BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Carcinoma mammae atau kanker payudara adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar payudara. Termasuk saluran kelenjar air susu dan jaringan penunjangnya yang tumbuh infiltratif, destruktif, serta dapat bermetastase. Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia.1 Berdasarkan laporan dari WHO, tahun 2004 diperkirakan 519.000 wanita meninggal karena kanker payudara dan dari angka itu, 69% kematian terjadi di negara berkembang. Pada tahun 2009, diperkirakan 192.370 kasus baru dari invasive carcinoma mammae didiagnosis di Amerika Serikat dan 62.280 kasus baru carcinoma mammae insitu.1 Data di Indonesia, kanker payudara menduduki tempat kedua (11,5%) setelah kanker leher rahim. Di Indonesia diperkirakan terdapat 20.000 kasus baru kanker payudara pertahun dan lebih dari 50% kasus berada dalam stadium lanjut.2,3,4 Etiologi yang belum diketahui dengan pasti, perjalanan penyakit yang tidak dapat diperkirakan serta usaha pencegahan yang sulit dilakukan serta adalah masalah yang sampai saat ini belum teratasi. Namun demikian usahausaha untuk mendeteksi dini dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui penyuluhan. Selain itu, kemajuan dalam deteksi dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi, baik teknik operasi, radiasi, terapi hormonal serta khemoterapi, yang didasarkan pada ketepatan penentuan stadium dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker, semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini.

1

BAB II LAPORAN KASUS

2.1 Identifikasi Nama Umur Jenis Kelamin Status Agama Bangsa Alamat : Ny. K B : 51 tahun : Perempuan : Belum Menikah : Islam : Indonesia : Jl. Pajajaran No. 215 RT.29 RW.03 Kel. Tuan Kentang 1 Ulu MRS Pekerjaan No. RM : 2 Februari 2013 : Tidak bekerja : 395766

2.2 Autoanamnesis Keluhan Utama: Benjolan pada payudara kiri

Riwayat Perjalanan Penyakit: Sejak 2 bulan yang lalu, os merasakan ada benjolan pada payudara kiri bagian tengah kira-kira sebesar telur puyuh. Benjolan yang teraba oleh os hanya satu buah, keras, tidak dapat digerakkan dan kadang-kadang terasa nyeri. Os mengeluh keluar cairan dari puting susu yang berwarna putih, dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. Os tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. Kemudian, os berobat ke pengobatan herbal, tetapi keluhan tidak hilang. Selama 1 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong, tidak dapat digerakkan, terasa nyeri dan kesemutan di daerah lengan, terdapat cairan yang keluar dari puting

2

susu berwarna putih. Benjolan terasa nyeri saat ditekan. Warna kulit di sekitar benjolan sama seperti sekitarnya. Tidak terdapat benjolan di tempat lain. Penderita tidak mengeluh demam, sesak, batuk, nyeri tulang, penuh di ulu hati serta nyeri kepala hebat.

Faktor Risiko • • • • Riwayat menstruasi pertama sekitar usia 11 tahun, siklus menstruasi teratur setiap akhir bulan. Riwayat menopause sekitar usia 47 tahun. Riwayat tumor jinak payudara pada keluarga ada yaitu kakak perempuan os. Riwayat pernah radiasi dinding dada ada pada umur 26 tahun.

2.3 Pemeriksaan Fisik (Tanggal 4 Februari 2013) Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Pernafasan Nadi Tekanan Darah Suhu Berat Badan Tinggi Badan Keadaan Gizi Kepala Pupil Leher : Baik : compos mentis : 20x/menit : 70x/menit : 120/80 mmHg : 36,5 ºC : 50 kg : 155 cm : baik : Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/: isokor, refleks cahaya +/+ : JVP (5-2) cm H2O, tidak ada kelainan : vesikular (+) N, ronkhi (-), wheezing (-), murmur (-), gallop (-), gambaran tumor lihat status lokalis. Ekstremitas Superior Ekstremitas Inferior : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan

Kelenjar getah bening : pembesaran KGB (-) Thorax

3

Status Lokalis Regio Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi :tampak payudara kiri dan kanan tidak simetris :stem fremitus paru kanan sama dengan kiri :sonor pada kedua hemithoraks :suara napas vesikuler pada kedua hemithoraks

Regio Mamma sinistra Inspeksi : tidak tampak benjolan, warna kulit tidak kemerahan, tidak tampak ulkus, tidak tampak gambaran peau d’orange di sekitar papil, retraksi (+). Palpasi : teraba massa dengan konsistensi kenyal keras, permukaan rata, batas tidak tegas, terfiksir pada jaringan dibawahnya, ada nyeri tekan, ukuran ± 3 cm x 2 cm.

Regio Mamma Dextra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : tidak teraba massa

Regio Abdomen Inspeksi Palpasi : datar, lemas : tidak teraba pembesaran hepar, nyeri tekan (-).

2.4 Diagnosis Sementara Tumor mamma sinistra suspect ganas, tidak ditemukan pembesaran KGB, metastasis jauh belum diketahui. (T2N0MX)

2.5 Saran Pemeriksaan Pemeriksaan Laboratorium

4

3 g/dl : 33 vol% : 9800/mm3 ( 12 – 16 gr/dl ) ( 37 – 43 vol%) ( 5000 – 10000/mm3) : 79 mm/jam ( < 18 ml/jam ) : 326. metastasis jauh belum diketahui. tidak ditemukan pembesaran KGB.5 mmol/l ) : 136 mmol/l ( 135 – 155 mmol/l ) : 2.5 – 5.6 Hasil Pemeriksaan a. (T2N0MX) 2.6 – 10 mg/dl ) ( 3. Pemeriksaan Laboratorium (Tanggal 2 Februari 2013) Darah Rutin: Hemoglobin Hematokrit LED Leukosit Trombosit Hitung jenis Kimia Klinik: BSS Ureum Creatinin Na K+ + : 11.000 – 500.000/mm3 ) : 0/1/0/72/19/8 (0-1/1-3/50-70/20-40/2-8 % ) : 132 mg/dl : 28 mg/dl : 1 mg/dl ( < 200 mg/dl ) ( 18 – 39 mg/dl ) ( 0.2.000/mm3 ( 200.8 mmol/l 2.8  Penatalaksanaan Terapi kuratif  Pembedahan → biopsi eksisi  Post operasi  Antibiotik  Anti inflamasi 2.7 Diagnosis Kerja Tumor mamma sinistra suspect ganas.9 Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia : dubia 5 .

Setengah wanita mempunyai perbedaan volume 10% antara payudara kiri dan kanan dan seperempatnya dengan perbedaan 20%. dan saluran getah bening serta otot dan fascia. Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus.BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. Payudara terletak di atas lapisan fascia otot pektoralis mayor pada dua pertiga superomedial dan otot seratus anterior pada sepertiga lateral bawah.4 Payudara yang asimetri sering dijumpai diantara wanita normal dan penderita tidak begitu menyadarinya atau mungkin menerimanya sebagai variasi normal. Di dalam lobus terdapat 40 atau lebih lobulus. Pada 15% kasus jaringan payudara meluas ke bawah garis tepi iga dan 2% melewati pinggir anterior otot latissimus dorsi. dan masingmasing sinus menerima suatu duktus lobulus dengan diameter 2 mm atau kurang. Satu lobulus mempunyai diameter 2–3 mm dan dapat terlihat dengan mata telanjang.4 Payudara terdiri dari berbagai struktur yaitu parenkim epitelial.6 6 .2. pembuluh darah. Bagian medial payudara mencapai pinggir sternum dan di lateral sejajar garis aksilaris anterior. Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis yang bagian anterior dan posteriornya dihubungkan oleh ligamentum Cooper sebagai penyangga. saraf. Masing – masing lobus dialiri oleh sistem duktus dari sinus laktiferous (bila distensi mempunyai diameter 5 – 8 mm) terbuka pada nipel.1 Anatomi Payudara Payudara dewasa normalnya terletak di hemithoraks kanan dan kiri dengan dasarnya terletak dari kira-kira iga kedua sampai iga keenam. Payudara kiri selalu lebih besar dibanding yang sebelah kanan. Masing-masing lobulus mengandung 10 sampai 100 alveoli (acini) yang merupakan unit dasar sekretori.4. Payudara meluas ke atas melalui suatu ekor aksila berbentuk piramid. jaringan lemak.

Cabang-cabang perforantes a. mammaria interna yang memperdarahi tepi medial glandula mammae 7 .4.A Ductus B Lobulus C Sinus lactiferous D Puting susu (nipple) E Jaringan lemak F Otot pectoralis mayor G Tulang Iga Pembesaran: A sel normal B membrane basal C lumen (saluran tengah) Vaskularisasi Payudara2.5 a. Arteri Payudara mendapat perdarahan dari: 1.

thorako-akromialis b. Pada mastektomi dengan diseksi aksila n. Vena Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena yaitu: 1. thorakalis lateralis (a. azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat langsung terjadi di paru).4. Kuadran lateral atas payudara dipersarafi terutama oleh nervus interkostobrakialis ( C8 dan T1 ). Rami pektoralis a. Vena-vena kecil yang bermuara pada v. thorakodorsalis. vertebralis kemudian bermuara pada v.5 Kulit payudara dipersarafi oleh cabang pleksus servikalis dan n. aksilaris a. Persarafan Payudara2. Persarafan sensoris di bagian superior dan lateral berasal dari nervus supraklavikular (C3 dan C4) dari cabang lateral nervus interkostal torasik (3–4 ). b. v. interkostobrakialis dan n. kutaneus brakius madialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan 8 . Cabang-cabang v. v. interkostalis sedangkan jaringan glandula mammae sendiri dipersarafi oleh sistem simpatis. thorako lateralis 3. Bagian medial payudara dipersarafi oleh cabang anterior nervus interkostal torasik. mammaria interna 2. Pada tindakan radikal mastektomi perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol sehingga daerah ini dinamakan “the bloody angle”.2. thorako-dorsalis c.interkostalis Vena interkostalis bermuara pada v. A. mammaria eksterna) yang memperdarahi bagian lateral payudara Pembuluh darah lain yang juga penting artinya meskipun tidak memperdarahi glandula mammae adalah a. v. thorakoakromialis yang memperdarahi glandula mammae bagian dalam (deep surface) 3. Cabang cabang perforantes v.

terletak di dalam jaringan lemak di pusat ketiak. Pembuluh getah bening aksila 2. Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah payudara b. Kelenjar getah bening skapula 3. Kelenjar getah bening subklavikula 4. Sistem Limfatik Payudara2. Kelenjar getah bening mammaria eksterna Grup ini dibagi dalam dua kelompok: i. Kelenjar getah bening prepektoral 5. aksilaris 3.4. Kelompok superior setinggi interkostal II-III ii. Kelompok inferior setinggi interkostal IV-VI 2. Kelenjar getah bening interpektoral (Rotter’s nodes) 2. Pembuluh getah bening mamaria intena 3. Kelenjar getah bening sentral (central nodes) Kelenjar getah bening ini merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. 1. Kelenjar getah bening aksila Terdapat beberapa grup kelenjar getah bening aksila: 1. Kelenjar getah bening mammaria eksterna 9 . Beberapa di antaranya terletak sangat superfisial di bawah kulit dan fascia kira-kira pada pertengahan lipat ketiak sehingga relatif paling mudah diraba.bagian medial lengan atas sedapat mungkin dipertahankan agar tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut. Pembuluh getah bening 1. Kelenjar getah bening v.6 a.

vertebra. Kanker payudara juga dapat bermetastasis ke KGB aksila kontralateral tapi jalannya masih belum jelas. dan organ-organ lain.3 Metastasis kanker payudara dapat terjadi melalui dua jalan: a.interkostalis yang selanjutnya bermuara ke dalam v. b. V. diduga melalui deep lymphatic fascial plexus di bawah payudara kontralateral melalui 10 . Metastasis melalui sistem vena Melalui sistem vena kanker payudara dapat bermetastasis ke paruparu. Metastasis melalui sistem limfe Metastasis melalui sistem limfe pertama kali akan mengenai KGB regional terutama KGB aksila. vertebralis. KGB sentral (central nodes) merupakan KGB aksila yang paling sering (90%) terkena metastasis sedangkan KGB mammaria eksterna adalah yang paling jarang terkena. mammaria interna merupakan jalan utama metastasis kanker payudara ke paru-paru melalui sistem vena sedangkan metastasis ke vertebra terjadi melalui vena-vena kecil yang bermuara ke v.Metastasis Kanker Payudara1.

5 11 . Penyebaran langsung yaitu melalui kelenjar subklavikula tanpa melalui sentinel nodes. 3. Di Amerika Serikat. angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Penyebaran tidak langsung melalui sentinel nodes yang terletak di sekitar grand central limfatik terminus yang menyebabkan stasis aliran limfe sehingga terjadi aliran balik menuju ke KGB supraklavikula. Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas berasal dari parenchyma. Insidens kanker payudara pada lelaki hanya 1% dari kejadian pada perempuan.2 Definisi Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya.3 Epidemiologi Kanker payudara pada wanita menduduki tempat nomor dua setelah karsinoma serviks uterus. dan 25% pada wanita kulit hitam.1 3. Selanjutnya terjadi stasis aliran limfe yang berakibat adanya aliran balik limfe ke hepar. Keadaan ini dapat terjadi bila tumor primer terletak di tepi medial bagian bawah payudara dan terjadi metastasis ke kelenjar preperikardial. Kanker ini jarang sekali ditemukan pada wanita usia dibawah 20 tahun. Jalur ini menjelaskan mengapa bisa terjadi metastasis ke kelenjar aksila kontralateral tanpa metastasis ke payudara kontralateral. Metastasis ke hepar selain melalui sistem vena dapat juga terjadi melalui sistem limfe. cepat dan tidak terkendali. sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD).kolateral limfatik. Kurva insidens usia bergerak maik terus sejak usia 30 tahun. Metastasis ke KGB supraklavikula dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. kanker payudara merupakan 28% kanker pada wanita kulit putih.

Etiologi kanker payudara masih belum diketahui dengan pasti hingga sekarang namun yang paling diyakini sebagai penyebab adalah paparan terhadap mutagen.35%). sedangkan 2 hingga 3 kejadian ditemukan pada wanita berusia 55 tahun keatas. Dua di antaranya terletak pada kromosom 17.3.3. Setelah usia 50 tahun frekuensinya tetap meningkat tapi perlahan. Gen ketiga adalah BRCA-2 yang terletak pada kromosom 13. Perbedaan insiden berdasarkan usia ini diinterpretasikan sebagai efek dari hormon ovarium pada perkembangan penyakit.4 Etiologi Kanker Payudara Kanker payudara merupakan hasil dari mutasi pada salah satu atau beberapa gen. Mutagen ini bisa berupa mutagen endogen yaitu radikal bebas seperti lipid peroksidase dan malondyaldehida (MDA) juga mutagen eksogen yaitu radiasi.5 Faktor Resiko Kanker Payudara Saat ini.8 3. Berbagai faktor itu antara lain : a. yang lainnya adalah gen p53 (pada lokus 17p13). Usia Kanker payudara jarang dijumpai pada usia di bawah 30 tahun tapi insidennya meningkat tajam hingga usia sekitar 50 tahun (30.9 b.4 Sekitar 1 hingga 8 kejadian kanker payudara yang invasif ditemukan pada wanita yang lebih muda dari usia 45 tahun. Mutasi gen ini berhubungan dengan insiden kanker payudara pada pria. penyebab pasti kanker payudara belum diketahui secara pasti.2. Gen keempat yang juga terlibat adalah gen reseptor androgen pada kromosom Y. namun berbagai penelitian dan pengumpulan bukti-bukti epidemiologi telah dilakukan untuk mencari tahu faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Wanita asian-hispanic memiliki risiko kejadian kanker 12 . Virus juga diduga sebagai penyebab namun belum dapat dibuktikan pada manusia. Gen yang paling berpengaruh disebut dengan BRCA-1 (pada lokus 17q21).6. Geografi Insiden kanker payudara sangat bervariasi di antara negara-negara diseluruh dunia.

6 tahun Hal ini dan dibandingkan jika menopause terjadi setelah usia 55 tahun. Bahkan di dalam satu negara insiden kanker payudara berbeda-beda. Alasan utamanya adalah karena pada wanita. sel-sel pada payudara lebih sering terekspose oleh hormon-hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi peertumuhan sel-sel pada payudara.payudara yang lebih rendah daripada wanita afican-american.3.2.9 e. Jenis kelamin Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Menstruasi Menarche pada usia dini dan menopause yang terlambat dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Misalnya di Israel. Variasi geografis ini lebih disebabkan oleh faktor lingkungan daripada genetik karena penduduk yang bermigrasi dari negara berisiko rendah ke negara berisiko tinggi mengalami peningkatan frekuensi kanker payudara.2 d. Menarche sebelum usia 12 tahun mempunyai risiko kanker payudara 20% lebih besar dari menarche setelah usia 15 tahun. Angka kejadian kanker payudara di Amerika Utara sekitar lima kali lebih tinggi daripada di Jepang.9 Angka kejadian kanker payudara pada laki-laki hanya 1 %.7 c. Reproduksi Status reproduksi juga mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. mungkin disebabkan karena eksposure hormon estrogen progesterone yang berkepanjangan yang mempengaruhi pertumbuhan sel-sel payudara. Risiko kanker payudara berkurang sekitar setengahnya jika menopause terjadi sebelum usia 45 2. keturunan Jews mempunyai risiko empat kali lebih tinggi daripada non-Jews dan di Italia terdapat perbedaan angka kejadian sekitar dua kali lipat antara daerah utara dan selatan. Wanita yang tidak pernah melahirkan (nullipara) atau yang pertama kali melahirkan anak pada usia lebih dari 31 tahun mempunyai 13 .

6 g. buah.risiko tiga hingga empat kali lebih besar dibandingkan perempuan yang melahirkan anak pertamanya sebelum berusia 18 tahun. Diet Perbedaan insiden kanker payudara di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa diet mungkin memegang peranan penting dalam perkembangan kanker payudara. vitamin dan phytoestrogens dapat menurunkan risiko. daging dan alkohol dapat meningkatkan risiko sedangkan tingginya konsumsi serat. Risiko ini akan berubah jika penduduk dari negara berisiko rendah migrasi ke negara berisiko tinggi dan mengadaptasi pola makan di negara tersebut. Ukuran tubuh Ukuran tubuh yang mencerminkan status gizi dan pola makan dengan sendirinya dapat mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. sayur.4. Meskipun demikian pengaruh diet pada insiden kanker payudara tampaknya terjadi pada usia muda seperti anak-anak dan remaja.2. Bukti-bukti yang ada menyebutkan bahwa tingginya konsumsi kalori. memperhitungkan usia saat melahirkan anak pertama. Wanita yang mempunyai berkurangnya banyak risiko anak (multipara) diasosiasikan tentunya dengan setelah kanker payudara. Tidak ada data yang membuktikan bahwa perubahan pola makan dari diet tinggi lemak ke diet rendah lemak pada usia pertengahan dan tua dapat menurunkan risiko kanker payudara. Diet di negaranegara Barat biasanya mengandung lemak dan gula yang tinggi sedangkan di Asia dan negara yang belum berkembang dietnya lebih banyak mengandung vitamin dan serat.4. Menyusui lebih lama juga dianggap dapat menurunkan risiko kanker payudara.2. Usia terjadinya menarche sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dengan 14 .6 f. Wanita-wanita dari negara Barat mempunyai risiko terkena kanker payudara enam kali lebih tinggi dibandingkan wanita-wanita Asia dan negara berkembang lainnya. lemak.

sejak usia berapa mereka menderita kanker dan hubungan mereka terhadap individu tersebut. satu-satunya sumber endogenik estrogen setelah menopause.2%) yang terkena kanker payudara sebelum usia 35 tahun dan pada 15 dari 208 wanita (7.demikian gizi pada masa anak-anak akan mempengaruhi pada usia berapa menarche terjadi. Kanker familial ini cenderung terjadi pada usia lebih muda dan bilateral. Suatu studi populasi menemukan mutasi BRCA-1 pada 12 dari 193 wanita (6. Tingginya risiko ini dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang menderita kanker payudara. Tinggi badan yang lebih yang juga ditentukan oleh keadaan nutrisi diteliti dapat sedikit meningkatkan risiko kanker payudara terutama setelah menopause. 5% di antaranya benar-benar diwarisi secara familial berdasarkan analisis pedigree.2%) dengan riwayat kanker payudara pada anggota keluarga tingkat pertama (first- 15 . Lemak tubuh adalah situs konversi androstenedione menjadi oestradiol.2. Riwayat keluarga Insiden orang-orang dalam satu keluarga besar terkena kanker payudara terjadi pada sekitar 18% kasus. Pada keluarga berisiko tinggi. mungkin inilah yang memediasi efek berat badan terhadap risiko kanker payudara pada wanita post-menopause. 33% di antaranya mengalami mutasi BRCA-1. dengan empat atau lebih anggota keluarga terkena kanker payudara.4. tubuh yang kurus dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebelum menopause sedangkan obesitas dapat meningkatkan risiko sesudah menopause.6 h. Pada usia dewasa. Dengan demikian individu yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara berisiko tinggi untuk terkena kanker payudara. Peningkatan risiko sebagian besar disebabkan oleh pewarisan gen-gen yang mempredisposisi kanker payudara. Risiko kanker payudara meningkat kira-kira dua kali pada anak perempuan yang ibunya menderita kanker dan pada wanita yang saudara perempuannya menderita kanker.

Kanker payudara familial juga sering berhubungan dengan keganasan pada organ lain seperti colon.6 i. Selain hormon seks endogen. hormon seks eksogen seperti terapi pengganti hormon dan kontrasepsi oral juga dianggap berpengaruh terhadap risiko kanker payudara.4.2. namun bukti-bukti epidemiologisnya pada manusia masih merupakan konflik. Hormon Faktor menstruasi dan reproduksi yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan peran hormon seks dalam perkembangan kanker payudara. Risiko meningkat sekitar 2% untuk setiap satu tahun penggunaan. Studi case-control lain menunjukkan wanita dengan kanker payudara mempunyai level progesterone yang lebih tinggi dari kelompok kontrol pada analisis yang terbatas pada saat ovulasi. Terapi pengganti hormon meningkatkan risiko kanker payudara pada orang-orang yang baru atau sedang menggunakan (dalam jangka waktu lima tahun). Meskipun demikian terdapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa level prolaktin dipengaruhi oleh sejumlah even yang juga mempengaruhi risiko kanker payudara. Sebuah studi populasi pada wanita postmenopause yang berasal dari negara berisiko tinggi menunjukkan level serum oestradiol rata-rata sekitar 20% lebih tinggi daripada wanita-wanita yang berasal dari negara berisiko rendah.24% 16 . Mungkin hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam pengukurannya. Prolactin adalah mitogen dalam jaringan payudara dan merupakan hormon yang penting untuk perkembangan tumor payudara pada hewan percobaan tapi perannya pada kanker payudara manusia belum jelas. Hormon seks mempengaruhi proliferasi sel-sel dan jaringan payudara serta meningkatkan karsinogenesis payudara pada hewan percobaan. Pada penelitian terbukti kontrasepsi oral hanya sedikit meningkatkan risiko kanker payudara yaitu sebesar 1. ovarium dan uterus. Kontrasepsi oral juga dikatakan dapat meningkatkan risiko bila digunakan jangka panjang.degree relatives).

keluar cairan dari puting susu. Cairan serous. dan sakit kepala hebat. unilateral. Karakter nipple discharge dapat membantu menegakkan diagnosis. Radiasi Pada hewan percobaan terbukti adanya peranan sinar radiasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. sesak.6. cairan purulen disebabkan oleh infeksi.2 3. femur). Keluhan utama penderita dapat berupa: adanya benjolan pada payudara. keluhan kulit berupa dimpling. venektasi. edema lengan dan tanda metastasis jauh misalnya nyeri tulang (vertebrae. retraksi puting susu. Benjolan kanker cenderung soliter. peranan sinar ionisasi sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas. berdarah atau seperti air mungkin menandakan papiloma (80%) atau karsinoma intraduktal (20%). adanya ekzema di sekitar areola. 6 Diagnosis Kanker Payudara a.6 17 . serosanguinus.4. Cairan seperti susu menandakan galaktore.16% pada orang yang telah berhenti menggunakan 1-4 tahun sebelumnya. ulserasi atau adanya peau d’orange. padat.2. rasa penuh di ulu hati. adanya benjolan di ketiak. ireguler.2. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen.8 Benjolan payudara dapat dideteksi pada 90% pasien dengan kanker payudara dan merupakan tanda yang paling umum. batuk. Anamnesis Anamnesis dimulai dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap dilanjutkan dengan keluhan utama. cepat membesar dan tidak nyeri.6 j. dan cairan multiwarna atau lengket menandakan ektasia duktus (comedomastitis). tidak dapat digerakkan (nonmobile). Cairan yang keluar secara spontan dari puting susu (nipple discharge) adalah tanda kedua yang paling umum dari kanker payudara.3. rasa nyeri. keras.pada orang yang sedang menggunakan dan sebesar 1.

3 b. riwayat operasi tumor payudara atau tumor ginekologik. Pada inspeksi dilihat simetri payudara kiri dan kanan. riwayat kanker payudara atau kanker lainnya dalam keluarga. Keluhan pasien di organ lain yang berhubungan dengan metastasis perlu ditanyakan seperti batuk. kemerahan. ketepatan pemeriksaan untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi. usia saat pertama kali melahirkan anak.Selain itu juga perlu ditanyakan mengenai pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor. dan riwayat radiasi di daerah dada. rasa penuh di ulu hati. pemeriksa berdiri di depan dalam posisi yang lebih kurang sama tinggi. dimpling.10 Penderita diperiksa dengan badan bagian atas terbuka 1. selain tanda vital perlu juga diperiksa performance status penderita. Teknik pemeriksaan2. pada usia berapa.4. yaitu setelah lebih kurang satu minggu dari hari pertama menstruasi. nyeri tulang. ulserasi dan 18 . riwayat pemakaian obat-obat hormonal. Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan teliti.2. edema. sesak. Faktor-faktor risiko ini perlu ditanyakan agar dokter dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mamografi pada penderita yang berisiko tinggi. menyusui atau tidak. bila sudah menopause. Karena payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lain estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara dilakukan saat pengaruh hormon ini seminimal mungkin. dan bagi pasien agar lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Posisi tegak (duduk) Lengan penderita jatuh bebas di samping tubuh. menstruasi pertama pada usia berapa. Tanda-tanda umum tentang nafsu makan dan penurunan berat badan juga perlu ditanyakan. perubahan kulit berupa peau d’orange. Pemeriksaan Fisik Pada status generalis. dan sakit kepala hebat.

juga dilakukan pemeriksaan daerah sentral subareolar dan papil. Pemeriksaan kelenjar getah bening regional 1. dan KGB apikal di ujung atas 19 . permukaan. Pada pemeriksaan ini ditentukan lokasi tumor berdasarkan kuadran payudara (lateral atas. Palpasi juga dapat dilakukan dari tepi ke sentral (sentrifugal) berakhir di daerah papil. medial bawah. 2. Posisi berbaring Penderita berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh tersebar rata di atas lapangan dada. III dan IV yang dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga kedua sampai ke distal setinggi iga keenam. Pada pemeriksaan aksila kanan tangan kanan penderita diletakkan atau dijatuhkan lemas di tangan/bahu kanan pemeriksa dan aksila diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa. Pemeriksaan dengan rabaan halus akan lebih teliti daripada dengan rabaan kuat karena rabaan halus akan dapat membedakan kepadatan massa payudara. Diraba kelompok KGB mammari eksterna di bagian anterior dan di bawah tepi m.pektoralis dan dinding dada.nodul satelit. erosi. jumlah tumor serta mobilitasnya terhadap jaringan sekitar payudara. ukuran tumor (diameter terbesar).pektoralis aksila. KGB subskapularis di posterior aksila. Palpasi dilakukan dengan mempergunakan falang distal dan falang medial jari II. dan daerah sentral). bentuk dan batas-batas tumor. c. kelainan puting susu seperti retraksi. Aksila Sebaiknya dalam posisi duduk karena dalam posisi ini fossa aksila jatuh ke bawah sehingga mudah untuk diperiksa dan lebih banyak yang dapat dicapai. medial atas. KGB sentral di bagian pusat aksila. kulit. m. lateral bawah. krusta dan adanya discharge. Terakhir diadakan pemeriksaan kalau ada cairan keluar dengan menekan daerah sekitar papil. jika perlu bahu atau punggung diganjal dengan bantal kecil terutama pada penderita yang payudaranya besar. konsistensi.

Pemeriksaan termografi ditemukan oleh Lawson tahun 1956. Mammografi dan USG payudara dilakukan pada tumor yang berukuran < 3cm. 2. tulang. bagian bawah dipalpasi dengan cermat dan teliti. mikrokalsifikasi. dan distorsi duktus mamaria. Meskipun 15% kanker payudara tidak bisa divisualisasikan dengan mammografi. organ lain yang ikut diperiksa adalah paru. Sensitifitas mammografi sekitar 75% dan spesifisitasnya hampir 90%. Mammografi Mammografi merupakan suatu pemeriksaan dengan soft tissue technic yang dapat mendeteksi 85% kanker payudara. hepar. Tanda-tanda sekunder berupa bertambahnya vaskularisasi. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda–tanda primer dan sekunder. 45% kanker payudara dapat dilihat pada mammografi sebelum mereka dapat diraba. jumlah. apakah terfiksasi satu sama lain atau ke jaringan sekitarnya. Pada perabaan ditentukan ukuran. dan otak untuk mencari metastase jauh. Pemeriksaan Penunjang 1. Selain payudara dan KGB.fossa aksilaris. konsistensi. hanya saja untuk skrining harganya mahal sehingga dianjurkan penggunaan yang selektif yaitu untuk wanita-wanita dengan risiko tinggi. comet sign. 20 . Supra dan infraklavikula serta leher utama. Dengan menggunakan sinar infra merah pemeriksaan ini memanfaatkan perbedaan suhu di mana suhu kanker payudara lebih tinggi dibanding jaringan sekitarnya. adanya bridge of tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. Mammografi sangat baik digunakan untuk diagnosis dini dan skrining. Tanda primer berupa fibrosis reaktif. deposit kalsium baik dalam pola mulberrry atau curvilinear. d.6 Ultrasonografi berguna terutama untuk membedakan lesi padat atau kistik juga untuk memandu FNAB dan core-needle biopsy.

3% dengan false positive ± 5%.6 21 . Pemeriksaan histopatologi jaringan (gold standard) Pemeriksaan histologi jaringan merupakan cara untuk menegakkan diagnosis pasti kanker payudara. Untuk biopsi kelainan yang tidak dapat diraba seperti temuan pada mammografi dapat dilakukan ultrasound atau stereotactic core biopsy yaitu pungsi dengan jarum besar yang akan menghasilkan suatu silinder jaringan yang cukup untuk pemeriksaan termasuk teknik biokimia. Ketepatannya mencapai 95. Bahan pemeriksaan dapat diambil melalui biopsi eksisional (untuk ukuran tumor < 3cm) atau biopsi insisional (untuk tumor operabel dengan ukuran > 3cm sebelum operasi definitif dan untuk tumor yang inoperabel) yang kemudian diperiksa potong beku atau PA.6 3. Pemeriksaan sitologi Pemeriksaan sitopatologi dilakukan dengan FNAB (fine needle aspiration biopsy).3.3 4. Sensitifitasnya dalam menilai aktifitas sel kanker payudara cukup tinggi. Sensitivitasnya dalam mendiagnosis keganasan dilaporkan sebesar 90-95% bila tepat cara pengambilan dan diekspertise oleh ahlinya.3.2. 2.Xerografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan sistem pencitraan foto elektrik.2.2. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin dan kimia darah dilakukan sesuai dengan perkiraan metastasis misalnya alkali fosfatase dan liver function tests untuk metastasis ke hepar atau kadar kalsium dan fosfor untuk metastase tulang. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi lesi yang multipel dan adanya keterlibatan KGB regional. Scintimamografi merupakan teknik pemeriksaan radionuklir menggunakan radioisotop Tc 99m.

bone scanning dan/atau bone survey. Pemeriksaan imunohistokimia seperti ER.6 3.29 (CA 15-3) mungkin berguna untuk memantau respon terhadap terapi pada penyakit yang sudah lanjut. Pemeriksaan metastase jauh Pemeriksaan lain seperti foto thoraks. cathepsin-D. c-erb-2 (HER-2 neu). Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) dan imunohistokimia Pemeriksaan kadar CEA dan CA 27. dan p53 bersifat situasional. USG abdomen. Pemeriksaan yang direkomendasikan oleh PERABOI adalah foto thoraks dan USG abdomen sedangkan bone scanning dan/atau bone survey (bila sitologi dan/atau klinis sangat mencurigakan pada lesi > 5cm) dan CT scan dilakukan atas indikasi. dan CT scan dilakukan untuk mencari metastasis jauh. Sistem TNM 2 Tumor primer (T) Tx T0 Tis : Tumor primer tidak dapat dinilai : Tidak terdapat tumor primer : Karsinoma insitu    Tis (DCIS) : karsinoma in situ hanya ductal Tis (LCIS) : karsinoma in situ hanya lobular Tis (Paget) : penyakit Paget dari puting susu tanpa tumor (Catatan: Paget penyakit yang terkait dengan tumor diklasifikasikan menurut ukuran tumor T1 : Tumor ≤ 2cm 22 .3 6.5. Metastasis dapat pula mengenai pleura yang akan menimbulkan efusi pleura. Metastasis ke tulang vertebra akan terlihat pada foto rontgen sebagai gambaran osteolitik/destruksi yang dapat menyebabkan fraktur patologis. Metastasis di parenkim paru pada foto rontgen memperlihatkan gambaran coin lesion yang multipel dengan ukuran yang bermacammacam.7 Klasifikasi Kanker Payudara a. PR.2.

: Teraba KGB aksila ipsilateral terfiksasi. dan tidak terdapat N3 : Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau klinis terdapat metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan secara klinis terbukti adanya metastase pada KGB aksila atau adanya metastase pada KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau mamaria interna . : Dijumpai metastase KGB aksila ipsilateral yang mobile.  N3a : Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral 23 .  N2a :Teraba KGB aksila yang terfiksasi atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain. : Tumor ≥ 1 cm dan ≤ 2 cm. atau secara klinis ada pembesaran KGB mamari interna ipsilateral tanpa adanya metastase ke KGB aksila.   T1a T1b T1c : Tumor ≤ 0.5 cm dan ≤ 1 cm. berkonglomerasi.   T4a : Ekstensi ke dinding dada tidak termasuk otot pektoralis T4b : Edema (termasuk peau d’orange) atau ulserasi kulit payudara. : Tumor ≥ 0. : Tumor > 5cm : Berapapun ukuran tumor dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau kulit. atau satelit nodul pada kulit. T2 T3 T4 : Tumor > 2cm dan < 5cm.  N2b : Secara klinis metastase hanya dijumpai pada KGB mamari interna ipsilateral metastase pada KGB aksila.   T4c : Gabungan T4a dan T4b T4d : Karsinoma inflamasi (mastitis karsinomatosa) Kelenjar getah bening regional/Nodul (N) Nx N0 N1 N2 : KGB regional tidak bisa dinilai : Tidak terdapat metastase KGB regional.5 cm.

Pada stadium I tanpa keterlibatan KGB regional 5-year 24 . meskipun stadium klinis lebih berpengaruh. 2002) b. Histopatologi Kanker payudara mempunyai beberapa tipe histologi khusus yang turut mempengaruhi prognosis. N3b : Metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan KGB aksila  N3c : Metastase pada KGB supraklavikula Metastase jauh (M) Mx M0 M1 : Metastase jauh belum dapat dinilai : Tidak terapat metastase jauh. : Dijumpai metastase jauh Stadium klinis Stadium 0 Stadium I Stadium II A Tis T1 T0 T1 T2 Stadium II B T2 T3 Stadium III A T0 T1 T2 T3 T3 Stadium III B T4 T4 T4 Stadium III C Stadium IV N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 N3 Semua N M0 M1 Semua T Semua T (American Joint Committee on Cancer.

Invasive carcinoma a. Invasive ductal carcinoma .Paget’s disease and intraductal .secretory carcinoma .others c.NOS 25 .apocrine carcinoma . 2 Malignant (carcinoma) 1.mucinous carcinoma .Intraductal . Paget’s disease Tipe Histopatologi .squamous cell carcinoma .spindel cell carcinoma . Special types .medullary carcinoma .schirrous carcinoma b.In situ Paget’s disease .invasive lobular carcinoma . Non invasive ductal carcinoma b.carcinoma with cartilaginous and or osseous metaplasia .survival rate sekitar 80% untuk karsinoma duktal invasif dan sekitar 9095% untuk karsinoma lobular.adenoid cystic carcinoma .tubular carcinoma .NOS (no otherwise specified) .papillobular carcinoma . Lobular carcinoma in situ 2.Invasive carcinomas . koloid dan comedocarcinoma. Non invasive carcinoma a.solid-tubular carcinoma .

Secara mikroskopik tampak proliferasi anaplastik epitel duktus yang dapat memenuhi dan menyumbat duktus.Tubular .Squamous cell .Papillary (predominantly micropapillary pattern) .Medullary.Undifferentiated ..Cribriform Gradasi histologis (G) .G3 : grading tidak dapat dinilai : low grade : intermediate grade : high grade Berikut penjelasan beberapa tipe histologis dari kanker payudara: 2. Karsinoma duktal noninvasif (karsinoma duktal in situ atau karsinoma intraduktal) biasanya terjadi tanpa membentuk massa karena tidak ada komponen scirrhous. NOS .Inflammatory .GI .Paget’s disease and infiltrating . Karsinoma duktal Karsinoma duktal invasif merupakan kelompok terbesar (78%) dari seluruh tumor ganas payudara.Secretory .Ductal .Lobular .G2 .Mucinous .Medullary with lymphoid stroma . b. Karsinoma lobular (9%) Separuh kasus karsinoma lobular ditemukan in situ tanpa tandatanda invasi lokal sehingga sering dianggap premaligna dan disebut 26 .Gx .6 a.Adenoid cystic .

Karsinoma inflamasi (1%) Karsinoma ini memiliki prognosis paling buruk. tidak teratur dan tidak jelas membentuk kelenjar atau pertumbuhan kapiler. g. Penyakit Paget (1%) Merupakan karsinoma intraduktus pada saluran ekskresi utama yang menyebar ke kulit puting susu dan areola. tapi jika ada massa tumor termasuk karsinoma duktal invasif. Karsinoma mukoid/musinus (3%) Tumor ini tumbuh perlahan-lahan dan secara mikroskopik sel tumor yang menghasilkan musin tersusun membentuk asinus pada beberapa tempat. Karsinoma koloid (3%) Duktus dihambat oleh sel-sel karsinoma dan kista proksimal berkembang. Juga tampak sel-sel cincin stempel (signet ring cells). Karsinoma skirus (schirrous) Pada pemeriksaan mikroskopik tumor terdiri dari stroma yang padat dengan kelompok sel epitel yang terlepas atau membentuk kelenjar. d. f. Karsinoma medular (4%) Gambaran histologi menunjukkan stroma yang sedikit dan penuh berisi kelompok sel yang belum berdifferensiasi. sehingga terjadi kelainan menyerupai ekzema yaitu adanya krusta di daerah papil dan areola. Sistem limfa dipenuhi oleh tumor memicu perubahan payudara dan kulit yang mirip infeksi. Sel-sel berbentuk bulat atau poligonal. Secara histologi menunjukkan gambaran sel-sel anaplastik yang semuanya terletak di dalam lobulus-lobulus. h. Kelainan ini ditemukan pada wanita berusia lebih tua dari penderita kanker payudara umumnya dan bersifat unilateral. Terdapat banyak sebukan limfosit yang menjolok pada stroma di dalam tumor.neoplasia lobular. Tanda khas 27 . c. hiperkromatik. Jika tidak ditemukan massa tumor di bawahnya penyakit ini termasuk karsinoma insitu. e. Comedocarcinoma (5%) Duktus yang diisi oleh tumor sel kecil dan debris sentral. i.

Pertumbuhannya lambat. Ukurannya dapat berubah. b. Fibroadenoma Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak dan merupakan golongan terbesar dari tumor payudara yaitu 45. 3. terasa lebih besar. Kelainan ini dapat juga dijumpai tanpa massa tumor yang nyata hingga jaringan payudara teraba padat. Fibroadenoma mammae (FAM) ini secara klinis diketahui sebagai tumor di payudara dengan konsistensi padat kenyal. tidak ada metastase regional dan jauh.adalah adanya penyebukan epidermis oleh sel ganas yang disebut sel paget. (Mangunkusumo. dapat dijumpai bilateral atau multipel (15%). berbentuk bulat lonjong dan berbatas tegas. disertai rasa nyeri terutama menjelang haid. Namun apabila medikamentosa tidak menghilangkan keluhan nyerinya dan ditemukan pada usia pertengahan sampai tua diperlukan terapi operatif. permukaan granular. 1992. Diagnosis Banding Kanker Payudara 2 a. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. Soetomo (Sukardja). 1993). Konsistensinya padat kenyal.28%-50% di RS Dr.8 28 . Tumor jenis ini umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter. Harris. Penyakit fibrokistik Fibrocystic disease (FCD) biasanya multipel dan bilateral. Pengobatan FCD umumnya adalah medikamentosa simptomatis. Sebagai tumor jinak. Hal ini terjadi karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal. Jenis yang padat kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. pengobatannya cukup dengan eksisi tumornya. tidak ada perubahan pada kulit. penuh dan nyeri menjelang haid dan akan mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai. dan tidak disertai rasa nyeri. dapat pula kistik. FAM terdapat pada usia muda yaitu 15-30 tahun.

d. ukuran bisa mencapai 20-30 cm. Di antara beberapa jenis operasi 29 . Konsistensinya dapat padat kenyal tapi ada bagian yang kisteus. Bentuknya bulat lonjong. Kulit payudara tegang. Modalitas terapi Untuk kanker payudara terdapat beberapa modalitas terapi yang bisa dipilih: 1. modified radical mastectomy. dan radical mastectomy. Cystosarcoma philloides tidak bermetastase karena ini adalah kelainan jinak tapi sejumlah kecil (27%) ditemukan dalam bentuk ganas yang disebut malignant cystosarcoma philloides.3.c. Mastitis Mastitis adalah suatu infeksi pada kelenjar payudara yang biasanya terdapat pada wanita yang sedang menyusui. Tumor ini berbatas tegas. bulat dan kisteus karena berisi air susu yang mengental. batas tegas. Ditemukan tanda-tanda radang dan sering sudah menjadi abses. 3.. simple mastectomy. Walaupun ukurannya besar tidak ada perlekatan ke dasar atau kulit.7 Terdapat beberapa jenis operasi untuk terapi yaitu BCS (breast conserving surgery). Cystosarcoma philloides Gambaran klinis Cystosarcoma philloides dapat seperti FAM yang besar. Operasi 2. berkilat dan tampak venektasi. Pengobatannya adalah simple mastectomy untuk mencegah residif.9 Penatalaksanaan Kanker Payudara a. Pada orang muda atau belum berkeluarga dapat dipertimbangkan untuk mastekstomi subkutan. Galactocele Galaktokel bukan kelainan neoplasma atau pertumbuhan baru melainkan suatu massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya duktus laktiferus pada ibu-ibu yang sedang atau baru selesai masa laktasi. permukaan berbenjol. e.

Pada mastektomi simpel dilakukan pengangkatan payudara saja tanpa mengangkat limfonodus atau otot. Buktibukti menunjukkan tidak ada perbedaan pada tingkat rekurensi lokal dan survival antara mastektomi radikal dan mastektomi radikal modifikasi.pektoralis minor. m. atau diretraksi untuk mendapatkan akses ke aksila. Pembedahan ini merupakan standar baku sejak awal abad ke-20 hingga tahun 50-an namun sekarang sudah jarang dilakukan kecuali bila ada tumor payudara yang sangat besar dan melekat ke otot pektoralis. Sekarang. atau diangkat. 30 . Metode ini dipopulerkan oleh MacWhirter di Inggris. Pembesaran KGB aksila dirawat dengan radioterapi.pektoralis minor dapat pula dipertahankan. Bila hal ini tidak dapat dilakukan usahakan prostesis eksterna. Setelah tahun 60-an mastektomi radikal mulai digantikan oleh mastektomi radikal yang telah dimodifikasi oleh Patey. BCS merupakan satu paket yang terdiri dari tiga tindakan yaitu pengangkatan tumor (lumpektomi luas atau tumorektomi atau segmentektomi atau kuadrantektomi) ditambah diseksi kelenjar aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. Pada mastektomi radikal modifikasi ini m. Pada mastektomi radikal dilakukan pengangkatan payudara dengan sebagian besar kulitnya. Bila dilakukan pengangkatan payudara pertimbangkan kemungkinan rekonstruksi mammae dengan implantasi prostesis atau cangkok flap muskulokutan.pektoralis mayor.pektoralis mayor dipertahankan sehingga suplai persarafannya tidak terganggu dan efek kosmetik pada dinding dada yang terjadi bila dilakukan mastektomi radikal dapat dikurangi. Rekonstruksi ini dapat dilakukan sekaligus dengan bedah kuratif atau beberapa waktu setelah radioterapi atau kemoterapi adjuvan.tersebut metode yang paling tua adalah mastektomi radikal klasik dari Halsted. dan semua kelenjar ketiak sekaligus. M. biasanya dilakukan pembedahan kuratif dengan mempertahankan payudara yang disebut dengan breast conserving surgery (BCS). m.

3. Radiasi 2. Radioterapi kuratif tunggal tidak begitu efektif tetapi radioterapi adjuvan cukup bermanfaat. Radioterapi paliatif dapat dilakukan dengan hasil baik untuk waktu terbatas bila tumor sudah tidak operabel.6. Radioterapi adjuvant diberikan bila ditemukan keadaan sebagai berikut: 31 .7 Radioterapi untuk kanker payudara dapat diberikan sebagai terapi primer. Indikasi BCS:            T: 3 cm (stadium I atau II) Pasien ingin mempertahankan payudaranya Syarat BCS: Keinginan penderita setelah dilakukan informed consent Penderita dapat melakukan kontrol rutin setelah pengobatan Tumor terletak tidak sentral Perbandingan ukuran tumor dan volume payudara cukup baik untuk kosmetik pasca BCS Mammografi tidak memperlihatkan mikrokalsifikasi atau tanda keganasan lain yang difus (luas) Tumor tidak multipel Belum pernah terapi radiasi di dada Tidak menderita SLE atau penyakit kolagen Terdapat sarana radioterapi yang memadai (megavolt) 2. BCS secara kosmetik lebih baik dari mastektomi bahkan yang telah direkonstruksi sekalipun. adjuvan atau paliatif. Tapi diseksi aksila disini lebih sulit dikerjakan karena otot-otot pektoral tetap intact dan jaringan payudara masih ada sehingga pembukaan lapangan operasi aksila terhambat.Penyinaran diperlukan untuk mencegah kambuhnya tumor di payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang tumor lain (karsinoma multisentrik).

7 Kemoterapi merupakan salah satu terapi sistemik yang dapat digunakan sebagai terapi adjuvan atau paliatif. Kemoterapi 32 . maka tidak dilakukan radiasi pada KGB aksila supraklavikula  pada keadaan tumor di medial/sentral diberikan tambahan radiasi pada mammaria interna Dosis lokoregional profilaksis adalah 50 Gy. booster dilakukan sebagai berikut: . Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis sistemik. Obat kemoterapi diberikan dalam bentuk kombinasi seperti CAF (CEF).6. CMF dan AC. Kemoterapi juga dapat diberikan sebelum pembedahan pada kanker payudara yang besar namun masih operabel pada stadium lokal lanjut.     Setelah tindakan operasi terbatas (BCS) Tepi sayatan dekat (T ≥ T2) atau tidak bebas tumor Tumor sentral atau medial KGB (+) dengan ekstensi ekstra kapsuler Acuan pemberian radioterapi: Pada dasarnya diberikan radiasi lokoregional (payudara dan aksila beserta supraklavikula) kecuali: pada keadaan T ≤ T2 bila cN = 0 dan pN.pada yang terdapat massa tumor atau residu post op (mikroskopik atau makroskopik) maka diberikan booster dengan dosis 20 Gy kecuali untuk aksila 15 Gy 3. Berdasarkan penelitian kemoterapi yang disebut kemoterapi neo adjuvan ini dapat mengecilkan ukuran tumor sehingga memudahkan pembedahan.pada yang potensial terjadi residif ditambahkan 10 Gy (misalnya tepi sayatan dekat tumor atau post BCS) . Kemoterapi 2.3. Kemoterapi adjuvan dapat diberikan pada pasien pascamastektomi yang pada pemeriksaan histopatologik ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar.

dan pascamenopause). Yang tergolong antiestrogen adalah tamoxifen citrate. 33 . Terapi ini semakin berkembang dengan ditemukannya reseptor estrogen dan progesteron. toremifene. Sebelum pemberian terapi hormonal dilakukan uji reseptor (estrogen receptor/ER positif atau progesteron receptor/PR positif) dan dipertimbangkan status hormonal penderita (premenopause. Setelah itu dapat ditentukan apakah terapi hormonal akan diberikan secara additif atau ablatif. Kanker payudara dengan reseptor estrogen dan progesteron yang merespons positif terapi hormonal mencapai 77%. pada wanita premenopause dan wanita yang sudah 1-5 tahun menopause dengan ER (+) dan pada penyakit yang bersifat slow growing dan intermediate growing. Terapi ablatif berupa ovarektomi bilateral. aromatase inhibitor.6. Terapi hormonal merupakan terapi utama stadium IV di samping kemoterapi karena kedua-duanya merupakan terapi sistemik. dilakukan bila tanpa pemeriksaan reseptor. 1-5 tahun menopause. Hormonal 2. megestrol acetate dan androgen atau estrogen) dilakukan pada pasien pascamenopause. Terapi hormonal biasanya diberikan sebelum kemoterapi karena efek terapinya lebih lama dan efek sampingnya lebih sedikit.7 Dasar dari pemberian terapi hormonal adalah fakta bahwa 3040% kanker payudara adalah hormon dependen. paliatif 12 siklus dan neoadjuvan 3 siklus praterapi primer ditambah 3 siklus pascaterapi primer.adjuvan diberikan sebanyak 6 siklus. 4. dan raloxifene tapi raloxifene lebih banyak digunakan untuk pengobatan osteoporosis. Terapi additif berupa pemberian obat-obatan (antiestrogen. Aromatase inhibitor seperti anastrozole dan letrozole menghambat konversi androgen menjadi estrogen.3.

Semakin cepat dilakukan pembedahan semakin tinggi kurasinya. Sedangkan untuk stadium III akhir dan IV sifat pengobatannya adalah paliatif yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan pasien dan memperbaiki kualitas hidup. b. reseptor estrogen atau reseptor progesteron. 1. lokasinya didasarkan pada hasil pemeriksaan imaging. trastuzumab. dan usia premenopause atau postmenopause atau usia tua. bisa menjadi pilihan terapi. Terapi adjuvan diberikan berdasarkan ada atau tidaknya metastase ke kelenjar getah bening aksila. Kanker payudara stadium dini/operabel Dilakukan BCS (harus memenuhi syarat) atau mastektomi radikal modifikasi atau mastektomi radikal dengan atau tanpa terapi adjuvan. Pilihan terapi berdasarkan stadium 2 Pada stadium I. II. terapi lainnya hanya bersifat adjuvan. Kanker payudara stadium 0 Dilakukan BCS atau mastektomi simpel. Tabel 1. Imunologik Sekitar 15-25% tumor payudara menunjukkan adanya protein pemicu pertumbuhan atau HER2 secara berlebihan dan untuk pasien seperti ini. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk menentukan kelayakan terapi dengan trastuzumab. Terapi definitif pada T0 tergantung pada pemeriksaan blok parafin. Terapi adjuvan pada node negative (KGB histopatologi negatif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Tam + Kemo 34 .5. antibodi yang secara khusus dirancang untuk menyerang HER2 dan menghambat pertumbuhan tumor. 2. dan III awal (stadium operabel) sifat pengobatan adalah kuratif dengan pembedahan sebagai terapi primer.

difus. Kanker payudara lokal lanjut/ locally advanced a. Radiasi kadang diperlukan untuk paliasi pada daerah-daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase atau pada tumor bed yang berdarah. Operable locally advanced Mastektomi simpel/MRM + radiasi kuratif + kemoterapi adjuvant + terapi hormonal b. Terapi adjuvan pada node positive (KGB histopatologi positif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) ER (-) dan / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) dan PR (-) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Ke + Tam Ke Tam + Kemo Ke 3. dan berbau yang mengganggu sekitarnya.Radiasi kuratif + kemoterapi + terapi hormonal . Terapi lokoregional seperti radiasi dan pembedahan hanya dilakukan bila perlu.Radiasi + operasi + kemoterapi + terapi hormonal . Inoperable locally advanced .ER (-) / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Ke Tam + Kemo Ke Tabel 2. Kanker payudara lanjut metastase jauh Terapi primer pada stadium IV adalah terapi sistemik yaitu terapi hormonal dan kemoterapi. 35 .Kemoterapi neoadjuvan + operasi + kemoterapi + radiasi + hormonal terapi 4.

Stadium klinik Tabel 3.3. Prognosis kanker payudara berdasarkan ukuran tumor Ukuran tumor (cm) <1 3-4 5-7. Keterlibatan histologik KGB aksila Tabel 4. Prognosis kanker payudara berdasarkan keterlibatan histologik KGB aksila KGB aksila Tidak ada 1-3 KGB > 3 KGB 5 tahun (%) 80 65 30 10 tahun (%) 65 40 15 c. Prognosis kanker payudara berdasarkan stadium klinik Stadium Klinik 0 I II IIIA IIIB IV 5 tahun (%) > 90 80 60 50 35 10 10 tahun (%) 90 65 45 40 20 5 b. Ukuran tumor Tabel 5.5 10 tahun (%) 80 55 45 36 .10 Prognosis Kanker Payudara Prognosis kanker payudara dapat ditentukan berdasarkan beberapa faktor yaitu6: a.

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan atau clinical breast examination Pemeriksaan oleh dokter secara lege artis sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun untuk wanita berusia 20-40 tahun dan setiap tahun untuk wanita berusia lebih dari 40 tahun. SADARI dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan. 3. SADARI dilakukan 3 hari setelah haid berhenti atau 7 hingga 10 hari dari hari pertama menstruasi terakhir. American Cancer Society (ACS) merekomendasikan usaha untuk melakukan diagnosis dini yaitu dengan2. e. metaplasia dan grade tinggi mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan kanker yang well differentiated.11 Screening dan Deteksi Awal Kanker Payudara Kanker payudara tergolong dalam keganasan yang dapat didiagnosis secara dini. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk mengetahui cara memeriksa payudara yang benar agar bila ada suatu kelainan dapat diketahui segera. Histologi Kanker yang poor differentiated. b. Mammografi Wanita berusia 35-39 tahun sebaiknya melakukan satu kali baseline mammography. SADARI sebaiknya mulai biasa dilakukan pada usia sekitar 20 tahun.d. Wanita berusia 40-49 tahn sebaiknya melakukan 37 . minimal sekali sebulan. Reseptor hormon Pasien dengan kanker yang bersifat ER positif mempunyai waktu survival yang lebih lama dibandingkan pasien dengan kanker yang bersifat ER negatif. Periksa payudara sendiri (SADARI) atau breast-self examination Penelitian menunjukkan 85% dari kasus kanker payudara diketahui atau ditemukan lebih dulu oleh penderita.9: a. c. Untuk wanita yang sudah menopause.

38 .mammografi setiap 2 tahun dan wanita berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya melakukan mammografi setiap tahun.

Kemudian. ada nyeri tekan. Penderita tidak mengeluh demam. terfiksir pada jaringan dibawahnya. Pada pemeriksaan fisik regio mammae sinistra didapatkan. pada inspeksi tidak tampak benjolan. Diagnosis FCD juga dapat disingkirkan karena benjolannya biasanya multipel dan bilateral. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. terasa lebih besar. ukuran ± 3 cm x 2 cm. penuh di ulu hati serta nyeri kepala hebat. permukaan berdungkul-dungkul. teraba massa dengan konsistensi keras. retraksi (+). Warna kulit di sekitar benjolan sama seperti sekitarnya. tidak dapat digerakkan dan kadangkadang terasa nyeri. keras. Tidak terdapat benjolan di tempat lain. os berobat ke pengobatan herbal. Sejak 2 bulan yang lalu. Diagnosis FAM dapat disingkirkan karena karakteristik benjolannya padat kenyal. tetapi keluhan tidak hilang. Benjolan yang teraba oleh os hanya satu buah. Pada palpasi. Os tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. os merasakan ada benjolan pada payudara kiri bagian tengah kira-kira sebesar telur puyuh. tidak dapat digerakkan. dan tidak disertai rasa nyeri. dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. terdapat cairan yang keluar dari puting susu berwarna putih. pasien ini dapat di diagnosis sebagai tumor mammae sinistra suspek ganas karena karakteristik benjolannya yang khas untuk tumor ganas. terasa nyeri dan kesemutan di daerah lengan. batuk. tidak ada perubahan pada kulit. batas tidak tegas. berbatas tegas. Benjolan terasa nyeri saat ditekan. Selama 1 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong. warna kulit tidak kemerahan. pertumbuhannya lambat. Ukurannya dapat berubah. tidak tampak gambaran peau d’orange di sekitar papil. Os mengeluh keluar cairan dari puting susu yang berwarna putih. tidak tampak ulkus. sesak. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. penuh dan nyeri menjelang haid dan akan 39 .BAB IV ANALISIS KASUS Seorang wanita berusia 51 tahun datang dengan keluhan benjolan pada payudara kiri. nyeri tulang.

Diagnosis cystosarcoma philloides dapat pula disingkirkan karena pada cystosarcoma philloides tidak didapati adanya perlekatan pada kulit. dapat pula kistik. Penatalaksanaan pada kasus ini hanya dilakukan pembedahan kuratif yaitu biopsi eksisi untuk pemeriksaan histopatologi sebagai penentu untuk terapi selanjutnya. 40 . FCD umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter dan konsistensinya padat kenyal.mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal.

41 .int. 10. Jakarta. 11. Muchlis. 2004. Kanker Payudara. Lippincott Williams and Wilkins. Albar.ac. Sjamsuhidajat dan Wim de Jong (editor). Edisi Kedua. Lowitz (editors). Available from: http://www. World Health Organization. Ramli. 2. 5. Soelarto Reksoprodjo dkk (editor). 2003. Dennis A. 2000. and Dennis A.2009. Casciato and Berry B. Available from: http://www. American Cancer Society . Tjakra W. Edisi Pertama. 2005 . Zafiral Azdi dkk (editor). Hlm: 2-15.id. http://www.org. 3. Buku Ajar Ilmu Bedah. Robert L. Hubungan antara Besar Tumor dan Tipe Histologi Kanker Payudara dengan Adanya Metastase pada Kelenjar Getah Bening Aksila. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Manual on Clinical Oncology.albertadoctors. EGC. 2nd Ed. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Manuaba. Oxford Press. Philadelphia. 7. Available from : www.org. Edisi Pertama . Asrul. Souhami. Makhoul. 1995. R.com.acs. Binarupa Aksara. Page: 11. Available from : www. PERABOI. Edisi Pertama. Hlm: 342-364. 8.who. EGC. Hlm: 387-402. Detailed Guide : Breast Cancer . Toward Optimized Practice (TOP) Program. 2006 Available from: PERABOI 2003. Wim . Protokol Jakarta. Breast cancer : Prevention and Control .usu. 4. 2009. Issam. Charles M. Hlm : 387-402. 2004. Payudara. 6. Breast Cancer: Overview. Buku Ajar Ilmu Bedah . Page: 110-116 9. Oxford Textbook of Oncology. Breast Cancer.emedicine. Et al (editors). De Jong.DAFTAR PUSTAKA 1. Haskell. Casciato. Guideline for the Early Detection of Breast Cancer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful