P. 1
seni lukis pelbagai tamadun

seni lukis pelbagai tamadun

4.25

|Views: 12,717|Likes:
Published by intan suriana
sejarah dan sedikit input mengenai seni lukis pelbagai tamadun, seperti tamandun barat, islam, china, jepun, india, dan melayu..
sejarah dan sedikit input mengenai seni lukis pelbagai tamadun, seperti tamandun barat, islam, china, jepun, india, dan melayu..

More info:

Published by: intan suriana on May 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu
karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan
embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada
usaha dalam seni rupa unruk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa
menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

Realisme menjadi terkenal sebagai gerakan kebudayaan di Perancis sebagai
reaksi terhadap paham Romantisme yang telah mapan di pertengahan abad
19. Gerakan ini biasanya berhubungan erat dengan perjuangan sosial,
reformasi politik, dan demokrasi.

Realisme kemudian mendominasi dunia seni rupa dan sastra di Perancis,
Inggris, dan Amerika Serikat di sekitar tahun 1840 hingga 1880. Penganut

sastra realisme dari Perancis meliputi nama Honoré de Balzac dan Stendhal.
Sementara seniman realis yang terkenal adalah Gustave Courbet dan Jean
François Millet.

Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari
karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude
(sangat hidup). Perupa realis cenderung mengabaikan drama-drama teatrikal,
subjek-subjek yang tampil dalam ruang yang terlalu luas, dan bentuk-bentuk
klasik lainnya yang telah lebih dahulu populer saat itu.

Dalam pengertian lebih luas, usaha realisme akan selalu terjadi setiap kali
perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara
akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto bisa
dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya telah
dengan lebih baik meniru penampilan fisik dan volume benda lebih baik
daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.

Kejujuran dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-
karya Rembrandt yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik.
Kemudian pada abad 19, sebuah kelompok di Perancis yang dikenal dengan
nama Barbizon School memusatkan pengamatan lebih dekat kepada alam,
yag kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme. Di
Inggris, kelompok Pre-Raphaelite Brotherhood menolak idealisme pengikut
Raphael yang kemudian membawa kepada pendekatan yang lebih intens
terhadap realisme.

Teknik Trompe l'oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim
memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.

2..7.5.4 Naturalisme

Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis
dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut
dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan
romantisme.

Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang
lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini.
Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan

Darwinisme mengenai hidup dan kerosakan yang telah ditimbulkan manusia
terhadap alam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->