P. 1
Bahasa Indonesia Lengkap

Bahasa Indonesia Lengkap

|Views: 366|Likes:
Published by Andris Bakhtiar
bi
bi

More info:

Published by: Andris Bakhtiar on Jun 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. d. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. dan tata-krama masyarakatnya. Dalam mengadakan control social. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. tingkah laku. dan dalam masyarakat yang lebih maju. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. yaitu bahasa masyarakat tersebut. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. tetapi ia juga melambangkan perasaan. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. baik tanggapan yang berupa tutur. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. Bahasa sebagai alat kominikasi. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. kemauan dan tingkah laku seseorang. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). kedua. bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat. memperoleh keahlian bicara. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. untuk itu memerlukan bahasa . Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. 4 . Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa.c. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. memeproleh keahlian membaca dan menulis. Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan.

(2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. ilmu pengetahuan. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. (Gorys Keraf:1984) 4. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. dan (4) alat penghubung kebudayaan. 1998:158-160). bahasa daerah. Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. dan teknologi (Suhender. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. Bab XV. Ketiga. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e.maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 . (3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah.bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. Problema itu berkisar pada: a. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional.Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat.1994:5). Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. Untuk kepentingan praktis. Undang-undang Dasar (1945). dan efisien. (2) lambang idengtitas nasional. tepat. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan. Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. Dan keempat.

dalam situasi santai dan akrab. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal.2000:5). Misalnya. baik keswalahan kaidah. 1987:1). karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jadi. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul. dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan. Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. maupun kesalahn budaya(Sumowioyo. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap. Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif.ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap negatif tersebut harus dibina. diupayakan menjadi sikap positif. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya.2000:6). Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan. Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. kesalahan logika.1992:20). Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar. 5. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian.apa pun jenisnya . Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. 6. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo. Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 .diaggap berbahasa denga efektif. anutan. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan. Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia. Kita seharusnya merasa malu. Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab.

benar. Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika. 6. tidak logis. Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing. dan tidak berterima termasuk kesalahan logika .1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia. maupun kesalahn budaya.Logat juga disebut ragam daerah. Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata. kesalahan logika. Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis. (Sugiono. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah. Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar.1994:10) 7 .

BI yang sangkil (objektif). fonem ). Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. 2. BIR terpakai dalam situasi resmi. BI yang serius. prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. Dengan titik tolak tersebut.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. umum ). BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). BI ditunjang oleh kalimat-kalimat. membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. serius. ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. ia mengucapkan kalimat-kalimat. BI yang tertib. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain. BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan).pikiran). apakah situasi itu. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). Data tersebut kiranya. Masalahnya. b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia. bersifat kenegaraan. Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR. c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi. Kalau seseorang berbahasa indonesia. Dengan demikian. ilmu pengetahuan. Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. penuh dengan gagasan ( ide. pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. Hal ini wajar. morfem. dan teknologi. d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). Rupanya.

Supaya komunikasi tercipta. kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ). Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan. Contoh pertama terdiri atas tiga frase. Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain. makna sebuah kalimat perlu jelas. Makna yang kurang jelas ( samar –samar. hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih. Berbeda dengan data pertama. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. (2) dapat dipindahkan. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda . Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. Demikianlah frase itu mempunyai ciri. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ). 9 .

pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. Dalam komunikasi. Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda. tersurat . Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. eksplisit).Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). bebas dari interferansi F. Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. Secaraa garis besar. 10 . bebas dari kontaminasi E. Ketidak jelasan SPOK . sesuai dengan ejaan yang berlaku G. C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. 3. bebas dari unsur yang mubazir D. Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. menghadirkan kalimat tidak baku. Pada dasarnya. terutama SP. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak . Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. Gramatikal kalimat baku itu gramatikal. Karena itu. masuk akal C. Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. sesuai dengan lafal BI A. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. gramatikal B. dan tata fonem (fonologi).

mohon Bapak/Ibu aktif. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu. K P O1 `yang baku (a) Demikian. Prestasinya menurun. S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri.. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata.Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. S S P O1 11 . kami harap Anda maklum. K P S (b) Demikian . P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara. S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. kata Presiden. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti. S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif. P P S S (c)Wajar .

(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah. S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP. S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen. S S P saya sudah ketahui hal itu.hal itu memalukan. S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah.memalukan.

(6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda. (b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Sehingga identitasnya sulit dikenal. Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. 13 . sehingga identitasnya sulit dikenal. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. sebab pemilik toko emas itu menghilang. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. (c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.

(e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. Contoh : (a) Atas perhatian Anda. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten). ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. Sudah kami selesaikan persoalan itu. (d) Para petatar disediakan makalah. (d) Para petatar disediai makalah. sesuai dengan tata morfem BI. saya ucapkan terima kasih. (c) Pak Badudu mengajar BI. (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. afiks) secaraa tepat. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. 14 .Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan. saya ucapkan terima kasih.. Kami sudah selesaikan persoalan itu. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan.

S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya.…………. dan unsur. atau dua struktur. tidak mengandung unsur yang mubazir. kerja keras perlu ditingkatkan. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti.pengacauan) dua makna. Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras. Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan. (b) Demi berhasilnya pembangunan. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal. kerja keras perlu ditingkatkan. tentu saja. E. Kalimat baku.. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan. hasilnya masih belum mengembirakan. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. Unsur – unsur yang Mubazir D. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. B. Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras. (c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 . Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis).

Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata. Belajarlah rajin . Dapat disimpulkan. (d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. Dalam hubungan ini. Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek).Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F. bukan lafal daerah (dialek).Inggris). lafal baku itu lafal nasional. Karena ejaan sudah diresmikan. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. G. H. I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan. Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi. kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. yang rajin. (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus. Orang itu teman ayah saya.rajin ! Mereka berlatih di kampus. kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. dan bukan lafal asing. penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan. (e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing. Dengan demikian. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ). Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. 16 . hatur. dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa). Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. ada pula yang memiskinkan BI.

Jangan boleh. Para pemenang diberikan hadiah. perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB. Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan. contoh misalnya. agar supaya. lokhis . Seringkali. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. Untuk sementara waktu. bukan lafal baku. Mempertinggi. maka Surabaya banjir. bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. disebabkan oleh karena. memberikan. tetapi hasilnya mengecewakan. pendidi’an . yunit . logis. melihat .Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. melihhat . adiq .. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya.Artinya. adi’ . unit . Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. Pengusahawan. lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi. Kalimat baku dilafalkan dengan benar. sehingga dengan demikian. mbesu’ . (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. kemungkinan ia tidak hadir. berapa’ . berapa . Contoh kata Interferensi 17 . Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk. Dalam rapat itu membicarakan SPP. bagaimanapun juga. Menundukkan badan. meskipun ia berusaha keras. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. Menghapus papan tulis. adalah merupakan. berdasarkan atas keputusan rapat. pendidikan . sesuai dengan lafal baku BI. keciil . Yang baku : memberikan . Negara RI adalah berdasar Pancasila. konon kabarnya. Dan lain sebagainya. beso’ . Sedari. 4. kecil . Atas dasar itu.. betapun juga.zaman dahulu kala.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

... 21 .. Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras. (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia.. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras.. enem Malam ………………………. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa . banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. Menulisken Dapat ………………………. dalam konteks bahasa Indonesia. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/.. misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah.. malem. dan sebagainya... (6) penagruh bunyi /e/.Menuliskan………………………. cepet Enam ………………………. dapet Benar ……………………….. dan sebagainya. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab. misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda. (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring.. bener Cepat ……………………….

lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan. dan pemakaian tanda baca. (gorys keraf. morfem-morfem. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf. Soewandi menjelaskan. 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan. penulisan kata.2 Guna Ejaan 22 . yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan. Dikatakan demikian. Ejaan Bahasa Indonesia 3. 3. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. (Mashuri. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem. 3. Sejalan dengan pengertian diatas. (soewandi. Drs. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum.Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. atau pengetahuan hukum. penulisan kata. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri. melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf.1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat.

(3) Bab III berisi penulisan huruf. kah. banyak orang meremehkan. mengarang. dan penulisan kata ganti (kau. 1972. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. mu. Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. kata ulang. konsonan. dan nama diri.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia. (2) Bab II berisi penulisan kata. dan tanda garis miring. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. meliputi pemakaian tanda baca: titik. ku. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. tanda seru. prtikel (lah. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. yang meliputi abjad. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. (4) Bab IV berisi tanda baca. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. kata depan di dan ke. tanda hubung. yaitu penulisan huruf besar. 3. Bab ini hanya membicarakan dua hal. atau untuk merekam bahasa tulisan. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. tanda tanya. pun). koma. tanda ellipsis. Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. tanda pisah.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. menulis surat. titik koma. Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf. kata jadian. nya). Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. dan sebagainya. dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. dan penulisan huruf miring. 23 . tanda kurung siku. titik dua. yang meliputi : penulisan kata dasar. tanda petik tunggal. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . kata majemuk. memakai lambang –lambang (huruf) latin. tah. diflong. Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. vocal. yang ditulis dengan huruf Latin. tanda kurung. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. Jika kita perhatikan benar. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu).

Contoh: di. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di. dan pemakaian tanda – tanda baca.+ tua ketua ke. Melihat masalahnya memang luas. awalan di.+ tilis ditulis di. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di. sedangkan imbuan. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya. Menurut kaidahnya kata depan di.+ cukur dicukur ke.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf.+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 . penulisan kata.+ kasih kekasih ke.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.dan ke.dan ke-.dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. penulisan unsur serapan.4 Kata Depan di.+ makan dimakan di. 3. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat.dan ke.+ hendak kehendak ke. menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. penulisan huruf.+ culik menjadi diculik di. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada.

Contoh: Di kursi --ke kursi --. menurut kaidahnya.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis.meminum --------. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --. jadi penulisannya harus diceraikan.a) apabila menJawab pertanyaan dimana.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --.mengatas? . Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan.mencabuti --------. Contoh: Tanda tanda + -i --.bertanggung Jawab Di + beri tahu --. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.lipat gandakan 25 --------.beritahukan Sebar luas + -kan --. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan. penulisan gabungan kata harus terpisah. Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan.diberi tahu Ber + lipat ganda --. Contoh: Ber + tanda tangan --.dari kursi Di malang --ke malang --.memeja? --------. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3. jelas bahwa itu kata depan.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --.

penulisannya dirangkaikan.menantatangani Per.+ merah --inframerah Kontra . Contoh: Antar .+ komunis --antikomunis Catur .+ sebar luas + -kan --. non-.+ tanda tangan + -i --. dwi-.+ revolusi --kontarevolusi Multi . kontar-.+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra . Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 .+ tunggal --dwitunggal Ekstra . apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama.+ karya --purnakarya Semi . semi-.+ warga --caturwarga Dwi .diberitahukan me. Contoh: Me. ekstra-. panca-. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui.+lipat ganda + -kan --.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus. gabungan kata itu dituliskan serangkai.+ beri tahu + -kan --. purna-. dan sebagainya.+ final --semifinal Tuna . harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. infra-.melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas.menyebarluaskan me. dianggap sebagai satu kata. tuna-. maha-. catur-.+ kapitalis --nonkapitalis Panca .+ kota --antarkota Anti .+ rungu --tunarungu 3. multi-.+ sila --pancasila Purna .+ bahasa --multibahasa Non .pertanggungJawaban di. anti-.+ tanggung Jawab + -an --.

b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan. baik awalan maupun akhiran. Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se.7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan. dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata. 27 . Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting. Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3.Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing.

seperti di. sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. ibu. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. dari. daripada. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. Ayah. surat kabar. adik pun tidak ketinggalan.Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. kecuali partikel. untuk :yang tidak pada posisi awal. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. dan peristiwa sejarah. bagi. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya. dan aku ke pesta. hari. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur. ke. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. yang. dan judul karangan. lembaga pemerintahan. bulan. 28 . yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. Contoh: Sekalipun rumahnya dekat. serata nama dokumnen resmi. hari raya.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. majalah.

n. seperti perincian dan pemaparan.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor. ke selalu dirangkaikan. yaitu angka Arab dan angka Romawi. Harga buku itu Rp 5. Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu . kedua.p. Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a. sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik. ----untuk beliau u.n. ----halaman tgl.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. ----dan sebaginya hlm. ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk . Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis. ----sampai dengan u. demi. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 . 3.b.3. Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu.00 per biji. kesejuta dan sebagainya. ketiga.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai. ----dan kawan-kawan dsb. ----untuk perhatian dkk. 3. ----dengan alamat s.000.d. ----atas nama d. d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996.

e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 .12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. dan sebagainya.Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. 2 Penggris. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i. seperti: bahasa sangsekerta. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. bahasa Inggris. bahasa Portugis. seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian. bahasa Arab. dan 100 lembar kertas folio bergaris. 3. dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. seperti: team shuttle cock. dan bahasa Cina. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. bahasa Belanda.

13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. tanda petik (“…. koma.’). (Doctor) dr. tanda pisah ( . pangkat dan sapaan.19920. ly. titik dua dan tanda petik. Azab dan sengsara. ). misalnya: A. tanda titik dua ( : ).egoist publicist teit. Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah. tanda titik koma ( . c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . tanda hubung ( . Merari. pandai sekali. ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang .). (dokter) Kep. ( Saudara) S. 26 september 1991 Siregar. (Insinyur) Kol. yaitu tanda titik ( . ( Kolonel) S.S Samsudin Moh.H. Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini.). menjadi tas universiteit. Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . yaitu tanda titik. tanda Tanya ( ? ). a) Tanda titik ( .”). ). Misalnya : Dr. tanda ellipsis (…). tanda garis miring ( / ). ). pak Dalimin. tanda titk tunggal (‘…. tanda ulang (…2). “saya akan pergi hari ini. (Sarjana Hukum) Sdr. (Kepala) Ir. Misalnya : Guru saya. jabatan.T. university ---------------- egois publisis universitas 3. tanda koma ( .

dan almari. atau bahan tertulis lain. pendidikan seumur hidup sebuah studi. karangan. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. Misalnya : Tempo. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam. Misalnya : Ketika memerlukan meja. I 1971. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. apabila dipakai dalam kalimat. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. (3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman.”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap. kursi. meja. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. 3) 4) d) Tanda Petik (”…. Budi mendapat julukan “ si hitam”. dan bab buku. naskah. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. kata. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) . sudah terbit.

misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap.BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1. dan (5) penekanan. Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. P. (2) kehematan. yang selanjutnya. tapi cukup berupa kalimat yang pendek. Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. Dalam karangan. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. (3) kevariasian. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh. (4) kesejajaran. 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif. Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. penulis harus memperhatikan beberapa hal. sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. 33 . kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis. Perhatikan kalimat berikut. Predikat (P). Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). serta keterangan (K). Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S. objek (O). Jadi. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. Bagi seorang penulis. 2.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif.

Oleh karena 34 . Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. Meskipun kelihatannya komunikatif. Agar kalimat tersebut efektif. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera. Perhatikan kalimat dibawah ini. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan. serta K-nya tidak jel.2. 2. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. kita sering mengulang kata-kata yang sama. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik. (b) pemakaian hiponim. yang menduduki fungsi yang sama. Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut. O. Perhatiakan contoh kalimat berikut. sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya.as. P. frase. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Pel. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan). Unsur fungsi S. (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat. (c) pemadatan kelompok kata menjadi kata. Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan.

begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. misalnya. 2. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya. sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. dan sebagainya. (10). (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan. kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan. (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja. 2.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. Perhatikan contohcontoh berikut. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan. Demi kehematan. Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat. (13). kalimat (12). suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya.2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya). dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan.itu. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. (7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian.2. (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan. 35 . (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah. Kata mawar. kalimat (9). (12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara.2. Itulah sebabnya. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia. Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif.

Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. misalnya. (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi. tanya. Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. (22) Oleh karena itu. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. kalimat sederhana dan kompleks. Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut. kalimat langsung dan tidak langsung. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja. Begitu pula sebaliknya. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya..4 Kesejajaran Pemakaian kata. kelompok kata. (18) Mereka berdiskusi. atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya. serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen. kalimat berita. Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. Irian Jaya. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. kalimat pasif dan kalimat aktif.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan. Muflich menyembelih seekor kambing. Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. bentuk itu. Untuk itu. pendek kalimat. 36 . Tanya. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir. bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca. 2.2. Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an). Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. dan perintah.

Oleh karena itu. Oleh karena itu. Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah.5. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis.5. Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis. Perhatikan contoh berikut. dalam tuturan yang normal. 2. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. 2. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan. tidak ada gagasan yang dipentingkan.5. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat.(24) Setelah diproduksi dan dipak. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya.3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. merupakan bagian dari topikalisasi. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting. 37 . 2. Namun. yaitu kemarin. Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan . bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. sesuai dengan proses. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi.

Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. keseimbangan domestic dengan luar negeri. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. (b) penggunaan kata transisi. Jadi. (c) pengulangan kata ganti . memiliki kohesi dan koherensi. karena pokok pikirannya terletak diawal. Pada sisi lain. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. Denagn adanya hubungan formal itu. serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank. yaitu memiliki kesatuan pikiran. pengetahua bersama. Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf. Dari keseluruhan uraian di atas. Akibatnya. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. paragraf induktif 38 . situasi pembacaan. Penanda koherensi berupa lagu kalimat. Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif). logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. 2. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas.(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. lingkungan topik. dan sebagainya. Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci.

Dalam tulisna yang lebih besar.disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ). Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. bahasa 39 . retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya. Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu.2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh. pengkhususan. retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. Kalimat kedua. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. Setelah masa suram itu. 1988:7). penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3).1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif. retorika mengalami masa suram. Akibatnya. Pada suatu saat. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. hasil karya manusia. paragraf lebih dramatic dan menarik. 2. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. penjelasan. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. Dengan teknik ini. Pada saat yang lain. merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. asumsi. Semua yang berada disekitar manusia. Bisaanya. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 2. dan ilustrasi. atau Andaian. Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. misalnya peristiwa-peristiwa. janji merupakan tesis tulisan. tidak ada perkembangan yang berarti. Memang. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. rincian.

tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. adapatkan bus yang kosong. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik.00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. Akibatnya. Dengan kata lain. 3. pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus. padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. 1990). sangat penting. Dalam contoh 4.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. pada libur lebaran. kepraktikan. dan keterpercayaan. Ketika mau sarapan. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. dan efesien (soedjito dan hasan. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. Contoh 4: 40 . sangat berguna. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut. Turun dari kendaraan. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. 3. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore. dalam paragaraf deduktif.1. kecepatan. aku terlambat bangun. kemenarikan. Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi. mudik. Mau berpakaian. 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. keamanan atau kebahayaan. sangat praktis. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut. khususnya silogisme. 1987 dengan modifikasi). Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. atau sangat bernilai. Akhirnya. bus itu pun mogok dijalan. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. sungguh sial benar hari ini (taringan.merupakan alat komunikasi yang panjang.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. ansi belum matanmg. baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. efektif. kendaraan selalu penuh.

Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi.1.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. Bahkan. gaya. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema.1. 3. Di samping itu harga tiket relative murah. 1990:88 dengan modifikasi) 3. Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”. Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). 3. Kecepatannya pun tidak diragukan. dan latarnya. (2) alam kehidupan. Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase. tetapi bandaranya jauh dari kampus. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga.1993). Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. Namun. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. (5) 41 . Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan. lebih-lebih untuk wanita. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. Pulangdenagn mencarter mobil. analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas. Lebih dari itu.1. tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan. Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. Kapal terbang memang cepat. Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api.3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat.

suksus. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana.2. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. cita-cita luhur. agar pembahasan terarah. 1993 dengan modifikasi) 3. bangsa. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. tidak ingin dihargai. Membahasa B 42 . Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. 3.2. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan. Membahasa A (transisi) 3. pasar. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. b) penetuan ciri khas konsep. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. Baik yang lama maupun yang masih baru. dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. 1998). sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. proklamasi. Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. badan. rela berkorban. 3. Mereka berbuat baik. persamaan-perbedaan. berjuang untuk kepentingan umum. Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. tidak ingin disanjung dan dijunjung. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. kursi. Mereka berbuat atas dasar idealisme.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. sistematis. 1993). tetapi ada pula yang masih baru. Pengantar pokok bahasa 2. disrtai. proses. melaksanakan kewajiban dengan baik. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri. bendera. c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. tidak meminta pengakuan dari orang lain. maaf. meja. membela nusa. Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit. penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep. dan tanpa pamrih (Ardiana. Pahlawan tidak menuntut balas jasa. dan Negara.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan).segala yang bersifat kebenaran (KBBI. dan bagianperbagian. Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. dan terbatas.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. Metode ini dirinci sebagai berikut. Agar definisi itu jelas. adator.

1. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. meski mereka banyak berbeda. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. mereka amat bersebrangan. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. Demikianlah kedua paman saya itu. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs.Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. Ketika berumur sepuluh tahun. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. 2. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya. Sebagai dua orang yang bersaudara. Dalam menyangkut diri pribadi saya. 1. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. 3. Dia sangat membenci kebisaaan Arthur. tetapi dia juga suka melihat orang minum. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu. keduanya melarang saya. kata orang dia amat benci kepada wanita. 4. tetapi istrinya kabur. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. Alan belum pernah menikah. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut. 3. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. 2. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya. ibu saya meninggal. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 . Dia tidak hanya minum. Alan memakai stelan jas terbaiknya. Benar-benar keluarga yang aneh. Padahal. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. Dialah yang pertama kalimengajariku minum.2. Alan langsung memaksa saya berhenti. simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?. Sebaliknya. Ketika saya lulus SMA tahun lalu. Paman Arthur dan Alan. Dulu Arthur pernah menikah. rangakain peristiwa yang bertautan. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur. 3. 4.

ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya. pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi. mengapa kini mendadak benderang? Heran. merasa. Saya yakin tadi selesai membaca. meraba. lampu kamar telah saya matikan.2. atau membau objek yang diperiksa.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. Tetapi. Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981. Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca. (Asrori.bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. 1994:56) 44 . Pada tahun berikutnya. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. 3. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. 1998 dengan modifikasi). seolah pembaca melihat. Contoh 11: ( E. Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang.

1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. dan seterusnya. Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). Sebab itu.3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama. metodologi penelitian. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 . karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua. kata pengantar. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. Akan tetapi. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman). Selain itu. skripsi. 1985:8-9).2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan. Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. dan lain-lain. tujuan penelitian. analisis. missal: judul. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu. isi. khususnya dari segi kebisaaan. masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. rumusan masalah. disertasi. 1. laporan penelitian.BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. Jadi. daftar pustaka dan lampiran. pendahuluan. 1. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya.

sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak. 1. artikel. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. 1. dan tesis (Keraf. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf. penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan. Jadi. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. Contoh topik tujuan. 1.5. dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. pendahuluan. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah. Tema. Walaupun demikian. Walaupun demikian. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. isi. lebih luwes. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. Oleh sebab itu. 1988:351). Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. dan sebagainya. Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis. Judul. 1980:117). dan penutup. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit.”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul.Selain itu. dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya. Di samping itu. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. Selanjutnya.4 Perumusan Topik. dan sebagainya.yang sama. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. yaitu judul.1980:117). tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama).1 Judul 46 .

dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar.Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. bulan. kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono. fakultas dan perguruan tinggi. nama perguruan tinggi. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya.5 cm.2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan. nama jurusan. Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya. Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas. Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. 12 Februari 2000). anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua. (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan. (1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. nama fakultas. Bulan.5. Nama tempat (kota). Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul. dan tahun penyusunan. Pias bawah berjarak lebih kurang 3. 1. 1987. penutup). (Sudjiman dan Sugono. Sebagai tajuk. tanggal. Nama penulis 47 .1985). model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital. (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada). nama kota.1990:22). (3) Dalam bentuk ketik. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. dan tahun penulisan. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. Secara lengkap. pendahuluan. tanggal. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya.

I Sub Bab I.. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru)..I.I. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I. BAB A. SubBab 1……………….I Sub Bab I. (b) Sistem Digit Model Lurus I.I Sub Bab I. Oleh karena itu. a………………. (2)…………. b………………. BAB I. (a)…………….I.. Apabila yang digunakan sistem digit.I. 2……………….I………………… Model Lekuk I.I. 48 .I Sub Bab I.dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk.I………………… I. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi. 2)……………. (a)………… (b)………… Model Lekuk I.I………………. (2)…………….I.. 1)……………. 1.. I. Sub Bab 1………………. I. a)…………… b)…………… (1)………….BAB I.I……………………… BAB I……………. b……………….I……………………. (b)…………….I…………………… Atau BAB I………… I.BAB A.5. 2………………. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)……………. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah.I.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca.. a……………….I.

tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa. Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran. Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu. Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris).I…………………… I. amkalah). serta simpul pembahasan/interpretasi.I. serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan.5. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab. bagan. Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas.5. Oleh sebab itu. ruang lingkup. pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah. jurnal. dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. analisis dan interpretasi. sumber data. Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi). tabel.6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah). bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah). maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan). Seperti halnya dengan bagian lain. Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar. Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel. Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas).I. metode dn teknik.I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas). Akan tetapi. 1.I.5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa. dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel. 1986:4). Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab. ilustrasi atau contoh-contoh konkret. 1. Letak penu. 1. tujuan pembahasan.4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah. dan gambar (jika ada).I.I.Saran yang disampaikan adalah saran 49 . teori atau pendapat yang dipakai. simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi.5. skripsi.

Penampilan kutipan. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain.op. Contoh: Jadi. Kutipan atau catatan pustaka. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung. 50 .” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. 1984:414). sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. artikel. makalah. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara. sudah mulai ditinggalkan orang. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks. Akan tetapi. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya. kita harus mengunakan tanda pisah.cit. Contoh: Menurut Keraf (1982:3). bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. Oleh sebab itu. sebab sering menyulitkan bembaca. dan loc. Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas. Penggunaan singkatan ibid.cit. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. 1. Dalam karya ilmiah resmi. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. kemudian daftar pustaka. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang. majalah. Teknik pengutipan seperti diatas. berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka. sudah mulai ditinggalkan orang. Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya.5. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis.” Dalam pengetikan. Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah.

masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. dan diakhiri dengan tanda titik. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. diperlhatkan dengan identitas tertentu. (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. Oleh sebab itu. titik dua. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. Contoh: Dalam hal ini. tanda koma. kemudian tulislah nama akhir pengarang. Oleh karena itu. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. tahun penerbit. diikuti tanda koma. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah. dan nomor halaman. dan nomor halam dalam kurung. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. 1970:18). titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. berikutnya cantumkan tahun terbit. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. ketentuannya sebagai berikut. tampilkan kutipan. titk dua.Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing.1989:155). tahun terbit. (3) Jika ada dua nama pengarang. berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. kemudian sebutkan nama akhir pengarang. cara penulisan seperti butir 3. diperlihatkan dengan identitas tertentu.

dan Jepang. maka tampilan kutipannya sebagi berikut.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut. Korea Selatan. hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. Contoh: Buku acuan (Taringan. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. 1985a:80). seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba. atau bimbingan yang praktis (Bonar. Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. 1986:54).1984:32) berbunyi: 52 . Gani. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama. 1984:6. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. hiburan. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. 1985:17. Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis. Thailand. Wawan. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang.

sifat. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. b. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. keamanan isi. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. maksud dan tujuan. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah.1878:296). Apabila pendapat itu diacu. pengirim. Dalam artikel. 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan. wujud. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. cara menyampaikan. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. cara penulisannya: Burmeister (Taringan. cantumkanlah of atau conf. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 .Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. dan sebagainya. atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. wujud. Sumantri. Contoh: Buku acuan (Sumantri. urgensi penyelesaiannya. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. mengurangi pendapat. 1978:14). catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi. sifat. sasaran. maksud dan tujuan. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya. dan urgensi penyelesaiannya (ef. 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah.

Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. asal taat asas.setiap bab. tesis. Misalnya: Siregar. skripsi.”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. diikuti tanda koma. kemudian nama pertamanya. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris). 1986:17). Sultan Takdir 54 . Azab dan Sengsara. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. disertasi. Apabila berganti bab. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. 1920. (3) judul pustaka acuan. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut.8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun. buku. antologi. jurnal. (4) kota tempat terbit. Merari. makalah. Semua cara sebetulnya baik. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2. (2) tahun terbit. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. dan lain-lain. penomoran dimulai dari nomor satu lagi. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. dan (5) nama penerbit. diklat. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. 1.5. dimulai dengan nama akhir. Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. tanpa diberi tanda urut. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya.

(b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. Tanpa Tahun. 1980. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya. (d) Jika ada dua nama pengarang. Teknik Mengarang.Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. Suripan Sadi. 1983. penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. Bistok dkk. 1985. 1981. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. __________. dilanjutkan dengan tahun terbit. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. diikuti kata dan. __________. 1985. nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). dituliskan Tanpa. 1980b. Tahun pada kolom tahun terbit. Contoh: Tarigan. (dan kawankawan).Gorys. dan seterusnya. Amran (Ed). Henry Guntur dan Djago Tarigan. Contoh: Lubism Mochtar. (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit. 1978. P. Contoh: Hutomo. Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). Contoh: Sirait. Contoh: Sudjito. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. 55 . Contoh: Halim. Contoh: Keraf. Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. 1988. 1980a. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang.J.

dan diakhiri dengan tanda titik.1 Sistematika Penulisan Makalah. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. Contoh: Kisyani. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. 2. laporan penelitian. 1988. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid. dan sebagainya. judul harus mampu menarik perhatian 56 . penataran. dan daftar pustaka. 1988. pembuka. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata.1. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg. 2. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. GBHN. Contoh: Kridalaksana. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945. symposium. Contoh: Samsuri. 1985. Analisis Bahasa. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.edisi. Jakarta Erlangga. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi. Harimurti. Cetakan Keenam. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit.makalah. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya. 1985. (e) Acuan yang berbahasa asing. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit. Sebuah system memiliki judul. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. skripsi.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”. Surabaya 2.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. Edisi Kedua. isi. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. Kamus Linguistik. penutup.(c) Artikel. Diikuti tanda titik dua. Selain itu. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda.

keterbatasan. 2. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran).3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan.1. (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang. kejelasan analisis.pembaca.1. dan (4) tabel. Oleh karena itu. 2. bunga rampai). Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah). 2.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi.1. Oleh karenanya. ataupun penyusunan makalah. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi. dan simulan masalah yang dipaparkan.1. artikel (dalam majalah. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci. analisis. Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan. atau tanggapan terhadap suatu persoalan.(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah. bagan. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. (4) menyanggah atau membantah asumsi umum. (2) analisis dengan interpretasi data. analisis. 57 . gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil.5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku. surat kabar. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah. 2. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu. dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan.

proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 .2.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. cukup istilah Indonesia yang digunakan. Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. 3. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek.dan ilmiah. Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis. karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Pada hakikatnya.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas.2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah. Lugas. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya. Komunikatif. penelitian.logis. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya. Oleh karena itu. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas. bukan ragam lisan. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya. percobaan.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. antarkalimat dengan paragraf. kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata. Jelas. lugas.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. Selanjutnya. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi. Artinya. predikat. Artinya. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan.bernalar. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. dan keterangan ). dan logos. pelngkap. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran.. Dengan unsur-unsur kalimat. Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret. dan antarparagraf dalam wacana. Oleh karena itu. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. Penulisan Skripsi 3. Artinya. Padahal. objek. sejalan dengan tafsiran penulisnya. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi.

Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. daftar tabel/bagan. daftar isi.dengan penyusutan skripsi atau tidak. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya. (2) pernyataan keperluan. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi. (3) logo. metodologi.2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. kajian teori. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul).2.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut. Dari uraian di atas. Tentu saja. Setelah disetujui oleh pembimbing.3 Halaman pengesahan 59 . (4) nama penulis. halaman pengesahan. hasil dan pembahasan . Setelah disetujui oleh pembimbing. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi. tanggal persetujuan skripsi.2. pangkat.hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi. Dengan kata lain. dan (3) penutup.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan. 3. tanda tangan dekan. Bagian isi terdiri atas pendahuluan.2. dan kehormatan. (2) isi. halaman persembahan atau motto. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis. didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. Oleh karena itu. dan tanda tangan dekan. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar.2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga. judul skripsi.dan (5) nama lembaga. daftar istilah dan singkatan. 3. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul. 3.daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1. kata pengantar. Dengan melihat halaman judul. dan simpulan dan saran. Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi.

kecuali tabel. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian). subsubbab. subbab. Amin!” 3. Tabel 2. 60 . mulai dari judul bab. Di dalam kata pengantar. Bagian terakhir. Selain itu. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. saudara. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. dan tanda tangan dekan. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. judul skripsi. Tabel 3. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya. tanggal pengesahan skripsi. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar. TABEL 2. sahabat. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat. Artinya. dan seterusnya. Dalam penyajiannya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. tanda tangan tim penguji. Setelah itu. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. Oleh karena itu. 3. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai.7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat. istri. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji. Dengan melihat tabel. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis. kekasih. nomor registrasi. Jadi.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri.2. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut. jurusan/fakultas.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti. dan jarang ditulis “TABEL 1. 3. seperti:”Tabel 1. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. Dengan kata lain. 3. orang tua. setiap tabel diberi nomor urut.2.2. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi.6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. TABEL 3”.2. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya. anak. dan almamater. Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua. sesuai dengan keinginan penulis.

9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. Di samping itu. biaya. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian. Setelah masalah terdaftar sekian banyak.3. Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu.2. dan sebagainya. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. tujuan. Bentuknya paling mudah dikenali. dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. tujuan 61 . Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. di dalamnya tercakkup latar belakang. apakah tidak akan tertukar dengan caruban. dan masalah penelitian. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. kecuali pada penelitian interdisiplin. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. rumusan masalah.2. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren. dan kemampuan. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih. Yang jelas. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal. waktu. metodologi. Yang penting. masalah. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti. dari ketiga alternative itu.2. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. dan hasil penelitian.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan. atau C. antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. Ciawi Ciwidey. Jika digunakan Crb. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah). tujuan dan manfaat penelitian. ruang lingkup penelitian. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. antara lain. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut. Misalnya. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada. Umumnya. Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. Begitu pula dengan penggunaan singkatan. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. 3. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. 3. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. Crb.

tidak harus semua istilah didefinikan. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu. cabai. Akan tetapi. Sering terjadi. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam. kencur. dsb. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. sesuai dengan masalah penelitian. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul.itu terbagi dalam dua macam. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. 3. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. Dengan kata lain. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian. pengambilannya.teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya. Sebagai contoh. bisa menjadi gado-gado yang siap santap. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. dan sesuai pula dengan tujuan penelitian. Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah. Dari situ. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. maksudnya tetap sama. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. Alasannya bermacammacam. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya. jika kita akan memasak. Ada juga yang menyebut“landasan teori”.2. sayuran. Jadi. Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. 3. kacang tanah.12 Metodologi 62 .2. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. gula. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan.11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini. sangat mustahil rasanya.

13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi.2. pendekatan. yakni bab hasil dan bab pembahasan. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah. 3. Dengan demikian. dsb.2. prosedur. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan. Yang umum. atau mungkin juga lingkungan. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan. dan hasil penelitian yang dibacanya. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. profesi. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara. melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. Dalam penulisan skripsi. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan. metodologi berarti ilmu tentang metode. Ada yang menulis kan “metodologi”. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. penulisan. padat. dan kesenangan. masyarakat. Minat. Tentang cara penulisan daftar pustaka. Akan tetapi. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. dan (3) gaya selingkuh. Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan.14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. Isinya singkat. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. data yang kurang valid. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. minat. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. Oleh karena itu. dan hal-halyang lebih detil lagi. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 . Mungkin penelitian tersebut kurang luas. 3. yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. Saran bukanlah perintah. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi. teknik. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”. Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab. dan jelas. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka. Plagiasi akan merajalela. Penggunaan strategi. dan (3) gaya selingkung. 3.atau juga sebaliknya. ada yang kurang. Selain itu. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”.Jika dilihat dari asal-usul katanya. dalam hal ini tidak diartikan demikian. yaitu: (1) kemauan. petuah.2. Penulis dan pemikir tidak akan berharga. atau petunjuk . Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. yaitu (1) kemauan. (2) pembimbing. (2) pembimbing. Untuk mengatasi hal ini. dan ada pula yang hanya menulis “metode”. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. dan kesenagan.

Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia.3. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya. menguasai massa. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya. ia 64 . Seorang tokoh dalam masyarakat.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. lewat pidato radionya. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. PENDAHULUAN Peranan pidato. Tetapi besarnya umat manusia.15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan. seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat. Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini. penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting. ceramah. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo.2.

B. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya. Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode.betapa jujur ia menjalankan tugasnya. yaitu: 1. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik. ketenagan sikap di depan masa. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. sikap. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain. Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai. tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. 3.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. 2. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. komunikasi dengan pendegar dsb. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan. Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata.

pembicara akan berbicara secaraa bebas. Bila pembicara bukan seorang ahli. 4.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer. Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas . Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. maka hasilnya sama dengan metode improptu. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. antara lain: 1. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya.cukup. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. 66 . C. namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu. sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b. Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian. tertulis. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting.

usia. serta sikap mereka. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar. mendung. minat dan keinginan pendengar. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a. oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. provokatif dan singkat. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 .Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. maupun agama.Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. 2. Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak. jenis kelamin. pendidikan. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. perlu diperhatikan c.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. e. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran. d. Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar.. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual). malam. c. Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . b. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. pagi siang. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. pekerjaan. untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan.Kapan berlangsung pembicaraan itu. Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan. Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. Apakah pada saat itu hujan. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. 3. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a. dan keanggotaan politik atau sosial.

Bergayalah seadanya. dan sedikit banyaknya pendengar. penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. b. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. dan jelas.a. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. was-was. tetapi jangan terlalu sering. hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. Berpakaian yang rapid an sopan. Sikap pendengar D. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. acuh tak acuh. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 . d. Minat dan keinginan pendengar c. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. b. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan. gelisah dan tegang. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. berseri-seri dan sopan. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. sederhana. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra. Tunjukan sikap bersahabat. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi.

..... Jakarta: P3B Depdikbut ………………….. Jakarta: Depdikbud. 1990. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Effendi S. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar.. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka. 1989. Panuti dan Dendy Sugono. Surat. Suhendar. Gorys.. tanggalm 10 .Jakarta: Balai Pustaka..sabarti dkk. Jakarta: Balai Pustaka. dan Laporan yang Menarik. Makayat D. 69 . (Ed).dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka ………………….. Komposisi. 1998. Soedjito dan Hasan M. Dendy. Depdikbud.M. Jakarta: Erlangga Ardian.. “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa.. Antom M. .. Jakarta: Puspa Swara. 1995. (Ed).1998. Sudjiman. Sugono. Penulisan Karangan Ilmiah.. 1995. 19976.E. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1987. H. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia.. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia.. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan.. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah Moeliano. 1995.. Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo... Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah.. E Zaenal. Berbahasa Indonesia dengan Benar. 1985. 1984. Ketrampilan Menulis Paragraf. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia.29 Januari 1993.. 1994...... “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya. 1992. 1986. Arifin.1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Akhdiah. Leo Idra. Jakarta: Gramedia. Keraf. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia... Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Djago.. Skripsi.. Kalimat Baku Bahasa Indonesia... Paper... Surabaya: Materi Penataran... Bandug: Tarsito Syafe’ie... Pos Jaga Bahasa Indonesia..... Surakhmad. . Retorika dalam Menulis..... Jakarta: P2LPTK Depdikbud ……………….. 1994. Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Winarno. Thesisi.. 70 ... 1987.. Imam... 2000. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan. malang: FPBS Malang.. Bandung: Angkasa.. 1991.. Surabaya: Unipress Unesa Surabaya.. Desertasi. 1988. 1984........ Tarigan..Sumowijoyo.... Gatot Susilo...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->