P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 15|Likes:

More info:

Published by: Yohanes Arief Susilo on Jun 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2014

pdf

text

original

PROPOSAL PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PERKEMBANGAN (DEVELOPMENTAL GUIDANCE AND COUNSELING) SESUAI DENGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN

PENDIDIKAN (KTSP) DALAM RANGKA PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI I KASEMBON MALANG

Oleh : ARIF MUSTOFA, S.Pd NIP. 132145137

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan Kurikulum di SMP sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, membawa perubahan pula pada semua mata pelajaran. Termasuk pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolah. Dengan diberlakukannya kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP) maka paradigma, landasan konsep dan teoritis, visi dan misi, serta program kerja Bimbingan konseling harus ikut menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Sejalan dengan perkembangan disiplin ilmu Bimbingan dan Konseling (Guidance and Counseling) maka pendekatan dalam pelayanan konseling mengalami pergeseran dari pendekatan krisis, remedial, dan preventif ke arah pendekatan perkembangan (Dr. M. Ramli, MA, 2007; Depdiknas, 2006). Pendekatan perkembangan-lah (Developmental Guidance and Counseling), kemudian diadaptasi dalam kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) oleh pemerintah (Baca; Depdiknas, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tingkat SMP, Jakarta; 2006) yang secara efektif diterapkan di SMPN I Kasembon mulai tahun pelajaran 2007/2008. KTSP memposisikan Bimbingan Konseling pada pengembangan diri peserta didik. Konsep-konsep, asumsi, prinsipprinsip Bimbingan, sampai pada program bimbingan diarahkan pada pengembangan diri peserta didik. Dalam pelaksanaan pelayanan konseling, pendekatan perkembangan (Developmental Guidance and Counseling) didasarkan pada prinsip-prinsip bimbingan konseling perkembangan sebagai berikut (baca ; Dr. M. Ramli, MA, 2007; Muro & Kottman, 1995) ; Layanan Bimbingan dan konseling didasarkan pada asumsi bahwa layanan tersebut dibutuhkan oleh semua siswa, baik yang mengalami maupun yang tidak mengalami hambatan dalam proses perkembangannya

Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada belajar siswa Konselor dan guru merupakan petugas bersama dalam program bimbingan dan konseling perkembangan Kurikulum yang diorganisasikan dan direncanakan merupakan bagian yang pokok dalam bimbingan dan konseling perkembangan Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengembangan diri Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada proses pemberian dorongan Bimbingan dan konseling perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir yang definitif ; konselor bimbingan perkembangan memahami bahwa siswa berada dalam proses menjadi yang berarti bahwa pertumbuhan fisik dan psikologisnya akan mengalami berbagai perubahan sebelum mencapai masa dewasa Bimbingan dan konseling perkembangan yang berorientasi tim menuntut pelayanan dari konselor profesional yang terlatih Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap identifikasi dini kebutuhan khusus ; dalam pelaksanaannya, konselor bekerjasama dengan guru menemukan kebutuhan-kebutuhan tersebut yang apabila tidak diperhatikan dapat menjadi masalah yang memerlukan layanan remedial pada kehidupan anak selanjutnya. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penggunaan psikologi Bimbingan dan konseling perkembangan memiliki landasan dalam psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar. Bimbingan dan konseling perkembangan bersifat luwes dan berkelanjutan B. Landasan Hukum Pelayanan Bimbingan dan Konseling UU No. 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6, pasal 3, pasal 4 ayat 4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang di keluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2004 yang memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan di luar sekolah C. Paradigma, Visi dan Misi Pelayanan Konseling Paradigma Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya pelayanan Konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik Visi Visi Pelayanan Konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara

optimal, mandiri dan bahagia. Misi a) Misi Pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan b) Misi Pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. c) Misi Pengentasan Masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

BAB II LANDASAN KONSEP

A. Definisi Bimbingan dan Konseling Perkembangan Pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir (Depdiknas, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Tingkat SMP, Jakarta; Binatama Raya, 2006). Secara khusus, Bimbingan dan Konseling Perkembangan merupakan proses pemberian bantuan terhadap semua konseli dalam mengarungi semua bidang pengalaman pribadisosial, pendidikan, dan karir pada semua tahap perkembangan kehidupan mereka agar; 1) menyadari diri mereka sendiri dan cara-cara merespons pengaruh lingkungan mereka dan, 2) meningkatkan keefektifan diri mereka dengan menguasai aspek-aspek perkembangan yang dapat dimanfaatkan dan dapat mengendalikan respon emosional terhadap situasi yang tidak dapat dikuasai (Moore-Thomas, 2004, Shertzer & Stone, 1981; Blocher, 1974 dalam Dr. M. Ramli, MA, 2007). Bimbingan dan konseling perkembangan didasarkan pada beberapa asumsi diantaranya ; 1. Watak dasar manusia mendorong individu ke arah perkembangan diri secara positif dan berurutan 2. Konseli bukanlah individu yang sakit 3. konseling dipusatkan pada situasi saat ini dan yang akan datang 4. konseli bukanlah pasien 5. konselor/guru BK bukanlah individu yang netral/bebas nilai-nilai 6. konseli adalah individu yang unik untuk mengembangakan identitas dirinya dan mengintegrasikannya kedalam gaya hidupnya B. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Perkembangan didasarkan pada prinsipprinsip sebagai berikut ; Layanan Bimbingan dan konseling didasarkan pada asumsi bahwa layanan tersebut

dibutuhkan oleh semua siswa, baik yang mengalami maupun yang tidak mengalami hambatan dalam proses perkembangannya Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada belajar siswa Konselor dan guru merupakan petugas bersama dalam program bimbingan dan konseling perkembangan Kurikulum yang diorganisasikan dan direncanakan merupakan bagian yang pokok dalam bimbingan dan konseling perkembangan Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengembangan diri Bimbingan dan konseling perkembangan memusatkan pada proses pemberian dorongan Bimbingan dan konseling perkembangan mengakui perkembangan yang terarah daripada akhir yang definitif ; konselor bimbingan perkembangan memahami bahwa siswa berada dalam proses menjadi yang berarti bahwa pertumbuhan fisik dan psikologisnya akan mengalami berbagai perubahan sebelum mencapai masa dewasa Bimbingan dan konseling perkembangan yang berorientasi tim menuntut pelayanan dari konselor profesional yang terlatih Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap identifikasi dini kebutuhan khusus ; dalam pelaksanaannya, konselor bekerjasama dengan guru menemukan kebutuhan-kebutuhan tersebut yang apabila tidak diperhatikan dapat menjadi masalah yang memerlukan layanan remedial pada kehidupan anak selanjutnya. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli terhadap penggunaan psikologi Bimbingan dan konseling perkembangan memiliki landasan dalam psikologi anak, psikologi perkembangan dan teori belajar. Bimbingan dan konseling perkembangan bersifat luwes dan berurutan C. Tujuan Bimbingan dan Konseling Perkembangan c.1 Tujuan Umum ; Membantu siswa mencapai perkembangan optimal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kemampuan, bakat, minat, dan cita-citanya. Untuk mencapai tujuan tersebut siswa harus mendapat kesempatan untuk ; Mengenali dirinya sendiri yaitu mengenal kekuatan dan kelemahannya yang berkaitan dengan kemampuan, bakat, minat- cita-cita, sikap, perasaan, dan nilai yang dianutnya. Mengenal lingkungan dirinya yang meliputi lingkungan pendidikan, pekerjaan, sosial kemasyarakatan, dan alam. Membuat keputusan dan pilihan secara realistis Merumuskan rencana pribadinya yang berkaitan dengan rencana pendidikan, karir, dan rencana kehidupan lainnya Mewujudkan potensi dan mengembangkan minat dan cita-citanya c.2 Tujuan Khusus ; Secara khusus program bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, akademik, dan karir sebagai berikut (Pedoman Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, 2007) ;

Tujuan bimbingan dan konseling yang berkaitan denga aspek pribadi-sosial siswa ; Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugerah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara obyektif dan kontruktif baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan baik fisik maupun psikis Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya Memiliki rasa tangggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship) yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahmi dengan sesama manusia. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif Tujuan Bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik adalah sebagai berikut ; Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramka. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat Memiliki ketrampilan atau teknik belajar seperti ketrampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Memiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian Tujuan Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut ; Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang

kematangan kompetensi karir Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau ketrampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya di masa depan Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja dan kesejahteraan kerja. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Mengenal ketrampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir D. Komponen Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Program Bimbingan dan Konseling perkembangan yang komprehensif memiliki empat komponen program yaitu ; Layanan Dasar Bimbingan ; Layanan dasar Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua siswa yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka. Dalam pelaksanaannya, layanan dasar bimbingan tersebut antara lain menangani topik-topik seperti ; - keberhargaan diri - motivasi untuk sukses - pembuatan keputusan dan pemecahan masalah - ketrampilan komunikasi dan antar pribadi - kesadaran lintas budaya - perilaku bertanggung jawab Tugas Guru BK dalam pelayanan dasar Bimbingan ialah ; - menyampaikan bahan bimbingan kelompok atau klasikal kepada semua siswa di dalam dan diluar kelas berdasarkan jadwal secara reguler - berkonsultasi dengan guru dan personalia sekolah yang lain - mengkoordinir pelaksanaan layanan dasar bimbingan sehingga layanan tersebut benar-benar bermanfaat bagi semua siswa Perencanaan Individual Siswa ; merupakan proses pemberian bantuan kepada semua siswa dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi-sosial, pendidikan, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu siswa belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut.

Isi layanan perencanaan individual siswa adalah sebagai berikut ; 2.1 dalam bidang pendidikan ; - perencanaan kegiatan belajar dan penggunaan ketrampilan belajar - peningkatan kesadaran pilihan pendidikan - pemilihan jurusan yang sesuai - pemahaman nilai belajar sepanjang hayat - penggunaan skor tes secara efektif 2.2 dalam bidang karir ; - eksplorasi kesempatan karir - eksplorasi kemungkinan pelatihan kejuruan - pemahaman kebutuhan bagi kebiasaan kerja yang positif 2.3 dalam bidang pribadi-sosial ; - pengembangan konsep diri yang positif - pengembangan ketrampilan sosial yang layak Layanan Responsif ; adalah pemberian bantuan terhadap siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan segera. Tujuan layanan ini adalah memberikan; a. layanan intervensi terhadap siswa yang mengalami krisis, siswa yang telah membuat pilihan yang tidak bijaksana atau siswa yang membutuhkan bantuan penanganan dalam bidang kelemahan yang spesifik b. layanan pencegahan bagi siswa yang berada diambang pembuatan pilihan yang tidak bijaksana Isi dari layanan responsif antara lain berkaitan dengan ; - penanganan masalah-masalah akademik - masalah-masalah yang berkaitan dengan sekolah; kelambanan, bolos sekolah, penghindaran dari sekolah, pencegahan putus sekolah - masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan sosial ; penyalahgunaan obatobatan terlarang (narkoba), isu-isu keluarga, penanganan stres, pencegahan bunuh diri, pelecehan seksual, pencegahan perilaku seks bebas Layanan responsif dilaksanakan melalui layanan konsultasi, konseling individual atau kelompok kecil, konseling krisis, layanan rujukan, dan layanan fasilitasi teman sebaya. Dukungan Sistem ; merupakan semua aktivitas yang dimaksudkan untuk mendukung dan meningkatkan ; - staf bimbingan dalam melaksanakan layanan dasar bimbingan, layanan responsif dan perencanaan individual - staf personalia sekolah yang lain dalam melaksanakan program-program pendidikan disekolah Komponen dukungan sistem berkaitan dengan program Bimbingan ; Berkaitan dengan pengembangan program bimbingan yang meliputi ; - pengelolaan sumberdaya dana, materi dan fasilitas - pengembangan staf, pendidikan orang tua, konsultasi dengan guru dan personalia sekolah yang lain - pemanfaatan sumberdaya masyarakat

- hubungan masyarakat - pengembangan profesional konselor, penelitian dan pengembangan Berkaitan dengan program pendidikan yang lain yang meliputi ; - perencanaan perbaikan kualitas sekolah - aktifitas administratif terkait layanan bimbingan - kerjasama dengan program pendidikan khusus dan pendidikan kejuruan E. Pengelolaan Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif terdiri atas beberapa elemen dan komponen yang harus disinergikan agar dapat mencapai tujuan yag ditetapkan secara efektif dan efisien. Untuk itu perlu dikelola secara sistematis melalui perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, 2007) 1. Perencanaan Perencanaan terdiri atas prosedur dan keputusan yang membantu konselor/guru BK ; 1.1 mengidentifikasi visi dan misi serta tujuan sekolah, sarana dan prasarana pendukung program bimbingan, dan kebijakan pimpinan sekolah 1.2 mengidentifikasi karakteristik siswa dan kebutuhannya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil identifikasi menjadi masukan bagi perancangan program bimbingan dan konseling 2. Perancangan Berdasarkan hasil asesmen kebutuhan siswa dan lingkungannya maka dilakukan perancangan program bimbingan dan konseling dengan menetapkan elemen dan komponen program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif berikut ini ; a. Rasionel ; Pada bagian rasionel, konselor mengemukakan ; 1. dasar pemikiran tentang pentingnya program bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah 2. Alasan-alasan pentingnya siswa mencapai penguasaan kompetensi sebagaimana yang dihasilkan program bimbingan dan konseling 3. Kesimpulan hasil analisis kebutuhan siswa dan lingkungannya serta dukungan teori terkini dan kecenderungan profesi terhadap program dan rancangannya 4. dan hal-hal lain yang dianggap relevan

b. Visi dan Misi Kemukakan visi dan misi program bimbingan dan konseling berdasarkan visi dan misi sekolah secara keseluruhan c. Deskripsikan kebutuhan Kemukakan rumusan hasil asesmen kebutuhan siswa dan lingkungannya kedalam

rumusan perilaku yang diharapkan dikuasai siswa. Rumusan ini pada dasarnya merupakan rumusan tugas-tugas perkembangan, yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama. d. Tujuan Berdasarkan rumusan hasil asesmen kebutuhan, kemudian dirumuskan tujuan umum dan khusus yang akan dicapai dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai siswa setelah memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling e. Komponen Program Tujuan program bimbingan dan konseling menentukan topik layanan/aktivitas yang perlu di programkan pada setiap komponen program yang meliputi ; 1. komponen pelayanan dasar bimbingan 2. komponen perencanaan individual 3. komponen pelayanan responsif 4. komponen dukungan sistem (manajemen) f. Rencana Operasional (action Plan) Rencana kegiatan (action plan) diperlukan untuk menjamin pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Rencana kegiatan adalah uraian detail dari program yang menggambarkan isi komponen program, baik kegiatan disekolah maupun diluar sekolah, untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan tertentu. Rencana operasional tersebut akan terwujud dengan melakukan aktifitas sebagai berikut; 1. Menetapkan aktifitas layanan bimbingan dan konseling yang didasarkan pada tujuan yang diharapkan dicapai siswa 2. Menetapkan strategi pelayanan untuk membantu siswa mencapai tujuan bimbingan yang diharapkan 3. Menetapkan alokasi waktu, biaya dan sarana prasarana yang diperlukan dalam menunjang pelaksanaan layanan bimbingan konseling 4. Menetapkan pelaksana layanan bimbingan dalam upaya membantu siswa menguasai kompetensi yang diharapkan dicapai 5. Menetapkan prosedur dan kriteria evaluasi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling 6. Menyusun rancangan kegiatan bimbingan dan konseling dalam bentuk matrik atau lainnya sebagai program layanan bimbingan dan konseling selama satu tahun atau satu semester atau satu minggu atau satu hari. Rancangan tersebut sebagai program tahunan, program semester, program mingguan, program harian. 7. Menjadwalkan program bimbingan dan konseling sekolah yang telah dituangkan ke dalam rancangan kegiatan kedalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, semesteran, bulanan, mingguan dan harian. 8. Menuliskan rancangan program bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan dan kemudian mengirimkan rancangan program bimbingan dan konseling tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperoleh masukan dan partisipasi mereka

dalam pelaksanaannya. 3. Pelaksanaan Rancangan aktivitas bimbingan dan konseling yang disepakati pihak-pihak yang berkepentingan sebagai program BK perkembangan merupakan intrumen yang digunakan guru BK melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. Dalam pelaksanaan, guru BK perlu bekerjasama dengan berbagai pihak baik personalia sekolah maupun pihak-pihak lain diluar sekolah sehingga keberhasilan layanan BK tersebut dapat dicapai secara optimal. 4. Evaluasi a. Pengertian evaluasi Evaluasi layanan konseling ialah suatu proses pemerolehan informasi layanan konseling yang dimaksudkan untuk membuat keputusan tentang kualitas layanan tersebut. Evaluasi merupakan prosedur yang memungkinkan guru BK menentukan keberhasilan program Bimbingan dan Konseling. Informasi tentang hasil evaluasi merupakan balikan berharga bagi perbaikan dan peningkatan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling sehingga siswa memperoleh layanan yang lebih bermutu. Disamping itu, hasil evaluasi berguna sebagai bukti pertanggungjawaban kinerja konselor/guru BK bagi berbagai pihak. Evaluasi dilaksanakan baik terhadap proses pelaksanaan layanan BK maupun hasil layanan tersebut. Adapun aspek yang di evaluasi meliputi ; 1. kesesuaian antara program dan pelaksanaan 2. keterlaksanaan program 3. hambatan-hambatan yang dijumpai 4. dampak pelayanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar 5. respon siswa, personil sekolah, orang tua, dan masyarakat terhadao pelayanan BK 6. Perubahan kemajuan siswa dilihat dari pencapaian tujuan pelayanan bimbingan 7. pencapaian tugas-tugas perkembangan dan hasil belajar 8. keberhasilan siswa menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan ataupun pada kehidupannya di masyarakat b. Tujuan Evaluasi Tujuan dilaksanakan evaluasi layanan konseling ialah untuk ; 1. memberikan informasi yang akan membantu konselor memodifikasi dan menyempurnakan layanan konseling yang diberikan 2. Mengukur keefektifan layanan konseling yang diberikan kepada konseli 3. Memastikan status layanan konseling berada dalam suatu kerangka acuan yang diharapkan 4. Memberikan wawasan baru yang akan membantu konselor bertindak pada tingkat yang lebih profesional 5. Meyakinkan bahwa pihak-pihak terkait (stakeholders) terus memperoleh manfaat dari layanan konseling yang berkualitas c. Kriteria Evaluasi

Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur keefektifan layanan konseling dalam bentuk perubahan perilaku konseli yang meliputi ; 1. kriteria penyesuaian sosial meliputi perubahan yang terjadi pada diri konseli menurut pandangan subyektif orang-orang yang dekat dalam kehidupan konseli, seperti orang tua atau guru. Dapat pula diukur secara obyektif seperti partisipasi yang meningkat dalam kegiatan kelompok sebaya atau pengurangan dalam pelanggaran disiplin dalam pergaulan 2. Kriteria kepribadian meliputi ukuran-ukuran subyektif seperti perubahan dalam penguraian sifat-sifat diri yang digunakan konseli berkaitan dengan dirinya pada suatu masa tertentu, perubahan dalam skor yang diperoleh konseli pada berbagai jenis tes atau inventori kepribadian 3. Kriteria penyesuaian karir meliputi perbaikan dalam spesifikasi rencana karir, ketekunan atau promosi pada jabatan tertentu, laporan-diri konseli tentang kepuasan kerja 4. Kriteria pendidikan berupa kenaikan rata-rata nilai prestasi belajar konseli, penurunan jumlah hari bolos sekolah, rerata putus sekolah, korelasi prestasi belajar dan bakat yang dimilikinya. d. Teknik-Teknik Evaluasi Secara umum teknik evaluasi layanan konseling dapat dikelompokkan ke dalam teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes terdiri atas ; - tes intelegensi - tes bakat - tes minat - tes prestasi belajar Teknik non tes terdiri atas ; - observasi - wawancara - angket - sosiometri - perekam audio video - simulasi - assesmen diri - produk - balikan konseli - jadwal dan catatan - memo personalia - analisis isi - aplikasi kriteria perilaku - skala penilaian - portofolio assesment (M. Ramli, 2007; Andi Mapiare-AT, 2008) - Unjuk kerja/ performance assesment (Andi Mapiare-AT, 2008) e. Prosedur evaluasi

Prosedur evaluasi layanan konseling terdiri atas empat kegiatan sebagai berikut ; 1. Identifikasi tujuan yang akan dievaluasi ; menetapkan variabel atau batasan bagi pelaksanaan evaluasi 2. Pengembangan rencana evaluasi ; setelah sasaran evaluasi ditetapkan maka identifikasi dan validasi kriteria yang cocok untuk mengukur kemajuan program layanan konseling ke arah sasaran tersebut perlu ditetapkan. 3. Aplikasi rencana evaluasi 4. penggunaan temuan

BAB III PENERAPAN KONSEP DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PERKEMBANGAN DI SMP NEGERI I KASEMBON MALANG

I. PERENCANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING I.1 KEBUTUHAN SISWA (NEED ASSESMENT) AKAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING Program Bimbingan dan konseling disusun berdasarkan kebutuhan siswa. Karena itu, diperlukan assesmen kebutuhan siswa berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling. Format dibuat dalam bentuk skala kebutuhan siswa (Format dan hasil analisis terlampir). Model penggalian data menggunakan sampling kelas. Dimana tiap jenjang kelas diambil 1 kelas untuk diberi skala kebutuhan siswa. Dengan demikian terdapat, 3 kelas sebagai sumber penggalian data. Sebelum skala kebutuhan siswa disebarkan kepada siswa dasar penyusunan skala tersebut (sub tugas perkembangan, indikator) diambil dari Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tingkat SMP yang dapat dijabarkan sebagai berikut (Depdiknas, Jakarta; 2006 hal. 1877 – 1899) ; 1. Tugas Perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan

Yang Maha Esa, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 2. Tugas Perkembangan ; mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 3. Tugas Perkembangan ; mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 4. Tugas Perkembangan ; Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 5. Tugas perkembangan ; Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 6. Tugas Perkembangan ; Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ;

A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 7. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri, secara emosional, sosial, dan ekonomi, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; 8. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia, yang meliputi 4 bidang bimbingan yaitu ; A. bidang Bimbingan Pribadi ; B. bidang Bimbingan Sosial ; C. bidang Bimbingan Belajar ; D. bidang Bimbingan Karir ; I. PERANCANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING A. RASIONAL A.1. PENTINGNYA PROGRAM BK DALAM KESELURUHAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH Bimbingan Konseling merupakan salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang keberadaannya sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir (Depdiknas, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Tingkat SMP, Jakarta; Binatama Raya, 2006). Karena itu, Struktur kurikulum yang dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mencakup tugas Bimbingan Konseling pada pengembangan diri peserta didik (Depdiknas, 2006; Andi Mapiare, 2008). Dalam kurikulum ini ada tiga komponen yang saling mendukung yaitu; (1) Mata Pelajaran; (2) Muatan Lokal; (3) Pengembangan diri (Depdiknas, 2006). Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ektra kurikuler. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi/dilaksanakan oleh konselor (Depdiknas, 2006; h. 1837). Beranjak dari pemikiran diatas, maka program Bimbingan konseling memiliki tempat yang strategis dalam pengembangan diri peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah serta tujuan pendidikan nasional secara umum. Untuk itu, kegiatan pengembangan diri yang telah berjalan selama ini di SMP Negeri I Kasembon perlu ditata ulang, sebab selama ini pengembangan diri lebih dimasudkan

sebagai kegiatan ektra kurikuler saja. Sedangkan pelayanan BK tidak mendapat tempat dalam pengembangan diri. Ada 2 opsi yang kami tawarkan dalam kaitannya dengan pengembangan diri yang pertama, bila porsi pengembangan diri ekuevalen dengan 2 jam pelajaran maka 1 jam pelajaran digunakan untuk Bimbingan konseling sedangkan 1 jam pelajaran untuk kegiatan ektra kurikuler. Kedua, karena keterbatasan guru BK dengan rasio siswa yang diasuh maka guru BK mengambil tiap minggu 1 kelas selama jam efektif pengembangan diri dengan ekuevalen 2 jam pelajaran dengan adanya 2 guru BK di SMPN I Kasembon maka tiap minggu ada 2 kelas yang mendapat pelayanan BK selama 2 jam pelajaran.

B. VISI DAN MISI BIMBINGAN KONSELING Visi Visi Pelayanan Konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. 2. Misi a) Misi Pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan b). Misi Pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. c). Misi Pengentasan Masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari. C. DISKRIPSI KEBUTUHAN SISWA AKAN PELAYANAN BK Dari hasil assesmen kebutuhan siswa dan lingkungannya, dirumuskan dalam kelompokkelompok tugas perkembangan yang diharapkan dikuasai siswa dan merupakan standar Kompetensi Kemandirian (Depdiknas, 2006, Dr. M. Ramli, 2007) ; 1. Tugas Perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat

Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri, secara emosional, sosial, dan ekonomi Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia D. TUJUAN PELAYANAN BK d. 1 Tujuan Umum ; Membantu siswa mencapai perkembangan optimal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kemampuan, bakat, minat, dan cita-citanya. Untuk mencapai tujuan tersebut siswa harus mendapat kesempatan untuk ; Mengenali dirinya sendiri yaitu mengenal kekuatan dan kelemahannya yang berkaitan dengan kemampuan, bakat, minat- cita-cita, sikap, perasaan, dan nilai yang dianutnya. Mengenal lingkungan dirinya yang meliputi lingkungan pendidikan, pekerjaan, sosial kemasyarakatan, dan alam. Membuat keputusan dan pilihan secara realistis Merumuskan rencana pribadinya yang berkaitan dengan rencana pendidikan, karir, dan rencana kehidupan lainnya Mewujudkan potensi dan mengembangkan minat dan cita-citanya d.2 Tujuan Khusus ; Secara khusus program bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, akademik, dan karir sebagai berikut (Pedoman Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, 2007) ; Tujuan bimbingan dan konseling yang berkaitan denga aspek pribadi-sosial siswa ; Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya. Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugerah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara obyektif dan kontruktif baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan baik fisik maupun psikis Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau harga dirinya Memiliki rasa tangggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship) yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahmi dengan sesama manusia.

Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif Tujuan Bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik adalah sebagai berikut ; Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramka. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat Memiliki ketrampilan atau teknik belajar seperti ketrampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Memiliki ketrampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian Tujuan Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan aspek karir adalah sebagai berikut ; Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau ketrampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya di masa depan Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja dan kesejahteraan kerja. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Mengenal ketrampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir

E. KOMPONEN PROGRAM BK

E.1 KOMPONEN PELAYANAN DASAR BIMBINGAN Layanan dasar Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua siswa yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugastugas perkembangan mereka. Tugas Guru BK dalam pelayanan dasar Bimbingan (Dr. M. Ramli, MA, 2007) ialah ; - menyampaikan bahan bimbingan kelompok atau klasikal kepada semua siswa di dalam dan diluar kelas berdasarkan jadwal secara reguler - berkonsultasi dengan guru dan personalia sekolah yang lain - mengkoordinir pelaksanaan layanan dasar bimbingan sehingga layanan tersebut benar-benar bermanfaat bagi semua siswa Topik-topik dalam pelayanan dasar bimbingan ; 1. Tugas Perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa meliputi topik-topik ; - memahami secara lebih luas dan mendalam, meyakini dan menjalankan kaidahkaidah agama yang dianutnya (bimb. Pribadi) - memahami, menjalankan, hubungan sosial berdasarkan kaidah-kaidah agama yang dianut (Bimbingan sosial) - memahami dan mewujudkan kegiatan-kegiatan belajar sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran agama (Bimbingan belajar) - memahami dan menjalankan kaidah-kaidah agama dalam pengarahan diri untuk pengembangan karir 2. Tugas Perkembangan ; mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat, meliputi topik-topik ; - memahami dan menerima perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri (bimb. Pribadi) - memahami dan menjalankan pola hidup sehat (bimb. Pribadi) - memahami bahwa perubahan fisik dan psikis mempengaruhi hubungan sosial serta bersikap empati kepada orang lain yang sedang mengalami perubahan fisik dan psikis (bim. Sosial) - memahami pengaruh perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar serta mampu mengatasi kesulitan yang terjadi akibat perubahan fisik dan psikis dalam kegiatan belajar (bim. Belajar) - memahami bahwa kondisi fisik dan psikis mempengaruhi pengembangan persiapan karir serta mengembangkan kondisi fisik dan psikis yang sehat untuk pengembangan karir (bimb. Karir) 3. mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita - memahami, menerima dan menjalankan peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita (bimb. Pribadi) - mampu menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya sesaui perannya sebagai pria atau wanita (bim. Sosial) - Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh yang negatif dari hubungan

teman sebaya terhadap kegiatan belajar (bimb. Belajar) - memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan persiapan karir dan memahami bahwa pria dan wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan mengembangkan karir 4. Tugas perkembangan ; memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas - memahami dan menjalankan nilai dan cara bertingkah laku pribadi dalam kehidupan diluar kelompok sebaya (bimb. Pribadi) - memahami dan mampu menerapkan nilai-nilai dan cara berperilaku sosial dalam kehidupan diluar kelompok sebaya (bimb. Sosial) - memahami pengaruh hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar serta mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar 5. Mengenal bakat, minat, serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni - Memahami kemampuan, bakat dan minat yang dimiliki dan arah kecenderungan karir sesuai dengan bakat dan minat (bimb. Pribadi) - mengenal aspek-aspek sosial terhadap kemampuan , bakat dan minat (bimb. Sosial) - memahami aspek-aspek sosial dalam pengembangan karir dan dalam apresiasi seni (bimb. Sosial) - Memahami pengaruh positif kemampuan, bakat dan minat sendiri terhadap kegiatan belajar serta pengaruh positif apresiasi seni terhadap kegiatan belajar (bimb. Belajar) - memahami pengaruh kemampuan, bakat dan minat terhadap karir (bimb. Karir) - mampu mengarahkan kecenderungan karir sendiri sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat (bim. Karir) - mampu mengapresiasi berbagai jenis karir dalam bidang seni (bimb. Karir

-

E.2 KOMPONEN PERENCANAAN INDIVIDUAL SISWA E.3 KOMPONEN PELAYANAN RESPONSIF E.4. KOMPONEN DUKUNGAN SISTEM (MANAJEMEN) F. RENCANA OPERASIONAL (ACTION PLAN)

G. PELAKSANAAN H. EVALUASI I. PEMBIAYAAN

DAFTAR PUSTAKA Mapiare, Andi, AT, 2008. Assesmen Autentik dalam Bimbingan Konseling dengan pertimbangan Nilai Sosial-Budaya, Hand out materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru; Universitas Negeri Malang - Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) Rayon 15 Depdiknas,2006. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan tingkat SMP dan MTs, Jakarta; Binatama Raya Ramli.M, Dr,MA. 2007. Bimbingan Konseling, Universitas Negeri Malang ; Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) Rayon 15 Ramli.M, Dr,MA. 2007. Model-model Konseling, Universitas Negeri Malang ; Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) Rayon 15 Corey,Gerald, (Terj. E. Koeswara) 1988. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi, Bandung ; PT. Eresco

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->