TUGAS SANITASI MASYARAKAT

TEKNOLOGI TEPAT GUNA “PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK”

Disusun Oleh :

KELOMPOK
Andre Barudi Hasbi Pradana Sahid Akbar Adi Gadang Giolding Hotma L L2J008005 L2J008014 L2J008053 L2J008078 L2J008087

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

000 hingga 27. dilihat dari asal zat-zat yang dikandungnya. sisa sayuran. Kertas bekas akan didaur ulang oleh industri kertas. sampah ini bisa dibedakan menjadi tiga macam. Berangkal juga bisa dimasukkan dalam kelompok ini. berbau.TEKNOLOGI TEPAT GUNA DARI SAMPAH Dengan teknologi yang tepat. Dan pada instalasi yang cukup besar dengan kapasitas 300 ton/hari dapat dilengkapi dengan pembangkit listrik sehingga energi listrik sekitar 96. dan sampah makhluk hidup. kaca. Kebanyakan kota-kota di Indonesia hanya mampu mengumpulkan dan membuang sekitar 60% dari seluruh produksi sampah. dapat mengurangi volume sampah sekitar 75% .000 . Sampah jenis ini banyak yang sulit hancur dan sulit diolah. dilihat dari sumbernya. sampah yang tadinya sebagai barang buangan. besi. Sampah anorganik. Teknologi akan menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Jenis sampah dan kandungannya Pertama. menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. yakni sampah yang berasal dari benda-benda atau zat-zat mati. teknologi pembakaran (incinerator). kaleng.000 meter kubik/hari. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah pertama. Contohnya. Kedua. buah-buahan dan daun-daunan. yakni sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Secara garis besar sampah bisa digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu sampah organik yakni sampah yang berasal dari benda-benda atau makhluk hidup. Teknologi proses sampah Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. rawa ataupun daerah sebagai bahan pengurug. kotor. segala jenis benda buangan dari makhluk hidup. meliputi buangan hasil proses industri. sampah plastik dan kaca akan didaur ulang menjadi bahan baku industri. Keuntungan lainnya menggunakan teknologi ini menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta adalah.80% dari sumber sampah tanpa proses pemilahan. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Untuk mengolah sampah ini memerlukan biaya dan teknologi tinggi. Abu atau terak dari sisa pembakaran cukup kering dan bebas dari pembusukan dan bisa langsung dapat dibawa ke tempat penimbunan pada lahan kosong. plastik. sampah industri. Volume sampah di kota-kota besar seperti di Jakarta bisa mencapai 24. Misalnya.

tapi juga bisa diolah menjadi barang-barang yang dapat digunakan kembali. kardus pembungkus. kardus. Cara daur ulang kertas. Lantas dibawa ketempat daur ulang kertas. Keempat. Untuk sampah jenis ini dapat juga diolah menjadi kompos. Contohnya adalah kertas. Sampah yang terkumpul dari rumah tangga dan pasar dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. teknologi penimbunan tanah (landfill). Sebab kalau sampah itu bercampur dengan sampah lapuk yang sangat mudah membusuk akan menimbulkan bau tidak sedap. Setelah dipotong dalam ukuran tertentu dan dikemas. kaleng bekas dan sebagainya. teknologi daur ulang (recycling). barang fungsional dan sebagai bahan bangunan. yang akan dibangun di empat lokasi. potongan kayu. Dengan ini diharapkan sampah di Bantar Gebang bisa berkurang . Sampahsampah yang kiranya masih bisa diolah kembali. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang. Sebaiknya yang dimanfaatkan jenis sampah yang tak mudah lapuk saja. Setelah ketinggian mencapai yang diinginkan penimbunan sampah dihentikan.MWH/tahun yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya proses. kertas dicacah dulu. alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca. dipungut dan dikumpulkan. Teknologi ini disebut Anaerobic Digestion. Pemprov DKI juga berencana menerapkan system waste to energy (WTE). Sampah ditimbun begitu saja sampai menggunung. Teknologi ini sudah lama dilakukan. Marunda. botol bekas. tetapi prosesnya dipilah terlebih dahulu. Pemusnahan dengan cara ini (sanitary landfill) memang membutuhkan biaya lebih besar. tapi lebih aman dan tidak merugikan kehidupan masyarakat. yang dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton. sehingga barang bekas tadi bisa diolah menjadi bahan baku. lalu diratakan dan dipadatkan. Sedangkan sampah kering semacam plastik akan diolah dengan teknologi pirolisis dan gassfication. kemudian dimasukkan dalam digester (pengering) yang nantinya menghasilkan biogas dan kompos. kertas-kertas dikumpulkan secara terpisah dengan plastik. Pulo Gebang. Setelah mencapai tinggi tertentu segera ditimbun tanah. Manfaat lain sampah Sampah anorganik bukan tidak dapat dimanfaatkan sama sekali. Kedua. Residu tinta dipisahkan untuk meningkatkan kualitas. pecahan kaca. Ragunan dan Duri Kosambi. daun. yakni dengan pemanasan tinggi tanpa oksigen yang menghasilkan gas dan digunakan untuk menggerakkan turbin. Lebih jauh sampah dapat dijadikan barangbarang aksesoris. kertas sudah bisa dipasarkan kembali. Sampah basah seperti kayu. logam-logam. seperti kertas. dipanaskan dan dibuat pulp. potongan besi. Kemudian kertas dicampur dengan air. Akhirnya dihasilkan kertas daur ulang. plastik dan sebagainya. Lapisan tanah ini sedikitnya setebal 60 cm.

yakni terdiri dari sampah dan berangkal (puing). Selain dibakar. Setelah jadi adukan dimasukkan dalam alat pencetak. berangkal yang digiling (30%). semen (20%). dan air secukupnya (5%). Sebelumya alat cetak dilapisi oleh plastik dan diolesi solar secara merata di seluruh permukaan plastik. Sayangnya di tempattempat pembuangan sampah tidak semuanya tersedia incinerator. seperti bata seukuran bata merah.250 ton per hari menjadi 1000 ton. misalnya di pekarangan atau di dalam wadah khusus seperti drum. Komposisi perbandingan bahan sama persis dengan batako. Pencacahan dilakukan di sebuah wadah khusus. Proses pembuatan bahan bangunan 1. Proses penghancuran berangkal dapat dilakukan di sebuah mesin giling khusus. Kedua bahan ini harus diolah terlebih dahulu. setelah adukan jadi. Dalam prinsipnya pembuatan bata sama dengan pembuatan batako. sampah juga bisa dicacah dengan parang atau golok.dari 6. 2. paving block. Pencacahan tidak sebaik hasil pembakaran dan butuh waktu lama. berangkal yang telah digiling (35%). Untuk membuat lubanglubang batako. misalnya di cekungan tanah. ratakan bagian atasnya. Bakar atau hancurkan di incinerator. Perbandingan bahan-bahan untuk membuat batako. semen (10%). Kalau genteng membutuhkan adukan tipe halus dengan komposisi sebagai berikut. Selain itu. Komposisi bahan yang diperlukan dalam membuat genteng berbeda dengan komposisi jenis batako. sampah yang dihancurkan (45%). Setelah itu keluarkan batako yang sudah jadi dari alat cetak. kemudian dimasukkan dalam alat cetak genteng. Selanjutnya bahan-bahan tadi dicampur dan diaduk-aduk. sampah ternyata juga bisa dibuat bahan bangunan. sampah yang telah dihancurkan (50%). Alat cetak bisa dipakai alat cetak bata merah non sampah. 3. Proses pembuatan batako. batako. Sebaiknya penusukan dilakukan ketika alat cetak baru berisi separo. pergunakan pipa besi. waktu yang dibutuhka lebih sedikit. Maka gentengpun sudah jadi. proses pembakaran dapat dilakukan di tempat lain. teraso dan genteng. tegel. Penghancuran dengan mesin giling relatif lebih efisien dan efektif. dapat pula dilakukan secara manual. Adukan jangan terlalu encer atau kental. . Cara pembuatannya. Padatkan dan ratakan dengan besi atau baja. Batako dan bata menggunakan adukan tipe kasar. dan air secukupnya (5%). Bila incinerator tidak ada. Haluskan dengan alat penghalus.

Khusus untuk sampah dan berangkal harus dibagi dua. pewarna tegel dan air sabun. Aduklah sampai kental. Bahan untuk membuat bagian kepala adalah semen putih. Paving block terbuat dari pencampuran dua tipe adukan. Tempatkan di wadah khusus. Setelah proses tadi selesai. Cara mengeluarkan paving block dengan bantuan papan. kapur giling. kapur giling dan air sabun. pewarna hitam dan air sabun. Siapkan cetakan. Adukan ke 5: terdiri dari semen biasa. Kemudian masukkan ke alat cetak yang terlebih dulu dilapisi dengan plastik yang diolesi solar. Seperti tegel. Balikan alat cetak. Proses selanjutnya sama dengan proses pembuatan tegel. tekan alasnya sambil menarik pegangannya. Campurkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bagian kepala. Adukan ini digunakan untuk membuat tegel kembang dan polos. yang kasar dan yang halus. Adukan ini digunakan untuk membuat tegel wavel dan kembang. tipe kasar dan tipe halus. semen putih.4. Ratakan. Adukan ke 2: terdiri dari sampah dan berangkal kasar dan semen biasa dengan komposisi 5 : 1. Oleskan solar. Untuk itu sampah berangkal harus diayak dengan ayakan ukuran maksimum lubang 2 mm. Adukan ini dipakai untuk jenis tegel wavel. Pemakaian bahanbahan tadi tidak sekaligus tapi dibagi menjadi lima jenis adukan: Adukan ke 1: terdiri dari sampah dan berangkal halus dan semen biasa dengan komposisi 3 : 1. Lalu masukkan adukan kedua setebal 25 mm. Setiap 1 kg semen putih membutuhkan air sabun 1 liter dengan pewararna secukupnya. 6. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tegel terdiri dari sampah dan berangkal hancuran. Ini untuk bagian kepala. teraso juga terdiri dari bagian kepala dan kaki. batu teraso dan air sabun. semen biasa. Masukkan adukan di bagian kepala setebal 4 mm. Setiap satu bagian tipe halus dicampurkan denga dua bagian tipe kasar. Masukkan adukan kelima setebal 4 mm. Perbandingan kedua tipe ini 1:2. Kemudian siapkan adukan untuk bagian kaki. pewarna semen. Untuk membuat tegel polos prosesnya paling sederhana. Setiap 1 kg semen biasa membutuhkan air sabun 3 liter dengan pewarna hitam secukupnya. Adukan 1 dan 2 digunakan untuk semua jenis tegel. seperti adukan untuk mengecor. Kemudian diikuti adukan kesatu juga setebal 4 mm. kemudian campuran adukan tadi dipress. Adukan ke 4: terdiri dari semen putih. Keluarkan tegel yang sudah jadi. . Lapisi seluruh permukaan bagian dalam dengan plastik tipis. Komposisinya 1:2:1 dengan air sabun secukupnya. Adukan ke 3: terdiri dari kapur giling dan semen putih dengan komposisi 2 : 1. Ini untuk bagian kaki. 5. Ratakan permukaan dengan limbatan. Adukan yang sudah jadi dimasukkan ke dalam alat cetak pukul-pukul biar padat.

diikuti dengan adukan kedua 20 mm. Keluarkan teraso dan bawa ke tempat penampungan. . Kemudian preslah.Masukkan adukan kesatu setebal 5 mm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful