BAB I PENDAHULUAN 1.

Bahasa Pada saat terakhir ini makin dirasakan betapa pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa, selain ahli-ahli bahasa, semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan praktek bahasa. Semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Begitu pula melalui bahasa, kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada disekitar manusia : peristiwa-peristiwa, binatang-binatang, tumbuh-tumbuhan, hasil cipta karya manusia dan sebagainyam mendapat tanggapan dalam pikiran manusia, disusun untuk diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi. Kommunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebisaaan, adat-istiadat, kebudayaan serta latar belakangnya masingmasing. Mengingat pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi dan memperhatikan wujud bahasa itu sendiri, kita dapat membatasi pengertian bahasa sebagai: bahasa adalah alat komunikasi antara anggota msyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada orang yang berkeberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka itu menunjukkan bahwa dua orang atau pihak dapat mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendrang atau tong-tong dan sebagainya, sejak lama telah dipergunakan untuk mengadakan komunikasi antara anggota masyarakat. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi sebagai disebut tadi mengandung banyak segi lemah. Bahasa memnberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Dewasa ini sangat sulit bagi kita untuk membayangkan asal dan perkembangan kebudayaan umat manusia yang begitu kompleks tanpa bahasa. Walaupun asap api, bunyi gendang dan sebagainya dalam keadaan yang sangat terbatas dapat digunakkan untuk komunikasi, tetapi semuanya bukanlah bahasa. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembanrang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan symbol atau perlambang. 2. Aspek Bahasa Bahasa merupakan suatu system komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vocal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapat diperkuat dengan gerakgerik badaniyah yang nyata. Ia merupakan symbol karena rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia harus diberi makna tertentu. Simbol adalah tanda yang diberikan makna tertentu, yang mengacu kepada sesuatu yang dapat diserap panca indra.

1

Berarti bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi dan vocal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, dan arti atau makna yaitu berhubungan antara rangkaian bunyi vocal dengan barang atau hal yang diwakilinya itu. Bunyi itu merupakan getaran yang merangsang alat pendengar kita yang diserap panca indra kita , sedangkan arti adalah isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan dari orang lain. Arti yang terkandung dalam suatu rangkaian bunyi bersifat arbiter atau manasuka. Arbiter atau manasuka berarti tidak terdapat suatu keharusan bahwa suatu rangkain bunyi tertentu harus mengandung arti yang tertentu pula. Maka sebuah kata tergantung dari konvensi (kesepakatan) masyarakat bahasa yang bersangkutan. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan anjing, dog, Hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. Dalam sejarah bahasa pernah diperdebatkan apakah ada hubungan yang wajar antara kata dengan barangnya. Satu kelompok mengatakan ada; untuk itu diusahakan bermacam-macam keterangan mengenai timbulnya kata-kata dalam bahasa . Etimologi merupakan hasil dari kelompok ini. Namun etimologi yang mula-mula timbul untuk mendukung pendapat itu terlalu dibuat-buat sehingga sulit diterima. Usaha lain mempertahankan pendapat ini adalah apa yang dikenal dengan anomatope ( kata peniru bunyi ). Namun hal inipun sangat terbatas. Terakhir dikemukakan bahwa tiap bunyi sebenarnya mengandung nilai-nilai tertentu, misal vocal a, u, o, menyatakan suatu yang besar, rendah, dan berat, sebaliknya vocal i, e menyatakan suatu yang tinggi,kecil dan tajam. Demikian pula konsonan-konsonan melambangkan bunyi-bunyi tertentu. Dalam berapa hal barang kali dapat ditunjuk contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi terlalu banyak hal yang akan menentang contoh-contoh yang mungkin meyakinkan. Tetapi berlaku banyak hal yang akan menentang contoh-contoh tadi. Dengan demikian pendapat lain lebih dapat diterima bahwa antara kata dan barang tidak terdapat suatu hubungan. Hubungan itu bersifat arbitrer, sesuai dengan konversi masyarakat bahasa yang bersangkutan. 3. Fungsi Bahasa Bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang, maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: a. b. c. d. untuk menyatakan ekspresi diri; sebagai alat komunikasi; sebagai alat untuk mengadakan intgrasi dan adaptasi social; sebagai alat untuk mengadakan control social;

a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Sebagi alat untuk menyatakan ekspresi diri, bahasa menyatakan secaraa terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain: - agar menarik perhatian orang lain terhadap kita; - keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi 2

sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan diatas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan dimana yang lain berakhir sangatlah sulit. Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri, ia menagis bila lapar atau haus. Ketika mulai belajar berbahasa , ia memerlukan kata-kata untuk menyatakan lapar, haus dan sebagainya. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa; keadaan hatinya, suka-dukanya, semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Kata-kata seperti: aduh, hai, wahai, dsb. Menceritakan pada kita kenyataan ini. b. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita untuk diterima atau dipahami oleh orang lain. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita, serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan semua warga. Ia mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. Dalam pengalaman sehari-hari, atau katakanlah sejak kecil hingga seorang menjadi dewasa, bahasa perseorangan mengalami perkembangan , sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. Bila kita membandingkan bahasa dengan suatu system keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual, yaitu wujud dan fungsi yang terbatasa pada masa kanak-kanak, serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luasa pada waktu seorang telah dewasa, maka dapatlah dibayangkan berupa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal muda sejarah umat manusia hingga kini. Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kenyataan cipta-karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitive masih sangat sederhana dan terbatas, serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini, serta dipihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat digagaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia –manusia primitive masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat, maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan.

3

bahasa itu mempunyai relasi dengan prosesproses sosialisai suatu masyarakat.c. Seorang pemimpin akan kehilangan kewibawaan. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat-istiadat. Dalam mengadakan control social. Kekacauan dalam bahasanya akan menggagalkan pula usahanya untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk bawahannya. maupun tanggapan yang berbentuk perbuatan atau tindakan. 4 . yaitu bahasa masyarakat tersebut. dan tata-krama masyarakatnya. Semua kegiatan social akan berjalan dengan baik katena dapat diatur dengan mempergunakan bahasa. Proses-proses sosialisasi itu dapat diwujudkan dengan cara-cara berikut: Pertama. serta belajar berkenlan dengan orang-orang lain. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social Bahasa. Alat mengadakan control social Yang dimaksud control social adalah usaha untuk mempengaruhi tingkah laku dan tindak-tanduk orang lain. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok social yang memasukinya. memperoleh keahlian bicara. merupakan persyaratan bagi tiap indivisual untuk mengadakan partisipasi yang penuh dalam masyarakat tersebut. Bahasa sebagai alat kominikasi. bila bahasa yang dipergunakan untuk menyampaikan intruksi atau penerangan kepada bawahannya. d. disamping sebagai salah satu unsur kebudayaan. Ia meyakinkan integrasi (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan kemasyarakatan. kemauan dan tingkah laku seseorang. mempelajari dan megambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. memeproleh keahlian membaca dan menulis. Tingkah laku itu dapat bersifat terbuka ( overt:yaitu tingkah laku yang dapat diamati dengan observasi). akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. maupun yang bersifat tertutup (covert: yaitu tingkah laku yang tidak dapat diobservasi). untuk itu memerlukan bahasa . baik tanggapan yang berupa tutur. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efesiensi yang setinggi-tingginya. Seorang pendatang baru dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. Kata sebagain sebuah symbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata-krama masyarakat tersebut. Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. kedua. dan dalam masyarakat yang lebih maju. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturanya dalam satu kesatuan. tetapi ia juga melambangkan perasaan. tingkah laku. Ia memungkinkan kita tiap individual untuk menyesuaikan dirinya dengan adat-istiadat dan kebisaaan masyarakat bahasa itu. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secaraa efesien melalui bahasa. Semua tutur pertama-tama dimaksudkan untuk mendapat tanggapan. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. Keahlian bicara dan keahlian menulis pada masyarakat yang sudah maju. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adatasi) dengan semuanya melalui bahasa. adalah bahasa yang kacau dan tidak teratur. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan mesyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu.

Usaha itu disebut usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. ilmu pengetahuan. (3) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedalamn kesatuan kebanggaan Indonesia. Pasal 36 menyatakan bahwa “bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. Dan keempat. dan efisien.bahasa merupak saluran yang utama dimana kepercayaann dan sikap masyarakat diberikan kepada anak-anak yang tengah tumbuh. (2) bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. bahasa melukiskan dan menjelaskan yang dilakukan oleh sianak untuk mengidentifikasikan dirinya supaya dapat mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan. (2) lambang idengtitas nasional. Syarat-syarat kebahasaan apakah yang harus ada agar bahasa Indonesia itu dapat dibanggakan? d. masih harus dibuktikan dengan sikap yang mencerminkan perilaku. Pembinaan dan pengembangan bahasa adalah usaha dan kegiatan yang ditujukan untuk memelihara dan mengembangkan bahasa Indonesia. bahasa daerah. Usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan agar bahasa Indonesia benar-benar menjadi kebanggaan nasional(Suhender. Ketiga. Didalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. Kedudukan Bahasa Indonesia Sumpah Pemuda (1928) mengikrarkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Undang-undang Dasar (1945). tepat. bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan negara. Benarkah dalam kenyataan setiap insan Indonesia menunjukkan rasa bangga terhadap bahasa Indenesia? c. Bab XV. telah diambil sikap bahwa(1)pembinaan terutama 5 . dan pengajaran bahasa asing supaya memasuki kedudukan dan fungsinya(Sugono. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara bahasa indnesia berfungsi sebagai (1) bahasa resmi kenegaraan. dan (4) alat penghubung kebudayaan.1994:5). Fungsi bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional.maka fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional itu masih merupakan problema. Selama perilaku setiap warga negara Indonesia belum menunjukkan perilaku yang positif terhadap bahasa Indonesia. 1998:183) Problem tersebut sampai saat ini masih tetap perlu direnungkan. dan (4) alat penghubung antardaerah dan antarbudaya. 1998:158-160). Usaha mengatasi problem tersebut sudah dilaksanakan. mengapa kita harus bangga mempunyai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional? b. bahasa menanamkan rasa keterlibatan (sense of belonging atau esprit decorps) pada si anak tentang masyarakat bahasanya. (Gorys Keraf:1984) 4.Pembinaan dan penegembangan bahasa Indonesia dilakukan melalui usaha-usaha pembakuan agar tercapai pemakaian yang cermat. Berdasarkan kedua hal itulah dikatakan bahwa bahasa Indonesia berkedudukan penting yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Untuk kepentingan praktis. dan teknologi (Suhender. (3) alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah. Sikap mental bagaimanakah yang mendasari kebanggaan seseorang terhadap bahasa Indonesia? e. Mereka inilah yang menjadi penerus kebudayaan kepada generasi berikutnya. Problema itu berkisar pada: a.

Kesalahan berbahasa Indonesia akibat pemakaian bahasa Indonesia yang tidak 6 . anutan.2000:6). Sikap mereka terhadap bahasa Indonesia tak acuh. karena itu kita berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. 6. Kesalahan Berbahasa Orang terpelajar. 5. merasa bodoh jika tidak berusaha berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Orang yang berhadapan dengan sejumlah lingkunagan harus memilih salah satu ragamyang cocok dan yang benar. Dikatakan bersikap negatif karena meremehkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia mencakup dua arah yaitu: (1) pengembangan bahasa yang mencakup masalah bahasa dan masalah kemampuan/sikap. diartikan pemakaian bahasa yang serasi dengan sasarannya juga mengikuti kaidah bahasa yang betul. Sampai detik ini nasibnya kurang menggembirakan. hendaklah digunakan bahasa Indonesia ragam santai dan akrab. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi pernyataan kebaikan dan kebenaran (Moeliono. pembina bahasa Indonesia mereka harus menjadi contoh teladan.2000:5). model bagi orang lain dalam berbahasa Indonesia. Sebagian orang Indonesia masih ada yang bersikap negatif terhadap pemakian bahasa Indonesia yang baik dan benar.bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku (Arif.diaggap berbahasa denga efektif. Jadi. Kemampuan berbahasa Indonesia orang Indonesia (awam maupun terpelajar) belum terlalu mengembirakan sikap kebahasaannya pun demikian. maupun kesalahn budaya(Sumowioyo. Bahasa Indoensia yang bermutu adalah bahasa Indonesia yang bersih dari kesalahan. Pembinaan bahasa Indoensia sudah digiatkan sejak zaman Pujangga baru (1933). Kesalahan berbahasa berhubung dengan pemakaian bahasa indoensia yang benar. (2)pengembangan juga ditujukkan kepada bahasa dalam segala aspeknya. Berbahasa Indenosia dengan baik dan benar. diupayakan menjadi sikap positif.apa pun jenisnya . Misalnya. Bahasa menimbukan efek atau hasil kerena serasi dengan peristiwa atau keadaan yang dihadapinya. 1987:1).alasannya: (1) pelaksanaan pembinaan dahasa Indonesia dianggap mudah (Sumowijoyo. Dalam situasi resmi dan formal hendaklah digunakaan bahasa Indonesia ragam dan formal. Orang yang mahir menggunakan bahasa sehingga maksud hatinya mencapai sasaran. Kita merasa bersalah jika tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bnyak diantara orang Indonesia yang meremehkannya. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Bahasa Indonesian yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku.dalam situasi santai dan akrab. dan (2) pembinaan yang mencakup arah masyarakat dan arah generasi muda kemampuan /sikap berbahasa Indonesia perlu dibina dan dikembangkan. Sikap negatif tersebut harus dibina. kesalahan logika.ditujukan kepada penuturnya yaitu masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah tata bahasa baku. baik keswalahan kaidah.1992:20). Sikap positif orang Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia ditunjukkan dengan adanya kebanggaan pada diri kita. Kita seharusnya merasa malu. Mereka juga meremehkan usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.

maupun kesalahn budaya.Logat juga disebut ragam daerah. Kedua macam kesalahn berbahasa Indonesia tersebut masing-masing dapat mencerminkan kesalahan kaidah. Jenis kesalahan berbahasa dapat dikelompokkan berdasarkan ragam bahasa (lisan atau tulis) kesalahan berbahasa tulis menyangkut msalah ejaan dan berbahasa lisan maupun tulis menyangkut masalah tata bahasa (struktur) data dan kosakata.1 Kesalahan berbahasa Indonesia Lisan Kesalahan berbahasa Indonesia lisan berhubung dengan lafal bahasa Indonesia. Logat adalah pemakaian bahasa yang berbeda-beda karena perbedaan daerah. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak bernalar.1994:10) 7 . kesalahan logika. tidak logis. (Sugiono.lafal merupakan logat yang penting menonjol/tanpak dan mudah diamati. Kesalahn berbahasa Indonesia dapat juga dibedakan atas kesalahn berbahasa lisan dan kesalahan berbahasa tulis.benar. kesalahan berbahasa Indonesia yang berhubungan dengan budaya bangsa inonesia disebut kesalahan logika. dan tidak berterima termasuk kesalahan logika . Lafal bahasa Indonesia ialah lafal yang tidak terpengaruh lafal bahasa daerah atau lafal bahasa asing. 6. Pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku termasuk kesalahan kaidah.

dan teknologi. Pendahuluan Bahasa Indonesia Baku (BIB) bertolak dari Bahasa Indonesia Resmi (BIR). serius. Kemapuan ini tidak dimiliki bahasa-bahasa daerah yang lain. Kalimat merupakan unsur terbesar BI di antara unsur yang lain ( frase. Hal ini wajar. BI yang resmi yang menjadi ukuran (Patokan). 2. Situasi resmi mempunyai ciri : bertaraf nasional. BIR terpakai dalam situasi resmi. BI yang sangkil (objektif). Karena BI di tunjang kaliamat – kalimat. BI ditunjang oleh kalimat-kalimat.BAB II KALIMAT BAKU BAHASA INDONESIA 1. BIR mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia tak resmi (BIT). Keunggulannya: a) BIR bertaraf nasional. ia mengucapkan kalimat-kalimat. Masalahnya. Rupanya. menyangkut kepentingan bangsa ( masyarakat. fonem ). Dengan demikian BIR memiliki prestise yang tinggi jika dibandingkan dengan BIT. prestise menetukan kedudukan serta hal ini dapat dibuktikan dengan data yang lain. Data tersebut kiranya. BI yang serius. bersifat kenegaraan. Hakikat Kalimat Bahasa Indonesia Hakikat kalimat BI terlihat dari ciri –ciri kalimat BI: Ciri –ciri itu : ( 1 ) bermakna ( 2 ) bersistem urutan frase ( 3 ) dapat berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kalimat yang lain. morfem.pikiran). Dengan demikian. b) BIR seragam untuk seluruh Indonesia. ( 4 ) berjeda ( 5 ) berakhir dengan berhentinya intonasi (berorientasi selesai ) 8 . umum ). Kalau seseorang berbahasa indonesia. Bahasa Melayu Riau menjadi standar untuk bahasa Melayu karena bahasa Melayu Riau menghasilkan karya sastra ( sastra Melayu) bahasa Melayu “diangkat” menjadi bahasa Indonesia (BI) sebab bahasa Melayu mampu menjadi “lingua fraca” (bahasa perhubungan ) di kepulauan nusantara ini. pengertian BIB ialah BI yang baik dan benar. Dengan titik tolak tersebut. ilmu pengetahuan. d) BIR mampu merekam kegiatan budaya (kesenian ). membenarkan anggapan bahwa BIB bertolak dari BIR. Pengertian BIB ini berlaku juga untuk kalimat baku. apakah situasi itu. keunggulan itu tidak dimiliki oleh BIT. Bahasa Sala = Yogya menjadi standar untuk bahasa Jawa karena bahasa sala – yogya pendukung kebudayaan Jawa yang dianggap tinggi ( kebudayaan “keraton”). Presetise inilah yang menyebabkan BIB bertolak dari BIR. penuh dengan gagasan ( ide. BI yang tertib. c) BIR dipakai oleh golongan terpelajar (intelektual) dalam situasi resmi.

9 . kacau ) menimbulkan gagasan komunikasi. Ada juga frase yang terdiri atas satu kata. Atas perhatian Anda / terima kasih / saya ucapkan. (2) dapat dipindahkan. Saya / ucapkan / terima / kasih / atas / perhatian / Anda . makna sebuah kalimat perlu jelas. Terima kasih / atas perhatian Anda / saya ucapkan Atas perhatian Anda / saya ucapkan / terima aksih. hasilnya : Saya ucapkan / atas perhatian Anda / terima kasih. Kalau dipindah – pindahkan ketiga frase itu. Demikianlah frase itu mempunyai ciri. Makna yang kurang jelas ( samar –samar. tetapi merangkaikan frase yang satu dengan yang lain. Perhatikan data yang berbunyi “ Indonesia dengan terburuk minyak perkiaraan harga siap “ Bandingkan data itu dengan “ Indonesia siap dengan perkiraan terburuk harga minyak” data ini komunikatif karena maknanya jelas. Ketiga frase ini dapat dipindah – pindahkan. Ada kenyataan lain yang perlu kita perhatikan ternyata ketika frase tersebut berfungsi gramatika fungsi (gramatika) ketiga frase itu : Saya ucapkan = P ( predikat ) Terima kasih = S ( subyek ) Atas perhatian Anda = K ( keterangan ) Farase – frase tersebut terdiri atas dua kata atau lebih. Frase Kalimat terdiri atas frase –frase ( paling sedikit dua frase ). Contoh pertama terdiri atas tiga frase. Supaya komunikasi tercipta. Ciri –cirinya: (1) ditandai jeda. Kalimat tidak dibentuk dengan mendampingkan kata yang satu dengan kata yang lain. Berbeda dengan data pertama.Makna Makna menciptakan komunikasi Tidak bermakna berarti tidak komunikatif. Contoh : saya ucapkan / terima kasih / atas perhatian Anda. Terima kasih / saya ucapkan / atas perhatian Anda. (4) terdiri atas satu kata atau lebih : (5) merupakan suku kalimat. Contoh terakhir itu tidak dikenal dalam BI . Contoh : sekarang / kita / mempelajari BI I II III Di sini tanpak “ sekarang” dan “kita” sebagai farse terdiri atas satu kata saja. (3) berfungsi gramatika ( SPOK ).

Sebuah kalimat mempunyai hubungan dengan kalimat lain yang melingkunginya Jeda Kalimat terdiri dua frase atau lebih. Frase – frase itu dibatasi oleh jeda. Dalam komunikasi. Gagasan – gagasan ini tertuang kedalam kalimat – kalimat. setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri. eksplisit). Ketidak jelasan SPOK . menghadirkan kalimat tidak baku. Jeda inilah yang membedakan kalimat dengan yang bukan kalimat. (1) Fungsi – fungsi frase (SPOK) terpakai secaraa jelas ( tanpak . ciri gramatika kalimat baku terangkum dalam pembicaraan di bawah ini. 10 . terutama SP. Setiap bagian atau unsur tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu keutuhan. Suku kalimat (frase) merupkan bagian atau unsur kalimat. Pada dasarnya. bebas dari interferansi F. bebas dari kontaminasi E. pembicara tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat saja. tersurat . dan tata fonem (fonologi). Gramatikal kalimat baku itu gramatikal. yang meliputi tata kalimat (sintaksis) tata frase (frasiologi)tata morfem(morfologi). masuk akal C. Contoh : RUMAH SAKIT bukan kalimat IMAH SAKIT kalimat Intonasi Sebuah kalimat berakhir dengan berhentinya intonasi ( lagu kalimat ) karena itu “utuh” dan dapat berdiri sendiri. C i r i –ciri Kalimat Baku ciri – ciri kalimat baku : A. sesuai dengan ejaan yang berlaku G. 3. gramatikal B. sesuai dengan lafal BI A. Karena itu. bebas dari unsur yang mubazir D. Artinya kalimat baku itu sesuai dengan tata BI. Sebab pembicara mengemukakan banyak gagasan. Karena itu dengan sendirinya tiap kalimat mempunyai jeda.Kemandirian Kalimat tersebut berdiri sendiri ( bermandiri ) karena mempunyai gagasan yang lengkap ( utuh). Suku kalimat ( frase) tidak dapat berdiri sendiri karena gagasannya kurang lengkap. Secaraa garis besar.

K P O1 `yang baku (a) Demikian. S S P O1 11 . Prestasinya menurun. K S O1 (2) kalimat baku tidak mengandung subyek ganda Contoh yang tidak baku: (a) Para pemenang diberikan hadiah. K P S (b) Demikian . P S K (e)Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat diketaui dari caranya berbicara. S S P (c) Tanah ini akan dibangun industri. S P S (d) Penyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. S P K (f)Agar diperoleh hasil yang nyata kami mohon Bapak/Ibu aktif. S P S (b) Hal itu saya sudah tahu. kami harap Anda maklum..Contoh : (a) Demikian harap maklum K P (b) Demikian dikatakan presiden K P (c) Wajar. kata Presiden. bila prestasinya menurun P K (d) Bagaimana kalau ketrampilan berbahasa Indonesia dijadikan syarat P K kenaikan pangkat pegawai negeri ? (e) Untuk mengtahuai tingkat tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat K P dinilai dari caranya berbicara K (f) Agar diperoleh hasil yang nyata. P P S S (c)Wajar . mohon Bapak/Ibu aktif. (d) Bagaimana pendapat Anda kalau kita adakan kerja bakti.

S P O1 (c) Ditanah ini akan dibangun industri.(e) Bahwa PSSI kalah terus-menrus. K P O1 (e) Dengan penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K P O1 (4) Kalimat baku tidak mengandung predikat ganda Contoh: (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara bapak Gubernur. S P O1 (e) Penggelontoran kali Surabaya meningkatkan produksi PDAM. K/O2 P (c) Untuk memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S P (b) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk. S S P saya sudah ketahui hal itu. S P (b) Hal itu saya sudah ketahui. S P K (f) Bahwa PSSI kalah terus-menrus.hal itu memalukan. S P (d) Rapat itu membicarakan SPP. S P O1 Yang tidak baku: (a) Kepada parahadirin dipersilahkan berdiri. K P S (d) Dalam menyusun laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. K S P O1 (e) laporan ini kami susun dengan bimbingan bapak dosen. K/O2 P (b) Bagi yang tidak berkepentingan dilarang masuk. K P (d) Dalam rapat itu membicarakan SPP. S P (c) Memecahkan permasalahn itu tidak mudah. S S P Yang baku : (a) Para pemenang diberi hadiah. P S (b) Siapa yang menulis surat ini? 12 . S P (3) kalimat baku tidak memperlihatkan pemakian subyek yang diawali kata depan Contoh : (a) Hadirin kami persilahkan berdiri.memalukan.

Contoh : (a)Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secaraa luwes? (b)Cara menulisnya dari bawah ke atas. sehingga identitasnya sulit dikenal. Yang tidak baku : (a) Tanah ini/akan dibangun/industri Tanah ini/indistri/akan dibangun Akan dibangun/tanah ini/industri Akan dibangun/industri/tanah ini (b) Siapa/menulis surat ini? Menulis surat ini/siapa? (7)Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain sebab pemilik toko emas itu menghilang. (c) Atas perhatian Anda/terima kasih/saya ucapkan. P P (5) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat.P S (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. Yang baku : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. (6)kalimat baku tidak memperlihatkan kejanggalan setelah mengalami perpindahan letak frase (permutasi) contoh: (a) Saya ucapkan/terima kasih/atas perhatian Anda. (b) Para kreditur terpaksa menyelamatkan brankas ke tempat lain. S P P Yang tidak baku : (a) Bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Gubernur P P (b) Siapa menulis surat ini? P P O1 (c) Yang lebih parah adalah situasi politik tidak menentu. 13 . Sehingga identitasnya sulit dikenal. (b) Terima kasih/saya ucapkan/atas perhatian Anda. Contoh : (a) Dalam kecelakaan itu para korban terbakar hangus. sebab pemilik toko emas itu menghilang.

sesuai dengan tata morfem BI. Contoh : ()a Persoalan itu sudah kami selesaikan. afiks) secaraa tepat. (10) Kalimat baku memperlihatkan pemakaian morfem terikat (imbuhan. (d) Para petatar disediakan makalah. (c) Pak Badudu mengajar BI. saya ucapkan terima kasih. (d) Para petatar disediai makalah. (b) Keputusan itu tidak dapat diubah. (b) Keputusan itu tidak dapat dirubah. Contoh : (a) Atas perhatian Anda.Yang tidak baku : (a) Harga minyak dibekukan ataukah kenaikkan secaraa luwos? (b) Cara menulisnya: Tulislah dari bawah ke atas ! (8) kalimat baku tidak memperhatikan hubungan predikat verbal transitif dengan obyek penderita “terganggu” oleh kata depan. Yang tidak baku: (a) Persoalan itu kami sudah selesaikan. ()b Pancasila harus kita hayati dan kita amalkan. Kami sudah selesaikan persoalan itu. saya ucapkan terima kasih. Contoh: (a) Ia menyadari kesalahannya. (e) Kesadaran politik sedang bertumbuh. (b) Pancasila kita harus hayati dan amalkan. 14 . (b) Hari ini membicarakan tentang kalimat baku. (f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. (9) kalimat baku memperhatikan pemakaian bentuk pasif “aspek + agens + verba” secaraa asas (konsisten). (e) Kesadaran politik sedang tumbuh. (c) Pak Badudu mengajarkan BI. (b) Hari ini membicarakan kalimat baku. Yang tidak baku : (a) Ia menyadari akan kesalahannya.. Yang tidak baku: (a) Atas perhatiannya Anda. Sudah kami selesaikan persoalan itu.

S P (b) Naik kendaraan diharap turun ! S P (c) Masalah ini sulit memecahkannya. Unsur – unsur yang Mubazir D.. Contoh : (a) Bu guru tidak pernah menghapus papan tulis (b) Pak Andre membicarakan tentang kata – kata baru (c) Dalam rapat itu membicarakan SPP 15 . Masuk Akal Kalimat baku mengandung makna yang masuk akal (logis). Contoh : (a) Waktu dipersilahkan. (b) Demi berhasilnya pembangunan. B.pengacauan) dua makna. (c) Pendidikan adalah merupakan modal masa depan bangsa. tentu saja. Kontaminasi Kontaminasi ialah perancuan (pencampuradukan. Kalimat yang mengandung kontaminasi bukan kalimat yang baku. kerja keras perlu ditingkatkan. Contoh : (a) Meski ia sudah berusaha keras. (c) Pendidikan merupakan modal masa depan bangsa. tetapi hasilnya masih belum mengembirakan (b) Demi untuk berhasilnya pembangunan. E. atau dua struktur. S P (d) Para penumpang harap turun setelah bus berhenti. S P K Yang baku: (a) Waktu kami berikan (b) Pengendara diharap turun ! (c) Masalah ini sulit dipecahkan (d) Para penumpang diharap turun ketika bus berhenti C. tidak mengandung unsur yang mubazir.…………. kerja keras perlu ditingkatkan. Kalimat baku.(f) Stabilitas nasional dewasa ini lebih mantap jika dibanding dengan lima tahun yang lalu. Unsur yang mubazir ialah unsur yang tidak berarti dan tidak berfungsi. hasilnya masih belum mengembirakan. Makna yang tidak masuk akal membentuk kalimat yang tidak baku meski gramatikal. dan unsur. Yang tidak baku : (a) Meski ia sudah berusaha keras.

(d) Orang itu adalah teman daripada ayah saya. BI dipengaruhi unsur bahasa daerah dan bahasa asing. Contoh: (a) Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih. G.rajin ! Mereka berlatih di kampus.Yang baku : (a) Bu guru tidak pernah membersihkan papan tulis Bu guru tidak pernah menghapus tulisan papan tulis (b) Pak Andre membicarakan kata – kata baru Pak Andre berbicara tentang kata – kata baru (c) Rapat itu membicarakan SPP Dalam rapat itu dibicarakan SPP F. Dapat disimpulkan. Ejaan Ejaan yang berlaku sekarang ialah ejaan yang disempurnakan ( E Y D ). Sedangkan unsur yang memiskinkan kita tolak karena merugikan. Dengan demikian. Orang itu teman ayah saya. kata-kata asing yang sudah menjadi “warga” BI tidak dikecualikan. lafal baku itu lafal nasional. yang rajin. bukan lafal daerah (dialek). hatur. dan latihan merupakan interferensi dari bahasa daerah (Jawa). ada pula yang memiskinkan BI. I n t e r f e r e n s i Dalam perkembangannya. dan bukan lafal asing. H. (e) Siapa menulis surat ini ? Yang baku : Atas perhatian Bapak/Ibu. Unsur yang merugikan ini merupakan “gangguan” atau “interfrensi” bagi BI. Pelanggaran terhadap EYD melahirkan kalimat yang tidak baku kendati ciri – ciri kalimat baku yang lain terpenuhi. Sedangkan adalah dan daripada dari bahasa asing (Belanda. Lafal baku Lafal baku itu bukan lafal perseorangan ( ideolek). (b) Belajarlah yang rajin ! (c) Mereka latihan di kampus. Dalam hubungan ini. Belajarlah rajin . penulisan kalimat yang sesuai dengan EYD merupakan keharusan.Inggris). 16 . kami sampaikan (ucapkan) terima kasih. Unsur yang pmemperkaya kita terima sebagai serapan. Diantara unsur – unsur itu ada yang memperkaya. Siapa yang menulis surat ini ? Ternyata. interferensi ialah penyimpanagan kebahasaan yang diakibatkan oleh perkenalan suatu bahasa dengan bahasa lain. Karena ejaan sudah diresmikan.

tetapi hasilnya mengecewakan. konon kabarnya. kecil . disebabkan oleh karena. adalah merupakan. berapa’ .zaman dahulu kala..Bertindak sebagai Inspektor Upacara adalah Bapak gubernur. Untuk sementara waktu. Contoh kata Interferensi 17 . sehingga dengan demikian. berdasarkan atas keputusan rapat. Atas dasar itu. Alasannya karena kesehatannya tidak mengizinkan. sesuai dengan lafal baku BI. melihhat . (5) Latihan – latihan dalam bidang ketrampilan manusis. Dalam rapat itu membicarakan SPP. meskipun ia berusaha keras. (3) Sering terjadi kesalahan dalam pemakaian BI karena pemakai BI belum menuasai kalimat baku (BIB) (4) Kebanyakan pemakai BI belum menguasai kalimat baku karena mereka lebih “akrab” dengan BI yang santai daripada dengan BI yang serius itu. Jangan boleh. Seringkali. karena hujan sangat lebat selama beberapa jam. melihat . berapa . 4. Negara RI adalah berdasar Pancasila. Tujunnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Contoh kata kontaminasi Menanak nasi. akibat peristiwa itu menimbulkan kesedihan yang mendalam. Menghapus papan tulis. Sedari.. contoh misalnya. memberikan. mbesu’ . Penutup Dari pembicaraan di atas dapat diambil simpulan sebagai berikut : (1) Kalimat baku itu kalimat yang bermutu. (2) Pemakaian kalimat baku mencerminklan kecendekiaan pemakainya. Mempertinggi. yunit . lokhis . perlu ditingkatkan bagi para pemakai BI yang sering terlihat dengan situasi resmi mereka “karab” dengan BIB. Pengusahawan. logis. bukan lafal baku. Yang baku : memberikan . bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. pendidikan . bagaimanapun juga. maka Surabaya banjir. beso’ . adiq . Menundukkan badan.Artinya. Dan lain sebagainya. Kalimat baku dilafalkan dengan benar. kemungkinan ia tidak hadir. Para pemenang diberikan hadiah. adi’ . unit . lafal baku itu lafal yang disepakati kebenarannya oleh kebanyakan ( mayoritas) penutur BI dalam situasi resmi. pendidi’an . Contoh kata Yang Mubazir Demi untuk. keciil . betapun juga. agar supaya.

Kapok, Drop out, Kepingan,pretest, Kangen, posttest,

Kayak,

poster,Guyon,

paper, Ada, input, Sungkan, output, Mesem, finish, Nggak (ndak), start, Kaget, point, Topik, Surabaya Plaza, Shopping Center, Pak Lurah Cup, Ketintang Taylor

Contoh kata Serapan
Macet, ilmu, Luwos, bahasa, Mantap, sastra, Siswa, teknologi, Budaya, matematika, Departemen, guru, Institut, sarjana, Universitas, system, Fakultas, dokter, Kampus, insinyur, Sekolah, mesin, Kurikulum, musik, Metode, anduk, Strategi, olahragawan, Sukuisme, statistic

Contoh kata Perilaku kebahasaan yang salah
()1 M e r e m e h k a n m u t u, (2) T u n a h a r g a d i r i , (3) M e n j a u h k a n d i s i p i n, (4) E n g g a n m e m i l i k i t a n g g u n g J a w a b, (5)L a t a h, (6)J a l a n p i n t a s (Gatot Susilo Sumowijoyo :1991)

18

BAB III
LAFAL DAN EJAAN BAHASA INDONESIA
1. Pengantar Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang sewenagng-wenang yang dipakai oleh anggota kelompok sosial untuk saling bekerja sama dan saling mempengaruhi. Bertolak dari batasan bahasa diatas jelaslah bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yangsa ngat penting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja apa yang bakal terjadi seandainya bahasa itu tidak ada. Tentu saja kehidupan ini amat macet. Sebab antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat berkomunikasi. Sehubungan dengan itu betapa pentingnya orang memahami bahasa. Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasionalnya. Rasanya tidak terlalu menyimpang jika kita mengkaji, memahami, dan menggunakannya secaraa benar. Bagaimana demikian? Hal ini jelas sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa, peribahasa ini memberi tahu kita baik buruknya tingkah laku kita dapat dilihat adri bagaimana kita berbahasa: Disamping itu dengan bahasa kita dapat mengkaji dan memahami segala ilmu, ungkapan-ungkapan seperti baik budi bahasanya (sopan santun, tingkah laku yang baik) dan tak tahu bahasa ( kurang sopan) menunjukkan bahwa bahasa itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan manusia . Banyak masalah yang perlu kita ketahui tentang bahasa. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang berkaitan dengan lafal, ejaan, dan unsur serapan. Dibawah ini disajikan rinciannya. 2 .Lafal bahasa Indonesia Bahasa harus dipelajari dalam sekelompok manusia bagaimanapun kecilnya bahasa merupakan unsur kebudayaan yang tiak diturunkan secaraa biologis. Tetapi harus dipelajari. Bahasa terjadi dari sekumpulan bunyi-bunyi bahasa manusia menggunakan alat-alat bicaranya untuk dapat mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa itu. Bunyi-bunyi bahasa yang disajikan manusia tidak keluar dengan mandirinya, tetapi harus dipelajari sejak kecil dengan cara meniru apa yang diucapkan orang tuanya atau orang lain. 19

Sesuai dengan batasan yang dikemukakan oleh Stutervant diatas, bahwa bahasa adalah sistem simbol lisan atau ujaran. Maka lafal ujaran harus benar-benar diperhatikan, ada banyak simbol atau lambang didalam kehidupan manusia. Misalnya gambar, gerak-gerik, isyarat dan simbol-simbol visual yang lain. Yang erat kaitannya dengan bahasa diantara lambang-lambang atau simbol-simbol itu adalah simbol bunyi. Dalam bahasa simbol dibatasi oleh lambang bunyi tutur, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang sudah disetujui bersama. Bunyi-bunyi dalam suatu bahasa termasuk bahasa Indonesia dilambangkan dengan huruf-huruf, yaitu hufuf A sampai Z yang disebut abjad atau alfabet. Alfabet yang sangat umum dipakai adalah alfabet latin dan romawi. Untuk dapat membaca lambang-lambang itu dengan tepat digunakkan suatu ilmu yang disebut IPA (Internasional Phonetic Asosiation ). Lafal bunyi-bunyian bahasa Indonesia secara resmi,belum dibakukan . Sementara itu hanya ejaan dan pembentukan istilah yang sudah baku, karena telah resmi dan berbadan hukum. Bagaimana kita dapat melafalkan bahasa Indonesia secaraa baku, sedangng tata aturan kebakuan itu sendiri belum ada. Oleh karena itu kita masih sulit dalam melafal kan bahasa Inonesia secara seragam di seluruh Indonesia. Kita amati saja rambu-rambu lalu lintas sebagai panutan untuk melafalkannya. Tetap saja ini tidak mutlak. Akan tetapi dapat membantu kita. Ciri lafal yang sementara ini dianggap baik antara lain terbebasnya lafal itu dari lafal bahasa daerah atau pengaruh lafal bahasa asing. Selain itu dapat pula dipakai sebagai panduan lafal-lafal yang diucapkan oleh para penyiar radio pemerintah, para penyiar TVRI, dan para pembina bahasa. Lafal-lafal semacam itu selalu dipakai dalam situasi resmi. Persoalan lafal bahasa Indonesia sering mengundang pertanyaan. Persoalanpersoalan itu antara lain adalah : (1) Pengucapan kata yang memperoleh imbuhan –i dan –an seperti: Masuk + an ………………………... Masukan Didik + an ………………………... Didikan Duduk + i ………………………... Duduki Loncat + i ………………………... Loncati Perlu diketahui bahwa kata-kata semacam ini hanya terbatas pada kata-kata yang berakhir dengan konsonan. (2) Pengucapan bunyi /h/ yang sering dihilangkan , atau malah dimunculkan, seperti: Sudah ………………………... suda Lelah ………………………... Lela Merah ………………………... Mera Putih ………………………... puti Bahwa ………………………... bahwah Bisa ………………………... Bisah Muda ………………………... Mudah (3) Pengucapan bunyi /a/ yang sering diganti dengan /e/, seperti: Diberikan ………………………... Diberiken Diucapkan ………………………... Diucapken 20

enem Malam ………………………. dalam konteks bahasa Indonesia.. Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Jawa .. dan sebagainya. banyak kata bahasa Indoensia dilafalkan sebagai berikut: Logis diucapkan loghis Nasional national Generasi ghenerasi Hasil hasil (9) lafal Singkatan asing lafal singkatan asing yang berasal dari bahasa asing seharusnya dilafalkan sesuai dengan bunyi bahasa Indonesia. bener Cepat ………………………. misalnya: tenang diucapkan tenang senang senang dengan dengan peta peta Bunyi /e/ keras diucapkan menjadi /e/ lemah... dapet Benar ……………………….. malem. cepet Enam ………………………. (4) Pengucapan bunyi /ai/ yang berubah menjadi /e/ miring.... 21 . Menulisken Dapat ………………………. dan sebagainya. (6) penagruh bunyi /e/. seperti: Sampai diucapkan sampek (5) Penggunaan bunyi /a/ yang diubah menjadi /o/. (7) Pengaruh bahasa Inggris dapat menimbulkan kesalahan lafal bahasa Indonesia. misalnya : Tebar diucapkan tebar Peka peka Teras teras.. misalnya: Unit diucapkan Yunit Dapat daphath Universitas Yuniversitas USA yu es a Tidak tau thitaq thahu (8) pengaruh Bahasa Belanda Akibat pengaruha bahasa Belanda... Bunyi /e/ lemah sering diucapkan menjadi /e/ keras.Menuliskan……………………….. seperti: Saleh diucapkan soleh Musyawarah musyawaroh Rahmat rohmat Rahim rohim Gejala semacam ini diduga adanya pengaruh bahasa Arab.

ini terbukti sampai sekarang masih banyak orang berangapan bahawa ejaan ialah huruf. atau pengetahuan hukum. Padahal huruf itu hanyalah lambang bunyi. yang menagaburkan pengertian huruf dengan ejaan. bagaimana cara menuliskan atau melambangkan bahasa bentuk lisan. (soewandi. bahwa ejaan ialah ilmu yang menerangkan bagaimana kita harus menyatakan bahasa bentuk lisan kedalam bentuk tulisan. penulisan kata. 1972:3) Anggapan bahwa ejaan adalah huruf tidak tepat. 3. 3. melainkan juga menyangkut bagaimana interelasi antara lambang-lambang itu. maka batasa Gorys keraf dapat dipandang lebih lengkap dan bisa dipakai sebagai pedoman. (gorys keraf. Soewandi menjelaskan. (Mashuri.1973:24) Soewandi mengartikan ejaan sebagai suatu ilmu atau penegtahaun hukum. morfem-morfem. dan pemakaiaan tanda baca sama sekali tidak diatus (mashuri. lebih jauh Gorys keraf memberikan batasan sebagai berikut: keseluruhan daripada peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ejaan dan bagaimana interrelasi antara lambang-lambang itu (pemisahan. meskipun demikian tidak mengurangi penegasan mashuri.2 Guna Ejaan 22 .Contoh: TV IQ 50 CC diucapkan teve bukan tivi atau tipi iki bukan ia kyu limah puluh cece bukan lima puluh sese Dan sebaginya. Mashuri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ejaan ialah penulisan huruf.1 Pengertian Ejaan Hubungan ejaan dengan huruf sangant erat. sebab ejaan bukan hanya bertugas mewakili fonem-fonem. dan pemakaian tanda baca. bahwa disamping itu pemakaian tanda baca tidak dapat diabaikan. penulisan kata. Kenyataan ini ada kemungkinan disebabkan oleh kekaburan pengertian ejaan Soewandi. Sejalan dengan pengertian diatas. 1975:30) Ditinjau dari segi teknis. Dikatakan demikian. Ejaan Bahasa Indonesia 3. sebab ejaan itu merupakan aturan-aturan atau system yang menetukan bagaimana huruf-huruf itu harus dipakai untuk menyatakan bunyi dalam tulisan. Drs. penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan. Hal ini terbuki dari ucapan menteri pendidikan dari kebudayaan sebagai berikut ejaan Soewandi hanya mengatur penilaian huruf. 1972:5) Jika batasan-batasan diatas diperhatikan.

atau untuk merekam bahasa tulisan. memakai lambang –lambang (huruf) latin. dan penulisan huruf miring. menulis surat. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). konsonan. tah. Keseluruhan peraturan EYD ini termuat dalam buku “Pedoman Ejaaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. banyak orang meremehkan.3 Ejaan Bahasa Indonesia Yang dimaksud dengan ejaan bahasa Indonesia yaitu ejaan yang diterapkan dalam bahasa Indonesia. tanda seru. yang penting tulisan dapat dibaca dan dimengerti. yang lazim disebut Arab Indonesia (Arab-Melayu). tanda kurung. Hal ini terbukti adanya sementara orang atau siswa yang menagtakan bahwa ejaan tak perlu. kata majemuk. 1972. ejaan menduduki tempat yang sangat penting dalam hubungannya dengan komunukasi tertulis . Dalam buku Pedoman Ejaan Umum Bahasa Indonesia Yang disempurnakan itu termuat segala sesuatu yang berhubungan dengan ejaan bahasa Indonesia. mengarang. dan tanda garis miring. kata jadian. meliputi pemakaian tanda baca: titik. koma. tanda kurung siku. tanda tanya. diflong. yang meliputi : penulisan kata dasar.Banyak orang menganggap bahwa ejaan itu tidak penting. yaitu penulisan huruf besar. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. (4) Bab IV berisi tanda baca. dalam arti menurut aturan-aturan yang telah disepakati dalam suatu bahasa tertentu. Jika kita perhatikan benar. sebab sebelum itu dipakai huruf arab. kata depan di dan ke. titik koma. kah. dan sebagainya. dengan ketentuan ditulis dengan huruf latin jadi ejaan bahasa Indonesia itu merupakan peraturan tentang bgaimana mengambarkan bunyi-bunyi ajaran bahasa Indonesia dan bagaimana interelasi antara lambanglambang bahasa Indonesia. dan ejaan Republik merupakan penyederhanaan dari Ejaan Van Ophusyen. dan nama diri. Dengan demikian kegunaan ejaan itu ialah untuk memudahkan orang membaca tulisan dan menyeragamkan cara penyampaian bahasa secaraa tertulis. kata ulang. Secaraa singkat dapat digolongkan menjadi empat bab yaitu : (1) Bab I berisi tentang pemakaian huruf. yang ditulis dengan huruf Latin. tanda petik tunggal. 3. kenyataan pemakaian ejaan ini dapat dilihat dalam bentuk kegiatan-kegiatan membuat catatan. yang meliputi abjad. tanda hubung. yang disebarluaskan oleh penerbit “Sa’adiyah” bukit tinggi. (3) Bab III berisi penulisan huruf. mu. 23 . tanda ellipsis. tanda pisah. Melihat kenyataan seperti ini memberi kesan kurangnya pengertian akan kegunaan ejaan. Selanjutnya pemaparan termuat dalam buku “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan”. prtikel (lah. pun). vocal. titik dua. ku. nya). Bab ini hanya membicarakan dua hal. Perlu diketahui bahwa ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan itu merupakan hasil penyempurnaan dari ejaan Republik. (2) Bab II berisi penulisan kata. Sebenarnya mengenai huruf latin ini masih belum lama dipakai untuk menuliskan bahasa Indonesia. dan penulisan kata ganti (kau.

Contoh: di. kecuali di dalam gabungan kata yang dianggap sebagai satu kata seperti kata kepada dan daripada.dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. ke dan dari itu menytakan arah atau tempat.+ satu (an) kesatuan untuk mempermudah cara meningkatkan apakah penuisan di itu dipisah (kata depan) ataukah dirangkaikan (imbuhan awalan) ikutilah patokan-patokan berikut ini: 24 . awalan di.+ tua ketua ke. menurut EYD penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya.+ kasih kekasih ke. Menurut kaidahnya kata depan di. Melihat masalahnya memang luas.+ hendak kehendak ke.+ culik menjadi diculik di. Contoh: Di kamar ke kamar dari kamar Di dalam ke dalam dari dalam Di meja ke meja dari meja Di luar ke luar dari luar Perhatikan Penulisan berikut ini: Ayah pergi ke luar negeri Ayah dikeluarkan dari perkumpulan kesenian itu Ayah keluar sebetar Kesalahan yang secaraa umum dilakuan oleh para penulis adalah kekacauan penulisan kata depan di dan ke dengan imbuhan awalan di. penulisan kata.+ tilis ditulis di. akan tetapi dalam makalah ini hanya beberapa persoalan saja yang dibicarakan terutama yang masih sering salah dalam penggunaannya. penulisan unsur serapan. 3. dan pemakaian tanda – tanda baca.dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.dan ke-.4 Kata Depan di. sedangkan imbuan.Dalam makalah ini yang diutamakan untuk dibahasa adalah pemakaian huruf.+ cukur dicukur ke.dan ke. penulisan huruf.dan ke.+ makan dimakan di. ke dan dari Kita semua tahu bahwa kata depan di.

a) apabila menJawab pertanyaan dimana.mencabuti --------. Contoh: Ber + tanda tangan --. Contoh: Dicabuti Diminum Bandingkan : Di meja Di atas 3.beritahukan Sebar luas + -kan --.lipat gandakan 25 --------.memeja? --------.tanggung Jawablah Beri tahu + -kan --.sebar luaskan Lipat ganda + -kan --.bertanggung Jawab Di + beri tahu --.dari kursi Di malang --ke malang --. penulisan gabungan kata harus terpisah.diberi tahu Ber + lipat ganda --.berlipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan akhiran.bertanda tangan Ber + tanggung Jawab --. jelas bahwa itu kata depan. Contoh: Tanda tanda + -i --. jadi penulisannya harus diceraikan. masih banyak dijumpai kesalahan penulisan gabungan kata.tanda tandai Tanggung Jawab + -lah --. maka pada umumnya penulisannya dirangkaikan. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.dari malang c) apabila di itu dapat diubah menjadi me. harus dituliskan serangkai dengan kata langsung mengikutinya. menurut kaidahnya.mengatas? . Contoh : Tanda tangan Tanggung Jawab Sebar luas Beri tahu Lipat ganda Jika gabungan kata itu mendapat imbuhan awalan. Contoh: Di kursi --ke kursi --.5 Gabungan kata Berdasarkan pengamatan penulis.meminum --------. Contoh: Di kursi --di mana? --di kursi Di Malang --di mana? --di Malang b) apabila di itu dapat diganti dengan ke dan dari penulisannya harus diceraikan.

+ sebar luas + -kan --.+ revolusi --kontarevolusi Multi . gabungan kata itu dituliskan serangkai. dianggap sebagai satu kata. harus dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.menyebarluaskan me. multi-. Contoh: Antar .+ warga --caturwarga Dwi .menantatangani Per. catur-.+ kota --antarkota Anti . ekstra-. penulisannya dirangkaikan. Contoh: Barangkali Bilamana Matahari Peribahasa Bagaimana Sendratari Sekaligus Jika unsur gabungan kata yang tidak dapat berdiri sendiri seperti antar-.+ tanggung Jawab + -an --.+ rungu --tunarungu 3.+ tanda tangan + -i --.6 Tanda Hubung Kesalahan pemakaian tanda hubung juga masih sering keta temui. dwi-. Kapankah kita harus menggunakan tanda hubung itu? Tanda hubung dipakai : a) di antara dua unsur kata ulang contoh: lari-lari sayur-mayur makan-makan lauk-pauk berlomba-lomba compang-camping tolong-menolong tunggang-langgang 26 . dan sebagainya.+ karya --purnakarya Semi . kontar-. infra-.+ komunis --antikomunis Catur .pertanggungJawaban di. purna-. semi-.+ kurikuler --ekstrakulikuler Infra . apabila gabungan kata itu sudah dianggap benar-benar sama.+ bahasa --multibahasa Non .+ tunggal --dwitunggal Ekstra . panca-. non-.diberitahukan me. tuna-.+ kapitalis --nonkapitalis Panca .+ beri tahu + -kan --.+ final --semifinal Tuna . anti-.+ sila --pancasila Purna .+lipat ganda + -kan --.+ merah --inframerah Kontra . Contoh: Me.Jika gabungan kata itu serentak mendapat imbuhan awalan dan akhiran sekaligus. maha-.melipatgandakan Di samping yang telah dikemukakan diatas.

dengan catatan unsur bahasa itu digarisbawahi atau dicetak miring. baik awalan maupun akhiran. Huruf besar atau huruf capital dipakai untuk: a) Untuk penulisan nama khas geografi. Contoh: hamba –Mu Berkah –Nya Se. Bandingkan : Mereka bertemu di dalam Pendaki gunung itu terperosok ke dalam jurang Kapal itu berlabuh di sebuah teluk Perahu kami melewati sebuah selat b) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan. Kapal itu berlayar didekat Selat Karimata. Contoh : Di – calling Di – charter Di – recall 3.7 Huruf Kapital Menurut EYD ada 13 aturan pemakaian huruf beraas atau capital. Contoh: Rumahku di Jalan Basuki Rahmat Pramuka itu mendaki Gunung Arjuna Sebutkan beberapa pulau di Teluk Cendrawasi. 27 .b) di antara huruf kecil dan huruf capital dalam kata ber imbuhan. Dibawah ini disajikan beerapa diantaranya yang dianggap penting. Contoh : NIP – nya SK – mu Ber – SIM Di – BIMAS – kan f) di antara unsur bahasa Indonesia dan unsur bahasa asing.Indonesia Anti – Rusia c) di antara angka dan huruf contoh: ke – 9 ke – 2 ke – 100 d) di antara angka dan huruf contoh : 25 – an 100 – an 5000 – an e) di antara singkatann yang terdiri atas huruf-huruf capital yang mendapat awalan atau unsur kata yang dapat berdiri sendiri. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang.

hari raya. ke. daripada. yaitu : Adapun sungguhpun Apapun mekipun Ataupun walaupun Kalaupun biarpun Kendatipun bagaimanapun b) Partikel pun dipisahkan penulisannya jika maknanya dapat dipertukarkan dengan juga. dari. Hal ini khusunya untuk kata-kata berikut ini. Contoh: Tahun Hijriah Bulan Mei Hari Jumat Hari Natal Proklamasi Kemerdekaan e) Sebagai huruf Ipertama namun kata di dalam nama suku. dan judul karangan. Contoh: Dewan Perwakilan Rakyat Departemen Pertanian Undang-undang Dasar Republik Indonesia d) Sebagai huruf pertama nama tahun. kecuali partikel. yang.8 Penulisan Partikel Pun Ada dua kaidah berkaitan dengan penulisan partikel pun ini. surat kabar. adik pun tidak ketinggalan. siapa saja harus melestarikan lingkungan Siap nama jendral yang meninggal dunia itu ? c) Sebagai huruf pertama nama resmi badan. Contoh: Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pelajaran Sejarah untuk Sekolah Lanjutan Pertama 3. dan aku ke pesta. Contoh: Sekalipun rumahnya dekat. bulan. hari. a) Partikel pun dituliskan seringkali dengan kata yang mendahuluinya. dan peristiwa sejarah. Ayah. contoh: Gubernur Suryo Jendral Ahmad Sugiono bandingkan : Menurut perintah gubernur. majalah. seperti di. 28 . sekali pun belum pernah ia berkunjung ke rumahku. serata nama dokumnen resmi. bagi.Contoh: Mahapura Yamin Sultan Agung Haji Agus Aalim c) Sebagai huruf pertama nama panhgkat atau jabatan yang diikuti nama orang. ibu. lembaga pemerintahan. untuk :yang tidak pada posisi awal.

n. Harga buku itu Rp 5. 3. Contoh: Penonton pertunjukan itu antri satu per satu . d) Penulisan bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata. kesejuta dan sebagainya. 3. ke selalu dirangkaikan.00 per biji.n. ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secaraa berurutan.p. Pemakaiannya sebagai berikut a) Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut: Dua belas ----12 Dua ratus dua puluh dua ----222 b) Penulisan kata bilangan tingkat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Mangkunegoro keempat Mangkunegoro ke-4 Mangkunegoro IV c) Penulisan kata bilangan tingkat seperti kesatu.9 Partikel Per Partikel Per yang berarti mulai.d.11 Angka dan Lambang Bilangan Angka digunakan untuk menyatakan lambang atau nomor. ----atas nama d. yaitu angka Arab dan angka Romawi. seperti perincian dan pemaparan. ketiga. demi. ----sampai dengan u.10 Penulisan Singkatan Banyak penulisan yang salah dalam menuliskan singkatan. sedangkan untuk tiga kata perkataan justru menggunakan satu titik. Bebrapa di antara singkatan yang di maksud adalah : a. Contoh : Adik menonton film itu sampai tiga kali Ayah membeli dua ratus ekor ayam 29 .b.000. Ada dua macam angka yang lazim digunakan dalam menulis. dan tiap ditulis terpisah dari bagianbagian kalimat yang mendampinginya. kedua. ----dengan alamat s. ----dan kawan-kawan dsb. ----tanggal perhatian : singkatan untuk dua perkataan menggunakan daua buah titk . ----untuk beliau u.3. ----dan sebaginya hlm. ----untuk perhatian dkk. ----halaman tgl. Surat keputusan itu berlaku per 1 april 1996.

dan 100 lembar kertas folio bergaris. yaitu: (1) unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia. dan sebagainya. f) Kecuali dia dalam dokumen resmi. bahasa Arab. bahasa Belanda. bahasa Portugis. menjadi i politiek -----politik patient -----pasien riem -----rim q menjadi k aquarium -----akuarium frequensi -----frekuensi equator -----ekuator uu menjadi u prematuur -----premature vacuum -----vacuum y yang media lafal i. 2 Penggris. bahasa Inggris. 3. Misalnya: Aa ( bahasa Belanda ) menjadi a Paal -----pal Baal -----bal Octaaf -----oktaf ie jika menjadi i. Contoh: Di almari itu tersimpan 25 ( dua puluh lima ) setel pakaian.12 Penulisan Unsur Serapan Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. e) Penulisan lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf Contoh: Lima belas orang tewas dalam kecelakaan Bandingkan Panitia itu mengundang 350 orang peserta. dan (2) unsur asing yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal diusahakan agar ejaan asing hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk aslinya. seperti: team shuttle cock. seperti: bahasa sangsekerta. menjadi i dynamo -----dimano psychology -----psikologi ies menjadi is 30 .Alat –alat tulis yang dibelinya terdiri atas: 25 Buku. dan bahasa Cina. seperti akta dan kwitansi bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus. Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar.

”). (Doctor) dr. Misalnya : Guru saya. (Insinyur) Kol. Azab dan sengsara. ( Saudara) S. (Sarjana Teknik) b) Tanda Koma ( . “saya akan pergi hari ini. menjadi tas universiteit.13 Tanda Baca Tanda baca yang dipakai untuk menulis bahasa Indonesia berjumlah enam belas buah. (dokter) Kep. ) 1) Tanda koma dikai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat Misalnya : kata ayah. ).egoist publicist teit.H.S Samsudin Moh. ( Kolonel) S. university ---------------- egois publisis universitas 3. Yamin 2) tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar. c) Tanda Titik Dua ( : ) 31 . tanda koma ( . koma. ).” 2) Perhatikan contoh dibawah ini! Surabaya. pak Dalimin. tanda ulang (…2). tanda garis miring ( / ).’). (Sarjana Hukum) Sdr. ). pandai sekali. yaitu tanda titik. (Kepala) Ir. Waltervreden: Balai Pustaka 3) Tanda koma dipakai untuk menggapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi. tanda Tanya ( ? ). Diantara tanda baca diatas hanya beberapa saja yang dibicarakan disini. tanda ellipsis (…).). a) Tanda titik ( .). tanda titik koma ( . tanda titik dua ( : ). tanda pisah ( . ly. ) 1) tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang . pangkat dan sapaan. Misalnya : Dr. 26 september 1991 Siregar. tanda petik (“….19920. misalnya: A. yaitu tanda titik ( . tanda hubung ( . dan tanda penyingkat/operator ( ‘ ). titik dua dan tanda petik. jabatan. Merari.T. tanda titk tunggal (‘….

(3( di antara judul dan anakjudul dalam suatau karangan. Misalnya : Kerena warna kulitnya hitam. Misalnya : Sejak “ Sepatu bola” terdapat pada halam 5 buku itu Bacalah “ Bola Lampu” dalam buku dari suatu masa dari suatu tempat. Misalnya : “ Sudah siap?” Tanya Mira “ Saya belum siap. karangan. Misalnya : Tempo. atau ungkapan yang dipakai dalam arti khusus. Misalnya : Ketika memerlukan meja. I 1971.” Jawab Mira 2) Tanda petik mengapit judul syair. meja. dan almari Tanda titik dua dipakai pada (1) di antara dua jilid atau nomor dan halaman. 34:7 Surat Yasin :9 Karangan Ali hakim. Misalnya : Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai khusus.”) 1) Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. Budi mendapat julukan “ si hitam”. naskah. apabila dipakai dalam kalimat.Tanda titik dua ( : ) dipakai : 1) Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian Misalnya : yang kita butuhkan sekarang adalah barang-barang berikut : Kursi. Misalnya : Ketua : Sofyan Hasan Sekretasi : Budi Santoso Hari : Jumat Tanggal : 30 September 1991 Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda petik mengapit kalimat atau bagian kalimat. atau bahan tertulis lain. kursi. (2) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci. pendidikan seumur hidup sebuah studi. dan almari. 3) 4) d) Tanda Petik (”…. 2) Sesudah titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakn pelengkap yang mengakhiri pernyataan. dan bab buku. (Gatot Susilo Sumowijoyo:1991) 32 3) 4) . kata. sudah terbit.

misalnya: kata atau frase tidak dapat dikai sebagai alat penyampai yang utuh karena tidak mampu menampung gagasan yang lengkap. Pengantar Kalimat merupakan satuan bahasa yang sangat penting dalam penyampaian suatu gagasan. kalimat merupakan sarana penyampai gagasan yang lengkap dan utuh.1 Kekompakan dan Kesatuan Seorang pelulis pertama-tama harus memahami bahwa kalimat-kalimat yang akan dibuatnya haruslah berupa kalimat yang efektif. kalimat memegang peranan yang penting karena setiap kalimat menampung gagasan satu butir penulis. Kesatuan gagasan ini keberadaannya dalam kalimat terlihat pada hadirnya fungsi subject (S). O serta masing-masing unsur fungsi kalimat itu harus terlihat dengan jelas ketidakjelasan kedudukan masing-masing fungsi akan membawa dampak kekaburan makna kalimat. Satuan bahasa yang lebih kecil dari kalimat. kalimat demikian itu disebut sebagai kalimat efektif. yang selanjutnya. (3) kevariasian. Perhatikan kalimat berikut. Setiap kaliamat yang baik harus dengan jelas memperlihatkan satuan gagasan. yaitu (1) kekompakan dan kesatuan. Jadi. 2. (4) kesejajaran. P. 33 . Setidak-tidaknya penulis perlu memperhatikan lima hal yang menjadi ciri kalimat efektif. (2) kehematan. tapi cukup berupa kalimat yang pendek. Kalimat yang dibuat tidak harus panjangpanjang dan kompleks. akan merangkai membnetuk gagasan yang utuh.BAB IV KALIMAT EFEKTIF 1. objek (O). Penulis akan berhasil jika mampu menbuat karangan dengan kalimat-kalimat yang apik (well formed) yang dapat menampung gagasan yang disampaikan sehingga gagasan tergambar secaraa jelas dan lengkap dalam pikiran pembaca persis seperti yang disampaikan. penulis harus memperhatikan beberapa hal. dan (5) penekanan. Bagi seorang penulis. Kalimat efektif itu mempunyai struktur yang baik. sebuah kalimat yang efektif setidaknya memiliki unsur S. Dalam karangan. 2 Kalimat Efektif Untuk membuat kalimat yang efektif. Predikat (P). dan dapat pula dilengkapi dengan fungsi pelengkap (Pel). Keberhasilan seorang penulis dalam menyampaikan gagasannya tergantung pada fektivitas kalimat-kalimat yang dibuatnya. serta keterangan (K). sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.

Kalimat ini akan menjadi lain sama sekali jika kata-katanya kita susun dengan sebenarnya menjadi: (2) Semua produk hukum dengan segera masa lalu sedang menertibkan mentri hukum dan perundang-undangan.2 Kehematan Kehematan merupakan unsur penting lain yang harus diperhatikan dalam membentuk kalimat efektif meliputi kehematan dalam pemakaian kata. (3) Dalam menulis surat bahasa Indonesia sudah lazim menggunakan kata pendahulu sebagai pengantar isi surat. Kelompok kalimat juga hilang karena kesalahan penggunaan kata depan. Pel. (b) pemakaian hiponim. (6) Pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada puskud 2. Makna kalimat (2) diatas menjadi kabur bahkan tidak jelas sama sekali karena fungsi masing-masing katanya tidak jelas. (4) Dalam menulis surat bahasa Indonesia. kesatuan gagasan kalimat ini tetap tidak terebntuk sebab gagasan pokok yang didukung oleh fungsi S tidak tanpak secaraa jelas. Unsur-unsur kalimat yang bisa dihemat ini meliputi (a) pengulangan bagian-bagian kalimat. frase. Kekompakan hubungan masing-masing unsur fungsi itu membentuk suatu kepaduan makna kalimat. sebab tidak jelas apa atau siapakah yang sudah tidak lazim menggunakan kata pendahulunya sebagai pengantar isi surat. kata depan untuk sebelum S harus dihilangkan. atau unsur kalimat lainnya yang tidak diperlukan. Makna kalimat (3) diatas sangat kabur. yang menduduki fungsi yang sama.as. Oleh karena 34 . Meskipun kelihatannya komunikatif.(1) Mentri hukum dan perundang-undangan sedang menertibkan semua hukum masa lalu dengan segera. serta K-nya tidak jel. sehingga kekompakan bentuk dan kesatuan maknanya tidak tercapai. kita sering mengulang kata-kata yang sama. P.1 Pengulangan Bagian-Bagian Kalimat Ketika menggabungkan beberapa kalimat tunggal menjadi kalimat majemuk. Kalimat (1) jelas maknanya sebab hubungan antara fungsi S (Mentri hukum dan perundang-undangan) dengan P (sedang menertibkan). Hal ini dapat dilihat dari contoh berikut. Kehematan tidak dapat berarti bahwa semua kata penjelas yang berfungsi menjelaskan makna kalimat boleh dihilangkan. Kehematan ini menyangkut masalah grametikal dan makna. dan antara P dengan O (semua produk hukum masa lalu) beserta K (dengan segera) terjalin secaraa baik. Untuk itu kehadiran kata kita (misalnya) sebagai S kalimat tersebut dapat mengendalikan kesatuan gagasannya. kita yang sudah lazim menggunakan kata pendahuluan sebagai pengantar isi surat. Unsur fungsi S.2. (5) Untuk pengangkutan pupuk dari lini II ke lini IV diserahkan sepenuhnya kepada Puskud. Pengulangan ini tidak akan menjadi kalimat menjadi semakin jelas. O. (c) pemadatan kelompok kata menjadi kata. Ketidak hadiran fungsi S pada kalimat (3) menyebabkan kesatuan gagasan kalimat itu tidak tanpak. Agar kalimat tersebut efektif. Perhatikan kalimat dibawah ini. sehingga kalimat tersebut menjadi sebagai berikut. Kekaburan makna juga akan terjadi jika salah satu dan fungsi-fungsi kalimat tidak ada. Perhatiakan contoh kalimat berikut. 2.

Itulah sebabnya. (8) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkan sendiri surat itu ke kantor pos Demi kehematan.2. 2.3 Pemadatan Kelompok Kata Menjadi kata Bentuk kelompok yang panjang tidak jarang memiliki padanan yang lebih singkat dan padat. (10) Ini adalah merupakn hasil swadaya masyarakat. Kata mawar. (16) Letjen Prabowo akan memberikan penjelasan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei.2. (13). 35 . misalnya. dan (11) berikut ini dapat dihemet dengan menghilangkan kata-kata yang dicetak miring dengan dengan tanpa mengurangi kejelasan isinya. (11) Saya akan naik keatas melalui tangga disamping rumah.pengulangan bagian kalimat semacam itu tidak diperlukan. kedua kalimat diatas dapat diperbaiki menjadi. sudah mengandung makna ‘kelompok bunga’ kata senin sudah mengandung makna ‘hari’. Perhatikan contohcontoh berikut. Demi kehematan. dan (14) akan lebih efektif bila kata-kata yang tercetak miring dihilangkan. (12) Gadis itu sedang menanam bunga mawar di halaman. Bentuk diberi penafsiran dan diberi makna pada (15) memiliki padanan ditafsirkan dan dimaknai. tetapi juga ikut serta dalam meyujudkan kebahagian bagi seluruh umat manusia.itu.2 Pemakaian Hiponimi Hiponim merupakan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam makna kata kelompoknya (hipernimnya). suatu predikat harus diberi penafsiran dan diberi makna secermatcermatnya. 2. kalimat (9). kedua kalimat itu dapat diubah menjadi: (15a) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan Negara. (13) Pertemuan itu akan berlangsung pada hari Senin pecan depan. suatu predikat yang harus ditafsirkan dan dimaknai secermatcermatnya. begitu pula pemakaian kata menjelaskan lebih singkat dan padat daripada memberikan penjelasan (periksa (16)) (15) Mahasiswa sering diberi predikat sebagai tulang punggung bangsa dan nehara. dan sebagainya. (7) Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah dia tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian. (9) Wawasan Nusantara tidak hanya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia saja. Pemakaian bentuk yang lebih singkat tentunya akan lebih efektif. kalimat (12). (14) Saya akan pergi ke Australia pada bulan Agustus tahun depan. (10). (7a)Pencari kerja itu segera membuat surat lamaran setelah tahu ada lowongan pekerjaan dimuat di koran harian (8a) Hasan menulis surat itu kemudian mengirimkannya ke kantor pos Penghematan juga dapat dilakukan terhadap bagian-bagian kalimat yang kehadirannya memang tidak menambah kejelasan. (16a) Letjen Prabowo akan menjelaskan kasus kerusakan 12 dan 13 Mei.

sebuah buku harus dinilai secaraa keseluruhan. bila suatu gagasan kita tempatkan ke dalam struktur kata kerja (misalnya bentuk di-kan dan me-kan). serta kevariasaian dalam mengawali kalimat. kalimat langsung dan tidak langsung. (17) Para mahasiswa berkumpul di ruang khusus membicarakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Sebagai contoh dapat dibaca kalimat nomor (17) dan (18) dibawah ini. Usaha untuk memunculkan kalimat aktif di samping kalimat pasif dilakukan sematamata untuk menghindarkan kebosanan pembaca. (18) Mereka berdiskusi. Tanya. Variasi panjang dan pendek kalimat dalam wacana akan memberikan kesempatan kepada pembaca untuk berfikir. ada yang dimulai dengan subjek dan ada pula yang dimulai dengan predikat atau keterangan. Bila suatu gagasan kita tempatkan dalam struktur kata benda (misalnya: dalam bentuk pe-an). dan perintah. tanya.. Kevariasian struktur kalimat dengan awal yang berbeda-beda ini sangat baik untuk menonjolkan gagasan sentral kalimat. Jumlah kata yang mendukung sebuah kalimat menetukan panjang. 36 . misalnya.3 Kevariasian Yang dimaksud dengan kevariasian di sini merupakan upaya menganekaragamkan bentuk-bentuk kalimat agar menghasilkan daya informasi yang lebih baik dan tidak membosankan. Untuk itu. Kalimat (23) berikut merupakan contoh variasi tersebut dalam suatu wacana. kelompok kata. Pemakaian secaraa bergantian antara kalimat berita. Variasi antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk atau kalimat sederhana dan kalimat kompleks dalam suatu wacana dapat diamati pada contoh kalimat majemuk (21) dan kalimat tunggal (22) berikut. suatu karangan akan terasa sangat monoton dan meletihkan bagi pembaca. Tanpa adanya variasi bentuk-bentuk kalimat. pendek kalimat. (20) Di samping itu disembelih pula seekor lembu jantan. perlu diperhatikan kevariasian bentuk-bentuk kalimat dalam suatu karangan agar pembaca merasa terpikat dan mau membacanya sampai tuntas. Kevariasian bentuk-bentuk kalimat ini dapat berupa upaya untuk menjaga keseimbangan jumlah antara kalimat panjang dan kalimat pendek. kalimat pasif dan kalimat aktif. bentuk itu. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus ditempatkan ke dalam kata benda dengan bentuk ini. Begitu pula sebaliknya. (19) Pada hari Idul Adha yang lalu H. kalimat berita. Irian Jaya. Perhatikan contoh (24) dan (25) berikut ini. Keduanya dapat dilihat pada kalimatkalimat di bawah ini. (21) Menilai sebuah buku berarti memberikan sarana kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. Muflich menyembelih seekor kambing. (22) Oleh karena itu. 2. (23) Mahasiswa pencinta alam Unair mengadakan ekspedisi ke Gunung Jaya Wijaya.4 Kesejajaran Pemakaian kata.2. atau bentuk kata dalam kalimat hatus dijaga kesejahteraannya. maka kata-kata atau kelompok kata yang lain yang menduduki fungsi gramatikal yang sama harus dinyatakan ke dalam kata kerja. kalimat sederhana dan kompleks. dan perintah dalam sebuah wacana sangat mendukung keefektivan daya informasi.

dalam tuturan yang normal. Oleh karena itu. Namun. Penulis bisaanya ingin menekankan gagasan yang dianggap penting pada bagian-bagian tertentu. (25) Seorang insinyur telah memecahkan masalah itu dengan caranya sendiri kemudian membuat alatnya dan masyarakat tinggal membeli dan memakainya. tidak ada gagasan yang dipentingkan.3 Pemakaian Repetisi Repetisi adalah pengulangan bagian-bagian kalimat tertentu yang dianggap penting di dalam kalimat. Struktur kalimat akan selalu menunjukkan urutan seperti itu. atau secaraa bertahap semakin memuncak pada informasi yang lebih penting. 2. merupakan bagian dari topikalisasi. (26) Peristiwa itu terjadi kemarin (27) Kemarin peristiwa itu terjadi Dalam kalimat (26) tidak ada gagasan yang dipentingkan.5.5 Penekanan Setiap kalimat mewakili gagasan penulisnya. Repetisi dipakai untuk memperoleh efek penekanan gagasan yang dianggap penting sehingga membuat maksud kalimat menjadi lebih jelas. penulis tinggal menempatkan bagian yang ditekankan itu kedalam awal kalimat. Ada bebrapa cara yang dapat ditempuh untuk memberikan penekanan terhadap gagasan utama yang ingin disampaikan oleh penulis.5. Urutan ittu dapat berlangsung secaraa kronologis.1 Posisi Dalam Kalimat Bahasa Indonesia termasuk ke dalam bahasa yang mempunyai urutan S-P-O.2 Urutan yang Logis Penekanan bagian kalimat dapat juga ditempuh dengan menyusun secaraa logis informasi yang ada dalam kalimat. Memang dalam kalimat bahasa Indonesia pembalikan urutan kalimat. 2. Oleh karena itu. Pada contoh (24) gagasan yang dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja pasif sedangkan pada contoh (25) gagasan yang sederajat dinyatakan dengan bentuk paralel kata kerja aktif meKesejajaran bentuk dapat membantu memberi kejelasan unsur-unsur gramatikal sehingga akan membantu pembaca dalam memahami isi kalimat secaraa keseluruhan . 37 .5. Bagian yang menempati awal kalimat yang dianggap mengalami penekanan (topikalisasi) 2. Dalam kalimat (27) yang dipentingkan ialah waktu kejadiannya. pemakaian bentuk kata yang berbeda yang menduduki fungsi gamatikal yang sama akan dapat menyulitkan laju informasi kalimat sehingga kalimat tidak efektif lagi. bila penulis ingin menekankan bagian-bagian tertentu. yaitu kemarin. Perhatikan contoh berikut. Repetisi ini merupakan upaya yang bertolak belakang dengan kevariasian. Bandingkan kalimat (26) dan (27) berikut. barang itu tinggal dipasarkan ke daerahdaerah. 2. Hal yang perlu diperhatikan dalam repetisi ialah jangan sampai pemakaian repetisi ini berlebihan sehingga dapat menghambarkan selera pembaca. sesuai dengan proses.(24) Setelah diproduksi dan dipak.

Koherensi adalah hubungan makna antar kalimat dalam paragraf. Dari keseluruhan uraian di atas. Akibatnya. Paragraf yang baik harus memperlihatkan suatu maksud atau tema tertentu dengan jelas. Penanda koherensi berupa lagu kalimat. Pokok pikiran yang terletak diawal dianggap sebagai janji dan pikiran penjelas yang menyertainya dianggap sebagai pemenuhi janji itu. hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain terjalin secaraa baik dan runtut. Dalam sebuah paragraf harus terdapat satu gagasan. keseimbangan domestic dengan luar negeri. dan sebagainya. Jenis Paragraf Ada dua cara untuk mengorganisasikan paragaraf. logika pembaca dengan mudah menagkap maksud dibalik formal itu. Kalimatkalimat itu membantu penulis mendukung tesisnya. paragraf induktif 38 . Makna kalimat-kalimat pembentuk paragraf berhungan secaraa runtut dan logis. pengetahua bersama. kiranya cukup jelas bahwa penyusunan kalimat yang baik perlu memperbaiki dan menerapkan ciri kalimat efektif di atas secaraa bersamasama. situasi pembacaan. Penanda koherensi berbentuk (a) pengulangan kata dan frase kunci. tidak dibenarkan jika dalam satu paragraf terdapat beberapa gagasan yang ditumpukkan. Jadi. Kohesi adalah hubungan formal antarkalimat pembentuk paragraf. Maksud atau tema itu bisaanya didukung oleh sebuah kalimat utama atau kalimat topik. (c) pengulangan kata ganti . Paragraf itu sendiri pada dasarnya dapat dikatakan sebagai esai kecil. Kalimat (28) tersebut menjadi lebih jelas maksudnya dengan adanya pengulangan kata keseimbangan yang dianggap penting. karena pokok pikirannya terletak diawal. serta memiliki pengembangan dengan pola penalaran tertentu secaraa taat asas. Denagn adanya hubungan formal itu. Pengertian paragraf tersebut menggambarkan adanya ciri umum paragraf. Kekompakan hubungan antarparagraf dapat ditandai secaraa tersirat (koherens) dan tersurat (kohesif).(28) Dalam pembiayaan harus ada keseimbangan antara pemerintah dengan swasta. yaitu memiliki kesatuan pikiran. yaitu deduktif dan induktif disebut paragrat deduktif. (b) penggunaan kata transisi. dan keseimbangan perbankan dengan lembaga keuangan nonbank. lingkungan topik. Pada sisi lain. BAB V PARAGRAF 1 Pengertian Paragraf Paragraf adalah bagian tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang berhubungan secaraa utuh dan padu serta merupak an satu satuan pikiran. Paragraf ini sering disebut juga sebagai paragraf dengan pola memberikan janji ( promise pattern ). memiliki kohesi dan koherensi. 2.

2. dan ilustrasi. Berikut ini dikemukakan penjelasan tetntang kedua cara tersebut. fakta atau pernyataan yang dianggap benar meskipun belum tentu atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. dan sebaginya dapat diungkapkan kembali dengan bahasa pula. merupakan janji dan sekaligus pokok pikiran paragraf tersebut. Kalimat itu merupakan generalisasi sejarah pasang surut retorika. retorika dipandang sebagai disiplin ilmu yang tidak ada manfaatnya. pengkhususan. rincian. penulis menempatkan ide pokok pada bagian akhir. Semua orang menyadari bahwa semua kegiatan masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa. Setelah masa suram itu. Pada saat yang lain. Generalisasi juga sering diperkuat dengan contoh. bahkan diragukan ekstensinya sebagai suatu ilmu. retorika berkemabng pesat dengan memunculakan tokoh-tokoh retorik yang berfikir cemerlang dan menghasilkan karya-karya besar. Dengan teknik ini. Akibatnya. atau Andaian. Dengan pengorganisasian dengan cara induktif. Pernyataan yang berdasarkan cita rasa orang atau keyakinan subjektif tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Contoh 2: Kebudayaan suatu bangsa dapat dikembangkan dan diturunkan kepada genersi-generasi mendatang melalui bahasa. Pada suatu saat. paragraf lebih dramatic dan menarik.1 Paragraf Deduktif Pada pengoperasian paragraf dengan cara deduktif. Pokok pikiran paragraf jenis ini sering berbentuk generalisasi. Dalam jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai perkembangan. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf jenis deduktif yang diperkuat dengan penjelasan (contoh 2) dan ilustarsi (contoh 3).disebut juga dengan paragraf dadakan ( suspense paragraf ). hasil karya manusia. Generalisasi ini dapat berdasarkan fakta. penjelasan. penulis menjanjikan kepada pembaca bahwa ia akan menyampaikan sesuatu dengan janji itu dipenuhi penulis dengan bagian-bagian berikut. 2. bangkit lagi pikran-pikiran baru yang menghasilkan wawasan baru dalam retorika. Memang. Dengan jangka waktu yang demikian panjang itu tentu retorika mengalami berbagai macam perkembangan. Dalam tulisna yang lebih besar.2 Paragraf Induktif Kebalikan paragraf deduktif adalah induktif. Teknik ini membiarkan penulis berkosentrasi pada detail dan membiarkan pembaca berada dalam ketegangan menuju maksud paragraf. asumsi. bahasa 39 . Contoh 1: Retorika sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. Janji yang telah dinyatakan pada kalimat awal atau bagian awal paragraf dipenuhi penulis dalam bentuk kalimat-kalimat yang menunjang janji tersebut. 1988:7). Keadaan seperti ini sebenarnya merupakan hal yang bisa terjadi dalam setiap disiplin ilmu (syafi’ie. paragraf deduktif berangkat dari generalisasi sebagai pangkal tolak. Semua yang berada disekitar manusia. Bisaanya. tidak ada perkembangan yang berarti. Paragraf jenis ini disebut juga dengan paragraf dadakan (suspense paragraf). misalnya peristiwa-peristiwa. Berikut ini dikemukakan contoh paragraf yang diorganisasikan dengan pola deduktif dengan pokok pikiran berada pada kalimat kedua. janji merupakan tesis tulisan. Kalimat kedua. retorika mengalami masa suram.

Tambahan lagi sewaktu menunggu kendaraan umum untuk pergi ke kantor. Contoh 3: Jam meja yang bisaanya berdering puluk 05. pada libur lebaran. Metode yang pertama memanfaatkan logika deduktif. dan yang kedua memanfaatkan logika induktif. sangat penting. adapatkan bus yang kosong. baru melangkah satu dua langkah disambut hujan lebat dicurahkan. Akibatnya. Contoh 4: 40 . aku terlambat bangun. paragraf induksi memaksa pembaca untuk membaca sampai bagian akhir paragraf. sangat praktis. 3.00 untuk membangunkan diriku tadi pagi membisu jarena lupa diputar. yaitu pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelssan dan pengembangan dengan ilustrasi.1 Pengurutan Gagasan yang Logis Dalam penulisn suatu permasalahan. khususnya silogisme. atau sangat bernilai. Tiap-tiap cara dapat dipilih berdasarkan pertimbangan harga. dan keterpercayaan. kendaraan selalu penuh. Pada contoh 2 dan 3 diatas terasa adanya ketegangan.1 Pengembangan dengan Analisis Penalaran Pengembangan dengan analisis penalaran atau penjelasan menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam paragraf bertautan erat tidak saja dengan kalimat topik. pembaca tidak selalu dituntut untuk membaca sampai akhir paragaf.1. Perpautan itu dapat dirinci sebagai berikut.merupakan alat komunikasi yang panjang. malangnya setelah aku tumpangi beberpa menit. Akhirnya. Ternyata sabun mandi pun habis dan lupa membelinya kemarin sore. kadang-kadang penulis berhadapan dengan ide atau tindakan yang amat menarik. mudik. sungguh sial benar hari ini (taringan. Ketika mau sarapan. Cepat-cepat aku pergi ke kamar mandi. Hal ini berbeda dengan paragraf deduksi. padahal mendung hitam mengelantung diangkasa. tetapi juga dengan sesama kalimat penjelasannya. kepraktikan. 1990). ansi belum matanmg. terdapat lima buah cara yang dapat dipilihuntuk meninggalkan kampus. dalam paragaraf deduktif. semua baju kotor sehingga terpaksa memakai baju yang sudah dipakai beberapa hari berturut-turut. 3. bus itu pun mogok dijalan. Ketegangan itu timbul karena pembaca tidak segera mendapat inti tulisan. dikantor pun dapat ocehan dar “boos”. Tidak hanya basah kuyup dan terlambat. 3 Pengembangan Paragraf Ada dua cara pengembangan paragaraf. 1987 dengan modifikasi). Turun dari kendaraan. keamanan atau kebahayaan. Dengan kata lain. Dalam contoh 4. Mau berpakaian. efektif. Inti tulisan tersebut baru di dapatsetelah pembaca sampai pada bagian akhir paragraf. kemenarikan. Seorang penulis dapat menawarkan ssalah satu cara dengan mengemukakan tingkat urutannya berdasarkan salah satu atau keseluruhan factor tersebut. dan efesien (soedjito dan hasan. sangat berguna. kecepatan.

Kapal terbang memang cepat.3 Pemrosesan Pengembangan dengan pemrosesan dilakukan untuk menjelaskan suatu atau melakukan sesuatu. harga carter mobil dapat berlipat tiga hingga empat kali harga pada hari bisaa. Ibu tidak harus selalu merana karena setiap tahun melahirkan. Bapak tidak pula terlalu pusing untuk memikirkan usaha untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Contoh 6 : Novel “pop” diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip objektivitas terhadap pembaca missal. (5) 41 . Pengembangan ini bersifat pemerian karena tidak diminta membuktikan. (4) lingkungan atau lapangan kehidupan. Busnya dua minggu sebelum dan sesudah lebaran semua bus cadangan dioperasikan.4 Pendefinisian Pengembangan dengan pendefinisian dilakukan jika penulis bermaksud menjelskan kata atau frase.1. Lebih baik lagi jika mendapatkan bus cepat atau bus patas. tetapi bandaranya jauh dari kampus.1. 3. Di samping itu harga tiket relative murah. Namun. lebih-lebih untuk wanita. analisis logis dilakukan denagn menerangkan mengapa suatu hal terjadi. Kedua bus ini tidak berhenti di kota-kota kecil (Tibbets. 3. (3) semua manusia yang ada dimuka bumi. penulis berusaha menciptakan dan mempengaruhi pembaca itu dari tema. Lebih dari itu. Contoh 5: Keluarga berencana berusaha menjamin kebahagian hidup berkeluarga. tanpaknya lebih baik daripada neik kereta api terutama jika ada teman yang satu tujuan. gaya.Kepada para mahasiswa yang belum pernah berjuang dalam desakan arus mudik lebaran. Polt ini berusaha meneggelamkan kesadaran individual membaca dan menyeretnya kedalam konflik yang diciptakan (Ahmadi. Kata “dunia” mengandung banyak makna (1) bumi dengan segala yang terdapat padanya. Transportasi yang paling terpercaya bagi mahasiswa adalah bus. Membonceng truk kurang dibenarkan disamping juga berbahaya (tidak cukup terpercaya). Pada pengembangan ini menJawab oleh pertanyaan “bagaimana” dan bukan “mengapa”.2 Penghubungan Sebab Akibat Dalam pengembangan paragaraf dengan penghubungan sebab-akibat. 1990:88 dengan modifikasi) 3.1993).1. Penulis berusaha mencari kecenderungan terbesar dari selera pembaca. Transportasi yang terpercaya adalah kereta api. belum tentu bisa lengsung menuju kota tujuan di samping bisa jadi harga tiket terjangkau. sedangkan sebab-akibatnya ditunjukkan oleh kalimat penjelasnya. Kecepatannya pun tidak diragukan. saya ssampaikan cara terbaik untuk dapat meninggalkan kampus menjelang hari raya. (2) alam kehidupan. Bahkan. Penekanan yang paling penting dalam novel pop adalah pada plot ceritanya yang memikat dan memaksa. Yang dilakukan pada pengembangan dengan definisi ini lebih berfokus daripada yang dilakukan oleh penulis kamus. 1991:227 dengan modifikasi) Contoh diatas mengacu pada gradasi berdasarkan keterpercayaan. Hasil ditunjukkan oleh kalimat utama. Anak pun tidak terlantar hidupnya (Ardiana. Pulangdenagn mencarter mobil. dan latarnya. tetapi trasportasi ini sering terlambat hingga berjam-jam.

proklamasi. disrtai. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak menonjol-nonjolkan diri. 3. dan d) contoh sebagai ilustrasi Contoh 7 : Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. tidak ingin disanjung dan dijunjung. membela nusa. tidak meminta pengakuan dari orang lain. dan terbatas. Pengantar pokok bahasa 2. dan tanpa pamrih (Ardiana. adator. dan sebagainya merupakan kata serapan yang sudah mewarga. berjuang untuk kepentingan umum. Dan kalimat makna tersebut hendaklah dibatasi makna yang menjadi focus pembahasan. Pahlawan tidak menuntut balas jasa. Ada yang benar-benar telah menjadi warga bahasa Indonesia (Ardiana.2 Pembandingan dan Penetangan Pembandingan berarti menunjukkan persamaan. pasar. 1993 dengan modifikasi) 3. meja. proses. dan Negara. badan. Berbeda halnya dengan kata-kata seperti: akhlak. tetapi ada pula yang masih baru. b) penetuan ciri khas konsep. agar pembahasan terarah. Mereka berbuat atas dasar idealisme. Penulisan definisi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) konsep tidak boleh dibatasi oleh konsep itu sendiri. Untuk membadingkan A dan B dapat digunakan variasi ketiga metode tersebut: Metode Teknik Pembandingan Blok 1. maaf.2. persamaan-perbedaan. cita-cita luhur. melaksanakan kewajiban dengan baik.2 Pengembangan dengan Ilustrasi Metode pengembangan dengan ilustrasi memanfaatkan induksi (yang khusus menuju ke yang simpulan). 1998). penulis perlu memperhatikan empat langkah: a) klasifikasi konsep. Gunanya agar kalimat topik telah menarik dan lebih meyakinkan dengan menjajakan contoh kongrit. Membahasa A (transisi) 3. Contoh 8: Kata-kata seperti: saya. Agar definisi itu jelas. kursi. Pahlawan itu berjuang dengan ikhlas. rela berkorban. Mereka berbuat baik. Percontohan merupakan variasi dari pengembangan dengan rincian. (b) unsur pentingnya tidak boleh ditinggalkan. 1993). bendera. sistematis. dan bagianperbagian. Membahasa B 42 .2.segala yang bersifat kebenaran (KBBI.1 Pencontohan Dalam pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan. suksus. sedangkan sedangkan mempertentangkan adalah menunjukkan perbedaan. kemudian disebutkan rincian-rinciannya berupa contoh-contoh konkret. dan sebaginya merupakan kata-kata yang masih terasa serapan asingnya. Metode ini dirinci sebagai berikut. Ada tiga metode untuk mengolah perbandingan dan pertentangan yaitu blok. 3. c) pemberian definisi terbatas tentang istilah khasus. bangsa. Memang kata serapan dari bahasa daerah dan bahasa asing ada yang telah lama diserap. Baik yang lama maupun yang masih baru. tidak ingin dihargai.

Dalam menyangkut diri pribadi saya. 3. Satu setengah tahun berikutnya ia lulus ujian Negara PGA 4 tahun yang hamper saja tidak diikutinya karena sudah cukup dengan ijazah MTs. Alan belum pernah menikah. Paman Arthur dan Alan. keduanya dating kewisuda saya naik pick up. 4. keduanya melarang saya. Dia sangat membenci kebisaaan Arthur. namun hanya mereka yng aku miliki dan dalam banyak hal mereka yang kuperlukan. tetapi istrinya kabur. Sebagai dua orang yang bersaudara. Dialah yang pertama kalimengajariku minum. 3. Begitu tahu mereka kalau saya kerja sambilan di bioskop[ local. Denganterpaksa saya diasuh oleh kedua paman saya. Keduanya berpendapat bahwa tempat wanita adalah dirumah. Dia tidak hanya minum. Alan memakai stelan jas terbaiknya. 4. kata orang dia amat benci kepada wanita. Sebaliknya. 2. Usia keduanya masih hamper berkepala empat. mereka amat bersebrangan. Alan tidak minum tetapi Arthur seorang alkoholik. Demikianlah kedua paman saya itu. meski mereka banyak berbeda. 1.Persamaan – perbedaan Bagian per bagian 4. satu-satunya yang dimiliki dan sudah ketinggalan zaman sejak dua puluh tahun lalu. Ketika saya lulus SMA tahun lalu. terutama tanpak dalam caranya memperlakukan saya. Padahal. tetapi dia tidak pernah berhasil menyerang Arthur yang gampang memikatnya itu. 2. Dulu Arthur pernah menikah. Arthur mendorong saya agar berpacaran sebab dia ingin saya tidak kehilangan masa muda saya.3 Pengisahan Pengembangan dengan pengisahan dilaksanakan untuk meyakinkan pembaca pada eksposisi atau persuasi. Contoh 10: Pada tahun 1977 ia lulus ujian Negara MTs. Yang enonjol pada paragraf pengisahan tokoh dan alur. 3. 1. ibu saya meninggal. Ketika berumur sepuluh tahun. Benar-benar keluarga yang aneh. sedangkan Arthur bersikap lebih lunak dengan mendatagi manajer bioskop dan mengertaknya karena memperkerjakan wanita dibawah umur. Alan sangat protektif terhadap diri saya menyangkut teman pria dan kencan. Alan langsung memaksa saya berhenti. tetapi dia juga suka melihat orang minum. Bagi alan setiap tetes yang memabukkan adalah syetan.2. rangakain peristiwa yang bertautan. Arthur berdandan seperti raja dan dia harus dipapah keluar ruang wisuda karena terlalu mabuk. dngan ijazah PGA 4 tahun ia 43 . simpulan Pengantar pokok bahasan membahasa persamaan A dan B Membahasa perbedaan A dan B Simpulan Pengantar pokok bahasan Membahasa butir 1 dari A dan B Membahasa butir 2 dari A dan B simpulan Contoh 9: Bagaimana menjadi gadis yang diasuh oleh dua orang tua yang masih bujangan?. kedua paman saya iu sangat memperhatikan saya. mereka memiliki persamaan dan perbedaan kepribadian. Cermati dan temukan menggunakan metode manakah pertentangan dan perbandingan pada contoh tyersebut.

pengembangan dengan pemeriaan dimaksudkan untuk meyakinkan pada tulisan eksposisi atau persuasi.bilik dalam pun tiba-tiba menjadi seperti dalam ruangan pertemuan. Contoh 11: ( E. seolah pembaca melihat. ia baru saja benar-benar berminat melanjutkan studi ketika hamper tamat PGAN Kudus dan pada tahun 1981 memang diterima dijenjang D3 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya.4 Pemeriaan Bagaimana pengembangan dengan pengisahan. ia dan teman-temanya secaraa klasifikasi ditransfer kejenjang S1 sapai lulus pada tahun 1985. 1998 dengan modifikasi). Meja siapakah ini? Siapa pulaorang-orang ada disekelilingku? Andai ini suatu sidang. 1994:56) 44 . Saya yakin tadi selesai membaca. merasa. meraba. megapa semua terdiam? Ini sangat aneh (Marahimin. lampu kamar telah saya matikan. atau membau objek yang diperiksa.2.dapat melanjutkan ke PGAN Kudus langsung kelas dua pada tahun 1979 dan lulus tahun 1981. Yono Hudiyono :2001) Sejauh saya tertegun. 3. Tetapi. Hal pentingdari pengembangan dengan pemerian adalah adanya kesan indra yang diperoleh pembaca. Belasan meja berlapis formika putih diatur membentuk huruf U yang kaku. mengapa kini mendadak benderang? Heran. Pada tahun berikutnya. (Asrori.

misal:cukup ada bagian yang berfungsi sebagai judul. Yang termasuk dalam kelompok ini ialah tesis. Sebab itu. karya ilmiah dapat dikelompokkan menjadi dua. ada bagian—bagian yang harus ada dan bisaanya dieksplisitkan dengan kata yang sama. dan penuup (bagian-bagian ini tidak harus dieksplisitkan dengan kata 45 .BAB VI KARYA TULIS ILMIAH 1 Penulisan karya Ilmiah 1. 1. yaitu karya ilmiah resmi dan karya ilmiah subresmi. kata pengantar. Karya ilmiah resmi ialah karya ilmiah yang model penulisannya dan urut-urutannya sudah ditentukan dengan secaraa lengkap. khususnya dari segi kebisaaan. dan lain-lain. analisis. skripsi. suatu karya dapat disebut ilmiah apabila karya itu telah menuhi syarat (hukum) ilmu pengetahuan.1 Pengantar Sudah banyak buku yang membicarakan karya tulis ilmiah. daftar isi (untuk karangan yang lebih dari sepuluh halaman). Adapun karya ilmiah subresmi ialah karya ilimiah yang model penulisannya tidak ditentukan secaraa lengkap. disertasi.3 Model Penulisan Karya Ilmiah Dari sisi segi penulisan. masih banyak diantara mereka yang masih mencaricari model dan teknik penulisan terbaru. Oleh karena itu. yang dapat dipertanggung Jawabkan latar belakang serta kebenarannya. 1985:8-9). tujuan penelitian. pendahuluan. laporan penelitian. Landasan teori ( dapat juga dengan kata lain yang berfungsi sama). Selain itu. bagian ini berusaha mengupas model dan teknik penulisan karya ilmiah dengan pengkhususan landas tumpu pada masalah kebahasaan. sampai saat ini masih banyak mahasiswa yang “kurang tanggap” dan “binggung” dalam hal penulisan karya ilmiah. metodologi penelitian.2 Pengertian Karya Ilmiah Karya ilimiah adalah karya berdasarkan ilmu pengetahuan yang berdasarkan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Brotowijoyo. pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. rumusan masalah. daftar pustaka dan lampiran. missal: judul. 1. Jadi. Akan tetapi. isi. dan seterusnya.

tetapi dapat juga dengan katakata lain yang berfungsi sama). Oleh sebab itu. Tujuan dan Tesis Sebelum seseorang menulis karya ilmiah. 1. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah makalah. Tesis adalah tema yang terbetuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapi melalui topik yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat (Keraf. Walaupun demikian.1980:117). Di samping itu. Suatu topik adakalanya diangkat menjadi judul. 1980:117). dalam kelompok ini termasuk juga kelompok karya ilmiah popular. isi. dia harus tahu topik apa yang akan ditulisnya. dan tesis (Keraf. Jadi. sedangkan tema lingkupnya lebih luas daripada topik dan bisaanya lebih abstrak.1 Judul 46 . Tema.5. lebih luwes. dan sebagainya. Tema “Pengajaran Bahasa” misalnya. dapat juga ditambahkan daftar pustaka dan lampiran. yaitu judul. Tesis dapat berbentuk kalimat tunggal atau kalimat majemuk tidak disarankan adanya tesis yang berbentuk kalimat majemuk setara karena kalimat majemuk setara menunjukkan adanya gagasan sentral. Judul.5 Teknik Penulisan Karya Ilmiah Teknik penulisan karya ilmiah subresmi tidak begitu rumit. penjelasn mengenai teknik penulisan berikut ini akan banyak berkisar teknik penulisan ilmiah resmi. Contoh topik tujuan. dapat dibagi menjadi beberapa topik seperti (1) Pengajaran Bahasa Indonesia di SD. 1. 1. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing bagian dalam karaya ilmiah. fungsi sebuat tesis dalam sebuah karya ilmiah sama dengan kalimat topik dalam suatu paragraf. Topik tidak sama dengan tema karena topik merupakan rincian penjabaran tema. dan sebagainya.Selain itu. dan penutup. (2) Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Topik adalah proposisi yang berwujud frase atau kalimat yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan (moelono. 1988:351). suatu topik dapat pula dijabarkan menjadi beberapa judul. (3) Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing. Selanjutnya. artikel. Walaupun demikian.yang sama. penjelasan yang perlu untuk karya ilmiah subresmi juga akan dikemukakan.4 Perumusan Topik. haruslah selalu dinggat bahwa topik tidak sama dengan judul karena judul adalah nama yang diberikan pada suatu tulisan. suatu karya ilmiah pasti mempunyai tujuan. berdasarkan topik” Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” ditentukan tujuan “untuk menunjukkan pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik bagi mahasiswa” Topik tujuan inilah yang akan menunjukkan tesis. Berdasarkan topik “Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi” dapat dibuat judul “ Peran dosen dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”. pendahuluan.”Sikap Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia”. Topik : Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Tujuan : Pentingnya penguasan bahasa Indonesia yang baik bagi masyarakat Tesis : Pengajaran Bahasa Indonesia perlu diberikan di perguruan tinggi karena dengan penguasan yang baik seorang mahasiswa akan dapat memahami literature dn dapat dengan lancar dan teratur mengungkapkan pikirannya baik secaraa lisan maupun tulis.

2 Kata Pengantar Kata pengantar merupakan suatu keterangan yang berfungsi sebagai pengantar suatu karya yang tertera di bagian depan suatu karangan.5. penutup). nama perguruan tinggi.1985). 12 Februari 2000).5 cm. tanggal. (1) Ucapan syukur (kalau ada) (2) Penjelasan mengenai tugas pembuatan (kalau ada) (3) Penjelasan mengenai garis besar isi (4) Ucapan terima ksih kepada pihak-pihak yang telah membantu (5) Sumbang saran an harapan penulis (6) Penyebutan tempat. Catatan: Apabila judul disebut-sebut pada bagian ini secaraa keseluruhan (termasuk kata penngantar. kata penhantar ditulis dari margin atau tepi diturunkan sepertiga teks (Sudjiman dan Sugono. dan tahun penyusunan karya ilmiah ditempatkan pada bagian bawah dengan jarak empat spasi dari baris akhir teks tanpa diakhiri dengan tanda baca apapun (misal : Surabaya. Berikut ini adalah salah satu cara menulis halaman judul. dan tahun penulisan. (Sudjiman dan Sugono. nama jurusan. misal: untuk tugas-tugas di perguruan tinggi. judul ditulis di antara tanda petik dengan menggunakan huruf kecil kata yang bukan kata tugas. dan tahun penyusunan. Sebagai tajuk. nama kota. Pada bagian ini huruf kapital hanya digunakan pada huruf awal kata yang bukan kata tugas. Nama tempat (kota).Judul hendaknya meberikan gambaran yang jelas tentang materi dan ancangan atau ruang lingkup masalah yang akan dibahasa. Bulan.1990:22). (4) Nama penulis termasuk keterangan yang menyertai (misal : nomor registrasi) di tulis di tengah di antara judul dan nama jurusan. 1987. pendahuluan. 1. Pias bawah berjarak lebih kurang 3. hal-hal yang terdapat dalam suatu kata pengantar adalah sebagai berikut. Penulisan nama penulis dan keterangan yang menyertainya tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. model simetris atau model lurus (Kisyani-Laksono. Nama penulis 47 . (5) Pada bagian bawah dengan jarak lebih kurang sama dengan jarak judul dari nama penulis ditulsikan secaraa berurutan kebawah nama program (kalau ada). Secara lengkap. fakultas dan perguruan tinggi. Proyek Penelitian bahasa dan Sastar Indonesia dan Daerah Jawa Timur. nama fakultas. judul dapat ditulis dengan huruf yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan anak judulnya. 1984:4) Selain itu judul harus sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi esensinya. (1) Judul dan anak judul (kalau ada) ditulis dapat baris atas dengan jarak tepi kertas (pias atas) lebih kurang 3 cm. (3) Dalam bentuk ketik. dan judul harus relevan dengan isi yang dikarangnya. (2) Judul dan anak judul ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak diakhiri dengan tanda baca (kecuali dalam karya ilmiah popular) Apabila menggunakan huruf cetak. tanggal. Nama penulis dan keterangan yang menyertai ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal kata-kata yang bukan kata tugas. serta penyebutan nama atau identitas penulis Kata pengantar sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital. Tempat penulisan kata pengantar sebaiknya disesuaikan dengan model yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu. bulan. harus dibuat provoktif sehingga dapat metrangsang keingintahuan pembaca. anak judul dipisahkan dari judul dengan tanda titik dua.

1. 1)……………… 2)……………… a)……………… b)……………… (1)……………. (a)……………. b……………….I. BAB A. Sistem yang dipakai bisa sistem huruf dan angka sistem digit dengan model lurus atau medel lekuk. a……………….I……………………. 48 .I. Oleh karena itu.3 Daftar Isi Daftar isi berguna untuk memudahkan pencarian hal-hal yang dikehendaki oleh pembaca. I. derajat penomoran hendaknya dibatasi sampai empat angka setelah itu dapat meminjam model dari sistem huruf dan angka ( peminjaman dimulai dari a) Contoh: (a) Sistem Huruf dan Angka Model Lurus I.I………………… Model Lekuk I.I. Sub Bab 1………………. 1)……………. a)…………… b)…………… (1)…………. SubBab 1………………. (b) Sistem Digit Model Lurus I.I Sub Bab I. 2……………….I. 2)……………. Daftar isi baru diperlukan apabila suatu karya ilmiah sudah lebih dari sepuluh halaman (Sujdiman dan Sugono.BAB A. (2)…………….I…………………… Atau BAB I………… I. b………………..I.5. a………………. nomor halaman dalam daftar isi harus sesuai dengan nomor halaman dalam naskah.I……………………… BAB I……………...I.I………………… I. (a)………… (b)………… Model Lekuk I.dapat ditempatkan di bawah nama tempat dengan nama tempat jarak dua spasi dan tanpa diakhiri tanda baca apapun. I.I Sub Bab I..I Sub Bab I. (b)…………….I.I Sub Bab I. Penempatan nama penulis dibawah nama tempat dianggap menguntungkan karena terlihat jelas dan sesuai dengan kebisaaan penulisan di Indonesia (bandingkan dengan bentuk surat resmi Indonesia baru).I. 1986:4) Susunan derajat penomoran dalam daftar isi dapat bervariasi.I……………….BAB I. BAB I. 2………………. Apabila yang digunakan sistem digit.. (2)…………..

Yang perlu diperhatikan dalam hal ini (apabila lebih dari satu bab) adalah kesamaan bobot dari masing-masing bab dan berkaitan antarbab. Simpulan bukan suatu rangkuman atau ikhtisar. Demikiana pada bagian sumber data metode dan teknik dapat juga dipisah dalam bab tersendiri setelah teori/landasan teori. Oleh sebab itu. Tidak setiap karya ilmiah harus mempunya pendahuluan yang lengkap seperti itu. maka saran dapat disampaikan pada bagian ini (setelah simpulan). sumber data. dan lain-lain) dan dapat juga langsung menyatu dengan karangan atau dituliskan pada awal karangan seperti pada karya ilmiah subresmi (missal: artikel.6 Penutup Bagian penutup/penutupan (sejajar dengan pe-an dalam “pendahuluan”) berisi simpulan dan saran. ruang lingkup. tergantung Dario keluassan masalah yang dibahasa.5. tujuan pembahasan. serta matematika penyajian (Sujdiman dan Sugono.I…………………… I. jurnal.4 Pendahuluan Pendahuluan berfungsi untuk mengantarkan pembaca ke dalam pembahasan suatu masalah. bagan. dan lain-lain) Suatu pendahuluan yang lengkap dalam kata ilmiah resmi akan menyajikan latar belakang dan masalah. 1. Bagian ini bisa terdiri atas satu bab tetapi juga lebih dari satu bab. teori atau pendapat yang dipakai. pendahuluan ini dapat berdiri sendiri sebagai satu bab seperti pada kerya ilmiah resmi (misal: dalam buku ilmiah.I. bagian-bagian dalam pendahuluan itu pun tidak harus terpisah secaraa eksplisit tetapi dapat juga disatukan dalam satu uraian yang berjudul pendahuluan (misal buku ilmiah). 1.Saran yang disampaikan adalah saran 49 . serta simpul pembahasan/interpretasi. 1. Simpulan merupakan Jawaban permasalahan yang dikemukakan dalam pendahuluan (bagian rumusan masalah). Seperti halnya dengan bagian lain. bagian teori atau landasan teori dapat juga dipisah tersendiri dalam bab berikunya setelah bab pendahuluan. Sebagai tajuk pendahuluan diatas dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sertiga teks dan margin atas. Secaraa garis besar bagian isi mengungkapkan uraian masalah. metode dn teknik. Pendahuluan dapat juga langsung menyatu dengankarya ilmiah (misal : artikel.lisannya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model penuh atau simetris). Letak penu. simpulan merupakan suatu “pendapatan” dari olahan bagian isi.5. amkalah). skripsi. analisis dan interpretasi. ilustrasi atau contoh-contoh konkret. Simpulan pada bagian penutup merupakan suatu hasil keseluruhan dari suatu karya ilmiah (bandingkan dengan simpulan yang terdapat pada bagian isi). Apabila penulis merasa perlu mengemukakan saran.I.5.5 Isi Bagian ini berisi inti karya ilmiah yang menguraikan masalah pokok yang dibahasa.I.I……………………… Daftar isi sebagi tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atau (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas). tabel. dan gambar (jika ada). Tajuk yang terdapat pada bagian ini ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepetiga teks dari margin atas (lebih kurang sepuluh cm dari tepi kertas atas). Akan tetapi. Dalam beberapa karya ilmiah subresmi. 1986:4).I.I.

sudah mulai ditinggalkan orang. Kutipan ditulis tanpa tanda menjorok kedalam lima ketukan dari margin kiri (seperti paragraf) dengan jarak antarbaris satu spasi. 1984:414). Contoh: Jadi. bisa juga ditulis dengan bahasa dan gaya pengitupan sendiri tanpa mengurangi maksud teks aslinya. sudah mulai ditinggalkan orang.op. argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mepengaruhi sikap dan pendapat orang lain.yang berhubungan dengan pembahasan masalah dalam karya itu. suatu artikel dapat mencantumkan catatan pustaka.5. sehingga ia menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak. agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara.cit. juga dimaksudkan sebagai pertanggungJawaban moral penulisan dalam hubungannya dengan kelaziman dalam karya ilmiah. kita harus mengunakan tanda pisah. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya (Depdikbud. artikel. Oleh sebab itu.7 Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar buku. Penampilan kutipan. sebab sering menyulitkan bembaca. adalah pernyataan atau keterangan yang diambil dari buku bacaan. berikut ini akan disajikan hal-hal yang erat kaitannya dengan daftar pustaka. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta sedemikian rupa.” Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih. makalah. ditempatkan langsung dalam teks diantara tanda petik dengan baris sama dengan baris dalam teks. Bagian penutup sebagai tajuk ditulis dengan huruf kapital dan ditempatkan pada baris yang berjarak sepertiga teks dari margin atas. dan loc. Kutipan atau catatan pustaka. 1. yaitu teknik pengutipan atau catatan pustaka dan catatan kaki.cit. bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca.” Dalam pengetikan. Contoh: Menurut Keraf (1982:3). Kutipan bisa ditulis sama persis dengan teks aslinya. Teknik pengutipan seperti diatas. ditempatkan tersendiri dibawah garis yang mendahuluinya. Penggunaan singkatan ibid. Dewasa ini baik kutipan langsung maupun kutipan tak lansung. sebelum membahasa daftar pustaka secaraa rinci. Akan tetapi. Dalam karya ilmiah resmi. kemudian daftar pustaka. sumber informasi yang terdapat dalam catatan pustaka harus terdapat dalam daftar pustaka. Daftar pustaka dapat dipakai sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis. 50 . baik saran untuk waktu itu atau untuk waktu yang akan datang. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris. dan lain-lain yang dipergunakan sebagai acauan dalam suatu karya ilmiah. Kutipan ini dimaksudkan untuk menunjang atau memperkuat ide-ide yang dikemukakan dalam suatu karya ilmiah. (a) Teknik pengutipan Kutipan atau dalam karya ilmiah lazim disebut sebagai catatan pustaka. majalah. ditempatkan didalam teks dengan jarak baris sama dengan baris yang lain.

Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan antar arsitektur dengan arsitek. kedua nama akhir nama dicantumkan dengan urutan yang terdapat dalam buku sumber dan dihubungkan dengan kata dan. tampilkan kutipan. Contoh: Selanjutnya Eman dan Fauzi (1970:18) mengatakan bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. kemudian tulislah nama akhir pengarang. Oleh sebab itu. (1) Jika nama pengarang dituliskan sebelum kutipan. Berikut akan dipaparkan teknik pengutipan dalam urutan karya ilmiah. masalah ketenagakerjaan menjadi masalah yang serius pula. berikutnya cantumkan tahun terbit. baris kutipan ditampilakan baik langsung maupun tidak langsung.Catatan: Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing. kemudian sebutkan nama akhir pengarang. dan nomor halam dalam kurung. (4) Jika pengarang lebih dari dua orang. tahun penerbit. Keraf (1989:133) menyatakan bahwa hubungan logis dari pokok-pokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh atas. dengan ketentuan yang dicantumkan adalah nama akhir pengarang perma diikuti dengan nama singkatan dkk. sedangkan arsitek adalah orang yang 51 . atau Pilihan lain sebagi berikut dalam bagian ini dikemukana bahwa tenaga mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. (3) Jika ada dua nama pengarang. dan diakhiri dengan tanda titik. masalah ketenagkerjaan menjadi masalah yang serius pula (Eman dan fauzi. dan nomor halaman. Buatlah dulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan. tanda koma. diperlihatkan dengan identitas tertentu. tahun terbit. 1970:18). berupa penempatan pokokpokok itu sejajar secaraa vertical (keraf. Sularko dkk (1982:10) mengatakan arsitektur adalah perpaduan antara ilmu dan seni. semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring. Oleh karena itu. (2) Jika nama pengarang dicantumkan setelah kutipan. diikuti tanda koma. titk dua dan nomor halaman di dalam kurung. ketentuannya sebagai berikut. titik dua. Contoh: Dalam hal ini. cara penulisan seperti butir 3.1989:155). Contoh: Dalam hal ini dinyatakan bahwa hubungan logis dari pokokpokok yang tercakup dalam kerangka karangan seperti tanpak pada contoh diatas. berupa penempatan pokok-pokok itu sejajar secaraa vertical. diperlhatkan dengan identitas tertentu. titk dua. ketentuannya sebagai berikut: Buatlah dahulu pengantar kalimat yang sesuai dengan keperluan.

seperti dikatakan oleh Subandi (1970:40) bahwa amoniak dikirim secara kontinu untuk memenuhi keperluan PT Petro Kimia Gresik dan dieksport ke Filipina. Thailand. (8) Jika pustaka acuan tidak mempunyai tahun terbit. (5) Jika sebuah kutipan diambil dari satu buku acuan karena isinya kurang lebih sama. Contoh: Wawancara menjadi efektif jika tujuan dari pewawancara adalah untuk memberi informasi. Korea Selatan. 1986:54). Contoh: Buku acuan (Taringan.menciptakan ruang sehingga melhirkan bentuk-bentuk srsitektur yang beraneka ragam. maka kedua acuan itu dibedakan dengan meletakkan huruf kecil (sesuai dengan urutan abjad pada daftar pustaka) dibelakang tahun terbit Contoh: Judul buku Argumentasi dan Narasi Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf. atau bimbingan yang praktis (Bonar. 1984:6. Wawan. maka tampilan kutipannya sebagi berikut. yang tidak ada relevansinya dengan pembicaraan dalam paragraf tersebut.1984:32) berbunyi: 52 . hanya saja tahun dan nomor halaman buku asli tidak usah dituliskan. maka pada bagian tahun dituliskan Tanpa Tahun. 1985:17. klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia (7) Jika suatu kutipan diintegrasikan kedalam paragraf sebuah teks. maka harus diusahakan agar koherensi paragraf tetap utuh dan tidak terkesan bahwa kutipan itu muncul secaraa tiba-tiba. Gani. hiburan. dan Jepang. diperlukan unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali. cara penulisannya sama seperti cara-cara diatas. Judul Buku: Eksposisi dan Deskripsi Menurut Keraf (1985b:34). Tanpa Tahun:48) (9) Jika pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain. Perhatikan contoh berikut! Contoh: Amoniak selain digunakan sebagai bahan pembuatan urea juga merupakan komoditas dalam negeri dan komoditas ekspor. 1985a:80). Contoh: Untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan estetis. (6) Jika lebih dari satu acuan yang diterbitkan dalam tahun yang sama oleh seorang pengarang.

Sedangkan jarak antara dua nomor catatan kaki adalah dua spasi. Apabila pendapat itu diacu. Contoh: Buku acuan (Sumantri. cantumkanlah of atau conf.Untuk karya ilimiah yang terdiri atas bebrapa bab. Maksud pembuatan catatan kaki yang berdiri sendiri dan tidak dimasukkan kedalam uraian. sasaran. Isi catatan kaki ditulis turun setengah spasi dari catatan kaki dan dituliskan dengan jarak antarbaris satu spasi. 1984:32) (10)Apabila penulis menambah pendapat. nomor catatan kaki diurutkan dalam 53 . cara penulisannya: Burmeister (Taringan. atau mengurangi pendapat pada bagian acuan. cara menyampaikan. catatan kaki bisaanya hanya digunakan untuk menerangkan apa dan siapakah penulis. Atau Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermafaat. dan sebagainya. supaya perhatian pembaca tidak beralih dari pokok pembahasan. Dalam artikel.1878:296). Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya. Catatan kaki dipisahkan dari teks dengan garis sepanjang empat belas ketukan dari margin kiri. keamanan isi.Kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Burmeister. atau penulis meminta pembaca untuk membandingkan lebih dari satu acuan. Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan pendapat orang lain maupun dari sendiri. sedangkan kutipan yang sama persis seperti aslinya disebut sebagai kutipan langsung. Oleh karena itu maka sang guru harus mengajarkan ketrampilan kepada anak didiknya (Burmeister dalam Tarigan. Sumantri. wujud. 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. sifat. Catatan kaki yang ditempatkan dibagian bawah halaman perlu diperhitungkan tempatnya supaya tidak melampaui margin bawah. b. dan urgensi penyelesaiannya (ef. maksud dan tujuan. Menjadi Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim. 1978:14). 1978:14) berbunyi Jenis surat dapat dilihat dari segi isi. Penempatan catatan kaki pada umumnya terletak pada bagaian bawah. urgensi penyelesaiannya. sifat. maksud dan tujuan.Garis pemisah ini berjarak dua spasi dari baris terakhir teks dan dua spasi dari nomor catatan kaki yang pertama. biarpun ada juga catatan kaki yang ditempatkan pada akhir tulisan. (Confer berarti’bandingkan) sebelum nama akhir pengarang. wujud. pengirim. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung. mengurangi pendapat. Catatan Kaki Catatan kaki berfungsi memberikan keterangan tambahan yang bersifat umum atau yang berasal dari sumber lisan.

5. Azab dan Sengsara. buku. jurnal. Daftar pustaka diletakkan pada halaman tersendiri sesudah bab simpulan. antologi. dan sekalipun untuk mengukur kedalaman pembahasan masalah karya ilmiah tersebut.setiap bab. Letaknya disesuaikan dengan model penulisan yang digunakan (model lurus atau model simetris).”Tanda titk yang digunakan di antara nama penulis. Misalnya: Siregar. (1) Nama pengarang (a) Nama pengarang ditulis lengkap tetapi tanpa gelar kesarjanaan (b) Penulisan nama pengarang yang terdiri atas dua kata atau lebih. Ada beberapa penulisan daftar pustaka. diklat. diikuti tanda koma. disertasi. Nomor catatan kaki dalam teks diletakkan langsung di belakang huruf terakhir dari pernyataan yang diberi catatn dengan menaikkan setengah spasi (Sudjiman dan Sugono. dimulai dengan nama akhir. (2) tahun terbit. dan lain-lain. 1. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan yang digunakan sebagai acuan. 1920. makalah. Contoh penulisan daftar pustaka ini terdapat dalam petunjuk penggunaan tanda titk butir ke-5 yang berbunyi. Contoh: Ani merupakan anak semata wayang sehingga dia sangat dimanja oleh orang tuanya. Merari. tanpa diberi tanda urut. Pencantuman daftar pustaka dimaksudkan untuk mengetahui sumber acuan yang dijadikan landasan berpijak oleh penulis karya ilmiah. termasuk di dalamnya artikel (majalah atau surat kabar). asal taat asas. dan tempat terbit dalam daftar pustaka”. tesis. 1986:17). Sultan Takdir 54 . dan (5) nama penerbit. (4) kota tempat terbit. Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca apapun.8 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam suatu karya ilmiah. Apabila berganti bab. Waltervreden: Balai Pustaka (Pedoman Umum EYD dalam Moeltiono. kemudian nama pertamanya. Nama Tionghoa urutannya tidak perlu dibalik kerena unsur nama pertamanya Tionghua merupakan nama keluarga. penomoran dimulai dari nomor satu lagi. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama pengarang atau lembaga penerbitan. skripsi. 1988:1036) Urutan penulisan unsur-unsur pustaka acuan dalam daftar pustaka adalah (1) nama pengarang. judul penulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru. Semua cara sebetulnya baik. (3) judul pustaka acuan. dan diketik dengan jarak dua spasi antarbaris. Contoh: Sultan Takdir Alisyahbana menjadi Alisyahbana. Cara penulisan yang akan diungkap di sini adalah cara penulisan daftar pustaka yang terdapat dalam EYD edisi ke-2.

nama pengarang dituliskan sekali pada buku yang diterbitkan paling awal (diurutkan berdasarkan tahun penerbit). (b) Judul buku dituliskan dengan cetak miring atau dengan garis bawah pada tiap-tiap katanya. Suripan Sadi. 1980.Gorys. __________. (f) Jika beberapa buku yang diacu ditulis oleh seorang pengarang. dan seterusnya. (b) Jika beberapa acuan ditulis seorang pengarang dalam tahun yang sama. Henry Guntur dan Djago Tarigan. Untuk buku selanjutnya diberi garis sepanjang sepuluh ketukan dari margin kiri diakhiri dengan tanda baca titik. __________. diikuti kata dan. P. Sedangkan nama pengarang kedua dituliskan bisaa (urutannya tidak dibalik). Contoh: Hutomo. dituliskan Tanpa. Contoh: Sudjito. 55 . Contoh: Halim. Bistok dkk. Kosakata Bahasa Indonesia Zoetmulder. 1983. Kalangwan:Sastra Jawa Kuno Selayang PAndang. Contoh: Keraf. hanya nama pengarang pertama yag dituliskan (urutan dibalik) diikuti singkatan dkk. hanya nama pengarang pertama yang dibalikkan urutannya. 1980b. Contoh: Sirait. Amran (Ed). (e) Jika pengarang terdiri atas tiga orang atau lebih. 1985. (3) Judul Buku (a) Judul buku dituliskan sesudah tahun terbit diakhiri dengan tanda titik. 1980a. Teknik Mengarang.Liem Swie King tetap Liem Swei King (c) Jika nama yang tercantum dalam nama acuan nama editor. (2) Tahun Terbit (a) Tahun terbit ditempatkan sesudah nama pengarang dan diakhiri dengan tanda titik. 1988. (dan kawankawan). penempatan urutan didasarkan pada urutan abjad judul buku dengan ciri pembeda huruf sesudah tahun terbit. Teknik Sastra Jawa Modern (c) Jika acuan yang digunakan tidak menyebutkan tahun terbit. Contoh: Lubism Mochtar. penulisan nama pengarang ditambah dengan tulisan (Ed). 1981.J. dilanjutkan dengan tahun terbit. 1985. (d) Jika ada dua nama pengarang. Tahun pada kolom tahun terbit. 1978. Sosiologi Sastra Jawa Modern __________________. Judul dengan anak dipisahkan dengan tanda titik dua. Contoh: Tarigan. Tanpa Tahun.

1. Walaupun dapat disajikan dengan berbagi metode dan sistematika penulisan. penataran. dan diakhiri dengan tanda titik. Contoh: Second Edition menjadi Edisi Kedua (4) Tempat Terbit dan Nama Penerbit (a) Tempat terbit dituliskan sesudah judul buku dan keterangan yang menyertainya.”Pisuhan sebagai Cermin Nilai Rasa Jiwa”. (b) Jika lembaga berkedudukan sebagai pengarang dan penerbit. dan daftar pustaka. dan sebagainya. nama lembaga dicantumkan dalam kolom pengarang dan tidak perlu disebut lagi dalam kolom nama penerbit. Pikiran dan gagasan itu akan menjadi makalah setelah dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secaraa logis serta sistematis. Cetakan Keenam. Selain itu. Contoh: Kridalaksana. unsur-unsur keterangannya diIndonesiakan. symposium. skripsi. Diikuti tanda titik dua. Contoh: BP-7 Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. 1988. Harimurti. (d) Keterangan yang menyertai judul (misalnya:jilid. makalah hendaknya ditulis dengan metode dan sistematika yang ajeg. Penuliasan Makalah Makalah merupakan kertas kerja yang dibawakan atau disampaikan pada suatu seminar. panjang makalah bisa mencapai 8 – 12 halaman. Edisi Kedua. Analisis Bahasa. Contoh: Kisyani. 1985. Surabaya 2.1 Judul Makalah Judul makalah hendaknya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup materi yang akan dibahasa. Kita sering menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. Buku Serapan Bahan Penataran P—UUD 1945.edisi. (e) Acuan yang berbahasa asing. laporan penelitian. penutup. Sebuah system memiliki judul. pembuka. Kamus Linguistik. Contoh: Samsuri. 1985. Panjang makalah yang ditulis dalam bentuk esai lebih kurang 2000 kata. isi.1 Sistematika Penulisan Makalah. GBHN. 1988. 2. Jakarta Erlangga.makalah. Jika ditulis pada kertas kuarto dengan jarak dua spasi yang memuat sekitar 250 kata. 2. Hal-hal lain yang dianggap penting disertakan dalam makalah dapat dilampirkan. Makalah yang agak panjang (lebih dari sepuluh halaman) bisaanya dilengkapi dengan daftar isi. dilanjutkan dengan penulisani nama penerbit. dan seterusnya) ditempatkan sesudah judul dan diakhiri dengan tanda titk. atau tesis dituliskan di antara tanda petik ganda. judul harus mampu menarik perhatian 56 .(c) Artikel.

5 Daftar Pustaka Daftar pustaka merupak daftar buku. (3) menjabarkan keterkaitan topik dengan isu penting yang sedang berkembang. Simpulan pada dasarnya merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang dikemukakan dalam bagian pembuka. bunga rampai). dan (5) mengutip secaraa singkat statmen yang relevan dengan topik yang dikembangkan. Simpulan yang dimaksud bukan rangkaian atau ikhtisar isi. (2) analisis dengan interpretasi data.pembaca. Yang diungkapkan dalam simpulan adalah pernyataanpernyataan dalam analisis atau pembahasan yang dilakukan dalam bagian isi.1. (3) ilustarsi atau contoh-contoh. surat kabar. 2. Panjang pendek uraian isi harus disesuaikan dengan kepentingan dan kejelasan masalah yang akan dibahasa. 2. penutup makalah memuat simpulan dan saran (bila ada saran). atau tanggapan terhadap suatu persoalan.(2) menyatakan pendirian yang mantap tentang topik yang dipilih. dan simulan masalah yang dipaparkan. bagan. artikel (dalam majalah. Dalam makalah tidak tertutup adanya data statistic untuk meguji penolakan atau penerimaan hipotesis nol. 2. kejelasan analisis. keterbatasan. 2. Simpulan bisa berupa uraian (esei) atau butir-butir bernomor. dan (4) tabel. atau ensiklopedia yang digunakan sebagai acuan dalam pengumpulan data. gambar (bila ada) Isi makalah bisa bersumber dari penelitian kecil. analisis. Didalamnya termuat uraian-uraian pokok masalah yang dibahasa. Oleh karena itu.2 Bagian Pembuka Bagian pembuka dibuat untuk menghantarkan pembaca ke dalam pembahasan masalah. analisis. Dengan mencermati judul diharapkan pembaca tergoda rasa ingin tahunya terhadap keseluruhan isi makalah.3 Bagian Isi Isi merupakan bagian utama makalah. Uraian isi hendaknya dapat memberikan petunjuk kepada pembaca dalam memahami keseluruhan bahasa secaraa rinci.1. Umumnya judul makalah yang berangkat dari judul yang telah dirumuskan lebih dahulu. Bagian pembuka harus memikat dan memudahkan pembaca dalam memahami pokok-pokok masalah yang hendak dipaparkan dalam masalah. ataupun penyusunan makalah. penyajian isi makalah harus sejalan dengan prosedur kerja secaraa ilmiah dalam sekal kecil.1.1. sebuah makalah bisa ditulis berdasarkan sumber pustaka atau eksperimen laboratories. (4) menyanggah atau membantah asumsi umum. Oleh karenanya. Bagian isi makalah memuat (1) uraian masalah yang dibahasa. Isi makalah bisa juga bisa bersandar dari suatu penilaian. 57 . Bagian isi harus menunjukkan kelngkapan. Dalam bagian pembuka ini penulis makalah harus (1) menjabarkan topik yang akan dikembangkan. Penyusunan daftar pustaka ini sangat memudahkan pembaca yang berniat mengembangkan permasalahan dalam masalah memalui rujukan aslinya.4 Bagian Penutup Sebagaimana karya ilmiah yang lain. Daftar pustaka merupakan prasyarat suatu karya ilmiah (dalam hal ini termasuk makalah yang merupakan bagian dari karya ilmiah).

Wacana yang komunikatif tersaji secaraa logis dan sistematis. Pemakaian kata atau istilah asing atau daerah perlu mendapat perhatian dalam penulisan makalah. Artinya. antarkalimat dengan paragraf.logis. Didalamnya tersaji hasil analisis yang tersimpul dalam generalisasi-generalisasi konkret. Komunikatif. Selanjutnya. Dengan unsur-unsur kalimat. penelitian. Pada hakikatnya. Sejak decade 70-an dan 80-an penulisan skripsi bagi mahasiswa S-1 bersifat manasuka. Penyajian proposisi dilakukan dengan menggunakan bahasa yang lugas. dan logos. Kata/istilah asing atau daerah terpaksa digunakan. perlu dicetak miring atau digaris bawahi perkata. karena belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. istilah Indonesia dituliskan lebih dahulu. Jelas. Artinya.sering karya ilmiah ini dijadikan karya akhir oleh para sarjana S-1 karena setelah itu tidak muncul lagi tulisan-tulisan lain. 3. proposisi-proposisi yang ada didalamnya tidak begitu saja muncul sebagai hasil angan-angan atau lamunan.bernalar. pemakaian kata/ istilah asing atau daerah perlu dihindari bila dalam bahasa Indonesia suadah ada padanannya. yaitu ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Oleh karena itu. Lugas.. maksudnya bahasa yang digunakan tidak menimbulkan tafsiran ganda bentuk dan pilihan kata serta struktur kalimat dalam makalah hanya memungkinkan satu tafsiran. percobaan. pelngkap. sejalan dengan tafsiran penulisnya. Oleh karena itu.semestinya skripsi itu dijadikan tonggak pemacu dan pemicu bagi karyakarya tulis yang kemudian lebih pantas kiranya jika penulisan skripsi itu dianggap sebagai ajang pelatihan dan pemanasan bagi kegiatan menulis berikutnya. objek. cukup istilah Indonesia yang digunakan. Kelogisan itu terlihat dari hubungan antar bagian dalam kalimat. Berbeda dengan karya tulis lain seperti artikel atau makalah yang bersifat bebas. dan antarparagraf dalam wacana. Ejaan yang digunakan dalam penulisan makalah ialah ejaan resmi.mahasiswa boleh memilih apakah penyelesaian studinya diakhiri 58 . dan keterangan ). Artinya. dalam hal ini tentu saja perguruan tinggi. Jika kata/istilah Indonesia masih dianggap asing dan masih perlu penjelasan dengan kata/istilah aslinya. maksudnya bahasa yang digunakan serta jelas memperlihatkan unsurunsur kalimat (subjek. bukan ragam lisan.2. predikat. atau studi wisata dikomunikasikan dengan bahasa.bahasa yang digunaskan dalam skripsi itu sedarhana. kemudian disertakan istilah asing atau daerah yang diapit tanda kurung dan dicetak miring atau garis bawahi perkata. berarti apa yang ditangkap pembaca dari wacana yang tertulis sama dengan maksud penulisnya. Bahasa yang dugunakan dalam makalah merupakan bahasa ragam tulis. dan komunikatif supaya pemabaca secaraa mudah memahami isinya. makalah itu dengan jelas dipahami pembaca. skripsi adalah hasil penelitian atau kajian dalam bidang ilmu tertentu. skripsi cenderung lebih bersifat monumental. Padahal.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah satu jenis karya tulis ilmiah yang melembaga.2 Penggunaan Bahasa dalam Makalah Gagasan atau pemikiran dari suatu masalah.dan ilmiah. Penulisan Skripsi 3. lugas.karya tulis ini berada di bawah naungan sebuah lembaga. Penulisan kata atau istilah dan penggunaan fungtuasi (tanda baca) mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ragam tulis dalam makalah hendaknya jelas.

Dengan melihat halaman judul. (4) nama penulis.2 Halaman Persetujuan Yang dimaksud dengan halaman persetujuan di sini adalah persetujuan dari pembimbing skripsi setelah didahului dengan tahapan perbaikan penulisan oleh penulis. Dari uraian di atas. Tentu saja. judul skripsi.3 Halaman pengesahan 59 . dan tanda tangan dekan.daapt disimpulkan bahwa skripsi adalah akrya tulis ilmiah yang bersifat monumental yanmg merupakan syarat penyelesaian studi program sarjana S-1.dan (5) nama lembaga. kata pengantar.hasil pemilihan ini mengandung konsenkuensi. hasil dan pembahasan . kajian teori.2.buatlah halaman judul dengan sebaik-baiknya agar pembaca bisa membayangkan hal-hal yang baik dari skripsi tersebut. Oleh karena itu. daftar tabel/bagan. dan kehormatan. Setelah disetujui oleh pembimbing. Mereka yang memilih skripsi akan mendapatkan fasilitas yang jauh lebih menguntungkan daripada mereka yang memilih tidak menulis skripsi. dan simpulan dan saran. tanggal persetujuan skripsi. halaman pengesahan. 3.2. lambang yang digunakan disesuaikan dengan departemen atau lembaga yang menaunginya. maka skripsi tersebut berhak dan siap untuk diujikan oleh tim penguji skripsi. halaman persembahan atau motto.dengan penyusutan skripsi atau tidak. Bagian penutup terdiri atas daftar pustaka dan lampiran.2. dan (3) penutup. ditulis secaraa berurut ke bawah dari mulai dari lembaga yang tert inggi sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dangan tahun penyusunan skripsi. 3. Halaman judul memuat hal-hal berikut: (1) judul skripsi. (2) isi. Setelah disetujui oleh pembimbing.1 Halaman Judul Halaman judul adalah lembaran dari halaman jilid depan. Bagian pembuka terdiri atas halaman judul.2 Bagian-Bagian Skripsi Secaraa garis besar dalam skripsi terdapat bagian-bagian: (1) pembuka. daftar isi. sistematika penyajian tidak selalu harus sama urutan nomor diatas pengurutannya cenderung lebih mengikuti gaya selingkuh masing-masing lembaga. ditulis lengkap tetapi tanpa nama gelar. halaman ini merupakan tampilan utama sebuah skripsi yang bisa memberikan sugesti yang membacanya. Secaraa rinci bagian-bagian skripsi diatas dijelaskan sebagai berikut: 3. Bagian isi terdiri atas pendahuluan. yang ditulis dengan huruf capital semua dengan ukuran huruf relative lebih besar dari bagian yang lain (lihat hal tentang penulisan judul). metodologi. (3) logo. didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa skripsi disusun. Halaman persetujuan terdiri atas: nama penulis. Dengan kata lain. pembaca bisa membayangkan keseluruhan isi skripsi. daftar istilah dan singkatan. (2) pernyataan keperluan. 3. pangkat. tanda tangan dekan.

Di dalam kata pengantar. subsubbab. mulai dari judul bab. dan seterusnya. Dalam penyajiannya. TABEL 3”.tabel dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam memahami sebaran data atau proses dan hasil penelitian. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini bukan berarti selesai pula pekerjaan penulisnya.4 Motto/Persembahan Halaman motto bisaanya berupa kata-kata mutiara yang diambil dari Al Qur’an ataupun kata-kata mutiara dari penulis sendiri. kekasih. sesuai dengan keinginan penulis. bisaanya ditutup dengan sebuah harapan. anak. pembaca bisa memperoleh informasi sebanyakbanyaknya dengan waktu yang relatif singkat. Bentuk penulisan pada halaman motto/persembahan tidak ada aturannya. Selain itu. Setiap judul tabel lazim ditulis dengan huruf capital semua. Oleh karena itu. apabila penulis telah melewati fase pengujian dari tim penguji. judul skripsi.2.5 Kata Pengantar Kata pengantar sebenarnya dimaksudkan untuk menyambungkan pemikiran pembaca dengan isi skripsi. nomor registrasi. Daftar isi bisaanya disusun setelah tulisan selesai. Artinya. Setelah itu. orang tua. 3. idealnya kata pengantar berisi perihal berbagai fonemena atau pernyataan yang mengarah pada temuan dalam skripsi. seperti:”Tabel 1. disusul kemudian dengan judul dan fonemena isi. Tabel 3. melainkan dia harus pula berlapang dada menerima kritik dan saran guna penyempurnaan berbagai hal didalamnya. Halaman pengesahan terdiri atas: nama penulis. dan jarang ditulis “TABEL 1. Bagian terakhir. tanda tangan tim penguji. Sedangkan persembahan antara lain diperuntukkan bagi: Tuhan. hal itu dapat menghambat pemahaman pembaca terhadap tabel tersebut. 3. Hal yang sama juga diberlakukan terhadap bagan dan ikhtisar.2. subbab. Tabel 2. Dengan kata lain.2.7 Daftar Tabel / Bagan Tabel digunakan untuk menyajikan data yang banyak dengan tampilan yang sangat padat. barulah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian. saudara. Jika ditulis pada halaman bersambung atau berganti. Jadi. disini adalah halaman yang memuat tanda tangan penguji skripsi. Selain itu yang paling penting adalah penjelasan dan komentar terhadap tabel tersebut.2. dan tanda tangan dekan. tanggal pengesahan skripsi. kecuali tabel. jurusan/fakultas. Ini dimaksudkan untuk menyesuaikan nomor halaman dengan juduljudul yang termuat (perihal penulisan daftar isi lihat perihal pembuatan ragangan penelitian).6 Daftar Isi Halaman daftar isi memuat judul-judul yang terdapat dalam skripsi. istri. Berbagai hambatan dalam proses penyusunan skripsi dan upaya mengatasinya dikemukakan kemudian. 3.Secaraa garis besar yang dimaksud dengan halaman pengesahan. hal pertama yang diungkapkan adalah puji syukur kepada Tuhan. setiap tabel diberi nomor urut. TABEL 2. tabel hendaknya disajikan pada halaman yang tidak bersambung atau berganti halaman. sahabat. 60 . Dengan melihat tabel. “Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Amin!” 3. dan almamater.

antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilnu lainnya. kecuali pada penelitian interdisiplin. Ciawi Ciwidey. di dalamnya tercakkup latar belakang. karena selalu ditulis dengan spasi tunggal. Ruang lingkup masalah mencoba membatasi keluasan masalah penelitian. Tentu saja ini harus didukung dengan fakta dilapangan. Setiap peneliti mesti mempunyai tujuan dengan penelitiannya.2. atau C. 3. apakah tidak akan tertukar dengan caruban. Umumnya. Inilah yang disebut dengan masalah penelitian. penelitian tersebut tidak bertumpang tindih. pilihan pertama yang seekiranya tidak menimbulkan salah tafsir. dari ketiga alternative itu. penelitian tersebut tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Begitu pula dengan penggunaan singkatan. Jika digunakan Crb. Selain itu dikemukakan pula berbagai hasil penelitian terkini yang berhubungan dengan fonemena tersebut (hal ini bisa didapatkan dari jurnal-jurnal ilmiah). Misalnya. antara lain. kemukakanlah alasan mengapa Anda tertarik meneliti masalah itu. metodologi. Di samping itu terdapat pula definisi istilah dan kerangka teori. Tentu saja hal itu harus disesuaikan dengan tenaga. Oleh karena ketidaksadaran atau kelatahan atau mungkin juga kesengajaan karena ingin keren. tujuan dan manfaat penelitian. dan hasil penelitian. Bentuknya paling mudah dikenali. tujuan. masalah. Yang perlu diperhatikan adalah sedaoat-dapatnya penggunaan istilah asing dikurangi apalagi jika padanannya dalam bahasa Indonesia sudah ada.3.8 Daftar Istilah dan Singkatan Daftar istilah dan singkatan penting untuk diperhatikan. Di dalamnya hanya termuat masalah penelitian. dan sebagainya. apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut. ruang lingkup penelitian. dan kemampuan. Jumlah kata yang dipergunakan berkisar antara 500 sampai 750 kata yang disusun dalam bentuk uraian satu paragraf.2. Hanya yang perlu dicatat adalah pergunakan singkatan tersebut secaraa taat asas. dan masalah penelitian. Dalam latar belakang disajikan beberapa fonemena menarik yang berhubungan dengan penelitian. Yang penting. Setelah masalah terdaftar sekian banyak. tujuan ini harus sesuai dengan permasalahan yang telah ditetapkan. Dalam ruang lingkup yang telah dibatasi tersebut munculah banyak masalah. penulis sering menggunakan istilah asing dan singkatan yang tidak dipahami oleh pembaca. Setelah dipilih satu segi yang sesuai dengan minat dan kemampuan. biaya. Masalah apa saja yang terlintas dalam benak peneliti dirumuskan dalam beberapa proposisi. kata cirebon bisa disingkat dengan Cir. Bukan tidak boleh menggunakan singkatan. baru kemudian dikemukakan segi-segi apa yang belum dan perlu diteliti lebih lanjut. Yang jelas. Segi-segi apa saja yang sudah diteliti.10 Pendahuluan Pendahuluan dalam skripsi selalu menjadi bab 1. waktu. 3. Masalah sering dipecah menjadi beberapa bagian.2.9 Abstrak Abstrak adalah rangkuman keseluruhan isi skripsi. tujuan 61 . dipilihlah beberapa masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian. rumusan masalah. dan jika digunakan C apakah tidak akan menimbulkan kesalahanpahaman dengan kepanjangan Ciamis. Crb. Di samping itu.

sayuran. melainkan lebih merupakan hasil telaah peneliti terhadap satu atau beberapa teori yang berhubungan dengan topik penelitiannya. khususnya istilah-istilah yang merupakan kata kunci dalam penelitian. pengambilannya. maksudnya tetap sama. Akan tetapi. Tetapi lebih merupakan penyebutan teori-teori mana yang digunakan sebagai dasar berpijak. dipergunakan sebagai dasar berpijak melakukan kegiatan penelitian yang bersangkutan. kita bisa melihat pola pikir yang digunakan oleh peneliti dalam menyikapi penelitiannya. sesuai dengan masalah penelitian. Hal-hal atau topik-topik yamg perlu ditampilkan dalam kajian teori hendaknya topik-topik yang sesuai dengan judul. kontribusi penelitian ini harus berdampak terhadap perkembangan teoretis dan pemanfaatan praktis. kacang tanah. Yang tidak kalah pentingnya dan harus ada dalam pendahuluan adalah kerangka teori. Kajian teori sangat penting dalam penelitian. Jika kajian teori itu asal ambil atau asal ada. Dari situ. Yang paling penting di sini adalah apapun namanya.2. Sering terjadi. Kajian teori bukanlah kumpulan teori yang dijejer-jejer begitu saja. Jadi. Sebagai contoh. Itulah kira-kira gambaran kajian teori. Untuk membantu pemahaman pembaca terhadap isi skripsi perlu kiranya disajikan beberapa istilah. Alasannya bermacammacam. baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi pelaksaan ilmu. Tujuan umum lebih mengarah pada tujuan ideal sedangkan tujuan khusus cenderung bersifat praktis. Untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan ini lebih baik kita mengkaji sendiri seperti apapun hasilnya. Bagaimana kita bisa meneliti kalau kita tidak mempunyai dasar teori sama sekali. Bahan-bahan itu tidak ditumpuk begitu saja langsung disajikan. kita membutuhkan bahan-bahan seperti: garam. Didalamnya tidak diungkapkan hasil-hasil telah terhadap teori tertentu. yakni kupasan teori yang akan dijadikan dasar dalam penelitian. gula.2. Yang patut didefinisikan hanyalah kata-kata kunci terutama yang ada dalam judul penelitan.yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. bisa menjadi gado-gado yang siap santap. Inilah yang sering menimbulkan polemik dan bisa dikatakan itu suatu bentuk kecurangan ilmiah. Ada juga yang menyebut“landasan teori”. cabai. jika kita akan memasak. akhirnya akan terjadi tumpukan teori dan bukan kajian teori. Hasilnya penelitian hendaknya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.itu terbagi dalam dua macam. 3.11 Kajian Teori Penyebutan “kajian teori” tidak mutlak karena ada yang menyebutnya “kajian pustaka” atau “telah pustaka”. tidak harus semua istilah didefinikan. Orang akan berpikir dua kali untuk menyantapnya. dsb. 3.12 Metodologi 62 . kencur. Kajian teori sebagai dasar dalam penelitian boleh diambil dari satu teori boleh juga dari beberapa teori yang dipadukan secaraa eklektik.teori seseorang atau katakanlah hasil kajian seseorang dikutip begitu saja tanpa mencantumkan sumbernya. jika bahan-bahan itu diolah sedemikian rupa. sangat mustahil rasanya. Banyak contoh yang namanya tercoreng karena perilaku kecurangan ini. Dengan kata lain. dan sesuai pula dengan tujuan penelitian.

melainkan merujuk pada sebuah kondisi penggunaan metode dalam penelitian. 3. dan hal-halyang lebih detil lagi. pembaca akan mengetahui dan bisa memperkirakan cara. atau petunjuk . 3. atau mungkin juga lingkungan.15 Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar-benar diacu atau dipakai sebagai sumber penulisan skripsi. Hal yang terkait dengan bab ini adalah masalah penelitian dan tujuan penelitian. penamaan untuk bab ini berhubungan dengan masalah yang akan ditetapkan akan menjadi tiga bab. petuah. bab pembahasan dibagi lagi kedalam beberapa subbab. Yang harus tercantum dalam skripsi tidak hanya itu. Cara penyajiannya bisa degan uraian dan bisa juga poin-poin atau rincian. yang setiap bagiannya mempunyai teknik dasar dan teknik lanjut yang berbeda. dan jelas. Tentang cara penulisan daftar pustaka. dan kesenangan. Penulis dan pemikir tidak akan berharga. 3. metodologi berarti ilmu tentang metode. ada kutipan tetapi sumbernya tidak dicantumkan. dan (3) gaya selingkung. Oleh karena itu. dalam hal ini tidak diartikan demikian. profesi. (2) pembimbing. dan kesenagan. saran bisa berisi anjuran dan harapan yang berhubungan dengan hasil penelitian yang baru saja dilakukan.13 Hasil dan Pembahasan “ Hasil dan pembahasan” tidak harus menjadi nama dari suatu bab dalam skripsi. Untuk mengatasi hal ini. Yang umum. Selain itu. Cara mana yang harus dilakukan? Ini bergantung paling tidak pada tiga hal.atau juga sebaliknya. dunia keilmuhan akan hancur kerenanya. data yang kurang valid.2. Dalam penulisan skripsi.2. saran tidak boleh ditujukan kepada orang per orang sebagai pribadi tetapi harus tertuju pada lembaga. penulisan. Saran bukanlah perintah. Akan tetapi. padat.Jika dilihat dari asal-usul katanya. teknik. Ada juga yang menuliskan dengan “metode penelitian”. prosedur. Hal ini bisa disebut penipuan ilmiah. Metodologi terbagi atas metode penelitian dan metode kajian. daftar pustaka pun bergantung pada tiga hal. dan hasil penelitian yang dibacanya. yang paling penting adalah harus dicantumkan secaraa eksplisit penggunaan salah satu atau kedua-duanya dari metode tersebut. Dengan demikian. dan ada pula yang hanya menulis “metode”. yakni bab hasil dan bab pembahasan. pendekatan. dan (3) gaya selingkuh. yaitu (1) kemauan. Minat. Yang dimaksud simpulan disini adalah hasil penelitian yang merupakan Jawaban terhadap permasalahan yang telah ditetapkan pada bab pendahuluan. dsb. Ada yang menulis kan “metodologi”. seperti prosedur dan langkah-langkah harus ditulis secaraa jelas. yaitu: (1) kemauan. (2) pembimbing. Isinya singkat. ada yang kurang. Penggunaan strategi. masyarakat. strategi yang ampuh adalah menguasai semua cara penulisan daftar pustaka. Mungkin penelitian tersebut kurang luas. Boleh juga dilakukan hasil dan pembahasan ini dibagi dalam dua bab. minat. Plagiasi akan merajalela. Penulisan untuk “metodologi” bervariasi. Seperti halnya dengan penentuan bab hasil dan pembahasan. jangan sekali-kali mencntumkan nama buku yang diacu sama sekali dan hanya dimaksudkan agar tulisan itu bergengsi.2. lihat tentang penulisan daftar pustaka 63 .14 Simpulan dan Saran Simpulan bukan rangkuman atau ringkasan. Di samping itu ada juga “metode da teknik penelitian”.

BAB VII KETRAMPILAN BERPIDATO/ CERAMAH A. baik pada waktu sekarang atau pada waktuwaktu mendatang. Hitler dengan keahliannya berbicara atau berpidato menyeret bangsa kedalam api peperangan dengan bangsa-bangsa lain serta menimbulkan kesengsaraan yang sekian besarnya kepada umat manusia. Dalam sejarah umat manusia dapat dicatat betapa keampuhan penyajian lisan ini yang dapat mengubah sejarah umat atau sejarah suatu bangsa. lewat pidato radionya.3. ceramah. kesejahteraan berkat melahirkan bicaranya. menguasai massa. dan hasil memasarkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. Seorang tokoh dalam masyarakat. seseorang tokoh atau pemimpin yang tidak bisa berbicar didepan umum akan menjauhkan dirinya sendiri dari masyarakat yang dipimpinnya. seorang pemimpin dalam oraganisasi lebih-lebih lagi seorang sarjana atau ahli harus memiliki pula keahlian untuk menyajiakan pikiran dan gagasan secaraa oral. ia 64 . Dan masih banyak lagi tokohtokoh yang dengan keahliannya bicaranya ia dapat menguasai dunia ini. PENDAHULUAN Peranan pidato.2. penyajian penjelasan kepada suatui kelompok massa merupakan suatu hal yang sangat penting. Tetapi besarnya umat manusia. Tetapi disamping itu dapat pula dicatat pengaruh tokoh-tokoh penting yang sanggup membawa kedamaian. Tidak harus semua berkas tentang skripsi dicantumkan karena ini akan memperbanyak halaman dan berdampak negative terhadap biaya yang harus dikeluarkan.15 Lampiran Hal yang perlu dilampirkan dalam skripsi adalah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung penguatan skripsi. Bung Tomo mampu mempersatukan dan memompa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo. Tetapi sebaliknya keahlian bicara itu dapat pula meneengelamkan umat manusia beserta nilai dan kebudayaan yang sudah diperoleh beratus-ratus lamanya. Mereka yang makin berbicara dengan mudah dapat.untuk memajukan dan mengembangkan suatu tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan lebih luhur. Kita masih ingat bagaimana Bung karno membangkitkan semangat kemerdekaan lewat pidatonya yang berapi-api atau masih segar ingatan kita bagaimana Bung Tomo menggerakkan semangat heroik arek-arek Suroboyo tatkala kota pahlawan itu hancur berkeping –keping akibat serangan tentara Belanda dan sekutunya. Penyajian lisan dapat berguna bagi masyarakat bila kemahiran itu dapat dipergunakan untuk memajukan masyarakat.

tetapi disamping itu menghendaki pula persyaratan lain misalnya : kebranian. Ada kecendrungan untuk berbicara cepat-cepat mengeluarkan kata-kata tanpa menghayati maknanya. Betapa baik administrasi pemerintah yang dijalankannya. Cara ini akan menyulitkan pembucara untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan reaksi-reaksi pendengar selagi menyajikan gagasannya.betapa jujur ia menjalankan tugasnya. Metode naskah (membaca): metode ini jarang dipakai. Metode improptu (serta merta) : metode improptu ialah metode penyajian berdasarkan kebutuhan sesaat. Sebaliknya ada yang cukup menuliskan ide atau beberapa catatan yang kemudian dikemnagkan sendiri pada waktu menyajikannya secaraa lisan. maka perlu pula memperlihatkan metode pengajiannya ada yang menggarap naskah secaraa lengkap sebagai sebuah komposisi tertulis. Sehubungan dengan penyajian lisan ini ada empat metode. disamping keahlian mengungkapkan pikirannya secaraa tertulis. Ada pembicara yang berhasil dengan metode ini. PENYAJIAN LISAN (PIDATO) Persiapan-persiapan yang diperlukan untuk menyusun bahasa lisan.tidak sanggup mengadakan komunikasi langsung dengan anggota-anggota masyarakatnya. memperlihatkan suatu sikap dan garak-gerik yang tidak kaku dan canggung. Metode ini sifat agak kaku sebab tidak mengadakan latihan yang 65 . maka sukar ia mendapat pengikut dalam bidang pengetahuannya. untuk kemudian dibacakannya pada kesempatan yang disediakan baginya. namun bila tak sanggup mengungkapakan pengetahuannya itu kepada orang lain. tetapi bergunanya terbatas pada kesempatan yang tidak terduga itu saja. disamping memperhatikan hal-hal seperti: gerak-gerik. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat. sebagai calon sarjana harus pula memiliki kemampuan pidato ini. sanggup menampilkan gagasangagasan secaraa lancar dan teratur. Pembicara serta merta berbicara berdasarkan pengetahuan dan keahliannya.kesanggupan penyajian secaraa elsan menurut cara ini sangat berguna dalam keadaan darurat. tetapi lebih sering menjemuhkan dan tidak menarik. sikap. 3. ketenagan sikap di depan masa. betapapun gemerlapnya penerapan teori-teorinya dan penemuan yang baru. Betapa pun cemerlang teori yang dirumuskannya. Demikian pula dengan seorang sarjana atau ahli. Tidak ada persiapan persiapan sama sekali. Penyajian lisan yang dibawakan dengan metode ini bukan saja direncanakan. 2. tetapi kalau komunikasi langsung itu tidak dapat dijalankan dengan semestinya. Kemampuan atau keahlian mengungkapkan pikiran secaraa lisan bukan saja menghendaki penguasaan secaraa baik dan lancar. maka dapat dikatakan ia setengah gagal. Oleh sebab itu sebagai pemimpin sebuah organisasi atau sebagai seorang tokoh masyarakat. B. komunikasi dengan pendegar dsb. Metode menghafal: metode ini merupakan lawan dari metode improptu. kecuali dalam pidatopidato resmi atau TV. yaitu: 1. Tetapi ditulis dengan secaraa lengkap kemudian dihafalkan kata-demikata. Pengetahuan yang ada dukaitkan dengan situasi dan kepentingan itu akan sangat menolong pembicaraan.

cukup. Bila pidato ditujukan untuk mempengaruhi pendapat atau pemikiaran pendengar. 4. sedangkan naskah itu hanya dipaki untuk membantunya dalam urutan-urutan gagasan yang akan dikemukakan. catatan-catatan tadi hanya dipergunakan mengingat urutan idenya. Tentu saja dalam suatu pidato dapat terjadi pembicaraan tidak hanya ingin mengejar salah satu saja dari tiga tujuan diatas. namu ia tidak dapat membaca seluruh naskah itu. sehingga ia tidak bebas menatap pendengarannya. yang sekaligus yang menjadi uraian bagi uraian itu. Ada bebrapa persiapan yang perlu mendapat perhatian. Bila tujuan pidato untuk menyenagkan pendengar maka reaksi yang diharapkan adalah perasaan puas atau perasaan senang. C. atau membujuk pendengar untuk melakukan perbuatan tertentu maka reaksi yang diharapkan pembicara yaitu keyakinan pendengar akan apa yang akan diuraikan pembicara dan kerena itu pendengar dengan suka rela melakukan perbuatan itu. PERSIAPAN PENYAJIAN LISAN Sebelum kita tampil di podium untuk memaparkan ide kita maka perlu juga mengadakan persiapan. Pembicaraan dengan bebas berbicara serta bebas pula memiliki kata-katanya sendiri. tertulis. 66 . Sebaliknya bila metode ini terlalu bersifat sketsa. antara lain: 1. ia pun tidak bisa memberi tekanan dan variasi suara untuk menghidupkan pembicaraanya. Memberi suatu kepada pendengar (ekposisi) b. Metode ini lebih banyak memberikan fleksibelitas dan variasi dalam memilih aksinya. Dalam kenyataan metode-metode diatas adapat digabungkan untuk mencapai hasil yang baik. Metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah) metode ini sangat dianjurakan karena merupakan jalan tengah. maka pembicara seolah-olah menimbulkan suatu tirai antara dia dengan pendengar Mata/pandangan pembica selalu ditunjukan kenaskah. maka hasilnya sama dengan metode improptu. Mungkin ia ingin mencapai dua atau ketiganya sekaligus. Mempengaruhi pendapat atau pendirian pendengar (argumentasi) atau membujuk para pendegar untuk melakukan perbuatan tertentu (persuasi) Bila tujuan pidato untuk memberikan sesuaatu kepada para pendengar yaitu pemahaman terhadap apa yang diuraikan pembaca. Karena menguasai bahan dalam naskah itu. uraian yang akan dibawakan dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan yang penting. Begitu pula pembicara dapat mengubah nada pembicaranya sesuai dengan reaksi-reaksi yang timbul pada para hadirin sementara uraian itu berlangsung. menunjukan tujuan : tujuan pidato ada dua macam yaitu tujuan bersifat umum dan sifat khusus Tujuan yang bersifat umum dibagi tiga jenis yaitu : a. Menghibur atau menyenagkan pendengar c. Bila pembicara bukan seorang ahli.Yang sering dilakukan penggabungan metode naskah dan metode ektemporer. Pembicara menyiapkan uraiannya secaraa mendalam dan terperinci dengan menyiapkan sebuah naskah. pembicara akan berbicara secaraa bebas. Kadang-kadang disiapkan konsep nakal yang tidak perlu menghafal kata-katanya nengan mempergunakan catatan-catatan tersebut diatas .

minat dan keinginan pendengar. Sedang tujuan khusus ini berupa kesan dan pesan apa yang diinginkan pembicara dan pendengar setelah pidato itu berlangsung. Dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan-persoalan sbb: a. perlu diperhatikan c. Topik hendaknya yang tegah ramai dibicarakan orang (aktual). Apakah pada saat itu hujan. 2. Sedangkan judul adalah etiket yang diberikan kepada komposisi lisan . pagi siang. d.Apakah hadirin berkumpul untuk dengarkan pidato ini b. Kita dapat mengenali situasi dan kondisi yang bagaimana saat pidato berlangsung. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisa pendengar. sesudah atau sebelum perjamuan dsb. dan keanggotaan politik atau sosial. Begitu pula teknik yang sering digunakan dalam suatu jenis pidato dapat pula digunakan untuk jenis pidato yang lain. pendidikan. Disamping itu pula pembicara harus memperhatikan pula data-data khusus untuk lebih mendekatkan diri dengan situasi pendengar yang sebenarnya. Menentukan topik dan tujuan Untuk memilih sebuah topik yang baik maka pembicara harus memperhatikan beberapa aspek sbb: a. Persoalan yang dibawakan itu harus dapat diselesaikan dalam waktu yang disediakan. Data-data khusus tersebut meliputi : 67 . serta sikap mereka. panas terik? Hadirin duduk atau berdiri? Apakah suara pembicara dapat didengar pembicara atau tidak.Dalam hal ini pembicara berusaha sebaik-baiknya. Persoalan yang dibawakan hendaknya menarik perhatian pembicara sendiri dan pendengar. usia. b. Disamping topik hal yang perlu diperhatikan adalah judul topik yang mengandung materi pembicaraan atau masalah yang diuraikan serta obyek atau aktivitas yang perlu diketahui pendengar.. Dimana pembicaraan itu berlangsung ? dialam terbuka atau di sebuah gudang ditempat yang luas atau sempit.Pembicara harus yakin betul apa yang ingin dicapainya itu. Topik yang dipilih hendaknya jelas dan mengenai sasaran. malam. judul adalah semacam slogan yang menapilkan topik dalam bentuk yang menarik. jenis kelamin.Kapan berlangsung pembicaraan itu. 3. Data-data umum yang dapat dipakai untuk menganalisa hadir adalah : jumlah. mendung. untuk menimbulkan rasa ingin tahu terhadap masalah yang diuraikan. Menganalisa situasi dan pendengar dengan memperhatiakn situasi dan pendengar kita dapat menetapkan metode apa yang akan kita gunakan kita dapat mengetahui pendengar. maka perhatian pendengar akan merosot bahkan akan lenyap sama sekali. Bila penyajian itu melampui waktu yang telah ditetepkan. oleh karena itu judul menarik and baik harus bersifat relevan. Persoalan yang dibahasa tidak boleh melampui daya tangkap pendengar atau sebaliknya terlalu mudah untuk daya intelektual pendengar. provokatif dan singkat. pekerjaan. maupun agama. Pertanyaan diatas harus mendapatkan jawaban apabila kita menghendaki keberhasilan dalam pidato. Pemahaman ini penting demi kesuksesan pidato yang akan kiata sampaikan. e. c.

Sikap pendengar D. Hendaknya berdiri dengan menghadap muka kepada para pendengar. bila perlu ciptakan humor yang sehat dan menyenangkan. Pengetahuan pendengar mengenai topic yang dibawakan. dan sedikit banyaknya pendengar. acuh tak acuh. was-was. Pidato yang bersifat mengerakkan sebaiknya menggunakan nada suara tinggi dan tegas c. d. penggunaan bahasa harus disesuaikan dengan intelektualitas pendengar. Bahasa : Gunakan bahasa yang baik dan benar yang dapat dipahami pendengar bervariasi. Aturlah mimic sedemikian rupa hingga kita dapat menyesuaikan dengan materi. gelisah dan tegang. Berpakaian yang rapid an sopan. hindarkan gaya yang dibuat-buat. Suara : Dalam berpidato suara sering menentukan keberhasilan. Sikap : seorang orator hendaknya bersikap terang. Intonasi suara hendaknya disesuaikan dengan dimensi ruang. menghindarkan diri dari perasaan ragu-ragu. Keempat hal tersebut diatas kita lakukan untuk menjaga suksesnya pidato kita 68 .a. sederhana. berseri-seri dan sopan. Bila ada reaksi baik pro maupun kontra. b. dan jelas. TEKNIK PENYAJIAN LISAN (BERPIDATO) Hal-hal yang perlu kita perhatikan pada saat kita menyampaikan pidato ialah: a. b. Bergayalah seadanya. hendaknya bersikap objektif berbaik pra-sangka dan berusaha mencari jalan keluar. Gaya atau gerak-gerik : Hindarkan gaya yang mengarah pada over atau berlebihan. Minat dan keinginan pendengar c. tetapi jangan terlalu sering. Tunjukan sikap bersahabat.

.. Depdikbud. H. Antom M.. 1995. 1987 Berbahasa Indonesia dengan benar... “: menulis paragraf” makalah pada penataran penerjemahan IKIP Surabaya. Penulisan Karangan Ilmiah.. Jakarta: Gramedia. Sugono. Sudjiman. 69 . Edisi kedua. Jakarta: Erlangga Ardian. Keraf... 1985..E.. Jakarta: Depdikbud.. Pemakaian Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar: Bagaimana Menyusun Sambutan.. tanggalm 10 .sabarti dkk. Jakarta: Balai Pustaka …………………. Suhendar. Gorys...DAFTAR PUSTAKA Akhdiah. Jakrta: PT Dunia Pustaka Jaya. pembinaan kemapuan menulis bahasa Indonesia.M. Komposisi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan..dkk.. Ende: Nusa Indah Moeliano. E Zaenal.. Surat. 1998. 1990. Ketrampilan Menulis Paragraf. (Ed). dan Laporan yang Menarik.1998.. Dendy..Jakarta: Balai Pustaka... Jakarta: Puspa Swara. Jakarta: Kelompok 24 Pengajar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.1993. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Leo Idra... Soedjito dan Hasan M. 1984. Jakarta : panitia Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia... Jakarta: PT Mediayatama Perkasa Brotowidjojo. “Penalaran dan Pembuatan Paragraf dalam Karangan Ilmiah” dalam Kembara Bahasa. Panuti dan Dendy Sugono. 1995. (Ed).. Jakarta: P3B Depdikbut …………………... 19976. 1992. 1986.29 Januari 1993. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Makayat D. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995. Arifin. Bandung: Remaja Rosdakarya.. Diklat Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.. 1987. 1989. Effendi S. . Jakarta: Balai Pustaka. 1994. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.

1984. 70 . Kalimat Baku Bahasa Indonesia.. Jakarta: P2LPTK Depdikbud ………………... Paper... 1994....... 1987. Retorika dalam Menulis. Bandung: Angkasa.. Djago... Imam. 1988. Skripsi... Surabaya: Unipress Unesa Surabaya... Membina Ketrampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya.. Surabaya: Materi Penataran. Tarigan. Pos Jaga Bahasa Indonesia. 2000.... 1991.... Thesisi...... Gatot Susilo.... ..... Winarno. Bandug: Tarsito Syafe’ie. “Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah” dalam Bahasa Indonesia Keilmuan.. Surakhmad.Sumowijoyo... malang: FPBS Malang.. Desertasi..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful