BAHAN KULIAH ETIKA PROFESI

OLEH DR WATU YOHANES VIANEY,M.HUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KATOLIK WIRYA MANDIRA KUPANG 2013

6 Kasus Pekerja Seks Komersial Metode : Ceramah. Silabus Mata Kuliah 1.2 Prinsip etika profesi yang bervisi bisnis: Berjuang menerapkan etika keutamaan dalam dunia kerja secara profesional yang membuahkan kesejahteraan ekonomi yang menopang peradaban kehidupan manusia dan alam semesta.2 Empat Teori Etika dan Lima Sumber Ajaran Moral 2. diskusi. 4. Drs. Watu Yohanes Vianey. Obat dan Mobil 4.1 Makna profesi dan bisnis 3.1 Makna Etika dan Moral 1.Hum Tujuan Umum Mahasiswa bertumbuh menjadi pribadi insani yang berakhlak mulia dan mampu melakukan penilaian etis atas profesi manusia dalam dunia kehidupan pada umumnya.2 Kasus Pemerasan Militer 4. Pemahaman Dasar Etika (4 kali pertemuan) 1. Kesadaran Moral dan Penalaran Etis (3 kali pertemuan) 2. M. Tujuan Khusus Mahasiswa memiliki kompetensi dalam memahami etika profesi sebagai bagian integral dari etika umum.1 Kasus Korupsi Pegawai Negri 4. Etika Profesi sebagai bagian dari etika terapan dan etika bisnis (3 kali pertemuan) 3. etika terapan dan etika bisnis. terutama berdasarkan perspektif teori etika keutamaan neothomisme. perspektif teori etika keutamaan neothomisme.2 Penalaran Etis Insani 3.SILABUS KULIAH ETIKA PROFESI Kode MK : 231105 Jumlah SKS : 2 SKS Fakultas : Teknik Jurusan : Teknik Informatika Jenjang : S1 Semester/Tahun : Genap Dosen Pengasuh : Dr. dan pengerjaan tugas .3 Kasus Eksploitasi Industri Kayu 4.5 Kasus Penipuan Multi Level Marketing 4.4 Kasus Periklanan Rokok. Diskusi Kasus Etika Profesi (6 kali pertemuan) 4.1 Kesadaran Moral Manusia 2.

1993. 2002. Manuel G... Jakarta: KWIObor. Pos Kupang. Pos Kupang.. Hardawirjana. 2009. Etika Bisnis. Pengantar Etika Bisnis. Etika Bisnis.SJ. ”Korupsi dan Fungsi Profetis Agama di Negri Penyamun”. Pijar-Pijar Filsafat. Peschke.2009. Yogyakarta: Kanisius Keraf. McIntyre.. Karl Heinz. Etika Kristiani. 2005.. K. Dokumen-Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. ______. Yohanes Vianey. Konsep dan Kasus. Alasdair. Yogyakarta: Kanisius Magnis-Suseno. 1998. (terj. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. London: Ducworth. ______. Maumere: Ledalero. Kupang: Gita Kasih. 1993. Vatikan II. Meditasi – Konteplasi – Adorasi Kuasa YHWH Sabaoth. Tuntutan dan Relevansinya. 2003.Daftar Pustaka Bertens. Watu. (terj.. No 8 Thn IV. 2000.. 2003. Yogyakarta: Kanisius. . 1981. A Study in Moral Theory. ______. 6 Juni. Velasques.) R.) Alex Armanjaya dkk. After Virtue. “Kalau Manusia Adalah Kita: Sebuah Catatan Holistik”....A. ______. Frans.) Ana Purwaningsih dkk. Yogyakarta: Andi. (terj. Yogyakarta: Kanisius. 1994/1995.2009.. Sonny. “Golput Pada Kamis Putih: Beberapa Pertanyaan Moral dan Pengolahan Kesadaran Kristus”. Kebudayaan.

etika dalam pengertian kedua sebagai filsafat moral. Ia merupakan cabang filsafat yang berbicara tentang aksiologi (ilmu nilai) yang mengevaluasi tentang aksi atau tindakan insani. etika dan moralitas itu sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan. dll). yang menjadi pedoman dan pegangan hidup manusia dalam perjuangannya menjadi manusia yang baik. agama. sesuai dengan pasal-pasal hukum yang berlaku. yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang terulang dalam kurun waktu yang lama sebagai sebuah kebiasaan hidup yang terwariskan para pendukungnya dalam sebuah komunitas. Etika itu sepatutnya terungkap dalam perilaku berpola yang terus menerus berulang sebagai sebuah kebiasaan (‘habitus’) yang baik bagi kebaikan manusia. Pemahaman etika tersebut di atas relatif sama luasnya dengan pengertian moralitas. Etika dalam pengertian kedua tersebut dapat dirumuskan sebagai sebuah refleksi kritis/kontemplasi rasional tentang nilai dan norma1. Norma sopan santun mengatur pola perilaku lahiriah dalam bertamu. duduk-berdiri. Kebiasaan yang baik itu diwariskan dari generasi ke generasi. Moralitas berasal dari kata Latin mos. Makna Etika dan Moral Etika berasal dari kata Yunani ethos (‘semangat dan sikap hidup’) yang dalam bentuk jamaknya ta etha berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. sekedar sebagai manusia (simple human).etika dan moralitas ada perbedaan pemahamannya. Karena itu etika dalam pengertian ini bersifat normatif. makan-minum. Hukum adalah positivasi norma moral manusia pada komunitas manusia. PBB. Jadi dalam pengertian harafiah (pengertian pertama). Dalam tradisi etika norma hukum ada sangsi yang tegas terhadap orang yang melanggar hukum. berpakian. Namun dari sisi kedalamannya. Penilaian moralnya jelas menekankan penalaran yang kritis (sesuai dengan kriterium) yang berbasis pada aliran-aliran etika yang dianut oleh seseorang atau sebuah komuntias. yang menyangkut (a) bagaimana 1 1 Norma itu member pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan. yang diberikan oleh moralitas yang berasal dari sebuah komunitas (adat. dll) yang berfungsi untuk menata tata cara hidup yang baik. Negara. namun di depan norma sopan santun.Bab I PEMAHAMAN DASAR ETIKA A. semua manusia tidak sama status sosialnya (ada orang tua. agama. yang dalam bentuk jamaknya ‘mores’ yang artinya ‘adat istiadat’ dan ‘kebiasaan’. Sebaliknya. aturan hidup yang baik. etika dalam pengertian pertama sebagaimana halnya moralitas berisikan nilai dan normanorma konkret tentang hal yang baik dan buruk. Dengan demikian . ada pimpinan dsbnya). Di depan norma hukum semua manusia sama derajatnya. Etika dalam pengertian ini (pengertian kedua) adalah filsafat moral atau ilmu yang mengkaji nilai dan norma1 secara radikal dan kritis. dll dalam tata karma atau tata cara lahiriah keseharian kita. Hal itu terkait dengan nilai-nilai yang dianggap baik oleh suatu komunitas (adat. Norma hukum adalah norma yang dituntuk keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteran manusia dan komunitasnya. dan segala kebiasaan yang diyakini kebaikannya bagi manusia dalam serba relasinya. norma hukum. Norma moral adalah aturan mengenai perilaku . tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. dan PBB. Norma umum terdiri dari norma sopan santun atau norma etiket. negara. Norma itu terdiri dari norma umum dan norma khusus. dan norma moral.

Keraf. keuniversalan prinsip etika itu tidak bersifat absolut.2 Etika khusus disebut pula etika terapan. Sonny Keraf. bukan tergantung pada apa profesinya. 2005: 14-15). Ia juga memiliki kelemahan. baik untuk bertindak maupun untuk mengevaluasi tindakan yang telah dilaksanakan dalam menjamin kebaikan manusia sebagai manusia. . 2009: 14). Etika umum seperti ini disebut etika komunitarian. Karena itu usaha liberalisme untuk merumuskan prinsip-prinsip keadilan dasar. atau apa yang adil dan tidak adil. Argumentasi komunitarian itu mempunyai dasar antropologis. Aliran komunitarisme berpendapat bahwa dalam dunia kehidupan insani (Jerman: lebenswelt) tidak ada moralitas tunggal dan individual . etika adalah sebuah ilmu bukan sekedar sebuah ajaran (Magnis Suseno. Tetapi semata-mata karena dia adalah seorang manusia. Sebagai sebuah ilmu. Liberalisme merupakan salah satu tradisi yaitu tradisi Barat dan bukan sebuah rasionalitas universal. karena itu apa yang menjadi norma moral biasanya berlaku sebagai norma hukum. tetapi bersifat dinamis dan relative. Tidak mungkin ada subjek tanpa konteks. Sebagai ilmu interdisipliner itu. di satu pihak ia bertumpu pada nilai dan norma moral yang ada. keadaan tubuh-jiwa-roh pelaku dalam bertindak. tetapi di pihak lain ia juga mengandalkan kajian dan informasi dari ilmu lain untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Misalnya norma moral agama Yahudi dan Kristen terkait erat dengan sepuluh hukum Tuhan (Kel 20:1-17). Ia merupakan penerapan prinsip-prinsip (norma-norma) moral umum dalam bidang kehidupan yang khusus. dan etika yang baik sebagai manusia. Ia hanya merumuskan apa yang dianggapnya sendiri sebagai keadilan. Norma hukum adalah positivasi norma moral.Mengapa demikian? Menurut MacIntyre (dalam Magnis-Suseno. yang berkaitan dengan seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu kelemahan pandangan liberalisme tentang kehidupan yang baik adalah individualismenya yang cenderung atomistik dan kurang holistik. Etika dalam pengertian kedua ini jelas membutuhkan bantuan dan masukan dari berbagai disiplin ilmu. berapa banyak orang yang terlibat dalam tindakan pelanggaran moral tertentu itu. Etika umum adalah filsafat moral yang dalam perkembangan mutakhir pada era multicultural dewasa ini. A. karena terkait dengan komunitas-komunitas budaya manusia. Termasuk ilmu eksakta yang memberi informasi tentang genetika atau ilmu ekonomi yang member informasi tentang kegiatan bisnis. Selanjutnya dalam tradisi filsafat moral. 205: 16-17. termasuk ilmu yang terkait dengan tindakan tersebut. status gender atau status-status sosial lainnya. yang relatif berseberangan dengan liberalisme (Watu. (b) mempertimbangkan secara evaluatif masalah-masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan normanorma moral komunitarian itu. sebagai prinsip kebaikan yang berlaku universal dan netral. adalah tidak mencukupi dan cenderung salah arahnya. Dalam perspektif ini. etika menjadi sebuah ilmu lintas disiplin. etika terapan itu terdiri dari etika individual. 2005: 204) liberalisme salah paham bila mengklaim dapat merumuskan suatu paham keadilan universal dan netral. dengan segala macam pertimbangan mengenai motif. 2 Moralitas dalam diskursus etika atau filsafat moral sejak era 1980-an cenderung ke arah komunitarisme. Namun tidak semua norma hukum menjadi norma moral. Contoh konkretnya dapat dibaca pada karya Dr. yang berbasis data empirik. Konsekuensinya adalah bahwa dimensi moralitas itu sesungguhnya lebih berkaitan dengan aspek sosialitas manusia dalam menata relasi yang dianggap baik dengan sesamanya dalam sebuah komunitas atau masyarakat. besarnya risiko yang dibandingkan dengan manfaat dari tindakan. dsbnya. 1987: 14. pihak yang terkena. tujuan. yang ada adalah moralitas-moralitas menurut tradisi atau komunitas tertentu. yang tidak tergantung dari pandangan-pandangan komunitas atau tradisi tertentu tentang apa yang baik dan buruk. etika sosial. dan oleh karena itu juga tidak mungkin ada moralitas tanpa konteks sosial. etika itu terdiri dari etika umum dan etika khusus.manusia harus hidup baik sebagai manusia. akibat. Maka bisa dipahami. Pertimbangan evaluatif ini membutuhkan semua informasi yang seluas dan selengkap mungkin.

Pertama. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat.’ Utilitarisme ada dua macam. Dalam kajian tentang etika sosial ada kajian tentang etika keluarga. B. Secara historis ada banyak teori etika. etika biomedis. Jadi utilitarisme tidak berciri egoistis.lingkungan. dan teori keutamaan. dsbnya. Istilah deontology ini berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. bukan pada anak pertama Esau. tetapi berciri altruistis. Utilitarisme berasal dari kata Latin utilis’ yang berarti ‘bermanfaat”. melainkan bermanfaat untuk sekurang-kurangnya untuk sebuah komunitas masyarakat sebagai sebuah totalitas atau keseluruhan. Selain itu perbuatan demi tercapainya sebuah manfaat dapat saja ditempuh dengan cara-cara yang melanggar aturan. dan etika profesi. perbuatan bermanfaat itu harus taat pada peraturan. yaitu: teori utilitarisme. Dengan demikian teori etika akan membantu kita untuk menilai sebuah keputusan yang etis atau sebuah keputusan moral yang tahan uji. Jika utilitarisme menekankan bobot moralitas manusia pada perbuatan yang bermanfaat atau pada konsekuensinya. teori deontologi. teori deontologi menjawab: “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang”. Dengan demikian kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number – ‘kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbanyak. yang dapat menjelaskan tentang perilaku manusia yang pantas disebut baik atau etis Tentu perbuatan baik secara moral. Singkatnya yang menjadi dasar penilaian suatu perbuatan itu bermoral atau tidak adalah sejauh mana perbuatan itu memenuhi kewajiban atau mentaati perintah dan larangan. dsbnya. hukum positif atau janji. Atas pertanyaan pertama “mengapa suatu perbuatan ini adalah baik dan pertanyaan kedua mengapa perbuatan itu haruslah ditolak sebagai buruk”. yang telah disepakati bersama. teori utilitarisme. Dalam kajian tentang etika profesi ada etika bisnis. Atau contoh kasus Bank Centuri. etika politik. tetapi manfaat itu harus menyangkut bukan hanya untuk satu dua orang. maka deontology melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensinya. 4 Teori Etika Teori etika adalah kerangka pemikiran yang sistematis tentang etika. Kedua. teori hak. Berikut akan dibahas 4 teori etika yang cukup berpengaruh dalam wacana etika manusia. Untuk memperoleh manfaat yang banyak sekaligus benar dan bermutu. Untuk itu manusia harus tahu dan sadar apa yang kewajiban dan apa yang menjadi . Karena itu terbuka kemungkinan ada banyak perspektif tentang perbuatan yang disebut baik. dsbnya sesuai dengan disiplin ilmu yang ada dalam pohon ilmu pengetahuan manusia. hukum. Dengan kata lain perbuatan yang dianggap baik adalah perbuatan-perbuatan yang melakukan kewajiban-kewajiban. 4 Teori Etika dan 5 Sumber Ajaran Moral 1. Prinsip utilitarisme tentang manfaat terbesar bagi jumlah orang terbanyak diterapkan pada perbuatan. teori deontologi. Karena sebuah perbuatan yang bermanfaat bagi sebuah kelompok dapat saja melanggar hak asasi seseorang atau hak ulayat kelompok lain. Contoh kasus istri dari Ishak yaitu Rachel yang menipu suaminya agar suaminya member berkat kesulungan pada anak keduanya Yakub. Kebijakan rejim SBY melanggar aturan perbankan demi menyelamatkan perekonomian nasional dari ancaman krisis ekonomi global. yaitu utilitarisme perbuatan (act utilitarism) dan utilitarisme peraturan (rule utilitarism). etika informatika. norma.

tetapi dari sisi teori etika deontologi jelas salah. Konsumen berhak atas produk yang sehat serta aman dan sesuai dengan harapannya ketika membeli. keadilan komutatif. tanpa motif lain selain perasaan wajib itu. Hal keadilan ini merupakan sebuah keutamaan moral yang ditegaskan oleh teori keutamaan berikut. Kalau sesuai dengan norma. yang terdiri keadilan distributif.haknya. Keempat. Misalnya bayar pajak. Karyawan wanita berhak untuk tidak dilecehkan di tempat kerja. Setiap orang. dengan perilaku bersungut itu sudah mencedrai imperatif kategorisnya. Secara hukum kita tidak bersalah. Mutu tertinggi dari kesadaran moral deontologis adalah jika kita mentaati imperatif kategoris yang menegaskan bahwa suatu perbuatan adalah baik hanya kalau dilakukan karena kewajiban atau ada rasa keharusan bahwa ‘engkau harus begitu saja melakukan sesuatu (Jerman: du sollst). Dalam konteks . dsbnya. biasanya mengenal sejumlah prinsip yang berisikan perintah dan larangan. Teori hak didasari oleh keluhuran martabat manusia. Misalnya jika saya berjanji sesuatu kepada teman. Karena itu teori ini relevan untuk wacana kesetaraan manusia yang sering ditipu daya oleh adanya status-status sosial berdasarkan harta milik. Bisa saja ketika kita membayar pajak kita bersungut-sungut. dsbnya. karena hak berkaitan erat dengan kewajiban. Karena aparat Negara berkewajiban untuk melindungi rakyatnya. Petrus (penembakan misteirus) untuk membasmi para penjahat di Jakarta dan bebearpa kota besar lain di Indonesia dilakukan demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat umum. Nilai moral dari PBB menekankan teori hak ini yang tertenun dalam deklarasi HAM-nya. Kita tidak melihat tindakan membayar pajak sebagai kewajiban. Dengan demikian. dan keadilan sosial. Manusia tidak boleh menjadi budak bagi yang lain. Tetapi secara moral. Semua manusia merupakan tuan bagi dirinya sendiri (Latin: dominus sui) sekaligus suatu tujuan pada dirinya sendiri atau memiliki tujuan yang intrinsik. saya berkewajiban menepati janji saya. Jika dicermati secara akademis. Dalam konteks etika profesi dalam berbisnis. termasuk para ‘penjahat’ memiliki hak hidup dan dari sisi hukum positif ia berhak untuk diadili dulu untuk membuktikan kejahatannya. lingkungan kerja yang sehat dan aman. keadilan prosedural. kewenangan memimpin. termasuk para ‘penjahat’ itu. Teori hak adalah pendekatan yang paling popular dalam penilaian moral. suatu perbuatan adalah baik. Setiap sumber ajaran moral yang berasal dari agama-agama. Bukan main tembak saja. Jaminan atas hak mengandaikan adanya penegakan standar keadilan. teori hak. suatu perbuatan yang baik dari segi hukum belum tentu baik dari segi imperative kategoris ini. Atau pada masa rejim Soeharto. misalnya. Dari sisi teori moralitas act untulitarism bisa diterima. Kalau suatu perbuatan bertentangan dengan norma maka suatu perbuatan adalah buruk. keadilan hukum. Karena itu manusia harus diperlakukan sebagai sahabat yang setara dan tidak pernah boleh diperlakukan semata-mata sebagai ‘sarana’ atau ‘alat’ yang bertujuan eksetral atau demi tercapainya sebuah tujuan lain di luar dari kemuliaan martabat dirinya. di mana kemuliaan martabat semua manusia itu sama derajatnya. teori hak ini merupakan varian dari teori deontologi. Ketiga. Karyawan mempunyai hak atas gaji yang adil. sedangkan teman saya berhak untuk menerima apa yang saya janjikan kepadanya. baik buruk perilaku manusia tergantung pada tindakan yang berdasarkan suatu prinsip atau norma ( rule based). Dalam tiga teori terdahulu. teori keutamaan.

teori keutamaan tidak berfokus pada perbuatan manusia yang berbasis norma. harapan. teori keutamaan ini pada dasarnya kembali merevitalisasi etika warisan filsuf Yunani Kuno dan filsuf Skolastik. Negara. dan dengan wajar pula dapat memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk mengembangkan diri.kewajaran. teori etika keutamaan ini adalah kebajikan horizontal insani yang kiranya diimbangi dengan kebajikan vertikal. Suara hati adalah suara manusia dan suara Tuhan yang ada dalam hati atau roh manusia. dapat saja dianggap kurang baik oleh adat istiadat etnik lain. Suara hati itu secara intuitif dan inspiratif. tetapi pada pertanyaan “what kind of person should he/she be. Dalam konteks hak.fairness . suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang. Hidup yang baik adalah hidup menurut keutamaan. suatu perbuatan adalah baik jika sesuai dengan perintah dan larangan. dan kasih (1 Kor 13:13). keberanian-keuletan– ketangguhan. mempengaruhi energi manusia untuk . Kebajikan vertikal adalah adalah kebajikan insani dalam dunia hubungan kehidupan beragama. yaitu Aristoteles dan Thomas Aqinas. melainkan apakah orang itu bersikap adil.utilitarisme. dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. jujur. Dengan demikian. dll. Maksudnya apa yang menjadi sumber ajaran moral yang dianggap baik dalam dunia kehidupan manusia adalah apa yang dinyatakan baik oleh adat. PBB. PBB. 5 Sumber Ajaran Moral 5 sumber ajaran moral itu adalah adat istiadat. agama. Kempat sumber nilai moral (adat. keadilan . Ini adalah teori keutamaan (Latin. 2. negara. Lawannya adalah vice (keburukan). Tidak ditanyakan “What should he/she do?”. oleh agama. dll. misalnya. murah hati. dan bertentangan dengan suara hati. dianjurkan untuk mengimbanginya dengan instansi suara hati. baik dalam perkawinan monogami maupun poligami. dan pengendalian diri. Orang yang mempunyai keutamaan kebenaran – kejujuran dan pengendalian diri pasti tidak berbohong atau menipu dalam transaksi bisnis. Sistem perkawinannya adalah sistem parental. Apa yang dianggap baik oleh adat istiadat dari etnik tertentu. dan suara hati. dan suara hati. negara. yang terdiri dari keutamaan kebenaran-kejujuran. murah hati. belis ini belum tentu dianggap baik oleh lembaga agama yang menganut moral perkawinan dan sistem perkawinan yang berbeda. Belis adalah suatu perbuatan yang baik dalam rangka perkawinan. tidak dipertanyakan apakah suatu perbuatan tertentu itu adil. misalnya. Dalam diskursus etika. yang mengandaikan tidak memerlukan adanya mekanisme belis (pertukaran status sosial wanita dengan sejumlah barang berharga). misalnya. dan PBB) dalam konteks penalaran dan keputusan moral. Dasar perkawinan adalah hukum cinta kasih pria dan wanita yang berciri monogami dan tak terceraikan (Mat 19: 6). Dalam konteks deontology. Dalam perspektif teori keutamaan ini. agama. yang terdiri kebajikan iman. suatu perbuatan adalah baik jika sesuai dengan prinsip hak asasi manusia. Dalam perkawinan berdasarkan agama Katolik. Kelima sumber ini dapat saja ada kesamaan dan perbedaan dalam menegaskan suatu perbuatan itu disebut baik atau buruk. ‘virtue’). agama. Di NTT. Dalam konteks Neothomisme. tetapi berbasis pada manusia itu sendiri sebagai pelaku moral. sesuai dengan sistem perkawinan yang dianut. Orang yang berlaku adil niscaya adalah orang yang memiliki ethos fairness dengan kesediaan untuk memberikan apa yang menjadi hak yang lain secara wajar. negara. jujur. Namun.

Orang pada level kesadaran moral ini tidak hanya menaruh harapan dan cinta pada norma moral yang ada. tindakan yang dianggap baik dan benar adalah tindakan yang berfungsi sebagai intrumen atau alat yang memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan orang yang dipedulikan anak tersebut. Selanjutnya pada tingkat ke-4 dalam level konvensional ini timbul pula kesadaran terhadap kebutuhan untuk tindakan penegakkan hukum dan aturan. Pada tahap kesadaran moral ini. level Konvensional. Pada kesadaran moral level konvensional. karena tidak persis sama dengan suara Tuhan. Setiap tingkat ada 2 tahap pertumbuhan. Ketaatan pada aturan atau norma tersebut bukan karena takut atau karena akan mendapat imbalan seperti ketaatan seorang hamba (Latin: obedentia servilis). misalnya yang mempelopori riset dalam bidang ini. Sesama yang diperlakukan sebagai keluarga dan sahabat itu adalah bagian integral dari entitas kehidupan sosial yang terlibat dalam perjuangan bersama untuk mewujudkan nilai-nilai moral. tertenun erat . benar. buruk. tetapi manusia taat pada norma moral itu karena ia mencintainya. 2. yaitu kesadaran moral dipengaruhi oleh hukuman dan ketaatan. Paulus terdiri dari unsur ‘tubuh – jiwa – roh’ (1 Tes 5: 23). Benar dan salah diinterpretasikan dalam pengertian konsekuensi tindakan yang menyenangkan atau menyakitkan. ketaatannya adalah bagaikan ketaatan seorang anak yang mengasihi orang tuanya (obedentia filialis).1 Kesadaran Moral Manusia Kesadaran moral manusia diasumsikan dibentuk selama masa kanak-kanak dan berkembang seiring dengan kedewasaan jasmani dan kejiwaan insani. Selanjutnya tahap 2 adalah kesadaran moral dari seseorang yang orientasinya bukan lagi pada hukuman tetapi pada instrumen dan relasi. tahap perkembangan moral yang ke-3. Pertama. Kedua. mislnya.berani berbuat baik dan teguh menolak yang jahat. Pada tahap ini. Tindakan penegakkan hukum dan aturan itu didasari oleh rasa wajib atau rasa harus yang timbul dari kedalaman hatinya. level Prakonvensional. Namun suara hati itu dapat saja keliru. Apakah mencuri itu salah? Ia akan menjawab “ya”. Diri manusia itu menurut St. dan salah. tetapi juga menunjukkan loyalitas dan komitmen pada nilai-nilai moral yang dianut oleh kelompok komunitasnya. Suara hati dalam perspektif teologi Katolik adalah suara roh manusia yang tertenun dengan suara Roh Kudus yang menetap dalam diri manusia yang dimeteraikan oleh sakramen baptis (Rom 5: 5). Perilaku yang baik pada tahap ini adalah perilaku yang memperlakukan sesama tersebut sebagai keluarga dan sahabat. Peran dan kewajiban individual dan komunal di wilayah domestik. kesadaran moral berorientasi pada kesesuaian dengan relasi interpersonal. Maksudnya. Psikolog Lawrence Kohlberg. Uraian lengkapnya adalah sebagai berikut. Kesadaran Moral dan Penalaran Etis 2. Jika seorang bertanya kepada seorang anak yang berumur 5 tahun. menyimpulkan bahwa ada 3 tingkat perkembangan kesadaran moral. yang sudah menjadi konvensi bersama. Jika seorang menanyai anak itu mengapa salah? Jawabannya akan muncul: “Karena ibu akan menghukum saya jika saya mencuri! Itulah tipe jawaban kesadaran moral level I tahap 1. seorang anak dapat merespons peraturan dan harapan tentang hal yang baik. relasi moral yang dibangun adalah relasi yang memperlakukan sesama berdasarkan status personanya sebagai manusia. Orang yang tidak taat pada norma moral akan mendapat hukuman.

Contoh bagan dari penalaran moral atau penalaran etis itu dapat dilihat pada skema berikut. keamanan) di wilayah publik. Standard atau prinsip-prinsip yang memuat elemen perintah dan larangan tentang hal yang baik dan buruk. Pada tahap ini seseorang tidak lagi secara sederhana menerima dan memperjuangkan nilai dan norma komunitariannya. seseorang menjadi otonom dalam kesadaran moralnya. Untuk mengolah. politik. Pada perkembangan moral tahap 6. manusia harus memiliki kesadaran moral level konvensional/postkonvensional dan prapaham yang memadai tentang standard moral. institusi dan perilaku moral. yaitu sebagai manusia penyembah TUHAN dalam roh dan kebenaran. perlu dipahami dengan baik secara utuh dan total (holistic) sesuai dengan sumber-sumber konvensinya yang berbasis adat. mengembangkan. Pada tahap ini muncul semacam kritisisme yang rasional dalam dirinya untuk mempertanyakan kembali norma-norma dan hukum komunitariannya. level Postkonvensional. Pada tahap terakhir ini ajaran dan tindakan yang etis itu dimaknai dan dipilih karena adanya derajat dan konsistensi dimensi komprehensivitas dan universalitasnya. Dia mulai meyakini adanya kebaikan yang melampaui kebaikan komunitariannya. dsbnya . yang benar dan yang salah. yang idealnya telah terpahat atau tertanam dalam hati nuraninya dan melaluinya dapat terungkap dalam suara hatinya. agama. secara rasional. seseorang menjadi sadar tentang adanya keberagaman atau pluralitas norma moral yang pantas dihadapai secara toleran dan adil berdasarkan perjanjian atau kontrak sosial. Pada perkembangan moral tahap 5. manusia ‘kontemplatif’ dan memuncak menjadi pribadi yang setia melakukan adorasi. . dan PBB. Agar bisa menjadi pribadi penilai. Penalaran etis adalah proses penilaian moral berdasarkan standar etis terhadap fakta dari kebijakan.2 Penalaran Etis Insani Penalaran adalah gerak pemikiran. 2. manusia dianjurkan menjadi manusia ‘pembelajar’. Karena itu nilai dan norma itu cenderung bersifat relative (tidak absolut) dan keadilan menjadi pilihan utama dalam beriteraksi dengan sesama. dan holistik. Pada level keenam ini. Dia justru berusaha untuk ‘melampaui’ norma komunitariannya. Teristimewa dia menyadari adanya nilai-nilai yang berciri perenial yang ada pada berbagai elemen komunitas di luar komunitasnya. nilai-nilai yang berciri perenial dan sejatinya yang ada dan menjadi nilai yang relative berlaku universal itu. wajib berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral universal itu dan sekaligus melihatnya sebagai kriterium tertinggi untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang ada baik secara praktis (yang nampak dalam perilaku). negara. menumbuhkan. Ketiga.dengan peran dan kewajiban kehidupan sosial (ekonomi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang baik dan benar itu. maupun secara teoritis. dan memberdayakan hal itu. manusia ‘meditatif’. yang nampak dalam diskusi-diskusi. hadir dalam prinsipprinsip HAM dan bagi yang beragama Yahudi dan Kristen juga hadir dalam 10 perintah TUHAN (Kel 20:1-17). konsisten.

1Makna Profesi: Pekerjaan yang dilakukan berdasarkan keahlian untuk memperoleh nafkah demi menggapai kebebasan finasial dan kebahagiaan hidup yang integral dan komprehensif di tengah pertumbuhan peradaban insani. dan PBB. Penalaran etis adalah proses penilaian moral berdasarkan standar etis terhadap fakta dari kebijakan. institusi dan perilaku moral. Pertimbangan Etis Terhadap Kasus-Kasus Etika Profesi 4. manusia ‘meditatif’. Etika Profesi Sebagai Etika Terapan 3. Untuk mengolah. dan perilaku manusia Hal itu dinilai secara rasional. dan memberdayakan hal itu. dan holistik Penalaran adalah gerak pemikiran. yang idealnya telah terpahat atau tertanam dalam hati nuraninya dan melaluinya dapat terungkap dalam suara hatinya. manusia ‘kontemplatif’ dan memuncak menjadi pribadi yang setia melakukan adorasi. manusia harus memiliki kesadaran moral level konvensional/postkonvensional dan prapaham yang memadai tentang standard moral. menumbuhkan. Agama. Agar bisa menjadi pribadi penilai. perlu dipahami dengan baik secara utuh dan total (holistic) sesuai dengan sumber-sumber konvensinya yang berbasis adat.Gambar 1 : Bagan Penaralan Etis Standar moral berdasarkan sumber ajaran moral: Adat. 3. manusia dianjurkan menjadi manusia ‘pembelajar’. yaitu sebagai manusia penyembah TUHAN dalam roh dan kebenaran. konsisten. mengembangkan. PBB Informasi faktual yang berkaitan dengan kebijakan dan tingkah laku Penilaian moral atas kebenaran atau kesalahan kebijakan. Negara. Standard atau prinsip-prinsip yang memuat elemen perintah dan larangan tentang hal yang baik dan buruk. konsisten. 3. negara.2 Kasus Pemerasan Militer .1 Kasus Korupsi Pegawai Negri 4. yang benar dan yang salah. secara rasional. agama. dan holistik.2 Prinsip-Prinsip Etika Profesi: Menerapkan etika keutamaan dalam dunia kehidupan 4.

5 Kasus Penipuan Multi Level Marketing 4.6 Kasus Pekerja Seks Komersial .4 Kasus Periklanan 4.3 Kasus Eksploitasi Industri 4.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful