Latihan Vokal — Menemukan Suara Kepala

04MAR20111 Comment
by lisakarla in Vocal Metode ini merupakan metode yang sangat berguna untuk ” menemukan suara kepala”, khususnya bagi para pemula.

Suruhlah para penyanyi menyenandungkan nada 3 (mi) tinggi dengan nada dasar do=C, dengan bibir terkatup. Sementara nada tersebut masih ditahan, suruh mereka membuka bibir lebih dahulu, kemudian merenggangkan rahang mereka, sambil terus mendengungkan bunyi nada tersebut. Senandungnya harus cukup keras sehingga getaran terasa pada bibir, depan mulut dan bahkan sampai ke hidung. Cara membuka bibir haruslah sedikit demi sedikit dan nada harus tetap diproyeksikan ke depan. Bilamana satu nada sudah dapat dibunyikan, latihlah nada-nada lain dengan mempergunakan nada-nada yang lebih tinggi kemudian rendah dan dengan demikian jangkauan suara diperluas. Perhatikanlah bahwa penyanyi yang belum terlatih pada umumnya akan dapat menyenandungkan nada yang jauh lebih tinggi daripada kemampuannya yang biasa. Satu cara lain untuk menemukan suara kepala ialah dengan menyuruh penyanyi-penyanyi menyanyikan suku kata “neng” dengan mendengungkan bunyi “ng” pada rongga hidung mereka. Latihan ini pada permulaannya dilakukan dengan bibir tertutup dan kemudian dibuka sedikit; dan selanjutnya dapat dimulai dengan bibir terbuka

Cara Melatih Suara Agar Bisa Bernyanyi di Nada Yang Lebih Tinggi

Bagaimana cara untuk melatih suara kita agar lebih tinggi tanpa menghilangkan kemerduan suara itu sendiri? Itu tergantung kebiasaan kita. Saya sejak kecil udah suka banged nyanyi2 lagu bernada2 tinggi, seperti lagunya C.Aguilera, Celine Dion, Mariah Carey, Whitney Houston. Jadi, meskipun sekarang udah umur 33 thn, nada tinggi mudah dicapai. Agar tetep merdu di nada tinggi, gunakan head-voice, agar tidak terlihat ngoyo saat nyanyi. Jika kamu udah dapet caranya, nyanyi dengan nada tinggi justru menghemat nafas daripada nyanyi dengan nada2 rendah. Karena nada tinggi justru membutuhkan hembusan angin lebih kecil daripada nada2 rendah. Tapi organ vocal akan cepat capek, karena berkontraksi ketimbang nada2 rendah. Sebenarnya, ada beberapa cara untuk mencapai nada tinggi, salah satunya adalah head-voice. Dengan head-voice, nada tinggi mudah dicapai. Dan head-voice itu jauh lebih merdu dari pada suara biasa. percaya deh. Kalo udah bisa, tingkatkan kemampuan dari modal register ke falsetto register. Falset bisa digunakan untuk menembak nada2 sangat tinggi ketika head voice tak bisa mencapainya. Dan tingkatan yang tertinggi adalah whistle register, yaitu lengkingan suara sebagaimana Mariah Carey biasa menggunakannya. Untuk head-voice caranya adalah "lempar" suara kamu tepat di rongga kepala. Latihlah dengan mengucapkan "aaaaa....." sampai suara kamu beresonansi di kepala (BUKAN di tenggorokan atau dada). Kepala kamu akan terasa sedikit "geli" karena udara "berkeliaran" di rongga kepala. Contoh terbaik untuk head-voice yaitu suaranya CELINE DION. Menurut saya, Celine menyanyikan hampir semua lagu dengan head-voice hampir di semua bagian note lagu. Kelebihan head-voice adalah kita bisa menahan nada tinggi selama mungkin, bahkan sampai 15 detik lebih ketimbang belting-voice atau chest-voice.Contoh lagu: "I Surrender", "I Drove All Night". Cara lain untuk menembak nada tinggi yaitu dengan belting-voice atau chest voice. Keunggulannya adalah suara kita tetep tebal (tidak tipis dan tidak melengking) sehingga antara nada rendah dan tinggi terdengar stabil dan rapih ketebalan suaranya. Keunggulan yang lain adalah suara ini dapat

meberikan efek DRAMATIC. Sangat pas untuk dinyanyikan pas klimax lagu, seperti bagian Chorus akhir. Namun, suara ini membutuhkan nafasnya yang "banyak" dan power yang sangat kuat. Contoh yang tepat untuk belting-voice atau chest-voice adalah C.Aguilera. Bahkan saking seringnya dia menggunakan suara ini, dia sering dinilai OVERSINGING. Tapi itulah hebatnya dia. Nafasnya tetap "banyak" dan stabil meskipun menggunakan belting-voice atau chest voice mulai dari bagian awal lagu ampe akhir lagu. Contoh lagu: "Lady Marmalade", dan "Ain't no Other Man".

Menemukan Vokal Kepala (Head Voice)

Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang rang vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya.

Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek.

Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak.

Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik ‖vokal kepala‖ atau ‖suara langit -langit‖.

Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada.

Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut:

Tentukan nada terendah yang mampu Anda bawakan dengan baik, nyanyikan solmisasi (do re mi fa sol la si do) dari suara terendah tersebut hingga nada tertinggi yang Anda kuasai. Pada saat vokal Anda tidak mampu mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai Anda membutuhkan untuk mengubah nada Anda ke dalam vokal kepala.

Mulailah lakukan dengan menggunakan vokal kepala. Caranya ‖lemparkan‖ suara di dalam rongga mulut Anda ke atas langit-langit. Rasakan suara Anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Pada tahap awal, jika Anda menggunakan vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala Anda bergetar. Untuk tahap awal biasanya akan terasa sedikit pusing.

Selain itu ada juga teknik lain, yaitu dengan menggunakan teknik falseto dan kop stem.

Selain Solfegio, salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala.

Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan……… tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya….. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi ―N‖ atau ―M‖. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi …….. nnnnnnnnn…. Atau….. mmmmm.

Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada.

Vocal Tips for Singer
by lisakarla in Music, Vocal

28NOV2012Leave a Comment

Sebagai seorang penyanyi, bernyanyi tidak sekedar mengeluarkan suara saja, kita harus memperhatikan beberapa hal yang sangat penting ,antara lain : ARTIKULASI Artikulasi dapat diartikan dengan kejelasan nada dan kata-kata. Artikulasi merupakan teknik memproduksi suara yang baik dan mengucapkannya dengan jelas, nyaring, dan merdu. Artikulasi sangat diwajibkan bagi seorang penyanyi, karena pesan sebuah lagu disampaikan melalui syair yang dinyanyikan penyanyi tersebut. Artikulasi berkaitan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut. untuk lagu berbahasa Indonesia, latihan dapat Anda bagi menjadi dua, yaitu : - Huruf Vokal/hidup

Huruf vokal terdiri dari huruf A, I, U , E, O. latihlah berulang-ulang melafalkan kelima huruf ini. Perlu diperhatikan, setiap huruf harus dilafalkan dengan benar, huruf A harus benar-benar berbunyi A bukan HA atau AH, huruf I bukan IH, huruf E, benar-benar berbunyi E bukan Ek (tidak dengan bentuk mulut yang terlalu ke samping), dan seterusnya. Jadi latihlah selalu melafalkan huruf-huruf vokal ini secara rutin. - Huruf Konsonan/mati Huruf konsonan adalah huruf selain A,I,U,E dan O. lafalkan benar-benar huruf ini dengan baik. Yang patut menjadi perhatian adalah huruf B, P, dan T, jangan melakukan penekanan yang berlebihan pada ketiga huruf ini. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan Artikulasi yang baik adalah : Sikap Badan Sikap badan yang benar akan dapat membantu udara sebagai pendorong utama terciptanya suara manusia. Sikap badan yang baik dalam bernyanyi adalah: 1. Badan dalam keadaan rileks 2. Saat sedang duduk,badan selalu tegak,bahu agak ditarik ke belakang (begitu pula saat berdiri) 3. Saat berdiri, kaki sedikit diregangkan sejajar bahu dengan kepala sedikit diangkat Posisi Mulut Bentuk dan posisi organ-organ mulut sewaktu memproduksi suara sebaiknya 1. Mulut dibuka selebar tiga jari secara vertikal 2. Bibir bawah menekan gigi seri bawah 3. Gigi seri atas tertutup setengah bagian oleh bibir atas 4. Lidah jangan terlalu ditarik ke belakang (menghindari suara leher) 5. Bibir jangan melebar agar suara tidak sember 6. Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras 7. Turunkan rahang serendah mungkin dalam membuka mulut

PERNAFASAN Dalam bernyanyi ada dua pernafasan yaitu pernapasan perut dan diafragma. Pada pernapasan perut, rongga perut berfungsi untuk menyimpan udara, seseorang yang menggunakan pernapasan perut akan terlihat, perutnya akan selalu bergerak seiring nafas orang tersebut. Jenis pernapasan yang paling cocok digunakan dalam bernyanyi adalah pernapasan diafragma. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara mumi dengan napas yang panjang. Pernapasan diafragma juga dapat memperkecil ketegangan pada dada, bahu, dan leher, sehingga dapat mengurangi risiko cedera. Cara bernapas yang baik saat bernyanyi adalah berikut. a. Waktu menarik napas, bahu jangan terangkat dan badan jangan mengejang. b. Udara masuk disalurkan ke perut yang menggembung dan disimpan dalam diafragma.

c. Usahakan udara keluar rata dan sehemat mungkin melalui mulut, jangan tersendat-sendat. d. Tarik napas pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang memiliki frase. e. Apabila napas tidak kuat/kurang panjang, lakukaniah teknik mencuri napas (cepat tanpa terdengar jelas), sehingga tidak merusak frase lagu. SOLFEGIO Latihan solfegio dapat dilakukan dengan bantuan piano atau alat musik melodis lainnya. Misal jika menggunakan piano, bunyikan satu nada lalu ikuti dengan vokal anda (pastikan suara anda on-pitchdengan suara piano). Tirulah nada piano (atau instrumen musik lainnya) tersebut seakurat mungkin dengan suara anda. Lanjutkan latihan dengan nada-nada lain. Suara anda akan terlatih untuk meliuk-liuk layaknya suara instrumen musik. Latihan ini berfungsi dalam menambah “nafas” dalam menyanyi, untuk melatih nada-nada rendah tanpa kehilangan momentum saat pergantian nada. Latihan ini juga berguna untuk melatih kepekaan anda terhadap nada, dan akurasi nada yang anda nyanyikan. Lakukan latihan diatas secara rutin dan berulang-ulang.

Pernapasan saat bernyanyi

Ada beberapa aspek yang membentuk suara kita. Salah satu aspek terpenting dan menjadi kuda-kuda dalam menyanyi adalah pernafasan. Menyanyi yang baik memerlukan pernafasan yang kuat dan terkontrol. Bukankah tubuh kita bernafas secara otomatis dan kita tidak perlu lagi melatihnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, perhatikan perbedaan pernafasan sehari-hari untuk berbicara dengan pernafasan untuk menyanyi. Untuk berbicara, jika nafas kita habis, ya hirup saja nafas lagi dan masalah pun selesai, tapi dalam bernyanyi kita dituntut untuk menggunakan strategi dalam bernafas, menyesuaikan kapan menghirup, menghembus dan mempertahankan nafas sesuai dengan kebutuhan lagu dan lirik. Seseorang yang bukan vokalis tidak memiliki kebutuhan untuk dapat bernafas panjang. Bagaimana pernafasan yang baik untuk menyanyi? Pada dasarnya pernafasan yang baik adalah menghirup udara yang banyak dalam waktu yang singkat, dan tidak berbunyi keras. Selain itu, pernafasan sebaiknya didukung oleh postur tubuh yang baik sehingga tidak mengganggu lajunya udara

yang keluar masuk. DIAFRAGMA Ketika Anda menghirup nafas, bayangkan Anda mengisi paru-paru Anda dengan udara dengan mengisi bagian dasar terlebih dulu lalu terus ke atas seperti Anda mengisi botol minuman Anda dengan air. Ketika pernafasan yang Anda lakukan benar, maka Anda akan merasakan bagian tekanan di perut bagian depan, samping, bahkan belakang, ini yang dikenal sebagai pernafasan 360 derajat atau lebih populer dengan istilah pernafasan diafragma, di mana otot diafragma berkontraksi maksimal seiring dengan pernafasan. Untuk mengetahui hal ini, posisikan pegangan Anda di perut bagian samping tepat di bawah rusuk dengan keempat jari-jari di depan dan ibu jari di belakang dan tarik nafas, usahakan agar bukan hanya perut bagian depan saja yang mengembang tetapi bagian samping dan belakang juga ikut mengembang, gunakan imajinasi Anda dan rasakan perbedaannya. Diafragma adalah otot besar yang terletak tepat di bawah tulang rusuk terakhir, yang menempel di tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada. Otot diafragma adalah otot utama yang digunakan saat menghirup nafas, ketika otot diafragma berkontraksi, ia bergerak ke bawah, yang menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menurun dan menyebabkan masuknya udara. Pergerakan otot diafragma menyebabkan pergeseran pada organ perut menyebabkan perut mengembang. maka sebaiknya kita tidak menahan perut kita saat bernafas untuk memaksimalkan pernafasan kita saat bernyanyi. Untuk menghembuskan udara, hanya dengan melemaskan otot diafragma pada saat paru-paru sudah terisi penuh sudah cukup untuk mendorong udara keluar, namun untuk dapat menyanyi dengan baik, hal ini saja tidaklah cukup. Seorang vokalis sebaiknya mampu mengontrol tekanan udara di paru-paru, seberapa banyak dan seberapa cepat udara keluar masuk, dan bisa mempertahankan konsistensinya dengan menggunakan otot diafragma, inilah yang disebut sebagai support. Banyak penyanyi yang mengeluhkan diri mereka memiliki pernafasan yang dangkal. Hal ini disebabkan karena pada saat menghirup nafas, mereka tidak mengisi paru-paru mereka dari bagian dasar ke atas, melainkan langsung mengisinya di bagian atas, hal ini dapat terlihat ketika dada dan bahu kita naik pada saat menghirup nafas. Usahakan untuk memperhatikan dan menghindari hal ini.

Konsep Melatih vokal
1]. Untuk menghasilkan bunyi yang indah, vokal manusia seperti halnya instrumen musik pada umumnya memiliki empat elemen pokok penghasil bunyi, yaitu : a. paru-paru sebagai sumber tenaga b. larynx sebagai penggetar c. pharynx sebagai ruang pemantul tenggorokan, rongga mulut, dan rongga hidung sebagai ruang resonator Tubuh kita dirancang [justify]sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan suara yang baik. Pada saat kita bernyanyi, sumber tenaga yang befungsi untuk menggetarkan vibrator adalah udara. Udara tersebut kita hirup dan keluarkan melalui teknik pernafasan diafragma dan bukannya dada, bahu ataupun perut. 2]. Bila bunyi pada gitar dan biola dihasilkan oleh dawai yang bergetar, maka pada vokal manusia yang menjadi instrumen getarnya adalah pita suara. Pita suara berada di dalam kotak suara yang terbuat dari otot dan tulang rawan yang terletak pada bagian atas batang tenggorokan (larynx). Larynx memiliki panjang lima belas sentimeter dan lebar empat sentimeter. Pita suara merupakan selaput lentur dengan panjang berkisar di antara dua sentimeter (pria) hingga satu seperempat sentimeter (wanita). Suara

yang baik hanya akan dihasilkan apabila selaput suara tadi bergerak merapat hingga membentuk celah sempit yang bergetar yang disebut dengan glottis. 3]. Alat pemantul yang terdapat dalam tubuh kita lazim disebut pharynx. Pharynx merupakan ruangan di balik anak tekak yang dapat diperbesar/ diperkecil secara elastis. Pharynx berfungsi memberikan warna suara dan huruf vokal yang beraneka ragam. 4]. Berkaitan dengan tiga resonator vokal yang memberikan kontribusi paling signifikan, yakni: tenggorokan, mulut dan hidung, maka ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan : a. Suara gelap, seakan-seakan “ditelan” dan berkesan jauh diakibatkan oleh konsentrasi suara yang terlalu banyak terfokus pada resonator tenggorokan b. Suara terang, lebar dan memiliki fokus ke depan diakibatkan oleh konsentrasi suara yang terlalu banyak terfokus pada resonator mulut c. Suara sengau diakibatkan konsentrasi suara yang terlalu terfokus pada resonator hidung Jadi dengan kata lain menggunakan kombinasi ketiga resonator tersebut secara proporsional merupakan suatu keputusan yang bijak. 5]. Posisi lidah yang baik pada saat bernyanyi sebaiknya datar dan berada di belakang lengkung gigi bawah. 6]. Bernyanyi dalam posisi duduk/berdiri yang benar, yaitu : a. Mencari posisi berdiri yang paling nyaman dengan berat tubuh bertumpu rata pada kedua kaki b. Sedapat mungkin membentuk garis lurus dari titik tengah kedua tumit hingga kepala c. Jangan mengencangkan otot-otot betis atau bertumpu pada kedua tumit d. Kedua lutut harus terasa longgar dan dapat bergerak dengan bebas e. Perut bagian bawah (di bawah pinggang hingga pinggul) harus sedikit ditarik ke dalam tanpa dipaksakan. Bilamana perut bagian bawah bergerak terlalu ke depan maka menyebabkan badan menjadi melengkung f. Perut bagian atas (pinggang hingga tulang rusuk) sangat penting untuk pernafasan, karena itu perut bagian atas harus terasa bergerak bebas. Perut bagian atas yang terlalu ditarik ke dalam atau didorong keluar secara berlebihan dapat menyebabkan ketegangan. Ketegangan ini pada akhirnya akan mengganggu proses pernafasan yang kita takukan g. Posisi punggung haruslah lurus sehingga tulang belakang akan terangkat h. Dada harus dalam posisi tegap tanpa dipaksakan dengan catatan bahwa dada tidak boleh bergerak naik dan turun pada waktu kita mengambil dan mengeluarkan nafas i. Bahu harus ditarik sedikit ke belakang, dan selama bernafas atau bernyanyi bahu tidak boleh bergerak. Posisi bahu yang tidak bergerak akan membantu banyak dalam mempertahankan sikap dada yang lapang serta tulang belakang yang terangkat j. Kedua lengan harus dapat bergerak dengan bebas dan tidak terasa kaku k. Hindari gerakan-gerakan yang mencerminkan rasa gugup seperti menggosok¬-gosokkan ibu jari, mengepalkan tangan, meraba-raba pakaian, mengusap-usap rambut dan sebagainya l. Hindari kebiasaan mengangkat dagu saat membidik nada tinggi. 7]. Beberapa latihan praktis untuk membentuk sikap tubuh yang baik : a. Sikap berdiri/duduk yang tegak (bayangkan diri anda sebagai seorang raja atau ratu yang tengah berjalan dengan angkuh) b. Kedua tumit tidak saling menempel c. Kedua kaki terpisah dengan jarak kurang lebih 15 cm. Salah satu kaki dapat diletakkan di sebelah

depan dengan jari-jari kaki dalam posisi normal d. Secara perlahan bersandar ke depan pada telapak kaki dan kemudian kembali ke posisi semula yaitu pada tumit. Temukan posisi berdiri yang terbaik dengan mencari titik tengah diantara tumit dan telapak kaki e. Tundukkan kepala hingga menyentuh dada dan perhatikan bahwa antara leher dan tulang belakang sekarang terpisah f. Membayangkan kepala seolah-olah tergantung di langit-langit kamar dan terlepas dari tubuh g. Memutar kepala ke kiri dan ke kanan dengan tujuan melemaskan persendian leher h. Menggerakkan lengan secara terpisah, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak tangan dan lengan i. Menggerakkan kaki, seolah-olah sedang mengibas-ngibaskan air pada telapak kaki j. Melompat dengan tujuan mengendurkan semua ketegangan pada persendian dan otot k. Melenturkan bahu dan leher dengan cara menundukkan dan menengadahkan leher ke depan dan ke belakang l. Melenturkan lutut dengan cara menekuk lutut m. Menggerakkan tumit naik dan turun sambil menjulurkan tangan ke atas sejauh mungkin seolah-olah hendak memetik buah yang berada di luar jangkauan n. Membayangkan tubuh seperti sebuah genta besar yang berayun-ayun dari kiri ke kanan 8]. Pernafasan dengan menggunakan diafragma : a. Diafragma dalam posisi rileks adalah otot yang berbentuk menyerupai kubah yang terletak memanjang pada bagian bawah tulang rusuk. Ketika paru-paru dipenuhi dengan udara, diafragma memipihkan dirinya sehingga memungkinkan tersedianya ruang tambahan untuk pengambilan udara. Karena diafragma melekat pada bagian bawah tulang rusuk manusia, maka otot-otot intercostal (otototot diantara tulang¬tulang rusuk) juga turut mengembang. Pada saat pengambilan udara diafragma berubah memipih dan bergerak turun ke bawah sehingga mendorong organ-organ tubuh yang berada di bawahnya mengembang keluar. Karena itulah para penyanyi disarankan untuk menghindari makan besar sebelum bernyanyi b. Pada saat mengambil nafas rongga perut bergerak mengembang ke segala arah terutama ke samping dan ke belakang. Pengambilan nafas dapat dilakukan dengan menggunakan mulut dan hidung secara bersamaan seakan-akan membayangkan sedang mencium harumnya bunga. Namun pada bagian-bagian lagu yang tidak memberikan jeda yang cukup, maka kita hanya dapat mengambil nafas dengan menggunakan mulut. Sedangkan pada bagian lagu yang memberikan jeda yang cukup panjang, disarankan menggunakan hidung (lebih higienis) dan mulut secara bersamaan c. Pada waktu menghirup udara, posisi dada tetap dalam keadaan rata dan terasa bergerak melebar ke samping. Perhatikan bukan membusung atau bergerak ke atas! d. Pada waktu sedang menghirup nafas, perhatikan bahwa bahu samasekali tidak bergerak naik, ke depan ataupun ke belakang e. Otot tulang belakang dan tulang belakang berfungsi menahan agar rongga perut yang mengembang tersebut tidak segera mengendur. Dalam menahan agar perut tetap kencang, jangan sekali-kali menggunakan otot-otot bahu f. Pangkal tulang belakang (daerah ekor) bergerak ke bawah sedalam-dalamnya dan tetap dipertahankan demikian selama proses menahan udara g. Pada waktu mengambil nafas dalam-dalam maka secara otomatis langit-langit lunak akan bergerak ke atas dan sebaliknya jakun bergerak ke bawah. Posisi terbuka seperti ini merupakan posisi bernyanyi yang benar h. Pada saat sedang bernyanyi, udara yang telah diambil tadi dikeluarkan kembali secara teratur dengan senantiasa mempertahankan kondisi rongga perut yang tetap kencang dan bukan tegang

i. Empat hal yang perlu diingat baik-baik dalam melatih pernafasan adalah : (1) postur tubuh yang terkoordinasi dengan baik perlu tetap dipertahankan (2) pengambilan nafas yang benar tidaklah berbunyi (3) pada saat mengeluarkan udara posisi dada harus tetap dijaga (4) pada setiap pengambilan nafas tulang-tulang rusuk di bagian bawah haruslah mengembang Beberapa latihan praktis untuk pernafasan Menghirup udara : (1) sikap berdiri tegak (2) salah satu tangan berada di pinggang (3) tangan lainnya menekan pusar (4) dengan meniru bentuk mulut ikan hirup udara pelan-pelan dengan menggunakan hidung dan mulut. Bayangkan bahwa anda sedang mencoba mengenali aroma suatu parfum (5) selama proses pengisian udara berlangsung bayangkan bahwa tubuh anda ibarat balon yang mengembang karena diisi udara (6) menahan udara yang telah diambil dengan rileks (posisi tubuh yang mengembang) dan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara perlahan Mengeluarkan udara : (1) mengeluarkan udara yang telah diambil dengan menggunakan konsonan “sh” (2) menenangkan seorang bayi yang sedang menangis (3) menirukan bunyi lebah (4) membayangkan sedang meniup balon yang melayang di udara agar tidak terjatuh ke tanah Mengaktifkan diafragma: (1) tertawa dengan bebas ibarat seseorang berbadan gemuk tengah tertawa mengakak karena melihat adegan yang sangat lucu: ho – ho – ho – ho -ho (2) tertawa mengikik ibarat seorang nenek sihir jahat yang tengah tertawa kegirangan karena melihat korbannya diliputi ketakutan: hi – hi – hi – hi – hi 9]. Bernyanyilah secara rileks dan hindari ketegangan pada otot bagian manapun. Ketegangan yang terjadi pada bahu ataupun rahang akan membuat udara yang telah kita hirup menjadi tidak berarti samasekali. Ketegangan ini mengakibatkan: a) udara yang dihirup segera terbuang dengan percuma karena celah di antara pita suara (glottis) terbuka lebar; b) terjadinya suara leher. 10]. Bernyanyi secara imajinatif (membayangkan seperti sedang meniup kapas-kapas di udara agar tidak terjatuh di lantai dan lain-lain). 11]. Bernyanyi dengan orientasi suara yang benar (membayangkan suara yang berada dalam satu botol kosong dan terdengar jernih). 12]. Berlatihlah bernyanyi dengan menggunakan support yang baik. Banyak orang yang tidak memahami fungsi support dalam bernyanyi. Kenyataan yang sering terjadi bahwa keluar masuknya aliran udara dalam tubuh dikendalikan dengan menggunakan otot penelan (peristaltik). Akibatnya yang terjadi adalah intonasi (bidikan nada) seringkali meleset, artikulasi tidak jelas, dan suara menjadi serak. Beberapa latihan praktis di bawah ini berguna untuk merasakan peran support dalam bernyanyi :

a. berdirilah dengan tegak dan rentangkan kedua lengan sejajar dengan bahu b. hembuskan konsonan “f” c. hiruplah udara secara perlahan dengan menggunakan konsonan “f” dan pada waktu yang bersamaan putar lengan ke depan sebesar 180 derajat sehingga kedua ibu jari menghadap ke bawah. Anda akan merasakan gerakan otot yang kuat disekitar tulang belakang d. hembuskan udara keluar dengan tetap menggunakan konsonan “f” dan putar kembali kedua lengan ke posisi semula. Penjelasan lain yang lebih akurat bisa teman-teman temukan pada buku sumbernya : A-Z Direksi Paduan Suara, oleh : Agastya R. Listya – cetakan pertama – Jakarta : Yamuger, 2007. Semoga bermanfaat.

Menggunakan Pernafasan Diafragma

27OCT2012 Leave a Comment

by lisakarla in Vocal Dalam bernyanyi, ada 3 hal penting yang patut dan wajib diketahui para penyanyi, hal penting pertama adalah pernafasan, yang kedua pernafasan, yang ketiga pernafasan. Baru kemudian beberapa hal lainnya. Nafas kitalah yang menggetarkan pita suara sehingga menghasilkan suara. Maka harus menjadi kesadaran utama kita bahwa suara tidak dihasilkan oleh otot tetapi oleh udara. Sehingga penting bagi penyanyi untuk memahami perilaku udara dan mengatur serta mengelolanya dengan rileks menggunakan mekanisme dari tubuh kita.

Udara yang menggetarkan pita suara dihembus oleh paru-paru yang berada di tengah kubah rongga dada. Paru-paru sendiri terbentuk dari bahan semacam spons yang tidak mempunyai otot sehingga gerakannya sangat tergantung pada otot-otot lain, terutama otot diafragma yang berbentuk kubah seperti payung yang berada tepat di bawah paru-paru. Jaringan pendukung diafragma melekat pada dinding abdominal sampai pada bagian belakang tulang belakang. Bentuk default diafragma menggembung ke atas menyangga paru-paru. Pada waktu kita menarik nafas kubah ini akan berubah menjadi datar, sehingga membuat rongga di atasnya berkurang tekanan udaranya yang membuat udara dari luar masuk ke paru-paru. Apabila kita melepas tegangan pada otot perut ketika bernafas, maka diafragma akan kembali pada bentuk semula, dan menekan paru-paru sehingga mengalirlah udara keluar melalui rongga tenggorok dan menggetarkan pita suara. Sehingga tekanan lembut otot diafragma ke paru-parulah yang menyebabkan udara mengalir. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah setelah mengambil nafas penyanyi mengeraskan otot perut dan tidak mengendurkannya sehingga otot diafragma tertahan pada posisi mendatar sehingga tidak menekan paru-paru ke atas. Ketika dukungan nafas untuk menggetarkan pita suara dari diafragma tidak ada, penyanyi mencari-cari otot lain

untuk melakukannya, misalnya otot leher atau justru menekan otot perut yang semakin menyebabkan ketegangan dan menghambat tekanan lembut otot diafragma. Tahapan ideal sederhana pernafasan untuk menyanyi adalah menarik nafas dengan mengembangkan diafragma dengan posisi dada tegap dan otot di bagian bawah pusar agak ditarik ke dalam dengan lembut. Bayangkan menarik nafas melalui tulang belakang dan bergerak ke atas sampai paru-paru menjadi penuh. Setelah paru-paru terisi ketegangan pada otot perut dilepaskan perlahan dengan melepaskannya ke bawah dan depan dengan lembut. Dengan gerakan sederhana ini otot difragma akan kembali pada posisi semula dan menekan paru-paru. Ketika sudah kehabisan tinggal kita ambil lagi dengan pola yang sama. Tulang otot di tengah dada (sternum) harus dipertahankan tegak supaya rongga dada tertap terpelihara. Otot perut harus tetap bisa bergerak dengan plastis, dan jangan biarkan menjadi kaku

Tips nya

Lakukanlah istirahat dengan cara maksimal di malam hari seperti hindari menelpon pada dini hari yang dapat berakibat hilangnya suara. Kemudian perbanyak minum air putih biasa tanpa es, untuk hasil yang maksimal, setelah bangun tidur langsung minum air putih biasa. Hindari makan yang banyak mengandung minyak langsung misalkan gorengan yang minyaknya tidak ditiriskan sangat berbahaya bagi suara pasalnya minyak dapat menghambat laju suara. Janganlah merokok ataupun meminum minuman keras karena sangat buruk bagi kualitas suara. Selamat dicoba. . .

rajin2 bernyanyi tangga nada, do re mi dst.... jika lu dah bisa membedakan suara do dengan di (misalkan), brarti lu sudah mengetahui suara lu fals atau nggak. Terus lu mulai belajar ambil nada dasar, biar tau jika musik memainkan nada dasar C, lu sdh bisa mengikuti start suaranya (harmoni suara). Kemudian mulai deh belajar tekhnik supaya bisa menghindar suara fals. Setiap penyanyi pasti ada falsnya, apalagi jika dia kurang latihan vokal.

NYANYIAN YANG MENYEMBAH
by lisakarla in Church, Music I take this article from Renungan Harian

12NOV2012 Leave a Comment

Agama Kristen adalah agama yang bernyanyi. Julukan ini sangat tepat karena nyanyian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Allah. Sekitar setengah ibadah diisi oleh musik dan nyanyian pujian. Alkitab pun memuat begitu banyak referensi tentang betapa Allah menyukai nyanyian pujian. Namun, sadarilah bahwa tindakan menyanyikan lagu rohani tidak otomatis menjadikan hal tersebut sebagai penyembahan. Seringkali kita memuji Tuhan secara lahiriah tetapi tidak benar-benar menyembah Dia. Bilamanakah suatu nyanyian menjadi penyembahan yang menyenangkan Allah? Ada tiga hal yang dapat kita amati dari nas hari ini. Pertama, nyanyian ini harus dipersembahkan oleh orang-orang percaya. Nasihat Paulus disampaikan kepada orang-orang yang telah menerima Kristus dan dibenarkan oleh-Nya (ayat 12). Hanya orang-orang yang demikian yang dapat memuji Allah atas karya keselamatan-Nya. Orang tidak percaya bisa saja menyanyikan lagu rohani dengan baik tetapi ia tidak sedang menanggapi pribadi dan karya Allah. Ia tidak sedang menyembah Allah. Kedua, nyanyian pujian harus selaras dengan Firman. Perkataan Kristus harus melandasi dan menuntun nyanyian kita (ayat 16). Akhirnya, nyanyian pujian harus ditujukan secara sadar kepada Allah (ayat 17). Melalui nyanyian pujian, kita berkomunikasi dengan Allah. Marilah melantunkan nyanyian pujian bukan karena kita ikut-ikutan orang lain atau hanya menjalankan kewajiban agamawi. Namun, kita bernyanyi dengan didasari oleh Firman dan iman. Niscaya, pujian kita akan memperkenankan hati-Nya. –JIM TANPA HATI PENYEMBAHAN, ENGKAU HANYA BERMAIN MUSIK, BUKAN MENYEMBAH! -BOB KAUFLIN

Kolose 3:12-17 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Cara memperbagus suara

Banyak cara untuk memperbagus suara,diantaranya dengan cara meminum air yang di embunkan. langkah-langkah pengembunan air untuk memperbagus suara tersebut sbb : 1. isilah sebuah botol dengan air bersih dan baik untuk di minum. 2. setelah botol terisi air tutup dengan rapat. 3. kemudian botol yang berisi air tersebut di masukkan ke dalam bak mandi untuk di embun kan. 4. dan di minum pada pagi harinya.. dengan melakukan hal tersebut secara rutin , di jamin suara anda akan lebih bagus. khususnya buat yang suka nyanyi. selamat mencoba …..

Unsur-unsur Teknik Vokal
Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument. Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia. Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan. TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :
Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan. Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu : - Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah. - Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah. - Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik. 3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. 4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu. 5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan. 6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu. 7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya. 8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat. Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik : a. Pendengaran yang baik b. Kontrol pernafasan c. Rasa musical.
1. 2.

Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya. Sifat nada ada 4 yaitu : a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada. b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan. d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang. AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang. Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya. CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras. DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan. STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah. SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) : Suara Wanita Dewasa ; a. Sopran (suara tinggi wanita) b. Messo Sopran (suara sedang wanita) c. Alto (suara rendah wanita) Suara Pria Dewasa : a. Tenor (suara tinggi pria) b. Bariton (suara sedang pria) c. Bas (suara rendah pria)

Suara Anak-anak : a. Tinggi b. Rendah. TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur. Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah). Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor : - Bersifat riang gembira - Bersemangat - Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C - Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½ Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar. Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor : - Kurang bersemangat. - Bersifat sedih - Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A - Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 . Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia. Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga. TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama. Contoh : Nada AisBes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges. APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni. BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8 PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan. JENIS-JENIS PADUAN SUARA :
Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anakanak. 3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto. 4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
1. 2.

Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass. 6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.
5.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara. Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik : a. memiliki sifat kepemimpinan b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani d. simpatik f. menguasai cara latihan yang efektif g. memiliki daya imajinasi yang baik h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik. TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik : 1. f : forte = keras 2. ff : fortissimo = sangat keras 3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin 4. mf : mezzo forte = setemgah keras 5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut 6. p : piano = lembut 7. pp : pianissimo = sangat lembut 8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin 9. mp : mezzo piano = setengah lembut PERUBAHAN TANDA DINAMIKA : - Diminuendo (dim) : melembut - Perdendosi : melembut sampai hilang - Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang - Calando : mengurangi keras - Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun - Cresscendo : berangsur-angsur keras - Decrsescendo : berangsurangsur lembut TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT 1. Allegro : cepat 2. Allegratto : agak cepat 3. Allegrissimo : lebih cepat 4. Presto : cepat sekali 5. Presstissimo : secepat-cepatnya 6. Vivase : cepat dan girang B. TANDA TEMPO SEDANG 1. Moderato : sedang 2. Allegro moderato : cepatnya sedang 3. Andante : perlahan-lahan 4. Andantino : kurang cepat C. TANDA TEMPO LAMBAT 1. Largo : lambat 2. Largissimo : lebih lambat 3. Largeto : agak lambat 4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan 5. Grave : sangat lambat sedih 6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan. PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera. Moga berguna.

Melatih Suara

A. Sebelum memulai latihan : 1. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah memasukkan udara kedalam kerongkongan 2. Untuk itu pertama-tama latihan menelan udara sangat perlu. Tetapi karena tidak terbiasa, mekanisme menelan udara ke dalam kerongkongan pada awalnya susah, dan cukup sulit memegang rahasianya 3. Mari kita pegang rahasia mekanisme alami ‗cara minum teh, yaitu mengendurkan mulut kerongkongan yang menyempit, kemudian masukkan udara dalam mulut bersamaan dengan teh ke dalam kerongkonga. Dengan membalikkan aliran udara ini suara baru akan keluar. 4. Jika udara bisa masuk ke dalam kerongkongan dengan baik,suara dasar akan keluar dengan cukup mudah 5. [Cara minum teh] adalah cara awal termudah untuk memahirkan hal diatas 6. Bacalah dengan baik hal berikut ini, dan berlatihlah dengan mematuhi urutannya! B. Persiapan Sebelum Latihan 1. Siapkan teh atau air dengan suhu untuk mudah dimminum dalam cangkir teh. Hati-hati jangan terlalu panas. 2. Duduklah dengan tegak dan punggung lurus di kursi yang enak dan dengan ketinggian secukupnya. Dengan punggung bersandar akan kurang berhasil. 3. Hadapkan muka lurus ke depan secara alami. Menunduk akan memberi tekanan pada tenggorokan sehingga suara akan susah keluar.

4. Bukalah lebar-lebar tangan kiri, dan dari atas baju tekanlah pelan-pelan lubang tenggorokan dengan telapak tanan kiri. Menekan keluarnya udara dari lubang tenggorokan secara tidak perlu, hal ini untuk mempermudah membalikkan aliran udara di dalam kerongkongan. 5. Pegang cangkir dengan tangan kanan, dan bawa ke posisi yang paling enak agar dengan mudah kita bisa minum teh tersebut. 6. Hilangkan tenaga pada bahu dan leher, beradalah dalam posisi santai. Persiapan sudah selesai. C. Urutan Latihan 1. Pertama, masukkan teh ke dalam mulut dengan jumlah yang bisa diminum dengan sekali teguk. 2. Berikutnya, sedikit gelembungkan mulut, usahakan agar teh dan udara terasa seperti berbentuk bulat, dan hentikan sesaat pada bagian dalam tenggorokan. 3. Kemudian telanlah udara dan teh secara bersamaan, sekaligus dengan sekuat tenaga. Sehingga suara menelan ‗GLUK‘ seolah-seoalah terdengar. Lita tidak boleh lengah dan tanggung. Jangan lupa tekan lubang tenggorokan dengan tangan kiri. 4. Waktu terasa teh melewati bagian dalam tenggorokan dan masuk ke mulut kerongkongan, sambil mengerahkan tenaga ke perut, sambil seolah memuntahkan udara yang ditelan, ucapkan ‗a‘ Perhatian : Mengerahkan tenaga ke perut dinamakan ‗memberi tekanan perut‘. Hal ini bukan berarti menekan perut ke bawah tetapi mengencangkan otot perut. 5. Bagaimana? Apakah bisa mengucapkan ‗a‘ atau ‗ge‘? 6. Meskipun suara aneh, suara seperti bunyi sendawa yang anda keluarkan, itulah suara dasar anda. Suara kedua anda sudah keluar. SELAMAT! 7. Seterusnya, ulangi latihan sampai beberapa kali. Sekali minum teh sekali melakukan pengucapan. Teruskan sampai bisa mengucapkan ‗a‘ dengan mudah dan mulus. 8. Bagi yang tidak berhasil mengucapkan ‗a‘ dengan cara di atas, ada dua kemungkinan sebab sebagaimana diterangkan dibawah ini. Yang mana sebabnya ada pada anda? atau Kedua-duanya juga mungkin ada pada Anda. D. Orang yang dari Lubang Tenggorokannya Terus Menerus Keluar Udara

1. Kebiasaan bersuara dengan udara hasil pernafasan dengan paru-paru yang dilakukan sebelum menjalani operasi membekas dengan kuat. Tetapi, sadarilah bahwa setelah menjalani operasi suara yang kita keluarkan bukan berasal dari udara paru-paru. 2. Karena perasaan ingin mengeluarkan suara keras dengan jelas sangat kuat, menyebabkan kita memasukkan tenaga terlalu kuat ke tubuh atas. Santai dan lemaskan tubuh bagian atas! 3. Jangan berpikir terus-menerus untuk mengeluarkan suara! Pusatkan perhatian pada tenggorokan, laksanakan sebagaimana ingin memuntahkan teh dan udara yang sudah ditelan! 4. Pada saat mengucapkan ‗a‘, kuatkan tekanan tangan kiri pada lubang tenggo rokan sehingga udara tidak merembes keluar. Hal ini akan mempermudah memberi tekanan pada perut dan mempermudah membalikkan aliran udara. 5. Bagaimana? Dengan memperhatikan hal-hal ini, lakukan pengulangan beberapa kali! Sedikit lagi! E. Orang yang Merasa Udara tidak Masuk ke dalam Keronggkongan untuk Menghasilkan Suara 1. Kalau kita minum teh bersamaan dengan udara dalam mulut dengan cepat, udara pasti masuk ke dalam kerongkongan. Karena saat membalikkan aliran udara dengan tekanan perut yang dilakukan segera setelah minum agak terlambat, maka kelihatannya udaranya menghilang. 2. Pada waktu terasa teh melewati tenggorokan, hampir bersamaan kerahkan tekanan perut dan ucapkan ‗a‘ ! 3. Meskipun pada waktu minum teh bibir tertutup, yang penting adalah tidak ada sela antara membuka bibir dengan mengucapkan ‗a‘. Membukanya bibir yang tertutup bersamaan dengan pengucapan ‗a‘. Jika ada sea di antar itu, maka udara akan terlanjur menghilang. 4. Pada awalnya, sekali minum teh sekali melakukan pengucapan ‗a‘. Sambil tetap memegang cangkir berisi teh, cobalah lakukan beberapa kali secara terus-menerus! 5. Bagaimana? Dengan tetap tidak menyerah dan terus mengulangi latiham, akan menemukan rahasianya. F. Langkah Berikut Setelah Suara Dasar Keluar dengan Cara ‗Minum Teh‘ 1. Letakkan cangkir, berhentilah minum teh lanjutkan langkah berikut! 2. Dengan seolah-olah minum teh dalam mulut. Lakukan mekanisme menelan yang sama persis dan coba ucapkan ‗a‘! Tangan kiri tetap menekan lubang tenggorokan. 3. Jika tanpa teh kurang berhasil mengucapkan ‗a‘, gunakan air ludah sebagai pengganti teh dan coba lakukan hal yang sama !

4. Jika tanpa teh bisa mengucapkan ‗a‘, sedikit demi sedikit kendurkan tekanan pada lubang tenggorokan, dan akhirnya lepaskan tangan kiri sampai bisa mengucapkan ‗a‘. 5. Jika dengan tangan dilepaskan susah mengucapkan ‗a‘, gunakanlah penghalang yang agak tebal. Pakaian denganbagian leher sempit dan tertutup sehingga bisa menekan lubang tenggorokan cukup bermanfaat 6. Jika bisa sampai sini maka suara dasar sudahlulus. Selamat. Sambil menikmati lakukan langkah berikutnya! 7. Meskipun tidak bisa melakukannya dengan mudah, tidak perlu terburu-buru. Kalau tidak berjalan dengan lancar, kembalilah ke awal dan coba lagisecara berurutan. 8. Dengan melanjutkan pengulangan, rahasia akan dipegang. Jangan terburu-buru, namun juga jangan malas, tetap berlatih dan mempunyai harapan. G. Langkah Pengucapan Vokal 1. Ucapkan vokal a, i, u, e, o. 2. ‗a‘ keluar dari rongga mulut yang dalam keadaan paling bebas, sedangkan suara vokal lain k eluar dengan menyempitkan ataumendatarkan bentuk rongga mulut. 3. Pengucapan vokal mempunyai tingkat kesulitan berbeda, yaitu dari yang paling mudah ke paling sulit dengan urutan a, o, e, u, i. Lakukan latihan dari yang paling mudah. 4. Melatih pengucapan vokal yang sama 3, 5, 7, 10 kali secara terus menerus sambil disela-sela itu memasukkan udara, adalah penting dan efektif. 5. Berikutnya cobalah memanjangkan pengucapan vokal a-, o-, e-, u-, dan i-. 6. Vokal panjang mudah diucapkan dengan mengendurkan tenaga dan mengucapkan dengan suara halus. Kemudian, lanjutkan dengan latihan vokal yang setingkat lebih panjang a ———, o——–. 7. Setelah vokal panjang, berikutnya gabungan dua vokal. Ucapkan gabungan dua vokal dengan gabungan bebas, ao-, oe-, ea-, oie-, eai- dan seterusnya. 8. Untuk hal ini, jangan putuskan suara antar vokal. Lakukan getaran suara dasar secara terus menerus, dan hanya dengan mengubah bentuk mulut secara sekaligus mengucapkan gabungan vokal. Dengan ini pengucapan vokal dinyatakan lulus. H. Dari Pengucapan Konsonan ke Pengucapan Kata

1. Konsonan diucapkan dengan memanfaatkan alat pengatur suara seperti bibir, gigi, ujung lidah, pangkal lidah, langit-langit lunak dan rongga hidung. Karena bagian-bagian ini tidak berubah dengan sebelum operasi, maka kita tidak perlu berpikiran secara sulit. Cukup gunakan sebagaimana sebelum operasi. 2. Semua suara, seperti ka, sa ta, na, ha, ma, ya, ra, wa, ga, za, da, ba, pa bisa diucapkan dengan menggunakan alat pengatur suara yang sudah sangat dikenal dan menggabungkannya dengan 5 vokal. Latihlah semua ucapan dengan mengeluarkan suara. 3. Meskipun pada kenyataannya ada perbedaan antar individu, ada bunyi yang lebih mudah dan ada yang lebih susah untuk diucaapkan, latihlah dari yang paling mudah untuk memperoleh kepercayaan diri. Setelah itu perlahan-lahan cobalah ke bunyi yang lebih susah bagi anda. 4. Hanya suara deret ha memerlukan udara dalam jumlah banyak sehingga bagi kita yang menjalani operasi pemotongan pangkal tenggorokan sangat susah,. Tetapi dengandengan usaha terus-menerus akan berhasil baik. Mari berusaha. 5. Semua kata dalam bahasa Jepang merupakan gabungan konsonan dan vokal. Kalau andabisa mengucapkan 2-5 suara kata dangan satu nafas, sudah cukup untuk mengemukakan pikiran anda. Jika anda mengucapkan beberapa kata secara terus-meneruskan menjadi percakapan. Membaca keraskpun bisa. 6. Berikutnya, dengan menguasai [cara menghisap], ditambah dengan aksen (logat) dan kemampuan melagukan secara alami, [pengucapan kerongkongan] anda selangkah lagi mendekati kesempurnaan. I. Perhatikan Pengucapan yang Salah 1. Orng yang sedang di tengah-tengah latihan [pengucapan kerongkongan] mudah salah menggunakan cara pengucapan yang tidak benar, yaitu [pengucapan tekak] dan [bisikan rongga mulut]. 2. [pengucapan tekak] adalah suara yang mirip deret ka dan ga yang dikeluarkan dengan menggunakan dagu dan tekak. [bisikan rongga mulut] adalah suara bisikan yang mirip deret sa, ta, dan pa yang dihasilkan dengan menggunakan gigi, lida, bibir. 3. Suara ini adalah suara desahan dan ledakan yang dihasilkan dengan hanya menggunakan udara dalam rongga mulut saja. Karena tidak memanfaatkan getaran celah suara baru yang menghasilkan vokal sebagai suara dasar, maka suara ini terbatas dan tidak jelas. Suara ini berbeda kualitas dengan suara dari [pengucapankerongkongan] dan dikatakan pengucpan yang salah. 4. Mereka yang sebelum bisa mengeluarkan suara dasar, dengan caranya sendiri bisa mengeluarkan yang mirip suara, kemudian orang atau keluarga yang sudah terbiasa bisa memahaminya, ada bahaya sulit keluar dari kebiasaan salah pengucapan ini.

5. Jika sudah mulai mapan dengan latihan mendapatkan suara dasar dengan [cara minum teh], kekhawatiran terhadap salah pengucapan ini tidak perlu. Tetapi karena ingin bisa dimengerti oleh keluarga, banyak kasus salah pengucapan ini terjadi. 6. Dasar [pengucapan kerongkongan] adalah menggetarkan celah suara baru dengan menggunakan udara dalam kerongkongan. Dengan meraba bagian sedikit di atas lubang tenggorokan ada atau tidaknya getaran segera diketahui. jika terjadi [salah pengucapan] maka tenggorokan tidak bergetar. 7. Yang bersangkutan dan juga keluarga harus mengetahui [pengucapan kerongkongan] dengan benar, dan berhati-hatilah agar tidak menyesal karena terlanjur menjadi [salah pengucapan]. 8. [salah pengucapan] yang lain adalah suara menelan dan suara dari pernapasan dengan lubang tenggorokan. Hampir semua penyebabnya adalah ingin cepat berbicara. Suara keras yang tidak jelas akan susah didengar dan menjadi penghalang percakapan alami. Cara terbaik untuk menghalangi suara yang tidak jelas adalah berbicara dengan pelan-pelan dan segera mengusai [cara menghisap].

Nada Fals

Untuk Anda yang sudah sering bernyanyi di berbagai event dan sudah berlevel advanced, pasti ingin meningkatkan kualitasteknik menyanyi yang benar. Teknis menyanyi yang baik saja tidak cukup kalau Anda ingin menjadi seorang penyanyi profesional. Anda harus menyanyi sesuai pakem dan tata-cara yang benar supaya lagu yang Anda nyanyikan bisa dinikmati semua orang. Biasanya masalah yang sering muncul pada seorangpenyanyiadalah munculnya nada yang meleset atau fals sewaktu bernyanyi, dan tingkat kesulitan lagu yang belum bisa ditaklukkan.

Ini wajar saja karena seorang penyanyi harus meningkatkan kualitas dan kontrol vokalnya. Dibutuhkan konsentransi dan penjiwaan tinggi untuk menaklukkan setiap nada dan tingkat kesulitan selama bernyanyi. Mengatasi Nada Fals yang Muncul Sewaktu bernyanyi, kadang Anda kehilangan kontrol nada. Sebabnya bisa jadi apa saja, tapi sebab yang paling umum terjadi adalah menurunnya konsentrasi. Oleh karena itu, untuk mengatasi nada fals, dibutuhkan latihan konsentrasi yang tinggi dan kepekaan indera pendengar. Latihan paling mudah tentu mendengarkan lagu yang Anda nyanyikan secara berulang-ulang. Kalau tidak memungkinkan, Anda bisa melakukan latihan sendiri yang bernama solfegio atau solfej Latihan solfegio bisa membuat telinga Anda lebih sensitif dengan nada yang Anda ucapkan. Caranya adalah dengan mengambil 4 nada naik dan 3 nada turun (istilah ini juga dikenal dengan nama latihan ―miamo-ami‖. Misalnya, ambil saja nada do-re-mi-fa-fa-mi-re, lalu lanjutkan dengan nada re-mi-fa-sol-solfa-mi, dan ambil nada seterusnya. Cukup mudah bukan? Dengan begitu, Anda bisa lebih mengenal dan tidak akan salah membedakan mana nada re, mana nada mi, dan setereusnya, karena Anda mengambil nada ini berulang-ulang. Mengatasi Range Vokal dan Tingkat Kesulitan Lagu Masalah lain yang muncul dalam belajar teknik menyanyi yang benar, biasanya berupa rangevokal atau tingkat kesulitan lagu yang dinyanyikan. Untuk Anda yang memiliki range suara pendek, ada cara untuk menaklukkan nada-nada vokal range tinggi. Caranya adalah dengan mengambil teknik falseto atau head voice atau istilah nada palsu. Nada ini tidak dikeluarkan dari pita suara Anda, tapi Anda keluarkan dari kepala Anda. Biasanya nada yang keluar dari kepala memang lemah dan tidak berpower. Tapi Anda masih bisa menyiasatinya dengan teknik miking, atau lebih mendekatkan mikrofon ke mulut Anda. Kalau tingkat kesulitan lagu yang menjadi masalah, Anda bisa mengatasinya dengan mengubah kunci atau Anda bisa mencapai range lagu itu. Ini cara paling aman dan tidak berisiko. Anda bisa coba menyanyikan lagu Mariah Carey ataupun Michael Bolton yang terkenal sulit, dengan cara mengubah aransemennya. Lagu versi Anda memang akan memiliki nada lebih rendah, tapi akan tetap pas dan enak didengar. Tapi kalau Anda ingin mengambil kunci dan nada yang sesuai dengan lagu, Anda perlu berlatih ekstra keras dan kontinyu. Semuanya tergantung Anda dan sah-sah saja selama output suara Anda maksimal. Belajar teknik menyanyi yang benar memang tidak mudah, tapi percayalah, semua penyanyi kenamaan idola Anda pasti mengalami fase yang sama dengan Anda.

Pantangan bagi Penyanyi

04MAR2011 1 Comment

by lisakarla in Vocal Setiap penyanyi yang ingin mencapai hasil optimal harus mengupayakan agar mutu suaranya berada pada titik tertentu.

Salah satu cara mencapai hal itu adalah dengan menjaga kesehatan, terutama yang berhubungan dengan alat-alat produksi suara. Untuk itu hidari makanan dan minuman yang memiliki kemungkinan mempengaruhi alatalat tersebut. Para ahli vokal dan paduan suara menganjurkan seorang penyanyi menghindari makanan dan minuman panas atau dingin yang didominasi rasa pedas, mengandung unsur jahe, kencur, asam, dan berlemak dua jam sebelum pementasan.

Tips untuk suara sehat

10 Tips Untuk Suara Yang Sehat.
Beberapa orang meluangkan berjam-jam waktunya berolahraga untuk menjaga kesehatan badannya, tetapi bagaimana caranya menjaga suara agar tetap sehat? Saya sependapat dengan Norman Hogikyan yang mengatakan ?Suaramu adalah duta besar untuk dunia luar. Yang mencerminkan kepribadian dan emosimu. Dan banyak orang menentukan nilai dirimu dari suaramu. Jadi sangat penting untuk berpikir

tentang apa yang orang-orang dengar saat kita berbicara atau bernyanyi. Problem pada suara bisa menjadi masalah yang pelik dikehidupan kita.?. Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan oleh Norman Hogikyan : 1.* Banyak minum air, hindari alkohol dan kafein. Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik, seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dan sebagainya. 2. *Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari terutapa jika telah dipergunakan secara ekstensif. Misalnya guru sebaiknya menghindari atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar. 3. *Jangan merokok. Jika Anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan resiko kanker organ pernafasan. Termasuk menghirup asap dapat menyebabkan iritasi pita suara. 4.* Jangan menyalahgunakan suaramu. Hindari berteriak, juga berbicara keras di ruangan yang ribut. Suara serak merupakan pertanda pita suara mengalami iritasi. 5. *Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara. 6. *Perhatikan caramu berbicara setiap hari. Sekalipun orang yang memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak. 7. *Jangan batuk terlalu sering. Ketika kita batuk (bukan sakit batuk, tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua otot pernafasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah

untuk minum air untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 8. *Ketika sakit, hemat suaramu. Jangan banyak berbicara saat Anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu. 9. *Ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara. 10. *Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Kelembaban udara baik untuk suaramu. Lebih jauh dari itu, pemanasan suara tidak hanya bagus untuk penyanyi tapi juga untuk semua orang. Cobalah lakukan pemanasan dan melemaskan suara sebelum beraktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk melakukannya: ~ Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat dalam perjalanan ke tempat kerja. ~ Lakukan humming ( Menyanyi dengan bibir terkatup alias bersenandung) atau cooing ( menyanyikan nada vocal A, I, U, E, O ) untuk pemanasan suara dipagi hari. ~ Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana terlebih dahulu. ~ Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang. Saat selesai aktivitas, lakukan pendinginan dengan cara yang serupa dengan pemanasan. [ Buka halaman selanjutnya, "Tutorial Olah Vocal Yang Baik Dan Benar 2" ] Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 6 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar :

1. *Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak). Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada, ada bermacam-macam olah pernafasan, yaitu : a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak). b. Pernafasan COSTROL (dengan dada). c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik).

**Proses atau cara melatih pernafasan yang baik dan benar : @Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk, teknik pernapasan yang tidak benar akan menghasilkan suara yang tidak berkualitas.Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.

*Cara bernapas yang baik pada saat bernyanyi sebagai berikut : ~ Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan mengganggu produksi suara. ~ Padawaktu bernapas daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk memproduksi suara, otot-otot di sekitar perut mengencang dan secara konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan berlahan-lahan dan terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Ini yang disebut SUPPORT dan SUSTAIN. ~ Tarik nafas atau hirup nafas anda dalam 8 hitungan (8 detik) : 1 2 3 4 5 6 7 8 ~ Tahan nafas saudara dalam 4 hitungan (4 detik) : 1 2 3 4

~ Keluarkan nafas anda dengan berdesis ( suara ular!) dalam 8 hitungan : 1 2 3 4 5 6 7 8 ~ Bisa juga hal itu disebut 8 4 8 karena menghirup nafas dalam 8 hitungan, menahan nafas dalam 4 hitungan dan mengeluarkan nafas dalam 8 hitungan. Lakukan latihan itu berulang-ulang, dan saat mengeluarkan nafas, desis anda bisa diganti dengan mengucapkan mo atau me atau mu, dll. 2. *Intonasi (Penguasaan Notasi). Intonasi adalah pembidik nada yan tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Untuk bisa memiliki intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard supaya nada yang kita mainkan pasti dan terkontrol. Tapi hal ini dapat diakali jika kita tidak memiliki alat music tersebut. Kita bisa merekam suara piano tersebut di handphone kita dan kita dapat pelajari sewaktu-waktu. Contoh : Kita dapat memainkan tangga nada C kemudian D dan E secara berurutan di piano atau gitar(mungkin kita bisa minta teman kita untuk memainkannya), kemudian kita rekan di handphone. Nada yang dapat direkam mungkin adalah sebagai berikut : ~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Fa Mi Re Do atau ~ Secara Ascending : Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si dan dan Descending : Do La Si Sol La Fa Sol Mi Fa Re Mi Do. Anda bisa melakukan variasi lain misalnya : ~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Si La Sol Fa La Sol Fa Mi Sol Fa Mi Re Fa Mi Re Do 3. *Irama, Birama dan Tempo. Seorang penyanyi yang baik seharusnya belajar untuk bisa menguasai bermacammacam irama atau jenis aliran music seperti : Chaca, Pop, Waltz dan sebagainya. Dia juga harus mengetahui birama lagu, apakah 4/4, ? atau 2/4, dan mesti mengikuti tempo (lambat-cepat) lagu. 4. *Penguasaan Artikulasi (pengucapan kata). Seorang penyanyi selain harus menguasai dan mengahfalkan syair (lirik) lagu dengan baik, juga harus mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan tegas. Untuk membantu agar dapat

memberi “jiwa” pada lagu tersebut, harus juga memahami isi dan maksud yangterkandung dalam lagu. Ada beberapa cara praktis untuk meningkatkan artikulasi anda, yaitu dengan mengucapkan vocal : A I U E O 5. *Tehnik Vibrasi. Vibrasi adalah suatu bentuk suara yang bergetar dan bergelombang dalam tehnik oleh vocal, vibrasi ini merupakan tahap finishing. Fungsinya biar terdengar lebih merdu dan indah. Kalau mau tahu contoh vibrasi yaitu ketika seseorang tertawa terbahak-bahak, suara akan terdengar bergetar dan bergelombang. Kemudian dalam dunia tarik suara, bentuk dasar tersebut dikembangkan menjadi sebuah tehnik dalam bernyanyi yang disebut vibrasi. 6. *Sikap Tubuh Dan Kondisi Saat Menyanyi. Selain hal-hal diatas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sikap tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihanmaupun pada saat kita sedang tampil di panggung/podium. Mengapa sikap tubuh sangat berpengaruh pada sirkulasi nafas yang merupakan unsur penting dalam bernyanyi. Sikap ini harus dilatih, baik sikap duduk maupun sikap berdiri. sikap tubuh sangat mempengaruhi produksi suara seorang penyanyi baik penyanyi solo maupun penyanyi paduan suara. Pada saat menyanyi tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum bernyanyi diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara bersenam, memijat, dll. Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang mengakibatkantubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan tidak maksimal.Posisi tubuh dalam menganyi harus mendapat perhatian. Posisi yang baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengkespresikan dari lagu yang dinyanyikan. Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh bagian pinggang ke atas harus

dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat dibutuhkan.Ekspreasi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan. Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam menyanyikannya, maka alis dapat dinaikan, serta pipi seperti seorang yang sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi. Pada saat menyanyi memang nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja.

Cara bernyanyi yg benar

Cara bernyanyi yang benar
Untuk menjadi seorang vocalis di perlukan pengetahuan teknik-teknik dasar vocal . Dimana tujuannya menghasilkan suara-suara & nada-nada yang merdu dan indah, selain itu mengetahui penggunaan pita suara kita yang benar jangan sampai rusak. Unsur-unsur teknik vocal : 1. Sikap Badan 2. Pernafasan Diafragma 3. Pembentukan Suara 4. Artikulasi Pengucapan 5. Resonansi 6. Phrasering 7. Vibrato

Yang perlu di perhatikan dalam bernyanyi yaitu suara untuk bernyanyi tidak sama dengan suara dalam percakapan sehari-hari. Suara untuk bernyanyi memerlukan pengelolaan yaitu dengan nada-nada yang tinggi rendah, rythem yang beraturan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam bernyanyi. 1. Sikap Badan, berdiri atau duduk dapat dilakukan dalam bernyanyi. Tidak boleh kaku dan tegang, kedua belah tangan tidak boleh ada beban dan menggangu rongga dada, harus relax dan bebas. 2. Pernafasan adalah unsur terpenting dalam menyanyi. Mengambil udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan dengan hemat dan perlahan-lahan. Pernafasan dada dan perut tidak baik karena sangat dangkal dan tidak dapat tahan lama atau cepat lelah. Pernafasan diafragma inilah yang baik digunakan untuk bernyanyi, karena pernafasan ini dapat di tarik lebih dalam dan dapat di tahan lebih lama. Latihan nafas yang paling efektif yaitu dengan suara mendesis atau dengan notasi. Perlu di ketahui bahwa pernafasan sukar di atur dan di kuasai apabila dalam keadaan : • Kurang Sehat • Rasa cemas, ketakutan, dan sedih

• Kurang konsentrasi karena demam panggung 3. Pembentukan suara a. Organ Suara Bila suara ada di pangkal tenggorokan merupakan sumber suara manusia. Bunyi yg berasal dari selaput suara itu ada 2 macam yaitu desah dan nada. Bunyi desah itu semacam letusan pada selaput suara, frekwensi bunyi desah ini tidak teratur. Sedangkan nada yaitu suara kita yang sedang bernyanyi terdengar nyaring, karena selaput suara meregang rata dan seimbang hingga frekwensinya pun teratur. Kemudian untuk mendapatkan suara yang indah dalam bernyanyi, nada yang berasal dari selaput suara harus di olah lagi dalam ruang resonansi dengan suara falsetto (suara palsu). Suara falsetto ini harus masuk ke rongga-rongga resonansi yaitu rongga dada, rongga tekak, rongga sinus, rongga mulut, rongga kepala. Didalam rongga-rongga resonansi ini lah suara yang berasal dari pita suara di perlebar, kemudian di dalam rongga-rongga resonansi ini pulalah suara di olah dengan teknik-teknik vocal sehingga menghasilkan suara nada-nada yang indah. Pengolahan Suara : • Bentuk mulut dengan A, I, U, E, O • Latihan pelemas bibir dengan pi pi pi pi, mo mo mo, mu mu mu • Posisi lidah – lemas pada letaknya, tidak melengkung, jangan menjulur malampaui gigi

4. Artikulasi (Pengucapan) Kata-kata harus di ucapkan dengan baik dan jelas. Misalnya ma, pa bukan menjadi me,moa, pe, poa, dsb Ucapan yang baik itu harus menggunakan alat-alat ucap yang ada di dalam mulut kita yaitu lidah, gigi, bibir dan pangkal lidah. Untuk mempermudah ucapan kata-kata tersebut dapat diatur melalui rongga mulut serta posisi lidah dan bibir yang baik. 5. Resonansi Resonansi berfungsi untuk memperluas dan memperindah suara sehingga terdengar merdu, nyaring dan menawan. Tentu di perlukan teknik-teknik resonansi seperti mengatur bentuk mulut, posisi bibir, posisi lidah sehingga merupakan kotak suara. a. Pengucapan vocal A Mulut harus terbuka seperti lagi menguap, lidah agak ditarik ke dalam dan ujung lidah menyentuh gigi bawah. b. Pengucapan vocal E Mulut di buka lebih kecil dari pengucapan vocal A, kemudian dilebarkan kiri dan ke kanan dan di bunyikan menggema. c. Pengucapan vocal I Bentuk mulut hampir sama dengan bentuk mulut pengucapan vocal E. Perbedaannya ialah bibir atas dan bibir bawah lebih di rapatkan dan di suarakan menggema. d. Pengucapan vocal O Mulut di buka sedikit lebar dan kedua bibir di bulatkan dan lidah di tarik ke dalam. e. Pengucapan vocal U Mulut di buka lebih kecil dari vocal A. Setelah kita melakukan vocal dengan baik maka perlu berlatih menyuarakan huruf-huruf konsonan. Konsonan adalah huruf-huruf yang tidak berbunyi dan dapat berbunyi bila di hubungkan dengan

huruf-huruf vocal, oleh karena itu dalam latihan menyuarakan konsonan di sertai dengan vocal. Konsonan dapat dibedakan menjadi beberapa macam : • Huruf-huruf bibir (m, b, p) • Huruf-huruf gigi (n, t, d) • Huruf-huruf desis (s, c, z) • Huruf-huruf langit-langit (h, g, k) 6. Phrasering Aturan pemenggalan kalimat bahasa, atau kalimat musik menjadi bagian-bagian yang lebih pendek tetapi tetap mempunyai kesatuan arti. Phrasering terdiri dari 2 macam yaitu : • Phrasering kalimat bahasa • Phrasering kalimat musik

7. Vibrato Suara yang bergelombang (hidup) dalam bernyanyi, tidak semua kalimat lagu menggunakan vibrato, adakalanya kalimat lagu itu polos atau dikurangi. Vibrato yang berlebihan dapat mengubah nada dan vocal, sedangkan vibrasi yang di buat-buat akan memberi kesan seperti kedinginan 8. Penjiwaan Musik adalah universal yaitu bahasa dunia. Dari musik dan melodinya kita dapat menjiwai lagu itu dan harus di pelajari seperti syairnya, dinamikanya, melodikanya, temponya, karakternya, dan nada dasarnya. Terutama penjiwaan lagu itu bila kita dapat menghapal lagu itu maka akan jauh lebih sempurna. Musik itu indah dan musik adalah bahasa universal, melalui musik kita bisa menginterprestasikan makna dan tujuan dari lagu itu. Dengan kata lain musik adalah bahasa dunia. Dengan melatih vocal kita bisa mendapatkan banyak manfaat : a. Correcting your voice and speaking b. Healthty c. Enrich your imagination d. Self confident A. Correcting voice and speaking Banyak orang yang bernyanyi dan bicara dengan menggunakan suara yang salah sehingga menghasilkan bicara yang tidak enak di dengar. Bicara yang tidak dapat di dikontrol dengan suara yang keras dan berisik, dengan posisi suara yang tegang, cepat capek dan lelah, terasa tenggorokan kering dan serak dan bernyanyi juga banyak yang salah sehingga banyak menghasilkan nada-nada yang sumbang (false) dengan ucapan-ucapan yang tidak jelas. Nada-nada tinggi yang tidak tercapai dan nada-nada rendah yang tidak tepat sehingga menghasilkan suara dan nada yang tidak merdu, suaranya kasar, cepat lelah dan pita suara nya akan serak. Jika sering dilakukan akan mengakibatkan kerusakan pita suara, ini sangat berbahaya, harus cepat disembuhkan yaitu dengan latihan vocal yang benar. B. Healthy Dengan melatih vocal kita bisa menolong dan mencegah bagi kesehatan kita dari berbagai macam penyakit : - Penyakit pita suara - Penyakit asma - Penyakit sinusitis

Manfaat melatih vocal bisa menyembuhkan penyakit ini yaitu dengan menggetar resonansi di rongga sinus. Tiap hari dilatih sehingga rongga sinus nya bersih dari lendiran-lendiran yang menempel di rongga itu. - Penyakit jantung - Penyakit stress - Penyakit stroke ringan - Awet Muda C. Enrich your imagination Melatih vocal bisa menambah daya imaginasi kita, kita bisa mencipta lagu, menghayal dengan gembira, menghayal dengan sedih, rindu dan mengasihi.

Satu lagi nih keajaiban musik. Musik ternyata nggak hanya mengaduk-aduk perasaan pendengarnya. Selain bisa membuat kita tertawa dan menangis, musik juga bisa menyembuhkan penyakit. Tidak penyakit psikis alias mental. Bahkan konon kabarnya, musik bisa menyembuhkan orang gila menjadi normal kembali. The magic of music, kita bisa menyebutnya demikian. Musik-musik tertentu mempunyai sihir yang dapat menyenangkan hati dan menenangkan pikiran. Musik memiliki magnet untuk menarik perhatian dan merasang fungsi otak. Ia juga mudah dimengerti, asyik dinikmati, dan sangat efektif sebagai alat bantu mengingat. Ini yang membuat musik punya pengaruh besar dalam penyembuhan. Julius Portnoy, seorang pakar musik seperti yang dijelaskan dalam majalah gadis, mengatakan kalau musik juga bisa mengubah laju metabolisme tubuh, meningkatkan dan menurunkan tekanan darah serta mempengaruhi energi tubuh. Akibatnya, tubuh yang awalnya tegang bisa sedikit mengendur dan kembali tenang setelah mendengarkan musik yang berirama tenang. Dalam keadaan tenang inilah tubuh kita terangsang untuk menghasilkan hormon endofrin yang membuat diri kita menjadi rileks. Mau tau nggak cara musik menyihir dan menyembuhkan pasien-pasiennya? Nih, saya kasih tau rahasianya. Dengan bernyanyi. Menyanyi digunakan untuk membantu orang yang menderita gangguan bicara agar bisa melatih artikulasi dan mengatur pernapasan. Setiap lagu yang dinyanyikan akan membantu mereka mengingat pengucapan kosakata baru. Sementara setiap lirik yang dilafalkan bisa membantu mereka yang mengalami gangguan ingatan. Memainkan alat musik. Bermain alat musik bisa membantu mereka yang bermasalah dalm mengontrol emosi. Mempelajari alat musik juga akan membantu mengembangkan kemampuan musikal sekaligus mengembangkan kepercayaan diri, harga diri, dan disiplin. Mencipta lagu. Ini berguna untuk mengembangkan rasa kooperatif dan saling berbagi rasa, ide, dan pengalaman. Khusus untuk anak-anak, dengan membuat lagu akan mendorong mereka untuk mengekspresikan diri dan memahami rasa takut. Dengarkan musik. Mendengarkan dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif, seperti perhatian dan ingatan. Mendengarkan musik juga membantu pikiran menjadi rileks. Oh ya, sihir musik ini tidak hanya bisa bagi orang sakit saja, lho. Tapi juga buat kamu-kamu yang sehat. Biasanya musik digunakan buat orang sehat yang ingin menambah

spirit hidup. Ini terbukti dari banyaknya orang yang menggunakan musik sebagai kebutuhan sehari-hari. Misalnya, waktu kita belajar, dalam perjalanan, sampai saat akan tidur.

Range Vokal
Kadang kita menyaksikan seorang penyanyi dipanggung ,saat menyanyikan sebuah lagu yang range irama/nadanya sangat ektrim yakni dibeberapa bait menuntut untuk nada tinggi dan bait yg lain mengharuskan dengan nada yang rendah . .. untuk penyanyi yg profesional tdaklah mengalami kesulitan , tapi bagi penyanyi yang jam terbangnya masih sedikit ,hal ini kadang menjadi batu sandungan, untuk menghidari kesullitan ini ada beberapa tips untuk meningkatkan RANGE VOKAL sbb:

Hamming

Salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala. Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan……… tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya….. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi “N” atau “M”. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi …….. nnnnnnnnn…. Atau….. mmmmm. Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada. Seorang atlet harus melakukan pemanasan (warming up) terlebih dulu sebelum mulai berolah raga, agar terhindar dari cedera atau keseleo urat. Demikian juga dengan seorang vokalis. Untuk menjaga performa saat bernyanyi di panggung atau memelihara kualitas vokal, seorang penyanyi harus melakukan pemanasan yang sering disebut dengan vokalisi (vocalizing). Vokalisi cukup beragam, yang termudah dan tersimpel adalah dengan melafalkan huruf-huruf vocal a i u e o, baik dengan nada maupun tanpa nada. Vokalisi sederhana ini cukup efektif untuk melenturkan bibir, rahang, dan rongga mulut. Selain mudah, vokalisi a i u e o ini juga bisa dilakukan dengan hanya hitungan detik atau menit. Setelah itu, vokalisi dapat ditingkatkan dengan meniti tangga nada dari terendah atau sedang ke nada tinggi. Bisa dengan lagu atau melalui solmisasi atau solfegio. Alangkah baiknya jika latihan vokalisi ini tidak hanya dilakukan pada saat hendak tampil di panggung saja, tapi dilakukan secara rutin.

Melatih Pernafasan

Nafas yang prima sangat penting artinya bagi seorang penyanyi. Penguasaan teknik pernafasan

mutlak harus dimiliki, jika si penyanyi ingin sukses di dunianya. Namun, bagaimana caranya memiliki nafas yang prima? Nafas, biasanya menjadi kendala jika tidak dijaga dan dilatih. Berikut ini penulis mencoba berbagi salah satu tips untuk menjaga dan memanjangkan pernafasan melalui sebuah latihan sederhana. Sebelum berlatih, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Salah satu teknik pernafasan dalam olah vocal yang efektif adalah teknik pernafasan perut. Bukan pernafasan dada. Cara gampang untuk membedakan Nafas Perut dan Nafas Dada adalah: dalam nafas perut, ketika menarik nafas, perut mengembung, sedangkan dalam nafas dada, ketika nafas ditarik, yang mengembung adalah dada. Gampang kan? Oke kita mulai berlatih: Siapkan posisi tubuh, bisa berdiri atau duduk bersila. Tegakkan punggung/badan. 1. Tarik nafas (dengan nafas perut), hitung hingga 10 detik. Pada hitungan ke-10 (detik), perut full mengembung. 2. Hitungan 10 detik berikutnya, tahan nafas. Dalam posisi perut full mengembung, tahan hingga perut terasa keras. Boleh dicek dengan menepuk-nepuk perut yang mengeras. 3. Hitungan 10 detik berikutnya, keluarkan nafas pelan-pelan melalui mulut. Atur pengeluaran nafas se-efisien mungkin sampai hitungan ke-10 (detik). Agar pengeluaran nafas bisa sehemat mungkin, mulut dibuka sedikit saja sambil membunyikan ”ceessssss” 4. Berikutnya, ulangi latihan ”tarik-tahan-keluar” tersebut dengan penambahan durasi waktu secara bertahap. Misalnya, dengan penambahan per 5 detik, menjadi 15, 20, 25, dst. hingga batas waktu terlama. 5. Jika dalam satu durasi waktu masih dirasa berat…coba diulang beberapa kali.

Jika dalam latihan menemukan masalah atau nafas belum juga panjang dan stabil.

Meningkatkan Range Vokal

Solfegio Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang rang vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya. Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek.

Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak. Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik ”vokal kepala” atau ”suara langit-langit”. Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada. Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut:

BERLATIH VOCAL
A. Musik Vokal

Musik adalah suatu susunan tinggi rendah nada yang berjalan dalam waktu. Sebagai seni disebut sebagai susunan suara atau bunyi. Musik terdapat di setiap daerah, negara, maupun suku yang masih terbelakang. Dengan kata lain musik itu ada di setiap kebudayaan. Musik yang di kenal sekarang terdiri dari dua jenis. Pertama adalah musik instrumen (tiup, petik dan pukul). Alat ini dapat di mainkan oleh anggota tubuh manusia, seperti tangan, kaki dan mulut. Kemudian yang ke dua adalah musik yang dapat di keluarkan oleh alat ucap manusia, biasanya di sebut sebagai musik vokal (Margarisye, 1990 : 7). Seperti halnya alat musik yang terdiri dari bagian-bagian yang kecil, demikian halnya dengan tubuh manusia. Tubuh manusia sebagai alat musik yang melahirkan suara mempunyai organ –organ yang dapat di lihat melalui alat tertentu. Namun instrumen ini dapat di pelajari oleh manusia serta dapat mengeluarkan nada yang di kehendaki. Dengan kata lain seni vokal adalah seni suara. Bernyanyi dengan menguasai teknik yang benar dan baik adalah dambaan setiap penyanyi. Banyak orang yang ingin dapat bernyanyi, namun banyak pula hanya sekedar bernyanyi tanpa memperhatikan dan mempelajari bagaimana memproduksi suara yang benar setra menggunakan resonansi-resonansi yang ada dalam tibuh. Dengan kata lain dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan untuk kemampuan bernyanyi yang baik belum di miliki secara memadai. Adapun seni vokal yang dimaksud disisni adalah seni bernyanyi,bernyanyi yang baik tidak hanya dikuasai oleh orang-orang berbakat atau mempunyai materi suara yang bagus, akan tetapi bernyanyi dapat di pelajari oleh siapa saja. Dalam belajar vokal kemampuan mendengar sangat di perlukan untuk mengontrol apakah lagu yang di nyanyikan sudah sesuai dengan intonasi yang ada pada karya musik tersebut. Kemampuan membaca di perlukan unutk latihan membaca repetoar-repertoar vokal,sehingga apabiala kemampuan membaca lancar sangat memungkinkan untuk bisa berlatih vokal dengan baik.

Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam belajar vokal di antaranya: belum dimilikinya teknik vokal yang benar, kemampuan solfegio yang rendah, terbatasnya fasilitas yang di gunakan untuk latihan vokal, serta kurangnya latihan. Apakah setiap penyanyi dengan latar suara yang bagus sudah menguasai teknik vokal yang baik dan benar. B.Teknik Vokal Bernafas merupakan irama yang sangat alamiah dalam kehidupan manusia. Pernafasana yang teratur juga akan menciptakan suatu irama yang menentramkan. Dalam bernyanyi, pernafasan tidak hanya memegang peranan dalam menciptakan suara tetapi juga suasana yang dikehendaki suatu nyanyian. Ada bermacam-macam cara pernafasan dalam bernyanyi : 1. Pernafasan Dada pernafasan dada ialah pernafasan dimana rongga dadalah yang berkembang (membusung) pada waktu tarik nafas. Pada saat itu bahu dan bagian leher juga dalam keadaan tegang. Sementara alatalat suara terletak di tenggorokan dan alat pernafasan seperti Trachea, Bronce dan paru-paru terdapat dalam rongga dada. Maka ketegangan dalam rongga dada, bahu dan leher puna akan menimbulkan kesatuan pada alat-alat tersebut. Akibatnya suara yang dikeluarkan akan tegang dan kaku. Pernafasan dada ini merupakan pernafasan yang salah, kalau ini terjadi terus menerus mengakibatkan paru-paru tidak baik. 2. Pernafasan Perut Pernafasan perut adalah pernafasan yang mana perutlah yang berkembang. Cara ini tidak sanggup memberikan pelontaran suara. Lebih-lebih pada suara tingi dan besar, oleh karena itu hal inipun kurang efektif. 3. Pernafasan Diafragma Pernafasan diafragma adalah pernafasan dimana bagian sekat rongga badan mengembang pada waktu tarik nafas. Tempatnya diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan yang benar adalah tergantung pada kerjanya diafragma pada organ tubuh secara baik dan teratur. Diafragma adalah jalinan otot-otot yang kuat dan cembung. Fungsinya adalah sebagai otot-otot penggerak pernafasan atau membantu paru-paru dalam menyedot dan menghembuskan nafas. Maka usahakanlah agar selalu bisa digunakan secara efektif (Pranajaya, 1979: 42). Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk pernafasan diafragma : 1. Latihan dimulai dengan mengeluarkan nafas secara biasa tanpa ketegangan dan jangan sampai udara yang dikeluarkan habis, karena hal ini akan mengakibatkan ketegangan. Tunggulah sebentar sampai perut mengerut dan sisi badan dalam keadaan kurus. Usahakan pengeluaran nafas ini melalui mulut, kemudian dengan mulut tertutup ambillah nafas melalui hidung tetapi jangan sampai penuh, karena hal ini akan mengakibatkan tidak tenang dalam bernyanyi. Lama latihan sesuai dengan kondisi mana yang enak bagi badan sendiri.

b. Latihan untuk memperkuat diafragma yaitu dengan cara berbaring dan letakkan buku yang berat diatas perut, kemudian ambillah nafas. Usahakan desakkan nafas berhasil mendorong perut yang telah dibebabni buku keatas dan kebawah. Latihan diatas dapat juga dilakukan dengan berdiri, letakkan kedua tangan di pinggang sambil menekan perut. Waktu mengambil nafas usahakanlah desakkan diafragma dapat mengatasi tekanan kedua tangan tadi. Tahanlah nafas sebentar lalu keluarkan secara teratur dan pelan melalui mulut. c. Latihan agar diafragma dapat bergerak cepat dan kuat, yang paling sederhana adalah dengan menggunakan gerakan yang agak keras yaitu tertawa terbahak-bahak, sehingga perut merasa terguncanag-guncang. Tetapi janagn melakukan ini secara berlebihan. Latihan ini dapat juga mengusir kesedihan, ketakutan dan segala ketegangan. d. Latihan ini dimaksudkan untuk menghindari kebocoran nafas dan sekaligus untuk dapat menghemat nafas. Caranya dengan menyanyikan huruf “A” pada nada yang paling enak didepan sebuah lilin yang menyala. Disini dapat dilihat keberhasilan dalam melaksanakan latihan-latihan sebelumnya. Kalau dapat mengeluarkan udara yang benar dan enak, maka udara yang keluar akan menjadi suara tanpa mematikan nyala api lilin. Kalau dalam bernyayi sudah dipelajari teknik bernafas dan sikap badan yang baik, selanjutnya kita pelajari teknik menggunakan resonansi. Adapun fungsi resonansi itu sendiri adalah menambah keindahan suara, sehingga menjadi bunyi yang gemilang. Resonansi adalah suatu gejala pemantulan kembali bunyi yang dikeluarkan oleh pita suara, jadi merupakan suatu gema yang timbul karena adanya ruangan yang memiliki dinding yang keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa adanya rongga resonansi, suara manusia tidak akan bisa keras karena pita suara sangat pendek dan hanya mampu mengeluarkan bunyi yang lemah sekali. Dalam tubuh manusia terdapat banyak rongga resonan, tetapi yang paling berperan dan erat hubungannya dengan menyanyi adalah rongga resonan yang berada di atas pita suara.

Rongga resonan dapat dibagi menjadi dua : a. rongga resonan yang bentuknya tidak dapat diubah, yang terdiri dari 1. Rongga dahi 2. Rongga tulang baji 3. Rongga tulang saringan 4. Rongga rahang atas dan bawah b. rongga resonansi yang bentuknya dapat diubah misalnya: 1. Rongga tenggorokan yang letaknya dibawah anak tekak.

2. Rongga mulut 3. Rongga hidung Dari kedua rongga diatas yang paling penting fungsinya adalah rongga resonan yang bentuknya dapat diubah, karena dengan rongga inilah dapat diketahui perbedaan warna suara dan huruf hidup yang diucapkan (Pusat Musik Liturgi, 1984: 31). Resonansi dapat dikembangkan dengan latihan bersenandung cara bersenandung bibir dirapatkan, gigi jangan dirapatkan kemudian rongga mulut dan tenggorokan diperluas. Dengan mengucapkan huruf “M” kemudian kepembentukkan huruf hidup, dengan membuka mulut (menurunkan rahang bawah). Oleh sebab itu suara dari huruf hidup itu akan beresonansi juga. Untuk belajar musik paling tepat adalah sanggup membaca melodi dalam notasi angka maupun notasi balok. Melodi adalah rangkaian dari beberapa nada atau sejumlah nada yang berbunyi atau dibunyikan secara beruntun (M. Soeharto, 1986: 2). Disini yang menjadi perhatian adalah ketinggian bunyi atau “Pitch” dari masing-masing nadanya. Intonasi adalah pembidikan nada yang tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Seseorang yang sedang bernyanyi sering Sumbang atau sering Fals padahal memiliki materi suara yang baik dan kadang bunyi tidak sesuai dengan yang diinginkan, lama kelamaan tinggi nada menjadi turun dan pada waktu menyanyikan nada tinggi tidak tahan beberapa ketuk . . .. . Ada bebersapa sebab mengapa penyanyi kurang tepat dalam menyanyikan sebuah lagu/nada . . .. .nanti akan saya tuliskan pada artikel berikutnya . . . Wilayah suara

Tips Mengetahui Wilayah Suara Anda atau Seorang Penyanyi Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan wilayah vokal dan karakter suara kita dengan menggunakan beberapa rumus yang rumit. Namun pada kesempatan ini akan ditawarkan satu cara yang sangat sederhana yang bisa dipraktekkan oleh siapa pun. Ikutilah suara lagu-lagu dibawah ini tanpa menggunakan falsetto (suara dalam/palsu). Caranya, putarlah rekaman lagu-lagu di bawah ini dan ikutilah suara sang Vokalis saat ia bernyanyi, dengan menyamai ketinggian suaranya Untuk Wanita : 1.Lagu : Menghitung Hari (KD), Snow On Sahara (Anggun)

2.Lagu : Aku baik-baik saja (Ratu), Tirai (Dewi Gita), Terlena (Ike Nurjanah) 3.Lagu: 1 bait pertama lagu Burung Camar (Vina Panduwinata), 1 bait pertama Aku Baik-Baik Saja (Ratu) 4.Lagu: Cinta (Vina Panduwinata), Burung Camar (Vina Panduwinata) 5.Lagu: Hero (Mariah Carey), I will Always Love You (Whitney Houston), The Power Of Love (Celine Dion), My Heart Will Go On (Celine Dion) Kunci: Jika anda bisa menirukan 100 % dengan tepat pada nada dasar aslinya, tanpa menggunakan falsetto, tercekik, atau terlalu rendah pada poin-poin di atas tadi, maka anda adalah: 1.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Sopran 2.Lagu pada poin 2 anda adalah seorang Mezzo Sopran 3.Lagu pada poin 3 anda adalah seorang Alto 4.Jika anda bisa melakukan pada poin 4 di atas, maka suara anda memiliki ring suara atau wilayah suara yang panjang. Anda bisa menjadi penyanyi Alto, Mezzo Sopran, atau pun Sopran 5.Jika anda bisa melakukan pada poin 5, maka anda memiliki ring suara yang sangat jauh (panjang), dari paling rendah hingga paling tinggi. Dan suara anda tergolong langka di dunia. Bisa mencapai 5-7 oktav jika diukur menggunakan sebuah piano. Dan bisa menjadi seorang penyanyi hebat

Untuk Pria 1.Lagu: Sewu Kutho (Didi K), Menunggu (Ridho Rhoma), Kangen (Dewa 19), Musisi (God Bless), Dea Lova (Once), English Man In New York (Sting), Chareless Whisper (George Michael) 2.Lagu: Bukan Cinta Biasa (Afgan), Terima Kasih Cinta (Afgan), Can’t Help Falling In Love (Julio Iglesias) 3.Lagu : 1 bait pertama Lagu My Way (Frank Sinatra), 2 baris pertama Biar Bulan Bicara (Broery Marantika) 4.Lagu : You Raise Me Up (Josh Groban), Biar Bulan Bicara (Broery Marantika), Hati Yang Terluka (Broery Marantika) 5.Lagu : Wild World (Mr. Big), Final Count Down (Europe), She’s Gone (Steel Heart), November Rain (GNR), Forever In One (Helloween) Kunci: Jika anda bisa menirukan 100 % dengan tepat pada nada dasar aslinya, tanpa menggunakan falsetto, tercekik, atau terlalu rendah pada poin-poin di atas tadi, maka anda adalah: 1.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Tenor 2.Lagu pada poin 2 anda adalah seorang Bariton 3.Lagu pada poin 1 anda adalah seorang Bass 4.Jika anda bisa melakukan pada poin 4, maka suara anda memiliki ring suara atau wilayah suara yang panjang. Anda bisa menjadi penyanyi Bass, Bariton, bahkan Tenor 5.Jika anda bisa melakukan pada poin 5, maka anda memiliki ring (wilayah) suara yang sangat jauh

(panjang) dari paling rendah hingga paling tinggi. Dan suara anda tergolong langka di dunia. Bisa mencapai 4-6 oktav jika diukur mengguanakan piano. Dan bisa menjadi seorang penyanyi berpotensi tinggi. PERHATIAN !!! JANGAN MEMAKSAKAN SUARA ANDA UNTUK MENGIKUTI SUARA SEORANG PENYANYI YANG BERSUARA SANGAT TINGGI. BERBAHAYA! PITA SUARA ANDA AKAN TERLUKA. DAN JIKA SUDAH TERLUKA ANDA TIDAK AKAN BISA BERNYANYI ATAU BERSUARA SEBAIK SEBELUMNYA

Penapasan

Ini adalah bagian utama dan terpenting dalam sebuah latihan vocal. Kalian tahu kenapa..? Karena nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “. Dan nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.

Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 ( tiga ) jenis pernafasan. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. 1. Pernafasan Bahu Yaitu pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.

2. Pernafasan Dada Yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus. 3. Pernapasan Diafragma Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu. Dengan pernafasan diafargma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan. GIMANA CARNYA MELATIH PERNAFASAN DALAM BERNYANYI? Cape’ neh ngetiknya.. Gini aja, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih pernafasan ini, khususnyamelatih “DIAFRAGMA” penyanyi, antara lain: a. Dengan berdiri santai, badan lurus, sambil meletakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tariklah nafas melalui hidung dengan cara perlahan atau dengan cepat, dan rasakan bahwa jempol kamu tadi terdorong kesebelah luar, sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga. Jika telah terasa penuh, kemudian nafas tadi dikeluarkan dalam bentuk senandung vocal “a” atau konsonan “s” ataupun dengan hitungan. Yang jelas bukan dengan cara mendorong, tapi mengeluarkan nafas sehemat mungkin. Lakukan minimal 20x setiap hari atau setiap ada kesempatan buat latihan. Ini akan membuat otot-otot perut kamu menjadi semakin kokoh dan kuat. b. Dengan posisi tidur terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapabenda seperti buku diatas perut sebagai beban dan tariklah nafasseperti bagian "a" diatas serta rasakan bahwa beban diatas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya. Jika telah terasa penuh, keluarkan lagi seperti yang “a” tadi dan lakukan minimal 20x sehari ato tambahan kapan aja kamu punya waktu buat latihan. Latihan ini bisa membuat otot perut menjadi kokoh serta kita pun jadi santai untuk mengucapkan kalimat. Selain itu juga dapat merubah kebiasaan bernafas yang dilakukan dengan mengangkat bahu atau membusungkan dada. Ada juga cara buat nguatin otot perut yaitu dengan tertawa terbahak bahak , sampai terasa klo perut tergoncang goncang. Tapi klo latihan ini harus dilakukan dengan sangat hati hati, karena nanti bisa dibilang orang gila (hehehe) Pengambilan nafas pada saat memulai lagu atau awal kalimat lagu dapat dilakukan dengan menarik nafas melalui hidung dengan santai. Namun jika pada saat bernyanyiatau ditengah lagu sebaiknya dilakukan dengan singkat atau dengan mendengkus, seperti kita nyium aroma yang harum atau aroma makanan ( Hmmm Jadi laper neh.. ). Pada pernafasan yang demikian, kita hanya mengembangkan pernafasan “alami” yang kita

miliki, akan tetapi jika pernafasan alami “naik turunnya sama” sedangkan penyanyian itu “ menariknafas dengan cepat dan mengeluarkannya dengan sehemat mungkin” karena tujuan utama kita adalah menyelesaikan satu kalimat dalam satu tarikan nafas. Dengan demikian kalimat yang kita ucapkan /nyanyikan kedengaran indah dan bermutu, tidak tersendat-sendat. Dah duluyah… ngetik ini aja 3 hari. Capek neh.. Dalam artikel berikutnya akan kita pelajari tentang MEMBENTUK SUARA dan bagaimanaProsesTerbentuknya Suara . Tunggu yah…

Bisakah memperluas range vokal?
By ADMIN | Published: FEBRUARY 3, 2011

Setiap manusia memiliki vokal yang unik, tidak ada satupun yang betul-betul sama persis. Kualifikasi sopran, alto, tenor, dan bass adalah kualifikasi secara umum yang digunakan pelatih paduan suara, apakah kualifikasi tsb. merupakan hal yang sudah pasti, misalnya apakah seorang soprano sudah pasti memiliki range C4-C6 dan tenor C3-C5? tidak juga, karena setiap orang memiliki suara yang unik. Umumnya laki-laki memiliki suara lebih rendah dibanding perempuan, hal ini disebabkan karena pita suara yang dimiliki laki-laki lebih tebal dan panjang, sedangkan perempuan lebih tipis dan pendek. Jika anda lihat senar pada gitar, senar 6, yaotu yang paling atas, yang suaranya paling ngebass, pasti lebih tebal dibanding senar yang paling tinggi yaitu senar 1 yang tipis di bawah. Apakah range suara bisa diperluas, jawabannya, ya, bisa. Tetapi seorang yang suaranya masuk kualifikasi bass, tentu tidak akan lalu berubah menjadi seorang sopran, ataupun sebaliknya. Sama halnya sebuah gitar tidak bisa memainkan nada rendah seperti sebuah bass. Kalaupun seorang bass bisa menyanyikan nada dalam range alto, suaranya tidak akan sehalus dan sebagus seorang alto yang menyanyikan, begitu juga sebaliknya. Saya dalam melatih paduan suara seringkali harus memberi contoh penyanyi sopran bagaimana

menyanyikan bagian mereka, saya contohkan dengan nada tinggi ala sopran, tetapi tentu suaranya terdengar aneh, tidak akan sebagus jika seorang sopran yang menyanyikannya. Berita bagusnya, kebanyakan dari kita belum menggunakan range kita secara maksimal. Itu yang harus kita latih, menggunakan range suara secara maksimal. Dulu sebelum berlatih vokal secara intensif, nada paling rendah yang bisa saya nyanyikan paling hanya sampai A, tetapi setelah berlatih saya sekarang bisa mencapai F# di bawah A yang dulu, cukup signifikan. Untuk nada tinggi, penyanyi harus belajar menyanyikan nada tinggi tanpa ada tekanan dan paksaan, belajar mengenai suara dada dan suara kepala, lalu berlatih untuk menghaluskan transisi antara keduanya. Metode menghaluskan transisi (biasa disebut pasaggio di ilmu vokal klasik) dulunya dilatih dalam metode Bel Canto, sebuah metode yang berkembang pada abad 17an. Latihan apa yang bisa kita lakukan untuk memperluas range vokal kita? contoh latihan, lip trill atau buat suara brrrr dengan bibir atau tounge trill suara brrrr dengan lidah, lalu dengungkan nada do mi sol do sol mi do, setelah itu naik setengah nada dan lakukan lagi, lakukan latihan ini dan saat anda semakin tinggi, rasakan suara anda berpindah dari depan ke belakang tenggorokan, biarkan hal itu terjadi secara alami, rasakan suara anda menjadi lebih ringan dan enteng, jadi jangan dipaksakan atau dutarik hingga urat leher anda tegang, semuanya harus tetap rileks. Jika terasa tegang saat meraih nada tinggi, bungkukkan badan anda saat nadanya tinggi, lalu kembali tegak saat nadanya turun. Latihan di atas hanyalah satu contoh dari latihan vokal yang baik untuk memperluas range kita. Anda bisa mencari banyak contoh latihan lainnya di YouTube, tetapi ingat, jika latihan tersebut terasa tidak nyaman atau bahkan sakit, sebaiknya tidak diteruskan. Selamat mencoba!
This entry was posted in Vokal and tagged Vokal. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL. « Kenny G’s finest two minutes and 47 seconds Masterclass Conducting via Twitter oleh Addie MS »

11 Comments

1.

vickar "cashback"
Posted February 3, 2011 at 10:35 pm | Permalink

Woow luar biasa.. artikel ini d publish pas aku bth.. makasih om.. sharing ilmunya

.. sangat membantu dan thanks

2.

mad_gorilla
Posted February 7, 2011 at 11:22 pm | Permalink

mmm baru ngerti kalo brr brr tu buat nambah range biasanya ngikutin cd doank g ngerti fungsinya om indra pliz bahas teknik latian2 lain donk

3.

arie lakwij
Posted March 3, 2011 at 11:52 pm | Permalink

halo mas indra,…. Blog ini keiyen.. Hehehe… Tp sya mau tanya neh…. Karena sya terkadang bingung sendiri… Hhehehe…. Tapi sebelumnya ini profil range vocalku… Lowest : E2 highest chest voice : G5 (cuma dpt digunakan sesekali) highest falsetto : D6 whistle register : C7… Nah saya termasuk jenis suara apa yah? Saya cowo yah.. Hehehehe

4.

Willy
Posted March 17, 2011 at 8:54 pm | Permalink

Maaf mas mau tanya penting nih…aku bisa nyanyi kayak sopran gitu tapi pake falsetto aku cowok yah…apakah itu termasuk sopran???dimohon balasannya

5.

admin
Posted August 21, 2011 at 11:30 pm | Permalink

@Willy iya, sopran itu kan range, jadi kalau kita laki-laki nyanyi dengan head voice setinggi range sopran ya itu sopran.

6.

admin
Posted August 21, 2011 at 11:31 pm | Permalink

@arie lakwij saya rasa kalau anda sampai ke E2 dan anda ada dalam choir saya, saya akan minta anda nyanyi di section bass.

7.

Moio
Posted September 22, 2011 at 11:28 pm | Permalink

Thanks for sharing! Ijin sharing ke sini ya, semoga berguna buat temen2 di Komunitas Bengkel Musik. http://www.bengkelmusik.com/forum/showthread.php?p=200948#post200948

8.

simple
Posted October 18, 2011 at 1:09 am | Permalink

om, kalau ngelatih transisi dari chest voice ke head voice nya bagaimana? lalu terkait komen mas arie, bedanya whistle voice dengan falsetto apa ya? head voice ama falsetto juga beda ya?apa ya om?terima kasih om prof!

9.

admin
Posted October 18, 2011 at 9:50 am | Permalink

@simple jadi, yang terjadi pada koordinasi otot pita suara kita saat kita falsetto itu berbeda dengan head voice. kalo head kedua pita suara bertemu, sedangkan falsetto tidak makanya kualitas suaranya mendesah, atau bocor. kalo whistle beda lagi koordinasi pita suaranya. bisa googling aja untuk infonya. melatih transisi chest-head voice banyak cara, salah satunya dengan humming dari atas ke bawa dan sebaliknya tanpa terputus falsetto.

10.

simple
Posted November 17, 2011 at 5:01 am | Permalink

makasih Om untuk penjelasannya.. Lalu saya mau tanya lagi ni Om (maaf kalau kebanykan nanya, tp saya sangat interest dengan blog Om ini!!), masih sangat penasaran..saya pernah les vokal beberapa bulan, tp karena bosan latihannya tentang bernafas dan pemanafasan melulu, saya stop saja. Dan mungkin latihan sendiri lebih baik atau rileks (pendapat saya sendiri sih). Yang mau saya bahas Om selama les dan sekarang itu masih kelemahan saya adalah mengenai bernyayi nada tinggi (saya juga adalah penyanyi tenor, di padus saya masuk tenor 2 *mgkn seperti bariton* saya tidak ingat range saya Om, saya sepertinya buta nada maksudnya tidak hapal bunyi2 kunci tp saya bisa masuk/bernyanyi mengikuti kunci yg dikasih). Maksudnya bernyayi nada tinggi di sini, saya misal nyanyi range rendah, lalu kalau ada overtune, misal harus pindah register, selalu kesulitan buat nyanyi dari perpidanhan range itu, padahal kalau langsung tembak (saya diam, lalu langsung nyanyi di range overtune itu, tanpa dari range rendah, anehnya saya bisa Om!). Agak sulit memang Om,menunjukkannya dengan tulisan..hmm, kalau Om kebayang, bisa tolong beri penjelasan sedikit tidak ya dan cara melatihnya supaya bisa diatasi masalah saya ini? Oia, satu lagi Om, saya juga adalah seorang penyanyi di paduan suara selama 2 tahun lebih, anehnya saya masih tidak bisa baca not (partitur angka malah) jadi selama ini dihafal saja. Mungkin ini ada kaitannya dengan ketiakbisaan saya dalam memainkan salah satu instrumen musik (saya ga bisa main musik2 apa Om). padahal saya itu sudah 2 tahun lebih mengikuti kegiatan paduan suara (di bandung, *paduan suara bergenre pop gospel sbgai petunjuknya*). Ada tidak ya Om, tips atau latihan efektif atau terapi barangkali supaya bisa baca not tanpa diajarin dulu lagunya bunyinya gimana (baca not sendiri langsung gitu, berikut baca tempo2nya)?ini benar2 terjadi Om. Entah saya yang bodoh atau tidak atau saya salah belajar atau bagaimana ya Om?

11.

Hanny
Posted May 4, 2012 at 3:46 pm | Permalink

Wow…. Thx ea… Om Indra bukannya pelatih Para finalis Indo Idol 2012 yha???

Tips Meningkatkan Range Vocal dengan Teknik Vocal Kepala
Pada dasarnya, range vocal setiap orang berbeda-beda. Dan standard umumnya setiap orang mempunyai 2 oktav. Semakin tinggi/panjang rang vokal seseorang, maka semakin memungkinkan orang itu untuk membawakan segala jenis lagu dengan baik. Tapi dengan dia mempunyai kemampuan teknik vokal yang baik dan terlatih pula tentunya. Orang yang punya jenis voal bass, bariton, mezo sopran dan altoumumnya memiliki range vokal yang rendah/pendek. Berbeda dengan orang yang memiliki jenis vokal tenor dan sopran, biasanya sich orang seperti ini memiliki range vokal yang panjang. Tetapi, yak jarang terdapat kelainan, meski orang tersebut bertipikal vokal bass, namun memiliki range vokal yang panjang. Dan sebaliknya, kadang-kadang, orang yang bertipikal tenor memiliki rang vokal yang pendek. Pengertian dan pemahaman tentang type vokal sangat penting. Hal yang paling mendasar adalah untu menentukan nada dasar ketika akan bernyanyi. Mungkin, bagi anda yang memiliki tipikal vokal rendah,

tidak perlu khawatir akan kehilangan kesempatan untuk bernyanyi. Sebenarnya, tak ada masalah akan ini, dan anda dapat menyesuaikan nada dasar dimana anda memulai bernyanyi dengan jenis suara anda. Misalnya, dengan menurunankan nada dasar dari penyanyi aslinya. Dan satu pemahama lagi, ilmu vokal adalah bukan ilmu eksak, sehingga di perlukan teori-teori yang mendukung pembelajaran. Ada beberapa jenis latihan yang pada dasarnya mampu.... meningatkan range vokal pada seseorang tanpa mempedulikan jenis suara. Salah satu diantaranya adalah melalui teknik ‖vokal kepala‖ atau yang disebut suara langit -langit.. Secara natural/alami, output/ teknik mengeluarkan suara dapat di bagi menjadi dua, vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atau rongga mulut. Sedangkan untuk vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rogga dada dan perut. Untuk menemukan vokal kepala dapat melalui latihan sebagai berikut: 1. Dimulai dengan menentukan nada terendah yang sanggup anda bawakan dengan baik, mennyilah solmisasi( do re mi fa sol la si do). Pada saat vokal anda tidak sanggup mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai anda membutuhkan untuk merubah nada anda ke dalam vokal kepala 2. Langkah selanjutnya adalah menggunakan vokal kepala. Caranya adalah dengan anda ‖melemparkan‖ suara ke dalam rongga mulut anda ke atas langit-langit. Rasakan suara anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Mungkin, pada tahap awal, jika anda menggunakan vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala anda bergetar. Dan biasanya, untuk tahap awal, kepala akan sedikit dan terasa pusing. Tetapi jika di lakukan secara rutin, rasa pusing tersebut akan menyusut dengan sendirinya. Selamat Sumber: majalah hits song mencoba!!!!

Ini jelas jadi pertanyaan paling sering buat para vokalis, apalagi kalo sering lihat kontes nyanyi di TV. Pasti komentarnya ―Powernya di tambah yaa‖, ato ―Power kamu kurang‖. Dari komentar itu sudah jadi patokan kalo mau nyanyi bagus power vokal yang kuat jadi satu kewajiban. Jadi vokal tanpa power = nol. Banyak cara untuk tingkatkan power tapi yang jelas harus pahami dulu karakter suara masing2. Tujuannya biar loe semua gak ngotot merubah suara biar jadi kayak artis idola. Sebab karakter suara gak bisa diubah kalo tetep ngeyel resikonya pita suara malah jadi rusak. Nah edisi ini HC ada beberapa trik mudah buat naikin power suara kamu 1. Tiup Lilin. Jelas bukan ulang tahun, tapi tujuannya buat memperkuat otot paru2. Coba tiup lilin mulai jarak terdekat. Coba bikin jarak 2 jengkal. Bila bisa mati tambah jarak jadi 3 jengkal. Masih bisa mati coba jarak 4 jengkal. Coba tambah jarak dan bila belum bisa mati terus latih sampe api di lilin mati. Istirahat setiap 10 menit. Lakukan tiap hari dan rasakan setelah 2 minggu. Jangan latihan dalam keadaan lapar sebab resikonya bisa pingsan. Tujuannya untuk memperkuat hembusan nafas. 2. Tiup Balon. Yang ini jelas juga bukan buat ulang tahun. Tujuannya sama dengan tiup lilin tapi tekanan balon bisa melatih otot paru2. Untuk tiup balon usahakan istirahat bila sudah terasa berkunang2. 3. Gigit Pensil. Ini emang agak aneh tapi secara langsung akan melatih suara di nada tinggi dan power. Caranya gigit pensil di ujung gigi dan nyanyikan satu lagu secara utuh tanpa menjatuhkan pensil. Latih

10-15 menit tiap hari. 4. Lagu Vokal Tinggi. Ini memang agak ekstrim yaitu memaksa pita suara kita untuk bekerja keras. Pilih lagu yang punya vokal tinggi seperti Hallowen, ikuti vokalnya. Bila sudah terasa serak istirahat dan jangan lupa minum air putih. Lebih baik mengunyah kencur sekalian biar gak jadi radang tenggorokan. Konsepnya melatih pita suara untuk nada yang lebih tinggi. Coba satu hari sekali jangan lebih. 5. Pake Diagfrahma. Kalo yang ini udah beberapa kali dibahas yang intinya menggunakan nafas perut bukan tenggorokan ato leher. Coba nyanyi satu lagu pake suara perut. Kalo terasa capek di leher berarti nafas perut masih belum bagus. Latih terus tiap hari. 6. Nyanyi Dalam Air. Ini Bukan sulap tapi salah satu latihan yang cukup bagus buat naikin power. Caranya celupin kepala ke dalam air, bisa di ember ato bak mandi ato dikolam renang sekalian dan nyanyikan satu bait lagu. Teorinya suara kita akan tertekan dan saat di udara bebas power lebih keluar. Latih tiap hari. 7. Minum Air Putih. Lakukan rutin setiap bangun tidur 2-3 gelas. (wok) Read more: http://www.uprealband.com/products/trik-tepat-tambah-power-vokal1/ Create your own website for free: http://www.webnode.com

Mengambil Nafas Dari Hidung Atau Mulut?
October 18, 2011 by admin 4 Comments

Banyak penyanyi bertanya, ―mana yang benar? Mengambil nafas dari hidung atau dari mulut?‖ saya menjawab, keduanya benar. Berikut ini penjelasannya. Masing-masing metode memiliki sisi baik dan buruk tetapi keduanya bisa dilakukan saat bernyanyi. Sebetulnya, hidung lebih cocok untuk mengambil nafas karena hidung dilengkapi dengan ―saringan‖ berupa bulu halus dan lendir. Selain itu, keuntungan mengambil nafas dari hidung adalah hal ini dapat membantu melembabkan pita suara. Hal ini penting ketika kita bernyanyi di dalam ruangan yang ber-AC yang cenderung membuat kering mulut dan tenggorokan. Namun sisi buruk dari metode ini adalah jalur rongga hidung yang lebih sempit dari rongga mulut, dan yang paling mengganggu adalah jika kita sudah terbiasa mengambil nafas dari hidung lalu hidung kita tiba-tiba mampet, atau kita terserang flu, maka hal ini menjadi masalah karena hidung tersumbat.

Di sisi lain, mengambil nafas dari mulut akan membuat mulut dan tenggorokan anda cepat kering, tetapi rongga mulut yang besar memungkinkan kita untuk mengambil udara lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Bagusnya lagi, anda tidak perlu khawatir akan masalah hidung mampet dan sebagainya. Faktor lain yang berpengaruh kepada pemilihan metode di atas, adalah faktor lirik yang akan dinyanyikan. Misalnya anda akan menyanyikan kata ―Aku‖ yang dimulai dengan huruf ―A‖ dan posisi mulut terbuka, maka tent u lebih nyaman untuk mengambil nafas dari mulut karena posisi mulut siap untuk segera mengucap setelah itu. Sedangkan untuk contohnya kata ―My love‖ yang dimulai dengan huruf ―M‖ dengan posisi bibir tertutup rapat, maka lebih enak mengambil nafas dari hidung karena mulut tertutup untuk siap menyanyikan lirik tsb. Banyak pelatih vokal menganjurkan, untuk membiasakan mengambil nafas dari hidung dan dari mulut, dan dari keduanya secara bersamaan. Maksud dari bersamaan adalah kita mengambil nafas dari hidung, tetapi mulut kita terbuka sedikit untuk membuka jalan yang lebih luas, tetapi cukup membuka sedikit saja. Demikian artikel hari ini, semoga membantu.

4 Comments

1.

chaca 31/10/2011 at 3:34 am Reply
sangat membantu skali penjelasan dr mas indra,kali ini saya ingin menanyakan tentang theknik pernapasan yg baik ,saya bisa menyanyi tapi saya krg begitu mengetahui tehknik mengatur pernapasan supaya gak ngos2an,ada yang bilang saat bernyanyi ada kalanya perut tidak mengempis tapi mengembung sperti balon..tapi selama saya bernyanyi saya selalu bernyanyi dalam kondisi perut yg mengempis dan menahan...dan alhasil saya suka terdengar seperti ngos2an dan kecapean dlm bernyanyi apalagi saat ngafe dan wedding (lain lagi halnya dengan manggung saya lebih merasakan ngos2an diatas panggung)...maka dari itu teman saya pelatih vokal juga menganjurkan untuk saya bernyanyi dalam bentuk perut yang mengembung seperti balon,supaya saat bernyanyi tidak terdengar kecapean (ngos2an)....memang saya mempunyai bakat menyanyi otodidak,setiap improve ,falsetto,saya pelajari sendiri,atau belajar dari penyanyi2 indonesia ,dan theknik yg satu ini membuat saya penasaran apakah benar cara ini mas???,dan intinya mas apa menyanyi dengan posis perut mengembung sangat efektif mengatur pernapasan supaya gak ngos2an??? karna saya sangat susah skali membiasakannya mas..dan butuh berapa lama untuk membiasakan diri dlm bernyanyi dgn cara sperti itu?? trimakasih mas,sebelumnya ( maaf terlalu panjang).GBU

2.

affan 16/04/2012 at 12:29 am Reply
masalah kita sama mas..... aku sering ngerasa ngos2an saat nyanyi, kata pelatih choirku napasku pendek. tipsnya gmn ya.... thanks...

o

admin 05/05/2012 at 3:59 pm Reply
bukan berarti kapasitas paruy kita yg kecil. melainkan manajemen nafas yg perlu ditingkatkan

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful