P. 1
Pemberantasan Hama Pada Mangga Dengan Arus Listrik

Pemberantasan Hama Pada Mangga Dengan Arus Listrik

|Views: 556|Likes:
Published by galaksijoel
pemberantasan hama
pemberantasan hama

More info:

Published by: galaksijoel on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

VOLUME III, NO 2, JULI 2012

1. Peluang Pengembangan Perikanan Pelagis Kecil di Perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam Oleh Dr. Raihanah, M.Si. 2. Studi Kecenderungan Penggunaan Formalin Sebagai Bahan Pengawet pada Produk Perikanan di Beberapa Pasar Tradisional dalam Wilayah Kota Banda Aceh Oleh Drs. H. Azwar Thaib, M.Si. 3. Pengaruh Perbandingan Campuran Mortar Pengikat Pasangan Batu Bata Terhadap Kekuatan Tekan Oleh Ir. Helwiyah Zain 4. Penyelesaian Pelanggaran HAM di Aceh, Keharusan vs Hambatan Oleh Mariati B, S.H., M.Hum. 5. Penerapan Strategi Active Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Oleh Drs. Nasruddin A.R., M.Si. 6. Sistem Produksi Hijauan Makanan Ternak di Daerah Pemukiman Transmigrasi Oleh Ir. Mulyadi, M.Si. 7. Analisis Kelayakan Angkutan Penyeberangan Ulee Lheue (Banda Aceh) – Lamteng (Pulo Aceh) Oleh Yulfrita Adamy, S.E., M.Si. 8. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru pada SMA di Kota Sabang Oleh Ambia Nurdin, S.Pd. S.K.M. 9. Pemberantasan Hama pada Tanaman Mangga dengan Menggunakan Arus Listrik Oleh Drs. Zulkarnaini, M.Si. 10. Learning English Over the Air – A Case Study of Nikoya Radio FM Oleh Ema Dauyah, M.Ed.

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

JURNAL

ISSN 2086-8421

TASIMAK
Media Sain dan Teknologi Abulyatama
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Volume III, No.2 – Juli 2012 Pelindung/Pembina Penanggung Jawab : Rektor Universitas Abulyatama : Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Abulyatama : Drs. Yusri, M.Pd. : Prof. Dr. H. Warul Walidin, A.K. M.A. (IAIN) Prof.H. Burhanuddin Salim, M.Sc. Ph.D. (Unsyiah) R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc. Ph.D (Unaya) Prof. Dr. A. Halim Majid, M.Pd. (Unaya) Drs. Azwar Thaib, M.Si. (Unaya) : Drs. Zamzami A.R., M.Si. Yuliana, S.E. Yulinar, S.Pd. : Muhammad Nur, S.H., M.Hum Ir. Mulyadi Ir. H. Firdaus, M.Si. Dewi Astini, S.H., M.Hum. Maryati B, S.H., M.Hum. Drs. Tamarli, M.Si. Yulfrita Adamy, S.E. M.Si. Drs. H.M. Hasan Yakob, M.M. Drs. Bukhari, M.Si. Ir. M. Isa T. Ibrahim, M.T. : Drs. Akhyar, M.Si. Drs. Muhammad, M.Si. : Drs. Nasruddin A.R., M.Si. : aSOKA Communications (www.asoka.web.id) : www.abulyatama.ac.id. : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Abulyatama, Jl. Blang Bintang Lama km 8,5 Lampoh Keude – Aceh Besar, Telepon 0651 21255

Pemimpin Redaksi Redaktur Ahli

Redaktur Pelaksana

Dewan Redaksi

Distributor/Komunikasi Bendahara Desain Cover Website Alamat Redaksi

1

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

DAFTAR ISI Halaman .P 1. Peluang Pengembangan Perikanan Pelagis Kecil di Perairan Utara Nanggroe Aceh Darussalam Oleh Dr. Raihanah, M.Si. ............................................................................. 1 – 14 2. Studi Kecenderungan Penggunaan Formalin Sebagai Bahan Pengawet pada Produk Perikanan di Beberapa Pasar Tradisional dalam Wilayah Kota Banda Aceh Oleh Drs. H. Azwar Thaib, M.Si. ................................................................ 15 – 25 3. Pengaruh Perbandingan Campuran Mortar Pengikat Pasangan Batu Bata Terhadap Kekuatan Tekan Oleh Ir. Helwiyah Zain ................................................................................. 26 – 31 4. Penyelesaian Pelanggaran HAM di Aceh, Keharusan vs Hambatan Oleh Mariati B, S.H., M.Hum. ..................................................................... 32 – 44 5. Penerapan Strategi Active Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Oleh Drs. Nasruddin A.R., M.Si. ................................................................ 45 – 58 6. Sistem Produksi Hijauan Makanan Ternak di Daerah Pemukiman Transmigrasi Oleh Ir. Mulyadi, M.Si. .............................................................................. 59 – 67 7. Analisis Kelayakan Angkutan Penyeberangan Lintasan Ulee Lheue (Banda Aceh) – Lanteng (Pulo Aceh) Oleh Yulfrita Adamy, S.E., M.Si. ............................................................... 68 – 84 8. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru pada SMA di Kota Sabang Oleh Ambia Nurdin, S.Pd., S.K.M. ............................................................. 85 – 99 9. Pemberantasan Hama pada Tanaman Mangga dengan Menggunakan Arus Listrik Oleh Drs. Zulkarnaini, M.Si. ................................................................... 100 – 109 10. Learning English Over the Air – A Case Study of Nikoya Radio FM Oleg Ema Dauyah, M.Ed. ....................................................................... 110 – 119

2

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

PEMBERANTASAN HAMA PADA TANAMAN MANGGA DENGAN MENGGUNAKAN ARUS LISTRIK Drs. Zulkarnaini, M.Si. Dosen FKIP Universitas Abulyatama Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pemberantasan hama pada tanaman mangga dengan menggunakan arus listrik. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan yang melibatkan sebanyak 88 tanaman mangga ( 44 kelompok kontrol dan 44 kelompok perlakuan ) pada setiap rumah penduduk dalam kecamatan tersebut. Pelaksanaan penelitian direncanakaI selama satu bulan. Penelitian ini sepenuhnya menggunakan metode eksperimen dengan memanfaatkan seperangkat alat ukur arus listrik, tegangan, dan hambatan listrik. Prinsip dasar peralatan ini menggunakan tegangan listrik untuk pembasmian hama tanaman mangga. Keberhasilan pelaksanaan penelitian ini digunakan statistik uji t pada taraf signifikansi 5% antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan tegangan listrik pada tanaman mangga, dapat mematikan hama tanaman mangga, terutama hama penggerek batang yang terdapat di dalam batang tanaman, yang ditandai dengan tumbuh kembali daun segar dan berwarna hijau serta berproduksi secara maksimal tanpa ada ranting atau kanopi yang lapuk atau patah. Kata kunci : Tanaman mangga, arus listrik, hama tanaman, dan pembasmian hama I. PENDAHULAN Masyarakat Kecamatan Labuhan Haji Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan sudah berpuluh tahun menanam mangga dipekarangan rumah dan di areal kebun-nya. Sifatnya yang mudah tumbuh, berdaun rindang dan memiliki banyak varietas dengan buah yang beraneka rasa, inilah yang menyebabkan populernya tanaman mangga di Kecamatan tersebut. Saat ini tidak kurang 80% kepala keluarga masyarakat Kecamatan Labuhan Haji menanam mangga. Mereka tersebar secara merata di berbagai desa, dengan mata pencairan sampinganya adalah menanam mangga. Kekuatan ekonomi keluarga mereka disamping bercocok tanam padi dan budidaya pala mereka juga menanam mangga. Dapat dibayangkan jika hasil panen mangga banyak dan berkualitas, tentu pendapatan mereka meningkat, maka gaya dan pola hidup mereka akan 104

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

berubah. Hasil wawancara penulis dengan petani mangga didapatkan bahwa, untuk satu pohon yang bebas dari hama dan berdiameter 30 cm, maka buah mangga untuk sekali petik dapat berjumlah 2 hingga 3 ton. Kalaulah rata –rata harga jual per kilo Rp. 6.000 saja, maka petani tanaman mangga berhak mendapat keun-tungan untuk satu pohon Rp. 12.000.000 - Rp. 18.000.000. Hitungan tadi hanya terjadi di atas kertas saja, karena yang terjadi di masyarakat justru sebaliknya. Sesungguhnya mereka sangat iri dengan membanjirnya manggamangga inpor yang tersebar di pasarpasar tradisional yang rasanya enak dan buahnya besar-besar serta cantikcantik. Sementara hasil panen mangga mereka , dimana berpuluh tahun membanting tulang , namun untuk mendapatkan seperti mangga impor hanya untuk satu musim saja, sungguh merupakan sebuah impian belaka. Masyarakat setempat punya alasan yang kuat, kenapa harus menanam mangga. Disamping harga jual yang relatif tinggi dan syarat tumbuh yang terpenuhi serta masyarakat disana juga sudah paham tentang manfaat yang dikandung oleh buah mangga bagi kesehatan manusia. Menyangkut syarat tumbuh misalnya; ketinggian 0 – 500 dpl dapat menghasilkan buahnya yang lebih bermutu dan jumlahnya yang lebih banyak dari pada didaratan tinggi.

Parameter lain adalah tanah; untuk budidaya mangga diperlukan tanah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Selanjutnya dikatakan bahwa, suhu optimum untuk pertumbuhan mangga adalah berkisar 27°C – 38°C. Ketiga syarat tumbuh di atas sangat terpenuhi bagi tanaman mangga di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Atas pertimbangan itu, disertai munculnya motivasi masyarakat setempat serta berbagai bentuk penyuluhan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, maka masyarakat setempat secara beramai-ramai ikut menanam mangga, baik dipekarangan maupun di areal perkebunanya, dengan harapan agar berbuah banyak serta berkualitas sehingga pendapatan keluarga mereka meningkat. Namun yang terjadi dilapangan hingga saat ini, adalah sebuah kekecewaan yang berat karena hasil yang didapatkan berbanding terbalik. Mereka telah mengeluarkan modal, tenaga serta mengorbankan waktu untuk kemakmuran mereka sendiri, tetapi yang terjadi diluar dugaan, dimana semakin hari tanaman mangga semakin tidak produktif, malah mengalami kematian. Lebih celaka lagi adalah, satu demi satu ranting tanaman mangga jatuh berikut daunnya, hingga akhirnya batang mangga rubuh begitu saja. Pertanyaannya adalah kenapa bisa terjadi demikian? jawabannya adalah, adanya serangan hama penyakit yang 105

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

menyerang, mulai dari batang hingga buahnya, sebagai akibat dari masih rendahnya kesadaran para petani dalam memelihara tanaman dan pemahaman pengetahuannya. Atas dasar itu, penulis memberi solusi dengan cara memberikan arus listrik pada tanaman mangga yang bertegangan 220 Volt. Dengan cara tersebut, ternyata tanaman mangga akan nampak segar, yang ditandai dengan daunnya yang berwarna hijau dan dahan tumbuh bertambah banyak, yang pada akhirnya buah yang dihasilkan semakin banyak serta berkualitas, sehingga kita lebih siap untuk menyambut pasar bebas, khususnya mengekspor buah mangga yang berkualitas dan mengantisi-pasi muncul serta berkembangnya berbagai hama penyakit.

1. Hama Mangga Hama tanaman adalah gangguan pada tumbuhan tanaman yang disebabkan makhluk hidup lain dengan cara memakan bagian dari tanaman tersebut. Hama mangga yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat adalah sebagai berikut : a. Wereng mangga (Indeocerus niveosparpus, Ideocerus clypealis, I. atkinsoni) Gejala pohon mangga yang terserang hama ini adalah terhambatnya pertumbuhan pucuk daun, bunga, dan buah karena wereng mengisap cairan pucuk muda, bunga dan buah. Selain mengisap cairan, hama ini mengeluarkan cairan manis yang dapat menjadi media baik untuk pertumbuhan cendawa jelaga (Capnoduim mangiferum dan Meliola mangiferae), yang dapat menyebabkan kematian bagi buah mangga muda. Cairan manis ini juga mengundang semut api untuk memakan tunas daun atau kuncup. Cairan yang dikeluarkan hama ini akan membeku dan membentuk jamur kerak hitam.

2. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini adalah : a. Bagaimanakah penerapan metode kejutan listrik pada pemberantasan hama penggerek batang tanaman mangga. b. Bagaimanakah efektifitas penerap-an metode kejutan listrik untuk pemberantasan hama penggerek batang tanaman mangga II. TINJAUAN PUSTAKA

106

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

Serangan terjadi pada saat malai bunga stadia bunga mulai memanjang membentuk buah. Nimfa dan wareng dewasa menyerang secara bersama dengan mengisap cairan pada bunga, sehingga bunga menjadi kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian buah muda akan mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga ( sooty mold ) dengan dikeluarkan embun madu yang menyebabkan phytotoxid pada tunas, daun, dan bunga. b. Penggerak pucuk Gejala yang timbul dari serangan hama penggerak pucuk adalah bagian pucuk daun digerek hingga menjadi berkerut dan kering karena cairan makanan tidak mencapai bagian yang digerek. Penggerek pucuk ini memakan daun muda dan pucuk daun sehingga pada bagian ini terlihat habis. Hama ini menggerek pucuk yang masih muda ( flush ) dan malai bunga dan menggerek tunas atau mulai

menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak,dan kemudian mati. c. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis, Dacus dorsalis ) Gejala yang ditimbulkan hama lalat buah adalah titik hitam kecil pada serangan awal. Perkembangan ulat ter-jadi pada waktu pematangan buah. Di sekeliling titik hitam lama – kelamaan menguning dan selanjutnya buah mulai membusuk. Buah busuk men-jadi tanda terjadinya perkem-bangan larva. Serangan lalat buah bersifat aggravator, yaitu memungkinkan serangan hama sekunder seperti jamur dan bakteri. Karena buah jatuh, produktivitas pohon jadi menurun. d. Penggerek cabang (Cryptorrhynchus goniocnemis) Gejala serangan hama penggerek cabang adalah tajuk rusak, cabang patah, dan pada patahan terlihat liang peng-gerek, bekas hama ini merusak. Dahan yang mati kelihatan berlubang dan mengeluarkan getah, bila

107

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

dibelah tampak lubang yang besar. e. Kepik mangga/penggerak buah (Cryptorrhynochus gravis) Hama kepik mangga me-nyerang buah dan masuk ke dalam buahnya. Gejala serangan hama ini adalah, buah kelihatan berlubang-lubang, sedangkan bila serangan pada buah muda menyebabkan buah gugur sebelum waktu petik. Pengendaliannya dengan menggu-nakan semut merah yang dapat menyebabkan kepik mangga ini tidak bertelur. f. Kutu perisai Gejala serangan yang ditimbulkan kutu perisai adalah daya tahan pohon menjadi hilang atau lemah sekali, pertumbuhan terhambat, daun menjadi kuning, dan akhirnya pohon mati. Serangan hama ini terjadi pada pohon mangga yang masih muda yaitu pada masa pertumbuhan awal. g. Bubuk buah mangga Hama bubuk buah mangga menyerang buah yang besar sampai tunas muda. Gejala yang timbul adalah kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat

bagian dalamnya dimakan bubuk buah ini. h. Bisul daun (Procontarinia matteiana ) Gejala hama bisul daun adalah daun menjadi berbisul dan daun berwana coklat, hijau, atau kemerahan. i. Tungau (Paratetranychus yothersi, Hamitarsonemus latus) Tungai menyerang daun mangga yang masih muda, selanjutnya menyerang permu-kaan daun mangga bagian bawah. Hama ini menyerang rangkaian bunga sehingga produksi mangga menjadi rendah. j. Codot Hama codot menyerang pohon mangga dengan memakan buah mangga pada malam hari, dalam jumlah kecil tidak bermasalah, tetapi dalam jumlah kumulatif, produksi buah menjadi rendah. 2. Perameter – parameter yang mempengaruhi syok listrik Syok listrik serius, apabila arus melewati body / tanaman semakin besar. Menurut hukum Ohm, intensitas arus listrik 108

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

tergantung kepada tegangan dan tahanan yang ada. (I = V/R) berarti tegangan penting dalam menentukan beberapa arus yang dapat dilewati oleh tahanan yang diberikan oleh pokok tanaman. Disamping itu ada pula parameter-parameter lain yang turut berperan mempengaruhi tingkat syok ( J.F. Gabriel, 1996 ). Dari sudut arus. a. Tanaman akan menderita syok lebih serius pada tegangan 220 volt dari pada 110 volt, oleh karena kuat arus pada tegangan 220 volt lebih besar daripada tegangan 110 volt, dengan catatan nila R sama. b. Basah tidaknya kulit tanaman. Kulit yang basah akan memudahkan arus listrik melewai batang tanaman. Ini dapat dimengerti, karena kulit yang basah tahanannya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan kulit yang kering. Selanjutnya, Hukum Joule, energi listrik yang dihasilkan oleh suatu sumber listrik sebanding dengan kuadrat arus, sebanding dengan hambatan penghantar dan sebanding pula dengan lamanya arus mengalir.

W = 0,24I2 Rt I = Kuat arus ( Ampere ) W = Energi listrik ( Joule ) R = Hambatan ( Ohm ) t = Waktu ( sekon ) Dalam percobaan Joule di atas, energy listrik berubah menjadi energy kalor. Joule mendapatkan bahwa 1 Joule = 0, 24 kalori, (Diana Barsella, 2010) 3. Pemberantasan Hama Ada beberapa peneliti yang telah melakukan penelitian berkenaan dengan pemberatsan hama pada beberapa tanaman mangga. Penelitian A. Halim, 2008 mengatakan bahwa tanaman mangga akan terhindar dari ulat jika diberikan kejut listrik + 80 volt dengan durasi waktu lebih kecil 15 menit. Hasil yang sama juga pernah dilakukan oleh Samsul Bahri ( 2009 ) pada tanaman jeruk manis dan jeruk purut, dimana tanaman tersebut diberi perlakuan berupa kejutan listrik yang bertegangan + 50 volt dengan lama waktu dibawah 13 menit, hasilnya sangat luar biasa, di mana sebelumnya banyak daun dimakan ulat, namun dalam beberapa bulan ke depan, kelihatan daun-daun mudanya mulai muncul dan tanaman tersebut hidup sangat segar dan berdaun lebat. Yenni Tirtasari (2011), Alumni Mahasiswa Program Studi 109

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abulyatama, pernah menghasilkan sebuah penelitian yang berhubungan dengan ulat pada tanaman mangga. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa mangga dengan cara diberikan kejut listirk hidup subur dan buahnya relatif banyak. Nurmiati (2010), Alumni Universitas Abul Yatama mengatakan bila kejut listrik diberikan pada tanaman keras, maka akan mengakibatkan bebagai hama pada tanaman keras tersebut mati, sehingga memungkinkan tanaman hidup sehat dan berbuah lebat. Kejut listrik juga pernah dilakukan oleh Hans Van Etten ( 2008) untuk meningkatkan produksi tanaman obat. Caranya adalah dengan pemberian arus listrik beberapa mili ampere kepada tanaman obat jenis tertentu sehingga dapat diketahui kandungan zat kimia yang berkhasiat meningkat. Hans Van Etten dan Timnya mencoba pada 8 spesis tanaman, antara lain dari biji pagoda dari Jepang hingga bijibijian. Masing-masing akarnya diberi aliran arus listrik 30 mili ampere. Setelah diamati dalam waktu tertentu, tujuan tanaman menghasilkan Senyawa obat 20 kali lipat daripada perlakuan normal. Sementara satu

tanaman menghasilkan peningkatan hingga 168 kali lipat. Dengan cara yang sama juga, Zulkarnaini ( 2010 ) pernah membuat penelitian tentang pemberantasan ulat pada tanaman mangga dengan menggunakan aliran arus listrik. Hasilnya adalah ulat pada tanaman mangga punah dan saat musim panen tiba buah yang dihasilkan besar-besaran dan berkualitas sehingga para petani mangga mendapat keuntungan yang banyak dari hasil penjualan. Selanjutnya, Zulkarnaini ( 2009 ) menghasilkan sebuah peneltian untuk pemberantasan hama pada pohon kelapa di seluruh Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, di mana pohon kelapa dalam jumlah areal + 1 ha diserang hama yang ditunjukkan oleh daun kelapa habis dimakannya dan pucuk kelapa berwarna kuning. Jika ini dibiarkan maka dalam waktu tidak lama pohon kelapa akan mati atau tumbang satu persatu. Penulis mencoba untuk memberikan kejut listrik pada setiap pohon kelapa dengan tegangan 220 volt, ternyata hasilnya di luar dugaan di mana dalam waktu 7 minggu daun-daun kelapa sudah nampak segar kembali dan seiring dengan perjalanan waktu, pohon kelapa tumbuh normal seperti sedia kala dan hasilnyapun tidak mengecewakan. 110

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

III. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah penggunaan arus listrik pada tanaman mangga dapat memberantas hama, khususnya hama penggerek batang mangga. 2. Manfaat Manfaat yang didapat dari hasil penelitian ini adalah terjadinya peningkatan ekonomi bagi petani tanaman mangga sebagai akibat produksi buah mangga yang meningkat dengan menguasai metode pemberantasan hama yang bernuansa teknologi tepat guna dan sangat sederhana. IV. METODE PENELITIAN 1. Metode Penelitian Metode yang dilakukan untuk pemberantasan hama pada tanaman mangga adalah diawali dengan cara menyapu batang dan daun dengan sapu lidi biasa yang telah diikat dengan kayu panjang atau bambu. Tujuannya adalah agar semut kerangket yang hidup disela daun dan semut merah yang dapat menyebabkan penggerek buah tidak bertelur serta dapat jatuh ke tanah sebelum diberikan kejutan listrik. Jika ketinggian pohon 3 meter berarti membutuhkan waktu 30 menit per tanaman, maka selesailah penyapuan tersebut.

Langkah berikutnya adalah pada setiap pohon di pasang paku sebanyak 2 biji yang berukuran 3 inci. Kedua paku tersebut di pasang pada tanaman mangga bagian atas dan bawah tanaman mangga. Selanjutnya, pada kedua paku tersebut diikat wayer listrik untuk seterusnya dialirkan arus listrik bertegangan 220 Volt. Biarkan 1-2 jam, tergantung umur tanaman mangga, lalu arus listrik diputuskan agar jangan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman mangga. Disarankan pasca penggunaan metode ini, petani tanaman mangga memberikan pupuk pada setiap tanaman mangga. Analisis Data Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensi. Hasil analisis data akan memberikan informasi tentang keampuhan metode pemberantasan hama dengan menggunakan metode aliran arus listrik. Disamping itu juga akan di analisis keterkaitan antara kuat listrik dengan lama waktu pembasmian hama. Berdasarkan data yang di dapat dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan akan dilakukan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji t akan menggambarkan keampuhan metode yang dikembangkan dalam penelitian ini. V. HASIL DAN PEMBAHASAN Diawali dengan pengumpulan data dari hasil percobaan yang dilakukan pada tanaman mangga untuk 111 2.

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

selanjutnya di analisa dengan menggunakan uji – t pada taraf signifikansi 5% antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Data-data yang dimaksud dicari ratarata, standar deviasi, varian dan seterusnya untuk kemudian dimasukkan dalam sebuah persamaan yang sering dikenal dengan uji –t. Berdasarkan hasil uji t (t-hitung) dibandingkan dengan t-tabel untuk

selanjut dianalisa guna mendapatkan sebuah keputusan . Berikut ini akan ditampilkan beberapa parameter angka, antara lain selang kepercayaan o dan 1 serta to untuk 1 dan to untuk o. Nilai kepercayaan adalah 18,744 o 24,154 dan -7,691 1 -3,993. To untuk 1 = -6,659 dan to untuk o = 16,673. Nilai-nilai di atas dimasukkan ke dalam tabel Anova, seperti berikut ini :
Mean Squae 24,429 0,664 F 44,337 Sig 0,000

Model Regresion Residual Total

Sum of Square 29,429 7,301 36,730

Df 1 11 12

Dengan mengkombinasikan nilai-nilai di atas maka didapatlah hasil akhir untuk diambil sebuah keputusan yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian tegangan listrik dengan tanpa pemberian tegangan listrik. Hal positif yang sangat menguntungkan masyarakat adalah : a) Tanaman mangga terhindari dari berbagai hama, pohonnya dapat segar kembali, berbuah banyak serta berkualitas sehingga harga jual meningkat. b) Mendapatkan suatu metode yang tepat, yaitu pemberantasan

hama mangga dengan menggunakan arus listrik. c) Menghasilkan suatu artikel ilmiah yang terkait dengan bidang yang dikaji

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan. Ada beberapa kesimpulan yang dapat dihasilkan sehubungan dengan telah selesainya penelitian ini : a) Tanaman mangga terhindari dari berbagai hama, pohonnya dapat segar kembali, berbuah banyak 112

Jurnal Tasimak Vol. III, No.2, Juli 2012

ISSN 2086 - 8421

serta berkualitas sehingga harga jual mening-kat. b) Mendapatkan suatu metode yang tepat, yaitu pemberantasan hama mangga dengan menggunakan arus listrik. c) Menghasilkan suatu artikel ilmiah yang terkait dengan bidang yang dikaji

2. Saran Saran dalam penelitian ini adalah, menyangkut metode yang dikem-bangkan agar dapat diterapkan pada jenis tanaman lain yang banyak terdapat di kawasan Kabupaten Aceh Selatan, misalnya: tanaman pala, kelapa sawit dan coklat.

DAFTAR PUSTAKA

A. Halim, 2008. Kejut Listrik Bertegangan Rendah dapat Mematikan Ulat pada \ Tanaman Mangga : Wacana Kependidikan. Anonymous (tt tahun). Pengenalan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Mangga, (Online), (http://id.shvoong.com, diakses 5 Mei 2009). Bappenas, 2000. Mangga,(Online), (http ://www.warintek,ristek.go.id, diakses 8 Maret 2009). Hans Van Etten, 2008. Kejut Listrik Tingkatkan Khasiat Tanaman Obat, (Online), http://kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.20214067&channel=I&mm= 53&idx=71. Samsul Bahri, 2009. Pengaruh Arus Listrik Pada Tanaman Jeruk Nipis Dan Jeruk Purut Dengan Menggunakan Tegangan Rendah : Wacana Kependidikan. Yenni Tirtasari, 2009. Keju Listrik Pada Tanaman Mangga dapat Meningkatkan Produksi Buahnya. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan, Universitas Abulyatama. Zulkarnaini, 2009. Pemutusan Siklus Hama Pada Pokok Kelapa Dengan Tegangan 220 Volt : Tasimak Zulkarnaini, 2009. Pemberantasan Ulat dengan Mnggunakan Arus Listrik pada Pokok Mangga : Tasimak. 113

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->