HUKUM FOTO DAN GAMBAR Pertanyaan : Assalamu`alaikum, Afwan ya akhi, ana mau tanya.

Karena situs ini mengatas namakan syari`ah, namun sepertinya tampilannya tidak syar`i, ada gambar dan foto makhluk bernyawa. apakah hukumnya menggambar makhluk bernyawa? ada hadits mengatakan : Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari harga darah, harga anjing, dan dari penghasilan budak perempuan (yang disuruh berzina). Beliau melaknat wanita yang membuat tato dan wanita yang minta ditato, demikian juga pemakan riba dan orang yang mengurusi riba. Sebagaimana beliau melaknat tukang gambar.” Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata kepada Abul Hayyaj Al-Asadi: “Maukah aku mengutus-mu dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku? (Beliau mengatakan padaku): َ ً ِ‫شر‬ َ ‫م‬ ْ ‫م‬ ‫ه‬ َ َ ‫أل ّ ت‬ َ ّ ‫فا إ ِل‬ ْ ‫م‬ ُ َ ‫سوّي ْت‬ ُ ‫را‬ ُ َ ‫ست‬ َ َ ‫ثال ً إ ِل ّ ط‬ ْ ِ ‫دع ت‬ ً ْ ‫ه وَل َ قَب‬ “Janganlah engkau membiarkan gambar kecuali engkau hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau ratakan.” Jabir radhiallahu ‘anhu berkata: َ ّ ‫ص‬ َ ِ ‫صن َعَ ذل‬ ُ ْ ‫سو‬ ‫ك‬ ِ ْ ‫في ال ْب َي‬ ِ ِ ‫رة‬ ْ ‫هى أ‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ َ ّ ‫سل‬ ُ ‫لى الل‬ ْ َ‫ن ي‬ َ َ ‫ت وَن‬ ّ ‫ن ال‬ َ ِ‫ل الله‬ َ َ‫ن‬ َ ْ ‫صو‬ َ ‫هى‬ ِ َ‫م ع‬ “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil gambar (makhluk hidup) dan memasukkannya ke dalam rumah dan melarang untuk membuat yang seperti itu.” Seseorang pernah datang menemui Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Orang itu berkata: “Aku bekerja membuat gambar-gambar ini, aku mencari penghasilan dengannya.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekatlah denganku.” Orang itupun mendekati Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Mendekat lagi.” Orang itu lebih mendekat hingga Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dapat meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut, lalu berkata: “Aku akan beritakan kepadamu dengan hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ّ ُ ‫ه ب ِك‬ ُ َ ‫جع‬ ّ ُ‫ك‬ ‫م‬ ْ َ ‫ها ن‬ َ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫في ال‬ ِ ٍ‫صوّر‬ َ ‫في‬ ْ َ ‫ ي‬،‫ر‬ ً ‫ف‬ َ ّ ‫جهَن‬ ُ ُ ‫سا فَت ُعَذ ّب‬ ُ َ‫ل ل‬ ُ ‫ل‬ َ ٍ ‫رة‬ ُ ‫ل‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫صو‬ َ ْ ‫صو‬ ِ ‫نا‬ “Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada setiap gambar (makhluk hidup) yang pernah ia gambar (ketika di dunia). Maka gambar-gambar tersebut akan menyiksanya di neraka Jahannam.” Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata kepada orang tersebut: “Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu (bekerja sebagai tukang gambar) maka buatlah gambar pohon dan benda-benda yang tidak memiliki jiwa/ ruh.” Semoga blog ini insya4JJ1 syar`i sebagaimana mottonya. Barakallahu fiik.. Jawaban : Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kritikan dari saudara terkait tampilan blog Konsultasi Islam. Masukan dari saudara dan pengunjung yang lain Insya Allah sangat bermanfaat bagi kemajuan blog dakwah ini. Tampilan di blog kami tidak ada gambar seperti yang saudara maksudkan, yang ada adalah foto. Gambar berbeda dengan foto. Gambar dibuat dengan cara menggambar, sementara foto dibuat dengan alat-alat fotografi. Gambar juga berbeda dengan menggambar. Gambar adalah

binatang dan burung. kulit. bunga.” (Diriwayatkan oleh Muslim). dia berkata: “Rasulullah saw. Dalam hadits Muslim. Sedangkan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. dia berkata: “Ketika Nabi saw. sekedar menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh adalah haram. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. sedang wajah beliau telah berwarna (marah). bahwa seorang laki-laki mendatanginya lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini dan membuat gambar-gambar ini. bersabda: ‘Setiap penggambar ada di dalam . pakaian.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas. maka Allah akan mengazabnya dengan gambar tersebut pada hari kiamat. Dan beliau dulu bersandar pada keduanya. Sama saja. sedang aku telah menutup pintuku dengan durnuk yang padanya terdapat kuda yang memiliki sayap. Dalam lafadz Ahmad: “Lalu aku melepasnya dan memotongnya menjadi dua sandaran (bantal). Di antara tashwir adalah membuat patung-patung.” Ibnu Abbas berkata: “Mendekatlah padaku. Maka berilah fatwa padaku tentangnya. Ibnu Abbas berkata: “Aku beritahukan kepadamu tentang apa yang aku dengar dari Rasulullah saw. maka itu boleh. bersabda: “Barangsiapa menggambar sebuah gambar. melihat gambar-gambar yang ada di dalam Rumah (Ka’bah). pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh). Beliau berkata: “Wahai Aisyah. Pengharaman menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh tetap dengan nashnash syar’i. dan lainnya yang di dalamnya tidak terdapat ruh. diriwayatkan dari Aisyah. Dan tercakup di dalamnya juga pahatan. tidak ada larangan di dalamnya. sedang padanya terdapat gambar. Bukhari mengeluarkan dari hadits Ibnu Abbas. dia berkata: “Rasulullah tiba dari perjalanan. Gambar atau patung dinamakan shurah. Maka beliau menyuruhku untuk melepasnya. perkakas. atau tabir yang padanya terdapat garis-garis atau lukisan. pada barang apa pun gambar ini dibuat.” Durnuk adalah sejenis kain. beliau melepaskannya. masuk dan melepasnya. Semuanya adalah haram. seperti manusia. Di dalam bahasa disebut juga tashawir. gunung.” Muslim dan Bukhari mengeluarkan dari hadits Aisyah.benda sementara menggambar adalah perbuatan.” Qiram adalah tabir tipis yang padanya terdapat warna-warna. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan.” Dia juga mengeluarkan melalui Ibnu Umar. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Menggambar yang dilarang Syara’ telah mengharamkan menggambar sesuatu yang di dalamnya terdapat ruh. Syara’ telah menghalalkan menggambar pohon.” Lalu dia mendekat pada Ibnu Abbas. atau lainnya. uang. perhiasan. beliau tidak masuk sampai memerintahkan untuk menghapusnya. memasuki ruanganku sedang aku telah menutup sebuah sahwah (semacam rak) milikku dengan qiram yang padanya terdapat gambar-gambar. Di dalam bahasa dikatakan tashawir adalah tamatsil. Karena. Jamaknya shuwar. manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah. bahwa Rasulullah saw. mari kita simak penjelasan berikut : Menggambar (Tashwir) Tashwir adalah menggambar bentuk (shurah) sesuatu. Ketika beliau melihatnya. Lalu Rasulullah saw. dia berkata: Rasulullah saw. Aku mendengar Rasulullah saw. Lebih detailnya. Tercakup di dalamnya tamatsil (patung-patung). sampai Ibnu Abbas meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut. Aisyah berkata: “Lalu aku memotongnya menjadi dua bantal. sampai dia meniupkan (ruh) padanya. apakah gambar tersebut pada kertas. Sungguh aku telah melihat beliau bersandar pada salah satu dari keduanya.” Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia memasang tirai yang padanya terdapat gambargambar. Hukum-hukum yang berkaitan dengannya pun berbeda.

karena hadits Ibnu Abbas tentang Rumah menunjukkan bahwa gambar-gambar yang ada di Ka’bah adalah yang dilukis dan tidak memiliki bayangan. binatang dan burung. mendatangiku lalu berkata: “Sesungguhnya aku telah mendatangiku tadi malam. tapi boleh. Sama saja. berdasarkan keumuman hadits-hadits di atas. yaitu manusia. dan lainnya. tidak pula sebuah gambar kecuali kamu hapus. Maka. di dalam rumah tersebut terdapat qiram berupa tabir yang padanya terdapat gambar-gambar. Tapi sebagian yang lain berbentuk muqayyad (memiliki batasan). Dan hadits Aisyah menunjukkan bahwa tabir tersebut padanya terdapat gambar yang tidak memiliki bayangan. bahwa dia membeli seorang budak ahli bekam. Karena. dan tidak pula sebuah kuburan yang dimuliakan kecuali kamu ratakan dengan tanah. Dan beliau melaknat pemakan riba dan orang yang mewakilkannya. Jadi. gunung. dan di dalam rumah tersebut terdapat anjing. Sedangkan selain itu. Dan tidak ada dalil yang mengecualikan itu dari pengharaman. Bukhari meriwayatkan melalui Abu Juhaifah. pembedaan antara yang memiliki bayangan dan yang tidak memiliki bayangan tidak benar dan tidak memiliki dasar. pembolehan menggambar sesuatu yang di dalamnya tidak terdapat ruh. Dan mafhumnya adalah bahwa gambar yang di dalamnya tidak terdapat ruh tidak haram. Dan ini umum. bersabda: Jibril as. Dan sama saja. Semuanya haram. serta penggambar.’” Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah. Juga.neraka.” Lalu Rasulullah saw.” Di sini beliau menyebutkan kedua jenis: yang memiliki bayangan yaitu patung. gambar yang memiliki bayangan atau tidak memiliki bayangan. Kepada setiap gambar yang digambarnya diberikan jiwa. jika kamu harus menggambar. tidak haram menggambarnya. Ini adalah dalil bahwa menggambar adalah haram. melakukan itu. Beliau berkata kepadanya: “Janganlah kamu meninggalkan sebuah patung kecuali kamu hancurkan. Menggambar yang diperbolehkan Sedangkan bolehnya menggambar sesuatu yang tidak terdapat ruh di dalamnya. telah disebutkan dengan jelas dalam hadits-hadits tersebut. Tidak ada perbedaan dalam pengharaman menggambar antara gambar yang memiliki bayangan dan gambar yang tidak memiliki bayangan. lalu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi saw. mengirim Ali dalam sebuah sariyyah. karena keberadaan gambar tersebut bisa hidup atau tidak bisa hidup bukanlah ‘illah pengharaman. dan perintahkanlah agar anjing tersebut dikeluarkan. berupa pohon dan lainnya. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk memasuki rumah yang kamu ada di dalamnya kecuali bahwa di dalam rumah tersebut terdapat patung seorang laki-laki. dan pendapatan pelacur. pengharaman hanya berlaku pada gambar yang di dalamnya terdapat ruh. mencakup semua gambar. Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. dan yang tidak memiliki bayangan yaitu gambar yang dihapus. gambar sempurna atau separuh. serta antara gambar sempurna yang mungkin hidup dan gambar separuh yang tidak mungkin hidup. Benar bahwa sebagian hadits berbentuk muthlaq (tanpa batasan). pembuat tatto dan orang yang minta dibuatkan. berupa pohon. perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak. Dan kaedah Ushul menyatakan bahwa yang muthlaq disamakan dengan yang muqayyad. Ini adalah batasan (qaid) yang diakui dan memiliki mafhum yang diterapkan. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Juga. itu disebabkan karena pengharaman dalam hadits-hadits yang mengharamkan menggambar dibatasi dengan gambar yang di dalamnya terdapat ruh. harga anjing. melarang harga darah. Sehingga. dia berkata: Rasulullah saw.” Hadits-hadits ini secara keseluruhan memuat perintah untuk meninggalkan menggambar dengan perintah yang tegas. Dan qiram adalah tabir tipis dari wool yang memiliki warna. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. Di samping itu. Gambar tersebut menyiksanya di jahanam. Dalam . Rasul tidak memasukinya sampai gambar-gambar tersebut dihapus.

Apakah ada Illatnya? Dengan demikian. Karena itu. penggambar dengan alat fotografi tidak menggambar orang. gunung dan bunga-bunga. dan tidak menggambar. tapi itu mubah. larangan sama sekali tidak mencakupnya. menggambarnya haram. apa yang terdapat dalam hadits Ibnu Abbas: “sampai dia meniupkan (ruh) padanya. Dan dalam hadits Ibnu Abbas: “Maka. Jadi. Dengan demikian. binatang dan burung. Tidak terdapat penjelasan ‘illah menggambar dengan illah apa pun. tidak termasuk ke dalamnya. penyerupaan sesuatu dengan sesuatu yang lain tidak menjadikan sesuatu yang diserupai ( musyabbah bih) sebagai ‘illah bagi sesuatu yang diserupakan (musyabbah). Karena. Karena. dia bukan penggambar. Karena. Hukum Fotografi Menggambar yang diharamkan oleh Allah Ta’ala adalah melukis. Sedangkan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa perkataan Rasul: “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. nash-nash menyebutkan pembolehan menggambar pohon dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh. dan para penggambar dengan Sang Pencipta. semuanya adalah ciptaan Allah juga. dengan perantaraan alat. serta menciptakan pohon. Dan menggambar pohon. Dia bukanlah penggambar. karena adanya ‘illah di dalamnya. Karena itu. pahahal dia tidak dapat meniupkan (ruh) ”. Karena. Dengan demikian. tapi memantulkan bayangan orang pada film dengan menggunakan alat. Padahal. yang langsung dilakukan oleh manusia dengan dirinya sendiri. memahat dan lainnya. menggambar yang disebutkan pengharamannya di dalam hadits-hadits di atas telah dijelaskan dan dibatasi jenisnya. Dan orang yang mengambil gambar orang atau binatang dengan alat fotografi tidak membuat gambar-gambar ini. berdasarkan nash-nash yang membolehkannya.” Hadits-hadits yang mengharamkan menggambar tidak memiliki ‘illah. gambarlah pohon dan apa yang tidak memiliki jiwa. Dia bukanlah menggambar orang yang dilakukan oleh penggambar. gunung. Sedangkan “menggambar” dengan menggunakan alat fotografi. tidak dengan satu atau lain alasan. Lafadz-lafadz dan kalimat-kalimat yang ada dalam hadits-hadits ini darinya tidak dapat dipahami ‘illah. dari segi ada dan tidaknya. gunung dan semua yang di dalamnya tidak terdapat ruh boleh. dan tidak termasuk menggambar yang diharamkan. dan apa yang terdapat hadits Aisyah tentang gambar: “ manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai penciptaan Allah”. “Sesungguhnya aku telah menggambar gambar-gambar ini”. dan “para penggambar”. bukan karena adanya ‘illah tertentu. tapi alat fotografilah yang memindahkan bayangan ke film. dan tidak mungkin dialah yang menggambar.hadits Abu Hurairah: “Maka perintahkanlah agar kepala patung tersebut dipotong dan dibuat seperti bentuk pohon. Dan penjelasan bagi sesuatu bukanlah ‘illah baginya. “Setiap penggambar”. Sehingga. tidak dapat dikatakan bahwa menggambar haram karena di dalamnya terdapat perbuatan menyamai penciptaan Allah. Dan penyerupaan (tasybih) bukanlah penjelasan ‘illah dan tidak bisa menjadi ‘illah. bukan menggambar. Hadits-hadits mengatakan: “orang-orang yang membuat gambar-gambar ini”. bukan dilakukan langsung oleh penggambar. tidak ada larangan tentangnya. Itu adalah memindahkan bayangan. itu tidak masuk ke dalam larangan yang terdapat dalam hadits-hadits. janganlah mencari ‘illah untuknya. tapi memindahkan bayangan dari realita menuju film. menggambar manusia dan binatang haram berdasarkan nash-nash yang mengharamkannya. jika kamu harus menggambar. Dengan demikian. Allah Ta’ala menciptakan manusia. Segala yang terjadi hanyalah bahwa Rasul menyerupakan menggambar dengan penciptaan. yaitu yang menyerupai penciptaan dan yang di dalamnya . semua itu tidak disebutkan sebagai penjelasan ‘illah. Dia tidak melakukan sesuatu kecuali menggerakkan alat. Selain itu. bunga-bunga dan lainnya. Dan ‘illah berputar bersama hukum. ‘illah ini terdapat juga dalam pohon.” Ini berarti bahwa patung pohon tidak apa-apa. pada hakekatnya dia bukan menggambar. Dia hanya menjadi penjelasan baginya. Sehingga.

Sedangkan memiliki gambar-gambar yang telah digambar. gambar dan anjing. Karena. mushala. Hukum Memiliki Gambar Ini yang berkaitan dengan menggambar itu sendiri. Hakekat seni bagi gambar yang dilukis menggunakan tangan dan gambar fotografi menguatkan itu dengan sangat sempurna. Sementara menggambar dengan alat fotografi tidak masuk jenis ini. karena dalam hadits Abu Hurairah. di dalamnya terdapat perincian dan penjelasan. menggambar dengan alat fotografi adalah boleh. tidak apa-apa. Gambar seni adalah gambar yang dilukis dengan tangan. Pemakruhan di tempat yang di dalamnya terhadap penghormatan terhadapnya adalah berdasarkan hadits Aisyah bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar. Larangan tersebut hanyalah berupa perintah untuk meninggalkan. Dan terdapat hadits-hadits lain yang melarang . sekolah. dia adalah pengadaan gambar. tidak ada larangan di dalamnya. maka makruh. Sedangkan bahwa meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh bukan haram. Keduanya adalah dua jenis yang sama sekali berbeda. Karena itu. dia tidak dianggap sebagai jenis menggambar yang pengharamannya disebutkan dalam hadits-hadits tersebut. perpustakaan. Hadits-hadits tersebut tidak berlaku padanya. Dan itu berbeda dengan gambar fotografi dari sisi seni dan dari sisi kreasi. dan bahwa beliau bersandar pada bantal yang padanya terdapat gambar. Juga. dan tidak mengarah pada memiliki gambar tersebut. dialah yang di dalamnya terdapat kreasi. maka haram secara pasti. : 1. Jadi menggambar di sini berarti mengadakan gambar. Jibril berkata kepada Rasul: “perintahkanlah agar tabir tersebut dipotong dan dijadikan dua bantal yang diinjak”. seperti masjid. 2. Dasarnya adalah apa yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas bahwa Rasul saw. tidak haram. Sedangkan bahwa pemakruhan ini khusus bagi gambar yang diletakkan di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. dia bukanlah pengadaan gambar. menolak untuk memasuki Ka’bah sampai gambar-gambar yang ada padanya dihapus. Karena. dari sisi bahwa itu adalah pengadaan sesuatu. Dalam kedua kondisi ini. maka boleh. dan lainnya. sebagaimana yang disebutkan dalam larangan menggambar. atau celaan terhadapnya. sehingga menjadi dalil pengharaman. Ini menunjukkan bahwa larangan mengarah pada meletakkan gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya. seperti rumah. Juga berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Jibril menolak untuk memasuki rumah karena di dalamnya terdapat patung. dan di dalamnya tidak terdapat kreasi. dan bahwa tidak apa-apa jika gambar tersebut diletakkan di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadapnya. adalah disebabkan karena larangan yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut tidak disertai qarinah yang menunjukkah penegasan. Ini adalah perintah yang tegas untuk meninggalkan. atau semacamnya. Dia hanyalah memantulkan sesuatu yang ada ke film. seperti ancaman terhadap orang yang memiliki gambar. dan dia tidak masuk ke dalam cakupan haditshadits tersebut dalam pengharaman. Sedangkan memiliki gambar-gambar tersebut di tempat yang tidak disediakan untuk beribadah.penggambar menyerupai Sang Pencipta. jika itu di tempat yang disediakan untuk ibadah. dan lainnya. Dari sini. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut. baik dengan melukisnya dari hayalannya atau melukisnya dari aslinya yang ada di hadapannya. adalah karena hadits Aisyah menyebutkan bahwa Rasul melepas tabir yang padanya terdapat gambar ketika gambar itu ditegakkan. Jika gambar dipasang di tempat yang di dalamnya tidak terdapat penghormatan terhadap gambar tersebut.

.memiliki patung dan membolehkan memiliki gambar yang dilukis. Kepribadian Islam – Jilid II. Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa. Jika hadits ini digabungkan dengan hadits-hadits larangan lainnya. Ini menunjukkan pengecualian gambar yang dilukis di baju. menurut saya selama perbedaan itu masing-masing didasari dalil-dalil Al Quran dan As Sunnah. Taqiyyuddin An-Nabhani. maka dia menjadi qarinah bahwa perintah untuk meninggalkan di sini tidaklah tegas. maka kesemuanya adalah pendapat Islami. Ini menjadi qarinah bahwa larangan tersebut tidak tegas. bab Tashwir. Terjemah : Rizki S Saputro. Dalam hadits Abu Thalhah milik Muslim diriwayatkan dengan lafadz: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar. memiliki gambar di tempat yang di dalamnya terdapat penghormatan terhadapnya adalah makruh. Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI) 2.” Dalam riwayat lain dari jalan yang diriwayatkan oleh Muslim. Semoga penjelasan panjang-lebar di atas dapat kita pahami bersama. Mafhumnya adalah bahwa malaikat memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar yang dilukis di baju. Bahan Bacaan : 1. beliau bersabda: “ Kecuali lukisan di baju”. Dengan demikian. bukan haram. Kalau toh kita memiliki perbedaan pemahaman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful