P. 1
SEJARAH & PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

SEJARAH & PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

|Views: 547|Likes:
Published by yulitachrist
Tugas kelompok bahan presentasi
Tugas kelompok bahan presentasi

More info:

Published by: yulitachrist on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2015

pdf

text

original

SEJARAH & PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

Oleh : Yulia Suryaningrum (12411036) Richard Yulio (12410039) Suci Wachidatul (12411049) Yulita Puspitasari (12412051)

FISIP Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA Semester Genap 2012

BAB I PENDAHULUAN

Sebagai kita telah maklum bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu hasil penelitian yang sistematik atas fakta-fakta mengenai bidangbidang tertentu. Pada ahli sosiologi mempelajari struktur-struktur dan prosesproses kehidupan sebagai suatu keseluruhan, dan karenanya memerlukan suatu pendekatan yang berlainan dari pada ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang dikaitkan dengan satu dan lain aspek kehidupan sosial yang terbatas. Kita tahu sosiologi merupakan suatu ilmu yang masih muda, walau telah mengalami perkembangan yang cukup lama. Sejak manusia mengenal kebudayaan dan peradaban, masyarakat manusia sebagai proses pergaulan hidup. 1.1. Rumusan Masalah

1. Bagaimana asal mula sejarah teori sosiologi klasik? 2. Siapa saja pencetus teori sosiologi klasik? 3. Bagaimana asal mula sejarah teori sosiologi modern? 4. Siapa saja pencetus teori sosiologi modern

1.2.

Tujuan dan Kegunaan Penulisan

1.2.1 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui sejarah & perkembangan teori sosiologi klasik. 2. Mengetahui singkat dibalik tokoh pencetus sosiologi klasik dengan teori - teorinya. 3. Mengetahui sejarah & perkembangan teori sosiologi modern. 4. Mengetahui singkat dibalik tokoh sosiologi modern.

1.2.2 Kegunaan Penulisan Sebagai tambahan ilmu pengetahuan tentang Sosiologi, khususnya yang berkaitan dengan masalah Sejarah & Perkembangan Sosiologi. Sebagai salah satu penyelesaian tugas mata kuliah Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik program studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

BAB II PEMBAHASAN SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

2.1.

SEJARAH SOSIOLOGI KLASIK

Kekuatan Sosial dalam Perkembangan Teori Sosiologi Beberapa kekuatan sosial yang melatarbelakangi munculnya teori-teori sosial dan sekaligus menjadi fokus perhatian para ahli sosial, di antaranya adalah revolusi politik, revolusi industri, perkembangan kapitalisme,

perkembangan sosialisme, feminisme, urbanisasi, perubahan agama, serta pertumbuhan ilmu pengetahuan. Perkembangan teori-teori sosial tersebut tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi di beberapa negara terutama yang terjadi di kawasan Eropa Barat, di antaranya adalah di Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris. Perubahan berupa revolusi sosial politik serta kebangkitan kapitalisme membawa dampak-dampak yang tidak saja bersifat positif tetapi juga memunculkan masalah-masalah sosial baru. Hal ini telah memacu para ahli sosial dan filsafat untuk menemukan kaidah-kaidah baru yang terkait dengan perkembangan teori sosial dan sekaligus sebagai suatu upaya dalam memahami dan menanggulangi masalahmasalah sosial tersebut, serta mengarahkan bagaimana bentuk

masyarakat yang diharapkan di kemudian hari. Seperti perkembangan kehidupan politik (revolusi Prancis sejak tahun 1789 menjadi cikal bakal perkembangan teori sosiologi di Prancis. Demikian pula, pertumbuhan

kapitalisme di Inggris telah memacu munculnya pemikiran-pemikiran baru di bidang sosial.

2.2.

TOKOH TEORI SOSIOLOGI KLASIK

sosiologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa tokoh yang membahas tentang Teori sosiologi klasik.

