PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006

TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 8 ayat (3), Pasal 10 ayat (3), Pasal 11 ayat (4), Pasal 12 ayat (2), dan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri

Pendidikan Nasional tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496); 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;

1

4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; Memperhatikan : Surat Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0141/BSNP/III/2006 tanggal 13 Maret 2006 dan Nomor 0212/BSNP/V/2006 tanggal 2 Mei; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Pasal 1 (1) Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (2) Standar Isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANG SUDIBYO

2

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dalam dokumen ini dibahas standar isi sebagaimana dimaksud oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, yang secara keseluruhan mencakup: 1. kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, 2. beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah, 3. kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan panduan penyusunan kurikulum sebagai bagian tidak terpisahkan dari standar isi, dan 4. kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Isi dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005.

3

BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM A. Kerangka Dasar Kurikulum 1. Kelompok Mata Pelajaran Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. Cakupan setiap kelompok mata pelajaran disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran No 1. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

2.

Kewarganegaraan dan Kepribadian

4

Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. kecakapan. dan kemandirian kerja. Kelompok mata pelajaran jasmani. Kelompok Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Cakupan Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. menyikapi. membentuk kompetensi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis. 4. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. kreatif dan mandiri.No 3. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. olahraga dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik 5 5. Kelompok mata pelajaran jasmani. Jasmani. Kelompok mata pelajaran jasmani. kreatif dan mandiri. olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Olahraga dan Kesehatan . kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. kreatif dan mandiri. olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

budaya dan adat istiadat. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan pengembangan diri secara terpadu. kreatif. dan jenjang serta jenis pendidikan. kerja sama. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut. tanpa membedakan agama. sikap. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. dan hidup sehat. kondisi daerah. 2. perkembangan. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. kebutuhan. muatan lokal. berakhlak mulia. 6 . Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. HIV/AIDS. demam berdarah. a. perkembangan. kecanduan narkoba. b. Berpusat pada potensi. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. kebutuhan. muntaber. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. serta status sosial ekonomi dan gender. disiplin. cakap. berilmu. suku. Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi.No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan serta membudayakan sikap sportif. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. sehat. perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum.

a. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. pengembangan keterampilan pribadi. d. e. teknologi. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. (d) belajar untuk hidup bersama 7 . Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. g. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut. berbangsa dan bernegara. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 3. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. b. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Oleh karena itu. teknologi. dan seni.c. nonformal dan informal. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. (b) belajar untuk memahami dan menghayati. dinamis dan menyenangkan. dunia usaha dan dunia kerja. keterampilan sosial. yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. keterampilan akademik. dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. keterampilan berpikir. f.

dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 2. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. tahap perkembangan. 8 . d. di depan memberikan contoh dan teladan). kreatif. a. dan moral. melalui proses pembelajaran yang aktif. 1. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. B. Struktur Kurikulum Pendidikan Umum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. Struktur Kurikulum SD/MI Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI. dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. c. keterkaitan. muatan lokal. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. f. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. dengan prinsip tut wuri handayani. pengayaan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. contoh dan teladan). ing madia mangun karsa. keindividuan. kesosialan. sumber belajar dan teknologi yang memadai. efektif. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran. muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan.dan berguna bagi orang lain. tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar. g. dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi. akrab. terbuka. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. dan hangat. dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. di tengah membangun semangat dan prakarsa. ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan. sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. dan menyenangkan. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran. e.

III dilaksanakan melalui pendekatan tematik. sedangkan pada Kelas IV s. S u b s t a n s im a t ap e l a j a r a nI P Ad a nI P Sp a d aS D / MIm e r u p a k a n“ I P A T e r p a d u ” d a n “ I P ST e r p a d u ” . Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. e. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.d. f. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. c.d. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Pembelajaran pada Kelas I s. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit. guru.Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. d. bakat. dan pengembangan karir peserta didik. b. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. termasuk keunggulan daerah. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. belajar. Struktur kurikulum SD/MI disajikan pada Tabel 2 9 . yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.

4. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. a. bakat. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Struktur Kurikulum SMP/MTs Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. termasuk keunggulan daerah. Muatan Lokal C. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. 8. 3. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Olahraga dan Kesehatan 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2*) 26 27 28 32 II III IV.Tabel 2. dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 3. V. 6. muatan lokal. 5. 7. dan VI B. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. 2. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. guru. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Struktur Kurikulum SD/MI Komponen Kelas dan Alokasi Waktu I A. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Kegiatan pengembangan 10 . Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan Diri Jumlah *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2.

Matematika 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3. e. Struktur Kurikulum SMP/MTs Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. d. S u b s t a n s i m a t ap e l a j a r a nI P Ad a nI P Sp a d aS MP / MT s m e r u p a k a n“ I P A T e r p a d u ” d a n “ I P ST e r p a d u ” . Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. c. Pendidikan Agama 2. Bahasa Inggris 5. Seni Budaya 9. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi B. dan pengembangan karir peserta didik. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Pendidikan Jasmani. Struktur kurikulum SMP/MTs disajikan pada Tabel 3 Tabel 3.diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Muatan Lokal C. Olahraga dan Kesehatan 10. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. b. Bahasa Indonesia 4. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2*) 32 VII VIII IX 11 . Mata Pelajaran 1. belajar.

4) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. muatan lokal. termasuk keunggulan daerah. guru. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program: (1) Program Ilmu Pengetahuan Alam. 2) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. 3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. a. dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 4.3. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. khusus untuk MA. bakat. belajar. Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA/MA dibagi ke dalam dua kelompok. (3) Program Bahasa. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Struktur kurikulum SMA/MA Kelas X disajikan pada Tabel 4 12 . yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial. dan pengembangan karir peserta didik. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. dan (4) Program Keagamaan. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Kurikulum SMA/MA Kelas X 1) Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Struktur Kurikulum SMA/MA Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII.

Seni Budaya 14. Bahasa Inggris 5. Bahasa Indonesia 4.Tabel 4. Ekonomi 12. Fisika 7. Sosiologi 13. Sejarah 10. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Kimia 9. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X Komponen Alokasi Waktu Semester 1 A. Muatan Lokal C. Biologi 8. Geografi 11. Matematika 6. Olahraga dan Kesehatan 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 38 Semester 2 13 . Keterampilan /Bahasa Asing B.

3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. 7. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. 6. termasuk keunggulan daerah. 4) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. belajar. Program IPS. guru. dan 8. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Program Bahasa. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. dan pengembangan diri.b. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 5. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII 1) Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. 14 . 2) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. muatan lokal. bakat. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. dan pengembangan karir peserta didik. dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran.

Biologi 9.Tabel 5. Bahasa Indonesia 4. Fisika 7. Sejarah 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Keterampilan/ Bahasa Asing B. Muatan Lokal C. Kimia 8. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39 15 . Olahraga dan Kesehatan 12.

Keterampilan/Bahasa Asing B.Tabel 6. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Muatan Lokal C. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. Geografi 8. Seni Budaya 11. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Jasmani. Matematika 6. Ekonomi 9. Olahraga dan Kesehatan 12. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 16 . Sosiologi 10. Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Pendidikan Agama 2. Bahasa Inggris 5. Sejarah 7.

Pendidikan Jasmani. Muatan Lokal C. 8. 1. 2. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 10. 4. Seni Budaya 11. Olahraga dan Kesehatan 12. 5. Keterampilan B. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. 9. 6. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. 3. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 17 .Tabel 7. 7.

Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran **) Ditentukan oleh Departemen Agama 18 . 9. 12. 7. 3. 13. 4. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Smt 1 A. 2. 6.Tabel 8. 5. 10. Olahraga dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2*) 38 Smt 2 Kelas XII Smt 1 Smt 2 B. 8. 11. 1.

Kurikulum SMK/MAK berisi mata pelajaran wajib. Pendidikan Kewarganegaraan. Struktur kurikulum SMK/MAK meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. kepribadian. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. 19 . Mata pelajaran Kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemampuan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya. memiliki etos kerja yang tinggi. Muatan Lokal. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas. Pengembangan diri bagi peserta didik SMK/MAK terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. mata pelajaran Kejuruan. serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. bakat. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja.C. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan. dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Matematika. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan. mereka harus memiliki stamina yang tinggi. guru. dan Pengembangan Diri seperti tertera pada Tabel 9. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. IPS. Bahasa. IPA. akhlak mulia. dan Keterampilan/Kejuruan. Seni dan Budaya. potensi daerah. pengetahuan. serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program kejuruannya. menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. Struktur kurikulum SMK/MAK disajikan pada Tabel 9. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. belajar. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama. dan pembentukan karier peserta didik. Struktur kurikulum SMK/MAK disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Struktur Kurikulum Pendidikan Kejuruan Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan.

Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Bahasa Indonesia 4. Kesehatan. 2. 3. 1 Kimia Kelompok Pertanian 6. 3 Kimia 6. 3 Matematika Kelompok Teknologi. Bahasa Inggris 5. Matematika 5. 2 Fisika 6. dan Pertanian 6. 2 Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan 6. 1 Fisika Kelompok Pertanian 6.Tabel 9. Struktur Kurikulum SMK/MAK Durasi Waktu (Jam) Komponen A. Administrasi Perkantoran dan Akuntansi 5. 1 Biologi Kelompok Pertanian 6. 1 Matematika Kelompok Seni. 4 Biologi 6. dan Teknologi Kerumahtanggaan 5. 2 Matematika Kelompok Sosial. 4. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 128 a) 128 a) 192 20 . Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3. 1 IPA 6. Seni Budaya 9. 2 Biologi Kelompok Kesehatan 192 192 192 440 a) 330 a) 403 a) 516 a) 192 a) 192 a) 276 a) 192 a) 192 a) 192 a) 192 a) 7. 2 Fisika Kelompok Teknologi 6. 2. 4. Pariwisata. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 3.

Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi. 4 Kompetensi Kejuruan b) B. 1. IPA.Komponen 10. IPS. Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan. 3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 10. Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. 1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 10. 2. Kelompok adaptif dan produktif adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian. Ekuivalen 2 jam pembelajaran. Kelompok normatif adalah mata pelajaran yang dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama. adaptif. Muatan Lokal C. dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain. dan produktif. 2 Kewirausahaan 10. dan Kewirausahaan. Kejuruan 10. b) c) d) Implikasi dari struktur kurikulum di atas dijelaskan sebagai berikut. Bahasa Indonesia. yaitu kelompok normatif. Pengembangan Diri d) Durasi Waktu (Jam) 202 192 140 1044 c) 192 (192) Keterangan notasi a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan program keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja di dunia kerja. 21 . dan Seni Budaya. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama. Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa Inggris. Di dalam penyusunan kurikulum SMK/MAK mata pelajaran dibagi ke dalam tiga kelompok. di luar jumlah jam yang dicantumkan. Matematika. Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam.

dan bina pribadi dan sosial untuk peserta didik tunalaras. intelektual dan/atau sosial berdasarkan standar kompetensi lulusan. bakat. bina komunikasi persepsi bunyi dan irama untuk peserta didik tunarungu. mental. termasuk keunggulan daerah. 4. bina gerak untuk peserta didik tunadaksa. 5. emosional. Program khusus berisi kegiatan yang bervariasi sesuai degan jenis ketunaannya. Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir penyelesaian satu standar kompetensi atau beberapa penyelesaian kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. D. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. yaitu program orientasi dan mobilitas untuk peserta didik tunanetra.3. 22 . Peserta didik berkelainan tanpa disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. standar kompetensi kelompok mata pelajaran. program khusus. 8. Kurikulum Pendidikan Khusus terdiri atas delapan sampai dengan 10 mata pelajaran. muatan lokal. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Beban belajar SMK/MAK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. dan standar kompetensi mata pelajaran. praktik di sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 36 jam pelajaran per minggu. guru. (1) peserta didik berkelainan tanpa disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK adalah 38 minggu dalam satu tahun pelajaran. dan (2) peserta didik berkelainan disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Struktur Kurikulum Pendidikan Khusus Struktur Kurikulum dikembangkan untuk peserta didik berkelainan fisik. dalam batas-batas tertentu masih dimungkinkan dapat mengikuti kurikulum standar meskipun harus dengan penyesuaian-penyesuaian. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. 6. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK tiga tahun. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. sederhana dan bersifat tematik untuk mendorong kemandirian dalam hidup sehari-hari. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. maksimum empat tahun sesuai dengan tuntutan program keahlian. Pendidikan SMK/MAK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda. Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit. kemampuan. bina diri untuk peserta didik tunagrahita. Peserta didik berkelainan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori. diperlukan kurikulum yang sangat spesifik. 7. dan pengembangan diri. Peserta didik berkelainan yang disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

D = tunadaksa ringan. Pada satuan pendidikan SMPLB A. Untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memerlukan pindah jalur pendidikan antar satuan pendidikan yang setara sesuai dengan ketentuan pasal. C1. menggunakan sebutan Kurikulum SDLB A. setelah menyelesaikan pada jenjang SDLB dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMPLB. 1. dan SMALB. B = tunarungu. SMPLB C.D. 23 . G = tunaganda).e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. D. E.E dan SMALB A. Kurikulum untuk peserta didik berkelainan yang disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata.B.B. setelah lulus. Bagi mereka yang tidak memungkinkan dan/atau tidak berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.D. B. dan SMALB C.E dirancang untuk peserta didik yang tidak memungkinkan dan/atau tidak berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. dan SMALB A. D.D.E relatif sama dengan kurikulum SD umum. (C = tunagrahita ringan. E (A = tunanetra. G. SMA/MA SMK/MAK PT/Masyarakat Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. menggunakan sebutan Kurikulum SDLB C. D. B. D1 = tunadaksa sedang. E = tunalaras). B. SMP/MTs. yang berkeinginan untuk melanjutkan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. SMPLB A . 12 ayat (1). D1. Kurikulum untuk peserta didik berkelainan tanpa disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. C1. D1. G. C1 = tunagrahita sedang.B. 2. struktur kurikulum satuan Pendidikan Khusus dikembangkan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut. E. semaksimal mungkin didorong untuk dapat mengikuti pendidikan secara inklusif pada satuan pendidikan umum sejak Sekolah Dasar.Peserta didik berkelainan tanpa disertai kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Jika peserta didik mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan SDLB. 3. C1. maka mekanisme pendidikan bagi peserta didik melalui jalur formal dapat dilukiskan sebagai berikut : SDLB Jalur 1 ALB/ABK Jalur 2 SD/MI SMPLB SMALB Masyarakat. Kurikulum satuan pendidikan SDLB A. didorong untuk dapat melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama umum. D1. G.

Muatan isi kurikulum satuan pendidikan SMALB A. VI.D. Pembelajaran untuk satuan Pendidikan Khusus SDLB. Kelebihan 2 jam pembelajaran dari SMP umum karena ada penambahan mata pelajaran program khusus c. Pengembangan SK dan KD untuk semua mata pelajaran pada SDLB.D.B. Untuk jenjang SMALB. III berkisar antara 28 –30 jam pembelajaran/minggu dan 34 jam pembelajaran/minggu untuk kelas IV. Jumlah jam pembelajaran SMALB A.70% aspek akademik dan 40% . dirancang sangat sederhana sesuai dengan batas-batas kemampuan peserta didik dan sifatnya lebih individual. Struktur kurikulum pada satuan Pendidikan Khusus SDLB dan SMPLB mengacu pada Struktur Kurikulum SD dan SMP dengan penambahan Program Khusus sesuai jenis kelainan. dan Keterampilan dikembangkan oleh satuan Pendidikan Khusus dengan memperhatikan jenjang dan jenis satuan pendidikan. 5.C1. sama dengan jumlah jam pembelajaran SMA umum. XI. 8. II. Jumlah jam pembelajaran SDLB A. Kurikulum satuan pendidikan SDLB. V. VIII.E kelas X.B. Jumlah dan alokasi waktu jam pembelajaran diatur sebagai berikut. XII adalah 36 jam/minggu. dikembangkan oleh BSNP.D. 6.B.4. Bina Diri dan Bina Gerak untuk peserta didik Tunadaksa Sedang. SMPLB dan SMALB C.B. Bina Komunikasi. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran umum SDLB. SMPLB dan SMALB C.D1. IX adalah 34 jam/minggu. Kelebihan 2 jam pembelajaran dari SD umum karena ada tambahan mata pelajaran program khusus b. SMALB C. dan tidak dihitung sebagai beban belajar. 11.G.D1. Bina Pribadi dan Sosial untuk peserta didik Tunalaras f.50% aspek keterampilan vokasional.B.D.D.C1. program khusus bersifat kasuistik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik tertentu.C1. Bina Gerak untuk peserta didik Tunadaksa Ringan e. Jumlah jam pembelajaran SMPLB A. Program Khusus sesuai jenis kelainan peserta didik meliputi sebagai berikut.30% berisi aspek keterampilan vokasional.D1. SMALB A. sedangkan SK dan KD untuk mata pelajaran Program Khusus.E terdiri atas 60% . a. Bina Diri untuk peserta didik Tunagrahita Ringan dan Sedang d.E kelas VII.E terdiri atas 40% – 50% aspek akademik dan 60% .D. 7.E kelas I. Program 24 . SMPLB. a. dengan alokasi waktu 2 jam/minggu.E mengacu kepada SK dan KD sekolah umum yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan khusus peserta didik.G menggunakan pendekatan tematik. 9. Persepsi Bunyi dan Irama untuk peserta didik Tunarungu c. Proporsi muatan isi kurikulum satuan pendidikan SMPLB A. dan Tunaganda.B. Orientasi dan Mobilitas untuk peserta didik Tunanetra b.G diserahkan kepada satuan Pendidikan Khusus yang bersangkutan dengan memperhatikan tingkat dan jenis satuan pendidikan. 10. SMPLB.

dan 25 . Muatan isi mata pelajaran Program Khusus disusun tersendiri oleh satuan pendidikan c.D1.E. tingkat terampil dan tingkat mahir. belajar. maka diperlukan modifikasi dan/atau penyesuaian secara terbatas b. S e l i s i h 5 m e n i t dar sekolah reguler disesuaikan dengan kondisi peserta didik berkelainan. guru. Satuan pendidikan khusus SDLB dan SMPLB dapat menambah maksimum 6 jam pembelajaran/minggu untuk keseluruhan jam pembelajaran. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Muatan isi setiap mata pelajaran pada SDLB A.E bidang akademik mengalami modifikasi dan penyesuaian dari SMA umum sehingga menjadi sekitar 40% –50% bidang akademik. SMPLB.E bidang akademik mengalami modifikasi dan penyesuaian dari SMP umum sehingga menjadi sekitar 60% –70%. Muatan isi mata pelajaran untuk SMALB A. proporsi muatan keterampilan vokasional lebih diutamakan g. Muatan kurikulum SDLB.30% muatan isi kurikulum ditekankan pada bidang keterampilan vokasional d.D. Muatan isi mata pelajaran SMPLB A.khusus pada jenjang SMALB bersifat fakultatif dan tidak termasuk beban pembelajaran d.D1.B.C1.C1.D. tetapi karena kelainan dan kebutuhan khususnya. Oleh karena itu. 12.D. dan sekitar 60% –50% bidang keterampilan vokasional f. D. e.D1.G lebih ditekankan pada kemampuan menolong diri sendiri dan keterampilan sederhana yang memungkinkan untuk menunjang kemandirian peserta didik. a. Alokasi per jam pembelajaran untuk SDLB. SMALB A. SMPLB. 3 5 ’ d a n 4 0 ’ . Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial.E pada dasarnya sama dengan SD umum. SMPLB. E maupun C. SMALB C. Sisanya sekitar 40% . Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor.G sama dengan jumlah jam pembelajaran pada SDLB. SMALB C. tetapi penyajiannya melalui pendekatan tematik e. Muatan isi mata pelajaran keterampilan vokasional meliputi tingkat dasar.B.D. kemampuan dan kebutuhan peserta didik serta kondisi satuan pendidikan. dan 4 jam pembelajaran untuk tingkat SMALB sesuai kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan yang bersangkutan. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. bakat.B.B.C1. f. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Jumlah jam pembelajaran SDLB. potensi. B. diserahkan kepada satuan pendidikan sesuai dengan minat.G masing-m a s i n g 3 0 ’ . SMPLB dan SMALB A. Jenis keterampilan yang akan dikembangkan. Muatan isi pada setiap mata pelajaran diatur sebagai berikut .

11. 6. 16. 5. Program Khusus Orientasi dan Mobilitas D. 14. 7. D1. 12.D. 4.E dan C. Struktur Kurikulum SDLB. Olahraga dan Kesehatan 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 2*) 28 29 30 34 Kelas dan Alokasi Waktu II III IV. Pengembangan diri terutama ditujukan untuk peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. SMALB A. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Tabel 10. 2. C1. SMPLB. 13. 23 dan 24. G disajikan pada tabel 10. V. 17. 15. 18. 21. Struktur Kurikulum SDLB Tunanetra Komponen I A. 13. 19.B. Pengembangan Diri Jumlah: 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 26 . Muatan Lokal C.pengembangan karir peserta didik. 8. 20. 1. 22. 3. dan VI B.

Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah: 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 27 . Persepsi Bunyi & Irama D.Tabel 11. 8. 7. Olahraga dan Kesehatan 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 2*) 28 29 30 34 Kelas dan Alokasi Waktu II III IV. Program Khusus Bina Komunikasi. 2. 4. V. Struktur Kurikulum SDLB Tunarungu Komponen I A. 6. 5. dan VI B. 3.

V. Olahraga dan Kesehatan 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 2*) 28 29 30 34 I II III IV. 2. Mata Pelajaran 1. 3. 5. 8. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah: 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 28 . 7. 6. Struktur Kurikulum SDLB Tunadaksa Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A.Tabel 12. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. 4. Program Khusus Bina Gerak D. dan VI B.

6. 2. Program Khusus Bina Pribadi dan Sosial D. 4. 8.Tabel 13. 5. 7. dan VI B. Struktur Kurikulum SDLB Tunalaras Komponen I A. Muatan Lokal C. Olahraga dan Kesehatan 3 2 5 5 4 3 4 4 2 2 2*) 28 29 30 34 Kelas dan Alokasi Waktu II III IV. V. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Pengembangan Diri Jumlah: 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 29 . 3.

Seni Budaya 9.Tabel 14. Program Khusus Orientasi & Mobilitas D. Ilmu Pengetahuan Alam 8. 10. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pendidikan Jasmani. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Struktur Kurikulum SMPLB Tunanetra Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Matematika 6. Pendidikan Agama 2. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 30 . Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Olahraga dan Kesehatan. Muatan Lokal C.

Pendidikan Agama 2. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 31 . Program Khusus Bina Komunikasi. Persepsi Bunyi & Irama D. Muatan Lokal C. Mata Pelajaran 1. Bahasa Inggris 5. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Pendidikan Jasmani. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Olahraga dan Kesehatan. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya 9. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Struktur Kurikulum SMPLB Tunarungu Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. 10.Tabel 15. Matematika 6. Bahasa Indonesia 4. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah.

Ilmu Pengetahuan Sosial 7. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Mata Pelajaran 1. Bahasa Inggris 5. Muatan Lokal C. Struktur Kurikulum SMPLB Tunadaksa Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B.Tabel 16. Pendidikan Jasmani. Seni Budaya 9. Bahasa Indonesia 4. Matematika 6. Olahraga dan Kesehatan 10. Pendidikan Agama 2. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Program Khusus Bina Gerak D. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 32 .

Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Olahraga dan Kesehatan 10. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Muatan Lokal C. Bahasa Inggris 5. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Struktur Kurikulum SMPLB Tunalaras Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Matematika 6. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Program Khusus Bina Pribadi dan Sosial D. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 33 . Bahasa Indonesia 4. Pendidikan Jasmani. Seni Budaya 9. Mata Pelajaran 1. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 2 2 2 2 3 2 3 2 2 10 2 2 2**) 34 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan.Tabel 17.

diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Struktur Kurikulum SMALB Tunanetra Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Program Khusus Orientasi dan Mobilitas D. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 34 . Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Seni Budaya 9. Pengembangan Diri Jumlah *) X XI XII 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Pendidikan Jasmani. Mata Pelajaran 1. Olahraga dan Kesehatan 10.Tabel 18. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Matematika 6. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Pendidikan Agama 2. Bahasa Indonesia 4. Muatan Lokal C. Bahasa Inggris 5.

Matematika 6. Seni Budaya 9. Pendidikan Jasmani.Tabel 19. Bahasa Indonesia 4. Olahraga dan Kesehatan 10. Persepsi Bunyi dan Irama D. Mata Pelajaran 1. Muatan Lokal C. Pendidikan Kewarganegaraan 3. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 35 . Struktur Kurikulum SMALB Tunarungu Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Pengembangan Diri Jumlah *) X XI XII 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Program Khusus Bina Komunikasi. Pendidikan Agama 2. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Bahasa Inggris 5. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan.

Muatan Lokal C. Mata Pelajaran 1. Olahraga dan Kesehatan 10. Pendidikan Jasmani. Pendidikan Agama 2. Bahasa Indonesia 4. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Program Khusus Bina Gerak D. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Bahasa Inggris 5. Struktur Kurikulum SMALB Tunadaksa Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A.Tabel 20. Pengembangan Diri Jumlah *) X XI XII 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Matematika 6. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Seni Budaya 9. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 36 . Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan.

Seni Budaya 9. Olahraga dan Kesehatan 10. Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2**) 37 . Struktur Kurikulum SMALB Tunalaras Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Matematika 6. Pendidikan Jasmani. Muatan Lokal C. Program Khusus Bina Pribadi dan Sosial D. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Pendidikan Agama 2. Pengembangan Diri Jumlah *) X XI XII 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2 2**) 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan.Tabel 21. Keterampilan Vokasiopnal /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Mata Pelajaran 1. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Bahasa Indonesia 4. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Bahasa Inggris 5. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah.

D1.C1. D1.14. Tunagrahita Sedang. SMPLB C. Olahraga dan Kesehatan 2 2 2*) 29 – 32 34 29 – 32 (Pendekatan tematik) 30 (Pendekatan tematik) IV. dan SMALB C. 2.G Struktur kurikulum satuan pendidikan khusus tingkat SDLB. Tabel 22. dan III A. Tunadaksa Sedang . Pengembangan Diri Jumlah: *) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 38 . dan VI B.D1. Muatan Lokal C.G dan SMALB C. 7. G sebagai berikut. Struktur Kurikulum SDLB. II. C1. SMPLB dan SMALB C. 5. 3.D1. dan Tunaganda Komponen Kelas dan Alokasi Waktu I.C1. Struktur Kurikulum SDLB Tunagrahita Ringan.C1. V. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani. Program Khusus *) D.D1 dan G merupakan satu rumpun yang relatif sama antara satu jenis kelainan dengan jenis kelainan yang lain. Karena itu di bawah ini disajikan tabel struktur kurikulum untuk SDLB C. 4. 6.G.C1. SMPLB. 8.

Struktur Kurikulum SMPLB Tunagrahita Ringan. Program Khusus **) D. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Muatan Lokal C. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Pendidikan Agama 2. Tunagrahita Sedang. Tunadaksa Sedang. Mata Pelajaran 1. Bahasa Indonesia 4. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 10 (Pendekatan tematik) 10 (Pendekatan tematik) 10 (Pendekatan tematik) 20 2 2 2***) 36 20 2 2 2***) 36 20 2 2 2***) 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Bahasa Inggris 5. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Seni Budaya 9. Pendidikan Kewarganegaraan 3.Tabel 23. Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan 10. Ekuivalen 2 jam pembelajaran **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik 2***) 39 . dan Tunaganda Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Matematika 6.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran pada setiap tingkat dan semester disajikan pada lampiran-lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini yang terdir atas: Lampiran 1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI dan SDLB. Tunadaksa Sedang. Olahraga dan Kesehatan 10. Keterampilan Vokasional /Teknologi Informasi dan Komunikasi *) B. Mata Pelajaran 1. Seni Budaya 9. Program Khusus **) D. Jenis keterampilan vokasional/teknologi informasi yang dikembangkan. Ilmu Pengetahuan Alam 8. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar pada setiap tingkat dan/atau semester. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah *) VII VIII IX 10 (Pendekatan Tematik) 10 (Pendekatan Tematik) 10 (Pendekatan Tematik) 24 2 2***) 24 2 2***) 24 2 2***) 36 36 36 Keterampilan vokasional/teknologi informasi dan komunikasi merupakan paket pilihan. Kelas dan Alokasi Waktu Komponen A. diserahkan kepada sekolah sesuai potensi daerah. Pendidikan Jasmani. 40 . Pendidikan Agama 2. Struktur Kurikulum SMALB Tunagrahita Ringan. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. dan Lampiran 3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK.Tabel 24. Tunagrahita Sedang. dan Tunaganda. Ekuivalen 2 jam pembelajaran **) Disesuaikan dengan kelainan dan kebutuhan peserta didik 2***) E. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Lampiran 2 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SMP/MTs dan SMPLB.

Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK adalah 38 s. c.d. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran. Kedua sistem tersebut dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan.BAB III BEBAN BELAJAR Satuan pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau sistem kredit semester. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan ditetapkan sebagai berikut: a. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Satuan pendidikan SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK kategori mandiri menggunakan sistem kredit semester. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada setiap satuan pendidikan adalah sebagai berikut: a.d. Beban belajar yang diatur pada ketentuan ini adalah beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. SD/MI/SDLB berlangsung selama 35 menit. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka. 39 jam pembelajaran. b. 41 . c. penugasan terstruktur. III adalah 29 s.d. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran. VI adalah 34 jam pembelajaran. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SD/MI/SDLB: 1) Kelas I s. 2) Kelas IV s. SMP/MTs/SMPLB berlangsung selama 40 menit. Satuan pendidikan SD/MI/SDLB melaksanakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket. b. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB. SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK kategori standar menggunakan sistem paket atau dapat menggunakan sistem kredit semester.d. SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK berlangsung selama 45 menit. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. 32 jam pembelajaran.

48640 menit) 1292-1482 jam pembelajaran 45 38-39 34-38 (58140 . Per minggu Minggu Efektif per tahun ajaran Waktu pembelajaran per tahun 884-1064 jam pembelajaran I s. 42 . Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. tatap muka (menit) Jumlah jam pemb.d.42560 35 32 34-38 menit 635-709 SMP/MTs/ SMPLB*) VII s. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. III 35 26-28 34-38 (30940 – 37240 menit) SD/MI/ SDLB*) IV s.d.d.66690 menit) 1368 jam pelajaran (61560 menit) 725-811 SMA/MA/ SMALB*) X s.5 1026 (standar minimum) SMK/MAK X s. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. SMALB alokasi waktu jam pembelajaran tatap muka dikurangi 5 menit Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. XII 9691111.1216 jam pembelajaran 40 32 34-38 (43520 .Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan adalah sebagaimana tertera pada Tabel 25 Tabel 25. IX 1088 .d.d XII 45 36 38 *) Untuk SDLB SMPLB. VI 516-621 1088-1216 jam pembelajaran (38080 . Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka Keseluruhan untuk setiap Satuan Pendidikan Jumlah jam per tahun (@60 menit) Satuan Pendidikan Kelas Satu jam pemb.

Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. dan tiga sampai dengan empat tahun untuk SMK/MAK. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMP/MTs/SMPLB maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. 3. Program percepatan dapat diselenggarakan untuk mengakomodasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur terdiri dari: 1. satu jam penugasan terstruktur. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SD/MI/SDLB maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka. tiga tahun untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMA/MA/SMALB. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Panduan tentang sistem kredit semester diuraikan secara khusus dalam dokumen tersendiri. dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur. 2. Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket adalah enam tahun untuk SD/MI/SDLB. 43 .

Jeda tengah semester Jeda antarsemester 4. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No 1. meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal.BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. A. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 26. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu. Tabel 26. Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun 44 . Kegiatan Minggu efektif belajar Alokasi Waktu Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Maksimum 2 minggu Maksimum 2 minggu Keterangan Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan Satu minggu setiap semester Antara semester I dan II 2. minggu efektif belajar. jeda antar semester. hari libur keagamaan. dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu efektif belajar. hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran. Alokasi Waktu Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. 3. libur akhir tahun pelajaran. ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud.

7. 3. Hari libur umum/nasional Hari libur khusus Kegiatan khusus sekolah/madrasah Maksimum 2 minggu Maksimum 1 minggu Maksimum 3 minggu B. Penetapan Kalender Pendidikan 1. TTD. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.No Kegiatan Alokasi Waktu pelajaran Keterangan 5. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota. dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. BAMBANG SUDIBYO 45 . MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. 2. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masingmasing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan. 4. 8. Hari libur keagamaan 2– 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif 6.

mamantau pelaksanaan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. pengetahuan. dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan. 4. 10. dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 5. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. olahraga dan kesehatan. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. kewarganegaraan dan kepribadian. Badan Standar Nasional Pendidikan yang disingkat BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan. Kompetensi adalah kemampuan bersikap. 11. dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. 2. estetika dan jasmani. jenjang.GLOSARIUM 1. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap. isi. kompetensi bahan kajian. Standar Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran. 7. sikap. ilmu pengetahuan dan teknologi. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 46 . 8. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan. berpikir. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu. 9. 6. dan mengevaluasi standar nasional pendidikan. kompetensi mata pelajaran. dan jenis pendidikan tertentu. pengetahuan.

penugasan terstruktur. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. 14. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. 13. standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka. 19.12. pengetahuan. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. 15. 18. minggu efektif belajar. materi pembelajaran. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap. 47 . pendidik dan lingkungan. 20. 21. waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan matapelajaran-matapelajaran yang diikutinya setiap semester pada satuan pendidikan yang dimaksud. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. 16. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. dan percepatan 17. pengayaan. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. 23. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu. meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal. ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. 22. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan yang dimaksud. Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.

Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. jasmani. 25. jeda antar semester.24. 48 . Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. ilmu pengetahuan dan teknologi. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. olahraga dan kesehatan. hari libur keagamaan. dan hari libur khusus. estetika. libur akhir tahun pelajaran. kewarganegaraan dan kepribadian. hari libur umum (termasuk hari-hari besar nasional).