Agar keduanya bisa aktif maka konektornya harus dipasang pada Motherboard. Lihat bentuk konektor dan cari jumper yang memiliki tulisan USB dan AUDIO. Biasanya dibagian pinggir Motherboard. Agar lebih mudah, kita bisa buku Manual

Motherboardnya. Semuanya sudah dikasih tanda dengan jelas disana.

11) Memasang kabel arus Motherboard

listrik

utama dari Power

Supply ke

Gambar dibawah adalah kabel utama yang men-suplai arus listrik ke Motherboard. Jika kabel ini tidak dipasang, tidak aka nada arus yang masuk. Itu artinya, semua komponen tidak akan berfungsi. Pasang konektor ke tempat yang telah disediakan. Pastikan posisinya benar, sampai pengait (pengaman) terpasang kuat agar konektor 22
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

tidak longgar atau terlepas. Biasanya, kabel arus listrik utama ini hanya satu. Tapi jika ada konektor lain yang lebih kecil, silahkan pasang ke jumper yang pas, biasanya di bagian pinggir.

12) Memasang VGA dan Sound Card Karena komponen VGA dan Sound Card yang saya rakit bersifat onboard, jadi saya tidak akan membahas pemasangan VGA Card dan Sound Card. Sebab, saya membeli Motherboard yang sudah menyertakan VGA Card dan Sound Card secara Onboard. VGA Card dan Sound Card Onboard biasanya diperuntukan bagi pengguna komputer rumahan (Personal Computer-PC). Fungsi utama hanya sebagai display (penghubung) ke monitor dan mengeluarkan suara ala kadarnya. Jika komputer yang kita rakit akan digunakan untuk Video Editing, Desain Grafis atau Games yang butuh performa VGA tinggi, silahkan beli VGA Card terpisah. Ada banyak merk dengan harga variatif. Untuk slot (dudukan), biasanya AGP atau PCI Exspress. Maka, pastikan pula Motherboard yang dibeli memiliki Slot AGP atau PCI Exspress tersebut. Kelebiahan VGA Onboard lebih stabil. Karena hanya untuk display saja. Berbeda dengan VGA Card terpisah. Saat sering dibuka dan diganti ada kemungkinan slot-nya aus atau rusak.

23
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

13) Memasang Harddisk Pada kesempatan kali ini, saya menggunakan Hardisk Seagate 320 GB versi SATA. Perbedaan antara SATA dan ATA (IDE) adalah bentuk colokan kabel, SATA kecil sedangkan ATA lebar dan tipis. Untuk memasang, silakan masukkan Hardisk. Yang ada labelnya menghadap keatas. Kemudian atur agar lubang yang ada di Hardisk sejajar dengan lubang pada casing. Kuatkan dengan baut dan pastikan agar paten (tidak bergoyang). Agar lebih jelas, dapat dilihat pemasangan hardisk pada gambar berikut ini:

14) Memasang DVD RW (Optical Drive) Bagian depan sebelah atas casing yang dihalangi alumunium adalah tempat untuk menyimpan Optic Drive (CD/DVD ROM, dll.), tengah untuk menyimpan Floopy Disk dan bagian bawah untuk menyimpan Hardisk.

24
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Untuk Optic Drive Ada sekitar tiga ruang yang bisa diisi. Kita boleh mengisi salah satu atau semuanya. Pada kesempatan kali ini, Saya hanya menggunakan satu saja. Untuk memasang, silahkan buka salah satu penutup (Dicungkil atau didorong dari dalam) kemudian masukan DVD RW dari bagian luar (dari depan) sampai lurus dengan casing. Lihat gambar berikut:

15) Memasang kabel DVD RW dan Hardisk DVD RW dan Hardisk yang saya gunakan adalah jenis SATA. Maka, kabel yang digunakan adalah kabel SATA yang berwarna merah dan lebih kecil ukuranya. Untuk jenis ATA (IDE) biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dengan bentul lebih lebar dan memiliki konektor berukuran besar. Pasang salah satu ujung kabel SATA ke DVD atau Hardisk dan pasang ujung lainya ke colokan sata (berwarna merah) di

Motherboard. Atur agar pas dan jangan dipaksa. Kemudian pasang kabel arus listrik dari Power Supply.

25
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

16) Langkah Akhir Perakitan Untuk Langkah akhir perakitan, silakan colokkan/pasangkan kabelkabel yang ada pada port-port berikut ini:

26
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

2. Berikan contoh real usaha yang akan Anda kembangkan, sehingga ilmu pengelolaan instalasi komputer dapat dimanfaatkan! Buatlah ilustrasi jaringan komputer yang akan Anda bangun untuk membantu dan memudahkan pengelolaan data perusahaan/organisasi Anda. (Catatan: bidang usaha yang akan Anda bangun selain warnet, karena usaha warnet telah dijadikan contoh studi kasus dalam buku).

Jawab: Contoh usaha real: “Membangun jaringan komputer CV. CeriaTrans cabang Surabaya.” a. Profil perusahaan dan gambaran umum kasus CV. Ceria-Trans adalah perusahaan yang bergerak di bidang Tour and Travel. Awalnya perusahaan ini hanya memiliki kantor pusat di Bandung dan satu kantor cabang di Jakarta. Namun sekarang ini, akibat pertumbuhan dan perkembangannya yang pesat, selain kantor cabang di Jakarta, CV. Ceria-Trans juga membuka kantor cabang di Banten, Cirebon, Yogyakarta dan Malang. Perkembangan tersebut salah satunya diakibatkan oleh makin banyaknya customer yang menggunakan jasa CV. Ceria-Trans karena pelayanannya yang optimal dan profesional. Melihat pertumbuhan dan perkembangan yang siginifikan, pimpinan pusat CV. Ceria-Trans berencana melakukan ekspansi hingga ke Jawa Timur dengan membuka kantor cabang di Surabaya. Pembukaan kantor cabang ini tentunya memerlukan SDM dan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur tersebut termasuk

pembangunan jaringan di kantor cabang yang baru. Sebagai tenaga IT CV. Ceria-Trans, saya ditugaskan oleh pusat untuk membangun jaringan tersebut. Berikut ilustrasi jaringan komputer untuk kantor cabang baru CV. Ceria-Trans yang saya rancang:

27
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

b. Analisis kebutuhan Pada Kantor cabang CV. Ceria-Trans yang baru, staf yang menggunakan komputer dan membutuhkan layanan jaringan komputer yang

terintegrasi terdiri atas 10 orang, dimana, 1 orang sebagai staf IT, 5 orang sebagai front liner, 2 orang sebagai staf keuangan, 1 orang sebagai kepala cabang, dan 1 orang lagi sebagai asisten kepala cabang. Untuk insfrastruktur sendiri, terdiri atas beberapa hardware dan software, berikut listnya: No 1 Nama Device Jumlah Komputer server 1 unit (Komputer staf IT) Komputer staff 9 unit Keterangan Spesifikasi: Prosesor intel i-7, RAM 4 GB, VGA 1 GB, HDD 500 GB. Spesifikasi: Prosesor intel i-3, RAM 2 GB, VGA 512 MB, HDD 500 GB Strategi pengkabelan Straightthrough Untuk tiap komputer ke switch. Konektor yang digunakan adalah RJ-45 Switch yang memiliki 16 port -Os yang digunakan pada tiap komputer adalah windows 7 -security yang digunakan adalah anti virus dan anti malware berlisensi/berbayar. Modem yang digunakan adalah modem speedy

2

3

Kabel UTP

50 meter

4 5 6

Konektor Concentrator Software

25 buah 1 unit

7

Modem

28
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

c. Diagram Jaringan Berikut diagram jaringan komputer CV. Ceria-Trans cabang Surabaya yang akan dibangun:

Keterangan: Untuk kelancaran koneksi, jaringan yang akan dibangun menggunakan 2 LAN Card pada Komputer server, satu disambungkan ke modem speedy dan satunya lagi ke switch. Oleh switch akan disambungkan lagi keseluruh komputer yang ada dalam satu jaringan.

Evaluasi halaman 259
PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan sepatu. Pada awal perkembangannya, PT XYZ belum memiliki pelanggan yang mendunia, sehingga penanganan pengolahan data perusahaannya masih bersifat 29
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

konvensional. Setelah beberapa tahun kemudian, Manajer PT XYZ memiliki keinginan untuk mengubah sistem konvensional ke sistem komputasi. Alasannya pelanggan PT XYZ melonjak tajam setelah PT XYZ dikenal sampai ke uar negeri, sehingga pengolahan data mulai dari bahan mentah sampai bahan jadi mengalami kendala yang dikhawatirkan akan menjadi masalah dikemudian hari. Berdasarkan hal tersebut, manajer PT XYZ berencana akan membuat instalasi komputer. 1. Jika Anda seorang manajer PT XYZ, apa yang akan Anda lakukan untuk membangun instalasi komputer perusahaan PT XYZ?

Jawab: Yang akan saya lakukan untuk membangun instalasi komputer perusahaan PT. XYZ yaitu: 1) Membuat perencanaan yang matang, kemudian menetapkan

kebijakan pembangunan instalasi komputer yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. 2) Mensosialisasikan kebijakan saya ini kepada semua pihak yang terkait dalam perusahaan. Dalam mensosialisasikan kebijakan ini, saya akan meminta semua pihak yang terkait untuk hadir dalam

aktivitas sosialisasi ini. Diharapkan dengan adanya sosialisasi kebijakan ini, semua pihak memahami kebijakan yang telah saya ambil serta ikut berkontribusi dengan memberikan ide, kritik yang membangun, saran dan sebagainya agar kebijakan ini dapat segera terealisasi dan sesuai dengan tujuan perusahaan. 3) Jika kebijakan yang disosialisasikan telah di ACC, maka saya akan menunjuk tim khusus yang bertugas melaksanakan dan

mensukseskan kebijakan yang telah di ambil. 4) Merencanakan dan menetapkan sebelum adanya aktivitas

need

analysis/analisis

kebutuhan

kebijakan

pembangunan

instalasi komputer direalisasikan. Analisis kebutuhan ini untuk 30
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

melihat apa-apa saja hardware, software, Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, serta bentuk ruang komputer yang benarbenar sesuai dan dibutuhkan PT. XYZ. 5) Meminta tim khusus yang untuk melaksanakan analisis kebutuhan yang telah dicanangkan. 6) Meminta tim khusus untuk merancang dan melakukan estimasi berdasarkan analisis kebutuhan yang sebelumnya telah dilaksanakan. Estimasi ini meliputi estimasi anggaran biaya, waktu, SDM,

software, hardware, dan infrastruktur instalasi komputer yang diperlukan. 7) Merancang dan menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja untuk merealisasikan kebijakan. 8) Memeriksa laporan estimasi yang telah dibuat tim khusus. Jika sesuai dan tidak ada penyimpangan, maka saya akan meng-ACC estimasi dan menginstruksikan untuk segera bekerja merealisasikan kebijakan sesuai dengan estimasi dan SOP kerja yang sebelumnya telah ditetapkan. 9) Mengontrol dan mengawasi kerja tim khusus dalam kegiatan realisasi kebijakan pembangunan instalasi komputer. Kegiatan realisasi ini berupa pengadaan SDM, software, hardware, dan infrastruktur instalasi komputer yang telah ada dalam laporan estimasi. 10) Menetapkan adanya aktivitas testing dan implementasi dari instalasi komputer yang berhasil dibangun. Testing dan

implementasi ini tentunya berlangsung setelah kegiatan realisasi selesai dan kgiatan ini dilakukan oleh tim khusus yang berwenang. 11) Mencanangkan dan menetapkan adanya evaluasi terhadap instalasi komputer yang berhasil dibangun. Evaluasi-evaluasi tersebut 31

UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

mencakup: Evaluasi instalasi yang dibangun terhadap perusahaan, Evaluasi instalasi yang dibangun terhadap reaksi user/pengguna, dan Evaluasi instalasi yang dibangun terhadap waktu dan biaya. Evaluasi ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian untuk penyempurnaan dikemudian hari.

2. Bagaimana ruang komputer yang harus Anda siapkan sebagai tempat pengolahan data sepatu PT XYZ?

Jawab:

ruang komputer yang harus saya siapkan sebagai tempat

pengolahan data sepatu PT XYZ yaitu: a. Ruang komputer yang memungkinkan orang bekerja dengan enak, nyaman, serta mata tidak mudak menjadi lelah. b. Ruang komputer yang material pembuatnya memenuhi ketentuan ketahanan terhadap api. c. Ruang komputer yang dinding dan plafonnya harus mampu menyerap suara yang ditimbulkan oleh kesibukan baik dari luar maupun dari dalam ruang komputer, serta juga dapat menahan panas dari luar ruang komputer. d. Ruang komputer yang jauh dari daerah atau vents pelepas panas dan asap. e. Ruang komputer yang jauh dari kegiatan mesin pres atau sejenisnya yang merupakan sumber getaran. f. Ruang komputer yang tidak terletak di lantai bawah yang airnya tidak dapat dikontrol dengan baik. g. Ruang komputer yang tidak langsung di bawah lantai yang banyak tendon air atau kegiatan yang banyak menggunakan air. 32
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

h. Ruang komputer yang jauh dari pusat medan pembangkit listrik dan medan magnet, seperti gardu induk, gardu trasformator, sakelar pemutus beban listrik besar, dll. i. Ruang komputer yang jauh dari daerah untuk kegiatan proses kimia, seperti pembuatan printed dengan proses etching (penggunaan zat asam yang sangat kuat). j. Ruang komputer yang jauh dari proses material yang menimbulkan debu atau asap k. Ruang komputer yang memiliki letak yang strategis dan sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang berkepentingan dan erat kaitannya dengan pemrosesan data yang dapat dan mudah mencapai ruang komputer. l. Ruang komputer yang dalam pengaturannya menunjukkan kesatuan dengan ruang-ruang lain seperti ruang petugas perawat teknis, ruang penyimpnan perangkat storage, ruang penyimpanan data, dan kantor bagian pemrograman. m. Ruang komputer yang memiliki penataan yang memungkinkan petugas bekerja dengan enak dan nyaman, tersedia tempat untuk penyimpanan media rekam, masukan, keluaran, pengingat bantu, dan penyimpanan cadangan. n. Ruang komputer yang dilengkapi dengan alat yang dapat menyimpan tenaga listrik untuk beberapa saat/ UPS. o. Ruang komputer yang dipasangi AC (Air Conditioning System) untuk menjaga temperatur dalam keadaan normal sehingga komponen dapat berjalan dengan efektif dan tahan lama. p. Ruang komputer yang dilengkapi dengan sebuah thermometer dan

hygrometer untuk memantau kelembaban dan panas ruang komputer.
q. Ruang komputer yang dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran. 33
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

Evaluasi halaman 274
1. Deskripsikan secara singkat apa yang Anda ketahui mengenai organisasi dan personil!

Jawab: a. Organisasi merupakan pengelompokan orang secara terstruktur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Organisasi biasanya terdiri atas tiga unsur utama, yaitu interaksi manusia, aktivitas yang diarahkan oleh tujuan, dan struktur. b. Personil merupakan orang/individu dalam organisasi yang memiliki skill, kemampuan, dan kapabilitas tertentu. Individu-individu tersebut ditempatkan pada posisi pekerjaan yang sesuai dengan skill/

kemampuan yang dimilikinya agar dapat bekerja sesuai dengan harapan.

secara optimal dan

2. Apa perbedaan mendasar antara konsep berorganisasi umum dengan konsep berorganisasi instalasi komputer? Sebutkan beberapa konsep berorganisasi umum dan berorganisasi instalasi komputer tersebut!

Jawab: Perbedaan mendasar antara konsep berorganisasi umum dengan konsep berorganisasi instalasi komputer yaitu: pada konsep berorganisasi umum, rentang kendali organisasi tidak terlalu luas sehingga memperlemah otoritas, atau terlalu sempit sehingga pengawasan terlalu berlebihan sedangkan pada konsep berorganisasi instalasi komputer, standar

pengawasan kegiatan agak beda jika dibandingkan dengan unit organisasi yang lain. Hal ini disebabkan dalam organisasi instalasi komputer, suatu unit kegiatan-kegiatannya memiliki pelayanan yang khusus terhadap unit 34
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

yang lain. Misalnya saja dalam kegiatan pengolahan data, seringkali peralatan pengolahan data dan personil yang menjalankannya menjadi bagian vital dari proses operasi dari unit lain. Dengan demikian pelayanan pengolahan data seringkali menyeberang batas-batas kegiatan unit organisasi yang lain. -Konsep Berorganisasi umum: a. Pengakuan terhadap lingkungan tempat kegiatan tersebut berada dan terhadap tujuan khususnya. b. Garis kekuasaan dan hubungan pelaporan yang jelas. c. Terbuka dan ada jalur komunikasi yang jelas pada aktivitas di dalam dan di luar organisasi. d. Rentang kendali yang tidak terlalu luas sehingga memperlemah otoritas, berlebihan. e. Sumber daya manusia dan peralatan yang ada digunakan seefektif mungkin. -Konsep berorganisasi instalasi komputer a. Unit pengolahan data perlu diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat melayani bagian-bagian lain dengan sebaikbaiknya. b. c. Hubungan yang efektif dengan user harus dkembangkan. Dengan teknologi yang terus berkembang maka keinginan staf untuk mengembangkan pengetahuan harus didorong. d. Struktur organisasi harus ditata sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada. e. Struktur organisasi harus memberikan peran penting untuk perncanaan, skedul, dan fungsi kontrol 35
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

atau

terlalu

sempit

sehingga

pengawasan

terlalu

f.

Dalam organisasi pengolahan data seringkali terdapat masalah antara pengembang dan operasi. Agar keduanya dapat dikombinasikan dengan baik, diperlukan keahlian tersendiri untuk melihat situasi dan kondisi.

g.

Fungsi dan tanggung jawab proses pengolahan data harus diorganisir sedemikian rupa sehingga tak satupun individu atau unit kecil yang mempunyai pengawasan total atas suatu informasi.

3. Jika Anda seorang manajer pengolahan data, apakah yang Anda lakukan untuk memajukan organisasi Anda, ruang lingkup pembahasan tidak terlepas dari organisasi instalasi komputer!

Jawab: Jika saya seorang manajer pengolahan data, maka yang saya lakukan untuk memajukan organisasi saya yaitu: a. Merancang posisi dan tata letak unit pengolahan data sedemikian rupa sehingga dapat melayani bagian-bagian lain dengan sebaik-baiknya. b. Mengorganisir dan mengupayakan agar hubungan yang efektif dengan user selalu tumbuh dan berkembang. c. Selalu Mendorong keinginan staf untuk mengembangkan pengetahuan d. Menata Struktur organisasi yang saya pimpin sedemikian rupa sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada. e. Mengupayakan agar struktur organisasi yang ada dapat memberikan peran penting untuk perncanaan, skedul, dan fungsi kontrol f. Selalu mengupayakan win-win solution jika antar bawahan terdapat masalah atau pertentangan. Misalnya dalam organisasi pengolahan data seringkali terdapat masalah antara pengembang dan operasi. Agar keduanya dapat dikombinasikan dengan baik, diperlukan jalan tengah 36
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

yang dapat diterima dengan adil oleh berbagai pihak, baik oleh pengembang maupun oleh operasi. g. Mengorganisir fungsi dan tanggung jawab proses pengolahan data sedemikian rupa sehingga tak satupun individu atau unit kecil yang mempunyai pengawasan total atas suatu informasi.

4. Anggap saja Anda adalah pemilik perusahaan besar yang sedang berkembang pesat, dimana perusahaan Anda berbasis instalai komputer. a. Buatlah gambar struktur organisasi perusahaan Anda, sesuai dengan aturan dalam pembuatan struktur organisasi instalasi komputer! b. Jelaskan masing-masing komponen/bagian yang ada dalam struktur organisasi perusahaan Anda tersebut pada poin a!

Jawab: a. Misalnya perusahaan saya yang sedang berkembang pesat ini bergerak di bidang media elektronik/online yang mengkhususkan diri dalam berita harian. Perusahaan sejenis misalnya detik.com, viva.co.id, dan lain sebagainya. Berikut struktur organisasi perusahaan saya:

37
UTS dan UAS PIK- by: Sata Aswel Putra (10509902)

b. Penjelasan bagan struktur organisasi: Pada bagian eksekutif/top management, terdapat dewan komisaris, direktur, dan general manager. Pada bagian middle management terdapat manager-manager bagian yang membawahi beberapa divisi, seperti manager produksi, manager ICT, manager marketing, serta manager administrasi umum dan keuangan. Top management dan middle management ini merupakan para pengambil keputusan, para pengatur, termasuk didalammnya pemimpin dan penanggung jawab proyek dan supervisor. Dibawah middle management ada system development (analis perancangan sistem dan programing) dan administrasi

(administrasi umum dan SDM, keuangan, sekretaris redaksi, dll).

39

Ujian Akhir Semester (UAS) Evaluasi halaman 284
1. Deskripsikan secara singkat apa yang dimaksud dengan Warkat! Jawab: Warkat merupakan setiap catatan tertulis, bergambar, atau terekam yang berisi keterangan tentang suatu peristiwa atau hal yang dibuat untuk membantu ingatan.

2. Jika Anda adalah seorang manajer pada sebuah perusahaan yang masih memiliki sistem pengelolaan data menggunakan pengarsipan, maka langkah apa yang akan Anda lakukan untuk pengelolaan arsip tersebut, sehingga dalam pemakaiannya efisien dan efektif?

Jawab: Jika saya adalah seorang manajer pada sebuah perusahaan yang masih memiliki sistem pengelolaan data menggunakan pengarsipan, maka langkah yang akan saya lakukan untuk pengelolaan arsip yaitu: a. Membuat daftar faktor-faktor yang mempengaruhi dalam

menentukan penyimpanan dan pengelolaan arsip seperti besar kecilnya organisasi, luas sempitnya kegiatan, volume surat, tenaga kearsipan yang tersedia, dan peralatan yang dimiliki. b. Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan penyimpanan dan pengelolaan arsip, maka dipikirkanlah berbagai macam sistem penyimpanan dan pengelolaan arsip yang sesuai dan menjamin kelancaran kerja perusahaan. Menjamin kelancaran kerja di sini misalnya arsip tersebut harus dapat ditemukan kembali dengan cepat setiap kali dibutuhkan. c. Memilih satu sistem penyimpanan dan pengelolaan arsip yang paling efektif, efisien, serta cocok dengan perusahaan dari sekian banyak

40

macam sistem penyimpanan dan pengelolaan arsip yang telah dipikirkan sebelumnya.

Evaluasi halaman 363
Buatlah perancangan sistem informasi sederhana untuk mengatasi masalah yang timbul dalam organisasi instalasi komputer, akibat banyaknya proses yang masih dikerjakan secara manual dan banyaknya arsip yang mudah usang dan hilang! Catatan: Anda diijinkan untuk membuat kasus sendiri. Gambarkan secara lengkap perancangan sistem Anda dari mulai tahap requirement kebutuhn sistem sampai dengan implementasi dan pengujian sistem. Anda diijinkan untuk menggambarkan proses menggunakan object oriented atau menggunakan struktur chart.

Jawab: Studi Kasus: Perancangan Sistem Informasi Perpakiran di CV. Ceria-Trans A. REQUIREMENT KEBUTUHAN CV. Ceria-Trans adalah perusahaan yang bergerak di bidang Tour and Travel. Awalnya perusahaan ini hanya memiliki kantor pusat di Bandung dan satu kantor cabang di Jakarta. Namun sekarang ini, akibat pertumbuhan dan perkembangannya yang pesat, selain kantor cabang di Jakarta, CV. Ceria-Trans sudah memiliki kantor cabang di Banten, Cirebon, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Perkembangan tersebut salah satunya diakibatkan oleh makin banyaknya customer yang menggunakan jasa CV. Ceria-Trans karena pelayanannya yang optimal dan profesional. Dengan kemajuan yang ada, lambat laun timbul suatu permasalahan di setiap kantor cabang CV. Ceria-Trans. Permasalahan tersebut berupa masalah perpakiran di setiap kantor cabang yang tidak tertib, akibat banyaknya customer yang suka membawa kendaraan sendiri, dari dan menuju kantor CV. Ceria-Trans. Sebenarnya CV. Ceria-Trans sendiri sudah memiliki lahan parkir yang
41

cukup memadai untuk menampung kendaraan customer, namum karena kendaraan customer yang lumayan banyak serta sistem pengaturan dan pengelolaan perparkiran yang masih manual, maka makin lama parkir pun makin tak beraturan dan kurang tertib. Kekurangtertiban perpakiran ini kalau dibiarkan tentunya akan mengakibatkan ketidaknyamanan pada sisi customer dan lambat laun juga akan berpengaruh pada pendapatan dan kinerja perusahaan. Oleh karena itu perlu dipikirkan sebuah perencanaan dan perancangan perpakiran yang dapat menaggulangi permasalahan yang ada.

Sistem Informasi yang diusulkan: Sistem Informasi Pelayanan Perparkiran yang diusulkan merupakan sistem Informasi berbasis komputer dan

diharapkan dapat membantu pengelola dalam hal perpakiran. Dengan sistem informasi yang dirancang diharapkan pengelola parkir dapat memantau hasil parkir tiap harinya, lebih cepat mengelola kendaraan yang akan menggunakan jasa layanan parkir, dan yang lebih penting memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemilik kendaraan/customer. Dengan demikian, maka laporan-laporan dari pengelolaan sistem parkir yang diusulkan akan jauh lebih efektif, efisien dan akurat, sehingga perumusan masalah dapat difokuskan pada dua poin utama yaitu: a. Bagaimana membuat sistem aplikasi parkir agar dapat membantu pengelola mengetahui jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dan sekaligus penerimaan uang parkir. b. Bagaimana membuat petugas atau operator parkir dapat lebih cepat dalam peng-inputan data kendaraan dan menjamin keamanan kendaraan.

42

1. Workflow Parking Sistem

11 1 12 5 8 9 4 2

7 6

3 10

Abstraksi Sistem

Kendaraan

Operator

Workstation System 13 14 15

16

Pengelola

Administrator

Workflow kendaraan Masuk 1. Mencatat nomor plat kendaraan masuk 2. Merekam data inputan (nomor plat, jam, & nama operator) 3. Mencetak tiket parkir kendaraan 4. Menerima tiket masuk parkir Workflow kendaraan Keluar 5. Mengidentifikasi karcis dan mencatat nomor plat kendaraan dan jam masuk parkir 6. Validasi data karcis parkir dan menghitung total biaya parkir 7. Menampilkan jumlah biaya 8. Memberitahukan besaran biaya 9. Membayaran parkir 10. Merekam transaksi pembayaran 11. Mencetak struk bukti parkir 12. Menerima struk bukti parkir dan kembalian Workflow interaksi Pengelola 13. Mengakses/monitoring data transaksi (lihat/cetak), data operator, jumlah kendaraan keluar dan masuk, jumlah kendaraan yang parkir, laporan keuangan (pendapatan parkir) dan kebijakan tarif parkir

43

14. Menampilkan/mencetak data transaksi, data operator, jumlah kendaraan keluar dan masuk, jumlah kendaraan yang parkir, laporan keuangan (pendapatan parkir), output tarif parkir Workflow interaksi Administrator 15. Monitoring dan maintenance sistem 16. Output monitoring dan maintenance sistem

2. Kebutuhan Fungsional No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kode REQ-100 REQ-110 REQ-120 REQ-200 REQ-210 REQ-220 REQ-300 REQ-310 REQ-320 REQ-330 REQ-400 Deskripsi Kebutuhan Mengelola login user Mengolah konfirmasi user name dan password Mengolah pesan Mengelola kendaraan masuk Mencatat nomor plat Mencetak karcis parkir Mengelola kendaraan keluar Mencatat plat kendaraan & karcis parkir Menampilkan total bayar Mengupdate jumlah kendaraan yang masih parkir Mengontrol alur kerja sistem Menampilkan data laporan (operator yang bertugas , 12 REQ-410 jumlah kendaraan yang parkir hari/minggu/bulan) 13 REQ-420 Mencetak laporan parkir dan pendapatan per

44

14 15 16 17 18 19

REQ-430 REQ-440 REQ-500 REQ-510 REQ-520 REQ-530

Mengolah hak akses operator Monitoring sistem Maintenance sistem Monitoring sistem Mengolah hak akses user Update data sistem

B. GAMBARAN PROSES SISTEM PARKIR 1. USE CASE DIAGRAM
<<include>> Konfirmasi ID & Password

LOGIN
<<include>> Mengolah pesan

<<include>> Mengelola kendaraan masuk

Mencatat plat kendaraan

Operator

<<include>>

Mencetak karcis parkir

<<include>> Mengelola kendaraan keluar <<include>>

Mengidentifikasi No. plat & karcis parkir

Menampilkan biaya parkirr <<include>> Meng-update kendaraan yang masih parkir

Menampilkan data laporan <<include>> <<include>> Controling Mencetak laporan

Pengelola

<<include>> <<include>> Mengolah hak akses

Monitoring sistem

<<include>> <<include>> Maintenance sistem Administrator <<include>> Mengupdate data sistem Mengolah haks akses user

45

2. Diagram Activity Login

Kendaraan Masuk

46

Kendaraan Keluar

Controlling

47

3. Sequence Diagram Login

Kendaraan Masuk

48

Kendaraan Keluar

49

Controlling

Maintenance

50

4. Collaboration Diagram Login

Kendaraan Masuk

Kendaraaan Keluar
51

Controlling

52

Maintenance

5. Diagram Component

53

6. Deployment Diagram

54

C. PENGUJIAN SISTEM Tabel Pengujian
Pengujian Tabel Petugas No 1 2 3 4 NIP (Null) (Null) 201 qwerty 212 5 313 500 6 500 Nama_Petugas (Null) Santi Tukul Eka Jaka Jaka Rara Angga Data Uji Bagian (Null) Admin Operator Operator Admin Admin Pengelola Admin User_Name ari santi tukul eka jaka jaka rara angga Password default default default default default default default default Hasil yang Diharapkan Error Error Diterima Error Diterima Diterima Diterima Error Output Testing Error Error Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses Error Hasil Pengujian OK OK OK Invalid OK OK OK OK

Pengujian Tabel Kendaraan Data Uji Jenis_Kendaraan (Null) Mobil Motor Mobil Motor Hasil yang Diharapkan Error Error Diterima Diterima Error Output Testing Error Error Sukses Sukses Sukses Hasil Pengujian OK OK OK OK Invalid

No 1 2 3 4

No_Plat (Null) (Null) D 5394 VB Z 1 RO Z 1 RO

55

Pengujian Tabel Kendaraan Masuk No_Ma suk (Null) (Null) 120 qwerty 205 216 301 301 Data Uji Jam_Mas uk (Null) 13.00 11.00 10.00 15.00 15.00 08.00 09.00 Hasil yang Diharapkan Error Error Diterima Error Diterima Diterima Diterima Error Hasil Pengujian OK OK OK OK OK OK OK OK

No 1 2 3 4 5 6

Tanggal_Masuk (Null) 03/01/2013 04/01/2013 07/01/2013 12/01/2013 12/01/2013 26/01/2013 27/01/013

No_Plat (Null) D 4556 GH D 3332 FX B 4567 HJ Z 2233 LK Z 2265 LK BA 2344 MX B 56999 MI

NIP (Null) 101 102 130 211 211 232 267

Output Testing Error Error Sukses Error Sukses Sukses Sukses Error

Pengujian Tabel Kendaraan Keluar Data Jam_Keluar (Null) 08.00 09.00 12.00 16.00 16.00 17.00 18.00 Uji No_Plat (Null) D 4556 OK B 8766 HGF D 8778 KJ B 2377 GHJ B 2376 GHJ D 563 IU Z 8890 JH Hasil yang diharapkan Total_Bayar (Null) Rp 5000 Rp 10.000 Rp 10.000 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 15.000 Rp 5.000 NIP (Null) 143 156 234 221 221 332 239 Error Error Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima error Output testing Error Error Sukses Sukses Sukses Sukses Sukses error Hasil Pengujian OK OK OK OK OK OK OK OK

No 1 2 3 4

No_Keluar (Null) (Null) 321 qwerty 399 5 400 420 6 420

Tanggal_keluar (Null) 20/01/2013 21/01/2013 24/01/2013 27/01/2013 27/01/2013 29/01/2013 30/01/2013

56

Evaluasi halaman 378
Buatlah estimasi perancangan proyek sistem informasi sederhana yang telah Anda kerjakan sebelumnya pada evaluasi BAB VI !

Jawab: Berikut Estimasi Perancangan Proyek Sistem Informasi Perparkiran CV. Ceria-Trans: A. Estimasi Jadwal Proyek
No Task Name Perkiraan Waktu (Dalam hari) Aktivitas Pendahulu Penanggung jawab/pelaksana

1 Proyek Sistem Informasi Perparkiran di CV. Ceria-Trans 2 Tahap Perencanaan

267 days 31 days Analis Sistem 1;Analis Sistem 2;Database Administrator;Progra mer 1;Programer 2 3 4 Analis Sistem 1 Analis Sistem 2

3

Diskusi

7 days

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Studi Kelayakan Pembuatan dan Pengajuan Proposal Tahap Analisis Pengumpulan data Pengkajian Laporan Survey lapangan wawancara Kebutuhan Sistem Pengkajian SDM Pengkajian Hardware Pengkajian Software Anggaran Tahap Perancangan Perancangan Database

14 days 10 days 41 days 19 days 5 days 14 days 6 days 30 days 7 days 6 days 7 days 10 days 60 days 20 days

5 8 9SS

Analis Sistem 1 Analis Sistem 2 Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Database 57

10 12 13 14 15FS+3

days 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Perancangan Software Desain User Interface Desain Laporan Perancangan Infrastruktur SDM Perekrutan SDM Tahap Testing Testing Database 20 days 20 days 20 days 14 days 30 days 30 days 49 days 5 days 15 17FS+3 days 19SS 20

Administrator

Programer 1 Programer 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1

Test Stabilitas

4 days

21 26SS+2 days 27 29 29 31FS+0,5 mons

27 28 29 30 31 32

Test Keamanan Testing Software Test Keamanan Test Logic Test Bug/error

3 days 14 days 7 days 7 days 7 days

Programer 1;Database Administrator Programer 2;Database Administrator Programer 1 Programer 2 Programer 1 Database Administrator;Progra mer 1;Programer 2

Testing Infrastruktur 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Implementasi Infrastruktur 42 43 SDM Penyusunan Dokumentasi Tahap Implementasi Implementasi Database Penentuan PIC Instalasi Implementasi database Implementasi Software Penentuan PIC Instalasi

20 days 86 days 33 days 5 days 14 days 14 days 28 days 14 days 14 days

32 35 36

Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Database Administrator Database Administrator Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Programer 2 Database Administrator;Progra mer 1;Programer 2

37 39 40FS+0,2 5 mons

20 days 56 days 7 days

32

Analis Sistem 1 58

44 45 46 47 48 49

Training Tahap evaluasi Evaluasi Terhadap dampak Perusahaan Evaluasi Terhadap Kelancaran Proyek Evaluasi Terhadap reaksi pengguna Evaluasi terhadap waktu dan biaya

45 days 14 days 14 days 14 days 14 days 14 days

43FS+4 days

Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2 Analis Sistem 1;Analis Sistem 2

44 46SS 47SS 48SS

Jadwal Proyek pada tabel di atas, agar lebih mudah dalam pengelolaannya, maka diolah menggunakan Microsoft Office Project 2007. Berikut Estimasi jadwal proyek dalam MS Project:

59

Catatan: yang ditandai dengan warna kuning merupakan kegiatan-kegiatan yang dilalui oleh jalur kritis. Kesimpulan: Dari hasil olah data proyek menggunakan MS Project 2007, dapat disimpulkan bahwa: (1) Waktu yang dihabiskan mulai dari tahap 267 awal

(perencanaan) sampai dengan tahap akhir (evaluasi) adalah

hari; (2)

Terlihat bahwa tanggal mulai proyek 28 januari 2013 s/d 13 Januari 2014, berarti sekitar 1 tahun waktu kerja (sudah termasuk libur) yang dipergunakan untuk merampungkan Proyek Sistem Informasi Perparkiran CV. Ceria-Trans ini.

60

B. Estimasi Biaya Setelah melakukan olah data dengan MS Project 2007, maka laporan rincian estimasi biaya untuk proyek ini dapat dilihat sebagai berikut:

Kesimpulan: Terlihat bahwa total anggaran agar proyek ini dapat terlaksana adalah sebesar Rp 454.900.000

Evaluasi halaman 400
Seandainya Anda adalah seorang manajer perusahaan yang telah sukses, kemudian semua kegiatan pengolahan data pada perusahaan Anda telah menggunakan sistem komputasi dan sistem informasi yang terintegrasi dengan baik, kebijakan apakah yang akan Anda lakukan untuk menjaga eksistensi sistem informasi pada perusahaan Anda? Silakan Anda jabarkan langkah-langkah yang harus Anda ambil sebagai seorang manajer terkait hal tersebut! Sehingga dengan semua kebijakan yang Anda ambil sebagai seorang manajer, akan
61

mengakibatkan manajemen sistem informasi perusahaan Anda berjalan dengan baik dan efek dari itu adalah perusahaan Anda dapat melakukan pengolahan data dengan tepat untuk kemajuan perusahaan!

Jawab: Langkah Kebijakan yang akan saya lakukan untuk menjaga eksistensi sistem informasi pada perusahaan saya adalah: a. Menyadari dan mengambil kebijakan bahwa sistem informasi sebagai hal yang sangat penting dalam kerangka strategi perusahaan. b. Menetapkan Strategi Manajemen Perubahan Sistem Informasi yang Tepat jika suatu waktu sistem informasi yang ada dituntut untuk berubah atau diperbaiki. Hal ini dilakukan karena dalam aktivitas bisnis terdapat berbagai fenomena perubahan, contohnya jenis perubahan yang dinamakan dengan localised exploitation, internal integration, business process

redesign, business network redisign, dan business scope redefinition.
Fenomena bisnis tersebut di dalam perusahaan sedikit banyak akan mendorong sistem informasi yang ada untuk berubah atau diperbaiki, maka dari itu dibutuhkanlah Strategi Manajemen Perubahan Sistem Informasi yang tepat. c. Berusaha mencegah dan menjauhkan sistem informasi perusahaan dari fenomena aplikasi tambal sulam. Hal ini dilakukan karena pengembangan aplikasi secara tambal sulam mengakibatkan terjadinya penurunan pada kualitas sistem informasi secara signifikan. d. Mengeluarkan kebijakan untuk mengintegrasi dan menfilter seluruh data dari warehouse. Hal ini dilakukan agar didapatkan data-data yang bermutu, informasi yang berkualitas dan knowledge/pengetahuan yang terpercaya untuk dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, terutama pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan eksistensi sistem informasi di perusahaan.
62

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->