HUKUM FOTO DAN GAMBAR Pertanyaan : Assalamu`alaikum, Afwan ya akhi, ana mau tanya.

Karena situs ini mengatas namakan syari`ah, namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? ada hadits mengatakan : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi: “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku): َ ً ِ‫شر‬ َ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ َ ‫أل ّ ت‬ َ ّ ‫فا إ ِل‬ ْ ‫م‬ ُ َ ‫سوّي ْت‬ ُ ‫را‬ ُ َ ‫ست‬ َ َ ‫ثال ً إ ِل ّ ط‬ ْ ِ ‫دع ت‬ ً ْ ‫ه وَل َ قَب‬ “Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.” Jabir radhiallahu ‘anhu berkata: َ ّ ‫ص‬ َ ِ ‫صن َعَ ذل‬ ُ ْ ‫سو‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫في ال ْب َي‬ ِ ِ ‫رة‬ ْ ‫هى أ‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫لى الل‬ ْ َ‫ن ي‬ َ َ ‫ت وَن‬ ّ ‫ن ال‬ َ ِ‫ل الله‬ َ َ‫ن‬ َ ْ ‫صو‬ َ ‫هى‬ ِ َ‫م ع‬ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ّ ُ ‫ه ب ِك‬ ُ َ ‫جع‬ ّ ُ‫ك‬ ‫م‬ ْ َ ‫ها ن‬ َ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫في ال‬ ِ ٍ‫صوّر‬ َ ‫في‬ ْ َ ‫ ي‬،‫ر‬ ً ‫ف‬ َ ّ ‫جهَن‬ ُ ُ ‫سا فَت ُعَذ ّب‬ ُ َ‫ل ل‬ ُ ‫ل‬ َ ٍ ‫رة‬ ُ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫صو‬ َ ْ ‫صو‬ ِ ‫نا‬ “Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar) maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ ruh.” Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya. Barakallahu fiik.. Jawaban : Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog Konsultasi Islam. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. Tampilan di blog kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar, sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda dengan menggambar. Gambar adalah

bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Tercakup di dalamnya tamatsil (patung-patung).” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. diriwayatkan dari Aisyah. perkakas. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda. dia berkata: “Rasulullah tiba dari perjalanan. tidak ada larangan di dalamnya.” Durnuk adalah sejenis kain. Dalam hadits Muslim. dia berkata: Rasulullah saw. Ibnu Abbas berkata: “Aku beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw. Jamaknya shuwar. beliau melepaskannya. kulit. Ketika beliau melihatnya.benda sementara menggambar adalah perbuatan.” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas. dia berkata: “Ketika Nabi saw. sampai Ibnu Abbas meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. Menggambar yang dilarang Syara’ telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh. Di dalam bahasa dikatakan tashawir adalah tamatsil. bersabda: “Barangsiapa menggambar sebuah gambar. sampai dia meniupkan (ruh) padanya.” Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat gambargambar. apakah gambar tersebut pada kertas. Dalam lafadz Ahmad: “Lalu aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal).” Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar. uang.” (Diriwayatkan oleh Muslim). atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah sahwah (semacam rak) milikku dengan qiram yang padanya terdapat gambar-gambar. Maka berilah fatwa padaku tentangnya. maka Allah akan mengazabnya dengan gambar tersebut pada hari kiamat. Karena. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. masuk dan melepasnya. melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah). pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh). Lalu Rasulullah saw. pada barang apa pun gambar ini dibuat. Syara’ telah menghalalkan menggambar pohon. sedang padanya terdapat gambar. dia berkata: “Rasulullah saw. maka itu boleh. seperti manusia. Di antara tashwir adalah membuat patung-patung.” Qiram adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna. sedang aku telah menutup pintuku dengan durnuk yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. gunung. atau lainnya. sedang wajah beliau telah berwarna (marah). Beliau berkata: “Wahai Aisyah. pakaian. manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah. Aisyah berkata: “Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. bahwa Rasulullah saw. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas.” Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah. bunga. dan lainnya yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya. Gambar atau patung dinamakan shurah. perhiasan. Pengharaman menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nashnash syar’i. sekedar menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh adalah haram. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan. Aku mendengar Rasulullah saw. binatang dan burung. Di dalam bahasa disebut juga tashawir. Sama saja. Semuanya adalah haram.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah padaku. Sungguh aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya. beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya. bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam . Lebih detailnya. mari kita simak penjelasan berikut : Menggambar (Tashwir) Tashwir adalah menggambar bentuk (shurah) sesuatu. bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini.

Dan qiram adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna. Gambar tersebut menyiksanya di jahanam. Dan sama saja. Dan beliau melaknat pemakan riba dan orang yang mewakilkannya. dan perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Dan tidak ada dalil yang mengecualikan itu dari pengharaman. dan lainnya. perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak. tapi boleh. jika kamu harus menggambar. Ini adalah batasan (qaid) yang diakui dan memiliki mafhum yang diterapkan. gunung. gambar yang memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan. Dan kaedah Ushul menyatakan bahwa yang muthlaq disamakan dengan yang muqayyad. Benar bahwa sebagian hadits berbentuk muthlaq (tanpa batasan). berupa pohon. Bukhari meriwayatkan melalui Abu Juhaifah. pembedaan antara yang memiliki bayangan dan yang tidak memiliki bayangan tidak benar dan tidak memiliki dasar. Dalam . Semuanya haram. harga anjing. di dalam rumah tersebut terdapat qiram berupa tabir yang padanya terdapat gambar-gambar. Juga. dan tidak pula sebuah kuburan yang dimuliakan kecuali kamu ratakan dengan tanah. Sama saja. mencakup semua gambar.” Lalu Rasulullah saw. dan yang tidak memiliki bayangan yaitu gambar yang dihapus. Dan ini umum. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa.” Hadits-hadits ini secara keseluruhan memuat perintah untuk meninggalkan menggambar dengan perintah yang tegas.’” Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. Juga. dan di dalam rumah tersebut terdapat anjing. itu disebabkan karena pengharaman dalam hadits-hadits yang mengharamkan menggambar dibatasi dengan gambar yang di dalamnya terdapat ruh. Tapi sebagian yang lain berbentuk muqayyad (memiliki batasan). Rasul tidak memasukinya sampai gambar-gambar tersebut dihapus. lalu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. Beliau berkata kepadanya: “Janganlah kamu meninggalkan sebuah patung kecuali kamu hancurkan. pembolehan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh.neraka. Menggambar yang diperbolehkan Sedangkan bolehnya menggambar sesuatu yang tidak terdapat ruh di dalamnya. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat patung seorang laki-laki. berdasarkan keumuman hadits-hadits di atas. Tidak ada perbedaan dalam pengharaman menggambar antara gambar yang memiliki bayangan dan gambar yang tidak memiliki bayangan. binatang dan burung. tidak pula sebuah gambar kecuali kamu hapus. telah disebutkan dengan jelas dalam hadits-hadits tersebut. Dan mafhumnya adalah bahwa gambar yang di dalamnya tidak terdapat ruh tidak haram. karena keberadaan gambar tersebut bisa hidup atau tidak bisa hidup bukanlah ‘illah pengharaman. Jadi. pengharaman hanya berlaku pada gambar yang di dalamnya terdapat ruh. berupa pohon dan lainnya. dan pendapatan pelacur. Sehingga. pembuat tatto dan orang yang minta dibuatkan. Di samping itu. melakukan itu. bahwa dia membeli seorang budak ahli bekam. gambar sempurna atau separuh. karena hadits Ibnu Abbas tentang Rumah menunjukkan bahwa gambar-gambar yang ada di Ka’bah adalah yang dilukis dan tidak memiliki bayangan. yaitu manusia. melarang harga darah. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. serta penggambar. serta antara gambar sempurna yang mungkin hidup dan gambar separuh yang tidak mungkin hidup. Karena. dia berkata: Rasulullah saw. tidak haram menggambarnya. Sedangkan selain itu. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku tadi malam. Dan hadits Aisyah menunjukkan bahwa tabir tersebut padanya terdapat gambar yang tidak memiliki bayangan. Ini adalah dalil bahwa menggambar adalah haram. mengirim Ali dalam sebuah sariyyah.” Di sini beliau menyebutkan kedua jenis: yang memiliki bayangan yaitu patung. Maka. bersabda: Jibril as.

” Hadits-hadits yang mengharamkan menggambar tidak memiliki ‘illah. tidak termasuk ke dalamnya. tapi memindahkan bayangan dari realita menuju film. Karena. Sedangkan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa perkataan Rasul: “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. Sehingga. Dengan demikian. dan “para penggambar”. gunung dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh boleh. Sehingga. Selain itu. yang langsung dilakukan oleh manusia dengan dirinya sendiri. Karena itu. dia bukan penggambar. menggambarnya haram. memahat dan lainnya. dan tidak termasuk menggambar yang diharamkan. dan apa yang terdapat hadits Aisyah tentang gambar: “ manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah”. larangan sama sekali tidak mencakupnya. Segala yang terjadi hanyalah bahwa Rasul menyerupakan menggambar dengan penciptaan. tidak ada larangan tentangnya. semua itu tidak disebutkan sebagai penjelasan ‘illah. tapi alat fotografilah yang memindahkan bayangan ke film. menggambar manusia dan binatang haram berdasarkan nash-nash yang mengharamkannya. tapi itu mubah. ‘illah ini terdapat juga dalam pohon.” Ini berarti bahwa patung pohon tidak apa-apa. gunung. apa yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas: “sampai dia meniupkan (ruh) padanya. bukan karena adanya ‘illah tertentu. Dia tidak melakukan sesuatu kecuali menggerakkan alat. binatang dan burung. tapi memantulkan bayangan orang pada film dengan menggunakan alat. Hukum Fotografi Menggambar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala adalah melukis. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Dia bukanlah penggambar. dan tidak menggambar. Apakah ada Illatnya? Dengan demikian. Karena itu. menggambar yang disebutkan pengharamannya di dalam hadits-hadits di atas telah dijelaskan dan dibatasi jenisnya. karena adanya ‘illah di dalamnya. Dan dalam hadits Ibnu Abbas: “Maka. bukan dilakukan langsung oleh penggambar. janganlah mencari ‘illah untuknya. bunga-bunga dan lainnya. bukan menggambar. Dan orang yang mengambil gambar orang atau binatang dengan alat fotografi tidak membuat gambar-gambar ini. Karena. berdasarkan nash-nash yang membolehkannya. “Setiap penggambar”. tidak dengan satu atau lain alasan. Dan menggambar pohon. Lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang ada dalam hadits-hadits ini darinya tidak dapat dipahami ‘illah. Padahal. itu tidak masuk ke dalam larangan yang terdapat dalam hadits-hadits. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh) ”. Dia bukanlah menggambar orang yang dilakukan oleh penggambar. pada hakekatnya dia bukan menggambar. dan tidak mungkin dialah yang menggambar. dari segi ada dan tidaknya. Tidak terdapat penjelasan ‘illah menggambar dengan illah apa pun. Itu adalah memindahkan bayangan. yaitu yang menyerupai penciptaan dan yang di dalamnya . Dengan demikian. tidak dapat dikatakan bahwa menggambar haram karena di dalamnya terdapat perbuatan menyamai penciptaan Allah. Dia hanya menjadi penjelasan baginya. Karena. semuanya adalah ciptaan Allah juga. Dan ‘illah berputar bersama hukum. dengan perantaraan alat. Allah Ta’ala menciptakan manusia. nash-nash menyebutkan pembolehan menggambar pohon dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Dan penyerupaan (tasybih) bukanlah penjelasan ‘illah dan tidak bisa menjadi ‘illah. Sedangkan “menggambar” dengan menggunakan alat fotografi. penggambar dengan alat fotografi tidak menggambar orang. gunung dan bunga-bunga. Karena. dan para penggambar dengan Sang Pencipta.hadits Abu Hurairah: “Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini”. Dan penjelasan bagi sesuatu bukanlah ‘illah baginya. Dengan demikian. Hadits-hadits mengatakan: “orang-orang yang membuat gambar-gambar ini”. penyerupaan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak menjadikan sesuatu yang diserupai ( musyabbah bih) sebagai ‘illah bagi sesuatu yang diserupakan (musyabbah). serta menciptakan pohon. Jadi. jika kamu harus menggambar.

Dari sini. dan lainnya. dialah yang di dalamnya terdapat kreasi. di dalamnya terdapat perincian dan penjelasan. seperti rumah. sekolah. adalah karena hadits Aisyah menyebutkan bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar ketika gambar itu ditegakkan. karena dalam hadits Abu Hurairah. Juga. Sementara menggambar dengan alat fotografi tidak masuk jenis ini. Dia hanyalah memantulkan sesuatu yang ada ke film. menggambar dengan alat fotografi adalah boleh. sehingga menjadi dalil pengharaman. maka boleh. Keduanya adalah dua jenis yang sama sekali berbeda. Dan terdapat hadits-hadits lain yang melarang . Karena. : 1. menolak untuk memasuki Ka’bah sampai gambar-gambar yang ada padanya dihapus. Juga berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Jibril menolak untuk memasuki rumah karena di dalamnya terdapat patung. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. Sedangkan bahwa meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh bukan haram. Karena itu. seperti ancaman terhadap orang yang memiliki gambar. Dasarnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasul saw. atau semacamnya. Hukum Memiliki Gambar Ini yang berkaitan dengan menggambar itu sendiri. gambar dan anjing. dari sisi bahwa itu adalah pengadaan sesuatu. Pemakruhan di tempat yang di dalamnya terhadap penghormatan terhadapnya adalah berdasarkan hadits Aisyah bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar. maka haram secara pasti. dan di dalamnya tidak terdapat kreasi. baik dengan melukisnya dari hayalannya atau melukisnya dari aslinya yang ada di hadapannya. atau celaan terhadapnya. Karena. Sedangkan memiliki gambar-gambar yang telah digambar. dan dia tidak masuk ke dalam cakupan haditshadits tersebut dalam pengharaman. 2. adalah disebabkan karena larangan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut tidak disertai qarinah yang menunjukkah penegasan. Larangan tersebut hanyalah berupa perintah untuk meninggalkan. Sedangkan memiliki gambar-gambar tersebut di tempat yang tidak disediakan untuk beribadah. Sedangkan bahwa pemakruhan ini khusus bagi gambar yang diletakkan di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. dan lainnya. Gambar seni adalah gambar yang dilukis dengan tangan. sebagaimana yang disebutkan dalam larangan menggambar. Ini menunjukkan bahwa larangan mengarah pada meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. Dalam kedua kondisi ini. dia adalah pengadaan gambar. Hadits-hadits tersebut tidak berlaku padanya. dan tidak mengarah pada memiliki gambar tersebut. Dan itu berbeda dengan gambar fotografi dari sisi seni dan dari sisi kreasi. seperti masjid. tidak apa-apa. dan bahwa tidak apa-apa jika gambar tersebut diletakkan di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadapnya. tidak ada larangan di dalamnya.penggambar menyerupai Sang Pencipta. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. Jadi menggambar di sini berarti mengadakan gambar. Hakekat seni bagi gambar yang dilukis menggunakan tangan dan gambar fotografi menguatkan itu dengan sangat sempurna. jika itu di tempat yang disediakan untuk ibadah. Ini adalah perintah yang tegas untuk meninggalkan. mushala. maka makruh. tidak haram. dan bahwa beliau bersandar pada bantal yang padanya terdapat gambar. dia bukanlah pengadaan gambar. dia tidak dianggap sebagai jenis menggambar yang pengharamannya disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. Jibril berkata kepada Rasul: “perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak”. perpustakaan.

memiliki patung dan membolehkan memiliki gambar yang dilukis. maka dia menjadi qarinah bahwa perintah untuk meninggalkan di sini tidaklah tegas. . bab Tashwir. Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI) 2.” Dalam riwayat lain dari jalan yang diriwayatkan oleh Muslim. beliau bersabda: “ Kecuali lukisan di baju”. Dalam hadits Abu Thalhah milik Muslim diriwayatkan dengan lafadz: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. Bahan Bacaan : 1. Ini menunjukkan pengecualian gambar yang dilukis di baju. memiliki gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh. bukan haram. Terjemah : Rizki S Saputro. Taqiyyuddin An-Nabhani. Kalau toh kita memiliki perbedaan pemahaman. Dengan demikian. Kepribadian Islam – Jilid II. maka kesemuanya adalah pendapat Islami. Mafhumnya adalah bahwa malaikat memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar yang dilukis di baju. Semoga penjelasan panjang-lebar di atas dapat kita pahami bersama. Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa. Jika hadits ini digabungkan dengan hadits-hadits larangan lainnya. Ini menjadi qarinah bahwa larangan tersebut tidak tegas. menurut saya selama perbedaan itu masing-masing didasari dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful