PERILAKU MENOLONG

Ike Herdiana Disampaikan Pada Perkuliahan Pengantar Psikologi Sosial Fisip - Unair

PERILAKU MENOLONG? • Perilaku menolong adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada sub kategori dari perilaku prososial. • Jika kita secara tidak sengaja menjatuhkan uang dan seseorang menemukannya. . • Niat untuk memberi manfaat adalah aspek kunci dari pengertian ini. • Lebih jauh dapat didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk menguntungkan orang lain atau kelompok. lain halnya jika kita memutuskan memberikan uang pada seseorang yang membutuhkan dengan niat membantu. maka kita belum memperlihatkan perilaku menolong.

.Faktor Genetis yg Melandasi Perilaku Menolong • The Selfish Genes • Kelompok Kerjasama • Kepribadian Ciri kepribadian tertentu mendorong orang untuk memberikan pertolongan dalam beberapa situasi. namun tidak untuk situasi yang lainnya.

Menurut Isen et al. (1976). seseorang yang memiliki suasana hati yang baik akan berkurang keterpakuan terhadap diri sendiri dan lebih peka terhadap kebutuhan dan problem yang dialami orang lain. .Faktor Emosional yg Berpengaruh Pada Perilaku Menolong • Good mood Perilaku menolong dimunculkan oleh berbagai macam pengalaman yang menyenangkan.

munculnya kesadaran diri.. dan pencarian penyembuhan dari kesedihan. Dalam keadaan tertentu emosi negatif dapat mendorong munculnya perilaku positif kepada orang lain (Carlson dan Miller et al. . yaitu perasaan bersalah yang muncul setelah transgresi. Terdapat tiga cara bagaimana hal ini dapat terjadi.• Emosi negatif Sesungguhnya emosi negatif tidak selalu akan menurunkan keinginan untuk menolong. 1987).

2. . kelembutan. Emphatic concern. seperti menjadi lebih waspada. yaitu kecenderungan reaksi yang diperlihatkan seseorang ketika membutuhkan bantuan. meliputi kecenderungan perasaan dari orang lain seperti simpati. Personal distress. • Terdapat 2 komponen emosional yang utama. yakni sebagai berikut: 1. merasa disulitkan ataupun menjadi marah.Faktor Motivasional yg Berpengaruh Pada Perilaku Menolong Empati dan altruisme • Komponen kognitif utama dari empati adalah perspective taking. ataupun bersahabat. yaitu dengan menggunakan kemampuan untuk berimajinasi mencoba untuk melihat dunia melalui kaca mata orang lain.

Mungkin saja seseorang telah belajar melalui pengalaman bahwa respon empati haruslah membuat perilaku menolong meningkat. Kyle Smith (1989) menyatakan bahwa rasa empati meningkatkan kepekaan si penolong dikarenakan munculnya suasana yang lebih baik dari orang yang mereka tolong. Berperilaku egoistik merupakan hukuman yang khusus terkait dengan sifat empati untuk tidak menolong orang lain. . 3. Jika demikian. Kita tidak dapat saling berbagi kebahagiaan dari orang yang kita tolong kecuali kita benar-benar tahu orang tersebut merasa tertolong. 2. maka mereka dapat mengantisipasi perasaan bersalah yang disebabkan oleh kegagalan dalam menolong orang lain ketika mereka berusaha bersikap empati. Terdapat reward khusus empati untuk perilaku menolong.Alternatif egoistik 1. Rasa empati yang ditunjukkan pada orang yang memerlukan pertolongan meningkatkan perasaan sedih yang selanjutnya akan mendorong munculnya kecenderungan untuk mengembalikan suasana perasaan untuk lebih baik. Alternatif lain untuk memilih bersikap egois adalah adanya reward khusus empati yang lebih banyak mendatangkan dampak positif daripada dampak negatif.

1991). bahwa empati merefleksikan kebingungan yang mendasar antara diri kita sendiri dengan orang lain. memunculkan asumsi bahwa terdapat pemisahan yang jelas antara diri sendiri (self) dengan orang lain. maka seharusnya tidak terdapat perbedaan antara motif egoistik dan motif altruistik. 3.Keterbatasan altruisme 1. hal 133). Keterbatasan yang lainnya disebabkan oleh adanya fakta bahwa motivasi yang ada akan menjamin perilaku yang muncul. Jika kita merasakan bahwa kebutuhan orang lain sepenting kebutuhan yang kita miliki. seperti yang diperlihatkan oleh penelitian dimana yang yang ditolong malahan dibenci oleh si penolong (Otten et al. Namun bagaimana jika tidak terdapat pemisahan. Perdebatan antara motif egoistik dengan motif altruistik. Keterbatasan yang ketiga berkaitan dengan sifat dasar dari altruisme. Keterbatasan muncul dikarenakan keberadaan berbagai macam motivasi dalam melakukan perilaku menolong. . 2. Rasa empati tidak selalu meningkatkan perilaku menolong. seperti yang dinyatakan oleh Daniel Wegner (1980..

Pengaruh Interpersonal Thd Perilaku Menolong • Karakteristik orang yang ditolong • Kecocokan antara orang yang ditolong dengan orang yang menolong .

Norma dan Reward • Norma pribadi dan pengaruh orang tua • Kondisi massa sebagai hambatan prososial .Pengaruh Situasional Thd Perilaku Menolong • Model.

terjadi karena: • Individu yang memiliki harga diri yang tinggi cenderung beraksi negatif ketika menerima pertolongan daripada mereka yang memiliki harga diri yang rendah. • Si penerima pertolongan terkadang merasa terancam disebabkan oleh bentuk hubungan dengan si pemberi pertolongan dan situasi dimana perilaku menolong dilakukan. • Menerima perolongan dari orang lain ketika mengerjakan tugas yang sama ternyata dapat mengancam harga diri seseorang. • Dengan menerima pertolongan maka terdapat pandangan bahwa orang yang menerima pertolongan membutuhkan bantuan orang lain dan tergantung pada kemurahan hati si penolong.Reaksi dalam Menerima Pertolongan • Contoh: mempersepsi pertolongan sebagai ancaman. Kemudian orang yang merasa kurang memiliki kompetensi bahwa mereka tidak bisa mengurus diri mereka sendiri. . Hal ini memberi kesan bahwa penerima pertolongan merupakan orang yang inferior.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful