P. 1
Fase Penyembuhan Luka

Fase Penyembuhan Luka

|Views: 21|Likes:
Published by Eka Sasmita

More info:

Published by: Eka Sasmita on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

Fase Penyembuhan Luka. Luka adalah hilang atau pun rusaknya sebagian dari jaringan tubuh.

Keadaan luka ini banyak faktor penyebabnya. Diantara penyebab dari luka adalah dapat trauma benda tajam atau tumpul, ledakan, zat kimia, perubahan suhu, sengatan listrik, atau pun gigitan hewan. Demikian kurang lebih dari pengertian luka. Nah kali ini Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikit mengenai berbagai fase penyembuhan luka dan semoga dengan kita mengenal akanfase / tahap penyembuhan luka ini akan bisa memberikan manfaat. Allah Ta'ala telah memberikan nikmat kepada kita dengan nikmat sehat. Dan Allah pun telah memberikan dalam tubuh yang sehat tersebut akan memiliki kemampuan alami dalam hal melindungi dan juga memulihkan dirinya dari luka. Diantara mekanisme tersebut adalah dengan adanya peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak, membersihkan sel dan benda asing dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan. Proses penyembuhan luka terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Sebagai contoh dalam proses perawatan yaitu dengan melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan dan hal ini tentunya akan sangat membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan yang telah rusak atau mengalami luka.

Fase penyembuhan luka dalam sebuah proses luka adalah melalui 3 fase atau 1. 3 tahap penyembuhan Fase luka yaitu : Inflamasi

Fase inflamasi ini akan berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira – kira hari kelima. Pembuluh darah yang terputus pada luka yang diderita tersebut akan menyebabkan perdarahan dan tubuh dalam hal ini akan

pengerutan ujung pembuluh yang putus (retraksi). dan bersama dengan jala fibrin yang terbentuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah. fibrin 2. Aktifitas seluler yang terjadi adalah pergerakan leukosit menembus dinding pembuluh darah (diapedesis) menuju luka karena daya kemotaksis. Fibroblast berasal dari sel mesenkim yang belum berdiferensiasi. menghasilkan mukopolisakarida. Fase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira – kira akhir minggu ketiga. Pada fase ini serat dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan pada luka yang cenderung mengerut. dan reaksi hemostasis.berusaha menghentikannya dengan cara vasokonstriksi. pembentukan kolagen baru sedikit dan luka hanya dipertautkan oleh yang Fase amat Fase proliferasi disebut juga fase fibroplasia karena yang menonjol adalah proses proliferasi fibroblast. Proliferasi. rasa nyeri (dolor). Sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamine yang meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan. Tanda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor). disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan. dan pembengkakan (tumor). Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik yang membantu mencerna bakteri dan kotoran luka. dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat yang akan mempertautkan tepi luka. Sementara itu terjadi reaksi inflamasi. Sifat ini. asama aminoglisin. penyebukan sel radang. Hemostasis terjadi karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melengket. Fase ini disebut juga fase lamban karena reaksi lemah. . suhu hangat (kalor). Limfosit dan monosit yang kemudian muncul ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri (fagositosis).

Terlihat pengerutan maksimal pada luka. kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. Odema dan sel radang diserap. Nantinya. . Proses migrasi hanya bisa terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar. Dengan tertutupnya permukaan luka. sebab epitel tak dapat bermigrasi ke arah yang lebih tinggi. dalam proses penyudahan kekuatan serat kolagen bertambah karena ikatan intramolekul dan antar molekul. dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. kapiler baru menutup dan diserap kembali. dan kolagen. fibroblast. membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi. (Remodelling). Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. dan lemas serta mudah digerakkan dari dasar. tipis. sel muda menjadi matang. Pada akhir fase ini kekuatan regangan luka mencapai 25% jaringan normal. Hal ini tercapai kira – kira 3-6 bulan setelah penyembuhan. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka.bersama dengan sifat kontraktil miofibroblast. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat. proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti dan mulailah proses 3. Pada akhir fase ini. menyebabkan tarikan pada tepi luka. Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih. pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi. Epitel tepi luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasarnya dan berpindah mengisi permukaan luka. Pada fase fibroplasia ini. luka dipenuhi sel radang. Fase ini dapat berlangsung berbulan – bulan dan dinyatakan berkahir kalau semua tanda radang sudah lenyap. pematangan Fase dalam Penyudahan fase penyudahan. perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira – kira 80% kemampuan kulit normal.

Proses penyembuhan luka adalah fenomena yang sangat menakjubkan. Proses tersebut melibatkan banyak faktor yang mempengaruhi termasuk kondisi fisik dan psikologis seseorang. dan ternyata faktor psikologis dapat menyebabkan proses .Demikian tadi sahabat yang sedikit mengenai fase penyembuhan luka dan semoga dengan kita mengenal akan tahap penyembuhan luka ini akan berguna serta dapat bermanfaat.

namun ketika terjadi luka maka fibroblast akan mengeluarkan substansinya (kolagen. maka tak heran ketika orang tersebut memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama di banding dengan yang lain Tiga tahapan itu harus dilewati pada semua jenis luka dan juga harus sesuai dengan waktu/lamanya setiap fase penyembuhan luka. Setelah proses ini berakhir maka akan didapatkan luka yang bersih. dan hal tersebutlah yg ternyata membuat proses penyembuhan luka menjadi lama. kegagalan membentuk angiogenesis akan berdampak pada lambatnya proses penyembuhan luka. fase ini berlangsung sampai hari ke 21. Selanjutnya luka memasuki fase Maturasi. Fibroblast sudah mulai . dimana fibroblast mengeluarkan Keratinocyt Growth Factor (KGF) yang berperan dalam stimulasi mitosis sel epidermal. dan setelah dikaji lebih lanjut ternyata pasien tersebut mengalami gangguan secara psikologis dimana dia takut akan kematian. Fase maturasi berfungsi menyempurnakan bentuk jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan luka yang kuat dan bermutu. elastin.Fase proliferasi normal terjadi sampai hari ke 21. Fungsi kolagen adalah membentuk cikal bakal jaringan baru sehingga terbentuknya jaringan granulasi. Pada fase ini fibriplasia dan angiogenesis merupakan proses yang terintegrasi dan dipengaruhi oleh substansi yg dikeluarkan oleh platelet dan magrofag. Proses selanjutnya adalah epitelisasi.tidak terdapat kuman.penyembuhan kian lama. bengkak. Pada jaringan lunak yang sehat fibroblast tidak aktif bergerak. nyeri. Keratinisasi akan dimulai dari pinggir luka dan akhirnya menutupi seluruh luka. sebagai contoh: seorang yg mempunyai luka yg tidak terlalu besar namun mengalami proses penyembuhan yg lama. untuk fase haemostasis diperlukan waktu 3-4 hari dan ditandai dengan kemerahan pada luka. sel magrofag dll). fibronectin dan proteoglicans yg berperan dalam membangun jaringan baru. Selanjutnya luka memasuki fase proliferative. pada fase ini akan terjadi pembelahan sel/proloferasi. Pada fase ini juga berlangsung proses angiogenesis yaitu suatu proses pembentukan pembuluh kapiler baru. hyaluronic acid. pada fase ini fibroblast sangat berperan dalam proses perbaikan yaitu bertanggung jawab menghasilkan produkproduk struktur protein yang digunakan selama proses rekonstruksi jaringan. Pada fase ini luka dibersihkan secara alamiah oleh tubuh dgn bantuan pasukan2nya ( netrofil.

usia. sehingga setiap fase penyembuhan luka terlewati dengan baik sehingga lukapun dapat sembuh dengn baik . . Fase remodeling ini berlangsung sejak minggu ke3 sampai 1 tahun. Jika menemukan luka yang tak kunjung sembuh dimana fase-fase penyembuhan luka tidak terlewati dengan baik maka jangan ragu untuk segera menghubungi perawat spesialis luka atau klinik perawatan luka agar luka anda segera pulih. selain juga proses pemecahan kolagen juga terjadi. warna kemerahan dari jaringan sudah berkurang karena pembuluh sudah berkurang dan serat fibrin dan kolagen sudah bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. kondisi fisik dan psikologis serta menyakit penyerta. Sintesa kolagen akan terus barlangsung pada fase ini. Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi tiap orang namun hasil yang dicapai sangat individual tergantung dari lokasi serta luasnya luka. Luka dikatakan sembuh jika telah terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut sehingga pasien mampu melakukan aktivitas normal. kolagen muda yang terbentuk pada fase proliferasi akan berubah menjadi kolagen tua pd fase maturasi pada fase ini. Kolagen yang berlebihan akan menjadi jaringan parut. Dan untuk mencapai hasil yang optmal maka harus terjadi keseimbangan antara kolagen yg dihasilkan dengan kolagen yang dihancurkan. Dengan memahami proses penyembuhan luka diharapkan perawat mampu merawat luka dengan baik dan mampu menganalisa proses penyembuhan luka yg sedang terjadi.meninggalkan jaringan granulasi.

Airmadidi . karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan. dan kepercayaan yang begitu besar. semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal. penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Dalam penyusunannya. kasih.MAKALAH PROSES PENYEMBUHAN LUKA KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.11 February 2013 . Oleh karena itu. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca. namun selalu ada yang kurang. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan. sehingga kamidapat menyelesaikan makalah dengan judul ”PROSES PENYEMBUHAN LUKA”.

10 DAFTAR PUSATAKA…………………………………………………………………………………… …………………………………………. c.Penyusun pingkan worung DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………… …………………………………………………1 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………… ……………………………………………….11 ………………………………………………………………………………… ………………………………………………2 . Proses penyembuhan luka Tahap-tahap penyembuhan luka Konsep baru BAB III KESIMPULAN ………………………………………………………………………………………………… ………………………….3 BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………… …………………………………………………4 a. b.

Luka mengenai otot. luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. bio-kimia terjadi berkisanambungan. 2. Setiap kejadian luka. 4. 3. Luka akut. dapat karena faktor eksogen atau endogen. kondisi metabolik). Luka “full thickness”. terbatas pada lapisan dermis. imunologi. luka dapat dibagi menjadi: 1. tidak mengenai otot. dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Luka kornis. luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. Besarnya perbedaan mengenai penelitian dasar mekanisme penyembuhan luka dan aplikasi klinik saat ini telah dapat diperkecil dengan pemahaman dan penelitian yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka dan pemakaian bahan pengobatan yang telah berhasil memberikan kesembuhan. dan fasia. Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan. hilangnya jaringan kulit pada lapisan epidermis dan lapisan bagian atas dermis. Proses penyembuhan tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal. pemakaian obatobatan. mekanisme tubuh akan mengupayakan mengembalikan komponen-komponen jaringan yang rusak tersebut dengan membentuk struktur baru dan fungsional sama dengan keadaan sebelumnya. Berdasarkan kedalaman dan luasnya. Luka “partial thickness”. tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor endogen (seperti: umur. nutrisi. Luka superfisial. tendon dan tulang. Terminologi luka yang dihubungkan dengan waktu penyembuhan dapat dibagi menjadi: 1.BAB I PENDAHULUAN Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena berbagai kegiatan bio-seluler. BAB II . jaringan kulit yang hilang pada lapisan epidermis. Penggabungan respons vaskuler. aktivitas seluler dan terbentuknya bahan kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. dermis. 2.

Tahap-Tahap Penyembuhan Luka 1. 3. sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Pada awal fase ini. memoles jaringan penyembuhan yang menutup defek atau cedera pada jaringan yang luka. B. Sehubungan dengan adanya perubahan morfologik. Fase Inflamasi Fase inflamasi adalah adanya respons vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. Eksudasi. menghentikan perdahan dan mempersiapkan tempat luka menjadi bersih dari benda asing atau kuman sebelum dimulai proses penyembuhan. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing. tahapan penyembuhan luka terdiri dari: 1. telah terbentuk menjadi lebih matang dan fungsional. . Fase inflamasi. Dari penelitian diketahui bahwa proses anabolik telah dimulai sesaat setelah terjadi perlukaan dan akan terus berlanjut pada keadaan dimana dominasi proses katabolisme selesai. 2. Fase proliferasi/granulasi. selanjutnya terjadi penempelan endotel yang yang akan menutup pembuluh darah.PEMBAHASAN A. kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi hemostasis. Proses Penyembuhan Luka Pada dasarnya proses penyembuhan ditandai dengan terjadinya proses pemecahan atau katabolik dan proses pembentukan atau anabolik. pembentukan jaringan granulasi untuk Fase maturasi/deferensiasi. saling terkait dan berkesinambungan serta tergantung pada tipe/jenis dan derajat luka. Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga mengeluarkan substansi “vasokonstriksi” yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi. Setiap proses penyembuhan luka akan terjadi melalui 3 tahapan yang dinamis.

edema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4. tidak terdapat infeksi atau kuman serta terbentuknya makrofag dan fibroblas. Fase Proliferasi Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. local reflex action. Sintesa kolagen Pembentukan jaringan granulasi bersama-sama dengan fibroblast Memproduksi growth factor yang berperan pada re-epitelisasi Pembentukan pembuluh kapiler baru atau angiogenesis Dengan berhasilnya dicapai luka yang bersih. dan adanya substansi vasodilator: histamin. serotonin dan sitokins. b. hangat pada kulit. Fungsi netrofil adalah melakukan fagositosis benda asing dan bakteri di daerah luka selama 3 hari dan kemudian akan digantikan oleh sel makrofag yang berperan lebih besar jika dibanding dengan netrofil pada proses penyembuhan luka. 2. Sesudah terjaid luka. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan. Fungsi makrofag disamping fagositosis adalah: a. sehingga cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah luka dan secara klinis terjadi edema jaringan dan keadaan lokal lingkungan tersebut asidosis. pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya bersembunyi di matriks jaringan penunjang.Periode ini hanya berlangsung 5-10 menit. Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan). Eksudasi ini jugamengakibatkan migrasi sel lekosit (terutama netrofil) ke ekstra vaskuler. keadaan ini dapat dipakai sebagai pedoman/parameter bahwa fase inflamasi ditandai dengan adanya: eritema. d. fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan sekitar luka ke dalam daerah . yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses rekonstruksi jaringan. dan setelah itu akan terjadi vasodilatasi kapiler stimulasi saraf sensoris (local sensoris nerve ending). Histamin kecuali menyebabkan vasodilatasi juga mengakibatkan meningkatnya permeabilitas vena. c.

Pada fase ini fibroplasia dan angiogenesis merupakan proses terintegrasi dan dipengaruhi oleh substansi yang dikeluarkan oleh platelet dan makrofag (grwth factors). Dengan sintesa kolagen oleh fibroblas. Proses selanjutnya adalah epitelisasi. Sejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam di dalam jaringan baru tersebut disebut sebagai jaringan granulasi. pengobatan (radiasi) atau obat (preparat steroid) mengakibatkan lambatnya proses sembuh karena terbentuknya ulkus yang kronis. Jaringan vaskuler yang melakukan invasi kedalam luka merupakan suatu respons untuk memberikan oksigen dan nutrisi yang cukup di daerah luka karena biasanya pada daerah luka terdapat keadaan hipoksik dan turunnya tekanan oksigen. c. fibronectin dan profeoglycans) yang berperan dalam membangun (rekonstruksi) jaringan baru. sedangkan proses proliferasi fibroblas dengan aktifitas sintetiknya disebut fibroblasia. hyaluronic acid. elastin. Keratinisasi akan dimulai dari pinggir luka dan akhirnya membentuk barrier yang menutupi permukaan luka.luka. Kegagalan vaskuler akibat penyakit (diabetes). Untuk membantu jaringan baru . d. b. Fungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membnetuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matrix) dan dengan dikeluarkannnya subtrat oleh fibroblast. pembuluh darah baru dan juga fibroblas sebagai satu kesatuan unit dapat memasuki kawasan luka. Respons yang dilakukan fibroblas terhadap proses fibroplasia adalah: a. mempunyai arti penting pada tahap proleferaswi proses penyembuhan luka. memberikan tanda bahwa makrofag. dimana fibroblas mengeluarkan “keratinocyte growth factor (KGF) yang berperan dalam stimulasi mitosis sel epidermal. kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen. Proliferasi Migrasi Deposit jaringan matriks Kontraksi luka Angiogenesis suatu proses pembentukan pembuluh kapiler baru didalam luka. pembentukan lapisan dermis ini akan disempurnakan kualitasnya dengan mengatur keseimbangan jaringan granulasi dan dermis.

Fungsi kontraksi akan lebih menonjol pada luka dengan defek luas dibandingkan dengan defek luka minimal. yaitu lebih kuat dan struktur yang lebih baik (proses re-modelling). Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita. . Kolagen muda ( gelatinous collagen) yang terbentuk pada fase proliferasi akan berubah menjadi kolagen yang lebih matang. lokasi serta luasnya luka. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan garunalasi. . disertai dengan penyakit sistemik (diabetes melitus).tersebut menutup luka. Sintesa kolagen yang telah dimulai sejak fase proliferasi akan dilanjutkan pada fase maturasi. Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar. Tujuan dari fase maturasi adalah menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. namun outcome atau hasil yang dicapai sangat tergantung dari kondisi biologik masingmasing individu. Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan ajringan kulit mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktivitas yang normal. warna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Penderita muda dan sehat akan mencapai proses yang cepat dibandingkan dengan kurang gizi. Fase Maturasi Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka. Kekuatan dari ajringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 setelah perlukaan. 3. Kecuali pembentukan kolagen juga akan terjadi pemecahan kolagen oleh enzim kolagenase. fibroblas akan merubah strukturnya menjadi myofibroblast yang mempunyai kapasitas melakukan kontraksi pada jaringan. Untuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dengan yang dipecahkan. Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk. terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth factor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet.

Platelet-derived growth factor/PDGF dan transforming growth factor-beta/TGF-beta yang dibentuk oleh platelet berfungsi pada proliferasi fibroblas.1 %) 4.C. Kejadian infeksi Lebih rendah dibandingkan dnegan perawatan kering (2. 3. Percepatan pembentukan sel aktif Invasi netrofil yang diikuti oleh makrofag. Saat ini perawatan luka tertutup untuk dapat tercapai keadaan yang lembab telah dapat diterima secara universal sebagai standar baku untuk berbagai tipe luka. Konsep Baru Studi tentang lingkungan yang optimal dan berperan dalam proses penyembuhan luka telah dimulai 30 tahun yang lalu oleh Winter. Angiogenesis akan bertambah dengan terbentuknya heparin dan tumor necrosis factor-alpha ( TNF-alpha). Pembentukan growth factor Yang berperan pada proses penyembuhan dipercepat pada suasana lembab. Angiogenesis Keadaan hipoksi pada perawatan tertutup akan lebih merangsang lebih cepat angiogenesis dan mutu pembuluh kapiler. Fibrinolisis Fibrin yang terbentuk pada luka kronis dapat dengan cepat dihilangkan (fibrinolitik) oleh netrofil dans el endotel dalam suasana lembab. fibroblast growth factor/FGF dan Interleukin 1/Inter-1 adalah substansi yang dikeluarkan oleh makrofag yang berperan pada angiogenesis dan pembentukan stratum korneum. 2. 5. dan limfosit ke daerah luka berfungsi lebih dini. . Epidemi grwoth factor/EGF.6% vs 7. Penelitian dasar klinik mengenai perawatan luka berbasis suasana lembab (moist) telah memberikan pandangan yang berbeda diantara para pakar. Alasan yang rasional teori perawatan luka dalam suasana lembab adalah: 1. monosit.

2) Perawatan luka dengan suasana lembab (occlusive dressing) perlu dikembangkan implementasinya di klinik dalam meningkatkan angka kesembuhan secara kuantitatif maupun kualitatif. .BAB III KESIMPULAN 1) Tenaga kesehatan diharapkan memahami konsep penyembuhan luka serta aplikasi perawatan luka yang dihubungkan dengan jenis luka serta bahan yang diperlukan.

Inc. Universal Medical Press Inc. 1990.  Morris PJ and Malt RA. eds: Surgical Technology-International III. Squlbb & Sons.  Szabo Z. 1 Wound healing..DAFTAR PUSTAKA  Baxter C: The normal healing process. In: New Directions in Wound Healing. Wound care manual. et al.R. eds: Oxford Textbook of Surgery. . Sec. February 1990. Princeton. New York-Oxford-Tokyo Oxford University Press: 1995. NJ: E.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->