TUGAS MAKALAH PERUBAHAN KONSTITUSI DAN SIKAP POSITIF TERHADAP KONSTITUSI NEGARA KELOMPOK 11

DISUSUN OLEH

ADIPATI KRISNA DWIPAYANA/ X-TGB 2 ARIEF DWI UTOMO/ X-TGB

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL SMK NEGERI 26 PEMBANGUNAN JAKARTA TAHUN AJARAN 2011 / 2012

Terimakasih Wassalamualaikum wr wb Jakarta. pembuatan makalah ini tidaklah selengkap.dan lain-lain yang sangat mendasari pembuatan makalah ini dan juga dapat menghasilkan data dan hasil sesungguhnya yang sangat berguna Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan meralisasikan penyelesaian makalah ini. objektif.KATA PENGANTAR Assalamuallaikum Wr. mudah-mudahan dengan makalah ini dapat berguna bagi masyarakat. Penyusunan dan proses pembuatan makalah PKN yang berjudul perubahan konstitusi dan sikap positif terhadap konstitusi negara.Wb Segenap puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT. skeptik. dan nikmat lainnya karena dengan izinnya makalah kami telah rampung. dan sesempurna yang pembaca harapkan. Tuhan pemilik semesta alam yang telah memberi karunia ilham kemajuan. pengetahuan. dan juga memotivasi masyarakat agar lebih memajukan dunia pendidikan. Kami sadari. sistematik. dan menggunakan berbagai prinsip seperti kejujuran intelektual. 28 januari 2012 Tim Penyusun . kami harap kritik dan saran yang membangun terhadap makalah ini agar kedepannya bisa lebih baik. sebaik.

Mempelajari konstitusi berarti juga mempelajari hukum tata negara dari suatu negara. kata pertama berarti membentuk.BAB I PENDAHULUAN A. mendirikan atau menyusun. Istilah Constitutional Law di Inggris menunjukkan arti yang sama dengan hukum tata negara.[2] Dengan demikian suatu konstitusi memuat aturan atau sendi-sendi pokok yang bersifat fundamental untuk menegakkan bangunan besar yang bernama “Negara”. sehingga hukum tata negara disebut juga dengan constitutional law. Karena sifatnya yang fundamental ini maka aturan ini harus kuat dan tidak boleh mudah berubah-ubah. Pada umumnya langkah awal untuk mempelajari hukum tata negara dari suatu negara dimulai dari konstitusi negara bersangkutan. Penggunaan istilah Constitutional Law didasarkan atas alasan bahwa dalam hukum tata Negara unsur konstitusi lebih menonjol. Latar Belakang Perkataan “konstitusi” berasal dari bahasa Perancis Constituer dan Constitution. dan kata kedua berarti susunan atau pranata (masyarakat)[1]. . Dengan kata lain aturan fundamental itu harus tahan uji terhadap kemungkinan untuk diubahubah berdasarkan kepentingan jangka pendek yang bersifat sesaat. Dengan demikian konstitusi memiliki arti. permulaan dari segala peraturan mengenai suatu Negara.

Dalam hal yang kedua ini. baru kemudian dibentuk lembaga negara yang bertanggung jawab untuk melaksanakan jenis kekuasaan tertentu itu. jenis kekuasaan itu perlu ditentukan terlebih dahulu. aturan dasar terhadap semua lembaga-lembaga kenegaraan dan semua hak azasi manusia terdapat pada adat kebiasaan dan juga tersebar di berbagai dokumen. . pembagian wewenang dan cara bekerja berbagai lembaga kenegaraan serta perlindungan hak azasi manusia. Pada hampir semua konstitusi tertulis diatur mengenai pembagian kekuasaan berdasarkan jenis-jenis kekuasaan. baik dokumen yang relatif baru maupun yang sudah sangat tua seperti Magna Charta yang berasal dari tahun 1215 yang memuat jaminan hak-hak azasi manusia rakyat Inggris. Beberapa sarjana mengemukakan pandangannya mengenai jenis tugas atau kewenangan itu. Sejarah Konstitusi Secara umum terdapat dua macam konstitusi yaitu : 1) konstitusi tertulis dan 2) konstitusi tak tertulis.[4]Karena ketentuan mengenai kenegaraan itu tersebar dalam berbagai dokumen atau hanya hidup dalam adat kebiasaan masyarakat itulah maka Inggris masuk dalam kategori negara yang memiliki konstitusi tidak tertulis. dan kemudian berdasarkan jenis kekuasaan itu dibentuklah lembagalembaga negara.BAB II PEMBAHASAN A.[3] Negara yang dikategorikan sebagai negara yang tidak memiliki konstitusi tertulis adalah Inggris dan Kanada. Di kedua negara ini. 2) kekuasaan melaksanakan peraturan perundangan (eksekutif) dan kekuasaan kehakiman (judikatif). . Ketiga jenis kekuasaan itu adalah : 1) kekuasaan membuat peraturan perundangan (legislatif). salah satu yang paling terkemuka adalah pandangan Montesquieu bahwa kekuasaan negara itu terbagi dalam tiga jenis kekuasaan yang harus dipisahkan secara ketat. hampir semua negara di dunia memiliki konstitusi tertulis atau undang-undang dasar (UUD) yang pada umumnya mengatur mengenai pembentukan. Dengan demikian. SEJARAH KONSTITUSI DAN AMANDEMEN UUD 1945 1.

Pandangan lain mengenai jenis kekuasaan yang perlu dibagi atau dipisahkan di dalam konstitusi dikemukakan oleh van Vollenhoven dalam buku karangannya Staatsrecht over Zee. Wirjono Prodjodikoro dalam bukunya Azas-azas Hukum Tata Negara di Indonesia mendukung gagasan Van Vollenhoven ini. Van Vollenhoven kemungkinan menilai kekuasaan eksekutif itu terlalu luas dan karenanya perlu dipecah menjadi dua jenis kekuasaan lagi yaitu kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan kepolisian. karenanya suatu konstitusi harus memiliki sifat yang lebih stabil dari pada produk hukum lainnya. 2) perundang-undangan. Menurutnya kepolisian memegang jenis kekuasaan untuk mengawasi hal berlakunya hukum dan kalau perlu memaksa untuk melaksanakan hukum.[6] Berdasarkan teori hukum ketatanegaraan yang dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis kekuasaan negara yang diatur dalam suatu konstitusi itu umumnya terbagi atas enam dan masing-masing kekuasaan itu diurus oleh suatu badan atau lemabaga tersendiri yaitu:       kekuasaan membuat undang-undang (legislatif) kekuasaan melaksanakan undang-undang (eksekutif) kekuasaan kehakiman (judikatif) kekuasaan kepolisian kekuasaan kejaksaan kekuasaan memeriksa keuangan negara 2. Bisa jadi suatu negara yang demokratis berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya. 3) kepolisian dan 4)pengadilan. Amandemen UUD 1945 Konstitusi suatu negara pada hakekatnya merupakan hukum dasar tertinggi yang memuat halhal mengenai penyelenggaraan negara. bahkan ia mengusulkan untuk menambah dua lagi jenis kekuasaan negara yaitu kekuasaan Kejaksaan dan Kekuasaan untuk memeriksa keuangan negara untuk menjadi jenis kekuasaan ke-lima dan ke-enam. Terlebih lagi jika jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem penyelenggaraan negara. . .[5] Ia membagi kekuasaan menjadi empat macam yaitu :1) pemerintahan (bestuur).

sidang pemegang kekuasaan legislatif harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya sejumlah anggota tertentu (kuorum) yang ditentukan secara pasti  Kedua. untuk mengubah konstitusi maka lembaga perwakilan rakyat harus dibubarkan terlebih dahulu dan kemudian diselenggarakan pemilihan umum. akan tetap yang dilaksanakan menurut pembatasan-pembatasan tertentu. Sistem yang pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. dengan syarat-syarat seperti dalam cara pertama. kedua kamar lembaga perwakilan rakyat harus mengadakan sidang gabungan. Dengan perkataan lain. Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia.Adakalanya keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan. . Sistem yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Lembaga perwakilan rakyat harus diperbaharui inilah yang kemudian melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi.  Ketiga. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat. Perubahan terhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi.  Pertama. maka yang akan berlaku adalah konstitusi yang berlaku secara keseluruhan (penggantian konstitusi). adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis dua kamar. yang kemudian prosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat sementara atau pun keinginan dari sekelompok orang belaka. Hal ini terjadi apabila mekanisme penyelenggaraan negara yang diatur dalam konstitusi yang berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat. Menurut C. Oleh karena itu. konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan mengenai perubahan konstitusi itu sendiri. Sidang gabungan inilah. Untuk mengubah konstitusi. Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia dalam hal perubahan konstitusi.F Strong ada empat macam prosedur perubahan kosntitusi:[7] a. untuk mengubah konstitusi. yang berwenang mengubah kosntitusi.

Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi. Dan ada beberapa cara perubahan konstitusi menurut Kelsen yaitu :[8] 1. d. Hans Kelsen mengatakan bahwa kosntitusi asli dari suatu negara adalah karya pendiri negara tersebut. dalam hal ini adalah lembaga perwakilannya. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari pemegang kekuasaan perundangundangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus tersebut. Disamping itu. Perubahan yang dilakukan diluar kompetensi organ legislatif biasa yang dilembagakan oleh konstitusi tersebut. Perubahan konstitusi yang berlaku pada negara serikat yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian. Cara ini dapat dijalankan baik pada Negara kesatuan ataupun negara serikat. akan tetapi kata akhir berada pada negara-negara bagian. dibentuklah suatu lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah konstitusi.dengan sendirinya lembaga itu bubar. Perubahan konstitusi yang dilakukan rakyat melalui suatu referendum. Usul perubahan konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat. Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lemabag negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan. dan dilimpahkan kepada sebuah konstituante. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan diatur dalam konstitusi. c. Usul perubahan konstitusi yang dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu.b. Perubahan konstitusi pada negara serikat harus dilakukan dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara tersebut. Hal ini dilakukan karena konstitusi dalam negara serikat dianggap sebagai perjanjian antara negara-negara bagian. yaitu suatu organ khusus yang hanya kompeten untuk mengadakan perubahanperubahan konstitusi . maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam referendum atau plebisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan kepada mereka. Apabila ada kehendak untuk mengubah kosntitusi maka lembaga negara yang diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat melalui suatu referendum atau plebisit. usul perubahan dapat pula berasal dari negara-negara bagian. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan tugas serta wewenang sampai selesai.

contoh : beberapa negara Amerika         Periode 18 Agustus 1945 – 27 desember 1949 Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 Periode 5 Juli 1959 – 19 Oktober Periode 19 Oktober 1999 – 18 Agustus 2000 Periode 18 Agustus 2000 – 9 November 2001 Periode 9 November 2001 – 10 Agustus 2002 Periode 10 Agustus 2002 – sampai sekarang . 2. Contoh : Amerika Serikat 4. Latin Dengan demikian apa yang dikemukakan Miriam Budiarjo pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Hans Kelsen. suatu perubahan konstitusi bisa jadi harus disetujui oleh dewan perwakilan rakyat dari sejumlah negara anggota tertentu. 3. Di Indonesia. Sidang badan legislatif ditambah beberapa syarat misalnya ketentuan kuorum dan jumlah minimum anggota badan legislatif untuk menerima perubahan. perubahan konstitusi telah terjadi beberapa kali dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.2. Referendum atau plebisit. Miriam Budiarjo mengemukakan adanya empat macam prosedur perubahan konstitusi. Dalam sebuah negara federal. contoh : Swiss dan Australia negara-negara bagian dalam suatu negara federal harus menyetujui. yaitu :[9] 1. Sejak Proklamasi hingga sekarang telah berlaku tiga macam Undang-undang Dasar dalam delapan periode yaitu : musyawarah khusus (special convention).

dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan. mengamalkan dalam kehidupan. . kesetiaan terhadap konstitusi. melaksanakan nilai-nilai yang terjandung didalamnya.B. SIKAP POSITIF TERHADAP KONSTITUSI NEGARA Sebagai warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara. Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi hasil amandeman kepada warga masyarakat. Adapun contoh sikap positif tersebut antara lain :       Berusaha mempelajari isi konstitusi hasil amandeman agar memahami makna konstitusi tersebut. yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi Negara. Oleh sebab itu maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki prilaku positif terhadap konstitusi. apakah sudah sesuai dengan amanat konstitusi Menanamkan nilai-nilai konstitusi khususnya perjuangan bangsa kepada generasi muda Menangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan konstitusi Indonesia. jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan. mengkaji maknanya. yang mempunyai makna berprilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD). dan berani menegakkan jika konstitusi di langgar. Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksaakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku Mempelajarai peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi. mempelajari isinya. Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing.    Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik. Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi.

penataran. symposium dan diskusi Mengadakan penyuluhan akan arti pentingnya hidup berbangsa dan bernegara Pemebentukan peraturan harus sesuai dengan dengan konstitusi Sistem politik. social budaya dan pertahanan keamanan ahrus sesuai prinsip yang ada dalam konstitusi Mengadakan pengawasan secara ketat terhadap para penyelenggara Negara Wujud Partisipasi terhadap pelaksanaan UUD hasil amandemen : Dalam diri Pribadi          Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain Mematuhi dan mentaati peraturan yang berlaku Tidak main hakim sendiri Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Dalam keluarga Taat dan patuh terhadap orang tua Ada keterbukaan terhadap permasalahan yang dihadapi Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga Mengembangkan sikap sportif Dalam Sekolah     Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik Mengembangkan sikap sadar dan rasional Melaksanakan hasil keputusan bersama .Usaha mengembangkan sikap positif terhadap UUD hasil amandemen antara lain :      Mensosialisakan isi / muatan konstitusi hasil amandemen melalui kursus. ekonomi.

Dalam masyarakat     Menjunjung tinggi norma-norma pergaulan Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersma Dalam berbangsa dan bernegara     Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingtan bangsa dan Negara Sadar akan kedudukanya sebagai warga Negara yang baik Setia membela Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful