2.

Penyakit kulit

Pada umumnya tidak spesifik, tidak mengancam kehidupan, kadang sembuh sendiri. Dermatitis kontak dilaporkan, 90% merupakan penyakit kulit yang berhubungan faktor lain. Penyakit kulit akibat kerja dapat disebabkan oleh 4 faktor: 1) Faktor kimiawi, dapat berupa iritasi primer, alergen atau karsinogen. 2) Faktor mekanis/fisik, seperti getaran, gesekan, tekanan, trauma, panas, dingin, kelembaban udara, sinar radioaktif. 3) Faktor biologis, seperti jasad renik (mikroorganisme) hewan dan produknya, jamur, parasit dan virus. 4) Faktor psikologis (kejiwaan); ketidakcocokan pengelolaan perusahaan sering membuat konflik di antara pegawai dan dapat menimbulkan gangguan pada kulit seperti neurodermatitis. 2.3. Penyakit Kulit Akibat Kerja Kulit merupakan organ tubuh yang terpenting yang berfungsi sebagai sawar (barrier), karena kulit merupakan organ pemisah antara bagian di dalam tubuh dengan lingkungan di luar tubuh. Kulit secara terus-menerus terpajan terhadap faktor lingkungan, berupa faktor fisik, kimiawi, maupun biologik. Bagian terpenting kulit untuk menjalankan fungsinya sebagai sawar adalah lapisan paling luar, disebut sebagai stratum korneum atau kulit ari. Meskipun ketebalan kulit hanya 15 milimikro, namun sangat berfungsi sebagai penyaring benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Apabila terjadi kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan melampaui kapasitas toleransi serta daya penyembuhan kulit, maka akan terjadi penyakit. Kulit adalah bagian tubuh manusia yang cukup sensisitif terhadap berbagai macam penyakit. Penyakit kulit bisa disebabkan oleh banyak faktor. Di antaranya, faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Lingkungan yang sehat dan bersih akan membawa efek yang baik bagi kulit. Demikian pula sebaliknya. Salah satu lingkungan yang perlu diperhatikan adalah lingkungan kerja, yang bila tidak dijaga dengan baik dapat menjadi sumber munculnya berbagai penyakit kulit.
1

dengan

pekerjaan.

Riwayat

pekerjaan

penting

dalam

mengidentifikasi iritan yang merupakan penyebab, membuat peka atau karena

1.3. dapat mengalami kelainan kulit akibat pekerjaannya. yakni 50% dari jumlah seluruh penderita Penyakit Akibat Kerja (PAK). maka kulit merupakan organ tubuh yang paling sering terkena. Secara umum. Umumnya pelaporan tidak lengkap sebagai akibat tidak terdiagnosisnya atau tidak terlaporkannya penyakit tersebut. Dari suatu penelitian epidemiologik di luar negeri mengemuka. merupakan jenis penyakit akibat kerja terbanyak yang kedua setelah penyakit muskulo-skeletal. karena PAK acapkali tidak teramati atau tidak teridentifikasi dengan baik akibat banyaknya faktor yang harus dikaji dalam memastikan jenis penyakit ini. Apabila ditinjau dari jenis penyakit kulit akibat kerja. Insidensi dan Prevalensi PKAK Data mengenai insidens dan prevalensi penyakit kulit akibat kerja sukar didapat. maka lebih dari 95% merupakan dermatitis kontak. tampaknya hingga kini kelengkapan data PAK masih menjadi salah satu tantangan. penyakit kulit akibat kerja (PKAK) sebagai salah satu bentuk penyakit akibat kerja. Apabila ditinjau lebih lanjut. Data di Inggris menunjukkan 1. demikian pula di Indonesia. dan tumor kulit. pada individu atau pekerja tertentu baik yang berada di negara berkembang maupun di negara maju. atau penyakit kulit yang lebih mudah terjadi karena pekerjaan yang dilakukan.29 kasus per 1000 pekerja merupakan dermatitis akibat kerja. sedangkan yang lain merupakan penyakit kulit lain seperti akne. Istilah PAK dapat diartikan sebagai kelainan kulit yang terbukti diperberat oleh jenis pekerjaannya. urtikaria kontak. Hal lain yang menyebabkan terjadinya variasi 2 . Dalam Ilmu Kesehatan Kulit dikenal.Sejak dahulu di seluruh dunia telah dikenal adanya reaksi tubuh terhadap bahan atau material yang ada di lingkungan kerja. termasuk dari negara maju. Berdasarkan jenis organ tubuh yang dapat mengalami kelainan akibat pekerjaan seseorang. 2. Penyakit Kulit Akibat Kerja (PAK) dikenal secara populer karena berdampak langsung terhadap pekerja yang secara ekonomis masih produktif. berjumlah sekitar 22 persen dari seluruh penyakit akibat kerja. PAK dapat berdampak pada hilangnya hari kerja sebesar 25% dari jumlah hari kerja.

dan empat tahun untuk petugas pelayanan kesehatan dan pekerjaan yang berhubungan dengan logam. berair dan 3 . Hal tersebut mungkin disebabkan oleh pengalaman yang masih sedikit dan kurangnya pemahaman mengenai kegunaan alat pelindung diri. Ditemukan pula pengaruh gender.9% dari seluruh kasus dermatitis kontak yang didiagnosis di Poliklinik Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSUPN Dr. Ada dua kelompok besar dalam penggolongan PAK ini. Di Inggris pelaporan melibatkan dokter spesialis kulit yang bekerja pada beberapa pusat kesehatan.2. Di AS angka statistik berasal dari survei yang dilakukan oleh Bureau of Labor Statistic pada industri swasta yang didata secara random. kadang bersisik.besar antarnegara adalah karena sistem pelaporan yang dianut berbeda.3. Bentuk-Bentuk PKAK Di dalam Ilmu Kesehatan Kulit. Effendi (1997) melaporkan insiden dermatitis kontak akibat kerja sebanyak 50 kasus per tahun atau 11. pengolah roti 33. Cipto Mangunkusumo Jakarta.4%. yakni PAK eksematosa dan PAK non-eksematosa. angka ini berkisar 20%. Berkaitan dengan umur. perempuan dikatakan lebih berisiko mendapat penyakit kulit akibat kerja dibandingkan dengan laki-laki. maka umur 15-24 tahun merupakan usia dengan insidens penyakit kulit akibat kerja tertinggi. Sedang di Singapura.9%. istilah eksematosa sama dengan dermatitis. Apabila ditinjau dari masa awitan penyakit. multipel mengelompok atau tersebar. Sensitisasi sesuai dengan jenis pekerjaan terjadi pada 52 persen kasus.2% dan penata bunga 23. dapat berupa penebalan/bintil kemerahan. Diagnosis ditetapkan secara sederhana termasuk menetapkan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Di beberapa negara maju telah berhasil mendata PAK. Pengamatan yang dilaksanakan pada berbagai jenis pekerjaan di berbagai negara barat mendapatkan insiden terbanyak terdapat pada penata rambut 97. Pengertian dermatitis akibat kerja adalah proses patologis kulit berupa peradangan yang ditandai oleh rasa gatal. misalnya di Swedia prosentase PAK 50% dari seluruh jenis PAK. maka masa awitan terpendek adalah dua tahun untuk pekerjaan penataan rambut. tiga tahun untuk pekerjaan industri makanan. 2.

Dermatitis kontak secara umum merupakan penyakit spesifik-lingkungan. Insidens dermatitis kontak iritan lebih tinggi dibandingkan dengan dermatitis kontak alergik. Secara tidak disadari. dibandingkan dengan Dermatitis Kontak Alergika (DKA). seperti kulit terang. Dermatitis Kontak Alergi (DKA). Akibat permukaan kulit terkena bahan atau unsur-unsur yang ada di lingkungannya (faktor eksogen) pada waktu melakukan pekerjaan dan pengaruhpengaruh yang terdapat di dalam lingkungan kerja. jarang terjadi. untuk terjadinya suatu jenis dermatitis atau beratnya gejala dermatitis. Termasuk di dalam PKAK eksematosa adalah Dermatitis Kontak Iritan (DKI). Sekitar 90. kulit berminyak. jenis kulit kering. serta Urtikaria. sedang sisanya kira-kira 10% berupa PKAK non-eksematosa. Dermatitis kontak merupakan 50% dari semua PKAK. Terdapat dua jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak iritan (DKI) dan dematitis kontak alergik (DKA). Kedua jenis tersebut kadang-kadang sangat sukar dibedakan secara klinis. mengiritasi kulit. mudah berkeringat. Di antara ketiga jenis ini. Terjadinya PKAK dipengaruhi oleh jenis PKAK dan faktor individual pekerja. Sedang untuk kejadian luar biasa (KLB) PKAK. Lebih dari 90% PKAK merupakan jenis PKAK eksematosa. yaitu suatu peradangan kulit akibat bahan yang berasal dari lingkungan. serta kemungkinan trauma kulit yang sudah ada sebelumnya.lainnya. menyebabkan infeksi kulit. kadang-kadang dipengaruhi pula oleh faktor kerentanan kulit seseorang (faktor endogen). sebenarnya di lingkungan kerja kita mungkin ada bahan. penyakit kulit yang sudah ada. Namun demikian. maupun menyebabkan perubahan pigmen kulit jika menempel pada kulit. DKI merupakan jenis PKAK yang paling sering terjadi di antara para pekerja. umumnya DKI lebih sering terjadi. masih ada bahan atau unsur yang bersifat memicu terjadinya keganasan pada kulit (kanker kulit). 4 .000 jenis bahan sudah diketahui dapat menimbulkan dermatitis. Bahkan. kebersihan diri yang kurang. menyebabkan alergi kulit. terbanyak bersifat non-alergi atau iritan. barang atau unsur yang dapat bersifat melukai kulit. meskipun keduanya berbeda dalam patogenesis yang mendasarinya.

Kerusakan sawar lipid berhubungan dengan kehilangan daya kohesi antar korneosit dan deskuamasi diikuti dengan peningkatan trans-epidermal water loss (TEWL). minyak sintetis. bergantung pada kapasitas toleransi kulitnya. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi melalui dua jalur: efek langsung iritan terhadap keratinosit dan kerusakan sawar kulit. Efek langsung iritan pada keratinosit. trauma kecil dan maserasi. deterjen. kerosen. DKI kronis terjadi karena iritan relatif.2. pada DKI akut.1.2. merkuri anorganik. proliferasi keratinosit dan hiperkeratosis sewaktu transient sehingga dapat terbentuk sawar kulit dalam keadaan baru. formalin. yaitu kerusakan diikuti dengan penyembuhan. maka akan terjadi gejala klinis DKI kumulatif. dan lain-lain yang menempel pada kulit dalam jangka waktu panjang dan berulang. Selanjutnya terjadi akumulasi sel T dengan aktivasi tidak lagi bergantung pada penyebab. Umumnya setiap orang dapat terkena. sehingga sel-sel keratinosit tidak sempat sembuh. terpentin. Hal tersebut merupakan rangsangan untuk memacu sintesis lipid. Seringkali baru timbul bila ada faktor fisik berupa abrasi. pelarut. photographic developer. Stratum korneum atau kulit ari merupakan sawar kuli yang sangat efektif terhadap berbagai bahan iritan karena pembaharuan sel terjadi secara berkesinambungan dan proses penyembuhan berlangsung cepat. Hal tersebut dapat menerangkan kesamaan jenis infiltrat dan sitokin yang berperan antara DKI dan DKA. Penyakit tersebut mempunyai pola monofasik. oleh karena itu sering 5 . seperti sabun. Peradangan hanya merupakan salah satu aspek sindrom DKI. Apabila waktu pajanan lebih pendek daripada waktu penyembuhan. Apabila terjadi pajanan dengan konsentrasi suboptimal maka reaksi yang terjadi langsung kronik. DKI terjadi karena kerusakan organ kulit secara langsung (bukan suatu proses imunologis) akibat efek toksik bahan yang bersifat kimiawi ataupun fisik yang menempel pada permukaan kulit. Dermatitis Kontak Iritan Dermatitis kontak iritan merupakan kelainan sebagai akibat pajanan dengan bahan toksik non-spesifik yang merusak epidermis dan atau dermis.3. air. penetrasi iritan melewati sawar kulit akan merusak keratinosit dan merangsang pengeluaran mediator inflamasi diikuti dengan aktivasi sel T.

tetapi dapat meluas di luar area kulit yang terkena bahan penyebab. kadang kulit pecah-pecah. Kulit terasa gatal. Dermatitis Kontak Alergi Dermatitis kontak alergi dapat terjadi bila bahan LMW seperti lateks dan nickel. Proses terjadinya penyakit tergantung sistem kekebalan seseorang yang ditandai dengan kulit gatal kemerahan. Sel T memori ini bila menerima informasi alergen 6 . terdapat bintil merah. yakni udara panas dan pengap. setelah dilakukan pengamatan oleh petugas yang berkompeten. Hapten bergabung dengan protein pembawa menjadi alergen lengkap. Dermatitis kontak oleh karena iritan absolut biasanya timbul seketika setelah berkontak dengan iritan. bahan iritan absolut seperti asam kuat. Kelainan yang ditimbulkan adalah dalam beberapa hari bahkan sampai beberapa bulan setelah terkena bahan penyebab. Sel limfosit kemudian berdiferensiasi membentuk subset sel limfosit T memori (sel Tdh) dan sel limfosit T helper dan sel T suppresor. kemerahan. bersisik halus. hiperkeratosis. tampak kering.2. sebagai hapten berikatan dengan protein pembawa di kulit dan menimbulkan dermatitis kontak alergi Tipe IV. fisur dan kadang-kadang eritem serta vesikel. perlu alat pelindung yang tepat di tempat kerja. berpakaian nilon dan lain-lain dapat meningkatkan kepekaan kulit atau memudahkan kulit pekerja terkena DKI. 2. Untuk mengantisipasi hal ini perlu pembersih kulit yang tidak bersifat iritatif atau melukai permukaan kulit. Untuk pencegahannya. bahkan dapat ke seluruh permukaan kulit. DKI itu sendiri adalah penyakit kulit yang terjadi akibat menempelnya sesuatu bahan atau unsur yang disebut sensitizer pada permukaan kulit. dan semua orang akan terkena. berupa hiperpigmentasi.disebut traumatic dermatitis.3. kasar. garam logam berat dengan konsentrasi kuat. Pada kondisi tertentu di tempat kerja. atau suhu ruang yang amat dingin. bintil berair berjumlah banyak yang tampak tidak hanya terbatas pada area kulit yang terkena bahan penyebab. basa kuat. menebal.2. mungkin bengkak. Alergen lengkap difagosit oleh makrofag dan merangsang limfosit yang ada di kulit yang mengeluarkan limfosit aktivasi faktor (LAF). likenifikasi.

paraaminobensen mempunyai gugus bensen yang sama. Gambaran klinis umumnya berupa papul. Dengan dilepaskannya berbagai faktor ini maka akan terjadi pengaliran sel mas dan sel basofil. Apabila seseorang sensitif terhadap prokain maka akan lebih mudah sensitif terhadap benzokain atau PABA. 2. Dalam perusahaan sering ditemukan beberapa bahan kimia yang mempunyai gugusan rumus kimia yang sama. jangan lagi ditempatkan pada tempat yang mengandung bahan yang mempunyai rumus kimia serupa. Ini berdampak pada perasaan malu sehingga akan lebih besar pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari. vesikel dengan dasar eritem dan edema. ke arah lesi. Ini berpengaruh pada gejala dan perasaan seseorang. bentuk klinisnya sama seperti 7 . Misalnya. Yang sudah sensitif terhadap suatu zat.yang sudah dikenal masuk ke dalam kulit. Reaksi Fotosensitisasi 1) Reaksifototoksik Reaksi fototoksik terjadi karena adanya bahan iritan. rasa gatal dan sakit pada waktu melaksanaan pekerjaan. faktor kemotaktik dan faktor aktivasi makrofag. Pada perempuan DKAK disebabkan oleh nikel. Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) paling sering. maka sel Tdh akan mengeluarkan limfokin (faktor sitotoksis. dan timbullah proses radang yang merupakan manifestasi reaksi dermatitis kontak alergis. menyerang tangan. Sedangkan eksim lebih banyak berlokasi di daerah muka dan bagian tubuh lain. tetapi baru dapat timbul dengan bantuan sinar matahari (sinar ultra violet). yakni sekitar 90%. serta rasa kurang nyaman pada waktu melayani seseorang ketika menggunakan tangan.3. misalnya prokain. ini disebut sensitisasi silang. dan hubungan dengan orang lain. faktor inhibisi migrasi. kinerja.2. maka ia akan mudah menjadi sensitif terhadap zat-zat lain yang mempunyai rumus kimia yang bersamaan. sedangkan pada laki-laki oleh kromat. DKAK paling sering disebabkan oleh logam. benzokain. disertai rasa gatal. Pengetahuan sensitisasi silang ini sangat penting untuk menentukan penempatan seseorang pegawai. Apabila pekerja sudah sensitif terhadap suatu zat kimia.3.

2. obat antihistamin topikal. dibantu dengan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 320-425 nm. c) Immersion foot timbul bila kaki terlampau lama terendam dalam air dingin. Reaksi fotoalergi dapat timbul karena bahan seperti ter kayu. 2) Reaksifotoalergi Reaksi fotoalergi terjadi oleh karena bahan photosensitizer. tanpa menjadi beku tetapi timbul gangren. 2. actinic keratosis atau permulaan keganasan. dan lain-lain.dermatitis kontak iritan. kulit terasa sakit. Kelainan karena faktor biologis Dapat berupa infeksi kulit. Bentuk klinis reaksi fotoalergis umumnya menyerupai dermatitis kontak alergis. 2.2.4. Yang disebabkan oleh jamur ialah dermatofitosis dan yang disebabkan kandida menyebabkan kandidiasis. Dermatitis akibat kerja (DAK) umumnya mempunyai prognosis buruk. pipi. b) Cold urticaria timbul oleh karena dingin. miliaria rubra.3. Daerah tubuh yang terkena terutama bagian tubuh yang terpajan matahari seperti dahi. dan hiperpigmentasi. menjadi bengkak. zat warna.5. d) Frostbite/congelatio. II. ulserasi. mengeluarkan cairan serous. dapat berupa eritem. e) Radiodermatitis. dan III. kulit menjadi merah disertai papulovesikel yang milier. radang kedinginan. Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap pekerja logam dan pekerja konstruksi 8 . Kelainan karena Faktor Fisik a) Luka bakar (karena panas) dalam bentuk luka bakar tingkat I. f) Heat rash. akne.3. pioderma atau ulkus piogenik. dan lengan bagian luar. pucat. Reaksi fotoiritan dapat timbul karena bahan pengawet kayu atau residu beberapa zat lem kayu dan keramik. Yang disebabkan oleh bakteri dapat menimbulkan folikulitis.

Meski dermatitis akibat kerja tidak memerlukan rawat inap. cara mempergunakan alat dan akibat buruk alat tersebut harus dijelaskan kepada karyawan. dan umumnya dianggap sebagai risiko yang perlu diterima. Dampak dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) terhadap ekonomi sangat besar.3. sepatu. Alat pelindung yang dapat dipergunakan misalnya baju pelindung.4. Bila ada infeksi sekunder dapat diberi antibiotika seperti tetrasiklin atau eritromisin. sarung tangan. sampai eksudasi kering.3. antara lain: 1) Pendidikan Diberi penerangan atau pendidikan pengetahuan tentang kerja dan pengetahuan tentang bahan yang mungkin dapat menyebabkan penyakit akibat kerja.menemukan 70% tetap menderita dermatitis meskipun telah dilakukan upaya penghindaraan terhadap alergen penyebab dan perubahan jenis pekerjaan. dengan bahan yang sifatnya merangsang atau karsinogen. pengaruh terhadap pekerjaan dan status sosial psikologi harus diperhitungkan. Bila ada infeksi jamur diberi obat anti jamur. Bila kelainan kulit akut dapat diberi obat kompres. kaca mata pelindung. ringan. Pengobatan PKAK Tindakan pertama ialah memutuskan mata rantai kontak dengan penderita. 2) Memakai alat pelindung Sebaiknya para karyawan diperlengkapi dengan alat penyelamat atau pelindung yang bertujuan menghindari kontak. Ini meliputi biaya langsung atas pengobatan. 2. dan lain-lain. 2. kompensasi kecacatan dan biaya tidak langsung yang meliputi kehilangan hari kerja dan produktivitas. krim pelindung. 3) Melaksanakan uji tempel/uji tempel foto 9 . topi. selanjutnya dapat diberikan pengobatan yang sesuai dengan jenis penyakitnya.3. Selain itu. Sesudah itu dapat dilanjutkan dengan diberi salep yang mengandung kortikosteroid. Pencegahan PKAK Prevalensi dermatitisis akibat kerja dapat diturunkan melalui pencegahan yang sempurna. biaya pelatihan ulang serta biaya yang menyangkut efek terhadap kualitas hidup.

4. 6) Pengembangan teknologi Kerjasama antara dokter. Apabila dapat diketahui dengan cepat.id/files/cdk/files/14_PenyakitKulitdiKalanganTenagaKe rja.html http://penyakitakibatkerja.blogspot.com/2009/08/dermatitis-kontakalergika-pada-pekerja. 2.com/2008/04/04/langkah-diagnosis-penyakitakibat-kerja/ 10 .blogspot. Berdasarkan hasil uji tempel ini karyawan baru dapat ditempatkan di bagian yang tidak mengandung bahan yang rentan terhadap dirinya. dapat diberi pengobatan yang adekuat atau dipindahkan ke tempat lain yang tidak membahayakan kesehatan dirinya. 3. 5) Pemeriksaan kesehatan secara sukarela Karyawan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter secara sukarela apakah ada menderita suatu penyakit kulit akibat kerja.pdf/15Der matitisAkibatKerja107.kalbe. cara kerja atau memperhatikan bahan yang dipergunakan dalam melakukan pekerjaan untuk mencegah kontaminasi kulit.html http://leatherindonesia-blognews.wordpress.id/files/cdk/files/15DermatitisAkibatKerja107.html http://hiperkes.kalbe.com/2008/12/penyakit-akibat-kerja-k.co. 4) Pemeriksaan kesehatan berkala Bertujuan untuk mengetahui dengan cepat dan tepat apakah karyawan sudah menderita penyakit kulit akibat kerja. DAFTAR PUSTAKA 1. ahli teknik. ahli kimia dan ahli dalam bidang tenaga kerja untuk mengatur alat-alat kerja. 5.html http://www.Maksudnya adalah mengadakan uji tempel pada calon pekerja sebelum diterima pada suatu perusahaan.pdf/14_PenyakitKulitdiKalanganTenagaKerja.co. http://www.

penyakit kelamin Pertambangan berdampak langsung pada kesehatan. 11 . kaum perempuan yang membutuhkan penghasilan menjadi pekerja seks.Kondisi mendadak kaya dan mendadak miskin yang dibawa oleh sektor pertambangan ini sering diikuti oleh meningkatnya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. dan kombinasi ini dapat menjadi sumber yang dapat dengan cepat menyebarkan infeksi HIV/AIDS dan penyakit kelamin menular lainnya. yakni ketika orangorang bekerja dengan kondisi yang berbahaya dan terpapar oleh bahan-bahan kimia beracun.Hal ini biasanya menimbulkan banyak masalah. dengan sedikit atau tanpa perencanaan.Di samping itu pertambangan juga berdampak pada kondisi kesehatan melalui masalah-masalah sosial yang dibawanya. Kota-kota dan perkampungan tambang terbentuk cepat.Banyak warga yang terpaksa meninggalkan komunitas mereka karena alasan kekerasan atau karena merasa tidak mungkin lagi bisa hidup seperti saat sebelum tambang dibuka. perlakukan sewenang-wenang yang dilakukan oleh pemilik tambang terhadap pekerja tambang dan perkelahian untuk memperebutkan hak atas sumberdaya.Orang laki-laki berdatangan mencari pekerjaan di tambang.