HUKUM FOTO DAN GAMBAR Pertanyaan : Assalamu`alaikum, Afwan ya akhi, ana mau tanya.

Karena situs ini mengatas namakan syari`ah, namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? ada hadits mengatakan : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi: “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku): َ ً ِ‫شر‬ َ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ َ ‫أل ّ ت‬ َ ّ ‫فا إ ِل‬ ْ ‫م‬ ُ َ ‫سوّي ْت‬ ُ ‫را‬ ُ َ ‫ست‬ َ َ ‫ثال ً إ ِل ّ ط‬ ْ ِ ‫دع ت‬ ً ْ ‫ه وَل َ قَب‬ “Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.” Jabir radhiallahu ‘anhu berkata: َ ّ ‫ص‬ َ ِ ‫صن َعَ ذل‬ ُ ْ ‫سو‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫في ال ْب َي‬ ِ ِ ‫رة‬ ْ ‫هى أ‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫لى الل‬ ْ َ‫ن ي‬ َ َ ‫ت وَن‬ ّ ‫ن ال‬ َ ِ‫ل الله‬ َ َ‫ن‬ َ ْ ‫صو‬ َ ‫هى‬ ِ َ‫م ع‬ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ّ ُ ‫ه ب ِك‬ ُ َ ‫جع‬ ّ ُ‫ك‬ ‫م‬ ْ َ ‫ها ن‬ َ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫في ال‬ ِ ٍ‫صوّر‬ َ ‫في‬ ْ َ ‫ ي‬،‫ر‬ ً ‫ف‬ َ ّ ‫جهَن‬ ُ ُ ‫سا فَت ُعَذ ّب‬ ُ َ‫ل ل‬ ُ ‫ل‬ َ ٍ ‫رة‬ ُ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫صو‬ َ ْ ‫صو‬ ِ ‫نا‬ “Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar) maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ ruh.” Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya. Barakallahu fiik.. Jawaban : Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog Konsultasi Islam. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. Tampilan di blog kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar, sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda dengan menggambar. Gambar adalah

pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh).” Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar. bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam . binatang dan burung. masuk dan melepasnya. sampai Ibnu Abbas meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. dia berkata: “Rasulullah tiba dari perjalanan. mari kita simak penjelasan berikut : Menggambar (Tashwir) Tashwir adalah menggambar bentuk (shurah) sesuatu. melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah).” Durnuk adalah sejenis kain. bersabda: “Barangsiapa menggambar sebuah gambar. Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Menggambar yang dilarang Syara’ telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh. Gambar atau patung dinamakan shurah. beliau melepaskannya. Di antara tashwir adalah membuat patung-patung. apakah gambar tersebut pada kertas. seperti manusia. Beliau berkata: “Wahai Aisyah. Syara’ telah menghalalkan menggambar pohon. perhiasan. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. pakaian. Ketika beliau melihatnya.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. dan lainnya yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Di dalam bahasa disebut juga tashawir. beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya. Di dalam bahasa dikatakan tashawir adalah tamatsil. Aku mendengar Rasulullah saw. Dalam lafadz Ahmad: “Lalu aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal). sekedar menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh adalah haram. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya. maka itu boleh. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. perkakas. tidak ada larangan di dalamnya. sedang aku telah menutup pintuku dengan durnuk yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. maka Allah akan mengazabnya dengan gambar tersebut pada hari kiamat. gunung. diriwayatkan dari Aisyah. dia berkata: Rasulullah saw. Dalam hadits Muslim.” Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah. atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan. Karena. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan. Sungguh aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya. sedang wajah beliau telah berwarna (marah). Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah. atau lainnya. Sama saja. dia berkata: “Rasulullah saw. Jamaknya shuwar. Lalu Rasulullah saw. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya. pada barang apa pun gambar ini dibuat.benda sementara menggambar adalah perbuatan. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda. Maka berilah fatwa padaku tentangnya. dia berkata: “Ketika Nabi saw.” Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat gambargambar. kulit. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. Semuanya adalah haram. sedang padanya terdapat gambar.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah padaku.” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas. Aisyah berkata: “Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. uang. sampai dia meniupkan (ruh) padanya. bahwa Rasulullah saw. Pengharaman menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nashnash syar’i. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah sahwah (semacam rak) milikku dengan qiram yang padanya terdapat gambar-gambar. bunga. Lebih detailnya. Ibnu Abbas berkata: “Aku beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw. bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini. Tercakup di dalamnya tamatsil (patung-patung).” Qiram adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Ini adalah dalil bahwa menggambar adalah haram. Di samping itu. dan lainnya. berupa pohon. Dan sama saja. serta antara gambar sempurna yang mungkin hidup dan gambar separuh yang tidak mungkin hidup. yaitu manusia. Dan hadits Aisyah menunjukkan bahwa tabir tersebut padanya terdapat gambar yang tidak memiliki bayangan. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku tadi malam. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Sedangkan selain itu. Semuanya haram. Jadi. serta penggambar. Sehingga. Tidak ada perbedaan dalam pengharaman menggambar antara gambar yang memiliki bayangan dan gambar yang tidak memiliki bayangan.” Lalu Rasulullah saw. Dan beliau melaknat pemakan riba dan orang yang mewakilkannya. Juga. Dalam .” Di sini beliau menyebutkan kedua jenis: yang memiliki bayangan yaitu patung. Dan qiram adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna.’” Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. berdasarkan keumuman hadits-hadits di atas. Dan tidak ada dalil yang mengecualikan itu dari pengharaman.neraka. Tapi sebagian yang lain berbentuk muqayyad (memiliki batasan). pengharaman hanya berlaku pada gambar yang di dalamnya terdapat ruh. pembolehan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. gambar sempurna atau separuh. dan tidak pula sebuah kuburan yang dimuliakan kecuali kamu ratakan dengan tanah. mengirim Ali dalam sebuah sariyyah.” Hadits-hadits ini secara keseluruhan memuat perintah untuk meninggalkan menggambar dengan perintah yang tegas. dan yang tidak memiliki bayangan yaitu gambar yang dihapus. Menggambar yang diperbolehkan Sedangkan bolehnya menggambar sesuatu yang tidak terdapat ruh di dalamnya. telah disebutkan dengan jelas dalam hadits-hadits tersebut. tapi boleh. berupa pohon dan lainnya. Dan kaedah Ushul menyatakan bahwa yang muthlaq disamakan dengan yang muqayyad. gunung. dan perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan. Dan ini umum. mencakup semua gambar. Beliau berkata kepadanya: “Janganlah kamu meninggalkan sebuah patung kecuali kamu hancurkan. pembedaan antara yang memiliki bayangan dan yang tidak memiliki bayangan tidak benar dan tidak memiliki dasar. Rasul tidak memasukinya sampai gambar-gambar tersebut dihapus. bersabda: Jibril as. Maka. pembuat tatto dan orang yang minta dibuatkan. dia berkata: Rasulullah saw. dan pendapatan pelacur. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat patung seorang laki-laki. lalu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. Dan mafhumnya adalah bahwa gambar yang di dalamnya tidak terdapat ruh tidak haram. itu disebabkan karena pengharaman dalam hadits-hadits yang mengharamkan menggambar dibatasi dengan gambar yang di dalamnya terdapat ruh. harga anjing. di dalam rumah tersebut terdapat qiram berupa tabir yang padanya terdapat gambar-gambar. Bukhari meriwayatkan melalui Abu Juhaifah. jika kamu harus menggambar. Karena. binatang dan burung. tidak haram menggambarnya. bahwa dia membeli seorang budak ahli bekam. karena keberadaan gambar tersebut bisa hidup atau tidak bisa hidup bukanlah ‘illah pengharaman. Juga. Benar bahwa sebagian hadits berbentuk muthlaq (tanpa batasan). melarang harga darah. tidak pula sebuah gambar kecuali kamu hapus. Sama saja. dan di dalam rumah tersebut terdapat anjing. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. melakukan itu. perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak. karena hadits Ibnu Abbas tentang Rumah menunjukkan bahwa gambar-gambar yang ada di Ka’bah adalah yang dilukis dan tidak memiliki bayangan. Ini adalah batasan (qaid) yang diakui dan memiliki mafhum yang diterapkan. Gambar tersebut menyiksanya di jahanam. gambar yang memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan.

bukan menggambar. Selain itu. Karena itu. penyerupaan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak menjadikan sesuatu yang diserupai ( musyabbah bih) sebagai ‘illah bagi sesuatu yang diserupakan (musyabbah). Hukum Fotografi Menggambar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala adalah melukis. gunung dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh boleh. berdasarkan nash-nash yang membolehkannya. Apakah ada Illatnya? Dengan demikian. karena adanya ‘illah di dalamnya. dan tidak menggambar. Dan penyerupaan (tasybih) bukanlah penjelasan ‘illah dan tidak bisa menjadi ‘illah. yaitu yang menyerupai penciptaan dan yang di dalamnya . Sehingga. semua itu tidak disebutkan sebagai penjelasan ‘illah. bukan dilakukan langsung oleh penggambar. dan tidak termasuk menggambar yang diharamkan. “Setiap penggambar”. tidak ada larangan tentangnya. semuanya adalah ciptaan Allah juga. Dan menggambar pohon. tidak dapat dikatakan bahwa menggambar haram karena di dalamnya terdapat perbuatan menyamai penciptaan Allah. memahat dan lainnya. Dan orang yang mengambil gambar orang atau binatang dengan alat fotografi tidak membuat gambar-gambar ini. menggambarnya haram. apa yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas: “sampai dia meniupkan (ruh) padanya. yang langsung dilakukan oleh manusia dengan dirinya sendiri. tapi itu mubah.hadits Abu Hurairah: “Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. Dan ‘illah berputar bersama hukum. Dengan demikian. dia bukan penggambar. Jadi. Dengan demikian. Karena. penggambar dengan alat fotografi tidak menggambar orang. dan para penggambar dengan Sang Pencipta. Padahal. ‘illah ini terdapat juga dalam pohon. Sedangkan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa perkataan Rasul: “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh) ”. Karena. Dengan demikian. Karena. tapi alat fotografilah yang memindahkan bayangan ke film. dan tidak mungkin dialah yang menggambar. larangan sama sekali tidak mencakupnya. bukan karena adanya ‘illah tertentu. Karena itu. Segala yang terjadi hanyalah bahwa Rasul menyerupakan menggambar dengan penciptaan. Sehingga. gunung dan bunga-bunga. binatang dan burung. Hadits-hadits mengatakan: “orang-orang yang membuat gambar-gambar ini”. tapi memindahkan bayangan dari realita menuju film. dari segi ada dan tidaknya. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. itu tidak masuk ke dalam larangan yang terdapat dalam hadits-hadits.” Ini berarti bahwa patung pohon tidak apa-apa. Itu adalah memindahkan bayangan. nash-nash menyebutkan pembolehan menggambar pohon dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Dan penjelasan bagi sesuatu bukanlah ‘illah baginya. menggambar manusia dan binatang haram berdasarkan nash-nash yang mengharamkannya. Dan dalam hadits Ibnu Abbas: “Maka. serta menciptakan pohon. Dia hanya menjadi penjelasan baginya. bunga-bunga dan lainnya. Tidak terdapat penjelasan ‘illah menggambar dengan illah apa pun. Sedangkan “menggambar” dengan menggunakan alat fotografi. “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini”. gunung. tidak dengan satu atau lain alasan. dan apa yang terdapat hadits Aisyah tentang gambar: “ manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah”. dengan perantaraan alat.” Hadits-hadits yang mengharamkan menggambar tidak memiliki ‘illah. tidak termasuk ke dalamnya. Dia tidak melakukan sesuatu kecuali menggerakkan alat. janganlah mencari ‘illah untuknya. Lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang ada dalam hadits-hadits ini darinya tidak dapat dipahami ‘illah. jika kamu harus menggambar. Dia bukanlah menggambar orang yang dilakukan oleh penggambar. menggambar yang disebutkan pengharamannya di dalam hadits-hadits di atas telah dijelaskan dan dibatasi jenisnya. Karena. pada hakekatnya dia bukan menggambar. Dia bukanlah penggambar. tapi memantulkan bayangan orang pada film dengan menggunakan alat. Allah Ta’ala menciptakan manusia. dan “para penggambar”.

maka makruh. Hakekat seni bagi gambar yang dilukis menggunakan tangan dan gambar fotografi menguatkan itu dengan sangat sempurna. Hadits-hadits tersebut tidak berlaku padanya. : 1. sebagaimana yang disebutkan dalam larangan menggambar. Sedangkan memiliki gambar-gambar tersebut di tempat yang tidak disediakan untuk beribadah. atau celaan terhadapnya. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. maka haram secara pasti. baik dengan melukisnya dari hayalannya atau melukisnya dari aslinya yang ada di hadapannya. jika itu di tempat yang disediakan untuk ibadah. menggambar dengan alat fotografi adalah boleh. tidak apa-apa. Juga berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Jibril menolak untuk memasuki rumah karena di dalamnya terdapat patung. Sedangkan bahwa meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh bukan haram. Karena. perpustakaan. dia adalah pengadaan gambar. dan bahwa beliau bersandar pada bantal yang padanya terdapat gambar. adalah disebabkan karena larangan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut tidak disertai qarinah yang menunjukkah penegasan. karena dalam hadits Abu Hurairah. dan lainnya. dari sisi bahwa itu adalah pengadaan sesuatu. sekolah. dan tidak mengarah pada memiliki gambar tersebut. Ini adalah perintah yang tegas untuk meninggalkan. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. Sementara menggambar dengan alat fotografi tidak masuk jenis ini. Pemakruhan di tempat yang di dalamnya terhadap penghormatan terhadapnya adalah berdasarkan hadits Aisyah bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar. menolak untuk memasuki Ka’bah sampai gambar-gambar yang ada padanya dihapus. seperti rumah. dan dia tidak masuk ke dalam cakupan haditshadits tersebut dalam pengharaman. mushala. Karena itu. maka boleh. seperti ancaman terhadap orang yang memiliki gambar. Ini menunjukkan bahwa larangan mengarah pada meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. tidak haram.penggambar menyerupai Sang Pencipta. gambar dan anjing. Gambar seni adalah gambar yang dilukis dengan tangan. 2. Hukum Memiliki Gambar Ini yang berkaitan dengan menggambar itu sendiri. Jadi menggambar di sini berarti mengadakan gambar. dan bahwa tidak apa-apa jika gambar tersebut diletakkan di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadapnya. atau semacamnya. dia tidak dianggap sebagai jenis menggambar yang pengharamannya disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. Dalam kedua kondisi ini. Sedangkan memiliki gambar-gambar yang telah digambar. dia bukanlah pengadaan gambar. Sedangkan bahwa pemakruhan ini khusus bagi gambar yang diletakkan di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. di dalamnya terdapat perincian dan penjelasan. Keduanya adalah dua jenis yang sama sekali berbeda. Dasarnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasul saw. Larangan tersebut hanyalah berupa perintah untuk meninggalkan. Dan itu berbeda dengan gambar fotografi dari sisi seni dan dari sisi kreasi. adalah karena hadits Aisyah menyebutkan bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar ketika gambar itu ditegakkan. dan lainnya. Dari sini. seperti masjid. dan di dalamnya tidak terdapat kreasi. dialah yang di dalamnya terdapat kreasi. sehingga menjadi dalil pengharaman. Dan terdapat hadits-hadits lain yang melarang . Karena. Jibril berkata kepada Rasul: “perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak”. Juga. Dia hanyalah memantulkan sesuatu yang ada ke film. tidak ada larangan di dalamnya.

Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI) 2. . Ini menjadi qarinah bahwa larangan tersebut tidak tegas. maka dia menjadi qarinah bahwa perintah untuk meninggalkan di sini tidaklah tegas. Dengan demikian. Dalam hadits Abu Thalhah milik Muslim diriwayatkan dengan lafadz: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. bukan haram. maka kesemuanya adalah pendapat Islami. memiliki gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh.memiliki patung dan membolehkan memiliki gambar yang dilukis. Ini menunjukkan pengecualian gambar yang dilukis di baju. Taqiyyuddin An-Nabhani. Jika hadits ini digabungkan dengan hadits-hadits larangan lainnya. Kalau toh kita memiliki perbedaan pemahaman. beliau bersabda: “ Kecuali lukisan di baju”.” Dalam riwayat lain dari jalan yang diriwayatkan oleh Muslim. Terjemah : Rizki S Saputro. Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa. bab Tashwir. menurut saya selama perbedaan itu masing-masing didasari dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah. Semoga penjelasan panjang-lebar di atas dapat kita pahami bersama. Kepribadian Islam – Jilid II. Bahan Bacaan : 1. Mafhumnya adalah bahwa malaikat memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar yang dilukis di baju.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful