P. 1
Sistem Pemerintahan

Sistem Pemerintahan

|Views: 357|Likes:
Published by Teguh Janatul Iman

More info:

Published by: Teguh Janatul Iman on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu keguanaan penting sistem pemerintahan suatu negara adalah menjadi bahan perbandingan bagi negara lain. Jadi, negara-negara lainpun dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antara sistem pemerintahannya. Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan tadi. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Sistem pemerintahan negara-negara di dunia ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi sosial budaya dan politik yang berkembang di negara yang bersangkutan. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris-lah yang masing-masing dianggap pelopornya. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial antara lain ; Amerika Serikat, Filipina, Brazil, Mesir, Indonesia dan Argentina. Sedangkan yang menganut sistem pemerintahan parlementer, antara lain ; Inggris, India, Jepang, Malaysia dan Australia.

B.

Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi yang disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara. Misalnya, Indonesia yang menganut sistem presidensial tidak akan benar-benar sama dengan pemerintahan Amerika Serikat. Bahkan negara-negara tertentu memakai sistem campuran antara presidensial dan parlementer (mixed parliamentary presidential system). Contohnya, negara Perancis sekarang ini. Negara ini memiliki presiden sebagai kepala negara yang memiliki kekuasaan besar, tapi juga terdapat perdana menteri yang diangkat oleh presiden untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pemerintahan suatu negara dapat diuraikan sebagai berikut :

a) Faktor Sejarah Dari perjalanan sejarah dunia kita dapat mencermati bahwa terdapat beberapa sebab kemunculan suatu negara baru. Seperti terjadinya revolusi, intervensi, dan penaklukan, dapat menjadi sebab-sebab timbulnya suatu negara baru. Berikut ini contoh proses terbentuknya suatu negara : 1. Cessie (Penyerahan) atau Mandat, bahwa terjadinya negara ketika suatu wilayah diserahkan kepada salah satu negara yang kalah pada Perang Dunia I berdasarkan suatu perjanjian tertentu. Contoh: Negara Kamerun bekas jajahan Jerman menjadi mandat Perancis. 2. Anexatie/Kolonial (Pencaplokan/Penguasaan), bahwa terjadinya suatu negara ketika berada di suatu wilayah yang dikuasai oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Contoh: sejak abad ke 15 Inggris telah melakukan penguasaan wilayah atas Afrika Selatan, Australia, India, Selandia Baru, Kanada dan sebagainya. 3. Separatise (Pemisahan), bahwa terjadinya suatu negara ketika ada suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaannya. Contoh: pada tahun 1948, Pakistan memisahkan diri dari India dan menyatakan kemerdekaannya. Dari beberapa contoh terbentuknya negara baik melalui cessie, anexatie maupun separatise, sudah barang tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap sistem pemerintahannya. Beberapa contoh negara yang pernah melalui masa-masa pembentukan tersebut di atas, antara lain : No 1. Negara Induk Perancis Negara Dalam Hubungan Sejarah Kamerun, Kamboja, 2. 3. 4. 5. Inggris Rusia/ Uni Soviet Amerika Serikat Spanyol b) Faktor Ideologi Chad, Republik Kaledonia Afrika Sistem Pemerintahan Baru,Parlementer

Tengah,

Aljazair, Burundi dan lain-lain. Kanada, Afrika Selatan, Selandia Baru,Parlementer Australia, India, dan lain-lain. Kuba, Korea Utara, Vietnam, RRC,Presidensial Ukraina, Bulgaria dan lain-lain. Filipina, Irak, Afghanistan, dan lain-lain. Presidensial Argentina, Bolivia, Chili, Ecuador,Presidensial Guetamala, dan lain-lain.

Dalam pandangan alam pemikiran Hegel, bahwa ideologi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri lepas dari kenyataan hidup masyarakat. Ideologi adalah produk kebudayaan suatu masyarakat dan karena itu dalam arti tertentu merupakan manifestasi kenyataan sosial juga. Sebagai produk kebudayaan, ideologi merupakan satu pilihan yang jelas dalam membawa komitmen untuk mewujudkannya. Salah satu fungsi ideologi adalah sebagai kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan. Berdasarkan pandangan para ahli, bahwa pengaruh sistem pemerintahan satu negara dengan negara-negara lain sangat dimungkinkan dalam hubungan ideologis baik secara sukarela diterima maupun dengan keterpaksaan). Dalam sejarah perkembangan ideologi suatu negara dan pengaruhnya terhadap sistem pemerintahan di negara lain, adalah sebagai berikut : a. Fasisme Berasal dai kata fascio yang berarti kelompok . Kelompok ini menamakan dirinya Fascio de Combattimento artinya Barisan-barisan Tempur. Tujuan negara dalam sistem pemerintahan fasis adalah “Imperium Dunia”, yaitu mempersatukan seluruh bangsa di dunia menjadi satu tenaga atau kekuatan bersama. Contoh negara fasis adalah Italia semasa Benito Mussolini, Jerman semasa Adolf Hitler, dan Jepang semasa Tenno Heika (PD II). b. Individualisme/ Liberalisme Dalam arti luas, individualisme atau liberalisme dapat dikatakan sebagai usaha perjuangan menuju kebebasan. Tujuan negara dalam sistem pemerintahan ini yaitu menjaga keamanan dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan seluas-luasnya dalam memperjuangkan hidupnya atau sebagai “Penjaga Malam” (Nachtwakerstaat ). Dalam bidang politik, liberalisme melahirkan demokrasi dengan sistem parlementer atau atau presidensial. Contoh negara yang menjalankannya adalah Amerika Serikat dan di sebagian besar negara-negara Eropa. c. Komunisme Aliran politik komunisme berdasarkan Historis Materialisme ialah bahwa sejarah manusia semenjak dunia terkembang, merupakan perjuangan kelas melawan kelas. Sejarah yang terakhir adalah perjuangan kelas antara kaum borjuis melawan kelas proletariat (kaum melarat) yang dimenangkan oleh kaum proletariat. Diterapkan oleh negara-negara Eropa Timur, terutama Uni Soviet. Berdasarkan faktor ideologi yang diyakininya seperti fasisme, individualisme dan sosialisme/ komunisme, tentu saja akan berpengaruh dalam penerapan sistem pemerintahnnya. Pasca perang dunia kedua, fasisme hancur dan muncul perseteruan ideologi besar untuk saling

memperebutkan pengaruhnya. Ideologi liberal di bawah pimpinan Amerika (sekutu) dengan anggotanya mayoritas Eropa Barat dan bekas koloninya. Sedangkan idelologi komunis di bawah pimpinan Uni Soviet (Rusia) dengan anggotanya mayoritas Eropa Timur dan beberapa negara di Asia. Di negara-negara yang berideologi liberal, pada umumnya menerapkan sistem pemerintahan demokrasi konstitusional dengan presidensial kabinet maupun parlementer dan lebih dari satu partai politik. Untuk negara-negara yang berideologi komunis, pada umumnya menerapkan sistem pemerintahan demokrasi rakyat (diktator proletariat)dengan sistem presidensial yang hanya terdiri satu partai politik (partai tunggal komunis). Beberapa contoh negara yang berdasarkan ideologi dapat menerima dengan sukarela atau terpaksa adalah sebagai berikut :

No 1.

Negara Induk Dalam Hubungan Ideologi Sistem Pemerintahan Amerika SerikatInggris, Perancis, Italia, Kanada,Presidensial atau (Liberal) Australia, Jerman, Korea Selatan,Parlementer dengan lebih dan lain-lain. satu parti SovietAlbania, Rumania, Cekoslovakia,Presidential hanya dengan Bulgaria, Ukraina, Rusia, RRC,satu Kuba, Korea Utara, Vietnam, dankomunis lain-lain. partai tunggal

2.

Uni (Komunis)

Komunisme (berasal dari bahasa Latin communis= secara kemasyarakatan): Bentuk sistem masyakat di mana sarana-sarana produksi dimilik secara bersama dan pembagian produksi dilakukan berdasarkan asas bahwa setiap anggota masyarakat dapat memperoleh hsil bagian sesuai dengan kebutuhan. Dalam kenyataan, istilah komunisme dimonopoli oleh partai komunis. Asas komunisme sebagai suatu gerakan politik mulai muncul di masa Revolusi Perancis. Kemudian Karl Marx membawa pengaruh besar, karena ajaran-ajarannya (Marxisme) semula disamakan dengan komunisme. Istilah komunisme didengungkan kembali oleh Lenin pada tahun 1917, yang diterapkan secara “revolusioner” dan “radikal” sehingga Lenin dianggap sebagai pendiri aliran komunisme modern. Setelah Perang Dunia II, akibat pengaruh Rusia sejumlah negara (terutama di Eropa Timur dan sebagian Asia) mengambil komunisme sebagai suatu bentuk sistem politik dan sosial ekonomi.

Di negara-negara Eropa Timur, kedudukan serta peranan partai komunis sangat dominan. Hal ini disebabkan karena perkembangan selama dan sesudah Perang Dunia II di mana pendudukan Nazi Jerman atas negara-negara Eropa Timur, memaksa golongan-golongan komunis saling bekerjasama dalam masyarakat setempat guna melancarkan perlawanan terhadap tentara pendudukan. Dengan ditundukannya Nazi Jerman oleh pasukan Uni Soviet yang tergabung dalam Tentara Merah, partai-partai komunis minoritas setempat berhasil merebut pucuk pimpinan dan kekuasaan pemerintahan negara. Demokrasi ala komunis (demokrasi rakyat) yang lahir di Eropa Timur, mencapai status resmi di masing-masing negara antara lain : di Cekoslavia dicapai dalam tahun 1948, di Hongaria pada tahun 1949, di Polandia dan Rumania pada tahun 1952. Cekoslovakia untuk meresmikan tahun 1960, dan Rumania pada tahun 1965. Dalam perkembangan dari bentuk dan sebutan demokrasi rakyat ke negara komunis, pola Uni Soviet senantiasa dianggap sebagai model yang patut ditiru. Komunisme tidak hanya merupakan sistem politik, tetapi juga mencerminkan suatu gaya hidup yang berdasarkan nilai-nilai tertentu. 1. Gagasan monisme (sebagai lawan dari pluralisme). Gagasan ini menolak adanya golongan-golongan di dalam masyarakat sebab dianggap bahwa setiap golongan yang berlainan aliran pikirannya merupakan perpecahan. Akibat dari gagasan ini adalah bahwa persatuan mau dipaksakan dan oposisi ditindas. 2. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah yang harus dipakai untuk mencapai komunisme. Paksaan ini dipakai dalam dua tahap: pertama terhadap musuh, kedua terhadap pengikutnya sendiri yang dianggap masih kurang insyaf. Kalau ciri paksaan dewasa ini di Uni Soviet kurang menonjol, maka hal ini hanya mungkin karena selama empat puluh tahun telah diselenggarakan suatu diktatur yang kejam di mana setiap oposisi dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Pada dewasa ini paksaan fisik sebagian besar telah diganti dengan indoktrinasi secara luas, yang terutama ditujukan kepada angkatan muda. 3. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme ; karena itu semua alat kenegaraan seperti polisi, tentara, kejaksaan, dipakai untuk diabdikan untuk tercapainya komunisme (sering disebut sistem mobilisasi atau mobilization system, sebagai lawan dari sistem pendamaian atau conciliation system). Ini mengakibatkan suatu campur tangan negara yang sangat luas dan mendalam di bidang politik, sosial, dan budaya. Di bidang hukum ini berarti bahwa hukum tidak dipandnag

sebagai “a good in itself” tetapi dianggap sebagai alat revolusi untuk mencapai masyarakat komunis. Sumber : Miriam Budiardjo, Prof., Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, 1984. Perbandingan Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia dengan Negara Lain Sistem pemerintahan negara republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah sistem presidensial kabinet. Dengan sistem pemerintahan tersebut, baik para penyelenggara negara maupun rakyat dan bangsa Indonesia telah merasa sesuai. Sejalan dengan perkembangan dan dinamika politik masyarakat, penyelenggaraan negara dengan sistem presidensial kabinet telah mengalami perubahan dan penyempurnaan hingga sekarang ini. Berikut ini akan dilihat bagaimana pelaksanaan sistem pemerintahan di negara Indonesia dan perbandingannya dengan negara-negara lain baik yang menerapkan sistem pemerintahan presidensial maupun parlementer. Perbandingan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Negara-negara lain Setelah Amandemen UUD 1945 1. Prancis < Bentuk pemerintahan adalah • Kedudukan eksekutif (Presiden) kuat, karena republik, < dengan sistem peme•

dipilih langsung oleh rakyat. Kepala negara dipegang Presiden dengan masa jabatan selama tujuh tahun.

