16

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Pada zaman sekarang, manusia tidak dapat lepas dari bahan-bahan kimia, hampir disemua aspek kehidupan manusia dapat ditemukan bahan-bahan kimia. Mulai dari aspek kesehatan, kecantikan, industri, pertanian, perkebunan, peternakan, perhutanan dan lain-lain. Ditambah lagi sekarang bahan-bahan kimia sudah mulai merambat dalam bidang militer yang dapat membahayakan kehidupan manusia, oleh karena itu, kita harus mengenal bahan-bahan kimia, apa saja yang berada ditengah-tengah kita. Namun pada umumnya, bahan-bahan yang beredar di masyarakat sudah terbentuk suatu campuran yang terdiri atas dua unsur zat atau lebih. Dalam ilmu kimia, campuran tersebut dapat dipisahkan dengan berbagai cara. Pengetahuan ini dinamakan pemisahan dan pemurnian, selain dibidang ilmu kimia. Pemisahan dan perincian juga dibutuhkan dalam bidang industri, seperti pemisahan logam dan mineral, pengelolaan air limbah, pengelolaan minyak bumi dan lain-lain. Untuk mengenal dan mengetahui tentang pemisahan dan pemurnian perlu diadakan percobaan-percobaan. Namun sebaiknya kita harus terlebih dahulu mengenal alat-alat dan bahan-bahan percobaan, agar dapat berjalan lancar dan berhasil. Sebagian besar ilmu pengetahuan kimia merupakan ilmu percobaan, dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian dilaboratorium, misalnya pemisahan dan pemurnian campuran. Pemisahan dan pemurnian campuran dilakukan dengan tujuan mendapatkan zat murni dari suatu zat yang telah tercemar atau tercampur. Campuran dua atau lebih zat dimana dalam

17

penggabungan ini zat-zat tersebut mempertahankan identitasnya masing-masing, dan tidak memiliki susunan yang tetap. Campuran dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen merupakan campuran yang tidak bisa dibedakan antara zat-zat yang bercampur didalamnya, sedangkan campuran 16 heterogen merupakan campuran yang mengandung zat-zat yang tidak dapat bercampur satu dengan yang lain secara sempurna sehingga dapat dikenali perbedaan sifat-sifat partikel dari zat yang bercampur tersebut, seperti bentuk dan warna.

1.2.

Tujuan Percobaan

-

Untuk mengetahui cara pemisahan yang digunakan dalam Praktikum kali ini. Untuk mengetahui prinsip yang digunakan pada: a. b. c. kristalisasi ekstraksi dekantasi

-

Untuk mengetahui kadar NaCl pada 10 gr campuran dan 50 ml aquadest.

Jenis campuran ini. Beberapa contoh diantaranya adalah udara.18 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Campuran (mixture) adalah penggabungan dua atau lebih zat dimana dalam penggabungan ini zat-zat tersebut mempertahankan identitasnya masingmasing. minuman ringan. setelah pengadukan yang cukup lama. Ketika satu sendok gula dilarutkan kedalam air. butir pasir dan serbuk besi akan tetap terlihat terpisah. Namun ketika pasir dicampurkan dengan serbuk besi. Campuran bisa homogen dan heterogen. . pencemaran dan lainnya. Susunan dari campurannya diseluruh bagian larutan akan sama. Campuran tidak memiliki susunan yang tepat. Jadi sampel-sampel udara yang diperoleh dari kota yang berbeda bisa berbeda susunannya karena perbedaan ketinggia. susu dan semen. larutan ini adalah larutan homogen (homogeneus mixture).

