HUKUM FOTO DAN GAMBAR Pertanyaan : Assalamu`alaikum, Afwan ya akhi, ana mau tanya.

Karena situs ini mengatas namakan syari`ah, namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? ada hadits mengatakan : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi: “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku): َ ً ِ‫شر‬ َ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ َ ‫أل ّ ت‬ َ ّ ‫فا إ ِل‬ ْ ‫م‬ ُ َ ‫سوّي ْت‬ ُ ‫را‬ ُ َ ‫ست‬ َ َ ‫ثال ً إ ِل ّ ط‬ ْ ِ ‫دع ت‬ ً ْ ‫ه وَل َ قَب‬ “Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.” Jabir radhiallahu ‘anhu berkata: َ ّ ‫ص‬ َ ِ ‫صن َعَ ذل‬ ُ ْ ‫سو‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫في ال ْب َي‬ ِ ِ ‫رة‬ ْ ‫هى أ‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫لى الل‬ ْ َ‫ن ي‬ َ َ ‫ت وَن‬ ّ ‫ن ال‬ َ ِ‫ل الله‬ َ َ‫ن‬ َ ْ ‫صو‬ َ ‫هى‬ ِ َ‫م ع‬ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ّ ُ ‫ه ب ِك‬ ُ َ ‫جع‬ ّ ُ‫ك‬ ‫م‬ ْ َ ‫ها ن‬ َ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫في ال‬ ِ ٍ‫صوّر‬ َ ‫في‬ ْ َ ‫ ي‬،‫ر‬ ً ‫ف‬ َ ّ ‫جهَن‬ ُ ُ ‫سا فَت ُعَذ ّب‬ ُ َ‫ل ل‬ ُ ‫ل‬ َ ٍ ‫رة‬ ُ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫صو‬ َ ْ ‫صو‬ ِ ‫نا‬ “Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar) maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ ruh.” Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya. Barakallahu fiik.. Jawaban : Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog Konsultasi Islam. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. Tampilan di blog kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar, sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda dengan menggambar. Gambar adalah

bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam . Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan. mari kita simak penjelasan berikut : Menggambar (Tashwir) Tashwir adalah menggambar bentuk (shurah) sesuatu. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. maka itu boleh. bunga.” Qiram adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna. maka Allah akan mengazabnya dengan gambar tersebut pada hari kiamat.” Durnuk adalah sejenis kain. sekedar menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh adalah haram. bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini. sedang padanya terdapat gambar. Dalam lafadz Ahmad: “Lalu aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal).” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas. pakaian. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah padaku. Lebih detailnya. sedang aku telah menutup pintuku dengan durnuk yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. Beliau berkata: “Wahai Aisyah. manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah. sampai dia meniupkan (ruh) padanya. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah sahwah (semacam rak) milikku dengan qiram yang padanya terdapat gambar-gambar. perhiasan.” Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat gambargambar. bersabda: “Barangsiapa menggambar sebuah gambar. seperti manusia.benda sementara menggambar adalah perbuatan. Syara’ telah menghalalkan menggambar pohon. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. Maka berilah fatwa padaku tentangnya. Dalam hadits Muslim.” (Diriwayatkan oleh Muslim). binatang dan burung. beliau melepaskannya.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. sedang wajah beliau telah berwarna (marah). melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah). Di dalam bahasa disebut juga tashawir.” Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar. dia berkata: “Rasulullah saw. masuk dan melepasnya. atau lainnya. Semuanya adalah haram. sampai Ibnu Abbas meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh). Tercakup di dalamnya tamatsil (patung-patung). tidak ada larangan di dalamnya. Aku mendengar Rasulullah saw. bahwa Rasulullah saw. Jamaknya shuwar. Sama saja. pada barang apa pun gambar ini dibuat. Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. dia berkata: “Rasulullah tiba dari perjalanan. Di antara tashwir adalah membuat patung-patung. dia berkata: “Ketika Nabi saw. Di dalam bahasa dikatakan tashawir adalah tamatsil. diriwayatkan dari Aisyah. atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan. Menggambar yang dilarang Syara’ telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh. Ibnu Abbas berkata: “Aku beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw. kulit. dan lainnya yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Gambar atau patung dinamakan shurah. Lalu Rasulullah saw. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya. Karena. gunung. Pengharaman menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nashnash syar’i. beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya. uang. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda. Ketika beliau melihatnya. dia berkata: Rasulullah saw. Sungguh aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya. Aisyah berkata: “Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. perkakas.” Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah. apakah gambar tersebut pada kertas.

dan tidak pula sebuah kuburan yang dimuliakan kecuali kamu ratakan dengan tanah. karena keberadaan gambar tersebut bisa hidup atau tidak bisa hidup bukanlah ‘illah pengharaman. tapi boleh. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. Sedangkan selain itu.neraka. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat patung seorang laki-laki. telah disebutkan dengan jelas dalam hadits-hadits tersebut. pembolehan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Dan sama saja. gambar sempurna atau separuh.’” Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. Ini adalah dalil bahwa menggambar adalah haram. pengharaman hanya berlaku pada gambar yang di dalamnya terdapat ruh. berdasarkan keumuman hadits-hadits di atas. berupa pohon dan lainnya. dan pendapatan pelacur. Sama saja. Dan hadits Aisyah menunjukkan bahwa tabir tersebut padanya terdapat gambar yang tidak memiliki bayangan. melarang harga darah. Bukhari meriwayatkan melalui Abu Juhaifah. Ini adalah batasan (qaid) yang diakui dan memiliki mafhum yang diterapkan. bahwa dia membeli seorang budak ahli bekam. Di samping itu. Benar bahwa sebagian hadits berbentuk muthlaq (tanpa batasan). gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. dan yang tidak memiliki bayangan yaitu gambar yang dihapus. perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak. Dan beliau melaknat pemakan riba dan orang yang mewakilkannya. Beliau berkata kepadanya: “Janganlah kamu meninggalkan sebuah patung kecuali kamu hancurkan. dia berkata: Rasulullah saw. mencakup semua gambar. bersabda: Jibril as. Sehingga. jika kamu harus menggambar. serta antara gambar sempurna yang mungkin hidup dan gambar separuh yang tidak mungkin hidup. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. lalu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. Tidak ada perbedaan dalam pengharaman menggambar antara gambar yang memiliki bayangan dan gambar yang tidak memiliki bayangan. gambar yang memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan. pembedaan antara yang memiliki bayangan dan yang tidak memiliki bayangan tidak benar dan tidak memiliki dasar. serta penggambar. Dan kaedah Ushul menyatakan bahwa yang muthlaq disamakan dengan yang muqayyad. tidak pula sebuah gambar kecuali kamu hapus. Maka. Dan tidak ada dalil yang mengecualikan itu dari pengharaman. tidak haram menggambarnya. Rasul tidak memasukinya sampai gambar-gambar tersebut dihapus. Dalam . harga anjing. Dan qiram adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna. dan lainnya. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku tadi malam. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Karena. Semuanya haram. yaitu manusia. Jadi. itu disebabkan karena pengharaman dalam hadits-hadits yang mengharamkan menggambar dibatasi dengan gambar yang di dalamnya terdapat ruh. Juga.” Hadits-hadits ini secara keseluruhan memuat perintah untuk meninggalkan menggambar dengan perintah yang tegas. melakukan itu. Tapi sebagian yang lain berbentuk muqayyad (memiliki batasan). karena hadits Ibnu Abbas tentang Rumah menunjukkan bahwa gambar-gambar yang ada di Ka’bah adalah yang dilukis dan tidak memiliki bayangan. berupa pohon. mengirim Ali dalam sebuah sariyyah. di dalam rumah tersebut terdapat qiram berupa tabir yang padanya terdapat gambar-gambar. Dan mafhumnya adalah bahwa gambar yang di dalamnya tidak terdapat ruh tidak haram.” Di sini beliau menyebutkan kedua jenis: yang memiliki bayangan yaitu patung. dan perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan. Gambar tersebut menyiksanya di jahanam. Menggambar yang diperbolehkan Sedangkan bolehnya menggambar sesuatu yang tidak terdapat ruh di dalamnya. binatang dan burung.” Lalu Rasulullah saw. Juga. dan di dalam rumah tersebut terdapat anjing. gunung. pembuat tatto dan orang yang minta dibuatkan. Dan ini umum.

Karena. bukan karena adanya ‘illah tertentu. menggambarnya haram. Karena.” Hadits-hadits yang mengharamkan menggambar tidak memiliki ‘illah. Dia bukanlah menggambar orang yang dilakukan oleh penggambar. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa.” Ini berarti bahwa patung pohon tidak apa-apa. Hukum Fotografi Menggambar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala adalah melukis. dan “para penggambar”. Dengan demikian. semua itu tidak disebutkan sebagai penjelasan ‘illah. dan tidak menggambar. semuanya adalah ciptaan Allah juga. Hadits-hadits mengatakan: “orang-orang yang membuat gambar-gambar ini”. Dan orang yang mengambil gambar orang atau binatang dengan alat fotografi tidak membuat gambar-gambar ini. dan tidak termasuk menggambar yang diharamkan. serta menciptakan pohon. “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini”. tidak ada larangan tentangnya. yaitu yang menyerupai penciptaan dan yang di dalamnya . tapi memindahkan bayangan dari realita menuju film. tidak termasuk ke dalamnya. Dengan demikian. janganlah mencari ‘illah untuknya. Padahal. gunung. dan para penggambar dengan Sang Pencipta. Karena. larangan sama sekali tidak mencakupnya. karena adanya ‘illah di dalamnya. Sehingga. dia bukan penggambar. tidak dengan satu atau lain alasan. binatang dan burung. menggambar manusia dan binatang haram berdasarkan nash-nash yang mengharamkannya. Itu adalah memindahkan bayangan. bunga-bunga dan lainnya. Dan dalam hadits Ibnu Abbas: “Maka. ‘illah ini terdapat juga dalam pohon. Karena itu. Tidak terdapat penjelasan ‘illah menggambar dengan illah apa pun. jika kamu harus menggambar. Dengan demikian. Dia hanya menjadi penjelasan baginya. tapi itu mubah. Karena itu. Karena. penyerupaan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak menjadikan sesuatu yang diserupai ( musyabbah bih) sebagai ‘illah bagi sesuatu yang diserupakan (musyabbah). gunung dan bunga-bunga. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh) ”. bukan dilakukan langsung oleh penggambar. Segala yang terjadi hanyalah bahwa Rasul menyerupakan menggambar dengan penciptaan. tapi alat fotografilah yang memindahkan bayangan ke film.hadits Abu Hurairah: “Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. pada hakekatnya dia bukan menggambar. Dia tidak melakukan sesuatu kecuali menggerakkan alat. Sedangkan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa perkataan Rasul: “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. Dan menggambar pohon. dan apa yang terdapat hadits Aisyah tentang gambar: “ manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah”. nash-nash menyebutkan pembolehan menggambar pohon dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Allah Ta’ala menciptakan manusia. Selain itu. Apakah ada Illatnya? Dengan demikian. dari segi ada dan tidaknya. berdasarkan nash-nash yang membolehkannya. Sehingga. tapi memantulkan bayangan orang pada film dengan menggunakan alat. tidak dapat dikatakan bahwa menggambar haram karena di dalamnya terdapat perbuatan menyamai penciptaan Allah. Lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang ada dalam hadits-hadits ini darinya tidak dapat dipahami ‘illah. menggambar yang disebutkan pengharamannya di dalam hadits-hadits di atas telah dijelaskan dan dibatasi jenisnya. itu tidak masuk ke dalam larangan yang terdapat dalam hadits-hadits. bukan menggambar. “Setiap penggambar”. apa yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas: “sampai dia meniupkan (ruh) padanya. dengan perantaraan alat. Sedangkan “menggambar” dengan menggunakan alat fotografi. Jadi. Dan penyerupaan (tasybih) bukanlah penjelasan ‘illah dan tidak bisa menjadi ‘illah. Dan penjelasan bagi sesuatu bukanlah ‘illah baginya. dan tidak mungkin dialah yang menggambar. penggambar dengan alat fotografi tidak menggambar orang. yang langsung dilakukan oleh manusia dengan dirinya sendiri. Dia bukanlah penggambar. Dan ‘illah berputar bersama hukum. memahat dan lainnya. gunung dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh boleh.

