BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

tetapi ia juga melambangkan perasaan. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. kemauan dan tingkah laku seseorang. Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. dan dalam masyarakat yang lebih maju. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. 4 . Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). yaitu bahasa masyarakat tersebut. d. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. tingkah laku. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. Bahasa sebagai alat kominikasi. memperoleh keahlian bicara. dan tata-krama masyarakatnya. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. untuk itu memerlukan bahasa .c. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. Dalam mengadakan control social. Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. memeproleh keahlian membaca dan menulis. bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat. kedua. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. baik tanggapan yang berupa tutur.

Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. (3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. (2) lambang idengtitas nasional. (Gorys Keraf:1984) 4. ilmu pengetahuan.maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema. dan teknologi (Suhender. Ketiga. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 . bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya. 1998:158-160).bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e. dan (4) alat penghubung kebudayaan. Undang-undang Dasar (1945). Untuk kepentingan praktis. dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. Bab XV. dan efisien.Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. bahasa daerah. Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan. Dan keempat. Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional. 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan. (2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. tepat. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Problema itu berkisar pada: a. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan.1994:5).

ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. diupayakan menjadi sikap positif. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Misalnya. Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar.apa pun jenisnya . Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. kesalahan logika.dalam situasi santai dan akrab. karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo. baik keswalahan kaidah. anutan. 5. Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia. Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 . Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab.2000:6). Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar. merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif. Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian. Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita. Sikap negatif tersebut harus dibina. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.1992:20). Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap.2000:5). Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. 1987:1). Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya. Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran. Jadi.diaggap berbahasa denga efektif. maupun kesalahn budaya(Sumowioyo. Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul. Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. 6. Kita seharusnya merasa malu. dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan.

Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata. Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah.1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia.Logat juga disebut ragam daerah.1994:10) 7 . Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. kesalahan logika. Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah.benar. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah. maupun kesalahn budaya. dan tidak berterima termasuk kesalahan logika . kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar. 6. Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing. (Sugiono. tidak logis.

b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia. Data tersebut kiranya. Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. 2. Hal ini wajar. Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. BI yang sangkil (objektif). dan teknologi. Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. umum ). prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. ia mengucapkan kalimat-kalimat. Dengan demikian. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR. Dengan titik tolak tersebut. pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. BI yang serius. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan). d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). Masalahnya. BI ditunjang oleh kalimat-kalimat.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). BI yang tertib. apakah situasi itu. bersifat kenegaraan. serius. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. BIR terpakai dalam situasi resmi. morfem. keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain.pikiran). ilmu pengetahuan. Rupanya. BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . Kalau seseorang berbahasa indonesia. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi. penuh dengan gagasan ( ide. fonem ).

Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. 9 . (2) dapat dipindahkan. makna sebuah kalimat perlu jelas. kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih. Demikianlah frase itu mempunyai ciri. Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ). Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . Makna yang kurang jelas ( samar –samar. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. Berbeda dengan data pertama. Supaya komunikasi tercipta. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata. Contoh pertama terdiri atas tiga frase. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ). Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain. Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda .

Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). Gramatikal kalimat baku itu gramatikal. Dalam komunikasi. Pada dasarnya. masuk akal C. Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. sesuai dengan lafal BI A. Karena itu. bebas dari unsur yang mubazir D. bebas dari kontaminasi E. terutama SP. Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. gramatikal B. 3. bebas dari interferansi F. tersurat . eksplisit). dan tata fonem (fonologi). Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. sesuai dengan ejaan yang berlaku G. C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda. Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. menghadirkan kalimat tidak baku. Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat. Ketidak jelasan SPOK . Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). 10 . Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. Secaraa garis besar. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak .

S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif. Prestasinya menurun. P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara.Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti. K P S (b) Demikian .. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata. K P O1 `yang baku (a) Demikian. S S P O1 11 . kata Presiden. kami harap Anda maklum. P P S S (c)Wajar . S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. mohon Bapak/Ibu aktif. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu. S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri.

S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri.hal itu memalukan. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP.(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S S P saya sudah ketahui hal itu. S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen. S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri.memalukan. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah.

Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. 13 . Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. sehingga identitasnya sulit dikenal. (6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda. Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. sebab pemilik toko emas itu menghilang. Sehingga identitasnya sulit dikenal. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. (c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan.

Kami sudah selesaikan persoalan itu. afiks) secaraa tepat.. sesuai dengan tata morfem BI. (d) Para petatar disediai makalah. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. (d) Para petatar disediakan makalah. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan. 14 . saya ucapkan terima kasih. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. Sudah kami selesaikan persoalan itu. (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan. (e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. Contoh : (a) Atas perhatian Anda. (c) Pak Badudu mengajar BI. saya ucapkan terima kasih. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan. Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya. ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan.Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten).

atau dua struktur. E. (c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 . tentu saja. kerja keras perlu ditingkatkan. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras. S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya. Unsur – unsur yang Mubazir D. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal.. Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan. Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti. Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis). (b) Demi berhasilnya pembangunan. tidak mengandung unsur yang mubazir. Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan.…………. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. hasilnya masih belum mengembirakan. kerja keras perlu ditingkatkan.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. Kalimat baku. dan unsur.pengacauan) dua makna. Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C. B.

Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek). Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. hatur. Belajarlah rajin .Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F. kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. Dengan demikian. H. Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan. yang rajin. Dalam hubungan ini. (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus. Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ). (e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. Orang itu teman ayah saya. dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa). Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing. G. Dapat disimpulkan. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi. Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. (d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. 16 . ada pula yang memiskinkan BI. lafal baku itu lafal nasional. penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan. dan bukan lafal asing. bukan lafal daerah (dialek). Karena ejaan sudah diresmikan.Inggris). I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya.rajin ! Mereka berlatih di kampus.

Negara RI adalah berdasar Pancasila. Seringkali. agar supaya. Para pemenang diberikan hadiah. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. adi’ . betapun juga. berapa’ . Dan lain sebagainya. maka Surabaya banjir. tetapi hasilnya mengecewakan. (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. Yang baku : memberikan . keciil . Menundukkan badan. bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Untuk sementara waktu.. melihat . perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB. pendidi’an . Kalimat baku dilafalkan dengan benar. kemungkinan ia tidak hadir. mbesu’ . contoh misalnya. disebabkan oleh karena. berapa .. Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. bagaimanapun juga. meskipun ia berusaha keras. beso’ . bukan lafal baku. Jangan boleh. adalah merupakan. Atas dasar itu.zaman dahulu kala. yunit . berdasarkan atas keputusan rapat. 4. adiq . Contoh kata Interferensi 17 . pendidikan . sehingga dengan demikian. Sedari. lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi. Menghapus papan tulis. logis. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. lokhis . memberikan.Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. konon kabarnya. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya. kecil . Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk. sesuai dengan lafal baku BI. Mempertinggi. Dalam rapat itu membicarakan SPP. Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan. unit . melihhat . Pengusahawan.Artinya.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

enem Malam ……………………….. misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah... bener Cepat ……………………….. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras. dalam konteks bahasa Indonesia. (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia. dan sebagainya. 21 . dapet Benar ………………………. cepet Enam ………………………. malem. (6) penagruh bunyi /e/.Menuliskan………………………. Menulisken Dapat ………………………. dan sebagainya.. Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras... banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/... misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab.... (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa .

1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat. Dikatakan demikian. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi. penulisan kata.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum. dan pemakaian tanda baca. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. (gorys keraf. penulisan kata. lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. morfem-morfem.2 Guna Ejaan 22 . 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat. sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri. Ejaan Bahasa Indonesia 3. melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. 3.Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya. Soewandi menjelaskan. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan. Drs. Sejalan dengan pengertian diatas. 3. (soewandi. atau pengetahuan hukum. yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf. (Mashuri. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem.

koma. tanda tanya. dan tanda garis miring. kah. dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. yang meliputi abjad. dan penulisan kata ganti (kau. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . yang meliputi : penulisan kata dasar. tanda hubung. (4) Bab IV berisi tanda baca. Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. konsonan. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. yaitu penulisan huruf besar. kata ulang. titik dua.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. (3) Bab III berisi penulisan huruf. pun). atau untuk merekam bahasa tulisan. Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. nya). Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. tanda pisah. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. menulis surat. Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. tanda ellipsis. yang ditulis dengan huruf Latin. ku. kata depan di dan ke. kata jadian. Bab ini hanya membicarakan dua hal. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. 3. memakai lambang –lambang (huruf) latin. vocal. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. dan penulisan huruf miring. kata majemuk. 1972.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia. 23 . dan sebagainya. dan nama diri. diflong. Jika kita perhatikan benar. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. tah. tanda petik tunggal. meliputi pemakaian tanda baca: titik. titik koma. tanda kurung. Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. tanda kurung siku. prtikel (lah. mengarang. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). tanda seru. mu. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. banyak orang meremehkan. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu). Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. (2) Bab II berisi penulisan kata.

penulisan kata.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.+ tilis ditulis di.+ cukur dicukur ke. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di.dan ke. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf.4 Kata Depan di.+ tua ketua ke.dan ke. penulisan huruf. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada. Contoh: di. awalan di. Melihat masalahnya memang luas. dan pemakaian tanda – tanda baca.+ culik menjadi diculik di. penulisan unsur serapan.dan ke-.dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 . 3.+ kasih kekasih ke.+ hendak kehendak ke. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya. Menurut kaidahnya kata depan di. menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya.+ makan dimakan di. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat. sedangkan imbuan.

Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --. jadi penulisannya harus diceraikan.beritahukan Sebar luas + -kan --.a) apabila menJawab pertanyaan dimana. jelas bahwa itu kata depan. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.memeja? --------.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran. Contoh: Tanda tanda + -i --. penulisan gabungan kata harus terpisah.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya.lipat gandakan 25 --------.diberi tahu Ber + lipat ganda --.dari kursi Di malang --ke malang --.meminum --------. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3. Contoh: Di kursi --ke kursi --.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me.mengatas? . Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan.bertanggung Jawab Di + beri tahu --. Contoh: Ber + tanda tangan --.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya. menurut kaidahnya.mencabuti --------.

diberitahukan me.menantatangani Per. apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama.+ rungu --tunarungu 3.+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra .+ final --semifinal Tuna . ekstra-.+ revolusi --kontarevolusi Multi . purna-.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus.+ komunis --antikomunis Catur .+ sebar luas + -kan --.pertanggungJawaban di.+ kota --antarkota Anti .+ warga --caturwarga Dwi .+ sila --pancasila Purna . gabungan kata itu dituliskan serangkai. catur-.+lipat ganda + -kan --. anti-. tuna-.+ tanggung Jawab + -an --. semi-.melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas.+ tanda tangan + -i --. Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 .+ karya --purnakarya Semi . infra-.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-. penulisannya dirangkaikan.+ beri tahu + -kan --.+ merah --inframerah Kontra .+ tunggal --dwitunggal Ekstra .+ kapitalis --nonkapitalis Panca . dwi-. maha-. Contoh: Me. kontar-. panca-. dianggap sebagai satu kata.+ bahasa --multibahasa Non . multi-. Contoh: Antar . dan sebagainya.menyebarluaskan me. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. non-.

dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3. Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se.b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan.Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. 27 . Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi.7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital. Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting. baik awalan maupun akhiran.

untuk :yang tidak pada posisi awal. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur. majalah. Ayah. bulan. 28 .Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. hari raya. bagi. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya. daripada.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. seperti di. dan aku ke pesta. serata nama dokumnen resmi. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. surat kabar. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. ke. dan peristiwa sejarah. Contoh: Sekalipun rumahnya dekat. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. adik pun tidak ketinggalan. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. kecuali partikel. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. lembaga pemerintahan. dan judul karangan. dari. hari. yang. yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. ibu.

ke selalu dirangkaikan. sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik. 3. ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan. ----atas nama d.3. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996. Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a. yaitu angka Arab dan angka Romawi. Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 . ----sampai dengan u. Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu .n. ----dan sebaginya hlm.000. ----untuk beliau u. kedua.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai. ----dengan alamat s. ----untuk perhatian dkk.p. ----halaman tgl.00 per biji.d.n. kesejuta dan sebagainya. demi.b. ----dan kawan-kawan dsb. seperti perincian dan pemaparan. ketiga. Harga buku itu Rp 5. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor. 3. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk . d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata.

yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. bahasa Portugis. dan bahasa Cina.Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian. 3. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. dan 100 lembar kertas folio bergaris. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. bahasa Inggris.12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. dan sebagainya. bahasa Belanda. seperti: bahasa sangsekerta. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. bahasa Arab. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. seperti: team shuttle cock. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 . seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. 2 Penggris. f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i.

tanda titk tunggal (‘…. ly. yaitu tanda titik. Merari. Azab dan sengsara. ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah. ).).13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. ).T. tanda koma ( . Misalnya : Dr.S Samsudin Moh.” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. a) Tanda titik ( .19920. university ---------------- egois publisis universitas 3. ( Saudara) S. misalnya: A. tanda titik koma ( .’). pangkat dan sapaan. tanda ulang (…2). ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang .H. tanda hubung ( . c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . “saya akan pergi hari ini. (Sarjana Hukum) Sdr. (Doctor) dr. Misalnya : Guru saya. (Kepala) Ir. Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini. tanda ellipsis (…). ( Kolonel) S. tanda Tanya ( ? ).). Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. tanda titik dua ( : ). yaitu tanda titik ( . ). (dokter) Kep. tanda pisah ( . pandai sekali. tanda garis miring ( / ).”). dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). (Insinyur) Kol. jabatan. tanda petik (“…. pak Dalimin.egoist publicist teit. (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . menjadi tas universiteit. koma. titik dua dan tanda petik. 26 september 1991 Siregar.

meja. (3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan. Misalnya : Ketika memerlukan meja. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. pendidikan seumur hidup sebuah studi. karangan.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman. dan almari. 3) 4) d) Tanda Petik (”….” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. Misalnya : Tempo. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan. kursi. atau bahan tertulis lain. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap. apabila dipakai dalam kalimat. I 1971. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. sudah terbit. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) . kata. dan bab buku. Budi mendapat julukan “ si hitam”. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. naskah.”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam.

tapi cukup berupa kalimat yang pendek. 33 . Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. serta keterangan (K).BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1. Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. objek (O). (3) kevariasian. (2) kehematan. penulis harus memperhatikan beberapa hal. Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. P. dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). Predikat (P). (4) kesejajaran. dan (5) penekanan. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). Bagi seorang penulis. Dalam karangan. Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh. O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. Jadi. Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh. misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap. 2. Perhatikan kalimat berikut. sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S. sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. yang selanjutnya. kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif.

atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. Oleh karena 34 . P.2. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Perhatiakan contoh kalimat berikut. Unsur fungsi S. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. Pel. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan). Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. O. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. (b) pemakaian hiponim. kita sering mengulang kata-kata yang sama. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. (c) pemadatan kelompok kata menjadi kata. Agar kalimat tersebut efektif. Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat. serta K-nya tidak jel. frase. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan. Meskipun kelihatannya komunikatif. Perhatikan kalimat dibawah ini.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. yang menduduki fungsi yang sama. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak.as. 2. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan. Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat.

Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif.2. (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah.2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya). sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. (12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya.2. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia. 35 . kalimat (12). Itulah sebabnya.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan. (10). (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan. (13). Demi kehematan. Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai.itu. (7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei. Perhatikan contohcontoh berikut. begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan. 2. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat. 2. (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan. kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya. kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi. dan sebagainya. kalimat (9). Kata mawar. dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. misalnya. (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja.

Irian Jaya. Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan. bentuk itu. suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. Tanya. (22) Oleh karena itu. Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya. dan perintah. perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. kalimat sederhana dan kompleks. Begitu pula sebaliknya. kelompok kata. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir. Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut.4 Kesejajaran Pemakaian kata. sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. 36 . bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. tanya. pendek kalimat. serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. kalimat pasif dan kalimat aktif. atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja. Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an).. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi. 2. Untuk itu.2. kalimat berita. (18) Mereka berdiskusi. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini. Muflich menyembelih seekor kambing. Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. kalimat langsung dan tidak langsung. (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan. misalnya. Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini.

Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca. yaitu kemarin. 2. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. 2. sesuai dengan proses. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis. Namun. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting. Oleh karena itu.5. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan . 2.3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. dalam tuturan yang normal. merupakan bagian dari topikalisasi. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis. Perhatikan contoh berikut. tidak ada gagasan yang dipentingkan. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya. 37 . Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat. Oleh karena itu. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah.5. Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian.5.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O.(24) Setelah diproduksi dan dipak. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi.

Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf. Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. (c) pengulangan kata ganti . tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas. Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci. karena pokok pikirannya terletak diawal. logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. dan sebagainya. Denagn adanya hubungan formal itu.(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. Pada sisi lain. Jadi. lingkungan topik. Akibatnya. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. paragraf induktif 38 . 2. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. pengetahua bersama. kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. keseimbangan domestic dengan luar negeri. serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. memiliki kohesi dan koherensi. yaitu memiliki kesatuan pikiran. Dari keseluruhan uraian di atas. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif). Penanda koherensi berupa lagu kalimat. situasi pembacaan. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank. (b) penggunaan kata transisi.

Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta.2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. Pada saat yang lain. janji merupakan tesis tulisan. Semua yang berada disekitar manusia. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua. pengkhususan. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). atau Andaian. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. dan ilustrasi. Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. Pada suatu saat. 1988:7). hasil karya manusia. Memang. Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. asumsi.disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ). retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. paragraf lebih dramatic dan menarik. paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. retorika mengalami masa suram. penjelasan. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif. penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 2. Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. misalnya peristiwa-peristiwa. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh.1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif. Setelah masa suram itu. Akibatnya. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. tidak ada perkembangan yang berarti. bahasa 39 . merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. Dalam tulisna yang lebih besar. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. Dengan teknik ini. rincian. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula. Kalimat kedua. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3). Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. 2. Bisaanya.

adapatkan bus yang kosong. sungguh sial benar hari ini (taringan. Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. kepraktikan.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. aku terlambat bangun. efektif. pada libur lebaran. sangat penting. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. kendaraan selalu penuh. kecepatan.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. 1990). pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut. 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf.merupakan alat komunikasi yang panjang. Dengan kata lain.1. atau sangat bernilai. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. Dalam contoh 4. dalam paragaraf deduktif. kemenarikan. tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore. Akibatnya. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. sangat berguna. Turun dari kendaraan. Mau berpakaian. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut. sangat praktis. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. bus itu pun mogok dijalan. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik. 1987 dengan modifikasi). mudik. 3. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05. Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan. Contoh 4: 40 . Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. 3. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. Akhirnya. khususnya silogisme. dan efesien (soedjito dan hasan. keamanan atau kebahayaan. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi. dan keterpercayaan.00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. Ketika mau sarapan. ansi belum matanmg.

Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya. Kapal terbang memang cepat. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi. lebih-lebih untuk wanita. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. Namun.1. 1990:88 dengan modifikasi) 3. 3.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema.1993).3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu. Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi. Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. (2) alam kehidupan. Di samping itu harga tiket relative murah.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase. tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam. tetapi bandaranya jauh dari kampus. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). Pulangdenagn mencarter mobil. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama. Lebih dari itu. Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. 3. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau. dan latarnya. Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan. Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi. Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”. Kecepatannya pun tidak diragukan. gaya. (5) 41 .1. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat.1. 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. Bahkan. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan.

c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. rela berkorban. suksus. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri. adator. persamaan-perbedaan. sistematis. cita-cita luhur. Pengantar pokok bahasa 2. tidak meminta pengakuan dari orang lain. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. Membahasa A (transisi) 3. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. Baik yang lama maupun yang masih baru. membela nusa. b) penetuan ciri khas konsep. bendera. Mereka berbuat atas dasar idealisme. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana. 3. agar pembahasan terarah. tidak ingin disanjung dan dijunjung. Pahlawan tidak menuntut balas jasa. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan. sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. berjuang untuk kepentingan umum. Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. dan tanpa pamrih (Ardiana. badan.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. dan terbatas. proklamasi. 1993). tidak ingin dihargai.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. Metode ini dirinci sebagai berikut. dan Negara. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. 1998). 1993 dengan modifikasi) 3. proses. pasar. Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. melaksanakan kewajiban dengan baik.2. disrtai. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap.2. meja. bangsa. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. 3. dan bagianperbagian. Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. Membahasa B 42 . Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit. Agar definisi itu jelas. tetapi ada pula yang masih baru. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan). maaf. Mereka berbuat baik. kursi.segala yang bersifat kebenaran (KBBI.

4. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya. kata orang dia amat benci kepada wanita. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. Demikianlah kedua paman saya itu. ibu saya meninggal.Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 . Dia sangat membenci kebisaaan Arthur. Paman Arthur dan Alan. 2. 4. meski mereka banyak berbeda. tetapi istrinya kabur. Dulu Arthur pernah menikah. 1. Ketika berumur sepuluh tahun. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. Dalam menyangkut diri pribadi saya. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan. Benar-benar keluarga yang aneh. keduanya melarang saya.2. 3. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs. 1. Padahal. rangakain peristiwa yang bertautan. Dia tidak hanya minum. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. 3. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu. Sebaliknya. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. Dialah yang pertama kalimengajariku minum. Alan langsung memaksa saya berhenti. mereka amat bersebrangan. tetapi dia juga suka melihat orang minum. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. 3. Sebagai dua orang yang bersaudara. Alan memakai stelan jas terbaiknya. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. Alan belum pernah menikah. 2. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. Ketika saya lulus SMA tahun lalu.

bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. Saya yakin tadi selesai membaca. Pada tahun berikutnya. lampu kamar telah saya matikan. Tetapi. meraba. Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. seolah pembaca melihat.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang. pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi. merasa. 3. Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. atau membau objek yang diperiksa. Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. mengapa kini mendadak benderang? Heran. 1994:56) 44 . (Asrori.2. 1998 dengan modifikasi). ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya. Contoh 11: ( E.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981.

Jadi. disertasi. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 .3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan.1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. 1985:8-9).2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. khususnya dari segi kebisaaan. tujuan penelitian. Sebab itu. Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. dan lain-lain. Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). missal: judul. misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. 1. analisis. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua. skripsi. isi. Oleh karena itu. Akan tetapi. Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman). Selain itu. daftar pustaka dan lampiran. rumusan masalah. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama.BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. 1. metodologi penelitian. dan seterusnya. laporan penelitian. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. pendahuluan. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya. kata pengantar.

5. dan tesis (Keraf. Tema. dan sebagainya. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. 1. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. dan penutup.yang sama. dan sebagainya. Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. lebih luwes. fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. 1988:351).4 Perumusan Topik. Contoh topik tujuan.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit.1 Judul 46 . Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. 1980:117). Di samping itu. sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama).Selain itu. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. pendahuluan. yaitu judul. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul. suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. 1. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis. 1. Walaupun demikian. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing. Walaupun demikian. artikel. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral.”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. Selanjutnya. Jadi. dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya. Oleh sebab itu.1980:117). penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan. isi. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan. Judul.

serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua. penutup). (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada).1990:22). Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. dan tahun penyusunan. Sebagai tajuk. 1. (1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. Nama tempat (kota).Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. nama perguruan tinggi. dan tahun penulisan. 12 Februari 2000). bulan. kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono. nama kota. model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan. nama jurusan. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya. 1987.5. tanggal. judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya. (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya. (3) Dalam bentuk ketik. pendahuluan. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar. tanggal. Pias bawah berjarak lebih kurang 3. nama fakultas.1985). Nama penulis 47 . (Sudjiman dan Sugono.5 cm. Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas.2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan. fakultas dan perguruan tinggi. Bulan. Secara lengkap. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat.

1. b………………. (b) Sistem Digit Model Lurus I.I……………….I Sub Bab I. I. a……………….I.I………………… Model Lekuk I. (a)…………….I.. (b)…………….. Oleh karena itu.5. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru).I……………………… BAB I……………. BAB I. SubBab 1……………….I.I.BAB I..I Sub Bab I. 2………………. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk.I.. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)……………. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi.dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun.I………………… I.. a)…………… b)…………… (1)………….I. (2)………….I. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono. (2)…………….I Sub Bab I. a……………….I…………………… Atau BAB I………… I. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah. 2……………….I. 2)……………. Sub Bab 1………………. b……………….I……………………. Apabila yang digunakan sistem digit. (a)………… (b)………… Model Lekuk I. 1)……………. BAB A. I..BAB A.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca.I Sub Bab I. 48 .

sumber data.I. bagan. Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi). simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi. 1. jurnal. tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa.5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa.5. Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah.4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah. tabel. skripsi.I…………………… I. Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. Seperti halnya dengan bagian lain. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah).Saran yang disampaikan adalah saran 49 . 1. teori atau pendapat yang dipakai. tujuan pembahasan. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan. pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah.I. ilustrasi atau contoh-contoh konkret.I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas).5. Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu. Letak penu.6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran. dan gambar (jika ada). Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas). 1. serta simpul pembahasan/interpretasi. Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel. analisis dan interpretasi. metode dn teknik.I. bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah). 1986:4). Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar. Oleh sebab itu.I. amkalah). dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris).I. ruang lingkup. Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas. serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono. dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel.5. maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan). Akan tetapi. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori. Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab.

Teknik pengutipan seperti diatas. 1984:414). sudah mulai ditinggalkan orang. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa. sebab sering menyulitkan bembaca. kita harus mengunakan tanda pisah. Dalam karya ilmiah resmi. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki. sudah mulai ditinggalkan orang. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Akan tetapi. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. Contoh: Jadi. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. 1. Penampilan kutipan. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah. baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang. dan loc. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci.5. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung. Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas. makalah. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah. kemudian daftar pustaka. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka. Penggunaan singkatan ibid. Kutipan atau catatan pustaka.cit.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. 50 . artikel.” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. majalah. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya. Oleh sebab itu. berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka. Contoh: Menurut Keraf (1982:3).op.cit. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah.” Dalam pengetikan. bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca.

dan diakhiri dengan tanda titik. ketentuannya sebagai berikut. Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu. tampilkan kutipan. diikuti tanda koma. Oleh karena itu. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. tahun penerbit. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. diperlhatkan dengan identitas tertentu. Contoh: Dalam hal ini. Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. 1970:18).Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. kemudian sebutkan nama akhir pengarang. (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. kemudian tulislah nama akhir pengarang. tahun terbit. masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. titk dua. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. tanda koma. berikutnya cantumkan tahun terbit. dan nomor halam dalam kurung. titik dua. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. diperlihatkan dengan identitas tertentu. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah.1989:155). dan nomor halaman. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . (3) Jika ada dua nama pengarang. atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. cara penulisan seperti butir 3.

yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut. Wawan. atau bimbingan yang praktis (Bonar. Korea Selatan.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan. 1985a:80). Thailand. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang. 1984:6. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). hiburan.1984:32) berbunyi: 52 . cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. Contoh: Buku acuan (Taringan. Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. 1986:54). Gani. maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. dan Jepang. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. maka tampilan kutipannya sebagi berikut. 1985:17. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba.

1878:296). biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah. Sumantri. wujud. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. cara menyampaikan. wujud. atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan. dan urgensi penyelesaiannya (ef. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. sasaran. cantumkanlah of atau conf. mengurangi pendapat. 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. Contoh: Buku acuan (Sumantri. b. catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis. maksud dan tujuan. Dalam artikel. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 . Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi. Apabila pendapat itu diacu. urgensi penyelesaiannya. 1978:14).Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. dan sebagainya. pengirim. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya. keamanan isi. sifat.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. maksud dan tujuan. sifat. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. cara penulisannya: Burmeister (Taringan. 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat.

Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana. Apabila berganti bab. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. asal taat asas. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga. Merari. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. disertasi. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris). skripsi. antologi. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. Sultan Takdir 54 . Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya. diklat. makalah.setiap bab. kemudian nama pertamanya.5. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. Semua cara sebetulnya baik. jurnal.”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. buku. 1986:17). Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). diikuti tanda koma.8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. dan lain-lain. 1. Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2. (4) kota tempat terbit. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. tesis. Azab dan Sengsara. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. (2) tahun terbit. dan (5) nama penerbit. Misalnya: Siregar. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. dimulai dengan nama akhir. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. penomoran dimulai dari nomor satu lagi. dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris. tanpa diberi tanda urut. (3) judul pustaka acuan. 1920.

penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. 1980b. Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit. Contoh: Sudjito. Contoh: Sirait. 1978. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya.Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. 1985. Contoh: Halim. __________. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. (dan kawankawan). dilanjutkan dengan tahun terbit. Amran (Ed). Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. 1980. 1985. 1983. dan seterusnya. 55 . (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. Tanpa Tahun.J. P. Contoh: Lubism Mochtar. Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. (b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. Contoh: Keraf. Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. Contoh: Tarigan. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. diikuti kata dan. Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang. Tahun pada kolom tahun terbit. __________. Teknik Mengarang. penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). (d) Jika ada dua nama pengarang. Henry Guntur dan Djago Tarigan. dituliskan Tanpa. Bistok dkk. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. 1988. Contoh: Hutomo.Gorys. 1980a. 1981. Suripan Sadi.

Edisi Kedua. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. symposium. 1985.1. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya. Contoh: Kisyani. isi. Sebuah system memiliki judul. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg. pembuka. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. Contoh: Samsuri. laporan penelitian. Harimurti. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. skripsi. Contoh: Kridalaksana. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. 1985.edisi.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”. 2. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata. Surabaya 2. dan sebagainya. Jakarta Erlangga. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. dan daftar pustaka.1 Sistematika Penulisan Makalah. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit. penataran. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. 1988. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi. Selain itu. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. 2.makalah. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid. Kamus Linguistik. judul harus mampu menarik perhatian 56 . Diikuti tanda titik dua.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. Analisis Bahasa. (e) Acuan yang berbahasa asing. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. 1988. GBHN. Cetakan Keenam. penutup. dan diakhiri dengan tanda titik.(c) Artikel. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit.

keterbatasan. Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah). (2) analisis dengan interpretasi data. penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran).(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. surat kabar. bunga rampai). 2. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil. ataupun penyusunan makalah. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian. analisis.5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku.pembaca. Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. artikel (dalam majalah. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa. (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi. (4) menyanggah atau membantah asumsi umum. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka.1. analisis. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi. Oleh karenanya. 2.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu.1. 57 .3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. Oleh karena itu. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol. gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil.1. dan (4) tabel. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah. 2. dan simulan masalah yang dipaparkan.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. kejelasan analisis. atau tanggapan terhadap suatu persoalan. bagan. dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan. Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan.1. 2.

Artinya. Artinya. Dengan unsur-unsur kalimat. proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan. karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya. bukan ragam lisan. Jelas. pelngkap. percobaan. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. dan keterangan ). Komunikatif. Pada hakikatnya. dan logos. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu.dan ilmiah. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. Oleh karena itu.2. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas. Artinya. kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata. antarkalimat dengan paragraf.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata. Lugas.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. dan antarparagraf dalam wacana.. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas. Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka. Padahal.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. Selanjutnya. Oleh karena itu. penelitian. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran. predikat.2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi. cukup istilah Indonesia yang digunakan.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 . Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu.logis. Penulisan Skripsi 3. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek. lugas. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan. 3. sejalan dengan tafsiran penulisnya. objek.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga. Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya.bernalar.

judul skripsi. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul. Setelah disetujui oleh pembimbing.dengan penyusutan skripsi atau tidak. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi.2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. halaman persembahan atau motto. (2) pernyataan keperluan. dan kehormatan. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya. dan simpulan dan saran. Tentu saja.daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1. Dari uraian di atas. daftar isi. Oleh karena itu. (3) logo. tanda tangan dekan. daftar tabel/bagan.2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka.2. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul). 3.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan.dan (5) nama lembaga. hasil dan pembahasan .3 Halaman pengesahan 59 . dan tanda tangan dekan. halaman pengesahan. pangkat. Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. (2) isi. dan (3) penutup. kata pengantar. Bagian isi terdiri atas pendahuluan. Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi. Setelah disetujui oleh pembimbing.hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi.2. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. Dengan kata lain. metodologi. daftar istilah dan singkatan. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga. (4) nama penulis. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut. Dengan melihat halaman judul. kajian teori. didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. 3. 3. tanggal persetujuan skripsi.2. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi.

jurusan/fakultas.2. dan seterusnya. tanda tangan tim penguji.2. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. kekasih. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya. dan tanda tangan dekan. sesuai dengan keinginan penulis. Tabel 2. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Dengan kata lain. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi. Selain itu. setiap tabel diberi nomor urut.2. dan almamater. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. subsubbab. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi. Oleh karena itu. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian). tanggal pengesahan skripsi. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti.2. Dengan melihat tabel. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya. kecuali tabel. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. istri. TABEL 2.6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. sahabat. Amin!” 3. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian. anak. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan. dan jarang ditulis “TABEL 1.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan. pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. saudara. TABEL 3”. Artinya. Jadi. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. Bagian terakhir. 60 . subbab. Dalam penyajiannya. Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua. Setelah itu.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. Di dalam kata pengantar. 3. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut. orang tua. mulai dari judul bab. 3. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri. nomor registrasi.7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat. Tabel 3. judul skripsi. seperti:”Tabel 1. 3.

Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. dan sebagainya. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf. 3. atau C. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian. waktu.2. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. Jika digunakan Crb.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada. Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut. rumusan masalah. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. Di samping itu. ruang lingkup penelitian. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu. Begitu pula dengan penggunaan singkatan.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan. dan hasil penelitian. biaya. 3. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. Yang penting. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. apakah tidak akan tertukar dengan caruban. Setelah masalah terdaftar sekian banyak. masalah. tujuan dan manfaat penelitian. Bentuknya paling mudah dikenali. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih.9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian. tujuan. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah). antara lain. dari ketiga alternative itu.2.3. kecuali pada penelitian interdisiplin. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. Yang jelas. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti. Misalnya. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. Umumnya. Ciawi Ciwidey. Crb. Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. dan kemampuan. dan masalah penelitian. metodologi.2. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. tujuan 61 . di dalamnya tercakkup latar belakang. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren.

Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. sayuran. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. dan sesuai pula dengan tujuan penelitian. Jadi. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan. bisa menjadi gado-gado yang siap santap. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori. tidak harus semua istilah didefinikan. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya.teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya.itu terbagi dalam dua macam. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini.2. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. pengambilannya. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. Dengan kata lain. sangat mustahil rasanya. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa. Akan tetapi. kencur. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul. 3. 3. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah. sesuai dengan masalah penelitian. Dari situ. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan. Ada juga yang menyebut“landasan teori”. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian. Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. dsb. gula. Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya.2. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. kacang tanah. Sebagai contoh. cabai. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. jika kita akan memasak.12 Metodologi 62 .11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”. Sering terjadi. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. Alasannya bermacammacam. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. maksudnya tetap sama.

Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan. Penggunaan strategi. Isinya singkat. yaitu: (1) kemauan. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka. Untuk mengatasi hal ini. pendekatan. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. dan (3) gaya selingkuh. Yang umum. dalam hal ini tidak diartikan demikian. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan.atau juga sebaliknya. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi. metodologi berarti ilmu tentang metode. dsb. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. Minat. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah.2.Jika dilihat dari asal-usul katanya. data yang kurang valid. dan hal-halyang lebih detil lagi. padat. prosedur. Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. Mungkin penelitian tersebut kurang luas. dan hasil penelitian yang dibacanya. Ada yang menulis kan “metodologi”. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. masyarakat. petuah. Akan tetapi. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. Plagiasi akan merajalela.2. Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab.14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 . pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara. melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian. yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. dan ada pula yang hanya menulis “metode”. (2) pembimbing. Oleh karena itu. Dalam penulisan skripsi. teknik. Tentang cara penulisan daftar pustaka. dan kesenangan. (2) pembimbing. Dengan demikian. penulisan. dan kesenagan. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. ada yang kurang. profesi. minat. 3. Saran bukanlah perintah. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. Selain itu. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. atau mungkin juga lingkungan. atau petunjuk . dan jelas. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. 3. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. 3. Penulis dan pemikir tidak akan berharga. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”.13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi. yaitu (1) kemauan. yakni bab hasil dan bab pembahasan.2. dan (3) gaya selingkung.

BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A. penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting. menguasai massa. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan. PENDAHULUAN Peranan pidato. lewat pidato radionya. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya.15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya.3. ia 64 . Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat. Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. ceramah.2. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Tetapi besarnya umat manusia. Seorang tokoh dalam masyarakat. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya.

Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. yaitu: 1. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. komunikasi dengan pendegar dsb. Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. sikap. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya. maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. 2. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. B. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain.betapa jujur ia menjalankan tugasnya. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai. 3. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. ketenagan sikap di depan masa. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV.

namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. antara lain: 1. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. C. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas . Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu.cukup. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. maka hasilnya sama dengan metode improptu. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b. Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. 4. tertulis. menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. 66 . sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung. pembicara akan berbicara secaraa bebas. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. Bila pembicara bukan seorang ahli.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer.

untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. usia. minat dan keinginan pendengar. Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. e. c. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. maupun agama. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a. perlu diperhatikan c. Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . pagi siang. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. 3. Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar. pekerjaan. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar.. malam. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual).Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 . serta sikap mereka. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan.Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. provokatif dan singkat.Kapan berlangsung pembicaraan itu. 2. dan keanggotaan politik atau sosial. oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit. d. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. pendidikan. Apakah pada saat itu hujan. mendung. b. jenis kelamin.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar.

berseri-seri dan sopan. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi. dan sedikit banyaknya pendengar. Sikap pendengar D. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 . hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. b. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. sederhana. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. acuh tak acuh. tetapi jangan terlalu sering. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. Minat dan keinginan pendengar c. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan.a. Tunjukan sikap bersahabat. dan jelas. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. b. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi. gelisah dan tegang. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. was-was. Berpakaian yang rapid an sopan. d. Bergayalah seadanya.

Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Puspa Swara... Keraf. Sudjiman.. Effendi S. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia..1993. 1989. Antom M. Berbahasa Indonesia dengan Benar.. Jakarta: Balai Pustaka. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar. Edisi kedua. Depdikbud.. E Zaenal. Surat. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan. . Gorys.... 69 . 1995. H.sabarti dkk. Jakarta: Erlangga Ardian.. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia...Jakarta: Balai Pustaka.dkk.. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. 19976. dan Laporan yang Menarik. tanggalm 10 . Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya. 1985.1998.. 1984.. Jakarta: Gramedia. “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa. 1994.29 Januari 1993.. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Sugono. Penulisan Karangan Ilmiah.M. Ende: Nusa Indah Moeliano. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia. (Ed)... Leo Idra.. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta: Balai Pustaka …………………... Dendy. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Ed). 1992. Makayat D. Jakarta: Depdikbud. 1986. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo.. Komposisi. “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya..DAFTAR PUSTAKA Akhdiah. Soedjito dan Hasan M. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia... 1990. Suhendar. 1995. Jakarta: P3B Depdikbut ………………….. Ketrampilan Menulis Paragraf. Arifin...E. 1995. 1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Panuti dan Dendy Sugono.

.......... 1991. Bandug: Tarsito Syafe’ie... 1984. Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Tarigan..... Surakhmad. Kalimat Baku Bahasa Indonesia.. ... Desertasi.. 2000. Bandung: Angkasa...... Pos Jaga Bahasa Indonesia. Thesisi.. 1988... Retorika dalam Menulis. Skripsi..Sumowijoyo.... Djago.. Gatot Susilo. Imam. Jakarta: P2LPTK Depdikbud ……………….. 1987. Paper. Surabaya: Materi Penataran. 1994... Winarno. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan...... Surabaya: Unipress Unesa Surabaya.. 70 . malang: FPBS Malang.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.