solar. Proses pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG. Suatu contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada proses pengolahan minyak bumi. Proses kimia. Dengan mengembunkan uap airnya kita dapat memperoleh kembali komponen airnya. komponen-komponen campuran akan memiliki susunan dan sifat yang sama seperti semula (Raymon. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dengan keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi. Penambahan minyak ke dalam air juga menghasilkan campuran heterogen karena cairannya tidak memiliki susunan yang konstan (Raymond. 18 pemisahan sangat penting dalam teknik Proses pemisahan perlu dilakukan. Minyak bumi merupakan campuran beberapa jenis hidrokarbon. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan tergantung pada kondisi yang dihadapi. Dalam kimia dan teknik kimia proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang murni dari suatu campuran senyawa kimia. proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. 2004) Setiap campuran homogen ataukah heterogen dapat dibuat dan demiikian dipisahkan dengan cara fisika menjadi komponen-komponen murninya tanpa mengubah identitasnya dari setiap komponen. Untuk memisahkan sebagian dari serbuk besi dari pasir yaitu dengan menggunakan magnet.19 dimana susunannya tidak seragam disebut campuran heterogen. 2011). pelumas dan aspal (Wikipedia. Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon penyusun minyak buumi akan lebih berharga apabila memiliki kemurnian yang tinggi. 2004). Secara mendasar. karena pasir tidak tertarik oleh magnet setelah pemisahan. Jadi gula dapat diperoleh kembali dari larutannya dalam air dengan memanaskan larutan itu dan menguapkannya hingga kering. Proses pemisahan sendiri dapat diklasifikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemisahan secara .

20 mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya operasinya murah daripada proses pemisahan secara kimiawi. 2011). Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fase komponen penyusun campuran. Fase baru terjadi atau terbentuknya dari adanya perbedaan sifat fisik dan kimiawi masing-masing komponen. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fase) atau campuran heterogen (lebih dari satu fase). Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fase yaitu : padat. Prinsip proses pemisahan untukproses pemisahan suatu campuran heterogen. Berbagai metode yang digunakan untuk terjadinya suatu fase baru sehingga campuran homogen dapat dipisahkan yaitu : Kristalisasi Sublimasi Kromatografi . prinsipnya merupakan pemisahan dari terbentuknya suatu fase baru sehingga campuran menjadi suatu campuran heterogen yang mudah dipisahka. Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti pemisahan minyak bumi) proses kimiawi harus dilakukan (Wikipedia. cair. terdapat empat prinsip utama proses pemisahan yaitu : Sedimentasi Flotasi Sentrifugasi Filtrasi Proses pemisahan suatu campuran homogen. cair-gas dan gas. Pada beberapa kasus dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan.

titik didih dan sebagainya. apkah bahan terikat secara kimia dan sebagainya. Pemilihan metode pemisahan yang akan menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil. Yang kedua kadar zat yang diinginkan terhadap campurannya. Pengaturan proses mekanik alat dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. kelarutan terhadap pelarut tertentu. Keadaan zat diinginkan dan dalam keadaan campuran harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan. diantaranya penambahan bahan tertentu. apakah kadarnya kecil atau besa. keadaan zat yang diinginkan terhadap campuran apakah zat ada didalam sel makhluk hidup. 2011) Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain . Contohnya. Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahap kerja. proses terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan sederhana. baik dalam skala laboratorium maupun skala industri. sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (Analisis Laboratorium).21 - Absorbsi Adsorbso. mudah menguap. Yang ketiga sifat khusus dari zat yang di inginkan da campurannya misalnya zat tidak tahan panas. dll (Wikipedia. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni attau beberapa zat murni dari campuran. metode pemisahan dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu metode pemisahan sederhana dan metode pemisahan kompleks. Yang keempat standar kemurnian yang didinginkan kemurnian 100% memerlukan tahap yang berbeda dengan 96% dan yang kelima zat pencemar dan campurannya yang . Metode ini biasanya menggabungkan dua atau lebih metode sedrehana. Berdasarkan tahap proses pemisahan. pengolaha biji dari pertambangan memerlukan proses pemisahan kompleks. Metoe pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu tahap.

22 mengutusi beserta sifatnya dan yang terakhir adalah nilai guna zat yang diinginkan harga dan biaya proses pemisahnnya (Rahayu. 2009) .

2 Bahan .23 BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN 3.1.1 Alat − Gelas Beker − Penjepit Tabung − Batang Pengaduk − Sendok − Neraca Analitik − Cawan Porselen − Gunting − Alat Tulis − Corong Gelas − Pipet Pasteur − Hotplate 3.1.1 Alat dan Bahan 3.

2. 3.2 Prosedur Percobaan 3.24 − Aquadest − Pasir − Garam Dapur − Kapur Tulis − Kertas Saring − Tissue − Kertas Lebel 3.2.3 Filtrasi − Disiapkan gelas beker − Diambil 100 ml aquades menggunakan pipet − Dimasukkan kedalam gelas beker − Diambil kapur yang telah dihaluskan menggunakan cawan porselein sebanyak 1 sendok − Dimasukkan kedalam gelas beker yang berisi aquades sebanyak 100 ml − Diaduk beberapa saat secara merata menggunakan batang pengaduk − Disaring menggunakan kertas saring .1 Dekantasi − Disiapkan gelas beker − Diambil 100 ml aquades menggunakan pipet − Dimasukkan kedalam gelas beker − Diambil pasirsebanyak 1 sendok − Dimasukkan kedalam gelas beker yang sama 22 − Diaduk menggunakan batang pengaduk − Didiamkan hingga mengendap − Diamati dan dilakukan pencatatan dari hasil percobaan.

25 − Diamati dan dilakukan pencatatan dari hasil percobaan yang telah dilakukan. 3.3 Rekristalisasi − Disiapkan gelas beker − Ditimbang gelas beker kosong menggunakan neraca analitik dan dicatat dikertas lebel − Dimasukkan garam yang telah dicampurkan dengan pasir sebanyak 10 gram kedalam gelas beker − Diambil aquades sebanyak 50 ml menggunakan pipet − Dimasukkan kedalam gelas beker yang sama − Diaduk beberapa saat secara merata menggunakan batang pengaduk − Diaduk sampai garam terlarut − Disaring diatas corong menggunakan kertas saring − Dipanaskan air hasil saringan tersebut keatas hot plate − Ditunggu sampai air kering − Ditimbang kembali gelas beker yang berisi kristal-kristal garam − Diamati dan dilakukan pencatatan dari hasil percobaan .2.

aquades berwarna keruh kecoklatan.1 Tabel hasil pengamatan Pemisahan campuran.1. Bening − Padat.26 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan 4. aquades kembali berwarna bening. 24 . Bening − Padat / Serbuk. Coklat − Pasir mengendap. Perlakuan Pengamatan − Diambil aquades sebanyak 100 ml − Diambil 1 sendok pasir − Diaduk − diamati − Cair. − Diambil aquadest 100 ml − Diambil 1 sendok kapur yang telah dihaluskan − Diaduk hingga rata − Disaring menggunakan kertas saring − Diamati − Cair. putih − Aquades berwarna keruh − Kapur mengendap dikertas saring.

Bening − Garam : Padat.77 − Berat campuran ( pasir + garam ) − Berat kosong gelas beker − Berat NaCl  Ditanya  Dijawab : % NaCl . putih dan menjadi garam 4. .Berat NaCl = 101.77 = 9. terdapat endapan dikertas saring − Menjadi padat.59 – 110.2 Perhitungan  Diketahui : = 10 Gram = 101. .27 − Diambil aquadest 50 ml − Diambil 10 gram garam dan pasir − Diaduk hingga garan terlarut − Disaring menggunakan kertas saring dan ipanaskan menggunakan hot plate − Diamati − Cair. . Coklat − Warna aquades menjadi keruh − Aquades menjadi bening.59 = 110.18 Gram . Putih Pasir : Padat.? : Berat kosong gelas beker .

merupakan metode pemisahan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori ( penyaring ).8 % Nacl 4. baik dalam skala laboratorium maupun skala industri.3 Pembahasan Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan. sering disebut sebagai pemurnian dan juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel ( analisis laboratoriun ). menjernihkan preparat kimia di laboratorium. menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaringan disebut residu (ampas). Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Filtrasi Filtrasi atau penyaringan. Jenis jenis pemisahan dan pemurnian campuran yang umumnya digunakan yaitu: 1.28 = 91. dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Dasar pemisahan matode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Contoh : membersihkan air dari sampah pada pengolahan air. Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Sublimasi . Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau beberapa zat murni dari suatu campuran. 2.

29 Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Kristalisasi Kristalisasi merupkan kelanjutan dari evaporasi yaitu proses pemisahan bahan padat berbentuk kristal dari suatu larutan dengan cara menguapkan pelarutnya. Bahan – bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim seperti kamfer dan iod. Pada kristlisasi. Prinsip kerja cara penyulingan ini didasarkan pada perbedaan titik didih dari dua zat yang bercampur atau partikelnya yang satu mendidih atau menguap sedangkan yang lain tidak. larutan pekat didinginkan sehingga zat terlarut mengkristal. Ekstraksi Proses ekstraksi memanfaatkan pembagian sebuah zat terlarut antara 2 pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari suatu pelarut ke pelarut lain. Kemudian dilanjutkan dengan pendinginan. Kromatografi . Apabila larutan tidak cukup pekat maka dapat dipekatkan terlebih dahulu dengan cara penguapan. 7. 4. 3. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme. 5. 6. Hal itu terjadi Karena kelarutan berkurang ketika suhu diturunkan. Melalui kristalisasi diperoleh zat padat yang lebih murni karena komponen larutan lainnya yang kadarnya lebih kecil tidak ikut mengkristal. Destilasi Destilasi merupakan cara pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen-komponen penyusunnya. memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran. Adsorbsi Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengabsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengabsorbsi.

30 Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran dalam berbagai wujud. baik padat cair.. setelah disaring menggunakan kertas saring menjadi bening kembali karena partikel kapur tersaring oleh kertas saring. Hal ini karena massa jenis pasir yang lebih besar daripada air. Dari hasil pengamatan tentang pemisahan campuran dapat dijelaskan pada masing – masing teknik pemisahan dan pemurnian zat yaitu terdiri dari teknik dekantasi. Hal ini berdasarkan perbedaan ukuran partikel antara kapur dan air sehingga partikel zat yang lebih besar tertinggal di kertas saring. kemudian dua bahan tersebut diaduk lalu disaring menggunakan kertas saring dan setelah itu diamati. Dasar kromatografi adalah perbedaan daya serap suatu zat dengan zat lainnya. maupun gas. − Yang pertama perlakuan dengan teknik dekantasi. − Yang ketiga perlakuan dengan cara brekristalisasi yaitu dengan cara mencampurkan aquades berukuran 50 ml dengan 10 gram campuran garam dan pasir kedalam gelas beker kemudian diaduk lalu didiamkam beberapa saat lalu disaring menggunakan kertas saring. dan dengan adanya gaya gravitasi terbentuklah endapan pasir. dan membentuk endapan pasir pada dasar gelas. air dan pasir tidak bisa bercampur. air keruh yang berisi kapur. yaitu dicampurkannya dengan aquades dengan ukuran 100 ml dengan satu sendok pasir lalu dimasukkan kedalam gelas beker. Setelah disaringan lalu dipanaskan hingga memadat setelah itu ditimbang kemudian dihitung . filtrasi serta rekristalisasi. Cara ini dipakai jika campuran tidak dapat dipisahkan dengan cara lain. − Yang kedua perlakuan dengan cara filtrasi yaitu pencampuran antara aquades yang berukurab 100 ml dengan kapur yang sudah dihaluskan / ditumbuk. lalu kedua bahan tersebutdiaduk dan didiamkam selang beberapa menit lalu diamati. Sedangkan padatan yang menyerap komponen disebut adsorben atau fasa tetap. Cairan atau pelarut yang membawa komponen bergerak disebut eluen ata fasa bergerak.

Pada konsepnya dalam pengamatan ini adalah pemisahan zat padat dengan cairan. Dan padatan dibiarkan turun pada dasar. Kemudian filtrasi yang bertujuan mengamati pemisahan campuran dengan cara nenyaring kapur yang telah disaring atau campuran dari aquades dengan kapur yang kemudian disaring. atau pada percobaan kali ini pengamatan tentang pemisahan campuran dengan cara melarutkan atau mengendapkan. setelah penimbangan dan dihitung kembali sebagai berikut: = 91. dengan cara mengendapkannya pada penyaring. kemudian cairan dituangkan hati-hati agar padatan tadak terganggu.31 hasil dan terjadi perubahab yaitu warna berubah menjadi bening dan menjadi padat. kemudian mengendap. Beberapa faktor kesalahan yang sering terjadi dalam praktikum kali ini adalah kesalahan pengukuran berat gelas sebelum dan sesudah pemanasan larutn NaCl. lalu disaring menggunakan kertas saring dan didapat cairan tersebut memadat. Selain itu kesalahan dalam penentuan kadar NaCl yang terdapat pada .8 % Nacl Pada percobaan kali ini mempunyai beberapa perlakuan dan pada perlakuan tersebut mempunyai fungsi dan tujuan masing-masing yaitu dekantasi adalah proses pemisahan padatan dari cair yaitu memisahkan pasir dengan aquades yang dicampurkan. dan didapati cairannya jernih. Dan yang terakhir adalah kristalisasi yaiti pencampuran garam dan pasir yang dilarutkan dalam gelas beker yang berisi aquades dan diaduk. fungsinya mengetahui bagaimana cara kristalisasi dalam pemisahan campuran yaitu menggunakan proses pengendapan zat padat dengan kadar garam tersebut. Jadi percobaan atau pengamatan kali ini.

padat dibawah dan cair diatas. filtrasi dan rekristalisasi. karena konsentrasi total impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap. Range filtrasi pada industri mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan kompleks. Dekantasi ini digunakan apabila kedua zat tercampur ini sudah terpisah sendiri. Dekantasi adalah proses pemisahan zat padat dan zat cairyang saling tidak larut ( pada temperatur tertentu ) dengan cara menuangkan zat cairnya. Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium. Selain itu jika praktikan lalai dalam mengambil gelas beker yang telah dipanaskan. Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan. Filtrasi adalah proses pemisahan padatan dari cairan dengan menggunakan bahan berpori yang hanya dapat dilalui oleh cairan. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu dikala suhu diperbesar. gelas beker tersebut bisa pecah Prinsip pemisahan dan kemurnian meliputi komponen yaitu dekantasi. . dimana zat-zat tersebut atau zat-zat padat tersebut dilarukkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali.penyaringan ini biasanya menggunakan kertas saring sehingga dapat menahan partikel suspensi.32 larutan.

33 BAB 5 PENUTUP .

c.2 Saran Pada percobaan kali ini. diharapkan mahasiswa mampu mengerti tentang metode yang digunakan pada praktikum kali ini. .berat gelas kosong 110.yaitu metode dekantasi filtrasi. Kristalisasi menggunakan prinsip perbedaan titik didih.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil dari praktikum pemisahan campuran maka dapat disimpulkan seperti di bawah ini: Praktikum kali ini menggunakan cara pemisahan secara dekantasi. b.18 = x 100 % = 91. filtrasi.77-101. Ekstraksi menggunakan prinsip berdasarkan kelarutan Dekantasi menggunakan prinsip perbedaan massa jenis dan partikel Kadar NaCl pada 10 gr campuran dan 50 ml aquadest adalah % NaCl = x 100 % berat NaCl.59 = 9.8 gr 5. Prinsip yang digunakan pada cara a. dan rekristalisasi.34 5. dan kristalisasi dan mampu menentukan hasil perhitungan dari kadar bahan yang dijumlahkan pada campuran tersebut. yaitu tentang pemisahan campuran.

Jajah Mada : Yogyakarta Razak. Konsep-konsep Inti Jilid 3.35 DAFTAR PUSTAKA Raymond. Fisika dan Kimia Edisi 2. 1984. 1991. 2004. Penerbit Erlangga : Jakarta 31 Sagiyo dan Sriyana. Penuntun Praktikum Kimia. Ganesa Exact : Jakarta 32 . Abdhi. Chang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful