P. 1
Sistem Operasi

Sistem Operasi

|Views: 111|Likes:
sistem operasi
sistem operasi

More info:

Published by: Viriya Like Persahabatan on Jun 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Rumusan Masalah
  • 1.3. Tujuan penulisan
  • 1.4. Batasan Masalah
  • 1.5. Metode Penelitian
  • 1.6. Sistematika Penulisan
  • 2.1. Umum
  • 2.2.1. Saluran Distribusi Primer
  • 2.2.2. Transformator Distribusi
  • 2.2.3. Jaringan Distribusi Sekunder
  • 2.3.1. Defenisi manajemen Pemeliharaan
  • 2.3.2. Ruang Lingkup Pemeliharaan dan Tujuan Pemeliharaan
  • 3.1. Umum
  • 3.2. Pengertlan Pengaman
  • 3.3. Fungsi Pengaman
  • 3.4. Persyaratan Kualitas Sistem Proteksi
  • 3.5. Perlengkapan Pengaman Pada Jaringan Distribusi
  • 3.6. Gangguan
  • 3.7. Usaha - Usaha Mengurangi Jumlah Gangguan
  • 3.8. Akibat - Akibat Gangguan
  • 4) Feeder 4 Lasinrang
  • 5.1. Kesimpulan
  • 5.2. Saran

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010

Tugas Akhir studi jaringan distribusi oleh idris
BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini menyebabkan tingginya kebutuhan akan pemanfaatan energi di berbagai aspek kehidupan. Salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan hingga saat ini adalah sumber energi listrik. Energi listrik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan sumber energi lain, demikian juga sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan energi listrik merupakan salah satu pilihan utama pemakaian energi. Tingginya kebutuhan akan tenaga listrik tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem pengelolaan energi listrik, ini agar energi listrik tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik saat ini maupun di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan sistem tenaga listrik seperti desain sistem pembangkit, jaringan transmisi dan sistem jaringan distribusinya. Salah satu bagian dari sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen atau pelanggan adalah sistem distribusi. Sedangkan salah satu komponen sistem distribusi yang memegang peranan cukup penting dalam penyaluran daya adalah transformator dan jaringan distribusinya.

Sistem distribusi mempunyai fungsi yang penting sebagai komponen dari sistem tenaga listrik khususnya dalam penyaluran tenaga listrik kekonsumen maka perlu dilakukan suatu studi sebagai salah satu upaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan energi listrik terhadap konsumen (masyarakat).

1.2.

Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah sistem jaringan distribusi yang ada di PT. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto yang digunakan dalam upaya pendistribusian energi listrik ke masyarakat? 2. Bagaimanakah mengukur kapasitas daya transformator distribusi untuk 1 fasa dan 3 fasa? 3. Bagaimanakah sistem pemeliharaan yang dilakukan pada jaringan distribusi dan transformator pada PT. PLN (Persero) Ranting watang sawitto.

1.3.

Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui sistem jaringan distribusi yang ada di PT. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto yang digunakan dalam upaya pendistribusian energi listrik ke masyarakat? 2. Untuk mengetahui cara mengukur kapasitas daya transformator distribusi untuk 1 fasa dan 3 fasa? 3. Untuk mengetahui sistem pemeliharaan yang dilakukan pada jaringan distribusi dan transformator pada PT. PLN (Persero) Ranting watang sawitto.

1.4.

Batasan Masalah Studi jaringan distribusi pada PT.PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto difokuskan pada wilayah kota pinrang, meliputi :

1. Analisa terhadap hasil pengukuran triwulan (3 bulan) pada gardu bulan September 2010 2. Sistem pemeliharaan terhadap transformator dan jaringan distribusi yang digunakan

1.5.

Metode Penelitian a. Survey Survey adalah melakukan kunjungan atau pengamatan langsung pada PT. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penyusunan tugas akhir b. Wawancara Wawancara adalah mengadakan tatap muka atau wawancara secara langsung dengan pimpinan perusahaan serta beberapa staf personalia yang ada kaitannya dengan penyusunan tugas akhir ini. c. Studi literatur Studi literatur adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan studi dari buku-buku/pustaka yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penulisan ini

1.6.

Sistematika Penulisan Untuk menggambarkan mengenai isi penulisan Tugas Akhir ini maka penyusun menguraikan secara singkat sistematika penulisan pada tugas akhir ini yang dibagi dalam 5 (Lima) Bab, yaitu :

Bab I

Pendahuluan

Bab ini menguraikan secara singkat tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab II Tinjauan Pustaka

Dalam bab ini dipaparkan mengenai uraian umum, jaringan distribusi, gardu distribusi, dan transformator distribusi. Bab III Pengaman Pada Sistem Jaringan Distribusi

Dalam bab ini membahas tentang pengaman dan peralatan jaringan distribusi Bab IV Evaluasi Studi Jaringan Distribusi

Bab ini menguraikan secara singkat tentang jenis-jenis gardu distribusi dan sistem pemeliharaan terhadap transformator dan jaringan distribusi yang digunakan pada PT. PLN (Persero) Ranting watang sawitto Bab IV Penutup Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari penulisan ini.

Pada gardu induk distribusi. Dari gardu induk distribusi daya listrik di salurkan melalui jaringan distribusi primer diturunkan menjadi tingkat tegangan distribusi sekunder dengan harga kisaran antara 127 V sampai 380 V. Bagian ini dimulai dari gardu induk distribusi. Bagian distribusi merupakan bagian yang mendistribusikan daya listrik ke tiap-tiap beban. Distribusi tenaga listrik PT. F5 Jampue dan F6 Polewali. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto di suplai dari Gardu Induk Pinrang yang melayani 6 feeder. bagian transmisi. PLN (Persero) Ranting watang Sawitto sendiri membawahi 2 (dua) unit kantor pelayanan yaitu Kantor pelayanan Tiroang dan Kantor pelayanan Malimpung.1. F2 Kariango. tingkat tegangan subtransmisi di turunkan menjadi tingkat tegangan distribusi primer dengan kisaran antara 6 kV sampai 30 kV. Dari gardu distribusi selanjutnya daya listrik . dan bagian distribusi. yaitu F1 Langnga. PLN (Persero) Ranting watang Sawitto merupakan salah satu bagian yang di bawahi oleh PT. PLN (Persero) Cabang Pinrang Wilayah SULTANBATARA (Sulawesi selatan. Tegangan distribusi standar PLN adalah 20 kV. PT.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. F4 Lasinrang. F3 Tiroang. Tegangan standar distribusi PLN adalah 220/380 V. sulawesi barat dan sulawesi tenggara) dan PT. Umum Secara garis besar sistem tenaga listrik terbagi atas tiga komponen utama yaitu bagian pembangkit.

1). . Generator sinkron 6. Distribusi Tenaga Listrik Rel 150kV Saluran Transmisi Trafo 150kV/20kV Saluran Distribusi Primer Trafo 20kV/380kV Saluran Distribusi Sekunder Rel 20kV Rel 20kV Rel 20kV . 2. Jaringan distribusi berawal dari sisi sekunder transformator daya di gardu induk (GI) penerima dan kemudian melalui saluran tegangan menengah. Pada gardu distribusi di hubungkan dengan penyulang-penyulang. Melalui perangat hubung bagi (PHB) tegangan rendah. Gambar 2.1.didistribusikan kepada konsumen tegangan rendah. Disamping konsumen tegangan rendah terdapat juga konsumen tegangan menengah yaitu 20 kV dan konsumen tegangan tinggi 150 kV. tegangan menengah diubah menjadi tegangan rendah memalui transformator distribusi. Jaringan Distribusi Jaringan distribusi adalah suatu sistem jaringan yang berfungsi untuk menyalurkan energi lisrik dari pusat listrik hingga sampai ke rumah-rumah dan konsumen kecil lainnya (pelanggan).2. tenaga listrik di salurkan kesaluran udara tegangan rendah (SUTR) atau kabel bawah tanah tegangan rendah dan selanjutnya tenaga listrik tersebut memasuki instalasi beban.6 kV V Secara umum sistem penyaluran daya listrik dalam suatu sistem tenaga listrik dapat dilihat pada gambar (2.

Rel 20kV Beban Beba n Beba n Beban .

Saluran distribusi sekunder . Jaringan distribusi primer yang bertegangan menengah berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari gardu induk ke transformator distribusi yang terhubung ke beban industri. Secara umum komponen jaringan distribusi terdiri dari tiga bagian yaitu 1.Jaringan distribusi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik (energi listrik) dari gardu induk ke gardu distribusi dan mendistribusikan tenaga listrik tersebut kebeban. dibutuhkan perencanaan pengembangan optimum jaringan distribusi. Perencanaan ini harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku pada penyelengggara sistem yaitu PLN. Saluran distribusi primer 2. PLN (Persero) menjadi standar pokok yang selalu diutamakan dalam perencanaan jaringan distribusi sehingga menghasilkan perencanaan yang menguntungkan dari segi biaya dan memadai dari segi teknis. Jadi standarisasi yang di gunakan PT. Oleh karena itu. Transformator distribusi 3. Jaringan distribusi merupakan salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian dan pemeliharaan yang kontinyu.

1. maka timbul batasan-batasan dalam menentukan jaringan distribusi. Berdasarkan hal-hal tersebut. faktor keindahan dan keamanan. yaitu jenis beban ( beban domestic. Peralatan tersebut disusun menurut . sehingga kelangsungan pelayanan tetap terjaga. Dalam pemilihan bentuk jaringan distribusi ada beberapa faktor yang perlu di pertimbangkan. yaitu : a) Jatuh tegangan Jatuh tegangan antara titik awal dan titik akhir pada jaringan distribusi tidak boleh terlampau besar. b) Keandalan pelayanan Gangguan pada jaringan tidak boleh terlampau sering dan lama. Bagian-bagian dari sistem distribusi primer yaitu : a) Peralatan tegangan menengah pada gardu induk Gardu induk adalah kumpulan peralatan listrik yang disusun menurut pola tertentu yang dipengaruhi oleh fungsi masing-masing peralatan sehingga aliran daya listrik dapat berlangsung dengan baik. kepadatan beban.2. Saluran Distribusi Primer Pada jaringan distribusi primer ada beberapa bentuk struktur dari sistem bentuk struktur dari sistem.2. beban komersial atau beban industri). daerah (kota atau desa). Bentuk-bentuk dari jaringan distribusi primer ini tergantung dari jenis lokasi akan di pasang dan sesuai dengan kebutuhan. d) Biaya Biaya investasi jaringan tidak boleh terlampau mahal. c) Fleksibilitas jaringan Sistem jaringan distribusi mudah disesuaikan dengan perkembangan beban.

sehingga bisa dipasang di daerah pinggiran kota dimana harga tanah murah. Berdasarkan konstruksi gardu induk di klasifikasikan sebagai berikut : Gardu pasangan dalam Gardu induk tegangan tinggi seperti transformator utama. ekonomis dan keindahannya. - Gardu pasangan dalam Baik peralatan tegangan tinggi seperti transformator utama. dimana ada pengaruh kontaminasi garam Gardu induk pasangan setengah bawah tanah Gardu induk pasangan setengah bawah tanah ini merupakan gardu unduk jenis pasangan dalam dimana sebagian peralatan tegangan tingginya dipasang dibawah tanah.pola tertentu yang pada dasarnya merupakan pertimbangan dari segi teknis. maupun peralatan kontrol terpasang dalam gedung. peralatan penghubung dipasang di luar dan peralatan kontrol dipasang dalam gedung. Jenis gardu ini dipakai di : • • Pusat kota Daerah pantai. peralatan penghubung dan sebagainya. b) Penyulang utama . Jenis ini memerlukan tanah yang luas tetapi biaya konstruksinya murah dan pendinginnya mudah. Fungsi gardu induk adalah mengubah tegangan satu atau beberapa saluran transmisi menjadi satu atau beberapa tegangan primer.

yang dihubungkan melalui saklar pemisah ke rel utama yang diamankan sebuah sekering. Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer menjadi tegangan pelayanan dan mendistribusikan tenaga listrik kepada para pelanggan. Adapun jenis-jenis gardu distribusi dapat di golongkan menurut jenis pasangan dan jenis konstruksinya. c) Gardu distribusi Gardu distribusi adalah tempat untuk mendistribusikan tenaga listrik dengan merubah tegangan menengah menjadi tegangan rendah kemudian di salurkan ke konsumen. berfungsi untuk menghubungkan rel utama gardu distribusi dengan kabel luar (outgoing cable) menuju arah gardu hubung. Trafo distribusi. gunanya untuk menhubungkan kabel yang datang dari arah gardu induk (incoming cable) ke rel utama pada gardu. Secara umum peralatan-peralatan yang sering di temukan pada gardu distribusi (PLN Diklat ujung pandang 2000) : Isolating switch (saklar pemisah). Load break switch (saklar beban).Penyulang utama adalah jaringan distribusi radial yang merupakan saluran yang menghubungkan gardu induk dengan gardu trafo distribusi. sehingga penyulang ini berfungsi menyalurkan daya listrik dari gardu induk kegardu-gardu distribusi. Menurut jenis pasangan gardu distribusi di bagi dalam : .

Gardu ini digunakan untuk pemakaian sementara atau untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik dalam keadaan darurat. Gardu jenis ini di gunakan pada lokasi yang mengalami gangguan layanan beban dari gardu distribusi jenis lain. Gardu jenis tiang dibagi atas 2 macam. Begitu juga halnya dengan peralatan utama lainnya ditempatkan dalam box metal. yaitu dimana semua peralatan utamanya di tempatkan dalam ruangan tertutup. Menurut konstruksinya gardu distribusi dapat dikelompokkan sebagai berikut : - Gardu distribusi jenis besi (metal cland) Gardu distribusi di tempatkan pada suatu bagian peti logam yang didudukkan di atas pondasi beton dengan kapasitas 630 kVA. yaitu gardu distribusi yang semua peralatan utama sisi tegangan menengah dan transformator distribusi ditempatkan pada ruang terbuka.- Pasangan dalam. yaitu : . - Pasangan luar. - Gardu distribusi jenis mobil Gardu distribusi jenis mobil di bangun diatas sebuah kereta (trailler) atau semacam truk dan dapat berpindah-pindah. - Gardu distribusi jenis tiang Gardu distribusi jenis tiang adalah gardu distribusi yang dibangun dengan menggunakan tiang sebagai penyangga bagi peralatan .peralatan utama gardu dengan kapasitas kecil sampai kurang dari 200KVA. namun sebagian peralatan penghubung dan pengaman masih di tempatkan dalam ruangan tertutup.

beban yang besar. Akan tetapi keandalannya kurang baik. Bentuknya di tandai dengan penyulang utama yang keluar dari gardu induk dan bercabang-cabang menyerupai pohon. karena hanya dihubungkan pada suatu sumber melalui satu jalan saja. yaitu tiang dipasang dengan bentuk “H” dimana Transformator distribusi dan peralatan utama lainnya ditempatkan diantara dua tiang tersebut. Transformator distribusi diletakkan diatas lantai yang terbuat dari beton yang tebalnya tidak kurang dari 10 cm. sedangkan busbar dan lainnya dipasang didinding dengan menggunakan isolator sebagai penopang. Pemakaian gardu distribusi jenis konstruksi tiang menggunakan 4 tiang sesuai kondisi tanah yang beresiko tinggi terhadap longsor. ubin yang dapat menahan beban atau balok beton. Sehingga bila ada gangguan pada penyulang utama . • Dengan menggunakan 4 tiang. bata. untuk membuat platform sebagai tempat dudukan transformator distribusi sedangkan peralatan utama lainnya dipasang antara tiang lebih tinggi dari dua tiang lainnya.• Gardu dengan menggunakan 2 tiang. Jenis ini banyak digunakan untuk melayani beban . Ada beberapa macam struktur jaringan distribusi primer yang digunakan pada suatu sistem distribusi yaitu : a) Struktur radial Struktur radial merupakan struktur yang paling sederhana dari jenis struktur yang ada. Gardu distribusi jenis beton atau batu Gardu distribusi ini dibangun dengan diinding drop dan atap terbuat dari beton tertulang. karena strukturnya yang sederhana maka biaya konstruksi dan operasi lebih murah.

dekat gardu induk maka pelayanan daya secara keseluruhan akan terputus. Keterangan : : Circuit Breaket (CB) : Transformator daya Gardu distribusi 150/20kV Jaringan Tegangan Tinggi Jaringan Tegangan Menengah Feeder utama Gambar 2. Kemudian tidak dapat melayani daerah yang sangat luas atau terlalu jauh sebab semakin luas daerah yang dilayani oleh struktur ini semakin besar jatuh tegangan.2.Struktur Radial .

.

maka bagian jaringan yang mengalarni gangguan akan diisolir. . Struktur ini merupakan pengembangan dan bentuk radial. yang mana pada operasinya dapat bekerja sebagar sistem radial biasa yang saklar dayanya dalam keadaan terbuka. Jika terjadi gangguan. Struktur loop ini lebih mahal karena kapasitas dan konduktor yang digunakan harus sanggup untuk menanggung beban secara keseluruhan jika salah satu penyulang yang dekat gardu Induk mengalarni gangguan. Dengan demikian nampak bahwa keandalannva lebih baik dibandingkan dengan sistem radial dan struktur ini sering di pakai pada daerah pusat penduduk yang lokasinya rnenyerupai bentuk loop. kemudian saklar daya tertutup yang tenaga listriknya tetap dapat disalurkan.b) Struktur Loop (Ring) Struktur loop ini membentuk suatu jaringan tertutup yang dimulai dari gardu Induk melalui daerah-daerah beban dan kembali lagi ke gardu induk yang sama.

Bentuk struktur loop ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini : .

Faul t Gardu Distribusi 20kV/380 V CB 10 CB 6 CB 8 Beban Bus 20 kV Beban Gardu Distribusi 20kV/380 V CB 7 CB 9 CB 5 Bus 20 kV Gardu Distribusi 20kV/380 V Beban CB 11 CB 12 CB 13 CB 1 CB 3 CB 4 CB 2 GI 150/ 20kv Jaringan TT Gambar 2. Struktur Loop (Ring) .3.

.

Kemudian saklar daya di gardu hubung yang terhuhung ke penyulang tersebut tertutup. Bentuk struktur spindel ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini : . Sehingga daya listrik disalurkan rnelalui penyulang cadangan.c) Struktur Spindel Struktur spindel merupakan pengembangan dan struktur loop. Struktur ini memiliki sebuah penyulang cadangan dan sejumlah penyulang yang ditempati oleh gardu-gardu distribusi yang disebut sebagai penyulang kerja. jika terjadi gangguan pada salah satu penyulang kerja maka terlebih dahuIu gangguan diisolir. Pada struktur ini. Spindel berarti gelondong atan kumparan. Struktur spindel adalah suatu pola jaringan khusus yang ditandai dengan ciri adanya sejumlah kabel yang keluar dan suatu gardu induk (outgoing cable) menuju ke arah suatu titik temu yang disebut gardu hubung.

4.Gambar 2. Struktur Loop (Ring) Keterangan : : Circuit Breaker(CB) Bus 380V Bus 20 kV Bus 20 kV Saluran Distribusi Sekunder Transformator Distribusi 20kV/ 380V Saluran Distribusi Sekunder Beban Beban Bus 380V Beban Beban Beban Beban Bus 380V Bus 380V Bus 380V Bus 380V .

12 kV. • Tegangan sekunder yaitu tegangan nominal pada sisi sekunder transformator distribusi yang disesuaikan dengan tegangan distribusi sekunder yang berlaku di Indonesia. yaitu : a) Jumlah fasa Berdasarkan jumlah fasanya transformator dibagi dibagi atas 2 (dua) macam.2. Adapun tegangan jaringan distribusi primer yang berlaku adalah 6 kV. c) Daya nominal . transformator distribusi dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian yaitu : • Tegangan primer Transformator distribusi harus disesuaikan dengan tegangan nominal pada sistem jaringan distribusi primer yang berlaku. Transformator Distribusi Transformator distribusi adalah suatu transformator yang berfungsi menerima tegangan dari jaringan distribusi primer yang bertegangan menengah dan menurunkan tegangan tersebut ke tingkat tegangan rendah. yaitu : • • Transformator 3 fasa transformator 1 fasa b) Tegangan nominal Tegangan nominal adalah tegangan kerja yang mendasari perencanaan dan pembuatan instalasi serta peralatan listrik. yaitu 220/380 V. dan 20 kV. yaitu 220/380 volt Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transformator Distribusi yaitu.2.2. Berdasarkan tegangan nominalnya.

315 kVA. 250 kVA. 200 kVA.3. 1250 kVA. 400 kVA. rumusnya adalah PTot 3Φ = PR + PS + PT Dari hasilnya itu akan dijumlahkan dengan kapasitas trafo. namun sebelumnya.2. 800 kVA. 100 kVA. yang dirumuskan sebagai berikut : Kapasitas trafo = ∑ Daya terpasang + 30 % dan Daya terpasang Sedangkan kapasitas dan suatu transfomator distribusi untuk 1 fasa ditentukan oleh jumlah maksimum beban yang dilayani (daya yang terpasang) ditambahkan dengan perkembangan beban dikemudian hari (cadangan). yang dirumuskan sebagai berikut : PR = VN x IR PS = VN x IS PT = VN x IR Kemudian hasilnya dijumIahkan. terlebih dahulu rnenghitung daya yang terpasang (P). Kapasitas dari suatu transformator distribusi untuk 3 fasa ditentukan oleh jumlah maksimum beban yang dilayani (daya yang terpasang) ditambahkan dengan perkembangan beban dikemudian hari (cadangan). 1000 kVA. Berdasarkan daya nominalnya dapat di kelompokkan transformator distribusi sebagai berikut yaitu 50 kVA. P=IxV 2. dan 1600 kVA. Jaringan Distribusi Sekunder . 125 kVA. 500 kVA. 630 kVA. 75 kVA. Terlebih dahulu menghitung daya (P) setiap fasanya. 160 kVA.Daya nominal adalah daya yang mendasari pembuatan dan peralatan listrik.

pelaksanaan hingga pada fase pengendalian dan evaluasi. manajemen pemeliharaan yang dimaksud di sini adalah suatu proses kegiatan pemeliharaan yang meliputi rangkaian tahapan .1. antara lain : a) Pemeliharaan Preventif Pemeliharaan preventif adalah bentuk perneliharaan yang mencegah terjadinya kerusakan peralatan secara tiba-tiba dengan mempertahankan unjuk . Bentuk-bentuk pemeliharaan yang sering ditemui di lingkungan sehari hari. Penghantar pada jaringan sekunder terdiri atas dua macam. b) Penghantar berisolasi dipilin dengan penghantar fasa aluminium dan penghantar netral aluminium campuran.3.tahapan kerja yang teratur secara sistematis mulai pada fase perencanaan. Defenisi manajemen Pemeliharaan Secara umum. 2.Saluran sekunder berfungsi untuk rnenyalurkan daya listrik dan gardu distribusi ke rangkaian pemakai yang dihubungkan dengan panel . yaitu : a) Penghantar telanjang dan aIuminium campuran.3.panel pembagi beban. Jaringan sekunder pada sistern distibusi tenaga listrik adalah 220/380 Volt. Bagi JTR yang memerlukan kabel antara gardu ke tiang pertama digunakan kabel dengan kemampuan hantar arus (KHA) satu tingkat diatas kernampuan hantar arus penghantar telanjangnya. Manajemen Pemeliharaan pada Jaringan Distribusi dan Transformator 2.

peneraan dan pengetesan. pembersihan.pekerjaan pemeliharaan sesuai dengan saran (rekomendasi) dan hasil inspeksi. . yaitu : terencana dan tidak terencana. pembersihan. Pemeriksaan sistematis Pemeriksaan sistematis adalah pekerjaan pemeliharaan yang dimaksudkan untuk menemukan kerusakan atau gejala kerusakan yang tidak dapat ditemukan/diketahui pada saat pemeriksaan seperti penggantian. b) Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif dapat dibedakan dalam dua kegiatan. atau tahunan. pemeliharaan preventif dibedakan atas : Pemeriksaan rutin Pemeriksaan rutin adalah pemeriksaan jaringan secara visual (inspeksi) untuk kemudian diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan . Kegiatan pokok pemeliharaan preventif ditentukan berdasarkan pada periode waktu pemeliharaan triwulan. antara lain penggantian. Sedangkan berdasarkan tingkat kegiatan. Kegiatan terencana diantaranya adalah pekerjaan perubahan/ penyempurnaan yang dilakukan pada jaringan untuk memperoleh keandalan yang baik (dalam batas pengertian operasi) tanpa rnengubah kapasitas semula. peneraan dan pengetesan.kerja jaringan agar selalu beroperasi dengan keandalan dan efesiensi yang tinggi. Sedang kegiatan yang tidak terencana misalnya mengatasi kerusakan peralatan atau gangguan. semester.

buku petunjuk manual dan pabrik pembuat agar dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pemeliharaan peralatan distribusi. akuntansi dan pengelolaan material yang herhubungan dengan manajemen pemeliharaan agar berpedoman kepada surat edaran direksi atau surat edaran yang berlaku. . kebakaran. huru hara dan sebagainya. Menjamin bahwa energi listrik yang diterima pelanggan selalu berada dalam tingkat keandalan dan mutu yang baik. 2.2. tata laksana pengelolaan anggaran. Bila dipandang perlu agar membuat pedoman atau petunjuk teknis dalam pelaksanaan pemeliharaan. b) Tujuan Pemeliharaan Pemeliharaan transformator dan jaringan distribusi memiliki beberapa tujuan. Ruang Lingkup Pemeliharaan dan Tujuan Pemeliharaan a) Ruang Lingkup Pemeliharaan Dalam pemeliharan transformator dan jaringan distribusi. Disamping itu. antara lain : Menjaga dan merawat agar peralatan/komponen dapat dioperasikan secara optimal berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya. Menjamin agar peralatan atau kornponen tetap berfungsi dengan baik untuk menyalurkan energi listrik dan pusat listrik sampai ke konsumen (pelanggan/masyarakat).3.c) Pemeliharaan Khusus Pemeliharaan khusus atau disebut juga pemeliharaan darurat adalah pekerjaan pemeliharaan untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat force majeure seperti bencana alam.

Salah satu komponen yang penting untuk pengaman tenaga listrik adalah relai pengaman (protective relay). dan sebagainya. Relai pengaman adalah susunan piranti. Umum Pada saat terjadi gangguan ketidaknormalan pada sistem tenaga listrik. mutu. kualitas. BAB III PENGAMAN PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 3. Untuk mengatasi hal tersebut. serta dicapai keandalan. efektifitas dan efisiensi.Dengan demikian akan mencapai suatu tingkat keamanan yang tinggi baik keamanan manusia (petugas dan penduduk sekitarnya) maupun keamanan peralatan itu sendiri. misalnya adanya arus lebih.1. Jika dibiarkan. Jika bahaya itu muncul maka relai pengaman akan secara otomatis memberikan sinyal atan perintah untuk membuka pemutus tenaga (circuit breaker agar bagian yang . gangguan itu akan meluas keseluruh sistem sehingga bisa merusakkan semua peralatan sistem tenaga listrik yang ada. tegangan lebih. maka perlu diambil suatu tindakan untuk mengatasi kondisi gangguan tersebut. distribusi energi listrik yang optimal. baik elektronik maupun magnetik yang direncanakan untuk mendeteksi suatu kondisi ketidak normalan pada peralatan listrik yang bisa membahayakan atau tidak diinginkan. Mutlak diperlukan suatu sistem pengaman yang handal.

besaran yang diterimanya. seperti generator. sudut fase.peralatan yang terpasang pada sistem tenaga listrik. Relai pengaman dapat mengetahui adanya gangguan pada peralatan yang perlu diamankan dengan mengukur atau membandingkan besaran . Pemutus tenaga dalam hal ini harus mempunyai kemampuan untuk memutus arus hubung singkat maksimum yang melewatinya dan harus mampu menutup rangkaian dalam keadaan hubung singkat yang kemudian membuka kembali. . Alat tersebut kemudian akan mengambil keputusan seketika dengan perlambatan waktu membuka pemutus tenaga atau hanya memberikan tanda tanpa membuka pemutus tenaga. tegangan. impedansi.3. frekuensi. saluran kabel bawah tanah. dan sebagainya sesuai dengan besaran yang telah ditentukan. Di samping itu relai juga berfungsi untuk menunjukkan lokasi dan macam gangguannya. Fungsi Pengaman Sistem proteksi tenaga listrik adalah sistem proteksi yang dipasang pada peralatan peralatan listrik suatu sistem tenaga listrik. transformator. daya.2. 3. Berdasarkan data dan relai maka akan memudahkan kita dalam menganalisis gangguanya. bus bar.terganggu dapat dipisahkan dan sistem yang normal. dan lain sebagainya terhadap kondisi abnormal operasi sistem tenaga listrik tersebut 3. misalnya generator. Pengertlan Pengaman Sistem pengaman tenaga Iistrik merupakan sistem pengaman pada peralatan . misalnya arus. saluran udara tegangan tinggi.

menjadi sekecil mungkin. b) Cepat melokalisir luas daerah yang mengalami gangguan. maka perlu secepat mungkin dilakukan proteksi. Hal ini perlu suatu peralatan yang digunakan untuk . beban lebih. terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri.transformator. Sangat sulit bagi seorang operator untuk mengawasi gangguan gangguan yang mungkin terjadi dan menentukan CB mana yang dioperasikan untuk mengisolir gangguan tersebut secara manual. c) Dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumen dan juga mutu listrik yang baik. Semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang digunakan maka akan semakin sedikit pengaruh gangguan kepada kemungkinan kerusakan alat. Mengingat arus gangguan yang cukup besar. jaringan dan lain-lain. asinkron dan lain-lain. Pengetahuan Mengenai arus-arus yang timbul dari berbagai tipe gangguan pada suatu lokasi merupakan hal yang sangat esensial bagi pengoperasian sistem proteksi secara efektif. tegangan lebih. d) Mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik. Jika terjadi gangguan pada sistem. frekuensi sistem rendah. Kondisi abnormal jut dapat berupa antara lain: hubung singkat. para operator yang merasakan adanya gangguan tersebut diharapkan segera dapat mengoperasikan circuit-circuit breaker (CB) yang tepat untuk mengeluarkan sistem yang terganggu atau memisahkan pembangkit dan jaringan yang terganggu. Dengan kata lain sistem proteksi itu bermanfaat untuk : a) Menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan-peralatan akibat gangguan (kondisi abnormal operasi sistem).

semakin lama arus gangguan terus mengalir. Dan peralatan tersebut kita kenal dengan relai. 3. c) Kecepatan Operasi Sifat ini lebih jelas. yaitu: a) Selektivitas dan Diskriminasi Efektivitas suatu sistem proteksi dapat dilihat dan kesanggupan sistem dalam mengisolir bagian yang mengalami gangguan saja. Hal yang paling penting adalah perlunya membuka bagian-bagian yang terganggu sebelum generator generator yang dihubungkan sinkron kehilangan sinkronisasi dengan sistem. Dimana dimasa mendatang waktu ini hendak dipersingkat . Waktu pembebasan gangguan yang tipikal dalam sistem-sistem tegangan tinggi adalah 140 ms.4. Persyaratan Kualitas Sistem Proteksi Ada beberapa persyaratan yang sangat perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan sistem proteksi yang efektif. semakin besar kemungkinan kerusakan pada peralatan. b) Stabilitas Sifat yang tetap inoperatif apabila gangguan-gangguan terjadi diluar zona yang melindungi (gangguan luar).mendeteksi keadaan keadaan yang tidak normal tersebut dan selanjutnva rnenginstruksikan circuit breaker yang tepat untuk bekerja memutuskan rangkaian atau sistem yang terganggu.

menjadi 80 ms sehingga memerlukan relai dengan kecepatan yang sangat tinggi (very high speed relaying). f) Realiabiitas (keandalan) Sifat ini jelas. Dalam suatu sistem transmisi justru aspek teknis yang penting. Harga ini dapat dinyatakan dengan besarnya arus dalam jaringan aktual (arus primer) atau sebagai presentase dan arus sekunder (trafo arus). trafo dan sebagainya yang begitu banyak. asal saja persyaratan keamanan yang pokok dipenuhi. penyebab utama dan “outage” rangkaian adalah tidak bekerjanya proteksi sebagaimana mestinya (mal operation). memiliki trafo-trafo dan rele-rele tersendiri. Ada kemungkiuan suatu daerah kecil diantara . namun demikian pula sistem atau peralatan yang dilindungi dan jaminan terhadap kelangsungan peralatan sistem adalah vital. d) Sensitivitas (kepekaan) Yaitu besarnya arus gangguan agar alat bekerja. e) Pertimbangan ekonornis Dalam sistem distribusi aspek ekonomis hampir mengatasi aspek teknis. g) Proteksi Pendukung Proteksi pendukung (back up) merupakan susunan yang sepenuhnya terpisah dan yang bekerja untuk mengeluarkan bagian yang terganggu apabila proteksi utama tidak bekerja (fail). Proteksi relatif mahal. Tiap-tiap sistem proteksi utama melindungi suatu area arau zona sistem daya tertentu. oleh karena jumlah feeder. Sistem pendukung ini sedapat mungkin indenpenden seperti halnya proteksi utama. Seringkali hanya triping CB dan trafo -trafo tegangan yang dimiliki bersama oleh keduanya.

zona -zona yang berdekatan misalnya antara trafo-trafo arus dan circuit breakercircuit breaker tidak dilindungi. perlengkapan utama pada sistem distribusi tersebut antara lain: a) Penghantar Penghantar Berfungsi sebagai penyalur arus listrik dan trafo daya pada gardu induk ke konsumen. Perlengkapan Pengaman Pada Jaringan Distribusi Jaringan distribusi yang baik adalah jaringan yang memiliki perlengkapan dan peralatan yang cukup lengkap. baik itu peralatan guna kontruksi maupun peralatan proteksi. peratan peralatan proreksi dipasangkan diatas tiang-tiang listrik berdekatan dekat letak pemasangan trafo. 3. b) Recloser Recloser Berfungsi untuk memutuskan saluran secara otomatis ketika terjadi gangguan dan akan segera menutup kembali beberapa waktu kemudian sesuai dengan setting waktunya. Kebanyakan penghantar yang digunakan pada sistem distribusi Begitu juga dengan beberapa kawat jaringan bawah tanah. . Biasanya alat ini disetting untuk dua kali bekerja. berarti telah rerjadi gangguan permanen. yaitu dua kali pemutusan dan dua kali penyambungan Apabila hingga kerja recloser yang kedua keadaan masih membuka dan menutup.5. Untuk jaringan distribusi sistem saluran udara.

menahan tegangan langsung. f) Isolator Isolator Berfungsi untuk melindungi kebocoran arus dan penghantar. .c) Fuse Fuse Berfungsi untuk memutuskan saluran apabila terjadi gangguan beban lebih maupun adanya gangguan hubung singkat. Pemutusan dapat terjadi karena adanya gangguan sehingga secara otomatis PMT akan membuka ataupun secara manual diputuskan karena adanya pemeliharaan jaringan. d) PMT PMT Berfungsi untuk memutuskan saluran secara keseluruhan pada tiap output. g) Relai Arus Lebih Relai Arus Lebih Berfungsi berdasarkan adanya kenaikan arus yang melebihi suatu nilai pengaman tertentu dan jangka waktu tertentu. e) Transformator Transformator Berfungsi untuk menurunkan level tegangan sehingga sesuai dengan tegangan kerja yang diinginkan.

sehingga menyebabkan putusnya aliran daya yang melalui PMT tersebut. Yang bersifat Temporer ditandai dengan normalnya kerja PMT setelah dimasukkan kembali. Ditinjau dan sifatnya. Gangguan permanen bisa disebabkan karena ada kerusakan peralatan sehingga gangguan ini baru hilang setelah kerusakan ini diperbaiki atau karena ada sesuatu yang mengganggu secara permanen misalnya dahan yang menimpa kawat fasa dan saluran udara dan dahan ini perlu diambil terlebih dahulu untuk dapat memasukkan kembali PMT secara normal dalam arti bahwa PMT tidak akan trip kembali. Untuk bagian sistem yang tidak dilengkapi PMT misalnya yang diamankan dengan sekering. Gangguan temporer yang terjadi berkali . ada gangguan yang bersifat temporer dan ada yang bersifat permanen. maka gangguan adalah kejadian yang menyebabkan putusnya hubungan (bekerjanya) sekering. sebab Gangguan hilang dengan sendirinya setelah PMT trip.6. . Gangguan Yang dimaksud dengan gangguan dalam operasi sistem tenaga listrik adalah kejadian yang menyebabkan bekerjanya relai dan menjatuhkan Pemutus Tenaga yang melalui (PMT) diluar kehendak operator. Sedangkan pada gangguan temporer.3.kali dapat menyebabkan timbulnya kerusakan peralatan dan akhirnya menimbulkan gangguan yang permanen sebagai akibat timbulnya kerusakan pada peralatan tersebut. Gangguan permanen baru dapat diatasi setelah penyebab Gangguannya dihilangkan. yang bersifat permanen ditandai dengan bekerjanya kembali PMT untuk memutus daya listrik (dalam praktek dikatakan PMT trip kembali).

selama ini mungkin dilakukan dengan mengatur alokasi pembangkitan dalam sistem sehingga apabila SUTT tersebut mengalami gangguan diharapkan tidak menimbulkan Gangguan Kaskade.relay) secara periodik dan juga segera setelah ada laporan yang menyatakan keraguan atas kerjanya suatu relai.Usaha Mengurangi Jumlah Gangguan Karena gangguan dalam sistem tenaga listrik adalah hal yang tidak diinginkan tetapi tidak dapat dihindarkan. Usaha . maka perlu dilakukan usaha usaha untuk mengurangi jumlah gangguan dengan memperhatikan hasil analisa gangguan. - Dalam Operasi Real Time mengikuti perkembangan cuaca khususnya yang menyangkul petir karena penyebab gangguan terbesar adalah petir. - Memeriksa alat . diusahakan mengurangi bebannya. - Membuat rencana operasi yang mencakup butir hal diatas serta juga memperhatikan agar tidak akan ada bagian . .Usaha untuk mengurangi jumlah gangguan dapat dilakukan dengan : - Merencanakan dan melaksanakan pemeliharaan peralatan sesuai dengan bukti instruksi pemeliharaan.bagian instalasi yang mengalami beban lebih. sehingga terjadinya Forced Outage dapat sebanyak mungkin dicegah.7. Jika diketahui bahwa daerah suatu SUTT sedang banyak petir. Usaha .alat pengaman (Relay .3. Kerjanya relay yang baik diperlukan untuk mencegah kerusakan peralatan maupun untuk rnencegah luasnya gangguan.

tanaman juga merupakan sumber gangguan yang utama karena SUTM dan SUTR tidak mempunyai jalur khusus yang bebas tanaman seperti halnya pada SUTT 150 KV. PMT adalah alat yang bertugas langsung memutus arus hubung . Transformator arus terbakar bahkan mungkin juga. - Pada SUTM dan SUTR. Gangguan sesungguhnya merupakan peristiwa hubung singkat baik antar fasa maupun antara fasa denga tanah. Akibat . isolator pecah. 70 KV dan 30 KV sehingga untuk SUTM dan SUTR perlu ada pemeliharaan yang intensif agar pada jalurnya tidak terdapat tanaman yang menyentuh penghantar. 3. Untuk ini diperlukan analisa dan evaluasi secara tenis menerus mengenai perkembangan sistem.Akibat Gangguan Gangguan bisa disebabkan adanya peralatan yang rusak yang merupakan akibat gangguan.8. - Mengembangkan sistem seirama dengan pertumbuhan beban sehingga dapat dicegah terjadinya beban lebih dalam sistem. transformator tenaga atau generator dapat terbakar. - Karena salah satu sumber gangguan yang utama adalah kesalahan montage (pemasangan) peralatan maka perlu ada pendidikan dan latihan secara terus menerus dengan tujuan agar kesalahan montage peralatan dapat dihindarkan. Apabila peristiwa hubung singkat ini tidak segera dihilangkan maka hal ini bisa merusak peralatan seperti kawat penghantar putus. Yang bertugas menghentikan peristiwa hubung singkat ini adalah Relay dan PMT.- Menandakan analisis gerakan untuk menemukan sebab gangguan dengan tujuan sedapat mungkin mencegah atau mengurangi kemungkinan terulangnya gangguan yang serupa.

Data pengukuran yang diperoleh dalam studi ini yaitu data pada triwulan 3 bulan September 2010.kerusakan sebagai akibat gangguan.singkat maka PMT memerlukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin khususnya apabila sudah sering mernutus arus hubung singkat yang besar agar PMT tidak mengalami kerusakan . hal ini dimaksudkan agar pihak PLN dapat mengantisipasi timbulnya rugi-rugi tegangan. BAB IV EVALUASI HASIL STUDI 3. pada tiap feeder di lakukan pertriwulan yaitu sekali dalam 3 bulan. Pengukuran Beban Gardu Distribusi PT. mengetahui kapasitas Iayanan tiap gardu dan lain sebagainya untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan energi listrik ke masyarakat (konsumen) khususnya masyarakat kabupaten Pinrang. Gardu Induk Pinrang melayani 6 feeder. Dan hasiI pencatatan pada setiap gardu distribusi dapat diketahui kondisi beban yang didistribusikan kepada konsumen apakah kondisi beban normal/seimbang atau tidak.1. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto mendapat suplai tegangan dari gardu induk (GI) Pinrang. yakni : 1) Feeder 1 Langnga 2) Feeder 2 Kariango 3) Feeder 3 Tiroang 4) Feeder 4 Lasinrang 5) Peeder 5 Jampue 6) Feeder 6 Polewali Pengukuran terhadap setiap gardu distribusi. .

Analisa Hasil Pengukuran a.2. maka trafo yang layak digunakan adalah trafo yang berkapasitas 50 kVA.69 kVA Keterangan : P V I = Daya = Tegangan = Arus  Penentuan kapasitas trafo Kapasitas trafo = ∑ Daya terpasang + 30 % dan Daya terpasang = 23. Untuk trafo 1Φ P=VxI = 206 x 115 = 23690 VA = 23.107 = 30.797 kVA Jadi daya yang digunakan adalah 30.797 kVA.3. Untuk trafo 3 Φ PR = VN x IR = 220 x 125 = 27500 PS = VN x IS = 220 x 150 .69 + 7. b.

maka trafo yang layak digunakan adalah trafo yang berkapasitas 160 K VA .= 33000 PT = VN x IR = 220 x 250 = 55000 PTot 3Φ = PR + PS + PT = 27500 + 33000 + 55000 = 115500 = 115.500 Kv Jadi daya yang digunakan adalah 115.500 KVA.

3. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto a. • Informasi atau data asset jaringan distribusi Data aset laringan distribusi yang dipenlukan untuk menyusun program dan memprioritaskan pemeliharaan fisik jaringan.) Wilayah SULTAN BATARA Cabang Pinrang. • Peningkatan kemampuan petugas pelaksana pemeliharaan . Sistem Pemeliharaan terhadap Transformator dan Jaringan Distribusi yang Digunakan pada PT.3. Ranting Watang Sawitto  Strategi pemeliharaan Pemeliharaan Pemeliharaan terhadap transformator dan jaringan distribusi dilaksanakan secara proaktif dengan mengutamakan tindakan preventif yang bertujuan untuk mcncegah terjadinya gangguan dan pada tindakan reprensif dalam mengatasi gangguan. Strategi dan Dasar Kebijakan Pemeliharaan Transformator dan Jaringan distribusi di PT PLN (Persero. misalnya : narma peralatan. tipe atau jenis peralatan. tahun pembuatan. yaltu • Komitmen dan peran serta pimpinan Ranting dan semua unit yang terkait dalam pelaksanaan pemeliharaan tersebut. tahun operasi dan jumlah atau panjang aset dan sebagainva yang dianggap penting bagi pengelolaan jaringan distribusi. spesifikasi atau merek. disamping itu. Untuk itu diperlukan beberapa hal. buku petunjuk atau manual dari pabrik pembuat perlu disimpan dan dikelolah secara baik sebagai bagian dan data aset jaringan.

Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan agar diupayakan secara swakelolah yaitu dilaksanakan sendiri oleh petugas pemeliharaan PLN. Dalam kondisi kurangnya petugas pemeliharaan. Sehagai tolak ukur keherhasilan pemeliharaan dapat dilihat dari beberapa aspek. Pekerjaan pendukung yang tidak memiliki keahlian atau pekerjaan yang memerlukan tenaga kasar dapat diserahkan pada pihak ketiga. OIeh karena itu. peningkatan kemampuan petugas pelaksana. kaderisasi petugas juga harus dilakukan.Program pemeliharaan harus dilaksanakan oleh petugas yang terampiI dalam bidangnya. Untuk perencanaan karir. • Pemeliharaan transtormator dan jaringan distribusi yang dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki PLN. baik keterampilan teknis maupun manajemen harus dilaksanakan secara haik dan berkesinambungan. disamping itu pembinaan terhadap mitra kerja (kontraktor listrik/KUD) yang menangani pcmeliharaan merupakan kewajiban PLN.  Dasar kebijakan . antara lain : Berkurangnya jumlah gangguan Berkurangnya jumlah jurusan yang bertegangan di bawah standar pada gardu gardu (transformator). maka pekerjaan pemeliharaan seluruh atau sebagian dapat dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan supervise oleh PLN. Berkurangnya pengaduan pelanggan yang berhubungan dengan mutu dan kualitas penyaluran tenaga listrik.

Perencanaan Pemeliharaan Transformator dan Jaringan distribusi di PT PLN (Persera) Wilayah SULTAN BATARA Cabang Pinrang. Sasaran yang dimaksud dapat berupa unjuk kerja dari jaringan. Tujuan pemeliharaan transformator dan jaringan distribusi hanya dapat terlaksana dengan adanya kesadaran.  Sasaran Dalam membuat rencana pemeliharaan untuk suatu periode tertentu (tahunan) harus ditetapkan sasaran yang ingin dicapai atas hasil pemeliharaan. d. semester. Ranting Watang Sawitto. . c.PengambiIan kebijakan terhadap pemeliharaan transformator dan jaringan distribusi didasarkan pada metode pemeliharaan yang berlandaskan pada periode waktu dan kondisi.  Pemanfaatan anggaran pemeliharaan yang dinyatakan dalam bentuk rasio-rasio secara kuantitatif  Kegiatan pokok Kegiatan pokok pemeliharaan preventif ditentukan berdasarkan periode dan waktu pemeliharaan. yaitu triwulan. Ranting Watang Sawitto. Tanggung Jawab Pemeliharaan Transfamator dan Jaringan distribusi PT PLN (Persero) Wilayah SULTAN BATARA Cabang Pinrang. atau tahunan. sikap proaktif dan rasa tanggung jawab dan seluruh pimpinan Ranting sampai kepada unit-unit terkecil guna melaksanakan manajemen pemeliharaan dengan sebaik-baiknya. seperti :  Jumlah gangguan  Jumlah jaringan atau gardu yang bertegangan di bawah standar.

JTM dan JTR yang ada harus direncanakan dan dilakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan sistematis pada jaringan distribusi hanya di kenal pada gardu dan Jaringan tegangan menengah lengkap dengan peralatanya. maka semua keadaan fisik Gardu. Sesuai dengan periode pemeriksaan. a) Pemeliharaan rutin Pemeliharaan rutin dilaksanakan dengan pengamatan secara visual. Dengan demikian suatu jaringan dinyatakan sudah dilakukan pemeriksaan rutin apabila jaringan tersebut sudah diperiksa secara visual (inspeksi) dan sarannya sudah dilaksanakan (kecuali saran yang sifatnya perubahan dan penyempurnaan atau rehabilitasi).Untuk pemeliharaan kolektif kegiatannva disesuaikan dengan kerusakan atau gangguan yang terjadi dan macari pekeraan yang dilakukan. b) Pemeliharaan sistematis Pekerjaan ini dilakukan lebih teliti dan lebih luas dari pada pemeriksaan rutin dan malahan bisa sampai pada tahap bongkar pasang. Dengan rnelaksanasan pemeriksaan rutin diharapkan dapat ditemukan hal-hal atau kelainan yang dicurigai atau dikhawatirkan dapat mengakibatkan timbulnya gangguan sebelum periode pemeriksaan rutin berikutnya. BiIa diperlukan pemeriksaan sistematis dapat diikuti dengan pengujian. penyempurnaan dan rehabilitasi. begitu pula dengan melaksanakan pekerjaan yang disarankan kecuali saran . c) Pemeliharaan terpadu . misalnya : perbaikan dan rehabilitasi.saran yang Sifatnya perubahan.

b) Manusia Setiap cabang atau ranting harus mempunyai regu pemeliharaan yang telah dididiik sesuai tugas dan tanggung jawabnya.Pemeliiharaan di lakukan secara terpadu. Persediaan pada tingkat minimum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan perneliharaan rutin selama 1 (satu) bulan serta persediaan untuk mengatasi gangguan. maka pengadaan dengan jumlah yang besar tidak diperlukan. c) Peralatan Kerja Peralatan kera maupun peralatan keselamatan kerja. . perbaikan atau penggantian yang rusak. Setiap rencana pekerjaan pemeliharaan harus mencakup jumlah dan tingkat keahlian personil serta dipimpin oleh penyelia (supervisor) selaku penanggung jawab. Jenis perawatannya antara lain : penyimpanan. karena pada umumnya material ini mudah diperoleh di pasaran dan harganya relatif murah. artinya pemeliharaan penyulang TM (SUTM) berikut gardu distribusi beserta jaringan tegangan rendah yang terkait pada penyulang tersebut dilakukan secara serentak dan apabila memungkinkan pemeliharaan jaringan tegangan menengah dipadukan dengan pekerjaan disisi pembangkit dan gardu induk.  Sumber Daya a) Material Kebutuhan material pemeliharaan (fast moving) harus direncanakan dengan baik. baik kualitas maupun kuantitas harus tersedia. Peralatan kerja harus dirawat dengan baik.

Ranting Watang Sawitto  Persiapan Prosedur pelaksanaan pcmeliharaan fisik harus dilaksanakann sesuai dengan tahapan sebagai berikut : a. Pelaksanaan pemeliharaan Transformator dan Jaringan Distibusi pada PT. PLN (Persero) Wilayah SULTAN BATARA Cabang Pinrang. Jadwal Pemeliharaan Perencanaan pemeliharaan harus memperhatikan waktu atau jadwaI yang dapat mempengaruhi antara lain : Keandalan jaringan Program kerja pemeliharaan gardu induk atau pcembangkit listrik yang terisolated. Hari . Persiapan .hari penting nasional Permulaan Musim Hujan Jadwal Pemeriksaan Pengukuran Rutin Secara Periodik jadwal pemeriksaan rutin di tetapkan sebagai berikut : Gardu distribusi JTM dan Peralatan JTR Sambungan Rumah : Sekurang – kurangnya 1 x 1 Tahun : Sekurang – kurangnya 1 x 1 Tahun : Sekurang – kurangnya 1 x 1 Tahun : 3 – 5 Tahun sekali e.

Personil (jumlah dan kualitasnya).Hal – hal yang perlu disiapkan untuk melaksanakan rencana.  Perintah kerja Perintah kerja berisikan : Perincian kerja yang akan dilakukan . Pengambilan data operasi sebelum dan sesudahnya. b. Waktu pemadaman harus sesingkat mungkin dan tidak berulang-ulang. ringkas dan mudah dimengerti. buku manual. kedua peralatan tersebut harus dikuasai oleh para peIaksana antara lain : ketentuan peraturan dan petunjuk yang berlaku. Koordinasi Koordinasi harus dilakukan dengan bagian yang terkait maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya dan menunjuk seorang pejabat sebagai koordinator. Jadwal Pemadaman Pengaturan jadwal pemadaman (untuk kegiatan pemeliharaan yang memerlukan pemadarnan) harus disampaikan pada masyarakat 3 (tiga) hari sebelum hari H pernadaman melalui media masa. • Material pemeliharaan (jumlah. pemeliharaan adalah sehagai berikut : • Sumber daya Perangkat kerja baik perangat lunak maupun perangkat keras. Harus memperhatikan lingkungan dan K3. kualitas dan lokasi penempatannya). Komunikasi harus dilakukan dengan bahasa yang jelas. formulir isian serta sarana kerja.

pembersihan.  Pencatatan Kegiatan pemeliharaan harus dicatat dengan jelas dan benar. pengukuran. Kalibrasi koordinasi nilai dan memperhatikan Iingkungan dan K3. antara lain : • • • • • • • • Pemakaian material Pemakaian waktu Pemakaian biaya Pemakaian sumber daya manusia Pemakaian energy Unjuk kerja pemliharaan Penyimpangan dan temuan yang ada Kejadian tentang K3 . memperhatikan koordinasi dan komunikasi.  Pengujian Petugas pemeliharaan dalam melaksanakan pengujian harus mengacu pada perintah kerja dan prosedur yang berlaku.- Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan pemeliharaan fisik Jumlah personil pelaksana dan penyelia Organisasi pelaksana pemeliharaan Anggaran pelaksanaan  Pelaksanaan Pekerjaan Mengacu pada perintah kerja. perbaikan dan pemasangan kembali sesuai dengan buku manual dan petunjuk. penggunaan peralatan kerja yang benar. Pembongkaran.

waktu kerja dan sebagainya. maka peralatan tersebut disimpan pada tempatnya dan dirawat dengan baik dan benar. pada setiap pelaksanaan pemeliharaan harus dibersihkan kotoran— kotoran yang ditimbulkan dan pekerjaan tersebut.  Unit Gardu Bergerak Unit Gardu Bergerak (UGB) adalah instalasi gardu distribusi khusus yang mobile sebagai unit gardu wing dapal dipindahkan sesuai dengan kebutuhan penggunaannya. Dengan penggunaan UGB pemadaman instalasi listrik di sisi pelanggan pada pelaksanaan pemeliharaan instalasi gardu dapat di hindari  Aspek Lingkungan Pelaksanaan pemeliharaan harus memperhatikan dampak Iingkungan. Apabila tidak digunakan. penggunaan peralatan keselamatan kerja harus memenuhi syarat. Persyaratan kerja misalnya kondisi kesehatan petugas. Untuk itu.  Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti peraturan atau prosedur K3. kondisi tempat kerja. Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan Pemeliharaan pada SUTM dan SUTR dapat dilakukan dengan menerapkan PDKB khususnya penyaluran yang memasok kawasan industri dan kawasan bisnis dan VIP. .

sistematis dan kulitatif sedemikian rupa sehingga dapat memberi gambaran kondisi peralatan. Proses masing – masing laporan harus jelas. perbaikan dan penggantian komponen peralatan beserta biaya .Pengamanan penyimpangan lingkungan dan kerja harus kerja diiperhatikan.biayanya.  Pelaporan Laporan pemeliharaan harus dibuat secara ringkas. f. aman. pengamanan terhadap orang yang tidak berkepentingan dan sebagainya.  Pengawasan Untuk peningkatan kulitas dan efisiensi jaringan distribusi harus dilakukan pengawasan secara terus menerus meliputi pengawasan teknis dan non teknis. efektif dan efisien. PengendalianPemeliharaan Transformator dan Jaringan distribusi di PT PLN (Persero) Wilayah SULTAN BATARA Cabang Pinrang. alat pemadam misalnya : barang peralatan kebakaran. . Hambatan selama pelaksanaan pemeliharaan harus dievakuasi baik hambatan teknis maupun non teknis. Ranting Watang Sawitto Kegiatan pengendalian mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pemeliharaan sekaligus merupakan masukan untuk penyempurnaan kegiatan pemeliharaan berikutnya. sehingga kelancaran penyediaan penyaluran tenaga Iistrik Iebih terjamin. Jenis dan distribusi laporan harus diatur sesuai dengan jenjang jabatan struktural sedemikian rupa sehingga jenis laporan dapat dibedakan baik yang bersifat informasi (laporan rekapitulasi ) maupun yang dipergunakan untuk evaluasi Iebih lanjut (laporan rinci).

jadwal. biaya material dan jasa. . yaitu : • • • Berkurangnya jumlah gangguan Berkurangnya jumlah gangguan yang diadukan pelanggan Berkurangnya jaringan dan gardu yang bertegangan di bawah nominal. jenis dan lama evaluasi dilakukan terhadap : Efektifitas penggunaan dana dengan mengukur : jumlah gangguan penyulang.  Indikator Untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pemeliharaan diperlukan pengukuran atau indikator yang berkaitan dengan keandalan dan efisiensi jaringan. Eflsiensi penggunaan dana seperti Realisasi anggaran pemeliharaan per kms SUTM Realisasi anggaran pemeliharaan per kms SUTR Realisasi anggaran pemeliharaan per gardu Realisasi anggaran pemeliharaan per SR Realisasi anggaran peml iharaan per kWh jual Realisasi jumlah ganguan dan efisiensi pendanaan pemeliharaan harus ditetapkan menjadi kinerja PLN cabang atau ranting. Evaluasi Data laporan pcmeliharaan harus dievaluasi terhadap rencana perneliharaan untuk mengetahui adanya penyimpangan yang terjadi meliputi formulir isian. per panjang JTR dan pelanggan per SR. per gardu.

2. . Untuk memperoleh ketelitian data hasil pencatatan pada setiap gardu distribusi diperlukan keseriusan dalam mengamati hasil pendataan pada alat ukur gardu distribusi. maka dapat di tarik beberapa kesimpulan yaitu : 1. Jaringan distribusi ini digunakan untuk mendistribusikan energy listrik keseluruh masyarakat kabupaten pinrang. Saran 1. PLN (Persero) Ranting Watang Sawitto. Sistem pemeliharaan yang dilakukan pada jaringan distribusi dan transformator pada PT. transformator distribusi dan saluran distribusi sekunder. Jaringan distribusi yang digunakan pada PT.BAB V PENUTUP 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi yang telah di lakukan pada PT.1. PLN (Persero) Ranting watang sawitto terdiri dari saluran distribusi primer. 5. PLN (Pesero) Ranting watang sawitto dilakukan secara rutin dan proaktif yang bertujuan untuk mengutamakan tindakan preventif yang bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan dari pada tindakan reprensif dalam mengatasi terjadinya gangguan. 3. 2. Kapasitas dari suatu transformator distribusi untuk 3 fhasa dan 1 fhasa ditentukan oleh jumlah beban yang dilayani ditambahkan dengan perkembangan beban dikemudian hari.

khususnya dalam upaya peningkatan pelayanan tenaga listrik kepada masyarakat dimasa sekarang hingga dimasa yang akan data . Dibutuhkan studi yang lebih lanjut demi kesempurnaan isi penulisan ini.2.

Cetakan Kedua. . Penerbit Aksara Persada Indonesia. 1986. abdul. 2000. Sistem Distribusi Daya Listrik. Ir. Jakarta. Penerbit Erlangga. Weedy. A. 2000 Kadir. Pabla. B. PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik ). Elex Media Komputindo Gramedia.M. Jakarta. Transformator.S. Edisi Ketiga.. Abdul Hadi. Badan standarisasi nasional. Ir.DAFTAR PUSTAKA Diktat PLN undiklat ujung pandang. 1991. PT. 1978 Sistem Tenaga Listrik. frof.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->