P. 1
Cerebral Infarction .doc

Cerebral Infarction .doc

|Views: 268|Likes:
Published by Fitri Florentina
referat infark cerebri yang disajikan khusus untuk bagian radiologi
referat infark cerebri yang disajikan khusus untuk bagian radiologi

More info:

Published by: Fitri Florentina on Jun 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2015

pdf

text

original

Bagian Radiologi

Referat

Fakultas Kedokteran

Oktober 2011

Universitas Hasanuddin

Cerebral Infarction

Oleh:
Thomas Darmawan, S. Ked

Pembimbing:
dr. Rima Ramba

Konsulen:
dr. Isdiana Kaelan, Sp. Rad

Penguji:
dr. Isqandar Mas’oud, Sp. Rad

Dibuat Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik
Di Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
Makassar 2011

Lembar Pengesahan

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa:

Nama

:Thomas Darmawan

NIM

:C11108362

Judul Referat:Cerebral Infarction

Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada bagian
Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Makassar, Oktober 2011

Penguji

Konsulen

Pembimbing,

(dr. Isqandar Mas’oud, Sp. Rad)

(dr. Isdiana Kaelan, Sp. Rad)

(dr. Rima Ramba)

Mengetahui,
Ketua Bagian Radiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

(Prof. Dr. dr. Muhammad Ilyas, Sp. Rad (K))

i

Daftar Isi

0

ii

CEREBRAL INFARCTION

Thomas Darmawan, Rima Ramba, Isdiana Kaelan

Pendahuluan

Cerebral infarction (infark cerebri) merupakan keadaan iskemia otak yang
mengakibatkan kematian jaringan lokal dan biasanya disertai defisit neurologis
fokal yang menetap pada area distribusi dari salah satu arteri cerebral, disebut
juga cerebral ischemia (iskemia cerebri). Cerebral infarction dapat juga
didefinisikan sebagai kematian sel otak atau sel retina akibat dari iskemia yang
berkepanjangan. Keadaan ini tidak dapat lepas dari kumpulan gejala yang lebih
dikenal dengan stroke. [1,2]

Stroke ditandai dengan hilangnya aliran darah ke area tertentu dari otak
yang mengakibatkan hilangnya fungsi neurologis bersangkutan. Secara umum,
stroke diklasifikasikan menjadi dua, yaitu hemorrhagic dan ischemic. Keadaan
infak cerebri sendiri lebih umum dijumpai pada stroke iskemik. Acute ischemic
stroke
mengacu pada stroke yang disebabkan oleh thrombosis atau emboli. Angka
kejadian stroke jenis ini lebih umum dibandingkan hemorrhagic stroke. [3]
Pengetahuan tentang patofisiolofi, gejala klinis, dan pemeriksaan dari
pasien stroke amatlah penting dalam menegakkan diagnosis dan menangani
keadaan tersebut. [3]

Anatomi dan Vaskularisasi Otak

Otak merupakan organ yang memiliki tingkat metabolisme paling aktif
diantara organ lain di seluruh tubuh. Walaupun hanya 2% dari massa tubuh, otak
membutuhkan 15-20% dari total cardiac output untuk memenuhi kebutuhan
glukosa dan oksigen bagi metabolismenya. [3]
Pengetahuan tentang anatomi arteri cerebrovascular dan daerah-daerah
yang disuplainya masing-masing sangat penting dalam menentukan pembuluh
darah mana yang terlibat dalam sebuah kejadian stroke. Pola atipikal yang tidak
sesuai dengan distribusi pembuluh darah dapat mengindikasikan diagnosis lain
diluar stroke iskemik, misalnya saja venous infarction. [3]

1

Otak mendapatkan suplai darahnya melalui dua pasang arteri, yaitu arteri
carotis interna dan arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan percabangan
dari arteri carotis communis yang menuju ke arah permukaan otak sampai muncul
di sisi lateral dari chiasma opticum. Arteri vertebralis berjalan keatas dan
bergabung membentuk arteri basilaris, yang berjalan sepanjang pons. Sepanjang
perjalanannya arteri basilaris juga memiliki beberapa cabang yang memperdarahi
pons dan arteri inferior anterior cerebelli, yang memperdarahi bagian inferior dan
anterior dari cerebellum. Arteri basillaris juga mempercabangkan arteri labyrinthi,
yang berjalan ke meatus akustik internus untuk memperdarahi telinga bagian
dalam. Cabang utama dari arteri basilaris adalah arteri cerebri posterior, yang
berjalan ke lobus oksipital dari hemisfer otak, dan arteri superior cerebelli, yang
memperdarahi bagian superior dari cerebellum. [4]
Arteri carotis interna memberikan cabang ke arteri cerebri anterior dan
arteri cerebri media. Arteri cerebri anterior berjalan di medial bagian atas chiasma
opticum
, dan kemudian diantara lobus frontalis pada fissura longitudinal. Arteri
ini memperdarahi permukaan medial dari lobus parietalis dan frontalis, dan
memberi makan kepada kedua korteks motorik dan sensorik. Kedua arteri cerebri
anterior, kiri dan kanan, dihubungkan oleh arteri communicans anterior. Arteri
cerebri media, yang merupakan arteri cerebral terbesar, terbagi-bagi dan
bercabang memperdarahi sebagian besar permukaan lateral dari lobus frontalis,
parietal, dan temporal, termasuk korteks motorik dan sensorik, korteks insula dan
auditory [4]

Arteri vertebralis merupakan arteri yang muncul dari arteri subclavia dan
memasuki cavitas cranium melalui foramen magnum. Cabang terbesarnya adalah
arteri inferior posterior cerebelli, yang memperdarahi bagian inferior dari
cerebellum. [4]

2

Gambar 1. Circulus Willis [5]

Kedua suplai arteri utama ini dinamakan sistem karotis interna dan
vertebrobasilar, dimana kedua sistem ini dihubungkan oelh arteri communicans
posterior. Anastomosis ini membentuk pembuluh darah yang berbentuk seperti
lingkaran pada dasar otak, yang disebut juga Circulus Willis atau circulus
arteriosus cerebri
. Circulus Willis ini menutupi dasar hypothalamus dan chiasma
opticum
. [4]

Epidemiologi

Setiap tahunnya, sekitar 795.000 orang di dunia terkena stroke, baik
merupakan stroke baru maupun stroke berulang. Sekitar 610.000 dari jumlah
tersebut merupakan kasus baru, sedangkan 185.000 sisanya merupakan serangan
berulang. Dari semua kasus stroke, 87% diantaranya merupakan kasus ischemic
stroke
, 10% kasus intracerebral hemorrhage dan 3% merupakan kasus
subarachnoid hemorrhage stroke. [6]

3

Angka prevalensi stroke penduduk Amerika yang berusia diatas 20 tahun
diperkiraan sebanyak 7.000.000 orang. Secara keseluruhan prevalensi stroke di
dunia diperkirakan mencapai 3.0% dan berdasarkan data dari BRFSS (CDC)
sebanyak 2,7% laki-laki dan 2,5% perempuan yang berusia diatas 18 tahun
memiliki riwayat pernah mengalami stroke. [6]
Jika dirata-rata, dapat dikatakan bahwa setiap 4 menit, 1 orang di dunia
meninggal akibat stroke. Stroke adalah penyebab kematian ketiga terbanyak
diantara semua penyebab kematian. Walaupun stroke seringkali dihubungkan
dengan penyakit orang tua, ternyata sepertiga kejadian stroke terjadi pada orang
yang berusia dibawah 65 tahun. [6]

Etiologi

Cerebral infarction dapat disebabkan oleh berbagai keadaan yang
menyebabkan terhambatnya aliran darah yang memasok darah ke daerah otak
tertentu, sehingga terjadi kerusakan secara permanen.
Berbagai macam kelainan darah, pembuluh darah, dan jantung dapat
mengarah kepada cerebral infarction. (tabel 1)

Tabel 1. Etiologi Infark Cerebri [7]

Vascular Disorder

Kelainan Jantung

Atherosclerosis

Mural Thrombus

Fibromuscular Dysplasia

Rheumatic heart disease

Kelainan Inflamasi

Aritmia

Giant cell arteritis

Endocarditis

Systemic lupus erythematosus

Mitral valve prolapse

Polyarteritis nodosa

Paradoxic embolus

Granulomatous angitis

Atrial myxoma

Syphilitic arteritis

Prosthetic hearts valve

AIDS

Kelainan darah

Diseksi arteri carotis atau vertebralis

Thrombositosis

Infark

Policytemia

Lacunar Infarction

Sicle cell disease

Drug Abuse

Leukocytosis

Multiple Progressive Intracranial
Occlusion (Moyamoya Syndrome)

Hypercoagulable states

Migraine
Thrombosis Vena atau Sinus

4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->