P. 1
PKAK

PKAK

|Views: 4|Likes:
Published by Denden Rora
errrrra
errrrra

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Denden Rora on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

2.

Penyakit kulit

Pada umumnya tidak spesifik, tidak mengancam kehidupan, kadang sembuh sendiri. Dermatitis kontak dilaporkan, 90% merupakan penyakit kulit yang berhubungan faktor lain. Penyakit kulit akibat kerja dapat disebabkan oleh 4 faktor: 1) Faktor kimiawi, dapat berupa iritasi primer, alergen atau karsinogen. 2) Faktor mekanis/fisik, seperti getaran, gesekan, tekanan, trauma, panas, dingin, kelembaban udara, sinar radioaktif. 3) Faktor biologis, seperti jasad renik (mikroorganisme) hewan dan produknya, jamur, parasit dan virus. 4) Faktor psikologis (kejiwaan); ketidakcocokan pengelolaan perusahaan sering membuat konflik di antara pegawai dan dapat menimbulkan gangguan pada kulit seperti neurodermatitis. 2.3. Penyakit Kulit Akibat Kerja Kulit merupakan organ tubuh yang terpenting yang berfungsi sebagai sawar (barrier), karena kulit merupakan organ pemisah antara bagian di dalam tubuh dengan lingkungan di luar tubuh. Kulit secara terus-menerus terpajan terhadap faktor lingkungan, berupa faktor fisik, kimiawi, maupun biologik. Bagian terpenting kulit untuk menjalankan fungsinya sebagai sawar adalah lapisan paling luar, disebut sebagai stratum korneum atau kulit ari. Meskipun ketebalan kulit hanya 15 milimikro, namun sangat berfungsi sebagai penyaring benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Apabila terjadi kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan melampaui kapasitas toleransi serta daya penyembuhan kulit, maka akan terjadi penyakit. Kulit adalah bagian tubuh manusia yang cukup sensisitif terhadap berbagai macam penyakit. Penyakit kulit bisa disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya, faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Lingkungan yang sehat dan bersih akan membawa efek yang baik bagi kulit. Demikian pula sebaliknya. Salah satu lingkungan yang perlu diperhatikan adalah lingkungan kerja, yang bila tidak dijaga dengan baik dapat menjadi sumber munculnya berbagai penyakit kulit.
1

dengan

pekerjaan.

Riwayat

pekerjaan

penting

dalam

mengidentifikasi iritan yang merupakan penyebab, membuat peka atau karena

berjumlah sekitar 22 persen dari seluruh penyakit akibat kerja. sedangkan yang lain merupakan penyakit kulit lain seperti akne. yakni 50% dari jumlah seluruh penderita Penyakit Akibat Kerja (PAK). Berdasarkan jenis organ tubuh yang dapat mengalami kelainan akibat pekerjaan seseorang. dapat mengalami kelainan kulit akibat pekerjaannya. Data di Inggris menunjukkan 1. Dari suatu penelitian epidemiologik di luar negeri mengemuka. PAK dapat berdampak pada hilangnya hari kerja sebesar 25% dari jumlah hari kerja. maka lebih dari 95% merupakan dermatitis kontak. Umumnya pelaporan tidak lengkap sebagai akibat tidak terdiagnosisnya atau tidak terlaporkannya penyakit tersebut. maka kulit merupakan organ tubuh yang paling sering terkena. pada individu atau pekerja tertentu baik yang berada di negara berkembang maupun di negara maju. Penyakit Kulit Akibat Kerja (PAK) dikenal secara populer karena berdampak langsung terhadap pekerja yang secara ekonomis masih produktif. Dalam Ilmu Kesehatan Kulit dikenal. Hal lain yang menyebabkan terjadinya variasi 2 . atau penyakit kulit yang lebih mudah terjadi karena pekerjaan yang dilakukan.1. termasuk dari negara maju. karena PAK acapkali tidak teramati atau tidak teridentifikasi dengan baik akibat banyaknya faktor yang harus dikaji dalam memastikan jenis penyakit ini. Insidensi dan Prevalensi PKAK Data mengenai insidens dan prevalensi penyakit kulit akibat kerja sukar didapat.3. urtikaria kontak.Sejak dahulu di seluruh dunia telah dikenal adanya reaksi tubuh terhadap bahan atau material yang ada di lingkungan kerja. merupakan jenis penyakit akibat kerja terbanyak yang kedua setelah penyakit muskulo-skeletal. demikian pula di Indonesia. Secara umum. Istilah PAK dapat diartikan sebagai kelainan kulit yang terbukti diperberat oleh jenis pekerjaannya. Apabila ditinjau lebih lanjut. 2. dan tumor kulit. penyakit kulit akibat kerja (PKAK) sebagai salah satu bentuk penyakit akibat kerja. tampaknya hingga kini kelengkapan data PAK masih menjadi salah satu tantangan. Apabila ditinjau dari jenis penyakit kulit akibat kerja.29 kasus per 1000 pekerja merupakan dermatitis akibat kerja.

