ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK LANSIA

DISUSUN OLEH: 1. AMANDA PUSPITA (07.01.20.0002) 2. BILLY INDRA RAHARJO (07.01.20.0008) 3. MEGA KRISTIANA SUSANTI (07.01.20.0028)

DEPARTEMEN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES MALANG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN LAWANG 2010

LAPORAN PENDAHULUAN KONSEP DASAR LANSIA
A. PENGERTIAN Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas (Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999;8). Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994).

Lansia atau lanjut usia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Pada Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process. Ilmu yang mempelajari fenomena penuaan meliputi proses menua dan degenerasi sel termasuk masalah-masalah yang ditemui dan harapan lansia disebut gerontology (Cunningham & Brookbank, 1988). Pengertian lain mengatakan bahwa gerontology adalah ilmu yang mempelajari , membahas, meneliti segala bidang yang terkait dengan lanjut usia, bukan saja mengenai kesehatan namun juga mencakup soal kesejahteraan, pemukiman, lingkungan hidup, pendidikan, perundang-undangan dan sebagainya ( Yosaputra, 1987). Gerontology berasal dari kata Geron/Geronto ( bahasa yunani) yang berarti orangtua dan logos = ilmu. Sedangkan Geriartri merupakan bagian dari ilmu kedokteran untuk orang lanjut usia. Geriartri berasal dari kata Geros yang berarti lanjut usia dan eatriea = kesehatan. Yosaputra (1987) mendefinisikan Geriatri sebagai ilmu yang mempelajari, membahas, meneliti proses menua dan segala macam penyakit jasmani dan rohani yang mungkin mengenai manusia lanjut usia, serta

Aplikasi secara praktis Keperawatan gerontik adalah dengan menggunakan proses keperawatan (pengkajian. Mempunyai kompetensi klinis sebagai basis tindakan keperawatan 4. implementasi dan evaluasi). Mampu bekerja sama dengan tim kesehatan lain. antara 75-90 tahun Very old. Menghargai keunikan kelompok lanjut usia 3. preventif maupun terapeutik bagi klien lanjut usia.perencanaan. Middle old: 75-84 tahun 3. BATASAN-BATASAN LANSIA WHO mengelompokkan lansia menjadi 4 kelompok yang meliputi : 1. Midle age (usia pertengahan) yaitu kelompok usia 45-59 tahun Elderly. lebih dari 90 tahun Klasifikasi lansia berdasarkan kronologis usia. 4.bagaimana cara mencegah dan mengobatinya. Geriatri juga bisa diartikan sebagai cabang dari ilmu kedokteran yang mempelajari aspek-aspek klinis. Mampu berkomunikasi dengan baik 5. psiko dan sosial serta dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan penekanan pada upaya prevensi dan promosi kesehatan sehingga tercapai status kesehatan yang optimal bagi lanjut usia. antara 60-74 tahun Old. Memahami perubahan degeneratif secara fisik dan psikososial pada lansia 6. Old-old: >85 tahun (Wold: Basic Gerontology nursing) . 2. yaitu : 1. Keperawatan gerontik didefinisikan sebagai ilmu yang membahas fenomena biologis. 3. diagnosa keperawatan. Seorang perawat yang sedang menangani atau memberikan asuhan keperawatan lansia setidaknya harus memperhati kan hal-hal berikut : 1. B. Mampu membina hubungan yang terapeutik pada lansia 2. Young old: 60-75 tahun 2.

paranoid. antara 25 -40 tahun 2. Merindukan masa lalu f. Konservatif dan kemunduran Mitos: Pandangan bahwa lansia pada umumnya.Menurut Dra. Tidak kreatif c. depresi. Fase verilitas. merumuskan bahwa seseorang dapat dinyatakan sebagai orang jompo atau lanjut usia setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun. antara 55 – 65 tahun 4. Susah untuk berubah . masalah psikotik. 2. Konservatif b. Menolak inovasi d. Fase iuventus. C. lebih dari 65 tahun Sedangkan menurut Undang-undang No. MITOS TERHADAP LANSIA 1. 4 Tahun 1965 pasal 1. Berorientasi ke masa silam e. Fase senium. Fase prasenium. a. Kembali ke masa kanak-kanak g. kekhawatiran. menikmati hasil kerja Kenyataan : Sering stress karena kesulitan biayandan keluhan-keluhan lain karena menderita penyakit misal. Jos Masdani (Psikolog UI) lansia merupakan kelanjutan dari usia dewasa yang dibagi menjadi empat bagian. tidak memupunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari-hari dan menrima nafkah dari orang lain. Kedamaian dan Ketenangan Mitos: Santai. antara40 -50 tahun 3. yaitu : 1.

Berpenyakitan Mitos: Dipandang mengalami masa degenerasi biologis disertai penderitaan-penderitaan akibat dari bermacam-macam penyakit yang menyertai proses menua. 4. Cerewet Kenyataan: Tidak semua lansia bersikap dan berpikir demikian 3. Kenyataan: Proses menua disertai menurunnya daya tahan tubuh.h. Kenyataan: . dorongan. Aseksualitas Mitos: Hubungan seks menurun karena tidak adanya gairah. dan daya seks. Tidak ada cinta lagi Mitos: Tidak lagi merasa jatuh cinta dan gairah terhadap lawan jenis Kenyataan: Perasaan dan emosi orang berubah sepanjang masa. Selain itu banyak cara untuk menyesuaikan diri dengan perubahan daya ingat 5. Penurunan daya ingat Mitos: Masa pikun karena kerusakan bagian otak Kenyataan: Banyak lansia yang tetap bugar dan sehat serta tidak mengalami penurunan daya ingat. tetapi pada jaman sekarang penyakit pada masa tua dapat diobati dan dikontrol. Keras kepala i. 6. Perasaan cinta tidak akan berhenti hanya karena menjadi lansia.

Frekuensi bisa saja menurun sejalan dengan meningkatnya usia tetapi masih bisa dipertahankan tergantung dari keinginan masing-masing individu. rendah hati. santai. 3. TIPE-TIPE LANSIA 1. 7. pengalaman hidup. D. dan riang 2. status sosial. Berdasarkan karakter. Mandiri Mampu mengganti kegiatan yang hilang dengan yang baru. mengasingkan diri. Selektif dalam mencari pekerjaan. daya tarik jasmani. Konstruktif 3. 2. Tidak puas Mengalami konflik lahir batin karena proses penuaan. pasif. mental sert material. memenuhi undangan dan seringkali menjadi panutan. tipe lansia dikelompokkan sebagai berikut: 1. dermawan. Dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman serta mempunyai kesibukan dan bersikap ramah. minder. teman yang disayangi dll. 4. Optimis. kekuasaan. Bingung Kaget dikarenakan kehilangan kepribadian. serta memenuhi undangan. dan sosoknya. Ketergantungan .Kehidupan seks lansia bisa saja berjalan dengan normal tergantung dari tiap individu. teman pergaulan. lingkungan fisik. menyesal. acuh. Biasanya akibat dari kehilangan kecantikan. Arif dan bijaksana Kaya dengan pengalaman. mental. sederhana. Ketidakproduktifan Mitos: Dipandang sebagai usia yang tidak produktif Kenyataan: Banyak lansia yang mencapai kematangan dan produktifitas.

g. Tipe Konstruktif a. c. Tipe Ketergantungan (dependent) a. b. Usia biologis: Menunjuk pada jangk waktu seseorang semenjak lahir. integritas baik dapat menikmati hidup toleransi tinggi humoris fleksibel dan thu diri dapat menikmati proses menua mengalami dan menjalani masa pensiun dengan senang menghadapi masa akhir dengan tenang 2. Stereotip Psikologis lansia Biasanya sifat-sifat stereotip para lansia sesuai dengan pembawaanya pada waktu muda berikut adalah beberapa tipe yang dikenal: 1. berada dalam keadaan hidup tidak mati. 3. Usia sosial: Menunjuk pada peran-peran yang diharapkan atau diberikan masyarakat kepada seseorang sehubungan dengan usianya. Putus asa (benci pada diri sendiri) Tiga jenis usia menurut Birren and Jenner (1997) adalah sebagai berikut: 1.4. Defensif 5. Usia psikologis: Menunjuk pada kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian kepada situasi yang dihadapinya. b. e. Marah dan frustasi 7. masih dapat diterima ditengah masyarakat selalu pasif tidak berambisi masih tahu diri . d. h. Militan dan serius 6. 2. d. c. f.

k. f. f. e. c. g.e. Tipe Membenci/Menyalahkan Diri Sendiri (Self Hater) a. h. j. g. e. Tipe Defensive a. d. e. b. c. curiga pekerjaannya dulu tidak stabil mengenggap menjadi tua tidak ada baiknya takut mati iri hati pada orang muda 5. kritis dan menyalahkan diri sendiri tidak punya ambisi perkawinan tidak bahagia sealu merasa menjadi “korban” keadaan menerima fakta dan proses menua . menganggap orang lain sebagai penyebab kegagalannya selalu mengeluh bersikap agresif. c. b. dulu mempunyai pekerjaan yang jabatannya tidak stabil selalu menolak bantuan emosi sering tidak dapat dikontrol memegang teguh kebiasaan takut menjadi tua tidak menyenangi masa pensiun 4. i. d. Tipe Bermusuhan a. d. b. tidak mempunyai inisiatif bertibdak tidak praktis biasanya dikuasai istri senang mengalami masa pensiun banyak makan dan minum tidak suka bekerja senang berlibur 3. f.

walaupun realitas buruk 2.f. Mempunyai daya kasih sayang yang besar . Mnjuruskan rasa permusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif 8. Berhubungan dengan orang lain secara tolong-menolong dn saling memuskan 6. Menerima kekecewaan sebagai pelajaran untuk hari esok 7. h. Relatif bebas dari rasa tegang dan cemas 5. g. Memperoleh kepuasan dari perjuangannya 3. Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif dengan kenyataan. tidak iri pada orang muda merasa cukup dengan apa yang ada anggap kematian sebagai penyembuh penderitaan Ciri-ciri mental sehat adalah sebagai berikut: 1. Merasa lebih puas untuk memberi daripada menerima 4.

LANGKAH PENGENALAN WILAYAH 3. kegiatan-kegiatan program. termasuk faktor-faktor pendukung dan penghambat kegiatan 3) Tetapkan sasaran yang akan dikaji/dilakukan pendataan kesehatan sesuai dengan pengkajian pada poin 1) dan 2) b. target dan pencapaian program. melakukan tabulasi data hasil survey dengan menghitung frekwensi distribusi dan dilanjutkan dengan membuat tabel distribusi frekwensi/grafik/diagram e. survey. LANGKAH PERSIAPAN 2. melakukan proses pendataan dengan berbagai maca mode. dan observasi d. membuat deskripsi hasil pendataan yang telah dilakukan dengan wawancara dan observasi f. berdasarkan aspek-aspek pendataan yang harus dikaji c. angket wawancara. tujuan program. 2) Pengkajian terhadap kader-kader kesehatan setempat tentang program kegiatan pelayanan kesehatan yang telah dijalankan. membuat instrumen pengkajian/pengumpulan data sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. kebijaksanaan program. mengumpulkan data-data sekunder tentang Program Kesehatan yang sedang atau akan dijalankan oleh Puskesmas setempat di wilayah kerjanya dengan cara: 1) menanyakan tentang program kesehatan pada kelompok khusus yang saat ini sedang dijalankan oleh Puskesmas di wilayak kerja setempat meliputi.LANGKAH-LANGKAH PRAKTEK ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK/KOMUNITAS 1. LANGKAH PENGENALAN MASALAH KESEHATAN a. melakukan analisa data dan identifikasi masalah dari poin d dan e dengan cara: kelompokkan data-data kesehatan yang bermakna (memungkinkan masalah kesehatan) adakah kaitan erat antara masalah satu dan lainnya .

pekerja industri. fasilitas yang kurang mendukung. usia sekolah. b.pusing . jenis kelamin. perilaku yang tidak sehat. c.- rumuskan masalah kesehatan yang muncul (masalah kesehatan yang paling banyak muncul. Data demografi Mengkaji jumlah komunitas berdasarkan usia.diare . kurangnya sumber daya tenaga kader. Data Inti a. kurangnya kesadaran. Riwayat/sejarah perkembangan komunitas Data dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas tersebut. menular) 1) Keluhan yang dirasakan saat ini . target kegiatan yang belum tercapai atau pelayanan kesehatan di masyarakat yang kurang efektif) identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah (faktor-faktor penyebab/etiologi) berdasarkan kelompok data tersebut (kurangnya pengethuan. Status kesehatan komunitas . Vital statistik Angka kematian Penyebab kematian Angka pertambahan anggota Angka kematian d. kelompok penderita penyakit kronis. dll) ASPEK-ASPEK PENGKAJIAN KELOMPOK/KOMUNITAS 1. status perkawinan. lansia) . balita.Berdasarkan kelompok khusus di masyarakat (ibu hamil. suku dan agama.Berdasarkan kelompok umur (bayi.nyeri sendi .demam . kurangnya sumber dukungan di masyarakat. remaja.

sesak nafas .Penyakit jantung .nyeri lambung .Penyakit mata ..nyeri pinggang .Penyakit ginjal . dll 4) Riwayat penyakit keluarga 5) Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari .jantung berdebar-debar.Kelumpuhan .kurang nafsu makan .batuk sulit tidur .tekanan darah .ISPA .pola pemenuhan nutrisi .mual dan muntah .cemas/stress .Ganguan jiwa .Diabetes melitus .Stroke .cepat lelah . respiratory rate 3) Kejadian penyakit saat ini .pola pemenuhan cairan .nadi.Penyakit rheumatik .TB Paru .Penyakit kulit .Penyakit asthma . dll 2) Tanda-tanda vital .Hipertensi .Penyakit menahun lainnya.

welit. petak. asrama.merokok . Lemak. seng. Data Lingkungan Fisik a.penyalahgunaan obat terlarang . lainnya sebutkan .pola pemenuhan kebersihan diri 6) Status psikososial .. kayu.minum kopi . Pemukiman 1) 2) 3) 4) 5) luas bangunan bentuk bangunan (rumah.kesedihan yang dirasakan . semi permanen.pola eliminasi . purin 2. kayu.stabilitas emosi .minum alkohol . ijuk. paviliun) jenis bangunan : permanen.hubungan dengan orang lain . asbes : tembok.pola istirahat tidur .pola konsumsi tinggi garam.pola aktifitas gerak . bambu.penyalahgunaan obat tanpa resep .penelantaran anak/lansia .komunikasi dengan sumber-sumber kesehatan .peran di masyarakat . non permanen atap rumah dinding : genting.perlakuan yang salah dalam kelompok/perilaku tindak kekerasan 7) Status pertumbuhan dan perkembangan 8) Pola pemanfaatan fasilitas kesehatan 9) Pola pencegahan terhadap penyakit dan perawatan kesehatan 10) Pola perilaku tidak sehat .

rumah tangga. jumlah. tanah. kurang : baik. pabrik.6) sebutkan 7) 8) 9) 10) 11) 12) b. tegel. suara sumber polusi. Batas-batas wilayah e. kurang : lengkap. tidak pengaturan ruangan dan perabot kelengkapan alat rumah tangga penyediaan air bersih (MCK) penyediaan air minum pengelolaan jamban. lapangan ruang pertemuan sarana hiburan sarana ibadah d. lainnya : kurang/lebih dari 15% luas lantai : baik. dll pekarangan sarana olahraga taman. keramik. tana. Pelayanan Kesehatan dan Sosial a. kurang : baik. Kondisi geografis 3. Sanitasi 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) sebutkan c. pelayanan kesehatan 1) lokasi sarana kesehatan . jenis. jarak dengan sumber air sarana pembuangan limbah (SPAL) pengelolaan sampah polusi udara. kurang : baik. kayu. industri lainnya peternakan. perikanan. air. Fasilitas 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) lantai ventilasi pencahayaan penerangan kebersihan : semen.

kemanan 1) 2) 3) 4) b. peran serta kelompok organisasi dalam kesehatan 7. air. jumlah penghasilan rata-rata tiap bulan c. dll) a. transportasi 1) 2) kondisi jalan jenis transportasi yang dimiliki sistem keamanan lingkungan penanggulangan kebakaran penanggulangan bencana penanggulangan polusi udara. Politik dan Pemerintahan a.2) 3) 4) 1) 2) 3) 4. struktur organisasi c. jumlah pengeluaran rata-rata tiap bulan d. Kemanan dan Transportasi a. kelompok organisasi dalam komunitas d. Sistem Komunikasi . sistem pengorganisasian b. Ekonomi sumber daya yang dimiliki (tenaga kesehatan & kader) jumlah kunjungan sistem rujukan lokasi kepemilikan kecukupan b. jumlah pekerja dibawah umur. tanah 6. jenis pekerjaan b. fasilitas sosial (pasar. ibu rumah tangga dan usia lanjut 5. toko.

sarana umum komunikasi b. cara penyebaran informasi 8. kebiasaan rekreasi b. Pendidikan a. fasilitas pendidikan yang tersedia (formal & informal) 1) 2) jenis pendidikan yang diadakan di komunitas sumber daya yang tersedia c.a. jenis bahasa yang digunakan 9. fasilitas tempat rekreasi Pastikan bahwa data-data yang mendukung timbulnya masalah dan etiologi tersebut benar-benar ada dan valid 4. jenis dan alat komunikasi yang digunakan dalam komunitas c. Rekreasi a. LANGKAH PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN a. tingkat pendidikan komunitas b. susunlah Plan of Action (rencana kegiatan pemecahan masalah) dari masing-masing masalah yang ditemukan dengan cara: menuliskan rumusan masalah kesehatan menetapkan tujuan umum dan tujuan khusus contoh tujuan umum: terbentuknya pelayanan Posyandu Lansia di RW A dalam waktu 3 minggu contoh tujuan khusus: 1) terbentuknya kader kesehatan lansia di RW A dalam waktu 2 minggu 2) terlaksananya pelatihan kader kesehatan lansia di RW A dalam waktu 2 minggu .

simulasi. LCD proyektor. konsumsi. foto kopi. buku panduan kader. dll) tetapkan penanggung jawab masing-masing buat perkiraan waktu pelaksanaan kegiatan (hari/tanggal/jam) tetapkan perkiraan tempat pelaksanaan kegiatan (balai RW. Media. demonstrasi. adakan musyawarah terbatas dengan tokoh-tokoh masyarakat/kader (lokakarya mini terbatas) untuk membahas hasil pendataan. lansia. susunlah rencana biaya masing-masing kegiatan (pembelian contoh : 1) kejasama dengan tokoh masyarakat merekrut calon kader rumah kepala dusun. KMS. poster. dll) bahan. alat. leaflet. model. mushola. rumusan masalah dan Plan of Action yang telah disusun: .3) tersosialisasinya pelayanan posyandu lansia di RW A dalam waktu 2 minggu 4) terlaksananya uji coba posyandu lansia di RW A dalam jangka waktu 2 minggu tetapkan sasaran kegiatan berdasarkan tujuan umum dan tujuan tetapkan indikator pencapaian tujuan berdasarkan tujuan khusus khusus tersebut contoh : indikator pencapaian tujuan 1) 7 orang kader kesehatan lansia contoh : indikator pencapaian tujuan 2) seluruh kader kesehatan lansia mengikuti pelatihan contoh : indikator pencapaian 3) seluruh RT di RW A tersosialisasi posyandu lansia buat rencana kegiatan sesuai dengan tujuan khusus: kesehatan lansia di masing-masing RT contoh : 2) laksanakan pelatihan kader-kader kesehatan lansia tingkat desa dengan melibatkan petugas Puskesmas contoh : 3) sosialisasikan Posyandu lansia ke seluruh masyarakat melalui kegiatan penyuluhan di kelompok-kelompok masyarakat tetapkan metode dan media yang akan digunakan (ceramah. diskusi. RW. dll) b.

sikap. berikan kepada masing-masing ketua kelompok. kader. yang menunjukkan jumlah kasus (masalah) yang beratnya masalah. jadwal kegiatan. minta forum untuk bekerjasama dan mendukung kegiatan-kegiatan yang kan dilaksanakan c. kepala dusun/ketua RW dan Puskesmas d. dan sangat mudah untuk dikelola  skor 3 bila masalah tersebut menjadi perhatian di masyarakat tapi tidak utama. . tempat kegiatan. dan faktor penyebab paparkan Plan of Action yang telah disusun. jumlah kejadianya pada urutan kedua. indikator pencapaian. tempat kegiatan) perbanyak matrik kegiatan tersebut. hari/tanggal/jam kegiatan. menyusun prioritas masalah dengan menggunakan metode skoring dengan kriteria: perhatian masyarakat yang meliputi. masalah tersebut dapat ditemkan pada saat tertentu menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat  skor 4 bila masalah tersebut menjadi perhatia utama masyarakat. susunlah hasil musyawarah yang telah dilaksanakan dala bentuk matrik kegiatan (nama kegiatan. biaya yang dibutuhkan buat kesepakatan terhadap hasil musyawarah. rumusan masalah. adakah masukan- ketua RT/RW. masalah tersebut dapat berdampak secara serius bila tidak ditanggulangi. adaah seberapa jauh masalah tersebut dapat kemungkinan masalah untuk dikelola masing-masing kriteria tersebut diberi skor 1-4 jumlah kejadiannya paling banyak. pengetahuan.- undang tokoh masyarakat dan kader setempat (kepala dusun. paparkan hasil pendataan. kemudian tawarkan diskusikan dengan forum musyawarah. penanggung jawab tiap tim. tokoh masyarakat yang berpengaruh) pada forum musyawarah tersebut masukan yang terkait dengan rencana kegiatan. dosen pembimbing. keterlibatan emosi masyarakat terhadap masalah kesehatan yang dihadapi dan urgensinya untuk segera ditanggulangi prevalensi.

Contoh. masalah tersebut kurang dapat berdampak serius di masyarakat bila tidak ditanggulangi. masalah gizi kurang = 3x3x4x3 = 108. meliputi: Judul kegiatan Tujuan kegiatan Waktu Tempat kegiatan Langkah-langkah kegiatan Pelaksanaan kegiatan Metode Media Lampiran materi Daftar hadir peserta (sasaran/masyarakat) 5. LANGKAH PELAKSANAAN KEGIATAN a. jumlah kejadiannya tidak banyak. laksanakan kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan . dan bisa dikelola tapi tidak mudah  skor 1 bila masalah tersebut tidak terjadi di masyarakat. pastikan kerangka acuan kegiatan telah dibuat sebagai panduan anda melaksanakan kegiatan b. dan mudah untuk dikelola  skor 2 bila masalah tersebut kurang menjadi perhatian masyarakat. mudah untuk dikelola > cara perhitungannya: nilai total didapat dengan cara mengalikan semua nilai dari masingmasing kriteria. pastikan sasaran kegiatan telah mengetahui jadwal yang telah ditetapkan c. buatlah kerangka acuan kegiatan pada setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.berdampak serius bila tidak ditanggulangi. Nilai tertinggi menjadi prioritas pertama dalam mengatasi masalah e.

Susunan RTL meliputi: 1) 2) 3) 4) sasaran RTL rumusan masalah tujuan RTL rencana tindak lanjut . dan merupakan rangkuman evaluasi hasil tiap-tiap kegiatan yang telah dilaksanakan. evaluasi kegiatan merupakan penilaian perkembangan/kemajuan/keberhasilan tujuan dan indikator yang telah ditetapkan pada kerangka acuan kegiatan. Buat evaluasi secara narasi dengan menguraikan tiap-tiap kegiatan c. RTL merupakan rencana pelimpahan/operan untuk ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang terkait tersebut. Buat laporan hasil kegiatan dengan menuliskan evaluasi hasil kegiatan tersebut. dengan menambahkan poin hasil kegiatan pada kerangka acuan kegiatan saudara setelah poin 8) 6. respon dari peserta/sasaran. ketepatan jadwal kegiatan. catat evaluasi hasil kegiatan sesuai dengan tujuan kegiatan. Puskesmas. Hasil kegiatan yang ditujukan pada berbagai pihak. Desa/Kelurahan. Kader Posyandu. b. dengan mencatat: jumlah kehadiran dari sasaran. LANGKAH EVALUASI KEGIATAN a.d. Institusi. e. Buat rencana tindak lanjut (RTL). kelancaran kegiatan.