BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). kemauan dan tingkah laku seseorang. Bahasa sebagai alat kominikasi. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. dan dalam masyarakat yang lebih maju. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. yaitu bahasa masyarakat tersebut. tetapi ia juga melambangkan perasaan. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. 4 . Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. memeproleh keahlian membaca dan menulis.c. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. baik tanggapan yang berupa tutur. kedua. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. d. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. memperoleh keahlian bicara. Dalam mengadakan control social. dan tata-krama masyarakatnya. untuk itu memerlukan bahasa . disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. tingkah laku. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik.

(3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 . Bab XV. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan.maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema.bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. Untuk kepentingan praktis. bahasa daerah. dan efisien. (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. Ketiga. (2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. Problema itu berkisar pada: a. dan (4) alat penghubung kebudayaan. Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional. (2) lambang idengtitas nasional. tepat. Undang-undang Dasar (1945).1994:5). 1998:158-160). 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan.Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. dan teknologi (Suhender. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya. Dan keempat. (Gorys Keraf:1984) 4. bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. ilmu pengetahuan.

Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap.apa pun jenisnya . Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. kesalahan logika. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. Misalnya. Jadi. Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab. Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.1992:20). Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian. Kita seharusnya merasa malu. baik keswalahan kaidah. Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan. maupun kesalahn budaya(Sumowioyo. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. anutan. Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya. 5.2000:5). 1987:1). Sikap negatif tersebut harus dibina. merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan. Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita. Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran. Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. 6. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul.dalam situasi santai dan akrab. diupayakan menjadi sikap positif.alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 . Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar.diaggap berbahasa denga efektif. Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal.2000:6). Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif. model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia. Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya.

kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika.benar.1994:10) 7 . Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing. Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata.1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia. Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah. kesalahan logika.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. tidak logis. 6.Logat juga disebut ragam daerah. Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis. maupun kesalahn budaya. (Sugiono. dan tidak berterima termasuk kesalahan logika . Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah.

d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan). Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. BIR terpakai dalam situasi resmi. penuh dengan gagasan ( ide. Rupanya. BI yang sangkil (objektif). Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi. apakah situasi itu. Masalahnya. Kalau seseorang berbahasa indonesia. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. Dengan titik tolak tersebut. fonem ). Hal ini wajar.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. Data tersebut kiranya. serius. pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. 2. BI yang tertib. prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). dan teknologi. Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. BI yang serius. Dengan demikian. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). morfem. BI ditunjang oleh kalimat-kalimat. Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR. umum ). ilmu pengetahuan.pikiran). Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. bersifat kenegaraan. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. ia mengucapkan kalimat-kalimat. b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia.

Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda . Demikianlah frase itu mempunyai ciri. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat. Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu. makna sebuah kalimat perlu jelas. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ). Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. Makna yang kurang jelas ( samar –samar. hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih. Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ). Contoh pertama terdiri atas tiga frase. kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. Berbeda dengan data pertama. Supaya komunikasi tercipta.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. 9 . (2) dapat dipindahkan. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata.

ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. Ketidak jelasan SPOK . eksplisit). Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. Dalam komunikasi.Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. sesuai dengan ejaan yang berlaku G. sesuai dengan lafal BI A. masuk akal C. tersurat . 10 . bebas dari kontaminasi E. 3. Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. terutama SP. Karena itu. Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. bebas dari interferansi F. dan tata fonem (fonologi). pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. Gramatikal kalimat baku itu gramatikal. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak . Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda. Pada dasarnya. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. menghadirkan kalimat tidak baku. gramatikal B. Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. Secaraa garis besar. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. bebas dari unsur yang mubazir D. Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat.

S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri. S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K P O1 `yang baku (a) Demikian. K P S (b) Demikian . P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara. S S P O1 11 . P P S S (c)Wajar . kami harap Anda maklum.Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. kata Presiden. mohon Bapak/Ibu aktif. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu.. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata. Prestasinya menurun. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti.

S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM.memalukan. K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . S S P saya sudah ketahui hal itu. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui. K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah. S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP. S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus.hal itu memalukan.(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen.

(b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda. Sehingga identitasnya sulit dikenal.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. sebab pemilik toko emas itu menghilang. sehingga identitasnya sulit dikenal. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. (c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang. Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. 13 . P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.

sesuai dengan tata morfem BI. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan. (e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan. saya ucapkan terima kasih. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan. 14 . Kami sudah selesaikan persoalan itu.. (d) Para petatar disediakan makalah. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan. Contoh : (a) Atas perhatian Anda. afiks) secaraa tepat. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. (d) Para petatar disediai makalah. (c) Pak Badudu mengajar BI. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten). Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya.Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. saya ucapkan terima kasih. (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. Sudah kami selesaikan persoalan itu.

Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras. tidak mengandung unsur yang mubazir. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku.…………. hasilnya masih belum mengembirakan. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya. tentu saja.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan. (b) Demi berhasilnya pembangunan. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal. (c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa. Kalimat baku. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras.pengacauan) dua makna. kerja keras perlu ditingkatkan. Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan. E.. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C. Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis). atau dua struktur. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti. dan unsur. B. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 . Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. Unsur – unsur yang Mubazir D. kerja keras perlu ditingkatkan.

Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. (d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. ada pula yang memiskinkan BI. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. Belajarlah rajin . Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek).rajin ! Mereka berlatih di kampus. Karena ejaan sudah diresmikan. Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan. kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata. (e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. Dengan demikian. yang rajin. 16 . dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa). I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya. Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing. G. Dapat disimpulkan. H. dan bukan lafal asing. Orang itu teman ayah saya. lafal baku itu lafal nasional. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ). penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan. Dalam hubungan ini. Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. hatur. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi.Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F.Inggris). bukan lafal daerah (dialek). (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus.

Yang baku : memberikan . Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. melihat . Untuk sementara waktu. Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk.. Seringkali. keciil . disebabkan oleh karena. beso’ . agar supaya.zaman dahulu kala. Contoh kata Interferensi 17 . Dan lain sebagainya. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. Dalam rapat itu membicarakan SPP. tetapi hasilnya mengecewakan. Negara RI adalah berdasar Pancasila. adalah merupakan. unit .. Atas dasar itu. adi’ . lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi. kemungkinan ia tidak hadir. Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan. (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. Jangan boleh. lokhis . 4. yunit . Pengusahawan. Sedari. berdasarkan atas keputusan rapat. meskipun ia berusaha keras. mbesu’ . betapun juga. bagaimanapun juga.Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. sesuai dengan lafal baku BI.Artinya. bukan lafal baku. Menghapus papan tulis. melihhat . Menundukkan badan. memberikan. Kalimat baku dilafalkan dengan benar. konon kabarnya. pendidi’an . adiq . perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. kecil . bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Para pemenang diberikan hadiah. Mempertinggi. pendidikan . berapa . sehingga dengan demikian. Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi. logis. maka Surabaya banjir. berapa’ . contoh misalnya.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

bener Cepat ………………………... Menulisken Dapat ………………………. malem. (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring. dan sebagainya. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras... dan sebagainya.... misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda. (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia. dalam konteks bahasa Indonesia. misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah. (6) penagruh bunyi /e/. cepet Enam ………………………. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab.Menuliskan………………………. banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia... Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras. dapet Benar ………………………. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa .. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/. enem Malam ……………………….. 21 ..

Drs. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri. 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan. Sejalan dengan pengertian diatas. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan. Dikatakan demikian. Ejaan Bahasa Indonesia 3. atau pengetahuan hukum. morfem-morfem. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. Soewandi menjelaskan. dan pemakaian tanda baca. 3.2 Guna Ejaan 22 . yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf. (gorys keraf. penulisan kata. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi. (Mashuri. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. 3.Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya.1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat. penulisan kata. melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf. sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum. lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. (soewandi.

prtikel (lah. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. tah. tanda seru. tanda petik tunggal. kata jadian. dan penulisan huruf miring. memakai lambang –lambang (huruf) latin. pun). dan tanda garis miring. vocal. 1972. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu). nya). tanda pisah. dan penulisan kata ganti (kau. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. mu. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. koma. titik dua. kah. tanda kurung. banyak orang meremehkan. Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. tanda tanya. Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. dan sebagainya.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia. (4) Bab IV berisi tanda baca. kata majemuk. tanda hubung.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. menulis surat. kata ulang. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. mengarang. yang ditulis dengan huruf Latin. Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. Jika kita perhatikan benar. diflong. atau untuk merekam bahasa tulisan. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. tanda ellipsis. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. 23 . yang meliputi : penulisan kata dasar. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. titik koma. konsonan. kata depan di dan ke. ku. Bab ini hanya membicarakan dua hal. tanda kurung siku. yaitu penulisan huruf besar. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. (2) Bab II berisi penulisan kata. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. 3. dan nama diri. (3) Bab III berisi penulisan huruf. Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf. yang meliputi abjad. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). meliputi pemakaian tanda baca: titik.

+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 . dan pemakaian tanda – tanda baca. Menurut kaidahnya kata depan di. menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. sedangkan imbuan.+ cukur dicukur ke. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di. Contoh: di. penulisan unsur serapan.+ tilis ditulis di.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya. 3. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada. Melihat masalahnya memang luas.+ tua ketua ke. penulisan huruf.+ makan dimakan di.4 Kata Depan di.+ kasih kekasih ke.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf.dan ke.dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di. awalan di.dan ke. penulisan kata.+ culik menjadi diculik di.dan ke-. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat.+ hendak kehendak ke. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya.

Contoh: Ber + tanda tangan --.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --.memeja? --------.a) apabila menJawab pertanyaan dimana.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran.lipat gandakan 25 --------.bertanggung Jawab Di + beri tahu --.meminum --------.beritahukan Sebar luas + -kan --. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.mencabuti --------.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya. menurut kaidahnya. penulisan gabungan kata harus terpisah. Contoh: Di kursi --ke kursi --.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --. Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan. jadi penulisannya harus diceraikan.dari kursi Di malang --ke malang --. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan.mengatas? . Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3.diberi tahu Ber + lipat ganda --.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me. Contoh: Tanda tanda + -i --. jelas bahwa itu kata depan.

semi-. non-.+ kota --antarkota Anti . harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.+ sebar luas + -kan --.+ komunis --antikomunis Catur .+ karya --purnakarya Semi .+ final --semifinal Tuna .+ revolusi --kontarevolusi Multi . Contoh: Me. ekstra-.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui.menantatangani Per. tuna-.+ warga --caturwarga Dwi .+ kapitalis --nonkapitalis Panca .+ bahasa --multibahasa Non . multi-.+ rungu --tunarungu 3. purna-. dwi-. anti-.+ sila --pancasila Purna . infra-.+ beri tahu + -kan --.+lipat ganda + -kan --.pertanggungJawaban di. maha-.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-. penulisannya dirangkaikan.menyebarluaskan me. kontar-. dianggap sebagai satu kata. panca-. catur-.melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas.diberitahukan me. apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama. gabungan kata itu dituliskan serangkai.+ tanggung Jawab + -an --.+ tunggal --dwitunggal Ekstra .+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra . Contoh: Antar . dan sebagainya. Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 .+ merah --inframerah Kontra .+ tanda tangan + -i --.

dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring. Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi. 27 .7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata.Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing. Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan. Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3. baik awalan maupun akhiran.b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan.

yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. serata nama dokumnen resmi. dan aku ke pesta. Ayah. daripada. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. surat kabar. bulan. Contoh: Sekalipun rumahnya dekat. lembaga pemerintahan. ke. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. dan peristiwa sejarah.Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. ibu. sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya. seperti di. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. majalah. dan judul karangan. hari. hari raya. bagi. untuk :yang tidak pada posisi awal. 28 . adik pun tidak ketinggalan. yang. kecuali partikel. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. dari.

ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996.000. ketiga. demi.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai. d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. 3. ----dengan alamat s. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya. ----sampai dengan u. Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis.n.p. Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu . Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor. kesejuta dan sebagainya.3. seperti perincian dan pemaparan. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk . Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a. ----dan kawan-kawan dsb. yaitu angka Arab dan angka Romawi. ----untuk beliau u.b. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 .d.00 per biji. ----atas nama d.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. ----untuk perhatian dkk.n. Harga buku itu Rp 5. sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik. ----halaman tgl. 3. kedua. ke selalu dirangkaikan. ----dan sebaginya hlm.

Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. seperti: team shuttle cock. dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 . f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. bahasa Portugis. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian. 2 Penggris. dan sebagainya. 3. bahasa Arab. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. bahasa Inggris. dan 100 lembar kertas folio bergaris. dan bahasa Cina. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. seperti: bahasa sangsekerta. e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. bahasa Belanda. seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya.

tanda garis miring ( / ). pak Dalimin. jabatan. ).13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. (Doctor) dr.”).T. Misalnya : Guru saya. c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . tanda pisah ( . Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. ). ( Saudara) S. (Sarjana Hukum) Sdr. tanda ellipsis (…). misalnya: A. tanda titik koma ( . tanda Tanya ( ? ). (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . “saya akan pergi hari ini. a) Tanda titik ( . ly. pandai sekali. 26 september 1991 Siregar. ). (Kepala) Ir. Azab dan sengsara. koma. (dokter) Kep.19920. university ---------------- egois publisis universitas 3. ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah. yaitu tanda titik. titik dua dan tanda petik. tanda hubung ( . ( Kolonel) S.egoist publicist teit. (Insinyur) Kol.’). Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini. pangkat dan sapaan. tanda titk tunggal (‘….). tanda petik (“…. tanda ulang (…2). tanda titik dua ( : ). ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang . yaitu tanda titik ( .” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. menjadi tas universiteit.H. Misalnya : Dr. tanda koma ( . Merari.).S Samsudin Moh. dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.

(3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”.”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. dan bab buku.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. apabila dipakai dalam kalimat. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. 3) 4) d) Tanda Petik (”…. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. naskah. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. sudah terbit. Budi mendapat julukan “ si hitam”. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam.” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) . karangan. meja. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. Misalnya : Ketika memerlukan meja. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus. pendidikan seumur hidup sebuah studi. Misalnya : Tempo. kursi. I 1971. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. dan almari. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap. kata. atau bahan tertulis lain.

dan (5) penekanan. (2) kehematan. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S. 33 . sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh. Jadi. objek (O). 2.BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1. P. Perhatikan kalimat berikut.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. tapi cukup berupa kalimat yang pendek. yang selanjutnya. serta keterangan (K). Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. (3) kevariasian. Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. Predikat (P). 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif. (4) kesejajaran. kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis. dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). Bagi seorang penulis. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap. penulis harus memperhatikan beberapa hal. Dalam karangan.

2. Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat. atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. Pel. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak. (b) pemakaian hiponim. kita sering mengulang kata-kata yang sama. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya. frase. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas. Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan. Unsur fungsi S. P. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. (c) pemadatan kelompok kata menjadi kata.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. Perhatiakan contoh kalimat berikut. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan). Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut.as. (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. Oleh karena 34 . Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. serta K-nya tidak jel.2.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. Meskipun kelihatannya komunikatif. O. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Perhatikan kalimat dibawah ini. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan. Agar kalimat tersebut efektif. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan. yang menduduki fungsi yang sama.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai.

(7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian.itu. 2. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat. begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara. sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah. 2. (13). Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai. Itulah sebabnya. kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan. Perhatikan contohcontoh berikut. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan. dan sebagainya.2. (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan. (10). kalimat (12).2. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. Demi kehematan. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya. kalimat (9). (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja. (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan. misalnya.2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya). (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya. kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi. Kata mawar. Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif. 35 . (12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei.

Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir. kelompok kata. Tanya. bentuk itu. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja. bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya. 2. sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. (22) Oleh karena itu. dan perintah. kalimat sederhana dan kompleks. pendek kalimat. Untuk itu. serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. Irian Jaya.4 Kesejajaran Pemakaian kata. Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. kalimat pasif dan kalimat aktif.. Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen.2. (18) Mereka berdiskusi. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. Muflich menyembelih seekor kambing. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi. Begitu pula sebaliknya. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. kalimat berita. Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini. kalimat langsung dan tidak langsung. perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya. (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan. 36 . Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an). misalnya. tanya. Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan.

Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian. Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis.(24) Setelah diproduksi dan dipak.5. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. tidak ada gagasan yang dipentingkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat. dalam tuturan yang normal. Perhatikan contoh berikut. yaitu kemarin. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan .5. sesuai dengan proses. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan. 2.5. Namun.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O. Oleh karena itu.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting. 37 . merupakan bagian dari topikalisasi. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. Oleh karena itu. 2.3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. 2. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah.

2. Penanda koherensi berupa lagu kalimat. Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. lingkungan topik. pengetahua bersama. Pada sisi lain. keseimbangan domestic dengan luar negeri.(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas. dan sebagainya. paragraf induktif 38 . Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. Denagn adanya hubungan formal itu. Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci. karena pokok pikirannya terletak diawal. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank. Dari keseluruhan uraian di atas. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif). Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. (c) pengulangan kata ganti . serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. (b) penggunaan kata transisi. situasi pembacaan. Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. yaitu memiliki kesatuan pikiran. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. memiliki kohesi dan koherensi. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. Akibatnya. logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan. Jadi.

Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3). retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya. janji merupakan tesis tulisan. tidak ada perkembangan yang berarti. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula.disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ). penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. Dalam tulisna yang lebih besar. Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. Akibatnya. paragraf lebih dramatic dan menarik. Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. penjelasan. Setelah masa suram itu. Kalimat kedua. Bisaanya. Memang. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. dan ilustrasi. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. misalnya peristiwa-peristiwa. retorika mengalami masa suram. 2. bahasa 39 .2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. rincian. Pada saat yang lain. merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). 1988:7). Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif. Semua yang berada disekitar manusia. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua.1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif. Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. asumsi. Dengan teknik ini. 2. hasil karya manusia. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta. pengkhususan. Pada suatu saat. atau Andaian.

padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. khususnya silogisme. Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan. tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. aku terlambat bangun. kemenarikan. Dalam contoh 4. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. 1987 dengan modifikasi). dalam paragaraf deduktif. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. Mau berpakaian. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. Akibatnya. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. 3. Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. Dengan kata lain. pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf. sangat penting. dan efesien (soedjito dan hasan. ansi belum matanmg. pada libur lebaran. keamanan atau kebahayaan. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05.00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. sangat berguna. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. mudik. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. adapatkan bus yang kosong. sangat praktis. 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. 3. kepraktikan. kendaraan selalu penuh. sungguh sial benar hari ini (taringan. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus. kecepatan. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi. 1990). efektif. Ketika mau sarapan. atau sangat bernilai.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Akhirnya.merupakan alat komunikasi yang panjang.1. Contoh 4: 40 . bus itu pun mogok dijalan. dan keterpercayaan. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. Turun dari kendaraan. baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut.

analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi. (2) alam kehidupan.1993). dan latarnya. Lebih dari itu. tetapi bandaranya jauh dari kampus. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau. (5) 41 . Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan.1. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya. gaya. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. 1990:88 dengan modifikasi) 3. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api. Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan.1. Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. Kecepatannya pun tidak diragukan. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema. 3. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Pulangdenagn mencarter mobil. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama.1. Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan. Kapal terbang memang cepat. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat. Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”. Di samping itu harga tiket relative murah. 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. 3.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. Bahkan. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam. lebih-lebih untuk wanita.3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu. Namun.

Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep. tidak ingin dihargai. tidak ingin disanjung dan dijunjung. Membahasa B 42 . tidak meminta pengakuan dari orang lain. 1993). proses. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap.2. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. kursi. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. 3. proklamasi. badan. Membahasa A (transisi) 3. Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan). dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. cita-cita luhur. bangsa. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. Metode ini dirinci sebagai berikut. Pengantar pokok bahasa 2. Baik yang lama maupun yang masih baru. dan Negara. dan bagianperbagian. bendera. melaksanakan kewajiban dengan baik.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. disrtai. pasar. meja. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. dan terbatas.segala yang bersifat kebenaran (KBBI. maaf. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. persamaan-perbedaan. rela berkorban. adator. Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. Mereka berbuat atas dasar idealisme. agar pembahasan terarah. dan tanpa pamrih (Ardiana. 1998). c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. Pahlawan tidak menuntut balas jasa.2. berjuang untuk kepentingan umum. Mereka berbuat baik. suksus. tetapi ada pula yang masih baru. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. 3. membela nusa. b) penetuan ciri khas konsep. Agar definisi itu jelas. 1993 dengan modifikasi) 3. sistematis.

3. Sebaliknya. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik. 2. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local. Dia sangat membenci kebisaaan Arthur. keduanya melarang saya. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 . Benar-benar keluarga yang aneh. Sebagai dua orang yang bersaudara. 4. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya. mereka amat bersebrangan. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. ibu saya meninggal. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur.Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan. 2. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. meski mereka banyak berbeda. kata orang dia amat benci kepada wanita. Demikianlah kedua paman saya itu. tetapi dia juga suka melihat orang minum. Padahal. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. Alan memakai stelan jas terbaiknya. simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?.2. 1. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. Alan belum pernah menikah. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs. 3. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. Dialah yang pertama kalimengajariku minum.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. Dulu Arthur pernah menikah. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. Ketika saya lulus SMA tahun lalu. 3. Ketika berumur sepuluh tahun. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. tetapi istrinya kabur. 4. Alan langsung memaksa saya berhenti. 1. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut. Dia tidak hanya minum. rangakain peristiwa yang bertautan. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. Dalam menyangkut diri pribadi saya. Paman Arthur dan Alan.

ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981.2. mengapa kini mendadak benderang? Heran. Pada tahun berikutnya. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. atau membau objek yang diperiksa. (Asrori. 1998 dengan modifikasi). Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca. Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang. merasa. 3. seolah pembaca melihat. Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun. meraba. pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi. Saya yakin tadi selesai membaca. Tetapi.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. lampu kamar telah saya matikan. 1994:56) 44 .bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. Contoh 11: ( E.

Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman). tujuan penelitian. Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). analisis.2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 . daftar pustaka dan lampiran. Selain itu.BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. missal: judul. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. disertasi. khususnya dari segi kebisaaan. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. skripsi. misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua. rumusan masalah. metodologi penelitian. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan. pendahuluan.3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan. Jadi. dan lain-lain. 1. masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. 1985:8-9). dan seterusnya. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. Sebab itu. Oleh karena itu. Akan tetapi. Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya. laporan penelitian. kata pengantar. 1.1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. isi.

dan sebagainya. Judul. Walaupun demikian.5. suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul. Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. yaitu judul. dan penutup. Di samping itu.yang sama. Contoh topik tujuan. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. lebih luwes.1980:117). Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. artikel. isi. fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. dan tesis (Keraf. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. 1.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis. Walaupun demikian. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing. Jadi. 1980:117). Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya. 1.4 Perumusan Topik. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral. sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. 1.Selain itu. dan sebagainya. tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama).1 Judul 46 .”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. Oleh sebab itu. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul. pendahuluan. Tema. Selanjutnya. Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan. 1988:351).

(1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. (Sudjiman dan Sugono. nama perguruan tinggi. (3) Dalam bentuk ketik. nama kota. serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital.1985). dan tahun penyusunan.5 cm. Pias bawah berjarak lebih kurang 3.1990:22). judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat. pendahuluan. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya. 1. Nama penulis 47 . misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. 12 Februari 2000). Sebagai tajuk. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. dan tahun penulisan. tanggal. anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua. Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. Nama tempat (kota). Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas. (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan.5. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar. 1987. nama jurusan. Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. Secara lengkap.2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan. model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. fakultas dan perguruan tinggi. Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul. (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada). tanggal. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. penutup).Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. bulan. nama fakultas. (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. Bulan. kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono.

I. 48 .I Sub Bab I. Oleh karena itu.I…………………….I…………………… Atau BAB I………… I. Sub Bab 1……………….. 2………………. I.I Sub Bab I. 1)…………….I.I.I………………. (b) Sistem Digit Model Lurus I. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)…………….dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun. SubBab 1………………. BAB I.I Sub Bab I.I. 1. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk. (2)…………….I. (2)…………. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi.BAB I.I.I……………………… BAB I……………. 2)…………….5. I. BAB A... 2……………….BAB A. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah.. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru).I..I………………… I. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I.I………………… Model Lekuk I. (b)……………. (a)……………. b……………….. a………………. b………………. (a)………… (b)………… Model Lekuk I. Apabila yang digunakan sistem digit.I Sub Bab I.I. a)…………… b)…………… (1)…………. a……………….

5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa. tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa. Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel. Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu.5. pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah. 1986:4). serta simpul pembahasan/interpretasi. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab. metode dn teknik.I. Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran.I. Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. Oleh sebab itu. Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas).6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran.Saran yang disampaikan adalah saran 49 . bagan. ilustrasi atau contoh-contoh konkret. tujuan pembahasan. simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris). Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi).5. 1. serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono. skripsi. jurnal. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab.I. sumber data. 1. amkalah). Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas. Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori.I. teori atau pendapat yang dipakai. tabel. Seperti halnya dengan bagian lain. maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan).I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas). Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar. Letak penu. bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah).5. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah). Akan tetapi. analisis dan interpretasi. 1. ruang lingkup.I…………………… I.4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah.I. dan gambar (jika ada). dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel.

Penggunaan singkatan ibid. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. 1.cit. Akan tetapi.” Dalam pengetikan. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah. Contoh: Menurut Keraf (1982:3).5.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. sudah mulai ditinggalkan orang. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung.cit. dan loc. sebab sering menyulitkan bembaca. Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas.op. sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. artikel. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks. majalah. 50 . Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. Teknik pengutipan seperti diatas. Contoh: Jadi. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. makalah. kemudian daftar pustaka. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka. baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Kutipan atau catatan pustaka. Oleh sebab itu. sudah mulai ditinggalkan orang. kita harus mengunakan tanda pisah. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara. Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. Dalam karya ilmiah resmi. bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca. 1984:414). Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi. Penampilan kutipan. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah.” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis.

tahun terbit. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah. (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. tahun penerbit. titik dua. kemudian tulislah nama akhir pengarang. diperlhatkan dengan identitas tertentu. ketentuannya sebagai berikut. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. dan nomor halam dalam kurung. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. kemudian sebutkan nama akhir pengarang. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . Oleh karena itu. Oleh sebab itu. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. berikutnya cantumkan tahun terbit. Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. titk dua.1989:155). tanda koma. Contoh: Dalam hal ini. dan nomor halaman. masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. dan diakhiri dengan tanda titik. 1970:18). Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. diperlihatkan dengan identitas tertentu. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. cara penulisan seperti butir 3. titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. (3) Jika ada dua nama pengarang. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia.Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing. tampilkan kutipan. diikuti tanda koma. atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia.

hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan. yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut. Thailand. Korea Selatan. maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. Contoh: Buku acuan (Taringan. Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis. 1985a:80). dan Jepang. Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. Gani. Wawan. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. 1986:54).1984:32) berbunyi: 52 . Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). atau bimbingan yang praktis (Bonar. 1985:17. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. maka tampilan kutipannya sebagi berikut.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. 1984:6. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. hiburan. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba.

wujud. biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. maksud dan tujuan. urgensi penyelesaiannya. keamanan isi. 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis. atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. cara menyampaikan. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. b. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. cantumkanlah of atau conf. cara penulisannya: Burmeister (Taringan. 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi. Sumantri. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. wujud. 1978:14). Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. Contoh: Buku acuan (Sumantri. mengurangi pendapat. sasaran. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. dan urgensi penyelesaiannya (ef. sifat. Apabila pendapat itu diacu. dan sebagainya. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. pengirim. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. sifat.1878:296). maksud dan tujuan. Dalam artikel. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah.Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 .

dimulai dengan nama akhir. Misalnya: Siregar. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. 1. dan (5) nama penerbit. dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris. kemudian nama pertamanya. Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana. diikuti tanda koma. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. makalah. 1920. jurnal. (4) kota tempat terbit. Azab dan Sengsara. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. 1986:17).”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. buku.8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. dan lain-lain. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga. antologi. Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut. asal taat asas. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. disertasi. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2.5. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. Merari. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris). (2) tahun terbit.setiap bab. Semua cara sebetulnya baik. skripsi. diklat. (3) judul pustaka acuan. penomoran dimulai dari nomor satu lagi. tesis. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. Sultan Takdir 54 . Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. Apabila berganti bab. tanpa diberi tanda urut.

1978. (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. Henry Guntur dan Djago Tarigan.J. Contoh: Sudjito. dilanjutkan dengan tahun terbit. 1983. Suripan Sadi. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. Contoh: Keraf. 1985. Amran (Ed). nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. 1985. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. __________. 1980a. Bistok dkk. Tanpa Tahun. Contoh: Halim. 1980b. Contoh: Tarigan.Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. dituliskan Tanpa. (dan kawankawan). Contoh: Hutomo. (d) Jika ada dua nama pengarang. penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. Tahun pada kolom tahun terbit. 1981. 55 . Teknik Mengarang. P. 1988. __________. Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). (b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. Contoh: Sirait. diikuti kata dan. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. dan seterusnya.Gorys. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya. 1980. Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit. Contoh: Lubism Mochtar.

Contoh: Samsuri. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. 2. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit. Harimurti.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda. Jakarta Erlangga. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. 1988. Contoh: Kisyani. Contoh: Kridalaksana. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. (e) Acuan yang berbahasa asing. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. isi. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.(c) Artikel. Edisi Kedua.makalah. 1988. dan diakhiri dengan tanda titik. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. laporan penelitian.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. Analisis Bahasa. 1985. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945. Sebuah system memiliki judul. penutup. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya. Cetakan Keenam. pembuka. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg.1. Kamus Linguistik. dan sebagainya. GBHN. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. judul harus mampu menarik perhatian 56 .1 Sistematika Penulisan Makalah. Selain itu. 1985. dan daftar pustaka. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. skripsi. penataran. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit.edisi. 2. Diikuti tanda titik dua. symposium. Surabaya 2.

(4) menyanggah atau membantah asumsi umum. dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan. Oleh karena itu. 2. dan (4) tabel. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. keterbatasan. Oleh karenanya. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya. (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah).(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih. surat kabar.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain.5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku. ataupun penyusunan makalah. Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan.3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. atau tanggapan terhadap suatu persoalan. gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci. 57 . artikel (dalam majalah. 2. bagan. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu. analisis. Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian. 2.1. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. 2. (2) analisis dengan interpretasi data.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi. bunga rampai).1. penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran). analisis. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah.1. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa.pembaca. kejelasan analisis. dan simulan masalah yang dipaparkan.1.

pelngkap. Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. Oleh karena itu. Lugas. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya. bukan ragam lisan. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 . Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka. dan keterangan ). Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret. Padahal.bernalar. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga. Oleh karena itu. Artinya. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan. antarkalimat dengan paragraf. lugas.logis. Jelas. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran. Artinya. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya. dan antarparagraf dalam wacana.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya. objek. predikat. 3. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. cukup istilah Indonesia yang digunakan. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas..2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. Komunikatif. percobaan. Selanjutnya. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. Dengan unsur-unsur kalimat. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. Pada hakikatnya. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. sejalan dengan tafsiran penulisnya. proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu.dan ilmiah. karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. Artinya. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek. Penulisan Skripsi 3. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas.2. penelitian. dan logos. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata.

(3) logo. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. 3. Dari uraian di atas.2. (2) pernyataan keperluan. Setelah disetujui oleh pembimbing. (4) nama penulis. 3. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya. dan (3) penutup. didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. kajian teori. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga.2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka. hasil dan pembahasan . Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi. Dengan melihat halaman judul. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul). tanggal persetujuan skripsi. Setelah disetujui oleh pembimbing. Oleh karena itu. daftar tabel/bagan. halaman pengesahan. Dengan kata lain. halaman persembahan atau motto. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis. daftar istilah dan singkatan. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar. 3. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul.2.2. pangkat.3 Halaman pengesahan 59 . dan kehormatan. metodologi. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi.dan (5) nama lembaga.2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. dan simpulan dan saran. tanda tangan dekan.daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1. Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. Bagian isi terdiri atas pendahuluan. Tentu saja. daftar isi.hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi. dan tanda tangan dekan. kata pengantar.dengan penyusutan skripsi atau tidak. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. (2) isi. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan. judul skripsi.

Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan. Oleh karena itu. kecuali tabel. tanggal pengesahan skripsi. subsubbab. seperti:”Tabel 1. Setelah itu. subbab. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi.6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. anak. Tabel 2.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri. Di dalam kata pengantar. Tabel 3. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti. judul skripsi. TABEL 3”. dan jarang ditulis “TABEL 1. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar.2. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian). orang tua. 60 . TABEL 2. dan seterusnya. Dengan melihat tabel. Dalam penyajiannya. dan tanda tangan dekan.2.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. setiap tabel diberi nomor urut.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. istri. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis.2. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. mulai dari judul bab. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. 3.7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat. Bagian terakhir. 3. jurusan/fakultas. Amin!” 3. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. sahabat.2. Jadi. Artinya. Selain itu. saudara. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya. sesuai dengan keinginan penulis. Dengan kata lain. nomor registrasi. pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat. 3. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. kekasih. tanda tangan tim penguji. dan almamater. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian.

metodologi. masalah. Crb. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. Misalnya. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. 3.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian. biaya. dan masalah penelitian. di dalamnya tercakkup latar belakang. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah). Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. kecuali pada penelitian interdisiplin. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. Di samping itu. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut. dari ketiga alternative itu. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. tujuan 61 . Setelah masalah terdaftar sekian banyak. apakah tidak akan tertukar dengan caruban. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal.2. waktu. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. atau C. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. ruang lingkup penelitian. Ciawi Ciwidey. Jika digunakan Crb. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. tujuan. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih. Begitu pula dengan penggunaan singkatan. dan kemampuan.9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi.2. antara lain. dan hasil penelitian. Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu. rumusan masalah. Yang penting.2. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren. dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. 3.3. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada. Yang jelas. dan sebagainya. Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Umumnya. Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian. Bentuknya paling mudah dikenali.

teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. cabai. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa. dan sesuai pula dengan tujuan penelitian. Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya. pengambilannya. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah.2. kencur. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul. dsb. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori. maksudnya tetap sama. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. Alasannya bermacammacam. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. Jadi. sesuai dengan masalah penelitian. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam. Dari situ. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan.itu terbagi dalam dua macam. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini. Sering terjadi. Sebagai contoh. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. 3. kacang tanah. tidak harus semua istilah didefinikan.2. sayuran.11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”.12 Metodologi 62 . Ada juga yang menyebut“landasan teori”.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Akan tetapi. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya. Dengan kata lain. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. 3. Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik. jika kita akan memasak. gula. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian. sangat mustahil rasanya. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. bisa menjadi gado-gado yang siap santap.

Penulis dan pemikir tidak akan berharga. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. padat. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”. yaitu: (1) kemauan. Minat. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan.2. Mungkin penelitian tersebut kurang luas. penulisan. Penggunaan strategi. yaitu (1) kemauan. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. dan hasil penelitian yang dibacanya. prosedur. Dengan demikian. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal. Isinya singkat. metodologi berarti ilmu tentang metode. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi. dan jelas. Plagiasi akan merajalela. Dalam penulisan skripsi. melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian. dan (3) gaya selingkuh. Oleh karena itu. 3. (2) pembimbing. dan kesenangan. 3. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka.13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi. data yang kurang valid. masyarakat. dan hal-halyang lebih detil lagi.atau juga sebaliknya. atau petunjuk . Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab. ada yang kurang. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. Tentang cara penulisan daftar pustaka. Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. dsb. Untuk mengatasi hal ini. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”. Saran bukanlah perintah.2. Ada yang menulis kan “metodologi”.Jika dilihat dari asal-usul katanya. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan.14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan. atau mungkin juga lingkungan. profesi. teknik. dalam hal ini tidak diartikan demikian. yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. (2) pembimbing. Yang umum. 3. dan kesenagan. pendekatan. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 . dan ada pula yang hanya menulis “metode”. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. Akan tetapi. yakni bab hasil dan bab pembahasan. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. dan (3) gaya selingkung. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara. Selain itu.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. minat.2. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah. petuah.

ia 64 .15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi.2. seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. Seorang tokoh dalam masyarakat. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Tetapi besarnya umat manusia. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya. lewat pidato radionya. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya.3. ceramah. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat. Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian. BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. PENDAHULUAN Peranan pidato. menguasai massa. penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan.

Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan. tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV. yaitu: 1. ketenagan sikap di depan masa. komunikasi dengan pendegar dsb. sikap. Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. 3. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali. 2. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode. B. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik.betapa jujur ia menjalankan tugasnya. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata.

menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas . Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. 66 .cukup. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung. C. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. Bila pembicara bukan seorang ahli. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu. antara lain: 1. Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian. Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. pembicara akan berbicara secaraa bebas. maka hasilnya sama dengan metode improptu. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. 4. Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. tertulis. sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu.

b. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. provokatif dan singkat. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a.Kapan berlangsung pembicaraan itu.Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. pendidikan. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. serta sikap mereka. dan keanggotaan politik atau sosial. 2. malam. maupun agama. oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. e. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran. pagi siang. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar. minat dan keinginan pendengar. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. jenis kelamin. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual). Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . pekerjaan. Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung. Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit. Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar. c.Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. perlu diperhatikan c. Apakah pada saat itu hujan. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar. mendung. usia. 3. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 . Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. d.. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a.

Bergayalah seadanya. hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. b. dan jelas. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. sederhana. penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. Berpakaian yang rapid an sopan. dan sedikit banyaknya pendengar. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. tetapi jangan terlalu sering. was-was. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi.a. berseri-seri dan sopan. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra. d. gelisah dan tegang. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. Minat dan keinginan pendengar c. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. Sikap pendengar D. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi. Tunjukan sikap bersahabat. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan. acuh tak acuh. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 . b.

.. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Sugono. Keraf. 19976.. Leo Idra.. 1985. Kamus Besar Bahasa Indonesia... Jakarta: Balai Pustaka …………………. 1990.DAFTAR PUSTAKA Akhdiah. Jakarta: Puspa Swara. 1994.. Jakarta: Depdikbud.. Surat. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia.1998. 1984. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan... Antom M. Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo.. Ketrampilan Menulis Paragraf.. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan. 1986. Sudjiman.. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia..E. dan Laporan yang Menarik.dkk... Jakarta: Balai Pustaka.. Jakarta: P3B Depdikbut ………………….M.. Jakarta: Erlangga Ardian. (Ed). Soedjito dan Hasan M..Jakarta: Balai Pustaka. 1995. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar. Jakarta: Balai Pustaka.. Edisi kedua.. Depdikbud.. 1995. Bandung: Remaja Rosdakarya. .. Ende: Nusa Indah Moeliano. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995. 1998. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Suhendar. H.. E Zaenal. Arifin.1993.. 69 .. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Panuti dan Dendy Sugono. 1989.. “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa..sabarti dkk. Makayat D. Dendy. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar.. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Gorys. Effendi S. 1992. tanggalm 10 . Komposisi. 1987.. (Ed). “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya.29 Januari 1993. Penulisan Karangan Ilmiah. Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Retorika dalam Menulis.. Djago.. Paper.. Imam. Gatot Susilo.. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan..... Desertasi........ . malang: FPBS Malang. 1984... Tarigan.. Bandung: Angkasa..... 1994. 1988... 70 .. Surabaya: Materi Penataran... Bandug: Tarsito Syafe’ie... Winarno.... Surakhmad.Sumowijoyo.... Thesisi. 1991.. Pos Jaga Bahasa Indonesia.... Surabaya: Unipress Unesa Surabaya. Skripsi. 2000. Jakarta: P2LPTK Depdikbud ………………. Kalimat Baku Bahasa Indonesia... Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. 1987..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful