BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan.c. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. Dalam mengadakan control social. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. tetapi ia juga melambangkan perasaan. disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. yaitu bahasa masyarakat tersebut. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. kedua. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. baik tanggapan yang berupa tutur. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. kemauan dan tingkah laku seseorang. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. dan tata-krama masyarakatnya. Bahasa sebagai alat kominikasi. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. tingkah laku. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. untuk itu memerlukan bahasa . Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). dan dalam masyarakat yang lebih maju. d. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. memeproleh keahlian membaca dan menulis. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. 4 . memperoleh keahlian bicara. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu.

Bab XV. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. Problema itu berkisar pada: a. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. (2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya.Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 . Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e. bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. bahasa daerah. Dan keempat. (3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. dan efisien. 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia.1994:5).maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema. ilmu pengetahuan.bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. 1998:158-160). Untuk kepentingan praktis. Ketiga. dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. (Gorys Keraf:1984) 4. Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan. tepat. Undang-undang Dasar (1945). (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. dan teknologi (Suhender. (2) lambang idengtitas nasional. dan (4) alat penghubung kebudayaan. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional.

dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran. diupayakan menjadi sikap positif. Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap.dalam situasi santai dan akrab. karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. 1987:1). Misalnya.diaggap berbahasa denga efektif. Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 . Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. baik keswalahan kaidah.1992:20). Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan.apa pun jenisnya . 5. anutan. Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. kesalahan logika. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul. Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar. maupun kesalahn budaya(Sumowioyo. merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab. Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya.2000:5). Kita seharusnya merasa malu. Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar. model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita. Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan.alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo. Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. 6. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian. Jadi. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya.2000:6). Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap negatif tersebut harus dibina. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.

Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah. (Sugiono. Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata. tidak logis.1994:10) 7 .benar.1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia. kesalahan logika. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar. maupun kesalahn budaya. dan tidak berterima termasuk kesalahan logika . kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika. 6. Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis. Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah.Logat juga disebut ragam daerah.

Rupanya. BI yang tertib. Kalau seseorang berbahasa indonesia. Data tersebut kiranya. Hal ini wajar. umum ). Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. BI ditunjang oleh kalimat-kalimat. membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. BI yang sangkil (objektif). b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia. ia mengucapkan kalimat-kalimat. d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. dan teknologi. morfem. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). serius.pikiran). 2. c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi. bersifat kenegaraan. Dengan titik tolak tersebut. ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. BI yang serius. Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. penuh dengan gagasan ( ide. fonem ). BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. BIR terpakai dalam situasi resmi. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. apakah situasi itu.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. Dengan demikian. keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). Masalahnya. ilmu pengetahuan. Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan).

kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. makna sebuah kalimat perlu jelas. Contoh pertama terdiri atas tiga frase. Makna yang kurang jelas ( samar –samar. Demikianlah frase itu mempunyai ciri. Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat. Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata. Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. Supaya komunikasi tercipta. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain. 9 . Berbeda dengan data pertama. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu. (2) dapat dipindahkan. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ). Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda . hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ).

ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. Karena itu. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. Pada dasarnya. 10 . dan tata fonem (fonologi). Dalam komunikasi. Ketidak jelasan SPOK . masuk akal C. terutama SP. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. Secaraa garis besar. Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. tersurat . Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda. eksplisit). Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. bebas dari interferansi F. Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat. Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. gramatikal B. bebas dari unsur yang mubazir D. 3. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak . pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). bebas dari kontaminasi E. sesuai dengan lafal BI A. sesuai dengan ejaan yang berlaku G. Gramatikal kalimat baku itu gramatikal.Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). menghadirkan kalimat tidak baku.

S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K P O1 `yang baku (a) Demikian. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. mohon Bapak/Ibu aktif. Prestasinya menurun. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata. K P S (b) Demikian . kami harap Anda maklum. kata Presiden. P P S S (c)Wajar . P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara. S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti. S S P O1 11 .Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu. S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif..

K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah. K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen. S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S S P saya sudah ketahui hal itu. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah.(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP.hal itu memalukan. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui.memalukan. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

(c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan. Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. sebab pemilik toko emas itu menghilang. Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang. P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. (6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda. Sehingga identitasnya sulit dikenal.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. sehingga identitasnya sulit dikenal. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. 13 .

saya ucapkan terima kasih. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. (c) Pak Badudu mengajar BI. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten).. (e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. sesuai dengan tata morfem BI. Sudah kami selesaikan persoalan itu. Contoh : (a) Atas perhatian Anda. (d) Para petatar disediakan makalah. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya. afiks) secaraa tepat. Kami sudah selesaikan persoalan itu. Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan. 14 . ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan. saya ucapkan terima kasih. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan.Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. (d) Para petatar disediai makalah. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan.

(c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa. kerja keras perlu ditingkatkan. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti. tentu saja. Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan. B.pengacauan) dua makna. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras. dan unsur. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. atau dua struktur. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan.. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 . Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. Kalimat baku. kerja keras perlu ditingkatkan. Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis). Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras. (b) Demi berhasilnya pembangunan. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku. hasilnya masih belum mengembirakan.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. tidak mengandung unsur yang mubazir. Unsur – unsur yang Mubazir D.…………. E. S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya.

Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. bukan lafal daerah (dialek). yang rajin. kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. Dengan demikian. Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek). Karena ejaan sudah diresmikan. dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa). Dapat disimpulkan. penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ). (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus. (d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. G. lafal baku itu lafal nasional. Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata.rajin ! Mereka berlatih di kampus.Inggris). Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. (e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan.Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F. hatur. 16 . kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi. I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. H. Belajarlah rajin . Orang itu teman ayah saya. Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. ada pula yang memiskinkan BI. Dalam hubungan ini. dan bukan lafal asing. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing.

logis. Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk. lokhis . adi’ . Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. beso’ . Seringkali. Negara RI adalah berdasar Pancasila. contoh misalnya. Sedari. berapa’ . melihhat . melihat . Kalimat baku dilafalkan dengan benar. adiq . kecil . sesuai dengan lafal baku BI. tetapi hasilnya mengecewakan. (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. Menghapus papan tulis. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. mbesu’ . Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi.. memberikan. agar supaya. pendidi’an . unit .Artinya. Dan lain sebagainya. betapun juga. Menundukkan badan. Para pemenang diberikan hadiah. bukan lafal baku. perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB. Dalam rapat itu membicarakan SPP. Pengusahawan. kemungkinan ia tidak hadir. bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. meskipun ia berusaha keras. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya. berapa . disebabkan oleh karena. bagaimanapun juga. Untuk sementara waktu. Contoh kata Interferensi 17 . Jangan boleh. Yang baku : memberikan .zaman dahulu kala. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. yunit . pendidikan . Atas dasar itu. Mempertinggi. berdasarkan atas keputusan rapat. 4. sehingga dengan demikian.Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. maka Surabaya banjir. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. konon kabarnya. adalah merupakan. keciil . Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan.. lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

. banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/. (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring. dan sebagainya.. enem Malam ………………………. cepet Enam ………………………. misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda. dalam konteks bahasa Indonesia... malem. Menulisken Dapat ……………………….. Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras. 21 ... dapet Benar ………………………. dan sebagainya.. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa . (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia..Menuliskan………………………. bener Cepat ………………………. (6) penagruh bunyi /e/.... misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah.

1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat. 3. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem. Sejalan dengan pengertian diatas. atau pengetahuan hukum. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan.2 Guna Ejaan 22 . sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan. (gorys keraf. (Mashuri. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi.Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf. dan pemakaian tanda baca. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. morfem-morfem. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. (soewandi. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. Soewandi menjelaskan. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat. melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf. lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. Drs. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan. Ejaan Bahasa Indonesia 3. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. Dikatakan demikian. yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. 3. penulisan kata. penulisan kata. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan.

Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf. mengarang. kata ulang. kata jadian. kata majemuk. dan penulisan huruf miring. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. titik dua.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. tanda tanya. dan tanda garis miring. kata depan di dan ke. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. meliputi pemakaian tanda baca: titik. tanda hubung. banyak orang meremehkan. atau untuk merekam bahasa tulisan. Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. 1972. nya). 3. dan nama diri. vocal. Jika kita perhatikan benar. tanda pisah. mu. konsonan.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . yaitu penulisan huruf besar. yang ditulis dengan huruf Latin. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. (4) Bab IV berisi tanda baca. koma. dan penulisan kata ganti (kau. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu). kah. dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. dan sebagainya. Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. pun). diflong. ku. (3) Bab III berisi penulisan huruf. (2) Bab II berisi penulisan kata. tanda kurung. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. menulis surat. tanda kurung siku. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. tanda ellipsis. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. tanda seru. yang meliputi : penulisan kata dasar. memakai lambang –lambang (huruf) latin. tanda petik tunggal. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. tah. prtikel (lah. Bab ini hanya membicarakan dua hal. titik koma. 23 . yang meliputi abjad.

dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.+ tilis ditulis di.dan ke. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya.+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 . Menurut kaidahnya kata depan di. 3.+ tua ketua ke.+ kasih kekasih ke.dan ke. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di. penulisan huruf.+ makan dimakan di. penulisan kata.+ hendak kehendak ke. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di.4 Kata Depan di.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat. awalan di. menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. penulisan unsur serapan. Melihat masalahnya memang luas.+ cukur dicukur ke.+ culik menjadi diculik di. dan pemakaian tanda – tanda baca.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf. sedangkan imbuan. Contoh: di.dan ke-.

lipat gandakan 25 --------.diberi tahu Ber + lipat ganda --.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --.memeja? --------.meminum --------. menurut kaidahnya. Contoh: Ber + tanda tangan --. jadi penulisannya harus diceraikan.mencabuti --------. Contoh: Di kursi --ke kursi --.mengatas? .a) apabila menJawab pertanyaan dimana. Contoh: Tanda tanda + -i --. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan.bertanggung Jawab Di + beri tahu --. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya.dari kursi Di malang --ke malang --. Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan.beritahukan Sebar luas + -kan --. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis. jelas bahwa itu kata depan. Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --. penulisan gabungan kata harus terpisah.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --.

+ kota --antarkota Anti . catur-. non-. multi-. dwi-.+lipat ganda + -kan --.+ rungu --tunarungu 3.+ tanda tangan + -i --. purna-. Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 .pertanggungJawaban di.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus. semi-. dianggap sebagai satu kata.+ karya --purnakarya Semi .+ tanggung Jawab + -an --. penulisannya dirangkaikan.menyebarluaskan me. ekstra-. kontar-.diberitahukan me.+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra .+ tunggal --dwitunggal Ekstra .+ final --semifinal Tuna .+ revolusi --kontarevolusi Multi .+ komunis --antikomunis Catur .+ beri tahu + -kan --.+ sila --pancasila Purna . infra-. maha-.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui. anti-.menantatangani Per. Contoh: Antar . Contoh: Me. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-. tuna-. panca-.+ bahasa --multibahasa Non .+ kapitalis --nonkapitalis Panca .+ sebar luas + -kan --. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas. gabungan kata itu dituliskan serangkai. apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama.+ warga --caturwarga Dwi . dan sebagainya.+ merah --inframerah Kontra .

Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se. Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi. baik awalan maupun akhiran. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata.7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital.b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan. 27 . Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing. Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting.Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring.

dan judul karangan. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. ibu. Ayah. adik pun tidak ketinggalan.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. majalah. kecuali partikel. yang. 28 . bulan. ke. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. untuk :yang tidak pada posisi awal. dan peristiwa sejarah. serata nama dokumnen resmi. surat kabar. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya. dan aku ke pesta. sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. hari raya. bagi. hari.Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. dari. seperti di. yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. lembaga pemerintahan. daripada. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. Contoh: Sekalipun rumahnya dekat.

sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik. ----dan sebaginya hlm. Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk . ----atas nama d. ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan. 3.000. ke selalu dirangkaikan.p. ----dan kawan-kawan dsb. Harga buku itu Rp 5. ----untuk perhatian dkk. ketiga. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 . ----sampai dengan u. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya. ----dengan alamat s. Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu .n. ----untuk beliau u.3. yaitu angka Arab dan angka Romawi.n. kedua.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. demi. seperti perincian dan pemaparan.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor. d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. kesejuta dan sebagainya. 3.00 per biji. Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu. Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996.d.b.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai. ----halaman tgl.

yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. dan 100 lembar kertas folio bergaris. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i. dan sebagainya. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. dan bahasa Cina.12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. seperti: team shuttle cock. dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. bahasa Inggris. bahasa Portugis. 2 Penggris.Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 . bahasa Belanda. e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. seperti: bahasa sangsekerta. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. bahasa Arab. f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. 3. seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian.

misalnya: A. ( Saudara) S.13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. menjadi tas universiteit. titik dua dan tanda petik.”). tanda titik koma ( . a) Tanda titik ( . tanda Tanya ( ? ). ). tanda ulang (…2). ( Kolonel) S. ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah. Misalnya : Dr.egoist publicist teit.H.’).S Samsudin Moh. jabatan. ). ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang .).” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. tanda hubung ( . tanda petik (“…. ly. Misalnya : Guru saya. tanda titk tunggal (‘…. university ---------------- egois publisis universitas 3. Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. (dokter) Kep. (Doctor) dr. koma. yaitu tanda titik.). Merari. pandai sekali. (Insinyur) Kol. yaitu tanda titik ( . Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). ).19920. (Kepala) Ir. Azab dan sengsara. “saya akan pergi hari ini. (Sarjana Hukum) Sdr.T. tanda pisah ( . c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . tanda garis miring ( / ). (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . tanda ellipsis (…). pangkat dan sapaan. Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini. tanda koma ( . tanda titik dua ( : ). pak Dalimin. 26 september 1991 Siregar.

apabila dipakai dalam kalimat. (3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. Misalnya : Tempo. karangan. kursi.” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. dan almari. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman. atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam. I 1971. meja. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. 3) 4) d) Tanda Petik (”…. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) . kata. pendidikan seumur hidup sebuah studi. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. dan bab buku. Budi mendapat julukan “ si hitam”. naskah. Misalnya : Ketika memerlukan meja. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan.”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”. sudah terbit.

dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. serta keterangan (K). penulis harus memperhatikan beberapa hal. yang selanjutnya.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif. kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis. Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S. 2. Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. 33 . Predikat (P). objek (O). (2) kehematan. Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap. P. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. (4) kesejajaran. Perhatikan kalimat berikut. dan (5) penekanan. Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. Jadi. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh. Bagi seorang penulis. sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1. Dalam karangan. O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. tapi cukup berupa kalimat yang pendek. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh. (3) kevariasian.

O. Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan).2.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan. Oleh karena 34 . (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak. frase. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas. Perhatiakan contoh kalimat berikut. Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan. Perhatikan kalimat dibawah ini. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya. Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan. Meskipun kelihatannya komunikatif. serta K-nya tidak jel. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. (b) pemakaian hiponim. (c) pemadatan kelompok kata menjadi kata. 2. Agar kalimat tersebut efektif. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Unsur fungsi S. yang menduduki fungsi yang sama. P. kita sering mengulang kata-kata yang sama. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan. Pel.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada.as.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera.

(12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. (13).itu. suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia. kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat. begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara. Demi kehematan. kalimat (12). (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan.2. Kata mawar. (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan. Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai. dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya. Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif. misalnya. (7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian. 35 . (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. Perhatikan contohcontoh berikut. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. kalimat (9). (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan. 2. (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja. kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara. Itulah sebabnya. dan sebagainya. (10).2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya).2. 2. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan.

perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. Untuk itu. Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. Tanya. Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an). kalimat pasif dan kalimat aktif. pendek kalimat. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. (18) Mereka berdiskusi. atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya.4 Kesejajaran Pemakaian kata. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan.. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. dan perintah. Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi. Irian Jaya. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini. 2.2. suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. kalimat sederhana dan kompleks. Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya. bentuk itu. Begitu pula sebaliknya. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. Muflich menyembelih seekor kambing. (22) Oleh karena itu. kalimat berita. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen. misalnya. 36 . Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini. Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca. kelompok kata. kalimat langsung dan tidak langsung. serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. tanya. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan.

37 .3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis. tidak ada gagasan yang dipentingkan. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan . sesuai dengan proses. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat. 2.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. dalam tuturan yang normal. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. Perhatikan contoh berikut. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat.(24) Setelah diproduksi dan dipak. Oleh karena itu. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas. Namun. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. Oleh karena itu. Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian.5. 2. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi.5.5. yaitu kemarin. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu. Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. 2.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis. bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca. merupakan bagian dari topikalisasi.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah.

Akibatnya. Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. (b) penggunaan kata transisi. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. situasi pembacaan. Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. 2. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. paragraf induktif 38 . Denagn adanya hubungan formal itu. Pada sisi lain. serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. Jadi. tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. karena pokok pikirannya terletak diawal. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas. Dari keseluruhan uraian di atas. dan sebagainya. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci. memiliki kohesi dan koherensi. Penanda koherensi berupa lagu kalimat. Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif). pengetahua bersama. logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf.(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan. keseimbangan domestic dengan luar negeri. lingkungan topik. (c) pengulangan kata ganti . yaitu memiliki kesatuan pikiran. Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank.

pengkhususan. Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. Setelah masa suram itu. Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta. 2. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. Akibatnya. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. 2. atau Andaian. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. misalnya peristiwa-peristiwa. paragraf lebih dramatic dan menarik. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. hasil karya manusia. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3). paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya.disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ). retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. tidak ada perkembangan yang berarti. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. penjelasan. Memang. Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. Kalimat kedua. retorika mengalami masa suram. Dengan teknik ini. Pada saat yang lain. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula. penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. asumsi. Pada suatu saat. 1988:7). Dalam tulisna yang lebih besar. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. rincian. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Bisaanya. dan ilustrasi. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). bahasa 39 .2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. Semua yang berada disekitar manusia. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. janji merupakan tesis tulisan. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif.1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif.

tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05. pada libur lebaran. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. dan keterpercayaan. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut. Dalam contoh 4. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. sangat praktis. keamanan atau kebahayaan. adapatkan bus yang kosong. dalam paragaraf deduktif. baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. Akibatnya. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus.1. kemenarikan. khususnya silogisme. 1987 dengan modifikasi). 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. 3. ansi belum matanmg. sangat berguna. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. 3. efektif. Akhirnya. pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf. kecepatan. kendaraan selalu penuh. Turun dari kendaraan. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi. bus itu pun mogok dijalan. kepraktikan. Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. Ketika mau sarapan.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. atau sangat bernilai. Dengan kata lain.merupakan alat komunikasi yang panjang. sangat penting. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. 1990). Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. dan efesien (soedjito dan hasan. aku terlambat bangun. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut.00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. Contoh 4: 40 . mudik. Mau berpakaian. sungguh sial benar hari ini (taringan.

Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan.1. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga. Kecepatannya pun tidak diragukan. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. lebih-lebih untuk wanita.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas. 3. Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. Kapal terbang memang cepat. Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya. gaya. Bahkan. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi.1. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. Di samping itu harga tiket relative murah.3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. Namun. Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan. Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. tetapi bandaranya jauh dari kampus. (2) alam kehidupan. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”. Pulangdenagn mencarter mobil. 3.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase. tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan. (5) 41 . Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya.1993). dan latarnya. analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi. Lebih dari itu.1. 1990:88 dengan modifikasi) 3.

disrtai. melaksanakan kewajiban dengan baik. Membahasa B 42 . Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit. tidak ingin disanjung dan dijunjung. Mereka berbuat baik. c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. proses. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan. berjuang untuk kepentingan umum. pasar. meja.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan). Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. sistematis. Pahlawan tidak menuntut balas jasa. suksus. Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. badan. Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. Membahasa A (transisi) 3. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. bendera. tetapi ada pula yang masih baru. kursi. 1998). dan terbatas. tidak meminta pengakuan dari orang lain. Mereka berbuat atas dasar idealisme.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. 3. dan bagianperbagian. proklamasi. dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. rela berkorban.segala yang bersifat kebenaran (KBBI.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. dan tanpa pamrih (Ardiana. Agar definisi itu jelas.2. 3. Metode ini dirinci sebagai berikut. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. persamaan-perbedaan.2. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri. agar pembahasan terarah. 1993 dengan modifikasi) 3. 1993). dan Negara. Pengantar pokok bahasa 2. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. tidak ingin dihargai. maaf. b) penetuan ciri khas konsep. penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana. cita-cita luhur. Baik yang lama maupun yang masih baru. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. membela nusa. sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. bangsa. adator.

3. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. 3. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. Demikianlah kedua paman saya itu. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?. 3. Ketika berumur sepuluh tahun. Dialah yang pertama kalimengajariku minum. mereka amat bersebrangan. kata orang dia amat benci kepada wanita. Dia sangat membenci kebisaaan Arthur. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur. Sebaliknya. Padahal. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local. Alan langsung memaksa saya berhenti. Ketika saya lulus SMA tahun lalu. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. 1. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. keduanya melarang saya. meski mereka banyak berbeda. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 .Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4. Dia tidak hanya minum. Dulu Arthur pernah menikah. Alan memakai stelan jas terbaiknya. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. Sebagai dua orang yang bersaudara. tetapi istrinya kabur. 2. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya. Benar-benar keluarga yang aneh. 4. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. 1. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan. ibu saya meninggal. 4. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs. Alan belum pernah menikah. rangakain peristiwa yang bertautan. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. Dalam menyangkut diri pribadi saya. 2. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya.2. Paman Arthur dan Alan. tetapi dia juga suka melihat orang minum.

Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. 3. lampu kamar telah saya matikan. atau membau objek yang diperiksa.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. meraba. pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi. Saya yakin tadi selesai membaca.2.bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. 1994:56) 44 . Tetapi. Contoh 11: ( E. seolah pembaca melihat. merasa. 1998 dengan modifikasi). Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun. (Asrori. mengapa kini mendadak benderang? Heran. ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya. Pada tahun berikutnya. Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang.

masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. dan seterusnya. Sebab itu. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan. khususnya dari segi kebisaaan. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 . 1.1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. Jadi. dan lain-lain. rumusan masalah. Oleh karena itu. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. laporan penelitian. Selain itu. 1985:8-9). Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua. Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). pendahuluan. Akan tetapi. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman).BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. disertasi. 1. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. analisis.2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama.3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan. kata pengantar. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. missal: judul. tujuan penelitian. daftar pustaka dan lampiran. skripsi. isi. misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. metodologi penelitian.

Contoh topik tujuan. dan tesis (Keraf.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral. yaitu judul. Selanjutnya. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan. dan penutup. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. Walaupun demikian. dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya.”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. Walaupun demikian. dan sebagainya. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah. dan sebagainya. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf.yang sama. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing. Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. Di samping itu. penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan. 1980:117). suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul.5. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. Tema. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. pendahuluan.Selain itu.1 Judul 46 . 1988:351). fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. 1. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis. 1. sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak.4 Perumusan Topik. Jadi. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. Judul. 1. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. isi. Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. artikel. tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama).1980:117). Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. Oleh sebab itu. lebih luwes.

1987. model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul.1985). Secara lengkap. fakultas dan perguruan tinggi. judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya. (3) Dalam bentuk ketik. (Sudjiman dan Sugono. anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. nama perguruan tinggi. Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. dan tahun penyusunan. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat. serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar.Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. tanggal. dan tahun penulisan. pendahuluan. nama kota. (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan. nama fakultas. misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada). kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono. Pias bawah berjarak lebih kurang 3. tanggal. (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. 12 Februari 2000). bulan. (1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas. Bulan.2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. nama jurusan. penutup). Sebagai tajuk. 1. Nama tempat (kota).1990:22). dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya.5. Nama penulis 47 . Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun.5 cm.

I. 2)……………. 1)…………….. a………………. (b)……………. a)…………… b)…………… (1)………….. b………………. BAB I. (a)………… (b)………… Model Lekuk I. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi.I Sub Bab I.5.I.I. 2………………. BAB A. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk.I.I.I………………… Model Lekuk I.I……………….I………………… I.I…………………….dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun. a………………. Oleh karena itu.I…………………… Atau BAB I………… I.I Sub Bab I. 1.I……………………… BAB I……………. 48 . SubBab 1………………. I. (2)…………….I Sub Bab I. b………………. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah. Sub Bab 1……………….BAB A. I. (a)……………. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono. (2)………….I Sub Bab I. Apabila yang digunakan sistem digit.I.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca.I. 2………………. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)……………. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru).I.. (b) Sistem Digit Model Lurus I.BAB I.. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I...

Oleh sebab itu. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab. teori atau pendapat yang dipakai. amkalah). pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah. 1. tujuan pembahasan. Akan tetapi.I. sumber data. bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah). Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel. Letak penu. dan gambar (jika ada). Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi).4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab. maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan). serta simpul pembahasan/interpretasi. Seperti halnya dengan bagian lain. Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas. bagan.5.I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas).5. Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar. Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas). dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah.I. metode dn teknik. tabel.Saran yang disampaikan adalah saran 49 . serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah). 1986:4). ilustrasi atau contoh-contoh konkret.5. analisis dan interpretasi.I…………………… I. simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi. 1. dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel.5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan.I. tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa. jurnal. 1.I. Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu. skripsi.6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran. ruang lingkup. Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran.I. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris).

kemudian daftar pustaka. baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah. Teknik pengutipan seperti diatas.” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa. Penampilan kutipan. sudah mulai ditinggalkan orang. sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.” Dalam pengetikan. Oleh sebab itu. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. sebab sering menyulitkan bembaca. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain.cit. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki. sudah mulai ditinggalkan orang. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. Dalam karya ilmiah resmi.5. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah.op. Kutipan atau catatan pustaka. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara. Contoh: Menurut Keraf (1982:3). 1984:414). Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas. Contoh: Jadi. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya. Akan tetapi. majalah.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca. kita harus mengunakan tanda pisah. dan loc. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks. 50 . berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka. 1. makalah. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. Penggunaan singkatan ibid. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. artikel. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung. Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis.cit.

titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. 1970:18). (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung. kemudian tulislah nama akhir pengarang. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . cara penulisan seperti butir 3. titk dua. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. diperlihatkan dengan identitas tertentu. kemudian sebutkan nama akhir pengarang. Oleh sebab itu. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. diperlhatkan dengan identitas tertentu. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah. Oleh karena itu. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. Contoh: Dalam hal ini.Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing. Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. dan diakhiri dengan tanda titik. tanda koma. berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. dan nomor halaman. titik dua. (3) Jika ada dua nama pengarang.1989:155). dan nomor halam dalam kurung. ketentuannya sebagai berikut. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. tahun terbit. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. diikuti tanda koma. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. berikutnya cantumkan tahun terbit. tahun penerbit. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. tampilkan kutipan. atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia.

Gani. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). 1985:17. hiburan. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan. dan Jepang. 1986:54). 1984:6. yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut. 1985a:80). maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. Thailand. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang.1984:32) berbunyi: 52 . Korea Selatan. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. Wawan. Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. maka tampilan kutipannya sebagi berikut. atau bimbingan yang praktis (Bonar. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama. Contoh: Buku acuan (Taringan. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis.

sifat. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. pengirim. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah. dan sebagainya. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. maksud dan tujuan. mengurangi pendapat. Dalam artikel. wujud. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. b. maksud dan tujuan. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. 1978:14). 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. wujud. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. Apabila pendapat itu diacu. keamanan isi. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. dan urgensi penyelesaiannya (ef. urgensi penyelesaiannya. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. sasaran. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi. catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 . Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi. cara menyampaikan. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan.Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. sifat. Sumantri.1878:296). atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. cantumkanlah of atau conf. Contoh: Buku acuan (Sumantri. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. cara penulisannya: Burmeister (Taringan.

Merari. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. Semua cara sebetulnya baik. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. dan lain-lain. Apabila berganti bab.8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. jurnal. (4) kota tempat terbit. 1.5. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. Sultan Takdir 54 . dimulai dengan nama akhir. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. dan (5) nama penerbit. disertasi. 1920. (3) judul pustaka acuan. asal taat asas. diikuti tanda koma. 1986:17). penomoran dimulai dari nomor satu lagi. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun. kemudian nama pertamanya. Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2. skripsi. Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. Azab dan Sengsara. makalah. tesis. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. buku. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris). Misalnya: Siregar. antologi. Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya. (2) tahun terbit. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga.”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. tanpa diberi tanda urut.setiap bab. diklat. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris.

Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit. Contoh: Hutomo. (d) Jika ada dua nama pengarang. Tanpa Tahun. penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. Contoh: Sudjito. nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang. Contoh: Keraf. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. 1983. Henry Guntur dan Djago Tarigan. 1980b. (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. Contoh: Tarigan. Suripan Sadi. 1978. dilanjutkan dengan tahun terbit. diikuti kata dan. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). dan seterusnya. 1985. Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. Tahun pada kolom tahun terbit. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. dituliskan Tanpa. (dan kawankawan). Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. Contoh: Sirait. Contoh: Lubism Mochtar. 1980. Contoh: Halim. 1985. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. __________. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya. Bistok dkk. P. 55 .Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. 1980a.Gorys. 1981.J. 1988. (b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. Teknik Mengarang. Amran (Ed). __________.

1985. Sebuah system memiliki judul. (e) Acuan yang berbahasa asing. isi. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. Contoh: Samsuri. symposium. 1985. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda.makalah. skripsi. Cetakan Keenam. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg. GBHN. pembuka. Harimurti. laporan penelitian. Jakarta Erlangga. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit. Analisis Bahasa.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. penataran. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid. Contoh: Kridalaksana. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. Edisi Kedua. penutup. Kamus Linguistik. Contoh: Kisyani. dan sebagainya. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945. 2.(c) Artikel. 1988. Diikuti tanda titik dua. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya.1. dan diakhiri dengan tanda titik. Selain itu. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. judul harus mampu menarik perhatian 56 .edisi. Surabaya 2. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. 2. 1988. dan daftar pustaka.1 Sistematika Penulisan Makalah.

2. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol.pembaca.(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih. (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah. 57 . Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan. analisis. (2) analisis dengan interpretasi data. Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah). dan simulan masalah yang dipaparkan. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. kejelasan analisis. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan. (4) menyanggah atau membantah asumsi umum. penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran). ataupun penyusunan makalah.5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku. artikel (dalam majalah. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya. 2. surat kabar. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu. gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain. Oleh karena itu. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. dan (4) tabel. bagan.1. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi. 2. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. 2.3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci. atau tanggapan terhadap suatu persoalan. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian.1.1.1. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. analisis. keterbatasan. bunga rampai). Oleh karenanya. dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan.

Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. cukup istilah Indonesia yang digunakan.2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. Jelas. Artinya. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya. objek. Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret. Artinya. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa.logis. Artinya.2. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya. Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas. sejalan dengan tafsiran penulisnya. kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan. percobaan. dan keterangan ). dan antarparagraf dalam wacana. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi. Oleh karena itu. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis. antarkalimat dengan paragraf.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. Lugas. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 . karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. lugas.bernalar.. dan logos. penelitian.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. Padahal. Komunikatif. Selanjutnya. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya. bukan ragam lisan. Oleh karena itu. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi. proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga.dan ilmiah. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya. Pada hakikatnya. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. Dengan unsur-unsur kalimat. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu. Penulisan Skripsi 3. pelngkap. 3. predikat.

hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi. daftar istilah dan singkatan. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga. dan simpulan dan saran.2. kajian teori. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan. 3. daftar isi.dengan penyusutan skripsi atau tidak. Dengan kata lain.2. metodologi. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul). didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. kata pengantar.dan (5) nama lembaga. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi. hasil dan pembahasan . Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. Dari uraian di atas.2. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar. judul skripsi. pangkat. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. daftar tabel/bagan. Setelah disetujui oleh pembimbing.daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1. 3. dan tanda tangan dekan.2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. (4) nama penulis. halaman persembahan atau motto. (3) logo. Bagian isi terdiri atas pendahuluan. tanggal persetujuan skripsi. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. (2) pernyataan keperluan. Tentu saja. Oleh karena itu. Dengan melihat halaman judul. Setelah disetujui oleh pembimbing. tanda tangan dekan. dan kehormatan. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut. halaman pengesahan. (2) isi. 3. dan (3) penutup. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi.3 Halaman pengesahan 59 .2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka. Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi.

7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat.2. orang tua. dan almamater.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. istri. nomor registrasi. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. tanda tangan tim penguji.2. tanggal pengesahan skripsi. sahabat. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian). pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat. kekasih. Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai. 60 . Setelah itu. Selain itu. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti. seperti:”Tabel 1. subbab. dan tanda tangan dekan. 3. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. dan jarang ditulis “TABEL 1. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji. kecuali tabel. Dalam penyajiannya. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi. anak. Di dalam kata pengantar. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. TABEL 2. Amin!” 3. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. Oleh karena itu. setiap tabel diberi nomor urut. saudara.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. mulai dari judul bab. Tabel 2. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya.6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. Tabel 3. 3. dan seterusnya. sesuai dengan keinginan penulis. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi. 3. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian.2.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri. TABEL 3”. Dengan melihat tabel.2. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan. subsubbab. Bagian terakhir. Dengan kata lain. judul skripsi. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan. Artinya. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya. jurusan/fakultas. Jadi.

dan sebagainya. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. dan kemampuan. Misalnya. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. Bentuknya paling mudah dikenali. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada. kecuali pada penelitian interdisiplin. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian.9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi. 3. apakah tidak akan tertukar dengan caruban. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. tujuan 61 . dan hasil penelitian. Yang penting. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. metodologi.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan. dari ketiga alternative itu. atau C. Yang jelas. Ciawi Ciwidey. Begitu pula dengan penggunaan singkatan.2.2.2. Umumnya. 3. rumusan masalah. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu. waktu. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren. Setelah masalah terdaftar sekian banyak. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf. Di samping itu. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. masalah. Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. dan masalah penelitian. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal. Jika digunakan Crb. antara lain. tujuan. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti. Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. tujuan dan manfaat penelitian. biaya. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. di dalamnya tercakkup latar belakang.3. Crb. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. ruang lingkup penelitian. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah). Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik.itu terbagi dalam dua macam. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah. Sebagai contoh. pengambilannya. bisa menjadi gado-gado yang siap santap. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini. Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan. sayuran. Dengan kata lain. cabai. maksudnya tetap sama. Akan tetapi. 3.12 Metodologi 62 . dan sesuai pula dengan tujuan penelitian. sangat mustahil rasanya. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. jika kita akan memasak. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.2. Sering terjadi. kencur. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. tidak harus semua istilah didefinikan. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah. dsb. Dari situ.11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”. Ada juga yang menyebut“landasan teori”. Alasannya bermacammacam. gula.teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya. 3. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. kacang tanah.2. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya. sesuai dengan masalah penelitian. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. Jadi. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian.

prosedur. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. yakni bab hasil dan bab pembahasan. ada yang kurang. padat. Plagiasi akan merajalela.14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. petuah. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal. Dalam penulisan skripsi. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. Ada yang menulis kan “metodologi”. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”. Mungkin penelitian tersebut kurang luas. Oleh karena itu. dan ada pula yang hanya menulis “metode”. dan kesenangan. Tentang cara penulisan daftar pustaka. data yang kurang valid. Saran bukanlah perintah. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan. pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara. dan hal-halyang lebih detil lagi. 3. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan. dan (3) gaya selingkuh. Penggunaan strategi. Minat. yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. profesi. melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian. Akan tetapi. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah. atau petunjuk . Isinya singkat. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan. teknik. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”. dan (3) gaya selingkung. metodologi berarti ilmu tentang metode.2.atau juga sebaliknya. penulisan. (2) pembimbing.2.2. dalam hal ini tidak diartikan demikian. Selain itu. yaitu: (1) kemauan. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. dan kesenagan. Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab. (2) pembimbing. pendekatan.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 . 3. Yang umum. dan hasil penelitian yang dibacanya. Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. atau mungkin juga lingkungan. 3. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. dan jelas. yaitu (1) kemauan. masyarakat. Untuk mengatasi hal ini. dsb. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. Dengan demikian. Penulis dan pemikir tidak akan berharga. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka.Jika dilihat dari asal-usul katanya.13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi. minat. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi.

penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting. menguasai massa. ia 64 . BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A. Tetapi besarnya umat manusia. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain.3. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya. Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat. Seorang tokoh dalam masyarakat. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan. PENDAHULUAN Peranan pidato.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. lewat pidato radionya. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. ceramah.15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini.2. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo.

maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. sikap. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik. Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. ketenagan sikap di depan masa. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan. komunikasi dengan pendegar dsb. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali. Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis. yaitu: 1. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan. tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. B. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat.betapa jujur ia menjalankan tugasnya. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. 2. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. 3.

cukup. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b. pembicara akan berbicara secaraa bebas. antara lain: 1. 66 . tertulis. sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya. Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. Bila pembicara bukan seorang ahli. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. 4. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas . maka hasilnya sama dengan metode improptu. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu. Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung. yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu. namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. C. menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian.

d. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan.Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. b. oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. 2. mendung.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 . Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. jenis kelamin. dan keanggotaan politik atau sosial. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. pagi siang. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan. malam. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual). Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. c. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a. e. 3. usia. minat dan keinginan pendengar. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar.Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. pendidikan. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. Apakah pada saat itu hujan. provokatif dan singkat. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar. pekerjaan. maupun agama. perlu diperhatikan c. serta sikap mereka.Kapan berlangsung pembicaraan itu. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung.. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak. Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan.

penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra. dan jelas. d. berseri-seri dan sopan. Minat dan keinginan pendengar c. sederhana. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. acuh tak acuh. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi. b. Sikap pendengar D. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan. b. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 . was-was.a. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. tetapi jangan terlalu sering. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Berpakaian yang rapid an sopan. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. gelisah dan tegang. Tunjukan sikap bersahabat. dan sedikit banyaknya pendengar. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. Bergayalah seadanya. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi.

1995. Penulisan Karangan Ilmiah. 1984. Bandung: Remaja Rosdakarya. Effendi S. Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan. Surat.. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar.. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia. Soedjito dan Hasan M.. Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo.. Sudjiman. Ketrampilan Menulis Paragraf. . 1995.. Dendy. 1986.29 Januari 1993.... Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. 1994. Komposisi.1993.. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Gorys. Sugono. “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya. Jakarta: Gramedia.M. Jakarta: Erlangga Ardian. Suhendar..sabarti dkk. Jakarta: Depdikbud.. Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah.. Panuti dan Dendy Sugono. Arifin.... Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Akhdiah..dkk. Depdikbud.. Makayat D. H. Edisi kedua.. E Zaenal.. (Ed). Jakarta: Puspa Swara. 19976. 1985. Jakarta: P3B Depdikbut ………………….E. Leo Idra.. Jakarta: Balai Pustaka. (Ed). 69 . “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa. 1989. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar.Jakarta: Balai Pustaka.. Keraf.. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. 1998. 1995. 1987. Jakarta: Balai Pustaka. 1992..1998. tanggalm 10 . Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia.... 1990. Jakarta: Balai Pustaka …………………. dan Laporan yang Menarik... Antom M. Ende: Nusa Indah Moeliano. Berbahasa Indonesia dengan Benar..

. Kalimat Baku Bahasa Indonesia.. 70 . Pos Jaga Bahasa Indonesia. Surabaya: Materi Penataran. Bandung: Angkasa..Sumowijoyo. 2000.. 1987. 1991..... Winarno.. Desertasi. 1988. Imam... 1984. Skripsi. Surakhmad..... “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan.. Thesisi. Paper. Tarigan. Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya.. Bandug: Tarsito Syafe’ie. Jakarta: P2LPTK Depdikbud ……………….... Djago.. Surabaya: Unipress Unesa Surabaya...... ........ malang: FPBS Malang.... Gatot Susilo.. Retorika dalam Menulis.. 1994.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful