‫‪Keutamaan Bulan Muharram‬‬

‫) باللغة الندونيسية (‬

‫فضل شهر الله المحرم‬
‫‪:Disusun Oleh‬‬ ‫‪Team Indonesia‬‬

‫إعداد‪:‬‬ ‫الفريق الندونيسي‬
‫‪: Murajaah‬‬ ‫‪Abu Ziyad‬‬

‫مراجعة‪:‬‬ ‫إيكو أبو زياد‬

‫‪Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah‬‬

‫المكتب التعاوني للدعوة وتوعية الجاليات بالربوة بمدينة الرياض‬
‫‪2007 – 1428‬‬

‫‪Keutamaan Bulan Muharram‬‬

baik teman. tetapi Masehi. pernikahan. atau siapa pun yang kita kenal. guru.Hari-hari ini kita telah memasuki bulan Muharram tahun 1428 Hijriah. menasehati atau melakukan aktifitas hidup seharihari. menghadap Allah Suhanahu wa ta’ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. bulan. berkomunikasi. yang wafat pada usia 63 tahun. Bergurau. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Syukur atas Usia yang diberikan Allah Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita. kita merasa masih jauh dari angka itu. masuk dan libur kantor dan sebagainya. memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Tanggal lahir. Akan tetapi sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. Betapa banyak orang yang kita kenal. 2 . Seakan tidak terasa. 2. kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Allah dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya. mengajar. keluarga. dan jarang kita syukuri. dan tahun berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam. Dan yang akrab dalam keseharian kita adalah hitungan kalender Masehi. hari berganti hari. waktu berjalan dengan cepat. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. sahabat . Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan. pekan. namun tahun ini dia telah tiada. terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah : 1. lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu. barangkali tahun baru ini tidak seberapa berkesan karena negara kita tidak menggunakan kalender Hijriah. Bagi kita. menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah. tahun lalu masih hidup bersama kita. Dia telah wafat. Sementara. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat.

Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab ra beliau berkata : "Hitunglah amal kalian. Sedangkan penetapan 3 . dan apa yang akan kita perbuat esok. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur’an. sebelum dihitung oleh Allah" 3. dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. film dan sebagainya dari televisi? Langkah-langkah kaki kita. kemana kita gunakan? Dan sebagainya. namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu. dan bertakwalah kepada Allah. Allah berfirman : (( ‫)) يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون‬ Hai orang-orang yang beriman. meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron. sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Malam-malam yang kita lewati. Mengenang Hijrah Rasulullah saw Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Allah dan Hari Akhir. sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Al Hasyr: 18). Rasulullah saw bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitunghitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian". lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita.Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. (QS.

apabila beliau datang ke Madinah. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah. Betapapun berat menegakkan agama Allah. Begitu tiba di Madianah. Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum’at. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah. dimulailah babak baru perjuangan Islam. Menyampaikan wahyu Allah. hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Allah. tetapi Allah menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar. Namun pengejaran tetap dilakukan. dimana terjadi bai’at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW. meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau. namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan.masih juga dikejar. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. Begitu selesai melewati mereka. Dan sekedar 4 . Rasulullah SAW. akan keluar dari rumah sudah ditunggu orangorang yang ingin membunuhnya.Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. melainkan hari Minggu. Allah menolong hamba yang menolong agamaNya. dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa. Kalender Hijriyah adalah Kalender Ibadah kita Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya. Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita? 4.

5 . baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. Dzul Qo’dah.14.15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini." (Q.S. Firman Allah : "Peliharalah segala shalat mu. hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini. at Taubah :36).hurul Hurum). Dalam hal ini. yang banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Muharram dan Rajab Mudhar. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji. puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum’at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh dilakukan pada bulanbulan yang lain.” (HR.mengingatkan. yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah. hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Bukhari dan Muslim) Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin untuk berperang. al Baqarah :238) Nama Muharram secara bahasa. shalat Ashar mendapat perhatian khusus untuk kita jaga. dan peliharalah shalat wustha" (Q. Sebagaimana firman Allah Ta’ala : "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan. Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah ra. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk berbuat maksiat dan dosa. Begitu pula awal Puasa Ramadhan. Demikian pula penetapan hari raya kita. yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban. Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram a. Sebagaimana ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha. 5.S. termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut. dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi. berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya. diantaranya terdapat empat bulan haram. Dzul Hijjah. Bulan Haram Muharram.

Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa. yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut.” (H. beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura. Rasulullah. Sunnah Berpuasa Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro. sebagaimana istilah baitullah. Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya. Bukhari dan Muslim) 2.b. Yaitu ibadah puasa. terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw.R. yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Rasulullah saw.R.” (H. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra. diantaranya : 1. yang kita kenal dengan puasa Asyuro. (H. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. Bulan Allah Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW. Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan). maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Rasulullah pun bersabda : 6 . Bukhari dan Muslim) 3. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. tiba di Madinah. berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini. Pada hari Asyuro ini. dalam sebuah hadis. Ibnu Abbas ra berkata : "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. Muslim) c. Syaifullah dan sebagainya.R. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah). bersabda : “ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.

bersabda : "Puasalah pada hari Asyuro. Ibnu Abbas ra berkata : Ketika Rasulullah saw.Dalam riwayat lain. puasa tanggal 9 dan 10. Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh). hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. Adapun puasa tanggal 9 dan 10.11) . mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani".maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10) 2. dimana Rasulullah untuk puasa pada tanggal 9.Urutan pertama. Bagaimana Berpuasa di bulan Asyura ? Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada.Urutan kedua.R. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra."Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.10. kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan). Puasa sebanyak tiga hari (9.Urutan ketiga. dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini. tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang 7 . Sebagai kehati-hatian. Maka Rasulullah pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram. dinyatakan jelas dalam hadis pada akhir hidup beliau sudah merencanakanρyang shahih.10. puasa tanggal 10 saja.“ Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini. Bukhari dan Muslim) 4.“ (H. yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9. dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari. yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat.menjelaskan : . berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Rasulullah saw. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits . berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa.dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut : 1.R.

d. hal itu jangan sampai membawa kita larut dalamρmencintai keluarga Rasulullah kesedihan dan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk duka dengan yangρmemukulmukul diri. Secara umum. Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja. terjadilah peristiwa yang memilukan dalam di sebuah tempatρ cucu Rasulullah τsejarah Islam. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”. e. 8 . sebagian ulama memakruhkannya. pdahal kenyataanya tidak demikian. dan kita tentu mencintai danρapalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah memuliakannya. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat . menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin. hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu’awiyah. seperti meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti. meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut. Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya. Diantara Peristiwa di Bulan Muharram Pada tanggal 10 Muharram 61H. Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah). yaitu terbunuhnya Husein yang bernama Karbala. di tanah air sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan. Adat Istiadat di Tanah Air Pada awal Muharram. .Yahudi. meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain. membuang sesajian ke laut agar Sang Dewi penjaga laut tidak marah dan lain sebagainya. yang sering dikenal dengan istilah 1 Suro.sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah.

yang tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang kepada keduanya dengan mengikuti pemahaman para sahabat. wal'iyadzubillah. Semoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. amin ya rabbal 'alamin. Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau. adapun hal-hal baru dalam masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dalam menjalankan ibadah pada Allah. Ajaran yang dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita untuk menambah atau menguranginya. Oleh: Islamhouse team Indonesia 9 .telah mengajarkan pada kita agarρRasulullah memiliki jati diri sebagai seorang Muslim dalam kehidupan. tabi'in dan penerus mereka yang setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya. KejalanNya yang lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful