Psikologi Pendidikan

IQ EQ DAN SQ
(Psikologi Pendidikan)
A. PENDAHULUAN Pada suatu hari seorang yang berasal dari Amerika ingin membeli sebuah pesawat buatan Indonesia. sehingga perusahaan dalam negeri mengirimkan utusannya yang terkenal pintar dalam merancang dan mengerti benar tentang seluk beluk aeronautika dan seorang yang pintar dalam bernegosiasi barang. Kedua orang dari Indonesia kemudian diundang makan malam oleh sang CEO (chief executive officer ), julukan untuk eksekutif muda Amerika. Dua orang eksekutif muda yang terlibat dalam urusan bisnis jual beli pesawat terbang tergolong ahli dalam bidangnya masing-masing. Kemudian mereka terlibat dalam perbincangan yang sangat menarik, baik yang seorang istilah lain adalah seles dan insinyur mengeluarkan kepiawaiannya dalam meyakinkan agar client nya tertarik untuk membeli pesawat buatan dalam negeri. Setelah selesai makan malam, mereka diajak untuk berkeliling melihat-lihat koleksi pribadi sang CEO. Berbagai macam koleksi diperlihatkan, mulai dari Patung, keramik dan model-model pesawat. (maket Pesawat). Semuanya menarik dan berharga sangat mahal. Kedua orang dari Indonesia tersebut merasa kagum ataupun memasang wajah kekaguman mereka. Setelah itu mereka keluar dari ruang koleksi. Tanpa disangka sang CEO menanyakan pendapat tentang semua koleksinya, hal itu ditanyakan kepada seorang yang dijuluki seorang insinyur tersebut. Tetapi jawaban yang keluar adalah “ semua hal itu bias anda dapatkan di Pulau Bali dengan harga yang murah”.

Anda bisa bayangkan bagaimana hasil semua lobi di ruang makan tersebut. Sang CEO tidak jadi membeli pesawat dari Indonesia, akibat ucapan dari sang Insinyur tersebut. Dari kunjungan tersebut sang CEO merasa tersinggung merasa kurang dihargai oleh sang Insinyur tadi. Dari cerita di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang Insinyur adalah seseorang yang memiliki IQ yang tinggi tetapi kurang mengerti tentang perasaan orang lain atau kurang dapat menghargai perasaan orang lain dan bisa dikatakan bahwa EQ yang dimiliki kurang dapat dikuasai. Sedangkan seorang Seles mengetahui bagaimana meyakinkan seseorang dan berusaha mengerti perasaan orang lain, dalam hal ini seorang seles dapat dikatakan memiliki IQ yang kurang akan tetapi memiliki kelebihan dalam hal EQ. Dalam rentang waktu dan sejarah yang panjang, manusia pernah sangat mengagungkan kemampuan otak dan daya nalar (IQ). Kemampuan berfikir dianggap sebagai primadona. Potensi diri yang lain dimarginalkan. Pola pikir dan cara pandang yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang cerdas tetapi sikap., perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan kemampuan intelektualnya. Banyak orang yang cerdas secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Mereka memiliki kepribadian yang terbelah (split personality). Di mana tidak terjadi integrasi antara otak dan hati. Kondisi tersebut pada gilirannya menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan. Fenomena tersebut telah menyadarkan para pakar bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan otak dan daya pikir semata, malah lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual

Oleh karena itu kondisi demikian sudah waktunya diakhiri. dan mengolah kembali informasi. analisa. Berfikir adalah media untuk menambah perbendaharaan/khazanah otak manusia. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value. Substansi dari kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan dan memahami untuk kemudian disikapi secara manusiawi. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima. baginya tidak ada informasi yang sulit. tetapi ada sumber yang lain.Psikologi Pendidikan (SQ). KECERDASAN MANUSIA Sering kita mendengar istilah IQ( intellegent quotient). Eq (emotional Qoutient). memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Malahan sumber infomasi yang disebut terakhir akan menyaring dan memilah informasi yang didapat dari panca indra. (baik informasi yang didapat lewat pendengaran. EQ DAN SQ Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual. sekaligus kehidupan sosialnya juga baik. dengan memperhatikan dan memberi penekanan yang sama kepada IQ. EQ dan SQ. menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta.2 Dapat dikatakan bahwa EQ adalah kemampuan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. dapat membaca yang tersurat dan yang tersirat. manusia berupaya mensejahterakan diri dan kualitas kehidupannya. Dengan daya pikirnya. yakni kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas. Orang yang EQnya baik. SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat. menyimpan. dengan mengabaikan EQ dan SQ. semuanya dapat disimpan dan diolah. Untuk pemilik EQ yang baik. orang-orang di sekitarnya dan alam semesta. Manusia memikirkan dirinya. logika dan rasio. B. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibanding dengan yang lain.langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas5. Lain tidak karena orang tersebut dapat merespon tuntutan lingkungannya dengan tepat . dari dalam dirinya sendiri yakni suara hati.1 Orang yang kecerdasan intelektualnya baik. yakni terlalu mengedepankan IQ. melalui langkah. Proses menerima . untuk pada waktu yang tepat dan pada saat dibutuhkan diolah dan diinformasikan kembali. C. Semua pemahaman tersebut akan menuntunnya agar bersikap sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungannya Dapat dimengerti kenapa orang yang EQ-nya baik. informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. PENGERTIAN IQ. dan saat ini yang sedang terkenal adalah istilah ESQ (emotional Spiritual Qoutient) gagasan seorang Indonesia yatiu Ari Ginanjar. Dapat juga dikatakan bahwa kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan. dapat menangkap bahasa verbal dan non verbal. Tentunya ada yang salah dalam pola pembangunan SDM selama ini. penglihatan atau penciuman) biasa disebut "berfikir". dapat memahami perasaan orang lain. Gagasan ESQ bisa dibilang merupakan . baginya infomasi tidak hanya didapat lewat panca indra semata. di mana pendidikan harus diterapkan secara seimbang.

Michael Jordan dikatakan cerdas selama berhubungan dengan bola basket. misalnya soal mengenai delik ruang seperti bentuk kubus yang diputar-putar akan menjadi seperti apa. Mike tyson dikatakan cerdas selama berhubungan dengan ring tinju. Buktinya. Jika kita mengikuti psikotes ada banyak soal yang menuntut kejelian pikiran kita untuk menjawabnya.Psikologi Pendidikan suatu keberhasilan yang luar biasa. dunia militer (sistem rekrutmen dan promosi personel militer) dan dunia kerja. sebab dewasa ini makin banyak pembuktian yang mengarah pada fakta bahwa kecerdasan manusia itu bermacam-macam. Kecerdasan emosi ini didasarkan kepada kemampuan manusia dalam mengelola emosi dan perasaan. Intellegent Qoutient (IQ). b. Seseorang yang memiliki emosi yang buruk walaupun IQ nya besar. Emotional Qoutient (EQ) Disebut juga kecerdasn Emosi. istilah teknis yang diperkenalkan Alfred Binet (1857-1911) lama kelamaan mendapat sorotan dari para ahli dan mereka mencatat setidaknya ada dua kelemahan (bukan kesalahan) yang menuntut untuk diperbaharui. Mozart dikatakan cerdas selama berurusan dengan musik. menggunakan IQ sebagai standart yang mengukur kecerdasan manusia. 1. Kecerdasan pikiran ini merupakan kecerdasan yang mampu bertumpu kemampuan otak kita untukberpikir dalam menyelesaikan masalh. Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mendapatkan dan menerapkan pengetahuan dari emosi diri dan emosi orang lain agar bisa lebih berhasil dan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik. Penemuan modern menunjukan pada fakta bahwa kecerdasan manusia itu hanya 42% yang dibawa dari kahir. 2. matematika dan logika Steve Hallam sekali lagi mengatakan bahwa pandangan tersebut tidaklah tepat. Kecerdasn emosi sudah suatu tolak ukur utama yang dicari oleh perusahaan pada pegawainya dan sering merupakan kerakteristik penentu kesuksesan dalam bekerja dan pembedaan kinerja dan performance suatu karyawan. Kecerdasan emosi ini dikatakan sangat berpengaruh dalam performance dan kecakapan emosi kita dalam bekerja.EQ. Sudah bertahun-tahun dunia akademik. yaitu : a. pendapat yang menyatakan kecerdasan manusia itu sudah seperti angka mati dan tidak bisa dirubah adalah tidak tepat. Steve Hallam berpandangan. dia akan gagal dalam hidupnya dikarenakan tidak mampu mengontrol diri saat menghadapi suatu masalah. dan SQ. akan tetapi namanya juga temuan manusia. IQ. Pemahaman absolut terhadap skor IQ. dan juga kemampuan kita dalam menghadapi suatu masalah. karena gagasan ESQ ini diciptakan oleh seluruh aspek masyarakat mulai dari tingkat buruh sampai petinggipetingginegara di dunia. . Soal ini bertujuan untuk mellihat kemampuan pikiran kita dalam menyelesaikan suatu masalah dari berbagai sisi. Disini akan dijelaskan tentang kecerdasan yang ada pada manusia diantaranya adalah ketiga hal tadi. Cakupan kecerdasan manusia : kecerdasan nalar. sementara sisanya 58% merupakan hasil dari proses belajar.

namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya. Dalam pandangan psikologi. Dalam hal ini. (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh. Spiritual Qoutient (SQ) Kecerdasan spirituasl ini berkaitan dengan keyakinan kita kepada TUHAN YNG MAHA ESA. melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus. Anita E. Oleh karena itu untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih banyak dilakukan secara instingtif (naluriah). kecerdasan meliputi tiga pengertian. sudah sepantasnya manusia bersyukur.Psikologi Pendidikan 3. sesungguhnya hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas. kepunahan mereka salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang disimpan di musium-musium tertentu. ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan positif. manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks. yaitu : (1) kemampuan untuk belajar. sebagaimana yang dikembangkan oleh Charles Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya. Kecerdasan ini muncul apabila kita benar-benar yakin atas segala ciptaanNya dan segala kuasanya kepada manusia (bukan atheis). menghasilkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang dinyatakan dalam bentuk Inteligent Quotient .P. Dalam hal ini. maslah. Chaplin (1975) memberikan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. dan EQ bekerja mengolah yang ada didalam (telinga perasaan). dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. orang yang ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan makna positif pada setiap peristiwa. Memang. secara langsung maupun tidak langsung. Dari kajian ini. bahkan penderitaan yang dialaminya. meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dnegan pencerahan jiwa.penggagas istilah tehnis SW (kecerdasan Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk melihat keluar (mata pikiran). apa sesungguhnya kecerdasan itu ? Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Dengan memberi makna yang positif itu. kita mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. atau Thurstone (1938) dengan teori “Primary Mental Abilities”-nya. maka SQ (spiritual Quotient) menunjuk pada kondisi „pusat diri‟. Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi. C. Seputar kecerdasan spiritual Danah Zohar. Boleh jadi. Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangakat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada dibalik kenyataan apa adanya. Dengan kecerdasannya. Sementara itu. Woolfolk (1975) mengemukan bahwa menurut teori lama. Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Lantas. semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan Intelektual yang bersifat tunggal.

S. Brightman (1956) menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas kebaradaan-Nya. melalui pertimbangan fungsi afektif. ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi. Berangkat dari pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya. Oleh karena itu. Adalah Daniel Goleman (1999). dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun. kognitif. manusia akan tunduk dan berupaya untuk mematuhinya dengan penuh kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual tertentu. dan riset yang dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990-an. praktisi bisnis dan bahkan publik awam. Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha membakukan tes IQ yang dikembangkan oleh Binet dengan mempertimbangkan norma-norma populasi sehingga selanjutnya dikenal sebagai tes Stanford-Binet. yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ). yang dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kemampuan mental (mental age) dengan tingkat usia (chronological age). Pekembangan berikutnya dalam usaha untuk menguak rahasia kecerdasan manusia adalah berkaitan dengan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan. yakni Kecerdasan Emosional. baik secara individual maupun kolektif. namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks. 2005). secara simbolik maupun dalam bentuk nyata kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun. namun juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta raya ini. terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. serta riset yang dikembangkan oleh V. Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. merentang mulai dari kemampuan dengan kategori Ideot sampai dengan Genius (Weschler dalam Nana Syaodih. Penghayatan seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut sebagai pengalaman keagamaan (religious experience). Kemudian. Temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. 2003). ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan. salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang. Ramachandran pada tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak manusia. yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak. Istilah IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet. pada saat-saat tertentu. kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. pendidik. yang sudah secara built-in merupakan pusat spiritual (spiritual centre). Kecerdasan intelelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dipandang masih berdimensi horisontal-materialistik belaka (manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial) dan belum menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan (dimensi vertikal-spiritual). termasuk dirinya.Psikologi Pendidikan (IQ). Begitu juga hasil riset yang dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya .

(2) Mental Building. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman kita secara bersama untuk hidup lebih bermakna. 2002) . Berkat kecerdasan intelektualnya. yaitu usaha untuk menghasilkan ketangguhan pribadi (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam. yang kemudian dikenal dengan istilah Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) (Colin Rose dan Malcolm J. Pada God Spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam (Ari Ginanjar. usaha untuk melakukan aliansi atau sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu. Berkembangnya pemikiran tentang kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) menjadikan rumusan dan makna tentang kecerdasan semakin lebih luas. 2001). Dalam buku tersebut secara meyakinkan menawarkan penglihatan dan cara pandang alternatif terhadap kecerdasan manusia.. Kecerdasan tidak lagi ditafsirkan secara tunggal dalam batasan intelektual saja. Kajian tentang God Spot inilah pada gilirannya melahirkan konsep Kecerdasan Spiritual. dan Self Controlling. kembali kepada hati dan fikiran yang bersifat merdeka dan bebas dari belenggu. Character Building. Nicholl. yaitu usaha untuk menciptakan format berfikir dan emosi berdasarkan kesadaran diri (self awareness). menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang menjadikan dunia terasa lebih dekat dan semakin .Bandung dengan Manajemen Qalbu-nya dan Ary Ginanjar. yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas”.H. yakni suatu usaha untuk menjernihkan kembali pemikiran menuju God Spot (fitrah). yakni suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. Konsep pelatihan ESQ ala Ary Ginanjar Agustian menekankan tentang : (1) Zero Mind Process. pengusaha muda yang banyak bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Emotional Spritual Quotient (ESQ)-nya. Dengan istilah yang salah kaprahnya disebut Spiritual Quotient (SQ) Di Indonesia. memang manusia telah mampu menjelajah ke Bulan dan luar angkasa lainnya. Dari pemikiran Ary Ginanjar Agustian melahirkan satu model pelatihan ESQ yang telah memiliki hak patent tersendiri. serta sesuai dengan hati nurani dengan merujuk pada Rukun Iman. da‟i kondang dari Pesantren Daarut Tauhiid . (4) Strategic Collaboration. 2001). yaitu suatu usaha untuk membangun ketangguhan sosial (Ari Ginanjar. Menurut Gardner bahwa “salah besar bila kita mengasumsikan bahwa IQ adalah suatu entitas tunggal yang tetap. ada dua orang yang berjasa besar dalam mengembangkan dan mempopulerkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yaitu K.Psikologi Pendidikan proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita. dan (5) Total Action. Abdullah Gymnastiar atau dikenal AA Gym. (3) Mission Statement. Hasil pemikiran cerdasnya dituangkan dalam buku Frames of Mind.

sedangkan EQ berjalan di jalan itu dan mempromosikan kita di bidang itu. Lapisan ozon yang semakin menipis telah menyebabkan terjadinya pemanasan global. Lingkungan alam merasa terusik dan tidak bersahabat lagi. keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan unsur penting menghasilkan kerusakan kehancuran bagi kehidupan dirinya maupun umat manusia. Manusia telah berhasil menciptakan “raksasaMengapa orang yang lebih sosial berhasil sedangkan yang IQ-nya sedang banyak yang gagal? Pertama-tama kita perlu pahami dulu bahwa kecerdasan emosi (EQ) bukanlah lawan dari kosien kecerdasan (IQ).Psikologi Pendidikan transparan. Namun dibalik itu. IQ merupakan kemampuan ambang yang hanya bisa menunjukkan jalan bagi karir kita atau membuat kita bekerja di bidang tertentu. segala atau ditingkatkan. yang disebut amygdala. pada menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk mempelajari EQ meningkat dengan bertambahnya usia. Perbedaan lain. Oleh karena itu. menciptakan bom nuklir. dan sesudah itu tidak dapat EQ lagi bisa dikembangkan dipelajari. Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi emosi mempengaruhi fungsi otak dan kecepatan kerjanya (Cryer dalam Kemper). Penyakit-penyakit ragawi yang sebelumnya tidak dikenal. seperti Flu Burung (Avian Influenza). PERANAN KECERDASAN MANUSIA raksasa teknologi” yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan hidup manusia itu sendiri. EQ justeru melengkapi IQ seperti halnya kecerdasan akademik dan ketrampilan kognitif. IQ merupakan potensi genetik yang terbentuk saat lahir dan menjadi mantap pada usia tertentu saat pra-pubertas. ditingkatkan dikembangkan Penelitian D. intelektual emosional hanya akan yang dan diiringi kecerdasan spiritualnya. banjir dan kekeringan pun terjadi di mana-mana Gununggunung menggeliat dan memuntahkan awan dan lahar panasnya. “raksasa-raksasa Kecerdasan kecerdasan tampaknya teknologi” tersebut tidak telah bersiap-siap dengan dan untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri. Bahkan. Dengan demikian. dan justeru Sebaliknya. apakah memang pada akhirnya kita pun harus bernasib sama seperti Dinosaurus ? . tatanan sosial-ekonomi menjadi kacau balau karena sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan kejujuran dan amanah (perilaku koruptif dan perilaku manipulatif). umur. AIDs serta jenis-jenis penyakit mematikan lainnya. Namun bersamaan itu pula kerusakan yang menuju kehancuran total sudah mulai nampak. EQ dan IQ berbeda dalam hal mempelajari dan mengembangkannya. Meskipun demikian. serta menciptakan alat-alat teknologi lainnya yang super canggih. mulai bermunculan. Penelitian bahkan juga menunjukkan bahwa kemampuan intelektual Albert Einstein yang luar biasa itu mungkin berhubungan dengan bagian otak yang mendukung fungsi psikologis.

diorganisasi ke dalam beberapa diberi dan masing-masing kelompok pelatihan mengenai satu bentuk kompetensi EQ. seperti manajemen-diri dan ketrampilan sosial. artinya. peningkatan $ 1. tapi secara terbatas karena hanya merupakan kemampuan ambang. IQ memang meningkatkan kinerja. Ketika dilakukan evaluasi nilai-tambah ekonomi yang diberikan kompetensi EQ dan IQ. IQ mendorong kinerja produktif. sebagai kontrol adalah satu kelompok yang terdiri atas orang-orang ber-IQ tinggi. Sampai tingkat tertentu. kecerdasan atau IQ saja yang menjadi indeks pengukur untuk menilai kecerdasan seseorang pelajar. bahkan paling sering terjadi perkelahian antar pelajar. Pertama. Didalam bidang pendidikan. artinya kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan rata-rata. kelompok dengan kemampuan kognitif dan analitik tinggi. Namun ada pihak lain yang menentang. Kami merujuk kepada studi kasus yang dilakukan oleh Dr. Sebaliknya. bidang dan kriterianya. kemudian kelompok mereka kerja.465. untuk ternyata EQ menyumbangkan memprediksikan tinggi menghasilkan yang skor peningkatan laba 110%. tapi kompetensi berbasis-IQ dianggap "kemampuan ambang". kompetensi dan Ketrampilan berbasis-EQ jauh lebih efektif. budaya metal. kebutuhannya 80-90% berbeda. IQ dan EQ para partisipan diuji dan dianalisis secara mendalam.IQ hanya salah satu ukuran untuk menunjukkan kemampuan mental dalam mempelajari ilmu dan menyelesaikan masalah teoritikal.Pemerintah masih berusaha untuk mendapatkan formula yang terbaik dalam mendidik pelajar-pelajar disekolah. Kompetensi berbasis EQ jelas jauh lebih mendorong kinerja. keberhasilan dalam organisasi secara umum. terutama pada tingkat organisasi yang lebih tinggi ketika perbedaan IQ dapat diabaikan. Ada pihak yang menyarankan pendidikan diarahkan kepada system pertumbuhan IQ (intelligence quotient) sematamata. perbedaannya 85% disebabkan oleh kompetensi berbasis-EQ.000 per tahun. Pendidikan telah begitu merosot hingga pelajar terlibat dalam gangsterisme. hanya menambah laba 50%. Sebaliknya. mencatat sementara dibekali manajemen-diri peningkatan laba 390%. narkoba. bukan IQ. melawan guru. yang mencerminkan IQ. hasilnya ketrampilan sangat sosial mencengangkan.Psikologi Pendidikan dalam keberhasilan manajerial. Kelompok dengan . vandalisme. Dalam system yang ada sekarang. skinhead. Ia tidak menunjukkan kepada kualitas pelajar secara menyeluruh yang sepatutnya merangkum lebih banyak ciri. Dalam studi perbandingan antara orang yang kinerjanya cemerlang dan yang biasabiasa saja pada organisasi tingkat tinggi. Goleman dan dua peneliti EQ terkenal lain untuk menganalisis bagaimana kompetensi EQ berkontribusi bagi laba yang didapatkan sebuah firma akuntansi yang besar. budaya rock. Dr Goleman mengatakan bahwa walaupun organisasinya berbeda.

Kekuatanperasaan 3. saint. Harusnya penerapan pembelajaran IQ perlu di imbangi dengan EQ. Yang kuat akal berbakat menjadi guru. dinamakan IQ (Intelligence Quotient). Kalau tidak emosi para pelajar akan mudah terganggu dan pelajar akan bertindak mengikut emosi dan dorongan perasaan. akhlak. watak dan bakat antara seseorang dengan orang lain. doktor. Diantaranya ialah: 1. Seterusnya. Ada tiga jenis sifat atau kekuatan batin yang menonjol yang merupakan sifat manusia yang berbeda-beda itu. penternak dan nelayan. Sifat. Inilah diantara hikmah dan rahmat Tuhan dalam penciptaan manusia. bakat. tentera. minat dan kecenderungan manusia itu tidak sama dan berbeda-beda mengikut sifat dan kekuatan batinnya. pribadi. sesiapa yang mempuyai kekuatan jiwa.Psikologi Pendidikan Kalau diteliti kita akan mendapati bahwa. Yang kuat perasaan berbakat menjadi ahli seni. Mereka akan bertindak mengikut emosi dan mudah terjebak atau dengan vandalisme. Orang yang mempunyai kekuatan akal selalunya kurang mempunyai kekuatan jiwa dan kekuatan perasaan. bertani. Pribadi pelajar yang terbina berat sebelah dan tidak seimbang. Jarang ada manusia yang memiliki kekuatan tersebut sekali gus kecuali para Nabi dan para Rasul. keganasan mencederakan Dalam istilah modennya. orang lain. gangsterisme. Dalam hal ini kecerdasan minda tidak akan berfungsi dengan baik. EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Yang kuat jiwa suka dan berbakat menjadi polisi. Inilah sebab utama dan terbesar mengapa berlaku perbedaan sifat. watak dan bakat seseorang itu bergantung kepada kekuatan batin yang ada padanya. kecerdasan minda perlu di imbangi dengan kecerdasan emosi. Apabila pelajar mempunyai EQ yang rendah atau kecerdasan emosinya kurang. jati diri dan perilaku pelajar semakin buruk dan merosot. Pasti ada sesuatu yang tidak kena. Namun tidak semua orang ataupun para pendidik yang benar-benar faham tentang ketiga-tiga kekuatan ini dan bagaimana untuk mengendalikannya. Ini sesuai denga keperluan masyarakat itu sendiri yang tidak sama dan berbeda-beda. Juga membuktikan bahwa system bidang pengajaran pendidikan para pelajar ada yang kurang dan tidak menyeluruh. Kalau seseorang itu mempunyai kekuatan perasaan pula maka kekuatan jiwanya dan kekuatan akalnya pula kurang. Tuhan menjadikan manusia mempunyai sifat batin yang berbeda-beda antara satu sama lain. Kekuatanjiwa . pekerja media. maka emosinya menjadi tidak stabil. teknokrat. Kekuatan akal 2. sasterawan dan sebagainya. Sifat. Setiap orang mempunyai salah satu dari kekuatan diatas. Ada usulan untuk penambahan kecerdasan lain yang mesti diambil yaitu EQ (emotional quotient). maka dia kurang mempunyai kekuatan akal dan kekuatan perasaan.

rasa rendah diri dan tidak yakin pada diri sendiri. balas kuat dendam jiwa sebagai mengganas. merasa inferiority complex. tidak tahan diuji dan suka buruk sangka. Dia juga mudah faham dan mudah mengingati ilmu-ilmu yang dipelajarinya bahkan dia mampu mengambil ilmu yang tersirat dan yang tersembunyi. Dia bakhil. tahan diuji dan tidak putus asa. tabah. Jiwanya penuh dengan rasa ego maupun sombong (rasa diri hebat). putus asa dan sakit jiwa. KEKUATAN PERASAAN Orang yang kuat perasaan selalunya sangat berhatihati dan tidak gopoh. kebaikan KEKUATAN AKAL Orang yang kuat akal mempunyai keupayaan berfikir. Yang buruk pula akan membawa kerugian. Keburukannya pula. orang yang kuat akal selalu asyik-mahsyuk dengan kerja akalnya sehingga dia selalu terlupa dan lalai dari tanggungjawapnya terhadap Tuhan. pemalu. System ini tidak relevan bagi mereka. Didalam ada setiap kekuatan dan batin ada yang pula disebutkan diatas. keburukannya. dia selalu gopoh. manifestasi kepada dan kekecewaan. Sifat-sifat baik dan buruk ini adalah seperti berikut: . Tidak heran kalau mereka ini rusak dan hanyut karana tidak dapat menyesuaikan diri dengan system yang ada. pemurah.Psikologi Pendidikan Memang benar bahwa system pendidikan sekarang amat lemah dan mementingkan kekuatan akal atau IQ sematamata. tekanan perasaan. penakut. Oleh itu mereka ini terpinggir dalam system yang hanya mementingkan IQ semata-mata.Kelemahannya. Yang baik akan memberi faedah. Dia juga mudah beralah. Dia sangat bertimbang-rasa dan wataknya lemah lembut. Maka berlakulah tindak ini. KEKUATAN JIWA Orang yang kuat jiwa pula berani. keluarga bahkan pada dirinya sendiri. dia dapat membuat berbagai-bagai penemuan dan teori. Melalui pemikirannya itu. yakin pada diri. mudah merajuk. Dia juga sangat berhati-hati supaya hasil kerja akalnya tidak salah. mudah kecewa. terhadap masyarakat. Dalam hal-hal yang mereka minati dan mampu berdasarkan kekuatan perasaan dan jiwa mereka tidak pernah dibina. Tidak ada tempat dan ruang untuk pelajar yang kuat jiwa dan kuat perasaan atau dalam istilah lain yang kuat SQ dan EQnya. Namun keburukan sifat orang yang kuat perasaan ini ada banyak. Yang kuat perasaan pula mendongkol. Mereka di asah dan diuji untuk menghasilkan kerja akal padahal kekuatan mereka bukan terletak disitu. putus asa dan kekeliruan Yang memberontak melanggar disiplin dan peraturan. murung. putus asa dan kekeliruan. kekecewaan. boros (membazir). suka menyendiri. Kesannya ialah tekanan perasaan.

Adakah akalnya kuat.EQ DAN SQ Masalah & tantangan Radar Hati Orientasi Materialisme Orientasi Spiritualisme Tauhid DIMENSI EMOSI EQ Emosi terkendali . sombong. Setiap sifat yang baik itu tidak akan sempurna selagi ianya tidak di pimpin dengan syariat Islam dan diarahkan kepada jalan Allah. SQ terintegrasi . Dalam hendak mendidik para pelajar. Kemudian mereka perlu di didik mengikut kekuatan mereka masingmasing.Damai DIMENSI SPIRITUAL SQ God Spot terbuka Suara Hati Spiritual Bekerja Suara Hati tertutup melibatkan pengurusan pengendalian pelajar. setiap sifat yang buruk itu boleh di didik hingga menjadi baik atau sekurang-kurangnya ia boleh dibendung agar ia tidak meliar. pemarah. perasaannya atau adakah jiwanya yang kuat. dan istilah pendidikan sifat pula batin Logika Tidak Berjalan God Spot terbelenggu Emosi tidak terkendali Marah Sedih Kesal. E. Kalau istilah pembelajaran itu berkaitan dengan ilmu. Tegasnya setiap pelajar mempunyai kelebihan dan keistimewaan dan juga kekurangan dan kelemahan yang tertentu bergantung kepada kekuatan batin yang ada padanya. tidak diambil kira dan tidak dijadikan konsep dan prinsip dalam mendidk. pendendam dan ujub. Selagi perkara ini tidak difahami. pendidikan daerah. Setiap guru dan pendidik mesti tahu dimana letaknya kekuatan batin setiap pelajar mereka. kemahiran dan akal. HUBUNGAN KERJA ANTARA IQ. pendidikan negeri dan kementerian sendiri. selagi itulah kita IQ. Begitu juga.takut tidak akan dapat menghasilkan pelajar yang benar-benar cemerlang lahir dan batinnya. Setiap pelajar mempunyai sifat –sifat batin yang baik disamping sifat-sifat batin yang buruk. EQ. Inilah yang perlu difahami oleh para guru dan pendidik dan semua yang terlibat dengan para pelajar disemua peringkat samada di peringkat sekolah. EQ SQ Terpisah DIMENSI FISIK IQ OUTPUT Logika Bekerja Normal IQ.Tenang . membimbing dan membentuk para pelajar. kekuatan batin mereka harus dikenalpasti terlebih dahulu.Psikologi Pendidikan zalim (suka menindas).

iq dan SQ yagn terintegrasi. 1 2 3 Dimensi Fisik (IQ) Dimensi Emosi (eq) Dimensi spiritual (SQ) pintu hati terbuka dan bekerja. suara hati ilahiah pada dimensi spiritual (SQ) tidak bisa bekerja. yatiu integrasi EQ. IQ. nilai-nilai keadilan. apabila kita berorientasi pada Ketuhanan. Pada saat masalah datang maka radar hati bereaksi menangkap signal. Dengan ketenangan emosi yang terkendali.Psikologi Pendidikan Dengan mellihat bagan Meta Kecerdasan. kesadaran TAUHID mengendalikan emosi hasilnya adalah emosi yang terkendali. kesedihan. sehingga menghasilkan sikapsikap sebagai berikut: marah. kepedulian. yang berperan adalah emosi. God Spot menjadi terbelenggu atau suara hati tidak memiliki peluang untuk muncul. Bisikan suara hati ilahiah yang bersifat mulia tidak lagi bisa didengarkan. Penyederhanaan Bagan hubungan IQ. Karena berorientasi pada materialisme. yaitu sebuah perhitungan intelektualias yang berlandaskan pada . 3. maka God Spot atau Orientasi materialisme 1. Akhirnya aktivitas pada dimensi fisik akan bekerja tidak optimum bahkan tidak normal. kejujuran. 2. dan SQ dalam model ESQ (Ary Ginanjar Agustian) . Berdasarkan dorongan biskikan mulia itulah potensi kecerdasan intelektual bekerja dengan optimal. tanggung jawab. EQ. kreativitas. kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual sangat berkaitan erat satu dengan yang lain. sedih. kesal dan takut. kekesalan. ketika masalah muncul pada dimensi fisik. Akibat emosi yang tidak terkendali. seperti rasa tenang dan damai. kejujuran dan tanggung jawab. Kita akan melihat bahwa kecerdasan emosi. Kasus lain adalah ketika masalah atau tantangan muncul radar hati langsung menangkap getaran atau sinyal. Lahirlah sebuah META Kecerdasan. Ketika sinyal itu menyentuh dinding TAUHID. maka hasilnya adalah eq. SQ. akibatnya. maka akan terjadi rangsangan pada dimensi emosi. berupa kemarahan. Terdengarlah bisikanbiskan. komitmen kebersamaan perdamaian dan bisikan hati mulia lainnya. Dari bagan tersebut dapat kita lihat. maka emosi yang dihasilkan adalah emosi yang tidak terkendali.

F KESIMPULAN MONGGO DILANJUTKE ……. suara hati ilahiah pada dimensi spiritual (sq) bekerja dengan baik. 3.Psikologi Pendidikan ORIENTASI SPIRITUALISME TAUHID 1. ketika terjadi masalah pada dimensi fisik. 2. akibatnya.. maka emosi akan tetap tenang terkendali. namun karena aspek mental telah dilindungi oleh prinsip tauhid. . maka akan tejadi rangsangan pada dimensi emosi (EQ).