P. 1
ELEKTROKIMIA

ELEKTROKIMIA

|Views: 111|Likes:
Menjelaskan apa itu elektrolisa
Menjelaskan apa itu elektrolisa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Iruka Danishwara Widodo on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

ELEKTROLISA

I.Definisi
Elektrolisa adalah penguraian suatu larutan elektrolit secara kimiawi oleh arus listrik yang dialirkan melaluinya.Merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia.Dalam sel elektrolisa terjadinya reaksi kimia karena adanya energi dari luar dalam bentuk potensial atau arus listrik. Reaksi yang berlangsung pada sel elektrolisa adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisa ini adalah elektroda dan elektrolit. Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Inti dari proses elektrolisa adalah reaksi Redoks (reduksi – oksidasi).Reaksi reduksi adalah reaksi yang pada pelaksanaannya membutuhkan elektron,sedangkan reaksi oksidasi merupakan suatu reaksi kimia yang melepaskan elektron.Pada elektrolisa, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi. Elektroda akan disebut sebagai anoda bila reaksi oksidasi terjadi padanya.Sebaliknya,elektroda akan disebut katoda bila reaksi reduksi padanya. Jadi, Sel elektrolisa tersusun dari elektroda-elektroda yang dicelupkan dalam suatu elektrolit. Elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif disebut katoda (tempat terjadi reduksi),sedangkan elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif disebut anoda (tempat terjadi oksidasi).Sel elektrolisa digunakan untuk memperoleh logam dari senyawanya, pemurnian dan penyepuhan logam, pembuatan NaOH dan gas Cl dari natrium klorida, dsb.Elektroda yang sering dipakai adalah elektroda inert seperti C, Pt, dan Au karena elektroda inert tidak ikut bereaksi.Reaksi-reaksi elektrolisa dialami oleh ion-ion elektrolit atau pelarut air.Ion positif (kation) akan mengalami reduksi di katoda; ion negatif (anion) akan mengalami oksidasi di anoda.

Berikut ini adalah bagan elektrolisa :

Sumb er

Ion yang menempel pada anoda (+) adalah anion (-) ,sedangkan ion yang menempel pada katoda (-) adalah kation (+) . Melanjutkan percobaan Michelson dan Charlisle tentang elektrolisa ,Michael Faraday (1791-1867) pada tahun 1833 mengemukakan gagasan terkuantisasinya muatan listrik unitunit muatan ,dengan menunjukkan bahwa jumlah zat yang bereaksi pada elektroda-elektroda sel elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah arus yang melalui sel tersebut .Selain daripada itu ia membuktikan bahwa jika jumlah arus tertentu mengalir melalui beberapa sel elektrolisa ,maka akan dihasilkan jumlah ekuivalen masing-masing zat .Yang kemudian oleh Stoney pada tahun 1874 ,dan diperkuat oleh J.J Thompson pada tahun 1897 ,dihipotesiskan adanya zarah pembawa unit muatan listrik ,yang lalu dinamakan elektron.Sebagaimana resin ,elektron itu dikatakan menghasilkan muatan listrik negatif maka elektronpun dikatakan bermuatan listrik negatif . Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik .Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik .Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum ,keramik ,gelas dan lain-lain .Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik ,maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-

muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi .Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ujung kutub positif,karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif .Muatan elektrik ini ‘tersimpan’ selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya .Di alam bebas,fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan. Kapasitansi di definisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron.Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 Coulomb = 6,25 x 1018 elektron .Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulomb. Dengan rumus dapat ditulis : Q = C.V Q = Muatan elektron dalam C (Coulomb) C = nilai kapassitansi dalam F (farad) V= besar tegangan dalam V (volt) Kelompok kapasitor elektrolitik terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida .umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah polar dengan tanda = dan – di badannya.Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas ,adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.Telah lama diketahui beberapa metal seperti Tantalum ,alumunium ,magnesium ,titanium ,niobium ,zirconium ,dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan-lapisan metal-oksida (oxide film).Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proes elektrolisa ,seperti pada proses penyepuhan emas.Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lallu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan elektrolit diberi tegangan negatif (katoda).Oksigen pada larutan elektrolit terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal.Contohnya.jika digunakan Alumunium ,maka akan terbentuk lapisan Alumuniumoksida (Al2O3) pada permukaannya.

Komponen elektrolisa :

1.Elektrolit Adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik,ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik .Elektrolit visa berupa air ,asam ,basa atau garam.Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah.Elektrolit kuat identik dengan asam ,basa ,dan garam kuat .elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar.Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur.NaCl dapat menjadi elektrolit dalam bentuk larutan dan lelehan atau bentuk liquid dan aqueous ,sedangkan dalam bentuk solid atau padatans enyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit 2.Sumber Arus Sumber arus searah adalah aliran elktron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah. Contoh sumber artus listrik searaha dalah baterai ( terrmasuk aki dan elemen volta( panel surya .Arus searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor ,walaupun mungkin saja arus searah mengalir pada semi konduktor. 3.Elektroda Adalah konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengan bagian atau media non-logam dari sebuah sirkuit.

II.Manfaat
Elektrolisa merupakan salah satu bagian penting dalam industri kimia,khususnya industri yang menyangkut logam.Yang paling dikenal adalah plating (penyepuhan) ,pemurnian logam ,pembuatan padatan logam dari senyawa-senyawa lainnya. Elektrolisa banyak digunakan dalam bidang industri, di antaranya pada pembuatan beberapa bahan kimia, pemurnian logam dan penyepuhan. 1. Pembuatan Beberapa Bahan Kimia Beberapa bahan kimia seperti logam alkali dan alkali tanah aluminium, gas hidrogen, gas oksigen, gas klorin, dan natrium hidroksida dibuat secara elektrolisa.

Contoh: Pembuatan logam natrium dengan mengelektrolisis lelehan NaCl yang dicampur dengan CaCl2

2. Pemurnian Logam Pada pengolahan tembaga dari bijih kalkopirit diperoleh tembaga yang masih tercampur dengan sedikit perak, emas, dan platina. Untuk beberapa keperluan dibutuhkan tembaga murni, misalnya untuk membuat kabel. Tembaga yang tidak murni dipisahkan dari zat pengotornya dengan elektrolisis. Tembaga yang tidak murni dipasang sebagai anoda dan tembaga murni dipasang sebagai katoda dalam elektrolit larutan CuSO4 tembaga di anoda akan teroksidasi menjadi Cu2+ selanjutnya Cu2+ direduksi di katoda. 3. Penyepuhan Logam Suatu produk dari logam agar terlindungi dari korosi (perkaratan) dan terlihat lebih menarik seringkali dilapisi dengan lapisan tipis logam lain yang lebih tahan korosi dan mengkilat. Salah satu cara melapisi atau menyepuh adalah dengan elektrolisa. Benda yang akan dilapisi dipasang sebagai katoda dan potongan logam penyepuh dipasang sebagai anoda yang dibenamkan dalam larutan garam dari logam penyepuh dan dihubungkan dengan sumber arus searah. Contoh: untuk melapisi sendok garpu yang terbuat dari baja dengan perak, maka garpu dipasang sebagai katoda dan logam perak dipasang sebagai anoda, dengan elektrolit larutan AgNO3. Selain dalam bidang industri,elektrolisis juga digunakan dalam praktikum di laboratorium. 1.Elektrolisis Air. Elektrolisis Air yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi elektrolit, voltase dan waktu terhadap jumlah pembentukan gas hydrogen dan oksigen. Pada proses elektrolisis ini, katoda ini lebih banyak membentuk H2 dan OH- yang disebabkan dari penguraian H2O, sedangkan pada anoda terjadi pembentukan O2 dan H+ dari penguraian H2O. 2. Elektroplating Elektroplating dengan tujuan untuk melihat laju pelapisan Cu terhadap Fe dan pengaruhnya terhadap konsentrasi elektromagnetik dengan arus listrik. Mengamati perubahan proses elektrokimia dengan mengunakan hukum Faraday.

3.Memproduksi Zat

Banyak zat kimia yang diproduksi melalui proses elektrolisis misalnya logam-logam alkali ,magnesium ,alumunium ,flourin ,klhorin dan karbon peroksid. 4.Pemurnian Logam Misalnya tembaga kotor dimurnikan dengan cara elektrolisis.Tembaga kotor sebagai anoda ,dan sebagai katoda digunakan tembaga murni ,larutan elektrolit yang digunakan adalah Tembaga Sulfat.Tembaga sebagai anoda terus-menerus dilarutkan kemudian diendapkan pada katoda.

III.Reaksi Kimia
Elektrolisa adalah proses pemisahan zat cair melalui bantuan energi listrik. Pada elektrolisa dikenal Anoda dan katoda yaitu kurub-kutub tempat mengalirkan arus listrik. Berikut ini adalah gambar bagan elektrolisa air ;

Atau ,dengan mudah dapat dilihat sebagai berikut ;

Dengan penjelasan reaksi kimia sebagai berikut ;

Reaksi Kimia yang terjadi pada proses elektolisa air adalah: katoda Anoda Overall : 4H2O(l) + 4e− → : 4OH−(aq) : 2H2O(l) → → H2(g) + 4OH−(aq) O2(g) + 2H2O(l) + 4e− 2H2(g) + O2(g)

Setengah reaksi dari pembentukan hidrogen dari air adalah 4 e- + 4 H2O(l) 2 H2(g) + 4 OH-(aq)

Dengan demikian jika Air (H2O), dpecah menjadi H2 dan O2 akan menghasilkan reaksi : H2 + O2==> H2O + Energy

IV.Gambar Alat
Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis dalam kehidupan sehari-hari.

Baterai aki yang sedang diisi kembali (recharge) mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Air, H2O, dapat diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 H2O(l) ——> 2 H2(g) + O2(g)

V.Sel Volta
Sel volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik.Dalam sel tersebut terjadi perubahan dari reaksi redoks menghasilkan arus listrik.
Setiap logam bersifat reduktor, sebab cenderung melepas elektron atau mengalami oksidasi. Reduktor kuat = mudah teroksidasi ; Reduktor lemah = sukar teroksidasi Untuk mengukur kekuatan sifat reduktor, digunakan konsep potensial reduksi (potensial elektrode), dengan lambang E°, yang didefinisikan sebagai potensial listrik yang ditimbulkan apabila suatu ion logam mengalami reduksi (mengikat elektron) menjadi logamnya. Makin mudah suatu ion logam tereduksi, makin besar E° yang dihasilkan. Sebagai standar ditetapkan H memiliki E° = 0 volt

Prinsip sel Volta / sel Galvani Gerakan elektron dalam sirkuit eksternal akibat adanya reaksi redoks . Aturan sel Volta : -Terjadi perubahan energi kimia energi listrik -Pada anoda ,elektron adalah produk dari reaksi oksidasi ;anoda kutub negatif -Pada katoda ,elektron adalah reaktan dari reduksi ;katoda kutub positif -Elektron mengalir dari anoda ke katoda Jembatan garam : menyetimbangkan ion-ion dalam larutan Sel volta dalam kehidupan sehari-hari : 1.Sel Kering (Sel Leclanche) Dikenal sebagai batu baterai .Terdiri dari katoda yang berasal dari karbon (grafit) dan anoda logam zinc.Elektrolit yang dipakai berupa pasta campuran MnO2 ,serbuk karbon dan NH4Cl. Persamaan reaksinya : Katoda : 2MnO2 + 2H2+ + 2e Anoda : Zn2+ + 2e Reaksi sel : 2MnO2 + 2H+ + Zn 2.Sel Aki Mn2O3 + H2O + Zn2 Mn2O3 + H2O

Disebut juga sebagai sel penyimpan ,karena dapat berfungsi sebagai penyimpan listrik dan pada setiap saat dapat dikeluarkan.Anodanya terbuat dari logam Timbal (Pb) dan katodanya terbuat dari logam Timbal yang dilapisi (PbO2). Reaksi penggunaan Aki : Anoda : Pb + SO42PbSO4 + 2e PbSO4 + 2H2O 2PbSO4 + 2H2O Katoda : PbO2 + SO42- + 4H+ + 2e Reaksi sel : Pb + 2SO42- +PbO2 + 4H+ Reaksi pengisian Aki : 2PbSO4 + 2H2O Pb + 2SO42- + PbO2 + 4H+

Deret elektrokimia atau deret Volta adalah urutan logam-logam (ditambah hidrogen) berdasarkan kenaikan potensial elektroda standarnya. Umumnya deret volta yang sering dipakai adalah adalah: Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au Pada Deret Volta, unsur logam dengan potensial elektroda lebih negatif ditempatkan di bagian kiri, sedangkan unsur dengan potensial elektroda yang lebih positif ditempatkan di bagian kanan. Semakin ke kiri kedudukan suatu logam dalam deret tersebut, maka
• •

Logam semakin reaktif (semakin mudah melepas elektron) Logam merupakan reduktor yang semakin kuat (semakin mudah mengalami oksidasi)

Sebaliknya, semakin ke kanan kedudukan suatu logam dalam deret tersebut, maka
• •

Logam semakin kurang reaktif (semakin sulit melepas elektron) Logam merupakan oksidator yang semakin kuat (semakin mudah mengalami reduksi) Salah satu metode untuk mencegah korosi antara lain dengan menghubungkan logam

(misalnya besi) dengan logam yang letaknya lebih kiri dari logam tersebut dalam deret volta

(misalnya magnesium) sehingga logam yang mempunyai potensial elektrode yang lebih negatif lah yang akan mengalami oksidasi. Metode pencegahan karat seperti ini disebut perlindungan katodik. Contoh lain dari perlindungan katodik adalah pipa besi, tiang telepon, dan berbagai barang lain yang dilapisi dengan zink, atau disebut Galvanisasi. Zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink (posisinya dalam deret Volta lebih ke kanan), maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi. Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat. Larutan garam suatu logam yang berada di bagian kiri dapat bereaksi dengan logam yang berada di bagian kanan. Contohnya larutan FeCl3 (feri chloride) boleh mengikis Cu (copper / tembaga). Perkiraan berlangsungnya reaksi dapat terlihat dari nilai E selnya.Apabila nilai E selnya positif ,berarti reaksi akan berlangsung,tetapi kalau nilai E selnya berharga negatif ,reaksi tidak akan berlangsung.Selain dilihat dari nilai E sel ,keberlangsungan reaksi dapat diperkirakan dari deret volta. Sel volta dinotasikan dengan cara yang telah disepakati ,yaitu disebut dengan diagram sel .Misalnya untuk rangkaian sebelumnya ,yaitu ; Anoda (oksidasi) :Zn Katoda (reduksi) : Cu2+ + 2e Reaksi Sel : Zn + Cu2+ Zn2+ + 2e Cu Zn2+ + Cu

Maka diagram selnya dapat dinyatakan sebagai berikut : Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu Anoda (setengah sel oksidasi) dituliskan disebelah kiri dan katoda (setengah sel reduksi) dituliskan di sebelah kanaan .Kemudian satu garis sejajar ( | ) menyatakan batas fase yaitu adanya fase yang berbeda ,namun jika fasenya sama maka digunakan tanda koma .Dua garis

sejajar ( || ) menyatakan jembatan garam yang memisahkan anoda dan katoda .Untuk elektroda yang tidak bereaksi ditulis dalam notasi diujung kiri dan kanan diagram sel.

VI.Hukum Faraday
Faraday mengamati peristiwa elektrolisis melalui berbagai percobaan yang dia lakukan. Dalam pengamatannya jika arus listrik searah dialirkan ke dalam suatu larutan elektrolit, mengakibatkan perubahan kimia dalam larutan tersebut. Sehingga Faraday menemukan hubungan antara massa yang dibebaskan atau diendapkan dengan arus listrik. Hubungan ini dikenal dengan Hukum Faraday.

Menurut Faraday 1. 2. Jumlah berat (massa) zat yang dihasilkan (diendapkan) pada elektroda sebanding dengan jumlah muatan listrik (Coulumb) yang dialirkan melalui larutan elektrolit tersebut. Masa zat yang dibebaskan atau diendapkan oleh arus listrik sebanding dengan bobot ekivalen zat-zat tersebut. Dari dua pernyataan diatas, disederhanakan menjadi persamaan :

dimana, M = massa zat dalam gram e = berat ekivalen dalam gram = berat atom: valensi i = kuat arus dalam Ampere t = waktu dalam detik F = Faraday

Dalam peristiwa elektrolisis terjadi reduksi pada katoda untuk mengambil elektron yang mengalir dan oksidasi pada anoda yang memberikan eliran elektron tersebut. Dalam hal ini elektron yang dilepas dan yang diambil dalam jumlah yang sama. Bobot zat yang dipindahkan atau yang tereduksi setara dengan elektron, sehingga masa yang dipindahkan merupakan gram ekivalen dan sama dengan mol elektron. Faraday menyimpulkan bahwa Satu faraday adalah jumlah listrik yang diperlukan untuk menghasilkan satu ekivalen zat pada elektroda. Muatan 1 elektron = 1,6 x 10-19 Coulomb 1 mol elektron = 6,023 x 1023 elektron Muatan untuk 1 mol elektron = 6,023 . 1023 x 1,6 . 10-19 = 96.500 Coulomb = 1 Faraday

1. Hukum Faraday I "Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut".

Rumus:

q=i.t
m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb)

2. Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut." Rumus:

m1 : m 2 = e 1 : e 2
m = massa zat (garam) e = beret ekuivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi

Contoh:
1)Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda inert, dialirkan listrik 10 amper selama 965 detik. Hitunglah massa tembaga yang diendapkan pada katoda dan volume gas oksigen yang terbentuk di anoda pada (O°C, 1 atm), (Ar: Cu = 63.5 ; O = 16).

Jawab:
CuSO4 (aq) ® Cu2+(aq) + SO42-(aq) Katoda [elektroda - : reduksi] : Cu2+(aq) + 2e- ® Cu(s) Anoda [elektroda + : oksidasi]: 2 H2O(l) ® O2(g) + 4 H+(aq) + 4 ea. massa tembaga: m = e . i . t/96.500 = (Ar/Valensi) x (10.965/96.500) = 63.5/2 x 9.650/96.500 = 31.25 x 0,1 = 3,125 gram

b. m1 : m2 = e1 : e2

mCu : mO2 = eCu : eO2 3,125 : mO2 = 6.32/2 : 32/4 3,125 : mO2 = 31,25 : 8 mO2 = (3.125 x 8)/31.25 = 0.8 gram mol O2 = 0.8/32 = 8/320 = 1/4 mol volume O2 (0°C, 1 atm) = 1/40 x 22.4 = 0.56 liter

Daftar Pustaka
Charles E.Mortimer,Chemistry A conceptual Approach,Reinhold Publishing Corporation,1967,hal.247 Petra Cristian University Library Bird,Tony,1993,Kimia Fisika Untuk Universitas,Erlangga,Jakarta Irfan,Anshory,1982,Penuntun Kimia,Ganesha Exact,Bandung www.wikipedia.com www.chem-is-try.com

#TUGAS !

1.Pelapisan Fe dengan Cu Anoda : Fe : Fe Katoda : Cu : Cu2+ + 2eReaksi : Fe Cu2+ + 2e2Fe 3Cu2+ + 6e2Fe + 3Cu2+ Elektrolit :CuSO4 Karena harga E pada CuSO4 bernilai lebih besar (+) dibanding Fe memiliki yang harga E lebih kecil (-).Sehingga elektrolit yang digunakan CuSO4 agar bisa melapisi Fe. Kesimpulan : Jadi pada saat pelapisan antara Besi dengan Tembaga ,yang digunakan sebagai elektrolit adalah CuSO4 .Sehingga Besi dilapisi oleh Tembaga. 2.Pelapisan Fe dengan Au Anoda :Fe : Fe Katoda : Au : Au3+ + 3eReaksi : Fe Au3+ + 3eFe + Au3+ Elektrolit : AuCl3 Karena E AuCl3 lebih besar dari E Fe ,sehingga supaya terjadi pelapisan ,maka AuCl3 dijadikan sebagai elektrolit untuk melapisi Fe. Fe3+ + 3eAu Fe3+ + Au Fe3+ + 3eAu Fe3+ + 3eCu 2Fe3+ + 6e3Cu 2Fe3+ + 3Cu x2 x3 Fe3+ + 3eCu

____________________________

____________________________

_____________________

Kesimpulan : Saat pelapisan ,yang dijadikan sebagai elektrolit adalah Emas ,sehingga terjadi pelapisan antara Besi yang dilapisi oleh Emas. 3. a.Elektrolit CuSO4.5H2O 0,05 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 1,2484 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 1,3 gram serbuk CuSO4.5H2O masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest larutkan dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan -Simpan dalam botol reagen dan beri etiket

b.Elektrolit CuSO4.5H2O 0,1 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 2,4968 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 2,5 gram serbuk CuSO4.5H2O masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan

-Simpan dalam botol reagen dan beri etiket c.Elektrolit CuSO4.5H2O 0,15 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 3,7452 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 3,8 gram serbuk CuSO4.5H2O masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan -Simpan dalam botol reagen dan beri etiket

d.Elektrolit CuSO4.5H2O 0,2 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 4,9936 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 5 gram serbuk CuSO4.5H2O masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan

-Simpan dalam botol reagen dan beri etiket 4. a.Elektrolit AuCl3 0,05 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 0,5058 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 0,5 gram serbuk AuCl3 masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan -Simpan dalam botol reagen dan beri etiket

b.Elektrolit AuCl3 0,1 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 1,0117 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 0,1 gram serbuk AuCl3 masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan

-Simpan dalam botol reagen dan beri etiket c.Elektrolit AuCl3 0,15 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 1,5175 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 1,5 gram serbuk AuCl3 masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan -Simpan dalam botol reagen dan beri etiket

d.Elektrolit AuCl3 0,2 N sebanyak 100 ml V1.N1 = V2.N2

= 2,0233 gram Cara Kerja : -Ditimbang seksama 2 gram serbuk AuCl3 masukkan dalam labu takar 100 ml -Tambah aquadest ±50 ml dan larutkan -Tambahkan aquadest dan ad kan tanda batas kemudian homogenkan

-Simpan dalam botol reagen dan beri etiket

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->