rintahan adalah presidensial. Kekuasaan eksekutif ada pada Presiden, baik sebagai kepala negara maupun kepala pemerin-tahan. < Presiden dan wakilnya dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket untuk masa jabatan 2004 – 2009. < Kabinet atau menteri diangkat dan diberhentikan oleh presi-den, serta bertanggung jawab kepada presiden. < Parlemen terdiri atas 2 bagian (bikameral), yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Presiden diberikan wewenang untuk bertindak pada masa darurat dalam menyelesaikan krisis.

Jika

terjadi

pertentangan

antara

kabinet boleh

dengan

legislatif,

presiden

membubarkan legislatif. Jika suatu undang-undang yang telah disetujui legislatif namun tidak disetujui Presiden, maka dapat diajukan langsung kepada rakayat melalui referandum Penerimaan mosi atau dan diminta interpelasi pertimbangan dari Majelais Konstitusional.
o

dipersukar, misalnya sebelum sebuah

< UU

Kekuasaan legislatif ada pada dan mengawasi jalannya Catatan :

mosi boleh diajukan dalam sidang badan legislatif, harus didukung oleh 10% dari jumlah anggota badan itu. bahwa sistem pemerintahan yang

DPR yang memiliki tugas membuat pemerintahan.

< Kekuasaan yudikatif dijalankandikembangkan oleh Perancis ini sebenarnya bukan oleh Mahkamah Agung dan badanparlementer murni. Tetapi, pemisahan jabatan kepala peradilan di bawahnya, yaitunegara dan kepala pemerintahan memang pengadilan tinggi dan pengadilanmenunjukkan ciri parlemenrterisme. negeri serta sebuah Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. 1. 2. Inggris • Kepala negara dipegang oleh Raja/Ratu yang bersifat simbolis dan tidak dapat diganggu gugat.

Peraturan

perundangan

dalam

penyelenggaraan negara lebih banyak bersifat konvensi (peraturan tidak tertulis).

Kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri yang memimpin menteri atau sering disebut Cabinet Government Menteri (pemerintahan kabinet). Perdana

mempunyai kekua-saan cukup besar, antara lain : a) memimpin kabinet yang anggotanya telah dipilihnya sendiri, b) membimbing Majelis Rendah, c) menjadi penghubung dengan

raja,

dan

d)

memimpin

partai

mayoritas. Kabinet yang tidak memperoleh kepercayaan dari badan legislatif harus segera meletakkan jabatan.

Perdana

Menteri

sewaktu-waktu

dapat

mengada-kan pemilihan umum sebelum masa jabatan Parlemen yang lamanya lima tahun berakhir.

o

Hanya ada dua partai besar (Partai Konservatif memperoleh dan Partai Buruh) mayoritas, sehingga yang menang pemilu (posisi) dukungan

sedangkan yang kalah menjadi oposisi. 1. 3. India • Badan eksekutif terdiri dari seorang presiden sebagai kepala negara dan menteri-menteri yang dipimpin oleh seorang perdana menteri.

Presiden dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh anggota-anggota badan legislatif baik di pusat maupun di negara-negara bagian.
o

Dalam penyelenggaraan pemerintahan, sangat mirip dengan Inggris dengan model Cabinet Government. Pemerintah dapat menyatakan

o

“keadaan darurat” dan pembatasanpembatasan kegiatan bagi para pelaku politik dan kegiatan media masa agar tidak mengganggu usaha pembangunannya. 1. 4. Amerika Serikat • Badan eksekutif, terdiri dari presiden beserta menteri-menteri pembantunya.

yang

merupakan

Presiden dinamakan “Chief Executif” dengan masa jabatan selama 4 (empat) tahun dan dapat diperpanjang menjadi 8 (delapan) tahun.

Presiden sama sekali terpisah dari badan legislatif dan tidak mempengaruhi organisasi dan penye-lenggaraan pekerjaan Konggres.

Presiden tidak dapat membubarkan Konggres dan sebaliknya Konggres juga tidak dapat membubar-kan Presiden.

o

Mayoritas undang-undang disiapkan pemerintah dan diajukan dalam Konggres dengan perantaraan anggota separtai dalam Konggres. Presiden memiliki wewenang untuk mem-veto suatu rancangan undangundang yang telah diteri-ma baik oleh Konggres. Tapi jika rancangan tersebut diterima dengan mayoritas 2/3 dalam setiap majelis, maka veto presiden dianggap batal. Dalam rangka checks and balance, maka presiden di samping boleh memilih menterinya sendiri, tetapi untuk jabatan Hakim Agung dan Duta Besar harus disetujui oleh Senat. Demikian pula untuk setiap perjanjian internasional yang sudah ditan-dangani presiden, harus pula disetujui oleh

o

o

Senat. 1. 5. Pakistan • Badan eksekutif terdiri dari presiden yang beragama Islam beserta menteri-menterinya.

Perdana menteri adalah pembantunya yang tidak boleh merangkap anggota legislatif. Presiden mempunyai wewenang mem-veto rancangan undang-uindang yang telah diterima oleh badan legislatif. Namun veto dapat dibatalkan, jika rancangan undangundang tersebut diterima oleh mayoritas 2/3 suara.

Presiden juga berwenang membubarkan badan legislatif, namun demikian presiden juga harus

mengundurkan diri dalam waktu 4 (empat) bulan dan mengadakan pemilihan umum baru.

Dalam keadaan darurat, presiden berhak mengeluarkan (enam) bulan. ordinances yang diajukan kepada legislatif dalam masa paling lama 6

Presiden dapat dipecat (impeach) oleh badan legislatif kalau melanggar undang-undang atau berkelakuan buruk dengan ¾ jumlah suara badan legislatif.

Catatan : Sistem presidensial di Pakistan hanya berlangsung berdasarkan UUD 1962 – 1969, dan sekarang kembali ke sistem parlementer kabinet. 3.

Berikut ini perbandingan sistem pemerintahan negara Indonesia dengan negara lain, baik yang menerapkan sistem pemerintahan presidensial maupun parlementer. 1. Perbandingan sistem pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan Asia No. 1 Ketegori Bentuk negara Indonesia Kesatuan dengan otonomi luas. India Federal dengan 26 negara dan 7 kesatuan teritorial. Republik. China Kesatuan dengan 23 provinsi. Republik.

2 3 4

Bentuk Republik. Pemerintahan Sistem Presidensial untuk Pemerintahan masa jabatan 5 tahun. Eksekutif Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat.

Parlementer untuk Parlementer. masa jabatan 5 tahun. Presiden sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Presiden dipilih oleh anggota perlemen. Perdana Menteri dipilih oleh mayoritas anggota parlemen. Bikameral, yaitu Dewan Negara (Rajya Sabha) dan Majelis Rakyat (Lok Sabha). Presiden sebagai kepala negara. Presiden dan wakil dipilih oleh Kongres Rakyat Nasional. Unikameral, yaitu Nasional People's Congress atau Qu Anguo Ranim Daibiao Dahuo untuk masa 5 tahun. Supre Court, Local People Courts,

5

Legislatif atau Parlemen

Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan DPD menjadi anggota MPR.

6

Yudikatif

Mahkamah Agung, badan peradilan dibawahnya, dan

Supre Court.

Mahkamah Konstitusi.

Special Court.

2. Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan Malaysia Sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 adalah sistem presidensial. Sementara itu, sistem pemerintahan kerajaan Malaysia adalah parlementer. Letak perbedaan kedua sistem pemerintahan tersebut antara lain : 1. Badan Eksekutif 1. Badan eksekutif Kerajaan Malaysia terletak pada perdana menteri yang memeng kuasa pengatur dan sebagai penggerak pemerintahan negara. 2. Badan eksekutif negara Indonesia terletak pada presiden yang mempunyai dua kedudukan sekaligus, yaitu sebagai kepala negara dan sebagai kepala pemerintahan. 2. Badan Legisilatif atau Badan Perundangan 1. Di Malaysia terdapat dua dewan utama dalam badan perundangan, yaitu Dewan Negara dan Dewan rakyat. Kedua Dewan ini mempunyai peranan untuk membuat undang-undang. 2. Di Indonesia badan legislatif berada di tangan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Badan mempunyai peranan untuk membuat undang-undang dengan persetujuan presiden.

3. Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan Afrika No. 1 2 3 Kategori Bentuk negara Bentuk Pemerintahan Sistem Pemerintahan Indonesia Kesatuan dengan otonomi luas. Republik. Afrika Selatan Kesatuan dengan 9 provinsi. Republik. Mesir Kesatuan. Republik. Presidensial untuk masa jabatan 6

Presidensial untuk Presidensial untuk masa jabatan 5 tahun. masa jabatan 5 tahun.

tahun. 4 Eksekutif Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih oleh Majelis Nasional. Presiden sebagai Kepala Negara. Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Presiden diajukan oleh Majelis Rakyat yang dikuatkan oleh referendum Perdana Menteri ditunjuk oleh Presiden. Bikameral terdiri atas Majelis Rakyat (Majelis Alsha'b) dan Dewan Penasehat (Majelis AlShura).

5

Legislatif atau Parlemen

Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan DPD menjadi anggota MPR.

Bikameral terdiri dari Majelis Nasional dan Dewan Nasional Provinsi.

6

Yudikatif

Mahkamah Agung, badan peradilan dibawahnya, dan Mahkamah Konstitusi .

Constitutional Court Upreme dan Spreme Court. Consitutional Court.

4. Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan Eropa No. Kategori Indonesia Inggris Prancis

1

Bentuk negara

Kesatuan dengan otonomi luas.

Kesatuan.

Kesatuan dengan 23 daerah (region). Republik. Demokrasi presidensial untuk masa jabatan 5 tahun. Presiden sebagai kepala negara dipilih langsung oleh rakyat sedangkan perdana menteri diusulkan mayoritas Majelis Nasional dan diangkat presiden. Bikameral terdiri atas Majelis Rakyat (Majelis Al Asembly). Supreme Court of Appeal's dan Constitutional of State.

2 3

Bentuk Pemerintahan Sistem Pemerintahan

Republik.

Monarki Konstitisional.

Presidensial untuk Parlementer untuk masa jabatan 5 tahun. masa jabatan 5 tahun.

4

Eksekutif

Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat.

Ratu/Raja sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.

5

Legislatif atau Parlemen

Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan DPD menjadi anggota MPR. Mahkamah Agung, badan peradilan dibawahnya, dan Mahkamah Konstitusi.

Bikameral terdiri atas Majelis Nasional dan Dewan Nasional Provinsi. Supreme Court of England, Wales, and Northern Ireland, Scotland's Court of Session, and Court of The Justiciary.

6

Yudikatif

5. Perbandingan Sistem Pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan Amerika No. 1 Kategori Bentuk negara Indonesia Kesatuan dengan otonomi luas. Amerika Serikat Federal dengan 50 negara bagian dan 1 distrik. Brazil Federal dengan 26 negara bagian dan 1 distrik federal. Republik. Presidensial untuk masa jabatan 5 tahun. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat. Bikameral yaitu Kongres Nasional terdiri atas federal Senat dan The Chamber of Deputies. Supreme Federal Tribunal Higher Tribunal or Justice. Reginal Federal Tribunal.

2 3

Bentuk Pemerintahan Sistem Pemerintahan

Republik.

Republik.

Presidensial untuk Presidensial untuk masa jabatan 5 tahun. masa jabatan 4 tahun Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat. Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dipilih langsung oleh rakyat.

4

Eksekutif

5

Legislatif atau Parlemen

Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan DPD menjadi anggota MPR.

Bikameral yaitu Kongres terdiri atas Senat dan The House of Representative.

6

Yudikatif

Mahkamah Agung, badan peradilan dibawahnya, dan Mahkamah Konstitusi.

Supreme Court United States Court of Appeal Unite States District Country Court.

Sikap Warga Negara terhadap Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Republik Indonesia Warga negara pada hakikatnya merupakan bagian dari sistem ketatanegaraan . Efektivitas penyelenggaraan negara sangat ditentukan oleh partisipasi warga negaranya. Demikian pula halnya dengan sistem ketatanegaraan yang sedang berlangsung saat ini, dibutuhkan partisipasi, peran serta aktif dari warga negara dalam hal membantu efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan negara, khususnya dalam mendukung setiap kebijakanan pemerintah yang akan berdamnpak pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Sistem pemerintahan yang berjalan saat ini adalah sistem pemerintahan presidensial dengan berdasarkan UUD ’45 hasil amandemen keempat. Sistem pemerintahan baru ini mulai berlaku pada tahun 2004. Pelaksanaan pemerintahan dimulai dengan penyelenggaraan pemilu. Untuk pertama kalinya pemilu tahun 2004 akan memilih 3 kelompok, yaitu: 1. Memilih presiden dan wakjil presiden dalam satu paket 2. Memilih anggota DPR dan DPRD 3. Memilih anggota DPD. Setelah terbentuk badan eksekutif dan legislatif, badan-badan tersebut akan melaksanakan tugas, kewenangan dan fungsinya masing-masing sesuai dengan UUD 1945. Presiden sebagai kepala pemerintahan membentuk kabinet yang menjalankan pemerintahan sehari-hari. Masa jabatan lembaga-lembaga negara tadi adalah 5 tahun dan sesudah itu dimulai kembali pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan baru menurut UUD ’45 hasil amandemen ini pada dasarnya untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan dari sistem pemerintahan yang lama. Sistem baru ini tetap menggunakan sistem presidensial, tapi telah diadakan perubahan dan pembaharuan agar kesalahan dalam pelaksanaan sistem pemerintahan di masa lalu tak terulang lagi. Untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokratis perlu mendasarkan pada UUD yang demokratis pula. Dengan demikian, amandemen terhadap UUD ’45 yang telah dilakukan bangsa Indonesia merupakan langkah yang sangat penting bagi keseluruhan penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Jadi, masyarakat patut berbangga dan mendukung sistem pemerintahan ini karena sistem pemerintahan Indonesia dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pemerintahan demokratis. Dengan demikian hal-hal yang harus dilakukan warga negara sebagai sikap peduli terhadap penyelenggaraan negara adalah : 1. Mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat 2. Berpartisipasi aktif pada proses demokratisasi yang dijalankan pemerintah

3. Memberikan kritik, saran dan masukan yang bersifat konstruktif terhadap kebijakan pemerintah yang kurang berorientasi pada rakyat banyak 4. Melakukan kontrol sosial pada setiap kebijakan dan program pemerintah yang berorientasi pada pembangunan nasional 5. Berupaya sekuat tenaga untuk menjadi warga negara yang baik, dengan jalan upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme sehingga mampu menjadi “agent of changes”.

Kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia 1. Adanya pernyataan bahwa Indonesia adalah Negara berdasar atas hukum dan sistem konstitusional artinya memberikan kepastian hukum dan supremasi hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara. 2. MPR yang terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD = Dewan Perwakilan Daerah, dapat memberhentikan presiden / Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD 1945. Contoh Presiden Soekarno tahun 1967, B.J.Habibi tahun 1999, dan K.H. Abdurrahman Wahid tahun 2002. 3. Jabatan eksekutif atau presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR dan sebaliknya Presiden tidak dapat membubarkan DPR. Presiden bekerjasama dengan DPR dalam pembuatan Undang-undang. 4. Jalannya pemerintahan cenderung stabil tidak terjadi krisis kabinet, sebab menteri diangkat, diberhentikan, dan bertanggung jawab pada presiden. Para menteri adalah pembantu presiden.  Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia 1. Hukum belum banyak memihak rakyat, polisi, hakim, jaksa masih dapat diajak kolusi. 2. Keputusan MPR dan DPR masih mengikuti politik rezim yang berkuasa. Contoh masa Orde Baru dimana perubahan atau amandemen terhadap UUD 1945 dipersulit, harus melalui referendum atau jajak pendapat rakyat. 3. Pengawasan rakyat terhadap pemerintah lemah sehingga eksekutif lebih dominan dari pada legislative. Contoh, di masa Orde Lama Presiden soekarno dapat membubarkan DPR dan lembaga – lembaga Negara lainnya seperti pembantu presiden. Di masa Orde Baru lembaga Negara kurang berfungsi karena didominasi oleh eksekutif atau presiden. 4. Jika para menteri tidak jujur, bersih dan professional maka program pemerintah tidak berjalan efektif tidak berpihak pada rakyat (populis). KKN merajalela.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->