BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. dan tata-krama masyarakatnya. bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat. dan dalam masyarakat yang lebih maju. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. yaitu bahasa masyarakat tersebut. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. d. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. untuk itu memerlukan bahasa . bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. tingkah laku. mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu.c. memperoleh keahlian bicara. kedua. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. 4 . lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. Bahasa sebagai alat kominikasi. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. Dalam mengadakan control social. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. kemauan dan tingkah laku seseorang. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). memeproleh keahlian membaca dan menulis. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa. Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. tetapi ia juga melambangkan perasaan. baik tanggapan yang berupa tutur.

Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. dan efisien. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. dan teknologi (Suhender. Dan keempat. (2) lambang idengtitas nasional. ilmu pengetahuan. Problema itu berkisar pada: a. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. (Gorys Keraf:1984) 4. dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. (2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya. Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 .Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat. 1998:158-160). Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan.maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema. 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. dan (4) alat penghubung kebudayaan.bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. bahasa daerah. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. Ketiga. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e. tepat. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. Undang-undang Dasar (1945). Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. Untuk kepentingan praktis. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. (3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah.1994:5). bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. Bab XV.

Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya. Jadi. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul. Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. baik keswalahan kaidah. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian. Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita. Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar.alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo.apa pun jenisnya . Misalnya. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab.dalam situasi santai dan akrab.ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal. Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan. kesalahan logika.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif. dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. anutan. Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 . Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan. diupayakan menjadi sikap positif. karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. 5. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap. 6. Sikap negatif tersebut harus dibina. Kita seharusnya merasa malu. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.2000:5). maupun kesalahn budaya(Sumowioyo.1992:20). 1987:1). merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.2000:6). Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran.diaggap berbahasa denga efektif. model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia.

dan tidak berterima termasuk kesalahan logika . kesalahan logika. Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah.1994:10) 7 . 6.Logat juga disebut ragam daerah.benar. (Sugiono. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar.1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia. Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah. tidak logis. Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis. Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing. kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika. Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata. maupun kesalahn budaya.

dan teknologi. Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . Rupanya.pikiran). Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. BI yang tertib.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. BI ditunjang oleh kalimat-kalimat. BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. apakah situasi itu. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. bersifat kenegaraan. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. BIR terpakai dalam situasi resmi. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. fonem ). Dengan titik tolak tersebut. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). Dengan demikian. Kalau seseorang berbahasa indonesia. membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. Masalahnya. Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia. morfem. Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. Data tersebut kiranya. BI yang sangkil (objektif). BI yang serius. BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan). ilmu pengetahuan. d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). umum ). prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. serius. Hal ini wajar. c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi. ia mengucapkan kalimat-kalimat. penuh dengan gagasan ( ide. 2. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR.

Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ). Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. Supaya komunikasi tercipta. Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. Contoh pertama terdiri atas tiga frase. hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih. Demikianlah frase itu mempunyai ciri. Berbeda dengan data pertama. Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda . (2) dapat dipindahkan. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata. Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ). 9 . Makna yang kurang jelas ( samar –samar. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat. Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. makna sebuah kalimat perlu jelas. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain.

menghadirkan kalimat tidak baku. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. Secaraa garis besar. sesuai dengan lafal BI A. bebas dari kontaminasi E. Karena itu. 3. ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. masuk akal C. Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda. sesuai dengan ejaan yang berlaku G. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak . Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. tersurat . C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. Dalam komunikasi. terutama SP. bebas dari unsur yang mubazir D. Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. dan tata fonem (fonologi). Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat. Gramatikal kalimat baku itu gramatikal. bebas dari interferansi F. Pada dasarnya.Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). eksplisit). gramatikal B. 10 . Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. Ketidak jelasan SPOK .

S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu. K P S (b) Demikian . K P O1 `yang baku (a) Demikian.. P P S S (c)Wajar . P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. S S P O1 11 . Prestasinya menurun. S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata. S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif. kami harap Anda maklum. kata Presiden.Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. mohon Bapak/Ibu aktif.

memalukan. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen.(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. S S P saya sudah ketahui hal itu. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP. K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui. S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri. S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk.hal itu memalukan. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri.

Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang. sebab pemilik toko emas itu menghilang. P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. sehingga identitasnya sulit dikenal. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. (b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. 13 . Sehingga identitasnya sulit dikenal. (6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda.

(d) Para petatar disediakan makalah. Sudah kami selesaikan persoalan itu. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten). (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. 14 . ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya.. afiks) secaraa tepat. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. (e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. Kami sudah selesaikan persoalan itu. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan. (c) Pak Badudu mengajar BI. Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah.Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. sesuai dengan tata morfem BI. saya ucapkan terima kasih. (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. Contoh : (a) Atas perhatian Anda. (d) Para petatar disediai makalah. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan. saya ucapkan terima kasih. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan.

Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. (b) Demi berhasilnya pembangunan. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C. hasilnya masih belum mengembirakan. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku. Unsur – unsur yang Mubazir D. (c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa.…………. S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya. Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras. Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis). Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan. tidak mengandung unsur yang mubazir. B. Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. atau dua struktur. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan. kerja keras perlu ditingkatkan. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. E. dan unsur. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 .pengacauan) dua makna. tentu saja. Kalimat baku. kerja keras perlu ditingkatkan.. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal.

(e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek). hatur. Orang itu teman ayah saya. ada pula yang memiskinkan BI.rajin ! Mereka berlatih di kampus.Inggris). (d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi. Belajarlah rajin . G. Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. Dapat disimpulkan. Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. 16 . I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus. Dalam hubungan ini. H. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing. Karena ejaan sudah diresmikan. Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan. dan bukan lafal asing. lafal baku itu lafal nasional. yang rajin. kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ).Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F. Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata. Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. bukan lafal daerah (dialek). Dengan demikian. dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa).

Contoh kata Interferensi 17 . meskipun ia berusaha keras. Sedari. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya. yunit . Seringkali. berdasarkan atas keputusan rapat. Atas dasar itu. adiq . Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan. Pengusahawan. mbesu’ . logis. kecil . melihhat . maka Surabaya banjir.Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. tetapi hasilnya mengecewakan. sesuai dengan lafal baku BI. bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.. disebabkan oleh karena. Dan lain sebagainya. berapa’ . Kalimat baku dilafalkan dengan benar. sehingga dengan demikian. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. konon kabarnya. adalah merupakan. Untuk sementara waktu. lokhis . 4. adi’ . (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB.. Dalam rapat itu membicarakan SPP. bagaimanapun juga. Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi. keciil . Negara RI adalah berdasar Pancasila. melihat . memberikan. contoh misalnya. pendidi’an . Jangan boleh. Menundukkan badan. Mempertinggi. betapun juga. agar supaya. Yang baku : memberikan . lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi.Artinya.zaman dahulu kala. unit . bukan lafal baku. Menghapus papan tulis. berapa . beso’ . kemungkinan ia tidak hadir. Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk. pendidikan . Para pemenang diberikan hadiah.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

dan sebagainya. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras... dalam konteks bahasa Indonesia.. misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah. Menulisken Dapat ………………………. (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring... enem Malam ………………………. misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda.. dan sebagainya. (6) penagruh bunyi /e/. malem... bener Cepat ………………………. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa ...Menuliskan………………………. 21 . Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras. banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. cepet Enam ……………………….. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab. dapet Benar ……………………….. (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia.

melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. morfem-morfem. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan. penulisan kata. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf.Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya. Dikatakan demikian. Sejalan dengan pengertian diatas. (gorys keraf. Ejaan Bahasa Indonesia 3. 3. sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan. lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. atau pengetahuan hukum.1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum. Soewandi menjelaskan. 3. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat. 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf. dan pemakaian tanda baca. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. Drs. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi. (Mashuri. penulisan kata. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. (soewandi.2 Guna Ejaan 22 .

Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. (4) Bab IV berisi tanda baca. pun). dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. 1972. mengarang.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. kah. tah. yang ditulis dengan huruf Latin. dan tanda garis miring. dan penulisan huruf miring. tanda ellipsis. meliputi pemakaian tanda baca: titik. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. dan nama diri. 3. Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu). Bab ini hanya membicarakan dua hal. tanda kurung. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . menulis surat. Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. kata depan di dan ke. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. dan penulisan kata ganti (kau. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. koma. yang meliputi : penulisan kata dasar. (3) Bab III berisi penulisan huruf. 23 . tanda seru. mu. kata majemuk. tanda pisah. memakai lambang –lambang (huruf) latin. vocal. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. tanda kurung siku. Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. tanda hubung. banyak orang meremehkan. kata jadian. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). tanda petik tunggal. Jika kita perhatikan benar. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. prtikel (lah. nya). diflong. kata ulang. (2) Bab II berisi penulisan kata. dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. yaitu penulisan huruf besar. atau untuk merekam bahasa tulisan. ku. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. tanda tanya. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. yang meliputi abjad. titik dua. konsonan. Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. titik koma. Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia.

menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya. sedangkan imbuan.+ tilis ditulis di.dan ke.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf. Menurut kaidahnya kata depan di.+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 .+ hendak kehendak ke. Contoh: di.+ cukur dicukur ke.+ culik menjadi diculik di. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di. dan pemakaian tanda – tanda baca. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat. awalan di.dan ke. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di.+ tua ketua ke. penulisan unsur serapan.dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.+ kasih kekasih ke.dan ke-. penulisan kata.4 Kata Depan di. 3.+ makan dimakan di. Melihat masalahnya memang luas. penulisan huruf.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada.

Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis. penulisan gabungan kata harus terpisah. Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.beritahukan Sebar luas + -kan --.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --. Contoh: Ber + tanda tangan --.lipat gandakan 25 --------. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --. Contoh: Tanda tanda + -i --.diberi tahu Ber + lipat ganda --. jadi penulisannya harus diceraikan. jelas bahwa itu kata depan.bertanggung Jawab Di + beri tahu --.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --.mencabuti --------. menurut kaidahnya.meminum --------.mengatas? . harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.memeja? --------. Contoh: Di kursi --ke kursi --.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me.dari kursi Di malang --ke malang --. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3.a) apabila menJawab pertanyaan dimana.

+ tanda tangan + -i --.+ rungu --tunarungu 3. gabungan kata itu dituliskan serangkai. kontar-.+ merah --inframerah Kontra . semi-. Contoh: Antar .+ warga --caturwarga Dwi . maha-. dan sebagainya.+ sebar luas + -kan --.+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra . dianggap sebagai satu kata.+ final --semifinal Tuna .+ beri tahu + -kan --. penulisannya dirangkaikan. tuna-.+ karya --purnakarya Semi .diberitahukan me.+ kota --antarkota Anti .+ komunis --antikomunis Catur .+ sila --pancasila Purna . dwi-. panca-. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-. ekstra-. Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 . non-. purna-.+lipat ganda + -kan --.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus. infra-. multi-.+ bahasa --multibahasa Non .pertanggungJawaban di. catur-.+ kapitalis --nonkapitalis Panca .+ tanggung Jawab + -an --. Contoh: Me.+ revolusi --kontarevolusi Multi .menantatangani Per. anti-.+ tunggal --dwitunggal Ekstra .melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas. apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama.menyebarluaskan me. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui.

baik awalan maupun akhiran. 27 .Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se.7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3. Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan.b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing. Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi. dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata.

majalah. bagi. dan peristiwa sejarah. sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. daripada.Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. dan aku ke pesta. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. kecuali partikel. ke. 28 . Contoh: Sekalipun rumahnya dekat. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur. yang. hari raya. ibu. bulan. dari. adik pun tidak ketinggalan. serata nama dokumnen resmi. lembaga pemerintahan. yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. seperti di. hari. untuk :yang tidak pada posisi awal. surat kabar.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. dan judul karangan. Ayah. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya.

d. 3. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 . Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu .000.n.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. ----dan kawan-kawan dsb. ketiga. kesejuta dan sebagainya. ----dan sebaginya hlm.00 per biji. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk .b. ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan. ----untuk beliau u. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996. ----dengan alamat s. ke selalu dirangkaikan. Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu.p. ----atas nama d. seperti perincian dan pemaparan. yaitu angka Arab dan angka Romawi. ----sampai dengan u. d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. demi. 3. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya. sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik.n. kedua. Harga buku itu Rp 5.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai. ----halaman tgl. Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis. ----untuk perhatian dkk.3. Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a.

dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. dan bahasa Cina. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. seperti: bahasa sangsekerta. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. bahasa Belanda. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian. bahasa Arab. seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. 3. seperti: team shuttle cock. f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i.Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. 2 Penggris. dan sebagainya. dan 100 lembar kertas folio bergaris. bahasa Inggris. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 .12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. bahasa Portugis.

yaitu tanda titik. Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. misalnya: A.”). yaitu tanda titik ( . tanda petik (“….). “saya akan pergi hari ini. pak Dalimin. Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini. Merari.19920. jabatan. tanda Tanya ( ? ). tanda pisah ( . Azab dan sengsara. a) Tanda titik ( . pangkat dan sapaan. ). (Sarjana Hukum) Sdr.egoist publicist teit. tanda koma ( . c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . university ---------------- egois publisis universitas 3.T. ). menjadi tas universiteit.S Samsudin Moh. dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). tanda ulang (…2).” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. pandai sekali. koma. Misalnya : Guru saya. tanda garis miring ( / ). tanda titik dua ( : ). tanda titik koma ( . ).H. ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah.). (Insinyur) Kol. ly. 26 september 1991 Siregar. (Kepala) Ir.13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. tanda titk tunggal (‘….’). titik dua dan tanda petik. ( Saudara) S. ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang . ( Kolonel) S. (dokter) Kep. (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . tanda ellipsis (…). (Doctor) dr. Misalnya : Dr. tanda hubung ( .

meja. dan bab buku. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) .”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan.” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus. 3) 4) d) Tanda Petik (”…. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. pendidikan seumur hidup sebuah studi. Budi mendapat julukan “ si hitam”. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. kata. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”. I 1971. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam. dan almari. atau bahan tertulis lain. kursi. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. naskah. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya : Ketika memerlukan meja. apabila dipakai dalam kalimat. (3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan. Misalnya : Tempo. karangan. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman. sudah terbit.

(4) kesejajaran. penulis harus memperhatikan beberapa hal. 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif. objek (O). Predikat (P). Bagi seorang penulis.BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif. tapi cukup berupa kalimat yang pendek. Perhatikan kalimat berikut. Dalam karangan. Jadi. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. yang selanjutnya. dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). 33 . Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis. serta keterangan (K). sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. (3) kevariasian. dan (5) penekanan. misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap. 2. P. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh. Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. (2) kehematan. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S.

(c) pemadatan kelompok kata menjadi kata. Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. Meskipun kelihatannya komunikatif. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. Pel. Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak. Perhatikan kalimat dibawah ini. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan. Oleh karena 34 . sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. (b) pemakaian hiponim. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. kita sering mengulang kata-kata yang sama. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik.as. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas. Agar kalimat tersebut efektif. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya. Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan. P. O.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera. 2. atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan. serta K-nya tidak jel.2. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan). yang menduduki fungsi yang sama. Perhatiakan contoh kalimat berikut. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. Unsur fungsi S. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada. frase.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk.

2. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya. (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah. suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya. Demi kehematan. begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara.itu. dan sebagainya. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia. (12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. 2. (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan. Kata mawar. kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara. (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan. sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. 35 . kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi. Itulah sebabnya. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. (7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian. (13). (10). dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. kalimat (12). misalnya. Perhatikan contohcontoh berikut.2. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan. Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif. kalimat (9).2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya). 2. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan. (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja.

suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. Untuk itu. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. Tanya. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. Irian Jaya. bentuk itu. atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya. sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi. Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an). Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca. tanya. dan perintah.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan. kalimat pasif dan kalimat aktif. (18) Mereka berdiskusi. Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini. 2. kelompok kata. kalimat sederhana dan kompleks. Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya..4 Kesejajaran Pemakaian kata. (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan. 36 . Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut. Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. Begitu pula sebaliknya. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. pendek kalimat. Muflich menyembelih seekor kambing. kalimat berita. Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini. misalnya. (22) Oleh karena itu. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir. perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. kalimat langsung dan tidak langsung. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja.2.

(24) Setelah diproduksi dan dipak. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan . Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu. Namun. Oleh karena itu. 2. dalam tuturan yang normal. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu.3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. yaitu kemarin. 37 . 2. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah. merupakan bagian dari topikalisasi. Perhatikan contoh berikut.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. tidak ada gagasan yang dipentingkan.5. bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis.5. Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. Oleh karena itu. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting.5.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O. Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi. 2. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. sesuai dengan proses.

Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. Akibatnya. paragraf induktif 38 . dan sebagainya. keseimbangan domestic dengan luar negeri. Dari keseluruhan uraian di atas. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan.(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. Pada sisi lain. karena pokok pikirannya terletak diawal. Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. pengetahua bersama. Penanda koherensi berupa lagu kalimat. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank. Jadi. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif). Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. 2. Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf. yaitu memiliki kesatuan pikiran. Denagn adanya hubungan formal itu. lingkungan topik. (c) pengulangan kata ganti . Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci. situasi pembacaan. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. (b) penggunaan kata transisi. memiliki kohesi dan koherensi.

rincian. tidak ada perkembangan yang berarti. janji merupakan tesis tulisan.disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ).2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3). Dengan teknik ini. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. Pada suatu saat. asumsi. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. 2. retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. Pada saat yang lain. 2. penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif. Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula. Akibatnya. Semua yang berada disekitar manusia. misalnya peristiwa-peristiwa.1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif. Kalimat kedua. merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. hasil karya manusia. pengkhususan. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. dan ilustrasi. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta. penjelasan. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). atau Andaian. Dalam tulisna yang lebih besar. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. Setelah masa suram itu. Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. Memang. Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. retorika mengalami masa suram. 1988:7). bahasa 39 . Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya. Bisaanya. paragraf lebih dramatic dan menarik.

pada libur lebaran. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. 1990). bus itu pun mogok dijalan. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. khususnya silogisme. dan efesien (soedjito dan hasan.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf. dalam paragaraf deduktif. Turun dari kendaraan.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. kecepatan. 3. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. sangat penting.1. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. aku terlambat bangun. kemenarikan. dan keterpercayaan. adapatkan bus yang kosong. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. efektif. 1987 dengan modifikasi). baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. keamanan atau kebahayaan. padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. Akibatnya. mudik. Ketika mau sarapan. Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. Dalam contoh 4. Mau berpakaian. atau sangat bernilai. Akhirnya. ansi belum matanmg. Dengan kata lain. Contoh 4: 40 .00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut. kendaraan selalu penuh. sangat praktis. sungguh sial benar hari ini (taringan. tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05.merupakan alat komunikasi yang panjang. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik. sangat berguna. kepraktikan. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus. pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan. 3.

Lebih dari itu.1993). Kapal terbang memang cepat. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam. Pulangdenagn mencarter mobil. Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). Bahkan. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan. Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi.1. Namun. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat. Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya. (5) 41 . Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan. lebih-lebih untuk wanita. 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. 3. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema. analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi.3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama. (2) alam kehidupan. gaya.1. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi. tetapi bandaranya jauh dari kampus. Kecepatannya pun tidak diragukan. dan latarnya. 3. Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”. Di samping itu harga tiket relative murah.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase.1. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. 1990:88 dengan modifikasi) 3.

pasar. sistematis. proses. cita-cita luhur. bendera.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. rela berkorban. 1993). maaf. tidak meminta pengakuan dari orang lain. membela nusa. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. bangsa. kursi. Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. dan terbatas. Membahasa A (transisi) 3. 1998). 3.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan. dan Negara. dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. adator. Mereka berbuat atas dasar idealisme.2. badan. 3. dan tanpa pamrih (Ardiana. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana.segala yang bersifat kebenaran (KBBI. dan bagianperbagian. proklamasi. meja. Agar definisi itu jelas. Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit. b) penetuan ciri khas konsep. melaksanakan kewajiban dengan baik. tetapi ada pula yang masih baru. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. persamaan-perbedaan. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. disrtai. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. Membahasa B 42 . suksus. Pahlawan tidak menuntut balas jasa. berjuang untuk kepentingan umum. Metode ini dirinci sebagai berikut. Baik yang lama maupun yang masih baru.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan). Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. Mereka berbuat baik. tidak ingin dihargai. agar pembahasan terarah. tidak ingin disanjung dan dijunjung. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap. Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. Pengantar pokok bahasa 2. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri.2. 1993 dengan modifikasi) 3.

Paman Arthur dan Alan. Alan langsung memaksa saya berhenti. tetapi istrinya kabur. 1. Sebagai dua orang yang bersaudara. tetapi dia juga suka melihat orang minum. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. rangakain peristiwa yang bertautan. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local. Alan memakai stelan jas terbaiknya. Padahal. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. 2. 4. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya. 2. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. 3. 1. ibu saya meninggal. 3. Dia tidak hanya minum. mereka amat bersebrangan. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan. Ketika berumur sepuluh tahun. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu. Alan belum pernah menikah. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. 4. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. Benar-benar keluarga yang aneh. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya. Ketika saya lulus SMA tahun lalu. simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?. Dulu Arthur pernah menikah. Dialah yang pertama kalimengajariku minum. 3. kata orang dia amat benci kepada wanita. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 . meski mereka banyak berbeda. Demikianlah kedua paman saya itu. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut. keduanya melarang saya. Dalam menyangkut diri pribadi saya. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs.Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4.2. Sebaliknya. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. Dia sangat membenci kebisaaan Arthur.

Contoh 11: ( E. seolah pembaca melihat. Pada tahun berikutnya. Tetapi. atau membau objek yang diperiksa. Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun. merasa. (Asrori. Saya yakin tadi selesai membaca.2.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981. ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. 1998 dengan modifikasi). mengapa kini mendadak benderang? Heran. 1994:56) 44 . meraba.bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang. Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. 3. lampu kamar telah saya matikan.

analisis. tujuan penelitian. Jadi. kata pengantar. Akan tetapi. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 . karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua.1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. daftar pustaka dan lampiran. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman).3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan. Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. 1. Oleh karena itu. dan lain-lain. masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama. misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. skripsi. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. pendahuluan. metodologi penelitian. 1985:8-9). Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). Selain itu.2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. khususnya dari segi kebisaaan. Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. disertasi. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. laporan penelitian. dan seterusnya. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. 1. isi. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan.BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. Sebab itu. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. missal: judul. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya. rumusan masalah.

dan tesis (Keraf. Walaupun demikian.5.4 Perumusan Topik.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit. suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul. fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. Tema. 1. sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis. Oleh sebab itu. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral. Walaupun demikian. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing. isi. Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama). Selanjutnya. penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah.1 Judul 46 . dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya. dan sebagainya. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. dan sebagainya.Selain itu. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf.”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. artikel. Judul. 1988:351). Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. 1. Jadi. yaitu judul. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan.yang sama. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. dan penutup. dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. 1.1980:117). lebih luwes. 1980:117). Di samping itu. pendahuluan. Contoh topik tujuan.

model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya. anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua. (1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. 1987. Sebagai tajuk. (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada).1985). (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun.2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. Secara lengkap. Bulan. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar.5.Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat. tanggal. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. (Sudjiman dan Sugono. penutup). serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital. Nama tempat (kota). Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. dan tahun penulisan.1990:22). (3) Dalam bentuk ketik. Nama penulis 47 . Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas. nama jurusan. pendahuluan. 12 Februari 2000). bulan. dan tahun penyusunan. fakultas dan perguruan tinggi. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya.5 cm. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. nama fakultas. kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono. nama kota. 1. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. tanggal. nama perguruan tinggi. Pias bawah berjarak lebih kurang 3.

a)…………… b)…………… (1)………….I……………….I………………… Model Lekuk I. (a)………… (b)………… Model Lekuk I. Apabila yang digunakan sistem digit.. 48 .I. b………………. (a)…………….I. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I.I. (2)……………. BAB A.I.dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun. b……………….I………………… I. BAB I. 1)…………….. (b)…………….I Sub Bab I..I Sub Bab I. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca. Oleh karena itu. 1. (2)………….I. 2………………. I. a………………...5.I Sub Bab I. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah.BAB A.. a………………. SubBab 1………………. 2)…………….I. Sub Bab 1………………. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)…………….I……………………… BAB I……………. 2………………. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono.I.I…………………… Atau BAB I………… I.BAB I.I Sub Bab I. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru).I…………………….I. I. (b) Sistem Digit Model Lurus I. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk.

Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu. analisis dan interpretasi. bagan. bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah).5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa. serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono. 1. metode dn teknik. Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris). Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab. Seperti halnya dengan bagian lain.I…………………… I. simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi. tujuan pembahasan. Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar.5. tabel.Saran yang disampaikan adalah saran 49 . sumber data. Oleh sebab itu. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah). dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. amkalah). ruang lingkup. Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas). ilustrasi atau contoh-contoh konkret.I. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori. Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran. Akan tetapi.4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah. skripsi.I. Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi). 1. Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel. jurnal. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan. 1. serta simpul pembahasan/interpretasi. Letak penu. 1986:4).I.5. tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa. maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan). Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah.5.I. pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah.I.I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas). teori atau pendapat yang dipakai. dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel. dan gambar (jika ada).6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran.

Contoh: Menurut Keraf (1982:3). Dalam karya ilmiah resmi. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks. berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka.” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka. Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. Teknik pengutipan seperti diatas.” Dalam pengetikan. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain. 1. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa. Contoh: Jadi. dan loc. sudah mulai ditinggalkan orang. Penggunaan singkatan ibid.cit. 50 . Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas. kemudian daftar pustaka.cit.5.op. majalah. artikel. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis. Oleh sebab itu. Akan tetapi. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. 1984:414). sudah mulai ditinggalkan orang. Penampilan kutipan. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung. bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. Kutipan atau catatan pustaka. sebab sering menyulitkan bembaca. makalah. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi. sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. kita harus mengunakan tanda pisah. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya. baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang.

kemudian sebutkan nama akhir pengarang. dan nomor halam dalam kurung. Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. diikuti tanda koma.Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. ketentuannya sebagai berikut. tanda koma. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. 1970:18). tahun penerbit. kemudian tulislah nama akhir pengarang. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. Oleh karena itu. titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah. (3) Jika ada dua nama pengarang. (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. Oleh sebab itu. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. diperlihatkan dengan identitas tertentu. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. dan diakhiri dengan tanda titik. Contoh: Dalam hal ini. Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. titik dua. atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. berikutnya cantumkan tahun terbit. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan.1989:155). diperlhatkan dengan identitas tertentu. tampilkan kutipan. dan nomor halaman. titk dua. tahun terbit. cara penulisan seperti butir 3.

1985:17. Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. 1984:6. Contoh: Buku acuan (Taringan. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). Korea Selatan. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. Thailand. maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. atau bimbingan yang praktis (Bonar. 1985a:80).1984:32) berbunyi: 52 . maka tampilan kutipannya sebagi berikut. dan Jepang. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. Gani. 1986:54). cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. hiburan. yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut. Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. Wawan. seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan.

Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi.Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. b. dan sebagainya. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 . maksud dan tujuan.1878:296). maksud dan tujuan. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah. Dalam artikel. Sumantri. cara menyampaikan. cantumkanlah of atau conf. keamanan isi. 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister. Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. wujud. mengurangi pendapat. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. dan urgensi penyelesaiannya (ef. 1978:14). catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah. sasaran. 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. cara penulisannya: Burmeister (Taringan. urgensi penyelesaiannya. sifat. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. Contoh: Buku acuan (Sumantri. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. sifat. wujud. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. pengirim. Apabila pendapat itu diacu. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung.

1920. (2) tahun terbit. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. Apabila berganti bab. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. penomoran dimulai dari nomor satu lagi. 1. 1986:17).8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. (4) kota tempat terbit. Sultan Takdir 54 . dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris. antologi. disertasi. asal taat asas. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. makalah. tanpa diberi tanda urut. Merari. dan lain-lain. kemudian nama pertamanya. (3) judul pustaka acuan. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). Misalnya: Siregar. diklat. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. tesis. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga. dan (5) nama penerbit. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. jurnal. diikuti tanda koma. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya. Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. skripsi.setiap bab. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris). Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana.”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut. buku.5. Azab dan Sengsara. Semua cara sebetulnya baik. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2. dimulai dengan nama akhir.

Contoh: Sudjito. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1978. diikuti kata dan. (dan kawankawan). __________. 1983. penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). 1988. __________. (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. 1980b. Amran (Ed). dilanjutkan dengan tahun terbit.Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. Tahun pada kolom tahun terbit. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya. 1985. (d) Jika ada dua nama pengarang.J. Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang. (b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). Contoh: Tarigan. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. Contoh: Keraf. Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. Contoh: Lubism Mochtar. Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. Tanpa Tahun. Contoh: Halim. Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. Contoh: Hutomo.Gorys. 1981. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. Suripan Sadi. 1980a. Bistok dkk. 1985. Teknik Mengarang. dan seterusnya. Contoh: Sirait. 1980. P. 55 . dituliskan Tanpa. Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit.

Kamus Linguistik. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid.makalah. penataran. Contoh: Kisyani. Jakarta Erlangga. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. Selain itu.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”.1 Sistematika Penulisan Makalah. Edisi Kedua. symposium. 2. Contoh: Kridalaksana. dan sebagainya. dan diakhiri dengan tanda titik. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. Surabaya 2. 1985. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. Harimurti. laporan penelitian. Contoh: Samsuri. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya. Cetakan Keenam. pembuka. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. Analisis Bahasa. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. Sebuah system memiliki judul.edisi. 1988. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata. Diikuti tanda titik dua. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. GBHN. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. 1985.(c) Artikel. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. penutup. skripsi. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit.1. dan daftar pustaka. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945. isi. judul harus mampu menarik perhatian 56 . 2. (e) Acuan yang berbahasa asing. 1988.

1. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah. analisis.1. artikel (dalam majalah.1. Oleh karena itu. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol. 2. Oleh karenanya. (2) analisis dengan interpretasi data. (4) menyanggah atau membantah asumsi umum.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain. dan simulan masalah yang dipaparkan. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah. 2. bagan. gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil. 2. 2. Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya.3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. keterbatasan. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil. ataupun penyusunan makalah. dan (4) tabel. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor.pembaca.(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih. 57 . analisis. Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa. Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah). surat kabar.5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian. kejelasan analisis.1. atau tanggapan terhadap suatu persoalan. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. bunga rampai). penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran). (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang.

Pada hakikatnya. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis. bukan ragam lisan.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa. Oleh karena itu. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. 3. pelngkap. antarkalimat dengan paragraf. karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. lugas. Lugas. penelitian.dan ilmiah. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata. Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. Selanjutnya. Jelas. Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi. predikat. Artinya. sejalan dengan tafsiran penulisnya.2. proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. cukup istilah Indonesia yang digunakan. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas. dan logos.. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu. Oleh karena itu. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya. Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret.2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah. dan keterangan ).bernalar. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas. Komunikatif. Artinya.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga. dan antarparagraf dalam wacana. Dengan unsur-unsur kalimat. Artinya. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan. percobaan. objek.logis. Padahal. Penulisan Skripsi 3.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 . kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata.

daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga. Dari uraian di atas. halaman persembahan atau motto. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. tanggal persetujuan skripsi. dan kehormatan. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis. Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. Setelah disetujui oleh pembimbing. metodologi. Tentu saja. kata pengantar.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut. 3. daftar isi.dan (5) nama lembaga. (4) nama penulis. dan (3) penutup. halaman pengesahan. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan. hasil dan pembahasan .2. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul). daftar tabel/bagan.2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka. dan simpulan dan saran.2.3 Halaman pengesahan 59 .2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar.2. Dengan kata lain. kajian teori. Setelah disetujui oleh pembimbing. judul skripsi. tanda tangan dekan. (2) pernyataan keperluan. Bagian isi terdiri atas pendahuluan. 3. (3) logo.hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. daftar istilah dan singkatan. (2) isi. 3. Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi. Oleh karena itu. didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. pangkat. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul. dan tanda tangan dekan. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi.dengan penyusutan skripsi atau tidak. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi. Dengan melihat halaman judul. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya.

Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya.2. 60 . anak. Dengan kata lain. Jadi.2. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian). Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar. dan almamater. sesuai dengan keinginan penulis.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian. tanda tangan tim penguji. subbab. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti. mulai dari judul bab. kecuali tabel. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi.2. kekasih. 3. Tabel 3. dan jarang ditulis “TABEL 1. nomor registrasi. Artinya. sahabat.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. jurusan/fakultas. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. 3. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. Di dalam kata pengantar. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi. Amin!” 3. setiap tabel diberi nomor urut. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. judul skripsi. Dengan melihat tabel. Oleh karena itu.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis. Tabel 2. istri. pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat.6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. Setelah itu. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai.2. dan seterusnya. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut. TABEL 2. subsubbab. Bagian terakhir. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji. tanggal pengesahan skripsi. TABEL 3”. orang tua. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. saudara. 3. Dalam penyajiannya. Selain itu.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri. Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua.7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat. seperti:”Tabel 1. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan. dan tanda tangan dekan.

rumusan masalah.2. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu. waktu. di dalamnya tercakkup latar belakang. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. dari ketiga alternative itu. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. Umumnya. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. Crb. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. Ciawi Ciwidey. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. dan hasil penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. atau C. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih. antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren. Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian. dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan.3. Yang jelas. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah).9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal. Di samping itu. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. apakah tidak akan tertukar dengan caruban.2. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian. tujuan. Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian. Misalnya. dan sebagainya. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian. antara lain. tujuan 61 . masalah. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf. Bentuknya paling mudah dikenali. ruang lingkup penelitian. 3. biaya. dan kemampuan. Yang penting.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. kecuali pada penelitian interdisiplin.2. Jika digunakan Crb. metodologi. Setelah masalah terdaftar sekian banyak. dan masalah penelitian. Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. Begitu pula dengan penggunaan singkatan. 3.

Dari situ. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya. kacang tanah. 3. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu.itu terbagi dalam dua macam. sayuran. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa.teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya.12 Metodologi 62 . Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya. jika kita akan memasak. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. kencur. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. dan sesuai pula dengan tujuan penelitian. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. tidak harus semua istilah didefinikan. Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. maksudnya tetap sama. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. pengambilannya. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan. Sebagai contoh. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. sangat mustahil rasanya. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik. Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. Dengan kata lain. Akan tetapi. 3. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam.2. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul. dsb. Jadi. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. sesuai dengan masalah penelitian. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya.2. Ada juga yang menyebut“landasan teori”. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. Sering terjadi. bisa menjadi gado-gado yang siap santap.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”. Alasannya bermacammacam. cabai. gula. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah.

yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. Selain itu. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal. padat. dan (3) gaya selingkuh. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. profesi. Oleh karena itu. 3. dan (3) gaya selingkung. pendekatan. teknik. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan. Ada yang menulis kan “metodologi”. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan. (2) pembimbing.2. ada yang kurang. dalam hal ini tidak diartikan demikian. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. Dengan demikian.14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”. (2) pembimbing.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. masyarakat.Jika dilihat dari asal-usul katanya. dan ada pula yang hanya menulis “metode”. 3. melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian. dan hasil penelitian yang dibacanya. dan kesenagan. Plagiasi akan merajalela. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab. Minat. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. yaitu (1) kemauan. dan jelas. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah. dsb. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 .atau juga sebaliknya. penulisan. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. Akan tetapi. Penulis dan pemikir tidak akan berharga. atau mungkin juga lingkungan. dan hal-halyang lebih detil lagi. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”. Dalam penulisan skripsi. Mungkin penelitian tersebut kurang luas. Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. yaitu: (1) kemauan. prosedur. 3.2. Untuk mengatasi hal ini. data yang kurang valid.2. yakni bab hasil dan bab pembahasan. pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara.13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi. Tentang cara penulisan daftar pustaka. Yang umum. minat. Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan. petuah. atau petunjuk . dan kesenangan. Penggunaan strategi. metodologi berarti ilmu tentang metode. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. Isinya singkat. Saran bukanlah perintah. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka.

seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. Seorang tokoh dalam masyarakat. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya.15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi. penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting. lewat pidato radionya. ia 64 . menguasai massa. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan. PENDAHULUAN Peranan pidato.2.3. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. ceramah.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. Tetapi besarnya umat manusia. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya. BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A.

ketenagan sikap di depan masa. B. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik. komunikasi dengan pendegar dsb. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli. yaitu: 1. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai.betapa jujur ia menjalankan tugasnya.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. 3. Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. 2. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. sikap. Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan. tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya. tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain. maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali. Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis.

Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian. C. 4. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. pembicara akan berbicara secaraa bebas. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas . yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer. sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung.cukup. namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. 66 . maka hasilnya sama dengan metode improptu. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. tertulis. Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya. Bila pembicara bukan seorang ahli. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu. antara lain: 1. Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b.

d. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual). Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar. Apakah pada saat itu hujan. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar. malam. dan keanggotaan politik atau sosial. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit. untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. perlu diperhatikan c. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a. e. pekerjaan. Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. 2.Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. b. 3.. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran.Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. minat dan keinginan pendengar. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. mendung. usia. pagi siang. Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 . oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. provokatif dan singkat. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung. Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a. maupun agama. serta sikap mereka. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. c.Kapan berlangsung pembicaraan itu. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. pendidikan. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. jenis kelamin. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan.

hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi. acuh tak acuh. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. tetapi jangan terlalu sering. dan jelas. gelisah dan tegang. Minat dan keinginan pendengar c. Tunjukan sikap bersahabat. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. berseri-seri dan sopan. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. sederhana. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. b. Sikap pendengar D. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. was-was.a. dan sedikit banyaknya pendengar. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. Berpakaian yang rapid an sopan. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. Bergayalah seadanya. b. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 . d. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra.

. Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. 69 . 1984.1998. 1986...sabarti dkk. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan..29 Januari 1993. Jakarta: P3B Depdikbut …………………. “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa... Makayat D.1993. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia. Arifin. 19976. Ende: Nusa Indah Moeliano.. H. Jakarta: Erlangga Ardian.. Edisi kedua. Jakarta: Puspa Swara. 1995... Komposisi. dan Laporan yang Menarik.. Gorys.. Sudjiman. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia... Sugono. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Suhendar. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan. 1990. Bandung: Remaja Rosdakarya..dkk. “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya.. Jakarta: Depdikbud. E Zaenal. Keraf.. Jakarta: Balai Pustaka …………………. Soedjito dan Hasan M.. Ketrampilan Menulis Paragraf. 1985... Dendy. 1989.M. Effendi S. Penulisan Karangan Ilmiah. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka. tanggalm 10 .Jakarta: Balai Pustaka. 1995. 1987. 1992. (Ed).. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar. Surat.. Antom M. (Ed). 1998.E. 1994.. Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya. Leo Idra..DAFTAR PUSTAKA Akhdiah. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Jakarta: Balai Pustaka.. Panuti dan Dendy Sugono. Depdikbud.. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo.. 1995... Kamus Besar Bahasa Indonesia..

Paper.... Pos Jaga Bahasa Indonesia. 70 .. 1991...... Gatot Susilo.. Thesisi. Tarigan..... Imam.Sumowijoyo.... malang: FPBS Malang.. Djago. Kalimat Baku Bahasa Indonesia.. Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya... 1994.. Retorika dalam Menulis... 1987... Bandung: Angkasa.. 1988.... Skripsi..... Winarno.. 2000.... Surabaya: Unipress Unesa Surabaya. 1984.. Desertasi.. Bandug: Tarsito Syafe’ie. . Surabaya: Materi Penataran. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan. Jakarta: P2LPTK Depdikbud ……………….. Surakhmad..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful