1.

Tes Skala Sikap Berbagai definisi tentang sikap yang telah dikemukakan oleh para ahli, di antaranya adalah Mueller (1986: 3) yang menyampaikan 5 definisi dari 5 ahli, adalah seperti berikut ini. (1) Sikap adalah afeksi untuk atau melawan, penilaian tentang, suka atau tidak suka, tanggapan positif/negatif terhadap suatu objek psikologis (Thurstone). (2) Sikap adalah kecenderungan untuk bertindak ke arah atau melawan suatu faktor lingkungan (Emory Bogardus). (3) Sikap adalah kesiapsiagaan mental atau saraf (Goldon Allport). (4) Sikap adalah konsistensi dalam tanggapan terhadap objek-objek sosial (Donald Cambell). (5) Sikap merupakan tanggapan tersembunyi yang ditimbulkan oleh suatu nilai (Ralp Linton, ahli antropologi kebudayaan). Berdasarkan beberapa definisi di atas, para ahli menyimpulkan bahwa sikap memiliki 3 komponen penting, yaitu komponen: (1) kognisi yang berhubungan dengan kepercayaan, ide, dan konsep; (2) afeksi yang mencakup perasaan seseorang; dan (3) konasi yang merupakan kecenderungan bertingkah laku atau yang akan dilakukan. Oleh karena itu, ketiga komponen ini dimasukkan di dalam format kisi-kisi "sikap belajar peserta didik" seperti contoh berikut. Adapun definisi operasional sikap belajar adalah kecenderungan bertindak dalam perubahan tingkah laku melalui latihan dan pengalaman dari keadaan tidak tahu menjadi tahu yang dapat diukur melalui: toleransi, kebersamaan dan gotongroyong, rasa kesetiakawanan, dan kejujuran.
NO 1. DIMENSI Toleransi INDIKATOR a. Mau menerima pendapat orang lain atau tidak memaksakan kehendak pribadi b. Tidak mudah tersinggung a. Dapat bekerja kelompok b. Rela berkorban untuk kepentingan umum NOMOR SOAL YANG MENGUKUR KOGNISI AFEKSI KONASI + + + 1 2 3 4 5 6

7

8

9

10

11

12

2.

Kebersamaan dan gotong royong

3. 4.

Rasa a. Mau memberi dan kesetiakawanan meminta maaf dst

1

Bekerja sama dengan orang yang berbeda Suku lebih baik dihindarkan. Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. 2 . 6. saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. …… SS S TS STS Keterangan : SS = sangat setuju. 4. 2. 3. TS = tidak setuju. saya akan selalu mendengarkan usul-usul kedua orang tuaku.Contoh soalnya sebagai berikut : NO. 5. 1. S = setuju. STS = sangat tidak setuju. PERNYATAAN Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi. 7.

Saya suka membaca buku sastra.2. 16. S = sering. minat juga merupakan kemampuan untuk memberikan stimulus yang mendorong seseorang untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya (Crow and Crow . PERNYATAAN …. NO. 17 10. minat merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan perhatian terhadap suatu objek yang disertai dengan rasa senang dan dilakukan penuh kesadaran. 3. 1. 9 7. 5 1. 18 12. 1984 :248). definisi operasional minat belajar adalah pilihan kesenangan dalam melakukan kegiatan dan dapat membangkitkan gairah seseorang untuk memenuhi kesediaannya yang dapat diukur melalui kesukacitaan. TP = tidak pernah. 10 4. …. 13 16. Oleh karena itu. 3 . DIMENSI Kesukaan Ketertarikan Perhatian Keterlibatan INDIKATOR Gairah Inisiatif Responsif Kesegeraan Konsentrasi Ketelitian Kemauan Keuletan Kerja Keras NOMOR SOAL 8. Di samping itu. Saya asyik dengan pikiran sendiri ketika guru menerangkan sastra di kelas. Berikut contoh kisi-kisi dan soal minat belajar sastra Indonesia. KK = kadang-kadang. Peserta didik yang menaruh minat pada suatu mata pelajaran. SS S KK J TP Keterangan : SS = sangat sering. 2. 19 3. 2. 7. J = jarang. perhatiannya akan tinggi dan minatnya berfungsi sebagai pendorong kuat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar pada pelajaran tersebut. 20 2. 1. 15. ketertarikan. 4. Tes Minat belajar Minat adalah kesadaran yang timbul bahwa objek tertentu sangat disenangi dan melahirkan perhatian yang tinggi bagi individu terhadap objek tersebut (Crites. Saya segera mengerjakan PR sastra sebelum datang pekerjaan yang lain. 1969 : 29). 14 Keterangan : Nomor yang bergaris bawah adalah untuk pernyataan positif Contoh soalnya seperti berikut : NO. perhatian dan keterlibatan. 20. 6. Berdasarkan kedua penegertian tersebut.

Saya rugi bila tidak mengikuti pelajaran ini.40 Sangat berminat 25. Saya berusaha mencari bahan pelajaran di perpustakaan SL SR JR TP Keterangan : SL = selalu. 6. CONTOH TES MINAT PESERTA DIDIK TERHADAP MATA PELAJARAN NO. skor tertinggi 40. Saya berusaha memiliki buku pelajaran ini. TP = tidak pernah. Keterangan : Dari 4 kategori: skor terendah 10. Saya merasa pelajaran ini bermanfaat. 10. PERNYATAAN Saya Senang mengikuti pelajaran ini. 1. 8. 4. Saya bertanya kepada guru bila ada yang tidak jelas Saya mengerjakan soal-soal latihan di rumah.16 Tidak berminat 4 . 33. SR = sering. Saya mendiskusikan materi pelajaran dengan teman sekelas.32 Berminat 17. 3. 2.24 Kurang berminat 10. Saya berusaha memahami pelajaran ini. 7.Perhatikan contoh tes minat lainnya berikut ini. Saya berusaha menyerahkan tugas tepat waktu. 9. 5. JR = jarang.

28 10. Berusaha unggul 2.5. a.26.31.20.24 29.18 22. Menyukai situasi pekerjaan dengan tanggung jawab pribadi. Menyukai tantangan 5.8. Selalu b. CONTOH KISI-KISI PENYUSUNAN INSTRUMEN VARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI INDIKATOR 1.2. Saya menghindari upaya mengungguli prestasi teman-teman. Jarang e. (4) menyukai tantangan. Sering c. (2) menyelesaikan tugas dengan baik. Tidak pernah 4. Saya bekerja keras agar prestasi saya lebih baik baripada temanteman. Jarang e. Selalu b. Kadang-kadang d. Menyelesaikan tugas dengan baik 3.15 19.40 20 8 40 CONTOH PENILAIAN: 1.21 25. Tes Motivasi Berprestasi Definisi Konsep Motivasi berprestasi adalah motivasi yang mendorong peserta didik untuk berbuat lebih baik dari apa yang pernah dibuat atau diraih sebelumnya maupun yang dibuat atau diraih orang lain.3. Saya mengabaikan tugas-tugas sebelum ada yang mengatur a.12 16.39.35. (5) menerima tanggung jawab pribadi untuk sukses.23. Jarang e. Selalu b. dan resiko tingkat menengah Jumlah Pernyataan NOMOR PERNYATAAN POSITIF NEGATIF 1.11.17. Definisi Operasional Motivasi berprestasi adalah motivasi yang mendorong seseorang untuk berbuat lebih baik dari apa yang pernah dibuat atau diraih sebelumnya maupun yang dibuat atau diraih orang lain yang dapat diukur melalui: (1) berusaha untuk unggul dalam kelompoknya. Sering c.34.32 JUMLAH 6 6 6 6 8 33.9 13. umpan balik. Kadang-kadang d. Tidak pernah 5 .30.14. Jarang e.38. Sering c.6 7. Tidak pernah 12. a. Sering c.27. Selalu b. (6) menyukai situasi pekerjaan dengan tanggung jawab pribadi. umpan balik.36 20 37. Kadang-kadang d. dan resiko tingkat menengah. (3) rasional dalam meraih keberhasilan. Rasional dalam meraih keberhasilan 4. Tidak pernah 9. Menerima tanggung jawab pribadi untuk sukses 6.3 4. Kadang-kadang d. Saya berusaha untuk memperbaiki kinerja saya pada masa lalu. a.

SKOR JAWABAN Skor Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif a 5 1 b 4 2 c 3 3 d 2 4 e 1 5 6 .

10 1.4.5. Adapun contoh penilaian seperti berikut. Tes Kreativitas Kreativitas merupakan proses berpikir yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan secara benar dan bermanfaat (Devito. 1 = tidak lancar.10 1. Ciri-ciri kreativitas berkaitan dengan imaginasi.4.3.2.3.  7 .10 2.3.5. keaslian.5. dan elaborasi (elaboration) (Torrance. 0 = tidak menjawab.7.9. skor: 4 = sangat luwes.5. c.8. Adapun definisi operasionalnya adalah kemampuan berpikir divergen yang memiliki sifat (dapat diukur melalui) kelancaran. 1976 : 17).2.8. elaborasi. b.3. orisinalitas. a.10 1.2. INDIKATOR Kelancaran Keluwesan Keaslian Keelaborasian Kelancaran Keluwesan Keaslian Keelaborasian NOMOR SOAL 1.10 1.8.7.9.6.10 1.7. kisi-kisinya dapat disusun seperti contoh berikut ini.7. Contoh Tes Verbal Misalnya diberikan tiga gambar ikan dalam akuarium yang masingmasing dibedakan jumlah ikan dan makanannya.4.8.4.7. 1 = tidak luwes. b.4. 3 = cukup lancar.4. Gambar Penskoran untuk setiap indikator di atas mempergunakan skala 0-4. demikian pula seterusnya. penemuan hal-hal yang bersifat baru.7. c.9.10 1.10 1.5.8.5. intuisi. Pertanyaan: pilih salah satu gambar yang anda sukai dan jelaskan mengapa anda menyukainya! (waktu 3 menit). 1990 : 619).6.6.6.6.  Buatlah kalimat sebanyak-banyaknya dengan kata “pintar“! (waktu 3 menit).8.4.3.9. 1989 : 118).8. dan hasilnya dapat berguna untuk keperluan tertentu. TES VERBAL a.4. keluwesan (flexibility). a.9.2. Disamping itu. skor : 4 = sangat lancar. definisi konsepsual kreativitas adalah kemampuan berpikir divergen.2. d. 1.3. keaslian (originality). Misalnya untuk indikator “kelancaran”.6.7.9. Desain tes kreativitas terdiri dari dua subtes yaitu dalam bentuk gambar dan verbal yang masing-masing bentuk memiliki ciri kelancaran ( fluency). kreativitas juga merupakan kemampuan berpikir divergen yang mencerminkan kelancaran.9. hal-hal yang menyangkut perubahan dan eksplorasi (Coben. 1974 : 8).7.5. 2 = kurang luwes.2.2.2. NO. Dari hasil pendefinisian konstruk ini.6. d.3. berpikir devergen.3.6. keluwesan dan orisinal dalam proses berpikir (Good Brophy.9. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli.5. Untuk indikator “keluwesan”.8.3. 0 = tidak menjawab. keluwesan. 2 = kurang lancar. 3 = cukup luwes.

Pertanyaan : selesaikan sketsa gambar berikut menurut kesukaan anda dan setelah selesai berikut judulnya! (waktu 3 menit). C. b.  Disajikan sebuah sketsa gambar yang belum selesai. dan F dengan posisi yang telah ditetapkan. E. Pertanyaan: selesaikan rancangan gambar berikut dan berikan judul sesuai dengan selera Anda! (waktu 3 menit). Contoh Tes Gambar Disajikan sebuah gambar yang belum selesai. D. B. Tuliskan berbagai cara tikus masuk ke dalam rumah! (waktu 3 menit).  Disajikan gambar sebuah segitiga dan tiga lingkaran yang letaknya mengelilingi segitiga.  8 . Pertanyaan: Tafsirkan makna gambar berikut! (waktu 5 menit). kemudian berikan judulnya!.Pertanyaan: Buatlah gambar dari 6 titik ini.  Disajikan 6 buah titik A.

27. jantung berdebar. Tanggapan Fisik (akibat tuntutan) 3.4.13. 44. Jantung berdebar c.21. 35.9 10. Definisi operasional stres belajar adalah suatu kondisi kekuatan dan tanggapan sebagai interaksi dalam diri seseorang akibat dikonfrontasikan dengan suatu peluang.15. kendala.18.2 3.20.4. Lepas Kendali a. Rasa sakit d. atau tuntutan belajar yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkan dan hasilnya dipersepsikan sebagai suatu yang tidak pasti atau penting yang dapat diukur melalui: (1) tanggapan psikologis seperti perasaan cemas.29.5 6. Berikut contoh kisi-kisi dan soal tes stres belajar. atau tuntutan belajar yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkan dan hasilnya dipersepsikan sebagai suatu yang tidak pasti atau penting. 17.46.40.32.42.50 2. dan tekanan darah terganggu. 9 .16. 1. 23. Tekanan darah terganggu NOMOR SOAL 1. NO.8.47.11.28.34.45.48.19. perasaan terganggu. Tanggapan Persepsual a. rasa sakit.36.25.33. kendala.39. Perasaan terganggu f.43. Takut d.24. 38. Tes Stres Belajar (menghadapi ujian) Definisi konsep stres belajar adalah suatu kondisi kekuatan dan tanggapan sebagai interaksi dalam diri seseorang akibat dikonfrontasikan dengan suatu peluang. dan lepas kendali. Perasaan cemas b. tidak senang.26. (2) tanggapan fisik seperti rasa lelah. Rasa lelah b. 41.12. Khawatir c. khawatir.14.49.22.30 31. Tidak senang e. takut.37.7. Tanggapan dan (terhadap pencapaian) keyakinan Keterangan: nomor soal ganjil adalah pernyataan positif. nomor soal genap adalah pernyataan negatif. dan (3) tanggapan perseptual seperti anggapan dan keyakinan. DIMENSI Tanggapan Psikologis terhadap kendala dan tuntutan) INDIKATOR a.

Saya kehilangan nafsu makan setiap menghadapi tuntutan tugas. SS = sangat sering. 50. Saya takut ranking saya turun. 36. 1. J = jarang. Jantung saya berdebar-debar ketika sedang menyelesaikan tugas …. KK = kadang-kadang. S = sering. TP = tidak pernah.Contoh soal stres belajar. 20. PERNYATAAN Saya cemas terhadap kemampuan saya di sekolah. NO.. SS S KK J TP Keterangan : 10 . 6.

Jadi skor Susiana di atas adalah seperti berikut ini. 1. sedangkan ukuran perilaku positif minimal 12 dan maksimalnya adalah 15.6. TS= 3. 5. Maksimal 3 x 5 = 15. soal nomor 1-6 hanya mewakili indikator “mau menerima pendapat orang lain” dari dimensi “toleransi” untuk topik “sikap belajar peserta didik di sekolah”. Skor yang harus diperoleh dalam perilaku positif minimal 3 x 4 = 12. 1 adalah skor SS). saya akan selalu mendengarkan usul-usul kedua orang tuaku.5 atau 10. Bekerja sama dengan orang yang berbeda suku lebih baik dihindarkan. Perilaku positif terdapat pada soal nomor 1. STS= 4 3. 6 dengan pemberian skor: SS= 1. 5. S= 2. Artinya bahwa Susiana mempunyai sikap 11 . 2 adalah skor S. Skor akhir Susiana adalah (10+9):2 = 9. TS= 2. Sebagai contoh penskorannya adalah seperti berikut ini. 2. tes skala sikap di atas telah dikerjakan oleh salah satu peserta didik. perilaku negatif 4+2+3 = 9. 5 dengan pemberian skor: SS= 4. 4 adalah skor SS). 4. 1. Sebagai contoh. Skor rata-rata: perilaku minimal adalah (12 + 6):2 = 9. 6. STS= 1. 4. S= 3. Perilaku maksimal adalah (15 + 3) : 2 = 9. PERNYATAAN Mau menerima pendapat orang lain merupakan ciri bertoleransi. Skor yang harus diperoleh dalam perilaku negatif minimal 3 x 2 = 6. saya utamakan mereka yang pandai saja Kalau saya boleh memilih. 6. Maksimal 3 x 1 = 3 (3 berasal dari 3 penilaian yang negatif. Untuk mewujudkan cita-cita harus memaksakan kehendak Saya suka menerima pendapat orang lain Memilih teman di sekolah. 3. …… SS X X X X X S TS STS X Penjelasan: Dalam kisi-kisi tes. 2. Perilaku positif 5+4+1 = 10. Teknik Penskoran Salah satu kegiatan dari penulisan penilaian yaitu teknik penskoran. Jadi sikap Susiana tentang “toleransi” khususnya mau menerima pendapat orang lain” dalam topik “sikap belajar peserta didik di sekolah” masih kurang. Nama peserta didik : Susiana NO. Skor Susiana 10. (3 berasal dari 3 penilaian yang positif. Perilaku negatif terdapat pada soal nomor 2. 4. Ada cara sederhana untuk menskor hasil jawaban peserta didik dari instrumen non-tes. 3 adalah skor S. 7. 3.

12 .positif yang tidak begitu tinggi tentang “mau menerima pendapat orang lain”. Dia perlu pembinaan dan peningkatan khususnya mengenai perilaku ini.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful