P. 1
INOVASI KURIKULUM

INOVASI KURIKULUM

|Views: 181|Likes:
Published by Tata Suharta

More info:

Published by: Tata Suharta on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2015

pdf

text

original

INOVASI KURIKULUM

A. DASAR PEMIKIRAN Indonesia sebagai suatu Negara berkembang telah dan terus melakukan upaya-upaya pemberuan (inovasi) pendidikan, khususnya dalam bidang kurikulum dan pembelajaran. Mengamati perkembangan kurikulum di Indonesia dapat disimpulkan bahwa inovasi kurikulum di Indonesia cenderung bersifat formal dengan menggunakan pendekatan top-down. Artinya inovasi kurikulum tersebut dirancang dan ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional di tingkat pusat, kemudian secara bertahap dan berjenjang disebarluaskan ke bawah melalui Kantor Wilayah/Dinas Pendidikan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai akhirnya ke guru-guru disekolah dengan harapan agar dapat diterima dan dilaksanakan sesuai dengan kebjakan pusat.

B. KONSEP, JENIS DAN STRATEGI INOVASI Kongres (1983) mengemukakan bahwa inovasi adalah "ide, praktik atau objek yang dianggap baru oleh individu atau unit penerimanya". Begitu juga miles (1973) mengatakan "inovasi adalah sesuatu yang disengaja, baru, perubahan khusus yang dianggap lebih manjur untuk mewujudkan dari sebuah sistem". Dalam kamus Oxford menjelaskan bahwa inovasi adalah "memperkenalkan sesuatu yang baru atau perubahan dari apa yang ada sekarang, praktik baru atau perubahan terhadap mode yang telah ada". Sementara itu, centre for educational research and Innovation (1969) mengemukakan, "inovasi adalah usaha-usaha melakukan perubahan dalam sistem pendidikan yang secara sdar dan terarah dilakukan untuk memperbaiki sistem yang ada". Inovasi tidak harus sesuatu yang baru, tp sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya, dan kebaikan itu dapat ditunjukan. Selanjutnya, Noel dalam Nichols (1983) mengemukakan "inovasi adalah suatu perubahan dalam salah satu komponen sistem pendidikan yang bertujuan memperbaiki aspek-aspek tertentu dalam sistem sebagai suatu keseluruhan. Berbicara tentang inovasi (pembaruan) mengingatkan kita pada istilah invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru sebagai hasil karya manusia. Discovery adalah penemuan sesuatu (benda yang telah ada sebelumnya). Dengan demikian inovasi bearti berusaha menemukan sesuatu dengan jalan melakukan kegiatan (upaya) invetion dan discovery. Inovasi dapat juga diartikan sebagai suatu upaya yang secara sengaja dilakukan untuk membuat hal yang baru, yang secara kualitatif berbeda dari sebelumnya untuk mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, Ibrahim dalam Subandiyah (1992) mengemukakan,"inovasi adalah penemuan yang dapat berupa sesuatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau kelompok oang ( masyarakat).Inovasi dapat berupa hasil dari invetion dan discovery. Inovasi dilakukan dengan tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah. Sesuatu yang baru belum tentu baru menurut orang lain, tetapi paling tidak kita dapat melihatnya dari segi "sifatnya" yang baru, yaitu secara kualitatif berbeda dengan sebelumnya. Kata kualitatif berarti menunjukan pembaruan itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali

Inovasi juga biasanya dilihat sebagai sesutu yang biasa dan bukannya menyusun kembali apa yang sudah ada kedalam pola-pola baru. kalau dilakukan hanya sekedar "iseng". Jadi. apa yang semula dianggap sebagai inovasi. sedangkan inovasi yang lain harus memperoleh bentuk yang lain. standar isi dan waktu. bahkan bisa jadi sebaliknya.unsur-unsur kurikulum. Menghargai kebudayaan lokal/daerah e. Inovassi kurikulum adalah usaha melakukan pembaruan sistem kurikulum untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Inovasi yang karena sifatnya tetap bercorak mental. Adanya suatu yang baru menurut persepsi yang menerima b. Fokus inovasi adalah ide atau rangkaian ide. Implementasi kurikulum menjadi lebih efisien dan efektif d. tetapi bagaimanapun suatu inovasi harus dilakukan dengan cara-cara ilmiah.bisa saja tidak dianggap lagi sebagai inovasi. g. Lebih meratanya kesempatan belajar b. Inovasi bukan semata-mata penjumlahan atau penambahan unsur-unsur setiap komponen kurikulum. Tindakan mengatur kembali jenis dan struktur kurikulum. inovasi kurikulum berkenaan dengan inovasi terhadap sistem kurikulum itu sendiri. Ada keserasian antara kegiatan pembelajaran dengan tujuan kurikulum c. setelah diuji baik teori maupun praktek. dilain pihak perubahan meminta respon sedangkan kualifikasi memerlukan inisatif.Inovasi kurikulum harus dilakukan secara sengaja dan terencana. Pada dasarnya. mudah dicerna. minat belajar peserta didik f. Hal ini penting untuk dipahami. Tumbuhnya sikap. Memang hasil inovasi kurikulum tidak selamanya baik. Kebaikan dari inovasi itu dapat ditunjukan Inovasi harus mengandung makna perbaikan terhadap tujuan-tujuan yang telah ditetapkan termasuk menetapkan satu atau lebih kriteria kualitatif. Dengan demikian. metode penyampaian materi. Terpenihinya kebutuhan tenaga terdidik dan terlatih yang bermutu Adapun ciri-ciri utama suatu inovasi. dan sistem penilaian untuk mencapai kualitas yang lebih baik merupakan tindakan konkret inovasi kurikulum. Tersebarnya paket kurikulum yang menyenangkan semua pihak. dalam arti bukan karena faktor kebetulan atau sekedar hobi. karena dampak inovasi kurikulum menyangkut hajat orang banyak. yaitu: a. Tujuan inovasi kurikulum antara lain: a. . Diciptakan secara sengaja c. Bertujuan memperbaiki sistem yang sudah ada d. maka jangan berharap hasilnya akan sesuai dengan yang diharapkan.

maka dapat disimpulkan bahwa inovasi kurikulum di Indonesia didasarkan pada tiga hal. Inovasi seperti ini dilakukan dan diterapkan kepada bawahan dengan cara mengajak.Banyak contoh inovasi kurikulum . dan sebagainya. inovasi kurikulum dibagi dalam dua jenis. c. Selanjutnya Khol dalam colloway (1979) mengatakan . Kemungkinan dapat diamati (observability) adalah tingkat sampai dimana hasil dari suatu inovasi dapat diamati oleh orang lain. Visi. Pelaksanaan inovasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari pelaksana inovasi kurikulum itu sendiri. yaitu : 1. Kesepadanan (compability) tingkat sampai dimana suatu inovasi konsisten terhadap nilai-nilai yang ada. Kemungkinan dapat dicoba (trialability) ialah tingkat sampai dimana kemungkinan suatu iniovasi dapat dicobakan pada batas-batas tertentu e. mengemukakan ciri-ciri inovasi.No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Keuntungan relatif (relative advantage) adalah tingkat yang digunakan untuk mengukur apakah inovasi itu lebih baik dari gagasan sebelumnya atau tidak b. dan bahkan memaksakan apa yang menurut pencipta itu baik untuk kepentingan bawahannya dan bawahannya tidak punya otoritas untuk menolak pelaksanaannya. Jika kita perhatikan ciri-ciri yang melekat pada inovasi. dan kebutuhan-kebutuhan para opter yang potensial. dan tujuan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui UU. c.Dilihat dari hal itu. "sutu inopvasi mempunyai sifat yang dapat dipahami dengan jelas. Kompleksitas (complexity) adalah tingkat sampai dimana suatu inovasi dilihat sebagai hal yang sulit untuk dipahami dan digunakan d. Rogers (1983).Ciri-ciri yang dikemukakan diatas adalah ciri-ciri berdasarkan batasan atau pengertian inovasi karena dalam spektif yang berbeda tentu akan menunjukan ciri yang berbeda. dan mempunyai kegunaan empirik". Top-Down Innovation Inovasi itu sengaja diciptakan oleh atasan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan ataupun sebagai usaha untuk meningkatkan efesiensi. Tujuan inovasi kurikulum adalah untuk memperbaiki sistem kurikulum yang ada agar lebih baik lagi sehingga terasa manfaatnya bagi masyarakat pendidikan itu sendiri. pengalaman-pengalaman masa lampau. Sebagai usaha untuk mencari pemecahan masalah. yaitu: a. misalnya. misi. menganjurkan. dapat dikonsepsikan.yaitu: a. b.

"top-down inovation" yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional di Indonesia . sekolah kecil. para guru sebagai pelaksana inovasi berulang kali melaksanakan perubahan-perubahan itu sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan. dan beberapa pakar lainnya (Cece Wijaya. Misalnya. seperti perubahan sikap. seperti Sigmund Freud. pikiran. para guru menciptakan strategi atau metode mengajar yang menurutnya sesuai dengan akal sehat. ide. Strategi ini cenderung memaksakan kehendak. guru pamong. John Dewey.Inovasi seperti ini akan berjalan dengan baik apabila pihak pembuat kebijakan. Rational empirical (strategi empirik-rasional Asumsi dasar dalam strategi ini adalahbahwa manusia mampu menggunakan pikiran logisnya sehingga mereka akan bertindak secara rasional. inisiatif sekolah. 2. bukan didasarkan dengan pengalaman guru tersebut. c. inovator bertugas mendemonstrasikan inovasinya dengan menggunakan metode yang terbaik dan valid untuk memberikan manfaat bagi penggunanya. kreasi. sistem pengajaran modul. berkaitan dengan situasi dan kondisi. Power coercive (strategi pemaksaan) Strategi pemaksaan berdasarkan kekuasaan merupakan suatu pola inovasi yang sangat bertentangan dengan kaidah-kaidah inovasi sendiri. dan administrator menuju sikap yang lebih baik. chin dan Benne dalam kennedy (1987) mengemukakan tiga dtrategi inovasi. dan keuntungan sepihak tanpa menghiraukan kondisi dan keadaan serta situasi yang sebenarnya dimana inovasi itu akan dilaksanakan. Normative-reducative (pendidikan yang berulang secara normatif) Strategi ini didasarkan kepada pemikiran para ahli pendidikan.yaitu: a. Buttom-Up Innovation Inovasi ini dibuat berdasarkan ide. Kurt Lewis. guru atau masyarakat. antara lain :CBSA. sistem belajar jarak jauh. Kekuasaan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menerapkan ide-ide dan perubahan sesuai dengan kehendak dan pikiran-pikiran pencipta inovasinya. dalam pelaksanaan perbaikan sistem pembelajaran disekolah. b. para innovator. Selanjutnya. Dalam kaitannya dengan ini. dan lainlain. . keterampilan.dkk. dan nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia. Disekolah.Jenis yang kedua ini jarang dilakukan di Indonesia karena sistem pendidikan yang ada cenderung bersifat sentralistis.1991) yang menekankan bagaimana memahami permasalahan pembaruan.

Pengembangan sering kali bergandengan dengan penelitian sehingga prosedur "research and development" (R&D) merupakan tahapan yang digunakan dalam kurikulum " research and development" yang meliputi berbagai aktivitas. 3) Diffusion. dan adoption". PROSES PENGEMBANGAN DAN KEPUTUSAN INOVASI Menurut Cece Wijaya.early siciology. Tempat terjadinya invention bisa saja didalam maupun diluar sekolah. 2) Development Yaitu suatu proses sebelum masuk kedalam skala yang lebih besar. menurut subandiyah (1992) bahwa proses inovasi terdiri atas: "pengembangan (development). dan konsekuensi inovasi. sedangkann penemuan didalam sekolah banyak terjadi ketika para guru berupaya untuk mengubah situasi atau menciptakan cara-cara baru untuk menggantikan cara-cara yang tradisional. antara lain penelitian dasar. Biasanya penemuan dari tipe hard-ware kebanyakan dari luar sekolah. development. penyebaran(diffusion). pendapat para pemimpin/tokoh/pemuka. penerapan (implemention). Diffisionisme adalah pandanga dalam antropologi yang mejelaskan perubahan masyarakat tertentu sebagai hasil pengenalan inovaso dari masyarakat lainnya. diseminasi (dissemination). Pandangan yang dominan sekarang adalah bahwa perubahan sosial itu disebabkan oleh invensi dan difusi yang biasanya terjadi secara berurutan. yaitu "invention. diffusion. stelah masa Gabriel Tarde di prancis. Para antropolog ini disebut "British Diffusionnist" dan "German-Austrian Diffusionist". Konsep-konsepnya banyak ditiru oleh para pengikut sifusi belakangan ini dengan menggunakan pendekatan kuantitadtif.(1991) bahwa inovasi mempunyai bebrapa tahapan. pendidikan. sering terjadi inovasi kurikulum dan pembelajaran menggambarkan suatu hasil yang sangat berbeda dengan apa yang terjadi sebelumnya. 1) Invention Meliputi penemuan-penemuan baru yang biasanya merupakan adaptasi dari apa yang telah ada. termasuk invisible college dan para sarjana Amerika lainnya menggunakan "hukum imitasi" dari Tarde. . Para peneliti antropologi mengggunakan sembilan tradisi penelitian difusi. pemasaran. kecepatan adopsi dalam sistem sosial. sosiologi pedesaan.C. geografi dan sosiologi umum. komunikasi. Akar sejarah penelitian difusi lainnya adalah sekelompok antropolog pemula yang muncul di Inggris dan Jerman-Australia. sedangkan tipe penelitian difusi. Sedangkan. Gabriel Tarde adalah seorang pemikir ulung dizamannya tentang difusi. siapa berinteraksi dengan siapa. Penelitian ini mengetengahkan proses pengembangan bahanbahan kurikulum yang baru. evaluasi (evaluation)".dkk. adopsi (adoption). menggunakan saluran komunikasi. meliputi pengetahuan tentang inovasi. Diffisionosme ini tidak banyak diikuti sekrang. Dalam praktiknya. kesehatan masyarakat dan sosiologis medis. yaitu tradisi riset antropologi . perencanaan (planning).

(b) the individual –blame bias. Sebagaimana dikemukakan Rogers (1983) bahwa "difusi adalah proses dimana inovasi di komunikasikan melalui saluran-saluran tertentu secara terus menerus diantara anggota-anggota sistem sosial".Di samping itu. seperti sosio ekonomi di antara anggota kelompok sosial. dan inovasi tersebut harus re-intenved nor rejected. Torsten Hagerstran dalam House (1974) menjelaskan "difusi inovasi terjadi melalui jaringan kontak-kontak sosial". Karakteristik komunikasi dalam difusi adalah isi pesan dalam komunikasi tersebut adalah baru. ada empat hal pokok sebagai suatu kriktikan terhadap penelitian difusi. yaitu tindakan linear dalam usaha individu mentransfer suatu pesan kepada orang lain. Selanjutnya. di dalam jaringan komunikasi atau pendekatan-pendekatan lain sesuai dengan kultur masyarakat setempat. nasional. Menurut Rogers (1983) ada empat elemen pokok dalam difusi. dan sistem sosial". . Dengan demikian. karena dua atau lebih individu saling bertukar informasi untuk menggambarkan suatu peristiwa/fenomena tertentu. Sistem sosial yang dimaksudkan di sini adalah seperangkat unit yang saling berhubungan dan yang terlibat dalam pemecahan masalah bersama untuk mencapai tujuan bersama. sekalipun sistem sosial itu sendiri memiliki beberapa keterbatasan. yaitu inovasi. apakah akan menggunakn media massa atau pertemuan langsung dengan kelompok-kelompok pemakai. baik dalam proses keputusan inovasi. penyempurnaan dan sebagainya. Barunya isi pesan yang terdapat dalam komunikasi tersebut menentukan ketidakpastian. yang cenderung mempertahankan respons individu untuk mengatasi masalah-masalahnya dari pada sistem sebagai bagian dari individu. waktu merupakan elemen yang penting. Dalam proses difusi. Kontak-kontak itu terjadi baik pada tingkat lokal. Komunikasi merupakan proses yang melibatkan para pelakunya dalam menciptakan membagi informasi diantara sesamanya dalam rangka mencapai pemahaman bersama. Anggota unit dari suatu sistem sosial bisa individu-individu. Artinya. perubahan. sedangkan komunikasi adalah sebuah proses dimana partisipan menciptakan dan saling tukar informasi agar terjadi saling pengertian. implikasinya adalah inovasi harus didifusi dan diadopsi oleh semua anggota sistem sosial. Ini merupakan bentuk komunikasi khusus. Difusi sebagai proses berkaitan erat dengan komunikasi. waktu. kelompok informal. Ketidakpastian adalah tingkat kepercayaan terhadap sejumlah alternatif dalam dari suatu pristiwa yang akan terjadi. komunikasi adalah suatu proses konvergen atau divergen. Difusi merupakan suatu tipe khusus dari komunikasi yang berhubungan dengan gagasan atau ide baru. dan intersional. difusi terjadi di dalam suatu sistem sosial karena struktur sosial dan sistem sosial memengaruhi difusi inovasi dalam berbagai cara. sorang inovator harus berpijak pada konsep-konsep inovasi yang utuh sehingga tidak terjebak dengan istilah-istilah lainya. Selanjutnya. saluran komunikasi. keinovatifan seseorang maupun kecepatan dalam sistem. organisasiorganisasi atau sub-sistem lainya. yaitu: (a) its pro-innovation bias. dan pesan yang disampaikan itu berkenaan dengan ide-ide baru. (c) the recall problem dalam penelitian difusi sering tidak tepat ketika responden ditanya untuk mengingat waktu mereka mengadopsi suatu ide baru dan (d) the issue of equality dalam difusi inovasi. penyebaran inovasi kurikulum dapat dilakukan melalui kontak-kontak sosial. regional. Wujud atau bentuk dari inovasi itu akan berkaitan dengan kelompok pemakai dan strategi implementasi inovasi. seperti perbaikan. Seorang inovator dalam melakukan difusi harus memikirkan juga bentuk saluran komunikasi. Komunikasi lebih dianggap sebagai suatu proses konvergensi dua arah dari pada satu arah. Dalam proses difusi.

Pada tahap penyerapan (adoption) terdapat beberapa unsur penting yang perlu dipertimbangkan. yaitu menjaga kualitas teknologi dan keputusan untuk menyebarluaskan inovasi. akibat desakan dan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Komersial. maka muncullah ide. Konsekuensi. Masalah yang paling krusial dalam proses pengembangan inovasi adalah keputusan untuk memulai difusi kepada pengguna (adopter). saluran komunikasi. Tahap akhir dari proses pengembangan inovasi adalah kosekuensi. sedangkan penelitian terapan terdiri atas investigasi sains yang diarahkan pada pemecahan masalah praktis. Komersialisasi merupakan produksi. manufakur. Dalam situasi tertentu. Dalam kenyataan sangat sulit memisahkan antara research and development (R&D) sehingga kedua istilah ini sering digunakan secara bersama-sama. c. menentukan terhadap inovasi. implementasi inovasi. Pada satu sisi perlu penekanan untuk menerapkan inovasi sesegera mungkin dalam memecahkan masalah. Dasar ilmu pengetahuan dan teknologi biasanya berasal dari penelitian dasar. Memahami masalah atau kebutuhan yang timbul dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan dua hal. gagasan dan pandangan baru yang mencoba memecahkan masalah secara komprehensif. b. Sering juga muncul masalah baru sebagai akibat dari inovasi sehingga timbul masalah lain untuk memulai lagi proses pengembangan inovasi. Apa yang dimaksud dengan proses keputusan inovasi? Proses keputusan inovasi adalah proses dimana seorang individu unit pembuat keputusan mempertimbangkan langkah-langkah membuat keputusan. Proses pengembangan inovasi perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut. Melakukan penelitian dasar dan terapan. mulai dari memahami tentang inovasi. antara lain : penerimaan. a. e. Kegiatan pengembangan selalu dikaitkan dengan penelitian. membuat keputusan untuk mengadopsi atau menolaknya. waktu. f. sampai pada konfirmasi putusan tersebut. pemasaran dan distribusi. tetapi di sisi lain kredibilitas dan reputasi lembaga perlu dijaga dalam merekomendasikan inovasi yang dapat menguntungkan pengguna. dan budaya. Oleh sebab itu. kemasan. Persoalanya adalah apakah kebutuhan dapat dipecahkan oleh hasil inovasi atau sebaliknya. Pengembangan. Difusi dan adopsi.4) Adoption. tipe pembaruan. struktur sosial. d. Pada tahap ini proses penelitian dan pengembangan dikemas dalam bentuk produk siap pakai oleh oleh pengguna. perlu dilakukan redefinisi terhadap masalah sosial yang menyangkut interaksi antara individu dan sistem masyarakat. . Adapun uraian dari kelima langkah utama dalam proses keputusan inovasi adalah sebagai berikut. unit pengadopsi.

Saluran komunikasi adalah alat untuk menyampaikan pesan dari individu kepada individu lain. Saluran media massa adalah semua alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan-pesan yang melibatkan suatu media massa seperti. yaitu model yang menekankan pada difusi melalui gerakan penyampaian antar individu atau antar sistem dengan perhatian utamnya adalah penerima potensial. terjadi bila seseorang individu atau unit pembuat keputusan lainya menentukan pelaksanaan suatu inovasi. dan (d) suatu saluran komunikasi yang menghubungkan kedua unit tersebut. Berkaitan dengan keputusan inovasi. yaitu pilihan-pilihan untuk mengadopsi atau menolak suatu inovasi yang dibuat secara kosensus di kalangan para anggota suatu sistem sosial. SALURAN KOMUNIKASI (a) bentuknya yang paling sederhana. terjadi bila seorang individu atau unit pembuat keputusan lainya mencari dukungan bagi suatu keputusan inovasi yang telah dibuat. (b) keputusan inovatif kolektif. dimulai dari adanya kebutuhan (masalah) diikuti dengan mencari kemungkinan pemecahan yang dapat dipilih dan diaplikasikan. Persuasi. suatu proses difusi dengan melibatkan suatu inovasi . diproduksi. Selanjutnya.1. radio. terjadi bila seorang individu atau unit pembuat keputusan lainya terikat dalam aktivitas untuk memilih mengadopsi atau menolak inovasi itu. (b) seorang individu atau unit lain dari adopsi yang mempunyai pengetahuan tentang atau mempunyai pengalaman dalam menggunakan inovasi itu. yaitu pilihan-pilihan untuk mengadopsi atau menolak suatu inovasi yang telah di buat oleh individu dalam suatu sistem yang mempunyai kekuatan. Pengetahuan. terjadi bila seorang individu atau unit pembuat keputusan lainya terbuka terhadap adanya inovasi dan memperoleh pengetahuan tentang bagaimana cara ia terlibat dan berfungsi dalam pengembangan inovasi. Pembaruan kembali mungkin sekali terjadi pada tahap implementasi ini. D. televisi dan . terjadi bila seorang individu atau unit pembuat keputusan lainya menentukan sikap senang atau tidak senang terhadap inovasi tersebut. baik langsung maupun tidak langsung. Havelock mengemukakan tiga model yaitu: (a) model penelitian. dan disebarluaskan kepada. dan (c) keputusan inovasi otoritas. yang bebas dari keputusan-keputusan dari anggota sebuah sistem. dan difusi yaitu model yang memandang bahwa proses perubahan merupakan rangkaian kegiatan rasional ketika inovasi ditemukan. (b) model interaksi sosial. yaitu (a) keputusan inovasi pilihan yaitu pilihan-pilihan untuk mengadopsi atau menolak suatu inovasi yang dapat dibuat oleh seseorang. perlu juga diketahui beberapa tipe keputusan inovasi. kemudian dikembangkan. 5. 4. Konfirmasi. Implementasi. 3. Keputusan. 2. pengembangan. (c) model pemecahan masalah yaitu model yang memandang proses perubahan sebagai sebuah lingkungan. tetapi ia mungkin mengembalikan keputusan yang lau jika pesan-pesan yang disampaikan bertentangan dengan inovasi itu. (c) individu atau unit lain yang belum mempunyai pengetahuan tentang inovasi itu. Kelima langkah ini pada akhirnya disebut Rogers sebagai Model Proses Keputusan Inovasi. status atau keahlian teknis.

Dimensi waktu yang terlibat dalam proses difusi. Berkaitan dengan masalah implementasi Nakamura dan Smallwood (1980) mengatakan.implementation refres to the actual use of an innovation on what an innovation consist of in practice". di mana individu baru pertama kali mengetahui tentang inovasi sampai kepada adopsi atau penolakan. maka tidak akan dapat diketahui daya guna dan hasil guna dari inovasi.the translation of any tool.. (c) tekhnik rancangan diri. Di lain pihak. biasanya diukur menurut jumlah anggota sistem sistem yang mengadopsi inovasi dalam jangka waktu tertentu. E. "terdapat tiga lingkungan yang di hubungkan dengan komunkasi dan pemenuhan yaitu pembentukan . Dalam proses difusi perlu dipertimbangkan juga masalah waktu. IMPLEMENTASI INOVASI DAN KECEPATAN ADOPSI Dalam rangkaian inovasi. artinya perbandingan kecepatan inovasi untuk diadopsi dari suatu sistem dengan sistem lainya adalah relatif. karena waktu merupakan unsur penting dalam proses difusi. Fullan dan Pomfret (1977) menjelaskan bahwa ". procces or method of doing from knowledge to practice". Meskipun demikian terdapat kecendrungan yang kuat untuk memilih seseorang yang paling mirip dengan dirinya atau disebut homopili. antara lain: (a) dalam proses keputusan inovasi. Waktu. Keadaan sosial yang dekat ini membuat komunikasi homopili lebih memungkinkan terjadinya difusi. Untuk mengukur pendapat kepemimpinan keterkaitan jaringan kerja difusi yang di gunakan dalam penelitian dapat digunakan beberapa tekhnik.surat khabar yang memungkinkan pesan-pesan tersebut sampai kepada khalayak.. maka saat itu merupakan awal suatu kegiatan implementasi. tinggal atau kerja berdekatan dan tertarik dengan kesenangan yang sama. sifat individu yang sama. technique. Mophily adalah tingkat dimana individu-individu yang berinteraksi mempunyai ciri-ciri yang sama seprti kepercayaan. (b) mendapat informan.. Tanpa adanya proses implementasi sebagai salah satu titik yang menentukan keseluruhan proses inovasi.. saluran antar manusia lebih aktif dalam memengaruhi seorang individu untuk mengadopsi gagasan terutama jika saluran antar manusia tersebut menghubungkan satu atau lebih individu yang berada dalam lingkungan yang hampir sama. heteropily adalah derajat sampai dimana pasangan berinteraksi itu memiliki sifat yang sama. Dengan demikian tindakan melaksanakan atau lebih tepat mewujudkan apa yang telah ditetapkan sebagai kebikajan merupakan pandangan yang hampir sama di antara para ahli bahwa ketika kebijakan ditetapkan. Pengertian lain dikemukakan Pressman dan Wildavsky (1973) yang mengatakan implementasi sebagai ". Misalnya . Saluran antar manusia melibatkan pertukaran secara tatap mukaabatara dua atau lebih individu. Prinsip dasar dari komunikasi manusia adalah bahwa transfer ide anatar individu mempunyai sifat yang sama. Sebaliknya. (d) dan observasi. (b) dalam keinovasian individu atau unit adopsi lainya. status sosial dan kesenangan lainya. antara lain: (a) sosiamatrik. Komunikasi akan lebih efektif apabila individu memiliki homopili... pendidikan. (c) tingkat adopsi dalam sistem. implementasi menduduki posisi yang sangat penting karena menyangkut sistem inovasi itu sendiri. terpisah dari kejadian-kejadian karena merupakan aspek penting dari setiap aktivitas.

cepat dan kuat terhadap mayarakat banyak. tidak membicarakan konsekuensinya. dan mereka mungkin mengelompokan kategori pengadopsi ketika mereka mulai pertama kali menggunakan ide-ide baru. yaitu keadaan individu atau system mendapat masukan informasi yang berlebihan dan tidak dapat diproses atau digandakan bahkan dapat menimbulkan kekacauan. memantapkan hubungan pertukaran informasi. Dalam konteks itu. Ada dua masalah pokok yang akan dihadapi agen perubahan yaitu : (a) arginalitas social. Hipotesis-Two-Step Flow sudah diuji dalam situasi komunikasi yang beragam dan secara umum dapat menggunakan kerangka kerja konseptual untuk menguji arus komunikasi massa. Konsekuensi dapat dibagi kedalam tiga bagian besar. penilaian kebijakan dan implementasi kebijakan dalam sistem yang bersifat siklus". Perilaku dari pemimpin merupakan hal penting untuk menentukan kecepatan adopsi inovasi dalam sutu system social. The Two Step Flow Model. mereka mengingatkan agar kiata tidak hanya melihat implementasi sebagai suatu proses dari atas ke bawah tetapi perlu mempertimbangkan penjajagan terhadap peranan yang dimainkanh oleh para pelaku di setiap lingkungan seperti disebutkan diatas. Mereka mengasopsi sesuai dengan urutan waktu. konsekuensi inovasi itu sulit untuk diukur. sehubungan dengan posisi agen diantara lembaga pembaharuan dengan system klien. Agen perubahan memiliki peranan penting. Kedua mungkin juga terletak pada metode-metode penelitian yang biasanya tidak cocok untuk penyelidikan konsekuensi inovasi. Banyak orang ketika membahas inovasi. juga termasuk perbedaan pengaruh. Konsekuensi Fungsional dan Konsekuensi Disfungsional . Tidak semua indivisu dalam suatu system social mengadopsi suatu inovasi pada waktu yang sama. Pemimpin opini adalah seseorang yang memimpin dalam mempengaruhi pendapat orang lain tentang inovasi. Pertanyaannya adalah mengapa konsekuensi itu tidak atau belum banyak dikaji? Alasannya . terlalu menitikberatkan pada adopsi. Pertama. mendiagnosi masalah. Pemimpin Opini Pemimpin Opini adalah tingkat dimana seseorang secara informal dapat mempengaruhi sikap atau perilaku individu yang lain sesuai dengan cara yang diharapkan dalam frekuensi tertentu. Agen pembaharuan sering kali hanya merupakan sponsor penelitian difusi. Seorang pemimpin opini perlu memahami model-model komuniasi massa yaitu : Hypodermic needle Model. menciptakan niat klien untuk berubah. kemudian langkah keduanya dari pendapat pemimpin ke pengikut-pengikutnya. (b) Kelebihan informasi. Langkah pertamanya bersumber dari pendapat pemimpin yang merupakan suatu transfer informasi. dan berasumsi bahwa konsekuensi inovasi itu akan positif. berasumsi bahwa media massa mempunyai pengarh secara langsung. yaitu mengembangkan kebutuhan untuk perubahan. yaitu : a. Lebih lanjut Fullan dan Pomfret (1977) menjelaskan studi cenderung menggambarkan dua orientasi pokok. Ketiga. mewujudkan niat klien kedalam suatu tindakan.kebijakan. Konsekuensi Inovasi adalah perubahan-perubahan yang terjadi terhadap suatu system social sebagai hasil dari adopsi atau penolakan dari suatu inovasi. menciptakan stabilitas adopsi dan mencegah penghentiannya dan mencapai hubungan akhir dengan klien.

b. bahkan Filipina dan Thailand. Pertimbangan ini berhubungan dengan perubahan system social dengan kemampuan system untuk mengatasinya. Apabila dari percobaan ini menunjukan hasil yang baik. kurikulum menyediakan tentang A. Padahal kita tahu bahwa pada tahun 1970-an. dan ini sulit untuk dikejar karena pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat cepat dan luar biasa . relevansi. maka selanjutnya dituangkan dalam suatu kebijakan nasional untuk digunakan diseluruh Indonesia. Di satu sisi. Jadi. sedangkan konsekuensi disfungsional berhubungan dengan efek-efek yang tidak diinginkan. C dan D. sedangkan konsekuensi tak langsung adalah perubahan-perubahan uatu system social yang terjadi sebagai hasil konsekuensi langsung suatu inovasi. Konsekuensi Langsung adalah perubahan-perubahan dalam system social yang terjadi sebagai respons segera suatu inovasi. begitu juga ketika anak masuk keperguruan tinggi. mutu pendidikan (baca: proses dan hasil belajar) di Indonesia sangat rendah( sesuai dengan indicator tertentu). masalah pemerataan. Jangan untuk sekala Internasional. Konsekuensi Yang tampak dan Laten Konsekuensi yang tampak adalah perubahan-perubahan yang terlihat dan dikehendaki oleh system social. Disatu Pihak. yaitu sebagai berikut : Pertama. Untuk itu. Dan (c) Ketidakseimbangan akan terjadi apabila kecepatran suatu perubahan itu sangat cepat sehingga tidak dapat diikuti oleh system social. Kedua.Konsekuensi fungsional adalah akibat-akibat yang diinginkan dari penyebaran suatu inovasi dalam suatu system social. restrukturisasi kurikulum. Ketiga. maka inovaasi kurikulum harus terus dilakukan. penyesuaian materi dan waktu. yaitu masih adanya ketidaksesuaian antara kurikulum yang ada dengan kebutuhan dilapangan. kurikulum yang ada selalu ketinggalan. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan ini. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Agen perubahan dalam menilai kecepatan inovasi. seperti perubahan tujuan kurikulum. Untuk mengatasi kesenjangan relevansi tersebut. orang-orang Malaysia banyak belajar di Indonesia. (b) Keseimbangan yang dinamis. maka inovasi kurikulum mutlak harus dilakukan. pendidikan di kota dapat berjalan dengan lancar dan baik sesuai dengan . Konsekuensi Langsung dan Tak Langsung. antara lain : (a) keseimbangan yang stabil. B dan C (misalnya) tetapi di pihak lain masyarakat/ dunia sudah membutuhkan tenaga yang memiliki pengetahuan tentang A. B . Hal ini berhubungan dengan kestabilan perubahan struktur atau fungsi social. dalam skala ASEAn saja mutu pendidikan Indonesia masih dibawah Malaysia dan Singapore. sering dilakukan percobaan-percobaan atau studi kasus pada sekolah tertentu. F. Pembangunan Pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih kurang merata.. INOVASI KURIKULUM DIINDONESIA Dalam perkembangan pendidikan di Indonesia telah dilakukan berbagai upaya inovasi kurikulum dan pembelajaran. c. sedangkan konsekuensi laten adalah berbanding terbalik dari pengertian diatas.

maupun sebagai innovator kurikulum. . Gagasan dan pendekatan baru tentang kurikulum ini biasanya disebut inovasi kurikulum. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diatas. pembimbing. Peserta didik perlu diperkenalkan dan dilibatkan dalam inovasi kurikulum sehingga mereka tidak saja menerima dan melaksanakan inovasu tersebut. masalah keefektifan dan efisien pendidikan. yaitu penggunaan waktu disetiap masa pelajaran. kemampuan motorik. Baik terpadu secara vertical maupun horizontal. Untuk menghadapi permasalahan pemerataan pendidikan ini. baik disekolah maupun diluar sekolah. tetapai juga mengurangi resistensi. kemudian dilaksankan dalam situasi yang sebenarnya. kemauan dan komitmen yang timbul dalam diri mereka tanpa ada paksaan. di kota kecil atau didaerah/ desa sangat jauh ketinggalan. Gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu memecahkan persoalan yang tidak mungkin dipecahkan dengan cara-cara trdisional atau komersial. guru memiliki peran utama dan pertama. metologi. Keterbatasana dana dan daya menuntut system manajemen kurikulum yang efisien dan terpadu. Setelah bentuk atau wujud kurikulum itu ada. 1. baik di masa sekarang maupun dimasa yang akan datang. Hal ini biasa terjadi apabila peserta didik juga dilibatkan dalam proses inovasi kurikulum. evaluasi. ada bebrapa factor yang perlu diperhatikan. pengawas maupun instrumental input lainya. maka diperlukan berbagai upaya atau terobosan dadn pemikiran yang mendalam serta pendekatan progresif dalam bentuk inovasi kurikulum sehingga diharapkan ada peningkatan mutu pendidikan. baik tentang struktur kurikulum. Hal ini mungkin disebabkan karena dikota besar (Paling tidak di Ibukota Kabupaten) pembangunan infrastruktur sudah tersedia sehingga kurikulum dapat berjalan dengan lebih baik. Faktor Guru (Pendidik) Guru sebagai ujung tombak dalam pengembangan kurikulum. Untuk itu. Keefektifan berkenaan dengan keampuhan pelaksanaan kurikulum. merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran.tuntunan kurikulum. baik sebagai pendidik. pelaksana. 2. Oleh karena itu. Masalah Efesiansi berkenaan dengan manajemen kurikulum itu sendiri. Keempat. maka perlu dilakukan inovasi kurikulum yang sesuai dengan kondisi objektif di kota maupun didesa. guru. Kepiawaian dan kewibawaan seorang guru sangat menentukan keefektifan kurikulum. peserta didik memegang peranan yang sangat dominant. pengajar. Sementara di sisi lain. Peserta didik dapat menentukan keberhasilan belajar melalui penggunaan intelegensia. Faktor Peserta Didik (Siswa) Sebagai objek utama dalam kurikulum terutama dalam proses pembelajaran. pengalaman. Dalam efisiensi menyangkut juga aspek waktu. pelatih.

Fasilitas (terutama fasilitas pembelajaran) meruakan hal sangat esensial dalam melakukan perubahan dan pembaharuan kurikulum. Tujuan Kurikulum(tujuan kulikuler) bersumber dari setiap mata pelajaran. stiap[ terjadi perubahan mata pelajaran . factor fasilitas mutlak harus diperhatikan. sengaja maupun tidak sengaja terlibat dalam inovasi kurikulum. Pada dasarnya. maka struktur kurikulumnya juga berbeda. struktur kurikulum mengalami perubahan yang sangat mendasar. Faktor Lingkungan Sosial Masyarakat Masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Fasilitas merupakan hal yang turut mempengaruhi kelangsungan suatu inovasi yang akan diterapkan. ruang lengkup invasi kurikulum terdiri atas. Factor ini harus diperhatikan karena hasil inovasi kurikulum pada akhirnya disusun dalam program pembelajaran. termasuk sarana dan prasarana tidak bias diabaikan dalam peranan inovasi kurikulum. struktur kurikulum. Faktor Program Pembelajaran Program Pembelajaran dan perangkatnya merupakan pedoman dalam implementasi kurikulum di sekolah. 4. sedangkan dalam kurikulum 1975. Tanpa melibatkan masyarakat sekitarnya. inovasi kurikulum tentu tidak akan terganggu. Dalam Kurikulum tahun 1968. terutama masyarakat dimana peserta didik itu berasal. mulai dari jenis mata pelajaran sampai dengan organisasi kurikulumunya. maka pelaksanaan inovasi kurikulum ddapat dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. organisasi kurikulum yang digunakan adalah bidang studi (broad Field). Susuan mata pelajaran ini biasanya disebut struktur kurikulum. RUANG LINGKUP DAN BENTUK INOVASI KURIKULUM Secara garis besar . Dalam penerapan inovasi kurikulum . Keterlibatan masyarakat dalam inovasi kurikulum justru akan membantu innovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan inovasi kurikulum. tujuan kurikulum. Akibat organisasi kurikulum yang digunakan berbeda. isi/ materi pengajaran. proses pembelajaran. .3. Hampir setiap pergantian kurikulum selalu terjadi perubahan struktur kurikulum. dan system penilaian. yaitu mata pelajaran yang serumpun difungsikan menjadi satu bidang studi. 5. bahkan bias merusak. ilmu bumi. Misalnya. G. Jadi. Tanpa adanaya fasilitas. maka stiap itu pula terjadi perubahan kurikulum. Faktor Fasilitas Fasilitas. Banyak kegiatan inovasi kurikulum yang tidak didukung oleh masyarakat berakibat terhentinya pelaksanaan inovasi. tujuan inovasi kurikulum adalah mengubah masyarakat menjadi lebih baik. dan berhitung. organisasi kurikulum yang digunakan adalah ata pelajaran yang terpisahpisah (isolated-subject curriculum). pada tahun 1975. Program pembelajaran merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kurikulum sebagai suatu system. Seperti ilmu hayat.

hasil-hasil penelitian tentang itu banyak dilakukan . social dan budaya. berarti sudah banyak upayaupaya inovasi kurikulum yang dilakukan di Indonesia. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur dedukatif. dan pendekatan CBSA (Cara Baca Siswa Aktif). dan mata pelajaran PSPB dihapuskan. dan sejak menggunakan kurikulum 2004 baru menggunakan kurikulum berbasis kompentensi (competency. Selama ini. tetapi mengapa hasil dari inovasi kurikulum tersebut tidak/belum pernah diespos ke masyarakat luas. dimana program inti. model penilaian yang dianggap tepat untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kampetensi adalah penilaian berbasis kelas (classroom-based-asessment) dengan salah satu teknik penilaian adalah portfolio. Oleh karena itu. Perubahan kurikulum ini juga membawa implikasi terhadap cara guru mengajar atau proses pembelajaran. (Sumarna Supranata dan Muhammad Hatta. kita mengenal strategi PPSI (Prosedur Pembangunan Sistem Intruksional). biologi. Bukan hanya guru. Bentuk-bentuk inovasi kurikulum seperti disebutkan diatas membawa implikasi terjadinya perubahan penilaian. dana-dana penelitian pun dianggarkan cukup besar. baik kelebihan maupun kekurangannya. Padahal. yaitu dari apa yang di ajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai (kompetensi). tetapi juga terjadi pergeseran paradigma dari pendekatan pendidikan yang berorientasi masukan (input-oriented education) ke pendekatan pendidikan yang berorientasi hasil atau standar (outcome-based education). strukur kurikulumnya berbeda ada program inti. Selama ini kurikulum kita menggunakan pendekatan penilaian norma (normrefrenced assessment). Program pilihan A dimaksudkan untuk memberikan bekal kemampuan yang diperlukan guna melanjutkan keperguruan tinggi. terutama pada aspek proses pembelajaran. kurikulum di Indonesia banyak menggunkan kurikulum yang berbasis isi (content-based curriculum). antara lain : Dalam Kurikulum 1975. Semula guru lebih menekankan pada selesainya pokok bahasan (isi). tetapi sekarang justru lebih menekankan pada hasil .Beberapa bentuk inovasi kurikulum yang pernah dilakukan di Indonesia. seperti ilmu-ilmu fisik. program pilihan.curriculum – based). Perubahan kurikulum ini mengakibatkan perubahan paradigma terhadap proses pembelajaran. Kemudian dalam kurikulum 1984 diberlakukan system kredit dan system semester serta pendekatan keterampilan proses. penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi serta sumber belajar. Kurikulum 2004. tetapi melupakan hasil. Hal ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik pada masa yang akan datang. tetapi sayang hasil penelitian hanya berhenti sampai dengan laporan. Sedangkan program pilihan B dimaksudkan untuk menampung bakat.Begitu juga ketika menggunakan kurikulu SMA 1984. dan kemampuan siswa sesuai dengan bidang kehidupan yang ada di masyarakat dan aspek-aspek budaya tertentu. . yaitu aspek yang menunjukan beberapa kompeten peserta didik yang menguasai materi yang telah diajarkan. Memperhatikan bentuk-bentuk inovasi kurikulum tersebut diatas. Dalam kurikulum 1994 dan kurikulum 2004 menggunakan struktur kurikulum yang baru. yaitu Pendidikan Sejarah Bangsa (PSPB). Perubahan kurikulum tersebut tidak hanya mengakibatkan terjadinya penyesuaian substansi materi. 2004). Kurikulum 1994 dengan system catur wulannya lebih banyak menggunakan pendekat-pendekatan seperti kurikulum sebelumnya. minat. ada program pilihan A dan ada program pilihan B serta masuknya mata pelajaran baru. Inovasi kurikulum juga menyangkut tentang materi.

bahkan ada guru yang merasakan bahwa inovasi merupakan suatu tuntutan ddan kebutuhan professional. (d) dikap antara guru yang satu dengan guru lainya berbeda. tetapi guru juga memiliki ketrbatasan. Penyebab lainya adalah masih kurangnya sikap dan kemampuan berpikir kritis. tidak sedikit juga guru yang menolak untuk melaksanakan inovasi. sebab inovasi itu itu bukan dukun yang dapat mengobatai segala mcam penyakit dengan demikian nilai dan esensi dari suatu inovasi belum menjadi milik instrinsik manusia Indonesia sebagai akibat dari penerimaan inovasi demi target formalistic belaka. penilaian portofolio. (c) guru kurang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya terutama yang berkaitan dengan inovasi kurikulum. Hambatan itu antara lain dapat disebabkan oleh tidak sesuainya latar belakang kultur budaya Indonesia. Keterbatasan guru ini mengimplentasikan perlunya perencanaan yang matang dan komperehensif tentang inovasi kurikulum dalam berbagai tingkatan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan hambatan yang terjadi sehingga keterbatasan tersebut dapat diatasi dengan segera. Penerimaan inovasi juga belum dibarengi dengan tekad dan semangat baru serta kerja keras dari guru. . menyebabkan pemahaman. penerbitan buku-buku sumber elektronik (BSE). (b) guru mempunyai tingkat kemampuan yang bervariasi. sekarang atau masa yang akan datang. pengembangan media audio-visual. Ada guru yang antusias untuk memahami lebih jauh tentang inovasi kurikulum. analis. (Soepardjo Adikusumo. pengembangan sumber-sumber belajar. Pembelajaran Aktif-Kreatif-Menyenangkan (PAKEM). 1986) Guru memang memiliki potensi. Hambatan-Hambatan dalam Implentasi Inovasi Kurikulum Berbagai upaya inovasi kurikulum telah banyak dilakukan di Indonesia.H. pembelajaran konstektual (contectual teaching-learning) . Meskipun Demikian. dan sebagainya. antara lain konsep pendekatan kompetensi. dan antisipatif terhadap inovai yang dikenalkan baik mengenai kegunaannya maupun implikasi yang mungkin timbul. sikap dan kemampuan mengimplentasi inovasi kurikulum juga bervariasi. konstruktif. terutama untuk menata kembali keseluruhan struktur dan prosedur pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan mencegah agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.reflektif. Beberapa keterbatasan guru antara lain : (a) guru mempunyai waktu yang terbatas untuk mengkaji lebih lanjut informasi tentang inovasi. tidak sedikit juga hambatan yang terjadi setiap kali melakukan upaya inovasi. Inovasi tersebut. penilaian berbasis kelas. Meskipun demikian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->