di dalamnya terdapat perincian dan penjelasan. Larangan tersebut hanyalah berupa perintah untuk meninggalkan. Jadi menggambar di sini berarti mengadakan gambar. Keduanya adalah dua jenis yang sama sekali berbeda. sehingga menjadi dalil pengharaman. atau semacamnya. jika itu di tempat yang disediakan untuk ibadah. dan dia tidak masuk ke dalam cakupan haditshadits tersebut dalam pengharaman. Hukum Memiliki Gambar Ini yang berkaitan dengan menggambar itu sendiri. Dia hanyalah memantulkan sesuatu yang ada ke film. adalah karena hadits Aisyah menyebutkan bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar ketika gambar itu ditegakkan. Jibril berkata kepada Rasul: “perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak”. dia tidak dianggap sebagai jenis menggambar yang pengharamannya disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. dan bahwa beliau bersandar pada bantal yang padanya terdapat gambar. Hakekat seni bagi gambar yang dilukis menggunakan tangan dan gambar fotografi menguatkan itu dengan sangat sempurna. dialah yang di dalamnya terdapat kreasi. Sedangkan bahwa meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh bukan haram. maka makruh. Karena. dia adalah pengadaan gambar. perpustakaan. menolak untuk memasuki Ka’bah sampai gambar-gambar yang ada padanya dihapus. Dalam kedua kondisi ini. sekolah. Hadits-hadits tersebut tidak berlaku padanya. atau celaan terhadapnya. Gambar seni adalah gambar yang dilukis dengan tangan. tidak haram. Karena itu. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. Dasarnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasul saw. dan di dalamnya tidak terdapat kreasi.penggambar menyerupai Sang Pencipta. Sedangkan memiliki gambar-gambar yang telah digambar. Dan terdapat hadits-hadits lain yang melarang . baik dengan melukisnya dari hayalannya atau melukisnya dari aslinya yang ada di hadapannya. dan lainnya. Dari sini. : 1. Dan itu berbeda dengan gambar fotografi dari sisi seni dan dari sisi kreasi. dan bahwa tidak apa-apa jika gambar tersebut diletakkan di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadapnya. sebagaimana yang disebutkan dalam larangan menggambar. adalah disebabkan karena larangan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut tidak disertai qarinah yang menunjukkah penegasan. Juga berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Jibril menolak untuk memasuki rumah karena di dalamnya terdapat patung. maka boleh. Sedangkan memiliki gambar-gambar tersebut di tempat yang tidak disediakan untuk beribadah. tidak ada larangan di dalamnya. Karena. seperti rumah. dari sisi bahwa itu adalah pengadaan sesuatu. dan tidak mengarah pada memiliki gambar tersebut. Ini menunjukkan bahwa larangan mengarah pada meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. Sementara menggambar dengan alat fotografi tidak masuk jenis ini. 2. seperti masjid. Ini adalah perintah yang tegas untuk meninggalkan. gambar dan anjing. dan lainnya. maka haram secara pasti. mushala. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. menggambar dengan alat fotografi adalah boleh. Juga. dia bukanlah pengadaan gambar. Sedangkan bahwa pemakruhan ini khusus bagi gambar yang diletakkan di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. seperti ancaman terhadap orang yang memiliki gambar. tidak apa-apa. karena dalam hadits Abu Hurairah. Pemakruhan di tempat yang di dalamnya terhadap penghormatan terhadapnya adalah berdasarkan hadits Aisyah bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar.

beliau bersabda: “ Kecuali lukisan di baju”. Dengan demikian. Mafhumnya adalah bahwa malaikat memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar yang dilukis di baju.” Dalam riwayat lain dari jalan yang diriwayatkan oleh Muslim. Ini menjadi qarinah bahwa larangan tersebut tidak tegas. Kepribadian Islam – Jilid II. Bahan Bacaan : 1. Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa. memiliki gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh. . Jika hadits ini digabungkan dengan hadits-hadits larangan lainnya. Kalau toh kita memiliki perbedaan pemahaman. bab Tashwir.memiliki patung dan membolehkan memiliki gambar yang dilukis. Semoga penjelasan panjang-lebar di atas dapat kita pahami bersama. Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI) 2. maka kesemuanya adalah pendapat Islami. bukan haram. Taqiyyuddin An-Nabhani. maka dia menjadi qarinah bahwa perintah untuk meninggalkan di sini tidaklah tegas. Dalam hadits Abu Thalhah milik Muslim diriwayatkan dengan lafadz: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. Ini menunjukkan pengecualian gambar yang dilukis di baju. menurut saya selama perbedaan itu masing-masing didasari dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah. Terjemah : Rizki S Saputro.