misalnya di Swedia prosentase PAK 50% dari seluruh jenis PAK.besar antarnegara adalah karena sistem pelaporan yang dianut berbeda. Cipto Mangunkusumo Jakarta. dapat berupa penebalan/bintil kemerahan. Ditemukan pula pengaruh gender. Sedang di Singapura. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh pengalaman yang masih sedikit dan kurangnya pemahaman mengenai kegunaan alat pelindung diri. Sensitisasi sesuai dengan jenis pekerjaan terjadi pada 52 persen kasus. maka masa awitan terpendek adalah dua tahun untuk pekerjaan penataan rambut. kadang bersisik.2. Di Inggris pelaporan melibatkan dokter spesialis kulit yang bekerja pada beberapa pusat kesehatan. Pengamatan yang dilaksanakan pada berbagai jenis pekerjaan di berbagai negara barat mendapatkan insiden terbanyak terdapat pada penata rambut 97. istilah eksematosa sama dengan dermatitis. pengolah roti 33. tiga tahun untuk pekerjaan industri makanan. Apabila ditinjau dari masa awitan penyakit.2% dan penata bunga 23. Diagnosis ditetapkan secara sederhana termasuk menetapkan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. angka ini berkisar 20%. yakni PAK eksematosa dan PAK non-eksematosa. perempuan dikatakan lebih berisiko mendapat penyakit kulit akibat kerja dibandingkan dengan laki-laki. Ada dua kelompok besar dalam penggolongan PAK ini.9% dari seluruh kasus dermatitis kontak yang didiagnosis di Poliklinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSUPN Dr. 2. berair dan 3 . Berkaitan dengan umur. maka umur 15-24 tahun merupakan usia dengan insidens penyakit kulit akibat kerja tertinggi. Effendi (1997) melaporkan insiden dermatitis kontak akibat kerja sebanyak 50 kasus per tahun atau 11.9%. Pengertian dermatitis akibat kerja adalah proses patologis kulit berupa peradangan yang ditandai oleh rasa gatal. Bentuk-Bentuk PKAK Di dalam Ilmu Kesehatan Kulit.3. dan empat tahun untuk petugas pelayanan kesehatan dan pekerjaan yang berhubungan dengan logam.4%. Di beberapa negara maju telah berhasil mendata PAK. Di AS angka statistik berasal dari survei yang dilakukan oleh Bureau of Labor Statistic pada industri swasta yang didata secara random. multipel mengelompok atau tersebar.

masih ada bahan atau unsur yang bersifat memicu terjadinya keganasan pada kulit (kanker kulit). Akibat permukaan kulit terkena bahan atau unsur-unsur yang ada di lingkungannya (faktor eksogen) pada waktu melakukan pekerjaan dan pengaruhpengaruh yang terdapat di dalam lingkungan kerja. penyakit kulit yang sudah ada. DKI merupakan jenis PKAK yang paling sering terjadi di antara para pekerja. yaitu suatu peradangan kulit akibat bahan yang berasal dari lingkungan. jenis kulit kering. Terjadinya PKAK dipengaruhi oleh jenis PKAK dan faktor individual pekerja. Di antara ketiga jenis ini. Kedua jenis tersebut kadang-kadang sangat sukar dibedakan secara klinis. Dermatitis Kontak Alergi (DKA). menyebabkan alergi kulit. serta kemungkinan trauma kulit yang sudah ada sebelumnya. jarang terjadi. serta Urtikaria. menyebabkan infeksi kulit. terbanyak bersifat non-alergi atau iritan. untuk terjadinya suatu jenis dermatitis atau beratnya gejala dermatitis. Secara tidak disadari. meskipun keduanya berbeda dalam patogenesis yang mendasarinya. barang atau unsur yang dapat bersifat melukai kulit. Insidens dermatitis kontak iritan lebih tinggi dibandingkan dengan dermatitis kontak alergik. sedang sisanya kira-kira 10% berupa PKAK non-eksematosa. umumnya DKI lebih sering terjadi. kadang-kadang dipengaruhi pula oleh faktor kerentanan kulit seseorang (faktor endogen). Terdapat dua jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) dan dematitis kontak alergik (DKA). Sekitar 90. kebersihan diri yang kurang. seperti kulit terang. sebenarnya di lingkungan kerja kita mungkin ada bahan. Dermatitis kontak merupakan 50% dari semua PKAK.lainnya. maupun menyebabkan perubahan pigmen kulit jika menempel pada kulit.000 jenis bahan sudah diketahui dapat menimbulkan dermatitis. dibandingkan dengan Dermatitis Kontak Alergika (DKA). Bahkan. 4 . kulit berminyak. Sedang untuk kejadian luar biasa (KLB) PKAK. Namun demikian. Dermatitis kontak secara umum merupakan penyakit spesifik-lingkungan. Lebih dari 90% PKAK merupakan jenis PKAK eksematosa. Termasuk di dalam PKAK eksematosa adalah Dermatitis Kontak Iritan (DKI). mudah berkeringat. mengiritasi kulit.

3. Selanjutnya terjadi akumulasi sel T dengan aktivasi tidak lagi bergantung pada penyebab. pada DKI akut. trauma kecil dan maserasi. bergantung pada kapasitas toleransi kulitnya. Umumnya setiap orang dapat terkena. maka akan terjadi gejala klinis DKI kumulatif. Kerusakan sawar lipid berhubungan dengan kehilangan daya kohesi antar korneosit dan deskuamasi diikuti dengan peningkatan trans-epidermal water loss (TEWL). DKI kronis terjadi karena iritan relatif. photographic developer. Apabila waktu pajanan lebih pendek daripada waktu penyembuhan. Efek langsung iritan pada keratinosit.1.2. Peradangan hanya merupakan salah satu aspek sindrom DKI. deterjen. oleh karena itu sering 5 . pelarut. terpentin. Hal tersebut merupakan rangsangan untuk memacu sintesis lipid. merkuri anorganik. formalin. air. Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis kontak iritan merupakan kelainan sebagai akibat pajanan dengan bahan toksik non-spesifik yang merusak epidermis dan atau dermis. kerosen. seperti sabun. DKI terjadi karena kerusakan organ kulit secara langsung (bukan suatu proses imunologis) akibat efek toksik bahan yang bersifat kimiawi ataupun fisik yang menempel pada permukaan kulit. Seringkali baru timbul bila ada faktor fisik berupa abrasi. dan lain-lain yang menempel pada kulit dalam jangka waktu panjang dan berulang. Apabila terjadi pajanan dengan konsentrasi suboptimal maka reaksi yang terjadi langsung kronik. penetrasi iritan melewati sawar kulit akan merusak keratinosit dan merangsang pengeluaran mediator inflamasi diikuti dengan aktivasi sel T. Stratum korneum atau kulit ari merupakan sawar kuli yang sangat efektif terhadap berbagai bahan iritan karena pembaharuan sel terjadi secara berkesinambungan dan proses penyembuhan berlangsung cepat. yaitu kerusakan diikuti dengan penyembuhan.2. proliferasi keratinosit dan hiperkeratosis sewaktu transient sehingga dapat terbentuk sawar kulit dalam keadaan baru. Hal tersebut dapat menerangkan kesamaan jenis infiltrat dan sitokin yang berperan antara DKI dan DKA. sehingga sel-sel keratinosit tidak sempat sembuh. minyak sintetis. Penyakit tersebut mempunyai pola monofasik. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi melalui dua jalur: efek langsung iritan terhadap keratinosit dan kerusakan sawar kulit.

hiperkeratosis. tetapi dapat meluas di luar area kulit yang terkena bahan penyebab. Dermatitis kontak oleh karena iritan absolut biasanya timbul seketika setelah berkontak dengan iritan.2. tampak kering. terdapat bintil merah. atau suhu ruang yang amat dingin. Untuk mengantisipasi hal ini perlu pembersih kulit yang tidak bersifat iritatif atau melukai permukaan kulit. sebagai hapten berikatan dengan protein pembawa di kulit dan menimbulkan dermatitis kontak alergi Tipe IV. bahan iritan absolut seperti asam kuat. Proses terjadinya penyakit tergantung sistem kekebalan seseorang yang ditandai dengan kulit gatal kemerahan. kasar. mungkin bengkak. Hapten bergabung dengan protein pembawa menjadi alergen lengkap. yakni udara panas dan pengap. Kulit terasa gatal. menebal. basa kuat. likenifikasi.2. kadang kulit pecah-pecah. berupa hiperpigmentasi. setelah dilakukan pengamatan oleh petugas yang berkompeten. Kelainan yang ditimbulkan adalah dalam beberapa hari bahkan sampai beberapa bulan setelah terkena bahan penyebab. berpakaian nilon dan lain-lain dapat meningkatkan kepekaan kulit atau memudahkan kulit pekerja terkena DKI.disebut traumatic dermatitis. DKI itu sendiri adalah penyakit kulit yang terjadi akibat menempelnya sesuatu bahan atau unsur yang disebut sensitizer pada permukaan kulit. bahkan dapat ke seluruh permukaan kulit. bintil berair berjumlah banyak yang tampak tidak hanya terbatas pada area kulit yang terkena bahan penyebab. Pada kondisi tertentu di tempat kerja. perlu alat pelindung yang tepat di tempat kerja. dan semua orang akan terkena. Alergen lengkap difagosit oleh makrofag dan merangsang limfosit yang ada di kulit yang mengeluarkan limfosit aktivasi faktor (LAF). fisur dan kadang-kadang eritem serta vesikel. kemerahan. bersisik halus. Untuk pencegahannya. Dermatitis Kontak Alergi Dermatitis kontak alergi dapat terjadi bila bahan LMW seperti lateks dan nickel.3. 2. Sel T memori ini bila menerima informasi alergen 6 . Sel limfosit kemudian berdiferensiasi membentuk subset sel limfosit T memori (sel Tdh) dan sel limfosit T helper dan sel T suppresor. garam logam berat dengan konsentrasi kuat.

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) paling sering. 2. Pada perempuan DKAK disebabkan oleh nikel. Apabila pekerja sudah sensitif terhadap suatu zat kimia.2. Ini berpengaruh pada gejala dan perasaan seseorang. Gambaran klinis umumnya berupa papul. Misalnya. dan hubungan dengan orang lain. kinerja. Yang sudah sensitif terhadap suatu zat.yang sudah dikenal masuk ke dalam kulit. serta rasa kurang nyaman pada waktu melayani seseorang ketika menggunakan tangan.3. disertai rasa gatal. tetapi baru dapat timbul dengan bantuan sinar matahari (sinar ultra violet). benzokain. yakni sekitar 90%. rasa gatal dan sakit pada waktu melaksanaan pekerjaan. ini disebut sensitisasi silang. Pengetahuan sensitisasi silang ini sangat penting untuk menentukan penempatan seseorang pegawai. menyerang tangan. maka ia akan mudah menjadi sensitif terhadap zat-zat lain yang mempunyai rumus kimia yang bersamaan. paraaminobensen mempunyai gugus bensen yang sama. maka sel Tdh akan mengeluarkan limfokin (faktor sitotoksis. ke arah lesi. misalnya prokain. sedangkan pada laki-laki oleh kromat. vesikel dengan dasar eritem dan edema. faktor kemotaktik dan faktor aktivasi makrofag. bentuk klinisnya sama seperti 7 . Dalam perusahaan sering ditemukan beberapa bahan kimia yang mempunyai gugusan rumus kimia yang sama.3. dan timbullah proses radang yang merupakan manifestasi reaksi dermatitis kontak alergis. Ini berdampak pada perasaan malu sehingga akan lebih besar pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari. DKAK paling sering disebabkan oleh logam. Sedangkan eksim lebih banyak berlokasi di daerah muka dan bagian tubuh lain. Apabila seseorang sensitif terhadap prokain maka akan lebih mudah sensitif terhadap benzokain atau PABA. Reaksi Fotosensitisasi 1) Reaksifototoksik Reaksi fototoksik terjadi karena adanya bahan iritan. Dengan dilepaskannya berbagai faktor ini maka akan terjadi pengaliran sel mas dan sel basofil. faktor inhibisi migrasi. jangan lagi ditempatkan pada tempat yang mengandung bahan yang mempunyai rumus kimia serupa.

2) Reaksifotoalergi Reaksi fotoalergi terjadi oleh karena bahan photosensitizer.3. e) Radiodermatitis. 2. f) Heat rash. d) Frostbite/congelatio. miliaria rubra. actinic keratosis atau permulaan keganasan.4. menjadi bengkak. Kelainan karena faktor biologis Dapat berupa infeksi kulit.5. Yang disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan folikulitis. Reaksi fotoiritan dapat timbul karena bahan pengawet kayu atau residu beberapa zat lem kayu dan keramik. kulit menjadi merah disertai papulovesikel yang milier.2. obat antihistamin topikal. c) Immersion foot timbul bila kaki terlampau lama terendam dalam air dingin.2. II. 2. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap pekerja logam dan pekerja konstruksi 8 . pipi. Dermatitis akibat kerja (DAK) umumnya mempunyai prognosis buruk. b) Cold urticaria timbul oleh karena dingin. dan hiperpigmentasi. radang kedinginan. dan III. Yang disebabkan oleh jamur ialah dermatofitosis dan yang disebabkan kandida menyebabkan kandidiasis. zat warna.3. ulserasi. pioderma atau ulkus piogenik. mengeluarkan cairan serous.dermatitis kontak iritan. dan lain-lain. Reaksi fotoalergi dapat timbul karena bahan seperti ter kayu. tanpa menjadi beku tetapi timbul gangren. dibantu dengan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 320-425 nm. kulit terasa sakit. dapat berupa eritem. pucat. Bentuk klinis reaksi fotoalergis umumnya menyerupai dermatitis kontak alergis. dan lengan bagian luar. akne. Daerah tubuh yang terkena terutama bagian tubuh yang terpajan matahari seperti dahi. Kelainan karena Faktor Fisik a) Luka bakar (karena panas) dalam bentuk luka bakar tingkat I.

ringan. 2. sepatu. krim pelindung.4. Bila ada infeksi sekunder dapat diberi antibiotika seperti tetrasiklin atau eritromisin.3. dengan bahan yang sifatnya merangsang atau karsinogen. Ini meliputi biaya langsung atas pengobatan.menemukan 70% tetap menderita dermatitis meskipun telah dilakukan upaya penghindaraan terhadap alergen penyebab dan perubahan jenis pekerjaan. 2) Memakai alat pelindung Sebaiknya para karyawan diperlengkapi dengan alat penyelamat atau pelindung yang bertujuan menghindari kontak. Dampak dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) terhadap ekonomi sangat besar. Sesudah itu dapat dilanjutkan dengan diberi salep yang mengandung kortikosteroid. Bila ada infeksi jamur diberi obat anti jamur. kompensasi kecacatan dan biaya tidak langsung yang meliputi kehilangan hari kerja dan produktivitas. Selain itu. Pengobatan PKAK Tindakan pertama ialah memutuskan mata rantai kontak dengan penderita. biaya pelatihan ulang serta biaya yang menyangkut efek terhadap kualitas hidup. topi. dan lain-lain. sampai eksudasi kering. Bila kelainan kulit akut dapat diberi obat kompres.3. Pencegahan PKAK Prevalensi dermatitisis akibat kerja dapat diturunkan melalui pencegahan yang sempurna. cara mempergunakan alat dan akibat buruk alat tersebut harus dijelaskan kepada karyawan. 2. sarung tangan. pengaruh terhadap pekerjaan dan status sosial psikologi harus diperhitungkan. kaca mata pelindung. selanjutnya dapat diberikan pengobatan yang sesuai dengan jenis penyakitnya. Alat pelindung yang dapat dipergunakan misalnya baju pelindung. Meski dermatitis akibat kerja tidak memerlukan rawat inap. 3) Melaksanakan uji tempel/uji tempel foto 9 . antara lain: 1) Pendidikan Diberi penerangan atau pendidikan pengetahuan tentang kerja dan pengetahuan tentang bahan yang mungkin dapat menyebabkan penyakit akibat kerja.3. dan umumnya dianggap sebagai risiko yang perlu diterima.

dapat diberi pengobatan yang adekuat atau dipindahkan ke tempat lain yang tidak membahayakan kesehatan dirinya. DAFTAR PUSTAKA 1.pdf/15Der matitisAkibatKerja107. 5.id/files/cdk/files/14_PenyakitKulitdiKalanganTenagaKe rja.co. 2.wordpress.html http://leatherindonesia-blognews. 4) Pemeriksaan kesehatan berkala Bertujuan untuk mengetahui dengan cepat dan tepat apakah karyawan sudah menderita penyakit kulit akibat kerja. ahli kimia dan ahli dalam bidang tenaga kerja untuk mengatur alat-alat kerja.html http://www.id/files/cdk/files/15DermatitisAkibatKerja107. cara kerja atau memperhatikan bahan yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan untuk mencegah kontaminasi kulit. 5) Pemeriksaan kesehatan secara sukarela Karyawan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter secara sukarela apakah ada menderita suatu penyakit kulit akibat kerja.html http://hiperkes.com/2008/12/penyakit-akibat-kerja-k.co. 3.html http://penyakitakibatkerja. ahli teknik. Berdasarkan hasil uji tempel ini karyawan baru dapat ditempatkan di bagian yang tidak mengandung bahan yang rentan terhadap dirinya.blogspot.com/2009/08/dermatitis-kontakalergika-pada-pekerja.Maksudnya adalah mengadakan uji tempel pada calon pekerja sebelum diterima pada suatu perusahaan.pdf/14_PenyakitKulitdiKalanganTenagaKerja. Apabila dapat diketahui dengan cepat. 4. http://www.com/2008/04/04/langkah-diagnosis-penyakitakibat-kerja/ 10 .kalbe. 6) Pengembangan teknologi Kerjasama antara dokter.kalbe.blogspot.

penyakit kelamin Pertambangan berdampak langsung pada kesehatan. dengan sedikit atau tanpa perencanaan.Di samping itu pertambangan juga berdampak pada kondisi kesehatan melalui masalah-masalah sosial yang dibawanya. kaum perempuan yang membutuhkan penghasilan menjadi pekerja seks. 11 . yakni ketika orangorang bekerja dengan kondisi yang berbahaya dan terpapar oleh bahan-bahan kimia beracun.Orang laki-laki berdatangan mencari pekerjaan di tambang.Banyak warga yang terpaksa meninggalkan komunitas mereka karena alasan kekerasan atau karena merasa tidak mungkin lagi bisa hidup seperti saat sebelum tambang dibuka.Hal ini biasanya menimbulkan banyak masalah. dan kombinasi ini dapat menjadi sumber yang dapat dengan cepat menyebarkan infeksi HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular lainnya.Kondisi mendadak kaya dan mendadak miskin yang dibawa oleh sektor pertambangan ini sering diikuti oleh meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Kota-kota dan perkampungan tambang terbentuk cepat. perlakukan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemilik tambang terhadap pekerja tambang dan perkelahian untuk memperebutkan hak atas sumberdaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->