ADAPTASI DAN BEKERJASAMA DENGAN MASYARAKAT (Materi Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember).

ANWAR

Dosen FISIP Universitas Jember Mei 2013

IDENTITAS NASIONAL
Sebagai sebuah istilah identitas nasional dibentuk oleh dua kata yaitu identitas dan nasional. Identitas dapat diartikan sebagai ciri, tanda atau jati diri; sedangkan nasional dalam konteks pembicaraan ini berarti kebangsaan. Dengan demikian, identitas nasional dapat diartikan sebagai jati diri nasional. Identitas nasional Indonesia tercantum dalam konstitusi Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 35-36C. Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut: (a) Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia, (b) Bendera negara yaitu Sang Merah Putih, (c) Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya, (d) Lambang Negara yaitu Pancasila, (e) Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, (f) Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila, (g) Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945, (h) Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, (i) Konsepsi Wawasan Nusantara, (j) Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasional

PENERAPAN IDENTITAS NASIONAL
Implementasi atau penerapan tentang identitas nasional harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, identitas nasional menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi identitas nasional senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh. Impementasi identitas nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencakup kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya,dan pertahanan keamanan harus tercemin dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia diatas kepentingan pribadi dan golongan.

TIPOLOGI MASYARAKAT INDONESIA

A

B

A: Koensidensi atribut deskrit dengan kontinyu yang membentuk masyarakat terfragmentasi B: Crosscutted atrubut deskrit dengan kontinyu yang membentu masyarakat homogen

KEPENTINGAN NASIONAL
Kepentingan Nasional (National Interest) adalah tujuan-tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan kebutuhan bangsa/negara atau sehubungan dengan hal yang dicita-citakan. Dalam hal ini kepentingan nasional yang relatif tetap dan sama diantara semua negara/bangsa adalah keamanan (mencakup kelangsungan hidup rakyatnya dan kebutuhan wilayah) serta kesejahteraan. Kedua hal pokok ini yaitu keamanan (Security) dari kesejahteraan (Prosperity). Kepentingan nasional diidentikkan dengan dengan “tujuan nasional”. Contohnya kepentingan pembangunan ekonomi, kepentingan pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

KEPENTINGAN NASIONAL Kepentingan nasional sering dijadikan tolok ukur atau kriteria pokok bagi para pengambil keputusan (decision makers) masing-masing negara sebelum merumuskan dan menetapkan sikap atau tindakan. Menurut Morgenthau : ”Kepentingan nasional adalah kemampuan minimum negara untuk melindungi. dan mempertahankan identitas fisik. . Bahkan setiap langkah kebijakan luar negeri (Foreign Policy) perlu dilandaskan kepada kepentingan nasional dan diarahkan untuk mencapai serta melindungi apa yang dikategorikan atau ditetapkan sebagai ”Kepentingan Nasional”. Dari tinjauan ini para pemimpin negara menurunkan kebijakan spesifik terhadap negara lain yang sifatnya kerjasama atau konflik”. dan kultur dari gangguan negara lain. politik.

Dan sungguh mengejutkan ialah pergeseran 60% armada tempurnya ke Asia Pasifik. yang utama sejatinya faktor geostrategy possition dan potensi SDA pulau-pulau yang disengketakan Ketegangan antara negara-negara di kawasan tersebut secara politis cenderung meningkat karena miskinnya win-win solution. dan melalui Menhan Leon Panetta. artinya selain diantaranya hak berdaulat atas Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). dan terkait dengan isue Laut China Selatan. disinyalir bukan sebatas klaim kepemilikan pulau-pulau. termasuk peningkatan kerja sama dengan Australia dan penempatan kapal-kapal perang di Singapura.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Selain AS tengah berproses membangun sistem pertahanan rudal di Asia guna melawan manuver Korea Utara dan Cina tentunya. . Urgensi geografis Laut China Selatan yang cukup vital dalam pergeseran geopolitik global. bahkan diduga keras bahwa isu konflik teritorial itu akan menjadi trigger dalam benturan militer secara terbuka. ia juga menyatakan memperluas militernya di Asia Tenggara dan Samudera Hindia. penggunaan teknologi baru terkait exploitasi dan explorasi minyak dan gas bumi oleh negara tertentu. memungkinkan terus terkendalanya upaya penyelesaian sengketa. Paman Sam mendukung pembentukan ASEAN Security Community pada 2015. Kompleksitas pertikaian wilayah di Laut China Selatan. Philipina dll. dan lain-lain. menganjurkan agar ASEAN melakukan “tindakan seragam” sekaligus menyusun kerangka aksi yang memiliki kekuatan hukum. melainkan ada “persoalan lain”.

mencermati konflik antara TNI versus Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) dari perspektif politik global. bahwa bila kolonialisasi lama hanya merampas tanah.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Teringat statement Henry Kissinger (1970). control food and you control the people” (Kontrolah minyak kamu akan mengontrol negara. kontrol pangan maka anda mengendalikan rakyat). Sekali lagi. . “Control oil and you control the nations. Ini yang mutlak diwaspadai bersama oleh segenap tumpah darah Indonesia dimanapun berada dan berkiprah. Lalu apa kelanjutan skema? Konflik antar aparat di OKU diprakirakan merupakan skema pelemahan bangsa via pencerai-beraian elemen dan pecah belah dari sisi internal. retorika menggelitik pun timbul: “Apakah bangsa ini tidak sedang dilumpuhkan kedaulatan pangannya melalui skema jerat impor oleh asing?”. sedangkan kolonialisasi baru merampas seluruh kehidupan! Merujuk persoalan dan uraian di atas. sesungguhnya kasus tersebut hanyalah tema belaka. Tetapi yang lebih mengerikan lagi ialah isyarat Vandana Shiva.

karena media massa cuma sekedar memberitakan secara gegap gempita tentang isu-isu. tema. apalagi untuk Kepentingan Nasional RI. lalu ke tema lagi. kemudian ke isu lagi. dinamika politik menjelang 2014 kendati terlihat glamour namun tidak bermakna apa-apa bagi kesejahteraan rakyat. organisasi massa dibentur-benturkan melalui pragmatisme. Segenap elit dan partai politik dibuat sibuk. dll. sebab keduanya merupakan anak kandung revolusi (kemerdekaan) dulu.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Tak dapat dipungkiri. keduanya masih solid hingga kini. Tak bisa tidak. . TNI-Polri adalah organ-organ perekat bangsa. para pemuda dan mahasiswa diracuni narkoba serta disusupi dogma-dogma impor atas nama kebebasan dan demokrasi di tataran hilir. asyik dan porak-poranda oleh korupsi. Tampaknya media massa terutama media mainstream memiliki kontribusi luar biasa atas “keretakan” yang tengah terjadi pada bangsa ini. Ini harus disadari bersama oleh segenap komponen bangsa! Jujur harus diakui. Bahkan di antara berbagai elemen-elemen bangsa lain. Apabila retak kedua institusi niscaya bakal pecahlah bangsa dan negara. TNI-Polri itu benteng terakhir dari sebuah sistem kedaulatan bangsa. demikian seterusnya cuma mengejar gegap rating tanpa solusi jelas.

dan tanggal 24-25 September 2009 di Pittsburgh. Kemudian keluarlah paket stimulus (utang) bagi negara berkembang. Retorikanya: Bukankah uang yang dihutang adalah kertas-kertas bodong yang dicetak tanpa jaminan? . di Washington (15/11/2008). tetapi lebih berfokus pada pembiayaan dampak krisis dalam bentuk bailout (talangan) dan stimulus. Dan agaknya. meningkatkan kuantitas dan kualitas modal bank. AS menggiring negara-negara di dunia untuk terlibat secara langsung pendanaan krisis melalui “dana segar” pengembalian utang dari negara-negara berkembang.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Hasil pertemuan G-20 mengkulminasi suntikan dana sebesar 1. tetapi berkali-kali pula solusi dan ruh dari pertemuan G-20 bersifat klasik – mengarah pada pelestarian sistem kapitalisme. dan kesepakatan menghapus subsidi bahan bakar fosil yang memperparah pemanasan global. penghapusan tempat bebas pajak (tax heaven).1 triliun dolar AS ke lembaga multilateral dan IMF guna membantu memerangi krisis global. di London (2/4/2009). Terbaca nuansa bahwa G20 digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan kepentingan dan hegemoni AS di dunia. pemangkasan gaji dan bonus para eksekutif di sektor perbankan. seperti mempertahankan langkah stimulus. Berkali-kali diselenggarakan KTT. Oleh karena arah penyelesaian krisis tidak berlandas filosofi bagaimana “membongkar” sistem kapitalisme sebagai penyebab.

maka rute alternatif tersingkat baik dari dan ke Lautan Hindia serta Lautan Pasifik dipastikan akan melintas di Selat Sunda dan selat lainnya. Kelak bila terjadi perang terbuka di perairan. dimana Paman Sam via Kekaisaran Militer —meminjam istilah Connie— asyik membangun pangkalan militer di berbagai belahan dunia. bukannya akan langsung berhadapan antara Cina versus AS. juga meniscayakan perubahan konstelasi di Asia Pasifik terutama Laut Cina Selatan dan perairan sekitarnya. Dari mapping prakiraan situasi tadi. sedangkan Cina mengimbangi melalui String of Pearls di jalur-jalur utama serta alur alternatif perairan. Artinya ketika Selat Malaka telah menjadi “jalur tidak aman” bagi pelayaran internasional akibat perang.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Memanasnya suhu politik antara Cina melawan AS dan sekutu. Akan tetapi para negara satelit tersebut didukung sepenuhnya oleh armada laut AS. tapi pagelaran cenderung menampilkan perang proxy (perpanjangan) antara Cina melawan kelompok negara common wealth di sekitarnya. . Inilah “perang skema” antara adidaya Barat dan Timur. semakin terlihat urgensi Selat Sunda dari sisi geopolitik. Apalagi jika kelak benar-banar meletus konflik terbuka di perairan. selain menggeser geopolitik global dari Heartland ke Asia.

Syukur-syukur ditunda hingga menunggu waktu yang tepat. Tapi paling minimal adalah tinjau ulang atas proposal JSS agar tidak semata-mata mengkedepankan aspek sosial ekonomi belaka. Salah satu prioritas pembangunan RI kedepan mutlak harus menguatkan sistem pengawasan dan pengamanan selat-selat Indonesia (ALKI) yang ditopang oleh lembaga dan departemen terkait dengan TNI-Polri sebagai ujung tombak. niscaya akan meningkatkan “daya tawar” Pemerintah Indonesia di forum global manapun. atau senjata geopolitik bagi republik tercinta ini. misalnya “penutupan sementara” selat-selat di Indonesia ketika dinamika pelayaran telah mengancam keamanan nasional dan Kepentingan Nasional RI. Kelak dengan sistem pengamanan dan pengawasan perairan yang canggih lagi handal.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL Perlu dibidani produk-produk hukum terkait geopolitical leverage (pemanfaatan geopolitik). kesejahteraan maupun kepentingan pendukung lain bersifat lintas fungsi dan departemen serta melibatkan berbagai tokoh dan masyarakat sekitar. Bila JSS memang merupakan program yang tidak boleh ditunda. Hal ini mutlak segera dilangkahkan oleh segenap elit dan pengambil kebijakan di republik ini sebagai respon terhadap situasi yang berkembang sekaligus penyikapan peralihan geopolitik global. baik dari sisi kedaulatan negara. dan lebih jauh lagi adalah mengubah skema geopolitical leverage menjadi geopolitical weapon. . maka rujukan pokok selain menekankan Kepentingan Nasioanal RI juga aspek geopolitik.

Pertanyaan retorikanya: (1) bagamana mungkin sesuatu dianggap benar. (2) bagaimana bisa mengatakan bahwa cintamu sungguh suci. (5) bagaimana tindakanmu dikatakan benar. sedangkan hal itu belum pernah ada masalah sebelumnya. (5) bagaimana mungkin cintamu disebut tulus dan iklas. pengorbanan. pembahasan.apa. perasaan. sedangkan kamu tidak punya pengertian apa-apa. penerapan dan petunjuk. pengertian dan program. (4) bagaimana dikatakan benar. sedangkan langkah yang kamu tempuh tidak sesuai petunjuk? M Arief Pranoto Penulis adalah Research Associate Global Future Institute (GFI) . sedangkan kamu tak punya perasaan apa-apa. sementara kamu tidak pernah berkorban apa. sedangkan hal itu belum pernah diselidiki. permasalahan. (3) bagaimana disebut cinta. (2) bagamana mungkin sesuatu dianggap benar. jika sebelumnya tidak pernah dilakukan pembahasan. Pertanyaan hipotesa adalah: (1) bagaimana dikatakan cinta. (3) bagaimana mungkin sesuatu dianggap benar. sedangkan kamu belum pernah menerapkannya. sedangkan kamu belum pernah mengungkapkan apa-apa. (4) bagaimana bisa menerima cintanya.KEPENTINGAN NASIONAL DALAM PUSARAN GLOBAL cinta ialah sesuatu berbentuk pengungkapan. sedangkan dirimu tidak punya program apa-apa? kebenaran adalah sesuatu berbentuk penyelidikan.

(2) adanya akar dukungan nyata dari rakyat. . dan (3) adanya ketahanan nasional/budaya (local wisdom) yang kuat sebagai entitas masyarakat maupun bangsa.RENUNGAN PENTING suatu negara atau pemerintahan hanya bisa bertahan dan tetap berdiri kokoh manakala para pemimpinnya memiliki pilar-pilar antara lain: (1) legitimasi yang kuat dari rakyatnya.

Membantu pengembangan kebijakan strategis terhadap legislatif dan eksekutif serta mengontrol implementasi kebijakan-kebijakan tersebut. Menyebarluaskan (dissemination) berbagai informasi yang masih menjadi masalah yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai cara (public education) agar kelompok-kelompok masyarakat mempunyai kemampuan adaptif menyongsong era otonomi daerah. baik di pusat maupun daerah. dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada. Membangun basis-basis pengembangan keilmuan yang benar-benar relevan bagi kebutuhan masyarakat dalam rangka merespon perubahan global yang sangat dinamis. Menghidupkan atau mendorong lembaga-lembaga independen diberbagai level daerah untuk mengimbangi inkorporasi negara yang selama ini masuk kedalam hampir semua sektor kehidupan masyarakat.PERAN PENTING PENDIDIKAN TINGGI Mengembangkan model pembangunan yang benar-benar berbasis pada keilmuan dan sumberdaya lokal. . Mengembangkan pusat-pusat pengembangan masyarakat.

penghargaan yang tinggi terhadap potensi manusia. refleksi. akan merupakan sumber yang tak bakal kering bagi bahan pengembangan teori ( yang dikembangkan dari lapangan). partisipasi dan kontrol masyarakat dalam proses riset. pentingnya refleksi. Karena dalam kenyataannya teori yang demikian jika digunakan sebagai alat analisis akan memberikan contoh praktis yang diterapkan para situasi riil. Sementara riset aksi lebih menekankan adanya komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat (empowerment). . Ia memiliki banyak ciri yang sama dengan riset aksi antara lain. Sebagai proses kegiatan operasionalnya menekankan pragmatisme yang dimulai dari mengidentifikasi. menurut Dilt (1999) lebih komitment terhadap ideologis yaitu perubahan sosial dan keadilan sosial. dan memecahkan masalah riil. Model kaji tindak yang diterapkan dilapangan. serta penciptaan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. lalu merefleksikannya lagi. yaitu: aksi/mengalami. dan perencanaan. dan pemecahan masalah. hal-hal praktis jika diikuti dengan refleksi dan analisis. Dalam perkembangannya. ada varian lain dari riset paradigma baru yaitu riset partisipatif.1999). integrasi.PARTICIPATORY ACTION RESEARCH APPRAISAL Menurut Lewin ( Dilts. meliputi empat langkah. memahami. tujuan untuk adanya perubahan /perbaikan sosial atau dampak langsung terhadap sistim/struktur sosial. Dalam riset partisipatif.

keterampilan. . obyek yang diteliti. peneliti mendapatkan kerangka intelektual dan pengetahuan baru dalam pemecahan masalah. Dalam hal ini. sedangkan pemilik masalah mendapatkan metode yang lebih efisien dalam pemecahan masalah secara praktis di lapangan (Burns. para pemangku kepentingan (stakeholders). kerja sama antara peneliti dengan “pemilik masalah” (problem owner) merupakan hal penting untuk diterapkan. dan kompetensi. integrasi dan partisipasi antara sesama peneliti. Berkaitan dengan itu.. 2005). dan elemen masyarakat lainnya merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan (Gonsalves et al. agar proses penelitian dan pengembangannya dapat mencapai dua tujuan utama berupa pengetahuan metode baru dalam pemecahan masalah secara praktis (Hult dan Lennung. 1994). 1980).PARTICIPATORY ACTION RESEARCH APPRAISAL Kaji tindak partisipatif merupakan kombinasi antara penelitian (research) dengan tindakan (action) yang dilakukan secara partisipatif guna meningkatkan aspek kehidupan masyarakat. pengalaman. Dalam kaji tindak partisipatif. Ketergantungan saling menguntungkan antara peneliti dan pemangku masalah terletak pada pemahaman bersama terhadap masalah yang harus dipecahkan.

atau sebagai pihak yang dipengaruhi. Hult dan Lennung. . 1991. peneliti dipandang sebagai salah satu pelaku utama yang bekerja secara bersama-sama dengan pihak yang mempunyai kepentingan. untuk menghasilkan perubahan atau kemajuan dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Checkldan. dalam penelitian konvensional. 1982). 1980).PARTICIPATORY ACTION RESEARCH APPRAISAL Dalam kaji tindak partisipatif. peneliti berperan secara pro-aktif dan sengaja (purposive) melibatkan diri dalam pengembangan metode baru dalam pemecahan masalah secara praktis. Sementara itu. peneliti boleh dikatakan sebagai pelaku netral (Chalmers. Dalam kaji tindak partisipatif.

yang dimulai dari refleksi. dimana eksistensinya terkait dengan kompleksitas pola bio-fisik dan proses. tugas lapang. dan konflik (baik di tingkat lokal maupun nasional dan bahkan internasional). Tiga subsistem yang menjadi acuan perhatian dalam sistem kaji tindak partisipatif adalah (1) Sub ekosistem. Sumberdaya alam dan lingkungan (natural resources and environmental capital) bersifat terbatas. persaingan. . pertanyaan. kompleksitas sistem saling berinteraksi antara satu dengan lainnya. (2) Subsistem Sosial Ekonomi. dan pemanfaatannya memerlukan hubungan interaktif dengan subsistem kultural sosial ekonomi (cultural socioeconomic capital). Pemanfaatan sumberdaya alam secara publik merupakan refleksi dari sistem kekuasaan dan manajemen pengambilan keputusan yang di dalamnya melibatkan hubungan kerjasama. (3) Subsistem Kebijakan dan Kelembagaan. dan analisis yang dilakukan secara berulang (iterative). Sumberdaya alam memiliki nilai guna dalam sistem kehidupan manusia. Dalam kaji tindak partisipatif.PARTICIPATORY ACTION RESEARCH APPRAISAL Kaji tindak partisipatif memiliki karakteristik lingkaran spiral (spiraling circle).

waktu. Pentingnya kesadaran etis mengenai cara. Subsistem Kebijakan dan Kelembagaan. dan masih diperlukan adanya crosscheck validitas data Modal utama adalah komitmen dan membangun kepercayaan.MAPPING Perlunya upaya mapping Sub ekosistem. . Perlunya diketahui sumber data dan informasi kunci bagi keperluan mapping yang dimaksud. tempat dalam mendapatkan informasi data. Subsistem Sosial Ekonomi.

.

SEKIAN TERIMA KASIH .

KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS JEMBER GELOMBANG II TAHUN AKADEMIK 2012/2013 www.unej.ac.id .lpm.

Menyegarkan Otak .

Kuliah Kerja merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri khusus yang memadukan antara teori dengan praktek .Apa Kuliah Kerja Nyata? Merupakan suatu kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dan pemberdayaan masyarakat.

Interdisipliner artinya bahwa KK/KKN di laksanakan oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. pelaksanaan. dan evaluasi KKN Empati-partisipatif artinya bahwa KK/KKN dilaksanakan untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan. Environmental development artinya KK/KKN dilaksanakan untuk pembangunan yang berwawasan lingkungan.Apa Prinsip-Prinsip KKN? Keterpaduan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi artinya aspek pendidikan dan pengajaran. artinya program-program kegiatan KK yang direncanakan didasarkan pada kebutuhan nyata/riil di lapangan. dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan. Realistis. . mengikutsertakan. dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada penelitian digunakan sebagai landasan dalam perencanaan.

artinya pendanaan KK/KKN didukung bersama antara mahasiswa. . artinya bahwa program kegiatan KK/KKN pada suatu lokasi dapat diprogramkan lebih dari satu periode sesuai dengan target. Mitra kerja dan masyarakat setempat. Pemerintah Daerah. Research based Community Service. artinya bahwa kegiatan-kegiatan KK/KKN disusun berdasarkan gagasan-gagasan bersama antara Universitas. Universitas. Flexibility. mitra kerja dan masyarakat setempat. Sustainibility. mitra kerja dan masyarakat. artinya bahwa program kegiatan KK/KKN dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan Pemerintah Daerah.Prinsip-Prinsip KKN Co-Creation. Pemerintah Daerah. Co-Financing. artinya bahwa program kegiatan KK/KKN dilaksankan berbasis penelitian.

kepemimpinan dan kewirusahaan Menciptakan sinergi antara LPM dengan stakeholder dalam penyelengaraan pembangunan .Apa Tujuan KKN? Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa Melaksanakan terapan IPTEK secara team work dan interdisipliner Menanamkan nilai kepribadian : Nasionalisme dan jiwa Pancasila. Keuletan. etos kerja dan tanggung jawab. Kemandirian.

SINERGI KKN PERGURUAN TINGGI DOSEN MAHASISWA MASYARAKAT PEMERINTAH SWASTA .

.SASARAN UNTUK MAHASISWA Memperdalam pemahaman dan pengalaman mahasiswa tentang cara berfikir dan bekerja interdisipliner Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam penelaahan dan pemecahan masalah Membentuk sikap. rasa cinta. motivator. dan tanggungjawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat Membina Mahasiswa agar menjadi innovator. kepedulian. dan problem solver.

.

SASARAN UNTUK MASYARAKAT Memperoleh bantuan pikiran dan tenaga merencanakan dan melaksanakan pembangunan Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pembangunan daerah Membentuk kader-kader pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kesinambungan pembangunan .

Perguruan Tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. dengan demikian kurikulum perguruan tinggi akan dapat disesuaikan dengan dinamika masyarakat.Sasaran untuk Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerontah atau lembaga lain nya dalam pembangunan IPTEKS Perguruan Tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah di masyarakat. dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. .

.

2. Mampu mengumpulkan data dan informasi. 12. Menunjukkan rasa kesetiakawanan. .Mampu menerapkan ilmunya untuk menyelesaikan masalah. Mampu merancang program pemberdayaan. 4. Mampu melakukan networking. 17. Mampu menganalisis. 9. Mampu memotivasi kelompok. Mampu beradaptasi dengan lingkungan. Mampu mengidentifikasi maslah. 6. 3. 8.Mampu menggalang dan mensinergikan potensi. Mampu mengidentifikasi potensi. 15. 14. 10. 16. 7. Mampu mengevaluasi kinerja sendiri dan kelompok.Kompetensi 1. 11. 5. Menunjukkan rasa tanggung jawab. Mampu menggali kearifan local. 13. Mampu mengelola keuangan secara efisien dan transparan. Mampu bekerja secara interdisipliner. Menunjukkan sikap disiplin dan efisien waktu.

Tebak saudara tebak warna apa ini? .

Tata Tertib Pembekalan Mahasiswa harus hadir dalam pembekalan dan mengikuti pembekalan (100%) dan lulus ujian pembekalan (≥60) Hadir 5 menit sebelum materi dimulai Wajib mengikuti Post test .

selambat-lambatnya 3 minggu setelah selesai KKN. Contoh format surat keterangan selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata. mahasiswa harus mengurus surat keterangan telah melaksanakan KKN yang disahkan oleh Kepala Desa/Petugas Pelaksana Lapangan. Laporan yang telah diperbaiki setelah selesai ujian. dilakukan monitoring aktivitas mahasiswa oleh dosen pembimbing dan LPM UNEJ. Secara kelompok yang dilampiri laporan mandiri b.Pelaksanaan KKN Selama pelaksanaan KKN. Laporan kecamatan (memuat program unggulan serta kendala yang dihadapi masing-masing desa) dan solusi yang diberikan. . Setelah selesai KKN. Laporan dalam bentuk softcopy dan hardcopy diserahkan ke LPM dan dosen pembimbing paling lambat 1 minggu setelah KKN selesai. Penarikan mahasiswa KKN dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh LPM dan dilakukan oleh DPL Setelah melaksanakan KKN mahasiswa wajib membuat laporan tertulis : a. diperbanyak 4 eksemplar. c. mahasiswa harus tetap tinggal di lokasi KK dan wajib membuat laporan kegiatan harian yang dievaluasi setiap minggu. Ujian KK dilaksanakan setelah laporan disetujui pembimbing. Selama pelaksanaan KKN.

Mahasiswa peserta KKN wajib tinggal di lingkungan tempat KKN. dengan kelompok lain. . dan mampu melaksanakan tugas tepat pada waktunya. perilaku. pengelola dan Pemerintah Kabupaten/kota. Mahasiswa peserta KKN wajib melaksanakan tugas-tugas KK dengan penuh rasa tanggungjawab. tutur kata dan penampilan. serta masyarakat.Tata tertib dan sangsi Mahasiswa peserta KKN wajib menjaga nama baik Universitas Jember dalam sikap. Mahasiswa peserta KKN wajib memakai atribut Universitas Jember selama kegiatan KKN. dosen pembimbing. Mahasiswa peserta KK wajib menghayati dan menyesuaikan diri dengan kehidupan dan lingkungan tempat KKN. Mahasiswa peserta KKN wajib membina kerjasama dan komunikasi sesama anggota kelompok. berdedikasi tinggi. Mahasiswa peserta KKN wajib mengisi buku harian. laporan kegiatan harian (individu) dan laporan kegiatan mingguan (kelompok).

Tata tertib dan sangsi Mahasiswa peserta KKN tidak diperkenankan meninggalkan lokasi KKN selama melaksanakan tugas KKN. . Mahasiswa peserta KKN yang meninggalkan lokasi guna keperluan KKN harus mendapatkan ijin tertulis dari lembaga tempat KKN.

Membuat laporan atau menyampaikan informasi dalam bentuk apapun kepada wartawan atau media masa. k. Bermalam dalam satu rumah pemondokan bagi mahasiswa pria dan wanita. Berbuat dan bertindak tidak baik yang dapat menurunkan citra Universitas Jember. membawa mobil. Memberi komentar mengevaluasi kritik dan sejenisnya terhadap kebijakan pemerintah dan instansi setempat. j. ketertiban umum dsb. Mencampuri urusan masyarakat.Membuat stempel maupun kepala surat yang mengatasnamakan mahasiswa KK Universitas Jember. Menerima tamu yang hendak bermalam di lokasi KK. dll. Melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku (lalu lintas.Tata tertib dan sangsi Mahasiswa peserta KK dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut : a. pemerintah setempat di luar program kegiatan KKN. Melakukan kegiatan politik praktis secara langsung atau tidak langsung. h. Menjanjikan sesuatu kepada masyarakat yang sulit atau tidak mungkin dipenuhi oleh mahasiswa peserta KK/Fakultas/ Universitas. e. f. b. bergaya hidup mewah. d.). c. i. Melakukan kegiatan diluar acara KKN yang dapat menimbulkan kerawanan (rekreasi.).N g. .

Pelanggaran terhadap tata tertib KK ini dapat dikenai sanksi administratif dan akademik oleh Pimpinan Fakultas masing-masing sesuai dengan tingkat kesalahannya.Tata tertib dan sangsi Mahasiswa peserta KK wajib berkonsultasi terlebih dahulu kepada DPL jika akan mencari sponsor untuk menunjang program KK. Jika diperlukan. Mahasiswa peserta KK yang melanggar tata tertib KK dapat ditarik dari lokasi KK oleh Ketua Pelaksana KK atas rekomendasi DPL. . hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.

Penilaian Ujian KKN dilaksanakan setelah laporan disetujui DPL. selambat-lambatnya 3 minggu setelah selesai KKN Nilai akhir KKN ditentukan berdasarkan penilaian dari hasil ujian pembekalan. (b) Kerjasama Tim. . (c) Pendekatan Masyarakat dan (d) Penyusunan dan Pelaksanaan Program. aktivitas kerja di lapang. laporan akhir dan ujian laporan akhir KKN. Penilaian terhadap aktivitas kuliah kerja meliputi : (a) Disiplin Kerja.

Penilaian I. Kegiatan dalam Kampus (1 SKS) Penguasaan materi Pembekalan (60%) Disiplin pembekalan (40%) II. Kegiatan di Lapangan (2 SKS) Disiplin Kerja (30%) Kerjasama Tim (15%) Pendekatan Masyarakat (25%) Penyusunan dan Pelaksanaan Program (15%) Karya Laporan Mandiri (7.5%) Karya laporan kelompok (7.5%) .

2 Permasalahan 1.2 Jadwal kegiatan 3.3 Tujuan dan Manfaat II.Sistematika Proposal I.2 Khalayak sasaran 2.1 Susunan Organisasi 3.3 Jenis Kegiatan 2. Biodata peserta V.3 Rencana Anggaran Biaya IV. Pendahuluan 1. Metode 2.4 Teknik Kegiatan III.1 Tempat dan Waktu 2.1 Analisis Situasi 1. Penutup . Rencana Pelaksanaan Kegiatan 3.

Hasil Kegiatan dan Pembahasan IV.1 Tempat dan Waktu 2.3 Jenis Kegiatan dan Metode 2.5 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya III.Sistematika Laporan JUDUL PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I.4 Kendala dan Pemecahan 2.3 Tujuan dan Manfaat II.2 Permasalahan 1.1 Analisis Situasi 1.1 Kesimpulan 4. Pendahuluan 1.Penutup 4.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . Pelaksanaan Kegiatan 2.2 Khalayak Sasaran 2.

LAMPIRAN Rekapitulasi kegiatan KKN (dalam bentuk matrik) Foto Kegiatan KKN Surat Tugas dari LPM Surat Keterangan sudah selesai melaksanakan KKN Monografi Potensi Desa Peta Desa Susunan Organisasi Desa Biodata Mahasiswa KKN Laporan Mandiri seluruh anggota KKN .

.

.

Kisah inpiratif 1 Kisah inspiratif 2 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful