P. 1
Hukum Foto Dan Gambar

Hukum Foto Dan Gambar

|Views: 2|Likes:
Published by sieghitpedro

More info:

Published by: sieghitpedro on Jun 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

HUKUM FOTO DAN GAMBAR Pertanyaan : Assalamu`alaikum, Afwan ya akhi, ana mau tanya.

Karena situs ini mengatas namakan syari`ah, namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? ada hadits mengatakan : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi: “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku): َ ً ِ‫شر‬ َ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ َ ‫أل ّ ت‬ َ ّ ‫فا إ ِل‬ ْ ‫م‬ ُ َ ‫سوّي ْت‬ ُ ‫را‬ ُ َ ‫ست‬ َ َ ‫ثال ً إ ِل ّ ط‬ ْ ِ ‫دع ت‬ ً ْ ‫ه وَل َ قَب‬ “Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.” Jabir radhiallahu ‘anhu berkata: َ ّ ‫ص‬ َ ِ ‫صن َعَ ذل‬ ُ ْ ‫سو‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫في ال ْب َي‬ ِ ِ ‫رة‬ ْ ‫هى أ‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫لى الل‬ ْ َ‫ن ي‬ َ َ ‫ت وَن‬ ّ ‫ن ال‬ َ ِ‫ل الله‬ َ َ‫ن‬ َ ْ ‫صو‬ َ ‫هى‬ ِ َ‫م ع‬ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ّ ُ ‫ه ب ِك‬ ُ َ ‫جع‬ ّ ُ‫ك‬ ‫م‬ ْ َ ‫ها ن‬ َ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫في ال‬ ِ ٍ‫صوّر‬ َ ‫في‬ ْ َ ‫ ي‬،‫ر‬ ً ‫ف‬ َ ّ ‫جهَن‬ ُ ُ ‫سا فَت ُعَذ ّب‬ ُ َ‫ل ل‬ ُ ‫ل‬ َ ٍ ‫رة‬ ُ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫صو‬ َ ْ ‫صو‬ ِ ‫نا‬ “Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar) maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ ruh.” Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya. Barakallahu fiik.. Jawaban : Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog Konsultasi Islam. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. Tampilan di blog kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar, sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda dengan menggambar. Gambar adalah

Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. tidak ada larangan di dalamnya. Menggambar yang dilarang Syara’ telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh. bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini. atau lainnya. Semuanya adalah haram. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda.” Qiram adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna. bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam . gunung. maka itu boleh. dia berkata: Rasulullah saw. masuk dan melepasnya. Maka berilah fatwa padaku tentangnya. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh). beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya. mari kita simak penjelasan berikut : Menggambar (Tashwir) Tashwir adalah menggambar bentuk (shurah) sesuatu.” Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat gambargambar.” Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar. perhiasan. dia berkata: “Rasulullah tiba dari perjalanan.benda sementara menggambar adalah perbuatan. seperti manusia. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. sedang padanya terdapat gambar. Ketika beliau melihatnya. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menggambar sebuah gambar. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah sahwah (semacam rak) milikku dengan qiram yang padanya terdapat gambar-gambar. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. Tercakup di dalamnya tamatsil (patung-patung). Jamaknya shuwar. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan. atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan.” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas. Beliau berkata: “Wahai Aisyah. binatang dan burung. sampai Ibnu Abbas meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. diriwayatkan dari Aisyah. Gambar atau patung dinamakan shurah. bunga. Karena.” Durnuk adalah sejenis kain. Dalam hadits Muslim.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. sedang aku telah menutup pintuku dengan durnuk yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. Syara’ telah menghalalkan menggambar pohon. manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah. Lalu Rasulullah saw. Di dalam bahasa disebut juga tashawir. pakaian. Di antara tashwir adalah membuat patung-patung. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya. Aisyah berkata: “Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. Lebih detailnya. uang. sekedar menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh adalah haram. dia berkata: “Rasulullah saw. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya. melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah). sedang wajah beliau telah berwarna (marah). dia berkata: “Ketika Nabi saw. beliau melepaskannya. maka Allah akan mengazabnya dengan gambar tersebut pada hari kiamat.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah padaku. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. apakah gambar tersebut pada kertas. Sama saja. sampai dia meniupkan (ruh) padanya. pada barang apa pun gambar ini dibuat. Sungguh aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya. Pengharaman menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nashnash syar’i. kulit. Dalam lafadz Ahmad: “Lalu aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal). perkakas. Di dalam bahasa dikatakan tashawir adalah tamatsil.” Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah. dan lainnya yang di dalamnya tidak terdapat ruh. bahwa Rasulullah saw. Ibnu Abbas berkata: “Aku beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

dan perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat patung seorang laki-laki. gambar yang memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan. Juga. Semuanya haram. gambar sempurna atau separuh. dia berkata: Rasulullah saw. Dan sama saja. gunung. tidak pula sebuah gambar kecuali kamu hapus.” Di sini beliau menyebutkan kedua jenis: yang memiliki bayangan yaitu patung. Juga. telah disebutkan dengan jelas dalam hadits-hadits tersebut. Sehingga. pembolehan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. karena keberadaan gambar tersebut bisa hidup atau tidak bisa hidup bukanlah ‘illah pengharaman.” Lalu Rasulullah saw. Benar bahwa sebagian hadits berbentuk muthlaq (tanpa batasan). gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Dan mafhumnya adalah bahwa gambar yang di dalamnya tidak terdapat ruh tidak haram. tapi boleh. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Tapi sebagian yang lain berbentuk muqayyad (memiliki batasan). Dalam .” Hadits-hadits ini secara keseluruhan memuat perintah untuk meninggalkan menggambar dengan perintah yang tegas. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. dan pendapatan pelacur. Jadi. karena hadits Ibnu Abbas tentang Rumah menunjukkan bahwa gambar-gambar yang ada di Ka’bah adalah yang dilukis dan tidak memiliki bayangan. bahwa dia membeli seorang budak ahli bekam. melakukan itu. Sedangkan selain itu. mencakup semua gambar.neraka. Dan kaedah Ushul menyatakan bahwa yang muthlaq disamakan dengan yang muqayyad. di dalam rumah tersebut terdapat qiram berupa tabir yang padanya terdapat gambar-gambar. berupa pohon. binatang dan burung. yaitu manusia. Dan beliau melaknat pemakan riba dan orang yang mewakilkannya. harga anjing. Karena. mengirim Ali dalam sebuah sariyyah. dan tidak pula sebuah kuburan yang dimuliakan kecuali kamu ratakan dengan tanah. Rasul tidak memasukinya sampai gambar-gambar tersebut dihapus. Ini adalah dalil bahwa menggambar adalah haram.’” Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. pengharaman hanya berlaku pada gambar yang di dalamnya terdapat ruh. Di samping itu. lalu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. Menggambar yang diperbolehkan Sedangkan bolehnya menggambar sesuatu yang tidak terdapat ruh di dalamnya. Gambar tersebut menyiksanya di jahanam. Dan tidak ada dalil yang mengecualikan itu dari pengharaman. Dan ini umum. Dan qiram adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku tadi malam. itu disebabkan karena pengharaman dalam hadits-hadits yang mengharamkan menggambar dibatasi dengan gambar yang di dalamnya terdapat ruh. Maka. pembuat tatto dan orang yang minta dibuatkan. berupa pohon dan lainnya. Dan hadits Aisyah menunjukkan bahwa tabir tersebut padanya terdapat gambar yang tidak memiliki bayangan. dan di dalam rumah tersebut terdapat anjing. Beliau berkata kepadanya: “Janganlah kamu meninggalkan sebuah patung kecuali kamu hancurkan. bersabda: Jibril as. serta penggambar. dan lainnya. tidak haram menggambarnya. pembedaan antara yang memiliki bayangan dan yang tidak memiliki bayangan tidak benar dan tidak memiliki dasar. perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak. Bukhari meriwayatkan melalui Abu Juhaifah. Sama saja. jika kamu harus menggambar. Ini adalah batasan (qaid) yang diakui dan memiliki mafhum yang diterapkan. Tidak ada perbedaan dalam pengharaman menggambar antara gambar yang memiliki bayangan dan gambar yang tidak memiliki bayangan. berdasarkan keumuman hadits-hadits di atas. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. melarang harga darah. dan yang tidak memiliki bayangan yaitu gambar yang dihapus. serta antara gambar sempurna yang mungkin hidup dan gambar separuh yang tidak mungkin hidup.

Karena. yang langsung dilakukan oleh manusia dengan dirinya sendiri. gunung. karena adanya ‘illah di dalamnya. binatang dan burung. Sedangkan “menggambar” dengan menggunakan alat fotografi. tidak ada larangan tentangnya. larangan sama sekali tidak mencakupnya. menggambar manusia dan binatang haram berdasarkan nash-nash yang mengharamkannya. Dan orang yang mengambil gambar orang atau binatang dengan alat fotografi tidak membuat gambar-gambar ini. bukan menggambar. gunung dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh boleh. nash-nash menyebutkan pembolehan menggambar pohon dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh. menggambarnya haram. tidak dapat dikatakan bahwa menggambar haram karena di dalamnya terdapat perbuatan menyamai penciptaan Allah. tapi memindahkan bayangan dari realita menuju film. Hadits-hadits mengatakan: “orang-orang yang membuat gambar-gambar ini”. tidak dengan satu atau lain alasan. ‘illah ini terdapat juga dalam pohon. Dan penjelasan bagi sesuatu bukanlah ‘illah baginya.hadits Abu Hurairah: “Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. Itu adalah memindahkan bayangan. dan para penggambar dengan Sang Pencipta. Karena. Karena. Apakah ada Illatnya? Dengan demikian. serta menciptakan pohon. tapi memantulkan bayangan orang pada film dengan menggunakan alat. memahat dan lainnya. Dengan demikian. Jadi. “Setiap penggambar”. bukan karena adanya ‘illah tertentu. Dan menggambar pohon. dan tidak termasuk menggambar yang diharamkan. Padahal. dan tidak mungkin dialah yang menggambar. tidak termasuk ke dalamnya. Sehingga. jika kamu harus menggambar. yaitu yang menyerupai penciptaan dan yang di dalamnya . Karena itu. dan tidak menggambar. gunung dan bunga-bunga. Lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang ada dalam hadits-hadits ini darinya tidak dapat dipahami ‘illah.” Ini berarti bahwa patung pohon tidak apa-apa. pada hakekatnya dia bukan menggambar. Allah Ta’ala menciptakan manusia. Hukum Fotografi Menggambar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala adalah melukis. tapi alat fotografilah yang memindahkan bayangan ke film. dia bukan penggambar. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Dia tidak melakukan sesuatu kecuali menggerakkan alat. penggambar dengan alat fotografi tidak menggambar orang. Selain itu. dari segi ada dan tidaknya. menggambar yang disebutkan pengharamannya di dalam hadits-hadits di atas telah dijelaskan dan dibatasi jenisnya.” Hadits-hadits yang mengharamkan menggambar tidak memiliki ‘illah. Dan dalam hadits Ibnu Abbas: “Maka. Tidak terdapat penjelasan ‘illah menggambar dengan illah apa pun. dan apa yang terdapat hadits Aisyah tentang gambar: “ manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah”. bukan dilakukan langsung oleh penggambar. Dia hanya menjadi penjelasan baginya. Dia bukanlah penggambar. apa yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas: “sampai dia meniupkan (ruh) padanya. Karena. Karena itu. “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini”. penyerupaan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak menjadikan sesuatu yang diserupai ( musyabbah bih) sebagai ‘illah bagi sesuatu yang diserupakan (musyabbah). semuanya adalah ciptaan Allah juga. bunga-bunga dan lainnya. janganlah mencari ‘illah untuknya. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh) ”. Sehingga. berdasarkan nash-nash yang membolehkannya. semua itu tidak disebutkan sebagai penjelasan ‘illah. Sedangkan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa perkataan Rasul: “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. Dengan demikian. Dia bukanlah menggambar orang yang dilakukan oleh penggambar. tapi itu mubah. Dengan demikian. Dan ‘illah berputar bersama hukum. Dan penyerupaan (tasybih) bukanlah penjelasan ‘illah dan tidak bisa menjadi ‘illah. dengan perantaraan alat. itu tidak masuk ke dalam larangan yang terdapat dalam hadits-hadits. Segala yang terjadi hanyalah bahwa Rasul menyerupakan menggambar dengan penciptaan. dan “para penggambar”.

penggambar menyerupai Sang Pencipta. dan di dalamnya tidak terdapat kreasi. baik dengan melukisnya dari hayalannya atau melukisnya dari aslinya yang ada di hadapannya. dia bukanlah pengadaan gambar. adalah disebabkan karena larangan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut tidak disertai qarinah yang menunjukkah penegasan. Keduanya adalah dua jenis yang sama sekali berbeda. tidak apa-apa. sebagaimana yang disebutkan dalam larangan menggambar. dan bahwa beliau bersandar pada bantal yang padanya terdapat gambar. : 1. Ini menunjukkan bahwa larangan mengarah pada meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. Juga berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Jibril menolak untuk memasuki rumah karena di dalamnya terdapat patung. Larangan tersebut hanyalah berupa perintah untuk meninggalkan. dan bahwa tidak apa-apa jika gambar tersebut diletakkan di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadapnya. seperti masjid. Jadi menggambar di sini berarti mengadakan gambar. Sedangkan memiliki gambar-gambar yang telah digambar. mushala. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. maka makruh. tidak ada larangan di dalamnya. Ini adalah perintah yang tegas untuk meninggalkan. Hadits-hadits tersebut tidak berlaku padanya. Sedangkan bahwa meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh bukan haram. maka haram secara pasti. perpustakaan. 2. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. Sedangkan bahwa pemakruhan ini khusus bagi gambar yang diletakkan di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. Dari sini. atau celaan terhadapnya. dan dia tidak masuk ke dalam cakupan haditshadits tersebut dalam pengharaman. Karena. maka boleh. Pemakruhan di tempat yang di dalamnya terhadap penghormatan terhadapnya adalah berdasarkan hadits Aisyah bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar. sehingga menjadi dalil pengharaman. dia adalah pengadaan gambar. Dalam kedua kondisi ini. Jibril berkata kepada Rasul: “perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak”. dan lainnya. dan tidak mengarah pada memiliki gambar tersebut. menggambar dengan alat fotografi adalah boleh. Karena itu. dia tidak dianggap sebagai jenis menggambar yang pengharamannya disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. Karena. menolak untuk memasuki Ka’bah sampai gambar-gambar yang ada padanya dihapus. Hukum Memiliki Gambar Ini yang berkaitan dengan menggambar itu sendiri. gambar dan anjing. di dalamnya terdapat perincian dan penjelasan. Hakekat seni bagi gambar yang dilukis menggunakan tangan dan gambar fotografi menguatkan itu dengan sangat sempurna. Juga. karena dalam hadits Abu Hurairah. jika itu di tempat yang disediakan untuk ibadah. seperti rumah. Gambar seni adalah gambar yang dilukis dengan tangan. sekolah. dari sisi bahwa itu adalah pengadaan sesuatu. Dia hanyalah memantulkan sesuatu yang ada ke film. Sementara menggambar dengan alat fotografi tidak masuk jenis ini. Dan terdapat hadits-hadits lain yang melarang . dan lainnya. tidak haram. seperti ancaman terhadap orang yang memiliki gambar. Dan itu berbeda dengan gambar fotografi dari sisi seni dan dari sisi kreasi. adalah karena hadits Aisyah menyebutkan bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar ketika gambar itu ditegakkan. Dasarnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasul saw. dialah yang di dalamnya terdapat kreasi. atau semacamnya. Sedangkan memiliki gambar-gambar tersebut di tempat yang tidak disediakan untuk beribadah.

Ini menunjukkan pengecualian gambar yang dilukis di baju. bab Tashwir. Kalau toh kita memiliki perbedaan pemahaman. Semoga penjelasan panjang-lebar di atas dapat kita pahami bersama. menurut saya selama perbedaan itu masing-masing didasari dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah. Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI) 2. beliau bersabda: “ Kecuali lukisan di baju”. Dalam hadits Abu Thalhah milik Muslim diriwayatkan dengan lafadz: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. Bahan Bacaan : 1. Taqiyyuddin An-Nabhani. Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa.memiliki patung dan membolehkan memiliki gambar yang dilukis. Jika hadits ini digabungkan dengan hadits-hadits larangan lainnya. maka kesemuanya adalah pendapat Islami.” Dalam riwayat lain dari jalan yang diriwayatkan oleh Muslim. memiliki gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh. . Terjemah : Rizki S Saputro. Dengan demikian. Kepribadian Islam – Jilid II. Ini menjadi qarinah bahwa larangan tersebut tidak tegas. Mafhumnya adalah bahwa malaikat memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar yang dilukis di baju. bukan haram. maka dia menjadi qarinah bahwa perintah untuk meninggalkan di sini tidaklah tegas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->