1. Auguste Comte memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste François Xavier Comte. Comte lahir pada tanggal 19 Januari 1789 di kota Monpellier di Perancis Selatan, dari orang tua yang menjadi pegawai kerajaan dan penganut agama Katolik yang saleh. Auguste Comte mengharapkan bahwa segala sesuatu harus dibuktikan secara ilmiah atau empiris. Hasil – hasil karyanya yg terutama adalah :  The Scientific labors necessary for the re-organization of society (1822)  The positive philosophy (6 jilid 1830 – 1840)  Subjective Synthesis (1820 – 1903)

2. Emile Durkheim lahir di Epinal di propinsi Lorraine di Perancis Timur pada 15

April 1858. Collective Consiusness merupakan dasar dari setiap teori-teori Emile Durkeim. Durkheim wafat tanggal 15 November 1917. Hasil – hasil karyanya :  The social division of labor (1893)  The rule of sociological method (1895)  The elementary forms of religious life (1912)

3. Karl Marx dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1818 di kota Trier di tepi sungai Rhine, beliau seorang keturunan orang borjuis. Namun, Marx dikenal sebagai penentang kaum borjuis. Buku Karl Marx yang terkenal yaitu DAS KAPITAL yaitu tentang pertentangan kelas. Kelas menurut Marx adalah motor dari segala perubahan serta kemajuan. Hubungan sosial menurut Marx didasarkan posisi masing-masing terhadap sarana produksi. Hasil – hasil karyanya :  Economic and Philosophical Manusript.  The German Ideology  The Class Strruggles in France dan The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte.  The Communist Manifesto  Das Kapital

4. Max Weber Weber adalah seorang sosiolog yang ahli kebudayaan, ahli politik, hukum, bahkan ekonomi. Weber merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara, lahir pada tanggal 21 April 1864 di Erfurt Jerman. Ia meninggal dunia pada 14 Juni 1920 ketika mengerjakan karya terpentingnya yakni “Economy and Society”. Bagi weber, sosiologi adalah suatu ilmu yang berusaha memahami tindakantindakan sosial dengan menguraikannya dengan menerangkan sebab-sebab tindakan tersebut Hasil – hasil karyanya :  The history of trading companies during the moddle ages (1889)  Economy and Society (1920)  Collected Essays on Sciology of Religion ( 3 jilid 1921 )  Collected essays on Sociology of Social Problems (1924)

5. Georg Simmel lahir tahun 1858 di pusat kota Berlin, ayahnya seorang pedagang Yahudi kaya. Simmel menerima gelar doctor dari Universitas Berlin tahun 1881 dan mulai mengajar di sana tahun 1885. Selama lima belas tahun dia tetap sebagai dosen-privat (privatdozent, yakni dosen yang tidak dibayar yang gajinya berdasarkan pembayaran mahasiswa). Kemudian dia menerima gelar “Profesor

Luar Biasa”, tetapi hanya merupakan kehormatan belaka tanpa kompensasi uang. Simmel akhirnya meninggalkan Universitas Berlin tahun 1914, untuk menerima posisi sebagai profesor penuh pada Universitas Strasbourg, namun malang kehidupan akademisnya segera terhenti karena pecah perang. Hasil – hasil karyanya :  Conerning social differentiation (1890)  Sociology, Studies of the forms of Socialization (1908)  Basic problems of sociology (1917)  Conflict of modern culture (1918)

6. Herbert Spencer dilahirkan di kota Derby Inggris pada 27 April 1820 dan meninggal pada tahun 1930. Spencer membagi masyarakat menjadi dua tipe yaitu masyarakat industri dan masyarakat militer. Herbert terpengaruh oleh teori Darwinisme. Hasil – hasil karyanya :  Social Statistic (1850)  Principles of Psychology (1955)  Principles of Biology ( 2 jilid, 1864 dan 1861 )  Principles of Ethics (1893)

2.3.

TEORI SOSIOLOGI MODERN

Teori Sosiologi modern ini dibagi menjadi tiga macam teori, yaitu : 1. Teori Fungsional dan Struktural Teori ini mengansumsikan bahwa masyarakat merupakan sebuah sistem yang terdiri dariberbagai bagian atau subsistem yang saling berhubungan.

2. Teori Konflik Sosial adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromikompromi yang berbeda dengan kondisi semula.

3. Teori Interaksi Simbolik interaksi simbolik menurut perspektif interaksional,

dimanamerupakan salah satu perspektif yang ada dalam studi komunikasi, yang barangkali paling bersifat ”humanis”.

2.4.

TOKOH TEORI SOSIOLOGI MODERN

1. William Graham Sumner (1840-1910) Sumner adalah eksponen utama Darwinisme Sosial di Amerika meski ia mengubah pandangan di penghujung hidupnya. Sumner pada dasarnya menganut pemikiran “survival of the fittest” dalam memahami dunia sosial. Sumner adalah penyokong keagresifan dan kebersaingan manusia. Menurut pandangan Sumner setiap bentuk intervensi bertentangan dengan seleksi alamiah yang berlaku dalam kehidupan manusia maupun dalam kehidupan binatang yang memungkinkan yang layak dan tak layak akan binasa. Sumner tak banyak diingat sejarah karena 2 alasan, pertama orientasinya dan Darwinisme Sosial pada umumnya dianggap tak lebih dari legitimasi terhadap kapitalisme kompetitif dan status. Kedua Sumner gagal gagal membangun landasan yang cukup kuat bagi sebuah aliran sosiologi bersama muridnya di Yale, tetapi beberapa tahun kemudian ia berhasil membangunnya di Universitas Chicago.

2. Lester F. Ward (1841-1913) Ia bekerja untuk pemerintah federal ketika ia menjadi pakar purbakala,Pada akhir 1800an dan awal 1900an ia menerbitkan sejumlah karya yang menjelaskan teori sosiologinya. Berkat ketenaran karyanya itu pada 1906 Ward terpilih menjadi presiden pertama Masyarakat Sosiologi Amerika. Ia yakin bahwa masyarakat kuno ditandai oleh

kesederhanaan dan kemiskinan moral, sedangkan masyarakat modern lebih kompleks, lebih bahagia dan mendapatkan kebebasan lebih besar. Tugas utama Sosiologi adalah meneliti hukum-hukum dasar struktur sosial dan perubahan sosial. Ia yakin Sosiologi tentu mempunyai sisi praktisnya, sosiologi harus pula menjadi ilmu terapan.

3. Thorstein Veblen (1857-1929) Ia juga menghasilkan teori sosial yang signifikannya bertahan lama terhadap sejumlah disiplin ilmu termasuk sosiologi. Problem utama bagi Veblen adalah benturan antara bisnis dan industri. Bisnis oleh Veblen adalah pemilik, pemimpin, dan kapten industri yang memfokuskkan padsa laba perusahaan miliknya, tetapi untuk menjaga harga dan laba yang tinggi sering kali melakukan upaya untuk membatasi produksi. Pemimpin bisnis adalah sumber banyak persoalan di dalam masyarakat yang menurut Veblen semestinya dipimpin oleh orang yang memahami sistem industri dan pengoperasiannya dan tertarik dengan kesejahteraan umum. Arti penting gagasan Veblen dapat dilacak ke bukunya yang berjudul “The Theory of the Leisure Class”. Veblen kritis terhadap leisure class karena perannya dalam mendorong konsumsi yang sia-sia. Untuk mengesankan seluruh masyarakat, kelas ini melakukan

conspiciuous leisure (penggunaan waktu secara tidak produktif) dan conspicuous consumption (mengeluarkan lebih banyak uang untuk barang yang nilainya tak sepadan dengan pengeluaran tersebut).

Akibatnya adakah muncul masyarakat yang dicirikan oleh pemborosan waktu dan uang.

Teori Sosiologi hingga Pertengahan Abad 20 1. Talcott Parsons (1902-1979) Tahun terpenting Parsons dan bagi teori sosiologi Amerika adalah tahun 1937, ketika ia menerbitkan “The Structure of Social Action”. Buku ini menjadi penting bagi teori sosiologi Amerika karena empat alasan utama. Pertama, buku inimembantu memperkenalkan teori besar Eropa ke kalangan luas di Amerika. Kedua, Parsons hampir tak memperhatikan Marx atau Simmel meski ia memusatkan perhatian pada karya Durkheim, Weber, dan Pareto. Akibatnya teori Marxian sebagian besar tak dimasukkan ke dalam kajian sosiologi yang absah. Ketiga, “The Structure of Social Action” menjadi tonggak penyusunan teori sosiologi sebagai kegiatan sosiologi yang penting dan sah. Keempat, Parsons menekankan penyusunan teori sosiologi khusus yang telah berpengaruh besar terhadap sosiologi. Pernyataan utama Parsons mengenai teori struktural fungsional muncul di berbagai buku di tahun 1950an. Paling terkenal adalah The Social System (1951). Dalam buku itu dan lainnya, Parsons cenderung berkonsentrasi pada struktur masyarakat dan pada antar hubungan berbagai struktur itu. Berbagai struktur itu dilihat saling mendukung dan cenderung menuju pada keseimbangan dinamis. Perhatian dipusatkan pada masalah bagaimana cara keberaturan dipertahankan di antara berbagai elemen masyarakat.

2. George Homans (1910-1989) Makalah Homans tentang Pareto dijadikan buku berjudul An Introduction to Pareto diterbitkan pada tahun 1934. Publikasi buku ini menjadikan Homans sosiolog meski hingga saat ini sebenarnya karya Paretolah satu-satunya buku sosiologi yang pernah dibacanya. Pada dasarnya Homans menyatakan bahwa teori Parsons bukan teori sama sekali, tetapi lebih merupakan sebuah system intelektuas yang sangat luas yang menggolong-golongkan berbagai aspek kehidupan sosial yang sesuai. Homans yakin bahwa teori harus dibangun dari basis kehidupan sosial yang diobservasi secara hati-hati. Berdasarkan perspektif ini humans membangun teori pertukaran. Poin pentingnya di sini adalah bahwa Harvard dan produk teoritis utamanya, fungsionalisme structural, menjadi dominan dalam sosiologi akhir tahun 1930 dan menggantikan aliran Chicago dan Interaksionisme simbolik.

3. Perkembangan dalam Teori Marxian Gagasan perkembangan teori Marxian berasal dari Felix J. Weil. Pada 3 Februari 1923 resmi berdiri Institut Riset Sosial di Frankfurt jerman. Di tahun-tahun awalnya pakar yang bergabung dengan institute cenderung mengikuti pola piker Marxis tradisional, mencurahkan sebagian besar perhatian mereka pada bidang ekonomi. Tetapi sekitar tahun 1930 terjadi perubahan besar karena kelompok pemikir ini mulai menggeser perhatian mereka dari system ekonomi ke sistem kultural, yang dilihat sebagai

kekuatan utama dalam masyarakat kapitalis modern. Langkah besar kedua yang dilakukan setidaknya oleh beberapa orang anggota aliran kritis adalah menggunakan teknik penelitian ilmiah yang dikembangkan oleh sosiolog Amerika untuk meriset masalah minat terhadap pemikiran Marxis. Ketiga, teoritisi kritis berupaya menyatukan teori yang berorientasi Freudian dengan pemikiran Marx dan Webber di tingkat sosial dan cultural.

4. Karl Mannheim Mannheim menyusun seperangkat gagasan teoritis yang memberikan landasan bagi bidang kajian sosiologi yang basisnya sudah mulai disusun di Inggris tahun 1930an. Sosiologi Ilmu Pengetahuan pada dasarnya meliputi studi sistematis tentang pengetahuan, gagasan, atau fenomena intelektual umumnya. Menurutnya pengetahuan ditentukan oleh

kehidupan sosial. Mannheim terkenal karena membedakan antara dua sistem gagaswan yaitu “ideology dan utopia”. Ideologi adalah sistem gagasan yang mencoba menyembunyikan dan melestarikan keadaan kini dengan menginterpretasikannya dari sudut pandang masa lalu.

Sebaliknya utopia, adalah system gagasan yang mencoba melampaui keadaan kini dengan memusatkan perhatian pada masa datang.

5. C. Wright Mills

Mills menerbitkan dua karya utama yang mencerminkan politik radikalnya maupun kelemahannya dalam teori-teori Marxian. Pertama adalah White Collar (1951) berisi kritik tajam tentang status golongan pekerja yang sedang tumbuh yakni pekerja berkerah putih. Kedua adalah The Power Elite (1956) buku yang mencoba menunjukkan betapa Amerika didominasi oleh sekelompok kecil pengusaha, politisi, dan pimpinan tentara. Antara dua karyanya itu diterbitkan karya teoritisnya yang tercanggih, “Character and Social Structure”. Radikalisme Mills menempatkannya di pinggiran sosiologi Amerika. Ia menjadi sasaran kritik keras sosiologi. Sikap kritisnya memuncak dalam “The Sociological Imagination”. Buku ini mengandung kritikan keras Mills terhadap Parsons dan terhadap praktik teori besarnya.

6. Erving Goffman Pernyataan paling terkenal Goffman tentang teori Dramaturgis berupa buku “Presentation of Self in Everyday Life”, diterbitkan tahun 1959. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Goffman banyak kesamaan antara pementasan teater dengan berbagai jenis peran yang kita mainkan dalam interaksi dan tindakan sehari-hari. Interaksi dilihat sangat rapuh, dipertahankan oleh kinerja sosial. Di semua interaksi sosial terdapat semacam bagian depan (front region) yang ada persamaannya dengan pertunjukan teater. Aktor, baik di pentas maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari, sama-sama menarik perhatian karena penampilan kostum yang dipakai dan peralatan yang digunakan. Selanjutnya, di kedua jenis

pertunjukan itu ada bagian belakangnya (back region), yakni tempat yang memungkinkan actor mundur guna menyiapkan diri untuk pertunjukan berikutnya. Di belakang layar atau di depan layar para aktor dapat berganti peran dan memerankan diri mereka sendiri-sendiri. Analisis Dramaturgis jelas konsisten dengan pendirian Interaksionisme Simbolik. Analisis ini tetap memusatkan perhatian pada actor tindakan dan interaksi.

7. Alfred Schutz (1899-1959) Upaya mengembangkan studi sosiologi berdasarkan filsafat

fenomenologi baru muncul dengan terbitnya karya Schutz “The Phenomenology of Social World” di Jerman tahun 1932. Schutz memusatkan perhatian pada cara orang memahami kesadran orang lain sementara mereka hidup dalam aliran kesadaran mereka sendiri. Schutz juga menggunakan perspektif intersubjektivitas dalam pengertian lebih luas untuk memahami kehidupan sosial. Schutz membedakan dunia kehidupan antara hubungan tatap muka yang akrab dan hubungan impersonal dan renggang. Secara keseluruhan Schutz memusatkan perhatian pada hubungan dialektika antara cara individu membangun realitas sosial dan realitas cultural yang mereka warisi dari para pendahulu mereka dalam dunia sosial.

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN Setelah mempelajari riwayat hidup dan teori gagasan para sosiolog abad akhir 19 sebagai suatu pengantar untuk lebih memperdalam ilmu sosiologi yang nantinya akan memunculkan dan memberikan kesan awal pada sosiologi tersebut bahwa sosiologi itu sebagai ilmu pengetahuan yang terlampau abstrak. Sehingga terkadang timbul pendapat-pandapat kalau sosiologi itu bersiat khusus atau kurang peka terhadap kebtuhankebutuhan atau pertimbangan-pertimbangan sosial kemasyarakatan. Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang melibatkan masyarakat sosiologi ikut berkembang serta mengalami peristiwa-peristiwa tertentu maupun masa-masa krisis. Setelah perang dunia ke-2 banyak sekali penelitian-penelitian yang dilakukan oleh ahli sosial terhadap

masyarakat-masyarakat yang telah merdeka, baru merdeka, dan yang terlepas dari belenggu-belenggu penjajahan seperti halnya konflik rasialis kejahatan, ledakan penduduk, kemiskinan dan maslah-maslah sosial lain menjadi pusat objek penilitian-penelitian sosiologis tersebut. Dengan

demikian pada waktu itu sosiologi secara relative cepat tanggap terhadap masalah-masalah sosial penting, sehingga dianggap sosiologi itu begitu penting untuk dapat ikut andil membantu memecahkan masalah-masalah sosial tersebut.

Ada enam bagian yang merupakan garis besar dalam sosiologi dan ada tiga tahapan studi sosiologi yakni: Tahapan-tahapan tersebut adalah: Sifat dasar manusia dan perkembangannya Interaksi manusia dan hubungannya Penyesuaian bersama dalam lingkungan

Adapun pembagiannya dalam sosiologi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Mensosialisasikan individu Kelemahan-kelemahan sosial Kesukuan dan kultur Ekologi manusia Masalah-masalah sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Johnson Doyle Paul, 1986, Teori Sosiologi Klasik dan Modern, PT Gramedia: Jakarta. M. Nata Saputra, S.H. 1982, Pengantar Sosiologi, Multi Aksara : Yogyakarta Soenaryo, S.H 1984, Bahan Bacaan Sosiologi Universitas Sebelas Maret : Surakarta

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->